Anda di halaman 1dari 8

SIFAT FISIK MOLEKUL OBAT

Sifat fisik suatu obat perlu dikaji karena :


Suatu syarat dalam formulasi produk suatu obat
Untuk memahami hubungan antara struktur obat dan
aktivitas obat
Sifat yang dimaksud :
Sifat aditif, sifat yang diturunkan dari sifat atom/gugus
fungsi di dalam molekul
Contoh : massa
Sifat konstitutif, sifat yang tergantung pada susunan atom
di dalam molekul
Contoh : rotasi optik
Sifat aditif-konstitutif, seperti bias molar (Contoh hal. 230)
Radiasi Elektromagnet/Gelombang elektromagnet
Mengkaji interaksi antara materi dan radiasi elektromagnet.
Hubungan antara energi dengan frekuensi :
E=h , karena

maka

E=h

dengan E adalah energi (J/mol), h adalah tetapan Planck


(6,63x10-34 J.detik), adalah frekuensi (detik-1 atau Hz), c
adalah kecepatan cahaya (3,0x108 m/detik), dan adalah
panjang gelombang radiasi (meter, nm, atau )

Spektra atom
Spektra atom terjadi karena adanya interaksi antara radiasi
eletromagnet dengan atom. Elektron dalam atom akan
tereksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi (terjadi transisi
elektronik) dan akan memancarkan radiasi jika kembali ke
keadaan dasar (ground state)
Menurut Bohr, energi dari suatu atom dalam suatu orbital
tertentu adalah :

E=

2 2 Z 2 me 4
n2 h2

Z adalah nomor atom, m adalah massa elektron (9,3x10-31 kg),


n adalah bilangan kuantum utama, e adalah muatan elektron
(1,6x10-19 C)

Dari hubungan : E=hc

1 1

=R
2
2
n1 n2

) , R adalah tetapan Rydberg=109.700 cm .


-1

Perbedaan energi (E) dari dua tingkat energi adalah :


E=E2E 1=hcR

1 1
2
2
n 1 n2

Instrumen yang digunakan : Spektrofotometer Serapan Atom


(AAS) atau Spektrofotometer Emisi Atom (AES)
Pelajari contoh 1, 2(a dan b) dan 3 (a dan b)
Spektra Molekul
Interaksi antara radiasi elektromagnet dan molekul
menghasilkan rotasi transisi elektron, dan vibrasi molekul yang
tergantung besarnya energi yang diberikan.
Instrumen yang digunakan :
Spektrofotometer Ultraungu (UV) dan Cahaya Tampak (Visible),
untuk menentukan kadar suatu sampel dengan mengukur
serapannya (Absorbansinya) menggunakan persamaan
Lambert-Beer :
A=abC
a adalah tetapan daya serap (absorptivity) dalam Lg -1cm-1, b
adalah lebar kuvet, dan C adalah konsentrasi. Jika konsentrasi
dinyatakan dalam molaritas maka a diganti dengan (daya
serap molar) dalam satuan Lmol-1cm-1.
Hubungan A dengan T (Transmitansi) :

A=log

I
=logT
I0

I adalah intensitas sinar yang keluar dam I0 adalah intensitas


sinar yang masuk.
Contoh :

Suatu larutan mengandung 2x10-5 M klordiazepoksida yang


dilarutkan dalam 0,1 N NaOH ditempatkan dalam sel dengan
panjang 1 cm. Absorbansi (A) larutan ini adalah 0,648 pada
panjang gelomabang 260 nm.

Spektrofotometer Inframerah (IR atau FTIR), untuk menentukan


gugus fungsi senyawa dalam sampel dengan cara membaca
spektrum pada bilangan gelombang tertentu
Spektrometer HNMR/CNMR (nuclear Magnetik Resonance), untuk
menentukan jumlah dan posisi hidrogen/karbon di dalam suatu
molekul
Spektrometer Massa, untuk menentukan perbandingan
massa(m)/muatan elektron(e) hasil fragmentasi suatu senyawa
Fluoresesi dan Fosforesensi (Photoluminescence), terjadi karena
emisi/pancaran cahaya UV oleh molekul ketika kembali ke
keadaan dasar. Perbedaan keduanya bergantung pada
mekanisme mana yang dilalui oleh elektron kembali di keadaan
dasar.
Mekanismenya :
S0 + UV

S*

T*

S0 + Fluoresensi
Terjadi perubahan spin elektron
S0 + Fosforensensi

Tetapan Dielektrik
Pemisahan muatan listrik melalui induksi medan listrik
eksternal dengan pelarut tertentu.
Kapasitansi (farad), C=muatan (Coulomb), q/beda potensial,V
(Volt)
Tetapan dielektrik, =Cx/C0, Cx adalah kapasitansi sampel, C0
adalah kapasitansi pembanding

Momen Dipol
Pemisahan daerah yang bermuatan positif dan negatif yang
permanen dalam molekul polar.
Momen dipol permanen dapat dikorelasikan dengan aktivitas
biologi dari molekul-molekul tertentu untuk memperoleh
informasi yang bernilai tentang hubungan dari sifat-sifat fisik
dan pemisahan muatan dalam suatu kelas senyawa obat.
Contoh : tiga isomer dari DDT

Indeks Bias/Refraksi, n
n=

sini Kecepatan cahaya dalam zat 1


=
sin r Kecepatan cahaya dalam zat 2

Bias molar, berhubungan dengan indeks bias dan sifat-sifat


molekul dari senyawa yang diperiksa. Persamaannya adalah :

R m=

n 21 M
2
n +2

( )

, M adalah massa molar dan adalah kerapatan

senyawa.
Rotasi Optik dan Rotasi Spesifik
Rotasi optik () : kecepatan cahaya yang melewati suatu
bidang polarisasi menjadi lebih lambat atau cepat. Perubahan
kedepatan menyebabkan pembiasan dari cahaya yang
terpolarisasi dalam arah tertentu untuj suatu zat optis aktif.
Perputaran searah demgan jarum jam (memutar kekanan;
tanda +)
Perputaran berlawanan dengan jarum jam (memutar kekiri;
tanda -)
t
v
Rotasi spesifik, { }= lg

dengan l adalah panjang alur cahaya yang dilewati (dm), g


adalah jumlah zat optis aktif (g) dan v adalah volume zat optis
aktif (mL)