Anda di halaman 1dari 51

Prinsip Dasar Properti Batuan

Kuliah 1 (11.Sep.2015)

Dosen: Sri Konsep Harum Wicaksono


Courtesy: Schlumberger

Properti Batuan
Batuan reservoir bisa berasal dari unconsolidated sampai
consolidated sandstone, limestone, dsb serta tersusun dari
banyak mineral (silica, calcite, dll).
Pengetahuan properti batuan penting untuk mengetahui dan
mengevaluasi performa reservoir.
Properti batuan ditentukan melalui analisis laboratorium
dengan mengambil core (sample reservoir).

Data Core Untuk apa?

Analisis Rutin Core & Analisis Spesial Core

Analisis Data Core


Analisis Rutin Core
Porositas
Permeabilitas
Saturasi

Analisis Spesial Core


Tekanan overburden
Tekanan Kapiler
Permeabilitas Relatif
Kebasahan
Tegangan permukaan dan
antar-muka

Porositas Prinsip
Porositas merupakan ukuran kapasitas penyimpanan (volume pori) yang yang
berisi fluida.
Secara kuantitatif, porositas berarti rasio volume pori dibagi volume total (bulk
volume)

Porositas absolut

Porositas efektif

Porositas Faktor Penting


Faktor yang mempengaruhi besar
kecilnya porositas antara lain:
1. Ukuran butir
2. Bentuk butir
3. Susunan butir
Cubic-packing (47.7%)
Rhombohedral packing (25.9%)
Hexagonal packing (39.54%)
4. Pemilahan / sorting
5. Komposisi mineral
6. Sementasi
7. Kompaksi dan pemampatan

Perata-rataan porositas
(Porosity Averaging)

K-Phi Law
K-Phi (Permeability-Porosity) Law dipakai untuk menentukan nilai
permeability berdasarkan persebaran data porosity yang ada di SCAL
(Special Core Analysis)

Porositas Contoh (1)

Porositas Contoh (2)

Saturasi Prinsip
Saturasi merupakan fraksi, atau persen, dari volume pori yang diisi oleh fluida
tertentu.

Saturasi Prinsip

Saturasi Contoh

Kebasahan Batuan
Kebasahan batuan merupakan tendensi dari satu fluida untuk menyebar pada
permukaan benda padat.

Wettability

WW phi < 90 deg


OW phi > 90 deg

Tegangan Permukaan dan Antar Muka

Permeability
Didefinisikan sebagai kemampuan batuan untuk mengalirkan
fluida. Dihitung menggunakan hukum Darcy.

Berdasarkan arahnya, permeability didefinisikan: permeabilitas


horizontal dan permeabilitas vertikal.

Unit in SI?

Efek Klinkenberg
Klinkenberg menemukan bahwa terdapat perbedaan kecepatan
pada fluida yang mengalir di antara butir pasir.

Liquid memiliki kecepatan = 0 pada permukaan butir pasir,


sedangkan gas memiliki kecepatan yang berhingga. Hal ini
disebut sebagai slippage.
Oleh karena itu permeability pada gas lebih besar daripada liquid

Efek Klinkenberg

Permeabilitas Rata-rata

Permeabilitas Contoh

Relative Permeability
Applications of relative permeability data
To model a particular process, for
example, fractional flow,
fluid distributions, recovery and
predictions
Determination of the free water surface;
i.e., the level of zero
capillary pressure or the level below
which fluid production is
100% water.
Determination of residual fluid
saturations

Relative Permeability
Definition
Absolute permeability ability of the porous media to transmit fluids
Effective permeability permeability of a given phase when more than one phase is
present

Relative permeability the ratio of the effective permeability for a particular fluid to a
reference or base permeability of the rock.

Pada gas, terdapat Klinkenberg effect


slippage effect karena gas memiliki mobility
yang tinggi k abs gas lebih tinggi

Relative Permeability

Relative Permeability

Relative Permeability
Sgc - critical gas saturation,
when gas first becomes mobile,
generally at Sg
= 2 to 5%, always
between 0 and 10% this would
be measured during a drainage
process
Sgr = Sgt -residual or trapped
gas saturation, when gas can no
longer flow because its
saturation is being reduced
during an imbibition process,
generally at values between 15
and 40%.

Relative Permeability

Relative Permeability
Relationship between capillary pressure and relative
permeability

Relative Permeability
Oil-Water System

Relative Permeability
Oil-Gas System

Relative Permeability
Three Phases System

Capillary Pressure (Pc)


Pc = P Nw - Pw
P Nw = P non wetting phase
P w = P wetting phase

Capillary Pressure (Pc) J Function

Capillary Pressure (Pc) J Function

Capillary Pressure (Pc) J Function

Capillary Pressure (Pc) J Function

Capillary Pressure (Pc) J Function

Capillary Pressure (Pc) J Function

Pc(Sw) Depends on k,f


Core Lithofacies

Core
Plugs

Pore
Types

Petrophysical
Data
f vs k

Gamma Ray
Log

Flow
Units

Capillary
Pressure

High Quality 5

4
3

Function moves up and right,


and becomes less L shaped
as reservoir quality decreases

Low Quality 1

Proses Hysterisis

Distribusi Saturasi Inisial


Sebuah aplikasi yang penting dari prinsip Pc adalah untuk
mengetahui distribusi fluida di reservoir.

Data Pc-Sw dapat dikonversi menjadi data ketinggian-saturasi


dan untuk menentukan ketinggian Free Water Level (FWL).

Distribusi Saturasi Inisial

Distribusi Saturasi Inisial

Distribusi Saturasi Inisial

Distribusi Saturasi Inisial

Distribusi Saturasi Inisial

Distribusi Saturasi Inisial

Mengubah data Pc lab ke Pc res

Mengubah data Pc lab ke Pc res


For a pay zone whose top and bottom are 45 ft and 25 ft from the free water table,
use the laboratory Pc graph below to calculate the average water saturation for this
pay interval.

Hydrocarbon in Place (Volume)


Initial Oil in Place (IOIP)

Initial Gas in Place (IGIP)

Faktor Konversi / Satuan Unit !!

Quiz
1

Hitunglah porositas dari sebuah sample core


batu pasir dengan data-data analisis core
berikut ini:
Volume Bulk sample kering : 8.1 cm3
Berat dari sample kering: 17.3 g
Densitas butir pasir: 2.67 g/cm3

Tentukan porositas dan jenis batuan dari


sebuah sample core, dengan data-data yang
dberikan berikut ini:
Berat sample kering core: 259.2 g
Berat sample core yang tersaturasi air 100%:
297 g (densitas air 1 g/cm3)
Berat sample core di air: 161.4 g

brine dipakai untuk mengukur


3 Sebuah
permeabilitas absolute dari sebuah core
plug. Sample batuan memiliki panjang 4
cm dan luas cross section 3 cm2. Brine
memiliki viscosity 1 cp dan mengalir
dengan laju konstan 0.5 cm3/detik pada
differential pressure 2 atm. Tentukan
permeabilitas absolutnya!