Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA


Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah gerontik

Disusun oleh:

2015

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ini. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi
Muhammad SAW yang telah membawa kita semua ke jalan kebenaran yang
diridhoi Allah SWT.
Maksud penulis membuat makalah ini adalah untuk dapat lebih memahami
tentang Diagnosa Keperawatan Keluarga. mudah-mudahan makalah ini bisa
membantu bagi mahasiswa untuk bekal nanti di lapangan.
Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat, khususnya bagi penulis
yang membuat dan umumnya bagi yang membaca makalah ini. Amin.
Sukabumi, September 2015
Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .....................................................................................i
DAFTAR ISI ...................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .....................................................................................1
B. Rumusan Masalah ................................................................................1
C. Tujuan Penulisan ..................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
A.
B.
C.
D.
E.

Pengertian Diagnosa Keperawatan Keluarga.......................................3


Definisi Diagnosa Keperawatan Keluarga............................................3
Rumusan Diagnosis Keperawatan Keluarga.........................................7
Macam Macam Diagnosis Keperawatan Keluarga............................7
Daftar Diagnosa Keperawatan Keluarga Berdasarkan NANDA.......... 10

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ..........................................................................................12
B. Saran ....................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 tahun
1998 Tentang Kesejahteraan lanjut usia, bahwa pelaksanaan pembangunan
nasional yang bertujuan mewujudkan masyarakat adil dan makmur
berdasarkan Pancasilan dan Undang-Undang Dasar 1945, telah menghasilkan
kondisi sosial masyarakat yang makin membaik dan usia harapan hidup makin
meningkat, sehingga jumlah lanjut usia makin bertambah.
Walaupun banyak diantara lanjut usia yang masih produktif dan
mampu berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara, namun karena faktor usianya akan banyak menghadapi
keterbatasan sehingga memerlukan bantuan peningkatan kesejahteraan
sosialnya.
Upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia pada hakikatnya
merupakan pelestarian nilai-nilai keagamaan dan budaya bangsa;
Tujuan akhir makalah ini sesuai tujuan akhir keperawatan, yaitu
membantu klien mencapai potensi kesehatan sepenuhnya. Dalam mencapai
tujuan ini sangatlah diperlukan sebuah tujuan perantara yaitu membantu
perawat untuk mencapai keefektifan yang optimal.
Berdasarkan hal diatas, maka kami sebagai penulis tertarik untuk lebih
memahami tentang diagnosa keperawatan keluarga, dimana konsep ini saling
terkait satu sama lain.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian diagnosa keperawatan keluarga?
2. Apa rumusan diagnosa keperawatan keluarga?
3. Apa saja macam-macam diagnosa keperawatan keluarga?
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:
1. Melatih mahasiswa menyusun makalah dalam upaya lebih meningkatkan
pengetahuan dan kreatifitas mahasiswa.

2. Agar mahasiswa lebih memahami dan mendalami pokok bahasan


khususnya tentang diagnosa keperawatan keluarga.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Diagnosa Keperawatan Keluarga
Diagnosis Keperawatan merupakan keputusan klinik tentang respon
individu, keluarga dan masyarakat tentang masalah kesehatan aktual atau
potensial, dimana berdasarkan pendidikan dan pengalamannya, perawat secara
akontabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti
untuk menjaga, menurunkan, membatasi, mencegah dan merubah status
kesehatan klien (Carpenito, 2000; Gordon, 1976 & NANDA).
Diagnosis keperawatan ditetapkan berdasarkan analisis dan interpretasi
data yang diperoleh dari pengkajian keperawatan klien. Diagnosis
keperawatan memberikan gambaran tentang masalah atau status kesehatan
klien yang nyata (aktual) dan kemungkinan akan terjadi, dimana
pemecahannya dapat dilakukan dalam batas wewenang perawat.
B. Definisi Diagnosa Keperawatan Keluarga
1. Kerusakan Penatalaksanaan Pemeliharaan Rumah
Suatu kondisi dimana keluarga mengalami/beresiko mengalami kesulitan
mempertahankan kebersihan dan menjaga lingkungan rumah,
2. Resiko terhadap Cedera yang Berhubangan Dengan Kurangnya Kesadaran
terhadap Bahaya Lingkungan
Suatu kondisi dimana keluarga mempunyai resiko yang merugikan yang
disebabkan kurangnya kesadaran terhadap bahaya lingkungan atau usia
maturasi.
3. Resiko terhadap Penularan Infeksi,
Kondisi dimana keluarga beresiko menularkan agen agen patogen ke
anggota yang lain.
4. Komunikasi Keluarga Disfungsional
Keadaan dimana keluarga.mengalami atau beresiko terhadap penurunan
untuk mengirim/menerima pesan.
5. Berduka yang Diantisipasi

Suatu keadaan dimana keluarga mengalami reaksi reaksi dalam berespon


terhadap kehilangan bermakna yang diperkirakan.
6. Berduka Disfungsional
Suatu kondisi dimana keluarga mengalami berduka jangka panjang yang
tak teratasi dan menimbulkan aktivitas yang merusak.
7. Peruhahan Proses Keluarga Berhubungan Dengan Dampak Anggota
Keluarga yang Sakit Dalam Sistem Keluarga
Suatu keadaan dimana dukungan keluarga yang biasa diterima,
mengalami/beresiko mendapat suatu stressor yang mengancam terapi
keluarga yang sebelumnya efektif.
8. Perubahan menjadi Orang Tua
Suatu keadaan dimana Keluarga memperlihatkan ketidakmampuan yang
nyata atau potensial dalam menyediakan lingkungan yang mendukung
dalam pemeliharaan tumbuh kembang anggota keluarga.
9. Perubahan Penampilan Peran
Suatu kondisi dimana keluarga rnengalami/beresiko mengalaini gangguan
pada cara ia merasakan penampilan perannya.
10. Gangguan Citra Tubuh
Suatu pernyataan pengalaman keluarga yang berada dalam/kemungkinan
mengalarni suatu gangguan dalam cara individu menerima citra tubuhnya
sendiri.
11. Koping Keluarga Menurun
Suatu keadaan dimana orang utama yang menjadi pendukung (anggota
kcluarga, teman dekat) tidak cukup/tidak efektif memberi dukungan untuk
kesepakatan, kenyamanan, bantuan atau dorongan yang dibutuhkan
mencapai keluarga untuk mengatasi atau melaksanakan tugas tugas secara
adaptif berkenaan dengan perubahan kesehatannya.
12. Koping Keluarga Tidak Efektif Ketidakmampuan
Suatu keadaan dimana keluarga menunjukkan/beresiko menunjukkan
destruktif dalam berespon terhadap ketidakmampuan untuk mengatasi
stressor

internal/eksternal

karena

kogniti~ psikologis).

ketidakadekuatan

sumber

(fisik,

13. Resiko terhadap Tindakan Kekerasan


Suatu keadaan dimana keluarga telah atau beresiko menjadi merusak yang
diarahkan pada orang lain atau lingkungan.
14. Perilaku Mencari Bantuan Kesehatan
Suatu kondisi dimana keluarga pada kesehatan yang stabil secara aktif
mencari cara untuk mengubah kebiasaan kesehatan diri/lingkungan untuk
lebih meningkatkan kesehatan.
15. Konflik Peran Orang Tua
Suatu keadaan dimana orang tua mendapatkan pengalaman pertama atau
mengalami perubahan peran dalam berespon terhadap faktor dari luar
(sakit hospitalisasi, perceraian, perpisahan).
16. Perubahan Pertumbuban dan Perkembangan
Suatu keadaan dimana keluarga mengalami / beresiko terhadap kerusakan
kemampuan untuk melakukan tugas tugas perkembangan.
17. Perubahan Pemeliharaan Kesehatan
Suatu keadaan dimana keluarga mengalami / beresiko untuk mengalami
gangguan dalam kesehatan yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak
sehat atau kurangnya pengetahuan dan ketrampilan dalam menangani
suatu kondisi.
18. Kurang Pengetahuan
Suatu kondisi dimana keluarga mengalami kekurangan pengetahuan
kognitif
dan ketrampilan mengenai suatu kondisi atau pengobatan.
19. Isolasi Sosial
Suatu keadaan dimana keluarga mengalami/memahami suatu kebutuhan
atau mengharapkan untuk melibatkan orang lain tetapi tidak dapat
membuat
hubungan tersebut.
20. Kerasakan Interaksi Sosial

Suatu keadaan dimana keluarga mengalarni atau beresiko mengalami


pengalaman yang negatif, insufisiensi atau respon yang tidak memuaskan
dalam interaksi.
21. Ketidakpatuhan
Suatu kondisi dimana keluarga yang sebenamya mau melakukan tetapi
dicegah dari melakukannya oleh faktor faktor yang menghalangi ketaatan
terhadap anjuran yang berhubungan dengan kesehatan yang diberikan oleh
profesi kesehatan.
22. Gangguan Identitas Pribadi
Suatu kondisi dimana keluarga mengalami atau beresiko mengalarni
ketidakmampuan untuk membedakan antara dalam dirinya dan bukan
dirinya.
23. Penatalaksanaan Aturan Terapeutik Keluarga : Tidak Efektif
Suatu pola dimana keluarga mengalamilberesiko mengalami kesulitan
dalam menyatukan program kehidupan sehari hari untuk penatalaksanaan
penyakit dan gejala sisa penyakit yang memenubi tujuan kesehatan
khusus.
C. Rumusan Diagnosis Keperawatan Keluarga
Rumusan diagnosis keperawatan mengandung tiga komponen utama, yaitu:
1. Problem (P/masalah), merupakan gambaran keadaan klien dimana
tindakan keperawatan dapat diberikan. Masalah adalah kesenjangan atau
penyimpangan dari keadaan normal yang seharusnya tidak terjadi.
Tujuan : menjelaskan status kesehatan klien atau masalah kesehatan klien
secara jelas dan sesingkat mungkin. Diagnosis keperawatan disusun
dengan menggunakan standart yang seharusnya tidak terjadi.
2. Etiologi (E/penyebab), keadaan ini menunjukkan penyebab keadaan atau
masalah kesehatan yang memberikan arah terhadap terapi keperawatan.
Penyebabnya meliputi : perilaku, lingkungan, interaksi antara perilaku dan
lingkungan.
3. Sign & symptom (S/tanda & gejala), adalah ciri, tanda atau gejala, yang
merupakan informasi yang diperlukan untuk merumuskan diagnosis
keperawatan.

Jadi rumus diagnosis keperawatan adalah : PE / PES.


D. Macam Macam Diagnosis Keperawatan Keluarga
1. Diagnosis Keperawatan Aktual
Diagnosis keperawatan aktual (NANDA) adalah diagnosis yang
menyajikan keadaan klinis yang telah divalidasikan melalui batasan
karakteristik

mayor

yang

diidentifikasi.

Diagnosis

keperawatan

mempunyai empat komponen : label, definisi, batasan karakteristik, dan


faktor yang berhubungan.
Label merupakan deskripsi tentang definisi diagnosis dan batasan
karakteristik. Definisi menekankan pada kejelasan, arti yang tepat untuk
diagnosa. Batasan karakteristik adalah karakteristik yang mengacu pada
petunjuk klinis, tanda subjektif dan objektif. Batasan ini juga mengacu
pada gejala yang ada dalam kelompok dan mengacu pada diagnosis
keperawatan, yang teridiri dari batasan mayor dan minor. Faktor yang
berhubungan merupakan etiologi atau faktor penunjang. Faktor ini dapat
mempengaruhi perubahan status kesehatan. Faktor yang berhubungan
terdiri dari empat komponen : patofisiologi, tindakan yang berhubungan,
situasional, dan maturasional.
Contoh diagnosis keperawatan aktual : Intoleransi aktivitas
berhubungan dengan penurunan transport oksigen, sekunder terhadap tirah
baring lama, ditandai dengan nafas pendek, frekuensi nafas 30 x/mnt, nadi
62/mnt-lemah, pucat, sianosis.
2. Diagnosis Keperawatan Resiko
Diagnosis keperawatan resiko adalah keputusan klinis tentang
individu, keluarga atau komunitas yang sangat rentan untuk mengalami
masalah dibanding individu atau kelompok lain pada situasi yang sama
atau hampir sama.
Validasi untuk menunjang diagnosis resiko adalah faktor resiko
yang memperlihatkan keadaan dimana kerentanan meningkat terhadap
klien atau kelompok dan tidak menggunakan batasan karakteristik.
Penulisan rumusan diagnosis ini adalag : PE (problem & etiologi).

Contoh: Resiko penularan TB paru berhubungan dengan kurangnya


pengetahuan tentang resiko penularan TB Paru, ditandai dengan keluarga
klien sering menanyakan penyakit klien itu apa dan tidak ada upaya dari
keluarga untuk menghindari resiko penularan (membiarkan klien batuk
dihadapannya tanpa menutup mulut dan hidung).

3. Diagnosis Keperawatan Kemungkinan


Merupakan pernyataan tentang masalah yang diduga masih
memerlukan data tambahan dengan harapan masih diperlukan untuk
memastikan adanya tanda dan gejala utama adanya faktor resiko.
Contoh : Kemungkinan gangguan konsep diri : gambaran diri
berhubungan dengan tindakan mastektomi.
4. Diagnosis Keperawatan Sejahtera
Diagnosis keperawatan sejahtera adalah ketentuan klinis mengenai
individu, kelompok, atau masyarakat dalam transisi dari tingkat kesehatan
khusus ke tingkat kesehatan yang lebih baik. Cara pembuatan diagnsosis
ini adalah dengan menggabungkan pernyataan fungsi positif dalam
masing-masing pola kesehatan fungsional sebagai alat pengkajian yang
disahkan.

Dalam

menentukan

diagnosis

keperawatan

sejahtera,

menunjukkan terjadinya peningkatan fungsi kesehatan menjadi fungsi


yang positif.
Sebagai contoh, pasangan muda yang kemudian menjadi orangtua
telah melaprkan fungsi positif dalam peran pola hubungan. Perawat dapat
memakai informasi dan lahirnya bayi baru sebagai tambahan dalam unit
keluarga, untuk membantu keluarga mempertahankan pola hubungan yang
efektif.
Contoh : perilaku mencari bantuan kesehatan berhubungan dengan
kurang pengetahuan tentang peran sebagai orangtua baru.
5. Diagnosis Keperawatan Sindrom

Diagnosis keperawatan sindrom merupakan diagnosis keperawatan


yang terdiri dari sekelompok diagnosis keperawatan aktual atau resiko,
yang diduga akan muncul karena suatu kejadian atau situasi tertentu.
Contoh : sindrom kurang perawatan diri berhubungan dengan
kelemahan fisik.
E. Daftar Diagnosa Keperawatan Keluarga Berdasarkan NANDA, 1995
1. Diagnosa Keperawatan Keluarga pada masalah Lingkungan
a. Kerusakan penatalaksanaan pemeliharaan rumah (Higiene lingkungan)
b. Resiko terhadap cidera
c. Resiko terjadi infeksi(penularan penyakit)
2. Diagnosa Keperawatan Keluarga pada masalah Struktur Komunikasi
Komunikasi Keluarga Disfungsional
3. Diagnosa Keperawatan Keluarga pada masalah Struktur Peran
a. Berduka dan diantisipasi
b. Berduka disfungsional
c. Isolasi sosial
d. Perubahan dalam proses keluarga (dampak adanya orang yang sakit
e.
f.
g.
h.
i.

terhadap keluarga)
Potensial peningkatan menjadi orang tua
Perubahan menjadi orang tua (krisis menjadi orang tua)
Perubahan penampilan peran
Kerusakan penatalaksanaan pemeliharaan rumah
Gangguan citra tubuh

4. Diagnosa Keperawatan Keluarga pada masalah Fungsi Afektif


a. Perubahan proses keluarga
b. Perubahan menjadi orang tua
c. Potensial peningkatan menjadi orang tua
d. Berduka yang diantisipasi
e. Koping keluarga tidak efektif, menurun
f. Koping keluarga tidak efektif, ketidakmampuan
g. Resiko terhadap tindakan kekerasan
5. Diagnosa Keperawatan Kcluarga pada masalah Fungsi Sosial
a. Perubahan proses keluarga
b. Perilaku mencari bantuan kesehatan
c. Konflik peran orang tua
d. Perubahan menjadi orang tua
e. Potensial peningkatan menjadi orang tua
f. Perubahan pertumbuhan dan perkembangan

g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.

Perubahan pemeliharaan kesehatan


Kurang pengetahuan
Isolasi sosial
Kerusakan interaksi sosial
Resiko terhadap tindakan kekerasan
Ketidakpatuhan
Gangguan identitas pribadi

6. Diagnosa Keperawatan Keluarga pada masalah Fungsi Perawatan


Kesehatan
a. Perubahan pemeliharaan kesehatan
b. Potensial peningkatan pemeliharaan kesehatan
c. Perilaku mencari pertolongan kesehatan
d. Ketidakefektifan penatalaksanaan aturan terapeutik keluarga
e. Resiko terhadap penularan penyakit
7. Diagnosa Keperawatan Keluarga pada masalah Koping
a. Potensial peningkatan koping keluarga
b. Koping keluarga tidak efektif, menurun
c. Koping keluarga tidak efektif, ketidakmampuan
d. Resiko terhadap tindakan kekerasan

10

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Diagnosis Keperawatan merupakan keputusan klinik tentang respon
individu, keluarga dan masyarakat tentang masalah kesehatan aktual atau
potensial, dimana berdasarkan pendidikan dan pengalamannya, perawat secara
akontabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti
untuk menjaga, menurunkan, membatasi, mencegah dan merubah status
kesehatan klien (Carpenito, 2000; Gordon, 1976 & NANDA).
Rumusan diagnosis keperawatan keluarga:
1. Problem (P/masalah
2. Etiologi (E/penyebab
3. Sign & symptom (S/tanda & gejala),
Macam-macam diagnosis keperawatan keluarga:
1.
2.
3.
4.
5.

Diagnosis Keperawatan Aktual


Diagnosis Keperawatan Resiko
Diagnosis Keperawatan Kemungkinan
Diagnosis Keperawatan Sejahtera
Diagnosis Keperawatan Sindrom

11

DAFTAR PUSTAKA
Asmadi. (2005). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: EGC.
Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka
Cipta.
Purnamasari, D. (2011). Ensiklopedia Praktis Kesehatan. Yogyakarta: Pustaka
Radja.
Setiawati, S dan Dermawan, C. A. (2008). Penuntun Praktis Asuhan Keperawatan
Keluarga Edisi 2. Jakarta: Trans Info Media.
Setyowati, S dan Murwani, A. (2008). Asuhan Keperawatan Keluarga Konsep
Dan Aplikasi Kasus. Jogjakarta: Mitra Cendekia.

12