Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Prajabatan Pola Baru
bertujuan untuk mewujudkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional,
sekaligus sebagai implementasi penyelenggaraan DIKLAT yang berorientasi pada
kompetensi sesuai Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI No.
38 dan 39 tahun 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Prajabatan Golongan I,
II dan golongan III. Prajabatan pola baru ini bukan sekedar proses penyaluran
pengetahuan melainkan diharapkan sebagai wadah penyaluran attitude dan value
yang merupakan bekal ASN sebelum memasuki ranah birokrasi, dalam menyambut
Era Association South, East, Asia Nation (ASEAN) Community 2015 serta untuk
mewujudkan visi pemerintah 2025.
Ada beberapa hal yang masih menjadi prioritas utama dalam pembaharuan
pelayanan publik. Sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang (UU)
No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik belum dijalankan secara optimal.
Mental ASN belum cukup kuat, etika dan moralitas masih sangat rendah, terlihat
dengan masih maraknya korupsi, kolusi dan nepotisme dalam birokrasi. Selain itu,
kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum memadai bahkan belum
mencapai standar profesional.
Dengan demikian masa prajabatan calon ASN dipilih sebagai masa
pembentukan mental, mindset, budaya kerja yang didasarkan pada nilai
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu serta anti korupsi dalam
figur calon ASN. Melalui serangkaian pembelajaran yang menuntut kemampuan
untuk menginternalisasi dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar di tempat kerja
yang dapat dipertanggungjawabkan, calon ASN dipersiapkan menjadi ASN yang
dapat memberikan pelayanan prima sesuai dengan amanat undang-undang.
B. Gambaran Umum Poltekkes Kemenkes Gorontalo
1. Keadaan Organisasi
Politeknik Kesehatan Gorontalo terbentuk melalui suatu proses panjang
yang penuh tantangan dan dinamika, diantaranya pada tahun 1974 diawali
dengan berdirinya Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) ijasah C dan E yang
selanjutnya pada tahun 1979 dikonvensi menjadi Sekolah Perawat Kesehatan
(SPK) umum. Pada tahun 1996 dikonvensi lagi menjadi Akademi Keperawatan
(Akper) Gorontalo.Tahun 2001 melalui SK Menkes-Keson No. 298 Akper
ditetapkan menjadi salah satu Program Studi yang berada di bawah Politeknik

Kesehatan Depkes Gorontalo. Seiring dengan terbentuknya Provinsi Gorontalo


maka masyarakat dan civitas pendidikan kesehatan yang ada di Gorontalo
sangat berkeinginan agar Provinsi Gorontalo memiliki Politeknik Kesehatan
tersendiri.
Pada tahun 2003 melalui SK Menkes Nomor 1049 dibentuk 2 program
studi baru yakni Program Studi Gizi dan Kebidanan sebagai syarat untuk
terbentuknya Poltekkes Depkes Gorontalo. Tahun 2007 disahkan Keputusan
Menteri Kesehatan RI Nomor 890/Menkes/Per/VIII/2007 tanggal 2 Agustus
2007 tentang organisasi dan tata kerja Politeknik Kesehatan Depkes di
Indonesia, dimana didalamnya telah tercantum Politeknik Kesehatan Depkes
Gorontalo. Dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Kesehatan tersebut
maka secara resmi telah terbentuk Politeknik Kesehatan Gorontalo.
2. Struktur Organisasi Poltekkes Kemenkes Gorontalo
Mengacu

pada

Peraturan

Menteri

Kesehatan

RI

Nomor

1988/MENKES/PER/IX/2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri


KEsehatan RI Nomor : 890/MENKES/PER/VIII/2007 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Politeknik Kesehatan.

Gambar 1. Struktur Organisasi Poltekkes Kemenkes Gorontalo

3. Visi dan Misi Poltekkes Kemenkes Gorontalo dan Unit Kerja


Laboratorium
a) Visi Misi Organisasi
Visi Poltekkes Kemenkes

Gorontalo

adalah

menghasilkan

tenaga

kesehatan yang professional, mandiri dan mampu bersaing di era


globalisasi.
Misi Poltekkes Kemenkes Gorontalo adalah :
1) Menyelenggarakan system pendidikan dan pengajaran yang berkualitas,
kreatif seta inovatif
2) Menyelenggarakan

penelitian

yang

berkesinambungan

di bidang

kesehatan
3) Melaksanakan pengabdian masyarakat sesuai denganbidang ilmu dan
tujuan pendidikan

b)

Visi Misi Unit Kerja


Visi

laboratorium

adalah

menjadikan

laboratorium

sebagai

pusat

penelusuran kembali konsep-konsep ilmu pengetahuan, pengembangan


ilmu pengetahuan dan atau aplikasi ilmu pengetahuan.
Misi laboratorium adalah :

1) Menciptakan

laboratorium

sebagai

pusat

pengembangan

ilmu

pengetahuan
2) Memahami, menguji dan menggunakan konsep/teori yang telah
dipelajari untuk diterapkan pada saat praktek
3) Menciptakan keamanan dan keselamatan kerja di laboratorium
4) Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, teratur dan berkelanjutan
untuk menunjang tercapainya kompetensi peserta didik
5) Menyiapkan peserta didik menjadi terampil sebelum terjun dalam
pelayanan masyarakat
4. Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Jabatan Instruktur di Poltekkes Kemenkes
Gorontalo
Uraian tugas dan fungsi pokok jabatan Instruktur di Poltekkes
Kemenkes Gorontalo mengacu pada Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) sebagai
berikut :
1. Menyusun Rencana latihan sesuai dengan pedoman agar latihan dapat
berjalan dengan baik
2. Menyiapkan bahan latihan sesuai dengan rencana latihan agar peserta latih
dapat mengerti tujuan dari latihan
3. Menyiapkan peralatan pendukung

sesuai

dengan

bidangnya

untuk

mempermudah peserta latih


4. Melatih peserta latih sesuai dengan rencana latihan dan menggunakan bahan
latihan serta peralatan pendukung agar terjadi alih keterampilan
5. Melaksanakan evaluasi program latihan
6. Menyusun laporan pelaksanaan tugas
7. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan pimpinan yaitu
menjadi dosen pengajar

C. Tujuan Aktualisasi
Peserta

DIKLAT

Prajabatan

Golongan

III

diharapkan

mampu

mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi dalam menjalankan tugas dan fungsi


sebagai calon ASN di tempat kerja serta dapat menganalisis dampak apabila nilainilai dasar tersebut tidak diimplementasikan.

BAB II
ISI / KONTEN
A. Landasan Teori
Nilai-nilai dasar profesi PNS diaktualisasikan dalam pelaksanaan tugas
pokok dan fungsi sebagai instruktur di Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes
Gorontalo. Nilai-nilai dasar tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Akuntabilitas merupakan kesadaran adanya tanggung jawab dan kemauan untuk
bertanggung jawab serta kesadaran akan tugasnya. Indikatornya antara lain
integritas, netral, konsisten, kejelasan wewenang, transparan, jujur, adil,
tanggung jawab, semangat dan keunggulan, pengembangan tim, bersikap
profesional dan bekerja sesuai SOP.
2. Nasionalisme

merupakan

sikap menjunjung

tinggi nilai-nilai

Pancasila.

Indikatornya antara lain Ketuhanan (religius, toleransi, etos kerja, transparan,


amanah,

percaya

diri);

Kemanusiaan

(humanis,

tenggang

rasa,

persamaan derajat, saling menghormati, tidak diskriminatif), Persatuan (cinta


tanah air, rela berkorban, menjaga ketertiban, mengutamakan kepentingan
publik, gotong royong), Kerakyatan (musyawarah mufakat, kekeluargaan,
menghargai pendapat, bijaksana), Keadilan (bersikap adil, tidak serakah, tolong
menolong, kerja keras, sederhana).
3. Etika Publik merupakan nilai yang mengatur tentang pemberian pelayanan
yang layak kepada masyarakat. Indikatornya antara lain jujur, bertanggung

jawab, Integritas tinggi, cermat, disiplin, hormat, sopan, taat pada peraturan, taat
perintah, menjaga rahasia.
4. Komitmen Mutu merupakansikap menjaga keefektifan dan efisiensi kerja.
Indikatornya antara lain efektivitas, efisiensi, inovasi dan berorientasi Mutu.
5. Anti Korupsi merupakan sikap tegas dalam memerangi hal-hal yang
berhubungan dengan perilaku korupsi. Indikatornya anta lain tanggung jawab,
disiplin, kerja keras, peduli, adil, sederhana, jujur, berani dan mandiri.
B. Keterkaitan Kegiatan dan Nilai Dasar Profesi PNS
Pada tabel 1 dan Tabel 2 berikut akan diuraikan rancangan kegiatan yang akan
diaktualisasikan serta keterkaitannya dengan nilai dasar profesi PNS yang dilaksanakan
di Jurusan Kebidanan Politekkes Kemenkes Gorontalo berdasarkan tugas pokok dan
fungsi sebagai instruktur.

Tabel 1. Uraian Rancangan Kegiatan Berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi Instruktur
Berkaitan dengan Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS

INFORMASI YANG RELEVAN DENGAN NILAI DASAR


NO
1
1

INDIKATOR NILAI DASAR


2
a. Akuntabilitas
(Taat pada aturan,
tanggung jawab)

b. Nasionalisme
(Tidak diskriminatif,
musyawarah mufakat)

c. Etika publik
(Cermat, taat pada aturan)

d. Komitmen mutu
(Efektivitas, berorientasi
mutu

e. Anti korupsi
(Disiplin, jujur)

KEBUTUHAN
STAKEHOLDER
3
- Mahasiswa mengharapkan
penuntun
pengembalian
alat/bahan
laboratorium
yang disesuaikan dengan
peraturan yang ada
- PJ
laboratorium
mengharapkan Alur yang
mempermudah
petugas
dalam
mengontrol
alat/bahan laboratorium
- Mahasiswa mengharapkan
alur resmi yang berlaku bagi
semua mahasiswa
- PJ
laboratorium
mengharapkan
prosedur
pengembalian alat yang
lebih
terstruktur
dan
sistematis yang lahir atas
kesepakatan bersama
- Mahasiswa mengharapkan
alur yang disusun secara
teliti
- PJ
laboratorium
mengharapkan alur yang
dibuat dengan berorientasi
pada tata tertib laboratorium
- Mahasiswa mengharapkan
informasi
yang
jelas
sehingga
mudah
untuk
mengembalikan alat/bahan
praktek di laboratorium
- PJ
laboratorium
mengharapkan alat/bahan
laboratorium tetap terjaga
baik dari segi kualitas
maupun kuantitas
- Mahasiswa membutuhkan
alur yang sederhana dan
tidak berbelit-belit sehingga
tidak
menyita
waktu
pembelajaran
- PJ
laboratorium
mengharapkan adanya alur
untuk memastikan jumlah
alat/bahan
yang

TUGAS ORGANISASI
4
Visi
Poltekkes
Kemenkes
Gorontalo:
Menghasilkan tenaga
kesehatan di bidang
keperawatan,
kebidanan, dan gizi
yang
professional,
mandiri dan mampu
bersaing secara global.
Misi
Poltekkes
Kemenkes
Gorontalo:
1. Menyelenggaraka
n
sistem
pendidikan
dan
pengajaran yang
berkualitas, kreatif
serta inovatif.
2. Menyelenggaraka
n penelitian yang
berkesinambunga
n
di
bidang
kesehatan.
3. Melaksanakan
pengabdian
masyarakat sesuai
dengan
bidang
ilmu dan tujuan
pendidikan.

TUGAS UNIT

TUGAS
PEGAWAI

DAFTAR
KEGIATAN

5
6
7
Visi
Unit
Kerja 1. Menyiapkan
2. Membuat
Laboratorium :
peralatan
alur
Menjadikan
pendukung
pengembal
laboratorium sebagai
sesuai
ian
pusat
penelurusan
dengan
alat/bahan
kembali konsep
bidangnya
praktek
konsep
ilmu
untuk
dilaboratori
pengetahuan,
mempermuda
um
pengembangan ilmu
h peserta latih
pengetahuan
dan
atau aplikasi ilmu
pengetahuan.
Misi
Unit
Kerja
Laboratorium :
1. Menciptakan
laboratorium
sebagai
pusat
pengembangan
ilmu pengetahuan
dan teknologi
2. Memahami,
menguji
dan
menggunakan
konsep / teori
yang
telah
dipelajari
untuk
diterapkan
pada
saat praktik
3. Menciptakan
keamanan
dan
keselamatan kerja
di laboratorium
4. Menciptakan
lingkungan belajar
yang
kondusif,
teratur
dan
berkelanjutan
untuk menunjang
tercapainya
kompetensi
peserta didik
5. Menyiapkan
peserta
didik
menjadi terampil

Tabel 2. Keterkaitan Kegiatan Instruktur di Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Gorontalo


dengan Nilai Dasar Profesi PNS
No
1
1

Kegiatan
2
Membuat
pengembalian

alur

alat/bahan

praktek di laboratorium

Membuat
peminjaman

formulir
alat/bahan

praktek di laboratorium

Rencana Nilai Dasar


3
Akuntabilitas (bersikap

Gambaran Kualitas Kegiatan yang Dilandasi Nilai Dasar


4
Dalam membuat alur pengembalian alat/bahan laboratorium sebelumnya saya berkoordinasi dengan PJ

profesional)

laboratorium dan mencari referensi terbaru melalui internet

Nasionalisme (gotong-royong,

bersikap professional, nasionalisme : gotong-royong). Hal tersebut saya lakukan untuk memastikan

mengutamakan kepentingan

bahwa alur pengembalian alat sesuai dengan aturan yang berlaku di laboratorium (implementasi nilai

publik)

etika publik : taat pada aturan). Alur ini saya susun untuk mempermudah mahasiswa dalam proses

Etika publik (taat pada aturan)

pengembalian alat/bahan dan membantu PJ dalam mengontrol alat/bahan laboratorium (implementasi

Komitmen mutu (berorientasi

nilai nasionalisme : mengutamakan kepentingan publik), sehingga jumlah dan kualitas alat/bahan

mutu, inovasi)

laboratorium tetap terjaga dengan baik (implementasi nilai komitmen mutu : berorientasi mutu,

Anti korupsi (disiplin)

inovasi). Dengan adanya alur yang sistematis maka proses pengembalian alat/bahan tidak berbelit-belit

Akuntabilitas (tanggung jawab)

dan selesai sesuai dengan waktu yang diberikan (implementasi nilai anti korupsi : disiplin).
Saya membuat formulir peminjaman alat/bahan laboratorium dengan mengacu pada buku pedoman

Nasionalisme (sederhana)

yang ada sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap alat dan bahan di laboratorium kebidanan

Etika publik (cermat)

(implementasi nilai akuntabilitas : tanggung jawab). Formulir ini saya buat sedemikian rupa

Komitmen mutu (efisiensi,

sehingga mudah dipahami baik oleh mahasiswa maupun petugas laboratorium lainnya (implementasi

inovasi)

nilai nasionalisme : sederhana). Saya juga memastikan bahwa formulir tersebut telah memuat semua

Anti korupsi (disiplin)

aspek penting yang berkaitan dengan proses peminjaman alat/bahan laboratorium (implementasi nilai

(implementasi nilai akuntabilitas :

etika publik : cermat). Dengan formulir peminjaman ini maka petugas dapat mengetahui dengan
mudah jumlah alat yang keluar/dipinjam pada setiap bimbingan praktek laboratorium (implementasi
nilai komitmen mutu : efisiensi, inovasi). Selain itu, dapat membantu petugas untuk mengecek
3

Mempersiapkan alat/bahan

Akuntabilitas (tanggung jawab)

kesesuaian jumlah alat saat proses bimbingan berakhir (implementasi nilai anti korupsi : disiplin)
Persiapan alat/bahan untuk bimbingan praktek merupakan bagian dari tugas yang harus saya

injeksi subcutan untuk

Nasionalisme (etos kerja,

laksanakan dengan sebaik-baiknya (implementasi nilai akuntabilitas : tanggung jawab). Tugas ini

bimbingan praktek

gotong-royong)

saya laksanakan dengan penuh semangat dan totalitas (implementasi nilai nasionalisme : etos

mahasiswa tingkat I di

Etika publik (cermat, taat

kerja). Saya bersama perwakilan mahasiswa mempersiapkan alat/bahan yang diperlukan untuk

laboratorium

aturan)

bimbingan tindakan injeksi subcutan secara teliti hingga dipastikan semua alat/bahan lengkap tanpa

Komitmen mutu (efektivitas)

mengesampingkan tata tertib yang berlaku di laboratorium (implementasi nilai nasionalisme :

Anti korupsi (jujur, disiplin)

gotong-royong, nilai etika publik : cermat, taat aturan). Disamping itu alat dan bahan yang disiapkan
benar-benar sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan bimbingan (implementasi nilai anti korupsi :
jujur). Kelengkapan alat/bahan nantinya membantu kelancaran proses bimbingan dan mahasiswa
dengan mudah dapat mengenal bentuk dan jumlah alat/bahan yang diperlukan (implementasi nilai
komitmen mutu : efektivitas). Dengan persiapan yang telah dilakukan dengan matang maka saya

Memberikan bimbingan

Akuntabilitas (integritas,

tidak akan menyita waktu pembelajaran selanjutnya (implementasi nilai anti korupsi : disiplin)
Pertama-tama saya mengecek kehadiran mahasiswa karena kehadiran menjadi salah satu indikator

praktek injeksi subcutan

bekerja sesuai SOP)

penting bagi saya dalam memberikan penilaian (implementasi nilai akuntabilitas : integritas).

pada mahasiswa di

Nasionalisme (musyawarah

Selanjutnya sesuai kesepakatan bersama tim pengajar lainnya, saya membagi mahasiswa dalam 3

laboratorium

mufakat, menjaga ketertiban)

kelompok untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif dan penyerapan materi secara optimal

Etika publik (cermat

(implementasi nilai nasionalisme : musyawarah mufakat, menjaga ketertiban). Saya akan

Komitmen mutu (efektivitas)

memperagakan setiap prosedur tindakan injeksi subcutan dengan baik dan benar serta penuh ketelitian

Anti korupsi (disiplin, tanggung

sehingga tidak ada satupun prosedur yang dianggap menyalahi SOP (implementasi nilai etika

jawab)

publik : cermat, nilai akuntabilitas : bekerja sesuai SOP). Saya melibatkan mahasiswa selama
proses bimbingan ini agar mereka mudah memahami dan mampu mengimplementasikannya pada
kasus-kasus tertentu di lapangan (implementasi nilai komitmen mutu : efektivitas). Saya akan
menggunakan waktu, tenaga dan pikiran saya semaksimal mungkin sehingga bimbingan bisa selesai
tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan memberikan hasil yang memuaskan

Memberikan bimbingan

Akuntabilitas (bersikap

(implementasi nilai anti korupsi : disiplin, tanggung jawab)


Dalam pelaksanaannya saya mengacu pada surat tugas yang diberikan oleh atasan misalnya untuk

pada mahasiswa tingkat II

professional)

mengetahui sasaran bimbingan, lokasi dan alokasi waktu yang diberikan (implementasi nilai

di lahan praktek

Nasionalisme (bersikap adil)

akuntabilits : bersikap profesional). Mengupayakan sebaik mungkin menggunakan waktu yang

Etika publik (sopan)

dialokasikan untuk kegiatan bimbingan lahan sesuai dengan fungsinya (implementasi nilai anti

Komitmen mutu (efektivitas,

korupsi : jujur, disiplin). Selanjutnya, selama proses bimbingan berlangsung saya akan memberikan

berorientasi mutu)

bimbingan yang sama kepada setiap mahasiswa yang menjadi sasaran bimbingan tanpa membeda-

Anti korupsi (jujur, disiplin)

bedakan suku, status sosial, maupun tingkat intelegensi mahasiswa tersebut (implementasi nilai
nasionalisme : bersikap adil) dengan tidak lupa memperhatikan tutur kata dan perilaku yang
digunakan selama proses bimbingan (implementasi nilai etika publik : sopan). Kegiatan ini saya
lakukan semaksimal mungkin sehingga mahasiswa dapat memahami dengan baik setiap bimbingan
yang diberikan serta mampu menanamkan mental disiplin yang kuat (implementasi nilai komitmen

Melakukan bimbingan dan

Akuntabilitas (transparansi)

mutu : efektivitas, berorientasi mutu)


Saya akan memeriksa laporan kegiatan dan kontrak belajar selama praktek lahan dan memberikan

responsi kepada

Nasionalisme (tidak

penilaian secara terbuka serta informasi menyeluruh mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki

mahasiswa setelah praktek

diskriminatif)

(implementasi nilai akuntabilitas : transparan), memberikan penilaian yang sama kepada mahasiswa

lahan

Etika publik (hormat)

dan bersifat objektif tanpa pilih kasih (implementasi nilai nasionalisme : tidak diskriminatif) sehingga

Komitmen mutu (efektivitas)

mahasiswa

Anti korupsi (berani, disiplin)

mengaplikasikan teori yang telah diberikan (implementasi nilai komitmen mutu : efektivitas). Selama

mampu

mengukur

sejauh

mana

keterampilan

dan

kemampuan

mereka

dalam

proses ini berlangsung saya menerima dan menghargai berbagai pendapat mahasiswa yang
berhubungan dengan materi responsi dan memberikan apresiasi terhadap hal-hal yang dinilai positif
(implementasi nilai etika publik : hormat). Saya menolak pemberian dalam bentuk apapun dari
mahasiswa sebab penilaian tergantung pada hasil praktek yang ada (implementasi nilai anti korupsi :
7

Mengolah nilai praktek

Akuntabilitas (tanggung jawab)

berani, disiplin)
Saya melakukannya dengan penuh tanggung jawab karena merupakan bagian dari tugas dan fungsi

lahan mahasiswa

Nasionalisme (amanah)

saya sebagai Clinical Teaching (implementasi nilai akuntabilitas : tanggung jawab). Saya menyadari

Etika publik (taat pada aturan)

bahwa tugas ini merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya (implementasi

Komitmen mutu (efektivitas)

nilai nasionalisme : amanah). Oleh karena itu, saya mengolah nilai praktek lahan mahasiswa yang

Anti korupsi (berani, jujur)

diberikan oleh Clinical Instructur sesuai dengan aturan yang berlaku dan segera saya masukkan kepada
pengelola kelas (implementasi nilai etika publik : taat pada aturan). Akumulasi nilai praktek yang
diperoleh nantinya bersifat objektif sehingga dapat menunjang nilai akhir mahasiswa (implementasi
nilai komitmen mutu : efektivitas). Proses pengolahan nilai dipastikan bebas dari intervensi apapun
dari pihak manapun sehingga dapat benar-benar mengukur kemampuan mahasiswa di lahan praktek

Membuat laporan

Akuntabilitas (jujur, transparan)

(implementasi nilai anti korupsi : berani, jujur)


Saya membuat laporan pelaksanaan bimbingan praktek lahan secara teliti dan hati-hati (implementasi

pelaksanaan bimbingan

Nasionalisme (cinta tanah air)

nilai etika publik : cermat) dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sederhana,

praktek lahan

Etika publik (cermat)

dan mudah dipahami (implementasi nilai nasionalisme : cinta tanah air). Saya mencantumkan

Komitmen mutu (efisiensi)

informasi sesuai dengan realita yang ada di lapangan untuk menjamin tingkat akurasi data yang ada

Anti korupsi (tanggung jawab,

(implementasi nilai akuntabilitas : jujur). Dalam laporan ini saya menjelaskan secara terbuka

mandiri)

kegiatan bimbingan yang saya lakukan di lahan praktek (implementasi nilai akuntabilitas :
transparan). Laporan tersebut nantinya menunjang pelaksanaan sistem administrasi di jurusan
Kebidanan dan sebagai bukti pelaksanaan tugas yang telah diberikan (implementasi nilai komitmen
mutu : efisiensi). Tugas ini akan saya selesaikan tepat pada waktunya tanpa meminta bantuan orang
lain untuk pekerjaan yang bisa saya selesaikan sendiri (implementasi nilai anti korupsi : tanggung

Memberikan bimbingan

Akuntabilitas (tanggung jawab,

jawab, mandiri)
Saya akan memberikan bimbingan yang dibutuhkan oleh mahasiswa karena hal ini merupakan bagian

pada mahasiswa bimbingan

transparan)

penting dari tugas yang saya emban sebagai Pembimbing Akademik (PA) (implementasi nilai

akademik

Nasionalisme (etos kerja. Tidak

akuntabilitas : tanggung jawab). Dengan semangat kerja yang tinggi saya membantu mahasiswa

diskriminatif)

mengatasi masalah yang menghambat kelancaran studi, memberikan informasi penting yang

Etika publik (sopan)

berhubungan dengan pengisian KRS, gambaran tentang mata kuliah di semester mendatang serta

Komitmen mutu (efektivitas)

informasi mengenai berbagai program kemahasiswaan untuk membantu mahasiswa menyalurkan minat

Anti korupsi (disiplin)

dan potensi yang dimiliki (implementasi nilai akuntabilitas : transparan, nasionalisme : etos kerja).
Selama proses bimbingan saya memperhatikan etika dan nilai-nilai kesopanan yang berlaku di
masyarakat melalui penggunaan Bahasa dan tingkah laku yang santun dan menjalin keakraban,

memberikan bimbingan yang sama tanpa melihat karakteristik suku, status sosial, maupun agama
(implementasi nilai nasionalisme : tidak diskriminatif, etika publik : sopan). Bimbingan akan
berlangsung sesuai dengan waktu yang disepakati bersama agar tidak mengganggu jadwal kegiatan
mahasiswa selanjutnya (implementasi nilai anti korupsi : disiplin). Melalui pembimbingan yang
berlandaskan kepedulian yang tinggi maka mahasiswa memperoleh semangat baru untuk mencapai
target yang diinginkan (implementasi nilai komitmen mutu : efektivitas)

BAB III
AGENDA PELAKSANAAN KEGIATAN
AKTUALISASI NILAI DASAR PROFESI PNS
A. Jadwal Implementasi Kegiatan
Tabel 3. Jadwal Implementasi Kegiatan
Tanggal
No

Daftar Kegiatan

Pelaksana

Output

an
1

Membuat

alur

alat/bahan
2

praktek

di

laboratorium
Membuat formulir peminjaman
alat/bahan

pengembalian

praktek

laboratorium
Mempersiapkan
injeksi

di

subcutan

untuk

14 Agustus
2015

18 Agustus

mahasiswa tingkat I di

2015
pada

praktek
Melakukan
bimbingan

responsi
pada

20 Agustus
2015

dan

mahasiswa

setelah praktek lahan

Formulir peminjaman alat/bahan


praktek di laboratorium

alat/bahan

Absen
18 Agustus

bimbingan

di laboratorium

2015

injeksi subcutan pada


laboratorium
Memberikan

Alur pengembalian alat / bahan

Dokumentasi proses persiapan

di laboratorium
Memberikan bimbingan praktek

mahasiswa tingkat II di lahan


6

2015

alat/bahan

bimbingan praktek mahasiswa


4

14 Agustus

20 Agustus
2015

bimbingan

praktek,

dokumentasi proses bimbingan


di laboratorium
Surat tugas, absen dan format
bimbingan, dokumentasi proses
bimbingan
Surat tugas sebagai CT, sampel
pendokumentasian mahasiswa,
dokumentasi

proses

responsi

Mengolah nilai praktek lahan

21 Agustus

dan bimbingan
Nilai praktek lahan mahasiswa,

mahasiswa
Membuat laporan pelaksanaan

2015
21 Agustus

rekapitulasi nilai praktek lahan


Laporan pelaksanaan bimbingan

bimbingan praktek lahan


Memberikan bimbingan pada
mahasiswa bimbingan akademik

2015
24 Agustus
2015

praktek lahan
Surat
tugas
fotocopy

buku

sebagai

PA,

bimbingan,

dokumentasi proses bimbingan

B. Jadwal Konsultasi dengan Coach


Tabel 4. Jadwal Konsultasi dengan Coach

Nama
NIP
Tempat Aktualisasi
No

Tanggal

: Novia Veronica A. Hinta, S.T.Keb


: 199211072015032001
: Poltekkes Kemenkes Gorontalo
Kegiatan

Output

Paraf
Mentor

C. Jadwal Konsultasi dengan Mentor


Tabel 5. Jadwal Konsultasi dengan Mentor
Nama
NIP
Tempat Aktualisasi
No
Tanggal

: Novia Veronica A. Hinta, S.T.Keb


: 199211072015032001
: Poltekkes Kemenkes Gorontalo
Kegiatan
Output

Paraf

Mentor

BAB IV
URAIAN KEGIATAN AKTUALISASI NILAI DASAR PROFESI PNS
A. Agenda Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS
Tabel 6. Kegiatan aktualisasi membuat alur pengembalian alat/bahan di laboratorium
Kegiatan

Membuat alur pengembalian alat/bahan praktek di


laboratorium

Tanggal
Lampiran

14 Agustus 2015
Foto alur pengembalian alat/bahan laboratorium

Dalam pembuatan alur pengembalian alat/bahan laboratorium ini saya


berkoordinasi dengan penanggung jawab laboratorium yang telah mengikuti pelatihan
tentang manajemen laboratorium pendidikan tenaga kesehatan sehingga saya dapat
mengetahui dengan jelas prosedur yang seharusnya digunakan dalam alur
pengembalian alat/bahan (mengaplikasikan akuntabilitas). Disamping itu saya juga
mencari referensi lain tentang standar laboratorium dimana alur pengembalian
alat/bahan sangat diperlukan karena ikut membantu kelancaran kegiatan mahasiswa di
laboratorium. Selain itu juga akan sangat membantu petugas dan penanggung jawab
laboratorium dalam mengontrol jumlah alat/bahan yang dikembalikan (mengaplikasikan
nilai nasionalisme).
Selanjutnya alur yang telah saya susun dengan penuh ketelitian saya
konsultasikan kembali kepada penanggung jawab laboratorium untuk memastikan
tidak ada prosedur yang keliru atau bahkan tidak sesuai dengan aturan yang ada
(mengaplikasikan etika publik). Setelah mendapat persetujuan dari penanggung jawab
laboratorium maka alur tersebut saya bentuk dalam sebuah desain alur yang rapi dan
siap untuk dicetak.
Dengan adanya alur yang ikut mengatur proses kegiatan di laboratorium maka
alat/bahan laboratorium tetap terjaga dengan baik, baik dari segi kualitas maupun
kuantitas (mengaplikasikan komitmen mutu) dan dengan adanya kejelasan alur
tersebut saya memastikan bahwa proses pengembalian alat/bahan tidak akan menyita
waktu pembelajaran selanjutnya (mengaplikasikan anti korupsi).

Tabel 7. Kegiatan aktualisasi membuat formulir peminjaman alat/bahan praktek

di laboratorium

Kegiatan
Tanggal
Lampiran

Membuat formulir peminjaman alat/bahan praktek di


laboratorium
14 Agustus 2015
Foto konsul bersama PJ laboratorium dan formulir
peminjaman alat/bahan praktek di laboratorium

Pertama-tama

saya

menemui

penanggung

jawab

laboratorium

untuk

konsultasi dan mendapatkan persetujuan dalam pembuatan formulir peminjaman

alat/bahan laboratorium (mengaplikasikan etika publik). Selanjutnya saya membuat


formulir tersebut berdasarkan panduan yang ada (mengaplikasikan akuntabilitas).
Formulir ini dimaksudkan untuk memudahkan mahasiswa dalam proses peminjaman
alat/bahan dan untuk membantu kelancaran sistem administrasi laboratorium
(mengaplikasikan

nilai

nasionalisme).

Formulir

ini

sangat

diperlukan

untuk

meminimalisir hilang atau rusaknya alat laboratorium oleh pihak-pihak tertentu karena
dalam formulir tercantum dengan jelas nama penanggung jawab dan peminjam alat
(mengaplikasikan anti korupsi).
Setelah formulir tersebut selesai saya menemui petugas dan penanggung
jawab laboratorium untuk kembali memastikan bahwa formulir tersebut sudah sesuai
dengan kebutuhan laboratorium (mengaplikasikan nilai nasionalisme dan etika publik).
Setelah disepakati bersama formulir tersebut dicetak dan siap untuk digunakan
sebagai salah satu unsur penunjang di laboratorium.

Tabel 8. Kegiatan aktualisasi mempersiapkan alat/bahan injeksi subcutan untuk


bimbingan praktek mahasiswa di laboratorium

Kegiatan
Tanggal
Lampiran

Mempersiapkan alat/bahan injeksi subcutan untuk bimbingan


praktek mahasiswa tingkat I di laboratorium
18 Agustus 2015
Foto persiapan alat/bahan injeksi subcutan

Persiapan alat/bahan saya lakukan sebelum bimbingan praktek dimulai untuk


memastikan kelancaran proses bimbingan di laboratorium. Dalam mempersiapkan
alat/bahan saya mengacu pada penuntun injeksi subcutan yang memuat daftar
seluruh alat/bahan yang diperlukan sesuai dengan standar prosedur yang berlaku

(mengaplikasikan akuntabilitas).

Selama proses ini saya melibatkan 3 orang

mahasiswa yang bertanggung jawab untuk peminjaman alat/bahan laboratorium.


Ketiga mahasiswa ini ditunjuk berdasarkan kesepakatan bersama mahasiswa lainnya
dimana secara bergantian mahasiswa dilibatkan dalam proses persiapan bimbingan
praktek (mengaplikasikan nasionalisme). Bersama ketiga mahasiswa tersebut saya
mengecek alat/bahan yang telah dipinjam untuk memastikan semua alat/bahan
penunjang sudah lengkap (mengaplikasikan etika publik) dan jumlah alat/bahan
tersebut benar-benar

sesuai dengan kebutuhan bimbingan (mengaplikasikan anti

korupsi).
Kegiatan ini saya tujukan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam
mengenal dan mengetahui bentuk dan jumlah alat/bahan yang diperlukan sehingga
mereka

dapat

memahami

dan

mengimplementasikannya

di

lahan

praktek

(mengaplikasikan komitmen mutu).

Tabel 9. Kegiatan aktualisasi memberikan bimbingan praktek injeksi subcutan pada


mahasiswa tingkat I di laboratorium

Kegiatan
Tanggal
Lampiran

Memberikan bimbingan praktek injeksi subcutan pada


mahasiswa tingkat I di laboratorium
18 Agustus 2015
Absen mahasiswa, penuntun belajar dan foto bimbingan
praktek injeksi subcutan

Bimbingan praktek injeksi subcutan di laboratorium saya awali dengan


memberi salam dan memulai kegiatan dengan doa agar proses bimbingan berjalan
lancar

dan

membawa

manfaat

kedepannya

(mengaplikasikan

nasionalisme).

Selanjutnya menyapa mahasiswa untuk membangun suasana keakraban selama


proses bimbingan (mengaplikasikan etika publik) dan mengecek kehadiran mahasiswa

karena kehadiran menjadi salah satu indikator penting dalam memberikan penilaian
(mengaplikasikan akuntabilitas). Setelah absen terisi saya memulai proses bimbingan
dengan memperkenalkan alat/bahan yang digunakan, kemudian memperagakan
dengan baik dan benar setiap prosedur tindakan injeksi subcutan. Prosedur tindakan
yang saya ajarkan sesuai dengan standar prosedur pada penuntun belajar yang
digunakan (mengaplikasikan akuntabilitas, etika publik).
Mahasiswa diikutsertakan dalam proses bimbingan misalnya saja membantu
mengambil alat/bahan yang dibutuhkan, memberikan pertanyaan berupa kasus yang
ditemui dilahan praktek yang berhubungan dengan prosedur tindakan yang diajarkan.
Saya memberikan kebebasan berpendapat dan perlakuan yang sama kepada semua
mahasiswa agar tercipta rasa nyaman dan interaksi yang baik antar mahasiswa dan
instruktur (mengaplikasikan nasionalisme). Saya mengupayakan sebaik mungkin
waktu dan tenaga saya untuk menyelesaikan kegiatan bimbingan praktek injeksi
subcutan secara mandiri dengan tidak melimpahkan tugas yang mampu saya kerjakan
sendiri kepada orang lain (mengaplikasikan anti korupsi).
Saya meminta mahasiswa untuk memperagakan kembali prosedur yang telah
diajarkan dan memberikan koreksi sehingga kita sama-sama dapat mengukur sejauh
mana pemahaman dan kemampuan mahasiswa. Kegiatan bimbingan ini selanjutnya
dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan keterampilan
mahasiswa dalam melaksanakan tindakan injeksi subcutan dan menerapkannya pada
kasus-kasus tertentu di lapangan (mengaplikasikan komitmen mutu).
Tabel 10. Kegiatan aktualisasi memberikan bimbingan pada mahasiswa tingkat II
di lahan praktek
Memberikan bimbingan pada mahasiswa tingkat II di lahan

Kegiatan

praktek
20 Agustus 2015
Surat tugas, format bimbingan dan absen, foto bimbingan

Tanggal
Lampiran

Sebelum memberikan bimbingan praktek pada mahasiswa saya menemui


Clinical Instructur (CI) selaku pemantau dan pembimbing mahasiswa di lahan untuk
menanyakan perkembangan mahasiswa. Melalui komunikasi yang baik saya
mengajak CI untuk bersama-sama membantu mahasiswa dalam meningkatkan
keterampilan

dan

(mengaplikasikan

memberi

motivasi

nasionalilsme).

untuk

Kemudian

meningkatkan
saya

menemui

kualitas

belajar

mahasiswa

dan

memeriksa absen untuk memastikan mahasiswa datang dan pulang tepat waktu,

memeriksa laporan kegiatan dan kontrak belajar, selanjutnya mengecek capaian


target dan memberikan solusi untuk setiap permasalahan yang mereka temui di lahan
praktek (mengaplikasikan anti korupsi, akuntabilitas).
Dengan memperhatikan norma-norma yang ada saya memberikan teguran
kepada mahasiswa yang melanggar tata tertib selama praktek misalnya penggunaan
asesoris, atribut yang tidak lengkap, penggunaan gadget saat sedang memberikan
pelayanan, menerima tamu pada jam praktek, dan pelanggaran lainnya baik yang
saya temui langsung maupun informasi yang berasal dari CI. Hal ini saya lakukan
untuk menanamkan mental disiplin pada mahasiswa terutama saat praktek di lahan
(mengaplikasikan etika publik). Dengan adanya bimbingan yang optimal dan
menyeluruh maka mahasiswa dapat melaksanakan kegiatan praktek di lahan dengan
lebih baik dan menerapkan sikap disiplin yang tinggi (mengaplikasikan komitmen
mutu).

Tabel 11. Kegiatan aktualisasi melakukan reponsi dan bimbingan kepada mahasiswa
setelah praktek lahan

Kegiatan
Tanggal
Lampiran

Melakukan reponsi dan bimbingan kepada mahasiswa setelah


praktek lahan
20 Agustus 2015
Sampel LK dan kontrak belajar mahasiswa, foto bimbingan

Pembimbingan dan responsi dilakukan sesuai jadwal bimbingan yang


disepakati bersama (mengaplikasikan anti korupsi), diawali dengan menyapa
mahasiswa dengan santun, menanyakan kabar dan kendala yang dihadapi di lahan
praktek sebagai wujud kepedulian sebagai pembimbing (mengaplikasikan etika
publik). Dilanjutkan dengan memeriksa laporan kegiatan dan kontrak belajar dengan
penuh ketelitian untuk memastikan bahwa mahasiswa benar-benar menjalani masa
praktek sesuai dengan aturan yang ditentukan, selain itu untuk memastikan prosedur
tindakan yang dilakukan sesuai dengan SOP. Saya memberikan koreksi untuk setiap
prosedur yang tidak sesuai dan memberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan
mahasiswa.

Selanjutnya saya melakukan responsi untuk mengetahui penguasaan teori


dan praktek mahasiswa yang berhubungan dengan kasus yang dicantumkan dalam
laporan kegiatan dan kontrak belajar. Penilaian saya lakukan secara objektif tanpa
memandang agama, suku, maupun status sosial (mengaplikaskan nasionalisme).
Pada akhir bimbingan dan responsi mahasiswa memperoleh pengetahuan baru, solusi
pemecahan masalah dan nilai yang didasarkan atas kemampuan mereka sehingga
kedepannya

mampu

meningkatkan

kualitas

keterampilan

masing-masing

(mengaplikasikan komitmen mutu).

Tabel 12. Kegiatan aktualisasi mengolah nilai praktek lahan mahasiswa


Kegiatan
Tanggal
Lampiran

Mengolah nilai praktek lahan mahasiswa


21 Agustus 2015
Absen, nilai prasat, nilai sikap dan perilaku, akumulasi nilai
praktek

Mengolah nilai praktek lahan mahasiswa dengan baik dan benar merupakan
salah satu tugas penting saya sebagai Clinical Teaching (CT) dari mahasiswa yang
bersangkutan (mengaplikasikan akuntabilitas). Pengolahan nilai praktek lahan
mahasiswa dilakukan setelah saya memberikan bimbingan dan responsi karena nilai
responsi harus dimasukkan kepada pengelola kelas secara bersamaan dengan nilai
praktek lahan mahasiswa (mengaplikasikan etika publik).
Dalam mengolah nilai praktek lahan mahasiswa saya memastikan tidak ada
penambahan ataupun pengurangan nilai, semuanya sesuai dengan nilai yang
diberikan oleh CI (mengaplikasikan anti korupsi). Prinsip penilaian tersebut berlaku
bagi semua mahasiswa tanpa terkecuali (mengaplikasikan nilai nasionalime),
sehingga pada akhirnya mahasiswa memperoleh nilai yang menjadi haknya dan
menjadikannya sebagai motivasi untuk memperoleh nilai yang lebih baik lagi

(mengaplikasikan komitmen mutu).

Tabel 13. Kegiatan aktualisasi membuat laporan pelaksanaan bimbingan praktek lahan
mahasiswa tingkat II

Kegiatan
Tanggal
Lampiran

Membuat laporan pelaksanaan bimbingan praktek lahan


mahasiswa tingkat II
21 Agustus 2015
Surat tugas, absen dan format bimbingan lahan, laporan
pelaksanaan bimbingan

Penyusunan laporan pelaksanaan bimbingan mahasiswa saya sesuaikan


dengan surat tugas yang diberikan oleh atasan dan format bimbingan yang saya
gunakan, diantaranya penyesuaian waktu, tempat dan sasaran serta hal-hal yang
saya

lakukan

dan

saya

temui

saat

bimbingan

praktek

lahan

mahasiswa

(mengaplikasikan akuntabilitas). Dalam laporan tersebut saya memaparkan kegiatan


yang benar-benar saya lakukan di lahan seperti menemui CI, memeriksa
pendokumentasian tindakan mahasiswa dan pemberian arahan kepada mahasiswa
(mengaplikasikan etika publik).
Saya menyadari sepenuhnya bahwa menyusun laporan adalah bagian kecil
dari

tugas yang diemban dan merupakan amanah serta wajib untuk dikerjakan

dengan sebaik-baiknya (mengaplikasikan nasionalisme). Oleh sebab itu, laporan


pelaksanaan bimbingan tersebut saya buat berdasarkan realita yang ada dilapangan

tanpa menambah atau mengurangi untuk memberikan informasi yang benar dan
dapat dipertanggungjawabkan (mengaplikasikan anti korupsi), sehingga instansi
memperoleh data yang benar sesuai kebutuhan untuk menunjang sistem administrasi
(mengaplikasikan komitmen mutu).

Tabel 14. Kegiatan aktualisasi memberikan bimbingan pada mahasiswa bimbingan


akademik
Kegiatan
Tanggal
Lampiran

Memberikan bimbingan pada mahasiswa bimbingan akademik


24 Agustus 2015
Surat Tugas sebagai PA, Fotocopy buku bimbingan dan foto
bimbingan akademik

Pembimbingan pada mahasiswa bimbingan akademik dilakukan secara berkala


sesuai dengan peraturan pada buku panduan akademik dimana dilakukan sebanyak
minimal 3x setiap semester serta disesuaikan dengan kesepakatan bersama
(mengaplikasikan akuntabilitas). Alokasi waktu yang digunakan untuk proses
bimbingan disepakati bersama sehingga tidak menyita waktu kegiatan mahasiswa
selanjutnya (mengaplikasikan anti korupsi).
Sebagai Pembimbing Akademik (PA) saya membangun komunikasi yang baik
melalui sistem sharing dan menciptakan suasana yang kondusif agar mahasiswa
merasa nyaman selama proses bimbingan. Dengan menggunakan Bahasa yang
sopan dan mudah dipahami saya mengawali proses bimbingan dengan menanyakan
kabar dan keluhan/masalah yang dihadapi selama studi, hal-hal yang dianggap
menghambat kelancaran proses belajar serta mengupayakan solusi terbaik untuk
setiap masalah tersebut (mengaplikasikan etika publik).
Kemudian saya memberikan informasi yang berhubungan dengan kegiatan

kemahasiswaan, mengingatkan kembali tata tertib yang berlaku selama studi serta
memberi motivasi untuk menunjang semangat belajar mahasiswa. Selanjutnya
memberikan kesempatan yang sama bagi mahasiswa untuk mengemukakan
pendapat dan mengapresiasi setiap tindakan mahasiswa yang dinilai positif.
Bimbingan yang sama saya berikan kepada semua mahasiswa bimbingan akademik
saya tanpa mendiskreditkan karakteristik suatu golongan, agama, terlebih lagi tingkat
intelegensia mahasiswa (mengaplikasikan nasionalisme).
Melalui metode pemberian bimbingan yang baik maka mahasiswa akan merasa
diperhatikan dan memperoleh semangat untuk melakukan sesuatu yang lebih baik
dari sebelumnya (mengaplikasikan komitmen mutu).

B.

Capaian Agenda Aktualisasi


Tabel 15. Capaian agenda aktualisasi

No
1

Kegiatan
Membuat

alur

Kriteria Keberhasilan
Tersedianya
alur

pengembalian alat/bahan

pengembalian alat/bahan di

praktek di laboratorium

laboratorium

Faktor Penentu
1. Dukungan mentor

dan

Coach
2. Motivasi yang tinggi
3. Bantuan dan dukungan

Membuat
peminjaman

formulir

Tersedianya

formulir

alat/bahan

peminjaman

alat/bahan

praktek di laboratorium

praktek di laboratorium

dari PJ laboratorium
1. Dukungan mentor dan
Coach
2. Motivasi yang tinggi
3. Bantuan dan dukungan

Mempersiapkan
alat/bahan

Adanya
injeksi

proses

subcutan untuk bimbingan

alat/bahan,

praktek

alat/bahan

mahasiswa

di

laboratorium

dokumentasi
persiapan
dokumentasi
yang

telah

disiapkan

dari PJ laboratorium
1. Dukungan mentor dan
Coach
2. Motivasi yang tinggi
3. Kerjasama

baik

dengan mahasiswa
4. Kerjasama

yang

Memberikan bimbingan

Adanya absen bimbingan

praktek injeksi subcutan

praktek,

pada mahasiswa tingkat I

proses

dokumentasi
bimbingan

di

yang

baik

dengan petugas laboratorium


1. Dukungan mentor dan
Coach
2. Motivasi yang tinggi

di laboratorium
Memberikan
bimbingan

laboratorium
Adanya surat tugas, absen

pada mahasiswa tingkat II

dan

di lahan praktek

dokumentasi

format

1. Dukungan

bimbingan,

mentor

dan

Coach

proses

2. Motivasi yang tinggi

bimbingan

3. Dukungan dari atasan

4. Kerjasama dari CI
6

Melakukan responsi dan

Adanya

surat

bimbingan

sebagai

CT,

pada

mahasiswa

setelah

praktek lahan

1. Dukungan

sampel

mahasiswa,

dan

2. Motivasi yang tinggi

dokumentasi

responsi

dan

Mengolah nilai praktek

bimbingan
Adanya nilai praktek lahan

1. Dukungan

lahan mahasiswa

mahasiswa,

coach

Membuat laporan
pelaksanaan bimbingan

mentor

dan

nilai praktek lahan


Tersedianya
laporan

2. Motivasi yang tinggi


1. Dukungan mentor

dan

pelaksanaan bimbingan

coach

rekapitulasi

praktek lahan
9

mentor

coach

pendokumentasian
proses

tugas

2. Dukungan dari atasan

Memberikan bimbingan

Adanya

fotocopy

pada mahasiswa

bimbingan,

bimbingan akademik

proses bimbingan

3. Motivasi yang tinggi


1. Dukungan mentor

buku

dokumentasi

dan

coach
2. Motivasi yang tinggi
3. Kerjasama yang baik dari
mahasiswa bimbingan

C.

Analisis Dampak dan Solusi


Tabel 16. Analisis dampak

No
1

Membuat

Kegiatan
alur pengembalian

alat/bahan

praktek

di

Dampak yang Muncul Jika Tidak Dilaksanakan


Mahasiswa kesulitan mendapatkan informasi
tentang tata tertib pengembalian alat/bahan

laboratorium

praktek di laboratorium
-

Petugas dan PJ laboratorium akan kesulitan


mengontrol alat/bahan di laboratorium karena

Membuat

formulir

alat/bahan

peminjaman

praktek

di

laboratorium
3

tidak adanya alur resmi yang berlaku


Mahasiswa kesulitan dalam proses peminjaman
alat/bahan praktek

Petugas

alat/bahan

mengontrol alat/bahan yang keluar/dipinjam


Bimbingan yang diberikan tidak optimal

injeksi subcutan untuk bimbingan

Mahasiswa sulit mengenal alat/bahan yang

Mempersiapkan

dan

PJ

laboratorium

kesulitan

praktek

mahasiswa

di

digunakan pada tindakan injeksi subcutan dan

laboratorium
4

berpengaruh pada pemahaman tentang materi

Memberikan bimbingan praktek

yang diajarkan
Mahasiswa kesulitan dalam menerapkan teori

injeksi subcutan pada mahasiswa

yang telah diperoleh dan berpengaruh pada

tingkat I di laboratorium

keterampilan mahasiswa
-

Kesalahan dalam tindakan pemberian obat /


teknik penyuntikan pada pasien saat mahasiswa

Memberikan

bimbingan

pada

praktek di lahan
Institusi tidak

mengetahui

perkembangan

mahasiswa tingkat II di lahan

mahasiswa sehingga tidak bisa melakukan

praktek

perbaikan setelah mahasiswa kembali dari lahan


praktek
-

Mahasiswa tidak memperoleh solusi untuk


kendala/masalah dan lemahnya mental disiplin
di

Melakukan
bimbingan

responsi
pada

dan

mahasiswa

lahan

praktek

karena

tidak

adanya

pengawasan dari pihak institusi


CT tidak mengetahui kemampuan mahasiswa
bimbingan yang berkaitan dengan teori dan

setelah praktek lahan

praktek di lapangan

karena tidak adanya

evaluasi dalam bentuk responsi


-

Tidak

adanya

nilai

responsi

yang

dapat

menunjang nilai praktek mahasiswa


-

Mahasiswa tidak memiliki kesempatan untuk


berbagi pengalaman tentang kasus yang ditemui

Mengolah nilai praktek lahan

mahasiswa

dilapangan
Pengelola kelas sulit mengolah nilai akhir
mahasiswa

Mahasiswa tidak mendapatkan nilai praktek


lahan yang menjadi haknya yang diharapkan

Membuat laporan pelaksanaan

bimbingan praktek lahan

dapat menunjang nilai akhir semester


Institusi tidak memperoleh laporan pelaksanaan
tugas yang merupakan salah satu dokumen
penunjang administrasi

Memberikan bimbingan pada

Tidak adanya gambaran pelaksanaan bimbingan

praktek lahan mahasiswa


PA tidak mengetahui perkembangan

mahasiswa bimbingan akademik

studi

mahasiswa bimbingan
-

Mahasiswa tidak memperoleh informasi yang


berhubungan dengan peraturan akademik

D. Kendala dan Strategi Mengatasinya


Kendala yang diterjadi pada saat pelaksanaan kegiatan aktualisasi serta strategi untuk
mengatasinya dijelaskan pada tabel berikut :
Tabel 17. Kendala dan strategi mengatasinya
No
1

Kendala yang terjadi


Adanya penambahan tugas dari

Strategi mengatasi kendala


Membuat skala prioritas, melakukan manajemen

atasan

waktu, melakukan koordinasi dengan rekan-rekan


instruktur dan tenaga

pengajar lainnya

Keterbatasan waktu pelaksanaan

meningkatkan motivasi diri


Menggunakan waktu yang

kegiatan

mungkin dan meningkatkan motivasi diri

ada

serta

semaksimal

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa dan tujuan negara yang
tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 maka perlu dibentuk Aparatur Sipil
Negara (ASN) yang memiliki integritas, professional, netral, bebas dari intervensi
politik,

bersih

dari

praktek

korupsi,

kolusi

dan

nepotisme,

mampu

menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat serta mampu menjalankan


peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk membentuk
PNS yang ideal maka diadakan pembaharuan pola penyelenggaraan diklat yang
menuntut kemampuan menginternalisasi dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar
profesi PNS diantaranya nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen
mutu dan anti korupsi.
Setelah mengikuti pendalaman nilai-nilai dasar dalam masa diklat on campus
selanjutnya nilai-nilai dasar tersebut harus diterapkan dalam pelaksanaan tugas di
tempat kerja (off campus). Berikut kegiatan yang dilaksanakan di tempat tugas dan
berorientasi pada nilai-nilai dasar profesi PNS, antara lain membuat alur
pengembalian alat/bahan praktek di laboratorium, membuat formulir peminjaman
alat/bahan praktek di laboratorium, mempersiapkan alat/bahan injeksi subcutan
untuk bimbingan mahasiswa tingkat I di laboratorium, memberikan bimbingan
praktek injeksi subcutan pada mahasiswa tingkat I di laboratorium, memberikan
bimbingan pada mahasiswa tingkat II di lahan praktek, melakukan responsi dan
bimbingan kepada mahasiswa setelah praktek lahan, mebgolah nilai praktek lahan
mahasiswa,

membuat laporan pelaksanaan

bimbingan praktek lahan dan

memberikan bimbingan pada mahasiswa bimbingan akademik. Kegiatan-kegiatan


tersebut dilaksanakan mulai tanggal 14 agustus 2015 sampai dengan tanggal 24
agustus 2015 dengan pembimbingan dan arahan dari coach dan mentor.

Dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala namun semuanya bisa


teratasi dengan baik karena adanya dorongan dan motivasi dari coach dan mentor
serta kerjasama yang baik dengan beberapa pihak terkait seperti atasan, rekanrekan instruktur, staf pengajar senior serta PJ laboratorium.

B. Saran
Setelah melaksanakan tugas di tempat kerja yang berlandaskan nilai-nilai dasar
profesi PNS, diperoleh hasil yang lebih baik dalam pelaksanaan tugas serta
meningkatnya kualitas hasil pekerjaan. Dengan demikian maka nilai-nilai dasar
profesi PNS dianggap perlu dan harus diterapkan dalam menjalankan tugas dan
fungsi sebagai abdi negara, dengan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung
secara penuh penerapan nilai-nilai dasar tersebut maka tujuan pemerintah dalam
membentuk aparatur negara yang profesional dapat terlaksana.

DAFTAR PUSTAKA
Kementerian

Pendidikan

dan

Kebudayaan

Pusat

Pengembangan

Tenaga

Kependidikan. (2014). Modul Diklat Prajabatan : Aktualisasi Nilai Dasar. Jakarta


: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Pengembangan Tenaga
Kependidikan. (2014). Modul Diklat Prajabatan : Akuntabilitas PNS. Jakarta :
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Pengembangan Tenaga
Kependidikan. (2014). Modul Diklat Prajabatan : Anti Korupsi. Jakarta :
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Pengembangan Tenaga
Kependidikan. (2014). Modul Diklat Prajabatan : Efektivitas, Efisiensi, Inovasi,
dan Mutu Penyelenggaraan Pemerintahan. Jakarta : Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Pengembangan Tenaga Ke
pendidikan. (2014). Modul Diklat Prajabatan : Etika Publik. Jakarta :
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Pengembangan Tenaga
Kependidikan. (2014). Modul Diklat Prajabatan : Nasionalisme ASN. Jakarta :
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Pengembangan Tenaga
Kependidikan. (2014). Modul Panduan Diklat Prajabatan Golongan III. Jakarta :
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kementerian Kesehatan RI Badan PPSDM Kesehatan Pusdiklat Nakes. (2014). Modul
Pelatihan Manajemen Laboratorium Bagi Pengelola Labortorium Pendidikan
Tenaga Kesehatan . Jakarta : Kementerian Kesehatan RI