Anda di halaman 1dari 3

TINEA CORPORIS PADA PASIEN LAKI

LAKI BERUSIA 52 TAHUN


ABSTRAK
Tinea adalah penyakit pada jaringan yang mengandung zat tanduk, misalnya lapisan teratas
pada kulit pada epidermis, rambut, dan kuku, yang disebabkan golongan jamur dermatofita
(jamur yang menyerang kulit). Tinea korporis mengenai daerah muka, leher, badan, dan
lengan. Pasien laki laki berusia 52 tahun, dengak keluhan sejak 1 bulan yang lalu timbul
bercak kemerahan di perut gatal terutama saat berkeringat dan lama-kelamaan semakin
meluas.Pasien sering menggaruk garuk daerah yang gatal. Status dermatologis
menunjukkan pada perut tampak plak hiperpigmentasi batas tegas, bentuk tidak teratur ,
ukuran plakat, susunan polisiklik distribusi regional (inguinal). Pada lipat paha (inguinal)
dan intragluteal tampak plak hiperpigmentasi dengan papul eritem batas tegas bentuk tidak
teratur, ukuran plakat, susunan polisiklik, simetris dengan skuama halus. Pada kasus ini,
ujud kelainan kulit muncul di daerah perut. Daerah perut merupakan daerah yang tidak
berambut, sehingga dapat terkena tinea korporis, dimana jenis penyakit kulit ini hanya
terjadi atau muncul pda daerah-daerah tubuh yang berkulit halus atau tidak berambut.
Kata kunci : tinea, korporis.
KASUS
Pasien laki laki berusia 52 tahun, dengak keluhan sejak 1 bulan yang lalu timbul bercak
kemerahan di perut gatal terutama saat berkeringat dan lama-kelamaan semakin meluas, oleh
pasien suka digaruk. Tidak ada riwayat keluhan serupa, riwayat penyakit infeksi, riwayat
alergi maupun penggunaan obat-obatan tertentu. Pada keluarga tidak ditemukan ada riwayat
keluhan yang sama maupun riwayat alergi.
Status dermatologis menunjukkan pada perut tampak plak hiperpigmentasi batas tegas,
bentuk tidak teratur , ukuran plakat, susunan polisiklik distribusi regional (inguinal).
DIAGNOSIS
Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik maka dibuat diagnosa kerja tinea korporis.
TERAPI
Penatalaksanaan pada pasien ini meliputi terapi medikamentosa yaitu Griseofulvin 500mg 1
dd tab 1 selama 3-4 minggu, Ketokonazol cream 2% 1 dd ue selama 3-4 minggu. Diberikan
juga edukasi berupa mandi dengan bersih 2x sehari, ganti baju yang bersih sehabis mandi,
hindari baju yang tidak menyerap keringat dengan baik, jangan menggaruk-garuk daerah
yang sakit karena dapat menimbulkan infeksi sekunder dan menyebarkan jamur ke daerah
lain. Pengobatan dengan menggunakan salep anti jamur saja dengan teratur sehabis mandi
selama 3 minggu berturut-turut (kemungkinan gejala hilang di minggu kedua tapi jangan
dihentikan pengobatan walau gejala sudah hilang tetap digunakan karena jamur harus
dibasmi sampai ke akar-akarnya).
DISKUSI

Tinea adalah penyakit pada jaringan yang mengandung zat tanduk, misalnya lapisan
teratas pada kulit pada epidermis, rambut, dan kuku, yang disebabkan golongan jamur
dermatofita (jamur yang menyerang kulit). Tinea korporis mengenai daerah muka, leher,
badan, dan lengan. Tinea kruris merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur pada
daerah genitokrural (selangkangan), sekitar anus, bokong dan kadang-kadang sampai perut
bagian bawah. Jamur dermatofita yang sering ditemukan pada kasus tinea kruris adalah,
E.Floccosum, T. Rubrum, dan T. Mentagrophytes.
Pada kasus ini, ujud kelainan kulit muncul di daerah perut. Daerah perut merupakan
daerah yang tidak berambut, sehingga dapat terkena tinea korporis, dimana jenis penyakit
kulit ini hanya terjadi atau muncul pda daerah-daerah tubuh yang berkulit halus atau tidak
berambut.
Pria lebih sering terkena daripada wanita. Maserasi dan oklusi kulit lipat paha
menyebabkan peningkatan suhu dan kelembaban kulit yang akan memudahkan infeksi. Tinea
kruris biasanya timbul akibat penjalaran infeksi dari bagian tubuh lain. Penularan juga dapat
terjadi melalui kontak langsung dengan individu yang terinfeksi atau tidak langsung melalui
benda yang mengandung jamur, misalnya handuk, lantai kamar mandi, tempat tidur hotel dan
lain-lain.
Pada kasus ini pasien adalah seorang wanita, hal ini membuktikan bahwa tinea
korporis dan kruris juga dapat terjadi pada wanita, tidak hanya pada pria. Keluhan berupa
rasa gatal. Pada kasus yang tipikal didapatkan lesi bulla yang berbatas tegas, pada tepi lesi
tampak tanda radang lebih aktif dan bagian tengah cenderung menyembuh. Lesi yang
berdekatan dapat membentuk pola gyrate atau polisiklik.
Tinea cruris bermanifestasi sebagai ruam erythematous simetris di selangkangan,
biasanya lokasi pada daerah selangkangan atau sisi paha atas bagian dalam, dapat terjadi di
kedua paha atau di salah satu paha saja. Keluhan utama adalah rasa gatal yang dapat hebat.
Lesi berbatas tegas, tepi meninggi yang dapat berupa bintil-bintil kemerahan atau lentinglenting kemerahan, atau kadang terlihat lenting-lenting yang berisi nanah. Bagian tengah
menyembuh berupa daerah coklat kehitaman bersisik. Garukan terus-menerus dapat
menimbulkan gambaran penebalan kulit.
Bahan untuk pemeriksaan jamur sebaiknya diambil dengan mengerok tepi lesi yang meninggi
atau aktif. Khusus untuk lesi yang berbentuk lenting-lenting, seluruh atapnya harus diambil
untuk bahan pemeriksaan. Pemeriksaan mikroskopik (dengan menggunakan mikroskop)
secara langsung menunjukkan artrospora (hifa yang bercabang) yang khas pada infeksi
dermatofita.
Pada kasus ini tidak dilakukan pemeriksaan kerokan kulit, sehingga tidak dapat dilakukan
pemeriksaan secara mikroskopik.
Berbagai macam obat imidazol dan alilamin tersedia dalam beberapa formulasi. Semuanya
memberikan keberhasilan terapi yang tinggi (70-100%) dan jarang ditemukan efek samping.
Obat ini digunakan pagi dan sore hari selama sekurang-kurangnya 2-4 minggu. Terapi
dioleskan sampai 3 cm di luar batas lesi dan diteruskan sekurang-kurangnya 2 minggu setelah
lesi menyembuh.
Pengobatan dengan obat yang diminum diperlukan jika lesi luas atau gagal dengan
pengobatan topikal. Obat oral yang dapat digunakan adalah.
1; griseofulvin microsized 500-1000 mg/hari selam 2-6 minggu, meskipun beberapa
laporan menunjukkan kemungkinan kasus kebal terhadap pengobatan
2; ketokonazol 200 mg/hari selama kurang lebih 4 minggu

3; itrakonazol 100 mg/hari selama 2 minggu atau 200 mg/hari selama 1 minggu
4; terbinafin 250 mg/hari selama 1-2 minggu.
KESIMPULAN
Tinea adalah penyakit pada jaringan yang mengandung zat tanduk, misalnya lapisan
teratas pada epidermis, rambut, dan kuku, yang disebabkan golongan jamur dermatofita
(jamur yang menyerang kulit). Tinea korporis mengenai daerah muka, leher, badan, dan
lengan. Tinea kruris merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur pada daerah
genitokrural (selangkangan), sekitar anus, bokong dan kadang-kadang sampai perut bagian
bawah. Mengobati atau menghilangkan sumber penularan merupakan hal penting untuk
mencegah penularan jamur kembali dan penyebaran lebih lanjut kepada manusia.
REFERENSI
1.
Djuanda A. Hamzah M, Aisyah S. : Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, 4th Ed, FKUI
Jakarta, 2005.
2.
Sularsito SA, Retno WS, Dermatology Praktis, edisi II, Perkumpulan Ahli DermatoVenerkologi, 1986.
3.

Siregar RS, Wijaya, Saripati Penyakit Kulit dan Kelamin, edisi II, EGC Jakarta, 1996.

4.

Harahap Marwali, Ilmu Penyakit Kulit, Jakarta, Hipokrates, 2000, hal 88-94.

PENULIS
Desatya Rossa Amygha. Bagian ILMU KULIT DAN KELAMIN RSUD Panembahan
Senopati Bantul.