Anda di halaman 1dari 8

PORTOFOLIO MEDIKOLEGAL

VISUM ET REPERTUM

Oleh:
Steffy Nurul Wardhani, dr.

Pembimbing:
dr. Sardjono
dr. Syafri Syafrini

Portofolio Kasus

No. ID dan Nama Peserta : Steffy Nurul Wardhani, dr.


No. ID dan Nama Wahana : RSUD Sosodoro Bojonegoro
Topik : Visum Et Repertum
Tanggal (kasus): 18 Maret 2015
Nama Pasien: Mr. X
No RM:Tanggal Presentasi:Pendamping:dr. Sardjono /
dr. Syafri Syafrini
Obyektif Presentasi:
Keilmuan
Keterampilan

Penyegaran

Tinjauan

Pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Istimewa
Neonatus
Bayi
Anak
Remaja
Dewasa
Lansia
Bumil
Deskripsi: Mayat laki laki, usia +60 tahun ditemukan mengapung di Sungai
Bengawan Solo turut Ds Dusun Besuki Rt 15/ Rw 02 Ds Kedungbondo Kec Balen
Kab Bojonegoro pada hari Rabu tanggal 18 Maret 2015, sekitar pk 11.00 WIB.
Tujuan: Mengetahui penyebab kemungkinan kematian melalui pemeriksaan luar
dan dalam
Bahan bahasan

Tinjauan Pustaka

Riset

Kasus

Cara membahas

Diskusi

Presentasi dan

t
E-mail Pos

Audi

diskusi
Data pasien
Nama Klinik: RSUD

Nama: Tn. M
Telp :-

No RM: Terdaftar sejak 18 Maret 2015

Sosodoro Bojonegoro
Data utama untuk bahan diskusi
1. Anamnesis
Korban merupakan kiriman dari Polri daerah Jawa Timur Resort
Bojonegoro Sektor Balen. Korban ditemukan hanyut dan terapung di aliran
sungan Bengawan Solo Dusun Besuki Rt 15/ Rw 02 Ds Kedungbondo Kec
Balen Kab Bojonegoro pada hari Rabu tanggal 18 Maret 2015, Sekitar pk
11.00 WIB oleh warga setempat
2. Riwayat Pengobatan
Tidak diketahui.
3. Kondisi lingkungan sosial dan fisik
Tidak diketahui

4.

Ciri-ciri Jenazah (18 Maret 2015)


Jenazah laki-laki usia antara lima puluh sampai enam puluh tahun dengan
berat badan enam puluh hingga tujuh puluh kilogram dan panjang badan
seratus enam puluh delapan sentimeter. Wajah sembab sulit dikenali. Kulit
berwarna pucat kebiruan, rambut berwarna hitam dengan panjang tujuh

5.

sentimeter. Jenazah dalam keadaan basah dan sembab pada seluruh badan.
Pemeriksaan Luar
-

Properti:
a. Pakaian atas : Kaos warna hitam berlengan pendek, begambar kartu
permainan domino yang menunjukkan gambar satu,dengan tulisan
generation III tepat dibawah tulisan. Pada lengan kiri terdapat gambar
bendera merah putih
b. Pakaian bawah : Celana Jeans warna biru gelap, ikat pinggang
warna krem dan pada bagian pinggang terlilit kain sarung dengan

motif batik
Kepala :
a

Bentuk : kepala bulat simetris, kulit kepala bagian belakang


sebelah kiri terdapat lebam dengan diameter lima sentimeter. Tidak
ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Rambut : ditemukan rambut berwarna hitam dengan panjang tujuh


sentimeter

Dahi : ditemukan memar pada dahi kanan dengan diameter lima


sentimeter. Ditemukan pengelupasan kulit ari.

Mata kanan dan kiri : ditemukan kekeruhan pada kedua selaput


bening mat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Hidung: tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Mulut : tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Gigi geligi : kesan lengkap.

Telinga :tidak ditemukan tanda tanda kekerasan.

Pipi : tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Dagu : tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Leher

: kulit berwarna pucat kebiruan. Ditemukan adanya

pembengkakan dan tidak ditemukan tanda tanda kekerasan.


-

Dada : simetris, kulit berwarna pucat kebiruan dengan pengelupasan

kulit ari. Tidak ditemukan tanda-tanda patah tulang iga dan tanda-tanda
kekerasan.
-

Perut : kulit berwarna pucat kebiruan, dengan pengelupasan kulit ari.


Tidak ditemukan tanda tanda kekerasan.

Punggung : kulit berwarna pucat kebiruan, dengan pengelupasan kulit


ari. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Anggota gerak atas :


a. Kanan : tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
b. Kiri : tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Anggota gerak bawah:


a. Kanan : tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
b. Kiri : tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Alat kelamin : Jenis kelamin laki-laki dan tidak ditemukan tanda-tanda


kekerasan.

6.

- Dubur : tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.


Pemeriksaan Dalam

Kepala :
a. Tulang tengkorak utuh, tidak ditemukan retakan dan kelainan lain.
b. Selaput otak utuh tidak ditemukan tanda-tanda perdarahan
c. Otak : bentuk tidak utuh, ditemukan tanda-tanda pembusukan tingkat
lanjut.
d. Dasar Tengkorak : utuh. Tidak ditemukan kelainan
Rongga Dada :
a. Jaringan bawah kulit dada: ditemukan jaringan lemak berwarna
kuning.
b. Otot dada berwarna merah kehitaman.
c. Tulang dada tidak ditemukan kelainan. Tulang iga lengkap jumlah dua
puluh empat.Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.
d. Tidak ditemukan adanya cairan dalam rongga dada.
e. Sekat Rongga Badan sebelah kanan didapatkan diantara tulang iga
kelima dan keenam . Pada Sekat Rongga Badan sebelah kiri
didapatkan diantara tulang iga keenam dan ketujuh.
f. Jantung: Warna coklat kehitaman, permukaan halus, perabaan lembek.
Tidak ditemukan kelainan dan tanda-tanda kekerasan.
g. Tenggorokan : Berisi cairan dan endapan lumpur.

h. Paru kanan dan kiri : Pada perabaan terasa lembek. Warna berwarna
coklat kehitaman. Ukuran tidak membesar.
Pembuluh darah paru tidak ditemukan tanda tanda kekerasan.
Rongga Perut
a. Hati, empedu, limpa, pancreas dan kedua ginjal tidak ditemukan
kelainan.
b. Kerongkongan : berisi cairan, pasir dan lumpur yang serupa dengan
cairan dan lumpur di tenggorokan, tidak ditemukan kelainan.
c. Lambung : berisi cairan, pasir dan lumpur dengan cairan dan lumpur di
tenggorokan, tidak ditemukan kelainan.
d. Usus Dua Belas Jari : berisi cairan, pasir dan lumpur dengan cairan
dan lumpur di tenggorokan, tidak ditemukan kelainan.
Usus Kosong dan Usung Penyerapan tidak ditemukan kelainan.
e. Usus Besar : Tidak ditemukan kelainan
Daftar Pustaka:
Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokterna
Universitas Indonesia. Pedoman teknik dan pemeriksaan interpretasi
luka dengan orientasi medikolegal atas orientasi medikolegal atas
kecelakaan. Jakarta, 2005.
Hariadi Apuranto. Luka Akibat Benda Tumpul dalam Buku Ajar Ilmu Kedokteran
Forensik dan Medikolegal Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan
Medikolegal FK Unair 2010 Surabaya.
Hoediyanto. Visum et Repertum dalam Buku Ajar Ilmu Kedokteran Forensik dan
Medikolegal Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal
FK Unair 2010 Surabaya.
Hasil pembelajaran:
1. Tanda post mortem jenazah
2. Identifikasi hasil pemeriksaan luar pada korban
3. Identifikasi hasil pemeriksaan dalam pada korban
4. Penentuan penyebab kematian korban berdasarkan hasil pemeriksaan
dalam dan luar

Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio Kasus


1. Subyektif
Korban merupakan kiriman dari Polri daerah Jawa Timur Resort Bojonegoro
Sektor Balen. Korban ditemukan hanyut dan terapung di aliran sungai
Bengawan Solo Dusun Besuki Rt 15/ Rw 02 Ds Kedungbondo Kec Balen Kab
Bojonegoro pada hari Rabu tanggal 18 Maret 2015, Sekitar pk 11.00 WIB oleh
warga setempat.
Identitas : Nama : Mr X
Jenis Kelamin : Laki-laki
Dikirim dengan kantong jenazah berwarna jingga dengan label dan surat
permintaan visum et repertum. Untuk dilakukan pemeriksaan luar dan dalam.
2. Obyektif
Ciri jenazah:
Jenazah laki-laki usia perkiraan limapuluh sampai enampuluh tahun
dengan berat badan enam puluh hinggal tujuh puluh tahun dan panjang badan
seratus enam puluh delapan sentimeter. Wajah sembab sulit dikenali. Kulit
berwarna pucat kebiruan, rambut berwarna hitam dengan panjang tujuh
sentimeter. Jenazah dalam keadaan basah dan sembab pada seluruh badan.
Pemeriksaan Luar:
- Kepala :
Bentuk : kepala bulat simetris, kulit kepala bagian belakang sebelah
kiri terdapat lebam dengan diameter lima sentimeter. Tidak ditemukan
tanda-tanda kekerasan
Dahi : ditemukan memar pada dahi kanan dengan diameter lima
sentimeter. Ditemukan pengelupasan kulit ari.
Pemeriksaan Dalam:
Kepala :
a. Tulang tengkorak utuh, tidak ditemukan retakan dan kelainan lain
b. Otak : bentuk tidak utuh, ditemukan tanda-tanda pembusukan
tingkat lanjut.
Rongga Dada :
a. Tenggorokan : Berisi cairan dan endapan lumpur.
b. Paru kanan dan kiri : Pada perabaan terasa lembek. Warna
berwarna coklat kehitaman. Tidak membengkak.
Rongga Perut
a. Pada kerongkongan sampai usus halus ditemukan cairan dan
endapan yang serupa dengan cairan dan endapan yang berada di

tenggorokan.
3. Assesment
Berdasarkan Declaration of Sydney tahun 1968, penentuan seseorang yang
telah meninggal harus berdarkan atas pemeriksaan klinis, dan perlu dibantu
dengan pemeriksaan laboratorium. Mati mempunyai 2 stadium:
1

Somatic death :

Hilangnya pergerakan dan sensibilitas

Hentinya pernapasan

Berhentinya denyut jantung dan peredaran darah

Cellular death :
-

Menurunnya suhu mayat (argor mortis)

Timbulnya lebam mayat (livor mortis)

Terjadinya kaku mayat (rigor mortis)

Perubahan pada kulit

Perubahan pada mata

Proses pembusukan dan kadang-kadang proses mumifikasi dan


saponifikasi.

Pada pemeriksaan luar didapatkan kulit kepala bagian belakang sebelah


kiri terdapat lebam dengan diameter lima sentimeter, pada dahi ditemukan
memar pada dahi kanan dengan diameter lima sentimeter dan ditemukan
pengelupasan kulit ari. Pada pemeriksaan luar didapatkan tanda tanda
pembusukan tingkat lanjut, sehingga diperkirakan jenazah sudah meninggal
antara 36 72 jam. Akan tetapi mengingat jenazah berada dalam air, proses
pembusukkan biasanya terjadi lebih cepat.
Pada pemeriksaan dalam didapatkan otak yang tidak utuh dan tenggorokan
yang berisi cairan dan lumpur. Adanya cairan dan lumpur pada saluran nafas
dapat menyebabkan asfiksia, yaitu suatu keadaan terjadinya kekurangan
oksigen yang disebabkan karena sumbatan jalan napas. Hal ini dapat
menyebabkan kematian akibat kurangnya suplai oksigen.
4. Kesimpulan
Jenazah laki-laki usia perkiraan limapuluh sampai enampuluh tahun
dengan berat badan enam puluh hinggal tujuh puluh tahun dan panjang badan
seratus enam puluh delapan sentimeter. Wajah sembab sulit dikenali. Kulit

berwarna pucat kebiruan, rambut berwarna hitam dengan panjang tujuh


sentimeter. Jenazah dalam keadaan basah dan sembab pada seluruh badan.
- Pada pemeriksaan luar didapatkan luka memar pada kepala bagian
belakang dan dahi kiri yang dapat disebabkan persinggungan dengan
-

benda tumpul
Pada pemeriksaan dalam tidak ditemukan kelainan pada tulang tengkorak.
Didapatkan tenggorokan berisi cairan dan endapan lumpur. Pada
kerongkongan sampai lambung ditemukan cairan dan endapan lumpur

yang serupa dengan yang berada di tenggorokan.


Berdasarkan hasil pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam dapat
disimpulkan bahwa kematian dapat disebabkan karena kegagalan
pernafasan yang disebabkan masuknya benda asing berupa cairan dan

endapan lumpur pada saluran nafas.


Ditemukannya cairan dan lumpur pada kerongkongan sampai usus dua
belas jari menguatkan kemungkinan pasien masih hidup sebelum
tenggelam.