Anda di halaman 1dari 4

Pada Pasien Nefropati Diabetik

Anjuran asupan garam natrium (Na) pasien nefropati diabetik maksimal


2.300 mg/hari sesuai dengan tekanan darah, ada atau tidak edema atau
asites, serta pengeluaran urin sehari. Anjuran asupan kalium lebih dari 4.000
mg/hari. Anjuran asupan fosfor berkisar 1.700 mg per /hari untuk
menghindari terjadinya hiperfosfatemia (kadar fosfat dalam darah > 6
mg/dl).16
Kandungan natrium untuk makanan selingan pasien nefropati dibetik
berdasarkan perhitungan kebutuhan natrium 10% dalam makanan selingan
diperoleh 230 mg/sajian.
Osmolalitas plasma = 2 x [Na+] + Glukosa +
BUN
18 (mg/dl) 2,8

Pada Pasien dengan dehidrasi Hiponatremik dan hiponatremia


Gejala dan tanda hiponatremia berhubungan dengan berat dan cepatnya
penurunan kadar Na+ serum. Gejala di sistema syarat pusat meliputi apatis,
mual, muntah, sakit kepala, kejang atau koma. Sedangkan gejala
muskuloskeletal berupa kramp dan lemah. Jadi bayi atau anak dengan
dehidrasi hiponatremik tampak sakit berat, karena kehilangan cairan
bersama hiponatremia yang menyebabkan kegagalan sirkulasi karena
pengurangan volume cairan ekstraselluler yang tidak seimbang. Pada
dehidrasi hiponatremia koreksi Natrium+ plasma tidak boleh melebihi 10-12
mEq/L perhari untuk menghindari pertukaran cairan.
Hiponatremia hipovolemia disebabkan terutama karena diare dan muntah
infeksi pada gastroenteritis karena virus. Sedangkan penyebab lain adalah
kehilangan cairan perkutaneus seperti asites, luka bakar, dan peritonitis.
Euvolemia hiponatremia terjadi pada sindrom karena kelainan sekresi
antidiuretik hormon (ADH). Hiponatremia hipervolemia disebabkan oleh
keadaan yang berhubungan dengan udem seperti pada nefrosis, gagal
jantung, sirosis dan gagal ginjal. Pengelolaan dehidrasi hiponatremik
didahului dengan pengelolaan dehidrasi secara umum kemudian dilanjutkan
dengan penanganan hiponatreminya dengan menambahkan cairan yang
mengandung garam untuk mengkoreksi kekurangan Na+. Jumlah Na+ yang
diberikan adalah 10-12 mEq/L perhari dan jika perlu 15 mEq/L per hari pada
hiponatremia yang berat. Rumus kebutuhan Na+ sebagai berikut:
(Kadar Na+ serum kadar Na+ sekarang) x 0.6 x berat badan dalam
kg
Perlu ditambahkan Na+ rumatan 3 mEq/L perhari dalam larutan dekstrose
5%. Untuk kadar Na+ 120- 130 mEq/L, jumlah ini harus diberikan dalam
waktu 24 jam. Untuk kadar Na+ dibawah 120 mEq/L, rehidrasi seharusnya
diberikan beberapa hari sampai Na+ mencapai 130 mEq/L dengan ketentuan
10 mEq/hari (misalnya 2 hari untuk kadar Na+ 110 mEq/L) ditambah
kebutuhan Na+ rumatan.

Tabel Standar Nilai Biokim


Nilai anjuran
Albumin
Dewasa
Anak
Bayi
Bayi baru lahir
Kalsium (Ca)
Dewasa

Anak
Bayi

Bayi baru lahir

Natrium
(Dalam Serum)
Dewasa
Anak
Bayi
(Dalam Urin)
Kalium
Dewasa
Anak
Bayi
Cl
Dewasa
Anak
Bayi
Bayi baru lahir
Hb
Anak 6 bln 6 tahun
Anak 6 tahun 14 tahun
Pria Dewasa
Wanita dewasa
Ibu hamil
ALT (Alanin Tranaminase)
AST (Aspartate Transamine)

3,8
4,0
4,4
2,9

5,1
5,8
5,4
5,4

gr/dl
gr/dl
gr/dl
gr/dl

9-11 mg/dl (di serum) ; <150


mg/24 jam (di urin &diet rendah
Ca 200-300 mg (di urin &diet
tinggi Ca)
9-11,5 mg/dl
10-12 mg/dl
7,4 1,4 mg/dl
135-145 mEq/L
135-145 mEq/L
134-150 mEq/L
40-220 mEq/L/24 jam
3,5 5,0 mEq/L
3,6 5,8 mEq/L
3,6 5,8 mEq/L
95
98
95
94

11,0
12,0
13,0
12,0
11,0

105
110
110
112

mEq/L
mEq/L
mEq/L
mEq/L

gr/dl
gr/dl
gr/dl
gr/dl
gr/dl

7 55 unit /L
8 48 unit/L

ALP (Alkaline Phosphatase)


Bilirubin
Total Protein
GGT (Gamma-glutamyltransferase)
LDH (L-lactate Dehydogenase)
PT (Prothrombin Time)

45 115 unit/L
3,5 5 gram per dL 9g/dL
6,3 7,9 g/dL
0 30 unit/L
122 222 micromole per Liter
(mcmol/L)
10,9 12,5 detik

Alanine Tranaminase (ALT)


Tingginya kadar ALT mengindikasikan adanya kerusakan hati.

Aspartate Transaminase (AST)

AST ditemukan kadar yang tinggi di dalam darah, mengindikasikan


adanya kerusakan atau penyakit hati.

Alkaline Phosphatase (ALP)

Peningkatan kadar ALP mengindikasikan adanya kerusakan atau


penyakit hati, terutama bila terjadi sumbatan di saluran empedu.

Albumin dan Total Protein

Kadar Albumin (protein yang dibuat di hati) dan protein total


menunjukkan baiknya kemampuan hati memproduksi protein untuk
kebutuhan tubuh memerangi infeksi dan menjaga fungsi lainnya.
Berkurangnya kadar dari nilai normal mengindikasikan adanya kerusakan
atau penyakit hati.

Bilirubin

Peningkatan kadar bilirubin menunjukkan adanya penyakit hati atau


saluran empedu.
PEMERIKSAAN TAMBAHAN:

Gamma-glutamyltransferase (GGT)

Peningkatan kadar enzim GGT dalam darah mengindikasikan adanya


kerusakan hati atau saluran empedu.

L-lactate Dehydrogenase (LDH)

LDH adalah enzim yang ditemukan di berbagai jaringan tubuh,


termasuk hati. Peningkatan kadar LDH mungkin mengindikasikan adanya
kerusakan hati.

Prothrombin Time (PT)

Tes ini dipakai untuk mengukur waktu bekuan plasma. Peningkatan PT


mungkin mengindikasikan adanya kerusakan hati.

Profil Darah
Ukuran
Eritrosit
merah)

Satuan
(sel

darah

juta/l

Hemoglobin (Hb)

g/dL

Hematokrit

Nilai Rujukan
4,0

5,0
4,5 5,5 (L)
12,0

14,0
13,0 16,0 (L)
40

50
45 55 (L)

(P)
(P)
(P)

Hitung Jenis
Basofil
%
0,0 1,0
Eosinofil
%
1,0 3,0
Batang1
%
2,0 6,0
Segmen1
%
50,0 70,0
Limfosit
%
20,0 40,0
Monosit
%
2,0 8,0
Laju endap darah
<
15
(P)
mm/jam
(LED)
< 10 (L)
Leukosit (sel darah
103/l
5,0 10,0
putih)
MCH/HER
pg
27 31
MCHC/KHER
g/dL
32 36
MCV/VER
f
80 96
Trombosit
103/l
150 400
Catatan:
Batang dan segmen adalah jenis neutrofil. Kadang kala
dilaporkan persentase neutrofil saja, dengan nilai
rujukan 50,075,0 persen.
Profil Lipid
Ukuran
Kolesterol total

Satuan
mg/dL

HDL
LDL

mg/dL
mg/dL

Trigliserid

mg/dL

Nilai Rujukan
150 200
45 65 (P)
35 55 (L)
< 100 (Direk)
120

190