Anda di halaman 1dari 8

Penyakit kompilikasi biasanya disebabkan oleh diabetes.

Namun salah satu komplikasi yang paling sering


adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi, sehingga sering disebut diabetes adalah jodohnya hipertensi.
"Diabetes itu jodohnya hipertensi, karena sekitar 65 persen orang dengan diabetes juga mengalami hipertensi,"
ujar Dr dr Budiman Widjodjo, SpPD dalam acara konferensi pers Tingkatkan Kepedulian Masyarakat Terhadap
Kasus Metabolik dan Endokrin untuk Mencegah Komplikasi Kronik yang Diakibatkannya, di Hotel Nikko Jakarta,
Rabu (8/6/2011).
Dr Budiman menuturkan pada pasien dengan kadar gula darah tinggi bisa mengganggu sistem hormon yang ada
di tubuh. Pada orang yang normal sistem hormon di dalam tubuh akan menghasilkan hormon yang disebut
dengan angiotensin 2.
"Ketika kadar gula darah tinggi maka secara tidak langsung akan meningkatkan kadar hormon angiotensi 2
tersebut yang mengakibatkan terjadinya hipertensi," ujar dokter dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.
Jika komplikasi yang terjadi tidak segera ditangani dengan baik, maka bisa menyebabkan kecacatan yang
nantinya tidak dapat kembali lagi seperti semula. Selain hipertensi, pasien diabetes juga banyak yang terkena
komplikasi penyakit jantung yaitu sekitar 40 persen.
Kadar gula darah yang terus menerus tinggi atau tidak terkontrol dengan baik bisa menimbulkan kerusakan atau
komplikasi yang menyebabkan penebalan serta penyempitan dinding pembuluh darah. Jenis komplikasi yang
terjadi bisa menyerang pembuluh darah besar, kecil dan juga saraf.
"Manajemen diabetes harus dilakukan secara menyeluruh dan bukan hanya sebatas pendekatan kadar gula.
Tapi juga melakukan pendekatan agresif yang multifaktorial untuk mengidentifikasi pasien dengan faktor risiko
kardiovaskular," ungkapnya.
Untuk memanage komplikasi kronis harus mengontrol faktor risikonya seperti melakukan olahraga secara teratur,
menghindari pola hidup sedentary, melakukan kontrol secara teratur dan jika membutuhkan obat maka
sebaiknya dikonsumsi dengan benar.
Diabetes umumnya memang tidak menyebabkan kematian, tapi seseorang bisa meninggal akibat komplikasi
yang dialaminya. Karena itu diabetes sering juga disebut dengan silent killer.
"Diabetes adalah penyakit seumur hidup dan dibawa sampai mati. Jadi dietnya bukan hanya buat minggu ini saja
tapi seumur hidup. Karena itu pencegahan menjadi hal yang penting," ujar Dr Budiman.

Part 2
Kebanyakan orang pernah mengalami kesemutan kala duduk bersila terlalu lama atau tertidur dengan tangan
tertindih kepala. Jangan sepelekan gejala yang satu ini karena kesemutan dapat menjadi indikasi dari banyak
penyakit, seperti diabetes melitus, hipertensi, saraf terjepit, gangguan aliran darah pada pembuluh darah tepi,
maupun gangguan darah.

Seperti diungkapkan Dr Tiara Anindhita, SpS, dari Departemen Neurologi FKUI/RSCM, kesemutan atau dalam
istilah medis disebut parestesia merupakan sensasi spontan yang abnormal pada daerah persarafan tertentu.
Secara normal, manusia bisa merasakan sensasi tertentu setelah ada rangsangan atau stimulus yang sesuai.
Contohnya, merasa, meraba, menyentuh, menekan, nyeri, dan sebagainya. Sensasi tersebut baru muncul bila
ada stimulus. Dan sensasinya, tentu saja, harus sesuai dengan stimulusnya. Jadi kalau kita diraba, kita akan
merasakan sensasi diraba.
Sementara pada parestesia, sensasinya muncul spontan tanpa ada stimulus. Bisa berupa rasa panas seperti
terbakar, tidak enak, kesemutan, seperti ditusuk-tusuk.
Parestesia atau kesemutan adalah terminologi untuk suatu gejala dan bukan diagnosis penyakit. Itu sebabnya
gejala parestesia bisa dijumpai pada berbagai penyakit yang mengenai saraf, terutama saraf di bagian perifer.
Berbagai penyebab
Sebagai gambaran, sistem saraf manusia terbagi atas saraf sentral (otak dan sumsum tulang) dan perifer, yaitu
serabut saraf yang keluar dari sentral menuju organ-organ yang perlu dipersarafi, seperti kulit, otot, organ dalam
perut, dan jantung. Jadi mirip komputer yang memiliki unit pemrosesan sentral (CPU) dan tersambung dengan
kabel konektor.
Adanya kelainan pada saraf perifer disebut neuropati. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Selain diabetes,
juga bisa akibat penyakit autoimun, tiroid, vaskular, dan sebagainya. Gejala parestesia juga bisa disebabkan oleh
kelainan saraf yang lebih berat, seperti tumor di daerah sumsum tulang atau gejala sisa pasca-stroke.
Gejala antara parestesia dan neuropati sangat berbeda. Pada neuropati, kesemutan yang muncul sangat khas.
Biasanya di telapak kaki kemudian telapak tangan serta simetris kanan dan kiri.
"Sering disebut daerah stocking gloves, seperti layaknya memakai sarung tangan dan kaus kaki," ujar spesialis
saraf lulusan FKUI ini.
Pada kelainan di sumsum tulang atau otak, daerah yang mengalami kesemutan sangat bervariasi, tergantung
lokasi saraf yang terkena. Pada kasus neuropati yang lebih berat, kesemutan bisa diikuti rasa nyeri atau
gangguan gerak pada tangan dan kaki.
Karena penekanan
Selain menjadi gejala penyakit, kesemutan juga bisa muncul secara fisiologis. Posisi tubuh tertentu yang tidak
berubah dalam waktu cukup lama, seperti duduk bersila, bisa timbul rasa kesemutan.
Hal ini, disebutkan Dr Dita, karena terhambatnya aliran darah ke daerah saraf tertentu akibat penekanan yang
terus-menerus dalam waktu lama. "Sehingga saraf mengalami 'kekurangan makanan' sesaat, yang ditandai rasa
kesemutan itu," katanya.
Untuk menghindarinya, kita mesti rajin mengubah posisi dan melakukan gerakan ringan secara periodik agar
aliran darah tetap lancar. Satu hal lagi, di negara-negara Barat, kesemutan juga bisa terjadi karena konsumsi
alkohol berlebihan. Sementara di Indonesia, kesemutan sering berkaitan dengan nutrisi, yaitu kekurangan
asupan vitamin B12.

Berikut ini sejumlah penyakit yang ditandai oleh gejala kesemutan.


Diabetes melitus (DM)
Pada pasien DM, kesemutan merupakan gejala kerusakan pada pembuluh darah. Akibatnya, darah yang
mengalir di ujung-ujung saraf berkurang. Kondisi ini dapat diatasi dengan mengendalikan kadar gula darah
secara ketat, juga mengonsumsi obat seperti gabapentin, vitamin B1 dan B12.
Stroke
Kesemutan dapat jadi tanda stroke ringan. Biasanya disebabkan sumbatan pada pembuluh darah di otak, yang
mengakibatkan kerusakan saraf setempat. Gejala lain yang muncul: rasa kebas separuh badan, lumpuh separuh
badan, buta sebelah mata, sukar bicara, pusing, penglihatan ganda dan kabur.
Gejala berlangsung beberapa menit atau kurang dari 24 jam. Biasanya terjadi pada waktu tidur atau baru
bangun. Kondisi ini harus ditangani karena bisa berkembang menjadi stroke berat.
Penyakit jantung
Kesemutan tak hanya akibat neuropati tekanan, tetapi karena komplikasi jantung dengan sarafnya. Pada pasien
jantung yang sedang menjalani operasi pemasangan klep, terdapat bekuan darah yang menempel. Bekuan itu
bisa terbawa aliran darah ke otak sehingga terjadi serebral embolik.
Bila sumbatan di otak mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan
kesemutan sebelah. Jika daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan akan disertai
kelumpuhan.
Prt3
kesemutan secara garis besar dijelaskan sebagai berikut. Proses terjadinya kesemutan Sistem
saraf sensorik mempunyai prosedur kerja baku. Rangsangan berupa sentuhan, tekanan, rasa sakit,
dan suhu panas atau dingin diterima oleh reseptor di kulit. Rangsangan itu lalu dikirimkan ke saraf
tepi dan kemudian masuk ke dalam susunan saraf pusat di sumsum tulang belakang.

Dari situ rangsangan diteruskan ke atas sampai ke thalamus (pusat penyebaran impuls - impuls
sensorik). Proses selanjutnya, rangsangan dikirimkan ke kulit otak (cerebral cortex). Pada saat
inilah apa yang dirasakan tadi baru akan disadari oleh penderita. Kalau ada gangguan dalam jalur
sensorik baku tadi maka akan timbul kesemutan.
Kita mesti mewaspadai jika ada gejala lain di luar kesemutan. Karena kesemutan bisa juga disertai
gangguan penglihatan, pendengaran, gabungan keduanya, atau lainnya. Kalau ada tumor di otak,
selain gejala kesemutan, biasanya disertai pula sakit kepala, muntah - muntah dan kelumpuhan
kecil.

Semoga tambahan informasi yang sedikit ini bisa membantu kita untuk belajar mengetahui
tentang kesehatan, artikel kesehatan lainnya dapat Anda lihat dengan klik menu kesehatan
dibawah ini, dan terima kasih telah membaca artikel

Terima
kasih
telah
menggunakan
layanan
e-konsultasi
Klikdokter.
Penyebab kaki kesemutan sebenarnya sangat bervariasi. Kesemutan merupakan keluhan yang
pernah dialami oleh semua orang. Biasanya kesemutan terjadi saat tubuh terlalu lama diam,
atau berada dalam suatu posisi tertentu, sehingga aliran darah ke daerah tersebut (misal ke arah
tangan anda) menjadi terhambat dan timbul keluhan kesemutan. Anda tidak perlu khawatir
mengenai hal ini. Keluhan tersebut akan berangsur-angsur menghilang dengan menggerakgerakkan bagian tubuh yang kesemutan sehingga aliran darah kembali lancar ke daerah
tersebut.
Yang perlu anda khawatirkan adalah jika keluhan kesemutan anda semakin meluas dari hari ke
hari, semakin sering dan disertai dengan keluhan-keluhan lain seperti sakit kepala, muntahmuntah, kelumpuhan anggota tubuh, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, dan lain
sebagainya. Jika hal-hal tersebut terjadi pada diri anda, sebaiknya anda segera memeriksakan
diri ke dokter spesialis saraf untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut sehingga anda segera
mendapatkan
pengobatan
yang
tepat.
Selain itu, kaki kesemutan memang ada kaitannya dengan penyakit diabetes.Keluhan kaki
kesemutan yang berhubungan dengan DM ini dikenal dengan neuropati perifer. Hal ini
berhubungan dengan lama menderita dan ketidakstabilan gula darah Anda. Pada keadaan ini
artinya sudah ada gangguan pada syaraf karena penyakit DM. Apakah Anda terkena diabetes?
Untuk mencurigainya, Anda dapat membaca koleksi artikel kami yang terdapat pada rubrik
diabetes dengan mengklik link berikuthttp://diabetes.klikdokter.com/. Gejala diabetes yang paling
terkenal (disebut gejala klasik) adalah 3P yaitu polidipsi (minum banyak karena sering haus),
polifagi (makan banyak melebihi biasa), dan poliuri (berkemih banyak > 5x ketika istirahat atau
tidur) hingga penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya. Keluhan lainnya
bervariasi, mulai dari lemah badan, kesemutan, gatal, mata kabur, disfungsi ereksi pada pria ,
serta
gatal
pada
vagina
wanita.
Jika ditemukan gejala klasik tersebut ditambah hasil pemeriksaan gula darah sewaktu lebih
besar sama dengan 200 mg/dL maka sudah cukup dikatakan diabetes mellitus. Cara lain adalah
dengan
melakukan
gula
darah
puasa
atau
gula
darah
post
prandial.
Berdasarkan indeks massa tubuh ( BB/(TB dalam m)2) Anda setelah kami hitung tergolong buruk
karena lebih dari 23 atau termasuk obesitas (Anda juga dapat mencoba menghitung indeks
massa tubuh dengan memasukkan data berat badan dan tinggi badan Anda pada fitur "Hitung
Body Mass Index" yang terdapat pada kolom kiri bawah dari halaman depan situs kami). Berat
badan ideal sesuai dengan tinggi badan Anda adalah berkisar 67,5-82,5 kg. Indeks massa tubuh
yang buruk ditambah dengan kadar gula darah sewaktu yang cukup tinggi, meningkatkan
kemungkinan Anda terkena diabetes mellitus. Konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit
dalam
mengenai
keadaan
Anda.
Jika setelah memeriksakan diri dan ternyata Anda benar terkena DM, maka yang dapat Anda
lakukan adalah mencegahnya agar tidak berlanjut pada perasaan baal dan kemudian terjadi
ulkus/luka pada kaki. Karena pada penderita DM yang mengalami kaki baal akan mudah
mengalami luka pada kaki karena sudah kehilangan sensasi pada kaki.Jika sudah luka,
umumnya luka pada penderita DM lebih sukar, lama sembuh dan bahkan dapat berujung pada
amputasi. Caranya adalah dengan mengendalikan DM dengan memperhatikan kriteri-kriteria
berikut,
dan
merawat
kaki.

Beberapa kriteria pengendalian diabetes melitus adalah sebagai berikut:


o

Gula darah puasa yang baik adalah 80-<100 mg/dL.

Gula darah 2 jam postprandial yang baik 80-144 mg/dL

Kadar kolesterol total, LDL, HDL, Trigliserida

Tekanan darah

Indeks massa tubuh 18,5- <23

A1C yaitu tes untuk menilai hasil pengobatan jangka pendek

Cara merawat kaki (lakukan dengan teratur):


o
o

o
o

Tidak boleh berjalan tanpa alas kaki, termasuk di pasir dan di air
Periksa kaki setiap hari, dan laporkan pada dokter apabila ada kulit terkelupas atau
daerah kemerahan atau luka
Periksa alas kaki dari benda asing sebelum memakainya
Selalu menjaga kaki dalam keadaan bersih, dan mengoleskan krim pelembab ke kulit
yang kering.

Baal

Rumah Diabetes Indonesia


Informasi & Panduan Lengkap Penyakit Diabetes Mellitus : Penyebab, Gejala, Obat,
Makanan dan Diet Penderita DM

Langganan Artikel Gratis Via Email!

Teras|Arsip| Diabetes adalah| Profil


Berita Diabet| Jenis Diabetes| Komplikasi| Makanan-Diet| Obat-Terapi| Olahraga-Senam| Sebab-Gejala| TipsRagam| Vitamin-Suplemen

Sedang Membaca
Pencurian Kaki pada Diabetes
Oleh Admin pada August 22, 2007 topik Komplikasi
Tags: amputasi, kaki, Komplikasi
Salah seorang penderita diabetes harus diamputasi kaki kaki kanannya, kira-kira di atas pergelangan kaki. Meski
cukup shock dengan keadaan tersebut, namun dia masih bisa bergurau, wah, kaki saya dicuri diabetes. Resiko
komplikasi kaki diabetes ini adalah hantu yang bergentayangan di kalangan para diabetesi. Jangan-jangan
diabetes juga bisa mencuri kaki saya. Apa yang harus saya lakukan agar dapat terhindar dari pencurian kaki
diabetes tersebut ?

Penyakit diabetes membuat gangguan/komplikasi melalui kerusakan pada pembuluh darah di seluruh tubuh,
disebut angiopati diabetik. Penyakit ini berjalan kronis dan terbagi dua:
1.

Gangguan pada pembuluh darah besar (makrovaskular) disebut makroangiopati

2.

Gangguan pembuluh darah halus (mikrovaskular) disebut mikroangiopati.


Bila yang terkena pembuluh darah di otak: timbul stroke, bila pada mata: terjadi kebutaan, pada jantung: penyakit
jantung koroner yang dapat berakibat serangan jantung/infark jantung, pada ginjal: menjadi penyakit ginjal kronik
sampai gagal ginjal tahap akhir sehingga harus cuci darah atau transplantasi.

Bila pada kaki: timbul luka yang sukar sembuh sampai menjadi busuk (gangren). Selain itu bila saraf yang
terkena: timbul neuropati diabetik, sehingga ada bagian yang tidak berasa apa-apa/mati rasa, sekalipun tertusuk
jarum /paku atau terkena benda panas.

Kaki Diabetes
Kelainan tungkai bawah karena diabetes disebabkan adanya gangguan pembuluh darah, gangguan saraf, dan
adanya infeksi. Pada gangguan pembuluh darah, kaki bisa terasa sakit, jika diraba terasa dingin, jika ada luka
sukar sembuh karena aliran darah ke bagian tersebut sudah berkurang.
Pemeriksaan nadi pada kaki sukar diraba, kulit tampak pucat atau kebiru-biruan, kemudian pada akhirnya dapat
menjadi gangren/jaringan busuk, kemudian terinfeksi dan kuman tumbuh subur, hal ini akan membahayakan
pasien karena infeksi bisa menjalar ke seluruh tubuh (sepsis).
Bila terjadi gangguan saraf, disebut neuropati diabetik dapat timbul gangguan rasa (sensorik): baal, kurang
berasa sampai mati rasa. Selain itu gangguan motorik, timbul kelemahan otot, otot mengecil, kram otot, mudah
lelah. Kaki yang tidak berasa akan berbahaya karena bila menginjak benda tajam tidak akan dirasa padahal
telah timbul luka, ditambah dengan mudahnya terjadi infeksi. Kalau sudah gangren, kaki harus dipotong di atas
bagian yang membusuk tersebut.
Pencegahan Kaki Diabetik.
1.

Stop merokok.

2.

Periksa ke dokter untuk ditentukan sudah ada gangguan saraf, gangguan pembuluh darah, dsb.

3.
4.

Bila sudah ada gangguan rasa, sebaiknya selalu memakai sepatu atau sandal, juga di dalam rumah,
pakai kaos kaki yang cukup tebal.
Jangan pakai sepatu/sandal yang sempit.

5.

Inspeksi kaki setiap hari, apakah ada kemerahan, melepuh, terkikis/abarasi/laserasi, gunakan cermin
untuk melihat bagian bawah kaki.

6.

Gunting kuku dengan cara yang benar, jangan membuat luka dan jangan sampai kuku tumbuh ke
dalam daging.

7.

Bersihkan kaki setiap hari.

8.

Setiap 4-6 jam lepaskan sepatu

9.

Gerakkan pergelangan kaki dan jari-jari kaki untuk melancarkan sirkulasi darah.
Yang tidak boleh dilakukan:

1.

Jangan merendam kaki

2.

Jangan menggunakan botol panas/peralatan listrik untuk memanaskan kaki.

3.

Jangan menggunakan silet untuk mengurangi kapalan,

4.

Jangan merokok.

5.

Jangan pakai sepatu atau kaos kaki sempit.

6.

Jangan menggunakan obat-obat tanpa anjuran dokter untuk menghilangkan mata ikan.

7.

Jangan gunakan sikat tajam atau pisau untuk kaki.

8.

Jangan membiarkan luka di kaki sekecil apa pun.

Polineuropati
Adalah gangguan sejumlah saraf-saraf kecil di dalam tubuh yang bisa menyebabkan gangguan sensasi sensorik,
diantaranya adalah rasa baal. Gangguan saraf-saraf kecil yang berupa rasa baal ini dapat menjadi masalah
serius, contohnya pada persarafan pada telapak kaki menjadi baal, sehingga cenderung bila penderita diabetes
dengan polineuropati mendapatkan luka pada telapak kaki, baru merasa sadar setelah dia melihat telapak
kakinya terdapat luka setelah menginjak benda-benda tajam misalnya beling. Dan akibat dari luka pada kaki
sering didapatkan komplikasi yang berat misalnya adalah gangren.
2. Gangguan pembuluh darah kecil
Akibat dari gangguan pada pembuluh darah kecil yang memberikan suplai darah, maka bila terjadi luka, maka
cenderung luka tersebut sulit untuk sembuh, hal ini dikarenakan kurangnya suplai darah ke daerah yang
mengalami luka, juga kadar gula di dalam darah yang cenderung terlalu tinggi tidak dapat digunakan oleh sel-sel
yang mengalami perlukaan untuk proses penyembuhan.

Gangren akibat komplikasi dari penyembuhan luka yang tertunda juga infeksi berat oleh kuman-kuman
3. Gangguan ginjal
Gula pada umumnya mempunyai struktur molekul yang besar, dan tidak dapat melewati kapiler dari ginjal,
sehingga normalnya tidak terdapat adanya gula di dalam air seni. Namun pada penderita diabetes, karena kadar
gula yang melewati ambang, maka gula dapat melewati ginjal. Apabila proses ini terus berlangsung dalam waktu
yang lama, maka cenderung ginjal akan menjadi rusak, hal ini dalam kedokteran kita kenal juga sebagai
Nephropati diabetik. Dimana pada proses yang kronis akan terjadi gagal ginjal yang memerlukan cuci darah atau
hemodialisa sebagai akibat tidak berfungsinya ginjal dalam menyaring racun tubuh.
4. Gangguan penglihatan
Pada mata terdapat selaput jala yang kita kenal juga sebagai retina. Retina ini sering mengalami gangguan pada
penderita diabetes, sehingga cenderung pada penderita diabetes yang tidak terkontrol oleh pengobatan dapat
mengalami progresivitas penurunan penglihatan yang berangsur-angsur.
5. Gangguan lemak tubuh
Gula dapat diubah menjadi salah satu fraksi lemak yaitu trigliserida. Kadar trigliserida, LDL, dan kolestrol sering
tinggi pada penderita diabetes, sehingga cenderung penderita diabetes mempunyai resiko yang besar untuk
mengalami penyakit penyempitan pembuluh darah yang dapat menuju ke arah penyakit jantung koroner.
Setelah mengetahui beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada penderita Diabetes yang disebutkan diatas,
sebaiknya para penderita diabetes harus sering mengontrol penyakitnya ke dokter, dan dengan meminum obat
secara teratur sesuai dengan nasihat dokter dapat mencegah komplikasi yang dapat memperburuk kesehatan.