Anda di halaman 1dari 19

Kelainan Katup Jantung DEFINISI

Jantung memiliki empat ruangan, 2 ruangan kecil di atas (atrium) dan 2 ruangan besar
di bawah (ventrikel).
Setiap ventrikel memiliki satu katup masuk searah dan satu katup keluar searah.
Katup trikuspidalis membuka dari atrium kanan ke dalam ventrikel kanan, dan katup
pulmonalis membuka dari ventrikel kanan ke dalam arteri pulmonalis.
Katup mitral membuka dari atrium kiri ke dalam ventrikel kiri, dan katup aorta
membuka dari ventrikel kiri ke dalam aorta.
Katup-katup jantung bisa mengalami kelainan fungsi baik karena kebocoran
(regurgitasi katup) atau karena kegagalan membuka secara adekuat (stenosis katup).
Keduanya dapat mempengaruhi kemampuan jantung untuk memompa darah.
Kadang-kadang satu katup mempunyai kedua masalah tersebut.

Beberapa jenis kelainan katup jantung:


1. Regurgitasi Katup Mittral
2. Prolaps Katup Mitral
3. Stenosis Katup Mitral
4. Regurgitasi Katup Aorta
5. Stenosis Katup Aorta
6. Regurgitasi Katup Trikuspidalis
7. Stenosis Katup Trikuspidalis
8. Stenosis Katup Pulmoner.

Regurgitasi Katup Mitral DEFINISI


Regurgitasi Katup Mitral (Inkompetensia Mitral, Insufisiensi Mitral), (Mitral
Regurgitation) adalah kebocoran aliran balik melalui katup mitral setiap kali ventrikel
kiri berkontraksi.
Pada saat ventrikel kiri memompa darah dari jantung menuju ke aorta, sebagian darah
mengalir kembali ke dalam atrium kiri dan menyebabkan meningkatnya volume dan
tekanan di atrium kiri.
Terjadi peningkatan tekanan darah di dalam pembuluh yang berasal dari paru-paru,
yang mengakibatkan penimbunan cairan (kongesti di dalam paru-paru.
PENYEBAB
Dulu demam rematik menjadi penyebab utama dari regurgitasi katup mitral. Tetapi
saat ini, di negara-negara yang memiliki obat-obat pencegahan yang baik, demam
rematik jarang terjadi.
Misalnya di Amerika Utara dan Eropa Barat, penggunaan antibiotik untuk strep throat
(infeksi tenggorokan karena streptokokus), bisa mencegah timbulnya demam rematik.
Di wilayah tersebut, demam rematik merupakan penyebab umum dari regurgitasi
katup mitral, yang terjadi hanya pada usia lanjut, yang pada masa mudanya tidak
memperoleh antibiotik.
Di negara-negara yang memiliki kedokteran pencegahan yang jelek, demam rematik
masih sering terjadi dan merupakan penyebab umum dari regurgitasi katup mitral.
Di Amerika Utara dan Eropa Barat, penyebab yang lebih sering adalah serangan
jantung, yang dapat merusak struktur penyangga dari katup mitral.
Penyebab umum lainnya adalah degenerasi miksomatous (suatu keadaan dimana
katup secara bertahap menjadi terkulai/terkelepai).
GEJALA
Regurgitasi katup mitral yang ringan bisa tidak menunjukkan gejala.
Kelainannya bisa dikenali hanya jika dokter melakukan pemeriksaan dengan
stetoskop, dimana terdengar murmur yang khas, yang disebabkan pengaliran kembali
darah ke dalam atrium kiri ketika ventrikel kanan berkontraksi.
Secara bertahap, ventrikel kiri akan membesar untuk meningkatkan kekuatan denyut
jantung, karena ventrikel kiri harus memompa darah lebih banyak untuk
mengimbangi kebocoran balik ke atrium kiri.
Ventrikel yang membesar dapat menyebabkan palpitasi ( jantung berdebar keras),
terutama jika penderita berbaring miring ke kiri.
Atrium kiri juga cenderung membesar untuk menampung darah tambahan yang
mengalir kembali dari ventrikel kiri.
Atrium yang sangat membesar sering berdenyut sangat cepat dalam pola yang kacau
dan tidak teratur (fibrilasi atrium), yang menyebabkan berkurangnya efisiensi
pemompaan jantung.
Pada keadaan ini atrium betul-betul hanya bergetar dan tidak memompa;
berkurangnya aliran darah yang melalui atrium, memungkinkan terbentuknya bekuan
darah.
Jika suatu bekuan darah terlepas, ia akan terpompa keluar dari jantung dan dapat

menyumbat arteri yang lebih kecil sehingga terjadi stroke atau kerusakan lainnya.
Regurgitasi yang berat akan menyebabkan berkurangnya aliran darah sehingga terjadi
gagal jantung, yang akan menyebabkan batuk, sesak nafas pada saat melakukan
aktivitas dan pembengkakan tungkai.
DIAGNOSA
Regurgitasi katup mitral biasanya diketahui melalui murmur yang khas, yang bisa
terdengar pada pemeriksaan dengan stetoskop ketika ventrikel kiri berkontraksi.
Elektrokardiogram (EKG) dan rontgen dada bisa menunjukkan adanya pembesaran
ventrikel kiri.
Pemeriksaan yang paling informatif adalah ekokardiografi, yaitu suatu tehnik
penggambaran yang menggunakan gelombang ultrasonik.
Pemeriksaan ini dapat menggambarkan katup yang rusak dan menentukan beratnya
penyakit.
PENGOBATAN
Jika penyakitnya berat, katup perlu diperbaiki atau diganti sebelum ventrikel kiri
menjadi sangat tidak normal sehingga kelainannya tidak dapat diatasi.
Mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk memperbaiki katup (valvuloplasti) atau
menggantinya dengan katup mekanik maupun katup yang sebagian dibuat dari katup
babi.
Memperbaiki katup bisa menghilangkan regurgitasi atau menguranginya sehingga
gejala dapat ditolerir dan kerusakan jantung dapat dicegah.
Setiap jenis penggantian katup memiliki keuntungan dan kerugian.
Katup mekanik biasanya efektif, tetapi menyebabkan meningkatnya resiko
pembentukan bekuan darah, sehingga biasanya untuk mengurangi resiko tersebut
diberikan antikoagulan.
Katup babi bekerja dengan baik dan tidak memiliki resiko terbentuknya bekuan darah,
tetapi tidak mampu bertahan selama katup mekanik.
Jika katup pengganti gagal, harus segera diganti.
Fibrilasi atrium juga membutuhkan terapi.
Obat-obatan seperti beta-blocker, digoxin dan verapamil dapat memperlambat denyut
jantung dan membantu mengendalikan fibrilasi.
Permukaan katup jantung yang rusak mudah terkena infeksi serius (endokarditis
infeksius).
Karena itu untuk mencegah terjadinya infeksi, seseorang dengan katup yang rusak
atau katup buatan harus mengkonsumsi antibiotik sebelum menjalani tindakan
pencabutan gigi atau pembedahan.

Prolaps Katup Mitral (Mitral Valve Prolapse (MVP)) DEFINISI


Pada Prolaps Katup Mitral (Mitral Valve Prolapse (MVP)), selama ventrikel
berkontraksi, daun katup menonjol ke dalam atrium kiri, kadang-kadang
memungkinkan terjadinya kebocoran (regurgitasi) sejumlah kecil darah ke dalam
atrium.
Sekitar 2-5% dari populasi mengalami prolaps katup mitral.
Prolaps katup mitral jarang menyebabkan masalah jantung yang serius.

PENYEBAB
Faktor resiko pada prolaps katup mitral:
Wanita kurus yang memiliki kelainan dinding dada, skoliosis atau penyakit
lainnya
Penderita kelainan septum atrial yang letaknya tinggi pada dinding jantung
(ostium sekundum)
Kehamilan (karena menyebabkan meningkatnya volume darah dan beban kerja
jantung)
Kelelahan.
GEJALA
Sebagian besar penderita tidak memiliki gejala.
Beberapa penderita memiliki gejala sebagai berikut:
- nyeri dada
- palpitasi (jantung berdebar)
- sakit kepala migren
- kelelahan
- pusing.
Pada saat penderita berdiri, tekanan darahnya dapat turun di bawah normal.
Palpitasi terjadi akibat kelainan denyut jantung yang sifatnya ringan.
DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan jika terdengar bunyi 'klik' yang khas melalui stetoskop.
Jika terdengar murmur pada saat ventrikel berkontraksi, berarti terjadi regurgitasi.
Ekokardiografi (teknik penggambaran dengan gelombang ultrasonik), memungkinkan
dokter untuk melihat prolaps dan menentukan beratnya regurgitasi.
PENGOBATAN
Sebagian besar penderita tidak memerlukan pengobatan.
Jika jantung berdenyut terlalu cepat, beta-blocker dapat digunakan untuk
memperlambat denyut jantung serta mengurangi palpitasi dan gejala lainnya.
Jika terjadi regurgitasi, setiap kali sebelum menjalani tindakan pencabutan gigi atau
pembedahan, penderita harus mengkonsumsi antibiotik karena terdapat resiko infeksi
katup jantung.

Stenosis Katup Mitral DEFINISI


Stenosis Katup Mitral (,i>Mitral Stenosis) merupakan penyempitan pada lubang
katup mitral yang akan menyebabkan meningkatnya tahanan aliran darah dari atrium
kiri ke ventrikel kiri.

PENYEBAB
Stenosis katup mitral hampir selalu disebabkan oleh demam rematik, yang pada saat
ini sudah jarang ditemukan di Amerika Utara dan Eropa Barat. Karena itu di wilayah
tersebut, stenosis katup mitral terjadi terutama pada orang tua yang pernah menderita
demam rematik pada masa kanak-kanak dan mereka tidak mendapatkan antibiotik.
Di bagian dunia lainnya, demam rematik sering terjadi dan menyebabkan stenosis
katup mitral pada dewasa, remaja dan kadang pada anak-anak.
Yang khas adalah jika penyebabnya demam rematik, daun katup mitral sebagian
bergabung menjadi satu.
Stenosis katup mitral juga bisa merupakan suatu kelainan bawaan.
Bayi yang lahir dengan kelainan ini jarang bisa bertahan hidup lebih dari 2 tahun,
kecuali jika telah menjalani pembedahan.

Miksoma (tumor jinak di atrium kiri) atau bekuan darah dapat menyumbat aliran
darah ketika melewati katup mitral dan menyebabkan efek yang sama seperti stenosis
katup mitral.
GEJALA
Jika stenosisnya berat, tekanan darah di dalam atrium kiri dan tekanan darah di dalam
vena paru-paru meningkat, sehingga terjadi gagal jantung, dimana cairan tertimbun di
dalam paru-paru (edema pulmoner).
Jika seorang wanita dengan stenosis katup mitral yang berat hamil, gagal jantung akan
berkembang dengan cepat.
Penderita yang mengalami gagal jantung akan mudah merasakan lelah dan sesak
nafas.
Pada awalnya, sesak nafas terjadi hanya sewaktu melakukan aktivitas, tetapi lamalama sesak juga akan timbul dalam keadaan istirahat.
Sebagian penderita akan merasa lebih nyaman jika berbaring dengan disangga oleh
beberapa buah bantal atau duduk tegak.
Warna semu kemerahan di pipi menunjukkan bahwa seseorang menderita stenosis
katup mitral.
Tekanan tinggi pada vena paru-paru dapat menyebabkan vena atau kapiler pecah dan
terjadi perdarahan ringan atau berat ke dalam paru-paru.
Pembesaran atrium kiri bisa mengakibatkan fibrilasi atrium, dimana denyut jantung
menjadi cepat dan tidak teratur.
DIAGNOSA
Dengan menggunakan stetoskop, akan terdengar murmur jantung yang khas ketika
darah mengalir/menyembur melalui katup yang menyempit dari atrium kiri.
Tidak seperti katup normal yang membuka tanpa suara, pada kelainan ini katup sering
menimbulkan bunyi gemertak ketika membuka untuk mengalirkan darah ke dalam
ventrikel kiri.
Diagnosis biasanya diperkuat dengan pemeriksaan:
- elektrokardiografi
- rontgen dada (menunjukkan pembesaran atrium)
- ekokardiografi (teknik penggambaran jantung dengan menggunakan gelombang
ultrasonik).
Kadang perlu dilakukan kateterisasi jantung untuk menentukan luas dan jenis
penyumbatannya.
PENGOBATAN
Obat-obat seperti beta-blocker, digoxin dan verapamil dapat memperlambat denyut
jantung dan membantu mengendalikan fibrilasi atrium.
Jika terjadi gagal jantung, digoxin juga akan memperkuat denyut jantung.
Diuretik dapat mengurangi tekanan darah dalam paru-paru dengan cara mengurangi

volume sirkulasi darah.


Jika terapi obat tidak dapat mengurangi gejala secara memuaskan, mungkin perlu
dilakukan perbaikan atau penggantian katup.
Pada prosedur valvuloplasti balon, lubang katup diregangkan. Kateter yang pada
ujungnya terpasang balon, dimasukkan melalui vena menuju ke jantung. Ketika
berada di dalam katup, balon digelembungkan dan akan memisahkan daun katup yang
menyatu.
Pemisahan daun katup yang menyatu juga bisa dilakukan melalui pembedahan.
Jika kerusakan katupnya terlalu parah, bisa diganti dengan katup mekanik atau katup
yang sebagian dibuat dari katup babi.
Sebelum menjalani berbagai tindakan gigi atau pembedahan, kepada penderita
diberikan antibiotik pencegahan untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi katup
jantung.
PENCEGAHAN
Stenosis katup mitral dapat dicegah hanya dengan mencegah terjadinya demam
rematik, yaitu penyakit pada masa kanak-kanak yang kadang terjadi setelah strep
throat (infeksi tenggorokan oleh streptokokus) yang tidak diobati.

Regurgitasi Katup Aorta(Inkompetensia Aorta, Insuffisiensi Aorta, Aortic


Regurgitation) DEFINISI
Regugitasi Katup Aorta (Inkompetensia Aorta, Insuffisiensi Aorta), Aortic
Regurgitation) adalah kebocoran pada katup aorta yang terjadi setiap kali ventrikel
mengalami relaksasi.

PENYEBAB
Dulu penyebab utama dari regurgitasi katup aorta di Amerika Utara dan Eropa Barat
adalah demam rematik dan sifilis. Sekarang kedua penyakit ini sudah jarang
ditemukan karena antibiotik telah digunakan secara luas.
Di wilayah lainnya, kerusakan katup akibat demam rematik masih sering terjadi.
Selain demam rematik, penyebab lainnya yang paling sering ditemukan adalah:
- melemahnya katup
- bahan fibrosa akibat degenerasi miksomatous
Degenerasi miksomatous merupakan kelainan jaringan ikat yang diturunkan, yang
memperlemah jaringan katup jantung dan membuatnya meregang secara tidak normal
dan kadang sobek.
- kelainan bawaan
- infeksi bakteri
- cedera
- faktor lainnya yang tidak diketahui
Sekitar 2% anak laki-laki dan 1% anak perempuan dilahirkan dengan katup berdaun
dua yang biasanya berdaun tiga, yang dapat menyebabkan regurgitasi ringan.
GEJALA
Regurgitasi katup aorta yang ringan tidak menimbulkan gejala selain murmur jantung
yang khas (setiap kali ventrikel kiri mengalami relaksasi), yang dapat didengar
melalui stetoskop .
Pada regurgitasi yang berat, ventrikel kiri mengalirkan sejumlah besar darah, yang
menyebabkan pembesaran ventrikel dan akhirnya menjadi gagal jantung.

Gagal jantung menyebabkan sesak nafas sewaktu melakukan aktivitas atau sewaktu
berbaring telentang, terutama pada malam hari. Duduk tegak memungkinkan
dialirkannya cairan dari paru-paru bagian atas sehingga pernafasan kembali normal.
Penderita juga mungkin mengalami palpitasi (jantung berdebar) yang disebabkan oleh
kontrasksi yang kuat dari ventrikel yang membesar.
Bisa terjadi nyeri dada, terutama pada malam hari.
DIAGNOSA
Diagnosis regurgitasi katup aorta biasanya ditegakkan bila:
- pada pemeriksaan dengan stetoskop terdengar bunyi murmur jantung yang khas
- pada pemeriksaan fisik ditemukan kelainan yang menunjukkan adanya regurgitasi
katup aorta (misalnya kelainan denyut nadi tertentu)
- pada rontgen dada ditemukan pembesaran jantung.
Elektrokardiogram dapat menunjukkan perubahan dari irama jantung dan tanda-tanda
dari pembesaran ventrikel kiri.
Ekokardiografi dapat memberikan gambaran katup yang rusak dan bisa menunjukkan
beratnya penyakit.
PENGOBATAN
Untuk mencegah infeksi pada katup jantung yang rusak, setiap sebelum menjalani
tindakan gigi atau pembedahan, kepada penderita diberikan antibiotik.
Tindakan tersebut juga dilakukan pada regurgitasi katup aorta yang ringan.
Jika timbul gejala gagal jantung, harus dilakukan pembedahan sebelum ventrikel kiri
mengalami kerusakan yang menetap.
Sebelum pembedahan dilakukan, gagal jantung diobati dengan digoksin dan
penghambat ACE, atau obat lain yang melebarkan pembuluh darah dan mengurangi
kerja jantung.
Biasanya katup akan diganti dengan katup mekanik atau katup yang sebagian dibuat
dari katup babi.

Stenosis Katup Aorta (Aortic Stenosis) DEFINISI


Stenosis Katup Aorta (Aortic Stenosis) adalah penyempitan pada lubang katup aorta,
yang menyebabkan meningkatnya tahanan terhadap aliran darah dari ventrikel kiri ke
aorta.

PENYEBAB
Di Amerika Utara dan Eropa Barat, stenosis katup aorta merupakan penyakit utama
pada orang tua, yang merupakan akibat dari pembentukan jaringan parut dan
penimbunan kalsium di dalam daun katup.
Stenosis katup aorta seperti ini timbul setelah usia 60 tahun, tetapi biasanya gejalanya
baru muncul setelah usia 70-80 tahun.
Stenosis katup aorta juga bisa disebabkan oleh demam rematik pada masa kanakkanak.
Pada keadaan ini biasanya disertai dengan kelainan pada katup mitral baik berupa
stenosis, regurgitasi maupun keduanya.
Pada orang yang lebih muda, penyebab yang paling sering adalah kelainan bawaan.
Pada masa bayi, katup aorta yang menyempit mungkin tidak menyebabkan masalah,
masalah baru muncul pada masa pertumbuhan anak. Ukuran katup tidak berubah,
sementara jantung melebar dan mencoba untuk memompa sejumlah besar darah
melalui katup yang kecil.
Katup mungkin hanya memiliki dua daun yang seharusnya tiga, atau memiliki bentuk
abnormal seperti corong.
Lama-lama, lubang/pembukaan katup tersebut, sering menjadi kaku dan menyempit
karena terkumpulnya endapan kalsium.
GEJALA
Dinding ventrikel kiri menebal karena ventrikel berusaha memompa sejumlah darah
melalui katup aorta yang sempit.

Otot jantung yang membesar membutuhkan lebih banyak darah dari arteri koroner.
Persediaan darah yang tidak mencukupi akhirnya akan menyebabkan terjadinya nyeri
dada (angina) pada waktu penderita melakukan aktivitas.
Berkurangnya aliran darah juga dapat merusak otot jantung, sehingga curah jantung
tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh.
Gagal jantung yang terjadi menyebabkan kelemahan dan sesak nafas ketika
melakukan aktivitas.
Penderita stenosis katup aorta yang berat bisa mengalami pingsan ketika melakukan
aktivitas, karena katup yang sempit menghalangi ventrikel untuk memompa cukup
darah ke arteri di otot, yang telah melebar untuk menerima darah yang kaya akan
oksigen.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan:
- bunyi murmur jantung yang khas, yang bisa didengar melalui stetoskop
- kelainan denyut nadi
- kelainan pada EKG
- penebalan dinding jantung yang tampak pada rontgen dada.
Pada penderita yang mengalami angina, sesak nafas atau pingsan; untuk mengetahui
penyebabnya dan menentukan beratnya stenosis, bisa dilakukan:
- ekokardiografi (teknik penggambaran jantung dengan menggunakan gelombang
ultrasonik)
- kateterisasi jantung.
PENGOBATAN
Bila penderita dewasa mengalami angina, pingsan dan sesak nafas ketika melakukan
aktivitas akibat stenosis katup aorta, maka dilakukan pembedahan untuk mengganti
katup, yang sebaiknya dilakukan sebelum terjadinya kerusakan ventrikel kiri yang
menetap.
Katup pengganti dapat berupa katup mekanik atau katup yang sebagian terbuat dari
katup babi.
Untuk mencegah infeksi katup jantung, setiap penderita dengan katup pengganti,
harus mengkonsumsi antibiotik sebelum menjalani tindakan gigi atau pembedahan, .
Pada anak-anak, jika stenosisnya berat, pembedahan dapat dilakukan bahkan sebelum
gejala-gejalanya timbul.
Pengobatan dini sangat penting karena kematian mendadak bisa terjadi sebelum
timbulnya gejala.
Untuk anak-anak, pilihan yang aman dan efektif untuk mengganti katup adalah
perbaikan katup melalui pembedahan dan valvuloplasti balon.
Pada valvuloplasti balon, suatu kateter yang pada ujungnya terpasang balon,
dimasukkan ke dalam katup dan balon digelembungkan untuk melebarkan lubang
katup.
Valvuloplasti balon juga digunakan pada pasien yang lebih tua yang tidak dapat

menjalani pembedahan, meskipun stenosisnya cenderung berulang. Tetapi


penggantian katup biasanya merupakan pengobatan terbaik untuk orang dewasa, yang
memiliki prognosis sangat baik.

Regurgitasi Katup Trikuspidalis (Inkompetensia Trikuspidalis, Insuffisiensi


Trikuspidalis),(Tricuspid Regurgitation) DEFINISI
Regurgitasi Katup Trikuspidalis (Inkompetensia Trikuspidalis, Insuffisiensi
Trikuspidalis),(Tricuspid Regurgitation) adalah kebocoran pada katup trikuspidalis
yang terjadi setiap kali ventrikel kanan berkontraksi.
Pada regurgitasi katup trikuspidalis, ketika ventrikel kanan berkontraksi, yang terjadi
bukan hanya pemompaan darah ke paru-paru, tetapi juga pengaliran kembali sejumlah
darah ke atrium kanan.
Kebocoran ini akan menyebabkan meningkatnya tekanan di dalam atrium kanan dan
menyebabkan pembesaran atrium kanan.
Tekanan yang tinggi ini diteruskan ke dalam vena yang memasuki atrium, sehingga
menimbulkan tahanan terhadap aliran darah dari tubuh yang masuk ke jantung.

PENYEBAB
Penyebab yang sering ditemukan adalah tertahannya aliran darah dari ventrikel kanan
akibat penyakit paru-paru yang berat atau penyempitan pada katup pulmoner (stenosis
katup pulmoner).
Sebagai akibatnya, agar bisa memompa lebih kuat dan agar lubang katup meregang,
ventrikel kanan menjadi membesar.

GEJALA
Selain gejala yang samar, yang berupa kelemahan dan kelelahan karena rendahnya
curah jantung; gejala lainnya biasanya adalah rasa tidak enak di perut kanan bagian
atas karena pembesaran hati dan pulsasi (denyutan nadi) di leher.
Gejala-gejala tersebut merupakan akibat dari aliran balik darah ke dalam vena.
Pembesaran atrium kanan dapat menyebabkan fibrilasi atrium (denyut jantung yang
cepat dan tidak teratur).
Pada akhirnya akan terjadi gagal jantung dan penahanan cairan oleh tubuh, terutama
di tungkai.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan:
- riwayat kesehatan penderita
- pemeriksaan fisik
- elektrokardiogram
- rontgen dada,.
Kebocoran katup menyebabkan suara murmur jantung yang dapat didengar melalui
stetoskop.
Ekokardiografi dapat memberikan gambaran kebocoran dan beratnya penyakit.
PENGOBATAN
Biasanya, regurgitasi katup trikuspidalis tidak memerlukan pengobatan atau hanya
memerlukan sedikit pengobatan.Tetapi penyakit paru-paru atau kelainan katup
pulmoner yang mendasarinya, mungkin membutuhkan pengobatan.
Irama jantung yang tidak teratur dan gagal jantung biasanya diobati tanpa
pembedahan pada katup trikuspidalis.

Stenosis Katup Trikuspidalis (Tricuspid Stenosis) DEFINISI


Stenosis Katup Trikuspidalis (Tricuspid Stenosis) merupakan penyempitan lubang
katup trikuspidalis, yang menyebabkan meningkatnya tahanan aliran darah dari
atrium kanan ke ventrikel kanan.
Stenosis katup trikuspidalis menyebabkan atrium kanan membesar dan ventrikel
kanan mengecil.
Jumlah darah yang kembali ke jantung berkurang dan tekanan di dalam vena yang
membawa darah kembali ke jantung meningkat.

PENYEBAB
Hampir semua kasus disebabkan oleh demam rematik, yang sekarang ini sudah jarang
ditemukan di Amerika Utara dan Eropa Barat.
Penyebab lainnya adalah:
- tumor di atrium kanan
- penyakit jaringan ikat
- kelainan bawaan.
GEJALA
Gejala umumnya ringan.
Penderita bisa mengalami palpitasi (jantung berdebar) atau pulsasi (denyut nadi yang
keras) di leher, dan seluruh badan terasa lelah.
Rasa tidak enak di perut bisa terjadi jika peningkatan tekanan di dalam vena
menyebabkan pembesaran hati.
DIAGNOSA
Pada pemeriksaan dengan stetoskop, akan terdengar bunyi murmur jantung.
Rontgen dada menunjukkan pembesaran atrium kanan.
Ekokardiogram memberikan gambaran stenosis dan beratnya penyakit.
Elektrokardiogram menunjukkan perubahan yang menunjukkan adanya peregangan

pada atrium kanan.


PENGOBATAN
Stenosis katup trikuspidalis jarang memerlukan tindakan pembedahan.

Stenosis Katup Pulmoner (Pulmonic Stenosis) DEFINISI


Stenosis Katup Pulmoner (Pulmonic Stenosis)adalah penyempitan lubang katup
pulmoner, yang menyebabkan meningkatnya tahanan terhadap aliran darah dari
ventrikel kanan ke arteri pulmonalis.
PENYEBAB
Stenosis katup pulmoner jarang terjadi pada orang dewasa, dan biasanya merupakan
suatu kelainan bawaan.