Anda di halaman 1dari 10

Nama

: Lilis Suryati

NIM

: K1513048

Prodi

: PTB

Mata Kuliah : Mekanikal Elektrikal

ESKALATOR
RIWAYAT ESKALATOR
Pada tahun 1899, Charles D. Seeberger bergabung dengan Perusahaan Otis
Elevator Co., yang mana dari dia timbullah nama eskalator (yang diciptakan
dengan menggabungkan kata scala, yang dalam bahasa Latin berarti langkahlangkah (step), dengan elevator). Bergabungnya Seeberger dan Otis telah
menghasilkan eskalator pertama step type eskalator untuk umum, dan eskalator itu
dipasang di Paris Exibition 1900 dan memenangkan hadiah pertama. Mr.
Seeberger pada akhirnya menjual hak patennya ke Otis pada tahun 1910.
Eskalator lurus dan melengkung
Dalam perkembangannya, perusahaan Mitsubishi Electric Corporation telah
berhasil mengembangkan eskalator spiral (kenyataannya lebih cenderung
melengkung/curve daripada melingkar/spiral) dan secara eksklusif dijual sejak
pertengahan tahun 1980. Eskalator ini dipasang di Osaka, Jepang pada tahun
1985.
DEFINISI ESKALATOR
Eskalator atau tangga jalan adalah salah satu transportasi vertikal berupa
konveyor untuk mengangkut orang, yang terdiri dari tangga terpisah yang dapat
bergerak ke atas dan ke bawah mengikuti jalur yang berupa rail atau rantai yang
digerakkan oleh motor dan terhubung dengan anak-anak tangga yang saling

terkait sedemikian rupa, sehingga anak-anak tangga tersebut tetap berposisi


horisontal.
Karena digerakkan oleh motor listrik , tangga berjalan ini dirancang untuk
mengangkut orang dari bawah ke atas atau sebaliknya. Untuk jarak yang pendek
eskalator digunakan di seluruh dunia untuk mengangkut pejalan kaki yang mana
menggunakan elevator tidak praktis. Pemakaiannya terutama di daerah pusat
perbelanjaan, bandara, sistem transit, pusat konvensi, hotel dan fasilitas umum
lainnya.
Eskalator, seperti trotoar bergerak, yang didukung oleh motor arus bolak-balik
(AC motor) berkecapatan konstan dan bergerak di sekitar 1-2 kaki (0,30-0,61 m)
per detik. Maksimum sudut kemiringan eskalator ke lantai tingkat horizontal
adalah 30 derajat dengan kenaikan standar sampai dengan sekitar 60 kaki (18 m).
Eskalator modern menggunakan satu kesatuan anak tangga dari alumunium atau
baja yang bergerak dan terhubung, sehingga menghasilkan gerak yang tidak
terputus.
Motor elektrik berfungsi untuk menggerakkan drive gear yang dimana fungsi
utamanya menggerakkan rantai penggerak anak tangga (chain guide), serta
menggerakkan penggerak pegangan tangga (handrail drive). Untuk membantu
gerak chain guide, dipasang roda gigi tambahan disebut return wheel. Sedangkan
rel bagian dalam untuk menambah kekuatan dari anak tangga, mengubah posisi
anak tangga apakah horisontal (pada saat di bagian atas), atau miring (pada saat di
bagian bawah) dan agar tetap pada jalurnya.
Komponen pegangan tangga yang terbuat dari karet pada bagian terluarnya
(handrail belt), memiliki struktur yang cukup kompleks. Pada bagian dalamnya
terdapat sabuk besi yang menjaga agar kuat menahan tarikan dari handrail drive,
menjaga agar tetap pada jalurnya, dan melindungi dari vandalisme (berusaha
memotong karet handrail).

Teknologi pada eskalator semakin berkembang selain memiliki sensor untuk


menonaktifkan atau melambatkan motor, bertambah panjangnya (memiliki
kekuatan yang tinggi), serta memiliki bentuk spiral (salah satunya yang terpasang
pada WTC Mangga Dua, Jakarta).
Eskalator merupakan peralatan yang memerlukan banyak perhatian masalah
keamanan, banyak terjadi permasalahan diantaranya terjepit. Maka demi
keamanan, eskalator dilengkapi beberapa pengaman sesuai dengan kebutuhan,
juga tanda-tanda peringatan.
Eskalator pada masa sekarang juga berfungsi sebagai sarana promosi,
memanfaatkan diding sampingnya, pegangan tangan sampai pada anak tangganya.
Pemilihan Escalator ditentukan oleh besarnya kapasitas yang diinginkan karena
kecepatannya sudah tertentu, sedangkan faktor lainnya yang juga harus
dipertimbangkan adalah hal sebgai berikut :
-

Sudut kemiringan, lebih didasarkan pada keterbatasan perencanaan dan

kenyamanan, Sudut > 100 biasanya 30 35 0


-

Tinggi antar lantai, lebih didasarkan pada keputusan perencanaan.

KEGUNAAN ESKALATOR
Sama halnya dengan lift ,eskalator mempunyai kegunaan yang sama yaitu untuk
mengangkut orang-orang yang digunakan dalam gedung-gedung bertingkat.
Eskalator digunakan untuk menggantikan elevator atau lift tidak efisien kalau
dipakai, atau agar orang yang mempergunakan tetap dapat memperhatiakn
sekeliling pada saat memakai. Karena hal tersebut, maka tempat yang banyak
memakai adalah pusat perbelanjaan, hotel, pusat konvensi, department store,
bandara dan bangunan-bangunan publik.
Keuntungan dari eskalator banyak. Peralatan ini memiliki kapasitas untuk
memindahkan sejumlah besar orang, dan dapat ditempatkan dalam ruang fisik

yang sama seperti yang bisa memasang tangga. Mereka tidak menunggu interval
waktu tunggu terutama di jam-jam sibuk (kecuali selama lalu lintas yang sangat
padat), pealatan ini dapat digunakan untuk membimbing orang menuju pintu
keluar utama atau pameran khusus, dan mungkin tahan cuaca untuk penggunaan
di luar ruang.
Keuntungan dalam penggunaan escalator :
1. untuk mengangkut orang dalam jumlah banyak, yang digunakan pada gedung
bertingkat
2. mempermudah membawa barang dalam jumlah banyak dalam sekali kegiatan
3. efisien terhadap waktu yang digunakan sehingga mempercepat untuk
mengarahkan orang-orang pada tempat yang dituju
Kelemahan dalam penggunaan lift dan escalator :
1. biaya pembuatan yang cukup mahal
2. membuat orang malas untuk berolahraga dengan menggunakan tangga
3. jika tidak hati-hati bisa menelan korban, seperti : terjepit lift, jari kaki yang
terpotong ketika menggunakan escalator, dll
4. jika listrik padam maka lift dan escalator tidak dapat digunakan sehingga
menghambat kegiatan
CARA KERJA ESKALATOR
Pendaratan/Landing
Floor plate rata dengan lantai akhir dan diberi engsel atau dapat dilepaskan untuk
jalan ke ruang mesin yang berada di bawah floor plates.
Comb plate adalah bagian antara floor plate yang statis dan anak tangga bergerak.
Comb plate ini sedikit miring ke bawah agar geriginya tepat berada di antara
celah-celah anak tangga-anak tangga. Tepi muka gerigi comb plate berada
dibawah permukaan cleat.
Landasan penopang/Truss

Landasan penopang adalah struktur mekanis yang menjembatani ruang antara


pendaratan bawah dan atas. Landasan penopang pada dasarnya adalah kotak
berongga yang terbuat dari bagian-bagian bersisi dua yang digabungkan bersama
dengan menggunakan sambungan bersilang sepanjang bagian dasar dan tepat
dibawah bagian ujungnya. Ujung-ujung truss tersandar pada penopang beton atau
baja
Lintasan
Sistem lintasan dibangun di dalam landasan penopang untuk mengantarkan rantai
anak tangga, yang menarik anak tangga melalui loop tidak berujung. Terdapat dua
lintasan: satu untuk bagian muka anak tangga (yang disebut lintasan roda anak
tangga) dan satu untuk roda trailer anak tangga (disebut sebagai lintasan roda
trailer). Perbedaan posisi dari lintasan-lintasan ini menyebabkan anak tangga-anak
tangga muncul dari bawah comb plate untuk membentuk tangga dan menghilang
kembali ke dalam landasan penopang.
Sistem pergerakan Eskalator

Anak tangga (individual steps) dari Eskalator

Lintasan pembalikan di pendaratan atas menggulung anak tangga-anak tangga


mengelilingi bagian ujung dan kemudian menggerakkannya kembali ke arah yang
berbeda. Lintasan overhead berfungsi untuk memastikan bahwa roda trailer tetap
berada di tempatnya saat rantai anak tangga diputar kembali.
PEMASANGAN ESKALATOR
Pekerjaan Pemasangan Escalator :
1. Transportasi ke void escalator.
Yaitu pengangkatan unit untuk di letakkan ditempat yang paling dekat dengan
lobang dengan menggunakan Hand Pallet dan Pallet kotak atau dengan
menggunakan forklift.
2. Joint Frame dan Rail
Pekerjaan penyambungan potongan frame dan rail escalator menjadi satu sebelum
diletakkan di pit escalator.peralatan yang harus disediakan yaitu joice, hand pallet,
kunci kunci, peralatan pengelasan.
3. Wiring dan Koneksi Kabel
Koneksi safety device dan panel escalator serta pemasangan kabel kabel
4. Erection Frame

Peletakkan Unit Escalator ke dalam void / pit escalator dengan menggunakan


Chain block yang diletakkan di hook yang disediakan oleh gedung
5. Plumb / Centering
Proses pengukuran level escalator terhadap finishing floor untuk dipakai sebagai
ukuran pemasangan bracket.
6. Pemasangan Bracket
Pekerjaan Pemasangan bracket untuk dudukan kaca escalator serta outside deck
7. Pemasangan Out Side
Adalah Cover Frame yang dipasang pada sisi luar kaca escalator
8. Pemasangan Kaca
Pemasangan Kaca escalator dengan posisi menumpang pada bracket.
9. Pemasangan Handrail
Pemasangan karet pegangan untuk penumpang yang naik di escalator.
10. Pemasangan Inside Deck dan Skirt Guard
Pemasangan Cover Frame yang dipasang pada sisi dalam kaca escalator dan
pemasangan dinding pembatas step sisi kanan kiri bagian dalam escalator
11. Testing
Pelaksanaan pengetesan escalator dengan secara bertahap dengan langkah pertama
escalator dijalankan manual, maintenant,baru sesudahnya dapat dijalankan secara
normal.
12. Pemasangan Step
Adalah pemasangan seluruh step ( pijakan kaki penumpang escalator ) sebelum
pelaksanaan running test.
13. Commissioning
Proses running test escalator.

14. Reksa Uji


Proses pengujian kelayakan escalator oleh pihak depnaker.
GAMBAR DARI ESKALATOR

Eskalator di Copenhagen Metro, Kopenhagen.

Eskalator di Canary Wharf, London.

SUMBER

http://www.academia.edu/4554663/ALAT_TRASPORTASI_VERTIKAL
http://amoraonuye.blogspot.com/2013/01/uraian-system-escalator-dantravelator.html
http://pjjak.net/course/index.php?categoryid=41