Anda di halaman 1dari 106

Akhwat

Versi E-Book Gratis 1


Akhwat
Versi E-Book Gratis 1
Daftar Isi
Daftar Isi
Mutiara Ilmu
Semua Tergantung Niat 3
Aqidah Islamiyah
Makna Ikhlas dalam Ibadah 11
Manhaj Ahlussunnah
Pokok-pokok Sunnah Menurut Imam Ahmad
17
Tarbiyatunnisa’
Nasehat Indah untuk Para Muslimah 26
Larangan Wanita Pergi Tanpa Mahram 41
Pernikahan & Keluarga
Tips Membina Rumah Tangga yang
Sakinah 48
Makna, Hukum, dan Tujuan Perkawinan 52
Yaa Bunayya
Selamatkanlah Putri-Putri Kalian ...!!! 57
Fatwa Ulama
Hukum Alat Kontrasepsi untuk
Mencegah Kehamilan
74
Hukum Onani dan Masturbasi 78
Ibroh
‘Amrah bintu 'Abdirrahman 83
Hafshah bintu Sirin 85
Amanah menjaga ‘Iffah
86
Konsultasi
Dakwah Kepada Istri 88
Hukum Budidaya Cacing 89
Hukum Menyusu Kepada Istri
Hukum Seputar Ta'aruf
90
Kesehatan Keluarga 91
13 Masalah Bekam (Hijamah) yang Paling Banyak
Ditanyakan 94
Akhwat
2 Versi E-Book Gratis
Mutiara Ilmu
Semua Tergantung Niat

ûeü u%=.s #mäa ojY Àúqm äi Ó=iã gbe äjmü p À$ä~neäæ däjQöã äjmü
Rasulullah r bersabda:

ätç~J} ä~m9e u%=.s #mäa oi p ÀueqA< p ufeã ûeü u%=.tY ueqA< p ufeã
u~eü =-äs äi ûeü u%=.tY ät2bn} Õü=iã pü
“Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan
setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka barangsiapa
yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya kepada Allah dan
RasulNya dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau
karena wanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah
kepadanya”.

P ada edisi perdana ini, se­


nga­ja kami mengangkat
sya­rah hadits ‘Umar bin Khoththob
‘Abdul Ghony Al-Maqdasy dalam
‘Umdatul Ahkam dan Imam An-
Nawawy dalam Riyadhush Sho­
yang masyhur tentang niat ini ke lihin dan dalam Al-Arba’in An-
hadapan para pembaca dalam rang­ Nawawiyah.
ka mencontoh beberapa ulama salaf
yang memulai karangan mereka Takhrij Hadits:
de­ngan membawakan hadits ini. Hadits ini diriwayatkan oleh
Berkata Imam ‘Abdurrahman bin Imam Al-Bukhary no. 1, 54, 2529,
Mahdy sebagaimana dalam Sya­rah 3898, 5070, 6689 dan 6953,
Al-Arba’in An-Nawawiyah kar­ya Imam Muslim no. 3530 dan lain-
Ibnu Daqiqil ‘Ied ? hal. 10: “Se­ lain dari jalan Yahya bin Sa’id
pan­tasnya bagi setiap orang yang Al-Anshory dari Muhammad bin
me­ngarang suatu karangan un­ Ibrahim at-Taimy dari ‘Alqo­mah bin
tuk membukanya dengan hadits ini Waqqosh Al-Laitsy dari ‘Umar ibnul
sebagai peringatan kepada para pe­ Khoththob t.
nuntut ilmu untuk memperbaiki ni­ Dari konteks sanadnya kita bi­
at”. Dan di antara para ulama yang sa melihat bahwa hadits ini ada­lah
membuka karangannya de­ngan hadits ahad atau lebih te­patnya
hadits ini adalah Imam Al-Bukhary ghorib karena tidak ada yang me­r i­
dalam Shohih Al-Bukhary, Imam wayatkan hadits ini –secara shohih-

Akhwat
Versi E-Book Gratis 3
Mutiara Ilmu
dari Nabi r kecuali ‘Umar, tidak kata: ”Hadits niat ini bisa masuk
ada yang meriwayatkan hadits ini ke dalam 30 bab ilmu”. Sedangkan
dari ‘Umar kecuali ‘Alqomah, tidak Imam Asy-Syafi’iy mengatakan
ada yang meriwayatkan hadits ini bah­­wa hadits ini bisa masuk ke da­
darinya kecuali Muhammad bin lam 70 bab fiqih.
Ibrahim dan tidak ada yang me­r i­
wayatkan hadits ini darinya kecuali Sababul Wurud (Sebab Keluarnya):
Yahya. Berkata An-Nawawy dalam
Syarh Muslim (13/81): “Sesung­
Komentar Para Ulama : guhnya telah datang bahwa sebab
Berkata Imam Ibnu Rajab: ”Pa­ keluarnya hadits ini adalah tentang
ra ulama sepakat atas kesho­hih­ seorang lelaki yang berhijrah hanya
annya dan ummat telah ber­se­­pakat untuk menikahi seorang wanita
dalam menerimanya”. yang bernama Ummu Qois maka
Imam Ibnu Daqiqil ‘Ied berkata diapun dipanggil dengan sebutan
da­lam Syrah Arbain An-Nawawi Muhajir Ummu Qois (Orang yang
hal 9: “Ini adalah hadits sho­hih berhijrah karena Ummu Qois)”.
yang disepakati akan keshohih­ Kisah Muhajir Ummu Qois ini
annya dan akan besarnya kedu­ diriwayatkan dari shahabat Ibnu

Àce: ue äjmýY äz~E ûV&ç} =-äs oi


dukan dan keagungannya serta Mas’ud t bahwa beliau berkata :
banyaknya fae­d ah­nya”.

ätedä^} Õü=iã ,p?&~e g-< =-äs


Berkata Abu Ubaid: ”Tidak ada

C~] hü =-äti dä^} läbY ÀC~] hü


satupun hadits Nabi r yang lebih
luas, lebih mencukupi dan lebih
banyak faedahnya diban­­dingkan
hadits ini”. Dan telah bersepakat "Barangsiapa yang berhijrah un­
para imam seperti Abdurrahman tuk mengharapkan sesuatu maka
bin Mahdi, Asy-Syafi’iy, Ahmad sesungguhnya bagi dia hanya se­
bin Hanbal, ‘Ali Ibnul Madini, Abu sua­tu tersebut.  Seorang lelaki te­
Dawud As-Sijistani, At-Tir­mi­dzy, Ad- lah hijrah untuk menikahi wanita
Daraquthny dan Ham­zah Al-Kinani yang bernama Ummu Qois, maka
bahwa ha­dist ini adalah sepertiga ilmu. diapun dipanggil dengan nama Mu­
Hal ini dikomentari oleh Imam hajir Ummu Qois". (HR. Ath-
Al-Baihaqi dengan perkataannya: Thobrani (9/102/ 8540) dan
”Hal tersebut dikarenakan se­sung­ dari jalannya Al-Mizzy dalam
guhnya amalan seorang ham­ba Tahdzibul Kamal (16/126) dan
adalah dengan hatinya, li­san­nya Adz-Dzahaby dalam As-Siyar
dan anggota tubuhnya, sedangkan (10/590) dan mereka ber­dua
niat merupakan salah satu dari berkata: ”Sanadnya sho­hih”.
tiga bagian tersebut”. Lihat Syarh Dan Al Hafizh berkata: “Sa­nad­
Arbain hal 10. nya shohih di atas syarat Al-
Abdurrahman bin Mahdiy ber­ Bukhary dan Muslim”).
Akhwat
4 Versi E-Book Gratis
Mutiara Ilmu
Berkata Syaikhul Islam Ibnu dari penyusun kitab tentang sha­
Taimiyah dalam Al-Fata­wa habat –sepanjang apa yang saya
(22/218): “…, karena sesung­ lihat dari kitab-kitab itu- yang
guh­nya sebab keluarnya hadits menyebutkan lelaki yang mereka
ini adalah bahwa seorang lelaki katakan bernama Muhajir Ummu
berhijrah dari Mekkah ke Medinah Qois ini. Adapun Ummu Qois yang
hanya untuk menikahi seorang disebutkan, maka Abul Khoththob
wanita yang bernama Ummu Qois, bin Dihyah menyebutkan bah­wa
maka Nabi r berkhutbah di atas namanya adalah Qilah”.
mimbar dan menyebutkan hadits Sebagai kesimpulan, bahwa ki­
ini”. sah Muhajir Ummu Qois adalah
Adapun Al-Hafidz Ibnu Hajar, kuat dan shohih, hanya saja kalau
maka beliau berkata dalam Fathul dikatakan bahwa kisah ini adalah
Bary (1/10): ”Akan tetapi tidak sebab keluarnya hadits tentang niat
ada di dalamnya (yakni hadits Ibnu ini maka ini adalah perkara yang
Mas’ud di atas) yang menunjukkan tidak diterima karena tidak ada
bahwa hadist Al A’mal (hadits satupun dalil yang menunjukkan
‘Umar) diucapkan (oleh Nabi r) akan hal tersebut, wallahu a’lam.
dengan sebab hal tersebut, dan
saya tidak melihat sedikitpun pa­ Kosa Kata Hadits :
da jalan-jalan hadits tersebut (ha­ 1. Kata innama (hanyalah) me­
dits Ibnu Mas’ud) ada yang te­gas nun­jukkan makna pengkhususan
menunjukkan tentang hal ter­se­ dan pembatasan yaitu penetapan
but”. hukum untuk yang tersebutkan
Berkata Ibnu Rajab: “Dan te­ dan peniadaan hukum tersebut
lah masyhur bahwa kisah Muhajir dari selainnya. Lihat Syarh An-
Ummu Qois adalah sebab sabda Nawawy (13/54) dan Al-‘Ilam
Nabi r (“barangsiapa yang hijrah­ karya Ibnu Mulaqqin (1/168).
nya karena dunia yang hen­d ak 2. Kata al-a’mal (setiap amalan).
dia raih atau karena wanita yang Yang diinginkan di sini adalah
hen­d ak dia nikahi”) dan hal ini amalan-amalan yang disyariatkan
disebutkan oleh kebanyakan al- (ibadah).
mu­ta`akhkhirun (pa­ra ulama bela­ Berkata Al-Hafizh dalam Al-
kangan) dalam karangan-karangan Fath (1/13) yang maknanya :
mereka. Akan tetapi saya tidak “Dan yang diinginkan di sini adalah
melihat hal itu ada asalnya dengan amalan-amalan yang dilakukan
sanad yang shohih, wallahu a’lam”. oleh mukallaf (yang terkena beban
Lihat Jami’ul ‘Ulum wal Hikam syari’at). Dibangun di atas hal ini,
(1/74-75). Dan hal ini lebih diper­ apakah amalan orang kafir tidak
jelas dengan perkataan Imam Al- termasuk dalam hadits ini?, yang
‘Iraqy dalam Thorhut Tatsrib nampak bahwa amalan mereka ti­
(2/25-26): “Tidak ada seorangpun dak termasuk karena amalan-amal­
Akhwat
Versi E-Book Gratis 5
Mutiara Ilmu
an yang diinginkan di sini adalah terang-terangan berbuat maksiat
amalan-amalan ibadah dan ibadah dengan syarat akan timbul
tidak syah dari seorang yang mas­la­hat yang besar ketika
kafir walaupun mereka dituntut dia menjauhi orang tersebut.
untuk mengerjakannya dan disik­ Lihat Syarh Riyadhus Sholihin
sa karena meninggalkannya”. Dan (1/15).
Al-Hafidz Al-‘Iraqy menyebut­kan
bahwa amalan di sini mencakup Syarh (Penjelasan) :
semua amalan anggota tubuh ter­ Pembahasan tentang hadits ini
ma­suk ucapan, karena ucapan ada­­ dari beberapa sisi :
lah amalan lidah dan lidah ter­ma­
1.    Hadits ini adalah salah satu
suk dari anggota tubuh.
dalil dari kaidah yang sangat agung
3. Kata an-niyat (niat-niat). Niat dan bermanfaat yang berbunyi
secara bahasa ada­lah maksud dan “al-umuru bimaqoshidiha” (Setiap
kehendak. Ada­pun secara istilah, perkara tergantung dengan mak­
niat adalah memaksudkan sesuatu sud­­nya).
dengan disertai pengamalan se­
Berkata Syaikh ‘Abdurrahman
suatu tersebut. Lihat Al-Fatawa
bin Nashir As-Sa’diy ? dalam
(18/251) dan (22/218) dan

gjReã =yäBe É=E u~neã


Manzhumahnya:
Hasyi­yah Ar-Roudhul Murbi’
(1/189).

gjRfe 8äBZeã p 0wJeã ät~Y


4.  Hijrah secara bahasa arti­
nya meninggalkan sesuatu dan
berpindah kepada selainnya.
Ada­­pun secara istilah yaitu me­ “Niat adalah syarat bagi seluruh
ninggalkan negeri kafir menuju amalan, pada niatlah benar atau
negeri islam karena takut fitnah rusaknya amalan”.
dan untuk menegakkan agama. Hal ini nampak jelas dari per­
Syaikh Ibnu Utsaimin membagi ka­taan para ulama dalam menaf­
hijrah menjadi tiga jenis : sirkan hadits ini :
 Hijrah tempat, yaitu se­se­ Berkata Ibnu Rajab ?: “… dan
orang berpindah dari suatu tempat ada kemungkinan taqdir (makna
yang banyak maksiat, kefasikan, secara sempurna) dari sabda beliau
dan mungkin dari negara kafir r, “setiap amalan tergantung dengan
kepada negara yang tidak dijumpai niat-niatnya,” adalah bahwa setiap
hal-hal  tersebut. amalan –syah atau rusaknya, di­
 Hijrah amalan, yaitu se­ terima atau ditolaknya, berpahala
seorang meninggalkan suatu yang atau tidak berpahala- ditentukan
Allah I larang dari berbagai jenis oleh niat-niatnya, sehingga hadits
kemaksiatan dan kefasikan. ini menerangkan tentang hukum
 Hijrah pelaku, yaitu se­ suatu amalan secara syar’iy”. Li­­hat
se­orang menjauhi orang yang Fathul Bary (1/13). Dan semakna
Akhwat
6 Versi E-Book Gratis
Mutiara Ilmu
dengannya perkataan Syaikh Sholih b. Di dalamnya terdapat dalil
bin ‘Abdil ‘Aziz Alu Asy-Syaikh bahwa semua amalan yang bukan
dalam syarh beliau terhadap hadits ibadah terkadang bisa mendapatkan
ini : “Sesungguhnya setiap amalan pahala bila orang yang meng­amal­
–syah atau rusaknya, diterima atau kannya meniatkan dengannya iba­
ditolaknya- hanyalah dengan sebab dah. Misalnya memberikan nafkah
niatnya”. kepada keluarga –yang asalnya
2. Sabda beliau r, “dan setiap adalah bukan amalan ibadah-
orang hanya akan mendapatkan apa dengan niat menjalankan kewajiban
yang dia niatkan,” memberikan yang Allah I telah bebankan
tambahan makna yang tidak di­ kepadanya terhadap keluarganya,
tunjukkan oleh potongan hadits maka perbuatannya ini akan dibe­
sebe­lumnya. rikan pahala sebagaimana dalam
Berkata Ibnu Daqiqil ‘Ied ? hadits Sa’ad bin Abi Waqqash dari
dalam Ihkamul Ahkam (1/10): Nabi r bahwa beliau bersabda

vü ufeã u-p ätæ ûV&ç% Ö^Zm _Zn% oe cmü p


“(Lafadz ini) mengharuskan bahwa kepadanya :
barangsiapa yang meniatkan sesuatu

c%ü=iã éY gR.% äi .1 ät~fQ $=-ü


maka itu yang dia dapatkan dan
semua yang dia tidak niatkan maka
dia tidak akan mendapatkannya”.
Faedah didatangkannya kalimat, “… dan tidaklah engkau menafkahkan
“dan setiap orang hanya akan men­ suatu nafkah yang kamu harapkan
dapatkan apa yang dia niatkan,” dengannya wajah Allah kecuali
setelah kalimat, “sesungguhnya se­ engkau akan diberi pahala atasnya
ti­ap amalan hanyalah tergantung de­ termasuk  apa yang engkau suapkan
ngan niat-niatnya,” dari beberapa ke dalam mulut istrimu". (HR. Al-
sisi : Bukhar dan Muslim)
a. Penjelasan bahwa menen­tu­ c. Sesungguhnya setiap amal­
kan apa yang dia niatkan juga ada­ an yang zhohirnya adalah ibadah
lah syarat syahnya suatu amalan. akan tetapi bila dilakukan dengan
Misalnya jika seseorang masuk ke niat sekedar adat kebiasaan ma­
dalam masjid setelah adzan Zhuhur ka amalannya tidak akan men­
lalu sholat 2 raka’at, maka tidak dapatkan pahala sama sekali sam­
cukup baginya hanya berniat untuk pai dia niatkan dengannya ibadah.
sholat dua raka’at akan tetapi harus Lihat Thohut Tatsrib (2/10).
dia menentukan niatnya, yaitu d.  Berkata Ibnu Rajab dalam
apakah dua raka’at ini adalah sholat Jami’ul ‘Ulum (1/65): “Bukanlah
sunnah rawathib ataukah shalat kalimat (yang kedua) ini sekedar
sunnah wudhu ataukah sekedar pengulangan dari kalimat yang
sholat sunnah mutlak. Hal ini pertama, karena kalimat yang per­
dikatakan oleh Imam An-Nawawy tama menunjukkan bahwa syahnya
dalam Syarh Muslim (13/81). amalan atau rusaknya sesuai de­
Akhwat
Versi E-Book Gratis 7
Mutiara Ilmu
ngan niat yang mengharuskan ter­ Kedua jawaban ini disebutkan oleh
jadinya amalan tersebut. Sedang­ Al-Hafizh dalam Al-Fath (1/16).
kan kalimat yang kedua menun­  Ada kata yang terbuang
jukkan bahwa pahala orang yang yang dengannya akan nampak
beramal atas amalannya sesuai de­ per­­­­bedaan antara kalimat syarat
ngan niatnya yang baik dan bahwa de­ngan jawabannya, sengaja di­
siksaan atasnya (dia peroleh) se­ hi­­langkan karena sudah jelas
suai dengan niatnya yang rusak. mak­­na­nya. Taqdir (makna secara
Dan terkadang niatnya adalah niat sempurna) dari kalimat ini adalah:
yang mubah sehingga amalannya “Maka barangsiapa yang niat dan
dianggap amalan mubah yang tidak maksud hijrahnya kepada Allah dan
menghasilkan pahala atau siksaan”. RasulNya maka pahala dan gan­
3. Sabda beliau r, “maka ba­ jaran hijrahnya kepada Allah I dan
rang­siapa yang hijrahnya kepada RasulNya”. Ini adalah jawaban dari
Allah dan RasulNya,” adalah kalimat Ibnu Daqiqil ‘Ied ? dalam Syarhul
syarat sedangkan, “maka hijrahnya Arba’in hal. 12.
kepada Allah dan RasulNya,” adalah 4. Sabda beliau r, “barangsiapa
kalimat jawaban dari syarat. Kaidah yang hijrahnya karena dunia yang
dalam ilmu bahasa Arab bahwa hendak dia raih atau karena wanita
kalimat syarat harus berbeda de­ yang hendak dia nikahi maka hijrah­
ngan kalimat jawaban dari syarat, nya kepada apa yang dia hijrah kepa­
sedangkan dalam hadits ini kalimat da­nya,” di dalamnya terdapat dua
syarat dan jawabannya memiliki faedah :
lafadz yang sama. Maka dalam hal  Dalam kalimat ini Rasulullah
ini para ulama memberikan tiga r hanya menyebutkan kalimat ja­
jawaban : wab­an syarat dengan sabdanya,
 Bahwa perbedaan antara ka­ “ma­ka hijrahnya kepada apa yang
li­mat syarat dengan jawabannya dia hijrah kepadanya,” dan tidak
bi­sa dari sisi lafadz –dan ini ke­ba­ mengulangi lafadznya sebagaimana
nyak­annya- dan bisa pula dari sisi ketika beliau menyebutkan tentang
makna –sebagaimana dalam hadits hijrah karena Allah I dan RasulNya.
ini-, dan ini bisa dipahami dari kon­ Hal ini menunjukkan akan rendah
teks hadits. dan hinanya apa yang dia niatkan
 Samanya lafadz antara ka­ dengan hijrahnya sekaligus menun­
limat syarat dan jawabannya ber­ jukkan rendah dan hinanya dunia
fungsi untuk menunjukkan makna dan wanita bila keduanya dijadikan
melebih-lebihkan atau mem­per­be­ sebagai niat dalam beribadah.
sar-besar perkara, apakah dalam  Fitnah-fitnah dalam ber­
rang­ka pengagungan terhadap sua­ aga­­ma sangatlah banyak, pem­
tu amalan –sebagaimana dalam be­­­­rian contoh dalam hadits de­
ha­dits ini- atau sebaliknya dalam ngan fitnah dunia dan fitnah
rangka menghinakan suatu amalan. wa­­­­nita menunjukkan besarnya
Akhwat
8 Versi E-Book Gratis
Mutiara Ilmu
ke­­­­dua fitnah ini dibandingkan kepada orang-orang sebelum kalian
fit­­nah-fitnah lainnya dan lebih kemudian kalian berlomba-lomba me­
ter­­khusus lagi fitnah wanita ka­ ngejarnya sebagaimana mereka telah
re­­na disebutkan secara sendiri berlomba-lomba, lalu dunia tersebut
–pa­­­dahal wanita termasuk dari menghancurkan kalian seba­gai­mana
dunia- menunjukkan fitnah wanita telah menghancurkan me­reka”. (HR.
lebih besar daripada fitnah dunia. Al-Bukhary dan Muslim)
Berikut beberapa hadits dari Ra­ 3. Hadits Ka’ab bin ‘Iyadh t :

däUã é&iü Ön&Y p Ön&Y Öiü gbe lü


sulullah r yang menunjukkan
be­­­sar­­nya kedua fitnah ini serta
wa­jibnya seorang muslim untuk
“Sesungguhnya setiap ummat mem­
meng­hindar dari kedua fitnah ini :
punyai fitnah dan fitnahnya ummatku

û^ç} p län)ã S-=~Y (w) #~Uã Sç&} 4. Hadits Usamah bin Zaid t:
1.    Hadits Anas bin Malik t : adalah harta”. (HR. At-Tirmizi)

S-=~Y ufjQ p ueäi p ufsü uRç&} 91ãp ûfQ =Mü Ön&Y @äneã ûY ú9Ræ #a=% äi
ÁufjQ û^ç} p ueäi p ufsü xäBneã oi dä-=eã
“Mayat diikuti (ke kuburan) oleh “Saya tidaklah meninggalkan setelah­
tiga (perkara), akan kembali dua dan ku suatu fitnah kepada manusia yang
akan tinggal (bersamanya) satu. Dia lebih berbahaya bagi para lelaki
diikuti oleh keluarganya, hartanya da­ri­pada para wanita”. (HR. Al-
dan amalannya, maka akan kembali Bukhary dan Muslim)
keluarga dan hartanya sedang yang

oi g-< dä^Y xäBneã ûfQ dq59eã p kb}ü


5. Hadits ‘Uqbah bin ‘Amir t:
tinggal adalah amalannya”. (HR.

dä] qj<ã #}ü =Yü ufeã dqA< ä} <äJmöã


Al-Bukhary dan Muslim)
2. Hadits Miswar bin Makhro­

$qUã qj<ã
mah t :

énbe p kb~fQ ûF5ü =^Zeã äi ufeã qY


kb~fQ ä~m9eãÌBç% lü kb~fQ ûF5ü
“Hati-hati kalian dari masuk kepada
para wanita, maka ada seorang lelaki

qBYän&Y kbfç]läaoiûfQ #ËBæ äja


dari Anshor yang berkata : Wahai
Rasulullah, bagaimana pendapatmu

kt&bfsü äja kbbft% p äsqBYän% äja äs


tentang ipar?, beliau menjawab:
Ipar adalah kematian”. (HR. Al-
Bukhary dan Muslim)
“Maka demi Allah, bukan kemiskinan
yang saya takutkan atas kalian, akan 5. Perkara yang sangat penting
tetapi yang saya takut atas kalian untuk diperhatikan yaitu bahwa
adalah dilapangkannya dunia kepada se­ke­d ar niat yang baik dalam ber­
kalian sebagaimana telah dilapangkan amal sama sekali tidaklah cu­kup
Akhwat
Versi E-Book Gratis 9
Mutiara Ilmu
sebagai sebab diterimanya amal­an masalah niat yang merupakan per­
tersebut oleh Allah I, akan tetapi kara penting dalam ‘aqidah.
–sebagaimana yang dimak­lumi- b. Bantahan atas sekte Karra­
bahwa suatu amalan –bagai­ma­ miah yang berkata bahwa iman
napun besar dan hebatnya- ti­d ak ada­lah dengan sekedar ucap­an li­
akan diterima oleh Allah I dari san walaupun tan­pa keyakinan
siapapun juga kecuali setelah ter­ da­lam hati. Hal ini terbantah de­
pe­nuhinya dua syarat : ngan nash-nash yang jelas dan ke­
 Hendaknya amalan tersebut sepakatan di kalangan para ulama
dikerjakan semata-mata karena bahwa sesungguhnya orang-orang
meng­­harapkan wajah Allah U se­ munafik berada di da­sar neraka
bagaimana yang terkandung dalam yang paling bawah, padahal mereka
hadits ‘Umar ini. mengucapkan kali­mat tauhid.
    Hendaknya amalan tersebut c. Tidak boleh beramal sebelum
secara zhohirnya sesuai dengan mengetahui hukumnya, karena
sunnah Rasulullah r, makna ini mus­­­­ta­hil seseorang bisa berniat de­
ngan niat yang benar bila dia tidak

uni C~e äi ã;s äm=iü ûY (91ü oi


yang terkandung dalam hadits :
me­miliki ilmu tentang amalan ter­

8< qtY
se­but.
d. Wajibnya memberikan per­ha­
tian dan penjagaan terhadap amal­
“Barangsiapa yang mengada-adakan an-amalan hati, juga wajib berhati-
suatu perkara baru dalam urusan hati dari riya, sum’ah dan beramal
(agama) kami ini yang bukan darinya untuk mendapatkan dunia.
maka amalan itu tertolak”. (HR.
Al-Bukhary dan Muslim dari e. Hendaknya orang yang mem­
‘A`isyah radhiallahu ‘anha) berikan suatu kaidah memberikan
perincian dan contoh  pengamalan
Dan penjelasan tentang dua
dari kaidah tersebut sehingga lebih
syarat ini insya Allah akan kita
mudah dipahami dan diamalkan.
bahas lebih meluas pada tempatnya.
Karena Rasulullah r setelah beliau
6. Beberapa faedah yang ter­d a­ memberikan kaidah, “Sesungguhnya
pat dalam hadits ini : setiap amalan hanyalah tergantung
a. Bantahan terhadap Mu’ta­ dengan niat-niatnya dan setiap orang
zilah dan yang mengikuti mereka hanya akan mendapatkan apa yang
yang menolak pendalilan dengan dia niatkan”, beliau r merinci dan
hadits ahad dalam perkara ‘aqidah. memberi contoh dengan sab­d a­nya,
Karena hadits ini adalah hadits “maka barangsiapa yang hijrahnya
Ghorib sebagaimana telah berlalu kepada Allah dan RasulNya …,”
akan tetapi tidak ada seorangpun di
kalangan para ulama yang menolak
berdalilkan dengan hadits ini dalam Bersambung ke halaman 14

Akhwat
10 Versi E-Book Gratis
Aqidah Islamiyah

Makna Ikhlas
dalam Ibadah
K
etahuilah wahai sauda­ Allah I da­lam beberapa tempat
ra­ku kaum muslimin dalam Al-Qur­`an. Di antaranya:
-semoga Allah I mem­ “Barang­sia­pa mengharap perjum­
berikan hidayah ke­pa­d aku dan ke­ paan de­ngan Rabbnya maka hendaklah
pada kalian untuk berpegang te­g uh ia mengerjakan amal yang saleh dan
kepada Al-Kitab dan As-Sunnah-, janganlah ia mempersekutukan se­
sesungguhnya Allah I tidak akan orang pun dalam beribadat kepada
menerima suatu amalan apapun Rabbnya”. (QS. Al-Kahfi : 110)
dari siapa pun kecuali setelah ter­
Al-Hafizh Ibnu Katsir ? ber­
penuhinya dua syarat yang sangat
kata dalam Tafsirnya (3/109) me­
mendasar dan prinsipil, yaitu:
naf­sirkan ayat di atas, “[Maka hen­
1. Amalan tersebut harus dilan­ daklah ia mengerjakan amal yang
dasi keikhlasan hanya kepa­d a Allah saleh], Yaitu apa-apa yang sesuai
I, sehingga pelaku amalan tersebut de­ngan syari’at Allah I, [dan ja­
sama sekali tidak mengharapkan nganlah ia mempersekutukan se­­­
dengan amalannya tersebut kecuali orang pun dalam beribadat ke­­
wajah Allah Ta’ala. pa­d a Rabbnya] yaitu yang h­a­
2. Kaifiat pelaksanaan amal­ nya di­ingin­kan wajah Allah I
an tersebut harus sesuai de­ngan dengannya tanpa ada sekutu ba­
petunjuk Rasulullah r. Da­lil untuk gi-Nya. Inilah dua rukun untuk
kedua syarat ini dise­butkan oleh amalan yang di­terima, harus ikhlas
Akhwat
Versi E-Book Gratis 11
Aqidah Islamiyah
hanya ke­pa­d a Allah I dan benar ba­wa) kebenaran. Maka sem­bah­
di atas syari’at Rasulullah r”. lah Allah dengan memurnikan ke­­ta­
Dan juga Firman Allah Ta’ala: atan kepada-Nya. Ingatlah, ha­nya
“Dia lah yang menjadikan mati dan kepunyaan Allah-lah agama yang ber­
hidup, agar Dia menguji kalian, siapa sih (dari syirik)”. (QS. Az-Zumar:
di antara kalian yang paling baik 2-3)
amalannya”. (QS. Al-Mulk : 2) Allah Ta’ala berfirman: “Kata­
Al-Fudhoil bin Iyadh ? se­ba­ kan­lah, “Sesungguhnya aku di­perin­
gaimana dalam Majmu’ Al-Fatawa tahkan supaya menyembah Allah
karya Ibnu Taimiah t (18/250) de­ngan mengikhlaskan ketaatan ke­­
berkata ketika menafsirkan firman pa­da-Nya dalam (menjalankan) aga­
Allah I [“siapa di antara kalian yang ma”. (QS. Az-Zumar : 11)
paling baik amalannya”], “(Yaitu) Dan dalam firman-Nya: “Pa­­­
Yang paling ikhlas dan yang paling da­hal mereka tidak disuruh ke­cuali
benar. Karena sesungguhnya amal­ supaya menyembah Allah dengan
an, jika ada keikhlasannya akan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya
tetapi belum benar, maka tidak dalam (menjalankan) agama dengan
akan diterima. Jika amalan itu be­ lurus”. (QS. Al-Bayyinah : 5)
nar akan tetapi tanpa disertai ke­ Adapun dari As-Sunnah, ma­
ikhlasan, maka juga tidak diterima, ka Rasulullah r telah menegas­kan
sampai amalan tersebut ikhlas dan dalam sabda beliau: “Sesungguhnya
benar. Yang ikhlas adalah yang setiap amalan hanyalah tergantung
hanya (diperuntukkan) bagi Allah I dengan niatnya masing-masing,
dan yang benar adalah yang berada dan setiap orang hanya akan men­
di atas sunnah (Rasulullah r)”. da­patkan apa yang dia niatkan.
Berikut uraian kedua syarat ini: Maka, barang­siapa yang hijrahnya
Syarat Pertama: Pemurnian kepada Allah dan Rasul-Nya, maka
Keikhlasan Hanya Kepada Allah I hijrahnya kepada Allah dan Rasul-
Ini adalah konsekuensi dari syaha­ Nya. Barangsiapa yang hijrahnya
dat pertama yaitu persaksian bah­ ka­rena dunia yang hendak dia ra­ih
wa tidak ada sembahan yang berhak atau karena perem­puan yang hen­­dak
untuk disembah dan diibadahi ke­ dia nikahi, maka hijrahnya kepada
cuali hanya Allah I semata serta sesuatu yang dia hijrah kepa­danya”.
meninggalkan dan berlepas diri dari (HR. Al-Bukhari no. 54, 2392
berbagai macam bentuk kesyirikan dan Muslim no. 1907 dari sahabat
dan penyembahan kepada selain Umar bin Al-Khaththab t)
Allah Ta’ala. Kemudian, keikhlasan yang di­
Ada banyak dalil yang meno­ ingin­kan di sini adalah mencakup
pang syarat ini, di antaranya: dua perkara:
Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguh­ 1. Lepas dari syirik ashgar (ke­
nya Kami menurunkan Al-Kitab (Al cil) berupa riya` (ingin dilihat),
Qur­’an) kepadamu dengan (mem­ sum’ah (ingin didengar), keinginan
Akhwat
12 Versi E-Book Gratis
Aqidah Islamiyah
mendapatkan balasan duniawi nya membuat ibadah yang se­d ang
da­­ri amalannya, dan yang semi­ diamalkan sia-sia dan tidak di­
sal­­­nya dari bentuk-bentuk keti­ terima oleh Allah I, bahkan mem­
dak­­ikhlasan. Karena semua niat- buat seluruh pahala ibadah yang
niat di atas menyebabkan amalan te­lah diamalkan akan terhapus se­
yang sedang dikerjakan sia- luruhnya tanpa terkecuali.
sia, tidak ada artinya dan tidak
Allah Ta’ala telah mengancam
akan diterima oleh Allah Ta’ala.
Nabi Muhammad r dan seluruh Nabi
Ra­­sulullah r bersabda bahwa Allah
sebelum beliau dalam firman-Nya:
Ta’ala berfirman dalam hadits Qudsy:
“Dan sesungguhnya telah diwahyukan
“Barangsiapa yang mengerjakan
kepadamu dan kepada (Nabi-Nabi)
sua­tu amalan apapun yang dia mem­­­
yang sebelummu: “Jika kamu berbuat
perserikatkan Saya bersama selain
kesyirikan, niscaya akan terhapuslah
Saya dalam amalan tersebut, maka
seluruh amalanmu dan tentulah kamu
akan saya tinggalkan dia dan siapa
termasuk orang-orang yang merugi”.
yang dia perserikatkan bersama
(QS. Az-Zumar : 65)
saya”. (HR. Muslim no. 2985 dari
Abu Hurairah t) Dari syarat yang pertama
Kata “dia” bisa kembali kepada ini, sebagian ulama ada yang me­­
pelakunya dan bisa kembali kepada nambahkan satu syarat lain di­
amalannya, Wallahu A’lam. Lihat te­r imanya amalan, yaitu: Aqidah
Fathul Majid hal. 447. pe­lakunya haruslah aqidah yang
Bahkan Allah Ta’ala telah me­ be­nar, dalam artian dia tidak me­
ne­­­­gaskan:“Barangsiapa yang meng­­­ yakini sebuah aqidah yang bisa
hen­daki (dengan ibadahnya) ke­­­ mengkafirkan dirinya.
hi­dupan dunia dan perhiasannya,
niscaya Kami berikan kepada mereka
balasan pekerjaan mereka di dunia
de­ngan sempurna dan mereka di
dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah "Siapa di antara
orang-orang yang tidak memperoleh kalian yang paling
di akhirat, kecuali neraka dan le­nyap­
lah di akhirat apa yang telah mereka
baik amalannya
usahakan di dunia dan sia-sialah apa (Yaitu) yang paling
yang telah mereka kerjakan”. (QS. ikhlas dan yang
Hud : 15-16)
paling benar"
2. Lepas dari syirik akbar (be­
sar), yaitu menjadikan sebahagian [Majmu’ Al-Fatawa
dari atau seluruh ibadah yang se­ karya Ibnu Taimiah t
dang dia amalkan untuk selain
Allah I. Perkara kedua ini jauh (18/250)]
le­­­bih berbahaya, karena tidak ha­
Akhwat
Versi E-Book Gratis 13
Aqidah Islamiyah
Contoh: Ada seseorang yang tidak akan diterima karena dia
shalat dengan ikhlas dan sesuai te­lah meyakini keyakinan yang
dengan petunjuk Nabi r, hanya saja rusak lagi merupakan kekafiran.
dia meyakini bahwa Allah Ta’ala Karena tempat yang terbatas, insya
berada dimana-mana. Keyakinan Allah I pembahasan syarat yang
dia ini adalah keyakinan yang kafir kedua akan kami bahas pada edisi
karena merendahkan Allah I, yang yang mendatang.
karenanya shalat­nya tidak akan Wallahu a’lam bishshawab.
diterima.
Contoh lain: Seseorang yang [Rujukan: Studi Kritis Pera­ya­an
mengerjakan haji dengan ikhlas Maulid Nabi r, bab ke­empat. Yang
dan sesuai dengan petunjuk Nabi ditulis oleh Ust. Abu Muawiah
r, hanya saja dia meyakini bahwa Hammad -hafizha­hullah- dengan
ada makhluk yang mengetahui beberapa peru­bah­an] Http://al-
perkara ghaib. Maka hajinya pun atsariyyah.com/ ?p=823

Sambungan hal. 10

“maka barangsiapa yang hijrahnya f. Bantahan terhadap sebagian


kepada Allah dan RasulNya …,” ulama yang mengatakan bahwa ha­
sam­­pai akhir hadits. dits shohih disyaratkan mini­mal
Berkata Ibnu Rajab ?: “Dua adalah hadits ‘aziz, yaitu hadits
kalimat ini (yaitu “Sesungguhnya yang pada salah satu tha­ba­qat sa­
setiap amalan hanyalah tergantung nad­nya atau lebih hanya terdapat
dengan niat-niatnya dan setiap dua orang perawi.
orang hanya akan mendapatkan Wallahu Ta’ala A’la wa A’lam.
apa yang dia niatkan”) adalah dua
kaidah yang tidak ada satupun (Lihat : Thorhut Tatsrib 2/20,
amalan yang keluar darinya, lalu Al-‘Ilam 1/207, Jami’ul ‘Ulum
beliau menyebutkan setelahnya (1/72) dan Majmu’ul Fatawa 
sa­tu contoh dari contoh-contoh (18/279-280))
amal­an yang bentuknya satu tapi
berbeda baik dan buruknya sesuai (Dikutip dari Jurnal Islami Al-Atsa­­
dengan niat-niatnya, dan beliau se­ riyyah ed. 1 dengan sedikit ­peru­
akan-akan bersabda: “Dan selu­r uh bahan)
amalan yang lain berjalan di atas http://al-atsariyyah.com/?p=135
contoh ini”.

Akhwat
14 Versi E-Book Gratis
Aqidah Islamiyah­

Riya’ lebih halus


daripada rambatan
semut
Penulis:
Ibnu Qudamah ? (Al-Imam Ahmad bin Abdurrahman)

K
ebagusan amalan ang­ penguasaan hawa nafsu terhadap
go­ta badan seorang qalbunya. Rasulullah r telah ber­
hamba tergantung pa­ sabda:

#2fI ã:ü ÖVNi 9B:ã ûY lü vü


da kebagusan qalbunya. Apabila

9BY $9BY ã:ü p Àufa 9B:ã 3fI


qalbunya salim (sehat), tidak ada
di dalamnya melainkan kecintaan

èf^eã és p vü Àufa 9B:ã


kepada Allah I dan kecintaan
kepada apa yang dicintai Allah I,
takut kepada-Nya, takut terjatuh
pada apa yang dibenci oleh-Nya, “Ketahuilah, sesungguhnya dalam
akan baguslah seluruh amalan jasad ada segumpal darah. Jika ia
anggota badannya. Akan tumbuh baik, seluruh jasad akan baik pula.
pula pada dirinya perasaan untuk Jika ia rusak, maka seluruh jasad
menghindarkan diri dari segala akan rusak. Ketahuilah bahwa itu
perkara yang haram dan syubhat adalah qalbu.” (Shahih, HR. Al-
Namun apabila qalbunya rusak, Bukhari no. 52, dan Muslim no.
dikuasai oleh hawa nafsunya, men­ 4070
cari apa yang diinginkan hawa naf­ Apabila seorang hamba me­mi­
su­nya meski dalam perkara yang liki qalbu yang salim akan muncul
Allah I benci, akan rusaklah selu­ dari­nya amalan-amalan yang shalih
ruh amalan anggota badannya. dan kesungguhan dalam beramal
Se­lain itu, akan menyeret pula guna mencapai kebahagiaan di
kepada segala bentuk kemaksiatan kehidupan akhirat. Allah I ber­fir­
dan syubhat, sesuai dengan kadar man:
Akhwat
Versi E-Book Gratis 15
Aqidah Islamiyah­

qs p ät~RA äte ûRA p Õ=5öø 8ã<ü oi p mengutamakan kehidupan dunia

ã<qbFi kt~RA läa cz–epýY oiÒi


yang akan membawanya kepada

=a;&} hq} êE ú=çbeø ÖiäËeø $xä- ã:ýY


neraka Al-Jahim.

oU k~2:ø $>=æp êFûRA äi o–Bmöø


“Dan barangsiapa menghendaki
kehidupan akhirat dan berusaha ke

Õq~<ø =)ãxpê H ûVÊ oi äiýY ê G ú=}


arah itu dengan sungguh-sungguh,
sedangkan ia adalah mukmin, maka

ê J úpýUø ûs k~2.eø lýY ê I ä~m9eø


mereka itu adalah orang-orang yang

CZneø ûtm p uæ< hä^i Xä5 oi äiü p


usahanya dibalasi dengan baik.” (Al-
Isra`: 19)

ê L úpýUø ûs Ön:ø lýY ê K úqSø oQ


Dengan demikian, untuk men­
dorong dan menumbuhkan amalan-
amalan shalih, setiap hamba wajib
menjaga qalbunya agar tetap salim “Maka apabila hari kiamat telah
(sehat) dan terhindar dari penyakit- datang. Pada hari ketika manusia
penyakit yang merusaknya. teringat akan apa yang telah
dikerjakannya. Dan diperlihatkan
Al-Imam Ibnul Qayyim ?
neraka dengan jelas kepada setiap
berkata: “Tidak sempurna kesela­
orang yang melihat. Adapun orang
matan qalbu seorang hamba mela­
yang melampaui batas, dan lebih
in­kan setelah selamat dari lima per­
mengutamakan kehidupan dunia,
kara: syirik yang menentang tauhid,
maka sesungguhnya nerakalah tempat
bid’ah yang menyelisihi As-Sunnah,
tinggalnya. Dan adapun orang yang
syahwat yang menyelisihi perintah,
takut kepada kebesaran Rabbnya,
kelalaian yang menyelisihi dzikir,
dan menahan diri dari keinginan
dan hawa nafsu yang menyelisihi
hawa nafsunya, maka sesungguhnya
ikhlas.” (Ad-Da`u wad Dawa`,
surgalah tempat tinggalnya.” (An-
hal. 138)
Nazi’at: 34-41)
Hamba yang memiliki qalbun
Wallahu a’lam bish-shawab.
salim akan selalu mengutamakan
kehidupan akhirat daripada kehi­
H t t p : / / w w w. a s y s y a r i a h . c o m /
dupan dunia, yang mana Allah I
syariah.php?menu=detil&id_
telah mempersiapkan tempatnya di
online=520
surga. Berbeda dengan orang yang

Akhwat
16 Versi E-Book Gratis
Manhaj Ahlussunnah

Pokok-pokok Sunnah
menurut Imam Ahmad
Penulis:
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah

KATA PENGANTAR jama’ah, dan mudah-mudah­an Allah


menjadikannya bermanfaat bagi
Akhir-akhir ini karena gencar­
se­genap pembaca khususnya dan
nya dakwah yang dilakukan oleh
ka­um muslimin pada umumnya.
Ahlul bi’dah dan makar yang dila­
Amin.
kukan oleh orang-orang yang me­
musuhi Islam mengakibatkan umat Tak lupa segala kritik dan sa­
Islam banyak yang tidak menge­ ran tetap kami harapkan demi ke­
tahui pokok-pokok agama mereka. sem­purnaan risalah ini, karena ka­
mi yakin kami adalah orang yang
Oleh sebab itu kami merasa
dhai’f, semoga Allah I meridhai
ter­panggil untuk menjelaskan aqi­
kita se­mua.
dah Islam (Ahlus Sunnah wal Ja­
ma’ah) kepada masyarakat luas Penerbit Al Mubarak
agar mereka bisa mempelajari dan
me­ngamalkannya. Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah, kami menda­ MUQADDIMAH
pat­kan satu kitab, walaupun kecil
Segala puji bagi Allah Rabb
bentuknya namun mengandung
se­­mesta alam, akhir hidup yang
ilmu yang sangat besar dan ber­
baik adalah balasan bagi orang
manfaat bagi kaum muslimin di
yang bertaqwa. Tiada permusuhan
dunia dan akhirat. Buku karya
melainkan kepada orang yang
Imam Ahlus Sunnah Ahmad bin
dzalim. Aku bersaksi bahwasanya
Hanbal ini berisi pokok-pokok
Tiada sesembahan yang Haq mela­
Aqi­­dah Ahlus Sunnah yang sudah
inkan Allah semata, tiada sekutu
banyak dilupakan oleh kaum mus­
bagiNya Al Mulk, Al Haq dan Al
limin.
Mubin, dan aku bersaksi bahwa
Akhirnya, mudah-mudahan Muhammad adalah hamba dan
ini merupakan sumbangsih ka­ rasul Nya penutup para Nabi I
mi dalam menyebarkan Dak­ dan imamnya orang-orang yang
wah Salafiyah Ahlus Sunnah wal bertaqwa, shalawat dan salam Allah
Akhwat
Versi E-Book Gratis 17
Manha Ahlussunnah

se­moga dilimpahkan kepadanya, orang yang menyakiti atau me­


ke­pada keluaga dan shahabatnya nyelisihi mereka, hingga datangnya
dan kepada orang-orang yang me­ urusan Allah mereka tetap dalam
ngikuti mereka dengan baik hingga keadaan demikian.
hari kiamat. Kita - Alhamdulillah – berjalan
Amma Ba’du, Sesungguhnya mengikuti jejak mereka yang diku­
Allah Ta’ala telah mengutus rasul at­kan oleh AlQur’an dan Sunnah.
Nya Muhammad dengan petunjuk Kita berkata demikian dalam rang­
dari agama yang benar sebagai ka menceritakan nikmat Allah
rahmat bagi seluruh alam, tauladan dan menerangkan apa yang wajib
bagi orang yang beramal shalih dan dilakukan oleh seorang mukmin.
hujjah bagi seluruh manusia. Beliau Dan kita minta kepada Allah
telah menjelaskan dengan petunjuk I untuk menetapkan hati kita
dan agama yang benar serta dengan dan saudara-saudara yang muslim
apa yang telah turun kepadanya dalam memegang perkataan yang
yakni Al Qur’an dan hikmah (Sun­ kokoh di dunia dan akhirat dan kita
nah) semua perkara yang mengan­ meminta kepada Nya untuk mem­
dung kebaikan bagi manusia dan berikan rahmat Nya kepada kita,
sesungguhnya Dia Maha Pemberi.
bisa membuat mereka istiqamah
dalam masalah agama ataupun Darul Manar merasa se­nang
du­nia, yaitu penjelasan tentang bisa ambil bagian dalam menye­
masalah aqidah yang benar dan barkan kitab ushul Sunnah kar­
amalan-amalan yang baik, akhlak ya imam yang mulia Imam Ahmad
yang utama dan adab yang tinggi. bin Hanbal rahimahullah. Kitab
ini telah disebarkan pada awalnya
Rasulullah r meninggalkan di majalah Mujahid nomor 28/29
umat­nya diatas jalan yang putih, bulan Sya’ban-Ramadhan 1411 H,
malamnya seperti siangnya tidak dan itu adalah nuskhah makhtuthat
ada yang menyeleweng dari jalan (manuskrip yang masih berupa tu­
tersebut kecuali orang yang binasa. lisan tangan) dengan tulisan Muha­
Berjalanlah umat yang men­ dits Muhammad Nashiruddin Alba­
taati Allah I dan Rasul Nya diatas ni, Mudah-mudahan Allah mem­­
manhaj tersebut, mereka adalah berinya kebaikan dan mem­be­r i­kan
makhluk yang terbaik, mereka itu manfaat ilmunya pada kita.
adalah para sahabat dan tabiin Darul Manar telah mentakhrij,
ser­ta orang-orang yang mengikuti meneliti serta mencetaknya kem­ba­
mereka dengan baik, menjalankan li. Kita meminta kepada Allah I agar
syariat Allah I, berpegang te­g uh menjadikannya ber­man­fa­at bagi
dengan Sunnah Rasululah, meng­ seluruh muslimin. Shalallahu’ala Na­
gi­g itmya dengan gigi geraham me­ biyyina Muhammad Wa’ala alihi wa
reka, sehingga mereka menjadi ashabihi ajma’in,
kelompok yang terus mendapatkan
kemenangan, tidak terganggu oleh PENERBIT Darul Manar
Akhwat
18 Versi E-Book Gratis
Manhaj Ahlussunnah

POKOK-POKOK SUNNAH ME­ dan hawa nafsu, kewajiban kita


NU­­RUT IMAM AHMAD BIN hanya­lah mengikuti Sunnah serta
HAMBAL ? meninggalkan akal dan hawa nafsu.
Telah mengabarkan kepada  Dan termasuk Sunnah yang
ka­mi Syaikh Abu Abdillah Yahya harus diyakini Barangsiapa me­
bin Abi Hasan bin AlBanna, ia ning­galkan salah satu dari nya – ti­
ber­­kata: ”Ayahku Abu Ali Hasan dak menerima dan tidak beriman
bin Al Banna mengabarkan ke­ pa­d anya - maka dia tidak termasuk
pa­d a kami: ”Telah mengabarkan golongan Ahlus Sunnah, adalah:
ke­pada kami Abul Hasan Ali bin 1. Iman kepada takdir yang
Muhammad bin Abdullah bin baik dan buruk, membenarkan
Bisyran Al Muadil:”Mengabarkan hadits-hadits tentang masalah ini,
kepada kami ‘Utsman bin Ahmad beriman kepadanya, tidak menga­
bin As Samk: ”Telah menceritakan takan “mengapa?”, dan tidak pula
ke­pada kami Abu Muhammad Al mengatakan: ”Bagaimana?”, akan
Hasan bin Abdul wahab Abu Nabri, tetapi kita hanya membenarkan dan
beliau telah membaca kitabnya pa­ beriman dengannya. Barangsiapa
da bulan Rabiul awal Th. 293H. ia yang tidak mengetahui penafsiran
berkata: ”Telah mengabarkan ke­ satu hadits, dan tidak dapat dicapai
pada kami Abu Ja’far Muhammad oleh akalnya sesungguhnya hal ter­
bin Sulaiman Almuqri Al Bashri Di sebut telah cukup dan sempurna
Tunisia: ”Te­lah mengabarkan ke­ atasnya (tidak perlu berdalam-
padaku Abdus bin Malik Al Athar: da­lam lagi). Maka wajib baginya
”Aku mendengar Abu Abdillah beriman, tunduk dan patuh dalam
Ahmad bin Hanbal berkata: ”Po­ menerimanya, seperti hadits; ’As
kok-pokok Sunnah (Is­lam) disi­ shadiqul masduq“ dan hadits-
si kami adalah: hadits yang seperti ini dalam ma­
 Berpegang teguh dengan apa salah taqdir, demikian juga semisal
yang dijalani oleh para shahabat hadits – hadits ru’yah (bahwa
serta bertauladan kepada mereka, kaum mukminin akan melihat Allah
meninggalkan perbuatan bid’ah, di sorga), walaupun terasa asing
karena setiap bid’ah adalah sesat, pada pendengaran dan berat bagi
serta meninggalkan perdebatan da­ yang mendengar, akan tetapi wa­
lam masalah agama jib mengimaninya dan tidak bo­
 Sunnah menafsirkan Al leh menolak satu huruf pun, dan
Qur­’an dan Sunnah menjadi dalil- juga hadits-hadits lainnya yang
dalil (sebagai petunjuk dalam me­ ma’tsur (diriwayatkan) dari orang-
ma­hami) Al Qur’an, tidak ada orang terpercaya, jangan berdebat
qiyas dalam masalah agama, ti­ dengan seorangpun, tidak boleh
dak boleh dibuat pemisalan – pe­ pula mempelajari ilmu jidal, ka­
mi­­salan bagi Sunnah, dan tidak rena berbicara tanpa ilmu dalam
bo­­leh pula dipahami dengan akal masalah takdir, ru’yah dan Qur’an
Akhwat
Versi E-Book Gratis 19
Manha Ahlussunnah

dan masalah lainnya yang terdapat Ibnu Abbas dan diriwayatkan oleh
dalam Sunnah adalah perbuatan Al Hakam bin Aban dari Ikrimah
yang dibenci dan dilarang, pelaku­ dari Ibnu Abbas, diriwayatkan pu­
nya tidak termasuk ahlus Sunnah la oleh Ali bin Zaid dari Yusuf bin
walaupun perkataannya mencocoki Mihram dari Ibnu Abbas, dan kita
Sunnah sampai dia meninggalkan memahami hadits ini sesuai de­
perdebatan dan mengimani atsar. ngan dhahirnya sebagaimana da­
2. Al Qur’an adalah ka­la­­ tang­nya dari Rasulullah r dan ber­
mullah bukan makhluk, ja­ngan­ bicara (tanpa ilmu) dalam hal ini
lah dia merasa risih untuk me­ adalah bid­­’ah, akan tetapi kita wajib
ngatakan: ”Dia bukan makhluk”. ber­iman dengannya sebagaimana
Se­sungguhnya kala­mullah itu bu­ dha­­­hir­nya dan kita tidak berdebat
kanlah sesuatu yang terpisah dari de­ngan seorangpun dalam masalah
Dzat Allah I, dan sesuatu yang ini.
berasal dari dzat­­nya itu bukanlah 5. Beriman dengan mizan
makhluk. Ja­uhi­lah berdebat dengan (timbangan amal) pada hari kiamat,
orang yang hina dalam masalah ini sebagaimana disebutkan dalam
dan de­ngan orang lafdziyah (Ahlul hadits: (yang artinya) ’’Seorang
bid­’ah yang mengatakan lafadzku ham­­­ba akan ditimbang pada hari
ke­tika membaca Al Qur’an adalah kia­mat, dan beratnya tidaklah se­
makhluk) dan lainnya atau dengan berat satu sayap lalat” dan akan
orang yang tawaquf (Abstain) dalam di­­tim­bang amalan para hamba se­
masalah ini yang berkata: ”Aku bagaimana disebutkan dalam atsar,
tidak tahu Al Qur’an itu makhluk maka wajib bagi kita untuk ber­
atau bukan makhluk tetapi yang iman dan membenarkannya, serta
jelas Al Qur’an adalah kalamullah”, berpaling dari orang-orang yang
orang ini (yang tawaquf) adalah ah­ me­­nentangnya serta (kita harus)
lul bid’ah seperti orang yang me­ me­­ninggalkan perdebatan.
ngatakan Al Qur’an adalah makh­­­ 6. Sesungguhnya para ham­
luk. Ketahuilah (keyakinan ahlus ba akan berbicara dengan Allah
Sunnah adalah) Al Qur’an ada­­lah I pada hari kiamat tanpa adanya
kalamullah bukan makhluk. penerjemah antara mereka dengan
3. Beriman dengan ru’yah Allah dan kita wajib mengimaninya.
(bahwa kaum mukminin akan me­ 7. Beriman kepada haudh
lihat Allah I) pada hari kiamat (telaga) yang dimiliki oleh Ra­
sebagaimana diriwayatkan dari sulullah r pada hari kiamat, yang
Na­bi rdalam hadits-hadits yang akan didatangi oleh umatnya, le­
shahih barnya sama seperti panjangnya
4. Nabi r sungguh telah me­ yaitu selama perjalanan satu bu­lan,
li­hat Rabbnya, hal ini telah ma’tsur be­jana-bejananya seperti ba­nyak­
dari Rasulullah r diriwa­yatkan nya bin­tang-bintang di langit, hal
oleh Qatadah dari Ikrimah dari ini se­bagaimana diberitakan dalam
Akhwat
20 Versi E-Book Gratis
Manhaj Ahlussunnah

kha­bar-khabar yang benar dari me­ninggalkan sha­­lat sungguh ia te­


banyak jalan. lah kafir”, ”Tidak ada amalan yang
8. Beriman dengan adanya kalau ditinggalkan orang men­jadi
adzab kubur. kafir kecuali shalat”. Maka Ba­
rangsiapa meninggalkan shalat ia
9. Sesungguhnya umat ini
menjadi kafir dan Allah I telah
akan diuji dan ditanya dalam
menghalalkan membunuhnya.
kuburnya tentang Iman, Is­
lam, siapa Rabbnya dan siapa 14. Sebaik-baik umat setelah
Nabi­­­­nya. Munkar dan Nakir akan Nabi r nya adalah Abu bakar
mendatanginya sebagaimana yang As Shidiq, kemudian Umar bin
Dia kehendaki dan inginkan. Kita Khattab, Utsman bin Affan, kita
wajib beriman dan membenarkan mengutamakan tiga shahabat ini
hal ini. sebagaimana Rasulullah r meng­
uta­ma­kan mereka, para shahabat
10. Beriman kepada syafa­
tidak berselisih dalam masalah ini,
`at Nabi r dan kepada suatu
kemudian setelah tiga orang ini
kaum yang akan keluar dari neraka
orang yang paling utama adalah
setelah mereka terbakar dan
ashabus syura (Ali bin Abi Thalib,
menjadi arang, kemudian mereka
Zubair, Abdur Rahman bin Auf,
akan diperintahkan menuju su­ngai
Sa’ad dan [Thalhah]*) seluruhnya
di depan pintu syurga (sebagai­
berhak untuk menjadi khalifah dan
mana diberita kan dalam atsar)
imam. Dalam hal ini kita berpegang
sebagaimana dan seperti apa yang
dengan hadits Ibnu Umar: (yang
Dia kehendaki, kita wajib beriman
artinya) “Kami menganggap ketika
dan membenarkan hal ini.
Rasulullah r masih hidup dan
11. Beriman bahwa Al-Masih para sahabatnya masih banyak
Ad-Dajjal akan keluar, tertulis yang hidup, bahwa sahabat yang
di­antara kedua matanya (Kafir/ terbaik adalah: Abu Bakar, Umar
ba­hasa Arab) dan beriman dengan dan Utsman kemudian kita diam
hadits-hadits yang datang tentang (tidak menentukan orang keempat)”,
masalah ini beriman bahwa ini ke­mudian setelah ashabus syura
akan terjadi. orang yang paling utama adalah
12. Beriman bahwa Isa bin orang yang ikut perang badar dari
Maryam akan turun dan mem­ kalangan Muhajirin kemudian dari
bunuh dajjal di pintu Ludh. kalangan Anshar sesuai dengan
13. Iman adalah ucapan urutan hijrah mereka, yang lebih
dan amalan, bertambah dan dulu hijrah lebih utama dari yang
ber­­kurang, sebagaimana te­lah belakangan, kemudian manusia
di­beritakan dalam hadits: (yang yang paling utama setelah para
artinya) “Orang mu’min yang pa­ling sahabat adalah generasi yang beliau
sempurna imannya ada­lah yang pa­ diutus kepada mereka. Dan semua
ling baik ahlaqnya”, “Barangsiapa orang pernah bersahabat dengan

Akhwat
Versi E-Book Gratis 21
Manha Ahlussunnah

beliau selama satu tahun, satu bulan, dan pelaksanaan hukum-hukum


satu hari atau satu jam, siapa yang had dilakukan oleh imam, dan
pernah melihat Rasulullah r maka hal ini terus berlangsung tidak
dia termasuk sahabat Rasulullah r. boleh seorangpun mencela mereka
Dia mempunyai keutamaan sesuai dan tidak boleh pula membantah
dengan lamanya dia bersahabat mereka.
dengan Rasulullah r, dia lebih dulu 18. Memberikan zakat (sha­
masuk Islam bersama Rasulullah da­qah) kepada mereka diboleh­
r, mendengar dan melihatnya kan dan teranggap, Barangsiapa
(me­­ru­­pakan satu keutamaan ba­ yang yang memberikannya kepada
ginya – pent). Orang yang paling mereka maka sudah cukup baginya,
rendah persahabatannya dengan Imamnya baik ataupun fajir.
Rasulullah r tetap lebih utama
19. Shalat Jum’at di be­la­
dari pada generasi yang tidak per­
kang Imam dan di belakang orang
nah melihatnya, walaupun mereka
yang dipilih oleh Imam sudah
ber­temu dengan Allah I dengan
cukup dan sempurna dan dilakukan
mem­bawa seluruh amalan­nya.
dengan dua rakaat, Barangsiapa
Me­­­reka yang telah bersahabat de­
yang mengulang sha­lat­nya maka
ngan Nabi r telah melihat dan
dia adalah seorang ahlul bidah
mendengar beliau lebih utama –ka­
yang meninggalkan atsar dan me­
re­na persahabatan mereka - dari
nyelisihi Sunnah. Dia tidak men­
ka­langan Tabi’in walaupun mereka
dapatkan keutamaan sha­lat Jum’at
(Tabi’in) telah beramal dengan se­
sedikitpun jika meng­anggap tidak
mua amal kebaikan.
boleh shalat dibelakang Imam yang
15. Mendengar dan taat pada baik ataupun yang dhalim, Sunnah
Imam dan Amirul mukminin mengajarkan untuk shalat bersama
yang baik ataupun yang fajir. mereka dua rakaat, kita beragama
Dan juga wajib taat kepada orang dan meyakini (2/4) bahwa itu sudah
yang menjabat kekhalifahan karena sempurna jangan sampai ada suatu
manusia telah berkumpul (ba’iat) perasaan apapun dalam dadamu
dan ridha kepadanya, dan juga taat tentang ma­salah tersebut.
kepada orang yang memberontak
20. Barangsiapa yang mem­
mereka dengan pedang hingga
be­ron­tak kepada Imam kaum
men­­jadi khalifah dan dinamakan
mus­limin setelah mereka ber­
amirul mukminin.
kumpul dan mengakuinya se­
16. Jihad terus berlangsung bagai khalifah, dengan cara apa­
bersama Imam hingga hari kiamat pun dengan ridha maupun de­
dengan imam yang baik ataupun ngan paksa, maka pemberontak
fajir tidak boleh ditinggalkan. itu telah memecahkan persatuan
17. Pembagian harta fa’i kaum muslimin dan menyelisihi
(harta rampasan yang diambil tanpa atsar dari Rasulullah r, kalau dia
melalui peperangan terlebih dahulu) mati dalam keadaan memberontak
Akhwat
22 Versi E-Book Gratis
Manhaj Ahlussunnah

maka dia mati dalam keadaan mati ga tidak boleh dibunuh, dan jangan
jahiliyah. dihukum had olehnya sendiri, akan
21. Tidak dihalalkan atas tetapi hendaknya urusan tersebut
seorangpun memerangi sul­than diserahkan kepada orang yang
atau memberontaknya, Barang­ telah Allah I tunjuk sebagai Imam
siapa yang melakukannya maka (qadhi) untuk menghukumnya.
dia adalah mubtadi’ (Ahlul bid’ah), 23. Kami tidak memper­sak­
sudah tidak diatas Sunnah dan sikan (memastikan) seorang ah­­
jalan yang lurus. lu qiblah (muslim) dengan amal­
22. Memerangi para pencuri annya akan masuk syurga atau
dan khawarij diperbolehkan neraka. Kami mengharapkan orang
jika mereka mengancam jiwa yang shalih (untuk masuk syurga-
dan harta seseorang. Jika de­ pent.), dan kami juga meng­kha­wa­
mikian seseorang dibolehkan un­ tirkan serta menakutkan orang yang
tuk memeranginya dalam rangka ber­­­buat jelek dan dosa (untuk ma­­
membela jiwa dan hartanya sebatas suk neraka,pent) dan kami meng­ha­
kemampuannya, tapi dia tidak boleh rapkan rahmat Allah I untuk­nya.
mencari atau mengejar mereka 24. Barangsiapa yang ber­
jika mereka memisahkan diri atau te­mu dengan Allah I dengan
meninggalkannya, tidak boleh se­ membawa dosa yang bisa mema­
orangpun mengejarnya kecuali sukkannya dalam neraka- tapi
Imam atau pemerintah muslimin. dia taubat tidak terus menerus
Tapi yang diperbolehkan itu ada­ melakukan dosanya- maka sesung­
lah membela dirinya ditempat ke­ guhnya Allah I menerima taubat
jadian, dan tidak berniat untuk hambanya serta mema’afkan keje­
mem­bunuh seorangpun, kalau pen­­ lek­annya.
curi (khawarij ) tersebut mati** di­ 25. Barangsiapa yang ber­
tangannya ketika ia membela diri temu dengan Allah dalam ke­
maka Allah I akan menjauhkan adaan telah ditegakkan atas­
orang yang terbunuh, dan kalau nya hukum had di dunia maka
dia (yang bela diri) yang terbunuh itulah penghapus dosa baginya,
da­lam keadaan membela diri dan sebagaimana telah ada khabar dari
hartanya, aku mengharapkan dia Rasulullah r.
mati syahid sebagaimana dalam
26. Barangsiapa yang berte­
hadits-hadits, seluruh atsar dalam
mu dengan Allah dalam keadaan
masalah ini (1/5) hanya menyuruh
terus menerus melakukan do­
untuk memeranginya dan tidak
sa, dan tidak bertaubat dari
memerintahkan untuk membunuh
dosa-dosa yang mengharuskan
atau mengintainya, tidak diper­
ia dihukum oleh Allah I, ma­ka
bo­leh­kan*** membunuhnya kalau
urus­­annya dikembalikan ke­pa­­­da
dia tersungkur atau terluka, kalau
Allah I, kalau Allah I meng­hen­
menjadikannya sebagai tawanan ju­
daki Dia akan mengadzab orang
Akhwat
Versi E-Book Gratis 23
Manha Ahlussunnah

tersebut dan jika tidak Allah akan mereka maka yang membunuh
mengampuninya. dan yang dibunuh masuk neraka”,
27. Barangsiapa yang ber­te­­ dan seperti: “Mencerca muslim
mu dengan Allah – dalam ke­adaan ada­­lah fasiq dan membunuhnya
kafir – Allah akan meng­adzab­nya adalah suatu kekufuran”, dan se­
dan tidak ada ampunan baginya. per­ti: “Barangsiapa yang mengata­
kan kepada saudaranya “Ya ka­fir”
28. Rajam itu adalah haq
maka sifat tersebut akan kembali
(wajib) atas orang yang zina dan
(mengenai) salah seorang diantara
telah menikah, jika dia mengaku
keduanya”. Dan seperti: “Kufur pa­
atau telah ada bukti yang kuat,
da Allah I melepaskan "nasab wa­
Rasulullah r telah merajam, demi­
laupun sedikit”. Dan seperti ha­dits-
kian pula khulafaur rasyidin.
hadits ini yang shahih dan dihapal,
29. Barangsiapa yang meng­ kita harus menerimanya walau
hina seorang saja dari shahabat tidak tahu tafsirnya (1/6) kita tidak
Ra­sulullah r atau membencinya mempersalahkan dan tidak pula
ka­rena ada sesuatu yang dia memperdebatkannya, dan tidak
perbuat, atau menyebutkan ke­je­ kita tafsirkan kecuali de­ngan hadits
lek­an-kejelekannya maka dia ada­­ yang lebih shahih dari itu.
lah ahlul bid’ah sampai dia ber­
32. Sorga dan neraka sudah
tarahum (mendoakan semoga Allah
dicip­takan (sudah ada) se­ba­gai­
I merahmati) kepada mereka se­
mana dalam hadits Rasulullah r
mua dan hatinyapun selamat dari
ber­sab­d a: “Aku masuk ke syurga
perasaan jelek kepada mereka.
aku­­pun melihat istana disana, aku
30. Nifak adalah kufur, kufur juga melihat alkautsar” dan “Aku
kepada Allah I dan menyembah lihat ke sorga akupun bisa melihat
selainnya. Serta menampakkan bahwa kebanyakan penduduk syur­
Is­lam dalam dhahirnya, seperti ga adalah ini, dan aku lihat ne­raka
orang-orang munafik pada zaman dan aku lihat kebanyakan peng­
Rasululah r. hu­ninya adalah ini (Wanita-pent),
31. “Tiga perkara yang ba­ Barangsiapa yang menyangka ke­
rang­siapa tiga perkara ini ada dua­nya belum ada saat ini berarti
padanya berarti dia munafik “ dia telah mendustakan Al Qur’an
dengan keras (mengancam), kita ri­ dan hadits-hadits Rasulullah r dan
wayatkan sebagaimana datangnya aku tidak mengira (menganggap)
tidak kita kias-kiaskan. Dan sabda­ orang ini beriman atas adanya
nya: (yang artinya) “Janganlah ka­ syurga dan neraka.
lian kembali menjadi kafir jika aku 33. Barangsiapa yang mati
telah wafat, sebagian kalian mem­ dari ah­lul kiblat (muslim) dalam
bunuh sebagian yang lainnya”, keadaan muwahid (bertauhid),
dan seperti : “Jika dua orang muslim dishalati je­na­zahnya dan di­
berkelahi dengan membawa pedang min­takan ampun untuknya,

24 Akhwat
Versi E-Book Gratis
Manhaj Ahlussunnah

ja­ngan sampai tidak di­­mintakan ga seluruh yang aku riwayatkan


ampun dan jangan pu­la jenazahnya de­ngan syaratnya. Yang menulis
dibiarkan (tidak di­shalati) hanya Yusuf Abdul Hadi.
karena disebabkan melakukan do­ Telah berkata penulisnya kepa­
sa - baik yang dosa kecil ataupun da dirinya sendiri Muhammad
besar- dan urusannya diserahkan Nashiruddin Al albani: Aku se­
kepada Allah Ta’ala. le­sai menulisnya dari makhtutath
Akhir risalah: khatiyah di Dhahiriyah Damaskus
Walhamdulillahi wahdah, wa (Majmu 68 10-15). Sesaat sebelum
sha­­la­watuhu ‘ala Muhammad wa dhuhur Rabu 6 Sya’ban 1373H.
alihi wasallam Taslima. Telah meletakkan catatan ka­
Telah mendengar seluruh risa­ ki ini bagian tahqiq majalah Al
lah ini dari lafadz Syaikh Imam Mujahid
Abu Abdillah Yahya bin Abi Ali Jazakumullahukhairo, mudah-
Hasan bin Ahmad Al Banna dengan mudahan Allah menolong mereka
riwayat dari dua orang tuanya dalam melawan musuh mereka dan
Syaikh Imam Muhadzab abu musuhnya kaum muslmin.
Mudzfar Abdul Malik bin Ali bin Darul manar berharap orang
Muhammad Alhamdani dia berkata: yang membaca risalah ini untuk
“Dengan ini aku beragama kepada mendoakan mereka, shalallahu
Allah”, telah mendengar penulis wasallama ‘ala Nabiyina Muhammad
pemilik nuskhah dan penulisnya r wa ‘ala alihi wa ashabihi ajmain.
Abdurrahman bin hibatullah bin
Mi’rad alharani, ini terjadi diakhir
bulan rabiul awal 529 H. (Dikutip dari buku terjemah kitab
Ushulus Sunnah, karya Imam Ahmad
Alhamdulillah: Telah mende­
bin Hanbal, Penerbit Darul Manar
ngar­nya dari lafadzku anakku yang
cet. 1 Th. 1411H. Penerjemah : Al
bernama Abu Bakar Abdullah dan
Ustadz Abdur Rahman Mubarak
saudaranya Badarudin Hasan dan
Ata, Editor: Team Al Atsari, Cetakan
ibunya Balbal bintu Abdullah dan
pertama, September 1999, Penerbit:
telah mendengar pula sebagian
Pustaka Al Mubarak. Alamat : Kp.
risalah ini Abdul Hadi, Telah shahih
Cikalagan Rt 02/10 Cileungsi (Depan
(benar) hal ini terjadi pada hari
pasar Cileungsi) Bogor-Jabar 16820
senin 17 jumadil awal Th. 897 H,
Telp. (021) 823 5220)
aku bolehkan bagi mereka untuk
me­r iwayatkannya dariku dan ju­

Akhwat
Versi E-Book Gratis 25
Oleh: Syaikh Jamal Al Haritsiy hafizhohullaah

S egala puji hanya bagi Allah


I, sholawat dan salam
kepada Nabi Muhammad r yang
Aku nasehatkan setiap wanita
muslimah, baik yang telah menikah
atau masih sendiri, yang kecil atau
tiada lagi nabi sesudahnya. Amma yang besar, yang tua atau yang
ba’du. muda, agar ia bertakwa kepada
Ini adalah beberapa patah ka­ Allah I terhadap dirinya karena
ta ringkas yang aku alamatkan ke­ Allah I telah berfirman kepada
pada akhwat muslimah di setiap Nabi-Nya r: “Hai Nabi, bertakwalah
tempat – melalui jaringan internet kepada Allah..” (Q.S.33:1)
– apalagi jaringan internet seperti Maka orang-orang selain Na­bi
ini sudah menjadi sarana yang pa­ Muhammad r lebih pantas men­
ling cepat dan bermanfaat un­ dapatkan arahan dan nasehat ini.
tuk menyebarkan dakwah yang
ber­sumber dari Al Kitab dan As MENJAGA PANDANGAN DAN
Sunnah sesuai dengan manhaj As SUARA
Salafush Sholeh -semoga Allah I Maka janganlah engkau me­
merahmati mereka. Dan aku telah man­d angi pria-pria asing, baik di
menyusunnya dalam be­be­rapa poin jalan atau di pasar, atau di televisi,
dan beberapa po­tongan ringkas. atau di foto-foto dan majalah-ma­
Sebaik-baik per­ka­taan adalah per­ jalah serta koran-koran, atau di
kataan Allah I dan sebaik-baik jaringan internet. Karena pan­d ang­
petunjuk adalah petunjuk Nabi an itu adalah pintu masuk kepada
Muhammad r. Ini adalah isyarat perkara yang lebih besar lagi. Allah
dariku bahwa di beberapa bagian, I berfirman: “Katakanlah kepada
aku akan mencukupkan diri dengan wanita yang beriman: “Hendaklah
menyebutkan beberapa ayat yang me­reka menahan pandangannya, dan
men­jelaskan suatu perkara. kemaluannya, dan janganlah me­reka
Dari risalah “Secara tulus untuk menampakkan perhiasannya, ke­cuali
setiap muslimah”. Aku katakan wa yang (biasa) nampak dari pa­danya.
billaahit tawfiiq: Dan hendaklah mereka menutupkan

26 Akhwat
Versi E-Book Gratis
Tarbiyatunnisa’
Kajian Utama
kain kudung kedadanya, dan jangan­ penyakit dalam hatinya dan ucap­
lah menampakkan per­hias­annya ke­ kanlah perkataan yang baik,” (Q.S.
cua­li kepada suami mereka, atau ayah 33:32)
mereka, atau ayah suami mereka, Firman ini ditujukan kepada
atau putera-putera mereka, atau ummahaatul mu`miniin yang ber­
pu­te­ra-putera suami mereka, atau sih dan selalu menjauhkan diri da­
saudara-saudara laki-laki mereka, ri perkara-perkara tidak baik, di
atau putera-putera saudara lelaki dalam suatu masyarakat yang suci
me­reka, atau putera-putera saudara murni, yang dipilih oleh Allah I
perempuan mereka, atau wanita- untuk mendampingi Nabi-Nya r,
wanita islam, atau budak-budak yang maka wanita-wanita di masa kita
mereka miliki, atau pelayan-pelayan sekarang ini lebih pantas untuk
laki-laki yang tidak mempunyai ke­ mendapatkan arahan dan nasehat
inginan (terhadap wanita) atau anak- ilahi ini.
anak yang belum mengerti tentang
aurat wanita. Dan janganlah mereka MENJAGA ADAB KELUAR RUMAH
memukulkan kakinyua agar diketahui
Dan seorang wanita muslimah
perhiasan yang mereka sembunyikan.
hendaknya tetap di rumahnya
Dan bertaubatlah kamu sekalian ke­
dan tidak keluar ke pasar kecuali
pada Allah, hai orang-orang yang ber­
untuk keperluan yang benar-benar
iman supaya kamu beruntung.” (Q.S.
darurat dan dengan keadaan tidak
24:31)
mutabarrijah. Kalau ada orang yang
Dan janganlah seorang wanita memenuhi keperluannya di pasar
melembut-lembutkan suaranya di maka hendaknya berhamdalah.
depan para pria asing – non-mahrom Dan hendaknya ia juga waspada
– sama saja baik perkataannya untuk tidak keluar ke taman-taman
itu secara langsung seperti ketika dan tempat-tempat rekreasi serta
ber­jual-beli di pasar, atau seperti tempat-tempat yang bercampur
yang berbicara kepada saudara- ba­ur dengan laki-laki, baik anak-
saudara suaminya atau salah satu anak muda atau yang lain. Allah
kerabatnya atau suaminya yang I berfirman: “dan hendaklah kamu
bukan mahrom – sebagaimana tetap di rumahmu dan janganlah
yang dilakukan oleh sebagian ma­ kamu berhias dan bertingkah laku
sya­rakat, atau juga ketika per­ seperti orang-orang Jahiliyah yang
kataannya itu dari balik hijab, atau dahulu dan dirikanlah shalat, tunai­
melalui telpon atau Paltalk atau kanlah zakat dan taatilah Allah dan
Messenger. Allah I berfirman: Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah ber­
“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian mak­sud hendak menghilangkan dosa
tidaklah seperti wanita yang lain, dari kamu, hai ahlul bait dan mem­
jika kamu bertakwa. Maka janganlah bersihkan kamu sebersih-bersihnya.”
kamu tunduk dalam berbicara sehing­ (Q.S.33:33)
ga berkeinginanlah orang yang ada Dan wajib atas seorang mus­
Akhwat
Versi E-Book Gratis 27
Kajian Utama Tarbiyatunnisa’
limah yang sungguh-sungguh mi­niin, namun yang dijadikan ib­
men­­­­­cintai Allah I dan Rasul-Nya roh adalah keumuman lafal bukan
- tidak sekedar mengaku-ngaku- kekhususan sebab, dan para wanita
un­­­tuk mengenakan hijab syar’iy selain ummahaatul mu`miniin le­
yaitu dengan menutup wajahnya bih memerlukan ilmu dan lebih
dan memakai pakaian yang longgar perlu mempelajari hal-hal yang me­
dan panjang, bukan yang sempit, lu­r uskan agamanya.
pendek atau tembus pandang, ka­ Dan yang paling harus diketahui
lau ia ingin keluar dari rumah un­ oleh setiap muslim dan muslimah
tuk suatu keperluan. Allah I ber­ adalah mentauhidkan Allah I dan
fir­man: “Hai Nabi, katakanlah ke­ mengesakan-Nya dalam ibadah
pa­da isteri-isterimu, anak-anak pe­ dan tidak menyekutukan-Nya de­
rempuanmu dan isteri-isteri orang ngan apapun agar ibadahnya di­
mukmin: “Hendaklah mereka me­ng­ te­r ima. Dan seorang muslimah
ulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh hen­d aknya menjaga dirinya dan
mereka.” Yang demikian itu supaya kehormatannya. Allah I berfirman:
mereka lebih mudah untuk dikenal, “Hai Nabi, apabila datang kepadamu
karena itu mereka tidak di ganggu. perempuan-perempuan yang beriman
Dan Allah adalah Maha Pengampun untuk mengadakan janji setia, bahwa
lagi Maha Penyayang.” (Q.S. 33:59) mereka tiada akan menyekutukan
Umar t berkata: “Tidak ada Allah, tidak akan mencuri, tidak
se­suatu pun yang menghalangi se­ akan berzina, tidak akan membunuh
orang muslimah, ketika ia mem­pu­ anak-anaknya, tidak akan berbuat
nyai suatu keperluan, untuk ke­­luar dusta yang mereka ada-adakan an­ta­
dengan mengenakan ka­in penutup ra tangan dan kaki mereka dan tidak
miliknya atau mi­lik tetangganya akan mendurhakaimu dalam urus­
sambil ber­sem­bu­nyi-sembunyi se­ an yang baik, maka terimalah janji
hing­ga ti­d ak ada seorangpun yang setia mereka dan mohonkanlah am­
menge­ta­huinya, sampai kemudian punan kepada Allah untuk me­reka.
ia kembali lagi ke rumahnya”. Sesungguhnya Allah maha Pengam­
Se­­­­mua ini, yaitu menetap di da­lam pun lagi Maha Penyayang.” (Q.S.
rumah dan selalu berhijab, mun­­ 60:12)
cul dari buah ilmu syar’iy yang Dan ketahuilah wahai akhwat
bersumber dari Al Kitab dan As muslimat, bahwa ayat berikut ini
Sunnah. Allah I berfirman: “Dan begitu mencakup, padat, sa­rat
ingatlah apa yang dibacakan di ru­ muatan, menghimpun dan men­
mahmu dari ayat-ayat Allah dan hik­ cukupi, bagi orang yang men­ta­
mah (sunnah nabimu). Sesung­g uhnya dab­buri, memahami dan meng­
Allah adalah Maha Lembut lagi Maha amal­kannya. Yaitu firman Allah
Mengetahui.” (Q.S. 33:34) I: “Sesungguhnya laki-laki dan
Meskipun perkataan ini di­tu­ perempuan yang muslim, laki-laki
ju­kan kepada ummahaatul mu`­ dan perempuan yang mukmin, laki-

28 Akhwat
Versi E-Book Gratis
Tarbiyatunnisa’
Kajian Utama
laki dan perempuan yang tetap da­ yang pokok. Dengan mema­hami
lam ketaatannya, laki-laki dan pe­ tauhid dan segala hal yang ber­
rem­puan yang benar, laki-laki dan tentangan dengannya dari perkara
perempuan yang sabar, laki-laki dan syirik yang termasuk pembatal aga­
perempuan yang khusyuk, laki-laki ma. Kemudian dengan masalah-
dan perempuan yang bersedekah, masalah yang dapat membetulkan
laki-laki dan perempuan yang ber­ sholatnya, demikian juga masalah-
puasa, laki-laki dan perempuan yang masalah thoharoh untuk wanita,
memelihara kehormatannya, laki- dan dia harus mengetahui kapan
laki dan perempuan yang banyak ha­r us sholat dan puasa dan kapan
menyebut (nama) Allah, Allah telah harus berhenti sholat dan pua­
menyediakan untuk mereka ampunan sa misalnya, dan seterusnya. Dia
dan pahala yang besar.” (Q.S. 33:35) juga perlu mempelajari hal-hal
yang membuatnya mengerti soal
MENUNTUT ILMU pen­didikan anak-anaknya, demi­
Aku nasehatkan para akhwat kian juga kiat-kiat mengurus sua­
muslimat untuk memiliki perhatian mi dengan baik. Intinya, se­orang
terhadap ilmu syar’iy yang berasas­ wanita muslimah harus mem­pe­
kan dalil dari Al Kitab dan As Sun­ lajari hal yang paling wajib terlebih
nah, yang tanpanya suatu ibadah dahulu, kemudian hal yang wajib
wajib tidak akan dapat dilakukan. di bawahnya, berkaitan dengan se­
Dan aku tidak bermaksud bahwa ga­la sesuatu yang membetulkan
seorang muslimah mendalami ma­ ibadahnya dan yang tanpanya sua­
sa­­lah-masalah sekunder de­ngan tu perkara wajib tidak dapat di­
mengorbankan perbuatan-perbuat­ laksanakan. Dan dia menjauh dari
an wajib yang harus ia kerjakan masalah-masalah khilafiyyah sebisa
seperti mengurus suami dan anak- mungkin, bahkan hendaknya dia
anak, mengatur rumah. Hal-hal ini berusaha keras untuk itu.
lebih wajib untuknya daripada men­
dalami masalah-masalah sekunder
dalam agama.
Hendaknya ia memulai de­ngan

Akhwat
Versi E-Book Gratis 29
Kajian Utama Tarbiyatunnisa’
Sebagaimana aku juga menase­ ngan engkau tidak mengajak bicara
hatkan para muslimah untuk me­ seorangpun dari mereka.”
ning­­­galkan perdebatan dalam Al Abbas bin Gholib al Warraaq
ma­­­­­­­salah agama dan memberikan ? berkata: “Aku berkata kepada
ban­­­­tahan-bantahan yang menjadi Ahmad bin Hanbal: “Wahai Abu
ke­sibukan sebagian mereka yang Abdillah ketika aku berada di suatu
mengklaim diri sebagai penuntut majelis yang tidak ada seorang­pun
ilmu. Mereka ikut-ikutan para thul­ yang mengetahui sunnah ke­cuali
laa­bul ilmi dan masyayikh dalam aku, kemudian ada seorang mub­
masalah memberi bantahan kepada tadi’ yang berbicara, apakah aku
orang yang menyelisih. Si fulanah membantahnya?” Imam Ahmad
ini menulis bantahan untuk fulanah ber­­­kata: “Jangan kamu pasang diri­
ini. Yang ini menulis bantahan un­ mu untuk orang ini. Beritahukan
tuk fulanah itu. Sampai-sam­pai yang sunnah dan jangan kamu
seorang dari muslimah itu me­ men­­debat”. Maka aku ulangi lagi
nulis bantahan kepada si fulan perkataanku itu kepadanya. Lalu ia
yang itu. Maka mereka sibuk dan berkata: “Aku memandangmu tidak
disibukkan dari perkara wajib yang lain hanyalah seorang pendebat”.
tentangnya mereka akan dimintai
Dan tinggalkanlah perbuatan
pertanggungjawaban.
mem­beritahu orang tentang se­
Wahb bin Munabbih ? ber­ sua­tu yang masih “katanya” di an­
ka­ta: “Tinggalkan perbuatan ber­ tara kalian, wahai para akh­wat.
bantah-bantahan dan saling men­ Dan janganlah engkau menghu­
debat dari urusanmu. Karena se­ kumi seseorang dari kalian dengan
sung­g uhnya engkau tidak akan suatu pelanggaran sampai engkau
dapat melemahkan salah satu dari mendapatkan kepastian dan eng­
dua orang ini: orang yang lebih ber­ kau tanyakan kepada salah seorang
ilmu darimu. Bagaimana engkau ulama atau masyayikh atau kepada
akan mendebat dan berbantahan para tholabatul ilmi yang dikenal
de­ngan orang yang lebih berilmu de­ngan keistiqomahannya di atas
da­r imu? Kemudian orang yang manhaj salaf dan termasuk orang
kamu lebih berilmu darinya. Bagai­ yang memiliki keteguhan dan per­
mana kamu akan mendebat dan tim­bangan sehat. Bukan ter­masuk
ber­bantahan dengan orang yang orang-orang yang tergesa-gesa dan
kamu lebih berilmu darinya dan tertipu oleh dirinya sendiri de­
dia tidak mau menurutimu. Maka ngan membangga-banggakannya
pu­tuslah hal itu dari dirimu.” meskipun mereka itu adalah sa­
Abdullah al Basriy ? berkata: “Sun­ lafiyyin. Kamu tanyakan kepa­d a
nah menurut kami itu bukanlah mereka tentang hal yang diya­ki­ni
de­ngan engkau membantah para oleh seorang dari kalian se­ba­gai
pe­ngikut hawa nafsu, akan tetapi pelanggaran menurut pan­d ang­
sunnah menurut kami adalah de­ annya. Agar tidak sampai ter­ja­

30 Akhwat
Versi E-Book Gratis
Tarbiyatunnisa’
Kajian Utama
di perpecahan pendapat, ke­ber­ janganlah engkau men­cam­pur­
selisihan hati dan ke-saling-men­ aduk­kan dua kewajiban tersebut.
jauh-an perasaan. Ka­rena terhadap masing-masing
Dan hendaknya seorang yang da­r i suami dan orangtua, ada ke­
men­jadikan dirinya sebagai da’i wajbannya sendiri-sendiri. Dan hak
dari kalian, untuk bertaqwa kepada suami itu lebih wajib. Rasulullah
Allah I di dalam dakwahnya. r bersabda: “Kalau saja aku boleh
Maka dia menghiasi dirinya de­ menyuruh seseorang untuk bersujud
ngan akhlak-akhlak seorang da’i kepada orang lain, niscaya aku akan
kepada Allah I. Yaitu berhias menyuruh para wa­nita untuk bersujud
dengan kesabaran terhadap orang kepada sua­mi mereka. Seorang wanita
yang menyelisihi, dan begitu ju­ itu be­lumlah memenuhi seluruh hak
ga terhadap orang yang jahil. Dan Allah terhadapnya sampai ia me­me­
sebelumnya hendaknya ia me­ nuhi seluruh hak suaminya ter­ha­
nyi­ap­kan persenjataan berupa il­ dapnya. Yaitu kalau suaminya me­
mu tentang hal-hal yang ingin ia ng­inginkan dirinya sedang ia ber­
sampaikan dan ia dakwahkan. Dan ada di atas pelana, maka ia akan
salah satu hal yang menunjukkan me­menuhi keinginan suaminya itu.”
kafaqihan Imam Bukhori dan pe­ Dikeluarkan oleh Imam Ahmad
ma­hamannya yang benar atas Al dan yang lain dengan lafaz yang
Kitab dan As Sunnah, bahwasanya mirip. Dan dishahihkan oleh
beliau membuat satu bab dalam Syaikh al Albani dalam “Ash
kitab al Jaami’ ash Shohiih- Shohiihah” 1203.
nya, dan berkata: “Bab, Mengilmui Rasulullah r juga bersabda:
sebelum berkata dan beramal”. “Kalau saja kedua lubang hidung
Allah I berfirman: (maka keta­hui­ sua­mi­nya mengeluarkan darah dan
lah bahwasanya tidak ada sesem­ na­nah, kemudian ia jilati dengan li­
bahan yang haq kecuali Allah I dahnya, ia belumlah memenuhi hak
dan memohon ampunlah atas dosa-
dosamu).
hendaknya engkau me­nge­tahui
NASEHAT BAGI PARA ISTRI hak suamimu dan hak orang­
Kepada setiap wanita tuamu dan janganlah
yang su­d ah bersuami,
atau yang sedang akan
engkau mencampuradukkan
membina rumah dua kewajiban tersebut
tangga, aku katakan:
hendaknya engkau
me­nge­tahui hak suamimu
dan hak orang­tuamu dan

Akhwat
Versi E-Book Gratis 31
Kajian Utama Tarbiyatunnisa’
suaminya itu. Kalau saja seorang masa tahannutsnya di gua hira.
ma­nusia pantas bersujud kepada se­ Ke­­­mu­dian seorang wanita yang
orang manusia lain, maka aku akan meng­­­hiburnya dan menenangkan
menyuruh para wanita untuk ber­ ke­­­khawatirannya pada saat da­
su­jud kepada suami mereka ketika tang­­nya wahyu. Suatu hari, sete­
pa­ra suami itu masuk mendatangi lah menerima wahyu “Bacalah de­
mereka karena keutamaan yang telah ngan nama Tuhanmu yang telah
Allah I berikan kepada para suami men­ciptakan...”, Rasulullah r kem­­­­
di atas para istri.” Dikeluarkan ba­li ke rumah dalam keadaan ber­
oleh Al Hakim dan yang lain. gemetaran tubuhnya. Kemudian ia
Ia berkata: isnadnya shahih namun masuk mendatangi Khadijah sam­­
tidak dikeluarkan oleh Bukhori dan bil berkata: “Selimuti aku, se­li­muti
Muslim. aku!”. Maka beliaupun di­se­limuti
Maka kalau engkau sudah me­ hingga ketakutannya meng­­hilang.
ngetahui dan meyakini kewajiban Beliau berkata kepada Khadijah:
yang harus engkau jalani terhadap “Wahai Khadijah, ada apa denganku?
suamimu, wahai muslimah, maka Sungguh aku kha­wa­tir dengan diriku
hendaknya engkau berusaha men­ sendiri”. La­lu beliau bercerita ke­
da­patkan keridhoannya dengan pada Khadijah. Khadijah berkata:
ber­bagai macam cara. Kalau da­ “Tidak be­g i­­tu. Bergembiralah! Demi
ri satu cara tidak bisa, maka co­ba Allah, Allah tidak akan pernah mem­
cara kreatif yang lain untuk mem­ per­hinakanmu. Demi Allah, eng­k au
buatnya senang dan gembira. Kalau adalah orang yang selalu meng­hu­
ia merasakan kenyamanan di rumah bungkan tali silaturrahmi, ju­jur, se­
setelah capai dan lelah di luar ru­ lalu membantu mering­an­k an orang
mah, maka itu akan bermanfaat la­in, selalu berusaha menyediakan ke­
juga untukmu. butuhan sehari-hari, menjamu tamu,
dan mem­ban­tu membela kebenaran.”
Dan jadilah untuknya seba­
[Diriwayatkan oleh Bukhori dan
gai­mana seorang wanita sholihah
Muslim.]
yang memanjakan suaminya, yang
meringankan bebannya ke­ti­ka Perhatikanlah kata-kata in­
meng­hadapi kerasnya kehi­dup­an, dah yang keluar dari lentera ke­sa­
yang memperhatikan ke­su­kaan- lehan, kesucian, kebersihan dan
kesukaannya kemudian mewu­jud­ ketakwaan ini. Sehingga ka­ta-kata
kannya, dan memudahkan ke­su­ itu memiliki pengaruh yang besar
litan-kesulitannya walaupun de­­ dalam menenangkan rasa takut
ngan mengorbankan dirinya sen­­ dalam qalbu seorang baginda para
diri. Wanita itu tidak lain ada­lah anak cucu Adam u. Hendaknya,
ummul mukminiin, Khadijah bintu Khadijah dan ummul mukminin
Khuwailid z. Beliau adalah sebaik- yang lain menjadi teladan untuk
baik istri bagi Rasulullah r sebelum kalian.
bi’tsah, dan seorang penolong pada Dan jadilah seperti Zaenab bintu
Akhwat
32 Versi E-Book Gratis
Tarbiyatunnisa’
Kajian Utama
Jarir, salah seorang wanita Bani bahasa Bani Tamim).
Hanzholah dari Bani Tamim. Dari Lalu aku pulang ke rumah dan
al Haitsam bin ‘Adiy ath Thoo`iy, bergegas untuk tidur siang. Tapi
ia berkata: Mujaalid bercerita aku tidak bisa tidur. Setelah sholat
kepada kami dari asy Sya’biy, ia zhuhur, aku mengajak saudara-
berkata: Syuroih berkata kepadaku: saudaraku para qurroo` (pembaca Al
Wahai Sya’biy! Hendaknya engkau Quran) yang terhormat: ‘Alqomah,
menikahi wanita-wanita Bani Ta­ al Aswad, al Musayyib dan Musa
mim karena aku melihat mereka itu bin ‘Arfathoh. Kemudian aku pergi
cerdas-cerdas. menemui paman gadis itu. Dia
Sya’biy berkata: apa kecerdas­an menyambut dan berkata: “Wahai
mereka yang kamu lihat? Abu Umayyah, apa keperluanmu?”
Ia berkata: “Aku pernah tiba Aku berkata: “Zaenab, keponak­
dari mengantar jenazah pada sua­ an­mu”.
tu siang. Dan aku melewati pe­mu­ Ia berkata: “Zaenab tidak pu­
kiman Bani Tamim. Tiba-tiba aku nya rasa tidak suka kepadamu”.
melihat seorang nenek di pintu Maka ia pun menikahkanku dengan
ru­mahnya berdampingan dengan Zaenab. Setelah Zaenab berada da­
seorang gadis cantik jelita. Maka lam ikatanku, aku menyesal. Aku
aku berbelok dan meminta minum, berkata: “Apa yang sudah aku laku­
padahal aku sedang tidak haus. kan dengan wanita Bani Ta­mim?”
Gadis itu bertanya: “Minuman Dan aku teringat dengan kasarnya
apa yang kamu suka?” hati mereka. Lalu aku bilang: “Aku
Aku berkata: “Yang ada saja..”. akan menceraikannya”. Namun
ke­­mu­dian aku berkata: “Tidak,
Nenek itu berkata: “Berikan
aku akan hidup dengannya. Kalau
dia susu. Kelihatannya dia orang
aku mendapatkan yang aku suka,
asing”.
aku akan terus hidup dengannya.
Aku bertanya: “Siapa gadis ini?” Tapi kalau tidak, aku akan men­ce­
Nenek itu bilang: “Dia Zaenab raikannya”. Maka kalau saja kamu
bintu Jarir, salah seorang wanita melihat aku, wahai Sya’biy, ketika
Bani Hanzholah”. para wanita Bani Tamim itu datang
Aku bertanya: “Masih sendiri mengiringi Zaenab sampai ia dian­
atau sudah bersuami?” tarkan masuk kepadaku.
Nenek itu menjawab: “Dia ma­ Lalu aku berkata: “Termasuk hal
sih sendiri”. yang sunnah, kalau seorang wanita
Aku berkata: “Nikahkanlah aku masuk mendatangi suaminya, si
dengannya”. suami sholat dua roka’at kemudian
berdoa kepada Allah I meminta
Nenek itu berkata: “Kalau kamu
kebaikan istrinya dan berlindung
sepadan dengannya”. (sepadan: ku­
dari keburukan istrinya”. Maka aku
fu­`an, bukan kufuwan, ini adalah
sholat dan aku akhiri dengan salam.
Akhwat
Versi E-Book Gratis 33
Kajian Utama
Kajian Utama Tarbiyatunnisa’

Ternyata, Zaenab ada di belakangku Syuroih berkata: “Demi Allah


mengikuti sholatku. Setelah selesai wahai Sya’biy, Zaenab membuatku
sholat, beberapa perempuan da­ perlu memberikan khutbah di wak­
tang mengambil pakaianku dan tu seperti itu”. Maka aku katakan:
mem­berikan sebuah selimut yang “Segala puji bagi Allah. Aku me­
sudah dicelup dengan endapan mu­ji-Nya dan aku memohon per­
‘ushfur (sejenis tumbuhan yang wa­ tolongan-Nya. Dan aku ber­sho­
ngi). Setelah rumah menjadi ko­ lawat dan bersalam kepada Ra­
song, aku mendekatinya. Dan aku sulullah dan keluarganya. Wa ba’­
julurkan tangan ke arahnya. Na­ du. Sesungguhnya engkau sudah
mun ia berkata: “Nanti dulu wa­ mengatakan sebuah perkataan
hai abu umayyah. Diamlah di tem­ yang kalau engkau berkomitmen
patmu!” Lalu ia berkata: “Segala de­ngannya, engkau akan men­d a­
puji bagi Allah, aku memuji-Nya patkan balasan yang besar. Ta­
dan aku memohon pertolongan pi kalau engkau hanya sekedar
kepada-Nya. Kemudian aku ber­ meng­ada-ada, maka perkataan itu
sho­lawat kepada Muhammad dan akan menjadi bukti yang mem­be­
keluarganya. Sesungguhnya aku ratkanmu. Aku suka begini dan aku
adalah seorang gadis asing yang tidak suka begitu ketika kita sedang
tidak mengetahui sifat dan pe­ bersama-sama, maka janganlah
rilakumu. Maka terangkanlah kepa­ eng­kau pergi begitu saja. Dan apa
daku apa yang kamu suka maka yang kamu lihat baik, sebarkan.
akan aku kerjakan, dan apa yang Sedang apa yang kamu lihat buruk,
kamu tidak suka maka akan aku tutupi”.
tinggalkan. Lalu Zaenab mengatakan hal
Lalu ia berkata: “Se­sung­g uhnya yang tidak aku ingat. “Apakah kamu
di kaummu sudah diadakan pera­ menyukai berkunjung ke keluarga?”
ya­an pernikahan, dan di kaumku Aku berkata: “Aku tidak suka
juga begitu. Akan tetapi kalau Allah dijemukan dengan ipar-iparku”.
me­nen­tukan sesuatu, pasti itu
Ia berkata: “Siapa tetangga
akan terjadi. Dan kini aku sudah
yang kamu sukai untuk masuk ke
menjadi milikmu. Maka perbuatlah
rumahmu, sehingga aku akan me­
apa yang telah Allah perintahkan.
ng­izinkan mereka masuk dan siapa
Yaitu menahan secara ma’ruf atau
juga yang tidak kamu sukai sehigga
menceraikan dengan baik. Aquulu
aku juga tidak menyukai mereka?”
qowlii haadzaa wa astaghfirullaaha
lii wa laka (aku katakan perkataanku Aku berkata: “Bani Fulan itu
ini dan aku mohonkan ampun orang-orang baik. Sedang bani fu­
kepada Allah untuk diriku dan lan itu orang-orang buruk”.
dirimu) (ini adalah perkataan yang Syuroih berkata: “Maka waktu
biasanya menjadi khotimah sebuah itu aku bermalam dengan malam
khutbah -pent). yang paling nikmat, wahai Sya’biy.

Akhwat
34 Versi E-Book Gratis
Tarbiyatunnisa’
Kajian Utama
Dan Zaenab tinggal bersamaku se­ dengan pendidikan yang baik. Dan
lama satu tahun, tidak pernah aku sudah melatih dengan pelatihan
lihat kecuali yang aku suka. Pada yang baik”.
awal tahun berikutnya, aku datang Ia berkata: “Apakah kamu su­ka
dari sebuah majlis pengadilan. kalau para mertuamu datang ber­
Tiba-tiba ada seorang nenek yang kunjung?”.
menyuruh begini dan melarang
Aku berkata: “Kapan saja me­
begitu di dalam rumah. Aku berta­
reka mau”.
nya: “Siapa ini?”
Syuroih berkata: maka nenek
Mereka berkata: “Fulanah, mer­
itu terus mendatangiku setiap
tua kamu”. Maka hilanglah perasaan
awal tahun dengan memberiku
janggal dalam hatiku. Setelah aku
wa­siat yang sama. Zaenab pun
duduk, nenek itu mendatangiku
ting­gal bersamaku selama dua pu­
dan berkata: “Assalamu’alaika, wa­
luh tahun, tidak pernah aku me­
hai abu umayyah!”
negurnya dalam satu perkarapun
Aku berkata: “Wa’alaikissalaam. kecuali sekali saja dan aku telah
Siapa engkau?” berbuat aniaya terhadapnya. (Keti­
Dia berkata: “Aku fulanah, mer­ ka itu -pent) muadzdzin sudah
tua­mu”. mengumandangkan iqomah sete­
Aku berkata: “Semoga Allah lah aku sholat dua rakaat fajar.
men­dekatkanmu kepada-Nya”. Dan aku adalah imam sholat di
kam­pung tersebut. Tiba-tiba ada
Dia berkata: “Bagaimana pan­
seekor kalajengking merayap. Maka
da­ng­anmu terhadap istrimu?”.
aku ambil sebuah wadah dan aku
Aku katakan: “Sebaik-baik is­ telungkupkan wadah itu di atasnya
tri”. kemudian aku katakan: “Wahai
Ia berkata padaku: “Wahai Zaenab, jangan bergerak sampai
Abu Umayyah! Sesungguhnya se­ aku datang”. Kalau saja engkau
orang perempuan tidak akan men­ melihatku wahai Sya’biy, setelah
jadi lebih buruk dari si Zaenab aku sholat dan pulang, tahu-tahu
itu dalam dua keadaan: kalau ia aku sudah di dekat kalajengking
me­lahirkan seorang anak laki- yang sudah menyengat Zaenab. Lalu
laki atau ia memiliki kedudukan aku meminta as saktu dan garam
di sisi suaminya. Maka kalau ada kemudian aku rendam jarinya dan
se­suatu yang membuatmu ragu, aku membacakannya surat al fa­
pakai saja cemeti. Demi Allah, tidak tihah dan al mu’awwidzatain.
ada sesuatu yang didapatkan oleh Kisah ini dikeluarkan oleh Ibnu
seorang pria di rumahnya yang Abdi Robbih al Andalusiy dalam
lebih buruk dari seorang istri yang kitabnya “thobaa`i’un nisaa`”,
manja”. dan disebutkan pula oleh Abul Fath
Aku berkata: “Demi Allah, eng­ al Ibsyiihiy dalam kitabnya “al
kau benar-benar sudah mendidik Mustathrof ”.
Akhwat
Versi E-Book Gratis 35
Kajian Utama Tarbiyatunnisa’

NASEHAT BAGI PARA IBU lau ia ingin melihat wajah atau


Dan ambillah teladan, wahai perilakumu. Dan bicaralah kalau
muslimah, dari kisah berikut ini. ia mengajakmu bicara”. ‘Ishoom
Karena kisah ini bertutur kepada pun masuk menemuinya. Maka ia
ibu yang penuh ketulusan terhadap melihat sesuatu yang belum pernah
putrinya. Ia juga bertutur kepada ia lihat sebelumnya. Setelah itu
pa­ra anak perempuan yang cerdas ia keluar seraya berkata: “Tarokal
se­bagaimana ia juga bertutur ke­ khidaa’ man kasyafal qonaa’” (orang
pada setiap wanita yang sudah yang sudah menyingkap topeng,
me­nikah. Dan karena kisah ini­ tidak akan tertipu). Ia membuat
lah sebuah perumpamaan arab di­ per­kataan ini sebagai sebuah per­
buat. Yaitu perumpamaan “maa umpamaan. Lalu ia pergi menemui
waroo`aka ya ‘ishoom?” (apa yang Al Haarits.
ada di belakangmu hai ‘Ishom?). Ketika Al Haarits melihatnya
Abul Fadhl an Naysaabuuriy da­ datang, ia berkata: “Apa yang ada
lam kitabnya “Majma’ul Am­ di belakangmu wahai ‘Ishoom?”
tsaal” berkata: “Maa waroo`aka (maksudnya: kabar apa yang engkau
yaa ‘Ishoom?” Al Mufadhdhol ber­ka­ bawa wahai ‘Ishoom? Kemudian
ta: orang yang pertama kali meng­ ‘Ishoom mendeskripsikan fisik
ucapkan perkataan ini adalah Al dan akhlak sang putri ‘Auf dengan
Haarits bin ‘Amr, raja Kandah. ungkapan-ungkapan sastra yang
Yaitu ketika ia mendapatkan kabar men­jelaskan kecantikan dan ke­
tentang kecantikan, kesempurnaan baikan gadis tersebut. Deskripsi ini
dan kecerdasan putri ‘Auf bin Mah­ sengaja dipotong oleh pener­jemah
lim asy Syaybaaniy, ia memanggil -pent).
seorang wanita dari Kandah yang Lalu sang raja mengutus se­
dipanggil dengan nama ‘Ishoom; orang utusan kepada ayah gadis itu
seorang wanita yang cerdas, pandai dan menyampaikan lamarannya.
berbicara, serta tinggi budi bahasa Sang ayah menikahkan putrinya
dan sastranya. dengan sang raja. Maskawin pun
Sang raja berkata: “Pergi­lah dikirimkan. Dan putri ‘Auf diper­
sampai engkau dapat membe­r i­ siapkan hingga ketika ia hendak
tahuku tentang hal ihwal putri ‘Auf di­bawa kepada suaminya, ibunya
ini”. Maka ‘Ishoom pergi menemui berkata: “Wahai putriku, kalaulah
ibu gadis itu, yaitu Umaamah suatu wasiat tidak diberikan ka­
bintul Harits dan memberitahukan rena orang yang diberi wasiat su­
maksud kedatangannya. Maka dah sempurna akhlaknya, ma­ka
Umaamah memberikan pesan ke­­ tentu wasiat ini tidak akan ku­
pa­d a putrinya dan berkata: “Wa­ be­r ikan kepadamu. Akan tetapi,
hai anakku, ini adalah bibimu ini sekedar pengingat orang yang
telah datang untuk melihatmu. lupa dan penyokong orang yang
Maka janganlah kamu tutupi ka­ ingat. Kalaulah seorang wanita bisa
Akhwat
36 Versi E-Book Gratis
Tarbiyatunnisa’
Kajian Utama
tidak membutuhkan seorang suami la­par akan mengobarkan rasa ma­
karena kekayaan orangtuanya dan rah, dan membuat sulit tidur akan
ia juga sangat dibutuhkan oleh memancing kekesalan. Lalu men­
keduanya, tentulah kamu orang jaga rumah dan hartanya, serta
yang paling tidak membutuhkan mengurusi diri, keluarga dan anak-
seorang suami. Akan tetapi wanita anaknya. Karena menjaga harta itu
itu diciptakan untuk laki-laki dan merupakan baiknya perhitungan.
laki-laki itu diciptakan untuk pe­ Dan mengurusi anak dan keluarga
rempuan.” merupakan baiknya pengaturan.
“Wahai putriku, sesungguhnya Dan jangan engkau sebarkan ra­
engkau akan berpisah dari ling­ ha­sianya, serta jangan engkau
kungan yang darinya engkau keluar, bang­kang perintahnya. Karena ka­
dan engkau akan meninggalkan lau engkau sebarkan rahasianya,
sa­rang yang di dalamnya engkau engkau tidak akan aman dari peng­
tumbuh besar. Ke sebuah sarang hianatannya. Sedangkan kalau
yang belum pernah engkau tahu eng­­kau bangkang perintahnya,
dan seorang pendamping yang eng­­kau akan mengobarkan ama­
tidak pernah engkau kenal. Maka rah­nya. Kemudian hindarilah de­
ia dengan kerajaannya akan men­ ngan itu semua sikap bersuka ci­
jadi pengintai dan pengatur atas ta ketika sedang bersedih. Dan
dirimu. Maka jadilah seorang ham­ sikap berduka cita ketika se­d ang
ba untuknya, niscaya dia akan men­ ber­gembira. Karena sifat yang
jadi seorang budak dan orang yang per­tama itu merupakan ke­la­
baik untukmu.” laian. Sedangkan yang kedua akan
membuat suasana menjadi ke­
“Wahai putriku, embanlah dari­
ruh. Dan jadilah orang yang se­
ku sepuluh sifat, maka sifat-sifat itu
demikian mengagungkannya, ma­
akan menjadi perbendaharaan dan
ka dia akan menjadi orang yang
kenangan untukmu: mendampingi
sedemikian memuliakanmu. Dan
dengan sifat qona’ah dan bergaul
ju­ga jadilah orang yang sedemikian
dengan penuh penerimaan dan
menurutinya, maka dia akan men­­
ketaatan. Serta teliti dengan apapun
jadi orang yang sedemikian lama
yang dilihat suamimu dan awas
bisa engkau dampingi. Dan ke­
dengan apapun yang diciumnya.
tahuilah bahwasanya engkau ti­
Jangan sampai ia melihat dirimu
dak akan dapat meraih apa yang
dalam keadaan buruk dan jangan
eng­­kau sukai sampai engkau men­
pula ia sampai mencium darimu
dahulukan keridhoannya di atas
kecuali aroma yang harum. Celak
keridhoan dirimu sendiri dan men­­
adalah sebaik-baik perhiasan dan
da­hulukan keinginannya di atas
air adalah sebaik-baiknya pengganti
keinginanmu sendiri dalam se­­
wewangian. Kemudian bersiap di­
gala hal yang engkau sukai atau­
ri pada saat makan dan tenang
pun engkau benci. Dan semoga
pada saat tidur. Karena panasnya
Akhwat
Versi E-Book Gratis 37
Kajian Utama Tarbiyatunnisa’

Allah menjadikan baik semuanya menunda-nunda kebaikan”. Diri­wa­


untukmu.” yatkan oleh Ibnu Hibban dalam
Lalu sang putri itu pun dibawa Shahihnya.
dan diserahkan kepada sang raja.
Dan ia mendapatkan kedudukan NASEHAT TENTANG PAKAIAN
agung di sisi raja tersebut serta MUSLIMAH
melahirkan untuknya tujuh orang Dan setiap muslimah hen­d ak­
yang kemudian menjadi raja Yaman nya menjauhi perilaku meniru-
selanjutnya. Selesai. niru wanita-wanita kafir dan wa­
Seorang muslimah yang meng­ nita-wanita fasiq. Dalam ca­ra
hendaki pahala di sisi Allah, hen­ berpakaian, model, dengan meng­
dak­nya menjaga lisannya dari per­ hindari pakaian yang sempit dan
buatan ghibah, mengadu domba, terbuka -dari sisi manapun dan
merumpi, banyak bertanya dan dari bagian manapun-, dan yang
ju­ga dari perbuatan mengingkari transparan, pendek, celana panjang,
kebaikan suami. Karena kebanyakan sandal atau sepatu berhak tinggi,
majlis para wanita itu waktunya dan menjauhi trend mengikuti mo­
lebih banyak dihabiskan untuk de -seperti yang banyak disebut-
perkara-perkara ini. Dan seolah- tertentu, dalam soal pakaian atau
olah itu merupakan garam untuk potongan rambut. Rasulullah r
makanan yang tidak terasa enak telah bersabda: “Barangsiapa yang
suatu majlis kecuali dengannya. meniru suatu kaum, maka ia adalah
bagian dari mereka”. Diriwayatkan
Dari Hakim bin Hizam, ia
oleh Abu Dawud.
berkata: Rasulullah r berkhutbah
kepada para wanita pada suatu Dan ketika menggambarkan
ha­r i. Beliau menasehati mereka segolongan wanita, Rasulullah
dan memerintahkan mereka un­ r bersabda: “Ada dua golongan
tuk bertakwa kepada Allah dan penduduk neraka yang belum aku
men­taati suami mereka. Lalu ber­ lihat -lalu beliau menyebutkan salah
kata: “Di antara kalian ini ada satunya-, dan perempuan-perempuan
yang masuk surga.. (beliau me­nge­ yang berpakaian tapi telanjang,
ratkan jari jemari tangan be­liau), cenderung kepada kemaksiatan dan
dan di antara kalian ini ada yang membuat orang lain juga cenderung
menjadi kayu bakar ne­raka (beliau kepada kemaksiatan. Kepala-kepala
merenggangkan jari je­marin ta­ mereka seperti punuk-punuk unta
ngan beliau)”. Salah se­orang wa­ yang berlenggak-lenggok. Mereka
ni­ta berkata: “Tentu ia adalah tidak masuk surga dan tidak mencium
se­orang wanita yang dur­haka, baunya. Dan bau surga itu tercium
wa­hai Rasulullah! Dan mengapa dari jarak perjalanan sekian dan
demikian?”. Rasulullah r berkata: sekian waktu”. Diriwayatkan oleh
“Kalian mengingkari kebaikan sua­ Muslim dan yang lain.
mi kalian, sering melaknat dan Imam An Nawawi dalam Syarh-
Akhwat
38 Versi E-Book Gratis
Tarbiyatunnisa’
Kajian Utama
nya atas kitab Shahih Muslim Ada yang mengatakan, “maa`ilaat”
berkata: “Hadis ini merupakan sa­ maksudnya cenderung kepada la­ki-
lah satu mukjizat Rasulullah r. laki. “Mumiilaat” yaitu yang meng­
Apa yang telah beliau kabarkan goda laki-laki dengan perhiasan
kini telah terjadi. Adapun “al yang mereka perlihatkan dan se­
kaa­siyaat”, maka ia memiliki be­ ba­gainya. Adapun kepala-kepala
berapa sisi pengertian. Pertama, me­reka seperti punuk-punuk unta,
artinya adalah mengenakan nik­ maknanya adalah mereka membuat
mat-nikmat Allah I namun te­ kepala mereka menjadi nampak
lanjang dari bersyukur kepada- be­sar dengan menggunakan kain
Nya. Kedua, mengenakan pakaian kerudung atau selempang dan lain­
namun telanjang dari perbuatan nya yang digulung di atas kepala
baik dan memperhatikan akhirat sehingga mirip dengan punuk-
serta menjaga ketaatan. Ketiga, punuk unta. Ini adalah penafsiran
yang menyingkap sebagian tubuh­ yang masyhur. Al Maaziri berkata:
nya untuk memperlihatkan ke­ dan mungkin juga maknanya adalah
in­­dah­annya, mereka itulah wa­ bahwa mereka itu sangat bernafsu
ni­ta yang berpakaian namun untuk melihat laki-laki dan ti­
te­­­lanjang. Keempat, yang me­ dak menundukkan pandangan
nge­nakan pakaian tipis sehingga dan kepala mereka. Sedang Al
menampakkan bagian dalamnya, Qoodhiy memilih penafsiran bah­
berpakaian namun telanjang da­ wa “maa`ilaat” itu adalah yang
lam satu makna. Sedangkan “maa­ menyisir rambutnya dengan gaya
`ilaatun mumiilaatun”, maka ada mendoyong. Ia berkata: yaitu de­­
yang mengatakan: menyimpang ngan memilin rambut dan me­ng­­
dari ketaatan kepada Allah I dan ikatnya ke atas kemudian me­nya­
apa-apa yang seharusnya me­re­ka tukannya di tengah-tengah ke­pala
perbuat, seperti menjaga ke­ma­ sehingga menjadi seperti punuk-
luan dan sebagainya. “Mu­mii­­laat” punuk unta. Lalu ia berkata: ini
artinya mengajarkan perem­pu­ menunjukkan bahwa maksud per­
an-perempuan yang lain untuk um­pamaan dengan punuk-punuk
ber­buat seperti yang mereka la­ unta adalah karena tingginya ram­
ku­­kan. Ada yang mengatakan, but di atas kepala mereka, dengan
“maa`ilaat” itu berlenggak-leng­gok dikumpulkannya rambut di atas
ke­tika berjalan, sambil mendo­ kepala kemudian dipilin sehingga
yong-doyongkan pundak. Ada rambut itu berlenggak-lenggok ke
yang mengatakan, “maa`ilaat” ada­­­ kiri dan ke kanan kepala. Selesai.
lah yang menyisir rambutnya de­­ Ibnul ‘Arobiy berkata: “Ra­
ngan gaya mendoyong. Yaitu ga­ sulullah r menyebut mereka ber­
ya­nya para pelacur. “Mumiilaat” pa­kaian karena pakaian yang me­­
yaitu yang menyisirkan rambut reka kenakan. Hanya saja be­liau
pe­rempuan lain dengan gaya itu. menyebut mereka telanjang karena

Akhwat
Versi E-Book Gratis 39
Kajian Utama Tarbiyatunnisa’

pakaian yang tipis itu meng­gam­ Abu Hurairah menyebutkan


barkan tubuh mereka dan mem­ per­­kara kain tipis untuk pakaian
perlihatkan keindahan mereka dan wanita, maka dia berkata: “Perem­
itu adalah haram”. puan-perempuan yang berpakaian
Al Qurthubiy berkata: aku namun telanjang, yang penuh de­
katakan: ini adalah salah satu dari ngan kesenangan namun mende­
dua penafsiran ulama tentang mak­ rita”.
na ini. Yang kedua adalah bahwa Beberapa wanita dari Bani Ta­
me­reka itu adalah perempuan yang mim masuk menemui Aisyah z
mengenakan pakaian namun te­ dengan mengenakan pakaian tipis.
lanjang dari pakaian takwa yang Maka Aisyah berkata: “Kalau kalian
tentangnya Allah I berfirman: ini wanita yang beriman, maka yang
“Dan pakaian takwa itu adalah lebih seperti ini bukanlah pakaian wanita
baik”. beriman. Tapi kalau kalian bukan
Dan ada sebuah syair ber­bu­­ wanita beriman, maka nikmatilah
nyi: “Orang yang tak me­nge­na­kan pakaian seperti ini”.
baju ketakwaan menjadi te­lanjang Seorang pengantin wanita di­
meskipun ia berpakaian. Sebaik- antar masuk menemui Aisyah
baik baju adalah taat kepada Tuhan z dengan mengenakan kain ti­
Dan yang membangkang-Nya se­ pis yang telah dicelup dengan
dikitpun tak punya kebaikan” ‘ushfur (sejenis tanaman yang wa­
Dan dalam hadis, dari Dihyah ngi). Ketika Aisyah melihatnya,
bin Kholifah al Kalbiy t , ketika ia beliau berkata: “Perempuan yang
diutus kepada Heraclius dan setelah mengenakan pakaian seperti ini
kembali, Rasulullah r memberinya belum mengimani surat An Nur”.
kain qobthiyyah (sejenis kain yang Inilah yang dapat aku sam­
transparan) dan berkata: “Ke­na­ paikan, dan aku memohon kepada
kanlah baju pada tempat be­lah­ Allah yang Maha Tinggi dan Maha
an kain ini dan berikanlah is­tri­mu Kuasa agar Ia menjadikan amal­
potongan kain untuk ia gunakan ku ini sebagai amal saleh, dan
sebagai kerudung”. Setelah Dihyah menjadikannya ikhlas untuk-Nya
ber­lalu, Rasulullah r berkata lagi: semata, dan semoga dari amal
“Suruhlah istrimu untuk melapisinya ini, Ia tidak menjadikan sesuatu
dengan sesuatu supaya tidak trans­ apapun untuk siapapun bersama-
paran”. Diriwayatkan oleh Al Nya, dan semoga Ia menerimaku
Hakim. Ia berkata: ini adalah bersama orang-orang yang saleh.
hadis yang sanadnya shahih namun Amin.
tidak dikeluarkan oleh Bukhori dan Wa shollallaahu ‘alaa nabiyyi­naa
Muslim. muhammadin wa aalihii wa shohbihii
wa sallam ajma’iin.

Akhwat
40 Versi E-Book Gratis
Tarbiyatunnisa’

LARANGAN WANITA
PERGI TANPA MAHRAM
Penulis: 'Adi Abdillah As-Salafy

S audariku Muslimah . . . .
Allah I berfirman : “Apa
yang dikatakan Rasul kepadamu
Maka dalam rangka menger­
jakan perintah Allah I dan Nabi-
Nya, kami akan berusaha menukil
ma­k a terimalah dia dan apa yang beberapa hadits Rasulullah r dan
dilarangnya bagimu maka ting­gal­ keterangan ulama yang berkaitan
kanlah.” (Al Hasyr : 7) dengan judul di atas.
Yakni apa yang Rasulullah Bisa kita saksikan kenyataan
r perintahkan kepadamu ma­­ di sekitar kita, semakin banyak
ka kerjakanlah dan apa yang di­ kaum Muslimah mengadakan sa­
larangnya, jauhilah. Se­sung­­guh­nya far tanpa didampingi oleh mah­
beliau hanya me­me­r in­tah­kan ke­ ram­nya. Amalan semacam ini tak
pada kebaikan dan melarang dari lain hanya akan membawa ke­
kejelekan. binasaan bagi wanita tersebut ba­
Ibnu Juraij berkata: “Apa ik di dunia maupun di akhirat.
yang datang kepadamu untuk taat Ka­rena itu agama Islam yang
kepadaku (Rasulullah r) maka ker­ hanif memberikan benteng ke­pa­­
ja­kanlah dan apa yang datang ke­ da mereka (kaum Muslimah) da­­
padamu untuk bermaksiat ke­pa­ lam rangka menjaga dirinya, ke­
daku maka jauhilah.” hormatannya, dan agamanya.
Pengertian ayat di atas bersifat Rasulullah r bersabda: “Ja­
umum yakni mencakup semua ngan­­lah wanita melakukan sa­
perintah dan larangan, karena beliau far selama 3 hari kecuali bersama
r tidaklah memerintahkan kecuali mah­­ramnya.” (Hadits shahih,
membawa kebaikan dan tidaklah dikeluarkan oleh Bukhari 2/54,
melarangnya kecuali mengandung Muslim 9/106, Ahmad 3/7, dan
kerusakan (kebinasaan). (Lihat Al Abu Dawud 1727)
Manhiyat Al ‘Asyr Li An Nisa’ “Tidak halal bagi seorang wa­nita
oleh Abi Maryam Majd Fathis yang beriman kepada Allah I dan hari
Said halaman 7) akhir melakukan safar (bepergian)
Akhwat
Versi E-Book Gratis 41
Tarbiyatunnisa’

selama satu hari satu malam yang demikian tidak berarti bahwa la­
tidak disertai mahramnya.” (HR. rangan yang gamblang hanya se­
Bukhari, Muslim, Abu Dawud, lama 3 hari sedangkan yang kurang
At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan dari itu dibolehkan.
Ahmad) Al ‘Allamah Al Baihaqi juga
Dari Ibnu ‘Abbas C bahwasanya mengomentari hal ini dengan ucap­
ia mendengar Nabi r bersabda: an beliau: “Rasulullah r seolah-
“Janganlah seorang wanita mela­ku­ olah ditanya tentang wanita yang
kan safar kecuali bersama mahramnya melakukan safar selama tiga ha­r i
dan janganlah seorang laki-laki ma­ tanpa mahram, lalu beliau men­
suk menjumpainya kecuali disertai jawab tidak boleh dan beliau ditanya
mahramnya.” tentang perjalanannya (safar) se­
Kemudian seseorang bertanya: la­ma dua hari tanpa mahram ke­
“Wahai Rasulullah! Sungguh aku mudian beliau menjawab tidak
ingin keluar bersama pasukan ini boleh, demikian pula halnya ten­
dan itu sedangkan istriku ingin tang perjalanannya sehari atau
menunaikan haji.” Maka ber­sab­d a setengah hari beliau tetap men­
Rasulullah r : “Keluarlah ber­sa­ma jawab tidak boleh. Kemudian setiap
istrimu (menunaikan haji).” (Dike­ dari mereka mengamalkan apa
luarkan hadits ini oleh Muslim yang didengarnya. Oleh karena itu
dan Ahmad) hadits-hadits yang dibawakan dari
satu riwayat dengan lafadh yang
Komentar Ulama Dalam
berbeda berarti hadits tersebut di­
Masalah Safar Bagi Wanita
dengar di beberapa negeri, ma­ka
Asy Syaikh Abi Maryam me­­ perawinya kadang-kadang meri­
nye­­butkan dalam bukunya Al wayatkan yang ini dan kadang-
Man­hiyat Al ‘Asyr li An Nisa’ kadang meriwayatkan yang itu dan
bahwa hadits-hadits yang me­nye­ semuanya adalah shahih.” (Syarhul
butkan tentang batasan safar bagi Muslim li An Nawawi 9/103)
wanita tanpa mahram berbeda-
Imam Ahmad ? berkata bah­
beda. Ada yang menyebutkan “se­
wa­sanya bila wanita tidak men­
la­ma sehari semalam”, ada pula
dapati suami atau mahram yang
yang menyatakan “tiga hari”, dalam
menemaninya, maka tidak wajib
riwayat lain dikatakan “selama ti­ga
baginya menunaikan haji. Ini sesuai
malam”, sedangkan dalam ri­wayat
dengan perkataan ulama Ahlul
Abu Dawud disebutkan “sela­ma
Hadits yang sebelumnya, demikian
satu barid” yakni perjalanan se­
pula perkataan Al Hasan Al Bashri,
tengah hari.” Dalam hal ini ulama
Ibrahim An Nakha’i, Ishaq bin
mengatakan bahwa perbedaan ter­
Rahuyah dan Ats Tsauri.
se­but terjadi karena berbedanya
orang yang bertanya dan berbe­d a­ Imam Al Baghawi mengatakan:
nya negeri tempat tinggal. Namun “Ulama sepakat bahwa dalam
Akhwat
42 Versi E-Book Gratis
Tarbiyatunnisa’

per­kara yang bukan wajib tidak Adapun laki-laki yang sewaktu-


dibolehkan bagi wanita melakukan waktu menjadi halal menikah
safar kecuali disertai oleh suami de­ngannya seperti budak atau
atau mahram yang lain, terkecuali saudara iparnya maka mereka ini
wanita kafir yang telah masuk Is­ tidak termasuk mahram karena
lam di negeri musuh atau tawanan tidak dianggap aman terhadapnya
wanita yang telah berhasil melo­los­ dan tidak haram baginya untuk se­
kan diri dari tangan-tangan orang lama-lamanya, maka mereka ini
kafir, mau tidak mau ia harus keluar dihukumi seperti orang lain.
dari lingkup mereka dengan tanpa Imam Ahmad pernah ditanya:
mahram, walaupun ia seorang diri “Apakah anak-anak (laki-laki) bi­sa
bila tidak merasa takut.” (Syarhus dijadikan mahram?” Beliau men­
Sunnah 7/20) jawab: “Tidak, hingga ia mencapai
Yang lainnya menambahkan: usia baligh karena ia belum dapat
“Atau wanita yang tertinggal dari mengurus dirinya sendiri maka
rom­bongannya/tersesat, lalu dite­ ba­gaimana ia dipercaya keluar me­
mu­kan oleh seorang laki-laki ngantar seorang wanita. Hal itu
yang bukan mahram yang dapat ka­rena mahram berfungsi sebagai
di­percaya, maka boleh bagi laki- penjaga bagi wanita tersebut dan
laki tadi menemaninya hingga ia ini tidak didapatkan kecuali dari
mendapatkan rombongannya kem­ orang yang baligh dan berakal.”
bali.” (Syarhus Sunnah 7/21) Syaikh Mushthafa Al ‘Adawi
me­ngomentari pernyataan di atas
Mahram Bagi Wanita dengan mengatakan bahwa ucapan
Abu Maryam dalam bukunya Al yang mengatakan disyaratkannya
Manhiyat mengatakan: “Mahram lelaki yang baligh dan berakal se­
bagi wanita adalah siapa saja yang bagai mahram bagi wanita di da­
di­haramkan menikah dengannya lam safar, alangkah baiknya ji­ka
se­cara mutlak (selamanya) seperti disempurnakan dengan me­nam­
ayah, saudara laki-laki, keponakan bah­kan syarat berikutnya yaitu
laki-laki, dan yang dihukumi sama memiliki bashirah (ilmu dien), se­
dengan mereka melalui susuan, hingga jadilah syarat itu : Baligh,
de­­mikian pula suami dari putri- berakal, dan memiliki bashirah.
put­r i­nya (menantu) yang telah (Un­tuk pembahasan lebih lanjut
ber­­campur dengan mereka (yakni tentang mahram, lihat Salafy
menantu tersebut telah melakukan Muslimah edisi XIV dalam Rub­
jima’ dengan putrinya sebagaimana rik Kajian Kali Ini).
layaknya suami istri). Termasuk
dalam hitungan mahram bagi wa­ Kenapa Disyaratkan Dengan
nita adalah suaminya.” (halaman Mahram
68) Islam yang hanif ingin menjaga
Akhwat
Versi E-Book Gratis 43
Tarbiyatunnisa’

wanita Muslimah dari setiap ba­ rumah tanpa disertai mahram. Is­
haya yang akan menimpanya dan lam melarang mereka agar tidak
ingin menjaga kehormatannya ter­jerumus pada perbuatan-
dengan berbagai cara dan ber­ma­ perbuatan yang diharamkan oleh
cam-macam wasilah guna mem­ Allah I dan Rasul-Nya yaitu sebab-
berikan manfaat baginya baik di sebab yang akan mengantarkan
dunia maupun di akhirat. Oleh pada perbuatan zina.
karena itulah disyaratkan mahram
dalam safar bagi wanita Muslimah Safar Dalam Rangka Menu­
tersebut. Dan ini adalah perhatian nai­kan Ibadah Haji
syariat Islam yang lurus kepada Jika Anda bertanya : “Apakah
kaum wanita dan perkara ini dibolehkan bagi wanita melakukan
tidaklah membawa mereka kepada safar dalam rangka menunaikan
jurang kebinasaan atau kesempitan. ibadah haji tanpa disertai mahram?”
Keluarnya wanita sendirian Imam At Tirmidzi ? teLah
akan memberikan dampak yang ne­ me­r ing­kas sebuah jawaban un­tuk
gatif bagi kaum laki-laki maupun pertanyaan di atas. Beliau me­nga­
ba­g i dirinya sendiri, lebih-lebih takan bahwa Ahlul ‘Ilmi (ula­ma)
bila ia keluar dengan ber-tabarruj, masih memperbincangkan per­
menampakkan perhiasan bukan ma­salahan ini, sebagian dari me­
pa­d a mahramnya. Maka syariat reka berkata : [Tidak wajib baginya
me­larang mereka untuk banyak menunaikan ibadah haji karena
ke­luar rumah tanpa ‘uzur yang mahram merupakan persyaratan
syar’i, memerintahkan kepada me­ per­jalanan, sebagaimana firman
reka untuk taat kepada Allah I Allah Ta’ala : “… bagi orang yang
dan Rasul-Nya dan agar mereka sanggup melakukan perjalanan kepa­
menjaga dirinya, agamanya, dan danya … .”
ke­hormatannya dari kehinaan dan
Mereka mengatakan bila wa­
kerendahan yang akan menim­pa­
nita tersebut tidak memiliki mah­
nya.
ram berarti ia belum sanggup me­
Rasulullah r bersabda: “Se­ lakukan perjalanan kepadanya. Ini
sung­g uhnya wanita itu adalah aurat, adalah ucapan Sufyan Ats Tsauri
maka apabila keluar, syaithan akan dan penduduk Kufah. Sedangkan
menghiasinya.” (Dikeluarkan oleh sebagian Ahlul Ilmi yang lainnya
Al Bazzar dan At Tirmidzi dan mengatakan: “Bila perjalanan me­
dishahihkan oleh Asy Syaikh Al nuju haji dijamin aman, maka ia
Albani dalam Irwaul Ghalil jilid boleh keluar menunaikan ibadah
I) haji bersama manusia yang lain.”
Hadits Rasulullah r di atas me­ Ini adalah pendapat Malik bin
rupakan peringatan kepada kaum Anas dan Imam Syafi’i.
wanita agar tidak banyak keluar Syaikh Mushthafa Al ‘Adawi
Akhwat
44 Versi E-Book Gratis
Tarbiyatunnisa’

setelah membawakan secara pan­ mahram, baik untuk umrah mau­


jang lebar dalil-dalil dari kedua pun yang lainnya. Karena telah
pihak (yang membolehkan dan yang tsabit dalam Shahih Bukhari dari
tidak membolehkan) mengatakan: Ibnu ‘Abbas C, ia berkata : Saya
“Setelah melihat dalil-dalil yang mendengar Rasulullah r bersabda:
ada, tampak padaku bahwa dalil “Tidak boleh seorang laki-laki ber-
dari mereka yang menyatakan tidak khalwat dengan wanita lain dan tidak
bolehnya adalah lebih kuat karena boleh bagi wanita untuk safar kecuali
larangan bagi wanita melakukan bersama mahramnya.”
safar tanpa mahram adalah bersifat Seorang wanita haram pergi
umum tadi, dengan demikian ia ter­ sendirian dengan pengemudinya,
masuk dalam larangan yang umum walaupun masih dalam batasan
ini, sedangkan Rasulullah r telah ne­gerinya. Karena pengemudi itu
bersabda : ‘Apa saja yang aku larang telah ber-khalwat dengannya dan
bagi kalian, maka tinggalkanlah.’ tidak ada perbedaan antara ke­
Wallahu A’lam.” adaannya wanita tersebut ketika
berkumpul atau tidak berkumpul.
Fatwa-Fatwa Asy Syaikh Dan sungguh telah datang hadits
Ibnu ‘Utsaimin bahwa seseorang berkata : “Wahai
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin mem­ Rasulullah r! Sungguh istriku
be­r ikan fatwa berkaitan dengan ingin keluar untuk haji dan saya
hajinya seorang wanita tanpa te­lah ditulis untuk ikut perang ini
mahram. Berikut ini jawaban beliau dan itu.” Maka beliau bersabda:
dari beberapa pertanyaan yang “Kembalilah, maka berhajilah ber­
dilontarkan : sama istrimu.” (Dikeluarkan oleh
Bukhari, bab Jihad, Fathul Bari
1. Sebagian wanita pergi
6/142-143) ]
me­laksanakan umrah tanpa
mahram dan kadang-kadang 2. Apakah boleh bagi wanita
ber­sama mere­k a seorang pem­ untuk safar dengan naik kapal
bantu laki-laki dan pembantu terbang dengan keadaan aman
wanita serta sopir. Kami tapi tanpa mahram?
meng­harapkan kejelasan per­ Beliau menjawab : [ Sesung­g uh­
kara tentang safar guna pe­ nya Nabi rbersabda : “Tidak boleh
lak­sanaan umrah dan i’tikaf safar bagi wanita kecuali bersama
bagi seorang wanita yang tidak mahram.”
disertai mahram. Apakah boleh Nabi r mengucapkan hadits
untuk menjadikan sebagian me­ tersebut ketika memberikan khut­
reka sebagai mahram pada se­ bah di atas mimbar dalam pe­
bagiannya? laksanaan ibadah haji. Maka ber­
Beliau menjawab: [Tidak bo­ dirilah seseorang dan berkata:
leh bagi wanita untuk safar tanpa “Wa­hai Rasulullah r! Sungguh
Akhwat
Versi E-Book Gratis 45
Tarbiyatunnisa’

istriku keluar untuk haji dan saya Kebolehan wanita keluar ke pa­
telah ditulis untuk ikut perang sar tak luput diikat dengan syarat-
ini dan itu.” Maka jawab Nabi r: syarat yang ketat, di antaranya
“Kembalilah, maka berhajilah ber­ hen­d aklah wanita itu keluar ka­
sama istrimu.” (HR. Bukhari) rena kebutuhan yang mendesak,
Dalam hadits di atas, Nabi hendaklah menggunakan hijab yang
r memerintahkan padanya un­ sempurna menurut syariat dan
tuk meningalkan perang dan me­ tidak ber-tabarruj, tanpa berhias
laksanakan haji bersama istrinya dan tanpa berminyak wangi.
dan tidaklah Nabi r berkata :
“Apakah istrimu dalam keadaan Wanita Berduaan Bersama
aman?” Atau : “Apakah bersamanya Sopir Jika Bepergian, Boleh­
ada wanita lain?” Atau : “Bersama kah ?
tetangganya?” Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah
Maka ini menunjukkan ke­ bin Baz ketika ditanya tentang
umum­an larangan safar bagi wanita hukum wanita berkendaraan se­
tanpa disertai mahram. ] orang diri hanya ditemani sopir
yang membawanya ke tengah kota
Wanita Keluar Menuju Pasar (belum keluar dalam batas safar).
Beliau menjawab: [Tidak boleh
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ? per­
seorang wanita berkendaraan hanya
nah ditanya: “Bolehkah seorang
dengan seorang sopir tanpa disertai
wa­nita keluar menuju pasar
orang lain yang bersamanya karena
tanpa disertai mahramnya dan
yang demikian ini termasuk dalam
kapankah yang demikian itu
hukum ber-khalwat (berduaan),
dibo­lehkan serta kapankah
padahal Rasulullah r telah bersab­
diha­ramkannya?”
da : “Janganlah berduaan seorang
Beliau menjawab: [Pada dasar­ laki-laki dengan seorang wanita ke­
nya, keluarnya wanita menuju cuali wanita tersebut disertai mah­
pasar adalah boleh dan tidak disya­ ramnya.”
rat­kan bahwa ia harus disertai
“Janganlah berduaan seorang
mah­ram kecuali jika dikhawatirkan
pria dengan seorang wanita karena
ter­jadi fitnah. Dalam keadaan de­
syaithan menjadi pihak ketiga dari
mi­kian ia tidak diperkenankan ke­
keduanya.”
luar kecuali jika disertai mahram
yang menjaga dan melindunginya. Adapun jika ada orang lain
Hukum bolehnya ia keluar menuju be­serta keduanya baik seorang
pasar adalah diiringi dengan sebuah atau­pun lebih, baik pria ataupun
syarat yang harus ia penuhi yaitu wanita, maka ini tidak mengapa
tidak berhias dan tidak memakai bagi­nya, bila di sana tidak ada
minyak wangi (parfum) karena sesuatu yang meragukan, karena
Rasulullah r telah melarangnya.] keadaan khalwat (berduaan) akan
Akhwat
46 Versi E-Book Gratis
Tarbiyatunnisa’

hilang dengan sendirinya dengan dapat ditakar dengan harga dunia


hadir­nya orang yang ketiga atau beserta seluruh isinya dan ini me­
lebih. Ini dibolehkan selama belum rupakan kekhususan bagi wanita
masuk dalam batas safar. Adapun Muslimah yang tak dimiliki oleh
di dalam safar maka tidak boleh wanita lain. Oleh karena itu Allah
seorang wanita melakukan safar dan Rasul-Nya melalui syariat yang
kecuali bila disertai mahramnya agung menetapkan aturan-aturahn
sebagaimana telah warid dalam yang dapat mempertahankan ek­
sabda Nabi r. ] sis­tensi dari kekhususan ini dan
semuanya itu diletakkan dengan
Penutup hikmah yang tinggi.
Saudariku Muslimah …….. . Kami memohon kepada Allah
Wanita keluar rumah tanpa I agar memperlihatkan kepada
mahram dan tanpa ada kebutuhan kita al haq dan membimbing ki­
yang syar’i merupakan dosa bagi­ ta untuk mengikutinya dan mem­
nya. Lebih baik dan lebih suci perlihatkan kepada kita al bathil
bagi wanita untuk tetap tinggal di dan membimbing kita untuk men­
rumahnya agar kaum laki-laki tidak jauhinya. Ya Allah, tuntunlah kami
melihatnya dan wanita itupun tidak ke jalan-Mu yang lurus. Amin !!!
melihat padanya. Allah I telah
berfirman : “Dan tetaplah kalian (ka­ Penulis : ‘Adi Abdillah As Salafy
um wanita) di rumah-rumah kalian.”
Maraji’ :
Tidaklah ada perkara yang lebih 1. Al Manhiyatul ‘Asyr lin Nisa’ oleh
mendekatkan diri wanita dengan Abi Maryam Majd Fathis Said.
Rabb-nya melebihi bila ia tetap ting­ 2. Al Haribatu ilal Aswaq oleh Asy
gal di rumah dan berusaha menjadi Syaikh ‘Abdul Malik Al Qasim.
wanita yang diridhai-Nya dengan 3. As’ilah Muhimmah oleh Asy
Syaikh Muhammad bin Shaleh Al
memperbanyak ibadah kepada-Nya ‘Utsaimin.
dan taat kepada suaminya. 4. Jami’ Ahkamun Nisa’ oleh Asy
Ali t pernah berkata : “Apa­ Syaikh Mushthafa Al ‘Adawi.
kah kamu tidak malu … dan apa­ 5. Massuliyyah Al Mar’ah Al Muslimah
oleh Asy Syaikh ‘Abdullah bin
kah kamu tidak tertipu … , kamu Jarullah.
mem­biarkan wanita keluar di 6. Majmu’ah Durus Fatawa (Harami
antara kaum laki-laki untuk meli­ Makki) oleh Asy Syaikh ‘Abdul ‘Aziz
hat padanya dan mereka pun (ka­um bin ‘Abdullah bin Baz. (Dikutip dari
laki-laki) melihat pada kaum wanita tulisan ‘Adi Abdillah As Salafy, judul
asli Larangan Wanita Pergi Tanpa
tersebut.” (Lihat Al Kabair, Adz Mahram, MUSLIMAH Edisi XIX/
Dzahabi halaman 171-172) Rabi’ul Awwal/ 1418 H/ 1997 M)
Al Iffah (harga diri), rasa malu, Sumber : Salafy.or.id
http://ahlussunnah-bangka.
dan kelembutan adalah sesuatu com/2010/01/04/larangan-wanita-
yang bernilai tinggi, nilainya tidak pergi-tanpa-mahram/
Akhwat
Versi E-Book Gratis 47
Pernikahan
Keluarga &
Tips Membina Rumah
Tangga yang Sakinah
Penulis: Buletin Al Ilmu Jember

S etiap insan yang hidup


pasti menginginkan dan
mendambakan suatu kehidupan
ah rumah tangga yang sakinah,
atau­pun bagi yang telah menjalani
kehidupan berumah tangga senan­
yang bahagia, tentram, sejahtera, tiasa berupaya untuk meraih kehi­
penuh dengan keamanan dan ke­ dupan yang sakinah tersebut.
te­nangan atau bisa dikatakan ke­
hi­dupan yang sakinah, karena me­ HAKEKAT KEHIDUPAN RUMAH
mang sifat dasar manusia adalah TANGGA YANG SAKINAH
senantiasa condong kepada hal- Pembaca yang budiman, telah
hal yang bisa menentramkan jiwa di­sebutkan tadi bahwasanya se­
serta membahagiakan anggota tiap pribadi, terkhusus mereka
ba­d annya, sehingga berbagai cara yang telah berumah tangga, pas­
dan usaha ditempuh untuk meraih ti dan sangat berkeinginan untuk
kehidupan yang sakinah tersebut. me­rasakan kehidupan yang saki­
Pembaca yang budiman, se­ nah, sehingga kita menyaksikan
sung­g uhnya sebuah kehidupan ber­bagai macam cara dan usaha
yang sakinah, yang dibangun diatas serta berbagai jenis metode ditem­
rasa cinta dan kasih sayang, tentu puh, yang mana semuanya itu
sangat berarti dan bernilai dalam di­bangun diatas presepsi yang
sebuah rumah tangga. Betapa tidak, ber­beda dalam mencapai tujuan
bagi seorang pria atau seorang wa­ ke­hidupan yang sakinah tadi. Ma­
nita yang akan membangun se­ ka nampak di pandangan kita se­
buah rumah tangga melalui tali bagian orang ada yang berusaha
pernikahan, pasti berharap dan mencari dan menumpuk harta ke­
bercita-cita bisa membentuk sebu­ ka­yaan sebanyak-banyaknya, kare­
Akhwat
48 Versi E-Book Gratis
Pernikahan
Keluarga &
na mereka menganggap bahwa terletak pada realisasi/penerapan
dengan harta itulah akan diraih nilai-nilai agama dalam kehidupan
kehidupan yang sakinah. Ada pula berumah tangga yang bertujuan
yang senantiasa berupaya untuk mencari ridho Allah I. Karena
menyehatkan dan memperindah memang hakekat ketenangan jiwa
tubuhnya, karena memang di benak (sakinah) itu adalah ketenangan
mereka kehidupan yang sakinah itu yang terbimbing dengan agama
terletak pada kesehatan fisik dan dan datang dari sisi Allah I,
keindahan bentuk tubuh. Disana sebagaimana firman Allah (ar­ti­
ada juga yang berpandangan nya): “Dia-lah yang telah menu­run­
bahwa kehidupan yang sakinah kan sakinah (ketenangan) ke dalam
bisa diperoleh semata-mata pada hati orang-orang yang beriman
makanan yang lezat dan beraneka agar keimanan mereka bertambah di
ragam, tempat tinggal yang lu­ samping keimanan mereka (yang te­
as dan megah, serta pasangan hi­ lah ada).” (Al Fath: 4)
dup yang rupawan, sehingga me­
reka berupaya dengan sekuat te­ BIMBINGAN RASULULLAH DA­
naga untuk mendapatkan itu se­ LAM KEHiDUPAN BERUMAH
mua. Akan tetapi, pembaca yang TANGGA
budiman, perlu kita ketahui dan
pahami terlebih dahulu apa se­ Rasulullah r selaku uswatun
benarnya hakekat kehidupan yang hasanah (suri tauladan yang ba­ik)
sakinah dalam sebuah kehidupan yang patut dicontoh telah mem­
rumah tangga. bimbing umatnya dalam hidup be­
rumah tangga agar tercapai se­buah
Sesungguhnya hakekat kehi­
kehidupan rumah tangga yang
dup­an yang sakinah adalah suatu
sakinah mawaddah warohmah.
kehidupan yang dilandasi mawaddah
warohmah (cinta dan kasih sayang) Bim­bingan tersebut baik secara
dari Allah I Pencipta alam semesta lisan melalui sabda beliau r mau­
ini. Yakni sebuah kehidupan yang pun secara amaliah, yakni de­ngan
dirihdoi Allah, yang mana para perbuatan/contoh yang be­liau r
pela­kunya/orang yang menjalani lakukan. Diantaranya ada­lah Ra­
kehidupan tersebut senantiasa sulullah r senantiasa meng­hasung
ber­­usaha dan mencari keridhoan seorang suami dan isteri untuk
Allah dan rasulNya, dengan ca­ra saling ta’awun (tolong menolong,
melakukan setiap apa yang di­pe­ ba­hu membahu, bantu membantu)
rintahkan dan meninggalkan se­ga­ dan bekerja sama dalam bentuk
la apa yang dilarang oleh Allah dan saling menasehati dan saling me­
rasulNya. ng­ingatkan dalam kebaikan dan ke­
takwaan, sebagaimana sabda be­li­au
Maka kesimpulannya, bahwa
r:
hakekat sebuah kehidupan ru­
mah tangga yang sakinah adalah
Akhwat
Versi E-Book Gratis 49
Pernikahan
Keluarga &
oi #^f5 Õü=Uã lýY xäBneãäæ ãqIq&Aã akal dan agamanya, serta mem­

räfQü SfNeã ûY xéE ,qQü lü p SfM


punyai sifat kebengkokan karena
diciptakan dari tulang rusuk yang

u&a=% lü p u%=Ba uj~^% #çs: lýY


bengkok sebagaimana disebutkan

xäBneäæ ãqIq&AäY ,qQü d?} ke


dalam hadits tadi, sehingga senan­
tiasa butuh terhadap nasehat.
Akan tetapi tidak menutup
“Nasehatilah isteri-isteri kalian de­ ke­mung­kinan juga bahkan ini di­
ngan cara yang baik, karena se­ anjurkan bagi seorang isteri untuk
sungguhnya para wanita diciptakan memberikan nasehat kepada suami­
dari tulang rusuk yang bengkok dan nya dengan cara yang baik pula,
yang paling bengkok dari tu­lang karena nasehat sangat dibutuhkan
rusuk adalah bagian atasnya (pa­ bagi siapa saja. Dan bagi siapa saja
ling atas), maka jika kalian (para yang mampu hendaklah dilakukan.
suami) keras dalam meluruskannya Allah I berfirman (artinya): “Dan
(membimbingnya), pasti kalian akan nasehat menasehati supaya mentaati
mematahkannya. Dan jika ka­li­an kebenaran dan nasehat menasehati
mem­biarkannya (yakni tidak mem­ supaya menetapi kesabaran.” (Al
bimbingnya), maka tetap akan beng­ ‘Ashr: 3)
kok. Nasehatilah isteri-isteri (para Rasulullah r bersabda:

Ö2~Jneã o}9eã
wanita) dengan cara yang baik.”
(Muttafaqun ‘alaihi. Hadits shohih,
dari shahabat Abu Hurairah t)
“Agama itu nasehat.” (HR. Muslim
Dalam hadits tersebut, kita no. 55)
me­­lihat bagaimana Rasulullah
r membimbing para suami un­ Maka sebuah rumah tangga
tuk senantiasa mendidik dan akan tetap kokoh dan akan meraih
menasehati isteri-isteri me­re­ suatu kehidupan yang sakinah,
ka dengan cara yang baik, lem­ insya Allah, dengan adanya sikap
but dan terus-menerus atau saling menasehati dalam kebaikan
berkesinambungan dalam menase­ dan ketakwaan.
ha­tinya. Hal ini ditunjukkan de­
ngan sabda beliau r:

,qQü d?} ke u&a=% lü p


DIANTARA TIPS/CARA MERAIH
KEHIDUPAN YANG SAKINAH
1. Berdzikir
yakni “jika kalian para suami tidak Ketahuilah, dengan berdzikir
menasehati mereka (para isteri), dan memperbanyak dzikir kepada
maka mereka tetap dalam keadaan Allah I, maka seseorang akan
bengkok,” artinya tetap dalam ke­a­ mem­peroleh ketenangan dalam
daan salah dan keliru. Karena me­ hidup (sakinah). Allah I berfirman
mang wanita itu lemah dan kurang (artinya):
Akhwat
50 Versi E-Book Gratis
Pernikahan
Keluarga &
“Ketahuilah, dengan berdzikir kepa­ kecuali akan turun (dari sisi Allah
da Allah, (maka) hati (jiwa) akan subhanahu wata’ala) kepada mere­ka
(men­jadi) tenang.” (Ar Ra’d: 28) as sakinah (ketenangan).” (Mutta­
Baik dzikir dengan makna khu­ faqun ‘alaihi. Hadits shohih, da­ri
sus, yaitu dengan melafazhkan dzi­ shahabat Abu Hurairah t)
kir-dzikir tertentu yang telah di­
Dalam hadits diatas, Rasulullah
syariatkan, misal:

ufeã =ZV&Aü
r memberikan kabar gembira ba­
gi mereka yang mempelajari Al
Qur`an (ilmu agama), baik dengan
dan lain-lain, maupun dzikir dengan mempelajari cara membaca mau­
mak­na umum, yaitu mengingat, se­ pun dengan membaca seka­ligus
hingga mencakup/meliputi segala mengaji makna serta tafsir­nya,
jenis ibadah atau kekuatan yang yaitu bahwasanya Allah I akan
dilakukan seorang hamba dalam menurunkan as sakinah (kete­nang­
rangka mengingat Allah I, seperti an jiwa) pada mereka.
sholat, shoum (puasa), shodaqoh, Pembaca yang budiman, demi­
dan lain-lain. kianlah diantara beberapa hal yang
bisa dijadikan tips untuk meraih
2. Menuntut ilmu agama dan membina rumah tangga yang

ufeã $q~æ oi #~æ éY hq] Sj&-ã äi


Rasulullah r bersabda: sakinah. Wallahu a’lam. Semoga
kajian ringkas ini dapat kita te­

ktn~æ umqA<ã9&} p ufeã åä&a lqf&}


rap­kan dalam hidup berkeluarga
sehingga Allah I menjadikan ke­

Ön~bBeã kt~fQ ?n&e vü


luar­ga kita keluarga yang sakinah
mawaddah warohmah. Amiin, Ya
Rabbal alamiin.
“Tidaklah berkumpul suatu kaum/
ke­lompok disalah satu rumah dari Sumber: http://www.assalafy.org/
ru­mah-rumah Allah (masjid), (yang artikel.php?kategori=akhlaq=8
mana) mereka membaca Al Qur`an
dan mengkajinya diantara mereka,

Permata Salaf
Rasulullah r selaku uswatun hasanah (suri tauladan yang ba­ik)
yang patut dicontoh telah mem­bimbing umatnya dalam hidup
be­r umah tangga agar tercapai se­buah kehidupan rumah tangga
yang sakinah mawaddah warohmah.

Akhwat
Versi E-Book Gratis 51
Pernikahan
Keluarga &

Makna, Hukum, dan


Tujuan Perkawinan
Penulis:Al-Qodhi Asy-Syaikh Muhammad Ahmad Kan’an

A. MAKNA PERKAWINAN Pengertian Secara Syar’i


Pengertian Secara Bahasa Adapun secara syar’i perka­win­
an itu ialah ikatan yang menjadikan
Az-zawaaj adalah kata dalam
halalnya bersenang-senang antara
bahasa arab yang menunjukan
laki-laki dengan perempuan, dan ti­
arti: bersatunya dua perkara, atau
dak berlaku, dengan adanya ikat­an
bersatunya ruh dan badan untuk
tersebut, larangan-larangan syari­
kebangkitan. Sebagaimana firman
’at.
Allah U (yang artinya): “Dan apabila
ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh)” Lafadz yang semakna dengan
(Q.S At-Takwir : 7) “AzZuwaaj” adalah “An-Nikaah“;
sebab nikah itu artinya saling ber­
Dan firman-Nya tentang nik­
satu dan saling masuk. Ada per­
mat bagi kaum mukminin di sur­
bedaan pendapat di antara para
ga, yang artinya mereka disa­tu­­kan
ulama tentang maksud dari lafadz
dengan bidadari: “Kami kawin­k an
“An-Nikaah” yang sebenarnya.
mereka dengan bidadari-bidadari yang
Apa­­kah berarti “perkawinan” atau
cantik lagi bermata jeli (Q.SAth-
“jima’”.
Thuur : 20)
Selanjutnya, ikatan pernikahan
Karena perkawinan menunjuk­
merupakan ikatan yang paling
kan makna bergandengan, maka
utama karena berkaitan dengan
di­sebut juga “Al¬-Aqd, yakni ber­
dzat manusia dan mengikat antara
gan­dengan (bersatu)nya antara
dua jiwa dengan ikatan cinta dan
laki-laki dengan perempuan, yang
kasih sayang, dan karena ikatan
se­lanjutnya diistilahkan dengan
tersebut merupakan sebab adanya
“zawaaja"?.

52 Akhwat
Versi E-Book Gratis
Pernikahan
Keluarga &
keturunan dan terpeliharanya kan, sedang makna “bukan dari
kemaluan dari perbuatan keji. golonganku” yakni bukan dari
go­­longan yang lurus dan yang mu­
B. HUKUM PERKAWINAN dah, sebab dia memaksakan di­r i­
nya dengan apa yang tidak di­pe­
An-Nikaah hukumnya dianjur­
rintahkan dan membebani di­r i­nya
kan, karena nikah itu termasuk
dengan sesuatu yang be­rat. Jadi,
sunnah Nabi r sebagaimana diri­
maksudnya adalah ba­rang siapa
wa­yatkan oleh Imam Bukhari dan
yang menyelisihi petunjuk dan
Muslim bahwasanya telah ber­
jalannya Rasulullah r, dan ber­
kata Anas bin Malik t: Te­­lah
pen­d apat apa yang dia kerjakan
datang tiga orang ke rumah is­
da­r i ibadah itu lebih baik dari apa
tri-istri Nabi r. Mereka bertanya
yang dikerjakan oleh Rasulullah
tentang ibadahnya, maka tatkala
r. Sehingga makna dari ucapan
te­lah diberitahu maka seakan-akan
"bukan dari golonganku” adalah
merasa amalnya sangat sedikit, la­
bukan termasuk orang Islam, ka­
lu mereka berkata: “Dimana kita
rena keyakinannya tersebut me­nye­
dibanding Rasulullah r, sungguh
babkan kekufuran.
Allah mengampuni dosa beliau
yang telah lalu dan yang akan Hukum nikah ini sunnah untuk
datang”. Maka berkata seseorang orang yang bisa menanahan biologis
di antara mereka, “Adapun saya, dan tidak khawatir terjerumus ke
maka saya akan shalat malam sela­ dalam zina jika dia tidak menikah,
ma­nya”, dan berkata seorang lagi, dan dia telah mampu untuk meme­
“Aku akan berpuasa sepanjang nuhi nafkah dan tanggung keluarga.
ma­­sa"? dan yang lainnya, ”Aku Adapun orang yang takut akan
akan meninggalkan wanita, tidak dirinya terjerumus ke dalam zina,
akan menikah!?. Lalu datang Nabi jika dia tidak nikah, atau orang
r, kemudian beliau r berkata: yang tidak mampu meninggalkan
‘Kaliankah yang telah berkata begini zina kecuali dengan nikah, maka
dan begitu ? Demi Allah, sungguh aku nikah itu wajib atasnya. Dan untuk
adalah orang yang paling takut dan masalah nikah secara panjang lebar
paling taqwa dari kalian, akan tetapi terdapat dalam kitab-kitab Fiqh.
aku shalat dan aku tidur, aku puasa
dan aku berbuka, dan aku menikahi C. TUJUAN PERNIKAHAN
wanita. Maka barang siapa yang Sesungguhnya perintah itu
mem­benci pada sunnahku, maka dia ikat­an yang mulia dan penuh bara­
tidak termasuk golnganku'?. kah. Allah I mensyari’atkan untuk
Makna dari “barang siapa kemaslahatan hamba-Nya dan ke­
yang membenci sunnahku” ada­ man­faatan bagi manusia, agar ter­
lah berpaling dari jalanku dan capai maksud-maksud yang baik
me­nyelisihi apa yang aku ker­ja­ dan tujuan-tujuan yang mulia. Dan
Akhwat
Versi E-Book Gratis 53
&
Pernikahan
Keluarga
yang terpenting dari tujuan per­ be­sar dari pernikahan. Berfirman
nikahan ada dua, yaitu: Allah r (yang artinya) : “Dan Dia
1. Mendapatkan keturunan (Allah) telah menjadikan bagimu dari
atau anak istri-istrimu itu, anak-anak dan cucu-
cucu"?. (Q.S An-Nahl-72)
2. Menjaga diri dari yang
haram Al-Hafadah (jama’ dari hafid)
artinya cucu; yang dimaksud dalam
Maksud Pertama: “Men­da­pat­ ayat ini adalah anaknya anak dan
kan Keturunan atau Anak“ anak-anak keturunan mereka.
Dianjurkan dalam pernikahan Maka manusia dengan fitrah
tujuan pertamanya adalah untuk yang Allah I berikan padanya dija­
mendapatkan keturunan yang sha­­ dikan nencintai anak-anak karena
leh, yang menyembah pada Allah I Allah I menghiasi manusia dengan
dan mendo’akan pada orang­tuanya cinta pada anak-anak. Allah I ber­
sepeninggalnya, dan menyebut-se­ firman (yang artinya) : “Dijadikan
but kebaikannya di kalangan ma­ indah pada (pandangan) manusia,
nusia serta menjaga nama baik­nya. kecintaan kepada apa-apa yang
Sungguh ada dalam hadits dari diingini, yaitu ; wanita-wanita, anak-
Anas bin Malik t berkata : Adalah anak,..."?(Q.S Ali-Imran -14)
Nabi r menyuruh kami menikah Manusia memiliki naluri cinta
dan melarang membujang dengan pada anak-anak, karenanya Allah
larangan yang keras dan beliau r I jadikan anak-anak sebagai per­
bersabda: “Nikahkah oleh kalian hiasan kehidupan dunia. Berfirman
perempuan-perempuan yang pecinta Allah I (yang artinya): “Harta dan
dan peranak, maka sungguh aku anak-anak adalah perhiasan kehi­
berbangga dengan banyaknya kalian dupan dunia."?
dari para Nabi di hari kiamat."? Namun karena terlalu cintanya
Al Walud (banyak anak), Al pada anak-anaknya, kadang-kadang
Wadud (pecinta), di mana dia mem­ bisa menjerumuskan ke dalam fit­
punyai unsur-unsur kebaikan dan nah, sehingga dia bermaksiat pa­
baik perangainya dan mencintai da Allah I dengan sebab anak-
sua­mi­nya, Al-Makaatsarat ialah anak­nya. Allah I berfirman (yang
bang­ga dengan banyaknya umat arti­nya): Sesungguhnya hartamu
r di hari kiamat, maka Nabi r, dan anak-anakmu hanyalah cobaan
Berbangga dengan banyaknya umat­ (bagimu) dan di sisi Allah-lah pahala
nya dari semua para Nabi. Karena yang besar. (Q.S At-Taghabun :
siapa yang umatnya lebih banyak 15)
maka pahalanya lebih banyak dan Dan bila telah keterlaluan fit­
bagi beliau mendapat seperti pahala nah anak pada manusia, maka bi­
orang yang mengikutinya sampai sa mendorong pada perbuatan
hari kiamat. Inilah tujuan yang ha­ram, seperti usaha yang haram
Akhwat
54 Versi E-Book Gratis
Pernikahan
Keluarga &
untuk menafkahi mereka, atau me­ Maha Pengampun lagi Penyayang"?
ninggalkan kewajiban, seperti me­ (Q.S At-Taghabun : 14)
ninggalkan jihad di jalan Allah I,
karena takut kalau meninggalkan Maksud Kedua : “Menjaga Diri
anak. Maka anak dalam hal ini dari yang Haram“
sama kedudukannya dengan mu­ Tidak diragukan lagi bahwa
suh, sehingga wajib berhati-hati yang terpenting dari tujuan nikah
da­r i keterikatan pada mereka. Dan ialah memelihara dari perbuatan
ini adalah makna dari firman Allah zi­na dan semua perbuatan-per­bu­
Ta’ala (yang artinya) : “Hai orang- atan keji, serta tidak semata-mata
orang yang beriman, sesungguhnya di memenuhi syahwat saja. Memang
antara isteri-isteri dan anak-anakmu bahwa memenuhi syahwat itu me­
ada yang menjadi musuh bagimu, ru­pakan sebab untuk bisa menjaga
maka berhati-hatilah kamu terhadap di­r i, akan tetapi tidaklah akan ter­
mereka; dan jika kamu memaafkan dan wujud iffah (penjagaan) itu kecuali
tidak memarahi serta mengampuni dengan tujuan dan niat. Maka tidak
(mereka) maka sesungguhnya Allah benar memisahkan dua perkara
Maha Pengampun lagi Maha Pe­ yang satu dengan lainnya, karena
nyayang."? (Q.S At-Taghabun:14) manusia bila mengarahkan semua
keinginannya untuk memenuhi
Telah ada dalam sebab Nuzul
syah­watnya dengan menyandarkan
ayat ini apa yang diriwayatkan
pada pemuasan nafsu atau jima’
Imam Tirmidzi dan Hakim dan
yang berulang-ulang dan tidak ada
lainnya dari Abdullah bin Abbas
niat memelihara diri dari zina, ma­
z berkata: “Telah turun ayat ini
ka dimanakah perbedaannya antara
(At-Taghabun-14) tentang sua­
manusia dengan binatang ?
tu kaum dari ahli Makkah, me­
re­ka telah masuk Islam, lalu is­ Oleh karena itu, maka harus ada
tri-istri mereka dan anak-anak bagi laki-laki dan perempuan tujuan
me­reka menolak ajakan mereka. mulia dari perbuatan bersenang-
Ma­ka ketika mereka datang pa­d a senang yang mereka lakukan itu,
Rasulullah r di Madinah, mere­ yaitu tujuannya memenuhi syah­
ka melihat orang-orang yang men­ wat dengan cara yang halal agar
da­hului mereka dengan hijrah. ha­jat mereka terpenuhi, dapat me­
Sung­g uh mereka telah pandai- melihara diri, dan berpaling da­
pandai dalam urusan agama, maka ri yang haram. Inilah yang di­tun­
mereka ingin menghukum istri- jukkan oleh Rasulullah r. Sungguh
istri dan anak-anak mereka, lalu di­r iwayatkan oleh Bukhori dan
Allah I turun­kan pada mereka Muslim dari Abdullah bin Mas’ud t
ayat: “Dan jika kamu memaafkan dan berkata : telah berkata Rasulullah
tidak memarahi serta mengampuni r: “Wahai para pemuda, barang
(mereka) maka sesungguhnya Allah siapa diantara kalian yang mampu
maka nikahlah, karena sesungguhnya
Akhwat
Versi E-Book Gratis 55
&
Pernikahan
Keluarga
itu dapat menundukan pandangan ta­ra kamu terkagum-kagum pada
dan memelihara kemaluan, ma­ wa­nita lalu terkesan atau terjatuh
ka barang siapa yang tidak mam­ dalam hati; maka hendaklah segera
pu hendaknya dia berpuasa, ka­ menemui isterinya lalu penuhilah
rena sesungguhnya itu benteng hasratnya dengan isterinya, karena
ba­gi­nya."? sesungguhnya itu akan menolak apa
Al-Wijaa’, adalah satu je­nis yang ada dihatinya atau jiwanya."?
penge­birian, yaitu dengan me­ Adapun orang-orang yang telah
ngo­songkan saluran mani yang menikah dan semua keinginannya
menghubungkan antara testis_ dari pernikahan adalah syahwat dan
dan dzakar. Dan makna hadits ini jima’ semata, maka mereka tidak
adalah: Barang siapa yang mam­ bertambah dengan jima’ tersebut
pu di antara kamu wahai pemuda kecuali tambah syahwat, dan dia
untuk berjima’ dan telah mampu tidak cukup dengan isterinya yang
untuk memikul beban-beban per­ halal. Bahkan dia akan berpaling
ni­kahan dan amanahnya, maka pada yang haram.
ni­kahlah. Karena nikah itu akan
me­nundukkan pandangan dan (Dikutip darikitab Ushulul
me­melihara kemaluan. Jika ti­ Mu’asyarotil Zaujiyah, Penulis:
dak mampu hendaknya dia ber­ Al-Qodhi Asy-Syaikh Muhammad
puasa, karena puasa itu akan Ahmad Kan’an, Edisi Indonesia
meng­hancurkan kekuatan gejolak “Tata Pergaulan Suami Istri Jilid
syah­wat, bagai pengebirian pa­ I"? Penerbit Maktabah Al-Jihad,
da binatang buas untuk meng­ Jogjakarta)
hilangkan syahwatnya.
http://menikahsunnah.wordpress.
Maka jelaslah dari hadits ini
com/2007/06/20/makna-hukum-
bahwa Nabi r memberikan pada
dan-tujuan-perkawinan/
pernikahan itu dua perkara yang
membantu pada kedua mempelai,
yaitu pertama menundukan pan­
dangan dari pandangan-pandangan
yang diharamkan Allah Ta’ala dari
para wanita, kedua memelihara ke­
maluan dari “zina” dan semua per­
buatan-perbuatan keji
Sehubungan dengan makna ini
telah ada hadits yang mulia yang
diriwayatkan oleh Imam Muslim
dari Jabir bin Abdullah z berkata:
”Aku mendengar Rasulullah r
bersabda: “Apabila seseorang dian­

Akhwat
56 Versi E-Book Gratis
Yaa Bunayya

Selamatkanlah
Putri-Putri
Kalian....!
Oleh: Syaikh Salim al 'Ajmiy - hafidzhahulloh-

S egala puji bagi Allah I


di bumi dan langit-Nya.
Pengabul doa orang yang ber­do’a
agama yang lurus dan hanif. Dan
yang telah ia jadikan sebagai ma­
nusia paling mulia di antara orang-
dengan nama-nama-Nya. Yang ha­ orang yang terdahulu dan yang
nya Dia yang memiliki ke­mam­puan akan datang. Dan telah Ia kirimkan
penakluk. Dan hanya Dia yang me­ dengan petunjuk dan agama ke­
miliki kekuatan tak terkalahkan. benaran untuk Ia jayakan agama
Dialah Allah yang tiada sembahan itu di atas agama-agama lain, wa­
yang haq selain-Nya. Baginya segala lau­pun orang-orang musyrik mem­
puji di dunia dan di akhirat. bencinya.
Dia telah memberi hamba- Amma ba’du.
ham­ba-Nya petunjuk, dengan ke­ Sesungguhnya Allah I dengan
imanan, kepada jalan kebenaran. ketinggian hikmah-Nya dan ke­
Dan memberi mereka tawfiq ke­ sem­­purnaan nikmat-Nya, telah
pada bekal paling bermanfaat di me­­­­muliakan agama Islam dan men­­
akhirat. Hanya Dialah yang me­ sucikannya dari kotoran. Dan te­
nge­tahui yang ghaib. Sehingga lah menjadikan penganutnya se­
Dia mengetahui yang disimpan ba­gai umat terbaik untuk seluruh
ataupun diungkapkan oleh setiap manusia. Serta telah menjadikan
hamba-Nya. Bertasbih kepada-Nya para wali-Nya sebagai sebaik-baik
segala sesuatu di langit dan bumi dan sedekat-dekatnya hamba.
dan begitu juga burung-burung Me­­reka memelihara batasan-ba­
yang mengembangkan sayapnya. tas­­an-Nya dan bersabar. Mereka
Dia Maha Tahu sholat dan tasbih menyeru manusia kepada-Nya dan
mereka semua. memberi peringatan. Dan mereka
Semoga sholawat dan salam itu takut kepada Tuhan yang ada
se­nantiasa Allah I limpahkan ke­ di atas mereka serta mengerjakan
pada orang yang telah Ia angkat apa yang diperintahkan. Dengan
dengan pilihan-Nya ke tempatnya ayat-ayat Tuhan mereka beriman.
yang tinggi. Dan yang telah Ia utus Kepada keridhoan-Nya mereka ber­
kepada seluruh manusia dengan gegas. Dan terhadap orang-orang
Akhwat
Versi E-Book Gratis 57
Yaa Bunayya

yang keluar dari agama-Nya mereka dan kotoran.


berjihad. Serta kepada para hamba- Musibah yang lebih besar dan
Nya mereka bersungguh-sungguh kengerian yang lebih dahsyat ada­
untuk bersikap tulus. Dan di atas lah bahwa banyak orang yang ter­­­
ketaatan kepada-Nya mereka ber­ tipu dengan taktik-taktik, ke­ba­
sabar. Kepada Tuhan mereka ber­ tilan-kebatilan dan rencana-ren­
tawakkal. Dengan akhirat mereka cana jahat mereka. Maka norma-
beriman. Mereka itulah yang berada nor­ma dasar pun roboh dan rasa
di atas petunjuk dan mereka itulah cem­buru menjadi lemah. Dan yang
orang-orang yang beruntung. membuat hati bertambah duka dan
Namun ada sebagian orang sedih adalah bahwa sebagian orang
yang telah Allah I angkat derajat bahkan menghanyutkan diri mereka
mereka dengan Islam, tapi mereka dalam arus yang menyimpang ini
malah menghendaki kehinaan de­ dengan sengaja dan sadar atas ke­
ngan menyimpang dari jalan yang hancuran yang diakibatkannya. Se­­
lurus. Dan sebagian orang yang dang sebagian yang lain telah di­
te­­lah diberikan cahaya dalam me­ hinggapi kelalaian sehingga tak ada
nem­puh jalan kehidupan ini, ma­ kesadaran ataupun pikiran.
lah menghendaki hidup dalam ke­ Kalau kau tidak tahu ma­ka itu
gelapan. adalah petaka. Se­d ang jika kau tahu
“Adalah suatu keanehan, maka petakanya lebih besar lagi
dan yang aneh itu berupa-rupa. jadinya.
Yang dibutuh dekat ta­pi tak terjang­ Sudah pasti dan tak diragukan
kau dia bak unta mati kehausan di lagi, bahwa marabahaya yang seka­
padang sahara. Padahal air di pu­ rang ini kita sedang ada di dalamnya,
nuknya ia bawa-bawa” hanyalah sebuah pendahuluan atas
bahaya-bahaya lain yang lebih besar
KENYATAAN TRAGIS DI TENGAH dan lebih dahsyat lagi, selama kita
KAUM MUSLIMIN masih saja terus lalai.
Kenyataan tragis dan buruk Sekarang ini para wanita sudah
kita temukan sekarang mem­buat sangat meremehkan perkara hijab.
kita khawatir akan masa de­pan. Dan akibat di belakang itu hanyalah
Mesti kita akui bahwa kita ter­ banyaknya keburukan-keburukan
hanyut dalam arus yang silih ber­ yang mereka lakukan, pelanggaran
ganti. Arus yang satu lebih kuat da­ batasan-batasan adab dan moral,
ri yang lain. dan kefasikan-kefasikan serta ke­
Dan para musuh kebaikan terus rusakan. Ini adalah hal yang nam­
saja berusaha mendapatkan cara pak jelas bagi semua orang.
dan taktik untuk mengeluarkan Maka apa yang akan kita bi­ca­
para wanita Islam dari pagar iffah rakan? Dan dengan apa kita me­
dan kemuliaan ke lumpur kebejatan mulai?
Akhwat
58 Versi E-Book Gratis
Yaa Bunayya

“Kalau hanya satu pa­nah tentu Bersenda gurau dengan para


bisa kuhindari. Tapi ini satu panah, pen­jual, berpakaian terbuka dan
dua, tiga, bertubi-tubi” ber­make-up wajah dan kulit.
Dan keadaan para wanita yang Apakah laki-laki itu tidak ber­
kita lihat sekarang ini tidak akan tanya pada dirinya sendiri, untuk
menjadi sedemikian rupa kalau di siapa para istrinya itu berbuka-
belakang itu tidak ada para laki- bukaan dan untuk siapa mereka
laki yang bersikap meremehkan, berhias?
yang sudah melemah tekad mereka Tidakkah hatinya bergeming
dan mengabaikan tanggungjawab, sedikitpun karena cemburu atas
kemudian mulai mengangguk- pa­ra wanitanya?
anggukkan kepada terhadap
Yang lebih ngeri
apa yang mereka
lagi adalah bah­
sadari sebagai hal
yang tidak pantas, Kalau kau tidak wa wanita itu pergi
sendirian pada waktu
kebobrokan dan tahu ma­ka itu adalah seperti itu, yang amat
kehinaan..!!
banyak petakanya dan
Baru kemarin petaka. Se ­dang meluas bahayanya.
mereka adalah la­ jika kau tahu maka Tanyalah pada
ki-laki di medan di­r imu sendiri, untuk
perang, para pe­ petakanya lebih besar sia­pa dia berhias?
nung­gang kuda ga­
gah perkasa di me­ lagi jadinya. Un­t uk siapa dia ber­
buka-bukaan? Apa
dan laga, namun yang dia inginkan?
ketika terbit mentari
Kalau setiap kita
pagi kenyataan me­
mengklaim istrinya se­­­bagai orang
nyakitkan ini, ti­ba-tiba mereka me­
yang da­­­pat dipercaya, ka­lau begitu,
le­paskan pedang pe­­nen­tangan, me­
la­lu pe­rem­puan-perem­puan yang
nu­r unkan bendera ke­hormatan dan
memenuhi pasar-pasar dan me­ra­
puas dengan hal-hal rendahan, lalu
maikan jalan-jalan itu, anak-anak
mengumumkan kekalahan dengan
pe­rempuan siapa?
malu-malu.
Pembuatan berbagai macam
Duhai betapa ruginya, umat
mo­del pakaian sudah dimulai di ta­
yang kehilangan para jagoannya
ngan para musuh kebaikan. Setiap
pada saat ia sedang sangat mem­bu­
hari, pakaian yang mereka buat
tuhkan mereka.
semakin minim dan semakin jauh
Sebagian wanita sudah sampai dengannya sikap iffah. Namun sa­
menjadikan pasar-pasar sebagai ngat disayangkan, mereka masih
tem­pat rekreasinya. Merekapun ke­ sa­ja mendapatkan orang-orang
luar dari satu pasar untuk masuk ke yang mengikuti mereka.
pasar yang lain.
Akhwat
Versi E-Book Gratis 59
Yaa Bunayya

Maka muncullah pakaian-pa­ meh.


kaian pendek dan celana-celana Kemana perempuan itu pergi?
yang menjijikkan serta baju-baju
Dan yang parah lagi, apa
yang mencoreng iffah..!!
yang kita saksikan mulai banyak
Dan ketika tidak mampu mem­ menyebar di jalan-jalan. Yaitu ber­
pengaruhi sebagian orang ba­ik- kendaraannya seorang perempuan
baik, mereka masuk melalui pa­ di samping supir, berdampingan.
kaian-pakaian tabarruj yang di­ Bukankah supir itu seorang laki-
namai dengan selain namanya. laki?
Muncullah “‘abaa`atul katif ”,
Bagaimana kalian ini?
dan “abaya islami” serta cadar
(tipis) yang pada hakekatnya tidak Seorang laki-laki dari arab pe­
lain adalah “tabarruj berkaleng” dalaman keluar dalam suatu per­
yang disebut penutup padahal ti­ jalanan. Ketika ia sampai di se­
dak. bu­ah sungai, ternyata di situ ada
seorang perempuan yang me­
Apakah ‘abaa`atul katif itu
nying­­kap rambutnya. Kemudian
menutupi tubuh? Dan apakah aba­
pe­rempuan itu menggoda si laki-
ya islami itu -seperti yang mereka
la­ki dan berkata: kemarilah! Laki-
klaim- mencegah fitnah?
laki itu berkata: sesungguhnya
Yang menjadi petaka ada­ aku takut kepada Allah Tuhan se­
lah bahwa sebagian wanita men­­ mesta alam. Maka perempuan itu
jadikannya sebagai cara me­nim­ mengenakan jilbabnya dan pergi
bulkan fitnah. Mulailah mereka dengan rasa takut dan cemas. Si
ber­model-model membuat bordiran la­ki-laki mengikutinya sampai pe­
dan kilapan. Kemudian abaya itu rem­puan itu tiba di perkemahan
di­kenakan dengan tutup kepala ke­luarganya. Si laki-laki bertanya
yang berkilau dengan tulisan nama tentang perempuan itu, maka ia pun
di atasnya..! diberitahu siapa ayah perempuan
Ah.., di manakah para lelaki yang itu. Perempuan itu kemudian ia
punya rasa cemburu? lamar dan ia nikahi. Lalu ia berkata:
“Jika suatu kaum mendapat siapkanlah ia sampai aku kembali
petaka pada akhlaknya. Maka kum­ dari perjalananku. Ketika laki-laki
pul­kanlah orang untuk menangisi itu masuk menemui si perempuan,
mereka” setelah beberapa waktu, ia berkata:
apa maksud kamu menggoda saya
Dan sebagian orang meng­ang­
ketika itu?
gap berkendaraannya seorang pe­
rempuan sendirian dengan seorang Perempuan itu berkata: ja­ngan­
supir, sambil supir itu bersenang- lah kamu heran dengan seorang ga­
senang dengan si perempuan ke dis yang berkata: aku berhasrat pa­
mana-mana, sebagai perkara re­ damu! Demi Allah, kalau memang
ia sedang berhasrat pada seorang
Akhwat
60 Versi E-Book Gratis
Yaa Bunayya

laki-laki hitam, maka laki-laki itu­ “Serigala-serigala itu hanya


lah hasratnya.” me­­nerkam yang tak ada anjing pen­
Maka janganlah kalian berkata jaganya. Dan mereka akan meng­
dengan perkataan orang-orang hindar dari kandang yang ketat
bo­doh, bahwa supir itu bukan pen­jagaannya”
orang apa-apa. Karena berapa ba­
nyak wanita yang berkedudukan SELAMATKANLAH DARI BAHAYA
tinggi, jatuh di lumpur para lelaki TELEVISI DAN INTERNET
rendahan yang bejat. Dan salah satu musibah yang
Dan sebagian wanita pergi de­ merisaukan, sumber kebinasaan
ngan pakaian terbuka tanpa ken­ yang menghancurkan, yang mem­
dali dan aturan. Keluar kapan sa­ja, buat hati ini meleleh karena sedih
masuk kapan saja semaunya. Apa­ dan pedih: perbuatan sebagian
kah si laki-laki itu tidak bertanya orang yang memasukkan “satelite”
pada dirinya sendiri, kemanakah ke dalam rumahnya. Secara sadar
istrinya pergi? Apakah mungkin atau tidak sadar, ia telah mengajak
laki-laki itu tidak tahu? Ataukah ke­luarganya kepada keburukan,
dia tahu tapi dia sudah sedemikian pe­nyimpangan, mengenal hal-hal
mengalah. yang menyebabkan kecurigaan,
Sebagaimana sebagian pria ju­ menghidupkan perbuatan-per­buat­
ga tidak merasa enak untuk keluar an rendah, dan membunuh pe­r i­la­
ber­sama istrinya kecuali kalau istri­ ku-perilaku luhur.
nya itu berpakaian terbuka dan Engkau dapatkan di dalam ru­
mutabarrij, dengan menyingkapkan mah itu seorang gadis yang belum
wajah dan keindahan tubuhnya. menikah, atau mungkin yang sudah
Bukankah orang seperti ini ke­ telat menikah, atau seorang gadis
ada­annya seperti orang yang
ber­kata pada orang banyak:
hei, ke­marilah dan lihatlah
istriku dan kehormatanku.
Pemelihara ke­mu­lia­an dan
kelaki-lakianku!
Duhai betapa menghe­
ran­kan­nya!! Apakah
seorang laki-laki bi­sa
menjadikan ke­muliaan
dan ke­hor­mat­an­nya
sebagai barang pa­mer­­
an yang bisa dilihat
dengan mu­­rah, bahkan
gratisan..!
Akhwat
Versi E-Book Gratis 61
Yaa Bunayya

belia yang masih belum tahu apa- men­­ceritakan kenyataan yang


apa soal dunia, lalu orang tadi me­ ada, dengan harapan semoga hal
nanamkan alat ini di rumahnya, itu dicermati oleh para lelaki yang
maka “satelite” ini pun menjadikan khawatir kalau kehormatan mereka
naluri itu menyala-nyala, membuat akan terkotori.
perasaan itu berkobar-kobar, dan Maka berapa banyak orang yang
memudahkan siapapun untuk ter­­ memasukkan “satelite” ke rumah,
jerembab dalam kesalahan. Aki­ lalu itu menyebabkan perilaku put­­
bat tayangan-tayangan yang mem­ ra putri mereka berubah. Mu­lai­­
bangkitkan syahwat dan film-film lah putri-putri mereka se­r ing me­
yang menggoda hasrat. Kalau gadis nen­teng handphone, mem­bantah
itu tidak menemukan jalan untuk orang tua mereka, bersikap kelaki-
memenuhi hasratnya secara halal, la­kian terhadap saudara atau sua­
maka ia akan berusaha mencari hal- mi mereka. Apakah orang yang
hal yang haram, yang diajarkan oleh me­­masukkan “satelite” ini tidak
“satelite” ini tentang bagaimana melihat perubahan itu?
mendapatkannya dengan cara yang “atau apakah kamu mengira
mudah. bahwa kebanyakan mereka itu men­
dengar atau memahami. Mereka
Dan bisa jadi, perempuan ini
itu tidak lain, hanyalah seperti bi­
adalah seorang istri yang tidak
natang ternak, bahkan mereka
men­d apatkan perhatian dari sua­
lebih sesat jalannya (dari binatang
minya. Sedang suaminya itu mela­
ternak itu).”
laikannya dengan sering berada
di tempat-tempat hiburan atau Ada sekian orang yang meng­
kantor. Atau mungkin sedang hadirkan “satelite” ini ke rumah
ber­gaul dengan para pelacur dan mereka dengan tidak menyadari
perempuan rendahan. Maka sang aki­bat perbuatan tersebut, ma­ka
istripun duduk bergelut dengan dua me­reka kemudian menuai keren­
perkara: antara sebuah “satelite” dah­an dan kehinaan, kecelakaan
yang menggelorakan perasaannya dan kehancuran. Mereka telah
dengan menayangkan postur indah mem­­bangkitkan naluri dan meng­
laki-laki, dan seorang suami hidung gelorakan hati putri-putri mereka,
belang yang lalai dan sibuk dengan hingga putri-putri mereka itu pun
kesenangannya sendiri. Maka ia terperosok dalam kesalahan. Co­
pun tidak menemukan jalan lain reng morenglah wajah yang tadinya
selain dengan menjatuhkan diri putih, dan tertunduk hinalah ke­
dalam kesalahan. pala yang tadinya lurus tegak, lalu
Di sini kami tidak sedang mem­ merekapun meratapi nasib pahit
permudah kaum wanita untuk itu. Maka terdengarlah teriakan
me­­­­­lakukan penyimpangan dan me­­­nyedihkan yang menjawab me­
ka­­­mi tidak sedang membela me­ reka:
re­ka untuk itu. Akan tetapi kami “Sudah cukup celaan itu ayah,
Akhwat
62 Versi E-Book Gratis
Yaa Bunayya

engkaulah yang tercela. Cu­kup su­ Bermacam gaya sensual mereka


dah, kini tak ada lagi gu­nanya men­ kuasai. Nafsu di hati orang yang
cela". menyaksikannya pun menjadi-jadi
Merintihlah keiffahanku dan Seakan telah engkau sediakan
me­ngaduhlah kesucianku. Mata ini seorang pelacur. Yang menggoda
dengan pedihnya terpejam rasa ma­ kami ketika orang pergi tidur
lu Kalau saja batu itu punya hati,
Ayah, dulu mutiara kesu­ci­an ayah. Tentu ia akan terangsang,
adalah celak mataku. Kini dengan apalagi manusia, yah
air mata terhapus sudah celak itu Engkau menghardikku atas ter­
Aku adalah seorang pera­wan, lepasnya kesucianku. Padahal kau­
wa­hai ayahanda! Yang nampak ko­ lah yang mestinya dihardik, kalau
tor di mata mereka yang mulia kau tahu
Panah kehinaan tertancap da­ Ayah, telah kau hancurkan
lam keiffahanku. Namun, apa yang aku dan kini kau menangisi
engkau tahu tentang panah itu? Re­r untuhan puing sambil berkata:
Yah, siapakah orang yang bisa me­ngapa ini bisa terjadi?
me­nerima kenyataanku. Sedang Ayah, darah kesucianku inilah
di rahim ini menggeliat hasil per­ buah yang kau petik. Maka siapakah
buatan haram itu di antara kita yang seharusnya
Yah, siapakah yang akan me­ dihardik?”
nerimaku sebagai gadisnya. Sedang Maka adakah orang yang ter­
di mata orang aku sudah sedemikian sadar sebelum musibah itu terjadi,
tercela dan sebelum kecelakaan itu me­
Luka badan akan sembuh lama- nimpa? Mengapakah kita tidak
lama. Namun luka kehormatan ti­ me­ng­ambil pelajaran dari orang
dak ada sembuhnya. lain. Apakah kita menunggu untuk
Ayah, inilah keiffahanku, maka dijadikan pelajaran oleh orang
jangan cela aku. Ia terkotori yang lain? Keluarkan piringan-piringan
haram karena perbuatanmu. yang disodorkan oleh bangsa Barat
busuk itu, yang lalu disimpan oleh
Kau tanam di rumah kita rumah-rumah kalian. Apakah ka­
piringan kefasikan. Buahnya, wahai lian menunggu sampai putri kalian
ayah, racun dan kematian. keluar dengan teman laki-lakinya
Kekufuran dan penyimpangan meskipun kalian tidak suka? Apa­
mengobarkan api. Yang ikut menya­ kah kalian ingin ia membawa teman
lakan gejolak di mata naluri kami laki-lakinya itu ke rumah? Inilah
Kami tonton kisah kasih asma­ yang diajarkan oleh “satelite” itu,
ra. Kami pun penasaran, apakah itu maka sadarlah..!
cinta? Sekalipun musibah yang ditim­
Akhwat
Versi E-Book Gratis 63
Yaa Bunayya

bulkan oleh “satelite” ini begitu kesatriaan kalian? Tidak cukupkah


besar, namun ia mulai nampak kerusakan yang ada di jalan-
remeh di depan fitnah internet! jalan sekeliling, sehinga kalian
Ini membuktikan kebenaran menyodorkan untuk putri kalian
hadis Rasulullah r: “Akan datang kerusakan seluruh dunia (yang ada
fitnah-fitnah yang sebagiannya di internet -pent)?
mem­buat sebagian yang lain Dan yang mengherankan juga
menjadi nampak kecil”. Maksudnya, adalah orang yang mengizinkan
setiapkali datang suatu fitnah, perempuan-perempuannya masuk
maka fitnah yang sesudahnya ke kafe-kafe internet dengan alas­
mem­buatnya nampak remeh, dan an membuat kajian sekolah. Ba­
kelihatan kecil padahal tidak kecil. gaimana engkau mengizinkan wa­
Tapi karena begitu besarnya fitnah nita-wanita-muhrim-mu untuk ber-­
yang datang kemudian itu. ikhtilat dengan pemuda-pemuda
Apakah kalian tahu, apa ka­fe yang sebagian besarnya datang
inter­net itu? tidak lain untuk berbuat kerusakan
Ia adalah alat yang meng­hu­ dan berselancar di situs-situs kehi­
bung­kanmu dengan dunia, dari naan??
uta­ra sampai selatan, dari timur ke Dan salah satu hal yang su­
barat. Maka kamu bisa membaca apa dah umum dan jamak, yang mero­
saja yang kau mau. Kamu bisa masuk bohkan prinsip dan nilai, yang
ke saluran apa saja yang kau suka. orang tak lagi bisa berkata apa-apa
Di dalamnya ada pemandangan dan tentangnya dan menciut sudah se­
perkataan apa saja tanpa batas. mua ungkapan di hadapannya: me­
Internet ini sudah sedemikian ng­izinkan anak-anak perempuan
banyak menghancurkan pemudi- untuk berikhtilat di sekolah atau­
pemudi. Maka berubahlah tingkah pun di tempat kerja!
laku mereka. Mulailah mereka
men­jalin pertemanan dengan pe­ SELAMATKANLAH DARI BAHAYA
mu­d a-pemuda melalui chat. Dan IKHTILAT DAN TABARRUJ
mulailah terjalin hubungan yang Dan masalah ini, apa yang
maksud di belakangnya tidak lain harus kita katakan tentangnya
adalah perbuatan keji dan merusak dan apa yang seharusnya tidak ki­
kehormatan. ta katakan? Dan bagaimana kita
Maka wahai orang-orang yang me­mulainya dan di mana kita akan
memiliki kecemburuan, bagaimana selesai? Semua yang berkaitan de­
kalian bisa mengizinkan putri-putri ngannya membuat sedih. Dan se­
kalian menceburkan diri dalam mua yang berkenaan dengannya
lautan internet? Di manakah sikap mem­buat pedih.
melindungi kalian? Di manakah Malam penuh duka ataukah
kecemburuan kalian? Di manakah pagi yang sarat dengan pilu. Sung­
Akhwat
64 Versi E-Book Gratis
Yaa Bunayya

guh, betapa banyak yang ber­laku pemudi itu akan menuai kerendahan
buruk padamu, wahai ne­ge­r iku. dan kehinaan. Bagaimana se­
Kuratapi kaumku atau ku­diamkan orang yang membiarkan perem­
saja rasa sakitku. Sebuah duri di pu­­­annya di tengah-tengah anak
tenggorokanku dan setumpuk gu­ muda bisa menilai dirinya se­
nung dalam hatiku bagai seorang laki-laki? Sedang
Sesungguhnya ikhtilat adalah anak-anak muda itu mencium
sebab setiap keburukan, dan pe­ aro­­ma wangi perempuannya itu,
ngantar menuju hilangnya ke­ me­­nikmati merdu suaranya dan
hormatan dan lenyapnya kemuliaan. memperhatikan setiap gerak-gerik­
Berapa banyak pemudi yang ketika nya? Apakah ini bukan “dayaatsah”?
masuk (sekolah atau tempat kerja Rasulullah r bersabda: “Tidak
-pent) berpakaian sopan, namun akan masuk sorga seorang laki-la­
kemudian bertabarruj. Yang tadi­nya ki dayyuuts”. Dan “dayyuuts ada­
cerdas, namun kemudian di­hing­ lah orang yang tidak punya ra­
gapi kebodohan. Tidakkah walinya sa cemburu sedikitpun terhadap
me­nanyakan dirinya sendiri apa­ muhrim-muhrimnya.
kah sebab itu semua? Ataukah se­
Mengapakah sebagian orang
benarnya dia melihat namun ke­
menjadi sedemikian buta dan
mudian memejamkan mata. Ka­
tuli?
rena terpikir olehnya untuk bisa
memetik hasil gaji putrinya, atau Awas wahai orang yang lalai!
terlepas dari kewajiban mem­be­ Putri­mu duduk bersama para lela­
rinya nafkah, atau alasan lain yaitu ki! Tahukah kamu apa artinya itu?
“ad dayatsah”. Jangan kalian menuntut sesuatu
yang mustahil dari para wanita
Demi Allah, bagaimana de­
yang lemah itu. Perempuan itu
ngan seorang perempuan yang
pe­­­rasaannya sensitif. Bisa saja ia
ber­­ikhtilat dengan seorang laki-
duduk bersama pemuda yang te­
laki asing, apakah mungkin kalau
lah mencuri hatinya, walaupun
ia tidak akan cenderung pada la­
pe­­muda itu tidak bermaksud apa-
ki-laki itu? Seorang pemudi du­
apa. Dan bisa jadi ia adalah se­
duk bersama seorang pemuda da­
orang perempuan yang tidak men­
lam satu kamar atau satu ruang
dapatkan perhatian suaminya. Lalu
per­temuan, apakah engkau tidak
ia menemukan seorang yang ber­
mengira bahwa sebenarnya engkau
sikap mesra kepadanya dan mem­
menuntutnya untuk melakukan
permainkan perasaannya yang se­
sua­tu hal yang mustahil?
dang kosong, maka iapun ter­g iring
Sesungguhnya ikhtilat itu me­ dalam kerendahan.
ngakibatkan kecenderungan.Dan
ke­­cenderungan itu membuahkan Maka bertakwalah kepada Allah
hubungan haram yang setelahnya si I terhadap qalbunya para perawan

Akhwat
Versi E-Book Gratis 65
Yaa Bunayya

Karena para perawan itu qalbu ngetahui apa yang tidak diketahui
mereka diliputi kekosongan oleh orang lain.
Sekali kuda jantan meringkik, Apakah kalian tahu bahwa
ia akan didekati kuda betina. Sekali sudah biasa untuk sebagian orang,
unta jantan menggeram, ia akan kalau laki-laki itu punya selingkuh?
diinginkan oleh unta betina. Dan Dan ini tidaklah seberapa diban­
sekali kambing jantan mengembik, ding­kan musibah orang yang me­­
ia akan diminta oleh kambing nganggap perempuan yang ber­­
betina. Dan dulu ada pepatah: selingkuh itu adalah juga hal
“kalau kuda jantan meringkik, kuda biasa! Sedangkan Allah I men­
betina akan menaruh perhatian jadikan sifat-sifat wanita ber­
padanya”. Lalu bagaimana dengan iman itu adalah bahwa mereka
seorang laki-laki yang duduk ber­ “...wanita-wanita yang memelihara
sama seorang perempuan selama diri, bukan pezina dan bukan (pu­
satu tahun penuh, di satu meja dan la) wanita yang mengambil laki-
di satu majlis? laki lain sebagai piaraannya..”
Jangan kalian bilang seperti Yaitu sebagai selingkuh dan pacar.
yang dikatakan oleh orang-orang Para tuan sekalian,
bodoh yang tidak punya sikap Sesungguhnya orang-orang
kesatriaan: ini adalah berburuk munafik hendak melepas penutup
sangka. Sesungguhnya ini adalah dari perempuan-perempuan kalian.
kenyataan yang sebenarnya. Maka Dan para sekularis berusaha siang
bilang saja: kami sudah ciut, dan malam untuk itu. Salah seorang dari
tak lagi mampu menghantam para mereka menulis: “Hobiku adalah
penganut kebatilan. Dan jangan ia memacari perempuan-perempuan
katakan: ini adalah berburuk sang­ dari keturunan baik-baik”. Dan yang
ka. Marilah kita mengakui realitas lainnya berkata: “Hendaknya kalian
ini. mencari perempuan-perempuan
Salah satu akibat dari ikhtilat da­r i keturunan baik-baik, karena
ini adalah hubungan pacaran mereka tidak mengidap AIDS”.
yang sudah sedemikian biasa. Bi­ Dan kalian tahu apa yang me­
sa jadi engkau tidak dapat me­ reka maksud dan yang mereka tuju.
ne­mukan -kecuali sedikit sekali- Mereka menghendaki kalian
laki-laki yang tidak punya pacar. wahai orang-orang yang masih
Pacaran sudah begitu menyebar, tetap berada dalam kebaikan!
perselingkuhan sudah sedemikian Mereka ingin merendahkan kepala-
banyak, perilaku bodoh semakin kepala kalian yang tegak tinggi
meningkat khususnya di antara itu. Sungguh, betapa bodohnya
para suami istri. Siapa yang mem­ orang yang menuruti mereka.
buka telinganya untuk mendengar Jangan kalian bilang bahwa aku
ke­luhan banyak orang, akan me­ terlalu berlebih-lebihan. Sudah
Akhwat
66 Versi E-Book Gratis
Yaa Bunayya

be­rapa banyak bayi-bayi temuan Periksalah buku-buku putri ka­


yang dibuang ke trotoar-trotoar lian dan perhatikan isi tas sekolah
jalan, tong-tong sampah atau pin­ mereka. Bukan untuk mencurigai.
tu-pintu masjid. Sebagiannya Akan tetapi untuk sungguh-sung­
bahkan ada yang dibunuh tanpa guh menjaga benteng ini jangan
dosa apa-apa. Apakah ia hasil dari sampai ia dipanjat orang. Dan
hubungan halal ataukah haram? jangan sampai kehormatan ini
Saudara-saudaraku, sesungguhnya direndahkan orang. Rasulullah
kita sedang berada di masa krisis r bersabda: “Cukuplah menjadi
akhlak yang sudah mencapai titik dosa bagi seseorang, dengan tidak
paling nadir! mempedulikan orang-orang yang ia
Maka apakah kita sedang me­ tanggung nafkahnya”.
nunggu hari di mana seorang laki- “Kalaulah seorang itu terjaga
laki berusaha mencari istri yang kehormatannya
terjaga iffahnya namun tidak ia Maka pakaian apapun yang ia
temukan? Sebagian wanita sudah kenakan, indah rupanya
kehilangan rasa malu akibat ke­
Dan kalau kau tak pernah me­
lemahan mereka dan tidak ada­
ng­anjurkan dirimu berbuat ke­ba­
nya orang yang mengawasi. Se­
ikan
bagian mereka ketika sampai di
tempat studi yang tidak jelas, Maka tidak ada jalan bagimu
me­nanggalkan hijab syar’iy yang untuk mendapatkan baiknya pu­
mereka kenakan sebagai penutup jian”
kemudian bertabarruj seperti wa­ Baarokallaahu lii wa lakum fil
nita-wanita rendahan. Apa yang qur`aanil ‘azhiim…
men­dorong mereka melakukan
hal itu? Lemahnya pendidikan dan DIMANAKAH RASA CEMBURU­
minimnya pengawasan. MU...?
Bocah-bocah perempuan di se­­
ko­lah-sekolah terlihat menenteng- (Khutbah Kedua)
nen­­teng handphone! Untuk keper­ Segala puji bagi Allah dan se­
luan apa? Ke­napa? Pertanyaan- gala syukur kepada Allah atas tau­
per­­ta­nya­an yang butuh jawaban. fik­-Nya yang menyeluruh. Dan aku
Ki­ta harus mengkoreksi diri dalam bersaksi bahwa tiada sembahan
mendidik putri-putri kita. Karena yang haq kecuali Allah semata,
sesungguhnya pendidikan itu ada­ tia­d a sekutu bagi-Nya. Dan aku
lah batu dasar pertama sebuah pe­ bersaksi bahwa Muhammad ada­
rilaku yang baik. lah hamba dan utusan-Nya semoga
“Kalau luka yang sudah dibalut Allah I senantiasa memberi sho­
menjadi rusak. Jelas sudah kalau si lawat dan salam kepadanya dan
tabib menyepelekan” keluarganya serta para Sahabatnya,
Akhwat
Versi E-Book Gratis 67
Yaa Bunayya

para penunjuk jalan bagi manusia menjadi seperti barang tak ber­
dan pelita-pelita dalam kegelapan. harga. Sa’ad bin ‘Ubaadah ber­kata:
Para tuan sekalian, “Kalau aku lihat ada seorang laki-
laki bersama istriku, maka akan
Bertakwalah kepada Allah I,
aku pukul laki-laki itu dengan
dalam sikap cemburu terhadap ke­
pedangku tanpa ampun”. Perkataan
hormatan dan kemuliaan kalian.
ini pun sampai kepada Rasulullah
Ka­rena ia adalah sesuatu yang
r. Maka beliau berkata: “Apakah
paling mahal, dan milik yang paling
kalian heran dengan kecemburuan
berharga. Dengannyalah dibedakan
Sa’d? Sesungguhnya aku lebih cem­
antara orang-orang mulia dan
buru dari Sa’d. Dan Allah lebih
orang-orang rendahan, orang-orang
cemburu dariku”.
terhormat dan orang-orang hina.
Maka janganlah kalian lalai dalam Ali t pernah mengirimkan
rasa cemburu kalian terhadap pa­ surat kepada salah satu kota, un­
ra wanita kalian. Jangan kalian tuk berbicara kepada para pen­
serahkan tali kendali urusan kalian duduknya. Ia menulis: “Telah sampai
kepada para penyeru kesesatan dan kepadaku kabar bahwa perempuan-
penyimpangan. Sebab mereka akan perempuan kalian berdesak-de­
hanyut bersama para wanita kalian sakan di pasar dengan orang-orang
ke dalam jurang. Kalau rasa malu kafir non-arab!! Tidakkah kalian
seorang pemudi telah hilang, maka cemburu?! Sungguh tidak ada
apa yang tersisa padanya? kebaikan pada orang yang tidak
punya rasa cemburu”. Bagaimana
[Akan kujaga kehormatanku
kalau beliau melihat keadaan kita
dengan hartaku, takkan kukotori
dan sudah sampai sejauh mana kita
Tidak ada gunanya harta kalau
sekarang ini.
kehormatan tlah ternodai. Harta
yang hancur bisa kudapat lagi Dan salah satu kisah sejarah
Kehormatan yang rusak tak waktu dulu yang pernah diceritakan
mungkin kembali] kepada kami, dan masih tetap
terus teringat. Ada seorang wanita
Ketahuilah bahwa sesung­g uh­ yang datang kepada salah seorang
nya Allah pun cemburu. Dan ke­ hakim. Wanita ini mengajukan
cemburuan Allah itu adalah ketika klaim pada suaminya bahwa suami­
seseorang melakukan apa yang nya itu memiliki hutang maskawin
Allah haramkan. Sebagaimana yang sebesar 500 dinar. Sang suami pun
terdapat dalam hadis shahih. Maka mengingkari bahwa dia memiliki
cemburu itu adalah termasuk sifat hutang. Maka hakim berkata: da­
terpuji. Siapa yang memiliki ke­ tangkanlah saksi-saksimu un­tuk
cemburuan, akan semakin ting­­ menunjuk wanita itu dalam ke­
gi kedudukannya. Dan siapa yang saksian mereka. Maka sang suami
kehilangan rasa cemburu, ia akan menghadirkan para saksi. Hakim
Akhwat
68 Versi E-Book Gratis
Yaa Bunayya

berkata kepada salah seorang dari an yang tersebar dan beredar di


mereka: “Lihatlah kepada wanita me­­dia-media informasi. Apakah
itu, untuk kau tunjuk dalam ke­ ka­lian tahu apa yang mereka ingin­
saksianmu”. Sang suami pun kan terhadap kalian? Mereka ingin
bang­kit berdiri dan berkata: “Apa menjarah kehormatan dan ke­iffah­
yang kalian inginkan dengannya an yang kalian nikmati dan telah
(istriku -pent)? Dijawab: “Si saksi hilang dari mereka.
haruslah melihat wajah istrimu Salah seorang wanita tak ber­
agar pengenalannya atas istrimu moral menyerukan pendirian tem­
itu sah”. Laki-laki itupun dikuasai pat-tempat disko bagi para pemuda
ke­tinggian harga dirinya, dan ke­ dan pemudi untuk bersenang-
cemburuan terhadap istrinya pun se­nang. Sesungguhnya mereka
bangkit. Dia berteriak di depan dengki terhadap kalian dengan
orang banyak. “Sungguh aku ber­ hijab dan rasa malu yang tidak lagi
saksi kepada hakim bahwa aku mereka miliki. Sehingga mereka
ber­hutang mas kawin itu kepada ingin agar kalian sama dengan
istriku. Tapi istriku jangan sampai mereka. Utsman berkata: “Seorang
menampakkan wajahnya”. Sang is­ wanita pezina itu ingin sekali kalau
tri pun berkata: “Dan aku bersaksi semua wanita adalah pezina”. Me­
bahwa aku merelakan maskawinku, re­ka ingin menghancurkan kalian
karena kecemburuannya ter­ha­­ dengan komentar-komentar me­
dapku dengan tidak diperlihat­kan­ re­ka yang menghina hijab, dan
nya wajahku!”. meng­hina orang-orang yang ber­
Semoga Allah merahmati me­ pegang teguh dengan agama ini
reka. sebagai orang-orang terbelakang,
Betapa jauhnya mereka dari agar kalian merasa rendah diri di
orang-orang di zaman sekarang hadapan seruan-seruan mereka.
ini. Orang-orang yang telah lepas Kemudian kalian serahkan
dari rasa malu dan kehilangan rasa ken­d ali kepemimpinan kepada me­
cemburu. Sehingga perempuan-pe­ reka. Lalu kalian pun jatuh ber­
rempuan mereka pun keluar de­ sama mereka ke dalam jurang.
ngan memperlihatkan wajah, ke­ Mereka ingin merampas putri-
pala, tangan dan betis. Dan mereka putri kalian dan bersenang-senang
mengaku-ngaku sebagai orang- dengan mereka. Karena mereka
orang pencemburu! iri terhadap penjagaan dan sikap
Para tuan sekalian, awaslah ter­ terhormat kalian.
hadap apa yang hendak diperbuat Aku sampaikankan seruanku
terhadap kalian. Janganlah teriak­ ini kepada setiap laki-laki, agar ia
an-teriakan keji dari para westernis bertakwa kepada Allah, dan ber­si­
yang sekuler dan munafik itu sampai kap cemburu terhadap para mah­
memfitnah kalian. Teriakan-teriak­ romnya. Dan dengarkanlah apa
Akhwat
Versi E-Book Gratis 69
Yaa Bunayya

yang dikatakan oleh seorang wa­ Kalau kalian tidak mampu me­
nita yang menyesal setelah ke­ la­kukannya, maka ketahuilah bah­
hi­langan keiffahan dan kehor­ wa para wanita lebih tidak mampu
mat­annya. Ia berkata: “Tidak lagi.
ada seorang wanitapun yang lalai
Saudariku,
menjaga kehormatannya, kecuali
hal itu adalah akibat dosa seorang Di zaman sekarang yang segala
laki-laki yang lalai menunaikan ke­ sesuatunya telah berubah, dan
wajibannya”. tidak ada lagi moral yang tersisa di
sekian banyak tempat kecuali hanya
DIMANAKAH KEHORMAT­AN­MU...? bekasnya saja, dan di mana kita te­
Sesungguhnya orang-orang mu­ lah kehilangan banyak pemuda
nafik dan sekuler menaruh dengki yang memiliki kecemburuan kare­
terhadap kehormatan kalian. Me­ na telah membatunya perasaan
reka bertanya-tanya dengan penuh me­reka, juga di mana kita telah
penyesalan: mengapa cuma mereka? kehilangan banyak pria-pria ke­
yaitu, yang bisa sedemikian rupa sat­r ia karena telah bengkoknya
menjaga kehormatan? Bukankah pe­­mahaman mereka, dan di saat
termasuk kebodohan dan keren­ ti­­dak­adanya pengawas yang sung­
dah­an, seorang perempuan yang guh-sungguh menjaga agar jangan
keluarganya adalah teladan kemu­ sampai mahrom-mahrom mereka
liaan dan simbol keberanian, tapi dinodai, atau jangan sampai pagar-
ia sendiri tidur sebagai seorang pe­ pagar mereka dipanjat orang, kami
lacur di hadapan para anjing itu? sampaikan panggilan ini kepadamu
sebagai himbauan bagimu ber­ke­
Bersungguh-sungguhlah da­
naan dengan agama, penutup aurat
lam menjaga kehormatan kalian.
dan rasa malumu.
Ja­ngan biarkan perempuan-pe­
rem­­puan kalian terkena fitnah, la­ Saudariku,
lu kalian meminta sesuatu yang
Di saat para pelaku keburukan
mus­tahil kepada mereka. Jangan
telah mulai menjulurkan lidah me­
engkau tempatkan dia di hadapan
reka laksana ular, menyimpan hati
para lelaki, kemudian engkau ber­
serigala di antara tulang-tulang ru­
kata: tahanlah dirimu!
suk mereka dan mengenakan pa­
Tunjukkan kepadaku seorang kaian rubah.
la­ki-laki dari kalian yang bisa me­
nahan nafsunya di depan seorang Di masa yang penuh dengan
wanita yang ia suka. Maka aku akan fitnah dan bencana, disertai hi­
percaya bahwa ada seorang wanita lang­nya para pria yang memiliki
yang bisa menahan nafsunya di ke­cemburuan, jagalah dirimu ba­
depan seorang laki-laki yang se­la­ ik-baik, berpegang teguhlah de­
lu berbaur dengannya dan ia cen­ ngan hijabmu karena hijabmu ada­
derung terhadap laki-laki tersebut. lah keiffahan dan hartamu yang

Akhwat
70 Versi E-Book Gratis
Yaa Bunayya

amat mahal, maka jangan me­nye­ bertambah akrab dengan Allah I.


pelekannya. Jangan engkau anggap perem­
Pacul-pacul penghancur begitu puan rendahan itu bahagia!! Dari­
banyak! Mengepungmu dari sega­la mana kebahagiaan itu akan datang
penjuru. Maka hati-hati dan awas­­ kepadanya, sedang ia sendiri tahu
lah! Jangan sampai para pe­nyeru bahwa hasrat paling jauh para le­
kebejatan itu membunuh ki­ta laki terhadapnya hanyalah agar ia
melaluimu dan jangan sampai me­ sekedar menjadi seorang pacar.
reka menikam kita dari jalanmu. Waspadalah terhadap para
Wahai saudari kami, wa­hai penyeru keburukan yang telah
ke­muliaan kami, wahai sim­pan­ kehilangan milik paling bernilai
an kehormatan kami, berpe­gang­ seorang wanita. Mereka ingin men­
teguhlah dengan keiffahanmu ceburkanmu ke kubangan te­lah
dan hijab syar’iymu di masa ke­ menenggelamkan mereka. Was­
ter­­asingan ini. Jangan sampai ba­ padailah setiap penyeru kebejatan
nyaknya wanita yang meniru-niru dan klaim-klaim sesat mereka de­
para perempuan rendahan yang ngan nama apapun! Mereka ingin
engkau lihat, membuatmu lemah. memanfaatkanmu!! Apakah kamu
Karena engkau lebih mahal dan mau dengan hal-hal rendahan itu?
lebih tinggi. Engkau tidak ruwet, Awas, jangan sampai engkau
engkau tidak terbelakang, engkau ikut dalam rombongan mereka,
tidak murahan. dan jangan sampai engkau ter­
Berapa banyak pria yang je­rat dalam tipu daya mereka.
men­jaga iffahnya sangat meng­ Was­padalah, wahai pribadi yang
inginkanmu menjadi istrinya, yang segenap ayah, putra dan saudara
percaya kepadamu ketika ia keluar, menegakkan kepala penuh bang­
yang bisa menitipkanmu sesuatu ga terhadapmu. Jangan buat ke­
paling berharga miliknya. Dan be­ pala-kepala itu tertunduk malu
rapa banyak para pria berandal yang de­ngan tidurnya engkau di pe­luk­
tidak melihat perempuan rendahan an pria bejat yang setelah itu ia
itu kecuali hanya sebagai mainan membuat hina keluarga ter­hor­
sementara. matmu. Lihatlah kepada laki-la­
Wahai kekayaan kami yang be­ ki yang berbangga telah dapat
gitu mahal, wahai simpanan ke­ mem­permainkanmu, wahai putri
iffahan, wahai pribadi langka di kemuliaan dan kehormatan! Se­
masa orang banyak kehilangan se­ dang laki-laki itu, siapa dia? Duhai
suatu yang berharga! Wahai sim­bol betapa rendah dan sedihnya. Tidak
keiffahan! Jangan resah de­ngan pantaskah kita meneteskan air
keterasinganmu! Karena keter­ ma­ta atas kehormatan yang telah
asinganmu itu sesuatu yang terpuji direndahkan dan kemuliaan yang
dan akan hilang setiapkali engkau di­gelincirkan?
Akhwat
Versi E-Book Gratis 71
Yaa Bunayya

Sesungguhnya ada seke­ ada­­lah hiasan seorang wanita. Ma­


lom­­­­pok orang yang ingin mem­ ka kalau engkau mengenakan hijab,
permainkanmu. Dulu mereka tidak kenakanlah ia karena Allah I. Sebab
berhasil dengan para pendahulumu, ini adalah modal utama. Boleh jadi
walaupun hanya dengan pemikiran. engkau akan diuji dengan seorang
Tapi bagaimana sekarang mereka laki-laki hina yang dayuts!! Maka
bi­sa mempermainkanmu di atas jangan engkau tanggalkan pakaian
me­ja-hidangan kejatuhan. kehormatan dan harga diri untuk
Jangan tertipu dengan suara- seorang dayuts yang sebenarnya
suara mereka yang meneriakkan bukan seorang pria.
pembebasan, pemberian hak-hak Dan kalau engkau mengenakan
wanita, mereka tidak lain hanya hijab syar’iy karena Allah I, dan
ingin engkau bertabarruj, dan su­­ untuk menjaga dirimu, maka ke­
paya engkau datang kepada me­ nakanlah ia sebagaimana yang Allah
reka dengan sukarela, dan lisan ke­ kehendaki. Jangan engkau membuat
adaanmu seolah berkata: “Ini aku. firnah dengan menyingkap hijab­
Untukmu. Dan perbuatlah apa saja mu karena ia adalah modal utama­
sekehendakmu tanpa batas”. mu. Ketahuilah, ketika engkau
“Dan Allah hendak menerima mengenakan hijab syar’iy, maka
taubatmu, sedang orang-orang yang engkau mengenakannya karena ta­at
mengikuti hawa nafsunya ber­mak­ kepada Tuhanmu. Oleh karena itu
sud supaya kamu berpaling se­jauh- sudah sepantasnya, sedang keada­
jauhnya (dari kebenaran).” (Q.S. anmu sedemikian, engkau merasa
4:27) bangga dan nyaman dengannya.
Tidakkah aneh, seorang wa­
Jangan sampai mereka ma­ ni­ta yang mutabarrijah bangga
suk kepadamu dari pintu kebu­ de­ngan tabarrujnya, sedangkan
rukan. Karena tipudaya mereka engkau tidak bangga dengan hi­
amat banyak, dan taktik mereka jab­mu? Pujilah Allah I atas
sangat licik. Mereka telah terlatih nik­mat hijab syar’iymu dan
dengan kebatilan sampai mereka atas kemampuanmu untuk me­
menguasai selu-beluknya. nge­nakannya. Berapa ba­nyak
Kalau mereka berkata kepada­ wanita yang berharap men­da­
mu: lepaslah hijab syar’iymu, patkan nikmat ini tapi belum
tentu engkau tidak akan mau dan mendapatkan tawfiq untuk itu.
berteriak: hijabku, hijabku! Maka Atau ia terhalangi oleh sebab-
dari itu mereka masuk dengan sebab yang di luar keinginannya.
perlahan-lahan seperti masuknya Hiasilah jiwamu dengan ke­
setan, maka tidakkah engkau bang­ takwaan sebagaimana engkau me­
kit sadar wahai saudariku? nghiasi zohirmu dengan hijab yang
Ketahuilah bahwa hijab itu merupakan simbol wanita-wanita
Akhwat
72 Versi E-Book Gratis
Yaa Bunayya

yang menjaga iffah mereka. Dan hati- celakaanmu itu, celaka jugalah umat
hatilah jangan sampai arus zaman ini. Apakah engkau menyadari hal
ini menggulungmu sebagaimana ia itu?
telah menghanyutkan wanita-wa­ Ya Allah perbaikilah keadaan wa­
nita lain sehingga timur mereka nita-wanita kaum muslimin.
menjadi barat, dan utara mereka
Ya Allah perbaikilah keadaan
menjadi selatan.
pemuda-pemuda kaum muslimin..
Waspadalah terhadap tabarruj
Ya Allah perbaikilah keadaan
yang dikaleng (dikiaskan dengan
lelaki-lelaki kaum muslimin...
produk-produk seperti makanan/
minuman yang dikemas dalam ka­ Ya Allah nyalakanlah dalam hati
leng -pent) yang dinamakan pe­ mereka bara api kecemburuan..
nutup aurat, tapi tinggal nama saja. Ya Allah perbaikilah keadaan
Dan yang disebut hijab, tapi tinggal lelaki-lelaki kaum muslimin..
sebutannya saja. Ya Allah nyalakanlah dalam hati
mereka bara api kecemburuan..
Saudariku,
(Selesai)
Peristiwa-peristiwa yang  me­
nye­­dih­kan begitu banyak, hal-
hal yang memedihkan perasaan Diterjemahkan oleh tim redaksi
ter­­sebar di mana-mana, dan fit­ akhwat dari tautan: http://www.
nah-fitnah begitu merajalela. s a l e m a l a j m i . c o m / m a i n / p l a y.
Ha­­­ti-hatilah jangan sampai eng­
kau celaka. Karena dengan ke­

Permata Salaf
Ketahuilah bahwa hijab itu ada­lah hiasan se­
orang wanita. Ma­ka kalau engkau menge­nakan
hijab, kenakanlah ia karena Allah I. Sebab ini
adalah modal utama.

Akhwat
Versi E-Book Gratis 73
Fatwa Ulama

Hukum Alat Kontrasepsi


untuk Mencegah Kehamilan
Penulis : Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Anisah Bintu ‘Imran

T anya: Apa hukumnya bila seorang suami menyetujui istrinya


dipakaikan alat kontrasepsi oleh pihak rumah sakit guna mencegah
kehamilan?

J awab: Asy-Syaikh Muqbil


bin Hadi Al-Wadi’i ? ber­
fat­wa: “Sang suami tidak boleh me­
nya2. Selain itu, bisa jadi kita akan
dihadapkan dengan tak­dir Allah (be­
rupa musibah kematian anaknya se­
nyetujuinya, sementara Rasulullah hingga ia kehilangan si buah hati).
r telah menyatakan: Menikahlah ka­ (Bila ada alasan untuk menunda ke­
lian sehingga jumlah kalian menjadi ha­milan) maka ketika mendatangi
ba­nyak karena sesungguhnya aku istrinya (jima‘), sang suami diper­bo­
mem­­banggakan (banyaknya) kalian di lehkan melakukan ‘azal3.
hadapan umat-umat lain pada hari kia­ Adapun (menunda kehamilan)
mat.1 de­ngan menggunakan obat-obat­­an/
Dan juga Nabi r pernah men­ pil, memotong rahim (peng­ang­kat­
doakan Anas bin Malik t agar di­ an rahim) atau yang lain, tidak di­
li­­patkan jumlah harta dan anak­ perbolehkan.

1 Ma’qil bin Yasar r berkata: Seseorang datang menemui Nabi r, lalu ia berkata: “Sesungguhnya
aku mendapatkan seorang wanita cantik dan memiliki kedudukan, namun ia tidak dapat melahirkan
anak, apakah boleh aku menikahinya?” Nabi r menjawab: “Tidak boleh.” Orang itu datang lagi kepada
Nabi r mengutarakan keinginan yang sama, namun Nabi r tetap melarangnya. Kemudian ketika ia

kiöã kbæ =*bi émýY 8qeqeã 8p8qeã ãq-p?%


datang untuk ketiga kalinya, Nabi r bersabda:

“Nikahilah oleh kalian wanita yang penyayang lagi subur (dapat melahirkan anak yang banyak) karena
sesungguhnya aku berbangga-bangga dengan banyaknya kalian di hadapan umat-umat yang lain.” (HR.
Abu Dawud no. 2050, dishahihkan Asy-Syaikh Muqbil dalam Ash-Shahihul Musnad 2/211)
–pent.
2 Ummu Sulaim, ibu Anas bin Malik t, berkata kepada Rasulullah r: “Wahai Rasulullah, ini Anas
pelayanmu, mohonkanlah kepada Allah kebaikan untuknya. Rasulullah r berdoa:

Áu&~ËQü äj~Y ue !<äæ p Àr9ep p ueäi =*aü ktfeã


“Ya Allah, banyakkanlah harta dan anaknya. Dan berkahilah dia atas apa yang Engkau berikan kepadanya.”
(HR. Al-Bukhari no. 6378 dan Muslim no. 1499) –pent.
3 Mengeluarkan air mani di luar kemaluan istri, di mana ketika akan inzal, sang suami menarik kemaluannya
dari kemaluan istrinya sehingga air maninya terbuang di luar farji (kemaluan). (Fathul Bari)

Akhwat
74 Versi E-Book Gratis
Fatwa Ulama

ät]>=} ufeã ät]>< gj7 v Öæã8 oi o}ýap


Perlu diketahui, musuh-musuh Dan juga firman-Nya:
Islam menghias-hiasi perbuatan

kaä}ü p
yang menyelisihi agama di hadapan
kita. (Mereka menyerukan agar kaum
muslimin membatasi kelahiran) se­
men­tara mereka sendiri, justru terus “Berapa banyak hewan yang tidak dapat
berupaya memperbanyak jum­lah membawa (mengurus) sendiri rizkinya
mereka. Dan benar-benar me­reka te­ tapi Allah lah yang memberikan rizki­
lah melakukannya. nya dan juga memberikan rizki kepada
Aku bertanya kepada kalian, kalian.” (Al-Ankabut: 60)
wa­hai saudara-saudaraku. Bila se­ Namun bila ia melakukannya
ka­rang ini, di zaman ini, ada orang ka­rena khawatir adanya mudharat/
yang me­miliki sepuluh anak, apa­ bahaya yang bakal menimpa sang
kah kalian saksikan Allah I me­nyia- istri, maka diperbolehkan menunda
nyiakannya? Atau justru mem­bu­ kehamilan dengan melakukan ‘azal.
ka­kan rizki bagi­nya dari arah yang
ti­d akIkalian melihat, Allah I di­sang­ Adapun kalau harus meng­gu­
ka-sangka? nakan alat/obat yang berasal dari mu­
Bila seseorang membatasi ke­la­ suh-musuh Islam, baik berupa obat/
hiran karena alasan duniawi (ta­kut pil pencegah kehamilan atau lain­nya,
rizki misalnya, –pent.), ia benar- maka ini tidaklah kami anjur­kan.
benar telah keliru Ka­re­na Rabbul ‘Azal sendiri sebenarnya makruh,
‘Izzah berfirman da­lam kitab-Nya namun diizinkan Rasulullah r.
yang mulia: Beliau bersabda ketika mengizinkan

ufeã ûfQ vü L<öã éY Öæã8 oi äi p


para shahabatnya untuk melakukan
‘azal:

ät]>< vü Öiä~^eã hq} ûeü Önyäa ÖjBm oi äi


Önyäa és p
4

“Dan tidak ada satu makhluk melata “Tidak ada satu jiwa pun yang telah
pun di bumi ini kecuali Allah-lah yang ditakdirkan untuk diciptakan sampai
menanggung rizkinya.” (Hud: 6) hari kiamat kecuali mesti akan ada/
tercipta.”

4 Hadits di atas diriwayatkan dalam Ash-Shahihain. Al-Imam An-Nawawi ? menerangkan makna hadits
di atas: “Setiap jiwa yang telah Allah takdirkan untuk diciptakan, maka pasti akan Ia ciptakan. Sama saja
baik kalian melakukan ‘azal atau tidak. Sedangkan apa yang Allah tidak takdirkan untuk diciptakan maka
pasti tidak terjadi, sama saja baik kalian melakukan ‘azal atau tidak. Dengan demikian ‘azal kalian tidak
ada faedahnya, bila Allah I telah mentakdirkan penciptaan satu jiwa, maka air mani kalian mendahului
kalian (ada yang tertumpah ke dalam farji tanpa kalian sadari) sehingga tidaklah bermanfaat semangat
kalian untuk mencegah penciptaan Allah.” (Al-Minhaj, 10/252) –pent.

Akhwat
Versi E-Book Gratis 75
Fatwa Ulama

Jabir bin Abdillah z berkata: tujuan syariat memperbanyak jumlah

d?n} lü=^eã p d?Rm äna


umat Islam. Juga, ada kemungkinan
bahwa anak-anaknya yang ada akan
meninggal, sehingga si wanita men­
“Kami melakukan ‘azal sementara Al- jadi tidak punya anak sama sekali.
Qur`an (wahyu) masih turun (belum
Kedua: Mencegah kehamilan da­
berhenti terus tersampaikan kepada
lam jangka waktu tertentu. Seperti
Rasulullah r ).”5
bila si wanita banyak hamil sedangkan
Maka Nabi r memberikan rukh­ hamil akan melemahkannya, dan dia
shah (keringanan) untuk melakukan ingin mengatur kehamilan setiap
‘azal. Walhamdulillah Rabbil ‘alamin. dua tahun sekali atau semacamnya.
(Ijabatus Sa`il, hal. 467-468) Hal yang seperti ini diperbolehkan,
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ? dengan syarat seijin suaminya dan
mengatakan: “Adapun meng­g u­na­ tidak memadharatkan si wanita.
kan sesuatu yang bisa mencegah ke­ Dalilnya, para shahabat dahulu
hamilan, ada dua: melakukan ‘azal terhadap istri-istri
Pertama: Mencegah kehamilan mereka pada masa Nabi r dengan
se­ca­ra permanen. Hal ini tidak di­ tujuan agar istri-istri mereka tidak
perbolehkan karena akan memutus hamil. Dan Nabi r tidak melarang
kehamilan sehingga mempersedikit hal itu.” (Risalah fid Dima’ Ath-
keturunan. Ini bertentangan dengan Thibi’iyyah lin Nisa`, hal. 44) (ed)

5 HR. Al-Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya. Tambahan faedah: Asy-Syaikh Al-Albani
? mengatakan: “Adapun di masa ini, didapatkan sarana-sarana yang memungkinkan seorang
lelaki mencegah air maninya agar tidak tertumpah sama sekali (di kemaluan) istri, seperti apa
yang disebut dengan rabthul mawasir (mengikat saluran telur) dan kondom yang dipasangkan
di kemaluan ketika jima’, dan yang semacamnya… Bagaimanapun juga, yang dimakruhkan
menurutku adalah bila dalam dua perkara ini atau salah satunya (yaitu dua hal yang timbul akibat
terhalangnya tertumpahnya mani: pertama, memberi madharat dengan mengurangi kenikmatan
istri, kedua: menghilangkan sebagian tujuan pernikahan), tidak ada tujuan seperti tujuan orang
kafir melakukan ‘azal. Seperti takut miskin karena banyak anak dan terbebani untuk menafkahi
serta mendidik mereka. Bila disertai hal ini maka hukumnya naik dari makruh ke tingkat haram,
karena kesamaan niat orang yang melakukan ‘azal dengan tujuan orang kafir melakukannya. Di
mana orang-orang kafir membunuh anak-anak mereka karena takut menafkahi dan takut miskin,
sebagaimana telah diketahui. Berbeda halnya bila si wanita sakit, yang dokter mengkhawatirkan
sakitnya akan bertambah parah bila hamil. Dalam keadaan ini, si wanita boleh memakai alat pencegah
kehamilan untuk jangka waktu tertentu. Adapun bila sakitnya berbahaya dan dikhawatirkan
menyebabkan kematian, si wanita boleh –dalam keadaan ini saja– bahkan wajib melakukan rabthul
mawasir untuk menjaga agar dia tetap hidup. Wallahu a’lam. (Adabuz Zifaf, hal. 136-137)

Akhwat
76 Versi E-Book Gratis
Fatwa Ulama

T anya: Apa hukum oral seks?

J awab: Mufti Saudi Arabia


bagian Selatan, Asy-Syaikh
Al`Allamah Ahmad bin Yahya An-
punya dasar umum bahwa dalam
banyak hadits, Ar-Rasul melarang
untuk tasyabbuh (menyerupai)
Najmi - hafizhohullah - menjawab hewan-hewan, seperti larangan
sebagai berikut: beliau turun (sujud) seperti
“Adapun isapan istri terhadap turunnya onta, dan menoleh seperti
kemaluan suaminya (oral sex), maka tolehan srigala dan mematuk
ini adalah haram, tidak dibolehkan. seperti patukan burung gagak.
Karena ia (kemaluan suami) dapat Dan telah dimaklumi pula
memencar. Kalau memencar maka bahwa Nabi r telah melarang
akan keluar darinya air madzy yang untuk tasyabbuh dengan orang
dia najis menurut kesepakatan (ula­ kafir, maka diambil juga dari makna
ma’). Apabila (air madzy itu) ma­suk larangan tersebut pelarangan ta­
ke dalam mulutnya lalu ke perutnya syab­buh dengan hewan-hewan
maka boleh jadi akan menyebabkan -se­bagai penguat yang telah lalu-,
penyakit baginya. apalagi hewan yang telah dlketahui
Dan Syaikh Ibnu Baz ? telah kejelekan tabiatnya. Maka seha­
berfatwa tentang haramnya hal rus­­nya seorang muslim –dan ke­
tersebut –sebagaimana yang saya adaannya seperti ini- merasa tinggi
dengarkan langsung dari beliau-.” untuk menyerupai hewan-hewan.”
Dan dalam kitab Masa`il Dan salah seorang ulama besar
Nisa’iyyah Mukhtarah Min kota Madinah, Asy-Syaikh AI-
Al-`Allamah Al-Albany karya `Alla­mah `Ubaid bin ‘Abdillah bin
Ummu Ayyub Nurah bintu Hasan Sulaiman AI-Jabiry hafizhahullah
Ghawi hal. 197 (cet. Majalisul da­lam sebuah rekaman, beliau di­
Huda AI¬Jaza’ir), Muhadits tanya sebagai berikut,
dan Mujaddid zaman ini, Asy- “Apa hukum oral seks’?” Beliau
Syaikh AI-`Allamah Muhammad menjawab:
Nashiruddin AI-Albany ? ditanya “Ini adalah haram, karena is
se­bagai berikut: termasuk tasyabbuh dengan hewan-
“Apakah boleh seorang perempuan hewan. Namun banyak di kalangan
mencumbu batang kemaluan (pe­ kaum muslimin yang tertimpa
nis) suaminya dengan mulutnya, oleh perkara-perkara yang rendah
dan seorang lelaki sebaliknya?” lagi ganjil menurut syari’at, akal
Be­liau menjawab: dan fitrah seperti ini. Hal tersebut
“Ini adalah perbuatan sebagian karena ia menghabiskan waktunya
binatang, seperti anjing. Dan kita untuk mengikuti rangkaian film-

Akhwat
Versi E-Book Gratis 77
Fatwa Ulama

film porno melalui video atau batas dan bermaksiat kepada Allah
televisi yang rusak. Seorang lelaki dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wa
muslim berkewajiban untuk sallam.”
menghormati istrinya dan jangan Dikutip dari majalah An-
ia berhubungan dengannya kecuali Nashihah Volume 10 1427H/2006M
sesuai dengan perintah Allah. Kalau
http://www.darussalaf.or.id/
ia berhubungan dengannya selain
stories.php?id=276.
dari tempat yang Allah halalkan
baginya maka tergolong melampaui

Hukum Onani atau


Masturbasi

T anya: Apa hukum bagi bujang/belum mampu menikah untuk


melampiaskan nafsu syahwat? << jibnumuha***@yahoo.com >>

ini:
J awab: Berikut jawaban dari
tiga ulama besar di zaman
rus­kah saya mengqadha shalat?
Lan­tas, apa hukum onani? Perlu
diketahui, saya melakukan onani
1. Fatwa Asy-Syaikh Shalih biasanya setelah menonton televisi
bin Fauzan bin Abdullah Al atau video.”
Fauzan ? Jawab: Onani/Masturbasi hu­­
Tanya: “Saya seorang pelajar kum­nya haram dikarenakan me­­
mus­lim (selama ini) saya terjerat rupakan istimta’ (meraih ke­se­
oleh kebiasaan onani/masturbasi. nangan/kenikmatan) dengan cara
Saya diombang-ambingkan oleh yang tidak Allah I halalkan. Allah
do­­­rong­an hawa nafsu sampai ber­ I tidak membolehkan istimta’
lebih-lebihan melakukannya. Aki­ dan penyaluran kenikmatan sek­
bat­nya saya meninggalkan sha­lat sual kecuali pada istri atau budak
dalam waktu yang lama. Saat ini, wanita. Allah I berfirman, “Dan
saya berusaha sekuat tenaga (untuk orang-orang yang menjaga kema­lu­
menghentikannya). Hanya saja, an­nya, kecuali terhadap isteri-isteri
sa­ya seringkali gagal. Terkadang mereka atau budak yang mereka mi­
setelah melakukan shalat witir di liki; maka sesungguhnya mereka da­
malam hari, pada saat tidur saya lam hal ini tiada tercela.” [QS. Al-
melakukannya. Apakah shalat yang Mu`minun: 5 - 6]
saya kerjakan itu diterima ? Ha­ Jadi, istimta’ apapun yang di­
Akhwat
78 Versi E-Book Gratis
Fatwa Ulama

la­kukan bukan pada istri atau bu­ anda menonton televisi dan video
dak perempuan, maka tergolong ser­ta melihat acara-acara yang
ben­­tuk kezaliman yang haram. mem­bangkitkan syahwat. Wajib
Nabi I telah memberi petunjuk ba­g i anda menjauhi acara-acara itu.
ke­pada para pemuda agar menikah Jangan memutar video atau televisi
untuk menghilangkan keliaran dan yang menampilkan acara-acara yang
pengaruh negative syahwat. membangkitkan syahwat karena
Beliau r bersabda: “Wahai pa­ semua itu termasuk sebab-sebab
ra pemuda, barangsiapa di antara yang mendatangkan keburukan.
ka­lian telah mampu menikah, maka Seorang muslim seyogyanya
hendaklah dia menikah karena nikah (se­lalu) menutup pintu-pintu ke­
itu lebih menundukkan pandangan burukan untuk dirinya dan mem­
dan lebih menjaga kemaluan. Sedang buka pintu-pintu kebaikan. Segala
barangsiapa yang belum mampu sesuatu yang mendatangkan ke­
maka hendaknya dia berpuasa karena bu­r ukan dan fitnah pada diri an­
puasa itu akan menjadi tameng da, hendaknya anda jauhi. Di an­
baginya”. (HR. Al-Bukhari 4/106 ta­ra sarana fitnah yang terbesar
dan Muslim no. 1400 dari Ibnu adalah film dan drama seri yang
Mas’ud] menampilkan perempuan-pe­rem­
Rasulullah r memberi kita puan penggoda dan adegan-adegan
pe­tunjuk mematahkan (godaan) yang membakar syahwat. Jadi anda
syahwat dan menjauhkan diri da­ wajib menjauhi semua itu dan me­
ri bahayanya dengan dua cara: mutus jalannya kepada anda.
ber­puasa untuk yang tidak mampu Adapun tentang mengulangi
menikah, dan menikah untuk yang shalat witir atau nafilah, itu ti­
mampu. Petunjuk beliau ini me­ dak wajib bagi anda. Perbuatan
nun­jukkan bahwa tidak ada ca­ra dosa yang anda lakukan itu tidak
ke­tiga yang para pemuda diper­bo­­ membatalkan witir yang telah anda
lehkan menggunakannya un tuk kerjakan. Jika anda mengerjakan
menghilangkan (godaan) syah­­­ shalat witir atau nafilah atau
wat. Dengan begitu, maka onani/ tahajjud, kemudian setelah itu
masturbasi haram hukum­nya se­ anda melakukan onani, maka onani
hing­ga tidak bo­leh di­la­kukan dalam itulah yang diharamkan –anda
kondisi apa­pun menurut jumhur ber­dosa karena melakukannya-,
ulama. se­d angkan ibadah yang anda ker­
Wajib bagi anda untuk ber­ jakan tidaklah batal karenanya.
taubat kepada Allah I dan tidak Hal itu karena suatu ibadah jika
meng­ulangi kembali perbuatan ditunaikan dengan tata cara yang
seperti itu. Begitu pula, anda ha­ sesuai syari’at, maka tidak akan
rus men­jauhi hal-hal yang dapat batal/gugur kecuali oleh syirik atau
mengo­barkan syahwat anda, seba­ murtad –kita berlindung kepada
gai­mana yang anda sebutkan bahwa Allah I dari keduanya-. Adapun
Akhwat
Versi E-Book Gratis 79
Fatwa Ulama

dosa-dosa selain keduanya, maka mampu hendaknya berpuasa, karena


tidak membatalkan amal shalih puasa itu dapat membentenginya.”
yang terlah dikerjakan, namun (HR. Al-Bukhari: 4/106 dan
pelakunya tetap berdosa. [Al- Muslim no. 1400 dari Ibnu
Muntaqa min Fatawa Fadhilah Mas’ud]
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Pada hadits ini Rasulullah r
Abdullah Al-Fauzan IV 273-274] memerintahkan orang yang tidak
mampu menikah agar berpuasa.
2. Fatwa Asy-Syaikh Muham­
Kalau sekiranya melakukan ona­ni
mad bin Shalih Al-Utsaimin ?
itu boleh, tentu Rasulullah r me­
Tanya: “Apa hukum melakukan nganjurkannya. Oleh karena be­
kebiasaan tersembunyi (onani) ?” liau tidak menganjurkannya, pa­
Jawab: “Melakukan kebiasaan dahal mudah dilakukan, maka se­
tersembunyi (onani), yaitu menge­ cara pasti dapat diketahui bahwa
luarkan mani dengan tangan atau melakukan onani itu tidak boleh.
lainnya hukumnya adalah haram Pe­nelitian yang benar pun telah
berdasarkan dalil Al-Qur’an dan mem­buktikan banyak bahaya
Sunnah serta penelitian yang benar. yang timbul akibat kebiasaan ter­
Dalam Al-Qur’an dinyatakan, sembunyi itu, sebagaimana te­lah
“Dan orang-orang yang menjaga dijelaskan oleh para dokter. Ada
ke­maluannya, kecuali terhadap is­ bahayanya yang kembali ke­pada
teri-isteri mereka atau budak yang tubuh dan kepada system re­­pro­
me­reka miliki; maka sesungguhnya duksi, kepada fikiran dan ju­ga
mereka dalam hal ini tiada tercela. kepada sikap. Bahkan dapat meng­
Barangsiapa mencari yang di balik hambat pernikahan yang sesung­
itu maka mereka itulah orang-orang guhnya. Sebab apabila seseorang
yang melampaui batas.” [QS. Al- telah dapat memenuhi kebutuhan
Mu’minun: 5 - 7] biologisnya dengan cara seperti
Siapa saja mengikuti dorongan itu, maka boleh jadi ia tidak meng­
syahwatnya bukan pada istrinya hiraukan pernikahan.
atau budaknya, maka ia telah “men­ [As ilah muhimmah ajaba ‘alai­
cari yang di balik itu”, dan berarti ia ha Ibnu Utsaimin, hal. 9, di­salin
melanggar batas berdasarkan ayat dari buku Fatawa Asy-Syar­
di atas. ’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashri­
Rasulllah r bersabda, “Wahai yyah Min Fatawa Ulama Al-
sekalian para pemuda, barangsiapa di Balad Al-Haram]
antara kamu yang mempunyai kemam­ 3. Fatwa Asy-Syaikh Abdul
puan hendaklah segera menikah, ka­ Aziz bin Baz ?
rena nikah itu lebih menundukkan Tanya: Syaikh Abdul Aziz bin
mata dan lebih menjaga kehormatan Baz ditanya : “Ada seseorang yang
diri. Dan barangsiapa yang belum berkata: Apabila seorang lelaki
Akhwat
80 Versi E-Book Gratis
Fatwa Ulama

perjaka melakukan onani, apakah Bahkan ada sebagian ulama


hal itu bisa disebut zina dan apa yang menulis kitab tentang masalah
hukumnya ?” ini, di dalamnya dikumpulkan ba­
Jawab: Ini yang disebut oleh haya-bahaya kebiasan buruk ter­
sebagian orang “kebiasaan ter­ sebut. Kewajiban anda, wahai pe­
sem­bunyi” dan disebut pula “jildu na­nya, adalah mewaspadainya dan
‘umairah” dan ‘‘istimna” (onani). menjauhi kebiasaan buruk itu, ka­
Jum­hur ulama mengharamkannya, rena sangat banyak mengandung
dan inilah yang benar, sebab Allah bahaya yang sudah tidak diragukan
I ketika menyebutkan orang- lagi, dan juga betentangan dengan
orang Mu’min dan sifat-si­fat­ makna yang gamblang dari ayat
nya, “Dan orang-orang yang men­ Al-Qur’an dan menyalahi apa
jaga kemaluannya, kecuali ter­hadap yang dihalalkan oleh Allah I bagi
isteri-isteri mereka atau bu­dak yang hamba-hambaNya.
mereka miliki; maka se­sungguhnya Maka ia wajib segera mening­
mereka dalam hal ini tiada tercela. gal­kan dan mewaspadainya. Dan
Barangsiapa mencari yang di balik ba­g i siapa saja yang dorongan syah­
itu maka mereka itu­lah orang-orang wat­nya terasa makin dahsyat dan
yang melampaui batas.” (QS. Al merasa khawatir terhadap di­r i­
Mu’minun: 5 – 7] nya (perbuatan yang tercela) hen­
Orang yang melampuai batas daknya segera menikah, dan jika
artinya orang yang zhalim yang belum mampu hendaknya ber­
melanggar aturan-aturan Allah I. pua­sa, sebagaimana arahan Ra­
sulullah r, “Wahai sekalian para
Di dalam ayat di atas Allah I
pe­muda, barangsiapa di antara ka­
memberitakan bahwa barangsiapa
mu yang mempunyai kemampuan
yang tidak bersetubuh dengan istri­
hen­daklah segera menikah, karena
nya dan melakukan onani, maka
ni­kah itu lebih menundukkan mata
berarti ia telah melampaui batas;
dan lebih menjaga kehormatan diri.
dan tidak syak lagi bahwa onani itu
Dan barangsiapa yang belum mampu
melanggar batasan Allah I.
hendakanya berpuasa, karena puasa
Maka dari itu, para ulama me­ itu dapat membentenginya.”
ng­ambil kesimpulan dari ayat di
Di dalam hadits ini beliau ti­d ak
atas, bahwa kebiasaan tersembunyi
mengatakan: “Barangsiapa yang
(onani) itu haram hukumnya. Ke­
be­lum mampu, maka lakukan­lah
bia­saan rahasia itu adalah me­nge­
ona­ni, atau hendaklah ia me­nge­
luarkan sperma dengan tangan di
lu­arkan spermanya”, akan te­tapi
saat syahwat bergejolak. Perbuatan
beliau mengatakan: “Dan ba­rang­
ini tidak boleh ia lakukan, karena
siapa yang belum mampu hen­d ak­
mengandung banyak bahaya se­ba­
nya berpuasa, karena puasa itu da­
gaimana dijelaskan oleh para dok­
pat membentenginya”
ter kesehatan.

Akhwat
Versi E-Book Gratis 81
Fatwa Ulama

Pada hadits tadi Rasulullah r orang yang pasti (berhak) mendapat


menyebutkan dua hal, yaitu : pertolongan Allah Azza wa Jalla :
Pertama: Segera menikah bagi Al-Mukatab (budak yang berupaya
yang mampu. memerdekakan diri) yang hendak
menunaikan tebusan darinya. Lelaki
Kedua: Meredam nafsu yang menikah karena ingin menjaga
syahwat dengan melakukan puasa kesucian dan kehormatan dirinya,
bagi orang yang belum mampu dan mujahid (pejuang) di jalan
menikah, sebab puasa itu dapat Allah.” (HR. At-Tirmizi, An-Nasa’i,
melemahkan godaan dan bisikan dan Ibnu Majah)
syetan.
Maka hendaklah anda, wahai (Dikutip dari terjemah Fatawa
pemuda, beretika dengan etika Syaikh Bin Baz, dimuat dalam
aga­ma dan bersungguh-sungguh Majalah Al-Buhuts, edisi 26
di dalam berupaya memelihara ke­ hal 129-130, disalin dari Kitab
hormatan diri anda dengan nikah Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi
syar’i sekalipun harus dengan Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min
ber­hutang atau meminjam dana. Fatawa Ulama Al-Balad Al-
Insya Allah, Dia akan memberimu Haram)
kecukupan untuk melunasinya. Sumber: Salafy.or.id offline
Menikah itu merupakan amal Judul: Fatwa ulama seputar
shalih dan orang yang menikah onani atau masturbasi dengan
pasti mendapat pertolongan, sedikit perubahan
sebagaimana Rasulullah r tegaskan http://al-atsariyyah.
di dalam haditsnya, “Ada tiga com/?p=1536

Akhwat
82 Versi E-Book Gratis
Ibroh

'Amrah bintu 'Abdirrahman


Oleh: Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Bintu ‘Imran

S eorang tabi’iyah di bawah


asuhan shahabiyah ‘alimah
faqihah. Jadilah dia –dengan inayah
Allah I, yang men­d a­pat­kan
pembebasan atas berita dus­ta dari
atas tujuh langit.”
Allah I – seorang wanita yang bak Ke­­menakan ‘Aisyah z yang
lautan ilmu. banyak mengambil ilmu darinya,
‘Aisyah bintu Abi Bakr Ash- ‘Urwah bin Az-Zubair, juga me­mu­
Shiddiq z, siapa yang tak pernah ji bibinya, “Aku tak pernah me­lihat
mendengar namanya? Siapa yang seorang pun yang lebih mengetahui
tak mengenal keutamaannya? Se­ tentang fikih, maupun syair
orang wanita yang banyak men­ daripada ‘Aisyah.”
dapatkan pujian karena ilmu yang Begitu pula ‘Atha bin Abi Rabah
Allah I anugerahkan kepadanya. me­nyatakan, “Aisyah adalah orang
Sebutlah Qubaishah bin Dzu’aib, yang paling faqih, paling alim, dan
dia mengatakan, “Aku dan Abu paling bagus pandangannya.”
Bakr bin ‘Abdirrahman duduk (un­ Pujian datang pula dari Az-
tuk mengambil riwayat, pen.) di Zuhri, “Seandainya ilmu Ummul
hadapan Abu Hurairah t. Ada­ Muk­minin ‘Aisyah z hendak di­­
pun ‘Urwah bin Az-Zubair me­nga­ bandingkan dengan ilmu pa­ra istri
lah­kan kami dengan sering­nya Nabi r yang lain dan il­mu seluruh
masuk menemui ‘Aisyah z, se­ wanita muslimah, sung­g uh ilmu
men­tara ‘Aisyah adalah se­se­orang ‘Aisyah lebih utama.”
yang paling berilmu. Para tokoh Dengan keutamaan dari Allah
dari kalangan sahabat Ra­sulullah r I, kemudian melalui bimbingan
bertanya kepadanya.” ‘Aisyah z, banyak orang yang me­
Masruq juga mengatakan, warisi ilmunya. Banyak tokoh be­
“Aku melihat para sesepuh dari sar yang lahir melalui kedua ta­
ka­­­lang­an sahabat Muhammad r ngannya. Di antara mereka ada
ber­­tanya kepadanya tentang fa­ se­orang wanita tabi’iyah yang
raidh (ilmu hukum waris).” Biasa­ ba­nyak mendulang ilmu Aisyah.
nya bila meriwayatkan hadits dari Dialah ‘Amrah bintu ‘Abdirrahman
‘Aisyah z, Masruq mengatakan, bin Sa’d bin Zurarah bin ‘Udus Al-
“Telah menyampaikan kepadaku Anshariyah An -Najjariyah. Dia
Ash-Shiddiqah bintu Ash-Shiddiq, murid Ummul Mukminin ‘Aisyah
kecintaan seseorang yang dicintai bintu Abi Bakr Ash-Shiddiq z,
Akhwat
Versi E-Book Gratis 83
Ibroh
seorang sahabiyah yang dikenal tun­jukkan pada bejana ilmu?”
dengan keluasan ilmu­nya, hingga “Ten­tu,” jawabnya. “Hendaknya
jadilah ‘Amrah se­orang wanita eng­­kau mengambil ilmu dari
‘alimah, faqihah, dan banyak ‘Amrah, karena dia dulu berada
ilmunya. dalam bimbingan ‘Aisyah.” Ibnu
Selain dari ‘Aisyah, ‘Amrah juga Syihab menuruti saran itu. “Ter­
mengambil riwayat dari Ummu nyata kudapati dia itu bagaikan
Salamah, Rafi’ bin Khadij, serta lauta­n yang takkan bisa habis di­
saudari seibunya, Ummu Hisyam kuras,” katanya kemudian.
bintu Haritsah C, dan yang lainnya. ‘Amrah bintu ‘Abdirrahman wafat
Di antara orang-orang yang pada tahun 106 Hijriyyah1 dalam
mengambil riwayat dari ‘Amrah, usia 77 tahun. Dia meninggalkan
tercatat putranya sen­diri, Abur jejak yang indah dalam kitab-kitab
Rijal Muhammad bin ‘Abdirrahman, hadits sepanjang sejarah. ‘Amrah
kedua putra Abur Rijal, Haritsah bintu ‘Abdirrahman, semoga Allah
dan Malik, kemenakannya, Al- Subhanahu wa Ta’ala meridhainya....
Qadhi Abu Bakr bin Hazm beserta Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.
dua putranya, ‘Abdullah dan
Muhammad, Az-Zuhri, Yahya bin Sumber Bacaan: Siyar A’la­min
Sa’id Al-Anshari, dan masih banyak Nubala’, Al-Imam Adz-Dzahabi
lagi. (4/507-508), Tahdzibul Kamal,
Ibnu Syihab Az-Zuhri pernah Al-Imam Al-Mizzi (35/234-235,
dinasihati oleh Al-Qasim bin Mu­ 241-243
ham­mad, “Wahai anak muda, ku­ http://www/asysyariah.com/print.
lihat kau begitu semangat me­ php?id_online=872
nun­tut ilmu. Maukah kau ku­

1 Ada yang mengatakan wafat pada tahun 98 H.

Akhwat
84 Versi E-Book Gratis
Ibroh

Hafshah bintu Sirin


Oleh: Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Bintu ‘Imran

S eorang wanita keturunan


Anshar yang mulia. Seorang
wanita yang faqih terhadap aga­
Hadzdza’, Ibnu ‘Aun, Hisyam bin
Hassan rahimahumullah, dan yang
lainnya.
manya. Bersaudara dengan orang- Dengan ilmu yang Allah I
orang yang Allah I muliakan anugerahkan, ia banyak men­d a­
dengan ilmu dan bashirah. Hafshah pat­kan pujian. Iyas bin Mu’awiyah
bintu Sirin Al-Anshariyyah Al- ? mengatakan, “Tak ku­d a­pat­kan
Bashriyyah. seorang pun yang lebih ku­uta­
Berkunyah dengan nama putra­ makan daripada Hafshah.” Lal­u
nya, Ummul Hudzail. Dia putri beliau ditanya, “Bagaimana de­ngan
tertua, saudari kandung seorang Al-Hasan (Al-Bashri, pen.) dan
tabi’in mulia, Muhammad bin Ibnu Sirin (Muhammad bin Sirin,
Sirin ?. Ayahnya adalah bekas red.)?” “Adapun aku sendiri, aku
sahaya Anas bin Malik t karena tidak mengutamakan seorang pun
menjadi tawanan dari Jarja­ra­ya, atas Hafshah,” tegasnya.
sebuah wilayah di dataran rendah Pa­d a usia 70 tahun, Hafshah
Nahrawan, antara Wasith dan kembali menghadap Rabbnya.
Baghdad dari sisi timur. Hafshah bintu Sirin Al-Anshariyah,
Ibu­­nya bernama Shafiyyah. semoga Allah I meridhainya.
Sau­d ara-saudara sekandungnya
yang lain adalah Yahya, Kari­mah,
Sumber bacaan: Ath-Thabaqatul
dan Ummu Sulaim.
Kubra, Al-Imam Ibnu Sa’d (10/448)
Da­lam usia dua belas tahun, Siyar A’lamin Nubala’, Al
Hafshah bintu Sirin telah meng­ Imam Adz-Dzahabi (4/507,606),
hafal Al-Qur’an. Kemudian dia me­ Tahdzibul Kamal, Al-Imam Al-
ng­ambil riwayat dari banyak tokoh Mizzi (35/151-153)
yang berilmu, di antaranya Anas
http://www.asysyariah.com/print.
bin Malik t, Ummu ‘Athiyyah Al-
php?id_online=892
Anshariyyah z, Khairah ibunda Al-
Hasan Al-Bashri, dan Abul ‘Aliyah.
Banyak pula yang meriwayatkan
ilmu darinya, se­per­ti saudaranya
Muhammad bin Sirin, Qatadah,
Ayyub As-Sikh­ti­yani, Khalid Al
Akhwat
Versi E-Book Gratis 85
Ibroh

Amanah Menjaga 'Iffah


Oleh: Syaikh Salim al 'Ajmiy - hafizhohullahu Ta'ala

S etiap perempuan haruslah


mengetahui bahwa ke­ti­
ka dirinya keluar dari rumah ke­
agar si berandal ini dapat mencapai
apa yang menjadi keinginannya.
Maka kalau ia sudah mendapatkan
luarganya atau rumah suaminya, keinginannya, ia akan membuang
sesungguhnya ia keluar membawa perempuan itu dalam keadaan ke­
kehormatan diri dan keluarganya. hormatannya telah tercemar. Ini
Oleh karena itu dia tidak boleh bukanlah sesuatu yang aneh, ka­
lalai menjaga karunia berharga ini rena permen karet itu dikunyah
hanya demi hasrat syaitoniy, dan sampai kalau sudah tidak manis
juga ia tidak boleh melakukan suatu lagi, dibuang ke tempat sampah.
perbuatan yang akan mencoreng Salah seorang korban berkata:
kehormatan tersebut. Masalahku adalah aku berkenalan
Hakekat ini disadari oleh ba­ dengan seorang pemuda. Dan tum­
nyak perempuan, akan tetapi se­ buhlah di antara kami kisah cinta!!
bagian perempuan pura-pura lupa Kami bersepakat untuk menikah,
atau pura-pura tidak tahu tentang akan tetapi dia berkata padaku
hakekat ini. Sehingga setiap kali bahwa dia ingin memperkenalkanku
ada berandal yang mengajak pada pada ibunya sebelum menikah.
keburukan, mereka langsung me­ Maka aku tidak keberatan. Ke­
me­nuhinya, dan mereka lupa bahwa mu­dian kami menyetujui wak­tu
di jalan seperti ini pasti akan ada tertentu untuk aku pergi ber­sa­
korban. Dan korban itu tidak lain manya. Dan karena keluguan dan
adalah dirinya sendiri. Dia akan kebodohanku, aku pergi ber­sa­
dijanjikan untuk dinikahi, namun manya ke rumahnya. Ketika ka­
janji itu tidak lain adalah alat mi sampai dan aku memasuki
untuk mengulur keluguannya dan rumah, tidak ada seorangpun di

86 Akhwat
Versi E-Book Gratis
Ibroh
sana. Dia menenangkanku dengan kalau aku tidak bersedia memenuhi
menjelaskan bahwa ibunya keluar permintaan kotornya.”
dan akan kembali beberapa saat Sungguh telah benar Rasulullah
lagi. Kami pun mulai berbincang- r ketika bersabda: “Tidaklah se­
bincang dan ia mulai menggodaku orang laki-laki berkholwat dengan
dan menjelaskan padaku betapa seorang perempuan, melainkan
besar rasa cintanya. Dan ia pun ada pihak ketiga yang menyertai
membuatku terlena sampai ter­ja­ me­reka, yaitu syaitan (H.R. At
dilah apa yang terjadi!! Lalu aku Tirmidziy dan dishahihkan oleh
menyadari bahwa ia telah membuat Syaikh al Albani).
rencana dengan teman-temannya
Hendaknya setiap pemudi me­
agar mereka datang ke rumah.
ngambil ibroh dari kisah ini. Maka
Setelah apa yang diinginkannya
barangsiapa yang meng­hen­d aki ke-
terwujud, ia meninggalkanku di
iffah-an ia mesti mendatangi suatu
kamar dalam keadaan tidak karuan.
rumah dari pintunya  dan ti­d ak
Lalu ia mendatangkan salah seorang
memanjat dindingnya (sesuai de­
kawannya. Aku semakin terkejut
ngan cara yang seharusnya -pent).
ketika aku melihat kawannya
Dan seorang pemudi yang menjaga
itu adalah orang yang aku kenal
kehormatannya mesti waspada
sebagai teman kakakku yang paling
terhadap tipuan-tipuan seperti ini.
tua!! Karena kami saling mengenal,
Dan jangan sampai ia disimpangkan
ia membawaku pulang ke rumah.
oleh syaitan kemudian ia menuruti
Se­telah hari itu, aku bertaubat
taktik-taktik para pemuda beran­
kepada Allah, setelah hidupku
dal. Karena orang yang jauh dari
menjadi sebuah neraka. Dan aku
ketaatan kepada Allah I, tidak
memutuskan untuk memulai hidup
dapat dijamin dia tidak akan meng­
yang bersih dan terhormat. Akan
akibatkan kemudorotan. Dan orang
tetapi yang meresahkanku dan
yang tidak punya agama, berarti dia
menambah penderitaanku adalah
tidak memiliki sifat amanah.
bahwa kawan kakakku itu selalu
mengancamku untuk membongkar (Diterjemahkan redaksi Akhwat dari
rahasiaku di depan keluargaku kitab “dhohiyyatu mu’aakasah”)

Permata Salaf
Sungguh telah benar Rasulullah r ketika bersabda: “Tidaklah se­orang
laki-laki berkholwat dengan seorang perempuan, melainkan ada pihak
ketiga yang menyertai me­reka, yaitu syaitan (H.R. At Tirmidziy dan
dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Akhwat
Versi E-Book Gratis 87
Ta ny a Jaw a b
Penulis: Ustadzah Pengasuh Rubrik Muslimah

Dakwah Kepada Istri


Asalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustadz bagai­
mana caranya berdakwah atau mengajak istri kepada manhaj
salaf, karena ana mengenal manhaj ini setelah menikah,
apakah ana berdosa jika istri tidak mau mengikuti manhaj ini
“Eri nur hidayat” <kluban***@gmail.com>

Jawab: Wa'alaikumussalam liknya. Sementara manusia hanya


wa­rah­matullahi wabarakatuh. Su­ punya kewajiban menjelaskan dan
dah dimaklumi bersama bahwa menerangkan, dan dia sama sekali
le­laki adalah pemimpin kaum wa­ tidak kuasa membuat mereka
nita dan juga dalam hadits Ibnu mendapatkan hidayah walaupun
Umar riwayat Al-Bukhari dan mereka adalah kerabatnya yang
Muslim disebutkan bahwa se­ti­ paling dia cintai. Allah Ta’ala
ap lelaki adalah pemimpin da­r i berfirman mengingatkan Nabi
ke­luarganya dan dia akan di­min­ r, “Engkau tidak bisa memberikan
tai pertanggungjawaban atas ke­ hidayah kepada siapa yang kamu
pe­mimpinannya. Karenanya se­ cintai, akan tetapi Allah yang mem­
orang lelaki khususnya suami ber­ berikan hidayah kepada siapa yang
tanggung jawab untuk mengajak Dia kehendaki.”
anak dan istrinya kepada kebaikan Setelah memahami semua
dan keselamatan. Allah Ta’ala ber­ ini, kami katakan: Wajib atasmu
firman, “Wahai orang-orang yang untuk memberikan pengajaran
beriman, jagalah diri-diri kalian dan dan tuntunan kepada istrimu de­
keluarga-keluarga kalian dari api ngan cara yang paling baik serta
neraka.” Para ulama menafsirkan pe­nuh hikmah, kesabaran dan ke­
bah­wa yang dimaksud dengan ke­ hati-hatian. Hal itu karena ka­
luarga kalian di sini adalah istri ka­ um wanita tercipta dari tulang
lian, sementara anak termasuk dari ru­suk yang bengkok, jika engkau
bagian diri kalian. memaksa untuk meluruskannya
Kemudian, setiap orang yang (me­ngajarnya dengan kasar) maka
ingin mengajak kepada kebaikan mereka akan patah (membangkang
wajib untuk meyakini bahwa hi­ dan durhaka), sementara jika engkau
dayah taufik dan ilham hanya di tidak berusaha meluruskannya
tangan Allah I, Dia memberikan ma­ka dia akan terus bengkok, de­
hidayah kepada siapa yang Dia ke­ mikian yang disabdakan oleh Nabi
hendaki dan demikian pula se­ba­ r dalam hadits yang shahih.

Akhwat
88 Versi E-Book Gratis
Ta ny a Jaw a b
Karenanya hendaknya kamu adalah tetangga yang saleh. Jika
sa­bar, perlahan, sedikit demi se­ ada halangan dari pihak keluarga,
dikit mengajarinya, dan jangan misalnya karena tinggal dengan
sekali-kali kamu berharap dia orang tua, maka hendaknya men­
langsung menjadi muslimah yang cari tempat tinggal sendiri untuk
sempurna yang bisa mengamalkan keluarganya dengan tetap menjaga
ajaran Islam dengan sempurna. silaturahmi dengan orang tuanya.
Mulailah untuk memperbaikinya Yang terakhir dan ini yang
dari perkara yang terpenting yaitu ter­penting, banyak-banyak men­
sisi akidah, karena jika akidahnya doakan kebaikan untuk istrinya
sudah baik maka dia akan mu­ dan jangan sampai dia mencela
dah menerima yang lainnya.  Ba­r u atau mendoakan keburukan un­
setelah itu beralih kepada kewa­ tuk­nya, karena malaikat akan
jiban-kewajiban lainnya. Dalam meng’amin’kan doa yang diucapkan
ma­salah fiqhi keseharian, pakaian, untuk orang lain selama orang lain
akhlak dan adab, semua harus itu tidak mengetahui kalau dirinya
perlahan-lahan dan setahap demi didoakan. Karena hidayah hanya
setahap. di tangan Allah, maka senantiasa
Jika ada penghalang dari berharaplah hal itu hanya kepada-
ling­kungan maka hendaknya dia Nya. Wallahu a’lam bishshawab.
mencari tempat tinggal yang le­
bih baik, dimana tetangganya Sumber:
http://al-atsariyyah.com/?p=1594

Hukum Budidaya Cacing


Bismillaah. Assalaamu’alaykum Warohmatulloh. Bagai­mana hu­
kum budidaya cacing untuk dijual dan dimanfaatkan untk pakan
ternak, pupuk, dll? Jazaakumullohukhoir
“Zainab” << Zaina***@yahoo.co.id >>

Jawab: Waalaikumussalam wa­ ga tokek), kumbang, semut, le­


rah­­matullah. Pendapat yang kami bah, lalat, cacing, kutu, nyamuk,
pegang da­lam masalah ini adalah dan yang sejenis dengan mereka.
pendapat yang disebutkan oleh Berdasarkan firman Allah Ta’ala,
Imam Ibnu Hazm ? dimana beliau “Diharamkan untuk kalian bangkai”,
ber­kata, “Tidak halal memakan dan firman Allah -Ta’ala-, “Kecuali
si­­put darat, juga tidak halal me­ yang kalian sembelih”. Dan telah
ma­kan sesuatupun dari jenis se­ jelas dalil yang menunjukkan bah­
rang­ga, seperti: cicak (masuk ju­ wa penyembelihan pada hewan
Akhwat
Versi E-Book Gratis 89
Ta ny a Jaw a b
yang bisa dikuasai/dijinakkan, ti­
h=1 xéE gaü hq] ûfQ h=1 ã:ü ufeã lü
unj) kt~fQ
dak­lah teranggap secara syar’i ke­
cuali jika dilakukan pada teng­go­
rokan atau dadanya. Maka semua
hewan yang tidak ada cara untuk “Sesungguhnya jika Allah meng­ha­
bisa menyembelihnya, ma­ka tidak ramkan suatu kaum untuk me­makan
ada cara/jalan untuk me­ma­kannya, sesuatu, maka Dia akan meng­
sehingga hukumnya adalah haram, haramkan harganya.” (HR. Ahmad:
karena tidak bisa dimakan, kecuali 1/247, 322 dan Abu Dawud no.
bangkai yang tidak disembelih 3488)
(mi­sal­nya ikan dan belalang ma­ Maksud ‘diharamkan harganya’
ka dia boleh dimakan tanpa pe­ adalah termasuk di dalamnya la­
nyembelihan, pent.)”. (Lihat Al- rangan memperjualbelikannya, me­
Muhalla: 7/405) nye­wakannya, dan semua perkara
Karenanya tatkala cacing bu­ yang menjadikan dia mempunyai
kanlah hewan yang bisa disembelih harga. Karenanya jual beli cacing
maka dia termasuk ke dalam jenis termasuk perkara yang tidak
bangkai yang haram untuk dimakan. diperbolehkan.
Sementara segala sesuatu yang Wallahu a’lam bishshawab.
haram untuk dimakan maka dia
juga haram untuk diperjualbelikan. http://al-atsariyyah.com/?p=1544
Nabi r bersabda:

Hukum Menyusu Kepada Istri


“Apakah boleh seorang suami yang sedang berhubungan dengan
istrinya, menyusu kepada istrinya?

Heru - Samarinda

Jawab: Berikut adalah jawaban tidaklah menjadikan hukum mah­


dari Asy-Syaikh Abdurrazzaq Afifi ram berlaku padanya (suami), ka­
?, “Boleh, karena air susunya rena penyusuannya (kepada is­tri­
ada­lah halal, dan boleh baginya nya) ini tidak terjadi pada masa
(suami) untuk meminumnya sam­­ al-haulain (berumur dua tahun).”
pai dia meninggal(1), dan itu (Lihat Fatawa wa Rasail: 1/212
no. 5)

(1) Kalimat ini maksudnya sebagai penguat bahwa hukumnya betul-betul tidak mengapa
walaupun dia melakukan hal itu bertahun-tahun sampai dia meninggal, wallahu a’lam.

Akhwat
90 Versi E-Book Gratis
Ta ny a Jaw a b
Demikian halnya Asy-Syaikh Susu kambing dan sapi lebih baik
Al-Albani membolehkan hal ter­ baginya.”
se­­but, sebagaimana dalam kaset Wallahu a’lam, ucapan beliau
silsilah Al-Huda wa An-Nur se­ ini juga tidak menunjukkan haram
ingat kami pada kaset pertama. atau makruhnya. Sehingga yang
Berhubung kami pernah me­na­ benarnya bahwa menyusu kepada
nyakan permasalahan ini kepada istri adalah boleh, berdasarkan
Asy-Syaikh Yahya Al-Hajuri via keumuman firman Allah Ta’ala,
thul­lab yang ada di sana, maka se­ “Istri-istri kalian adalah ladang
bagai amanah ilmiah kami bawakan kalian maka datangilah ladang kalian
jawabannya sebagai berikut,  “Air sesuai dengan kehendak kalian.”
susu wanita tidaklah lezat, dia ha­
nya untuk anak bayi dan tidak me­
http://al-atsariyyah.com/?p=425
numbuhkan daging orang dewasa.

Seputar Ta'ar uf
Ust, kalau sebelum nazhar didahului dengan tukar-menukar
biodata dari masing-masing calon pasangan, boleh nggak?
Abu Isa - Sukabumi (08565956****)

Jawab: Nggak apa-apa insya atau suku dan semisalnya-, jika


Allah, dengan 3 syarat: dia merasa tidak cocok dengan itu
1. Kedua belah pihak harus ju­ maka tidak perlu dilanjutkan ke
jur dalam informasinya. jenjang nazhar (saling melihat).
2. Tanpa disertai foto dan no Syarat yang kedua dan ketiga
telepon calon. harus perhatikan agar tidak
timbul fitnah di antara keduanya
3. Tanpa disertai keterangan
baik lamarannya dilanjutkan atau
de­tail tentang tubuh, yang de­ngan­
dibatalkan.
nya bisa dikhayalkan bentuk tubuh
ca­lonnya. Wallahu a’lam
Bahkan mungkin sebaiknya se­
perti ini sebelum nazhar, agar jika
dari informasi keadaan si ikhwan/
akhwat merasa tidak cocok dengan
calon pasangannya -misalnya da­ http://al-atsariyyah.com/?p=936
lam hal tinggi atau warna kulit
atau jenis rambut atau pekerjaan
Akhwat
Versi E-Book Gratis 91
Ta n j a Jaw a b
Menikah dengan Orang yang Beda Manhaj
Assalamu’alaikum ustadz, bagaimana hukumnya seseorang yg sdh
mantap dgn manhaj salaf menikah dgn lain manhaj? bagaimana
hukumnya kita tidak mau menikah kecuali dgn yg semanhaj ?
bagaimana kita tahu seseorang itu jodoh kita atau bukan?
Ida <mba***@gmail.com>

Jawab: Waalaikumussalam Dan dalil-dalil lain yang semisal


wa­rahmatullah. Allah Ta’ala dan dengannya.
Rasul-Nya telah mewajibkan atas Karenanya seorang muslim
se­tiap muslim dan muslimah untuk yang baik akidah dan manhajnya
untuk selektif dalam memilih te­ hen­d aknya tidak menikah dengan
man duduk dan teman bergaul, hen­ muslimah yang tidak benar akidah
daknya dia hanya memilih te­man dan manhajnya, demikian pula se­
yang baik agar agamanya tetap ter­ ba­liknya. Bahkan menikahnya se­
jaga. Ini pada teman duduk, maka orang muslimah yang baik akidah
ten­tunya dalam memilih teman dan manhajnya dengan muslim
hidup itu harus lebih selektif dan ta­pi tidak benar akidah dan man­
hanya memilih yang betul-betul hajnya, adalah lebih parah dan le­
ba­ik akidah dan manhajnya. Allah bih jelek akibatnya, karena biasa­

<äneã kbBj&Y ãqjfÎ o};eã ûeü ãqna=% v p


Ta’ala berfirman: nya istri akan mengikuti suaminya,
sementara suaminya tidak ber­
akidah yang benar.
“Dan janganlah kalian condong
Karenanya sikap untuk tidak
kepada orang-orang yang zhalim
mau menikah kecuali dengan yang
yang menyebabkan kalian disentuh
benar akidah dan manhajnya adalah
oleh api neraka.”
sikap yang benar guna menjaga
Dan dalam hadits Abu Musa kehormatan dan agamanya.
Al-Asy’ari t yang masyhur, Ra­
Ada sebuah kisah disebutkan
sulullah r memperumpamakan
oleh para ulama mengenai se­se­
te­man duduk yang baik dengan
orang yang bernama Imran Al-
penjual minyak wangi yang bisa
Haththan. Orang ini dulunya sa­
memberikan manfaat kepada orang
lah seorang ulama ahlussunnah,
di dekatnya, sedangkan teman du­
akan tetapi dia menikah dengan
duk yang jelek bagaikan pandai besi
put­r i pamannya (sepupunya) yang
yang bisa memudharatkan orang
mempunyai pemikiran khawarij,
di dekatnya (HR. Al-Bukhari dan
dia berdalih menikahinya agar
Muslim).
dia bisa menasehati jika dia su­
Akhwat
92 Versi E-Book Gratis
Ta ny a Jaw a b
dah jadi istrinya. Akan tetapi ikhwan/akhwat yang ba­g us akidah
yang terjadi adalah sebaliknya, dan manhajnya, karenanya dia
dia yang dinasehati oleh istrinya ber­sabar dan bertawakkal kepada
hing­ga akhirnya dia keluar dari Allah I.
ahlussunnah menuju ke mazhab Adapun jodoh, maka dia adalah
khawarij bahkan disebutkan bahwa perkara ghaib karena dia termasuk
dia lebih ekstrim daripada istrinya dari takdir seseorang, dan tidak
dalam mazhab khawarij ini. ada yang mengetahui apa takdirnya
Maka lihatlah bagaimana se­ kecuali setelah terjadinya. Hanya
orang alim bisa terpengaruh oleh saja mungkin dia bisa shalat
wanita yang notabene adalah is­tri­ istikharah guna menetapkan ha­
nya sendiri, maka bagaimana sang­ ti­nya apakah calonnya bisa men­
kaanmu dengan seorang wanita datangkan kebaikan bagi agama
yang tidak alim lalu menikah dan dunianya ataukah tidak, dia
dengan lelaki yang tidak benar beristikharah kepada Allah I dan
akidah dan manhajnya, tentunya bertawakkal kepadanya, wallahu
potensi untuk dia tersesat dan a’lam.
me­ngikuti suaminya lebih besar,
wallahul musta’an.
http://al-atsariyyah.com/?=962
Karenanya amalan seperti ini
dijauhi, insya Allah masih ba­nyak

Akhwat
Versi E-Book Gratis 93
Kesehatan Keluarga

13 Masalah Bekam
(hijamah) yang Paling
Banyak Ditanyakan
Diasuh oleh: dr. Abu Hana

Bismillah, mual atau muntah. Hindari ber­


Bagi anda yang berkeinginan jima’ sebelum bekam, apalagi se­
kuat untuk berbekam (hijamah/ sudahnya karena akan menguras
MEMINTA KETURUNAN YANG BAIK
ODT), dan baru pertama kali me­ banyak energi.

xäQ9eø S~jA cmüÛ Öç~Ê Ö}<: cm9e oi ûe ès å<


lakukannya terkadang ada be­be­
SOAL 1. Saya sedang hamil,
rapa hal mengganjal yang ingin
bolehkah dibekam?
di­­tanyakan, diantaranya adalah se­
bagai berikut : Boleh, jika kondisi umumnya
baik. Sebelum dibekam harus
PERSIAPAN diperiksa dulu tekanan darah dan
Tidak ada persiapan khusus keadaan umum lainnya, jika normal
jika anda ingin dibekam, artinya maka tidak ada masalah. Yang perlu
kapan saja anda dibekam maka diperhatikan adalah menghindari
ti­d ak menjadi masalah, Akan te­ pembekaman di daerah perut dan
tapi untuk dan mengurangi efek pinggang. Untuk Ibu menyusui,
samping maka disarankan anda wanita haidh dan menstruasi  juga
makan 3-4 jam sebelum di bekam, diperbolehkan berbekam asal
karena jika perut anda kosong kondisi umumnya cukup baik .
(puasa) terkadang menyebabkan SOAL 2.   Orang tua saya sudah
pu­sing/lemas. "sepuh" apa juga boleh dibekam?
Sebaliknya apabila anda dalam Bagaimana dengan anak kecil?
kondisi perut penuh makanan Orang yang sudah lanjut usia
atau hanya berselang 1 jam setelah dan anak kecil (diatas 4 tahun) ti­
makan kemudian anda dibekam dak mengapa dibekam asalkan di­
maka beberapa pasien mengeluh lakukan secara bertahap, dengan
Akhwat
94 Versi E-Book Gratis
Kesehatan Keluarga 13 Masalah Bekam

sedikit sayatan tipis, menggunakan dan wanita hamil,haidh, nifas atau


jumlah kop yang sedikit serta menyusui.
dengan kekuatan pompa yang
minimal. WAKTU BEKAM
SOAL 4.   Apakah harus memilih
SOAL 3.  Kondisi apa yang me­r u­
hari tertentu dan tanggal ter­
pakan "pantangan" (kontra­in­
tentu (tanggal 17,19 dan 21) agar
dikasi) bekam ?
lebih utama dilakukan bekam ?
Ada kontraindikasi yang ber­
Tidak, karena hadits mengenai
sifat absolut dan ada yang bersifat
keutamaan hari dan tanggal ter­
relatif.
tentu  untuk berbekam adalah ha­
Kontraindikasi absolut, adalah dits dhoif (lemah) sehingga ti­d ak
kondisi/kelainan penyakit tertentu bisa dijadikan dalil. Begitu ju­ga la­
yang dilarang untuk dilakukan rangan membekam pada hari ter­
bekam, diantaranya adalah: pasien tentu (Rabu, Jum’at, Sabtu) juga
yang berumur dibawah 4 tahun, tidak memiliki dasar yang kuat.
pasien yang sedang mengkonsumsi
obat pengencer darah, pasien SOAL 5.   Apakah ada perbedaan
yang mengalami gangguan sistim dibekam pada waktu pagi, siang,
pembekuan darah yang berat, ko­ sore atau malam hari ?
ma (tidak sadar), dehidrasi berat, Sebenarnya tidak ada perbe­
renjatan/syok, pasien yang baru da­an yang mencolok, kapan saja
menjalani transfusi darah, donor bi­sa dilakukan bekam. Hanya saja
darah atau cuci darah (kurang dari jika dilakukan pada saat sinar
48 jam dari waktu bekam), penderita matahari terik (tengah hari) lebih
jantung yang menggunakan alat memudahkan untuk mengeluarkan
bantu pengatur detak jantung. darah.
Kontraindikasi relatif, ada­
lah kondisi/kelainan penyakit ter­ EFEK SAMPING
tentu yang disarankan untuk ti­ Perlu kita ketahui dulu sebe­
dak bekam terkecuali dilakukan lumnya bahwa setiap tindakan
oleh ahli bekam professional yang medis apapun bentuknya te­
sudah berpengalaman, diantaranya tap memiliki risiko dan efek sam­
adalah: pasien anemia, pasien ken­ ping. Akan tetapi hal tersebut ti­
cing manis dengan kadar gula da­ daklah menjadikan kita “urung”
rah sewaktu lebih dari 300, pasien untuk melaksanakan “Sunnah
tumor/kanker, hipertensi dengan hija­­mah (Bekam)”  yang mulia ini,
systole lebih dari 200mmHg, pen­ asalkan dilakukan sesuai stan­
derita gagal jantung (Decomp. dar dan dilakukan oleh ahli yang
Cordis) yang berat, pasien kesurup­ professional maka tindakan terse­
an (terkena sihir), penderita phobia but sangatlah aman.
berat terhadap peralatan medis Tidaklah mungkin Allah Ta’ala
Akhwat
Versi E-Book Gratis 95
13 Masalah Bekam Kesehatan Keluarga

dan Rosul-Nya menuntunkan tersebut wajar dan justeru lebih


amalan hijamah ini jikalau berisiko baik.
tinggi bagi ummatnya, justeru yang
sudah terbukti adalah manfaat dan SOAL 8.   Saya mengikuti bekam
faedah yang luar biasa. ma­sal, setelah itu badan sa­ya
"meriang" apakah saya meng­
SOAL 6.   Apakah dibekam itu te­ alami infeksi?
ra­sa "SAKIT"? Saya tidak menyarankan un­
Tidak, karena sebelumnya tuk mengikuti Bekam Masal ka­
dilakukan dulu penyedotan dengan re­na penggunaan alat bekam
kop bekam (disebut Bekam Kering) ber­ulang kali tanpa proses ste­
yang berfungsi untuk menarik rilisasi yang sesuai standar bi­
“darah kotor” ke bawah permukaan sa menjadi sumber penularan
kulit sehingga kulit akan terasa penyakit tertentu. Keluhan “meri­
menjadi tebal dan “baal” sehingga ang” bisa merupakan tanda infeksi
ketika dilakukan sayatan tipis maka apabila luka bekas sayatan Bekam
sudah tidak terasa sakit lagi, hanya mengalami pembengkakan (oedem),
seperti digigit semut. berwarna merah, keluar cairan se­
Bekam kering tadi juga seka­li­ perti nanah (pus), dan jika dipegang
gus berfungsi mengeluarkan kele­ terasa hangat.
bihan “unsur angin” dari tubuh Apabila “meriang” tersebut
dan menimbulkan efek “massage” tanpa disertai tanda-tanda tadi
untuk melenturkan otot-otot yang maka hal tersebut memang kadang
mengalami kekakuan. terjadi dan normal adanya dan
dalam 3-4 hari keluhan tersebut
SOAL 7.   Setelah dibekam, saya umumnya sudah hilang dan tubuh
malah mengeluh badan terasa menjadi lebih ringan dan nyaman.
sakit (pegal-pegal) apakah ada Begitu juga dengan keluhan perih
yang salah ? pada bekas sayatan akan hilang
Hanya sedikit pasien yang sendirinya hingga sekitar 12 jam.
me­nge­luhkan hal tersebut. Hal
ini terjadi sebagai rekasi sistim SOAL 9.   Keluar cairan seperti
imun tubuh untuk berusaha "lepuhan cacar" setelah bekam
mengembalikan fungsi-fungsi tu­ apakah berbahaya ?
buh agar menjadi normal kembali Gelembung cairan tersebut me­
karena “sumber darah kotornya”  su­ rupakan transudat yang umum­nya
dah dikeluarkan. Dalam 3-4 hari terjadi akibat proses pe­nyedotan
keluhan tersebut umumnya sudah yang terlalu lama (lebih dari 15
hilang dan tubuh menjadi bugar. menit). Dalam Ilmu kedokteran
Beberapa pasien mengatakan China dikatakan bahwa adanya blis­
“mengantuk” dan ada juga yang ter (lepuhan/lecat) pada bekas be­kam
“me­rasa lapar” setelah bekam, hal menggambarkan kondisi gangguan
Akhwat
96 Versi E-Book Gratis
Kesehatan Keluarga 13 Masalah Bekam

gas yang parah pada tubuh. Adanya warna yang berbeda (ada yang
darah tipis pada blister merupakan tua dan ada yang ungu muda). Hal
reaksi gas panas toksin. ini menandakan kelainan “Qi” dan
Gelembung tersebut tidak­ darah statis.
lah berbahaya dan cukup menge­ Merah cerah, biasanya hal ini
luarkannya dengan menggunakan menunjukkan terjadinya defisiensi
ujung pisau bedah steril kemu­dian “Yin”, defisiensi “Qi” dan darah
diolesi dengan minyak habba­tus­ atau rasa panas yang dahsyat yang
sauda (jinten hitam). Jangan sekali- di­induksi oleh defisiensi “Yin”.
kali menusuknya dengan jarum Merah gelap, hal ini meng­
atau peniti dan sejenisnya karena indikasikan kondisi lemak di dalam
dapat menimbulkan infeksi. darah yang tinggi disertai dengan
SOAL 10.   Bekas bekam di kulit adanya panas patogen.
meninggalkan lebam berwarna Agak pucat/putih dan tidak
merah muda, ungu hitam, dan hangat ketika disentuh, hal ini
ada juga yang tidak berubah sama mengindikasikan terjadinya de­
sekali, kenapa hal tersebut bisa fisiensi cold (dingin) dan adanya
terjadi? gas patogen.
Umumnya bekas bekam akan Garis-garis pecah/ruam
hilang dalam waktu 3 hari sam­ pa­­da permukaan bekas bekam
pai 1 minggu setelah bekam ter­ dan rasa sedikit gatal, hal ini
gantung bentuk dan warna yang mengindikasikan kondisi adanya
ditinggalkan. Reaksi pigmen pada wind (lembab) patogen dan gang­
kulit bekas bekam adalah sebagai guan gas patogen.
berikut : Munculnya uap air pada
Ungu kegelapan atau hi­ din­ding bagian dalam gelas be­
tam, pada umumnya hal ini meng­ kam, menandakan kondisi adanya
indikasikan kondisi defisiensi (ke­ gas-gas patogen pada daerah ter­
kurangan) pasokan/suplai darah sebut.
dan channel/saluran (pembuluh)
da­rah yang tidak lancar yang di­ SETELAH BEKAM
sertai dengan keberadaan darah SOAL 11.   Apa yang boleh dan
sta­tis (darah beku). tidak boleh dilakukan setelah
Ungu disertai plaque (ber­ Bekam ?
cak-bercak), pada umumnya hal Istirahatlah secukupnya sete­
ini menandakan terjadinya gang­ lah berbekam, lebih baik lagi ti­
guan/ kelainan gumpalan darah dur. Minumlah air putih, madu,
yang berwarna keunguan dan ada­ sa­r i kurma atau teh manis untuk
nya darah statis (darah beku). mempercepat pemulihan. Jika ingin
Bintik-bintik ungu yang makan, usahakan kurang lebih satu
tersebar dengan tingkatan jam sesudahnya dan menghindari
Akhwat
Versi E-Book Gratis 97
13 Masalah Bekam Kesehatan Keluarga

makan asam, pedas, mie dan SOAL 13.   Apa ada perawatan
minuman bersoda/berkarbonase. khu­sus rutin (dengan antiseptic,
Hindari untuk melakukan jima’ rivanol, dll) yang dilakukan
setelah bekam. se­tiap hari untuk luka bekas
sayatan bekam?
SOAL 12.   Apa boleh mandi sete­ Perawatan tersebut diatas
lah Bekam ? dilakukan jika memang diperlukan.
Boleh bahkan dianjurkan man­ Alhamdulillah jika Bekam (Hija­
di setelah 2 jam melakukan be­ mah) dilakukan dengan benar maka
kam. Sebaiknya menggunakan air hal tersebut belum diperlukan ka­
hangat untuk mempercepat pro­ rena lukanya sangat tipis dan cepat
ses pemulihan. Hindari untuk sembuh dengan sendirinya. (dr.
meng­gosok bekas sayatan bekam abuhana)
dengan sabun secara berlebihan Semoga Bermanfaat,
karena selain terasa perih juga
Baarokallaahu fiikum..
akan memperlambat proses pe­
nyembuhan luka. http://kaahil.wordpress.
com/2009/05/25/13-masalah-
bekam-yang-paling-banyak-
ditanyakan/

“Ke­sembuhan itu ada dalam tiga hal; yaitu minum madu,


syartoh(sayatan) alat bekam, dan kay. Namun aku melarang
ummatku melakukan kay” (Riwayat Bukhari dalam
Ath-Thibb No. 5680 dan 5681 Bab III: Asy-Syi­fa’ fii
Tsa­laatsin)

Akhwat
98 Versi E-Book Gratis
Do'a
Bagi Orang yang Menikah
R5 ûfQ kbn~æ Sj- p c~fQ !<äæ p ce ufeã !<äæ
"Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu,
serta mengumpulkan kamu berdua (pengantin laki-laki
dan perempuan dalam kebaikan).
(HR. Penyusun Kitab Sunan, kecuali An-Nasa'i, lihat
Shahih At-Tirmidzi 1/316)