Anda di halaman 1dari 5

Pemecahan kasus dilema etis

Mengidentifikasi dan mengembangkan data dasar


Mengidentifikasi dan mengembangkan data dasar yang terkait dengan
kasus tranplantasi meliputi orang yang terlibat klien, keluarga klien, dokter, dan
perawat. Tim dokter dan perawat yang menangani Potter dengan leukemia
menawarkan beberapa alternatif penatalaksanaan pada Potter, diantararanya
dengan kemoterapi dan transplantasi sumsum tulang. Dengan pertimbangan spiritual
dan nilai yang diyakini oleh orang tua Potter, ayah dan ibu Potter memutuskan untuk
memilih kemoterapi dan menolak trasplantasi sumsum tulang. Keputusan ini diambil oleh
orang tua Potter tanpa mempertimbangkan pendapat dari Potter.

Mengidentifikasi munculnya konflik


Potter

menderita leukemia sehingga Tim dokter dan perawat yang

menangani Potter menawarkan beberapa alternatif penatalaksanaan pada Potter,


diantararanya dengan kemoterapi dan transplantasi sumsum tulang. Dalam hal ini
keluarga memustuskan untuk memilik kemoterapi dan menolak transplantasi
sumsum tulang dikarenakan bertentangan dengan spiritual dan nilai yang diyakini
oleh orang tua Potter. Namun, orang tua Potter mengambil keputusan tanpa
mempertimbangkan pendapat dari Potter.

Menentukan tindakan alternatif yang direncanakan

1. Setuju dengan perawat A untuk mendukung hak otonomi tuan C tetapi hal
inipun harus dipertimbangkan secara cermat konsekuensinya, sebab dokter

dan perawat tidak berhak menjadi pembunuh meskipun klien memintanya.


Konsekuensi dari tindakan ini: hak klien terpenuhi, mempercepat kematian
klien, keinginan keluarga terpenuhi dan berkurangnya beban keluarga.
Namun pihak rumah sakit menjadi tidak konsisten terhadap peraturan yang
telah dibuat.
2. Setuju dengan perawat B karena sesuai dengan prinsip moral avoiding
killing. Konsekuensi dari tindakan ini: klien tetap menderita dan kecewa,
klien dan keluarga akan menuntut rumah sakit, serta beban keluarga
terutama biaya perawatan meningkat. Dengan demikian rumah sakit
konsisten dengan peraturan yang telah dibuat
3. Setuju dengan perawat C yang menyerahkan keputusannya pada tim medis
atau dokter. Namun konsekuensinya perawat tidak bertanggung jawab dari
tugasnya. Selain itu dokter juga merupakan staf rumah sakit yang tidak
berhak memutuskan kematian klien.

Menentukan siapa pengambil keputusan yang tepat


Pada kasus tuan C, yang dapat membuat keputusan adalah manajemen
rumah sakit dan keluarga. Rumah sakit harus menjelaskan seluruh konsekuensi
dari pilihan yang diambil keluarga untuk dapat dipertimbangkan oleh keluarga.
Tugas perawat adalah tetap memberikan asuhan keperawatan dalam rangka
memenuhi kebutuhan dasar klien.

Menjelaskan kewajiban perawat


Kewajiban perawat seperti yang dialami oleh tuan C adalah tetap
menerapkan asuhan keperawatan sebagai berikut: memenuhi kebutuhan dasar
klien sesuai harkat dan martabatnya sebagai manusia, mengupayakan suport
sistem yang optimal bagi klien seperti keluarga, teman terdekat, dan peer group.
Selain itu perawat tetap harus menginformasikan setiap perkembangan dan
tindakan yang dilakukan sesuai dengan kewenangan perawat. Perawat tetap
mengkomunikasikan kondisi klien dengan tim kesehatan yang terlibat dalam
perawatan klien Tuan C.

Mengambil keputusan yang tepat


Pengambilan keputusan pada kasus ini memiliki resiko dan
konsekuensinya kepada klien. Perawat dan dokter perlu mempertimbangkan
pendekatan yang paling tepat dan menguntungkan untuk klien. Namun sebelum
keputusan tersebut diambil perlu diupayakan alternatif tindakan yaitu merawat
klien sesuai dengan kewenangan dan kewajiban perawat. Jika tindakan alternatif
ini tidak efektif maka melaksanakan keputusan yang telah diputuskan oleh pihak
manajemen rumah sakit bersama keluarga klien (informed consent).

Bab IV
Penutup
Kesimpulan
Berbagai permasalahan etik dapat terjadi dalam tatanan klinis yang
melibatkan interaksi antara klien dan perawat. Permasalahan bisa menyangkut
penentuan antara mempertahankan hidup dengan kebebasan dalam menentukan
kematian, upaya menjaga keselamatan klien yang bertentangan dengan kebebasan
menentukan nasibnya, dan penerapan terapi yang tidak ilmiah dalam mengatasi
permasalah klien.
Dalam membuat keputusan terhadap masalah dilema etik, perawat dituntut
dapat mengambil keputusan yang menguntungkan pasien dan diri perawat dan
tidak bertentang dengan nilai-nilai yang diyakini klien. Pengambilan keputusan
yang tepat diharapkan tidak ada pihak yang dirugikan sehingga semua merasa
nyaman dan mutu asuhan keperawatan dapat dipertahankan.
Saran
Perawat harus berusaha meningkatkan kemampuan profesional secara
mandiri atau secara bersama-sama dengan jalan menambah ilmu pengetahuan
untuk menyelesaikan suatu dilema etik.

Daftar Pustaka
Kozier, B., Erb G., Berman, A., & Snyder S. J. (2004). Fundamentalsof Nursing
Concepts Process and Practice. (7th ed). New Jerney: Pearson Education
Line.
Priharjo, R. (1995). Pengantar Etika Keperawatan. Yogyakarta: Kanisius.
Suhaemi, M.E. (2004). Etika Keperawatan: aplikasi pada praktik. Jakarta: EGC
Taylor C., & Lemone P. (1997). Fundamentals of Nursing. Philadelphia:
Lippincott.