Anda di halaman 1dari 7

PANDUAN

TRIAGE
RUMAH SAKIT TK. II 04.05.01 dr. SOEDJONO
MAGELANG

April 2014
1. Pengertian
1

Triase adalah suatu konsep pengkajian yang cepat dan terfokus dengan
suatu cara yang memungkinkan pemanfaatan sumber daya manusia, peralatan
serta fasilitas yang paling efisien dengan tujuan untuk memilih atau menggolongkan
semua

pasien

yang

memerlukan

pertolongan

dan

menetapkan

prioritas

penanganannya (Kathleen dkk, 2008)


Triase adalah usaha pemilahan korban sebelum ditangani berdasarkan tingkat
kegawat daruratan trauma atau penyakit dengan mempertimbangkan prioritas
penanganan dan sumber daya yang ada.
Triase adalah suatu system pembagian/ klasifikasi prioritas klien berdasarkan berat
ringannya kondisi klien/ kegawatannya yang memerlukan tindakan segera. Dalam
triase, perawat dan dokter di rumah sakit mempunyai batasan waktu (respon time)
untuk mengkaji keadaan dan memberikan intervensi yaitu < 5 menit.

2. Ruang Lingkup
Triase diberlakukan sistem prioritas, penentuan/ penyeleksian mana yang
harus didahulukan mengenai penanganan yang mengacu pada tingkat ancaman
jiwa yang timbul dengan seleksi pasien berdasarkan :
.a

Ancaman jiwa yang dapat mematikan dalam hitungan menit.

.b

Dapat mati dalam hitungan jam

.c

Trauma ringan

.d

Sudah meninggal

Pada umumnya penilaian pasien dalam triase di rumah sakit dr. Soedjono dapat
dilakukan dengan :
a. Menilai tanda vital dan kondisi umum korban
b. Menilai kebutuhan medis
c. Menilai kemungkinan bertahan hidup
d. Menilai bantuan yang memungkinkan
e. Memprioritaskan penanganan definitive
2

f. Tag warna

3. Penatalaksanaan
Proses dimulai ketika pasien masuk ke pintu UGD rumah sakit dr. Soedjono
Magelang. Perawat harus mulai memperkenalkan diri, kemudia menanyakan riwayat
singkat dan melakukan pengkajian serta pemeriksaan tanda-tanda vital, misalnya
melihat sekilas kea rah pasien yang berada di brankar sebelum mengarahkan ke
ruang perawatan yang tepat.
Pengumpulan data subyektif harus dilakukan dengan cepat, tidak lebih dari 5
menit karena pengkajian ini tidak termasuk pengkajian perawat penanggung jawab
pasien. Perawat dan dokter bertanggung jawab untuk menempatkan pasien di area
pengobatan yang tepat. Tanpa memikirkan dimana pasien pertamakali ditempatkan
setelah triase, setiap pasien tersebut harus dikaji ulang oleh perawat sedikitnya
setiap 30 menit.
Untuk pasien yang dikategorikan sebagai pasien yang mendesak atau gawat
darurat, pengkajian dilakukan setiap 1 menit. Etiap pengkajian ulang harus
didokumentasikan dalam rekam medis. Informasi baru akan mengubah kategorisasi
keakutan dan lokasi pasien di area pengobatan.
Bila kondisi pasien ketika datang sudah tampak tanda-tanda obyektif bahwa
pasien mengalami gangguan pada airway, breathing dan circulation, maka pasien
ditangani dahulu. Pengkajian awal hanya didasarkan atas data obyektif dan data
subyektif sekunder dari pihak keluarga. Setelah keadaan pasien membaik, data
pengkajian kemudian dilengkapi dengan data subyektif yang berasal langsung dari
pasien.
Kategori triase
Kkegawatan pasien berdasarkan skala triase :
a.
Segera - Immediate (Warna Merah)
b.
Tunda - Delayed
(Warna Kuning)
3

c.

Minimal

d.

Expectant

(Warna Hijau)
(Warna Hitam)
Segera - Immediate
Pasien mengalami cedera mengancam kiwa
yang kemungkinan besar dapat hidup bila
ditolong segera.

Tunda - Delayed
Pasien memerlukan tindakan definitive tetapi
tidak ada ancaman jiwa segera.

Minimal
Pasien mendapat edera minimal, dapat berjalan
dan

menolong

diri

sendiri

atau

mencari

pertolongan.

Expectant
Pasien mengalami cedera mematikan dan akan
meninggal meskipun mendapat pertolongan.

Alur proses triase


a.

Pasien datang diterima petugas UGD rumah sakit dr. Soedjono

b.

Di ruang triase dilakukan anamneses dan pemeriksaan singkat dan cepat


(selintas) untuk menentukan derajat kegawatannya oleh perawat.

c.

Bila jumlah penderita/ korban yang ada lebih dari 50 orang, maka triase dapat
dilakukan di luar ruang triase (di depan UGD)

d.

Penderita dibedakan menurut kegawatannya dan mendapatkan prioritas


pelayanan dengan urutan warna merah, kuning, hijau, hitam
4

1)

Pasien kategori triage merah dapat langsung diberikan pengobatan di ruang


tindakan UGD. Tetapi bila memerlukan tindakan medis lebih lanjut pasien
dapat dipindahkan ke kamar operasi atau dirujuk ke rumah sakit lain.

2)

Pasien kategori triage kuning yang memerlukan tindakan medis lebih lanjut
dapat dipindahkan ke ruang observasi dan menunggu giliran setelah pasien
kategori triage merah selesai ditangani.

3)

Pasien kategori triage hijau dapat dipindahkan ke rawat jalan a tau bila

memungkinkan dapat dipulangkan.


4)

Pasien kategori triage hitam jika sudah dinyatakan meninggal maka


dipindahkan ke kamar jenazah.

Denah triase

4.

Dokumentasi
Dokumentasi yang dijadikan bukti bahwa petugas sudah melakukan

pemantauan dengan tepat dan mengkomunikasikan perkembangan kepada tim


kesehatan.
Pada tahap pengkajian, pada proses triase yang mencakup dokumentasi :
a.

Waktu dan datangnya pasien

b.

Keluhan utama

c.

Pengkodean prioritas atau keakutan perawatan

d.

Penentuan pemberi perawatan kesehatan yang tepat

e.

Penempatan di area penanganan yang tepat

f.

Permulaan intervensi.

Petugas UGD harus mengevaluasi secara kontinu perawatan pasien berdasarkan


hasil yang dapat diobservasi untuk penentuan perkembangan pasien ke arah hasil
dan tujuan serta harus mendokumentasikan respon pasien terhadap intervensi
pengobatan dan perkembangannya.
Proses dokumentasi triase menggunakan :
-

Form RM.RD

Form perkembangan terintegrasi.