Anda di halaman 1dari 71

KARDIOVASKULER

Khusnul Diana, S. Far., M.Sc., Apt.

KOMPONEN SISTEM KARDIOVASKULER

vena
arteri
kapiler

Fungsi Sistem Kardiovaskuler :


Memberikan & mengalirkan suplai oksigen dan
nutrisi ke seluruh jaringan dan organ tubuh untuk
proses metabolisme.

Mekanisme kerja : Jantung melaksanakan fungsi


tersebut dengan mengumpulkan darah yang
kekurangan oksigen dari seluruh tubuh dan
memompanya ke dalam paru-paru, dimana darah
akan mengambil oksigen dan membuang
karbondioksida. Jantung kemudian mengumpulkan
darah yang kaya oksigen dari paru-paru dan
memompanya ke jaringan di seluruh tubuh.

Pada saat berdenyut : setiap ruang jantung


mengendur dan terisi darah (disebut diastol),
selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa
darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol).

Tekanan Darah (normal) : Sistol / diastol : 120/80

PEMBULUH DARAH

Pembuluh
Nadi (Arteri)
Cabang
arteri =
arteriola
Aliran
darah
berarah
menjauhi
jantung

Pembuluh
Balik (Vena)

Pembuluh
Kapiler

Cabang
vena =
venula
Aliran
darah vena
berarah
mendekati
jantung

Pembuluh
darah
terkecil
Sebagai
jembatan
antara
arteri &
vena

GANGGUAN
KARDIOVASKULER

Arteri Koroner

Arteriosklerosis
Iskemia
Angina Pektoris
Infark Miokardium

Gagal Jantung
Hipertensi
Syok Kardiogenik

Infeksi & Inflamasi Jantung

Endokarditis
Perikarditis
Miokarditis

Gangguan Katup & Otot


jantung
Disfungsi katup
Stenosis mitralis
Stenosis aorta
kardiomiopati

Hemodinamika Jantung

Gangguan konduksi
jantung

Disaritmia

Penyakit Jantung Bawaan

PENGGOLONGAN OBAT JANTUNG :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Kardiotonika
Antiangina
Antiaritmia
Diuretika
Antihipertensi
Vasodilatansia
Antihiperlipidemia
Antikoagulansia
Hematinika

1. KARDIOTONIKA
Yaitu glikosida glikosida jantung, yang
berkhasiat mempertinggi kontraktilitas jantung
hingga cardiac output (volume menitnya)
bertambah, sedangkan denyutnya dikurangi
(efek kronotop negatif). Kegunaan utamanya
adalah pada kelemahan otot jantung (myocard)
yang terjadi pada dekompensasi dan fibrilasi
serambi.

Termasuk kedalam golongan obat ini


adalah :
(1) Digitalis folium
Diperoleh dari digitalis pupurea dan digitalis lanata.
Pada terapi dengan digitalis, dikenal dua jenis dosis, yaitu
dosis digitalisasi (selama 1 6 hari pertama) dan dosis
pemeliharaan. Dosis ini sangat individual, tergantung
pada kepekaan seseorang terhadap glikosida jantung.
(2) Digoksin
Zat ini mulai bekerja setelah 2 4 jam dan bertahan
sampai 3 hari. Umumnya diberikan per oral. Dalam hati
mengalami biotransformasi menjadi metabolit
metabolit in aktif yang dileluarkan oleh ginjal.

(3) Digitoksin
Zat ini terutama digunakan pada terapi menahun dari
dekompensasi. Mulai kerjanya setelah 1 jam dan bertahan 2 3
minggu. Oleh karena itu bahaya kumulasi lebih besar.
(4) Quabain
Diperoleh dari biji tumbuhan Strophantus gratus. Mulai bekerjanya
setelah injeksi i.v. adalah lebih kurang 5 menit dan bertahan lebih
kurang 24 jam.
(5) Proscilaridin
Diperoleh dari glikosida Scillaren A yang terdapat dalam umbi
tumbuhan Scilla maritima. Disamping berkhasiat sebagai
kardiotonik, zat ini juga bersifat diuretik. Mulai bekerja setelah
penggunaan oral adalah lebih kurang satu jam, lama kerjanya
relatif singkat, sehingga risiko kumulasi ringan.

2. ANTIANGINA
Definisi : merupakan gejala utama

iskemia miokard yg terjadi bila tdp


ketidakseimbangan antara suplai o2
ke jtg dgn kebutuhan o2 jtg

Timbul nyeri yang khas dgn gejala


berupa : Serangan nyeri hebat di
bawah tulang dada yang menjalar ke
pundak, leher, rahang atau lengan
kiri atas

Jenis-jenis angina :
I. Angina Klasik
angina yg tidak mengalami perubahan dalam
frekuensi, kuat dan lamanya serangan dalam
beberapa bln observasi. serangan timbul pada
waktu penderita sedang melakukan kerja fisik.
Penyebab :

aterosklerosis dan spasme

stress / emosi

exposure udara dingin


iskemia jtg dg anemia

II. Angina Prinzmetal = Angina Variant


Timbul pada waktu istirahat antara tengah
malam dan pagi buta. Penyebab : spasme
koroner
III. Angina Crescendo = Angina tidak stabil

Serangan angina berulang dg frekuensi


dan lama serangan yg progresif (intensitasnya
terus meningkat). Serangan terjadi baik pd
istirahat maupun kerja fisik.

Nitrat

Beta
Blockers

Ca
Antagonis

I. Nitrat
1. NO3 kerja singkat
ex :
- gliseril trinitrat sublingual or spray yg mpy
durasi 30 menit.
- gliserol trinitrat transdermal yg brp plester
dgn durasi 24 jam.
2. NO3 kerja lama
lebih stabil dan efektif
ex : isosorbid dinitrat (ISDN) oral

II. Beta bloker

digunakan untuk profilaksis angina pektoris akibat


kerja fisik.

Mekanisme Kerja :
menghambat reseptor beta, shg menurunkan
frek.denyut jtg & kontraktilitas miokard, shg
kebutuhan oksigen miokard juga akan berkurang.

Ex : Propranolol
- Timolol
- Metoprolol
- Atenolol
- Asebutalol
- Metoprolol

MK :
Menghambat masuknya ion Ca ekstraselluler pada membran sel
jantung dan otot polos
Menimbulkan efek lgs inotropik dan kronotropik negatif dan
memperlambat konduksi AV

Vasodilatasi

Sediaan :

- Nifedipin
- Verapamil
- Diltiazem

3. ANTIARITMIA

adalah :
suatu kelainan dalam hal kecepatan, irama,
tempat asal atau gangguan konduksi yang
menyebabkan perubahan dalam urutan normal
aktivasi atrium dan ventrikel

7an : mencegah atau meniadakan gangguan--menormalkan frekuensi dan ritme pukulan


jantung.

Mekanisme Kerja : penurunan frekuensi jantung


(efek kronotrop negatif) dan mengurangi dayakontraksi nya (efek inotrop negatif)
Penanganan : tanpa obat (pembedahan dan
implantasi pacemakeralat pacu jantung)

Penggolongan :
1.

2.
3.
4.

Zat-zat stabilisasi membran = efek kinidin =


efek anestetik lokal
Beta blockers
K-chanels blockers
Antagonis kalsium

ZAT-ZAT
STABILISASI
MEMBRAN

Mk : mengurangi kepekaan membran sel jantung untuk rangsangan akibat


penghambatan pemasukan ion Na ke membran dan perlambatan depolarisasi.
Ex: kelompok kinidin (kinidin, disopiramida, beta-blokers, prokainamida), lidokain
(lidokain, mexiletin, fenotoin), propafenon (propafenon, flekainid, sotalol atau
amiodaron)

Zat perintang Mekanisme : mengurangi aktivitas saraf adrenergik di otot


jantung, sehingga frekuensi dan daya kontraksi jantung
reseptor betamenurun.
adrenergik atau
beta blokers- ex : timolol, propanolol.

K-channels
blokers

Mk : blokade saluran kalium, masa refrakter dan


lamanya aksipotensial diperpanjang.
Ex : amiodaron, sotalol dan bretylium.

Antagonis
Kalsium

Mk : penghambatan pemasukan ion Ca, antara lain


penyaluran impuls AV diperlambat dan masa refrakter
diperpanjang.
Ex : verapamil dan diltiazem

4. DIURETIKA
Zat-zat yang dapat
memperbanyak pengeluaran
urine (diuresis) akibat
pengaruh langsung
terhadap ginjal.

Fungsi ginjal :
memelihara kemurnian
darah dengan jalan
mengeluarkan semua zat
asing dan sisa metabolisme
dalam darah.
Memlihara homeostatis :
keseimbangan dinamis
antara cairan intra & ekstra
sel

PROSES DIURESIS :

Proses filtrasi Glomeruli


Filtrat (mengandung air & elektrolit)
Ditampung pada Kapsul Bowman
Disalurkan ke kandung kemih, melintasi saluransaluran (tubuli proksimal, lengkung henle, tubuli
distal dan saluran pengumpul (ductus colligens))

Mekanisme Kerja : Mengurangi reabsorbsi ion-ion Na+


,sehingga pengeluarannya bersama air diperbanyak.

Penggolongan

Diuretik kerja
umum

Diuretik kerja
kuat
(lengkungan)

Diuretik kerja
sedang
(saluretika)

Diuretik kerja
khusus

Diuretik kerja
lemah (hemat
kalium)

Diuretik
osmotika

Perintang
karbo-anhidrase

1. Diuretika kerja umum :


a. Kerja Kuat (diuretika lengkungan)
- contoh : Furosemida, Bumetanida, asam etakrinat
- kerja cepat, tapi singkat, hanya 4-6 jam.
- 20% jumlah ion Na+ dalam filtrat dieksresi.
- penggunaan : keadaan akut (udem otak/paru2)
b. Kerja sedang (diuretika saluretika)
- contoh : Hidroklorthiazida, Klortalidon, Klopamida, Indapamida.
- mengekskresi 5%-10% ion Na+ dalam tubuli distal bagian depan
- penggunaan : pemeliharaan hipertensi/macam2 udem
c. Kerja lemah (diuretika hemat kalium)
- contoh : Spironolakton, Amilorida, Triamteren
- sedikit mengekskresi ion Na+ (kurang dari 5%) pada tubuli distal
bagian atas.

2. Diuretika kerja khusus


a. Diuretika Osmotika
- contoh : Manitol, sorbitol, gliserol, ureum.
- tekanan osmotik ultra filtrat dipertinggi, kadar Na+ menurun
dalam cairan tubuh.
- kejelekan :
* ureum : daya kerja lemah, rasa tidak enak, gangguan usus.
* manitol & sorbitol : hanya sec. parenteral (i.v) dan
menyebabkan udema paru-paru
b. Diuretika perintang karbo-anhidrase
- contoh : Asetazolamida, Diklofenamida
- kerja : merintangi enzim karbo-anhidrase di sel-sel tubuli,
sehingga ion-ion HCO3-, Na+ dan K+ dieksresi bersama air.
- Penggunaan sekarang hanya pd glaukoma, untuk mengurangi
produksi cairan dalam mata

Penggunaan :
Udema

Hipertensi
Penggunaan
:
Diabetes insipidus
Udema
Batu ginjal
Hipertensi
Diabetes insipidus
Batu ginjal

Efek Samping :
Hipokalemia

Hiperurikemia
Efek
Samping :
Hiperlipidemika
Hipokalemia
Hipoatremia dan
Hiperurikemia
alkalosis
Hiperlipidemika
Gangguan lain
Hipoatremia dan
alkalosis
Gangguan lain

JENIS HIPERTENSI
HTN
essensial
(Primer)
HTN
non-essensial

(sekunder)

Penyebab tdk diketahui scr pasti


Namun diduga kuat riwayat keluarga.
Faktor yg mempengaruhi : usia, jenis
kelamin, merokok, kolesterol, BB.

Disebabkan penyakit ginjal, pembuluh


darah ke ginjal, kelainan endokrin,
obat (kortikosteroid, pil KB,
antidepresan).
34

GEJALA HIPERTENSI
35

Sering pusing
Kencang di sekitar
tengkuk
Sering berdebar
Sering berkeringat

Sebagian besar tdk


merasakan gejala
apapun,diagnosa
ditegakkan berdasarkan
hasil pengukuran TD

KATEGORI

DIASTOLIC
(mmHg)

SYSTOLIC
(mmHg)

Optimal

< 120

dan

< 80

Normal

< 130

dan

< 85

130 - 139

atau

89 - 89

stage 1 : mild

140 - 159

atau

90 - 99

stage 2 : mod

160 - 179

atau

100 - 109

> 180

atau

> 110

> 140

dan

< 90

High normal
Hipertensi

stage 3 : severe
Isolated systolic HTN ( ISH )

36

FAKTOR RESIKO
39

Dapat dimodifikasi
- merokok
- dislipidemia
- alkohol
- obesitas (BB)
- diet tinggi garam
- DM
- Exercise
Terapi non farmakologi

Tdk dpt dimodifikasi


- pria / wanita
- post menapouse
- riwayat keluarga
- suku bangsa
- umur > 60 th

Obat-obat Hipertensi :
1.
2.
3.
4.
5.

Diuretik
Alfa-receptor blockers
Beta-receptor blockers
Antagonis kalsium
Penghambat ACE dan
AT II receptor blockers

6.

Vasodilator

Contoh : Hidroklorthiazida (HCT),


spironolakton, amilorid, triamteren.
Mekanisme : meningkatkan
pengeluaran air dari tubuh
Contoh : prazosin, terazosin dan doxazosin
Mekanisme : menghambat pengambilan
katekolamin pada sel otot halus,
menyebabkan vasodilasi dan menurunkan
tek.darah.
Contoh : asebutolol, bisoprolol, carvediol,
pindolol, propanolol, dll
Mekanisme : memblok reseptor adrenergik. Blokade reseptor ini
mengakibatkan peniadaan atau penurunan
kuat aktivitas adrenalin dan noradrenalin
(NA)

Contoh : captopril, lisinopril, enalapril.


Mekanisme : menghambat perubahan
angiotensin I menjadi angiotensin II,
dimana angiotensin II adalah
vasokonstriktor poten yg juga merangsang
sekresi aldosteron.

Contoh : Nifedipine, verapamil,


diltiazem
Mekanisme : menghambat
pemasukan calsium dlm myocard
mencegah kontraksi dan vasokonstriksi

Contoh : Losartan, valsartan


Mekanisme : memperlebar
pembuluh dan menghambat
angiotensi II dari semua jalan.

1.

Non-farmakologi
Mengidentifikasi dan mengurangi faktor resiko
seperti :

a.

Merokok
Dislipidemia
Diabetes mellitus (DM)
Aktivitas fisik yang kurang
Obesitas (BMI 30 kg/m2) dan penyakit jantung

Modifikasi gaya hidup :

a.

Menurunkan BB
Membatasi konsumsi alkohol
Meningkatkan aktivitas fisik aerobik (30-45 menit/hr)
Mengurangi asupan garam (2,4 g Na atau 6 g NaCl/hr)
Mempertahankan asupan kalium
Berhenti merokok dan mengurangi asupan
lemak/kolesterol dalam makanan

VASODILATANSIA

Arterosklerosis : gangguan arteri yang paling


sering terjadi dimana pembuluh arteri menyempit
dan hilang kelenturannya.
Penyempitan ini menimbulkan iskemia : keadaan
kekurangan darah dalam jaringan yang pada :
Jantung : angina pectoris
Otak : kemunduran intelegensia atau dementia.

Penggolongan Vasodilator :
1.

-bloker :
-

2.

-adrenergika :
-

3.

Kerja : merintangi reseptor alpha sehingga memperlemah


daya vasokonstriksi noradrenalin terhadap arteriol.
Contoh : Prazosin, Buflomedil, Kodergokin.
Kerja : menstimulasi reseptor beta adrenergik di arteriola
dengan efek vasodilator di bronchia dan otot
Contoh : Isoxuprin

Antagonis kalsium :
-

Kerja : memblok saluran kalsium di sel otot jantung dan


otot polos pembuluh sehingga menghindarkan kontraksi
dengan efek vasodilatasi di arteriola.
Contoh : Nifedipine, Bensiklan, Flunarizin, Sinarizin.

4.

Derivat nikotirat :
-

5.

Kerja : mendilatasi pembuluh kulit muka, leher dan


otot lengan sedangkan penyaluran darah ke bagian
bawah tubuh justru berkurang, sehingga zat ini
kurang berguna pada gangguan sirkulasi di betis /kaki
dan lebih efektif pada kulit.
Contoh : Nikotinil alkohol, inositol nikotinat,
tokoferol nikotinat.

Obat-obat lain :
- contoh : Iloprost, Pentoksifilin, ekstrak Ginko
Biloba

Faktor Resiko gangguan pembuluh perifer :

Merokok
Diabetes
Kolesterol tinggi
Hipertensi (memperburuk keluhan yang sudah ada)

Efek Samping :
Hipotensi : pusing, nyeri kepala berdenyut-denyut
Takhikardia reflektoris : jantung berdebar,
perasaan panas pada muka (flushing) dan gatalgatal
Gangguan lambung usus : nausea & vomiting
Pengatasan : diminum p.c

7. ANTIHIPERLIPIDEMIA

Golongan obat yang digunakan menurunkan kadar


lipid darah yang melebihi ambang batas normal.
Trigliserida
Lipid
darah

Kolesterol
Fosfolipida

Lipid yang terikat dengan protein plasma : lipoprotein

Kelompok Lipoprotein :
Khilomikron
VLDL (Very Low Density Lipoprotein)
LDL (Low Density Lipoprotein)
HDL (High Density Lipoprotein)
HDL : untuk menghilangkan kolesterol yang tertimbun dari aliran
darah dan membawanya ke hati. Mampu melindungi terhadap
aterosklerosis (pengerasan)

Peningkatan kadar lipoprotein darah =


Hiperlipoproteinemia. Berikut tipe nya :
Tipe

Sifat LIpoprotein

Istilah

Khilomikron bertambah banyak

Hiperkhilomikronemia

II a

LDL bertambah banyak

Hiper beta lipoproteinemia

II b

LDL dan VLDL bertambah banyak

Hiper beta dan pre beta


lipoproteinemia

III

Abnormalitas LDL

Broad beta disease

IV

VLDL bertambah banyak

Hiper pre beta lipoproteinemia

Klasifikasi lipid darah :


Lipid
Kolesterol

Nilai
Normal
(mg/dL)
150 - 240

Trigliserida 40 - 190

Tingkat Resiko PJK


Rendah
(mg/dL)
< 200

Sedang
(mg/dL)
200 - 240

Tinggi
(mg/dL)
> 240

Bervariasi > 190


sesuai umur

Lipoprotein
LDL

60 160

< 130

130 - 159

> 160

HDL

29 - 77

> 60

35 - 50

< 35

Penanganan :

Diet : pengurangan konsumsi lemak jenuh


Konsumsi lemak tak jenuh
Pengurangan konsumsi kolesterol
Meningkatkan konsumsi buah-buahan segar, sayur,
biji-bijian utuh
Penurunan BB

Farmakoterapi :
1.
2.
3.
4.
5.

6.

Niasin atau Asam nikotinat (vitamin B7)


Derivat asam fibrat
Resin pengikat asam empedu
Probukol
Inhibitor HMG-CoA (Hidroksimetilglutaril koenzim
A) Reduktase
Minyak ikan

1. Niasin atau Asam nikotinat (vitamin B7)

MK : menghambat lipolisis trigliserida menjadi asam


lemak bebas.
Digunakan untuk menurunkan kadar trigliserida
(dalam VLDL) dan kolesterol (dalam VLDL dan LDL)
Pada Hiperlipoproteinemia tipe Iib dan IV dengan
VLDL dan LDL yang meningkat
ES : kemerahan kulit, pruritus, mual & sakit
abdomen, hiperurikemia, toleransi glukosa &
hepatotoksik.

2. Derivat Asam Fibrat

Fibrat, klofibrat, bezafibrat, gemfibrozil


Menurunkan kadar trigliserida darah, sedikit
menurunkan kolesterol.
MK : memacu aktivitas lipase lipoprotein, sehingga
menghidrolisis trigliserida pada khilomikron dan
VLDL.
ES :
Efek

gastrointestinal
Litiasis (pembentukan batu empedu)
Miositis

3. Resin Pengikat Asam Empedu

Contoh : Kolesteramin, Kolestipol.


MK : obat ini merupakan resin penukar ion yang
bersifat basa, mempunyai afinitas tinggi terhadap
asam empedu. Asam empedu akan diikat oleh resin
ini, membentuk senyawa yang tidak larut dan tidak
dapat direabsorbsi untuk selanjutnya dieksresi
melalui feses.
Penggunaan : pada hiperlipidemia tipe II a & II b
(kombinasi diet & niasin)

4. Probukol

MK : menghambat oksidasi kolesterol, sehingga


terjadi penguraian LDL-kolesterol yang teroksidasi
makrofag.
Obat ini menurunkan kadar HDL dan LDL --- tidak
disukai. Tapi sifat antioksidanya penting dalam
menghambat aterosklerosis.
Penggunaan : hiperkolesteromania tipe II a dan II b.
digunakan jika yang lain tidak efektif.

5. Inhibitor HMG-CoA Reduktase

Contoh : Lovastatin, Pravastatin, Simvastatin,


Fluvastatin.
MK : menghambat enzim HMG CoA reduktase
dalam sintesis kolestrol, dengan demikian akan
meningkatkan penguraian kolesterol intrasel
sehingga mengurangi simpanan kolesterol intrasel.
Penggunaan : penurunan kolesterol plasma
ES : kelainan biokimiawi fungsi hati & miopati

6. Minyak Ikan

Bermanfaat dalam pengobatan hipertrigliseridemia


berat.
Minyak ikan kaya akan trigliserida laut omega-3

8. ANTIKOAGULANSIA

Pembentukan suatu trombus berlangsung melalui tiga


tahap,
(1)
(2)
(3)

pemaparan darah pada suatu permukaan trombogenik


vaskuler yang rusak.
suatu rangkaian peristiwa yang terkait dengan
trombosit.
pengaktifan mekanisme pembekuan dengan sutu peran
penting bagi trombin dalam pembentukan fibrin.
Trombin sendiri merupakan suatu perangsang agragasi
dan adhesi patelet yang sangat kuat. Sekali terbentu,
trombus mungkin dipecah oleh fibrinolisis-terangsang
plasmin.

Antikoagulan
1). Antikoagulan parenteral
a) Heparin : antikoagulasi dengan cepat, namun mempunyai masa
kerja yang singkat.
Contoh : Heparin, kodenya 6-243
b) Heparin bobot molekul rendah : selektif dan seaman heparin
standar dalam pencegahan tromboembolisme vena. Namun, pada
praktek ortopedi golongan heparin ini mungkin lebih selektif.
Anoksaparin
Heparinoid, kodenya 6-342

2) Antikoagulan oral

Antikoagulan oral mengantagonisasi efek vitamin K, dan perlu paling tidak


48-72 jam untuk efek antikoagulannya berkembang sempurna. Jika efek
yang segera diperlukan, heparin harus diberikan bersama. Efek samping
utama semua antikoagulan oral adalah pendarahan

Natrium warfarin, kodenya 6-420

Protamin sulfat, kodenya 6-452

b. Antiplatelet

MK : mengurangi agragasi platelet, sehingga dapat menghambat


pembentukan trombus pada sirkulasi arteri, dimana trombi terbentuk melalui
agragasi platelet dan antikoagulan menunjukkan efek yang kecil.

Asetosal

Dipiridamol, kodenya 7-244

c. Fibrinolitik
Fibrinolitik yang bekerja sebagai trombolitik dengan cara
mengaktifkan plasminogen utnuk membentuk plasmin, yang lebih
lanjut mendegradasi fibrin dan dengan demikian memecah
trombus.
Alteplase
Streptokinase,
Urokinase

d. Hemostatik dan antifibrinolitik


Defisiensi faktor pembekuan darah dapat menyebabkan
pendarahan.
Fraksi faktor VIII
Fraksi faktor IX
Aprotinin
Etamsilat Asam traneksamat

9. HEMATINIKA

obat-obat yang khusus digunakan untuk merangsang atau


memperbaiki proses pembentukan sel darah merah (erythropoesis).
Sel darah merah dibentuk dalam sumsum tulang yang pipih. Untuk
itu dibutuhkan zat besi, vitamin B12 dan asam folat.
Zat besi untuk membentuk hemoglobin, vitamin B12 dan asam
folat untuk membentuk sel darah merah. Zat tersebut diperoleh
dari makanan dan ditimbun dalam jaringan, terutama hati dan
sumsum tulang.
Anemia adalah keadaan dimana kadar Hb dan atau eritrosit
berkurang. Orang dikatakan menderita anemi bila kadar Hb
kurang dari 8 mmol/liter pada pria atau 7 mmol/liter pada
wanita.

Anemia
Sekunder/micro
cyter/
ferriprive

Disebabkan oleh kekurangan zat besi


Tanda kadar Hb dibawah normal (hypochrom),
eritrosit lebih kecil (microcyter).

Anemia Primer/
megaloblaster/
pernisiosa

Disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 atau asam folat,


Tanda sel darah merah membesar (macrocyter) dengan
kadar Hb normal atau lebih tinggi (hyperchrom).

Anemia
lainnya

Tidak ada hubungannya dengan kekurangan zat


besi atau vitamin.
* Anemia aplastis, yaitu eritrosit atau unsur darah
lainnya tidak terbentuk. Penyebabnya antara lain
karena faktor keturunan , rusaknya sumsum tulang
* Anemia haemolitis, yaitu eritrosit dirusak, Hb
dilarutkan dalam serum dan diekskresikan lewat
urin, misalnyapada malaria tropika.

Pengobatan

Tentukan terlebih dahulu jenis anemianya


Anemi ferriprive : pemberian preparat zat besi, sedangkan
penyebabnya mungkin tetap ada misalnya tumor atau
borok lambung yang juga harus diobati, sebab bila hanya
memberi preparat zat besi tanpa mengobati penyebabnya,
anemi tidak akan dapat diatasi. Pada anemi pernisiosa,
asam folat tidak dapat diberikan

Zat zat anti anemi


a) Asam folat
Sumbernya sayuran berwarna hijau, hati, ragi, buah
buahan.
(b) Zat besi (Fe)
Dalam makanan, zat besi terikat sebagai ferri kompleks,
tetapi dalam lambung diubah menjadi ferro klorida.
Kebutuhan zat besi sehari 1-2 mg. Gejala kekurangan
zat besi seperti anemi hipokrom, yaitu pucat, letih dan
lesu, jari-jari dingin, jantung berdebar, nyeri lidah, kuku
dan kulit keriput. Defisiensi ini dapat diobati dengan
pemberian garam-garam ferro per-oral, misalnya ferro
fumarat, ferro sulfat, ferro klorida, dan lainnya.

(c) Vitamin B12(Cyanocobalamin)


Sumber dari hewani : hati, daging, telur, susus, dalam
bentuk ikatan dengan protein.
Kebutuhan orang sehari 2-5 mcg. Setelah diserap
vitamin B12 diangkut dan ditimbun dalam hati yang
secara bertahap dilepas sesuai kebutuhan tubuh.
Defisiensi vitamin B12 dengan gejala-gejala
megaloblaster, nyeri lidah, degenerasi otak, sumsum
tulang, depresi psikis.
Pengobatan terutama dengan injeksi, oral vitamin B12
dengan kombinasi instrinsic factor (serbuk pylorus).