Anda di halaman 1dari 57

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Menurut UU ASN nomor 5 tahun 2014, Aparatur Sipil Negara
(ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah
dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah, yang
bertugas sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan pemersatu
bangsa. Peran pegawai ASN sebagaimana ditetapkan pasal 12 UU No. 5
Tahun 2014 tentang ASN, yaitu sebagai perencana, pelaksana, dan
pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan
nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang
profesional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi,
kolusi, dan nepotisme.
Di era globalisasi masyarakat semakin kritis terhadap segala aspek,
termasuk terhadap mutu Pendidikan yang berkualitas. Dalam memajukan
dunia pendidikan peran seorang guru sangatlah penting. Sehingga dengan
demikian keberadaan guru yang berkompetensi merupakan syarat mutlak
hadirnya

sistim dan

mewujudkan

guru

praktik pendidikan
yang

memiliki

yang

berkualitas.

kompetensi

pemerintah

Untuk
telah

mengamanatkan Undang-undang Nomor 14 tahun 2005, yakni mewujudkan


guru yang berkualitas dan profesional.
Oleh karena itu standar guru profesional merupakan sebuah
kebutuhan yang mendasar yang tidak dapat ditawar lagi. Hal ini tercermin
dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 pasal
35 ayat 1 bahwa : Standar nasional pendidikan terdiri atas isi, proses,
kompetensi

lulusan,

tenaga

kependidikan,

sarana,

dan

prasarana,

pengelolaan, pembinaan dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan


secara berencana dan berkala.

Tanggung jawab guru sebagai pengajar lebih menekankan kepada


tugas dalam merencanakan dan melaksanakan pengajaran. Dalam tugas ini
guru dituntut memiliki kompetensi yang dapat mendukung tugas tersebut,
antara lain kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi
profesional

dan

kompetensi

sosial.

Guru

harus

berusaha

untuk

memperhatikan apa yang sudah ada serta mengadakan penyempurnaan cara


pengajaran agar prestasi siswa dapat ditingkatkan.
Guru sebagai salah satu Aparatur Sipil Negara seharusnya juga dapat
membentuk karakter dari dalam dirinya sendiri untuk menjadi ASN
(Aparatur Sipil Negara) yang berkompeten, profesional , berintegritas, dan
berkomitmen baik terhadap tugas dan fungsi yang diembannya. Salah satu
cara mewujudkan aparatur negara yang berkualitas yang mampu memenuhi
standar kompetensi jabatannya sehingga mampu melaksanakan tugas
jabatannya dengan profesional, yaitu melalui pembinaan jalur pendidikan
dan pelatihan (Diklat). Dalam Diklat seorang aparatur negara dibekali dan
dipersiapkan dalam suatu pendidi-kan dan pelatihan dalam rangka
membentuk nilai-nilai dasar profesi ASN. Dalam Pera-turan Pemerintah
Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai
Negeri Sipil (PNS), ditetapkan bahwa salah satu jenis Diklat yang strategis
untuk mewujudkan PNS sebagai bagian dari ASN menjadi profesional
adalah Diklat Prajabatan. Diklat ini dilaksanakan dalam rangka internalisasi
dan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS yaitu kemampuan mewujudkan
akuntabilitas dalam melaksanakan tugas jabatannya (Akuntabilitas),
kemampuan mengedepankan kepentingan nasional dalam pelaksanaan tugas
jabatannya (Nasionalisme), kemampuan menjunjung tinggi standar etika
publik dalam pelaksanaan tugas jabatannya (Etika Publik), kemampuan
berinovasi

untuk peningkatan

mutu

pelaksanaan

tugas

jabatannya

(Komitmen Mutu), dan kemampuan untuk tidak korupsi dan mendorong


percepatan pemberantasan korupsi di lingkungan instansinya (Anti
Korupsi). Kelima nilai dasar PNS tersebut kemudian disingkat menjadi
ANEKA. Kelima kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam

membentuk karakter PNS yang kuat, yaitu PNS yang mampu bersikap dan
bertindak profesional dalam melayani masyarakat.
Diklat prajabatan dengan pola baru ini tidak hanya membekali para
aparatur negara dengan pemahaman kelima nilai dasar ANEKA tersebut,
tetapi para peserta diklat pra-jabatan dituntut untuk mengaktualisasikan
nilai-nilai tersebut ke dalam kegiatan di satuan kerja perangkat dinas
(SKPD) masing-masing sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi)
profesi yang dimilikinya. Menurut pendapat penulis bahwa kegiatan
aktualisasi nilai dasar ANEKA tersebut memang sangat perlu diterapkan di
SKPD masing-masing karena masih banyak pelayanan-pelayanan publik
yang kurang maksimal.
SMK adalah lembaga pendidikan fomal yang bersifat kejuruan yang
banyak menghasilkan lulusan setiap tahunnya. Tamatan SMK dituntut agar
dapat bekerja lebih mandiri dibandingkan tamatan SMA. Tetapi masih
banyak guru yang belum menunjukkan kompetensi yang diperoleh melalui
pendidikan dan latihan dalam proses belajar mengajar sehingga banyak
siswa yang tidak memperoleh peningkatan sumber daya yang seharusnya
sudah dimiliki setelah proses belajar mengajar berlangsung, atau
sesudah tamat sekolah .
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, guru harus menjadi ASN
yang profesional dengan bertindak sesuai dengan nilai-nilai dasar profesi
ASN yang meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
mutu dan Anti Korupsi. Hal tersebut dikarenakan guru sebagai ujung
tombak fungsi pelaksanaan di bidang pendidikan, seperti yang tercantum
dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun
2003.Oleh karena itu dalam diklat prajabatan ini, penulis akan
melaksanakan aktualialisasi nilai-nilai dasar ANEKA di SMK I Sragi
Kabupaten Pekalongan.

B. Tujuan

Adapun tujuan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS yang penulis


laksanakan di SMK I Sragi adalah:
1. Mampu menerapkan nilai-nilai akuntabilitas sehingga memiliki
2.

tanggung jawab dan integritas terhadap apa yang dikerjakan


Mampu menerapkan nilai-nilai nasionalisme sehingga bekerja atas

3.

dasar semangat nilai-nilai Pancasila


Mampu menerapkan nilai-nilai etika publik sehingga menciptakan

4.

lingkungan sekolah dan masyarakat yang harmonis


Mampu menerapkan nilai-nilai komitmen mutu sehingga mewujudkan

5.

pelayanan yang prima terhadap peserta didik maupun masyarakat


Mampu menerapkan nilai-nilai anti korupsi sehingga bisa mewujudkan
sikap disiplin maupun menjaga kedisiplinan

BAB II
NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN
Untuk mencapai kompetensi PNS yang profesional, struktur
kurikulum Diklat Prajabatan menurut PerkaLANRI Nomor 38 Tahun 2014
meliputi tahap internalisasi dan tahap aktualisasi nilai-nilai dasar profesi
PNS. Tahap internalisasi nilai-nilai dasar profesi PNS untuk membekali
peserta dengan nilai-nilai dasar yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas
jabatan Profesi PNS secara profesional sebagai pelayan masyarakat. Nilainilai dasar tersebut meliputi: Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Kelima nilai-nilai dasar ini
diakronimkan menjadi ANEKA. Tahap aktualisasi nilai-nilai dasar profesi
PNS di tempat tugas, sesuai dengan formasi jabatan. Selain itu peraturan
perundangan yang berlaku misalnya UU No 5 tahun 2014 tentang ASN juga
harus dapat diaktualisasikan di kehidupan sehari-hari, pekerjaan, terutama di
instansi masing-masing (LAN, 2014).
A. Nilai-Nilai Dasar Profesi ASN
1. Akuntabilitas
Menurut Peter Salim (1987 : 16) Istilah akuntabilitas berasal dari
istilah

dalam

bahasa

Inggris

accountability

yang

berarti

pertanggunganjawab atau keadaan untuk dipertanggungjawabkan atau


keadaan untuk diminta pertanggunganjawab. Jadi Akun-tabilitas dapat
diartikan sebagai kewajiban-kewajiban dari individu-individu atau penguasa
yang dipercayakan untuk mengelola sumber-sumber daya publik dan yang
bersangkutan dengannya untuk dapat menjawab hal-hal yang menyangkut
pertanggung-jawabannya. Menurut LAN Akuntabilitas adalah kewajiban
pertanggungjawaban yang harus dicapai. Akuntabilitas merujuk pada
kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi

tanggungjawab yang menjadi amanahnya, terutama PNS diharapkan


menjamin terwujudnya nilai-nilai publik, meliputi kemampuan mengambil
pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan; memiliki
pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah keterlibatan
PNS dalam politik prak-tis; memperlakukan warga negara secara sama dan
adil dalam penyelenggaraan peme-rintahan dan pelayanan publik; serta
menunjukkan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat diandalkan
sebagai penyelenggara pemerintahan.
Akuntabilitas PNS untuk membentuk nilai-nilai dasar akuntabilitas
yang terkait dengan nilai-nilai dasar akuntabilitas, konflik kepentingan
dalam masyarakat, netralitas PNS, keadilan dalam pelayanan publik, sikap
serta perilaku konsisten, dan analisis dampaknya. Diharapkan ASN mampu
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar akuntabili-tas dalam pelaksanaan tugas
jabatannya, memahami akuntabilitas secara konseptual-teoritis sebagai
landasan untuk mempraktikkan perilaku akuntabel; memahami meka-nisme,
logika dan operasionalisasi akuntabilitas dalam menciptakan sistem dan
lingku-ngan organisasi yang akuntabel; memahami penerapan akuntabilitas
secara menyeluruh

dalam organisasi; berperilaku

akuntabel untuk

penegakan akuntabilitas; dan mengana-lisis dan menilai penerapan


akuntabilitas secara tepat (PerkaLAN RI, 2014).
Aspek-aspek akuntabilitas terdiri dari: akuntabilitas adalah sebuah
hubungan; akuntabilitas berorientasi pada hasil; akuntabilitas membutuhkan
adanya laporan; akuntabilitas memerlukan konsekuensi; dan akuntabilitas
memperbaiki kinerja (LAN, 2014). Menurut Bovens dalam Modul
Penyelenggaraan Perdana Diklat CPNS Prajab Golongan III (2007:12),
akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama yaitu: untuk menyediakan
kontrol demokratis (peran demokrasi); untuk mencegah korupsi dan
penyalahgunaan kekuasaan (peran konstitusional); dan untuk meningkatkan
efisiensi dan efektifitas (peran belajar). Kontrak antara pemerintah yang
diwakili PNS dengan masyarakat meliputi akuntabilitas eksternal;
akuntabilitas interaksi; dan hubungan akuntabilitas kekuasaan struktural.

Akuntabilitas publik terdiri dari dua macam yaitu akuntabilitas vertikal dan
akuntabilitas horizontal (LAN, 2014).
Akuntabilitas memiliki lima tingkatan yang berbeda yaitu:
akuntabilitas personal; akuntabilitas individu; akuntabilitas kelompok;
akuntabilitas organisasi; dan akuntabilitas stakeholders. Untuk memenuhi
terwujudnya organisasi sektor publik yang akuntabel, maka mekanisme
akuntabilitas harus mengandung dimensi: akuntabilitas kejujuran dan
hukum yaitu terkait dengan kepatuhan hukum dan peraturan; akuntabilitas
proses melalui pelayanan publik yang cepat, responsif, dan murah;
akuntabilitas program yang memberi pertimbangan apakah tujuan dapat
dicapai;

dan

akuntabilitas

kebijakan

yang

terkait

dengan

pertanggungjawaban pemerintah atas kebijakan yang diambil terhadap


DPR/DPRD dan masyarakat luas (LAN, 2014).
2.

Nasionalisme
Nasionalisme PNS untuk membentuk nilai Pancasila dalam

menumbuhkan nasionalisme ASN sebagai pembuat dan pelaksana kebijakan


publik, pelayan publik, dan sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa,
beserta analisis dampaknya. Mengaktualisasikan Pancasila sebagai nilainilai dasar nasionalisme dalam pelaksanaan tugas jabatannya; memahami
peran Pancasila dalam menumbuhkan nasionalisme ASN; sebagai pembuat
dan pelaksana kebijakan publik; pelayanan publik; dan pemersatu bangsa
(PerkaLAN RI, 2014).
Nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar
terhadap bangsa dan negara, sekaligus menghormati bangsa lain. Indikator
nilai nasionalisme sesuai lima sila Pancasila. KeTuhanan dalam kerangka
Pancasila melibatkan nilai-nilai moral universal agama-agama yang ada,
kekuasaan dijalankan secara transparan dan akuntabel, mengembangkan
etika sosial di masyarakat, memperkuat pembentukan karakter dan
kepribadian, melahirkan etos kerja yang positif, serta memiliki kepercayaan
diri untuk mengembangkan potensi diri dan kekayaan alam yang diberikan
Tuhan (LAN, 2014).

Pemerintah harus memperhatikan prinsip kemanusiaan dan keadilan


dalam penyelenggaraan pemerintahan. Tindakan dan perilaku kita sebagai
PNS harus sejalan dengan kemanusiaan, mengatasi kemiskinan, kekerasan,
kesenjangan sosial, dan ketidakadilan. Perpaduan prinsip sila pertama dan
kedua

Pancasila

menuntut

pemerintah

dan

penyelenggara

negara

memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang cita-cita


moral rakyat yang mulia. Demokrasi permusyawaratan merupakan cerminan
jiwa, kepribadian, dan cita-cita bangsa Indonesia, serta kepercayaan atau
keyakinan untuk mencapai suatu bentuk masyarakat yang dicita-citakan.Sila
keempat Pancasila mengandung ciri-ciri yaitu rakyat berperan dalam
pengambilan keputusan; penyelenggaraan pemerintahan didasarkan atas
semangat

kekeluargaan;

dan

pemerintah

diharapkan

mengetahui,

memahami, dan merasakan keinginan rakyat sehingga keputusan yang


diambil adalah bijaksana. Komitmen keadilan memiliki dimensi atau empat
kerangka

yaitu:

perwujudan

relasi

yang

adil

di

semua

tingkat;

pengembangan struktur yang menyediakan kesetaraan kesempatan; proses


fasilitasi akses atas informasi, layanan dan sumber daya yang diperlukan;
dan dukungan atas partisipasi bermakna pengambilan keputusan bagi semua
orang (LAN, 2014).
3.

Etika Publik
Diharapkan mampu membentuk nilai-nilai dasar etika publik melalui

kode etik dan perilaku pejabat publik, bentuk dan penerapan kode etik PNS,
serta analisis dampaknya (PerkaLAN RI, 2014). Ricoeur dalam Modul
Penyelenggaraan Perdana Diklat CPNS Prajab Golongan III (2014:6)
mendefinisikan etika sebagai tujuan hidup yang baik bersama dan untuk
orang lain di dalam institusi yang adil. Etika sebagai refleksi atas baik
buruk, benar salah yang harus dilakukan atau melakukan yang baik atau
benar(LAN, 2014).
Etika publik adalah refleksi tentang standar atau norma yang
menentukan baik atau buruk, benar atau salah perilaku, tindakan dan
keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan

tanggung jawab pelayanan publik.Etika sebagai sistem penilaian perilaku


serta keyakinan untuk mementukan perbuatan yang pantas guna menjamin
perlindungan hak-hak individu, mencakup cara-cara pengambilan keputusan
untuk membedakan yang baik dan buruk serta mengarahkan apa yang
seharusnya dilakukan sesuai nilai-nilai yang dianut (LAN, 2014).
Kode etik adalah aturan yang mengatur tingkah laku kelompok
khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan hal-hal prinsip dalam bentuk
ketentuan tertulis. Kode etik profesi mengatur tingkah laku atau etika
kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan tertulis yang
dipegang teguh oleh sekelompok profesional tertentu. Nilai etika organisasi
meliputi

kebersamaan,

empati,

kepedulian,

kedewasaan,

orientasi

organisasi, respect, kebajikan, integritas, inovatif, keunggulan, keluwesan


dan kearifan (LAN, 2014).
Terdapat tiga fokus utama pelayanan publik yaitu pelayanan publik
yang berkualitas dan relevan; sisi dimensi reflektif etika publik, serta
modalitas etika. Dimensi etika publik terdapat tiga prinsip yaitu dimensi
kualitas pelayanan publik, dimensi modalitas, dan dimensi tindakan
integritas publik. Unsur-unsur modalitas etika publik yaitu akuntabilitas,
transparansi

dan

netralitas.

Pelayanan

publik

yang

profesional

membutuhkan kompetensi teknik, leadership, dan kompetensi etika. Etika


publik merupakan refleksi kritis yang mengarahkan bagaimana nilai-nilai
(kejujuran, solidaritas, keadilan, kesetaraan, dll) dipraktikan dalam wujud
keprihatinan dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat atau
kebaikan orang lain. Pengaruh buruk konflik kepentingan sebagai berikut:
aji mumpung; menerima atau memberi suap; menyalahgunakan pengaruh
pribadi; pemanfaatan fasilitas organisasi atau lembaga untuk kepentingan
pribadi; informasi rahasia; dan loyalitas ganda (LAN, 2014).
Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam UndangUndang ASN, yaitu sebagai berikut:
a.

Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila

b.

Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan


Republik Indonesia tahun 1945

10

c.

Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak

d.

Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif

e.

Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur

f.

Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik

g.

Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program


pemerintah

h.

Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat,


akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.

i.

Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.

j.

Mengahargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.

k.

Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.

l.

Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.

m. Meningkatkan efektifitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai


perangkat sistem karir.
4.

Komitmen Mutu
Komitmen mutu ASN untuk membentuk nilai dasar inovatif dan

komitmen mutu, melalui efektivitas, efisiensi, inovasi dan kualitas


penyelenggaraan pemerintahan, konsekuensi perubahan, serta analisis
dampak penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik(PerkaLAN
RI, 2014). Goetsch dan Davis dalam Modul Penyelenggaraan Perdana
Diklat CPNS Prajab Golongan III (2014:29) berpendapat bahwa mutu
adalah kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan
lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan konsumen atau
pengguna. Christopher dan Thor (2001) penilaian mutu produk atau jasa
tergantung

persepsi

individual

berdasarkan

kesesuaian

nilai

yang

terkandung di dalamnya tanpa kesalahan dan pemborosan (LAN, 2014).


Nilai-nilai dasar komitmen mutu yaitu efisiensi, efektifitas, inovasi
dan mutu. Kinerja aparatur dalam memberikan pelayanan publik yang
bermutu harus berlandaskan prinsip efektivitas, efisiensi, dan inovasi. Target
utama kinerja aparatur yang berbasis komitmen mutu adalah mewujudkan
kepuasan masyarakat yang menerima layanan (customer satisfaction).

11

Manajemen mutu terpadu dapat berjalan baik diperlukan strategi: menyusun


program kerja jangka panjang berbasis mutu, membangun mindset pegawai
terhadap budaya mutu, mengembangkan budaya kerja yang berorientasi
mutu, meningkatkan mutu proses secara berkelanjutan, membangun
komitmen pegawai jangka panjang, membangun kerjasama kolegial
antarpegawai dilandasi kepercayaan dan kejujuran, kepuasan pelanggan
internal eksternal, beradaptasi dengan tuntutan perubahan, menampilkan
kinerja tanpa cacat, dan menjalankan fungsi pengawasan secara efektif dan
efisien untuk terlaksananya program kerja. Perilaku adiluhung sebagai
aparatur diwujudkan melalui karakter kepribadian yang jujur, amanah,
cermat, disiplin, efektif, efisien, inovatif, melayani dengan sikap hormat,
bertutur kata sopan dan ramah, berlaku adil, bekerja tanpa tekanan, memiliki
integritas tinggi, serta menjaga nama baik dan reputasi ASN (LAN, 2014).
5.

Anti Korupsi
Anti korupsi PNS untuk membentuk nilai-nilai dasar anti korupsi

melalui penyadaran anti korupsi, menjauhi perilaku korupsi, membangun


sistem integritas, proses internalisasi nilai-nilai dasar anti korupsi beserta
analisis dampaknya. Diharapkan ASN mampu membentuk sikap dan
perilaku yang amanah, jujur, dan mampu mencegah terjadinya korupsi di
lingkungannya; menyadari dampak perilaku dan tindak pidana korupsi bagi
kehidupan diri pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa; memahami cara
menghindari perilaku dan tindak pidana korupsi; memahami pembangunan
sistem integritas untuk mencegah korupsi di lingkungan kerja; dan mampu
mengaktualisasikannya (PerkaLAN RI, 2014).
Korupsi berasal dari bahasa latin corruptio yang berarti kerusakan,
kebrobokan, dan kebusukan. Dampak

korupsi sangat luar biasa,

menyebabkan kerusakan baik dalam lingkup pribadi, keluarga, masyarakat.


Kesadaran anti korupsi melalui pendekatan spiritual membentengi PNS
melakukan korupsi, mendorong memiliki visi misi organi-sasi yang baik,
terpacu melakukan yang terbaik agar dapat dipertanggungjawabkan secara
publik (LAN, 2014).

12

Identifikasi nilai dasar anti korupsi meliputi sembilan nilai yaitu:


jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggungjawab, kerja keras, sederhana,
berani, dan adil. Kelman (1958) dan Brigham (1991) menyebutkan tiga
proses sosial yang berperan dalam proses perubahan sikap dan perilaku
yaitu kesediaan, identifikasi dan internalisasi. Internalisasi integritas pada
diri sendiri dan hidup atau bekerja dalam lingkungan yang menjalankan
sistem integritas yang baik akan menjauhkan diri dari korupsi. Beragam
jenis dan bentuk sistem integritas untuk menjaga suatu organisasi mencapai
tujuannya meliputi: kebijakan perekrutan dan promosi, pengukuran kinerja,
sistem dan kebijakan pengembangan sumber daya manusia, pengadaan
barang dan jasa, kode etik dan pedoman perilaku, laporan harta kekayaan
penyelenggara negara, program pengendalian gratifikasi, dan lain-lain.
Menanamkan integritas dan membangun sistem integritas merupakan suatu
kerja yang simultan sampai terbentuk budaya integritasdi unit kerja masingmasing (LAN, 2014).

B. Indikator Nilai Dasar Profesi ASN


NO
1.

NILAI DASAR
PROFESI ASN
Akuntabilitas

INDIKATOR
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Transparansi dalam melaporkan informasi/data


Memiliki integritas tinggi
Memberikan kejelasan dan keakuratan data
Bertanggungjawab terhadap tugas dari atasan
Bersikap adil
Mengetahui
peran,
kewenangan
dan
tanggungjawab,

misi

organisasi,

kinerja

organisasi, dan sistem pelaporan


7. Mampu mengambil pilihan yang tepat ketika
terjadi konflik kepentingan
8. Tidak terlibat dalam politik praktis
9. Konsisten dalam menjalankan tugas
2.

Nasionalisme

Sila 1

13

1. Percaya dan takwa kepada Tuhan yang Maha


Esa
2. Menghormati

dan

bekerja

sama

dengan

pemeluk agama lain


3. Toleransi terhadap kegiatan agama lain
4. Tidak memaksakan agama kepada orang lain
Sila 2
1. Mengakui persamaan derajat, harkat dan
2.
3.
4.
5.

martabat manusia
Saling mencintai sesama manusia
Mengembangkan sikap tenggang rasa
Tidak semena-mena terhadap orang lain
Member bantuan kepada koraban bencana
Sila 3

1. Saling menghormati antarsuku, agama, ras dan


antar golongan
2. Membina persatuan dan kesatuan
3. Mengutamakan
kebersamaan

dalam

kebhinekaan
4. Mencintai tanah air
Sila 4
1. Dapat menerima perbedaan pendapat
2. Dapat melaksanakan hasil keputusan bersama
yang telah disepakati
3. Musyawarah mufakat
4. Tidak memaksakan kehendak kepada orang
lain
5. Mengutamakan kepentingan masyarakat
6. Mengembangkan sikap demokratis
Sila 5
1. Memberikan pelayanan kepada masyarakat
secara adil
2. Mengutamakan kesejahteraan masyarakat
3. Adanya keseimbangan antara hak dan

14

kewajiban
4. Menghargai hasil karya orang lain
5. Menjunjung tinggi nilai kebenaran

3.

Etika Publik

6.
7.
1.
2.

dan

keadilan
Bertanggungjawab atas semua perbuatan
Gotong royong
Menjalankan tugas secara professional
Menciptakan
lingkungan
kerja
yang

nondiskriminatif
3. Memberikan layanan kepada publik dengan
jujur, tangap, cepat, akurat, berdaya guna dan
berhasil guna, dan santun
4. Mampu melaksanakan kebijakan pemerintah
5. Menghargai komunikasi, konsultasi dan
kerjasama
6. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan
7. Menjalankan
tugas
dengan
prinsip
akuntabilitas, transparansi dan netralitas
8. Menerapkan nilai-nilai dasar etika yaitu :
kebersamaan, empati, kepedulian, kedewasaan,
orientasi

organisasi,

respect,

kebajikan,

integritas, inovatif, keunggulan, keluwesan dan


4.

Komitmen Mutu

kearifan
1. Merencanakan target mutu
2. Menerima kritik dan saran untuk perbaikan ke
depan
3. Memahami tugas pokok dan fungsi dan peran
yang diberikan institusi
4. Mengembangkan
budaya

kerja

yang

berorientasi mutu
5. Beradaptasi dengan tuntutan perubahan
6. Menampilkan kinerja tanpa cacat dan tanpa
pemborosan
7. Mendasarkan

setiap

pekerjaan

dengan

peraturan perundang-undangan yang berlaku


8. Menunjukkan kinerja efektif, efisien dan
inovasi
9. Berpikir kreatif dalam mengatasi permasalahan

15

5.

Anti korupsi

1. Menerapkan nilai dasar anti korupsi : jujur,


peduli, mandiri, disiplin, tanggungjawab, kerja
keras, sederhana, berani, dan adil
2. Mempunyai integritas dan komitmen
3. Menghindari tindak pidana korupsi seperti
kerugian keuangan Negara, suap-menyuap,
pemerasan, perbuatan curang, penggelapan
dalam jabatan, benturan kepentingan dalam
jabatan serta gratifikasi

16

BAB III
TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA

A. Identitas Sekolah
Nama Sekolah
Status Sekolah
Alamat Sekolah
Kecamatan
Kabupaten/Kota
Provinsi
Nama Kepala Sekolah

:
:
:
:
:
:
:

SMK 1 SRAGI
Negeri
Jl. Raya Sragi No.139 B
Sragi
Pekalongan
Jawa Tengah
Ibnu Nafis, S.Pd, M.Si

B. Tugas Unit Kerja


1. Visi SMK 1 Sragi
SMK I Sragi memiliki visi sebagai berikut : Menghasilkan
tamatan yang kompeten, kompetitif, profesional, berkarakter, dan
berwawasan lingkungan.
2. Misi SMK 1 Sragi
1)
Memantapkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, berakhlaq
2)

mulia dan berkarakter.


Membentuk tamatan yang berkepribadian unggul, mandiri, dan

3)

mampu mengembangkan diri.


Menyiapkan tenaga kerja yang trampil dan profesional yang

4)

mampu bersaing di lapangan kerja.


Menumbuhkan semangat keunggulan

5)

intensif kepada seluruh anggota.


Melaksanakan KBM secara optimal yang berorientasi kepada

kompetitif

secara

pencapaian kompetensi standart nasional dan internasional

16

17

6)

dengan tetap mempertimbangkan potensi yang dimiliki peserta

7)

didik.
Mengembangkan dan mengintensifkan hubungan sekolah
dengan DU/DI institusi lain yang telah memiliki reputasi
nasional dan internasional sebagai perwujudan dari prinsip

8)

demand driver.
Membentuk wawasan lingkungan yang asri, aman, nyaman,
dan kondusif.

C. Tugas Pokok dan Fungsi Guru


Dalam Peraturan Menteri Negara Pendayaan Apatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru
dan Angka Kreditnya Pasal 13 disebutkan bahwa tugas-tugas guru adalah
sebagai berikut:
1) menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan;
2) menyusun silabus pembelajaran;
3) menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran;
4) melaksanakan kegiatan pembelajaran;
5) menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran;
6) menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran
di kelasnya;
7) menganalisis hasil penilaian pembelajaran;
8) melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan

pengayaan

dengan

memanfaatkan hasil
penilaian dan evaluasi;
9) melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi
tanggung jawabnya;
10) menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil
belajar tingkat
sekolah dan nasional;
11) membimbing guru pemula dalam program induksi;
12) membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler
pembelajaran;
13) melaksanakan pengembangan diri;
14) melaksanakan publikasi ilmiah; dan
15) membuat karya inovatif.

proses

18

BAB IV
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI DASAR ANEKA
A. Keterkaitan Nilai Dasar dengan Rancangan Kegiatan Aktualisasi
Sesuai dengan tugas dan tanggung jawab peserta diklat prajabatan,
kegiatan yang dilakukan penulis sebagai guru produktif TKJ di SMK 1
Sragi Kabupaten Pekalongan dikaitkan dengan nilai-nilai dasar profesi ASN
dan analisis dampak jika kegiatan tidak dilaksanakan dapat dilihat pada
formulir 1. Terdapat 13 rancangan kegiatan yang akan dilakukan di tempat
kerja peserta diklat prajabatan, meliputi: (1) Menyusun RPP (Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran), (2) Melaksanakan kegiatan pembelajaran, (3)
Membuat soal-soal evaluasi/ulangan harian, (4) Penilaian berbasis CBT (5)
Menganalisis hasil ulangan, (6) Program remidial, (6) IT Consultation, (9)
Pelaksanaan sholat berjamaah, (10) Jumat bersih, (11) Pemasangan poster/
lukisan yang bertema hijau di lab komputer, (12) Pembuatan Sirupa, (13)
Pembuatan Surga Online.

19

20

Formulir 1
Keterkaitan Nilai Dasar dengan Rancangan Kegiatan Aktualisasi
No
.

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Kegiatan

Analisis Dampak Jika Kegiatan Tidak


Dilaksanakan

Akuntabilitas
Tanggung jawab
Integritas
Profesional
Konsisten dalam
menjalankan
tugas

Menyusun Rencana Pelaksanaan


Pembelajaran dengan penuh rasa
tanggung jawab dan profesional
sesuai dengan format yang telah
ada dan disepakati bersama yang
penyusunannya
disesuaikan
dengan silabus untuk membahas
materi ajar agar siswa dapat
mencapai
kompetensi
yang
ditetapkan
Menyusun RPP secara konsisten,
dikerjakan setiap ada waktu
luang, waktu istirahat, dan jam
kosong agar tidak menumpuk di
akhir semester
Dalam menyusun RPP, guru
menggunakan bahasa Indonesia
yang baik dan benar serta tidak
mengandung unsur SARA.
Dalam menyusun RPP, guru
berdiskusi dengan teman sejawat

Apabila RPP disusun tidak disesuaikan


dengan silabus dan kurikulumnya
makan
kompetensi
siswa
yang
diharapkan tidak dapat tercapai dengan
optimal.
Apabila dalam menyusun RPP tidak
dilakukan secara konsisten, maka RPP
tidak akan selesai.

1.

Menyusun RPP
(Tupoksi:
Membuat
perencanaan
kegiatan
pembelajaran)

Nasionalisme
Sila ke-2
Sila ke-4

Apabila
penyusunan
RPP
tidak
menggunakan Bahasa Indonesia yang
baik dan benar maka akan susah
dipahami dan apabila di dalam
menyusun RPP tidak memperhatikan
unsur SARA mungkin akan ada pihak
yang tesinggung.

21

No
.

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Kegiatan

Analisis Dampak Jika Kegiatan Tidak


Dilaksanakan

Etika Publik
Menerapkan
nilai-nilai dasar
etika:
sopan
santun,
lapang
dada
Komitmen Mutu
Menunjukkan
kinerja
efektif
efisien
dan
inovasi
Mengembangkan
budaya
kerja
yang berorientasi
mutu
Anti Korupsi
Menerapkan nilai
dasar
anti
korupsi: jujur

tentang format baku yang berlaku


demi keseragaman. (melakukan
musyawarah mufakat)

Format RPP yang dibuat antar guru


tidak seragam

Menjalin komunikasi dan kerjasama


yang baik dengan Kepala Sekolah/
bagian kurikulum atau teman
sejawat dalam menyusun RPP, serta
menerima masukan-masukan yang
membangun dengan lapang dada.
Dalam menyususun RPP, selalu
memperhatikan alokasi waktu
yang tersedia, serta menerapkan
metode yang yang bervariasi agar
kompetensi
siswa
yang
diharapkan tercapai dengan tepat
waktu.
Meminta
koreksi
maupun
masukan dari sesama guru
maupun atasan
Penyusunan RPP dilakukan sesuai
kemampuan sendiri berdasarkan
format dan silabus yang berlaku,
jujur dengan tidak melakukan

Hubungan antar guru tidak terjalin dengan


harmonis dan tidak akan terbentuk
kesamaan visi untuk memajukan kualitas
pendidikan di sekolah.
Tidak akan tercapai kompetensi yang
optimal karena penggunaan alokasi
waktu dan metode yang akan dijelaskan
kepada siswa kurang efektif
Tidak dapat mengetahui kekurangkekurangan dari RPP yang telah disusun

RPP yang seharusnya digunakan sebagai


pedoman dalam kegiatan pembelajaran
sehari hari hanya berfungsi sebagai
pelengkap administrasi saja.

22

No
.

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Kegiatan

Analisis Dampak Jika Kegiatan Tidak


Dilaksanakan

plagiarisme
3.

Melaksanakan
KBM

Akuntabilitas
Tanggung jawab
integritas

Melaksanakan kegiatan belajar


mengajar
di
kelas
dengan
menciptakan suasana yang kondusif,
disiplin dan penuh dengan tanggung
jawab

Nasionalisme
Sila ke-5

Menyampaikan materi pelajaran kepada


seluruh siswa secara merata dan
memberikan kesempatan yang sama
kepada semua siswa untuk bertanya
maupun mengeluarkan pendapat tanpa
membeda-bedakan status, suku, agama,
dan ras (adil)
Melaksanakan
kegiatan
belajar
mengajar dengan ramah, sopan, dan
profesional

Akan ada siswa yang merasa diperlakukan


tidak adil

Melaksanakan pembelajaran dengan


sungguh-sungguh
sesuai
dengan
panduan yang ada dalam RPP dan
penggunaan sumber belajar yang baik
hingga tujuan pembelajaran
dapat

Tujuan pembelajara tidak akan tercapai

Etika Publik
Menjalankan
tugas
secara
profesional
Komitmen Mutu
Komitmen mutu

Siswa akan bertindak semena-mena


terhadap guru, tidak menghormati dan
menghargai guru

23

No
.

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Kegiatan

Analisis Dampak Jika Kegiatan Tidak


Dilaksanakan

tercapai.

2.

Onlinel learning
(Tupoksi:
Melaksanakan
kegiatan
pembelajaran)
Online learning
adalah kegiatan
pembelajaran
yang dilakukan
melalui jejaring
sosial facebook
yang digunakan

Anti Korupsi
Menggunakan fasilitas sekolah untuk
Menerapkan nilai keperluan belajar dan mengajar, dan
dasar
anti bukan untuk kepentingan pribadi.
korupsi: jujur
Akuntabilitas
Guru membuat sebuah akun
Transparansi
facebook
dan
group
dalam
pembelajaran di facebook.
memberikan
Masing-masing siswa harus
informasi
sudah
mempunyai
akun
Tanggung jawab
facebook.
Guru
bertindak
sebagai
administrator dan memasukkan
siswa ke dalam group
Guru mengarahkan, menjelaskan,
dan membimbing siswa untuk
berpartisipasi dalam kegiatan
pembelajaran
dengan
memanfaatkan media sosial
dengan penuh tanggung jawab.

Fasilitas sekolah akan digunakan untuk


kepentingan pribadi
Apabila siswa tidak diberi arahan, dan
penjelasan dalam penggunaan facebook
sebagai media pembelajaran maka siswa
tidak akan tahu dan tidak akan
berpartisipasi.

24

No
.
1

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Kegiatan

Analisis Dampak Jika Kegiatan Tidak


Dilaksanakan

Nasionalisme
Sila
ke-4
(musyawarah
mufakat)

Melalui
pemanfaatan
group
pembelajaran di facebook., guru
menyampaikan materi pelajaran,
menyampaikan
tugas,
dan
melakukan kegiatan diskusi dengan
siswa
secara
merata
dan
memberikan kesempatan kepada
semua siswa untuk bertanya melalui
group tersebut.
Menjawab pertanyaan semua
siswa di group dengan bahasa
yang sopan, santun dan penuh
kesabaran
tanpa
membeda
bedakan.
Menuliskan
materi
ataupun
memberikan tugas kepada siswa
melalui group facebook dengan
bahasa yang mudah difahami.
Guru menggunakan group facebook
sebagai alternative media penunjang
pembelajaran dengan sungguhsungguh sesuai dengan tujuan
pembelajaran sehingga kompetensi
siswa tetap dapat tercapai .

sebagai media
pembelajaran
jarak jauh karena
tidak terkendala
jarak dan waktu

Etika Publik
Menciptakan
lingkungan yang
nondiskriminatif
Sopan santun

Komitmen Mutu
Target mutu

Apabila tidak dibentuk group maka tidak


akan terjadi diskusi/ musyawarah diantara
siswa dan guru

Apabila guru dalam memberikan


maupun menjawab pertanyaan siswa
dengan bahasa yang susah dipahami
maka siswa tidak akan mengerti.

Apabila group facebook tidak digunakan


untuk
tujuan
pembelajaran
makan
kompetensi siswa yang diharapkan tidak
akan tercapai

25

No
.

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Kegiatan

Analisis Dampak Jika Kegiatan Tidak


Dilaksanakan

Anti Korupsi
Menerapkan nilai
dasar
anti
korupsi:
adil,
tanggung jawab

Guru
menjawab,
memberi
komentar kepada siswa melalui
group facebook dengan adil
Guru
bertanggung
jawab
mengawasi group pembelajaran
di
facebook
dan
tidak
disalahgunakan untuk fungsi
yang lain
Membuat
soal-soal
evaluasi/
ulangan harian dengan jujur, penuh
rasa tanggung jawab yang tinggi dan
sesuai dengan materi yang telah
diajarkan.
Membuat soal-soal evaluasi/
ulangan harian menggunakan
bahasa
yang
baik
tanpa
menyinggung masalah RAS.
Membuat soal-soal evaluasi/
ulangan harian sesuai dengan
materi yang telah disepakati
antara guru dengan siswa.
(musyawarah mufakat)

Ada siswa yang merasa diperlakukan


dengan tidak adil
Apabila group facebook tidak diawasi
akan disalahgunakan untuk kepentingan
yang lain

3.

Membuat soalsoal evaluasi/


ulangan harian

Akuntabilitas
Tanggung jawab
Integritas

(Tupoksi:
menyusun alat
ukur/soal sesuai
mata pelajaran)

Nasionalisme
Sila ke-2
Sila ke-4

Siswa tidak akan bisa mengerjakan karena


soal-soal yang dibuat tidak sesuai dengan
materi yang telah diajarkan.
Apabila dalam membuat soal-soal tidak
memperhatikan bahasa yang digunakan
akan
ada
pihak
yang
merasa
tersinggung.
Apabila tidak dilakukan musyawarah
terlebih dahulu antara guru dengan
siswa terkait materi yang akan
digunakan untuk evaluasi/ ulangan
harian, maka siswa tidak akan bisa
mengerjakan, karena siswa tidak dapat
mempersiapkan materi untuk belajar
sebelumnya.

26

No
.

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Kegiatan

Analisis Dampak Jika Kegiatan Tidak


Dilaksanakan

Etika Publik
Jujur
Profesional
Komitmen Mutu
Target mutu

Anti Korupsi

4.

Penilaian berbasis
CBT

(Tupoksi:
Melaksanakan
penilaian/evaluasi)

Akuntabilitas
Transparansi
dalam
membe
rikan informasi

Tidak membocorkan soal-soal ujian Siswa menjadi enggan belajar dan


kepada siswa serta menjaga kualitas meremehkan ulangan
soal
tersebut
sesuai
dengan
kompetensi yang diajarkan.
Memastikan soal-soal yang dibuat Apabila
soal-soal
evaluasi
tidak
mewakili indikator pada setiap disesuaikan dengan indikator dan tingkat
kompetensi dasar, tidak terlalu kesukarannya tidak seimbang maka siswa
susah dan tidak terlalu mudah.
akan kesulitan dan kompetensi siswa juga
tidak akan tercapai.
Dalam membuat soal-soal evaluasi/ Siswa tidak dapat mengerjakan karena
ulangan harian disesuaikan dengan materi yang digunakan untuk evaluasi
materi yang telah diajarkan dan bukan materi yang telah diajarkan.
sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Melakukan penilaian/ evaluasi
berbasis
komputer
dengan
menciptakan
situasi
yang
kondusif. Menyusun barisan
tempat duduk yang rapi dan
mengecek kesiapan siswa untuk
melaksanakan evaluasi
Memeriksa kondisi komputer
sebelum melakukan penilaian
Sebelum melakukan penilaian,

Siswa tidak dapat menggunakan CBT


dengan lancar

27

No
.

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Kegiatan

Analisis Dampak Jika Kegiatan Tidak


Dilaksanakan

guru memberikan pengarahan


kepada siswa bagaimana cara
menggunakan CBT

Nasionalisme
Sila ke-5
Etika Publik
Sopan santun
Komitmen Mutu

Anti Korupsi
Menghindari
tindak
pidana
korupsi

Memberikan kesempatan untuk


mengikuti
penilaian/
evaluasi
kepada
semua
siswa
tanpa
membeda-bedakan (diskriminasi).
Menyampaikan
tata
cara
penggunaan CBT kepada siswa
dengan jelas dan sopan
Melakukan pengawasan kepada
siswa yang sedang melaksanakan
CBT demi menghindari kecurangan.

Siswa tidak dapat mengikuti penilaian

Jika guru tidak menjelaskan tata cara


penggunaan CBT, akan banyak siswa yang
tidak dapat mengoperasikan CBT
Jika siswa tidak diawasi ketika proses
penilaian berlangsung, maka akan banyak
siswa yang bertindak curang

Menolak suap dan gratifikasi demi Jika rahasia soal tidak dijaga maka soal
menjaga kerahasiaan soal
tidak valid

28

No
.

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Kegiatan

Analisis Dampak Jika Kegiatan Tidak


Dilaksanakan

Akuntabilitas
Tanggung jawab

Melakukan
program
remidial/perbaikan nilai dengan
bertanggungjawab kepada siswa
yang memiliki nilai rendah sesuai
dengan kompetensi siswa masih
yang kurang
Meluangkan
waktu
untuk
memberikan program remidial
kepada siswa yang memperoleh
nilai di bawah KKM dengan rasa
ikhlas.
Memberikan
pengarahan
dan
pengumuman tentang program
remidi kepada siswa dengan sopan
dan santun.

Siswa yang belum tuntas belajar akan terus


tertinggal pelajaran

Membuat materi remidial sesuai


dengan kompetensi yang harus
dicapai oleh siswa.
Memberikan informasi tentang
pelaksanaan
remidial
kepada
seluruh siswa yang memperoleh
nilai di bawah KKM tanpa
terkecuali.

Kompetensi siswa tidak sesuai dengan


dengan standar kompetensi yang ada

5.

Program remidial

Nasionalisme
Sila ke -1

Etika Publik
Sopan santun

Komitmen Mutu
Orientasi mutu
Anti Korupsi
Menerapkan nilai
dasar
anti
korupsi: dil

Siswa tidak dapat memperbaiki nilai yang


rendah

Siswa tidak dapat mempersiapkan materi


belajar

Siswa tidak dapat mempersiapkan diri


untuk mengikuti program remidi sehingga
akan berdampak pada hasil nilai remidi
yang diperoleh

29

No
.

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Kegiatan

Analisis Dampak Jika Kegiatan Tidak


Dilaksanakan

Akuntabilitas
Integritas
Tanggung jawab

Guru mengarahkan dan memantau


jalannya kegiatan jumat bersih
dengan penuh tanggung jawab.

Nasionalisme
Sila ke-3

Pelaksanaan kegiatan jumat bersih


dapat menumbuhkan rasa
kebersamaan antar siswa dan antara
guru dengan siswa sehingga
kerjasama guru dengan siswa dapat
tercipta.

Tidak akan terbentuk kerjasama yang


baik antara guru dengan siswa.
Kegiatan jumat bersih tidak akan
berjalan dengan lancar apabila guru
tidak mengarahkan siswa dalam
kegiatan jumat bersih
Kurangnya rasa kebersamaan antar guru
dan siswa

Etika Publik
sabar

Mengarahkan kepada siswa pada


saat pelaksanaan kegiatan jumat
bersih dengan sabar dan memberikan
contoh.
Membagi tugas kepada siswa agar
kegiatan jumat bersih berjalan
dengan efektif dan efisien

Jumat bersih

Komitmen Mutu
efektif
efisien

Apabila tidak diberi pengarahan, siswa


akan bingung tentang pembagian kerjanya.
Kegiatan jumat bersih tidak akan berjalan
dengan efektif karena apabila tidak ada
pembagian tugas siswa cenderung akan
bekerja secara bergelombol, sehingga hasil
yang diperoleh kurang maksimal.

30

No
.

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Kegiatan

Analisis Dampak Jika Kegiatan Tidak


Dilaksanakan

Guru
memberi
pengarahan
kepada siswa agar masingmasing siswa membawa pohon
ke sekolah
Memberi pengarahan kepada
siswa untuk menanam pohon
Mengabsen kehadiran siswa
dalam kegiatan menanam pohon
Kegiatan
peduli
konservasi
(menanam
pohon),
dapat
menumbuhkan rasa cinta tanah
air dan peduli lingkungan
Kegiatan menanam pohon dapat
menumbuhkan rasa kebersamaan
dan kekeluargaan diantara siswa
Saling bergotong royong antara
guru dengan siswa

Apabila guru tidak memberikan


pengarahan dan penjelasan terlebih
dahulu, maka siswa tidak mengetahui
tentang
tujuan
kegiatan
peduli
konservasi
Banyak siswa yang tidak mengikuti
kegiatan peduli konservasi

Anti Korupsi

7.

Peduli Konservasi
Peduli Konservasi
adalah kegiatan
menanam pohon
di lingkungan
sekolah

Akuntabilitas
transparansi
dalam
memberikan
informasi

Nasionalisme
Sila ke-3
Sila ke-4

Siswa tidak peduli dengan lingkungan


sekitar
Rasa kekeluargaan antara guru dengan
siswa tidak akan terbangun

31

No
.

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Kegiatan

Analisis Dampak Jika Kegiatan Tidak


Dilaksanakan

Etika Publik
Menciptakan
lingkungan non
diskriminatif
Sopan santun
Komitmen Mutu
Merencanakan
target mutu

Memberi pengarahan dengan Apabila


guru
tidak
melakukan
jelas, sopan dan sabar kepada
pengawasan
ketika
kegiatan
siswa untuk menanam pohon
berlangsung, siswa akan ribut sendiri.
Memberi pengawasan kepada
semua siswa ketika menanam
pohon tanpa terkecuali
Mengumumkan dan membagi tugas Apabila pembagian tugas tidak dilakukan
peralatan yang harus dibawa oleh maka kegiatan tidak akan berjalan dengan
siswa agar kegiatan menanam pohon lancar
dapat berjalan dengan lancar

Anti Korupsi

8.

Gerakan
2R Akuntabilitas
(reduse, reuse)
transparansi
dalam
memberikan
Gerakan 2R
informasi
adalah kegiatan
meminimalisir
penggunaan kertas

Guru memberikan pengarahan Siswa tidak mengetahui tujuan gerakan 2R


kepada siswa tentang kertas
bekas.
Guru memberikan pengarahan
kepada
siswa
untuk
memanfaatkan kertas bekas
sebagi bahan untuk mengerjakan
makalah.

32

No
.

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Kegiatan

Analisis Dampak Jika Kegiatan Tidak


Dilaksanakan

Nasionalisme
dengan cara
Sila ke 3
memakai kertas
bekas apabila
siswa akan
mengerjakan tugas
yang butuh di
Etika Publik
print (membuat
makalah, laporan,
dll)
Komitmen Mutu
Mengembangkan
budaya
kerja
yang berorientasi
mutu
Anti Korupsi

Kegiatan
2R
dapat Siswa akan boros dalam menggunakan
menumbuhkan rasa cinta tanah kertas
air, yaitu dengan meminimalisir
penggunaan kertas
Mengarahkan siswa untuk selalu
menjaga lingkungan dengan gerakan
2R

Siswa tidak peduli dengan lingkungan

Gerakan 2R diterapkan dalam


kegiatan pembelajaran yaitu dengan
kegiatan hemat kertas dengan
menggunakan kertas bekas sebagai
bahan untuk membuat tugas.

Apabila siswa tidak diajarkan untuk


menghemat kertas maka siswa akan
menghambur-hamburkan kertas untuk
keperluan yang tidak penting sehingga akan
menimbulkan penumpukan sampah

33

No
.

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Kegiatan

Analisis Dampak Jika Kegiatan Tidak


Dilaksanakan

9.

Pelaksanaan
sholat berjamaah

Akuntabilitas
Transparansi
dalam emberikan
informasi/data

Nasionalisme
Sila ke-1

Etika Publik
Mampu
melaksanakan
kebijakan
pemerintah

Guru
menjelaskan
tentang Banyak siswa yang tidak melaksanakan
pelaksanaan
sholat
dhuhur sholat dhuhur
berjamaah kepada siswa
Guru
bersama-sama
siswa
menuju
mushola
untuk
melaksanakan sholat jamaah
Guru mengabsen kehadiran siswa
ketika sholat berjamaah
Guru menanamkan rasa cinta Rendahnya keimanan siswa
kepada Tuhan Yang Maha Esa
Tidak terciptanya toleransi terhadap
Memberikan kesempatan kepada
kegiatan agama lain
siswa yang berbeda agama untuk
tidak mengikuti sholat berjamaah
Guru menjelaskan sangsi yang akan Jika tidak ada sangsi maka siswa tidak akan
diberikan apabila siswa tidak menaati aturan dan banyak siswa yang tidak
mengikuti kegiatan sholat berjamaah mengikuti kegiatan sholat berjamaah
dengan disiplin

34

No
.

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Kegiatan

Analisis Dampak Jika Kegiatan Tidak


Dilaksanakan

Komitmen Mutu
efektif

10.

Guru membuat jadwal bergilir untuk


menjadi imam pada saat sholat
berjamaah sehingga kegiatan sholat
berjamaah dapat berjalan dengan
efektif
Anti Korupsi
Guru memberi pengarahan kepada
menerpkan ilai siswa agar berani menasehati siswa
dasar
disiplin, yang melanggar aturan dengan tidak
mengikuti sholat berjamaah dan
berani
kemudian melaporkannya kepada
guru.
IT consultation
Akuntabilitas
Guru memberikan bimbingan khusus
integritas
kepada siswa yang ingin bertanya
IT consultation
tentang materi yang belum dipahami
adalah
kegiatan
dengan penuh rasa tanggung jawab.
bimbingan tentang
IT atau segala Nasionalisme
Guru rela berkorban meluangkan
sesuatu
yang sila ke-3 (rela waktu untuk memberikan bimbingan
berhubungan
kepada siswa di luar jam pelajaran
berkorban)
dengan komputer
sehingga dapat menambah kedekatan
jaringan
yang
antara siswa dengan guru.
dilakukan
oleh

Jika tidak dibuat jadwal imam sholat secara


bergilir maka akan ada siswa yang tidak
mau menjadi imam

Banyak siswa yang tidak disiplin mengikuti


kegiatan sholat jamaah

Tidak ada tempat bertanya ketika siswa


mengalami kesulitan dalam mengerjakan
tugas atau yang lainnya

Tidak adanya rasa kekeluargaan


kedekatan antara guru dengan siswa

dan

35

No
.

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Kegiatan

Analisis Dampak Jika Kegiatan Tidak


Dilaksanakan

guru apabila siswa Etika Publik


Guru memberikan bimbingan
mengalami
memberikan
kepada siswa dengan penuh
kesulitan/
pelayanan
profesionalitas
membutuhkan
dengan tanggap, Tanggap dan cepat apabila ada
bantuan
yang
cepat
siswa
yang
membutuhkan
dilakukan di luar
bimbingan
jam mengajar
Komitmen Mutu
Melakukan bimbingan kepada siswa
target mutu
agar kompetensi siswa dapat tercapai

Apabila guru tidak tanggap dan cepat dalam


melakukan bimbingan terhadap siswa maka
akan terjadi penumpukan siswa yang akan
melakukan bimbingan

Guru memberikan bimbingan


secara adil kepada siswa yang
membutuhkan tanpa membedabedakan
Guru memberikan bimbingan di
luar jam belajar sehingga
kegiatan belajar mengajar tidak
terganggu

Akan
ada
siswa
yang
tidak
mendapatkan bimbingan
Apabila proses bimbingan dilakukan
dalam jam pembelajaran maka kegiatan
pembelajaran akan terganggu

Anti Korupsi
Menerapkan niai
dasar
anti
korupsi:
adil,
disiplin

Kompetensi siswa kurang

36

No
.

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Kegiatan

Analisis Dampak Jika Kegiatan Tidak


Dilaksanakan

11.

Pemasangan
Akuntabilitas
poster/
lukisan Tanggung jawab
yang
bertema Memberikan
hijau
di
lab
informasi
komputer

Guru
menjelaskan
tujuan Siswa tidak akan mengetahui maksud dari
pemasangan poster/ lukisan yang pemasangan poster/lukisan yang bertema
hijau di lab komputer
bertema hijau di lab komputer
Guru
memberikan
contoh
lukisan/ poster yang bertema
hijau kepada siswa
Guru mengkoordinir siswa agar
masing-masing
berkontribusi
untuk
membawa
satu
lukisan/poster yang memiliki
dominasi warna hijau
Guru memantau siswa dalam
kegiatan
pemasangan
poster/lukisan dengan penuh rasa
tanggung jawab

Nasionalisme
Guru bersama-sama dengan siswa Apabila tidak dilakukan secara gotong
Sila ke-5 (gotong secara gotong royong memasang royong maka akan memakan waktu yang
lukisan/poster di lab komputer
cukup lama
royong)

37

No
.

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Kegiatan

Analisis Dampak Jika Kegiatan Tidak


Dilaksanakan

Etika Publik
Menjalankan
tugas
secara
profesional
Komitmen Mutu
Berfikir kreatif

12.

Guru mengawasi siswa ketika Apabila tidak diawasi oleh guru, banyak
memasang lukisan/poster di lab siswa yang akan bermain-main sendiri
komputer agar pelaksanaannya dapat
berjalan dengan tertib dan rapi

Guru
berfikir
kreatif
dalam
mengatasi masalah mata yang
kelelahan akibat berlama-lama di
depan komputer yaitu dengan
memasang
lukisan/poster
yang
memiliki dominasi warna hijau
Anti Korupsi
Guru
dan
siswa
memasang
lukisan/poster di luar jam pelajaran
(menerapkan nilai sehingga tidak mengganggu kegiatan
dasar anti korupsi: belajar mengajar.
disiplin)
Pembuatan Sirupa Akuntabilitas
Menyampaikan hasil perangkat
Transparansi
pembelajaran (RPP, Prota, Promes,
dll) yang telah dibuat kepada guru
dalam
Sirupa
adalah
lain melalui internet dengan cara
melaporkan
sistem informasi
mengupload ke dalam rumah
informasi/data
rumah perangkat
perangkat

Banyak siswa yang kesehatan matanya


terganggu.

Kegiatan pembelajaran akan terganggu


apabila
pemasangan
poster/lukisan
dilakukan pada saat jam pelajaran

Banyak guru yang tidak mengetahui RPP


yang telah dibuat oleh guru lain

38

No
.

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Kegiatan

Analisis Dampak Jika Kegiatan Tidak


Dilaksanakan

yang
berfungsi Nasionalisme
sebagai
tempat Sila ke-3
penyimpanan
perangkatperangkat
pembelajaran
Etika Publik
(RPP,
silabus, Memberikan
prota, promes, dll)
informasi yang
secara online
benar dan tidak
menyesatkan
Komitmen Mutu
Menunjukkan
kinerja inovasi

Anti Korupsi
Menerapkan nilai
dasar
anti
korupsi peduli

Membuat sistem informasi rumah


perangkat secara sukarela dan iklas
(rela berkorban)

Tidak ada tempat penyimpanan perangkatperangkat yang telah dibuat oleh guru.

Mengelola sistem informasi rumah Apabila sistem informasi rumah perangkat


perangkat dengan benar dan tidak tidak dikelola dengan baik maka tidak akan
menyesatkan
digunakan secara optimal

Membuat sistem informasi rumah


perangkat yang dapat mempermudah
guru dalam menyimpan perangkatperangkat yang telah dibuat.

Perangkat yang telah dibuat oleh guru tidak


tertata dengan rapi dan cenderung boros
kertas apabila perangkat-perangkat tersebut
dicetak.

Membuat sistem informasi untuk Tidak ada kemajuan dalam mengikuti


mengikuti perkembangan dalam perkembangan dunia informatika
dunia informatika dan komunikasi
untuk kemajuan sekolah

39

No
.

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Kegiatan

Analisis Dampak Jika Kegiatan Tidak


Dilaksanakan

13.

Pembuatan Surga
Online

Akuntabilitas
integritas

Surga
Online
adalah
suara Nasionalisme
warga yang dibuat sila ke-3
secara online yang
berfungsi
untuk
menampung
saran-kritik, baik
Etika Publik
saran dari siswa,
kesopanan
guru,
maupun
masyarakat yang
bertujuan
untuk
kemajuan sekolah
Komitmen Mutu
inovasi

Guru membuat suara warga online

Tidak ada media yang dapat digunakan


untuk menampung saran kritik dari
masyarakat, siswa, maupun guru di sekolah
tersebut yang berfungsi untuk kemajuan
sekolah
Membuat suara warga online secara Tidak ada kemajuan dalam mengikuti
sukarela dan iklas (rela berkorban)
perkembangan dunia informatika

Menawarkan dengan sopan kepada


siswa, masyarakat, maupun guru lain
untuk memberikan saran ataupun
masukan yang ditujukan kepada
sekolah
Berinisiatif membuat suara warga
online yang nantinya digunakan
sebagai sarana masukan untuk
memperbaiki kualitas pelayanan di
sekolah

Tidak ada yang tahu tentang keberadaan


suara warga

Kualitas pelayanan sekolah tidak dapat


berkembang karena saran dan masukan dari
masyarakat tidak dapat tersampaikan.

40

No
.

Kegiatan

Nilai Dasar

Uraian Kegiatan

Analisis Dampak Jika Kegiatan Tidak


Dilaksanakan

Anti Korupsi
Menggunakan layanan suara warga
Suara warga online tidak digunakan sesuai
menerapkan
online dengan tanggung jawab sesuai dengan fungsinya
fungsi dasar anti dengan fungsinya
korupsi:
tanggung jawab

B. Teknik Aktualisasi Nilai Dasar


Formulir 2
Teknik Aktualisasi Nilai Dasar

41

No
1
1.

Nilai Dasar dan Teknik Aktualisasi


2
Kegiatan: Menyusun RPP
Nilai Dasar:
1. Akuntabilitas (Teknik: musyawarah)

2. Nasionalisme

Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya bagi Pihak
Lain dan Perwujudan Visi Organisasi.
3
1) Pelaksana : Guru SMK 1 Sragi
2) Sasaran
: Siswa SMK 1 Sragi kelas XI TKJ
3) Teknik
:
Akuntabilitas : Tanggung jawab
(1) Guru bermusyawarah dengan kepala sekolah/tim kurikulum/teman sejawat
tentang format RPP yang akan disusun
(2) Guru menyusun RPP dengan penuh rasa tanggung jawab.
(3) Guru menyusun RPP sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati
dan disesuaikan dengan silabus dan kurikulum yang berlaku
(4) Menyusun RPP secara konsisten dikerjakan setiap ada waktu luang, waktu
istirahat, dan jam kosong agar tidak menumpuk di akhir semester
(5) Dokumentasi: RPP, Silabus, Foto
4) Manfaat bagi pihak lain :
Kegiatan pembelajaran akan berjalan terarah sesuai dengan standar kompetensi yang
ingin dicapai sehingga siswa mudah menerima materi ajar
5) Perwujudan misi organisasi
Melaksanakan KBM secara optimal yang berorientasi kepada pencapaian kompetensi
standart nasional dan internasional dengan tetap mempertimbangkan potensi yang
dimiliki peserta didik.
1) Teknik
:
Nasionalisme :

42

No

Nilai Dasar dan Teknik Aktualisasi

3. Etika Publik

Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya bagi Pihak
Lain dan Perwujudan Visi Organisasi.
3
(1) Guru menyusun RPP dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan
benar tanpa ada unsur SARA.
(2) Dalam menyusun RPP, guru berdiskusi/bermusyawarah dengan teman sejawat
tentang format baku yang berlaku demi keseragaman
(3) Dokumentasi: RPP, Foto
2) Manfaat bagi pihak lain :
Kegiatan pembelajaran akan berjalan terarah sesuai dengan standar kompetensi yang
ingin dicapai sehingga siswa mudah menerima materi ajar
3) Perwujudan misi organisasi
Melaksanakan KBM secara optimal yang berorientasi kepada pencapaian kompetensi
standart nasional dan internasional dengan tetap mempertimbangkan potensi yang
dimiliki peserta didik.
1) Teknik
:
Etika Publik :
(1) Menyusun RPP sesuai kemampuan sendiri dan menerima masukan-masukan dari
teman sejawat dengan penuh lapang dada
(2) Dokumentasi: RPP, Foto
2) Manfaat bagi pihak lain :
Kegiatan pembelajaran akan berjalan terarah sesuai dengan standar kompetensi yang
ingin dicapai sehingga siswa mudah menerima materi ajar
3) Perwujudan misi organisasi
Melaksanakan KBM secara optimal yang berorientasi kepada pencapaian kompetensi
standart nasional dan internasional dengan tetap mempertimbangkan potensi yang

43

No

Nilai Dasar dan Teknik Aktualisasi

4. Komitmen Mutu

5. Anti Korupsi

Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya bagi Pihak
Lain dan Perwujudan Visi Organisasi.
3
dimiliki peserta didik.
1) Teknik
:
Komitmen Mutu :
(1) Menyusun RPP dengan memperhatikan alokasi waktu yang tersedia, serta
menerapkan metode yang yang bervariasi agar kompetensi siswa yang
diharapkan tercapai dengan tepat waktu.
(2) Menyusun RPP di waktu luang, waktu istirahat, atau jam kosong agar tidak
menumpuk di akhir semester
(3) Dokumentasi: RPP, Foto
2) Manfaat bagi pihak lain :
Kegiatan pembelajaran akan berjalan terarah sesuai dengan standar kompetensi yang
ingin dicapai sehingga siswa mudah menerima materi ajar
3) Perwujudan misi organisasi
Melaksanakan KBM secara optimal yang berorientasi kepada pencapaian kompetensi
standart nasional dan internasional dengan tetap mempertimbangkan potensi yang
dimiliki peserta didik.
1) Teknik
:
Anti Korupsi :
(1) Menyusun RPP dengan memegang teguh kejujuran, sesuai dengan kemampuan
dan keadaan sekolah, tidak melakukan plagiarisme.
(2) Dokumentasi: RPP, Foto
2) Manfaat:

44

No

Nilai Dasar dan Teknik Aktualisasi

Kegiatan: Online learning


Nilai Dasar:
1. Akuntabilitas (Teknik: pembuatan group
belajar)

2. Nasionalisme

Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya bagi Pihak
Lain dan Perwujudan Visi Organisasi.
3
Akan didapatkan RPP yang sesuai dengan keadaan sekolah dan keadaan siswa
3) Perwujudan misi organisasi
Melaksanakan KBM secara optimal yang berorientasi kepada pencapaian kompetensi
standart nasional dan internasional dengan tetap mempertimbangkan potensi yang
dimiliki peserta didik.
1) Pelaksana : Guru SMK 1 Sragi
2) Sasaran
: Siswa SMK 1 Sragi kelas XI TKJ
3) Teknik
:
Akuntabilitas : Transparansi dalam memberikan informasi, Tanggung jawab
(1) Guru membuat sebuah akun facebook dan group pembelajaran di facebook.dan
masing-masing siswa harus sudah mempunyai akun facebook.
(2) Guru bertindak sebagai administrator dan memasukkan siswa ke dalam group
(3) Guru mengarahkan, menjelaskan, dan membimbing siswa untuk berpartisipasi
dalam kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan media sosial dengan penuh
tanggung jawab.
(4) Dokumentasi: Foto
1) Pelaksana : Guru SMK 1 Sragi
2) Sasaran
: Siswa SMK 1 Sragi kelas XI TKJ
3) Teknik
:
Nasionalisme:
(1) Guru menyampaikan materi pelajaran, menyampaikan tugas, dan melakukan

45

No

Nilai Dasar dan Teknik Aktualisasi

Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya bagi Pihak
Lain dan Perwujudan Visi Organisasi.
3
kegiatan diskusi dengan siswa secara merata dan memberikan kesempatan
kepada semua siswa untuk bertanya melalui group tersebut
(2) Dokumentasi: Foto

3. Etika Publik

1) Pelaksana : Guru SMK 1 Sragi


2) Sasaran
: Siswa SMK 1 Sragi kelas XI TKJ
3) Teknik
:
Etika Publik:
(1) Guru Menjawab pertanyaan semua siswa di group dengan bahasa yang sopan,
santun dan penuh kesabaran tanpa membeda bedakan.
(2) Guru Menuliskan materi ataupun memberikan tugas kepada siswa melalui group
facebook dengan bahasa yang mudah difahami.
(3) Dokumentasi: Foto

4. Komitmen Mutu

1) Pelaksana : Guru SMK 1 Sragi


2) Sasaran
: Siswa SMK 1 Sragi kelas XI TKJ
3) Teknik
:
Komitmen Mutu:
(1) Guru Menjawab pertanyaan semua siswa di group dengan bahasa yang sopan,
santun dan penuh kesabaran tanpa membeda bedakan.
(2) Guru Menuliskan materi ataupun memberikan tugas kepada siswa melalui group
facebook dengan bahasa yang mudah difahami.
(3) Dokumentasi: Foto

46

No

Nilai Dasar dan Teknik Aktualisasi

2
5. Anti Korupsi

3.

Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya bagi Pihak
Lain dan Perwujudan Visi Organisasi.
3
1) Pelaksana : Guru SMK 1 Sragi
2) Sasaran
: Siswa SMK 1 Sragi kelas XI TKJ
3) Teknik
:
Komitmen Mutu:
(1) Guru menjawab, memberi komentar kepada siswa melalui group facebook
dengan adil
(2) Guru bertanggung jawab mengawasi group pembelajaran di facebook dan tidak
disalahgunakan untuk fungsi yang lain
(3) Dokumentasi: rpp

Kegiatan: Membuat soal-soal evaluasi/ ulangan harian


Nilai Dasar:
Membuat soal-soal evaluasi/ ulangan harian dengan jujur, penuh rasa tanggung jawab
1. Akuntabilitas (Teknik:)
yang tinggi dan sesuai dengan materi yang telah diajarkan

2. Nasionalisme

(1) Membuat soal-soal evaluasi/ ulangan harian menggunakan bahasa yang baik

tanpa menyinggung masalah RAS.


(2) Membuat soal-soal evaluasi/ ulangan harian sesuai dengan materi yang telah
disepakati antara guru dengan siswa. (musyawarah mufakat)

47

No

Nilai Dasar dan Teknik Aktualisasi

2
3. Etika Publik
4. Komitmen Mutu
5. Anti Korupsi

4.

Kegiatan: Penilaian berbasis CBT


Nilai Dasar:
1. Akuntabilitas (Teknik:)

2. Nasionalisme

3. Etika Publik
4. Komitmen Mutu

5.

5. Anti Korupsi
Kegiatan: Program remidial
Nilai Dasar:
1. Akuntabilitas (Teknik:)

Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya bagi Pihak
Lain dan Perwujudan Visi Organisasi.
3
(1) Tidak membocorkan soal-soal ujian kepada siswa serta menjaga kualitas soal
tersebut sesuai dengan kompetensi yang diajarkan.
(1) Memastikan soal-soal yang dibuat mewakili indikator pada setiap kompetensi
dasar, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah.
(2) Dalam membuat soal-soal evaluasi/ ulangan harian disesuaikan dengan materi
yang telah diajarkan dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Melakukan penilaian/ evaluasi berbasis komputer dengan menciptakan situasi yang
kondusif. Menyusun barisan tempat duduk yang rapi dan mengecek kesiapan siswa
untuk melaksanakan evaluasi
Memeriksa kondisi komputer sebelum melakukan penilaian
Sebelum melakukan penilaian, guru memberikan pengarahan kepada siswa bagaimana
cara menggunakan CBT
Memberikan kesempatan untuk mengikuti penilaian/ evaluasi kepada semua siswa tanpa
membeda-bedakan (diskriminasi).
Menyampaikan tata cara penggunaan CBT kepada siswa dengan jelas dan sopan
Melakukan pengawasan kepada siswa yang sedang melaksanakan CBT demi
menghindari kecurangan
Menolak suap dan gratifikasi demi menjaga kerahasiaan soal
Melakukan program remidial/perbaikan nilai dengan bertanggungjawab kepada siswa
yang memiliki nilai rendah sesuai dengan kompetensi siswa masih yang kurang

48

No

Nilai Dasar dan Teknik Aktualisasi

2. Nasionalisme

3. Etika Publik
4. Komitmen Mutu
5. Anti Korupsi
6.

Kegiatan: Jumat bersih


Nilai Dasar:
1. Akuntabilitas (Teknik:)

2. Nasionalisme

3. Etika Publik

Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya bagi Pihak
Lain dan Perwujudan Visi Organisasi.
3

Meluangkan waktu untuk memberikan program remidial kepada siswa yang


memperoleh nilai di bawah KKM dengan rasa ikhlas.
Memberikan pengarahan dan pengumuman tentang program remidi kepada siswa
dengan sopan dan santun.
Membuat materi remidial sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai oleh siswa.
Memberikan informasi tentang pelaksanaan remidial kepada seluruh siswa yang
memperoleh nilai di bawah KKM tanpa terkecuali.
Guru mengarahkan dan memantau jalannya kegiatan jumat bersih dengan penuh
tanggung jawab.

Pelaksanaan kegiatan jumat bersih dapat menumbuhkan rasa kebersamaan antar siswa
dan antara guru dengan siswa sehingga kerjasama guru dengan siswa dapat tercipta.
Mengarahkan kepada siswa pada saat pelaksanaan kegiatan jumat bersih dengan sabar

49

No

Nilai Dasar dan Teknik Aktualisasi

2
4. Komitmen Mutu

7.

5. Anti Korupsi
Kegiatan: Peduli Konservasi
Nilai Dasar:
1. Akuntabilitas (Teknik:)

2. Nasionalisme

3. Etika Publik

8.

4. Komitmen Mutu
5. Anti Korupsi
Kegiatan: Gerakan 2R (reduse, reuse)

Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya bagi Pihak
Lain dan Perwujudan Visi Organisasi.
3
dan memberikan contoh.
Membagi tugas kepada siswa agar kegiatan jumat bersih berjalan dengan efektif dan
efisien

Guru memberi pengarahan kepada siswa agar masing-masing siswa membawa pohon
ke sekolah
Memberi pengarahan kepada siswa untuk menanam pohon
Mengabsen kehadiran siswa dalam kegiatan menanam pohon

Kegiatan peduli konservasi (menanam pohon), dapat menumbuhkan rasa cinta tanah
air dan peduli lingkungan
Kegiatan menanam pohon dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan
diantara siswa
Saling bergotong royong antara guru dengan siswa
Memberi pengarahan dengan jelas, sopan dan sabar kepada siswa untuk menanam
pohon
Memberi pengawasan kepada semua siswa ketika menanam pohon tanpa terkecuali
Mengumumkan dan membagi tugas peralatan yang harus dibawa oleh siswa

50

No

Nilai Dasar dan Teknik Aktualisasi

2
Nilai Dasar:
1. Akuntabilitas (Teknik:)

9.

Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya bagi Pihak
Lain dan Perwujudan Visi Organisasi.
3
Guru memberikan pengarahan kepada siswa tentang kertas bekas.
Guru memberikan pengarahan kepada siswa untuk memanfaatkan kertas bekas
sebagi bahan untuk mengerjakan makalah.

2. Nasionalisme

Kegiatan 2R dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air, yaitu dengan meminimalisir
penggunaan kertas

3. Etika Publik
4. Komitmen Mutu

Mengarahkan siswa untuk selalu menjaga lingkungan dengan gerakan 2R


Gerakan 2R diterapkan dalam kegiatan pembelajaran yaitu dengan kegiatan hemat kertas
dengan menggunakan kertas bekas sebagai bahan untuk membuat tugas.

5. Anti Korupsi
Kegiatan: Pelaksanaan sholat berjamaah
Nilai Dasar:
1. Akuntabilitas (Teknik:)

Guru menjelaskan tentang pelaksanaan sholat dhuhur berjamaah kepada siswa


Guru mengabsen kehadiran siswa ketika sholat berjamaah

2. Nasionalisme

Guru menanamkan rasa cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa

51

No

Nilai Dasar dan Teknik Aktualisasi

2
3. Etika Publik
4. Komitmen Mutu
5. Anti Korupsi

10.

Kegiatan: IT consultation
Nilai Dasar:
1. Akuntabilitas (Teknik:)

2. Nasionalisme

11

Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya bagi Pihak
Lain dan Perwujudan Visi Organisasi.
3
Guru menjelaskan sangsi yang akan diberikan apabila siswa tidak mengikuti kegiatan
sholat berjamaah dengan disiplin
Guru membuat jadwal bergilir menjadi imam pada saat sholat berjamaah
Guru memberi pengarahan kepada siswa agar berani menasehati siswa yang melanggar
aturan dengan tidak mengikuti sholat berjamaah dan kemudian melaporkannya kepada
guru.
Guru memberikan bimbingan khusus kepada siswa yang ingin bertanya tentang materi
yang belum dipahami dengan penuh rasa tanggung jawab.

Guru rela berkorban meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan kepada siswa di
luar jam pelajaran.
3. Etika Publik
Guru memberikan bimbingan kepada siswa dengan penuh profesionalitas dengan tidak
membeda-bedakan.
4. Komitmen Mutu
Melakukan bimbingan kepada siswa agar kompetensi siswa dapat tercapai
5. Anti Korupsi
Melaksnakan kegiatan bimbingan di luar jam pelajaran sehingga tidak mengganggu
kegiatan belajar mengajar
Kegiatan: Pemasangan poster/ lukisan yang bertema hijau di lab komputer

52

No

Nilai Dasar dan Teknik Aktualisasi

2
Nilai Dasar:
1. Akuntabilitas (Teknik:)

2. Nasionalisme

3. Etika Publik
4. Komitmen Mutu
5. Anti Korupsi
12

Kegiatan: Pembuatan Sirupa


Nilai Dasar:
1. Akuntabilitas (Teknik:)

Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya bagi Pihak
Lain dan Perwujudan Visi Organisasi.
3
Guru menjelaskan tujuan pemasangan poster/ lukisan yang bertema hijau di lab
komputer
Guru memberikan contoh lukisan/ poster yang bertema hijau kepada siswa
Guru mengkoordinir siswa agar masing-masing berkontribusi untuk membawa satu
lukisan/poster yang memiliki dominasi warna hijau

Guru bersama-sama dengan siswa secara gotong royong memasang lukisan/poster di lab
komputer
Guru mengawasi siswa ketika memasang lukisan/poster di lab komputer agar
pelaksanaannya dapat berjalan dengan tertib dan rapi
Guru berfikir kreatif dalam mengatasi masalah mata yang kelelahan akibat berlama-lama
di depan komputer yaitu dengan memasang lukisan/poster yang memiliki dominasi
warna hijau
Guru dan siswa memasang lukisan/poster di luar jam pelajaran sehingga tidak
mengganggu kegiatan belajar mengajar.

53

No

Nilai Dasar dan Teknik Aktualisasi

2
2. Nasionalisme

13

3. Etika Publik
4. Komitmen Mutu
5. Anti Korupsi
Kegiatan: Pembuatan Surga Online
Nilai Dasar:
1. Akuntabilitas (Teknik:)

2. Nasionalisme

3. Etika Publik
4. Komitmen Mutu
5. Anti Korupsi

Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya bagi Pihak
Lain dan Perwujudan Visi Organisasi.
3

54

55

BAB V
PENUTUP
A. Simpulan

Setelah dilaksanakannya kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN


sebagai guru di SMK 1 Sragi Kabupaten Pekalongan, simpulan yang dapat
diambil adalah:
1. Nilai-nilai dasar yang harus dimiliki, dipahami, serta diinternalisasikan
seorang ASN di setiap kegiatan dalam kaitan pengabdian kepada masyarakat
adalah akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu serta anti
2.

korupsi atau diakronimkan menjadi ANEKA.


Kegiatan yang dilakukan oleh penulis selaku guru produktif TKJ untuk
mengaktualisasikan ANEKA yaitu:
a. Menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
b. Online learning
c. Membuat soal-soal evaluasi/ ulangan harian
d. Penilaian berbasis CBT
e. Program remidial
f. Jumat bersih
g. Peduli Konservasi
h. Gerakan 2R (reduse, reuse)
i. Pelaksanaan sholat berjamaah
j. IT consultation
k. Pemasangan poster/ lukisan yang bertema hijau di lab komputer
l. Pembuatan Sirupa
m. Pembuatan Surga Online.

55

56

B. Antisipasi Menghadapi Kendala Aktualisasi


1. Kendala waktu, antisipsinya adalah:
a. Jadwal pelaksanaan yang jelas untuk mengaktualisasikan kegiatan yang
telah dirancang
b. Manajemen waktu waktu yang baik mengingat proses pengaktualisasian
yang cukup singkat.
c. Memprioritaskan kegiatan berdasarkan hasil konsultasi dengan mentor dan
2.

3.

tingkat kesulitan.
Kendala pembuktian, antisipasinya antara lain:
a. Selalu membawa kamera
b. Menanamkan kedisiplinan untuk mendokumentasikan segala kegiatan
yang dilakukan
Kendala Proses, antisipasinya antara lain:
a. Mengkoordinasikan setiap kegiatan dengan mentor dan coach untuk
mendapatkan arahan dan bimbingan.
b. Mengkomunikasikan kegiatan dengan guru dan siswa yang berkaitan
dengan kegiatan aktualisasi agar kegiatan bisa dilaksanakan secara
optimal.

DAFTAR PUSTAKA
Kementrian Sekretariat Negara. 2005. Undang-Undang nomor 14 tahun 2005
tentang
Guru dan Dosen. Jakarta: Kementerian Sekretariat Negara
_____________. 2003. Undang-Undang Sisdiknas nomor 20 tahun 2003
tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Kementerian Sekretariat
Negara
_____________. 2010. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000
tentang pendidikan pelatihan jabatan pegawai negeri sipil (PNS). Jakarta:
Kementerian Sekretariat Negara
_____________. 2010. Permendiknas nomor 35 tahun 2010 tentang
petunjuk teknis pelasksanaan jabatan fungsional guru dan angka
kreditnya.
Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional
____________. 2007. Permendiknas nomor 16 tahun 2007 tentang
standar kualifikasi dan kompetensi guru. Jakarta: Lementrian Pendidikan
Nasional.
Lembaga Administrasi Negara. 2014. Akuntabilitas (Modul Penyelenggaraan
Perdana Pendidikan dan
Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil
Prajabatan Golongan III). Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
_______________. 2014. Anti Korupsi (Modul Penyelenggaraan Perdana
Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan III). Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
_______________. 2014. Etika Publik (Modul Penyelenggaraan Perdana
Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan III). Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
_______________. 2014. Komitmen Mutu (Modul Penyelenggaraan Perdana
Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan III). Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
_______________. 2014. Nasionalisme (Modul Penyelenggaraan Perdana
Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan III). Jakarta: Lembaga Administrasi Negara

57