Anda di halaman 1dari 6

Tablet hisap (lozenges, trochisi, pastiles)

Sediaan padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat, umumnya dengan bahan dasar
beraroma dan manis, yang membuat tablet melarut atau hancur perlahanlahan dalam mulut.
Tablet yang mengandung zat aktif dan zat-zat penawar rasa dan bau, dimaksudkan untuk
disolusi lambat dalam mulut untuk tujuan lokal pada selaput lendir mulut. Tablet ini dibuat
dengan cara tuang disebut pastilles atau dengan cara kempa tablet menggunakan bahan dasar
gula disebut trochisi. Umumnya mengandung antibiotic, antiseptic, adstringensia.
https://nuniksites.wordpress.com/2014/01/28/makalah-tablet-dunia-farmasi/

Metode Pembuatan Tablet Hisap


1. Hard candy lozenges
Pembuatan tablet hisap hampir sama dengan tablet biasa. Dalam pembuatannya
dibutuhkan tekanan tinggi dan bahan pengikat yang lebih banyak. Tablet hisap jenis ini
dibentuk dengan jalan peleburan atau molded. Bahan-bahan tablet yang akan dibentuk
dipanaskan dan mencair seperti sirup gula yang padat. Cairan bahan penyusun tablet
dibiarkan sampai mengeras kemudian dipotong dengan ukuran dan ketebalan yang pas.
Tablet hisap diharapkan dapat melarut perlahan dalam mulut sehingga kekerasan tablet
ini harus lebih besar dari tablet biasa.
2. Compressed tablet lozenges
Proses pembuatan untuk tablet hisap jenis ini sama seperti pembuatan tablet biasa
yaitu dibuat dengan metode granulasi basah, granulasi kering dan cetak langsung.
a) Granulasi basah (wet granulation)
Metode ini merupakan suatu proses untuk mengubah serbuk halus menjadi bentuk
granul, dengan cara menambahkan larutan bahan pengikat yang sesuai. Dalam metode
ini, bahan obat dan bahan tambahan dibuat granul dengan larutan bahan pengikat.
Granul yang dihasilkan setelah kering ditambah bahan pelicin atau tanpa bahan
penghancur, untuk selanjutnya dikempa menjadi tablet (Sadik, 1984). Metode
granulasi basah merupakan metode yang banyak digunakan dalam industri farmasi
untukmemproduksi tablet kompresi (Parrott, 1971).
Keuntungan granulasi basah menurut Sheth dkk (1980) :

1. Meningkatkan kohesifitas dan kompresibilitas serbuk, sehingga granul yang


dihasilkan dapat dibuat tablet dengan jalan mengempa sejumlah granul pada
tekanan kompresi tertentu, mempunyai penampilan bagus, cukup keras dan tidak
rapuh.
2. Zat aktif yang kompaktibilitas yang rendah, bila dibuat dengan metode ini tidak
memerlukan banyak bahan penolong yang dapat menyebabkan bobot tablet
menjadi lebih besar.
3. Mencegah terjadinya segregasi komponen penyusun tablet yang telah homogen
selama proses pencampuran.
4. Zat yang bersifat hidrofob, dapat memperbaiki kecepatan pelarutan obat dengan
cara menambahkan cairan pelarut yang cocok pada bahan pengikat
5. Meratakan pendistribusian warna pada tablet berwarna
b) Granulasi kering (dry granulation)
Bila zat berkhasiat dapat rusak apabila terkena air atau tidak tahan pamanasan dibuat
dengan proses pengeringan. Pada metode ini, granul dibentuk oleh penambahan
pengikat kering ke dalam campuran serbuk obat tetapi dengan cara memadatkan
massa yang jumlahnya besar dari campuran serbuk, dan setelah itu memecahkannya
dan menjadikan pecahan-pecahan ke dalam granul atau yang lebih kecil, penambahan
bahan pelicin dan penghancur dicetak menjadi tablet (Ansel,1989).
c) Metode cetak langsung (direct compression)
Metode cetak langsung dapat diartikan sebagai pembuatan tablet dari bahan-bahan
yang berbentuk kristal atau serbuk tanpa mengubah karakter fisiknya. Setelah bahan
dicampur langsung ditablet dengan ukuran tertentu (Fudholi, 1983). Pembuatan tablet
dengan metode cetak langsung, khususnya untuk bahan kimia yang mempunyai sifat
mudah mengalir sebagaimana juga sifat-sifat kohesifnya yang memungkinkan untuk
langsung dikompresi dalam mesin tablet tanpa memerlukan granulasi basah atau
granulasi kering (Parrott, 1971).
http://sawittoku.blogspot.co.id/2013/03/metode-pembuatan-tablet-hisap.html

Contoh Tablet Hisap

1. Degirol (Darya-Varia Laboratoria)

Tiap tablet hisap mengandung Dequalinium chloride 0,25 mg (1,1-Decamethylenebis-(4aminoquinaldinum chloride). Bahan aktif ini merupakan suatu bahan antibakteri dan
antijamur yang efektif untuk membunuh berbagai bakteri gram positif dan negatif, Borelia
vincenti, Candida albicans dan bakteri yang resisten terhadap antibiotika. Tablet hisap
DEGIROL untuk sakit tenggorokan serta mencegah infeksi pada selaput lendir mulut.
Dengan rasa jeruk sitrun dapat diberikan baik kepada anak-anak maupun dewasa.
Indikasi: sakit tenggorokan; peradangan pada rongga mulut dan tenggorokan seperti
gingivitis, periodontis, pharyngitis, laringytis dan angina; infeksi selaput lendir mulut
seperti stomatitis.
Obat ini dikontraindikasikan bagi penderita yang hipersenstif terhadap dequalinium
klorida. Juga, hindari pemakaian jangka panjang dan berulang-ulang.
Aturan pakai: satu tablet dibiarkan melarut perlahan-lahan di dalam mulut. Ulangi setiap
3-4 jam, atau sesuai dengan petunjuk dokter. Dan ingat, jangan melebihi 8 tablet sehari.
2. SP Troches (Meiji Indonesia)
Sama-sama berisi dequalinium klorida 0,25 mg (antiseptik mulut dan tenggorokan).
Bedanya dengan Degirol ada di varian rasa. Kalau Degirol rasanya cuma jeruk sitrun
dengan kemasan warna kuning, SP Troches ada rasa melon, strawberry, dan kopi.
Pemakaian sama dengan Degirol, di emut di dalam mulut sampai habis. Lalu harganya
gimana? Kalo degirol dikemas dalam strip 4 biji harganya Rp 2400 jadi per tablet kenanya
Rp 600. Sedangkan SP Troches Rp 9000/strip 12 biji. Jadi per biji kenanya Rp 750. Yah,
beda-beda tipislah. Sekarang mungkin pilihannya ada pada rasa dan kemasan per
blisternya saja.
3. FG Troches (Meiji Indonesia)

Isinya antibiotik yaitu Fradiomisin dan Gramisidin. Wah antibiotik, bisa lebih ketat donk
pemakaiannya? Ya emang, tapi lebih manjur. Lagian kedua antibiotik buat bakteri-bakteri
lokal kok, jadi gak bahaya-bahaya amat. Mekanisme kerjanya lokal, bukan sistemik. Jadi
dibiarkan kontak yang sering antara obat dengan tempat infeksi dimana bakteri
bersarang. Jadi di emut, seperti ngemut permen.
Bentuk: sublingual tablet (kayak permen polo)
Indikasi: Gingivitis (radang gusi), stomatitis (radang rongga mulut), pharyngitis (radang
faring/tekak), bronchitis (radang bronkhus/cabang tenggorok), tonsillitis (radang
tonsil/amandel), Vincents angina (radang selaput lendir mulut dengan tukak berselaput),
pharyngeal diphtheria, periodontitis of wisdom tooth (periodontitis geraham bungsu).
Dosis: 1 atau 2 troches, sedangkan untuk anak-anak 1 troches. Bisa dipakai 4-5 kali sehari.
Pemberian: Troches harus diemut dalam mulut atau di bawah lidah.
Kontraindikasi: jangan diberikan kepada pasien yang mempunyai riwayat reaksi
hipersensitivitas pada komponen obat. Atau pasien yang mempunyai riwayat reaksi
hipersensitivitas terhadap aminoglikosida seperti streptomsin, kanamisin, gentamisin,
fradiomisin dan basitrasin.
Famakologi:
Fradiomisin dan gramisidin adalah antibiotik yang berakasi sebagai bakterisida
(membunuh bakteri), aktif pada terhadap Staphylococci.
Perhatian dan peringatan:

1.

Sebelum menggunakan produk ini, sebagai aturannya, cek dulu sensitivitas bakteri
untuk mencegah perkembangan resistensi bakteri. Periode pemberian harus dihindari
pada persyaratan minimum (Before use of this product, as a rule, confirm bacterial
sensitivity to prevent development of resistant bacteria. The period of administration
should be restricted to within the minimum requirement).

2.

Jangan berikan troches lebih dari 1 minggu (Do not administer the troches for more
than a week).

3.

Jangan dilanjutkan pengobatan jika terjadi reaksi hipersensitivitas (Discontinue


treatment upon the onset of hypersensitivity reaction).

4.

Penggunaan pada usia lanjut (Use in ederly). The product should be administered
carefully to elderly patients, since adverse reactions such as avitaminosis are likely to
occur.

Reaksi yang tidak diinginkan :


Black hairy tongue, oral mucosal redness, glossitis may infrequently occur. Rarely,
symptoms of vitamin K deficiency, such as protrombinemia and bleeding tendency and of
vitamin B deficiency, such as glossitis, stomatitis, anorexia and neuritis, may occur. These
symptoms are likely to occur in poorly nourished, aged or emaciated patients.
Simpan pada tempat yang dingin dan kering (15 30 derajat Celsius).
4. Strepsils (Reckitt Benckisser Healthcare Mfg., Thailand)
Berbeda dengan yang lain yang merupakan kategori obat, yang satu ini merupakan
permen/kembang gula. Strepsils mengandung zat yang dapat membantu melegakan mulut
dan tenggorokan. Dapat digunakan oleh anak-anak maupun dewasa. Satu butir Strepsils
dibiarkan melarut perlahan-lahan dalam mulut. Namun, perlu diperhatikan juga pada anakanak bisa menyebabkan tersedak.

Komposisi Strepsils yaitu 2,4-diklorobenzyl alkohol (dibenzal) 1,2 mg, amylmetakresol


0,6 mg, minyak pepermint, minyak terpeneless lemon, asam tartrat, sukrosa, glukosa cair,
madu. Kok bisa berwarna kuning mas? Iya soalnya mengandung pewarna Quinolin (Cl
47005) dan air. Tenang, ini pewarna yang aman kok.
Bagaimana untuk ibu hamil? Sebenarnya ibu hamil dihindarkan dari berbagai macam
konsumsi obat. Namun jika kondisi sangat memerlukan obat sakit tenggorokan, maka
pilihlah yang golongan antiseptik saja.
https://moko31.wordpress.com/2009/06/04/sakit-tenggorokan-apa-obatnya/