Anda di halaman 1dari 38

LAPORAN PRAKTIKUM DAN PRELIMINARY STUDY

LABORATORIUM TEKNIK KIMIA 2


SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2015

MODUL

: Plate Heat Exchanger

PEMBIMBING

: Ir. Umar Khayam, MT

TANGGAL UJIAN

: 25 MEI 2015

TANGGAL PENYERAHAN : 28 JUNI 2015


Oleh
KELOMPOK

:8

NAMA

: Irma Nurfitriani

KELAS

: 2A

131411013

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Alat perpindahan panas ada berbagai tipe dan model yang banyak ragamnya.
Secara garis besar terbagi menjadi tiga macam, yaitu double pipe, shell and tube dan plate
heat exchange. Masing-asing jenis digunakan berdasarkan keperluan dan ppertimbangan
teknis dan ekonominya, begitu pula dengan kapasitasnya. Penukar panas jenis plate heat
exchanger sangat efektif dalam memindahkan kalor, luas permukaan perpidahan panas
yang besar,juga drop tekanan yang rendah. Kelebihan lain yang menonjol adalah
konstruksinya yang tersusun berjajar dan kemudahannya dalam proses pembersihan.
Kelmahan PHE adalah operasinya tidak dapat digunakan untuk teanan tinggi dari
kebocoran. Penggunaan paling popular adalah untuk industry minuman seperti juice dan
susu pada saat sterilisasi.

1.2 Tujuan
1. Memahami konsep perpidahan panas yang terjadi di dlam PHHE khususnya konduksi
dan konveksi.
2. Mengetahi pengaruh laju alir fluida terhadap koefisien pindah panas keseluruhan (U)
3. Menghitung koefisien pindah panas keseluruhan (U) pada pelat menggunakan
persamaan neraca energi dan persamaan empiris.
4. Menghitung efisiensi kalor yang dilepas fluida panas terhadaap kalor yang diterima
fluida dingin.

BAB II
DASAR TEORI

Apabila dua benda yang suhunya berbeda berada dalam kontak termal, maka kalor akan
mengalir dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebig rendah.
Pengaliran kalor itu dapat berlangsung dengan tiga macam mekanisme, yaitu sebagai berikut:
1. Perpindahan kalor secara rambatan (konduksi), yaitu perpindahan kalor tanpa disertai
oleh sesuatu gerakan zat yang terjadi dalam suatu bahan kontinu yang memiliki gradien
suhu. Contoh : perpindahan kalor dalam zat padat buram yang tak tembus cahaya
(dinding logam pada tabung).
2. Perpindahan kalor secara pancaran (konveksi), yaitu perpindahan kalor di dalam fluida
secara memancar yang biasanya diserta perpindahan massa. Contoh : perpindahan entalpi
oleh pusaran-pusaran (eddy) aliran turbulen dan oleh arus udara panas yang mengalir
melintas dan menjauhi radiator (pemanas) biasa.
3. Perpindahan kalor secara radiasi, yaitu perpindahan energi melalui ruang oleh
gelombang-gelombang elektromagnetik tanpa memerlukan media penghantar (fluida atau
padat).

Tidak jarang ditemukan bahwa kalor mengalir dengan cara radiasi serta konduksikonveksi bersama-sama. Contohnya ialah proses hilangnya kalor dari radiator atau pipa uap
tanpa isolasi ke udara ruang sekitar. Beberapa jenis alat penukar panas adalah :
1. Plate heat exchanger
2. Double pipe heat exchanger
3. Shell and tube heat exchanger
4. Spiral heat exchanger

Plate Heat Exchanger

Plate heat exchanger terdiri dari lempeng standar sebagai permukaan berlangsungnya
perpindahan kalor dan rangka penyangga tempat susunan lempeng tersebut. Penurunan
tekanan (pressure drop) yang terjadi antar plate heat exchanger relatif kecil. Permukaan plate
heat exchanger berlubang untuk memberikan efek turbulensi terhadap aliran. Kelebihan plate
heat exchanger adalah mudah untuk melakukan perawatan dan pembersihan serta dapat
digunakan untuk berbagai macam fluida (tergantung dari bahan konstruksi yang digunakan)
dan mudah untuk dilakukan modifikasi (penambahan luas permukaan perpindahan kalor atau
mengubah posisi keluar masuk fluida)
Alat penukar panas pelat dan bingkai terdiri dari paket pelat pelat tegak lurus,
bergelombang, atau profil lain. Pemisah antara pelat tegak lurus dipasang penyekat lunak(
biasanya terbuat dari karet). Pelat pelat dan sekat disatukan oleh suatu perangkat penekan
yang pada setiap sudut pelat 10 ( kebanyakan segi empat ) terdapat lubang pengalir fluida.
Melalui dua dari lubang ini, fluida dialirkan masuk dan keluar pada sisi yang lain, sedangkan
fluida yang lain mengalir melalui lubang dan ruang pada sisi sebelahnya karena ada sekat.

Penukar panas jenis pelat and Frame

Gambar 2. Penukar panas jenis pelat and Frame

Dalam peralatan PHE, panas dipindahkan dengan semua cara, namun yang dominan
terjadi dengan dua cara secara simultan, yaitu dengan konduksi dan konveksi. Perpindahan
kalor secara konduksi, perpindahan ini biasanya terjadi pada benda padat, panas merambat
dari satu bagian kebagian lain secara merambat tanpa ada material yang berpindah.
Perpindahan kalor secara konveksi, Perpindahan ini terjadi karena adanya aliran massa yang
berpindah. Aliran massa tersebut bisa terjadi secara difusi maupun adanya tenaga dari luar.
Tenaga dari luar tersebut bisa berupa pengadukan maupun fluida mengalir. Penukar panas
pada PHE terdiri dari susunan lempeng sesuai dengan luas permukaan yang diperlukan.

Kelebihan Plate Heat Exchanger (PHE) dibanding penukar panas jenis lain adalah
kemudahan dalam perawatan dan pembersihan dengan berbagai macam fluida. Selain itu juga
mudah melakukan modifikasi terhadap luas permukaan, baik itu menambah maupun
mengurangi.
Menghitung Koefisien Pindah Panas Keseluruhan (U)
a. Menggunakan Neraca Energi

Harga Q dapat dihitung dari :


Q = (M.Cp. T)1 .. Kalor yang diberikan fluida panas
= (M.Cp. T)2 .. Kalor yang diterima fluida dingin

Efisiensi kalor yang dipertukarkan :


(

= Laju Alir Kalor (Watt)

= Luas Permukaan (m2)

= Koefisien Pindah panas Keseluruhan (W/m2.K)

Tlm = Perbedaan Suhu logaritmik (K)

T1 = Thi Tco
T2 = Tho Tci

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan


1) Seprangkat alat PHE
2) Gelas beaker plastik 2000 mL
3) Gelas kimia 1000 mL
4) Thermometer
5) Stopwatch
6) Air

3.2 Skema Kerja


Pemanasan Air

Persiapan air dingin, PHE, saluran,


alat-ukur, listrik, dan termometer

Kalibrasi laju alir


air dan panas

Pengaturan Laju Alir :


- Fluida panas dimatikan,
dingin tetap mengalir
- Fluida panas dialirkan,
dingin dimatikan

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Pengamatan


4.1.1 Kalibrasi Laju Alir Air Panas
Tabel. 4.1 Data Kalibrasi Flowmeter Laju Alir Panas
No

Pembacaan

Waktu

Rotameter

(detik)

Volume Air Panas(L)

Laju Alir Nyata


(L/Jam)

(L/Jam)
1

100

52,05

69.16

200

21,27

169.25

300

12,26

293.64

400

9,92

362.90

500

7,17

502.09

600

6,59

546.28

4.1.2 Kalibrasi Laju Alir Air Dingin


Tabel. 4.2 Data Kalibrasi Flowmeter Laju Alir Dingin
No

Pembacaan

Waktu

Rotameter

(detik)

Volume Air Panas(L)

Laju Alir Nyata


(L/Jam)

(L/Jam)
1

100

49,56

67.95

200

23,34

166.74

300

13,31

285.81

400

9,70

375.56

500

7,91

501.62

600

6,55

593.36

4.1.3 Laju Fluida Panas Tetap dan Fluida Dingin Berubah


Variasi 1
Tabel.4.3 Data Perolehan Suhu Laju Alir Fluida Panas 293.64 L/jam (tetap) dan
Fluida Dingin Berubah
No

Laju Fluida Panas Tetap

Laju Fluida Dingin Berubah

Laju alir

Laju alir

Thi

Tho

Laju alir

Laju alir

TCi

TCo

(L/jam)

(m3/s)

(oC)

(oC)

(L/jam)

(m3/s)

(oC)

(oC)

293.64

8.15 x 10-5

63

53

124.13

3.45 x 10-5

26

45

293.64

8.15 x 10-5

62

50

194.04

5.39 x 10-5

26

43

293.64

8.15 x 10-5

62

46

292.91

8.14 x 10-5

26

41

293.64

8.15 x 10-5

60

41

393.78

10.94 x 10-5

25

38

293.64

8.15 x 10-5

59

39

533.61

14.82 x 10-5

25

35

Variasi 2
Tabel.4.4 Data Perolehan Suhu Laju Alir Fluida Panas 393.78 L/jam (tetap) dan
Fluida Dingin Berubah
No

Laju Fluida Panas Tetap

Laju Fluida Dingin Berubah

Laju alir

Laju alir

Thi

Tho

Laju

Laju alir

TCi

TCo

(L/jam)

(m3/s)

(oC)

(oC)

alir

(m3/s)

(oC)

(oC)

(L/jam)
1

393.78 10.94 x 10-5

60

53

124.13

3.45 x 10-5

24

26

393.78 10.94 x 10-5

61

50

214.02

5.95 x 10-5

24

26

393.78 10.94 x 10-5

58

46

333.86

9.27 x 10-5

24

25

393.78 10.94 x 10-5

57

44

433.73

12.05 x 10-5

24

25

393.78 10.94 x 10-5

55

41

553.58

15.38 x 10-5

24

25

Variasi 3
Tabel.4.5 Data Perolehan Suhu Laju Alir Fluida Panas 502.09 L/jam (tetap) dan
Fluida Dingin Berubah
No

Laju Fluida Panas Tetap

Laju Fluida Dingin Berubah

Laju alir

Laju alir

Thi

Tho

Laju

Laju alir

TCi

TCo

(L/jam)

(m3/s)

(oC)

(oC)

alir

(m3/s)

(oC)

(oC)

(L/jam)
54

49

114.15

3.17 x 10-5

25

43

502.09 13.95 x 10-5

54

47

214.02

5.95 x 10-5

25

40

502.09 13.95 x 10-5

53

44

313.89

8.72 x 10-5

25

38

502.09 13.95 x 10-5

52

42

423.74

11.78 x 10-5

25

37

502.09 13.95 x 10-5

50

40

493.66

13.72 x 10-5

24

34

502.09

13.95 x 10

-5

4.1.4 Laju Fluida Panas Berubah dan Fluida Dingin Tetap


Variasi 1
Tabel.4.6 Data Perolehan Suhu Laju Alir Fluida Dingin 67.95 L/jam (tetap) dan
Fluida Panas Berubah
No

Laju Fluida Panas Berubah

Laju Fluida Dingin Tetap

Laju alir

Laju alir

Thi

Tho

Laju

Laju alir

TCi

TCo

(L/jam)

(m3/s)

(oC)

(oC)

alir

(m3/s)

(oC)

(oC)

(L/jam)
1

114.15

3.17 x 10-5

63

53

67.95

1.89 x 10-5

25

38

184.07

5.11 x 10-5

62

50

67.95

1.89 x 10-5

25

42

263.95

7.33 x 10-5

62

46

67.95

1.89 x 10-5

25

43

333.86

9.27 x 10-5

60

41

67.95

1.89 x 10-5

25

45

393.78

10.9 x 10-5

59

39

67.95

1.89 x 10-5

25

46

Variasi 2
Tabel.4.7 Data Perolehan Suhu Laju Alir Fluida Dingin 166.74 L/jam (tetap) dan
Fluida Panas Berubah
No

Laju Fluida Panas Berubah

Laju Fluida Dingin Tetap

Laju alir

Laju alir

Thi

Tho

Laju

Laju alir

TCi

TCo

(L/jam)

(m3/s)

(oC)

(oC)

alir

(m3/s)

(oC)

(oC)

(L/jam)
-5

134.12

3.73 x 10

60

53

166.74

4.63 x 10-5

25

38

194.04

5.39 x 10-5

61

50

166.74

4.63 x 10-5

25

39

293.91

8.16 x 10-5

58

46

166.74

4.63 x 10-5

25

40

393.78

10.9 x 10-5

57

44

166.74

4.63 x 10-5

25

41

433.73

12.0 x 10-5

55

41

166.74

4.63 x 10-5

25

42

Variasi 3
Tabel.4.8 Data Perolehan Suhu Laju Alir Fluida Dingin 375.56 L/jam (tetap) dan
Fluida Panas Berubah
No

Laju Fluida Panas Berubah

Laju Fluida Dingin Tetap

Laju alir

Laju alir

Thi

Tho

Laju

Laju alir

TCi

TCo

(L/jam)

(m3/s)

(oC)

(oC)

alir

(m3/s)

(oC)

(oC)

(L/jam)
1

104.16

2.89 x 10-5

54

49

375.56

10.4 x 10-5

25

38.5

243.98

6.78 x 10-5

54

47

375.56

10.4 x 10-5

25

34

313.89

8.72 x 10-5

53

44

375.56

10.4 x 10-5

25

35

403.77

11.2 x 10-5

52

42

375.56

10.4 x 10-5

25

36

513.63

14.3 x 10-5

50

40

375.56

10.4 x 10-5

25

37

4.2 Pengolahan Data


4.2.1 Kurva Kalibrasi
700

Laju Alir Terukur (L/h)

600

y = 1.0013x + 25.7
R = 0.9879

500
400
kalibrasi laju alir

300

Linear (kalibrasi laju alir)


200
100
0
0.00

200.00

400.00

600.00

Laju Alir Nyata (L/h)

4.1 Kurva Kalibrasi Flowmeter Fluida Panas

700
y = 0.9391x + 38.379
R = 0.9985

Laju Alir Terukur (L/h)

600
500
400

kurva kalibrasi

300

Linear (kurva kalibrasi)


200
100
0
0.00

200.00

400.00

600.00

800.00

Laju Alir Nyata (L/h)

4.2 Kurva Kalibrasi Flowmeter Fluida Dingin

4.2.2 Perpindahan Panas Pada Setiap Laju Alir


Q = m x Cp x T
1) Laju alir air panas tetap, air dingin berubah
Variasi 1
a. Perpindahan Panas Laju Alir Fluida Dingin
Laju

TCi TCo T

alir

(0C) (0C)

Cp

(kJ/kg.K)

(kg/ m3)

(kg/s)

(watt)

(kW)

(L/jam)
124.13

26

45

19

4.1857

997.29

0.034

0.0027

2.7310

194.04

26

43

17

4.1857

997.29

0.054

0.0038

3.8197

292.91

26

41

15

4.1857

997.29

0.081

0.0051

5.0877

393.78

25

38

13

4.1857

997.29

0.109

0.0059

5.9278

533.61

25

35

10

4.1857

997.29

0.148

0.0062

6.1789

b. Perpindahan Panas Laju Alir Fluida Panas


Laju alir

Thi

Tho

(L/jam)

(0C) (0C)

(kJ/kg.K)

(kg/ m3)

(kg/s)

(watt)

(kW)

293.64

63

53

10

4.1857

997.29

0.0814 0.003403

3.40290

293.64

62

50

12

4.1857

997.29

0.0814 0.004083

4.08348

293.64

62

46

16

4.1857

997.29

0.0814 0.005445

5.44465

293.64

60

41

19

4.1857

997.29

0.0814 0.006466

6.46552

293.64

59

39

20

4.1857

997.29

0.0814 0.006806

6.80581

Variasi 2
a. Perpindahan Panas Laju Alir Fluida Dingin
Lajualir

TCi
0

TCo

Cp
(kJ/kg.K)

(kg/ m )

(kg/s)

(watt)

(kW)

(L/jam)

( C)

( C)

124.13

24

26

4.1857

997.29

0.0344 0.000287476

0.2875

214.02

24

26

4.1857

997.29

0.0593 0.000495655

0.4957

333.86

24

25

4.1857

997.29

0.0925 0.000386598

0.3866

433.73

24

25

4.1857

997.29

0.1202 0.000502244

0.5022

553.58

24

25

4.1857

997.29

0.1534 0.000641026

0.6410

b. Perpindahan Panas Laju Alir Fluida Panas


Laju alir

Thi

Tho

(L/jam)

(0C) (0C)

(kJ/kg.K)

(kg/ m3)

(kg/s)

(watt)

(kW)

393.78

60

53

4.1857

997.29

0.1092

0.003194 3.194379

393.78

61

50

11

4.1857

997.29

0.1092

0.00502 5.019739

393.78

58

46

12

4.1857

997.29

0.1092

0.005476 5.476079

393.78

57

44

13

4.1857

997.29

0.1092

0.005932 5.932419

393.78

55

41

14

4.1857

997.29

0.1092

0.006389 6.388759

Variasi 3
a. Perpindahan Panas Laju Alir Fluida Dingin
T

Cp

(kJ/kg.K)

(kg/ m3)

(kg/s)

(watt)

(kW)

997.29

0.10404

0.0024

2.3793

4.1857

997.29

0.10404

0.0038

3.7174

13

4.1857

997.29

0.10404

0.0047

4.7252

37

12

4.1857

997.29

0.10404

0.0059

5.8881

34

10

4.1857

997.29

0.10404

0.0057

5.7164

Lajualir

TCi

TCo

(L/jam)

(0C)

(0C)

114.15

25

43

18

4.1857

214.02

25

40

15

313.89

25

38

423.74

25

493.66

24

b. Perpindahan Panas Laju Alir Fluida Panas


Laju alir
(L/jam)

Thi
0

Tho

( C) ( C)

(kJ/kg.K)

(kg/

(kg/s)

(watt)

(kW)

m3)
502.09

54

49

4.1857

998.07 0.139200268 0.002909 2.909286

502.09

54

47

4.1857

997.29 0.139200268 0.004073

502.09

53

44

4.1857

997.29 0.139200268 0.005237 5.236714

502.09

52

42

10

4.1857

997.29 0.139200268 0.005819 5.818571

502.09

50

40

10

4.1857

997.29 0.139200268 0.005819 5.818571

2) Laju Alir Fluida Panas Berubah dan Fluida Dingin Tetap


Variasi 1
a. Perpindahan Panas Laju Alir Fluida Dingin

4.073

Laju alir

TCi

TCo

(L/jam)

(0C)

(0C)

Cp

(kJ/kg.K)

(kg/ m3)

(kg/s)

(watt)

(kW)

67.95

25

38

13

4.1857

997.29 0.018824 0.001023 1.022888

67.95

25

42

17

4.1857

997.29 0.018824 0.001338 1.337623

67.95

25

43

18

4.1857

997.29 0.018824 0.001416 1.416306

67.95

25

45

20

4.1857

997.29 0.018824 0.001574 1.573674

67.95

25

46

21

4.1857

997.29 0.018824 0.001652 1.652357

b. Perpindahan Panas Laju Alir Fluida Panas


T

(kJ/kg.K)

(kg/ m3)

(kg/s)

(watt)

(kW)

0.001323

1.32285

Laju alir

Thi

Tho

(L/jam)

(0C)

(0C)

114.15

63

53

10

4.1857

997.29 0.031647

184.07

62

50

12

4.1857

997.29 0.051031

263.95

62

46

16

4.1857

997.29 0.073178

0.004894

333.86

60

41

19

4.1857

997.29

0.09256

0.007351 7.351107

393.78

59

39

20

4.1857

997.29 0.109172

0.009127 9.126798

0.00256 2.559717
4.89414

Variasi 2
a. Perpindahan Panas Laju Alir Fluida Dingin
Lajualir

TCi

TCo

(L/jam)

(0C)

(0C)

Cp

(kJ/kg.K)

(kg/ m3)

(kg/s)

(watt)

(kW)

166.74

25

38

13

4.1857

997.29 0.046191

0.00251 2.510027

166.74

25

39

14

4.1857

997.29 0.046191 0.002703 2.703106

166.74

25

40

15

4.1857

997.29 0.046191 0.002896 2.896185

166.74

25

41

16

4.1857

997.29 0.046191 0.003089 3.089264

166.74

25

42

17

4.1857

997.29 0.046191 0.003282 3.282343

b. Perpindahan Panas Laju Alir Fluida Panas


T

(kJ/kg.K)

(kg/ m3)

(kg/s)

(watt)

(kW)

Laju alir

Thi

Tho

(L/jam)

(0C)

(0C)

134.12

60

53

4.1857

997.29 0.037184

0.001088 1.087994

194.04

61

50

11

4.1857

997.29 0.053796

0.002474 2.473539

293.91

58

46

12

4.1857

997.29 0.081484

0.004087 4.087242

393.78

57

44

13

4.1857

997.29 0.109172

0.005932 5.932419

433.73

55

41

14

4.1857

997.29 0.120248

0.007037 7.036915

Variasi 3
a. Perpindahan Panas Laju Alir Fluida Dingin
Lajualir

TCi

TCo

(L/jam)

(0C)

(0C)

375.56

25

375.56

25

34

375.56

25

375.56
375.56

38.5 13.5

Cp

(kJ/kg.K)

(kg/ m3)

(kg/s)

(watt)

(kW)

4.1857

997.29

0.10404 0.005871 5.870949

4.1857

997.29

0.10404 0.003914 3.913966

35

10

4.1857

997.29

0.10404 0.004349 4.348851

25

36

11

4.1857

997.29

0.10404 0.004784 4.783737

25

37

12

4.1857

997.29

0.10404 0.005219 5.218622

b. Perpindahan Panas Laju Alir Fluida Panas


Laju alir

Thi

(L/jam)

Tho

C
(kJ/kg.K)

(kg/ m )

(kg/s)

(watt)

(kW)
0.60354

( C)

( C)

104.16

54

49

4.1857

997.29 0.028877

0.000604

243.98

54

47

4.1857

997.29 0.067641

0.001979 1.979188

313.89

53

44

4.1857

997.29 0.087023

0.003274

3.27382

403.77

52

42

10

4.1857

997.29 0.111942

0.004679

4.67917

513.63

50

40

10

4.1857

997.29

0.005952 5.952305

0.1424

4.2.3 Efisiensi Kalor yang Dipertukarkan


Efisiensi=

1) Laju Alir Fluida Panas Tetap dan Fluida Dingin Berubah

Variasi 1
Kalor / Q (kW)
No

Panas

Dingin

Efisiensi (%)

3.402906 2.731024534

80.25565

4.083488 3.819754337

93.54147

5.44465 5.087690725

93.44385

6.465522 5.927782391

91.68297

6.805813

6.17896805

90.78957

Variasi 2
Kalor / Q (kW)
No

Panas

Dingin

Efisiensi (%)

3.194379 0.287476267

8.999441

5.019739 0.495655125

9.874122

5.476079 0.386598028

7.05976

5.932419 0.502243943

8.466091

6.388759 0.641025988

10.03365

Variasi 3
Kalor / Q (kW)
No

Panas

Dingin

Efisiensi (%)

2.909286 2.379269658

81.78192

4.073 3.717413434

91.26967

5.236714

4.7251552

90.2313

5.818571 5.888110527

101.1951

5.818571 5.716384391

98.24378

2) Laju Alir Fluida Panas Berubah dan Fluida Dingin Tetap


Variasi 1
Kalor / Q (kW)
No

Panas

Dingin

Efisiensi (%)

1.32285 1.022888

77.32454

2.559717 1.337623

52.25666

4.89414 1.416306

28.93882

7.351107 1.573674

21.4073

9.126798 1.652357

18.10446

Variasi 2
Kalor / Q (kW)
No

Panas

Efisiensi (%)

Dingin

1.087994 2.510027

230.7024

2.473539 2.703106

109.2809

4.087242 2.896185

70.85915

5.932419 3.089264

52.07428

7.036915 3.282343

46.64463

Variasi 3
Kalor / Q (kW)
No

Panas

Efisiensi (%)

Dingin

0.60354 5.870949

972.753

1.979188 3.913966

197.7562

3.27382 4.348851

132.8372

4.67917 4.783737

102.2347

5.952305 5.218622

87.67397

4.2.4 Perbedaan Suhu Logaritmik (Tlm)


T
T2

Thi Tco

Tho Tci
2
1) Laju Alir Fluida Panas Tetap
dan Fluida Dingin Berubah
ln 2
Variasi 1
Laju Alir

Thi

Tho

Tci

Tco

T1

T2

Tlm (oC)

Panas

Dingin

(oC)

(oC)

(oC)

(oC)

(oC)

(oC)

293.64

124.13

26

45

26

45

18

27

22.20

293.64

194.04

26

43

26

43

19

24

21.40

293.64

292.91

26

41

26

41

21

20

20.50

293.64

393.78

25

38

25

38

22

16

18.84

293.64

533.61

25

35

25

35

24

14

18.55

Variasi 2
Laju Alir

Thi
o

Tho
o

T1(

T2

Tlm

Tci

Tco

C)

( C)

(oC)

Panas

Dingin

( C)

( C)

( C)

( C)

393.78

124.13

60

53

24

26

47

29

37.28

393.78

214.02

61

50

24

26

44

26

34.21

393.78

333.86

58

46

24

25

40

22

30.11

393.78

433.73

57

44

24

25

38

20

28.04

393.78

553.58

55

41

24

25

35

17

24.93

Thi

Tho

Tci

Tco

T1(

T2

Tlm

(oC)

(oC)

(oC)

(oC)

(oC)

(oC)

Variasi 3
Laju Alir
Panas

Dingin

C)

502.09

114.15

54

49

25

43

11

24

16.66

502.09

214.02

54

47

25

40

14

22

17.70

502.09

313.89

53

44

25

38

15

19

16.92

502.09

423.74

52

42

25

37

15

17

15.98

502.09

493.66

50

40

24

34

16

16

2) Laju Alir Fluida Panas Berubah dan Fluida Dingin Tetap


Variasi 1
Laju Alir
Panas

Dingin

Thi

Tho

Tci

Tco

T1

T2

Tlm

(oC)

(oC)

(oC)

(oC)

(oC)

(oC)

(oC)

114.15

67.95

63

53

25

38

25

28

26.47

184.07

67.95

62

50

25

42

20

25

22.41

263.95

67.95

62

46

25

43

19

21

19.98

333.86

67.95

60

41

25

45

15

16

15.49

393.78

67.95

59

39

25

46

13

14

13.49

Variasi 2
Laju Alir
Panas

Dingin

Thi

Tho

Tci

Tco

T1

T2

Tlm

(oC)

(oC)

(oC)

(oC)

(oC)

(oC)

(oC)

134.12

166.74

60

53

25

38

47

28

36.68

194.04

166.74

61

50

25

39

44

25

33.61

293.91

166.74

58

46

25

40

40

21

29.49

393.78

166.74

57

44

25

41

38

19

27.41

433.73

166.74

55

41

25

42

35

16

24.27

Variasi 3
Laju Alir
Panas

Dingin

Thi

Tho

Tci

Tco

T1

T2

Tlm

(oC)

(oC)

(oC)

(oC)

(oC)

(oC)

(oC)

104.16

375.56

54

49

25

38.5

15.5

24

19.44

243.98

375.56

54

47

25

34

20

22

20.98

313.89

375.56

53

44

25

35

18

19

18.50

403.77

375.56

52

42

25

36

16

17

16.49

513.63

375.56

50

40

25

37

13

15

13.98

4.2.5 Koefisien Pindah Panas Keseluruhan (U) menggunakan Neraca Energi

U=

Dimana,
A = 1 m2
Jumlah pelat pada PHE sebanyak 25
A = 25 x 1 m2 =25 m2
1)

Laju Alir Fluida Panas Tetap dan Fluida Dingin Berubah


Variasi 1
LajuAlir (L/jam)
Q (kW)

A (m2)

Tlm

U (W/m2.K)

Panas

Dingin

293.64

124.13 3.402906

22.20

153.3066438

293.64

194.04 4.083488

21.40

190.7926709

293.64

292.91

5.44465

20.50

265.6453757

293.64

393.78 6.465522

18.84

343.161605

293.64

533.61 6.805813

18.55

366.8309238

Variasi 2
LajuAlir (L/jam)
Panas

Dingin

Q (kW)

A (m2)

Tlm

U (W/m2.K)

393.78

124.13 3.194379

37.28

85.68953806

393.78

214.02 5.019739

34.21

146.7138858

393.78

333.86 5.476079

30.11

181.8779158

393.78

433.73 5.932419

28.04

211.5414416

393.78

553.58 6.388759

24.93

256.3080182

Variasi 3
LajuAlir (L/jam)
Panas

Dingin

Q (kW)

A (m2)

502.09

114.15

2.909286

16.66

174.5926204

502.09

214.02

4.073

17.70

230.1169179

502.09

313.89

5.236714

16.92

309.4751117

502.09

423.74

5.818571

15.98

364.1353307

502.09

493.66

5.818571

16.49

352.7486797

Tlm

U (W/m2.K)

2) Laju alir panas berubah, dingin tetap


Variasi 1
LajuAlir (L/jam)
Panas

Dingin

Q (kW)

A (m2)

Tlm

U (W/m2.K)

114.15

67.95

1.502

26.47

49.97229

184.07

67.95

1.96

22.41

114.2369

263.95

67.95

2.08

19.98

244.9113

333.86

67.95

2.31

15.49

474.4296

393.78

67.95

2.42

13.49

676.3685

Variasi 2
LajuAlir (L/jam)
Panas

Dingin

Q (kW)

A (m2)

134.12

166.74

1.502

36.68

29.65888

194.04

166.74

1.96

33.61

73.59609

293.91

166.74

2.08

29.49

138.6128

393.78

166.74

2.31

27.41

216.4231

433.73

166.74

2.42

24.27

289.9058

Tlm

U (W/m2.K)

Variasi 3
LajuAlir (L/jam)
Panas

Dingin

Q (kW)

A (m2)

U (W/m2.K)

104.16

375.56

1.502

19.44

31.04422

243.98

375.56

1.96

20.98

94.31838

313.89

375.56

2.08

18.50

177.0063

403.77

375.56

2.31

16.49

283.6729

513.63

375.56

2.42

13.98

425.8899

Tlm

4.2.6 Koefisien Pindah Panas Keseluruhan (U) menggunakan Persamaan Empiris


1) Menghitung bilangan Reynold (NRe)

Dimana L = 93mm = 93x10-3 m


v =
= 997,29 kg/m3
= 0.000469 kg/m.s
a. Laju Alir Fluida Panas Tetap dan Fluida Dingin Berubah
Variasi 1
Laju Alir

LuasPermuk

Kecepatan

Kecepatan

NRe

NRe

(L/Jam)

aan /A (m2)

(m/s)

(m/s)

Panas

Dingin

Panas

Dingin

Panas

Dingin

293.64

124.13

8.157x10-5

3.448x10-5

12.40389 5.239382

293.64

194.04

8.157x10-5

5.390x10-5

12.40389 8.190202

293.64

292.91

8.157x10-5

8.136x10-5

12.40389 12.36339

293.64

393.78

8.157x10-5

10.938x10-5

12.40389 16.62099

293.64

533.61

8.157x10-5

14.822x10-5

12.40389 22.52289

Variasi 2
Laju Alir

LuasPermuk

Kecepatan

Kecepatan

NRe

NRe

(L/Jam)

aan /A (m2)

(m/s)

(m/s)

Panas

Dingin

Panas

Dingin

10.9383x10-5

3.448 x 10-5

Panas

Dingin

393.78

124.13

16.63399 5.239382

393.78

214.02

10.9383x10-5

5.945 x 10-5

16.63399 9.033534

393.78

333.86

10.9383x10-5

9.274 x 10-5

16.63399 14.09184

393.78

433.73

10.9383x10-5

12.048 x 10-5

16.63399 18.30724

393.78

553.58

10.9383x10-5

15.377 x 10-5

16.63399 23.36596

Laju Alir

LuasPermuk

Kecepatan

Kecepatan

NRe

NRe

(L/Jam)

aan /A (m2)

(m/s)

(m/s)

Panas

Dingin

Panas

Dingin

Variasi 3

Panas

Dingin

502.09

114.15

13.947 x 10-5

3.171 x 10-5 21.20921 4.818138

502.09

214.02

13.947 x 10-5

5.945 x 10-5 21.20921 9.033534

502.09

313.89

13.947 x 10-5

8.719 x 10-5 21.20921 13.24893

502.09

423.74

13.947 x 10-5

11.77 x 10-5 21.20921 17.88557

502.09

493.66

13.947 x 10-5

13.71 x 10-5 21.20921 20.83673

b. Laju Alir Fluida Dingin Tetap dan Fluida Panas Berubah


Variasi 1
Laju Alir (L/Jam) LuasPermuka
Panas

Dingin

an /A (m2)

Kecepatan

Kecepatan

NRe

NRe

(m/s)

(m/s)

Panas

Dingin

Panas

Dingin

114.15

67.95

3.17 x 10-5

1.89 x 10-5

4.82

2.87

184.07

67.95

5.11 x 10-5

1.89 x 10-5

7.77

2.87

263.95

67.95

7.33 x 10-5

1.89 x 10-5

11.14

2.87

333.86

67.95

9.27 x 10-5

1.89 x 10-5

14.10

2.87

-5

-5

16.63

2.87

393.78

67.95

10.9 x 10

1.89 x 10

Variasi 2
Laju Alir (L/Jam) LuasPermuka
Panas

Dingin

an /A (m )

Kecepatan/

Kecepatan/v

NRe

NRe

v (m/s)

(m/s)

Panas

Dingin

Panas

Dingin

134.12

166.74

3.73 x 10-5

4.63 x 10-5

5.665

7.04

194.04

166.74

5.39 x 10-5

4.63 x 10-5

8.196

7.04

-5

-5

12.41

7.04

293.91

166.74

8.16 x 10

4.63 x 10

393.78

166.74

433.73

10.9 x 10-5

4.63 x 10-5

12.00 x 10-

4.63 x 10-5

166.74

16.63

7.04
7.04

18.32

Variasi 3
Laju Alir (L/Jam)

LuasPermuk
2

Panas

Dingin

aan /A (m )

Kecepatan

Kecepatan

NRe

NRe

(m/s)

(m/s)

Panas

Dingin

Panas

Dingin

104.16

375.56

2.89 x 10-5

0.000104

4.399

15.86

243.98

375.56

6.78 x 10-5

0.000104

10.30

15.86

313.89

375.56

8.72 x 10-5

0.000104

13.25

15.86

403.77

375.56

11.20 x 10-5

0.000104

17.05

15.86

513.63

375.56

14.3 x 10-5

0.000104

21.69

15.86

2) Menghitung bilangan Proutt (NPr)

NPr=

Dimana,
Cp = 4.1857 kJ/kg.K
0.0004688 kg/m.s
77.83 W/m.K = 77.83x10-3 kJ/m.K.s

NPr=

= 0.02521

3) Menghitung bilangan Nusselt (NNu)


Karena rejim aliran pada daerah laminar, maka:
NNu= 0,664 NRe0,5 . NPr1/3
a. Laju Alir Fluida Panas Tetap dan Fluida Dingin Berubah
Variasi 1

Laju Alir (m3/s)


Outside

Inside

NRe

NPr

NNu

Inside

Outside

Outside

Inside

8.15667E-05 3.44806E-05

4.399

15.86

0.02521 0.000185 0.000121

8.15667E-05

0.0000539

10.30

15.86

0.02521 0.000185 0.000151

8.15667E-05 8.13639E-05

13.25

15.86

0.02521 0.000185 0.000185

8.15667E-05 0.000109383

17.05

15.86

0.02521 0.000185 0.000215

8.15667E-05 0.000148225

21.69

15.86

0.02521 0.000185

0.00025

Variasi 2
Laju Alir (m3/s)
Outside

Inside

NRe
Outside

NPr
Inside

NNu
Outside

Inside

0.000109383 3.44806E-05 16.63399 5.239382 0.02521 0.000204 0.000114


0.000109383

0.00005945 16.63399 9.033534 0.02521 0.000204

0.00015

0.000109383 9.27389E-05 16.63399 14.09184 0.02521 0.000204 0.000187


0.000109383 0.000120481 16.63399 18.30724 0.02521 0.000204 0.000214
0.000109383 0.000153772 16.63399 23.36596 0.02521 0.000204 0.000241

Variasi 3
Laju Alir (m3/s)
Outside

Inside

NRe
Outside

NPr
Inside

NNu
Outside

Inside

0.000139469

3.170 x 10-5 21.20921 4.818138 0.02521 0.00023

0.00011

0.000139469

0.00005945 21.20921 9.033534 0.02521 0.00023

0.00015

0.000139469

8.719x 10-5 21.20921 13.24893 0.02521 0.00023 0.000182

0.000139469 0.000117706 21.20921 17.88557 0.02521 0.00023 0.000211


0.000139469 0.000137128 21.20921 20.83673 0.02521 0.00023 0.000228

b. Laju Alir Fluida Dingin Tetap dan Fluida Panas Berubah


Variasi 1
Laju Alir (m3/s)
Inside

NRe

NPr

Outside

Inside

Outside

0.000018875

4.82

2.87

0.02521

5.11 x 10-5 0.000018875

7.77

2.87

-5

3.17 x 10

NNu
Inside

Outside

0.00011

8.46 x 10-5

0.02521 0.000139

8.46 x 10-5

7.33 x 10-5 0.000018875

11.14

2.87

0.02521 0.000167

8.46 x 10-5

9.27 x 10-5 0.000018875

14.1

2.87

0.02521 0.000187

8.46 x 10-5

0.000109383 0.000018875

16.63

2.87

0.02521 0.000204

8.46 x 10-5

Variasi 2
Laju Alir (m3/s)
Inside

NRe

NPr

NNu

Outside

Inside

Outside

Inside

4.63 x 10-5

5.665

7.04

0.02521 0.000119 0.000133

0.0000539 4.63 x 10-5

8.196

7.04

0.02521 0.000143 0.000133

8.16 x 10-5 4.63 x 10-5

12.41

7.04

0.02521 0.000176 0.000133

0.000109383 4.63 x 10-5

16.63

7.04

0.02521 0.000204 0.000133

0.000120481 4.63 x 10-5

18.32

7.04

0.02521 0.000214 0.000133

3.72 x 10-5

Outside

Variasi 3
Laju Alir (m3/s)
Inside

Outside

NRe

NPr

NNu

Inside

Outside

Inside

2.89 x 10-5 0.000104322

4.399

15.86

0.02521 0.000105 0.000199

6.77 x 10-5 0.000104322

10.3

15.86

0.02521

8.71 x 10-5 0.000104322

13.25

15.86

0.02521 0.000182 0.000199

0.000112158 0.000104322

17.05

15.86

0.02521 0.000206 0.000199

0.000142675 0.000104322

21.69

15.86

0.02521 0.000233 0.000199

Menghitung hi dan ho
NNu =

Dimana,
L = 93x10-3 m
k = 77.83x10-3 W/m2.k

Outside

0.00016 0.000199

a. Laju Alir Fluida Panas Tetap dan Fluida Dingin Berubah


Variasi 1
NNu
Outside

ho

Hi

Inside

0.000185 0.000121 0.000155 0.000101


0.000185 0.000151 0.000155 0.000126
0.000185 0.000185 0.000155 0.000155
0.000185 0.000215 0.000155
0.000185

0.00018

0.00025 0.000155 0.000209

Variasi 2
NNu
Outside

ho

Hi

Inside

0.000204 0.000114
0.000204

9.54 x
10-5

0.000171

0.00015 0.000171 0.000126

0.000204 0.000187 0.000171 0.000156


0.000204 0.000214 0.000171 0.000179
0.000204 0.000241 0.000171 0.000202

Variasi 3
NNu

ho

Hi

Outside

Inside

0.00023

0.00011

0.00023

0.00015 0.000192 0.000126

9.21 x
0.000192

10-5

0.00023 0.000182 0.000192 0.000152


0.00023 0.000211 0.000192 0.000177
0.00023 0.000228 0.000192 0.000191

b. Laju Alir Fluida Dingin Tetap dan Fluida Panas Berubah


Variasi 1
NNu

hi

Inside

Outside

0.00011

8. x 10-5 9.21E-05

Ho
7.08 x 10-5

0.000139 8. x 10-5

0.000116 7.08 x 10-5

0.000167 8. x 10-5

0.00014 7.08 x 10-5

0.000187 8. x 10-5

0.000156 7.08 x 10-5

0.000204 8. x 10-5

0.000171 7.08 x 10-5

Variasi 2
NNu

hi

ho

Inside

Outside

0.000119

0.000133

9.. x 10-5 0.000111

0.000143

0.000133

0.00012 0.000111

0.000176

0.000133 0.000147 0.000111

0.000204

0.000133 0.000171 0.000111

0.000214

0.000133 0.000179 0.000111

Variasi 3
NNu
Inside

hi

Ho

Outside

0.000105

0.000199 8.79E-05 0.000167

0.00016

0.000199 0.000134 0.000167

0.000182

0.000199 0.000152 0.000167

0.000206

0.000199 0.000172 0.000167

0.000233

0.000199 0.000195 0.000167

Maka koefisien pindah panas keseluruhan:


U.A=

Dimana, A = 1 m2 dan X = 0.75 mm = 0.75x10-3m

a. Laju Alir Fluida Panas Tetap dan Fluida Dingin Berubah


Variasi 1
ho

hi

(W/m.K)

(W/m.K)

(W/m2.K)

0.000155 0.000101

6.115. x 10-5

0.000155 0.000126

6.95. x 10-5

0.000155 0.000155

7.74. x 10-5

0.000155

0.00018

8.32. x 10-5

0.000155 0.000209

8.89. x 10-5

Variasi 2
ho

hi

(W/m.K)

(W/m.K)

(W/m2.K)

0.000171

9.54. x
10-5

6.123. x 10-5

0.000171 0.000126

7.254. x 10-5

0.000171 0.000156

8.157. x 10-5

0.000171 0.000179

8.745. x 10-5

0.000171 0.000202

9.26. x 10-5

Variasi 3
ho

hi

(W/m.K)

(W/m.K)

(W/m2.K)

0.000192

9.21. x
10-5

6.22. x 10-5

0.000192 0.000126

7.607. x 10-5

0.000192 0.000152

8.483. x 10-5

0.000192 0.000177

9.209. x 10-5

0.000192 0.000191

9.574. x 10-5

b. Laju Alir Fluida Dingin Tetap dan Fluida Dingin Berubah


Variasi 1
hi

ho

(W/m.K)

(W/m.K)

(W/m2.K)

9.21 x
-5

10

7.08 x 10-5

0.000116

7.08 x 10-5

0.00014

7.08 x 10-5

0.000156

7.08 x 10-5

0.000171

7.08 x 10-5

4.002 x 10-5
4.396 x 10-5
4.702 x 10-5
4.8698 x 10-5
5.0069 x 10-5

Variasi 2
hi

ho

(W/m.K)

(W/m.K)

(W/m2.K)

9.96 x
10-5

0.000111

5.2495 x 10-5

0.00012 0.000111

5.766 x 10-5

0.000147 0.000111

6.3244 x 10-5

0.000171 0.000111

6.7308 x 10-5

0.000179 0.000111

6.8513 x 10-5

Variasi 3
Hi

ho

(W/m.K)

(W/m.K)

(W/m2.K)

8.79 x
10-5

0.000167

5.7588 x 10-5

0.000134 0.000167

7.434 x 10-5

0.000152 0.000167

7.957 x 10-5

0.000172 0.000167

8.473 x 10-5

0.000195 0.000167

8.995 x 10-5

Kurva Hasil Percobaan


a. Kurva U vs Perubahan Laju Alir Dingin
Variasi 1
9.50E-05
9.00E-05

U (W/m2.K)

8.50E-05
8.00E-05
7.50E-05
7.00E-05
6.50E-05
6.00E-05
5.50E-05
5.00E-05
0.00E+00

4.00E-05

8.00E-05

1.20E-04

1.60E-04

1.50E-04

2.00E-04

Laju Alir (m3/det)

Variasi 2
9.50E-05

9.00E-05

U (W/m2.K)

8.50E-05
8.00E-05
7.50E-05
7.00E-05
6.50E-05
6.00E-05
5.50E-05
5.00E-05
0.00E+00

5.00E-05

1.00E-04
Laju Alir (m3/det)

Variasi 3
1.00E-04

9.50E-05
9.00E-05
U (W/m2.K)

8.50E-05
8.00E-05
7.50E-05
7.00E-05
6.50E-05
6.00E-05
5.50E-05
5.00E-05
0.00E+00

4.00E-05

8.00E-05

1.20E-04

1.60E-04

Laju Alir (m3/det)

b. Kurva U vs Perubahan Laju Alir Panas


Variasi 1
5.50E-05

U (W/m2.K)

5.00E-05
4.50E-05
4.00E-05
3.50E-05
3.00E-05
0.00E+00

4.00E-05

8.00E-05

Laju Alir (m3/det)

1.20E-04

Variasi 2
7.00E-05

6.80E-05
6.60E-05
U (W/m2.K)

6.40E-05
6.20E-05
6.00E-05
5.80E-05
5.60E-05
5.40E-05
5.20E-05
5.00E-05
0.00E+00

4.00E-05

8.00E-05

1.20E-04

1.60E-04

1.20E-04

1.60E-04

Laju Alir (m3/det)

Variasi 3
9.50E-05
9.00E-05

U (W/m2.K)

8.50E-05
8.00E-05
7.50E-05
7.00E-05
6.50E-05
6.00E-05
5.50E-05
5.00E-05
0.00E+00

4.00E-05

8.00E-05

Laju Alir (m3/det)

4.3 Pembahassan
Pada praktikum kali ini dilakukan perpindahan panas pada fluida berupa cairan
dimana air panas dan air dingin dialirkan melalui aliran yang berbeda dan dikontakan secata
counter current pada Plate Heat Exchanger (PHE). Perpindahan panas yang terjadi
merupakan perpindahan panas secara tidak langsung karena kedua cairan tidak bercampurdi
dalam PHE, tetapi terjadi melaui perantara lempengan (plate). Pada PHE terjadi perpindahan
panas secara konveksi-konduksi. Kalor yang dilepas oleh air panas diserap oleh lempengan

kemudian diberikan pada air dingin (konduksi), kemudian panas dari air dingin tersebar di
dalam air dingin (konveksi).
Hal pertama yang dilakukan pada percobaan ini adalah kalibrasi flowmeter fluida
panas dan dingin tujuannya yaitu untuk memperoleh nilai laju alir fluida yang tepat.
Kalibrasi dilakukan pada setiap fluida baik panas maupun dingin yaitu dengan cara
memvariasikan laju alir fluida dari 100 L/Jam sampai dengan 600 L/Jam, sehingga
diperoleh laju alir nyata dari fluida tersebut. Selanjutnya data kalibrasi tersebut dibuat
kurva dengan memplot kurva laju alir terukur dan laju alir nyata fluida.
Pada percobaan dilakukan tiga variasi laju alir tetap baik dingin maupun panas, dari
tiap laju alir yang tetap diambil sebanyak 5 data . Variasi ini dilakukan untuk mengetahui
performa PHE. Dari hasil percobaan diperoleh nilai Koefisien pindah panas dan efisiensi
yang diolah dalam grafik dengan menggunakan persamaan Neraca Energi dan persamaan
Empiris.
Sesuai dengan teori, bahwa perpindahan panas dapat terjadi akibat adanya driving
force berupa perbedaan suhu, tekanan, atau konsentrasi. Pada percobaan ini, perpindahan
panas pada PHE terjadi akibat adanya perbedaan suhu antara air panas dan air dingin. Adanya
perbedaan suhu tersebutmenyebabkan perpindahan panas dari air panas ke air dingin
sehingga terjadi kenaikan suhu air dingin keluar dan penurunan suhu air panas keluar.
Adapun jumlah plate yang digunakan pada praktikum PHE ini adalah sebanyak 25 plat
yang disusun secara tersebut dipasang secara bergantian (selang-seling) antara plat aliran
dingin dan aliran panas serta aliran dialirkan secara counter current. Adapun cara
pemasangannya dapat dilustrasikan sebagai berikut :

Perpindahan panas pada plat akan lebih besar apabila luas permukaan kontak plat dan
cairan semakin besar sehingga plat dirancang bergelombang. Adapun untuk menghitung luas
permukaan kontak perpindahan panas pada plat adalah sebagai berikut :

0,4 m
0,1 m

Cara menghitung luas permukaan satu plat:


P = 0,4 m

L = 0,1 m
A = 0,4 x 0,1 = 0,04 m2

Apabila plat dipasang 25 maka luas permukaan total menjadi :


A = 0,4 x 0,1 x25 = 1 m2
Berdasarkan literatur yang diperoleh laju nilai koefisien pindah panas keseluruhan (U)
berbanding lurus dengan laju alir fluida. dan hal tersebut bisa dikatakan sesuai dengan
percobaan karena diihat dari rata rata nilai tiap RUN. Dari data grafik didapatkan bahwa
hasil koefisien pindah panas (U) secara NE hasilnya bisa dikatakan linear walaupun ada salah
satu RUN yang tidak stabil atau lebih fluktuatif. Perolehan nilai yang fluktuatif tersebut dapat
disebabkan karena pengukuran suhu yang kurang tepat pada suhu masuk dan suhu yang keluar
baik pada pengukuran suhu panas maupun pengukuran suhu dingin. Selain itu, berdasarkan
literatur juga semakin besar laju alir maka akan semakin besar pula nilai koefisien pindah
panas. Pada percobaan berdasarkan perhitungan NE pada laju alir panas tetap hal tersebut
sesuai dengan literatur yang diperoleh. Dimana dari data grafik semakin tinggi laju alir maka
nilai koefisien pindah panas juga tinggi.
Efisiensi yang dihasilkan pada percobaan sangat bervariasi. Pada laju alir panas
tetap efisiensi tertingginya adalah 101.1951 % pada laju alir panas tetap 502.09 L/Jam
dan laju alir dingin 423.74 L/Jam, sedangkan pada laju alir dingin tetap efisiesnsi tertingginya
adalah 972.753 % pada laju alir dingin tetap 375.56 L/jam dan laju alir panas 104.16 L/jam.
Semakin besar laju alir maka akan semakin besar efisiensi yang didapatkan. Walaupun

begitu pada percobaan untuk laju alir panas tetap hasil efisiensinya cenderung fluktuatif dan
hanya mengalami peningkatan efisiensi disalah satu titik untuk setiap kenaikan laju alir.
Ketidaksesuain hasil percobaan dengan literatur dapat disebabkan karena adanya panas
yang hilang akibat adanya kontak anatara PHE dengan udara luar . Selain itu hal tersebut
dapat disebabkan karena kerak atau karat pada PHE yang menghambat perpindahan panas
sehingga menyebabkan efisiensi alat menjadi kurang bagus.
Untuk menanggulangi permasalahn-permasalahn tersebut maka diperlukan ketelitian
dalam pembacaan skala temperatur supaya hasil pengukuran tidak banyak melakukan
penyimpangan, perawatan pada PHE dengan melakukan pemeriksaan dan penggantian
gasket,nserta pembersihan plate danpembersihan saluran cairan . Hal tersebut dilakukan
supaya efisiensi yang dihasilkan baik dan performa alat dalam melakukan perpindahan
panas berjalan optimal.

BAB V
KESIMPULAN

Adapun kesimpulan dari praktikum Plate Heat Exchanger ini adalah sebagai berikut :
1. Perpindahan panas dapat terjadi dengan 3 cara, yaitu : konduksi, konveksi, dan
radiasi. Pada alat Plate Heat Exchanger (PHE) perpindahan panas terjadi secara
konduksi dan konveksi.
2. Sebagai alat perpindahan panas, PHE memiliki keunggulan lebih mudah dilakukan
pembersihan dan modifikasi
3. Pada percobaan fluida panas tetap, diperoleh nilai U terbesar dengan perhitungan

= 366.83092 W/m2K yaitu pada laju alir fluida panas tetap 293.64 L/jam dan laju
alir panas 533.61 L/jam
4. Efisiensi alat dari Plate Heat Exchanger pada fluida panas tetap = 7.05976 % -

101.1951 %
5. Pada percobaan fluida dingin tetap, diperoleh nilai U terbesar dengan perhitungan

= 676.3685 W/m2K yaitu pada laju alir fluida dingin tetap 67.95 L/jam dan laju
alir panas 393.78 L/jam
6. Efisiensi alat dari PHE pada fluida dingin tetap 18.10446 % - 972.753 %.
7. PHE harus dilakukan perawatan yang tepat untuk mendapatkan nilai efisiensi yang
benar yaitu dengan melakukan pemeriksaan dan penggantian gasket,nserta
pembersihan plate danpembersihan saluran cairan.

DAFTAR PUSTAKA

Artono Koestoer, Raldi .Perpindahan Kalor. Salemba Teknika. Jakarta 2002


Geankoplis J. Christie. 1983.transport Processes and unit operations. Amerika
Holman, JP. Alih bahasa E.Jasifi. Perpindahan Kalor. Penerbit Erlangga.Jakarta.1995
Jobsheet praktikum Pilot Plant. Plate Heat Exchanger. Jurusan Teknik Kimia. Politeknik
Negeri Bandung.
Kays,W.M. and London, A.L, Compact Heat Exchanger, 2 nd Edition McGraw-Hill, New
York, 1964