Anda di halaman 1dari 13

PENGUJIAN KETAHANAN AIR

WATER BATCH TESTER

I.

TUJUAN PERCOBAAN
Setelah melakukan percobaan ini, diharapkan mahasiswa mampu mengetahui
ketahanan air dari suatu sampel karet.

II.

ALAT DAN BAHAN


1. Alat yang digunakan
Water batch tester
2. Bahan yang digunakan
Karet yang telah divulkanisasi (kompon)

III.

2 buah

DASAR TEORI
Seiring perkembangan zaman kebutuhan manusia secara terus menerus akan
meningkat sesuai berjalannya waktu. Berbagai kebutuhan sehari-hari pun terus
dikembangkan agar manusia dapat menggunakan dengan efisien sesuai
kebutuhan. Salah satu alat atau benda yang sangat dipergunakan oleh manusia
berbahan dasar dari karet.
Karet merupakan hasil bumi yang bila diolah dapat menghasilkan berbagai
macam produk yang amat dibutuhkan dalam kehidupan. Teknologi karet sendiri
semakin berkembang dan akan terus berkembang seiring berjalannya waktu dan
akan semakin banyak produk yang dihasilkan dari industri ini. Ada dua jenis karet
yang biasa digunakan dalam industri yaitu karet alam dan karet sintesis. Karet
alam (natural rubber) merupakan air getah dari tumbuhan Hevea brasiliensis,
yang merupakan polimer alam dengan monomer isoprena, sedangkan karet
sintetis sebagian besar dibuat dengan mengandalkan bahan baku minyak bumi.

Perkembangan teknologi karet yang sangat luas ini, menuntut agar di masa
yang akan datang manusia dapat menggunakan karet sebaik dan seefisien
mungkin. Bukan hanya sedikit melainkan banyak sekali kebutuhan manusia yang
menggunakan karet, seperti pakaian, kebutuhan rumah tangga, transportasi, bahan
bangunan dan lain lain. Oleh sebab itu kita perlu mengetahui hal-hal apa saja yang
berkaitan dengan karet tersebut. Salah satunya yang harus kita ketahui adalah
teknik pembuatan karet itu sendiri dan bagaimana cara meningkatkan kualitas
karet tersebut.
Cara meningkatkan kualitas suatu karet ialah dengan cara vulaknisasi karet.
Vulkanisasi adalah proses pembentukan ikatan silang (cross-linking) kimia dari
rantai molekul yang berdiri sendiri, meningkatkan elastisitas dan menurunkan
plastisitas. Reaksi ini dapat terjadi jika di dalam molekul-molekul karet berkontak
dengan bahan-bahan tertentu, seperti: sulfur dan peroksida.
Maka dari itu vulkanisasi karet sangat amat penting bagi pembentukan suatu
karet agar tercapai kualitas karet yang diinginkan dan yang terpenting dapat
berguna bagi masyarakat luas.
Water batch ini digunakan untuk pengujian ketahanan air dari karet
kompon,plastic,dan

kulit

sintetis.Pengujian

dengan

temperature

yang

menggunakan control waktu,mampu melakukan pengujian yeng sesuai dengan


semua standar pengujian.Misalnya ASTM,ISO,dan lain-lain.
Karet merupakan bahan alam dan umumnya sebagai poliisoprena (polimer
dari 1,2 isoprena). Karet merupakan getah yang berasal dari pohon karet yang
menyerupai susu (lateks) dengan komposisi 28% karet,60% air,sedangkan sisanya
berupa garam-garam organic,dammar,zat telur,dan gula. Ada dua jenis karet yang
biasa digunakanndi industry yaitu karet alami dan karet sintetis. Karet Alam
(Natural Rubber) merupakan air dari tumbuhan Havea Brasilliensis, yang
merupakan karet alam dengan monomer isoprena,sedangkan karet sintetis
sebagian besar dibuat dengan cara mengandalkan bahan baku minyak bumi.
Saat ini jumlah produksi dan konsumsi karet alam jauh dibawa karet sintetis.

Kedua jenis ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karet


alam memiliki daya elastic atau daya lenting yang sempurnah, memiliki plastisitas
yang baik,tidak mudah panas,dan memiliki daya tahan yang tinggi terhadap
keretakan. Keret sintetis lebih tahan terhadap berbagai jenis bahan kimia dan
harganya

lebih

stabil.

Untuk

merubah

sifat

fisik

karet

dilakukan

vulkanisasi.Vulkanisasi adalah proses pembentukan ikatan silang kimia dari rantai


molekul yang berdiri sendiri,meningkatkan elastisitas dan menurunksn plastisitas.
Suhu adalah factor yang cukup penting dalam proses vulkanisasi,namun tanpa
adanya pemanasan karet akan tetap dapat divulkanisasi.
Karet Kompon
Industri Karet alam maupun karet sintetik tidak dipergunakan dalam keadaan
mentah, antara lain karena tidak kuat dan sebagian mudah teroksidasi. Selanjutnya
karet mentah mengalami perubahan bentuk yang tetap bila ditarik atau ditekan,
yaitu tidak bisa kembali kebentuk semula. Dengan kata lain karet mentah tidak
elastis. Karet yang tidak elastis cenderung sulit untuk dimanfaatkan lebih jauh,
oleh karena itu karet mentah harus terlebih dahulu diproses dengan perlakuanperlakuan tertentu serta penambahan bahan-bahan kimia tertentu untuk
memperoleh suatu kompon. Kompon merupakan campuran karet dengan bahanbahan kimia yang mempunyai komposisi tertentu dengan cara pencampuran
digiling pada suhu tertentu, kompon karet dapat dibuat pada mesin giling 2 rol
atau pada mesin pencampur tertutup (Banbury mixer, Internal mixer).
Pembuatan kompon karet adalah ilmu dan seni untuk menyeleksi dan
mencampur jenis karet mantah dan jenis-jenis bahan kimia karet, sehingga
diperoleh kompon karet yang setelah dimasak, dapat dihasilkan barang jadi karet
dengan sifat-sifat fisik yang di butuhkan.

Pada pembuatan kompon karet ada 3 faktor yang perlu diperhatikan, yaitu
sifat kompon, karakteristk pengolahan dan harga. Kompon karet selain karet
mentah pada umumnya mengandung 8 atau lebih jenis bahan kimia karet. Setiap
jenis bahan tersebut memiliki fungsi spesifik dan mempunyai pengaruh terhadap
sifat, karakteristik pengolahan dan harga dari kompon karetnya, bahan kimia
tersebut adalah:

Bahan Pemvulkanisasi
Adalah bahan kimia yang dapat bereaksi dengan gugus aktif pada molekul
karet membentuk ikatan silang tiga dimensi. Bahan pemvulkanisasi yang
pertama dan paling umum digunakan adalah belerang(sulfur), khusus
digunakan untuk memvulkanisasi karet alam atau karet sintetis jenis SBR,
NBR, BR, IR, dan EPDM.

Bahan Pencepat
Adalah bahan kimia yang digunakan dalam jumlah sedikit bersama-sama
dengan belerang untuk mempercepat reaksi vulkanisasi. Bahan pencepat yang
digunakan dapat berupa satu atau kombinasi dari dua atau lebih jenis
pencepat.
Pencepat dikelompokkan berdasarkan fungsinya sebagai berikut;
a. Pencepat primer :
o Thiazol (semi cepat), contoh: MBT, MBTS
o Sulfenamida (cepat-ditunda), contoh: CBS
b. Pencepat sekunder :
o Guanidine (sedang), contoh : DPG, DOTG
o Thiuram (sangat cepat), contoh : TMT, TMTD
o Dithiokarbonat (sangat cepat), contoh : ZDC
o Dithiofosfat (cepat), contoh : ZBPP

Bahan Penggiat
Adalah bahan kimia yang ditambahkan kedalam sistim vulkanisasi dengan
pencepat untuk menggiatkan kerja pencepat. Penggiat yang paling umum
digunakan adalah kombinasi antara ZnO dengan asam stearat.

Bahan Antidegradant
Adalah bahan kimia yang berungsi sebagai anti ozonan dan anti oksidan, yang
melindungi barang jadi karet dari pengusangan dan meningkatkan usia
penggunaanya. Contoh : wax (anti ozonan), senyawa amina dan senyawa
turuna fenol (ionol).

Bahan Pengisi
Bahan pengisi ditambahkan kedalam kompon karet dalam jumlah yang cukup
besar dengan tujuan untuk meningkatkan sifat fisik, memperbaiki karakteristik
pengolahan tertentu dan menekan biaya. Bahan pengisi dibagi dalam dua
golongan besar yaitu bahan pengisi yang bersifat penguat, contoh carbon
black, silica, dan silikat serta bahan pengisi yang bukan penguat, contoh
CaCO3, kaolin, BaSO4 dan sebagainya.

Bahan Pelunak (Softener)


Adalah bahan yang berfungsi untuk melunakkan karet mentah agar mudah
diolah menjadi kompon karet. Jenis bahan pelunak antara lain jenis aromatic,
naftenik, parafinik, ester dan sebagainya.

Bahan Kimia Tambahan


Bahan ini ditambahkan kedalam kompon karet dengan tujuan tertentu dan
sesuai dengan kebutuhan, misalkan :

Bahan

pewarna,

Bahan

Penghambat

(inhibitor),

Bahan

pewangi,

Bahan peniup (blowing agent), Bahan bantu olah (homogenizer, peptizer,


senyawa pendispersi, tackifier dan sebagainya).
Pada penyusunan formulasi kompon yang paling penting adalah menetukan
jenis atau campuran karet mentah. Kemudian ditentukan jenis bahan pengisi.
Setelah itu ditentukan sistim vukanisasinya kombinasi bahan pemvulkanisasi,
bahan pencepat dan penggiat. Terkahir ditentukan bahan-bahan kimia tambahan
yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan tergantung jenis proses selanjutnya dan
barang yang akan dibuat. Pada proses pencampuran kompon karet biasanya
menggunakan alat pencampur (mixer) dapat berupa internal mixer (mesin giling
tertutup) atau mesin giling terbuka (open mill). Alat yang paling sederhana adalah
mesin giling terbuka yang terdiri dari dua rol keras dan permukaanya licin.
Kecepatan berputar kedua rol berbeda (penggilangan dengan friksi). Lebar celah
diatara dua rol dapat diatur dan disesuaikan dengan banyaknya kompon dan
keadaan kompon, sebelum proses pencampuran, karet mentah terlebih dahulu
dilunakkan yang disebut dengan proses mastikasi yang bertujuan untuk mengubah
karet padat dan keras menjadi lunak (viskositas berkurang) agar proses
pencampuran dengan bahan kimia mneghasilkan dispersion yang merata
(homogen).
Pencampuran dimulai setelah karet menjadi plastis dan suhu rol hangat. Celah
dua rol (nip) diatur sedemikian rupa sampai diperoleh tumpukan material diatas
rol yang disebut bank, kemudian bahan kimia bentuk serbuk segera ditambahkan
kecuali belerang. Penggulungan dan pemotongan juga dilakukan. Penambahan
bahan pengisi dilakukan sedikit demi sedikit. Langkah terkahir adalah pemasukan
belerang. Setelah semua bahan kimia tercampur, kompon karet yang dihasilkan
dipotong dan dikeluarkan dari gilingan, kemudian dimasukkan gilingan lagi untuk
dibentuk menjadi bentuk lembaran dengan ketebalan sesuai dengan kebutuhan.

Setalah tahap pembuatan kompon selesai tahap selanjutnya untuk membuat


barang

karet

adalah

tahap

pemberian

bentuk

dan

proses

vulkanisasi

(pematangan).Proses pemberian bentuk adalah salah satu cara pemberian bentuk


terhadap kompon karet adalah dengan cara cetak tekan (pres moulding) dimana
kompon karet dibentuk dalam acuan (cetakan) dan sekaligus dimasak dalam
mesin kempa vulkanisasi (pres vulaknisasi). Pada mesin kempa vulaknisasi
tunggal terapat satu pasang plat tebal datar yaitu plat atas dan bawah. Kedua plat
datar tersebut pada bagian dalamnya terdapat alur yang dapat dialirkan uap jenuh
atau dipasang elemen listrik sebagai sumber panas. Plat atas tidak dapat bergerak,
sedang plat bawah dipasang pada kempa hirolik sehingga sehingga dapat
digerakkan keatas kebawah. Dengan memompa minyak dari tangki minyak
kedalam silinder hidrolik, maka plat bawah akan ditekan keatas. Tekanan minyak
dapat mencapai 100-150 kg/cm2. sebaliknya dengan mengeluarkan minyak dari
selinder kempa hidrolik, kempa bawah akan kembali turun.
Pada mesin kempa vulkanisasi, kompon karet diberi bentuk dan divukanisasi
pada mesin yang sama. Proses vulkanisasi adalah proses pemasakan karet mentah
menjadi vulkanisat. Vulkanisasi merupakan proses irreversible (tidak dapat balik)
yang menggabungkan rantai-rantai molekul karet secara kimiawi dengan molekul
belerang membentuk ikatan tiga dimensi. Sehingga karet mentah yang semula
plastis setelah vulaknisasi berubah menjadi elastis, kuat dan ulet. Salah satu syarat
yang harus dimiliki karet agar dapat divulaknisasi dengan belerang adalah
memiliki ikatan rangkap pada rantai utamanya. Sistim vulkanisasi belerang yang
dipercepat dapat diterapkan untuk jenis-jenis karet yang memiliki ikatan rangkap
yaitu: Untuk keperluan umum: karet alam (NR), Isoprene Rubber (IR),
Polibutadiene

Rubber

(BR)

dan

karet

stiren/butadiene

Rubber

(SBR)

Untuk keperluan khusus : Karet Nitril (NBR), Karet Butil (IIR), Karet Bromo
Butyl (BIIR), Chlorobutil (CIIR) dan Karet Ethylene Propylene Diene Monomer
(EPDM).

Vulkanisasi karet alam biasanya dilakukan pada suhu sekitar 1500C dan suhu
lebih tinggi (1550C-1600C) untuk karet sintetis (SBR dan IIR). Untuk
memperoleh vulkanisat yang dapat matang sempurna yaitu yang memiliki sifat
fisika optimum, maka kompon karet dalam cetakan harus dikempa (ditekan) pada
tekanan, suhu dan waktu vulkanisasi tertentu.
IV.

PROSEDUR PERCOBAAN

1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan


2. Memasukkan air aquadest ke dalam water batch tester sebanyak kurang lebih
bagian.

3. Mengukur dan menimbang sampel


4. Memasukkan sampel ke dalam water batch tester dan menutupnya lalu
menekan tombol ON

5. Mengeset temperature pada alat water batch tester pada suhu 90 0C


6. Mengeset waktu pada alat water batch tester selama 60 menit
7. Menghidupkan

motor

reducer

untuk

menyeimbangkan

temperature

pemanasan.

8. Setelah pengoperasian selesai dan suhu mencapai 90 oC selama 60 menit.


Mematikan alat tersebut.Menunggu selama 15 menit,lalu membuka tutupnya
dan mengambil sampel.

9. Mengamati perubahan yang terjadi pada kompon dan mengukur ukuran dari
sampel setelah pemanasan.

V.

DATA PENGAMATAN
Sebelum dilakukan percobaan

Sampel
Kompon 1
Kompon 2

Panjang
6,5 cm
7 cm

Lebar
3 cm
2,9 cm

Tebal
5 cm
5 cm

Berat
9,95 gram
10,49 gram

Lebar
2,9 cm
2,9 cm

Tebal
4 cm
5 cm

Berat
10,02 gram
10,51 gram

Setelah dilakukan percobaan


Sampel
Kompon 1
Kompon 2

Panjang
6,4 cm
7 cm

VI.

ANALISA DATA

Pada percobaan kali ini, kami menganalisa pengujian ketahanan air terhadap
suatu karet. Pengujian ketahanan air ini bertujuan agar mahasiswa dapat
mengetahui ketahanan air terhadap karet, dan dapat mengetahui perubahan fisik
yang terjadi pada kompon karet.
Pengujian ketahan air ini, pertama tama yang kami lakukan adalah
memanaskan air sampai 90 , karena pada suhu 90 air hampir mendidih atau
bahkan air menjadi uap. Pada saat itulah dapat kita lihat perubahan fisik apa yang
terjadi pada kompon karet, apakah temperatur tinggi mempengaruhi suhu kompon
karet.
Pada percobaan, kami menggunakan 2 sempel kompon karet yang telah di
vulkanisasi yang memiliki tebal dan lebar yang berbeda-beda. Simple kompon A
dapat kita lihat sebelum dilakukan uji ketahanan bahwa panjangnya 6.5 cm,
lebarnya 3 cm, tebalnya 5 mm, dan massanya 9.95. Sedangkan pada kompon B
dapat kita lihat sebelum melakukan percobaan bahwa panjangnya 7 cm, lebar 2.9
cm, tebal 5 mm, dan massa 10.49 cm. Setelah pada suhu 90 pada alat water batch
tester, kami melakukan percobaan dengan memasukkan kompon karet kedalam
air selama 2 jam. Hal ini dilakukan agar kita benar-benar bisa melihat
perubahan fisik yang terjadi. Setelah melakukan percobaan dapat kita lihat bahwa
pada kompon A panjangnya 6.4 cm, lebarnya 2.9cm, tebalnya 4 mm, dan
massanya 10,02 gr. Sedangkan pada kompon B panjangnya 7 cm, lebarnya 2.9
cm, tebalnya 4 mm, dan massanya 10,51 gr.
Dari hasil percobaan yang dilakukan dapat dianalisa bahwa dari sifat karet
yang berbeda-beda, ketika dilakukan pengujian ketahanan air ini terjadi
perubahan fisik karet yang sedikit terlihat yaitu penyusutan permukaan karet
namun itu tidak mengubah berat dan tebalnya. Hal ini sesuai dengan sifat karet
yang apabila mendapatkan perlakuan panas atau peningkatan suhu maka sifat
karet akan berubah. Perubahan ini terjadi karena perlakuan panas yang di lakukan
pada karet adalah hasil pengerjaan dingin atau cold working. Perlakuan panas ini
bertujuan untuk mendapatkan kembali atau merecovori sifat sifat fisik yang
berubah pada kompon karet.

Dapat di lihat bahwa pada hasil percobaan pengujian ketahan air ini panjang,
tinggi, tebal, massa hanya sedikit terjadi perubahan fisik secara kuantitatif. Tapi
dapat kita lihat bahwa perubahan fisik secara kualitatif, kompon karet mengalami
perubahan penyusutan. Hal ini sesuai pada proses anil yaitu menurunkan sifat
mekanik seperti kuat tarik dan kekerasan, namun karet akan menjadi lunak dan
ulet sehingga panas yang di terima karet menjadi pendorong tersusun nya kembali
dislokasi. Dislokasi ke susunan yang memiliki energy lebih rendah dan stabil pada
tahapan pemulihan ini , dislokasi dislokasi akan menyusun kembali menjadi
dinding sel. Fenoma ini di sebut polyonisasi. Pada proses pemulihan inilah
kekuatan karet sedikit berkurang.

VII.

KESIMPULAN

Dari percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa :


1. Pada pengujian ketahanan air , perubahan fisik yang terjadi pada proses
annealing. Proses annealing ini merupakan perlakuan panas yang dilakukan
pada karet hasil pengerjaan dingin atau cold working.
2. Perlakuan panas ini bertujuan untuk mendapatkan kembali atau merecoveri
sifat-sifat fisik yang berubah selama proses deformasi dingin dan
mendapatkan sifat-sifat mekanik yang lebih sesuai dengan aplikasinya. Proses
anil akan menurunkan sifat mekanik seperti kuat tarik dan kekerasan, namun
karet akan menjadi lunak dan ulet, sehingga dapat diproses lebih lanjut.
3. Hasil percobaan pengujian ketahanan air , perubahan fisik yang terjadi hanya
secara kualitatif yaitu menjadi lunak dan ulet tetapi pada sifat mekanik nya
seperti kuat tarik dan kekerasan pada karet mengalami penurunan.

DAFTAR PUSTAKA

Jobsheet. 2014 .Petunjuk Praktikum Uji material. Politeknik Negeri Sriwijaya.


Palembang.

http://id.wikipedia.org/wiki/sifat karet
http://lyadhdunya.blogspot.com/2011/03/bahan-kimia-pembuatan-kompon.html
http://irizlovely.blogspot.com/2011/08/industri-karet-dan-pengolahannya.html