Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN AKHIR MODUL FILTRASI

PRAKTIKUM UNIT OPERASI PROSES I (UOP I)


Achmad Fauzi1, Dena Prestia Hallatu2, Indah Kemala 3, dan Salman Naufal4
1. Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, 16424, Indonesia
2. Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, 16424, Indonesia
3. Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, 16424, Indonesia
4. Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, 16424, Indonesia
E-mail : FauziUI@gmail.com, denaprestia@ymail.com, indahazr@gmail.com, salmannaufal@hotmail.com

Abstract
Percobaan ini dilakukan untuk mempelajari metode filtrasi pada tekanan konstan menggunakan filtrat press dengan
menjaga tekanan agar tetap konstan selama percobaan. Tujuan utama dari percobaan ini adalah untuk mengetahui
volume filtrate yang dikeluarkan melalui filtrate delivery valve dalam interval waktu yang ditentukan (t) dengan
menjaga kestabilan tekanan dari alat filtrat press. Hasil percobaan dapat dianalisis dengan mencari keterkaitan antara
waktu dengan volume filtrate (Vf). Hasil percobaan menunjukkan bahwa peningkatan mempengaruhi laju alir
campuran yang akan disaring serta laju pembentukan cake pada saringan (filter). Hasil tersebut mengakibatkan
berkurangnya luas permukaan media filter untuk mengalirkan filtrate akibat adanya cake yang terbentuk. Laju
pembentukan cake akan meningkat seiring dengan peningkatan . Hal tersebut mengindikasikan bahwa dalam
percobaan ini berlaku Persamaan Routh; Vf2 + 2j.Vf = h.t , dimana h merupakan tahanan filtrasi, dan Vf merupakan
volume filtrate. Percobaan ini dilakukan pula untuk menguji konstanta yang ada di dalam Persamaan Lewis, dimana
formula dari persamaan tersebut merupakan suatu fungsi yang menunjukkan hubungan antara volume filtrate total
dengan waktu. Melalui fungsi tersebut, dapat dilakukan plotting data yang akan menghasilkan grafik yang linear.
Melalui persamaan yang dihasilkan, dapat diketahui besar slope dan intercept sehingga nilai kontanta dari Persamaan
Lewis dapat diketahui.

Abstrak
Filtration. This experiment is done on purpose to study about filtration method in a constant pressure, using a press
filtrate by maintaining the pressure during the experiment. The main purpose of this experiment is to know how many
volume of filtrate that will be discharged through the filtrate delivery valve in a specified time interval (t), by
maintaining a stable pressure of the filtrate press. The result of this experiment can be analyzed by finding the relation
between the time and the volume of filtrate (Vf). The result shows that the increase of affects the mixture flow rate
that will be filtered and also the rate of cake formation in the filter. These results lead to the reduced surface area of the
filter that drains the filtrate due to cake formation. The rate of cake formation will increase as the increase in . This
indicates that in this experiment, Rouths Equation; Vf2 + 2j.Vf = h.t is applied, where h is the filter resistance, and Vf
is the volume of filtrate. This experiment is also conducted to test the constants in Lewis Equation, where its formula is
a function that shows the relation between the total volume of filtrate and time. Through the function, we may plot the
data and resulting a linear graph. From the equation resulted, we may know the intercept and the slope of the equation,
so that the constant of Lewiss Equation will be known.
Keywords: press filtrate, volume of filtrate, Rouths Equation, Lewis Equation, constant pressurethe volume of filtrate.

r gra

1. Pendahuluan
Filtrasi merupakan suatu proses memisahkan zat
padatan dari zat pelarutnya (yang membentuk suatu
slurry) dengan menggunakan media porous (media
berpori) seperti membran. Melalui media berpori
tersebut, zat padat akan tertinggal di permukaannya
sedangkan zat pelarut akan terpisahkan dan diteruskan.
Zat padat yang tersaring pada membran penyaring
disebut dengan cake, sedangkan zat pelarut yang
diteruskan disebut dengan filtrate. Proses filtrasi dapat
diklasifikasikan berdasarkan prinsip kerjanya, yaitu;
Filtrasi
Tekanan
(Pressure
Filtration),
yang
menggunakan prinsip pengaliran bahan dengan
menggunakan beda tekanan yang terjadi [1], Filtrasi
Gravitas (Gravity Filtration), yang menerapkan prinsip
pengaliran bahan berdasarkan gaya berat dari masingmasing komponen padat dan pelarutnya [2], dan Filtrasi
Vakum (Vacuum Filtration), yang menggunakan prinsip
kevakuman ruang (penghisapan) dalam mengalirkan
bahannya [3].
Media filtrasi dapat dikatagorikan menjadi beberapa
jenis berdasarkan gradien tekanan sebagai gaya dorong
dan permeabilitasnya (Mulder, 1996), di antara lain
sebagai berikut; Membran Mikrofiltrasi, yang
beroperasi dengan kisaran tekanan bernilai 0,1-2 bar,
dan dengan batas permeabilitas lebih besar dari 50
L/m2.jam.bar [1], Membran Ultrafiltrasi, yang
beroperasi pada tekanan di antara 1 bar, dan dengan
batasan permeabilitas bernilai 10-50 L/m2.jam.bar [2],
Membran Nanofiltrasi, yang beroperasi pada tekanan
antara 5-20 bar, dan dengan batasan permeabilitas
mencapai 1,4 12 L/m2.jam.bar [3], Membran Reverse
Osmosis, yang beroperasi pada tekanan antara 10-100
bar, dan dengan batasan permeabilitas mencapai 0,051,4 L/m2.jam.bar.
Pada umumnya, terdapat dua macam media penyaring
yang dikenal, yaitu; media penyaring primer, dan media
penyaring sekunder. Adapun peran dari media
penyaring primer yaitu untuk menahan padatan dan
pembentukan cake pada awal pengoperasian. Membran
penyaring jenis ini berupa kertas saring (filter cloth)
yang digunakan untuk pemakaian pertama kali. Jenis
media penyaring kedua yaitu media penyaring sekunder
yang berisi cake yang telah membentuk layer dengan
ketebalan cake yang bervariasi. Media penyaring
sekunder inilah yang merupakan media filter
sesungguhnya.
Terdapat dua jenis cake yang ditinjau berdasarkan
kompresibilitasnya, yaitu; Compressible Cake [1], dan
Non-compressible Cake [2]. Compressible Cake
merupakan cake yang mengalami perubahan struktur
akibat adanya tekanan yang ditandai dengan
penyempitan ruang porous atau luas porous yang dapat
menahan cake, serta tahanan filtrasi yang semakin besar.

Akibat dari penyempitan ruang porous, proses filtrasi


menjadi lebih sulit dan aliran slurry akan semakin sulit
pula untuk mengalir pada batasan waktu tertentu karena
cake telah mengalami tahanan filtrasi maksimum.
Compressible Cake ialah jenis yang paling sering
ditemui pada proses filtrasi di kehidupan nyata. Noncompressible Cake merupakan jenis cake yang tidak
mengalami perubahan struktur meskipun dilakukan
penekanan terhadap cake tersebut. Cake jenis ini tidak
ada di dalam kehidupan nyata, namun untuk
memudahkan perhitungan, dilakukan pendekatan
dengan menggunakan formula ataupun persamaan yang
berlaku untuk Non-compressible Cake ini.
Percobaan filtrasi yang dilakukan mengunakan metode
filter press, dimana metode filtrasi ini merupakan proses
pemisahan slurry dengan menggunakan prinsip nilai
beda tekanan dimana slurry dilewatkan pada susunan
alat yang terdiri dari rubber (karet penahan), filter cloth,
frame, dan filter plate. Filter cloth diletakkan di antara
frame dan rubber. Pembentukan cake terjadi pada filter
cloth (kain filter), dimana cake tersebut akan
terakumulasi selama slurry dipompakan. Slurry yang
digunakan dalam percobaan ini berupa campuran
larutan tak homogen antara tepung dengan air yang
dicampurkan ke dalam sebuah tangki reservoir.
Campuran tersebut kemudian diaduk agar terjadi
pencampuran merata dan distribusi slurry dalam tangki
dapat tersebar secara merata dengan pengaduk tipe
impeler dua daun yang memiliki kecepatan putaran aduk
tetap tiap waktunya.
Dalam percobaan ini, berlaku persamaan-persamaan
berikut :
Persamaan Routh;
Apabila filtrasi dilakukan dengan P konstan, maka
hubungan antara waktu tertentu t (detik) dengan total
3
volum filtrat Vf (cm ) yang terkumpul dalam waktu t,
dapat diekspresikan dalam persamaan :
+2 .

= .

(1)

Dimana; j dan h adalah konstanta yang dicari dari


percobaan.
Persamaan lain yang menggambarkan hubungan antara t
dan Vf adalah :
. =

(2)

Dimana; = viskositas, Rf = Tahanan filter cloth, =


tahanan spesifik cake, m/kg, C = berat solid/volum
3
liquid, kg/m , A = luas permukaan filter

Selanjutnya, berlaku pula Persamaan Lewis yang


memiliki formula berikut :
[

/ ] =

(3)

Dengan : n,m, K adalah konstanta yang ditentukan oleh


percobaan.

2. Metode Penelitian
Persiapan alat dimulai dengan mencuci alat-alat filtrasi
yang ada, hal ini dimaksudkan untuk memastikan tak
ada lagi cake yang tersisa dari percobaan kelompok
sebelumnya. Cake yang tersisa pada filter membuat
perhitungan menjadi tak akurat. Selanjutnya yaitu
memasang plate, frame, filter cloth dan rubber packing
dengan memutar roda penekan (handle), susunannya
harus benar yaitu plate pada alat-rubber packing-filter
cloth-frame-...-plate dan teratur agar tak terjadi
kebocoran.
Persiapan bahan Bahan yang akan digunakan pada
praktikum ini adalah slurry yang terbuat dari campuran
tepung terigu dengan air. Sebelum pembuatan Slurry
dimulai kita harus menutup drain valve pada tangki
terlebih dahulu. Slurry dibuat dengan cara memasukkan
satu kantong tepung terigu ke dalam tangki, lalu
tambahkan air hingga level tertentu yang telah
ditentukan oleh asisten. Setelah itu aduk slurry tersebut
secara kontinyu agar konsentrasi slurry tetap uniform
dengan cara menghidupkan pengaduk otomatis tangki.
Percobaan. Setelah alat dan bahan telah dipersiapkan,
percobaan dimulai dengan membuka return valve dan
menutup feed valve, kemudian menyalakan pompa.
Selanjutnya, mengatur feed valve secara terus menerus
selama praktikum untuk mempertahankan agar tekanan
operasi tetap konstan pada tekanan yang kita inginkan.
Setelah tekanan terbaca pada pressure gauge konstan,
selanjutnya kita membuka filtrate delivery valve untuk
mendapatkan filtrat dari hasil penyaringan/filtrasi
slurry. Filtrat tersebut kemudian dikumpulkan dalam
suatu wadah, berupa gelas ukur, dan melihat banyak
filtrat yang berhasil dikumpulkan tiap selang waktu 2
menit, pengumpulan filtrat dilakukan sebanyak 20 kali.
Ulangi prosedur percobaan untuk variasi tekanan yang
berbeda. Jumlah filtrat yang berhasil dikumpulkan pada
setiap selang waktu kemudian di tulis untuk kemudian
menjadi data yang akan di olah selanjutnya.

3. Hasil dan Pembahasan


Data yang diperoleh dari percobaan berupa variasi
waktu terhadap volume filtrat yang keluar dari filtrat
delivery valve. Variasi waktu yang diambil oleh
praktikan adalah setiap 2 menit dan dilakukan sebanyak

sepuluh kali. Terdapat dua variasi data waktu dan


volume filtrat yang diambil oleh praktikan yaitu pada
tekanan sistem 0.2 bar dan 0.3 bar. Data yang
didapatkan oleh praktikan menunjukan bahwa dengan
meningkatnya tekanan maka volume filtrat yang
didapatkan akan semakin banyak. Hal ini disebabkan
karena semakin besarnya tekanan pada sistem maka
akan semakin cepat juga laju alirnya yang menyebabkan
volume filtrat semakin banyak. Selain itu semakin
bertambahnya waktu selisih volume filtrat setiap
waktunya akan semakin berkurang, hal ini disebabkan
karena semakin bertambahnya waktu maka penumpukan
cake pada filter press semakin tebal.
Untuk mencapai salahsatu tujuan dari praktikum ini
yaitu menghitung konstanta-konstanta dari persamaan
Ruth dan Lewis maka dilakukan pengolahan dari data
yang didapat oleh praktikan.
Menentukan Konstanta Persamaan Ruth
Persamaan Ruth
Vf + 2J . Vf = h . t

konstanta persamaan Ruth, yaitu h dan J dapat


ditentukan dengan memodifikasi persamaannya menjadi
seperti dibawah ini
t
1
J
= Vf + 2
Vf h
h

dari persamaan diatas dibuat grafik hubungan antara Vf


dengan t/Vf dengan hasil seperti berikut
Vf vs t/Vf
3,00000
2,50000
2,00000
1,50000
1,00000
0,50000
0,00000

y = 0,0019x + 1,5213

200

400

600

Grafik 1. Hubungan Vf dengan t/Vf pada tekanan 0.2 bar

Dengan demikian dari persamaan garis di dalam grafik


tersebut didapatkan nilai J = 400.3421 dan h =526.3158.

Vf vs t/Vf
3,00000
2,50000
2,00000
1,50000
1,00000
0,50000
0,00000

Log Vf vs Log t
4,00000

y = 0,0017x + 1,4996
3,00000

y = 1,2102x - 0,2048

2,00000
1,00000
0

200

400

600

Grafik 2. Hubungan Vf dengan t/Vf pada tekanan 0.3 bar.

Dengan demikian dari persamaan garis di dalam grafik


tersebut didapatkan nilai J = 441.0588 dan h =
588.2353.

= K . P

persamaan Lewis dimodifikasi untuk mendapatkan


nilai-nilai yang didapatkan dari percobaan menjadi
persamaan seperti di bawah ini
log t = m log Vf log C

grafik dibuat dengan menghubungkan log t dengan log


Vf untuk mendapatkann nilai m dan C
Log Vf vs Log t
3,50000
3,00000
2,50000
2,00000
1,50000
1,00000
0,50000
0,00000

0,00000

y = 1,2007x - 0,1652

1,00000

2,00000

1,00000

2,00000

3,00000

Grafik 4. Hubungan log Vf dan log t pada saat


tekanan 0.3 bar

Dengan demikian dari persamaan garis di dalam grafik


tersebut didapatkan nilai m = 1.2102 dan C = 1.6025.
Dari pengolahan data yang telah dilakukan maka kita
dapat menganalisis hasil percobaan yang kita dapatkan.

Menentukan Konstanta Persamaan Lewis


Persamaan Lewis
Vf
A

0,00000
0,00000

3,00000

Grafik 3. Hubungan log Vf dan log t pada saat


tekanan 0.2 bar

Dengan demikian dari persamaan garis di dalam grafik


tersebut didapatkan nilai m = 1.2007 dan C = 1.4628.

Analisis Hasil Persamaan Ruth


Dengan memodifikasi persamaan Ruth menjadi sebuah
persamaan linear dan dengan memplot nilai t/Vf
terhadap nilai Vf pada persamaan yang baru untuk
setiap tekanan sistem maka akan kita peroleh grafik
yang cenderung mengalami kenaikan dan dari
persamaan grafik tersebut dapat kita peroleh nilai untuk
konstanta-konstanta dari persamaan Ruth yang kita cari.
Dari hasil tersebut dapat kita lihat bahwa grafik Vf vs
t/Vf untuk P sistem 0.3 bar dibawah grafik untuk P
0.2 bar, hal ini menunjukan bahwa volume filtrat yang
diperoleh untuk tekanan sistem 0.3 bar pada variasi
waktu pengambilan data yang sama memberikan
volume filtrat yang lebih besar dari pada tekanan sistem
0.2 bar. Walaupun seiring dengan bertambahnya waktu,
penambahan total volume filtrat setiap waktunya juga
akan semakin kecil, maka hal tersebut dapat kita lihat
grafik akan semakin naik untuk setiap pertambahan
waktu. Hal tersebut disebabkan oleh meningkatnya laju
alir seiring dengan meningkatnya P pada sistem,
sehingga penambahan cake juga akan semakin cepat dan
ketika waktu semakin bertambah maka penumpukan
cake pada filter juga semakin besar sehingga volume
filtrat yang dihasilkan semakin sedikit. Dari hasil
perhitungan diatas juga dapat kita simpulkan bahwa
semakin besar P sistem maka akan semakin besar pula
tahanan filtrasi atau konstanta h, hal tersebut juga
disebabkan karena meningkatnya laju alir dari sistem.
Namun bila kita bandingkan nilai dari konstanta h untuk
P sistem 0.3 bar dengan P sistem 0.2 bar tidak terlalu
berbeda jauh nilainya, hal ini disebabkan karena
selama proses penahanan tekanan supaya berada pada
kondisi konstan praktikan melakukannya secara manual
dengan mengecilkan dan membesarkan bukaan valve V2 dan V-3, sehingga untuk memperoleh kondisi tekanan

sistem yang konstan hal ini sulit untuk dicapai.


Sedangkan untuk besarnya nilai konstanta J, nilai
konstanta tersebut semakin besar bila P sistem juga
semakin besar, namun nilai konstanta tersebut tidak
dapat menyimpulkan suatu hasil.
Analisis Hasil Persamaan Lewis
Dengan memodifikasi persamaan Lewis menjadi
persamaan log t = m log Vf log C dan memplot nilai
log Vf dengan nilai log t, sehingga kita dapatkan grafik
yang memiliki kenaikan, hal ini menandakan bahwa
semakin bertambahnya waktu maka akan semakin besar
juga total volume filtrat yang kita dapatkan. Untuk
grafik pada P sistem 0.3 bar memiliki slope yang lebih
tinggi dari pada slope pada grafik P sistem 0.2 bar,
sehingga hal ini menyebabkan semakin tinggi nilai m
dan semakin tinggi P sistem maka semakin besar juga
total volume filtrat yang kita dapatkan. Jadi dapat kita
simpulkan bahwa semakin tinggi suatu P sistem, nilai
dari konstanta Lewis (m) pun akan semakin besar.
Dengan melihat perhitungan di atas dapat disimpulkan
pula persamaan Lewis merupakan suatu persamaan
yang mengkorelasikan Vf/A sebagai laju volume filtrat
per luas penampang frame sebagai hubungan
eksponensial terhadap beda tekanan dan waktu. Pada
persamaan Lewis, P adalah variabel yang diubah dan
dijaga konstan selama pengambilan data dan variabel t
sendiri adalah variabel independen di mana akan
mempengaruhi variabel lainnya. Di sini praktikan tidak
mengambil dan menyetujui suatu kesimpulan bahwa
luas penampang frame merupakan suatu yang konstan
melainkan mengalami perubahan karena sebagaimana
yang didukung persamaan Ruth sebelumnya luas
penampang filter cloth akan berubah karena perubahan
karakteristik cake yang memiliki pori semakin mengecil
akibat akumulasi cake dan tekanan yang semakin besar
pada cake itu sendiri. Namun karena sesuai asumsi awal
bahwa cake yang terbentuk adalah non-compresible
cake maka perubahan karakteristik sifat cake tidak
berpengaruh sehingga A (luas penampang) akan
dianggap tetap dan karena A (luas penampang) cake
tidak dihitung dari percobaan kali ini, maka nilai
konstanta persamaan Lewis tidak didapat dihitung atau
ditentukan seluruhnya.Nilai yang tidak dapat dihitung
itu adalah nilai K dan n. Nilai K adalah nilai konstanta
kesetimbangan sedangkan nilai m dan n sendiri adalah
nilai eksponensial yang berubah agar terjadi
keseimbangan ruas kanan dan ruas kiri dari persamaan
di atas.

4. Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan
beberapa hal, antara lain:
1.

Filtraasi adalah suatu proses pemisahan zat padat


terhadap zat cair dari suatu slurry dengan
menggunakan suatu media berpori atau porous.

2.

Zat padat yang tertinggal pada filter disebut


Filter cake yang terus terbentuk pada filter
seiring berjalannya waktu memiliki peran
sebagai filter sekunder.

3.

Semakin lama proses filtrasi berlangsung maka


cake yang terbentuk pada filter semakin tebal
mengakibatkan laju aliran filtrat akan semakin
kecil dan filtrat yang akan dihasilkan per satuan
waktu tertentu akan semakin sedikit namun filtrat
yang dihasilkan semakin jernih.

4.

Semakin besar perbedaan tekanan pada proses


filtrasi,laju alir filtrat semakin besar dan
kejernihannya semakin baik

5.

Besar nilai tahanan filtrasi (h) berbanding lurus


dengan besar P, yang mana dijelaskan dari
semakin besarnya P maka laju alir slurry
menuju filter akan semakin besar sehingga laju
pembentukan filter cake yang memberikan
hambatan dalam mengalirnya filtrat juga akan
semakin meningkat.

6.

Persamaan Lewis merupakan suatu persamaan


yang mengkorelasikan Vf/A sebagai laju volume
filtrat per luas penampang frame sebagai
hubungan eksponensial terhadap beda tekanan
dan waktu.

7.

Dari percobaan, didapatkan bahwa konstanta h, j,


m, dan C untuk masing-masing variasi tekanan
yang dilakukan adalah: J = 400.3421; h
=526.3158; m = 1.2007; C = 1.4628 untuk
tekanan 0,2 Bar dan J = 441.0588; h = 588.2353;
m = 1.2102; C = 1.6025 untuk tekanan 0,3 bar

Lampiran
Data Hasil Eksperimen
Untuk P=0.2 bar, t dalam detik dan Vf dalam ml.
Tabel 1. Data Hasil Pengamatan untuk tekanan 0.2

bar
t
120
240
360
480
600
720
840
960
1080
1200

Vf
70
64
60
52
45
41
40
38
38
37

Vf
70
134
194
246
291
332
372
410
448
485

Tabel 2. Data Hasil Pengamatan untuk Tekanan 0.3

bar
t
120
240
360
480
600
720
840
960
1080
1200

Vf
75
65
53
52
51
45
44
42
42
40

Vf
75
140
193
245
296
341
385
427
469
509

1.5213 (526.3158)
2
J = 400.3421
Jadi nilai konstanta untuk persamaan Ruth untuk
tekanan 0.2 bar antara lain adalah J = 400.3421 dan h
=526.3158.
Sedangkan grafik yang dihasilkan untuk tekanan 0.3 bar
adalah sebagai berikut
J=

Vf vs t/Vf
3,00000
2,50000
2,00000
1,50000
1,00000
0,50000
0,00000

y = 0,0017x + 1,4996

0
Persamaan Ruth
Vf + 2J . Vf = h . t
Vf (Vf + 2J) = h . t
t
1
J
= Vf + 2
Vf h
h
Dari persamaan diatas dibuat grafik hubungan Vf
dengan t/Vf, hingga diperoleh garis lurus. Grafik yang
dihasilkan saat tekanan 0.2 bar adalah sebagai berikut
Vf vs t/Vf
3,00000
2,50000
2,00000
1,50000
1,00000
0,50000
0,00000

y = 0,0019x + 1,5213

200

400

600

Dari grafik tersebut didapatkan persamaan garis, yaitu


y = 0.0019 x + 1.5213
persamaan garis tersebut menunjukkan nilai dari
persamaan dibawah ini
t
1
J
= Vf + 2
Vf h
h
Apabila persamaan garis dengan persamaan Ruth di
cocokkan didapatkan nilai h dan J.
Menentukan nilai h
1
= 0.0019
h
h = 526.3158
Menentukan nilai J

J
= 1.5213
h

200

400

600

Dari grafik tersebut didapatkan persamaan garis, yaitu


y = 0.0017 x + 1.4996
persamaan garis tersebut menunjukkan nilai dari
persamaan dibawah ini
t
1
J
= Vf + 2
Vf h
h
Apabila persamaan garis dengan persamaan Ruth di
cocokkan didapatkan nilai h dan J.
Menentukan nilai h
1
= 0.0017
h
h = 588.2353
Menentukan nilai J
J
2 = 5.6962
h
1.4996 (588.2353)
J=
2
J = 441.0588
Jadi nilai konstanta untuk persamaan Ruth untuk
tekanan 0.3 bar antara lain adalah J = 441.0588 dan h =
588.2353.
Dari hasil perhitungan dapat terlihat bahwa nilai
konstanta persamaan Ruth yakni J dan h berbeda untuk
setiap tekanan.
Persamaan Lewis
Vf
= K . P . t
A
Persamaan diatas dimodifikasi dengan pemisalah
C = K . A . P
sehingga persamaan Lewis menjadi
Vf = C. t
Apabila di logaritmakan maka didapatkan hubungan t
dengan Vf
log t = m log Vf log C
Dengan membuat grafik hubungan antara log t dengan
log Vf maka akan didapatkan nilai m dan C. Untuk

Log Vf vs Log t

log C = 0.2048
C = 1.6025
Jadi saat tekanan 0.3 bar nilai konstanta Lewis, yakni
m = 1.2102 dan C = 1.6025.

y = 1,2007x - 0,1652

Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa nilai m


dan C berbeda untuk setiap tekanan.

tekanan 0.2 bar grafik yang dihasilkan adalah sebagai


berikut,

3,50000
3,00000
2,50000
2,00000
1,50000
1,00000
0,50000
0,00000

0,00000

Referensi
1,00000

2,00000

3,00000

Dari grafik tersebut diperoleh persamaan garis lurus,


yaitu
y = 1.2007 x 0.1652
persamaan garis tersebut menunjukan nilai dari
persamaan di bawah ini
log t = m log Vf log C
dengan demikian apabila kedua persamaan diatas
dicocokkan didapatkan nilai m dan C.
Menentukan nilai m
m = 1.2007
Menentukan nilai C

log C = 0 .1652
C = 1.4628

Jadi saat tekanan 0.2 bar nilai konstanta Lewis, yakni


m = 1.2007 dan C = 1.4628.
Untuk tekanan 0.3 bar grafik yang dihasilkan adalah
sebagai berikut,
Log Vf vs Log t
4,00000
3,00000

y = 1,2102x - 0,2048

2,00000
1,00000
0,00000
0,00000

1,00000

2,00000

3,00000

Dari grafik tersebut diperoleh persamaan garis lurus,


yaitu
y = 1.2102 x 0.2048
persamaan garis tersebut menunjukan nilai dari
persamaan di bawah ini
log t = m log Vf log C
dengan demikian apabila kedua persamaan diatas
dicocokkan didapatkan nilai m dan C.
Menentukan nilai m
m = 1.2102
Menentukan nilai C

Tim penyusun. 1989. Petunjuk Praktikum Proses dan


Operasi Teknik I . Depok: Laboratorium Proses dan
Operasi Teknik TGP FTUI