Anda di halaman 1dari 6

Model Dalam Eksplorasi Batubara

Batu bara atau batubara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah
batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa
tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari
karbon, hidrogen danoksigen.
Batu bara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang
kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk.
Pembentukan batu bara memerlukan kondisi-kondisi tertentu dan hanya terjadi pada eraera tertentu sepanjang sejarah geologi. Zaman Karbon, kira-kira 340 juta tahun yang lalu (jtl),
adalah masa pembentukan batu bara yang paling produktif dimana hampir seluruh deposit batu
bara (black coal) yang ekonomis di belahan bumi bagian utara terbentuk.
Pada Zaman Permian, kira-kira 270 jtl, juga terbentuk endapan-endapan batu bara yang
ekonomis di belahan bumi bagian selatan, seperti Australia, dan berlangsung terus hingga ke
Zaman Tersier (70 - 13 jtl) di berbagai belahan bumi lain.

Eksplorasi adalah penyelidikan geologi yang dilakukan untuk mengidentifikasi,


menentukan lokasi, ukuran, bentuk, letak, sebaran, kuantitas, dan kualitas suatu endapan bahan
galian

untuk

kemudian

dapat

dilakukan

analisis/kajian

kemungkinan

dilakukannya

penambangan. Tujuan utama dari kegiatan eksplorasi geofisika adalah untuk membuat model
bawah permukaan bumi dengan mengandalkan data lapangan yang diukur bisa pada permukaan
bumi atau di bawah permukaan bumi atau bisa juga di atas permukaan bumi dari ketinggian
tertentu. Untuk mencapai tujuan ini, idealnya kegiatan survey atau pengukuran harus dilakukan
secara terus-menerus, berkelanjutan, dan terintegrasi menggunakan sejumlah ragam metode
geofisika.Seringkali -bahkan hampir pasti- terjadi beberapa kendala akan muncul dan tak bisa
dihindari, Seperti kehadiran noise pada data yang diukur. Ada juga kendala ketidaklengkapan
data atau malah kurang alias tidak cukup.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)


Eksplorasi adalah Penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih
banyak tentang keadaan, terutama sumber-sumber alam yang terdapat di tempat itu;
penyelidikan;penjajakan.
Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI)
Eksplorasi

adalah

kegiatan

penyelidikan

geologi

yang

dilakukan

untuk

mengidentifikasi,menetukan lokasi, ukuran, bentuk, letak, sebaran, kuantitas dan kualitas suatu
endapan bahan galian untuk kemudian dapat dilakukan analisis/kajian kemungkinan dilakukanya
penambangan.

Dari ke-tiga pengertian tentang eksplorasi diatas, dapat disimpulkan bahwa Eksplorasi
adalah suatu kegiatan lanjutan dari prospeksi yang meliputi pekerjaan-pekerjaan untuk
mengetahui ukuran,bentuk, posisi, kadar rata-rata dan esarnya cadangan serta studi kalayakan
dari endapan bahan galian atau mineral berharga yang telah diketemukan.

Kegiatan eksplorasi adalah tahapan kegiatan usaha pertambangan untuk memperoleh


informasi secara terperinci dan teliti tentang lokasi, bentuk, dimensi, sebaran, kualitas, dan
sumber daya terukur dari bahan galian, serta informasi mengenai lingkungan sosial dan
lingkungan hidup. Menentukan suatu daerah prospek adalah merupakan tahapan yang penting
dalam kegiatan eksplorasi. Dalam kaitan dengan batubara, eksplorasi batubara merupakan suatu
proses kegiatan untuk menentukan lokasi endapan batubara yang prospek untuk dikembangkan,
dimana selama pelaksanaan program akan dilakukan pengambilan contoh batubara (coal
sampling) untuk dievaluasi dan dianalisis di laboratorium baik dengan pendekatan analisis kimia
maupun analisis fisika agar kualitas dan kuantitas batubara tersebut dapat diketahui dengan pasti
(Blayden and Goodwin, 1982).

Tahapan eksplorasi batubara sebagaimana tercantum dalam Standar Nasional Indonesia,


Amandemen 1 SNI 13-50141998, tentang Klasifikasi Sumberdaya dan Cadangan Indonesia,
umumnya dilaksanakan dalam beberapa tahap:
1. Survey Tinjau
Survey tinjau merupakan tahap eksplorasi batubara yang paling awal dengan tujuan untuk
mengidentifikasi daerah-daerah yang mengandung endapan batubara yang prospek untuk
diselidiki lebih lanjut. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini meliputi studi geologi regional,
interpretasi potret udara, geofisika, dan peninjauan lapangan pendahuluan.
2. Prospeksi
Pada tahap ini, dilakukan pemilihan lokasi daerah yang mengandung endapan batubara
yang potensial untuk dikembangkan dengan tujuan untuk mengidentifikasi sebaran dan potensi
endapan batubara yang akan menjadi target eksplorasi selanjutnya. Pemboran uji pada tahap ini
bertujuan untuk mempelajari stratigrafi regional atau litologi, khususnya di daerah yang
mempunyai indikasi adanya endapan batubara. Jarak antar titik bor berkisar dari 1000 sampai
3000 meter. Pada tahap ini peta yang dipakai mulai dari 1:50.000 sampai 1:25.000.
3. Eksplorasi Pendahuluan
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh gambaran awal tentang endapan
batubara yang meliputi jarak titik pengamatan, ketebalan, kemiringan lapisan, bentuk, korelasi
lapisan, sebaran, struktur geologi dan sedimen, kuantitas dan kualitasnya. Jarak antar titik bor
berkisar 500 1000 meter, skala peta yang digunakan mulai dari 1: 25.000 sampai 1:10.000.
Sesuai dengan Keputusan Direktur Jendral Pertambangan Umum No. 661.K/201/DDJP/1996
tentang Pemberian Kuasa Pertambangan, Laporan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum
perlu dilampiri dengan beberapa peta:
Peta lokasi/situasi
Peta geologi lintasan dan singkapan (skala 1:25.000)
Peta kegiatan penyelidikan umum, termasuk lokasi sumur uji, parit uji,
pengambilan contoh batubara (skala 1:10.000)

Peta anomali geofisika, bila dilakukan (skala 1:10.000)


Peta penyebaran endapan batubara dan daerah prospek (skala 1:10.000)
Peta wilayah rencana peningkatan Kuasa Pertambangan
Penampang sumur uji
Penampang parit uji
Penampang lubang bor Dari kegiatan ini akan dihasilkan model geologi, model
penyebaran endapan, gambaran mengenai cadangan geologi, kadar awal, dll. dipakai
untuk menetapkan apakah daerah survei yang bersangkutan memberikan harapan baik
(prospek) atau tidak. Kalau daerah tersebut mempunyai prospek yang baik maka dapat
diteruskan dengan tahap eksplorasi selanjutnya.

4. Eksplorasi Rinci
Eksplorasi rinci, yaitu tahap explorasi untuk mendeliniasi secara rinci dalam tiga dimensi
terhadap endapan mineral yang telah diketahui dari dari percontohan singkapan,puritan, lubang
bor, shafts, dan terowongan. Pada survei eksplorasi rinci perlu dilakukan pengamatan lapang
dengan tingkat kerapatan pengamatan di lapang: 2 tiap 1 hektar; kisaran skala yang dihasilkan
berkisar antara: 1 : 10.000 atau berskala lebih besar; pada umumnya skala yang dihasilkan adalah
1 : 5.000; sehingga memiliki luas tiap 1 cm2 pada peta adalah 0,25 hektar.
Pengkajian :
Geoteknik
Geohidrologi
Kegiatan :
Pemetaan geologi dan topografi ( 1:2.000 )
Pemboran dan pencontohan

Penampangan (logging) geofisika

Tujuan Eksplorasi Batubara adalah : Untuk menginventarisir serta melokalisir data


endapan batubara yang ada di daerah studi yang guna mencari lokasi-lokasi singkapan batubara
dan melaporkan daerah prospeksi hasil temuan di lapangan.

Dari uraian tentang tahapan kegiatan eksplorasi diatas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan
penyelidikan lapangan bertujuan untuk mendapatkan data tentang sifat fisik-mekanik batuan,
struktur geologi dan kondisi air tanah sampai dengan kedalaman rencana penambangan. Secara
spesifik harus dibuat laporan struktur geologi meliputi litologi, geometri dan kemiringan dari
formasi lapisan batubara, geometri dan komposisi struktur major seperti patahan, serta domain
dan orientasi dari bidang-bidang diskontinuitas. Demikian juga dengan data geoteknik terutama
sifat fisik dan mekanik dari over burden, interburden, lapisan batubara dan batuan alas.
Gambaran tentang data level air tanah, permeabelitas dan aliran air tanah artesis yang diperoleh
pada waktu kegiatan pengeboran dan pemasangan piezometer perlu juga dibuat dalam laporan
tertulis.

Daftar Pustaka
http://godamaiku.blogspot.com/2013/09/eksplorasi-batubara.html
http://bahangaliantambang.blogspot.com/2013/11/kegiatan-eksplorasi-batubara.html
http://harrykurniafirmansyah.blogspot.com/2014/01/kegiatan-eksplorasi.html
http://toba-geoscience.blogspot.com/2011/11/eksplorasi-batubara.html
http://simonsamosir.blogspot.com/2014/07/eksplorasi-batubara-denganmenggunakan.html
http://andiashariahmad.blogspot.com/2012/12/eksplorasi-batubara-umi.html