Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH TUGAS KSK (KOMPONEN SISTEM KONTROL)

ALAT UNTUK MENGETAHUI WARNA MERAH DAN WARNA HIJAU SEBAGAI ALAT BANTU
BAGI PENDERITA BUTA WARNA PARSIAL.
Fatoni Gea Airlangga*, Sumardi**

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk memenuhi


tugas matakuliah KSK (komponen sistem kontrol)
sekaligus juga untuk membuat suatu alat bantu bagi
penderita buta warna parsial . Buta warna sendiri dapat
diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu trikromasi, dikromasi,
dan monokromasi. Buta warna jenis trikomasi adalah
perubahan sensitifitas warna dari satu jenis atau lebih sel
kerucut. Jenis buta warna ini paling sering dialami
dibandingkan jenis buta warna lainnya. Ada tiga macam
trikomasi yaitu Protanomali (yang merupakan kelemahan
warna merah) , Deuteromali (yaitu kelemahan warna
hijau) , Tritanomali (yaitu kelemahan warna biru).
Dalam penilitian alat yang dibuat difokuskan dalam
membantu penderita buta warna parsial yang jenisnya
Protanomali dan Deuteromali . Penilitian ini menggunakan
sistem mikrokontroller dengan mikrokontroller ATMEGA
16 dan menggunakan sensor warna TCS3200 sebagai
pendeteksi warna . Sedangkan untuk penamilan outputnya
menggunakan LCD 16x2 buzzer dan Led sebagai Indikator
oututnya . Sensor warna TCS3200 yang mana dapat
membedakan warna bedarsarkan besar nilai frekuensi
warna itu R G dan B .
Penelitian ini menghasilkan alat bantu bagi penderita
buta warna parsial terutama yang jenisnya Protanomali dan
Deuteromali . Hasil yang dikeluarkan ialah deteksi warna
dapat ditampilkan dalam LCD 16x2.
Kata-kunci : Buta Warna, Protanomali, Deuteromali,
TCS3200 , ATMEGA 16 .

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Banyak penderita buta warna kesulitan
membedakan warna merah dan hijau sehingga
membuat mereka cukup terganggu dalam melakukan
aktivitas sehari-hari terutama dalam aktivitas yang
mana membutuhkan kemampuan untuk membedakan
warna , terutama warna merah dan hijau .Karena hal
itulah dibutuhkan alat yang fleksibel dan mudah untuk
digunakan dalam aktivitas sehari-hari dalam
membedakan warna hijau dan merah .
Selain itu hal lain yang melatarbelakangi
penelitian ini ialah agar dapat memenuhi tugas mata
kuliah Komponen Sistem Kontrol .
1.2 Tujuan dan Manfaat
Dihasilkan alat yang dapat membantu para
penderita buta warna terutama penderita buta warna
Protanomali dan Deuteromali . Selain itu agar dapat
memahami karakteristik sensor warna yang digunakan yaitu
TCS3200.
_______________________________________________
* Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro UNDIP

** Staf Pengajar Jurusan Teknik Elektro UNDIP

1.3 Pembatasan Masalah


1. Hanya membedakan warna merah dan hijau.
2. Data hasilnya berupa nilai R G B dari sensor yang
mana datanya akan dibandingkan dengan
frekuensi warna R G B pada Corel
II.

KAJIAN PUSTAKA

2.1 TCS3200

TCS3200 adalah IC pengkonversi warna


cahaya ke nilai frekuensi. Ada dua komponen
utama pembentuk IC ini, yaitu photodioda dan
pengkonversi arus ke frekuensi. Keluaran dari
sensor ini sendiri berupa output digital yang
berbentuk pulsa pulsa hasil pembacaan warna
RGB. Berikut blog diagram dari TCS 3200 :

Gambar 2.1 block diagram TCS3200


2.2 Buta Warna
Buta warna adalah suatu kelainan yang disebabkan
ketidakmampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap
suatu spektrum warna tertentu yang disebabkan oleh faktor
genetis.
Buta warna merupakan kelainan genetika yang
diturunkan dari orang tua kepada anaknya, kelainan ini
sering juga disebut sex linked, karena kelainan ini dibawa
oleh kromosom X. Artinya kromosom Y tidak membawa
faktor buta warna.
Hal inilah yang membedakan antara penderita buta
warna pada laki-laki dan perempuan. Seorang perempuan
terdapat istilah 'pembawa sifat', hal ini menujukkan ada satu
kromosom X yang membawa sifat buta warna. Perempuan
dengan pembawa sifat, secara fisik tidak mengalami
kelainan buta warna sebagaimana wanita normal pada
umumnya, tetapi wanita dengan pembawa sifat berpotensi
menurunkan faktor buta warna kepada anaknya kelak.
Apabila pada kedua kromosom X mengandung faktor
buta warna maka seorang wanita tersebut menderita buta
warna. Saraf sel pada retina terdiri atas sel batang yang
peka terhadap hitam dan putih, serta sel kerucut yang peka
terhadap warna lainnya. Buta warna terjadi ketika syaraf

2
reseptor cahaya di retina mengalami perubahan, terutama
sel kerucut.
Buta warna sendiri dapat diklasifikasikan menjadi 3
jenis yaitu trikromasi, dikromasi, dan monokromasi. Buta
warna jenis trikomasi adalah perubahan sensitifitas warna
dari satu jenis atau lebih sel kerucut. Jenis buta warna ini
paling sering dialami dibandingkan jenis buta warna
lainnya. Ada tiga macam trikomasi yaitu:
Protanomali yang merupakan kelemahan warna
merah.
Deuteromali yaitu kelemahan warna hijau.

Tritanomali yaitu kelemahan warna biru.

dilakukan pengecekan range (RGB) karena warna yang


dideteksi oleh sensor bukan berupa nilai frekuensi warna
(RGB) yang tetap .

3.2 Penampilan Warna pada LCD


Dalam proses penamolan warna apa yang
dideteksi antara hijau dan merah ke layar LCD ,
dibutuhkan suatu software atau pengkodingan yang
khusus . Yang mana dalam mengkoding dilakukan
algoritma dengan menggunakan if else Jadi
diasumsikan ada 3 kondisi yang mana kondisi pertama
saat warna merah terdeteksi , kondisi kedua saat
warna hijau terdeteksi , dan kondisi akhir atau ketiga
tidak terdeteksi warna merah maupun warna hijau
sehingga bisa dikatakan proses penscaningan warna ,
dan berikut kodingan pada CVAVRnya :
if(Red>160&&Red<200)
{
lcd_clear();
lcd_gotoxy(6,0);
lcd_puts("INI WARNA");
lcd_gotoxy(6,1);
lcd_puts("MERAH");
delay_ms(500);
}
else
if(Green>44&&Green<55);
{
lcd_clear();
lcd_gotoxy(6,0);
lcd_puts("INI WARNA");
lcd_gotoxy(6,1);
lcd_puts("HIJAU");
delay_ms(500);
}
else{
lcd_clear();
lcd_gotoxy(6,0);
lcd_puts("SCANING WARNA");
};
}

Gambar 2.2 Pengelihatan yang dilihat penderita buta


warna
III. PERANCANGAN PROGRAM
Perangkat lunak yang digunakan adalah bahasa C yang
mana di compile dengam software CVAVR. Diagram block
pembuatan program untuk cara kerja alat ditunjukkan pada
Gambar 3.3.
3.1 Pembacan Warna
Warna yang dibaca oleh sensor TCS3200 akan di diolah
oleh sismin dan akan ditampilkan pada LCD 16x2 . Dan
berikut diagram block dari sistem .
IV.

HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian yang dibahas mulai dari data


warna yang dideteksi terutama (RGB) yang mana
nanti akan di cocokan dengan nilai (RGB) pada Corel
Draw.
4.1 Akuisisi Data
Gambar 3.3 Block Diagram alat
Warna yang dibaca dikenali sebagai citra warna
(RGB). Proses pengolahan warna warna lebih sulit
dilakukan karena warna mengandung tiga komponen warna
utama (merah, hijau, biru) yang membutuhkan pengolahan
lebih kompleks, sehingga warna yang dideteksi maka akan

Sebelum menampilkan data yang akan diolah ,


yang mana diolah dengan membandingkan nilai
(RGB) yang di baca oleh sensor dengan nilai (RGB)
pada Corel , alangkah lebih baiknya untuk mengetahui
bentuk alatnya dan berikut ialah tampilan alat
bantunya :

3
Dari corel , maka diperoleh nilai RGB sebagai
berikut :
Tabel 4.2 Data nilai RGB pada Corel
WARNA
R
G
MERAH
255
26
HIJAU
58
255

B
23
37

4.2 Analisa dan Pembahasan

Gambar 4.4 Bentuk alat bantunya


Dari alat diatas kita peroleh nilai atau data RGB dengan
menscan warna merah dan hijau sebagai berikut :

Tabel 4.1 Data nilai RGB yang dideteksi sensor


WARNA
R
G
B
MERAH
150-188
30-45
30-38
HIJAU
30-45
46-55
45-50
Lalu selanjutnya melihat nilai (RGB) pada Corel
draw dan berikut nilai pada corel :

Dari data Tabel 4.1 dan Tabel 4.2 bahwa nilai


data dari tabel 4.1 sangatlah berbeda jauh dari data
pada tabel 4.2 , hal ini dimungkinkan karena posisi
sensor dengan warna yang dideteksi kurang startegis
dan kondisi pencahayaan yang kurang bagus , karena
dilakukan penscanningan secara langsung dengan
kondisi pencahayaan yang seadanya . Tetapi pada data
saat sensor mendeteksi warna hijau data G atau Green
yang dideteksi sensor sangatlah berbeda jauh dengan
data dari corel . Hal ini dimungkinkan jika sensor
sudah tidak presisi karena terjadi kesalahan data .
V.

5.1

PENUTUP
Kesimpulan

1. Warna terdiri dari 3 komponen utama yaitu R


(merah) , G (hijau) dan B (biru)
2. Pada saat mendeteksi warna merah diperoleh nilai
R paling besar dari G dan B yaitu bernilai 150188 dan hal ini sudah sesuai dengan teorinya .
3. Pada saat mendeteksi warna merah diperoleh nilai
B paling besar dari G dan B yaitu bernilai 46-55
dan hal ini sudah sesuai dengan teorinya . Tetapi
range nilai G terlalu kecil hal itu dikarenakan
sudah kurang presisinya sensor .
5.2
Gambar 4.6 warna merah pada corel

Saran

Berikut adalah saran-saran yang berkaitan dengan


penelitian yang telah dilakukan.
1. Dapat diganti Led pada sensor agar sensor leboh
presisi dalam mendeteksi warna
2. Dapat dilakukan pendeteksian warna lainya
seperti kuning , ungu dan lainya .
DAFTAR PUSTAKA

Gambar 4.7 warna hijau pada corel

[1] Muhammad A.N. . 2009, Alat Pendeteksi Warna


Berdasarkan Warna Dasar Penyusun RGB Dengan
Sensor TCS230 Colour Detector Device Based of Basic
Composer RGB by TCS230 Censor, Institut Sains &
Teknologi Akprind, Yogyakarta.
[2] https://id.wikipedia.org/wiki/Buta_warna
[3] Rully M , Antonius W. . 2010, PROTOTIPE ALAT
PEMBANDING WARNA RGB PORTABELBERBASIS
SENSOR WARNA TCS230, Universitas Katolik Widya
Mandala Akprind, Surabaya

BIODATA PENULIS
Fatoni
Gea
Airlangga
(21060112130131) dilahirkan di
Samarinda,
1
Januari
1995.
Mengenyam pendidikan dari TK
hingga SMA di kota Cirebon, Jawa
Barat. Sekarang sedang melanjutkan
studinya di Jurusan Teknik Elektro
Universitas Diponegoro semarang ,
Konsentrasi teknik kontrol dan
automatic.
Email
:
fatoni.airlangga@gmail.com