Anda di halaman 1dari 14

Proses Pembuatan Es Krim | Sebuah Perjalanan

Proses Pembuatan Es Krim | Sebuah Perjalanan JUL 13 Posted by iinparlina i 16 Votes

JUL 13 Posted by iinparlina

i

16 Votes

https://iinparlina.wordpress.com/2011/07/13/proses-pembuatan-es-krim/

Es krim dapat dide nisikan sebagai makanan beku yang dibuat dari produk susu (dairy) dan dikombinasikan dengan pemberi rasa (avor) dan pemanis (sweetener) (David, 1994). Menurut Standar Nasional Indonesia, es krim adalah sejenis makanan semi padat yang dibuat dengan cara pembekuan tepung es krim atau campuran susu, lemak hewani maupun nabati, gula, dan dengan atau tanpa bahan makanan lain yang diizinkan. Campuran bahan es krim diaduk ketika didinginkan untuk mencegah pembentukan Kristal es yang besar. Secara tradisional, penurunan temperatur campuran dilakukan dengan cara mencelupkan campuran ke dalam campuran es dan garam.

cara mencelupkan campuran ke dalam campuran es dan garam. ( h tt ps://iinparlina. fi

( h tt ps://iinparlina.les.wordpress.com/2011/07/eskrim.jpg)

Secara umum, komposisi bahan bahan pembuat es krim adalah sebagai berikut: 10 16% lemak susu ( milkfat), 9 12% padatan susu bukan lemak (milk solidsnonfat, MSNF), 1216% pemanis, 0,20,5% penstabil (stabilizer) dan pengemulsi (emulsi er), dan 55 64% air. (Pearson, 1980)

Proses Pembuatan Es Krim | Sebuah Perjalanan

https://iinparlina.wordpress.com/2011/07/13/proses-pembuatan-es-krim/

Berdasarkan komposisinya, es krim terbagi menjadi empat kategori, yaitu kategori ekonomi ( econom y brand ), kategori standar ( standard brand ), kategori premium ( premium brand ), dan kategori super premium ( super premium brand ) (Person, 1980). Perbedaan komposisi yang mendasari pembagian kategori dapat dilihat pada Tabel 2.

mendasari pembagian kategori dapat dilihat pada Tabel 2. Hampir semua es krim diproduksi dari campuran produk

Hampir semua es krim diproduksi dari campuran produk susu (dairy);berupa susu, krim, maupun padatan lemaknya; minyak sayur atau mentega, pemanis, penstabil, dan pengemulsi. Pemberi/penguat rasa (avor), pewarna (color), dan bahan lain dapat ditambahkan pada tahap akhir proses produksi. (Person, 1980)

Pada umumnya, campuran tersebut hanya membentuk 50% dari volume akhir es krim, sisanya merupakan udara yang dicampurkan pada proses whipping. (Person, 1980)

Tabel 2 Perbedaan Komposisi JenisJenis Es Krim

Komposisi

 

Jenis Es Krim

 

Ekonomi

Standar

Premium

Super

Premium

Kandungan Lemak

10%

10% – 12%

12% – 15%

15% – 18%

Total Padatan

36%

36% – 38%

38% – 40%

40%

Overrun

120%

100% – 120%

60% – 90%

25% – 40%

Biaya Produksi

Relatif

Ratarata

Di atas

tinggi

rendah

ratarata

‐ rata Di atas tinggi rendah rata ‐ rata Air merupakan komponen terbesar dalam campuran es

Air merupakan komponen terbesar dalam campuran es krim, berfungsi sebagai pelarut bahan bahan lain dalam campuran. Komposisi air dalam campuran bahan es krim umumnya berkisar 5564%. (Person, 1980)

Proses Pembuatan Es Krim | Sebuah Perjalanan

Proses Pembuatan Es Krim | Sebuah Perjalanan https://iinparlina.wordpress.com/2011/07/13/proses-pembuatan-es-krim/ MSNF
Proses Pembuatan Es Krim | Sebuah Perjalanan https://iinparlina.wordpress.com/2011/07/13/proses-pembuatan-es-krim/ MSNF

https://iinparlina.wordpress.com/2011/07/13/proses-pembuatan-es-krim/

MSNF merupakan bahan baku es krim yang mengandung laktosa, kasein, whey protein, dan mineral. MSNF merupakan bahan penting dalam pembuatan es krim. Fungsi MSNF dalam es krim adalah sebagai berikut:

1) Kehadiran protein dalam MSNF dapat meningkatkan tekstur es krim dan mampu mempertahankan tekstur es krim agar tidak snowy dan aky pada overrun tinggi

2) Memberi bentuk dan membuat tidak kenyal pada produk akhir

Walaupun memiliki banyak kegunaan, penggunaan MSNF harus dibatasi karena dapat menghilangkan aroma dari beberapa campuran bahan es krim dan MSNF memiliki kandungan laktosa yang tinggi. Kelebihan laktosa pada campuran es krim dapat menyebabkan cacat tekstur es krim menjadi kasar akibat dari adanya kristal laktosa yang terbentuk ke luar campuran. Selain itu, kelebihan laktosa juga dapat menurunkan titik beku produk akhir. Penggunaan MSNF secara umum berkisar antara 912%, bergantung pada jenis produk.

Sumber MSNF untuk kualitas produk yang tinggi berasal dari susu skim konsentrat dan bubuk susu skim pemanasan rendah proses spray (spray process low heat skim milk powder). Sumber lain yang digunakan adalah susu skim, susu skim terkondensasi beku ( frozen condensed skimmed milk ), bubuk butt ermilk atau butt ermilk terkondensasi, susu terkondensasi, dan whey kering atau whey terkondensasi.

Saat ini penggunaan susu skim bubuk atau skim terkondensasi telah banyak digantikan dengan berbagai j enis susu bubuk pengganti yang merupakan campuran dari konsentrat whey protein, kasein, dan bubuk whey. Kandungan protein dalam bubuk pengganti ini lebih kecil dibandingkan dengan bubuk skim, berkisar antara 20 25% sehingga memilki harga yang lebih murah. Campuran ini juga memiliki komposisi whey protein dan kasein yang tepat untuk menghasilkan kinerja yang baik dalam membuat campuran es krim.

kinerja yang baik dalam membuat campuran es krim. Lemak susu dalam campuran es krim memiliki fungsi

Lemak susu dalam campuran es krim memiliki fungsi sebagai berikut:

1) Meningkatkan cita rasa pada es krim

2) Menghasilkan tekstur lembut pada eskrim

3)

Membantu dalam memberikan bentuk pada es krim

4)

Membantu dalam pemberian sifat leleh yang baik pada es krim

5) Membantu dalam melumasi freezer barrel pada saat produksi (campuran nonfat sangat kasar untuk peralatan pendinginan)

Seperti halnya MSNF, penggunaan lemak susu juga harus dibatasi karena dapat menghalangi kemampuan

Proses Pembuatan Es Krim | Sebuah Perjalanan

https://iinparlina.wordpress.com/2011/07/13/proses-pembuatan-es-krim/

whipping dari campuran es krim. Selain itu, lemak susu yang berlebihan dapat menghasilkan rasa gurih yang berlebihan pada es krim sehingga dapat menurunkan konsumsi. Harga lemak susu relatif tinggi sehingga dapat meningkatkan biaya produksi apabila penggunaannya berlebihan. Kelemahan lain pada penggunaan lemak susu berlebih adalah nilai kalori campuran es krim yang meningkat.

Sumber lemak susu untuk menghasilkan produk es krim dengan cita rasa dan kelezatan tinggi adalah susu segar. Sumber lain yang biasa digunakan adalah mentega dan lemak susu anhidrat.

Lima hal yang perlu diperhatikan dalam memilih sumber lemak susu adalah struktur Kristal lemaknya, laju kristalisasi lemak pada temperatur yang berubah ubah, prol pelelehan lemak (terutama temperatur pendinginan dan pembekuan), kandungan trigliserida yang mudah meleleh, dan rasa dan kemurnian minyaknya. Kandungan lemak susu pada es krim pada umumnya berkisar antara 10 16%.

pada es krim pada umumnya berkisar antara 10 ‐ 16%. Es krim yang manis pada umumnya

Es krim yang manis pada umumnya didambakan oleh setiap orang yang memakannya. Oleh karena itu, pemanis biasanya ditambahkan pada campuran es krim sebanyak 12 16%berat. Pemanis akan melembutkan tekstur, meningkatkan kecocokan pada es krim, memperkaya rasa, dan biasanya merupakan sumber termurah dari padatan es krim. Kegunaan lain dari pemanis adalah berperan pada penurunan titik beku sehingga pada temperatur yang sangat rendah, masih terdapat air yang tidak membeku. Tanpa adanya air yang tidak beku tersebut, maka es krim akan menjadi sangat keras dan sangat sulit untuk disendok.

Sukrosa merupakan sumber pemanis yang paling banyak digunakan karena memberi rasa yang kuat. Penggunaan sukrosa telah banyak digantikan dengan gula jagung (corn syrup) karena dapat lebih memperkokoh bentuk es krim dan meningkatkan shelf life .

bentuk es krim dan meningkatkan shelf ‐ life . Penstabil merupakan senyawa, biasanya getah polisakarida

Penstabil merupakan senyawa, biasanya getah polisakarida makanan, yang ditambahkan untuk menambah viskositas campuran dan fasa tak beku es krim. Tanpa adanya penstabil, es krim akan menjadi kasar dan proses pembentukan kristal es akan menjadi sangat cepat.

Selain itu, penstabil juga berfungsi untuk mencegah terjadinya proses heat shock , yaitu proses pelelehan dan pembekuan pada es krim yang terjadi selama distribusi sehingga menyebabkan es krim menjadi bersifat es (icy ). Disebabkan oleh karena berfungsi sebagai menaikkan viskositas, penggunaan penstabil harus dibatasi agar tidak memberikan viskositas yang terlalu tinngi pada campuran es krim. Jumlah penstabil yang ditambahkan biasanya berkisar 0,2%0,5%berat

Beberapa jenis penstabil yang banyak digunakan adalah:

1) Locust Bean Gum : Serat yang dapat larut yang berasal dari endosperma tumbuhan kacang yang biasa

Proses Pembuatan Es Krim | Sebuah Perjalanan

tumbuh di Afrika.

https://iinparlina.wordpress.com/2011/07/13/proses-pembuatan-es-krim/

2) Guar Gum : diperoleh dari endosperma kacang tanaman Guar, termasuk dalam keluarga Leguminoceae yang tumbuh di India.

3) Carboxymethil Cellulose (CMC): berasal dari sebagian besar bahan tanaman atau selulosa kayu yang diolah secara kimia agar dapat larut dalam air.

4) Xanthan Gum : diproduksi dalam medium kultur cair oleh Xanthaomonas campestris sebagai eksopolisakarida.

5) Sodium Alginate : Merupakan ekstak rumput laut

6) Karagenan: Merupakan ekstrak Irish Moss atau jenis alga merah lain

Tiaptiap penstabil memiliki karakteristik yang bebeda beda. Biasanya, dua atau lebih jenis penstabil dicampurkan dalam penggunaannya untuk memberikan sifat yang lebih sinergis satu dengan yang lainnya dan meningkatkan efektivitas secara menyeluruh. Sebagai contoh, guar gum lebih larut dibandingkan dengan locust bean gum pada temperatur rendah sehingga banyak digunakan pada sistem pasteurisasi HTST. Karagenan tidak pernah digunakan sebagai penstabil utama, namun sebagai penstabil sekunder yang berfungsi untuk mencegah pengendapan whey dari campuran sebagai efek dari pnstabil yang lain.

Gelatin, protein yang berasal hewan, yang dapat digunaka sebagai penstabil pada es krim, namun penggunaannya saat ini telah banyak digantikan oleh polisakarida dari tumbuh tumbuhan karena harganya yang relatif murah. (Person, 1980)

karena harganya yang relatif murah. (Person, 1980) Pengemulsi adalah senyawa yang ditambahkan pada campuran

Pengemulsi adalah senyawa yang ditambahkan pada campuran es krim untuk menghasilkan struktur lemak dan kebutuhan distribusi udara yang tepat sehingga menghasilkan karakteristik leleh yang baik dan lembut. Pengemulsi terdiri dari bagian hidrol dan lipol yang terpisah pada permukaan pertemuan antara minyak dan air yang menyebabkan turunnya tegangan permukaan antara minyak dan air dalam emulsi sehingga disperse lemak dapat berlangsung dengan baik.

Pengemulsi asli pada es krim adalah kuning telur, namun yang paling banyak digunakan sekarang ini adalah monodan digliserida yang berasal dari hidrolisis parsial lemak hewani maupun minyak nabati. Pengemulsi lain yang banyak digunakan adalah polisorbat 80 yang merupakan sorbitan ester yang mengandung glukosa alcohol (sorbitol) yang terikat pada asam lemak dan asam oleat dan ditambahkan dengan oksietilen untuk meningkatkan kelarutan dalam air. (Person, 1980)

Pengemulsi lain yang dapat digunakan adalah mentega susu dan gliserol ester. Jumlah penstabil dan pengemulsi kurang dari 1,5%berat campuran es krim. Keduanya harus telah diteliti secara mendalam dan mendapat keterangan Generally Recognized as Safe (GRAS) sebelum digunakan sebagai bahan campuran es krim.

Proses Pembuatan Es Krim | Sebuah Perjalanan

Proses Pembuatan Es Krim | Sebuah Perjalanan https://iinparlina.wordpress.com/2011/07/13/proses-pembuatan-es-krim/

https://iinparlina.wordpress.com/2011/07/13/proses-pembuatan-es-krim/

Merupakan senyawa yang ditambahkan pada campuran es krim untuk memberikan warna tertentu dan membuat penampilan lebih menarik. Jenis yang banyak digunakan adalah Tartazine , Sunset Yellow, Brilliant Blue , dan Carmoisine )

, Sunset Yellow , Brilliant Blue , dan Carmoisine ) Pemberi rasa ditambahkan pada campuran es
, Sunset Yellow , Brilliant Blue , dan Carmoisine ) Pemberi rasa ditambahkan pada campuran es

Pemberi rasa ditambahkan pada campuran es krim untuk memberikan rasa tertentu. Bahan pemberi rasa yang banyak digunakan adalah vanilla, coklat, perasa buatan, sari buah, kacang, dan lain lain.

perasa buatan, sari buah, kacang, dan lain ‐ lain. Bahan ‐ bahan pelengkap ditambahkan untuk menambah

Bahan bahan pelengkap ditambahkan untuk menambah penampilan luar dan memperkaya rasa. Bahan pelengkap yang banyak digunakan adalah cokelat, permen, biskuit, kacang, dan buah

digunakan adalah cokelat, permen, biskuit, kacang, dan buah Proses pembuatan es krim terbagi menjadi beberapa tahapan

Proses pembuatan es krim terbagi menjadi beberapa tahapan proses, yaitu pencampuran (mixing), pasteurisasi (pasteurization) dan homogenisasi (homogenization), penuaan ( ageing ), pembekuan ( freezing ), pengisian ( lling ), pengerasan (hardening ).

), pengisian ( fi lling ), pengerasan ( hardening ). Pada tahap ini, semua bahan dasar
), pengisian ( fi lling ), pengerasan ( hardening ). Pada tahap ini, semua bahan dasar

Pada tahap ini, semua bahan dasar dicampur di dalam tangki berpengaduk. Tangki yang digunakan biasanya berbahan baja tahan karat (stainless steel ). Pada proses pencampuran ini, bahan baku cairan dimasukkan langsung ke dalam tangki melalui pipa yang terhubung langsung dengan tangki sedangkan bahan baku padatan dimasukkan ke dalam tangki melalui mulut tangki. Pencampuran memerlukan agitasi yang keras agar semua bahan dapat bercampur dengan baik, oleh karena itu biasanya digunakan pengaduk dengan kecepatan tinggi.

Proses pencampuran pada pabrik es krim dilakukan secara partaian. Pada tahap ini, seluruh bahan baku dimasukkan ke dalam tangki pencampur kemudian diaduk. Terdapat dua buah tangki pengaduk berkapasitas dua ton terbuat dari bahan baja anti karat (stainless steel ) dan memiliki pengaduk berjenis

Proses Pembuatan Es Krim | Sebuah Perjalanan

p ropeller.

https://iinparlina.wordpress.com/2011/07/13/proses-pembuatan-es-krim/

Semakin lama pengadukan pada proses pencampuran, campuran yang dihasilkan menjadi semakin homogen namun temperatur dan viskositas menjadi semakin menurun sehingga sulit untuk dipompakan menuju proses pasteurisasi. Oleh karena itu, waktu pengadukan pada proses pencampuran dibatasi. Proses pencampuran dari mulai memasukkan bahan baku hingga pemompaan ke proses pasteurisasi menggunakan waktu selama 20 menit. Tangki pencampur harus dibersihkan terlebih dahulu untuk penggunaan memproduksi campuran yang berbeda jenis dan warna.

Proses memasukkan bahan baku ke dalam tangki pencampur terdiri dari dua cara yaitu secara manual dan secara otomatis. Bahan baku yang dimasukkan secara manual biasanya berupa bahan baku padat, sedangkan yang dimasukkan secara otomatis berupa cair yang terhubungkan langsung melalui pipa ke dalam tangki pencampur. Memasukkan bahan baku ke dalam tangki pengaduk secara berurutan sesuai dengan urutan tertentu. Urutan bahan baku yang dimasukkan ke dalam tangki pencampur adalah air, gula pasir, bahan susu, racikan, gula sirup, minyak nabati, dan terakhir adalah rework . Fungsi dari adanya urutan bahan baku dijelaskan pada uraian berikut ini yang diurutkan dari bahan yang dimasukkan lebih dahulu:

ini yang diurutkan dari bahan yang dimasukkan lebih dahulu: Air dimasukkan pertama kali ke dalam tangki

Air dimasukkan pertama kali ke dalam tangki pencampur. Air digunakan untuk melarutkan semua bahan

o

baku. Temperatur air yang masuk ke dalam tangki berkisar antara 8085 C untuk memudahakan pelarutan bahan baku. Air dimasukkan ke dalam tangki secara otomatis melalui pipa yang terhubung langsung ke dalam tangki. Mulamula, air yang dikeluarkan tidak merupakan seluruh jumlah air yang digunakan untuk melarutkan bahan baku, tapi disisakan sebagian untuk membersihkan campuran yang masih tersisa setelah campuran dipompakan menuju proses pasteurisasi.

setelah campuran dipompakan menuju proses pasteurisasi. Setelah jumlah air yang dimasukkan ke dalam tangki pengaduk

Setelah jumlah air yang dimasukkan ke dalam tangki pengaduk mencapai jumlah yang diinginkan, bahan yang kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengaduk adalah gula pasir. Penambahan gula pasir sebelum penambahan bahan susu adalah untuk menurunkan temperatur air sehingga tidak terjadi kerusakan nutrien pada susu berupa pemecahan protein. Akibat penambahan gula tersebut, temperatur air turun

o hingga mencapai 75 ‐80 C.
o
hingga mencapai 75 ‐80 C.

Yang termasuk bahan susu adalah susu skim dan bubuk whey . Penambahan susu pada temperatur air

7580 C bertujuan agar tidak terjadi penggumpalan, lebih mudah larut, dan dapat membunuh sebagian

bakteri yang terdapat pada susu (jika ada).

o

Proses Pembuatan Es Krim | Sebuah Perjalanan

Proses Pembuatan Es Krim | Sebuah Perjalanan https://iinparlina.wordpress.com/2011/07/13/proses-pembuatan-es-krim/ Racikan

https://iinparlina.wordpress.com/2011/07/13/proses-pembuatan-es-krim/

Racikan terdiri dari bahan bahan pengemulsi dan pemantap. Racikan dimasukkan secara sedikit dmi sedikit agar terjadi pencampuran yang baik dan mencegah terjadinya penggumpalan.

pencampuran yang baik dan mencegah terjadinya penggumpalan. Gula sirup merupakan bahan cair sehingga penambahannya ke

Gula sirup merupakan bahan cair sehingga penambahannya ke dalam tangki dilakukan secara otomatis

o

melalui pipa. Gula sirup yang masuk ke dalam tangki bertemperatur 4550 C.

sirup yang masuk ke dalam tangki bertemperatur 45 ‐ 50 C. Seperti halnya gula sirup dan

Seperti halnya gula sirup dan air, minyak nabati juga ditambahkan ke dalam tangki secara otomatik.

o

Minyak nabati yang ditambahkan bertemperatur 40 45 C. Selain dengan cara otomatis, penambahan minyak nabati juga dilakukan secara manual pada pembuatan campuran tertentu sebagai pelarut bahan tambahan seperti kalsium.

tertentu sebagai pelarut bahan tambahan seperti kalsium. Rework adalah material yang dihasilkan dari beberapa

Rework adalah material yang dihasilkan dari beberapa tahapan pada proses. Penggunaan rework dibatasi hanya 10%berat untuk jenis ice cream dan 15% untuk jenis water ice .

untuk jenis ice cream dan 15% untuk jenis water ice . Setelah terbentuk campuran es krim
untuk jenis ice cream dan 15% untuk jenis water ice . Setelah terbentuk campuran es krim

Setelah terbentuk campuran es krim ( mix ), campuran es krim kemudian dipasteurisasi. Pasteurisasi merupakan titik control biologik (biological control point) pada system yang bertujuan untuk menghancurkan bakteribakteri patogen pada campuran. Selain itu, pasteurisasi juga dapat mengurangi j umlah spoilage bacteria . Pasteurisasi memerlukan pemanasan dan pendinginan. Temperatur minimal untuk melaksanakan pasteurisasi bergantung pada waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pasteurisasi.

Pasteurisasi terbagi menjadi dua metode, yaitu metode partaian dan kontinu. Pada metode partaian,

campuran dipanaskan dalam sebuah tangki hingga mencapai temperatur minimal 69 C dan dipertahankan

selama 30 menit (Marshall, 2003). Setelah dipanaskan dan dipertahankan temperaturnya, campuran

o

Proses Pembuatan Es Krim | Sebuah Perjalanan

https://iinparlina.wordpress.com/2011/07/13/proses-pembuatan-es-krim/

kemudian didinginkan hingga temperatur 4 C atau kurang. Metode partaian biasa disebut lowtemperatur

longtime (LTLT).

o

Proses pasteurisasi dan homogenisasi dilakukan dengan menggunakan rangkaian alat balance tank , plate heat exchanger (PHE), homogenizer, dan holding tube . Keluaran campuran dari tangki pencampur dipompakan menuju balance tank yang berfungsi untuk menjaga laju alir campuran konstan. Temperatur campuran keluar dari balance tank sama dengan temperatur campuran keluaran tangki pencampur.

PHE terdiri dari bagian regenerasi, pemanasan, dan pendinginan. Mula mula campuran masuk ke dalam bagian regenerasi. Pada bagian ini, terjadi perpindahan panas antara campuran dari balance tank dengan campuran dari homogenizer yang memiliki temperatur lebih tinggi. Adanya bagian regenrasi ini dapat menghemat kebutuhan energi hingga 90%.

Campuran kemudian dialirkan ke bagian pemanasan. pemanasan dilakukan oleh air bertemperatur

o

9095 C yang sebelumnya dipanaskan oleh kukus. Temperatur keluaran campuran setelah pemanasan

adalah berkisar antara 80 85 C. Setelah dipanaskan, campuran kemudian dialirkan ke luar PHE menuju

homogenizer.

o

Proses homogenisasi dilaksanakan pada homogenizer. Campuran diberi tekanan tinggi mecapai 100150 bar untuk ice cream dan 50 75 bar untuk water ice untuk memecah butiran lemak hingga berdiameter 1 μm sehingga terbentuk campuran bertekstur halus dan homogen. Setelah homogenisasi, campuran memasuki tahap pasteurisasi di dalam holding tube .

o

Waktu tempuh campuran melewati holding tube adalah 80 C dan temperatur campuran dijaga tetap

8085 C. Pasteurisasi berlangsung saat campuran melewati holding tube secara turbulen dan temperatur yang dijaga selama 20 detik sepanjang jarak tempuhnya di dalam holding tube . Dari holding tube , campuran

masuk kembali ke PHE ke bagian regenerasi.

o

Regenerasi dapat menghemat hingga 90% energi yang dibutuhkan untuk memansakan dan mendinginkan campuran. Setelah melepaskan panasnya kepada campuran yang lebih dingin, campuran kemudian masuk ke dalam bagian pendinginan.

Pendinginan pada PHE ini terdiri dari dua tahap. Pertama pendinginan dengan air kemudian dilanjutkan

dengan pendinginan menggunakan glikol. Temperatur akhir setelah pendinginan dengan glikol diharapkan

o

mencapai 4 C sebelum dipompakan menuju tangki penuaan.

Metode pasteurisasi yang paling banyak digunakan pada industri es krim adalah secara kontinu atau yang biasa disebut hightemperatur shorttime (HTST). HTST dilaksanakan pada sebuah alat penukar panas yang disebut plate heat exchanger (PHE). PHE terdiri dari bagian pemanasan (heating ), regenerasi (regeneration), dan pendinginan (cooling). Adanya bagian regenerasi dapat menghemat kebutuhan pemanas dan pendingin hingga 90%. Temperatur dan waktu minimum yang dibutuhkan pada metode HTST adalah 80 C selama 25 detik.

o

dibutuhkan pada metode HTST adalah 80 C selama 25 detik. o Homogenisasi bertujuan untuk menurunkan ukuran

Homogenisasi bertujuan untuk menurunkan ukuran partikel lemak dari susu atau krim hingga mencapai

Proses Pembuatan Es Krim | Sebuah Perjalanan

https://iinparlina.wordpress.com/2011/07/13/proses-pembuatan-es-krim/

ukuran kurang dari 1μm sehingga memperbesar luas area permukaan. Sebelum homogenisasi, campuran harus telah dipanaskan terlebih dahulu agar berada dalam fasa cair ketika homogenisasi karena pada fasa cair, e siensi homogenisasi akan lebih besar dan penghancuran gumpalan lemaknya menjadi lebih mudah.

dan penghancuran gumpalan lemaknya menjadi lebih mudah. Setelah mengalami proses pasteurisasi dan homogenisasi,
dan penghancuran gumpalan lemaknya menjadi lebih mudah. Setelah mengalami proses pasteurisasi dan homogenisasi,

Setelah mengalami proses pasteurisasi dan homogenisasi, campuran kemudian dimasukkan ke dalam

o

tangki penuaan. Temperatur campuran pada saat keluar dari PHE adalah 4 C, yang diharapkan, kemudian

langsung dimasukkan ke dalam tangki penuaan dan dijaga temperaturnya tetap pada 4 C atau kurang

selama minimal 2 jam (Pearson, 1980). Beberapa tujuan dari proses penuaan ini adalah:

o

1) Meningkatkan kualitas whip dan tekstur lembut dari campuran

2) Membuat protein dan pemantap terhidrasi

3)

Mengkristalkan lemak sehingga lemak dapat menyatu

4)

Mengurangi jumlah panas yang dibutuhkan untuk dibuang pada saat pembekuan

panas yang dibutuhkan untuk dibuang pada saat pembekuan Pada pembekuan, air dalam campuran dibekukan menjadi Kristal
panas yang dibutuhkan untuk dibuang pada saat pembekuan Pada pembekuan, air dalam campuran dibekukan menjadi Kristal

Pada pembekuan, air dalam campuran dibekukan menjadi Kristalkristal es untuk menghasilkan tekstur yang agak keras. Proses penambahan udara ke dalam campuran dilakukan pada tahap pendinginan ini. J umlah udara yang ditambahkan menentukan tekstur es krim yang dihasilkan. Pebekuan dapat dilakukan secara partaian maupun kontinu. (Marshall, 2003)

Pembekuan secara partaian meliputi memasukan campuran es krim ke dalam sebuah silinder yang memiliki sebuah dasher dengan mata pisau pengikir. Dasher berputarputar di dalam silinder sehingga udara dapat tergabung ke dalam campuran, gumpalan lemak menjadi teraduk, dan kristalkristal es yang terbentuk pada dinding dalam silinder terkikis oleh mata pisau pada dasher. Viskositas campuran es krim meningkat karena air membeku membentuk padatan es. Gelembung udara terperangkap pada campuran yang viskos tersebut sehingga meningkatkan volum dan membentuk overrun. Overrun adalah persentase pertambahan volume es krim yang dihasilkan dibandingkan dengan volume campuran yang digunakan untuk memproduksi es krim tersebut. Maksimum overrun yang diperbolehkan sebesar 100%, namun overrun sebesar itu sulit dicapai oleh pembekuan secara partaian. Kapasitas yang dapat dicapai dengan menggunakan proses parataian ini adalah antara 1 L hingga 40 L. (Marshall, 2003)

Hampir seluruh proses pembekuan es krim pada industri dilakukan secara kontinu. Kapasitasnya berkisar antara 100 hingga 3000 L per jam per freezer. Freezer yang digunakan biasanya didinginkan dengan refrigerant amoniak. Pada pembekuan kontinu ini, es krim dibekukan hingga temperatur 5 o C s.d. 7 C (Marshall, 2003). Beberapa kelebihan pembekuan secara kontinu dbandingkan dengan parataian adalah volume pendinginan per pendingin lebih besar, tekstur produk akhir yang dihasilkan biasanya lebih lembut, penambahan udara ke dalam campuran dapat diatur sehingga overrun dapat diatur sehingga dapat mencapai overrun yang diinginkan, peralatan lain untuk proses dapat diletakkan setelah keluaran dari

o

Proses Pembuatan Es Krim | Sebuah Perjalanan

f reezer, dan es krim dapat lebih mudah dibentuk

Perjalanan f reezer , dan es krim dapat lebih mudah dibentuk

https://iinparlina.wordpress.com/2011/07/13/proses-pembuatan-es-krim/

Campuran es krim yang keluar dari freezer setelah pembekuan memiliki temperatur 5 o C s.d. 7 o C dan masih sedikit lunak. Setelah keluar dari freezer, campuran es krim diberi isian (topping ) berupa buah, coklat, atau kacang sebelum kemudian dikemas.

) berupa buah, coklat, atau kacang sebelum kemudian dikemas. Setelah bahan ‐ bahan tambahan telah diisikan
) berupa buah, coklat, atau kacang sebelum kemudian dikemas. Setelah bahan ‐ bahan tambahan telah diisikan

Setelah bahan bahan tambahan telah diisikan ke dalam campuran es krim, campuran kemudian dikeraskan pada temperatur 30 C s.d. 40 o C. Pada tahapan ini, hampir seluruh sisa air pada campuran membeku. Pengerasan terdiri dari pembekuan diam dengan membekukan campuran di dalam sebuah freezer,

o

pembekuan temperatur rendah hingga 40 C secara konveksi menggunakan terowongan beku dan secara

konduksi menggunakan pelat pelat pembeku ( plate freezers).

o

menggunakan pelat ‐ pelat pembeku ( plate freezers ). o Setelah beku, campuran kemudian dialirkan ke

Setelah beku, campuran kemudian dialirkan ke mesin untuk mencetak es krim sesuai dengan jenis es krim yang akan dibuat. Mesin pencetak es krim di pabrik Wall’s IC terdiri dari tiga jenis tipe mesin yaitu moulded stick machine , extrusion machine , dan direct lling machine .

, extrusion machine , dan direct fi lling machine . Campuran dari freezer yang masuk ke

Campuran dari freezer yang masuk ke mesin jenis ini ditampung di dalam sebuah hopper campuran. Dari hopper, campuran kemudian dituangkan ke dalam cetakan yang direndam di dalam larutan air garam, disebut dengan larutan Brine (CaCl ), bertemperatur 25 C s.d. 30 o C yang didinginkan memakai

amoniak. Kemudian cetakan tersebut berputar dan selama perputaran tersebut, campuran di dalam

cetakan diberi stik menggunakan stick inserter dan terjadi pengerasan pada campuran. Setelah keras,

o

2

o

kemudian cetakan direndam di dalam larutan Brine hangat, bertemperatur 2530 C, dan diangkat untuk dilepaskan dari cetakan. Setelah lepas dari cetakan, beberapa jenis es krim diberi lapisan tambahan berupa

Proses Pembuatan Es Krim | Sebuah Perjalanan

https://iinparlina.wordpress.com/2011/07/13/proses-pembuatan-es-krim/

saus coklat atau bahan lainnya. Setelah itu, es krim dilepaskan di atas kemasan plastic untuk dikemas.

es krim dilepaskan di atas kemasan plastic untuk dikemas. Es krim setengah beku dari freezer dicetak

Es krim setengah beku dari freezer dicetak di dalam extruder nozzle kemudian diberi stik dan dipotong

menggunakan kawat panas berbahan baja tahan karat. Potongan es krim ditampung pada pelat pelat yang berjalan di atas conveyor dan dapat menampung potongan es sebanyak tiga buah tiap pelat. Pelat pelat tersebut kemudian berjalan masuk ke dalam terowongan pengerasan (hardening tunnel ) yang

bertemperatur 40 C s.d. 45 C. Es krim yang keluar dari terowongan bertemperatur 20 C, telah mengeras, dan menempel pada pelat. Untuk melepaskan es krim dari pelat, pelat dipukul menggunakan pemukul sejenis palu. Setelah lepas, potongan es krim kemudian diangkat dan dicelupkan ke dalam larutan cokelat, untuk es krim tertentu. Setelah itu dilepaskan di atas pembungkus plastik.

oo

o

Setelah itu dilepaskan di atas pembungkus plastik. oo o Campuran yang keluar dari freezer kemudian ditampung

Campuran yang keluar dari freezer kemudian ditampung dalam ller kemudian campuran tersebut langsung diisikan kepada tempat es krim berupa cup atau cone yang berjalan di atas conveyor belt. Setelah terisi dengan campuran es krim, cup dan cone tersebut diberi tutup dengan menggunakan lid inserter kemudian dijalankan menuju terowongan pengerasan. Setelah keluar dari terowongan, es krim dimasukkan ke dalam kemasan kardus untuk dipak.

es krim dimasukkan ke dalam kemasan kardus untuk dipak. Setelah dicetak pada tiap mesin, kemudian es

Setelah dicetak pada tiap mesin, kemudian es krim dibungkus dengan bungkus plastik dan dipak dalam kemasan karton. Setelah dipak dalam kemasan karton, es krim diletakkan di atas conveyor belt dan dijalankan menuju ruang palletizing untuk mengelompokkan pakpak es krim atau mengepak ulang es krim.

pak ‐ pak es krim atau mengepak ulang es krim. Dari ruang palletizing, kemudian es krim

Dari ruang palletizing, kemudian es krim dibawa ke ruang penyimpanan dingin yang bertemperatur 18 C

dan disimpan untuk kemudian didistribusikan. Es krim yang disimpan di dalam ruang penyimpanan dingin dapat bertahan hingga satu tahun.

o

Proses Pembuatan Es Krim | Sebuah Perjalanan

https://iinparlina.wordpress.com/2011/07/13/proses-pembuatan-es-krim/

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

View all posts by iinparlina » Posted on July 13, 2011, in teknik kimia and tagged es krim, lemak, proses pembuatan, susu. Bookmark the permalink. 16 Comments.

pembuatan, susu. Bookmark the permalink. 16 Comments. auliamadani | December 30, 2011 at 4:40 pm trims

auliamadani | December 30, 2011 at 4:40 pm trims infonya,sangat membantu usaha saya dalam menjalankan counter es krim, kalo ada info petumjuk operasional ICm BJ 188 SB mohon diinfokan juga ,trims salam sukses

noey | May 23, 2012 at 4:09 pm trims infonya

iinparlina | May 24, 2012 at 1:19 am

Proses Pembuatan Es Krim | Sebuah Perjalanan

samasama, semoga bermanfaat ^ ^

https://iinparlina.wordpress.com/2011/07/13/proses-pembuatan-es-krim/

nana | June 19, 2012 at 9:46 am makasih yaa infonya jelas dan bagus banget sangat membantu :)

iinparlina | June 19, 2012 at 10:22 am samasama, senang jika tulisannya bisa membantu

zunaedi | March 25, 2013 at 1:26 pm terima kasih untuk informasinya, sangat bermanfaat. boleh d coba untuk d praktekan ?

iinparlina | March 26, 2013 at 1:43 am mangga. ga ada salahnya diujicoba ^_^

Natha | March 26, 2013 at 4:44 am keren banget….makasih banyak ya

Nia Angjaya | June 3, 2013 at 1:54 pm ini sumber bukunya dari mana ya kak?

iinparlina | June 4, 2013 at 1:39 am dari berbagai sumber dek. kebanyakan pake bahsa inggris, saya rangkum menjadi satu di artikel ini

indahsitompul | October 29, 2013 at 2:52 pm

numpang share ya mba

:) makasih

iinparlina | November 15, 2013 at 1:17 am silahkan moga barakah ^_^

Nurlita Sari | April 11, 2014 at 2:03 am membantu orangorang pangan :D

altho | May 2, 2015 at 4:06 pm saya sedang perlu peta aliran prosesnya neh gimana ya?

iinparlina | June 10, 2015 at 4:01 am dibuat aja dari proses ini, bisa menggunakan word biasa atau kalo mau microsoft Visio

agus | August 5, 2015 at 2:24 pm dimana ya mbk cari bahan pengemulsinya?

Create a free website or blog at WordPress.com. The Mystique Theme.