Anda di halaman 1dari 7

A.

TUJUAN
Setelah melakukan percobaan diharapkan mahasiswa dapat:
- Menggambar rangkaian percobaan
- Menggambar alat sesuai gambar
- Merangkai alat sesuai gambar
- Membuat karakteristik beban
- Membedakan kurva beban dan kurva beban nol
- Menerangkan cara pengambilan data

B. DASAR TEORI
- Adanya beban pada generator arus searah penguatan terpisah
mengakibatkan penurunan tegangan pada generator, seperti halnya pada
generator penguat shunt.
- Skema rangkaian untuk membuat karakteristik beban generator penguat
terpisah diperlihatkan pada gambar di bawah ini.

Gambar 4.1 Rangkain untuk membuat karakteristik beban generator penguat


terpisah
Dalam grafik E0 menggambarkan karakteristik beban nol, untuk
membangkitkan GGL Os, maka diperlukan arus penguatan magnet O a. Pada
keadaan berbeban belitan amoer lawan mengakibatkan pengurangan medan
utama, untuk menghilangkan pengurangan medan utama ini haruslah arus
penguatan medan magnet diperbesar ab. Belitan amper lintang juga
menyebabkan pengelemahan medan utama didaerah jenuh. Untuk melenyapkan
penglemah ini, arus penguatan magnet diperbesar lagi dengan bc. Jadi untuk
mendapatkan GGl yang sama pada beban nol, haruslah pada keadaan berbeban
yang sudah diketahui arus penguatan magnet itu diperkuat dengan suatu jumlah
ac. Menurut gambar 4.1 maka Vt = Ea Ia R 2 E kalau pada pembebanan
yang sudah diketahui kerugian tegangan Ia R + 2 Vb sama dengan Pq, maka q
merupakan titik karakteristik beban, artinya pada arus penguat O e harus ada
tegangan jepit Cq. Diluar daerah jenuh (dalam bagian garis lurus karakteristik)
pengaruh pengaruh belitan amper lintag diabaikan. Pada E o = Or maka If = Oai,
dan oleh karena pengaruh belitan amper lintang sama dengan nol, maka arus

penguat magnet untuk mengakibatkan reaksi jangkar, sama dengan a 1.b1 = a.b =
m1.p1.
Pada pembebanan yang sudah diketahui, kerugian tegangan tetap. Kalau
dibuat P1.q1 sama dengan P.q, maka q1 merupakan titik kedua daripada
karakteristik beban. Garis yang melalui P dan P 1 menggambarkan GGL sebagai
fungsi arus penguatan magnet pada mesin yang dibebani. Apabila disebut
karakteristik beban, itu berarti pada umumnya karakteristik pada beban penuh.

Gambar 4.2 Karakteristik beban generator penguat terpisah


C. ALAT DAN BAHAN
1. Tachometer
2. Kabel banana
3. Kabel crocodile
4. Jumper
5. Ammeter
6. Voltmeter
7. Multimeter
8. Obeng
9. Konverter
10. Regulator
11. Motor DC
12. Generator DC
13. Beban 3 phasa (dikopel)

D. LANGKAH KERJA

(1 buah)
(10 buah)
(10 buah)
(1 set)
(3 buah)
(2 buah)
(1 buah)
(1 buah)
(1 buah)
(1 buah)
(1 buah)
(1 buah)
(1 unit)

1. Membuat rangkaian seperti pada gambar.

Gambar 4.3 Rangkaian percobaan


2. Mengecek input dan outputnya.
3. Mengatur putaran (N) pada 1500 rpm dengan bantuan tachometer dan
dijaga konstan.
4. Mengatur If generator sbesar 0.14 A dan dengan kecepatan putaran konstan
(1500 rpm) atau putaran nominal.
5. Mengatur selector switch pada beban pada posisi 1-1-1 dan menjaga
putarannya konstan.
6. Menurunkan arus penguatan (If) secara bertahap 0.05 A hingga mencapai I a,
dengan menjaga putarannya konstan dan mencatat parameter V f, Va, dan Ia
generator pada tabel1.
7. Mengatur If generator hingga arus jangkarnya (Ia.gen) mencapai 1.8 A.
8. Menambah beban secara bertahap melalui selector switch dengan menjaga
Ia generator dan putarannya konstan (1500 rpm) sambil mencatatnya pada
tabel 2.
9. Menon-aktifkan rangkaian kemudian mengembalikan semua peralatan ke
tempat semula.

E. Tabel Hasil Percobaan


NO

Beban
0-0-0

If
ampere
0,14

IL
ampere
0

V
volt
75

1.
2.
3.
4.

2-2-2
3-2-2
3-3-2

0,15
0,15
0,16

0,78
0,82
0,93

69
72
74

R
Ohm
0
24,1
21
18,8

5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

3-3-3
4-3-3
4-4-3
4-4-4
5-4-4
5-5-4
5-5-5
6-5-5
6-6-5
6-6-6

0,16
0,15
0,15
0,16
0,16
0,16
0,16
0,17
0,17
0,16

1,06
1,2
1,22
1,29
1,35
1,4
1,47
1,52
1,65
1,77

75
76
75
74
75
74
75
74
76
75

16,9
15,6
14,2
13
11,6
10,8
10,1
9,5
9
8,5

F. Grafik
Grafik Beban Generator DC Penguat Terpisah
2
1.5
IL

1
0.5
0
0.140.150.150.160.160.150.150.160.160.160.160.170.170.16
If

G. Analisa dan Pembahasan


Pada generator DC penguatan shunt berbeban penurunan tegangan
terminal akan semakin besar bila terus-menerus dibebani, dan arus medan If
pada mesin ikut turun. Ini menyebabkan fluks pada mesin turun sehingga nilai
Ea turun yang menyebabkan penurunan tegangan terminal lebih besar.
Tetapi berdasarkan praktikum yang telah dilakukan pada saat generator
dibebani tegangan terminal turun,arus penguatan turun. Kemudian mengatur
arus penguatan konstan agar tegangan terminalnya konstan sesuai dengan
rumus

IL= f (If) n = c
v=c
H. Kesimpulan
Setelah diberi beban tegangan terminal turun ,kenudian mengatur arus penguatan
supaya konstan agar tegangan terminal ikut konstan , mencatat arus penguatan ,arus medan
dan tegangan terminal setiap perubahan data.

LAPORAN PRAKTIKUM MESIN LISTRIK


KARAKTERISTIK BERBEBAN GENERATOR DC PENGUAT
TERPISAH

Nama Pelapor/Kelas/Absen

: Jauhar M.A / KE 2B /10

KELOMPOK

:2

Nama Partner

: Daniswara
Dimas Setyawan
Farid Iqbal A
Grady ruliawan
Lukas Dasa A.

Tanggal Percobaan

: 14 April 2015

Tanggal Penyerahan

: 21 April 2015

Dosen Pembimbing

: Drs. Teguh HM, M.T.


Supriyo S.T., M.T.

PROGRAM STUDI TEKNIK KONVERSI ENERGI


JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

Anda mungkin juga menyukai