Anda di halaman 1dari 6

PORTOFOLIO KASUS

Nama Peserta : dr. Feby Wulansari


Nama Wahana: RSUD Asembagus
Topik: Infeksi Saluran Kemih Bawah
Tanggal (kasus) : 12 April 2015
Tanggal Presentasi : 14 Mei 2015
Pendamping : dr. Idha Bagus W
Tempat Persentasi : RSUD Asembagus
Obyek presentasi :
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Tinjauan pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Istimewa
Neonatus Bayi
Anak
Remaja Dewasa
Lansia Bumil
Deskripsi: Perempuan, 19 tahun, mengeluh nyeri saat buang air kecil,
Tujuan: Menegakkan diagnosis ISK dan melakukan terapi yang tepat
Bahan Bahasan:
Tinjauan pustaka Riset
Kasus
Audit
Cara Membahas: Diskusi
Presentasi dan diskusi E-mail
Pos
Data Pasien: Nama: Nn. S
No.Registrasi: XXXX
Nama klinik
Poli RSUD Asembagus
Data utama untuk bahan diskusi:
1. Gambaran Klinis
Pasien datang dengan keluhan nyeri saat buang air kecil sejak 3 hari SMRS. Nyeri yang
dirasakan hilang timbul, berwarna kuning, darah (-). Pasien juga mengeluhkan perut dan
kemaluannya terasa panas dan nyeri hingga mengganggu aktivitas. Buang air kecil sedikitsedikit namun sering. Pasien mengeluhkan demam, kadang sampai menggigil bahkan disertai
dengan mual. Keluhan lain seperti pusing, batuk, pilek, sesak nafas tidak dirasakan, BAB dalam
batas normal. Sebelum muncul keluhan nyeri ketika berkemih, pasien masih beraktivitas seperti
biasa dan tidak merasakan keluhan apapun. Pada pagi hari setelah pasien beraktivitas, pasien
merasa nyeri ketika hendak berkemih, tetapi pasien tidak memeriksakan diri ke dokter dan tidak
meminum obat. Hari kedua, pasien merasatidak enak badan, demam, dan berkemih semakin
sering dan sedikit-sedikit. Kemudian pasien memeriksakan diri ke dokter dan beristirahat di
rumah. Hari ketiga, pasien merasa nyeri dan panas ketika berkemih semakin memberat,
frekuensi berkemih semakin sering serta demam, pasien kemudian memeriksakan dirinya ke
1

RSUD Asembagus.
2. Riwayat pengobatan: Pasien belum pernah berobat sebelumnya
3. Riwayat kesehatan/penyakit: Pasien tidak pernah nyeri saat berkemih sebelumnya
4. Riwayat keluarga: Tidak ada keluarga yang menderita penyakit sama dengan pasien
5. Riwayat pekerjaan: Karyawan Swasta
6. Kondisi lingkungan sosial dan fisik: Interaksi dengan lingkungan sekitar baik.
7. Lain - Lain
Pemeriksaan fisik dilakukan di Poli RSUD Asembagus pada tanggal 12 April 2015.
PEMERIKSAAN UMUM
Keadaan umum

: Tampak sakit sedang

Kesadaran

: Compos mentis

Nadi

: 82 x/menit

Suhu

: 37,50C

Tekanan darah

: 110/80 mmhg

Respirasi

: 20x/menit

STATUS GENERALIS

Kepala

: Nyeri tekan kepala (-), rambut tidak mudah dicabut, alopecia -.

Wajah

: Nyeri tekan sinus -.

Mata

: Konjungtiva pucat -/-, sklera ikterik -/-

Telinga

: Nyeri tekan tragus -/-, nyeri tekan mastoid

Hidung : PCH -/-

Mulut

: Sianosis (-)

Leher

: Pembesaran KGB (-)

Paru

: Simetris, vesikuler +/+, Rh-/-, Wh-/-

Jantung

: S1>S2, regular, gallop (-), murmur (-).

Abdomen : Datar, BU (n), nyeri suprapubik (+), H/L: tidak teraba besar

Ekstremitas: CRT <2", Tidak ada edema, akral hangat

PEMERIKSAAN LAB :
1. Darah Lengkap :

Hb : 12,4 gr/dl

Ht : 37

Leukosit : 15000

Trombosit : 212.000

2. Urin Lengkap :

Urin berwarna kekuningan dan keruh,

Berat Jenis (1015),

pH (8),Leukosit (9-10/LPB), Eritrosit (35-45/LPB), epitel sel (+)

Leukosit 9-10/LPB

Eritrosit 35-45/LPB

Epitel sel (+)

Daftar Pustaka:
1. Tessy Agus, Ardaya, Suwanto. (2008). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam : Infeksi Saluran
Kemih. Edisi : 3. Jakarta: FKUI
2. Jawetz. E , Melnick & Adelberg : Mikrobiologi Kedokteran, edisi 20 EGC Jakarta 1996
3. Britigan BE et al : Gonococal infection: A model molecular pathogenesis, N Engl J. Med
1985 ; 312 :1682.
Hasil Pembelajaran
1. Diagnosis ISK
2. Pemeriksaan Fisik dan Penunjang pada ISK
3. Tatalaksana ISK

RANGKUMAN HASIL PEMBELAJARAN PORTOFOLIO:


SUBJEKTIF:
Pasien perempuan , 19 tahun, datang dengan keluhan nyeri saat buang air kecil sejak 4 hari
SMRS. Nyeri yang dirasakan hilang timbul, berwarna kuning, darah (-). Pasien juga
mengeluhkan perut dan kemaluannya terasa panas dan nyeri hingga mengganggu aktivitas.
Buang air sedikit-sedikit namun sering. Pasien mengeluhkan demam, kadang sampai menggigil
bahkan disertai dengan mual.
3

OBYEKTIF:
Pemeriksaan Fisik
- Suhu : 37,5 C
- Abdomen : nyeri pada suprapubik (+)
Pemeriksaan Laboratorium Urine

Urin berwarna kekuningan dan keruh,

Berat Jenis (1015),

pH (8),Leukosit (9-10/LPB), Eritrosit (35-45/LPB), epitel sel (+)

Leukosit 9-10/LPB

Eritrosit 35-45/LPB

Epitel sel (+)

ASSESMENT:
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi yang terjadi disepanjang jalan saluran kemih,
termasuk ginjal akibat proliferasi suatu mikroorganisme. Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan
istilah umum yang menunjukkan keberadaan mikroorganisme dalam urin. Dari hasil anamnesis
didapatkan pasien seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke Poli RSUD Asembagus
dengan keluhan nyeri ketika berkemih. Nyeri ketika berkemih dirasakan kira-kira 3 hari sebelum
dibawa ke Rumah Sakit. Keluhan nyeri ketika berkemih disertai dengan peningkatan frekuensi
berkemih, nyeri pada punggung bawah, perasaan panas ketika diakhir berkemih, pasien juga
mengeluhkan demam, dan nafsu makan pasien menurun.
Pemeriksaan infeksi saluran kemih, menggunakan urin segar (urin pagi). Urin pagi adalah
urin yang pertama tama diambil pada pagi hari setelah bangun tidur. Digunakan urin pagi
karena yang diperlukan adalah pemeriksaan pada sedimen dan protein dalam urin. Sampel urin
yang sudah diambil, harus segera diperiksa dalam waktumaksimal 2 jam. Apabila tidak segera
diperiksa, maka sampel harusdisimpan dalam lemari es atau diberi pengawet.
Bahan untuk sampel urin dapat diambil dari:
Urin porsi tengah, sebelumnya genitalia eksterna dicuci duludengan air sabun dan NaCl
0,9%.
Urin yang diambil dengan kateterisasi 1 kali.
Urin hasil aspirasi supra pubik.
4

Bahan yang dianjurkan adalah dari urin porsi tengah dan aspirasi supra pubik.
Laboratorium :
-

Leukosuria atau puria : merupakan salah satu bentuk adanya ISK. Leukosuria positif bila
terdapat lebih dari 5 leukosit/ lapang pandang besar (LBP) sediment air kemih.

Hematuria : Hematuria positif bila 5 10 eritrosit/ LBP sediment air kemih. Hematuria
disebabkan oleh berbagai keadaan patologis baik berupakerusakan glomerolus ataupun
urolitiasis.

Pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan adalah laboratorium urinalisa, urin berwarna
kekuningan dan keruh, Berat Jenis (1015), pH (8), Leukosit (9-10/LPB), Eritrosit (35-45/LPB),
epitel sel (+).Tanggal 19 Mei 2013 urin berwarna kekuningan dan keruh, Berat Jenis (1010), pH
(8), Leukosit (8-10/LPB), Eritrosit (35-40/LPB), epitel sel (+).
Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan laboratrium, didapatkan hasil
yang sesuai dengan gejala dan tanda dari Infeksi Saluran Kemih Bawah.
Gejala Klinis :
a. Nyeri ketika berkemih (disuria)
b. Peningkatan frekuensi berkemih
c. Perasaan terbakar diakhir berkemih
d. Air kemih keluar sedikit-sedikit
e. Nyeri pada daerah suprapubik atau punggung bawah
Prinsip pengobatan infeksi saluran kemih adalah memberantas (eradikasi) bakteri dengan
antibiotika. Pasien kemudian diberi tatalaksana berupa tirah baring, diet lunak, pemberian intake
cairan yang banyak, pemberian antibiotik, pemeriksaan urinalisa, terapi penunjang (simptomatik
dan supportif).
Pada pasien didapatkan gejala klinis maupun laboratorium seperti yang tertera pada Infeksi
Saluran Kemih Bawah. Dengan demikian diagnosis kerja pasien pada kasus ini dalah Infeksi
Saluran Kemih Bawah.
PLAN:
Diagnosis: Infeksi Saluran Kemih Bawah

Pengobatan:
Pada pasien ini terapi yang diberikan adalah:
1) Non Medikamentosa :
Menjaga dengan baik kebersihan sekitar organ intim dan saluran kemih
Jangan sering menahan nahan untuk buang air kecil
Lebih banyak minum air putih 8 gelas/hari
Mengurangi makan makanan siap saji
Edukasi cara membersihkan kemaluan dari depan ke belakang
2) Medikamentosa
Ciprofloxacin 2 x 500 mg tab
Parasetamol 3 x 500 mg
Rujukan:
Diperlukan jika terjadi komplikasi serius yang harusnya ditangani di rumah sakit dengan sarana
dan prasarana yang lebih memadai.

Asembagus, 14 Mei 2015

Peserta

Pendamping

( dr. Feby Wulansari )

(dr. Idha Bagus W)