Anda di halaman 1dari 5

Destilasi sederhana

https://www.academia.edu/9880678/Makalah_Destilasi_Sederhana

http://kamuslife.com/2012/04/destilasi-bertingkat-atau-distilasi-fraksionasi-jenisjenis-destilasi.html
Contoh destilasi bertingkat adalah pemisahan campuran alkohol-air titik didih
alkohol adalah 78C dan titik didih air adalah 100C. Campuran tersebut
dicampurkan dalam labu didih. Pada suhu sekitar 78C alkohol mulai mendidih
tetapi sebagian air juga ikut menguap. Oleh karena alkohol lebih mudah
menguap, kadar alkohol dalam uap lebih tinggi dari pada kadar alkohol dalam
campuran semula. Ketika mencapai kolom fraksionasi, uap mengembun dan
memanaskan kolom tersebut. Setelah suhu kolom mencapai 78C, alkohol tak
lagi mengembun sehingga uap yang mengandung lebih banyak alkohol naik ke
kolom di atasnya, sedangkan sebagian air turun ke dalam labu didih. Proses
seperti itu berulang beberapa kali (bergantung pada banyaknya plat dalam
kolom), sehingga akhirnya diperoleh alkohol yang lebih murni. Contoh lain dari
destilasi bertingkat adalah pemurnian minyak bumi, yaitu memisahkan gas,
bensin, minyak tanah, dan sebagainya dari minyak mentah.
http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2009/12/penuntun_praktikum_analisis_organik_distilasi.pdf

Pengertian Kromatografi Kromatografi secara umum. Teknik pemisahan


Suatu campuran menjadi Komponen Kromatografi adalah teknik untuk
memisahkan campuran menjadi komponennya dengan bantuan
perbedaan sifat fisik masing-masing komponen.

3. Jenis-jenis Kromatografi Berdasarkan Teknik Kerja yang digunakan,


antara lain : 1. Kromatografi Kertas 2.Kromatografi Kolom 3.Kromatografi
Lapis Tipis 4.Kromatografi Gas

4. A. Kromatografi Kertas Kromatografi kertas adalah kromatografi yang


menggunakan kertas selulosa murni yang mempunyai afinitas besar
terhadap air atau pelarut polar lainnya. Kromatografi kertas digunakan
untuk memisahkan campuran dari substansinya menjadi komponenkomponennya.

5. Prinsip Kerja Kromatografi Kertas Pelarut bergerak lambat pada kertas,


komponen-komponen bergerak pada laju yang berbeda dan campuran
dipisahkan berdasarkan pada perbedaan bercak warna.

6. Cara penggunaan Kromatogarfi kertas 1. Kertas yang digunakan adalah


Kertas Whatman No.1. 2. Sampel diteteskan pada garis dasar kromatografi
kertas. 3. Kertas digantungkan pada wadah yang berisi pelarut dan
terjenuhkan oleh uap pelarut. 4. Penjenuhan udara dengan uap,
menghentikan penguapan pelarut sama halnya dengan pergerakan
pelarut pada kertas.

7. Gambar Kromatografi Kertas

8. B. Kromatografi Kolom Kromatografi kolom adalah kromatografi yang


menggunakan kolom sebagai alat untuk memisahkan komponenkomponen dalam campuran.

9. Prinsip Kerja Kromatografi Kolom Didasarkan pada absorbsi


komponen2 campuran dengan afinitas berbeda terhadap permukaan fase
diam. Absorben bertindak sebagai fase diam dan fase geraknya adalah
cairan yang mengalir membawa komponen campuran sepanjang kolom.
Sampel yang mempunyai afinitas besar terhadap absorben akan secara
selektif tertahan dan afinitasnya paling kecil akan mengikuti aliran pelarut.

10. Cara Penggunaan Kromatografi Kolom Sampel yang dilarutkan dalam


sedikit pelarut, dituangkan melalui atas kolom dan dibiarkan mengalir ke
dalam adsorben (bahan penyerap). 2.Komponen dalam sampel diadsorbsi

dari larutan secara kuantitatif oleh bahan penyerap berupa pita sempit
pada permukaan atas kolom. 3.Dengan penambahan pelarut secara terus
menerus, masing-masing komponen akan bergerak turun melalui kolom
dan akan terbentuk pita yang setiap zona berisi satu macam komponen.
4.Setiap zona yang keluar kolom dapat ditampung dengan sempurna
sebelum zona yang lain keluar kolom. 1.
10 11. Gambar kromatogafi kolom

11 12. C. Kromatografi Lapis Tipis Kromatografi lapis tipis (KLT) adalah cara
pemisahan campuran senyawa menjadi senyawa murninya dan
mengetahui kuantitasnya yang digunakan. Kromatografi lapis tipis dapat
digunakan untuk memisahkan senyawa senyawa yang sifatnya
hidrofobik seperti lipida lipida dan hidrokarbon yang sukar dikerjakan
dengan kromatografi kertas.
12 13. Prinsip kerja Kromatografi Lapis Tipis KLT menggunakan sebuah lapis
tipis silika atau alumina yang seragam pada sebuah lempeng gelas atau
logam atau plastik yang keras. Jel silika (atau alumina) merupakan fase
diam. Fase gerak merupakan pelarut atau campuran pelarut yang
sesuai. Pelaksanaan ini biasanya dalam pemisahan warna yang
merupakan gabungan dari beberapa zat pewarna.
13 14. Cara Penggunaan Kromatografi Lapis Tipis Pada cara penggunaan KLT
hampir sama dengan penggunaan Kromatografi kertas, hanya saja pada
KLT fase diamnya menggunakan plat gelas/ logam/ Aluminium foil
sedangkan pada kromatografi kertas menggunakan kertas saring.

14 15. Gambar Kromatografi Lapis Tipis

http://www.slideshare.net/siregarsrihandayani/kromatografi-28752248

Corong pisah, alat yang sering kita lihat atau gunakan di laboratorium ini, merupakan
peralatan laboratorium yang fungsinya untuk memisahkan dua cairan yang tidak bercampur
karena kepolarannya yang berbeda(yang belum paham tentang kepolaran, bisa lihat disini).
Corong pisah ini biasa juga di gunakan untuk melakukan pemisahan ekstraksi. Pemisahan
dengan corong pisah hanya bisa digunakan untuk pemisahan cair dengan cair.
Apa Hubungan Corong Pisah dengan Ekstraksi? pada artikel pemisahan campuran , telah
sedikit di singgung mengenai ekstraksi. Yaitu
Pemisahan campuran dengan metode ekstraksi terjadi atas dasar perbedaan kelarutan zat
terlarut di dalam pelarut yang berbeda. Ekstraksi sering dilakukan untuk mengambil sari dari
suatu tumbuhan.
Jadi biasanya 2 cairan dalam corong pisah ini, berisi cairan yang ingin di ekstrak dan cairan
yang di pakai untuk mengekstrak. Untuk melakukannya dilakukan pengocokkan corong
pisah, dan sekali kali buka kerannya untuk mengeluarkan gas yang mungkin terbentuk saat
pengocokan.
PERHATIAN: Saat membuka corongnya, perhatikan bahwa posisi cairan jangan berapa pada
mulut tabung, serta jangan arahkan gas yang keluar kepada manusia. karena berbahaya
Ada 2 macam corong pisah.
1. Corong Pisah berbentuk silinder

2. Corong Pisah Berbentuk Buah Pear

Dilihat dari bentuknya, biasa yang model silinder ini digunakan pada titrasi , Nah yang
bentuk kedua inilah yang umumnya digunakan dalam proses ekstraksi.
Terdapat mulut corong, keran, dan bagian atas corong. Untuk penggunaannya yang tepat
dapat dilhat pada gambar dibawah.

http://bisakimia.com/2013/12/10/pemisahan-dengan-corong-pisah/