Anda di halaman 1dari 3

Struktur atas (super structure), yaitu semua bagian jembatan atas tumpuan yang terdiri

dari tumpuannya sendiri, balok utama longitudinal atau stringer/grder, sistem lantai dan pengaku
(bracing/stiffener). Bagian-bagian sekunder lain adalah parapet, dinding railing, anti kembang
susut, alat sambung dek dan sebagainya.

Komponrn-komponen bangunan atas, yaitu:


Lampu penerangan
Selain berfungsi untuk penerangan di daerah jembatan pada malam hari juga dapat berfungsi
untuk penambah estetika
Trotoar
Trotoar berfungsi untuk melayani pejalan kaki sehingga member rasa aman, baik bagi pejalan
kaki maupun pengguna jalan lain.

Sandaran (railing)
Sandaran merupakan pembatas pada pinggiran jembatan, sehingga memberikan rasa aman bagi
pengguna jembatan yang melewatinya. Konstruksi jembatan terdiri dari:
Tiang sandaran (rail post)
Tiang sandaran biasanya terbuat dari beton untuk jembatan dengan girder atau profil baja.
Sandaran (hand rail)
Sandaran biasanya terbuat dari pipa besi, kayu, beton bertulang
Saluran drainase
Saluran drainase berfungsi sebagai saluran pembuangan air hujan diatas jembatan.

Gelagar Induk / Utama ( Primary Members )


Gelagar induk mendistribusikan beban-beban secara longitudinal dan biasanya didesain pada
prinsipnya untuk menahan lendutan. Gelagar tipe balok (beam) biasa disebut dengan istilah
stringer atau girder. Bagian atas gelagar sebaiknya diberi isian agar pelat lantai jembatan tidak
langsung kontak dengan gelagar. Untuk bentangan jembatan yang besar, gelagar dapat dibuat
berbentuk kotak (box) dengan struktur beton pratekan.
Gelagar Sekunder ( Secondary Members )
Gelagar sekunder merupakan pengikat antar gelagar induk yang didesain untuk menahan
deformasi melintang (cross-sectional) dari rangka (frame) struktur atas dan membantu
pendistribusian bagian dari beban vertikal antara gelagar utama (stringers). Gelagar sekunder
dapat berupa diafragma, atau ikatan silang yang dipasang pada bagian atas dan bagian bawah
gelagar utama untuk menahan deformasi lateral, sehingga disebut juga sebagai lateral bracing.
Lantai (Deck)
Lantai merupakan luasan fisik dari jalan raya melintasi rintangan yang harus dijembatani. Fungsi
utama dari lantai ialah untuk mendistribusikan beban-beban sepanjang potongan melintang
jembatan (transversely). Lantai dapat bertumpu pada atau merupakan bagian yang terintegrasi
pada suatu rangka atau sistem struktural lainnya yang didesain untuk mendistribusikan bebanbeban sepanjang bentang jembatan (longitudinally).
Lapisan Permukaan / Perkerasan ( Wearing Surface)
Berfungsi menahan kontak dengan kendaraan yang melintas di atas jembatan. Dalam banyak
tinjauan lapisan permukaan / perkerasan merupakan lapisan yang terpisah dari struktur jembatan
yang terbuat dari material aspal. Ketebalannya bervariasi antara 3 cm hingga 5 cm, namun
demikian, ketebalan ini seringkali dapat lebih besar dari pada kisaran angka tersebut di atas. Hal
tersebut dikarenakan adanya tindakan pelapisan kembali (overlay) yang dilakukan berulang kali
sepanjang usia jembatan.
Perletakan ( Bearings )

Dudukan / landasan merupakan sistem mekanikal yang menyalurkan beban vertikal dari
bangunan atas ke bangunan bawah. Kegunaan dan fungsi dari dudukan / landasan bermacammacam, sebagian besar tergantung pada ukuran dan konfigurasi dari jembatan. Perletakan yang
memfasilitasi kedua gerakan rotasi dan translasi longitudinal disebut sebagai Expansion
Bearings, dan yang hanya memfasilitasi gerakan rotasi saja disebut sebagai Fixed Bearings.
Sambungan Siar Muai (Expansion Joint)
Sambungan

Siar

Muai

merupakan

bagian

struktur

bangunan

atas

yang

berfungsi

menyambungkan bangunan atas dengan bangunan atas lain, atau dengan bagian ujung jembatan
atau pilar. Sambungan siar muai berfungsi sebagai bagian struktur yang dapat menahan
pergerakan horisontal, vertikal atau rotasi yang ditimbulkan oleh struktur bangunan atas akibat
beban dinamis, temperatur atau muai susut.