Anda di halaman 1dari 39

Kata Pengantar

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan


kesehatan dan kesempatan kepada kami untuk menyelesaikan
makalah kami ini tepat pada waktunya. Shalawat teriring
salam semoga selalu di curahkan kepada junjungan kita, Nabi
Muhammad SAW Beserta keluarga sahabat dan pengikutpengikutnya yang insya Allah setia hingga akhir zaman.
Alhamdulillah kami bersyukur akhirnya kami dapat
menyelesaikan makalah dengan judul Apliasi Statistik BoseEinstein sebagai bahan untuk dipresentasikan dalam mata
kuliah Fisika Statistik.Kami berharap makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi para pembaca dan dapat
memberikan pengetahuan sesuai dengan isi makalah ini yang
memaparkan materi mengenai Radiasi Benda Hitam dan
Kapasitas Panas Zat padat
Kami sebagai penyusun makalah ini menyadari bahwa
makalah yang kami susun masih jauh dari sempurna, untuk itu
kami berharap kepada seluruh pembaca agar dapat
memberikan kritik dan sarannya untuk menjadi bahan
pelajaran kami dalam membuat makalah selanjutnya.

Indralaya ,

Februari 2012

Penyusun

Satuan Acara Perkuliahan (SAP)


1. Identitas
Mata Kuliah

: Fisika Statistik

Fak/Jur/Prodi

: FKIP / P. MIPA / P. Fisika

Semester

: VI (lima)

Dosen Pengasuh : Drs. Imron Husaini, M.Pd


Leni Marlina, S.Pd, M.Si

Tim Penyaji

: 1. Mukhsinah
2. Setia Lianawati
3. Fika Nurul Hidayati

2. Standar Kompetensi
Mahasiswa mampu memahami hubungan antara
perilaku sistem partikel penyusun suatu zat secara mikroskopik
dengan akibat yang ditimbulkannya pada skala makroskopik,
serta memmiliki kemampuan dalam menelaah sifaft-sifat zat
tersebut.
3. Kompensi Dasar
Mahasiswa mampu menjelaskan peristiwa radiasi benda
hitam
Mahasiswa mapu menjelaskan kapasitas panas zat padat
menurut Einstein dan Debaye

4. Pokok Bahasan
Aplikasi Statistik Bose-Einstein
5. Sub Pokok Bahasan
Radiasi benda hitam
Kapasitas panas zat padat menurut Einstein dan Debaye

6. Indikator
Menjelaskan peristiwa radiasi benda hitaam
Menurunkan hukum Stefan-Boltzmann
Menjelaskan kapasitas panas zat padat menurut Einstein
dan Debaye

7. Penilaian
Tes Formatif
8. Alokasi waktu
3 x 50 menit

9. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
Inti
10. Media yang digunakan
Ms. Word dan Ms. Powerpoint
11. Alat yang digunakan
LCD dan Komputer

DAFTAR ISI

KATAPENGANTAR
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)
DAFTAR ISI
I.PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
...................................................................................................
5
B.RUMUSAN MASALAH
...................................................................................................
6
C.TUJUAN
...................................................................................................
6
II.ISI
RADIASI BENDA HITAM
...................................................................................................
7
KAPASITAS PANAS ZAT PADAT MENURUT EINSTEIN DAN
DEBAYE
...................................................................................................
16

PENUTUP
KESIMPULAN
...................................................................................................
27
TES FORMATIF.....................................................................................
29
DAFTAR PUSTAKA

I.
A.

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Perilaku materi secara makroskopik berhubungan erat

dengan sifat mikroskopik, yang dapat diungkapkan melalui fisika


statistik atau yang biasa disebut hukum distribusi statistik.
Penggambaran secara kwantitaf perilaku materi tersebut dapat
ditinjau melalui tiga Hukum Distribusi Statistik yaitu,
1. Hukum distribusi statistik Maxwell-Boltzmann
2. Hukum distribusi statistik Bose-Einstein
3. Hukum distribusi statistik Fermi-Dirac
Distribusi statistik Maxwell-Boltzmann disebut sebagai statistika
klasik karena hukum-hukum fisika klasik (hukum Newton) masih
berlaku. Distribusi Bose-Einstein dan Fermi-Dirac disebut sebagai
statistika kuantum karena hukum-hukum kuantum berlaku pada
statistika tersebut. Ketiga hukum distribusi statistik tersebut
memberikan penggambaran yang berbeda untuk berbagai

materi, yang dalam hal ini disebut partikel. Distribusi statistik


Maxwell-Boltzmann menggambarkan jenis partikel identik tidak
dapat

dibedakan,

kategori

partikel

adalah

partikel

klasik

contohnya molekul gas, ion dan atom.


Distribusi statistik Bose-Einstein menggambarkan jenis partikel
tak terbedakan, identik dan tidak memenuhi prinsip eksklusi
Pauli yang artinya tidak ada larangan jumlah partikel menempati
suatu keadaan energi. Partikel yang memenuhi statistik BoseEinstein

disebut

partikel-partikel

boson

yang

fungsi

gelombangnya simetrik terhadap pertukaran sebarang dua


partikel, contohnya adalah semua partikel dengan spin bulat
seperti foton, partikel alpha dan atom helium. Statistika FermiDirac menjelaskan jenis partikel identik dan tak terbedakan dan
memenuhi asas larangan Pauli. Partikel yang termasuk ke dalam
statistik Fermi-Dirac disebut partikel fermion yaitu partikelpartikel

yang

fungsi

gelombangnya

antisimetrik

terhadap

pertukaran sebarang dua partikel dan memiliki spin 1/2n,


n=1,2,3,.. misalnya proton, neutron dan elektron.
Aplikasi fisika statistik banyak ditemukan dalam persoalanpersoalan fisika seperti pada fisika zat padat, termodinamika,
fisika kuantum dan lain-lain. Peristiwa radiasi benda hitam dan
perhitungan kapasitas termal zat padat dapat ditinjau dari
hukum statistika Bose-Einstein, yang akan dibahas dalam
makalah ini.

B.

RUMUSAN MASALAH
1. Apa dan bagaimana yang dimaksud dengan peristiwa
radiasi benda hitam?

2. Bagaimana penurunan persamaan Stefan-Boltzman?


3. Bagaimana kapasitas panas zat padat menurut
Einsten dan Debaye?
C. TUJUAN
1. Memahami peristiwa radaiasi benda hitam.
2. Menjelaskan penurunan persamaan Stefan Boltzman.
3. Memahami kapasitas panas zat padat menurut
Einstein dan Debaye.

III.ISI

A.

RADIASI BENDA HITAM

Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Mahasiswa mampu memahami
peristiwa radiasi benda hitam.

dan

menjelaskan

Tujuuan Instruksional Khusus (TIK)


Setelah mempelajari sub pokok bahasan radiasi benda hitam
mahasiswa diharapkan dapat:
Memahami dan menjelaskan apa dan bagaimana
peristiwa radiasi benda hitam.
Memahami dan menjelaskan teori-teori radiasi benda
hitam.
Memahami dan menjelaskan penurunan persamaan
Stefan-Boltzman
Pembahasan Materi Bahan Ajar

A.

Radiasi Benda Hitam

Teori kuantum diawali oleh fenomena radiasi benda


hitam.Istilah benda
hitam pertama
kali
diperkenalkan
oleh Gustav Robert Kirchhof pada tahun 1862. Dalam
Fisika, benda hitam (blackbody) adalah sebutan untuk benda
yang mampu menyerap kalor radiasi (radiasi termal) dengan
baik. Radiasi termal yang diserap akan dipancarkan kembali
oleh benda
hitam dalam
bentuk radiasi
gelombang
elektromagnetik,
sama
seperti gelombang
radio ataupun gelombang cahaya.
Untuk zat padat dan cair, radiasi gelombangnya berupa
spektrum kontinu, dan untuk gas berupa spektrum
garis.Meskipun
demikian,
sebenarnya
secara
teori
dalam Fisika klasik, benda hitam memancarkan setiap panjang
gelombang energi yang mungkin agar supaya energi dari
benda tersebut dapat diukur. Temperatur benda hitam itu
sendiri berpengaruh terhadap jumlah dan jenis radiasi
elektromagnetik yang dipancarkannya. Benda hitam bersuhu
di bawah 700 Kelvin dapat memancarkan hampir semua energi
termal dalam bentuk gelombang inframerah, sehingga sangat
sedikit panjang gelombang cahaya tampak.Jadi, semakin tinggi
suhu benda hitam, semakin banyak energi yang dapat
dipancarkan dengan pancaran radiasi dimulai dari panjang
gelombang merah, jingga, kuning hingga putih.
Meskipun namanya benda hitam, objek tersebut tidak
harus selalu berwarna hitam. Sebuah benda hitam dapat
mempunyai cahayanya sendiri sehingga warnanya bisa lebih
terang, walaupun benda itu menyerap semua cahaya yang
datang padanya. Sedangkan temperatur dari benda hitam itu
sendiri berpengaruh terhadap jumlah dan jenis radiasi
elektromagnetik yang dipancarkannya.
Benda hitam merupakan benda ideal yang mampu
menyerap
atau
mengabsorbsi
semua
radiasi
yang
mengenainya, serta tidak bergantung pada frekuensi radiasi
tersebut. Bisa dikatakan benda hitam merupakan penyerap
dan juga pemancar yang sempurna.
Dalam percobaan Fisika sederhana, Benda hitam
dimodelkan sebagai suatu rongga berisi foton dengan celah

bukaan yang sangat kecil. Dengan mengabaikan bahan


pembuat dinding dan panjang gelombang radiasi yang masuk,
maka selama panjang gelombang datang lebih kecil
dibandingkan dengan diameter lubang, radiasi yang masuk ke
dalam rongga melalui lubang, radiasi tersebut akan
dipantulkan berulang-ulang oleh dinding dalam rongga hingga
energinya habis terserap. Selanjutnya, dipancarkan kembali
sebagai radiasi gelombang elektromagnetik melalui lubang itu
juga. Lubang pada rongga inilah yang merupakan contoh dari
sebuah benda hitam.
1.1. Distribusi molekul gas Bose-Einstein
Dalam sub bahasan akan dibahas mengenai gas BoseEinstein yang memenuhi statistik Bose-Einstein. Foton dan
fonon termasuk di dalamnya. Untuk saat inihanya foton yang
akan dibahas.
Bila molekul-molekul dalam suatu gas biasa memiliki
momentum angular integral dalam satuan h/2 maka, dapat
dikatakan dengan sangat, bahwa molekul-molekul tersebut
adalah boson dan akan mematuhi statistik Bose-Einstein.
Distribusi molekul-molekul gas meliputi berbagai tingkat
energi diberikan oleh
(a.1)
dimana
(a.2)
Karena setiap keadaan energi yang diperbolehkan
membutuhkan suatu volume h3dalam ruang fasa, bobot suatu
tingkat
energi,
atau
keadaan-keadaan
yang
dapat
dipertimbangkan memenuhi suatu volume dT dalam ruang
fasa akan menjadi
(a.3)
Dengan menggunakan bahwa elemen ruang fasa enam
dimensi bahwa

(a.4)
Maka dapat ditulis, apabila momentum dilihat dalam
koordinat polar menjadi
(a.5)
Dengan hanya memperhitungkan energi kinetik
(a.6)
Dapat diperoleh bahwa
(a.7)
Substitusi Persamaan (a.7) dan (a.6) ke dalam Persamaan (a.5)
akan memberikan
(a.8)
Dengan demikian Persamaan (a.3), dengan substitusi dari
Persamaan (a.8) akan menjadi

(a.9)
yang menyatakan jumlah keadaan energi yang tersedia dalam
rentang energi antara dan + d untuk suatu volume V. Di
sini g() adalah kerapatakeadaan energi (density of states).
Jumlah molekul-molekul yang memiliki energi dalam
rentang dan + d diberikan oleh Persamaan (a.1) dan
(a.10), yaitu

(a.10)
Nilai parameter A atau a untuk distribusi ini dapat
ditentukan untuk kondisibahwa

10

(a.11)
dengan N adalah jumlah total molekul dalam volume V.
Secara umum bentuk integral dalam Persamaan (a.11)
sulit untuk dipecahkan secara eksak, akan tetapi dapat dilihat,
bahwa dalam beberapa kasus praktis, nilai A untuk gas cukup
kecil sehingga menyebabkan suku bernilai 1 padapenyebut
dalam Persamaan (a.10) dapat diabaikan. Bila kondisi ini
dipenuhidistribusi
akan
mendekati
distribusi
MaxwellBoltzmann,
dan
karena
molekul
molekulgasakantersebardiantarakeadaankeadaanenergi,gasdikatakantidakterdegenerasi
Dengan
demikian
integrasi
Persamaan
(a.10)
akanmenghasilkanseperti integrasi dalam distribusi MaxwellBoltzmann yang memberikan
(a.12)
dan

(a.13)
Dikarenakan nilai exponen e/kT selalu lebih besar (atau
setidaknya sama dengan) satu untuk semua nilai energi
kondisi yang akan didekati oleh Persamaan(a.10) untuk
menjadi distribusi klasik adalah membuat A1.
Bila digunakan nilai-nilai N, V, dan m untuk helium maka akan
diperoleh nilaiA untuk tekanan atmosfer, yaitu
untuk
untuk
Jadi bahkan untuk temperatur 4 K pun, kondisi (1/A)e/kT
1 tetap terpenuhi dan gas helium akan berlaku, untuk suatu
aproksimasi yang baik, sebagai suatu gas klasik.

11

Radiasi elektromagnetik yang berada dalam suatu ruang


tertutup bertemperatur tetap dapat dipertimbangkan sebagai
suatu sistem foton-foton denganberbagai nilai energi. Dan
karena foton-foton memiliki momentum angular integral dalam
satuan h/2 maka mereka akan secara alami berkelakuan
sebagaiboson dan dapat diasumsikan bahwa suatu gas foton
akan memiliki distribusienergi yang diberikan oleh statistik
Bose-Einstein. Akan tetapi, terdapat duahal yang harus
diperhatikan.
Pertama, foton dapat diserap dan dipancarkan kembali
oleh dinding lingkungan tertutup yang bertemperatur tetap,
dengan demikian jumlah foton dalamlingkungan tersebut
tidaklah tetap. Dengan demikian kondisijNj = N atau dNj = 0
dalam persamaan
(a.14)
tidak dapat terpenuhi. Agar Persamaan (a.14) masih dapat
berlaku maka perlu dipilih bahwa a=0 sehingga A=1.
Kedua, energi foton berbentuk hv, di mana v adalah
frekuensi radiasi. Olehkarena itu lebih memudahkan apabila
distribusi energi diungkapkan dalam frekuensi atau panjang
gelombang foton.
Dengan menggunakan rumusan panjang gelombang de Broglie

maka

Persamaan (a.5) akan menjadi

Selanjutnya karena setiap foton memiliki kemungkinan


polarisasi pada dua arah maka jumlah keadaan energi yang
diperbolehkan atau mode, dalam rentang antara dan + d,

12

untuk setiap satuan volume adalah (dengan mengambil nilai


positifnya).

(a.15)
Kemudian dengan menggunakan

= hc dalam Persamaan

akan diperoleh bahwa

(a.16)

1.2 Intensitas Radiasi


Hukum Stefan-Boltzman
Pada tahun 1859, Gustav Kirchof membuktikan suatu
teorema yang sama pentingnya dengan teorema rangkaian
listrik
tertutupnya
ketika
ia
menunjukkan
argumen
berdasarkan pada termodinamika bahwa setiap benda dalam
keadaan kesetimbangan termal dengan radiasi daya yang
dipancarkan adalah sebanding dengan daya yang diserapnya.
Untuk benda hitam, teorema kirchof dinyatakan oleh
(b.1)
Dengan J(f,T) adalah suatu fungsi universal (sama untuk
semua benda) yang bergantung hanya pada f , frekuensi
cahaya, dan T,
suhu mutlak benda. Persaman (b.1)
menunjukkan bahwa daya yang dipancarkan persatuan luas
persatuan frekuensi oleh suatu benda hitam bergantung hanya
pada suhu dan frekuensi cahaya dan tidak bergantung pada
sifat fisika dan kimia yang menyusun benda hitam, dan ini
sesuai dengan hasil pengamatan.
Perkembangan selanjutnya untuk memahami karakter
universal dari radiasi benda hitam datang dari ahli fisika
Austria, Josef Stefan (1835-1893) pada tahun 1879. Ia
mendapatkan secara eksperimen bahwa daya total persatuan
luas yang dipancarkan pada semua frekuensi oleh suatu benda

13

hitam panas, Itotal (intensitas radiasi total), adalah sebanding


dengan pangkat empat dari suhu mutlaknya. Karena itu,
bentuk persamaan empiris hukum Stefan ditulis sebagai
(b.2)
dengan Itotal adalah intensitas (daya persatuan luas) radiasi
pada permukaan benda hitam pada esmua frekuensi, Rf
adalah intensitas radiasi persatuan frekuensi yang dipancarkan
oleh benda hitam, T adalah suhu mutalak benda, dan adalah
tetapan Stefan-Boltzmann, yaitu

= 5,6710-8 W/m2K4 untuk

benda panas yang bukan benda hitam akan memenuhi hukum


yang sama hanya diberi tambahan koefisien emisivitas, e,
yang lebih kecil dari 1:
(b.3)
ingat Itotal = P/A, sehingga persamaan (b.3) juga dapat ditulis
sebagai
atau

(b.4)

Dengan P adalah daya radiasi (watt = W) dan A adalah


luas permukan benda (m2 ). Lima tahun kemudian konfirmasi
mengesankan dari teori gelombang elektromagnetik cahaya
diperoleh ketika Boltzmann menurunkan hukum Stefan dari
gabungan termodinamika dan persamaan-persamaan Maxwell.
Karena itu persamaan di atas dikenal juga sebagai hukum
Stefan-Boltzmann.

1.3 Hukum Pergeseran Wien


Pada tahun 1893, Wilhelm Wien mengusulkan suatu
bentuk umum untuk hukum distribusi benda hitam J(f,T) yang
memberikan hubungan maks dan T yang sesuai dengan hasil
eksperimen. Hubungan ini disebut sebagai pergeseran Wien
dan ditulis sebagai

14

Dengan

maks adalah panjang gelombang (dalam m)

yang berhubungan dengan intensitas radiasi maksimum benda


hitam, T adalah suhu mutlak dari permukaan benda yang
memancarkan radiasi, dan C = 2,90 10 -3 mK adalah tetapan
pergeseran Wien.

Teori Klasik Radiasi Benda Hitam


Hubungan antara J (f, T) dan u(f,T),
dinyatakan oleh

yang sebanding

Berikut akan dibahas teori klasik radiasi benda hitam, yaitu


hukum eksponensial Wien dan hukum Raileigh-Jeans. Suatu
prakiraan penting terhadap bentuk fungsi universal u(f;T)
dinyatakan pertama kali pada tahun 1893 oleh Wien, yang
memiliki bentuk
(c.1)
Dalam bentuk panjang gelombang
(c.2)
dengan c1 dan c2 adalah tetapan yang ditentukan melalui
eksperimen. Dari hasil eksperimen, Wien mendapatkan bahwa
c = 8 hc dan c = ch/k. Persaman (c.1) atau persamaan (c.2)
disebut sebagai hukum radiasi Wien. Setahun kemudian, ahli
spektroskopi Jerman, Friedrich Paschen yang bekerja dalam
daerah inframerah denga kisaran panjang gelombang 1

m,

sampai dengan 4 m, dan suhu benda hitam dari 400 K sampai


1 600 K, menemukan bahwa perkiraan Wien tepat bersesuaian
dengan titik-titik data eksperimennya.

15

Gambar 1.1. Spektrumenergi osilator satu dimensi menurut


teori kuantum.
Tetapi pada tahun 1900, Lummer dan Pringsheim melanjutkan
pengukuran Paschen sampai dengan panjang gelombang 18
m. Rubens dan Kurlbaum bahkan melanjutkan sampai 60

m.

Kedua tim ini kemudian menyimpulkan bahwa hokum Wien


gagal dalam daerah ini.
Perkiran berikutnya tentang u(f,T) atau u( ,T) dilakukan
oleh Lord Rayleigh (1842-1919) dan Sir James Jeans (18771946) pada Juni 1900. Rayleigh berkonsentrasi secara
langsung pada gelombang-gelombang elektromagnetik dalam
rongga. Rayleigh dan Jeans menyatakan bahwa gelombang
gelombang elektromagnetik stasioner dalam rongga dapat
dipertimbangkan memiliki suhu T, karena mereka secara
konstan bertukar energi dengan dinding-dinding dan
menyebabkan termometer dalam rongga mencapai suhu yang
samadengan dinding.
Lebih lanjut, mereka mempertimbangkan gelombang
elektromagnetik terpolarisasi stasioner ekivalen dengan
penggetar satu dimensi. Mereka menyatakan kerapatan energi
sebagai hasil kali jumlah gelombang stasioner (1/2, 1, 1,5,
2gelombang,.) dan energi rata-rata per penggetar. Mereka
mendapatkan energi penggetar rata-rata tak bergantung pada
panjang gelombang , dan sama dengan kT dari hukum
distribusi Maxwell-Boltzmann. Akhirnya mereka memperoleh
kerapatan energi per panjang gelombang , u (T , ) , yang
dinyatakian sebagai
(c.3)

16

dengan k adalah tetapan Boltzmann. Pernyataan ini dikenal


sebagai hukum Rayleigh-Jeans. Dalam bulan September 1900,
pengukuran menunjukkan bahwa diantara 12 m dan 18 m
prakiraan Rayleigh-Jeans tepat. Tetapi seperti ditunjukkan
pada gambar di atas, hukum Rayleigh-Jeans secara total tak
layak pad panjang gelombang pendek atau frekuensi
tinggi.Persaman tersebut menunjukkan bahwa ketika

mendekati nol, kerapatan energi diperkirakan tak terbatas u


(T) (f) , dalam ultraviolet. Keadaan ini dinamakan bencana
ultraviolet (ultraviolet catastrophe).

Teori Planck Radiasi Benda Hitam

Teori Wien cocok dengan spektrum radaisi benda hitam untuk


panjang gelombang yang pendek, dan menyimpang untuk
panjang gelombang yang panjang. Teori Rayleigh-Jeans
cocokdengan spektrum radiasi benda hitam untuk panjang
gelombnag yang panjang, dan menyimpang untuk panjang
gelombang yang pendek.Jelas bahwa fisika klasik gagal
menjelaskan tentang radiasi benda hitam. Inilah dilema fisika
klasik di mana Max Planck mencurahkan seluruh perhatiannya.
Pada tahun 1900, Planck memulai pekerjaannya
membuat suatu angapan baru tentang sifat dasra dari
ngetaran molekul dalam dinding -dinding rongga benda hitam
(pada saat itu elektron belum ditemukan). Anggapan baru ini
sangat radikal dan bertentangan dengan fisika klasik, yaitu
sebagai berikut:
1. Radiasi yang dipancarkan oleh getaran molekul-molekul
tidaklah kontinu tetapi dalam paket-paket energi diskret, yang
disebut kuantum (sekarang disebut foton). Besar energi yang
berkaitan denagn foton adalah E = hf, sehingga untuk n buah
foton maka energinya dinyatakan oleh
(c.4)
dengan n = 1, 2, 3, .. (bilangan asli), dan f adalah frekuensi
getaran
molekul-molekul.
Energi
dari
molekul-molekul
dikatakann terkuantisasi dan energi yang diperkenankan
disebut tingkat energi. Ini berarti bahwa tingkat energi bisa hf,

17

2hf, 3hf, , sedang h disebut tetapan Planck, dengan h = 6,6


x10-34 Js (dalam dua angka penting). Molekul-molekul
memancarkan atau menyerap energi dalam satuan diskret dari
energi cahaya, disebut kuantum (sekarang disebut foton).
Molekul-molekul melekukan itu dengan melompat dari satu
tingkat energi ke tingkat energi lainnya. Jika bilangan kuantum
n berubah dengan satu satuan, Persamaan (c.4) menunjukkan
bahwa jumlah energi yang dipancarkan atau diserap oleh
molekul-molekul sama dengan hf. Jadi, beda energi antaradua
tingkat energi yang berdekatan adalah hf. Molekul akan
memancarklan atau meyerap energi hanya ketika molekul
mengubah
tingkat energinya. Jika molekul tetap tinggal
dalam satu tingkat energi tertentu, maka tidak ada energi
yang diserap atau dipancarkan molekul. Gambar di atas
menunjukkan tingkat-tingkat energi yang terkuantisasi dan
transisi (perpindahan) yang diusulkan Planck.
Berdasarkan teori kuantum di atas, Planck dapat menyatukan
hukum radiasi Wien dan hukum radiasi Rayleigh-Jeans, dan
menyatakan hukum
radiasi benda hitamnya yang akan
berlaku untuk semua panjang gelombang. Hukum radiasi
Planck adalah
(c.5)
dengan h = 6,6 x 10-34 Js adalah tetapan Planck, c = 3,0 x 10 8
m/s adalah cepat rambat cahaya, k= 1,38 x 10 -34 J/K adalah
tetapan Boltzmann, dan Tadalah suhu mutlak benda hitam.
Planck mengumumkan Persamaan (c.5) inipada seminar fisika
di universitas Berlin.

B.

KAPASITAS PANAS ZAT PADAT

Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan
kapasitas panas zat padat menurut Einstein - Debaye.
Tujuuan Instruksional Khusus (TIK)

18

konsep

Setelah mempelajari sub pokok bahasan kapasitas panas zat


padat menurut Einstein- Debaye mahasiswa diharapkan dapat:
Memahami dan menjelaskan kapasitas panas zat padat
menurut Einstein - Debaye.
Memahami dan menjelaskan teori-teori kapasitas panas
zat padat.

Pembahasan Materi Bahan Ajar


1.

Kapasitas thermal zat padat


Terdapat dua jenis energi termal yang tersimpan dalam zat

padat

yaitu

energi

vibrasi

atom-atom

di

sekitar

posisi

kesetimbangannya dan energi kinetik yang dikandung elektronelektron bebas. Salah satu sifat termal zat padat adalah panas
spesifik yaitu kapasitas panas per satuan massa per derajat
Kelvin.
I.1Panas Spesifik Menurut Dulong-Petit
Menurut Dulong-Petit panas spesifik padatan adalah
hampir sama untuk semua unsur yaitu sebesar 6 cal/mol oK.
Angka

yang

diperoleh

Dulong-Petit

kemudian

diteliti

oleh

Boltzmann, yang menyatakan bahwa hasil tersebut terjadi karena


energi dalam padatan tersimpan dalam atom-atomnya yang
bervibrasi. Energi atom-atom tersebut diturunkan dari teori kinetik
gas.
Molekul-molekul gas memiliki tiga derajat kebebasan
dengan energi kinetik rata-rata per derajat kebebasan dalam tiga

19

dimensi

adalah

dan

energi

per

mole

adalah

, N adalah bilangan Avogadro.


Dalam padatan atom-atom saling terikat sehingga selain
memiliki
energi kinetik, atom-atom juga memiliki energi potensial,
sehingga energi rata-rata per derajat kebesan menjadi kBT dan
energi per mol padatan menjadi
Ek/mole padat = 3RT cal/mol

(1.1)

Panas spesifik untuk volume konstan

1.2

Kapasitas Kalor Model Einstein Dan Debaye


Panas Spesifik Berdasarkan Statistik Bose-Einstein
Penentuan panas spesifik (cv) zat padat oleh Einstein

ditinjau secara kuantum yang didasarkan pada vibrasi atom zat


padat tersebut. Einstein menganggap padatan terdiri dari N
atom yang masing-masing bervibrasi (berosilasi) secara bebas
pada arah tiga dimensi, dengan frikuensi fE. Energi tiap osilator
adalah
En = nhfE

(1.2)

dimana n adalah bilangan kuantum, n = 0,1,2,3, Jika jumlah


osilator tiap kasus energi adalah En dan E0 adalah jumlah osilator
pada status 0, maka sesuai dengan fungsi Boltzmann

20

(1.3)
Energi rata-rata osilator adalah
(1.4)
Dengan N atom yang berosilasi tiga dimensi, diperoleh total
energi internal
(1.5)
sehingga panas spesifik menjadi

(1.6)
Persamaan (1.6) adalah panas spesifik berdasarkan teori
Einstein.
Berdasarkan persamaan (1.6), maka panas spesifik adalah
a.

Pada temperatur tinggi, cv = 3R

b.

Pada temperatur rendah,

Apabila

nol,

maka

cv

akan

mendekati

nol

secara

eksponensial.
Frekuensi fE disebut frekuensi Einstein yang ditentukan
dengan mencocokkan kurva dengan data-data eksperimental.
Besarnya frekuensi ini mulai nol sam tak hingga. Hasil yang
diperoleh adalah pada temperatur rendah kurva Einstein menuju
nol jauh lebih cepat dari data eksperimen.

21

Hasil yang diperoleh teori Einstein menyimpang pada


temperatur yang rendah disebabkan oleh asumsi yang diambil
Einstein yaitu atom-atom bervibrasi secara bebas dengan
frekuensi sama, fE.
Debye

melakukan perbaikan

terhadap teori

Einstein

dengan menganggap vibrasi atom sebagai frekuensi dengan


spektrum kontinu dan menganggap frekuensi setiap atom
berbeda dan mempunyai harga maksimum. Dalam teori ini
vibrasi satu atom akan berpengaruh terhadap atom tetangga
dan

akan

berlangsung

secara

keseluruhan/kolektif.

Vibrasi

kolektif ini akan membentuk gelombang berdiri dalam zat padat


dengan spektrum frekuensi yang diskrit tapi sangat kecil
spasinya sehingga dianggap kontinu. Vibrasi tersebut berkaitan
dengan sifat elastik bahan, maka gelombangnya dianggab
menjalar dengan kecepatan bunyi, yang menjalar secara
transversal dan longitudinal.
Jika kecepatan transversal vt dan kecepatan longitudinal vl,
dan dimisalkan juga g(f)df

sebagai jumlah frekuensi yang

diizinkan yang terletak antara f dan f + df (f adalah frekuensi


Debye). Untuk gelombang transversal berlaku

(1.7)

(1.8)
Jumlah keseluruhan frekuensi dalam daerah frekuensi antara f
dan f + df:
g

22

(1.9)

Jika N adalah jumlah atom dalam zat padat, maka frekuensi


vibrasi harus digambarkan dalam 3N buah posisi koordinat atom.
Maka jumlah frekuensi vibrasi adalah 3N, sehingga

(1.10)
dimana f0 disebut frekuensi cut-of.
Jadi jumlah keseluruhan frekuensi dalam daerah frekwensi f dan
f + df adalah

(1.11)
Debye memandang padatan sebagai kumpulan phonon
karena perambatan suara dalam zat padat merupakan gejala
gelombang elastis. Energi sebuah fonon adalah hf dimana f
(frekuensi Debye) adalah frekuensi vibrasi elastik. Karena semua
fonon identik dan karena jumlahnya dengan energi sama yaitu
tidak terbatas, maka dalam keadaan setimbang suhu fonon
memenuhi statistik Bose-Einstein.
Jika =0, jumlah fonon berenergi hf dalam daerah
frekuensi antara f dan f + df dalam kesetimbangan suhu pada T
adalah

Total energi vibrasi dalam daerah frekuensi tersebut adalah

23

(1.12)
Panas spesifik zat padat pada volume tetap adalah

(1.13)
N, menyatakan jumlah mol dan NA adalah bilangan Avogadro.
Jika didefenisikan D = hf0/kB adalah suhu Debye, kBNA = R, dan x
= hf/kBT maka

(1.14)
atau cv = 3R D(D/T)
D(D/T) adalah fungsi Debye yang didefenisikan sebagai

(1.15)

Jika

Dengan nilai-nilai limit ini, pada temperatur tinggi cv mendekati


nilai yang diperoleh oleh Einstein
cv = 3R

(1.16)

dan pada temperaturu rendah

(1.17)

24

Kurva cv sebagai fungsi T/D diplot pada gambar berikut

Gambar 2.1. Kurva cv terhadap perubahan temperatur menurut


Debye
Beberapa eksperimen telah dilakukan untuk menguji teori
Einstein seperti yang dilakukan oleh Nernst dan Lindemann. Pada
suhu tinggi harga cv teori Einstein benar yaitu 3R, akan tetapi
tidak sesuai ketika suhu rendah. Ketika suhu rendah, harga cv
tidak mendekati nol secara eksponensial tetapi cv ~ T3.
Berikut skematik grafik cv terhadap perubahan T berdasarkan
eksperimen dan teori Einstein

Gambar 2.2. Skematik grafik cv terhadap perubahan T

Model Teori Klasik

Menurut fisika klasik, getaran atom-atom zat padat dapat


dipandang

sebagai

osilator

harmonik.

Osilator

harmonik

merupakan suatu konsep/model yang secara makroskopik


dapat dibayangkan sebagai sebuah massa m yang terkait pada
sebuah pegas dengan tetapan pegas C.
Untuk

osilator

dirumuskan :

25

harmonik

satu-dimensi,

energinya

dapat

dengan v laju getaran osilator, x simpangan osilator,

frekuensi sudut getaran osilator

Untuk osilator harmonik satu dimensi yang mempunyai dua


derajat bebas mempunyai energi rata-rata :
(1.18)
Selanjutnya, karena atom-atom dalam kristal membentuk
susunan tiga dimensi, maka untuk satu mol osilator harmonik
tiga-dimensi, energi dalamnya :
(1.19)
Dengan demikian kapasitas kalornya :

Dari hasil (1.19) ini terlihat bahwa menurut model fisika klasik,
kapasitas panas zat padat tidak bergantung suhu dan berharga
3R. Hal ini sesuai dengan hukum Dulong-Petityang hanya
berlaku untuk suhu tinggi.Sedangkan untuk suhu rendah jelas
teori ini tidak berlaku.

Model Einstein
Dalam model ini, atom-atom dianggap sebaga iosilator-

osilator bebas yang bergetar tanpa terpengaruh oleh osilator

26

lain disekitarnya.
Energi osilator dirumuskan secara kuantum (berdasarkan teori
kuantum) yang berharga diskrit :
dengan

(1.20)

N = 0, 1, 2, 3,
= h/2, h adalah tetapan Planck
Padat ingkat dasar n=0, energi osilator 0 =0.

Tingkat

berikutnyan= 1,2 dan seterusnya. Perbedaan energi antar


tingkat adalah . Lihat gambar di bawah.

Gambar 2.3. Spektrumenergi osilator satu dimensi menurut


teori kuantum.
Pada keseimbangan termal, energi rata-rata osilator
dinyatakan oleh :

(1.21)

Faktor

(bobot)

kebolehjadian
(1.21)

Boltzmann

keadaan

dalambentuk

exp(-n/kT)

berenergintertempati.

deret

tersebut

menyatakan
Persamaan

ekuivalen

dengan

ungkapan :
(1.22)

27

Selanjutnya, untuk satu mol osilator tiga-dimensi memiliki


energi dalam:

Sehingga kapasitas kalornya:

(1.23)

Dalam model Einstein frekuensi osilator biasa ditulis E


yang disebut frekuensi Einstein.
Untuk menyederhana persamaan (1.23) didefinisikan suhu
Einstein (E) menurut :
(1.24)
dan persamaan (1.23) tereduksi menjadi :

Pada suhu tinggi (T>>), maka nilai (E/T) berharga kecil.


Sehingga exp(E/T) dapat diuraikan ke dalam deret sebagai
berikut :

(1.25)

28

Menurut hasil ini jelas bahwa model Einstein cocok pada suhu
tinggi. Bagaimana untuk suhu rendah. Pada suhu rendah(T<<)
nilai (E/T) besar. Hal ini berdampak pada penyebut dalam
persamaan (1.25), yaitu :

sehingga ungkapan kapasitas panas menjadi :

(1.26)
Dengan

Jadi, pada suhu rendah Cv sebanding dengan e dan jelas ini


tidak cocok dengan hasil eksperimen, dimana Cv sebanding
dengan T3.

Model Debye

Dalammodel Einstein, atom-atom dianggap bergetar secara


terisolasi dari atom di sekitarnya. Anggapan ini jelas tidak
dapat

diterapkan,

karena

gerakan

atom

akan

saling

berinteraksi dengan atom-atom lainnya. Seperti dalam kasus


penjalaran gelombang mekanik dalam zat padat, oleh karena
rambatan gelombang tersebut atom-atom akan bergerak
kolektif. Frekuensi getaran atom bervariasi dari =0 sampai
dengan =D. Batas frekuensi D disebut frekuensi potong
Debye.
Menurut model Debye ini, energi total getaran atom pada kisi

29

diberikan oleh ungkapan

(1.27)
() adalah energi rata-rata osilator seperti pada model
Einstein sedangkang () adalah rapat keadaan. Dalam
selang frekuensi antara = 0 dan = D, g() memenuhi :

(1.28)
Jumlah getaran sama dengan jumlah 1 mol osilator tigadimensi, yang dalam kurva ditunjukkan oleh daerah
terarsir. Frekuensi potong D dapat ditentukan dengan :

(1.29)
Apabila kita menggambarkan kontur yang berhubungan
dengan =D dalam ruang akan diperoleh sebuah bola yang
disebut bola Debaye, dengan jejari qD yang disebut jejari
Debaye dan memenuhi

(1.30)

30

III.Penutup
Kesimpulan
Benda hitam merupakan benda ideal yang mampu
menyerap
atau
mengabsorbsi
semua
radiasi
yang
mengenainya, serta tidak bergantung pada frekuensi radiasi
tersebut.Bisa dikatakan benda hitam merupakan penyerap dan
juga pemancar yang sempurna.
Jadi peristiwa benda hitam yaitu peristiwa penyerapan
maupun pengabsorpsian segala radiasi yang mengenai rongga
dengan bukaan yang kecil dan berisi foton.
Hukum Stefan-Boltzman yang menyatakan intensitas total
radiasi benda hitam, yaitu :

atau
Hukum radiasi benda hitam dikemukakan oleh beberapa
ilmuan seperti Wien, Rayleigh, dan Planck.
Berikut adalah hukum radiasi yang dikemukakan oleh Wien,
yaitu :

atau
Sedangakan hukum radiasi Rayleigh-Jeans

Sedangkan hukum radiasi benda hitam Planck menyatukan


hukum Wien dan Rayleigh-Jeans menyatakan bahwa

energi yang dimiliki oleh n buah partikel foton menurut Planck


adalah

dimana h merupakan konstanta Planck yang besarnya 6,6 x10 34


Js
Energi termal yang tersimpan dalam zat padat terbagi
menjadi dua yaitu energi vibrasi atom-atom di sekitar posisi
kesetimbangannya dan energi kinetik yang dikandung elektronelektron bebas.
Panas spesifik berdasarkan teori Einstein adalah
a. Pada temperatur tinggi, cv = 3R
b. Pada temperatur rendah,
c. Apabila T nol, maka cv akan mendekati nol secara
eksponensial.

Tes Formatif
1. Nyatakan rumus radiasi Planck dengan memakai panjanggelombang.
Pembahasan :

2. Cari kalor jenis pada volume konstan dari 1 cm 3 radiasi


termal dalam kesetimbangan pada temparatur 1000 K.
Pembahasan :
Dalam contoh soal telah dihitung :
a. Jumlah foton rata-rata dalam volume v ialah :

b. Energi rata-rata tiap foton

3. Hitunglah energi Fermi EF dari Logam Natrium


Pembahasan :
Karena setiap atom natrium menyumbang

satu elektron

valensi maka jumlah elektron persatuan volume ,N/V sama


dengan jumlah atom natrium per volum.
Nilai ini dapat ditentukan dari kerapatan atom natrium dan
massa atom natrium.

N/V = Jumlah atom pervolume =

4.

/M

Hitung energi Fermi bahan tembaga dengan pengandaian


bahwa
masing-masing atom tembaga menyumbang
sebuah elektron bebas. Rapat massa tembaga adalah

dan massa atomnya 63, 5 u.


Pembahasan :
Rapat elektroin bebas atau cacah elektron per satuan
volume N/V sama dengan cacah atom tembaga per satuan
volume ( satu atom memberikan satu elektron bebas)

Energi Fermi

5. Pada malam yang cerah permukaan bumi melepaskan panas


secara radiasi. Andaikan suhu tanah adalah 10 derajat celcius
dan tanah meradiasikan panas seperti benda hitam ,berapa
laju hilangnya panas tiap m2.
Pembahasan :

Laju hilangnya panas = energi yang dipancarkan perdetik per


m2

6. Para Astronom seringkali menentukan ukuran bintangn


dengan metode berdasarkan hukum Stefan-Boltzmann.
Tentukan jejari bintang Capella dari data berikut :
Fluks cahaya bintang yang sampai ke bumi adalah 1,2 x 10 -8
W/m2. Jarak bintang 4,3 x 1017 m dan suhu permukaan nya
5200 K. Diandaikan bintang meradiasikan energi seperti
benda hitam.
Pembahasan :
Energi yang cahaya bintang yang sampai di permukaan bumi
per m2 tiap detik adalah

Energi yang dipancarkan


tiap detik

oleh seluruh permukaan bintang

x Luas permukaan bintang.

Jadi

Energi cahaya bintang yang sampai di permukaan bumi per


m2 tiap detik adalah 1,2 x 10-8 W/m2. . energi total perdetik
pada jarak itu ( R=4,3 x 1017 m) adalah :

Ini harus sama dengan energi total perdetik yang


dipancarkan oleh bintang. Jadi,

Daftar Pustaka

Abdullah, Mikrajuddin. 2007. Pengantar Fisika Statistik untuk


Mahasiswa. Bandung: Penerbit ITB.
Beiser, Arthur. 1992. Konsep Fisika Modern, Edisi ke-2,
terjemahan The How Liong, Erlangga-Jakarta.
Kusminarto.2011.Esensi Fisika Modern.Yogyakarta : Andi
Krane.S,Kenneth.1992. Fisika Modern. Jakarta : Universitas
Indonesia
Viridi, Sparisoma dkk. 2010. Catatan Kuliah Fisika Statistik.
Bandung: ITB-Press.

http://atophysics.wordpress.com/radiasi benda hitam.pdf


( diunduh 4 April 2012 )

FORMAT PENILAIAN KEGIATAN TATAP MUKA MATA KULIAH


FISIKA STATISTIK
Penilaian Kelompok/Individu :
Judul materi ajar
N
o
1

:
Skor

Pembuatan SAP
Identitas
Tujuan mata kuliah
Standar
kompetensi

(70,80,90
,100)

Penyampai
an
materi
Narasi/kali
mt
Urutan
materi
Kemampua

Skor
(70,80,90,10
0)

Skor

Kompetensi dasar

n
menjelaska
n

Indikator
Materi
pembelajaran

Kemampua
n tanya
jawab

Kegiatan
Pembelajaran
- Pembukaan
- Kegiatan Inti
- Penutup
Alat/media/sumber

Contoh soal
Media
Power
point

Penilaian
2

Penilaian Individu
Nama :
1.
2.
3.

Hari/tanggal

Dosen Penilai

Kognitif

Afektif

Psikomotor

Rata
rata