Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

PEMANFAATAN JAMBU BIJI SEBAGAI OBAT HERBAL

Disusun Oleh
Nama

: Muhammad Ridwan

NIM

: 08061281419044

Dosen Pembimbing

: Dra. Sri Utami, M.Hum

MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN


PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SRIWJAYA
2015

Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat limpahan rahmat dan
karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah
ini berisi pembahasan dengan mengambil judul Pemanfaatan Tumbuhan Jambu
Biji Sebagai Obat Herbal.
Makalah ini dibuat dengan beberapa sumber teori yang mendukung, yang
dirasa penulis selaras dengan apa yang akan dibahas. Maka, saya sebagai penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini baik secara langsung ataupun tidak.
Saya sepenuhnya sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca
sangat diharapkan untuk penyempurnaan karya-karya saya selanjutnya. Semoga
makalah ini dapat memberikan manfaat bagi bagi para pembaca.

Inderalaya, Mei 2015

Penulis

Daftar Isi
Halaman Judul
Kata Pengantar.......................................................................................................i
Daftar Isi................................................................................................................ii
BAB I : Pendahuluan
1.1 Latar Belakang..................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.............................................................................................2
1.3 Tujuan................................................................................................................3
1.4 Manfaat..............................................................................................................3
BAB II : Pembahasan
Jambu biji, kandungan kimia dan pemanfaatannya bagi kesehatan ......... 4
BAB III : Penutup
3.1 Kesimpulan......................................................................................................11
3.2 Saran................................................................................................................11
Daftar Pustaka

Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Indonesia kaya akan sumber bahan obat tradisional yang telah digunakan
oleh sebagian besar rakyat Indonesia secara turun temurun. Keuntungan
penggunaan obat tradisional adalah antara lain karena bahan bakunya mudah
diperoleh dan harganya murah. Delapan puluh persen penduduk Indonesia
hidup di pedesaan, di antaranya sukar dijangkau oleh obat modern dan tenaga
medis karena masalah distribusi, komunikasi dan transportasi. Disamping itu
daya beli yang relatif rendah menyebabkan masyarakat pedesaan kurang
mampu mengeluarkan biaya untuk pengobatan modern, sehingga masyarakat
cenderung

memilih

pengobatan

secara

tradisional.

Obat

tradisional

mempunyai makna yang sangat penting karena di samping ketidakmampuan


masyarakat untuk memperoleh obat-obat modern, juga karena obat tradisional
adalah obat bebas yang dapat diperoleh tanpa resep dokter.
Menurut Ratna (1994) di Indonesia, tanaman obat terdapat dalam jumlah
berlimpah baik jumlah maupun jenisnya. Kemampuan antimikroba minyak
essensial tanaman obat dan rempah seringkali lebih tinggi dibandingkan bahan
pengawet kimia. Selain itu, satu ekstrak tanaman dapat mengandung satu
macam atau lebih senyawa antimikroba. Komponen aktif yang berperan
sebagai obat adalah zat-zat kimia yang terkandung di dalam ramuan obat
tersebut. Secara kemoterapi, komponen-komponen tersebut antara lain dapat
berperan sebagai absorben, astringen, spasmolitik, anti bakteri, suportif dan
sebagainya (Pudjarwoto, 1992).
Salah satu tanaman obat yang berkhasiat sebagai obat tradisional yang
sering digunakan oleh masyarakat adalah tanaman jambu biji (Psidium
guajava L.). Telah diketahui oleh masyarakat umum bahwa ekstrak daun
jambu biji memiliki khasiat sebagi anti diare. Jambu biji (Psidium guajava L.)
memiliki varietas antara lain berdaging-buah warna putih dan berdaging-buah
warna merah (Adnyana, 2004).

Potensi jambu biji di Indonesia untuk dijadikan obat alternatif terhadap


berbagai penyakit sangat besar. Hal ini disebabkan karena jambu biji mudah
ditemukan di Indonesia, dan harganya relatif terjangkau. Bukan hanya
buahnya, ekstrak atau rebusan daun jambu buji pun terbukti mampu
menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 50%,
Shigella dysenteriae pada konsentrasi 30%, Shigella flexineri pada konsentrasi
40%, dan Salmonella typhi pada konsentrasi 40% (Adnyana, 2004).
Menurut Lutterodt (1999) air rebusan dari akar, daun atau bagian dari
tanaman jambu biji telah digunakan sebagai terapi anti diare di berbagai
sistem obat-obatan tradisional di negara-negara tropis. Viera (2001) melalui
penelitiannya telah membuktikan bahwa ekstrak daun jambu biji dalam etanol
dengan konsentrasi 20% dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab
diare yaitu Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pada konsentrasi
ekstrak daun jambu biji 2% mampu menghambat pertumbuhan 10 jenis
bakteri penyebab diare seperti: Salmonella sp. , Salmonella paratyphi A,
Salmonella paratyphi B, Salmonella typhimurium, Shigella sp. , Shigella
dysenteriae, Shigella flexineri, Vibrio cholera, Stapylococcus sp. dan Shigella
sonnei.
Komponen aktif dalam daun jambu biji yang diduga memberikan khasiat
itu adalah zat tannin yang cukup tinggi. Selain itu, daunnya mengandung
fenolik fitokimia yang jumlahnya berlebihan yang dapat menghambat
peroksidasi dalam tubuh yang diharapkan mampu mencegah bermacam
penyakit kronis sekalipun.
1.2 Rumusan Masalah
1. Manfaat kesehatan apa saja yang dapat didapatkan dari jambu biji ?
2. Apa saja yang terkandung di dalam jambu biji sehingga dapat
dimanfaatkan sebagai salah satu obat herbal ?
3. Bagaimana cara pemanfaatan jambu biji sebagai salah satu obat herbal
dalam keseharian masyarakat ?

1.3 Tujuan Penulisan


Makalah ini bertujuan untuk mengetahui secara rinci bagaimana kandungan
yang terdapat di dalam jambu biji (Psidium guajava L.) sehingga banyak
dimanfaatkan sebagai obat herbal.
1.4 Manfaat
Pembaca dapat memperoleh informasi mengenai kandungan yang terdapat
dalam jambu biji (Psidium guajava L.), sehingga jambu biji banyak
dimanfaatkan sebagai obat herbal.

Bab II
Pembahasan
Jambu biji yang memiliki bahasa ilmiah Psidium guajava L. adalah pohon
yang lumrah ditemukan disekitar lingkungan. Pohon jambu biji sering tumbuh liar
dan dapat ditemukan pada ketinggian 1 m sampai 1.200 m dari permukaan laut
(Dalimartha, 2001). Tanaman jambu biji sering disebut jambu batu. Beberapa
nama daerah untuk tanaman tersebut antara lain glima breuen, glimeu beru,
galiman, masiambu, jambu biawas (Sumatra) dan kayawase, kayawusu, lainehatu,
lutuhatu dan gayawa (Maluku) (Wijayakusuma, 1994).
Tanaman jambu biji (Psidium guajava) merupakan tanaman yang berasal dari
Amerika tropis, banyak ditanam sebagai tanaman buah-buahan yang tumbuh pada
ketinggian 1-1.200 m diatas permukaan laut dan merupakan tanaman perdu atau
pohon kecil, tinggi tanaman umumnya 3-10 m. Kulit batangnya licin, terkelupas
dalam potongan. Ruas tangkai teratas segi empat tajam. Daun muda berbulu abuabu, daun bertangkai pendek dan bulat memanjang. Bunga terletak di ketiak daun.
Tabung kelopak bunga berbentuk lonceng atau bentuk corong, panjang 0,5
cm;pinggiran tidak rontok, panjang 1cm. Daun mahkota bulat telur terbalik,
panjang 1,5-2 cm, putih segera rontok. Benang sari pada tonjolan dasar bunga
yang berbulu, putih, pipih & lebar seperti halnya tangkai putik berwarna seperti
mentega. Bakal buah tenggelam beruang 4-5. Buah buni bundar dan berbentuk pir.
Bagian tanaman jambu biji yang paling sering dimanfaatkan sebagai obat
adalah daun dan buah. Daun dan buah masing-masing memiliki kandungan
senyawa aktif yang berguna dalam dunia pengobatan. Daun jambu biji Menurut
Kartasapoetra (1996) mengandung zat-zat penyamak (psiditanin) sekitar 9 %,
minyak atsiri berwarna kehijauan yang mengandung eugenol 0,4 %, minyak
lemak 6 %, damat 3 % dan garam mineral.
Psiditanin adalah tanin yang terdapat di dalam daun jambu biji. Tanin adalah
kumpulan senyawa organik amorf, bersifat asam, berasa cepat, mengendapkan
alkaloid dan glukosida dari lautan digunakan sebagai penyamak dan untuk
membuat tinta dari besi atau tanin juga kumpulan senyawa yang mengandung
fenol dan dapat mengendapkan protein. Minyak atsiri adalah minyak yang
menguap yang ditemukan pada tumbuhan aromatik yang terdiri atas campuran

dua atau lebih terpena tau campuran oleopten dengan stearopten (essentia oil) dan
minyak lemak adalah campuran atas lemak dan esterriya (triglirserda) atau fatty
oil minyak tanaman dan hewan yang tidak menguap.
Menurut Nana Wildiana (2002) mengatakan jambu biji mempunyai zat
kimia yang sebagai zat aktif adalah flavonoid, alkaloid, tanin, pektin, minyak
atsiri, dan tanin. Ia menyatakan bahwa zat aktif dalam daun jambu biji yang dapat
mengobati diare adalah tanin. Makin halus serbuk daunnya, makin tinggi
kandungan taninnya. Hal ini didukung oleh beberapa penelitian sebelumnya yang
menunjukkan penelitian invitro terhadap kontraksi usus dengan menggunakan
usus marmut membuktikan rebusan daun jambu biji konsentrasi 5 %, 10 % dan 20
% dapat mengurangi kontraksi usus halus. Sedangkan penelitian terhadap
kemampuan rebusan daun jambu biji dalam menghambat pertumbuhan bakteri
Escherichia coli dan staphylococcus aureus menunjukkan kadar terendah 2 %
dapat menghambat Escherichia coli.
Diantara berbagai jenis buah, jambu biji mengandung vitamin C yang paling
tinggi dan cukup mengandung vitamin A. Dibanding buah-buahan lainnya seperti
jeruk manis yang mempunyai kandungan vitamin C 49 mg/100 gram bahan,
kandungan vitamin C jambu biji 2 kali lipat. Vitamin C ini sangat baik sebagai
zat antioksidan. Sebagian besar vitamin C jambu biji terkonsentrasi pada kulit
dan daging bagian luarnya yang lunak dan tebal. Kandungan vitamin C jambu biji
mencapai puncaknya menjelang matang. Selain pemasok andal vitamin C, jambu
biji juga kaya serat, khususnya pectin (serat larut air), yang dapat digunakan untuk
bahan pembuat gel atau jeli. Manfaat pektin lainnya adalah menurunkan kolesterol
yaitu mengikat kolesterol dan asam empedu dalam tubuh dan membantu
pengeluarannya. Penelitian yang dilakukan Singh Medical Hospital and Research
center Morrabad, India menunjukkan jambu biji dapat menurunkan kadar
kolesterol total dan trigliserida darah serta tekanan darah penderita hipertensi
essensial.
Kandungan gizi dalam 100 gram jambu biji disajikan pada tabel
Kandungan
Energi
Protein
Lemak
Karbohidrat
Kalsium
Fosfor
Besi

Jumlah
49,00 kal
0,90 gr
0,30 gr
12,20 gr
14,00 mg
28,00 mg
1,10 mg

Kandungan
Vitamin A
Vitamin B1
Vitamin B2
Vitamin C
Niacin
Serat
Air

Jumlah
25 SI
0,05 mg
0,04 mg
87,00 mg
1,10 mg
5,60 gr
86 gram

Bagian yg dapat dimakan 82 %


Daun dan buah menjadi dua bagian utama yang pemanfaatannya sudah sering
dilakukan. Pemanfaatan daun jambu biji dalam pengobatan herbal antara lain :
1. Mengatasi diare
Teh daun jambu dapat membantu untuk menghambat berbagai bakteri
penyebab diare. Bagi penderita diare, meminum teh ini kemungkinan akan
mengalami tinja yang lebih sedikit, nyeri perut berkurang, tinja tidak encer dan
pemulihan yang lebih cepat. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Revista do
Instituto de Medicina Tropical de So Paulo pada tahun 2008 menemukan bahwa
ekstrak jambu biji-daun menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus
aureus, yang merupakan penyebab umum diare.
Para peneliti juga menemukan bahwa ekstrak daun jambu biji efektif
membunuh jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi diare. Beberapa studi
klinis kecil mendukung manfaat ini dari daun jambu biji, termasuk salah satu yang
diterbitkan pada tahun 2000 dalam Chinese Journal of Integrated Traditional and
Western Medicine di mana subyek yang diberi ekstrak daun jambu biji menjadi
pulih lebih cepat dari infeksi diare daripada mereka yang tidak diberi ekstrak,
tetapi percobaan yang lebih besar masih diperlukan untuk mengkonfirmasi
manfaat ini.
2. Mengontrol kolesterol
Minum teh daun jambu dapat menyebabkan perubahan yang bermanfaat bagi
kadar kolesterol dan trigliserida. Dalam sebuah penelitian, peserta yang minum
teh daun jambu biji memiliki total kadar kolesterol yang rendah setelah delapan,
menurut sebuah artikel yang diterbitkan dalam Nutrisi & Metabolisme pada
bulan Februari 2010. Percobaan lain telah menunjukkan manfaat yang sama,
dengan studi panjang mulai dari empat minggu sampai 12 minggu dan dosis mulai
0,4-1 kilogram per hari.
3. Mengatasi diabetes
Beberapa flavonoid dan senyawa lain dalam daun jambu biji dapat membantu
menjaga gula darah tetap rendah, setelah memakan makanan yang tinggi
karbohidrat. Review pada

Nutrition and Metabolism merangkum temuan

laboratorium dari beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa daun jambu biji

menghambat beberapa enzim yang berbeda, dengan mengkonversi karbohidrat


dalam saluran pencernaan menjadi glukosa, yang berpotensi memperlambat
penyerapan ke dalam darah.
Beberapa uji klinis yang dilakukan di Jepang yang mendukung kemungkinan
kandungan anti diabetes jambu biji. Laporan ini menunjukkan bahwa minum teh
secara teratur membantu glukosa darah menjadi lebih rendah pada subyek dengan
diabetes tipe dua, dibandingkan dengan subyek yang sama namun tidak
mengkonsumsi teh.
4. Memengaruhi kardiovaskuler
Teh daun jambu biji juga dapat berkhasiat bagi kesehatan jantung dan sistem
peredaran darah, menurut penelitian laboratorium dan beberapa penelitian kecil
klinis. Senyawa dalam daun jamnu biji dapat membantu mengurangi tekanan
darah dan detak jantung, menurut sebuah studi laboratorium yang diterbitkan pada
tahun 2005 dalam Methods and Findings in Experimental and Clinical
Pharmacology. Penelitian ini menemukan bahwa hewan yang telah memakan
ekstrak daun jambu biji, telah mengurangi tekanan darah dan denyut jantung.
5. Mengobati Jerawat dan Bintik Hitam
Daun jambu biji efektif untuk menghilangkan jerawat dan bintik-bintik hitam
pada kulit. Hal ini karena daun jambu biji mengandung antiseptik yang dapat
membunuh bakteri yang menyebabkan jerawat. Tumbuk beberapa daun jambu biji
dan terapkan pada jerawat dan bintik-bintik gelap. Bilas dengan air setelah
beberapa waktu dan lakukan secara teratur.
6. Anti penuaan
Daun jambu biji mengandung antioksidan yang menghancurkan radikal bebas
yang merusak kulit, sehingga akan melindungi kulit dari penuaan, serta
meningkatkan warna kulit dan tekstur. Rebusan daun jambu biji matang dapat
diterapkan pada kulit untuk mengencangkan kulit.
7. Meredakan gatal

Gatal kulit dapat menyebabkan masalah serius jika tidak segera diobati. Daun
jambu biji merupakan obat instan untuk menyingkirkan gatal karena mengandung
alergi memblokir senyawa.
8. Mengobati rambut rontok
Untuk menghentikan rambut rontok, rebus segenggam daun jambu biji dalam
satu liter air selama sekitar 20 menit. Setelah di dinginkan, terapkan pada kulit
kepala, sambil di pijat.
Bagian tanaman jambu biji yang pada umumnya dimanfaatkan selain daun
adalah buahnya. Bagian utama dari tanaman ini kaya akan mineral alami yang
berguna bagi kesehatan tubuh. Buah jambu biji memiliki manfaat kesehatan,
antara lain :
1. Mencegah kanker
Jambu biji mengandung antioksidan pelawan kanker, likopen. Likopen dalam
jambu biji lebih mudah diserap tubuh dibanding yang berasal dari tomat karena
perbedaan dalam struktur selnya. Semua jenis jambu biji mengandung antioksidan
yang tinggi, terutama pada jambu biji berdaging merah.

2. Menurunkan hipertensi
Jambu biji adalah buah yang sebaiknya rutin dikonsumsi jika ingin menghindar
dari serangan jantung. Buah ini menjadi hipoglikemik di alam dan kaya akan serat
yang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Selain
itu, jambu biji berukuran sedang bisa mencukupi 20 persen kebutuhan harian
tubuh akan potasium. Penelitian juga menunjukkan rutin mengonsumsi potasium
bisa menurunkan tekanan darah.

3. Mengobati diare
Tanaman jambu biji memiliki astringen, zat kimia yang akan menyusutkan
jaringan tubuh. Ini sebabnya gusi akan terasa lebih keras dan segar setelah kita
mengunyah jambu biji. Selain itu daun jambu biji juga mengandung zat
antibakteri sehingga bisa mencegah pertumbuhan bakteri saat terkena diare atau

disentri. Pembunuh bakteri lain dalam buah ini adalah karetinoid, vitamin C dan
potasium.

4. Batuk dan flu


Daun jambu biji yang dimakan mentah atau buah yang masih mentah yang
dibuat jus dipercaya secara turun temurun sebagai obat mengatasi batuk dan flu.
Ramuan ini bekerja dengan cara mengurangi pembentukan lendir serta membuat
saluran pernapasan bebas infeksi. Buah jambu biji juga kaya akan vitamin C dan
zat besi yang efektif untuk menghambat infeksi virus flu.

5. Merawat kulit
Kandungan astringet dalam jambu biji akan meningkatkan tekstur kulit dan
mengencangkan kulit yang mulai kendur. Bukan hanya itu jambu biji juga
mengandung vitamin A, C dan potasium yang memiliki fungsi sebagai
antioksidan. Nutrisi ini akan membantu proses detoksifikasi dan menjaga kulit
tetap sehat serta bebas keriput.
6. Mencegah sembelit
Kandungan serat yang tinggi dalam jambu biji efektif untuk mencegah sembelit
atau konstipasi. Buah jambu biji ukuran sedang mengandung 36 persen kebutuhan
serat yang disarankan. Selain itu biji buah ini juga menjadi laksatif yang ampuh
yang berfungsi untuk membantu membersihkan sistem pembuangan usus.
7. Menurunkan berat badan
Buah ini memiliki komponen yang diperlukan untuk menurunkan berat badan,
misalnya serat, protein dan vitamin. Buah ini juga membuat perut terasa lebih
kenyang. Jambu biji berukuran sedang yang diasup saat makan siang sudah cukup
untuk mengganjal perut sampai makan malam.
8. Sariawan perut
Vitamin C yang terkandung dalam jambu biji empat kali lebih tinggi dibanding
dengan vitamin C yang terdapat dalam jeruk. Selain itu, buah ini juga menjadi
obat yang ampuh untuk sariawan, penyakit yang ditandai dengan gusi bengkak
dan berdarah.
9. Merawat gigi

Konsumsi jus jambu biji untuk merawat gusi, mengatasi gusi bengkak dan
berdarah.

10. Diabetes Melitus


Jambu biji yang telah direbus dan diambil airnya untuk diminum dipercaya
dapat mengobati Diabetes Melitus
Namun, berbagai studi yang menunjukkan manfaat daun jambu biji masih
membutuhkan lebih banyak bukti untuk membenarkan efek menguntungkan
tersebut. Terbatasnya informasi yang memaparkan efek samping membuat
kemungkinan adanya efek samping yang dihasilkan dari konsumsi jambu biji atau
pemanfaatannya dapat memengaruhi organ lain. Hingga saat ini, penelitian dan
inovasi terus dilakukan agak jambu biji dapat terus berkembang dalam
pemanfaatannya di dunia kesehatan.

Bab III
Penutup
3.1.

Kesimpulan
Tanaman jambu biji merupakan salah satu komoditas penting yang memiliki
banyak manfaat dalam pengobatan herbal. Bagian yang utamanya
dimanfaatkan dari tanaman ini adalah daun dan buah, meskipun bagian lain
seperti ranting juga terkadang dimanfaatkan. Banyak penelitian telah
dilakukan untuk menganalisis kandungan mineral dan manfaatnya bagi
kesehatan tubuh. Hingga saat ini, kepopuleran jambu biji dalam
penggunaannya sebagai obat herbal sangat mudah dijumpai, terlebih karena
jambu biji merupakan tumbuhan yang mudah didapat dan murah.

3.2.

Saran
Tumbuhan jambu biji sangat mudah didapatkan atau dibiakkan di lingkungan
sekitar. Jambu biji juga tergolong murah. Jika kita melihat manfaat yang kaya
dari tumbuhan ini, maka jambu biji layak direkomendasikan sebagai obat
herbal yang cocok untuk daerah tropis seperti di Indonesia.

Daftar Pustaka
Adnyana. I. K, dkk. (2004). Efek Ekstrak Daun Jambu Biji Daging Buah Putih
Dan Jambu Biji Daging Buah Merah Sebagai Antidiare. Acta Pharmaceutica
Indonesia. Vol XXIX. No. 1. Hal. 18-20
Dalimarta,S.1999. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jilid I. Jakarta : PT.Pustaka
Pembangunan Swadaya Nusantara
Kartasapoetra, G. 1996. Budidaya tanaman berkhasiat obat : meningkatkan
apotik hidup & pendapatan paara keluarga petani & PKK. Jakarta : Rineka
Cipta
Lutterodt, G.D., Ismail, A., Basheer, R.H., and Baharudin, H.M., 1999,
Antimicrobial effects of Psidium guajava extract as one mechanism of its
antidiarrhoeal action, Jurnal Kesehatan Malaysia., 6(2), 17-20
Pudjarwoto, T., Simanjuntak, C, H; Nur Indah P. 1992. Daya Antimikroba Obat
Tradisional Diare Terhadap Beberapa Jenis Bakteri Enteropatogen. Cermin
Kedokteran 76(1): 45-47

Vieira, R.H.S.F., Rodrigues, D.P., Goncalves, F.A., Menezes, F.G.R., Aragao, J.S.,
and Sousa O.V. 2001. Microbicidal effect of medicinal plant extracts
(Psidium guajava Linn. and Carica papaya Linn.) upon bacteria isolated
from fish muscle and known to induce diarrhea in children, Rev. Inst. Med.
Trop. S. Paulo, 43(3), 145-148
Wijayakusuma, H.M. 1992. Tanaman berkhasiat obat di Indonesia . Jilid I.
Jakarta: Pustaka Kartini.