Anda di halaman 1dari 19

Praktikum Kimia Organik

Jurusan Kimia
Semester Ganjil 2007/2008

IDENTIFIKASI AMINA, KARBOHIDRAT, PROTEIN,


DAN LEMAK/MINYAK
A. AMINA
I. Tujuan
1. Untuk mengenal identifikasi amina
2. Mengetahui pereaksi spesifik terhadap identifikasi senyawa
amina dan fungsi masing-masing pereaksi spesifik senyawa
amina.
II. Teori
Amina adalah senyawa organik turunan dari amonia dengan satu
atau lebih gugus organik (R) yang mensubtitusi atom H.
Penggolongannya didasarkan pada jumlah atom H yang terikat pada
atom nitrogen. Amina primer mempunyai dua atom hidrogen, amina
sekunder mempunyai satu atom hidrogen sedangkan amina tersier
tidak mempunyai atom hidrogen.
RNH2
Amina primer
R2NH
Amina sekunder
R3N
Amina Tersier
Sifat Fisis Amina
Amina membentuk ikatan hidrogen. Ikatan hidrogen N HN lebih
lemah daripada ikatan hidrogen O HO karena N kurang
elektronegatif dibandingkan dengan O dan karena itu NH kurang
polar. Pengikatan hidrogen yang lemah antara molekul amina
menyebabkan titik didihnya berada diantara titik didih senyawa
tanpa ikatan hidrogen (seperti alkana atau eter) dan senyawa
berikatan hidrogen kuat (seperti alkohol) dengan bobot molekul yang
bersamaan.
CH3CH2CH2CH3
(CH3CH2)2NH
CH3CH2CH2CH2OH
t.d.34,5oC
t.d.56oC
t.d.117oC
Karena tidak mempunayi ikatan NH, amina tersier dalam bentuk
cairan murni tidak dapat membentuk ikatan hidrogen. Titik didih
amina tersier lebih rendah daripada amina primer atau sekunder
yang bobot molekulnya sepadan, dan titik didihnya lebih dekat ke
titik didih alkana yang bobot molekulnya bersamaan.
Amina yang berbobot molekul rendah larut dalam air karena
membentuk ikatan hidrogen dengan air. Amina tersier maupun amina
sekunder dan primer dapat membentuk ikatan hidrogen karena
memilki pasangan elektron menyendiri yang dapat digunakan untuk
membentuk ikatan hidrogen dengan air.
H
(CH3)3N : - - - H - O

Identifkasi Amina, Karbohidrat, Protein dan Lemak

Praktikum Kimia Organik


Jurusan Kimia
Semester Ganjil 2007/2008

Sekalipun ikatan hidrogen antar molekul N H - - - N sangat


penting dan menaikkan titik didih amina primer dan sekunder
dibandingkan dengan alkana, tetapi ikatan hidrogen ini tidak sekuat
ikatan hidrogen intermolekul O H - - - O pada alkohol. Alasannya
ialah karena nitrogen kurang elektronegatif dibandingkan dengan
oksigen.
Amina yang bobot molekulnya rendah berbentuk gas dan mudah
larut dalam air menghasilkan larutan basa. Amina yang mudah
menguap berbau seperti amonia tetapi lebih anyir (bau ikan).
Amina membentuk ikatan hidrogen sekalipun lebih lemah
elektronegatif dibandingkan ikatan hidrogen pada air, karena
nitrogen bersifat kurang elektronegatif dibandingkan oksigen.
Sebagaimana halnya dengan amonia, atom hidrogen pada amina
menggunakan orbital hibrid sp3 yang membentuk struktur piramid.
Pasangan elektron bebas menempati salah satu orbital sp3. Amina,
seperti amonia, bersifat basa karena adanya pasangan elektron bebas
inti. Pada amina aromatik, karena ketidakjenuhan ikatan pada cincin
benzen, elektron-elektron tertarik ke dalam cincin sehingga
mengurangi kerapatan elektron pada atom nitrogen. Akibatnya,
amina aromatik bersifat basa yang lebih lemah dibandingkan amonia.
Pada amina alifatik,gejala ini terbalik, sehingga amina lebih bersifat
basa dibandingkan amonia.
Tes Hinsberg terhadap Amina
Adapun pereaksi Hinsberg adalah sulfonil klorida (SO 2Cl), dimana
dalam tes ini berlaku proses dua tahap,dimana amina primer,
sekunder, tersier, bereaksi dengan sulfonil klorida, produknya
ditentukan lebih lanjut.
O
O
R NH2 + Ar S Cl
R N S Ar
O
H
O
R
O
O
NH + Ar S Cl
R N S - Br
R
O
R
O
Reaksi Amina dengan Asam Nitrit
Baik amina primer, sekunder, dan tersier akan memberikan reaksi
yang berbeda dengan asam nitrit dimana amina primer akan
membebaskan gas N2, amina sekunder akan didapat suatu zat yang
seperti minyak berwarna kuning, amina tersier yang pada atom
hidrogen tidak mempunyai atom hidrgen, tidak akan membebaskan
nitrogen atau tidak membentuk nitroso melainkan membentuk suatu
garam nitrit yang tidak stabil.
Pembuatan Amina
1. Alkilasi

Identifkasi Amina, Karbohidrat, Protein dan Lemak

Praktikum Kimia Organik


Jurusan Kimia
Semester Ganjil 2007/2008

Amonia dan amin bereaksi dengan alkil halida primer atau


sekunder melalui proses penggantian SN2. Ikatan baru terbentuk di
antara atom nitrogen dan gugus alkil. Oleh sebab itu reaksi ini
dinamakan alkilasi. Misalnya, nitrogen pada anilin dapat dimetilkan
satu atau dua kali.
2. Reaksi Senyawa Nitro Aromatik
Kebanyakan amin aromatik dibuat melalui reduksi senyawa
nitronya, yaitu melalui nitrisi aromatik elektrofilik. Gugus nitro
mudah sekali direduksi baik secara katalik atau dengan pereduksi
seperti logam-logam.
3. Reduksi Amida dan Nitrit
Banyak gugus fungsi yang mengandung nitrogen dapat direduksi
menjadi amina. Diantaranya adalah reduksi amida dan nitril. Di
laboratorium yang sering digunakan untuk maksud ini adalah litium
aluminium hidrida.
Kegunaan Amina
Dimetilanilina digunakan sebagai pemacu lepasnya bulu rambut
pada proses penyamakan kulit. Butil- dan amilamina digunakan
sebagai antioksidan, inhibitor pengkaratan, dan dalam pembuatan
sabun yang larut dalam minyak. Dimetil dan trimetilamina digunakan
dalam pembuatan resin penukar ion. Penggunaan lain ialah dalam
bidang pembuatan desinfektan, insektisida, herbisida, obat-obatan,
zat celup, fungisida, sabun, kosmetik, dan obat cetak film.
III. Prosedur Kerja
3.1. Bahan
1. Anilin
2. Dimetilanilin

Identifkasi Amina, Karbohidrat, Protein dan Lemak

Praktikum Kimia Organik


Jurusan Kimia
Semester Ganjil 2007/2008

B. KARBOHIDRAT
I. Tujuan
1. Untuk mengenal identifikasi karbohidrat
2. Mengetahui pereaksi spesifik terhadap identifikasi senyawa
karbohidrat dan fungsi masing-masing pereaksi spesifik
senyawa karbohidrat.
II. Teori
Karbohidrat banyak terdapat di alam, diantaranya dalam bentuk
pati, kapas, gula pasir, dan kayu. Karbohidrat adalah polihidroksi dari
aldehida atau keton. Nama karbohidrat hidrat dari karbon adalah
istilah yang dilontarkan pada awal dipelajarinya kimia karbohidrat.
Banyak dari senyawa ini mempunyai bobot molekul kelipatan CH 2O,
misalnya C6H12O6 dan C5H10O5.
Molekul karbohidrat paling sederhana yang tidak terikat pada
karbohidrat lain dinamakan gula sederhana atau monosakarida,
kedua nama ini sering dipertukarkan. Disakarida adalah senyawa
yang terdiri dari dua monosakarida terikat, trisakarida mengandung
tiga monosakarida terikat, sedangkan polisakarida adalah rantai
panjang yang tersususun dari banyak monosakarida.
Fungsi utama karbohidrat dalam tubuh adalah sebagai sumber
energi. Kita memperoleh karbohidrat dari nasi, roti, tapioca, dan
sebagainya. Tumbuhan membentuk karbohidrat melalui proses
fotosintesis. Jadi, energi kimia yang tersimpan dalam karbohidrat
sebenarnya berasal dari matahari.
Susunan Karbohidrat
Karbohidrat terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. Contohnya
adalah glukosa (C6H12O6), sukrosa atau gula tebu (C 12H22O11), dan
selulosa (C6H10O5). Sebagaimana tampak dalam tiga contoh tersebut,
karbohidrat mempunyai rumus umum Cn(H2O)m. Rumus molekul
glukosa misalnya, dapat dinyatakan sebagai C6(H2O)6. Oleh karena
komposisi yang demikian, senyawa ini pernah disangka sebagai
hidrat karbon maka diberi nama karbohidrat. Nama lain dari

Identifkasi Amina, Karbohidrat, Protein dan Lemak

Praktikum Kimia Organik


Jurusan Kimia
Semester Ganjil 2007/2008

karbohidrat adalah sakarida. Kata sakarida berasal dari bahasa Arab


sakkar yang artinya gula. Karbohidrat sederhana mempunyai rasa
manis sehingga dikaitkan dengan gula.
Penggolongan Karbohidrat
Karbohidrat biasanya digolongkan menjadi monosakarida,
disakarida dan polisakarida. Penggolongan ini didasarkan pada
reaksi hidrolisisnya. Monosakarida adalah karbohidrat paling
sederhana, tidak dapat dihidrolisis menjadi karbohidrat yang lebih
sederhana, disakarida dapat dihidrolisis menjadi dua monosakarida,
sedangkan polisakarida dapat dihidrolisis menjadi banyak molekul
monosakarida.
monosakarida + air
tidak terurai
disakarida + air
dua molekul monosakarida
polisakarida + air
banyak monosakarida
a. Monosakarida
Merupakan kelompok karbohidrat yang tidak bisa dihidrolisis
menjadi karbohidrat yang lebih sederhana lagi. Yang termasuk
kelompok monosakarida yang mempunyai gugus keton disebut
kerosa (misalnya : fruktosa) dan mempunyai gugus fungsi aldehid
disebut aldosa (misalnya : glukosa).
Monosakarida yang banyak digunakan adalah glukosa dan
fruktosa karena mempunyai 6 atom (disebut juga hexana). Apabila
pada senyawa aldosa dilarutkan dalam alkohol dan dengan sedikit
penambahan es, akan terbentuk asetat siklik yang digolongkan pada
senyawa organik yang disebut glikosida. Contoh lainnya adalah
manosa dan galaktosa.
b. Disakarida dan Oligosakarida
Disakarida jika dihrolisis akan menjadi dua molekul monosakarida.
Oliosakarida jika dihidrolisis akan memberi 2 sampai 8 molekul
monosakarida.
Kelompok karbohidrat ini contohnya adalah gula yang merupakan
gabungan dari glukosa dan fruktosa, gula susu (laktosa) yang
merupakan gabungan dari glokosa dan galakatosa, dan maltosa yang
merupakan gabungan dari 2 molekul glukosa.
c. Polisakarida
Pada tumbuhan terdapat dalam bentuk pati danselulosa,
sedangkan pada manusia dan hewan ditemukan dalam bentuk
glikogen, pati, selulosa dan glikogen jika dihidrolisis dengan
asam/basa akan menghasilkan glukosa.
Beberapa polisakarida yang penting adalah :
1. Pati
2. Glikogen
3. Selulosa

Identifkasi Amina, Karbohidrat, Protein dan Lemak

Praktikum Kimia Organik


Jurusan Kimia
Semester Ganjil 2007/2008

4. Laktosa
Sifat-sifat umum dari monosakarida, disakarida, dan oligosakarida,
yaitu :
1. Pada umumnya berwarna putih dan larut dalam air, karena
mempunyai banyak gugus fungsi aldehid, keton, alcohol.
2. Mempunyai rasa manis, karena umumnya berupa senyawa.
3. Mempunyai tiga gugus OH yang berdampingan.
4. Bersifat optis aktif, terutama senyawa karbohidrat yang
dihasilkan alam.
5. Sedikit larut dalam alkohol, tetapi tidak larut dalam pelarut
organik karena tidak punya gugus yang sama.
Kegunaan Karbohidrat
1. Glukosa, digunakan dalam pembuatan permen, biskuit, dan roti
karena glukosa tidak mudah meleleh dan tidak bersifat
higroskopis. Glukosa merupakan karbohidrat yang paling
sederhana dan berguna sebagai nutrisi sumber energi. Oleh
karena itu, glukosa digunakan sebagai cairan infus untuk pasien
yang menjalani operasi atau pasien yang mengalami kesulitan
makan dan diare.
2. Fruktosa, merupakan monosakarida yang memiliki tingkat
kemurnian paling tinggi. Oleh karena itu, fruktosa banyak
digunakan dalam pembuatan minuman ringan dan sirup.
3. Sukrosa atau sakarosa, merupakan disakarida yang sering
digunakan untuk pemberi rasa manis pada berbagai jenis masakan.
Dalam kehidupan sehari-hari, dikenal dengan nama gula pasir.
Selain sebagai pemberi rasa manis, sukrosa juga digunakan
sebagai pengawet. Misalnya, sebagai pengawet buah-buahan
dalam bentuk manisan atau asinan.
4. Maltosa, digunakan sebagai pemanis dalam produk makanan bayi
dan makanan ringan seperti biskuit.
5. Amilum, merupakan sumber karbohidrat yang banyak terdapat
dalam makanan sehar-hari. Dalam industri, amilum digunakan
sebagai bahan pengental dan pengisi. Misalnya, dalam pembuatan
saus, krim, dan biscuit. Amilum juga digunakan sebagai bahan
baku pembuatan gula cair, seperti glukosa cair, fruktosa cair, atau
gula inversi.
6. Selulosa, banyak digunakan dalam kegiatan industri, antara lain
dalam proses pembuatan kertas, rayon dan selulosa asetat.
III. Prosedur Kerja
3.1. Bahan
1. Gula pasir (sukrosa)
2. Tepung kanji
3. Larutan kanji

Identifkasi Amina, Karbohidrat, Protein dan Lemak

Praktikum Kimia Organik


Jurusan Kimia
Semester Ganjil 2007/2008

4. Kertas saring
5. Kapas

C. PROTEIN
I. Tujuan
a. Untuk mengenal identifikasi protein
b. Mangetahui pereaksi spesifik terhadap identifikasi senyawa
protein dan fungsi masing-masing pereaksi spesifik senyawa
protein.
II. Teori
Protein adalah senyawa terpenting penyusun sel hidup. Senyawa
ini terdapat dalam semua jaringan hidup baik tumbuhan maupun
hewan. Fungsi biologis protein sangat beragam, antara lain sebagai
pembangun, pengatur, pertahanan dan sebagai sumber energi. Tidak
ada kelompok senyawa lain yang fungsinya begitu beragam seperti
protein. Oleh karena itu, kelompok senyawa ini disebut protein.
Istilah yang berasal dari bahasa yunani proteios, yang berarti
peringkat satu atau yang utama.
Ditinjau dari komposisi kimianya, protein merupakan polimer dari
sekitar 20 jenis asam -amino. Massa molekul reatifnya berkisar dari

Identifkasi Amina, Karbohidrat, Protein dan Lemak

Praktikum Kimia Organik


Jurusan Kimia
Semester Ganjil 2007/2008

sekitar 6000 hingga beberapa juta. Unsur utama penyusun protein


adalah C, H, O, dan N. Banyak juga protein yang mengandung
belerang (S) dan dalam jumlah yang lebih sedikit mengandung
fosforus (P). Beberapa protein mengandung besi, mangan, tembaga,
dan iodin.
Seluruh asam amino yang terdapat di alam sebagai unit penyusun
protein, berbentuk asam karboksilat pada C punya gugus amino.
Seluruh asam amino (kecuali glisin) mempunyai atom C asimetris
pada C .
Bentuk umum dari asam amino adalah sebagai berikut
CO2H
H2N C H
R
Rangkaian protein bisa dihrolisis menjadi asam amino dengan
basa/asam kuat, yang dibantu dengan pemanasan atau dengan
menggunakan enzim proteolitik yang akan memutus ikatan peptida
pada daerah-daerah khusus, contohnya : enzim tripsin.
Ada 3 kelas protein menurut tipe pembentuk dari tugasnya, yaitu :
1.Protein serat (fibrous)
dimana rantainya melingkar-lingkar seperti spiral, dikenal juga
dengan helix protein, ini
berfungsi untuk membentuk kulit,
otot, dan dinding pembuluh darah.
2.Protein globutar
yaitu berbentuk padat, mudah larut dalam air dan sensitif terhadap
asam-asam pekat, suhu dan sebagainya. Banyak terdapat pada
daging, susu, dan telur.
3.Protein konjugasi
dihubungkan dengan sesuatu bagian non protein, misal : gula,
melakukan berbagai fungsi dalam seluruh tubuh. Suatu cairan yang
lazim, hubungan antara protein dan non protein adalah dengan
suatu rantai samping dari protein dapat membentuk suatu ester
dari gugus-OH molekul gula.
Reaksi Pengenalan Protein
1. Reaksi Biuret
Dengan larutan NaOH + 1-2 tetes CuSO 4
larutan
violet/ungu
2. Reaksi Xantoprotein
Dengan asam nitrat yang panas akan terbentuk endapan
kuning yang mungkin akan larut lagi, jika setelah dingin
ditambah amoniak berlebih, maka larutan berwarna merah
jingga. Tes ini ditambah untuk protein yang mengandung asam
amino yang bergugus fenil.
3. Reaksi Milon

Identifkasi Amina, Karbohidrat, Protein dan Lemak

Praktikum Kimia Organik


Jurusan Kimia
Semester Ganjil 2007/2008

Dengan pereaksi millum (campuran meruri dan merkuri ntrat


ditambah sedikit asam nitrat), kemudian dipanaskan sehingga
mendidih dan terbentuk endapan merah. Tes ini digunakan
untuk protein yang bergugus fenil.
4. Reaksi terhadap Belerang
Dengan NaOH dan beberapa tetes larutan P6asetat yang
menghasilkan endapan, tes ini digunakan untuk asam amino
yang mengandung belerang.
Semua sistem kehidupan mengandung sejumlah besar protein
yang berbeda. Perbedaannya mungkin terdapat pada susunan asam
amino, urutan asama mino, kandungan non-asam amino, bobot
molekul, dan faktor yang menentukan konfirmasi protein. Untuk
menentukan struktur protein tertentu, kita harus memisahkan
protein itu dari bahan non-protein dan dari protein yang lain.
Jenis-jenis protein
1. Albumin
adalah protein yang larut dalam air dan larut dalam garam encer
serta dapat terkoagulasi jika dipanaskan. Contoh : leukosin dan
gandum.
2. Globulin
adalah protein yang tidak larut dalam air tetapi larut dalam
larutan garam encer. Globulin tersebar dalam biji tumbuhan sayur
dan telah dipelajari secara luas dalam polong-polongan.
3. Glutelin
adalah protein yang tidak larut dalam semua pelarut yang netral
tetapi larut dalam basa dan asam yang sangat encer.
4. Prolamin
adalah protein yang tidak larut dalam air tetapi larut dalam etanol
70-80%. Contoh : zein dan jagung.
5. Histon
adalah protein yang bersifat basa, keberadaannya berkaitan
dengan DNA dan mempunyai cirri khas persentase lisina atau
argina tinggi.
Uji Protein
1. Uji Biuret
Pengujiannya dapat dilakukan dengan cara berikut. Larutan yang
mengandung protein ditetesi larutan NaOH, kemudian diberi
beberapa tetesan larutan CuSO4 encer. Terbentuknya warna ungu,
menunjukkan hasil positif adanya protein.
2. Uji Xantoprotein
Pengujian ini memberikan hasil positif terhadap protein yang
mengandung cincin benzena, seperti fenilanilin, tirosin, dan
triptofan. Cara pengujiannya sebagai berikut. Ke dalam larutan

Identifkasi Amina, Karbohidrat, Protein dan Lemak

Praktikum Kimia Organik


Jurusan Kimia
Semester Ganjil 2007/2008

protein ditambahkan asam nitrat pekat sehingga terbentuk


endapan putih karena terjadi proses nitrasi terhadap cincin
benzena. Jika dipanaskan, warna putih tersebut akan berubah
menjadi kuning.
3. Uji Milon
Pengujian ini memberikan hasil positif terhadap protein yang
mengandung asam amino
yang memiliki gugus fenol, misalnya tirosin. Pereaksi Millon
terdiri atas larutan merkuri nitrat dalam asam nitrat. Protein
dengan pereaksi millon akan membentuk endapan putih. Jika
dipanaskan, warnanya berbah menjadi merah.
4. Uji Belerang
Uji belerang memberikan hasil positif terhadap protein yang
mengandung asam amino yang memiliki gugus belerang, seperti
sistein, sistin, dan metionin. Cara pengujiannya sebagai berikut.
Larutan protein dan larutan NaOH pekat dipanaskan, kemudian
ditambahkan larutan timbal asetat. Jika protein tersebut
mengandung belerang, akan terbentuk endapan hitam timbal
sulfida.

III. Prosedur Kerja


3.1. Bahan
1. Putih telur
2. Kuning telur

Identifkasi Amina, Karbohidrat, Protein dan Lemak

Praktikum Kimia Organik


Jurusan Kimia
Semester Ganjil 2007/2008

D. LEMAK/MINYAK
I. Tujuan
1. Untuk mengenal identifikasi lemak/minyak
2. Mengetahui pereaksi spesifik terhadap identifikasi senyawa
lemak/minyak dan fungsi masing-masing pereaksi spesifik
senyawa lemak/minyak.
II. Teori
Lipid merupakan substansi biologis yang tidak larut dalam air,
tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik yang kurang polar, seperti
kloroform dan eter. Lipid bukanlah satu golongan senyawa dengan
rumus empiris atau struktur yang khas, tetapi terdiri atas beberapa
golongan yang berbeda.
Bahan-bahan seperti minyak kelapa, minyak jagung,minyak
kacang tanah, minyak kapas merupakan segolongan senyawa yang
berupa ester antara asam-asam karboksilat tinggi. Mereka banyak
ditemui pada binatang dan tumbuh-tumbuhan. Lemak dan minyak
merupakan ester antara asam lemak tinggi dengan alkohol. Beda
antara lemak dengan lemak adalah minyak merupakan nama dari
golongan senyawa yang pada suhu kamar berbentuk cair sedangkan
lemak merupakan nama dari golongan senyawa yang pada suhu

Identifkasi Amina, Karbohidrat, Protein dan Lemak

Praktikum Kimia Organik


Jurusan Kimia
Semester Ganjil 2007/2008

kamar berbentuk padat. Tetapi ini tidak mutlak, karena minyak di


suatu daerah yang tinggi dapat berbentuk padat.
Asam karboksilat yang membangun lemak dan minyak dibagi jadi
jenuh dan tak jenuh yang mengandung satu atau lebih ikatan kembar.
Lemak merupakan satu dari tiga kelas makanan yang penting
disamping karbohidrat dan protein.
Beberapa asam lemak jenuh :
1. Asam laurat
2. Asam muristat
3. Asam palmitat
4. Asam stearat
5. Asam orachidat
6. Asam bahenat
7. Asam lignoserat
Beberapa asam lemak tak jenuh :
1. Asam oleat
2. Asam linoleat
3. Asam linolenat
Lemak seperti lemak sapi atau minyakkelapa adalah ester dari
gliserol dengan asam-asam lemak, struktur umum lemak yaitu :
O
H2C O C R1
O
HC O C R2
O
H2C O C R3
Lemak yang terbentuk dari sejenis asam karboksilat (R 1 = R2 = R3)
disebut lemak sederhana, sedangkan yang terbentuk dari dua atau
tiga jenis asam disebut lemak campuran. Umumnya, molekul lemak
terbentuk dari dua atau lebih macam asam karboksilat.
Perbedaan Lemak dengan Minyak
Lemak pada suhu kamar berupa cairan, lazimnya disebut minyak.
Minyak umumnya berasal dari tumbuhan, seperti minyak kelapa,
minyak jagung, dan minyak zaitun.
Wujud lemak berkaitan dengan asam lemak pembentuknya. Lemak
yang berwujud cair (minyak) banyak mengandung asam lemak tak
jenuh, seperti asam oleat (C17H29COOH), asam linoleat (C17H31COOH)
dan asam linolenat (C17H29COOH). Sedangkan lemak yang berwujud
padat banyak mengandung asam lemak jenuh, seperti asam stearat
(C17H35COOH) dan asam palmitat (C15H31COOH). Asam lemak jenuh
mempunyai titik cair yang lebih tinggi daripada asam lemak tak
jenuh.
Reaksi-reaksi Lemak dan Minyak
1. Hidrolisis

Identifkasi Amina, Karbohidrat, Protein dan Lemak

Praktikum Kimia Organik


Jurusan Kimia
Semester Ganjil 2007/2008

Lemak dan minyak dapat mengalami hidrolisis karena pengaruh


asam kuat atau enzim lipase membentuk gliserol dan asam lemak.
Misalnya, hidrolisis gliseril tristearat akan menghasilkan gliserol dan
asam stearat. Hasil hidrolisis akan memisah karena gliserol larut
dalam air, sedangkan asam lemak tidak larut.
O
H2C O C C17H35
H2C OH
O
HC - O C C 17H35
+
3 H 2O
HC OH + 3
C17H35COOH
O
H2C O C C17H35
H2C OH
Gliseril stearat
gliserol
asam stearat
2. Penyabunan
Reaksi lemak atau minyak dengan suatu basa kuat seperti NaOH
atau KOH menghasilkan sabun dan gliserol sebagai hasil sampingan.
O
H2C O C C17H35
H2C OH
O
HC - O C C17H35 + 3 NaOH
HC OH
+ 3
NaC17H35COO
O
H2C O C C17H35
H2C OH
Gliseril stearat
gliserol
Na-stearat
(lemak)
(sabun)
Kegunaan Lemak/Minyak
Dalam industri, minyak digunakan sebagai bahan baku
pembuatan margarin. Minyak dan lemak juga digunakan sebagai
bahan dasar pembuatan sabun dan gliserol.Gliserol merupakan hasil
samping pembuatan sabun yang dilakukan dengan mereaksikan
minyak atau lemak dengan suatu basa kuat.
Sebagai nutrisi, minyak dan lemak merupakan sumber energi
utama dan digunakan sebagai energi cadangan yang disimpan pada
jaringan adiposa dalam tubuh. Dua pertiga dari energi total seluruh
tubuh berasal dari trigliserida pada jaringan adiposa ini. Lemak pada
jaringan adiposa berfungsi menjaga organ tubuh dan saraf agar tidak
berubah kedudukannya. Selain itu, jaringan ini juga melindungi
tubuh agar tidak rusak akibat luka atau benturan. Fungsi lainnya
sebagai isolator untuk menjaga stabilitas suhu tubuh. Lemak juga
membantu transpor dan adsorpsi vitamin yang larut dalam lemak.

Identifkasi Amina, Karbohidrat, Protein dan Lemak

Praktikum Kimia Organik


Jurusan Kimia
Semester Ganjil 2007/2008

Selain itu, lemak juga menekan sekresi lambung dan memperlambat


pengosongan lambung sehingga dapat memperlambat rasa lapar.

III. Prosedur Kerja


3.1. Bahan
1. Minyak kelapa
2. Minyak jagung
3. Minyak bimoli
4. Margarin
5. Gajih sapi

Identifkasi Amina, Karbohidrat, Protein dan Lemak

Praktikum Kimia Organik


Jurusan Kimia
Semester Ganjil 2007/2008

IV. Pembahasan
A. Amina
Identifikasi amina dapat dilakukan dengan uji Heinsberg untuk
membedakan antara amina primer, sekunder, dan tersier. Untuk
mengetahui adanya senyawa amina maka dilakukan reaksi dengan
asam nitrit, bromida, ditambah asam klorida, ditambah asetat
anhidrida.
Karena amina termasuk basa organik lemah sehingga amina dapat
bereaksi dengan asam membentuk garam yang dapat larut dalam air.
Tetapi dalam keadaan berupa gas amina sukar dan hampir tidak larut
dalam air.
Pada reaksi spesifik amina, pengamatan dapat diidentifikasi dari
warna yang dihasilkan. Namun setelah dilakukan percobaan ternyata
pada reaksi kimia ini adanya bidang batas yang membentuk warna
yang berbeda yang dilihat dari dua lapisan kemudian juga terbentuk
suspensi amin dan terbentuk endapan putih. Terbentuknya suspensi
disebabkan karena anilin sewaktu bereaksi menimbulkan gas yang
disertai dengan perubahan warna.
Terjadinya perubahan warna yang membentuk dua lapisan
akhirnya rata-rata lapisannya berwarna bening, coklat dan kuning.
Pada pembuatan amina ini dapat dilakukan dengan reaksi subtitusi
dengan alkil halida dan reaksi dengan senyawa nitrogen lainnya.
B. Karbohidrat
Uji kelarutan karbohidrat dilakukan dengan air dingin, air panas,
etanol panas dan dingin, asam klorida encer, asam sulfat pekat dan

Identifkasi Amina, Karbohidrat, Protein dan Lemak

Praktikum Kimia Organik


Jurusan Kimia
Semester Ganjil 2007/2008

encer. Karbohidrat menggunakan reaksi spesifiknya dengan gula


(sukrosa), tepung kanji, larutan kanji, dan kertas saring.
Setelah dilakukan percobaan ternyata senywa karbohidrat yang
ditambah dengan air dingin, air panas, etanol panas, etanol dingin,
HCl encer, H2SO4 encer, H2SO4 pekat dapat kita lihat apakah senyawa
tersebut larut atau tidak larut apabila dicampur.
Tes Molish dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya glikogen
pada karbohidrat. Reaksi dengan fenil hidrazin bertujuan untuk
mengetahui ada tidaknya senyawa karbonil dalam karbohidrat.
Apabila senyawa karbohidrat, ditambahkan dengan menggunakan
tes Molish maka akan terbentuk endapan putih. Kemudian apabila
senyawa karbohidrat ditambah dengan fenil hidrazin akan
membentuk larutan kuning dan putih keruh. Senyawa karbohidrat
ditambah dengan pereaksi fehling akan terbentuk dua lapisan dan
terbentuk larutan coklat biru. Senyawa karbohidrat ditambah dengan
HCl akan membentuk larutan putih keruh dan bening.
C. Protein
Untuk melihat reaksi spesifik dan protein dapat dilakukan dengan
melakukan tes biuret, tes xantoprotein dan tes molish. Pada tes
dengan biuret, senyawa protein yang digunakan akan membentuk
larutan ungu. Senyawa protein yang digunakan pada tes xantoprotein
akan membentuk warna kuning keruh.
Untuk putih telur digunakan tes molish akan membentuk larutan
putih susu. Putih telur pada tes milon akan terjadi penggumpalan.
Sama halnya dengan tes biuret, apbila putih telur ditambah dengan
tes ninhidrazin juga akan membentuk larutan ungu.
D. Lemak
Antara lemak dan minyak ada perbedaan. Lemak membeku pada
suhu kamar dan berasal dari hewan. Sedangkan minyak tidak
membeku pada suhu kamar, berbentuk cair dan berasal dari
tumuhan.
Bahan-bahan yang digunakan adalah minyak kelapa, minyak
jagung, minyak bimoli, margarin dan gajih sapi. Apabila ditambahan
dengan NaOH akan terbentuk dua lapisan, jika direaksikan dengan
Br2/CCl4, maka warna Brnyaakan hilang. Apabial minyak kelapa,
minyak bimoli, minyak jagung, margarin dan gajih sapi direaksikan
dengan KMnO4 maka tidak akan larut.

Identifkasi Amina, Karbohidrat, Protein dan Lemak

Praktikum Kimia Organik


Jurusan Kimia
Semester Ganjil 2007/2008

JAWABAN PERTANYAAN
1.

Tuliskan rumus senyawa/struktur


dimetilamin, dan gula pasir !
Jawab :
naftol
OH

dari

-naftol,

anilin,

Anilin
NH2
Dimetilamin (CH3)2NH2
Gula pasir
C12H22O11
2. Jelaskan pembagian dari 4 golongan utama karbohidrat !
Jawab :
Pembagian dari 4 golongan utama karbohidrat, yaitu :
1. Monosakarida, adalah golongan karbohidrat sederhana,
bersifat larut dalam air, dan tidak dapat dihidrolisis lagi
menjadi molekul yang lebih sederhana.
2. Disakarida, adalah merupakan gula yang molekul-molekulnya
terbentuk dari hasil penggabungan 2 satuan monosakarida.
3. Polisakarida, adalah senyawa karbohidrat berupa polimer yang
terdiri dari paling sedikit satuan monosakarida sebagai
monomernya.
4. Oligosakarida, adalah senyawa karbohidrat yang apabila
dihdrolisis akan menghasilkan 2-8 monosakarida.
3. Sebutkan dan jelaskan masing-masing dari uji protein !
Jawab :
Uji protein terdiri dari :
1. Tes Biuret
Larutan protein (2 ml) ditambah 1 ml NaOH 10% kemudian
dikocok dan ditambahkan 2-3 tetes larutan kupri sulfat 1%.
Amati.
2. Tes Xantoprotein
Larutan protein (1 ml) ditamah 5 tetes asam nitrat pekat,
kemudian panaskan di atas penangas air, setelah dingin
ditabahkan beberapa tetes ammonium hidroksida. Amati.
3. Tes Molish

Identifkasi Amina, Karbohidrat, Protein dan Lemak

Praktikum Kimia Organik


Jurusan Kimia
Semester Ganjil 2007/2008

Senyawa protein ditambahkan 2-3 tetes -naftol 10%,


kemudian dikocok dan melalui dinding tabung reaksi
ditambahkan sedikit demi sedikit asam sulfat pekat. Amati.
4. Tes Milon
Larutan protein (1 ml) ditambah dengan beberapa tetes
pereaksi Milon, kocok dan amati yang terjadi. Kemudian
panaskan sampai mendidih. Setelah dingin tambahkan 1 tetes
natrium nitrit. Amati.
5. Tes Ninhidrin
Larutan protein (1 ml) ditambah pereaksi ninhidrin. Panaskan
selama 1-2 menit, kemudian dinginkan dan amati.
6. Urea dilelehkan, setelah dingin, tambahan air samapi larut.
Larutan ditambah kupri sulfat/natrium hidroksida. Amati.
4. Jelaskan perbedaan lemak dan minyak !
Jawab :
Perbedaan lemak dan minyak yaitu :
1. Pada suhu kamar, lemak berwujud padat sedangkan minyak
berwujud cair
2. Lemak pada umumnya terdapat pada hewan sedangkan minyak
pada umumnya terdapat pada tumbuhan
3. Lemak terdiri dari ikatan asam lemak jenuh sedangkan minyak
terdiri dari ikatan asam lemak tak jenuh.

DAFTAR PUSTAKA
Fessenden,Fessenden. 1986. Kimia Organik Edisi Ketiga. Jakarta :
Erlangga.
Hart,Harold. Kimia Organik Suatu Kuliah Singkat. Jakarta : Erlangga.
Napis,Ambi,dkk. 1980. Diktat Kimia Organik. Padang : UNAND.
Petrucci H,Ralp. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern. Jakarta :
Erlangga.
Purba,Michael. 2004. Kimia 3 B. Jakarta : Erlangga.
Robinson,Trevor. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi.
Bandung : ITB.
Wilbraham C.Antony dan Michael S.Matta. 1992. Pengantar Kimia
Organik dan Hayati. Bandung : ITB.

Identifkasi Amina, Karbohidrat, Protein dan Lemak

Praktikum Kimia Organik


Jurusan Kimia
Semester Ganjil 2007/2008

Identifkasi Amina, Karbohidrat, Protein dan Lemak

Anda mungkin juga menyukai