Anda di halaman 1dari 14

KERANGKA ACUAN KERJA

Paket Pekerjaan :
Studi LARAP (Land Acqusition Resettlement Action Plan)
BENDUNGAN LADONGI KAB. KOLAKA TIMUR

Tahun Anggaran 2015

Page 1 of 14
Kerangka Acuan Kerja Studi LARAP Bendungan LadongiKab. Kolaka Timur
PPK Perencanaan & Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


Studi LARAP (Land Acqusition Resettlement Action Plan)
BENDUNGAN LADONGI KAB. KOLAKA TIMUR
URAIAN PENDAHULUAN
1.

Latar Belakang

Peraturan Pemerintah Noomor 42 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber


Daya Airmenjelaskan bahwa aspek utama dalam Pengelolaan SDA adalah
terselenggaranya kegiatan Konservasi SDA, Pendayagunaan SDA, dan
Pengendalian daya Rusak Air. Upaya yang dilakukan dalam menunjang
kegiatan tersebut yaitu merencanakan, melaksanakan, memantau, dan
mengevaluasidemi terwujudnya visi pengelolaan sumber daya air yang
berkelanjutan.
Dalam rangka mendukung program pengelolaan sumber daya air tersebut,
BWS Sulawesi IV telah merencanakan pembangunan BendunganLadongi yang
berfungsi sebagai bendungan serbaguna, dalam upaya terselenggaranya
kegiatan konservasi, pemenuhan kebutuhan air baku & irigasi, pengendalian
banjir, PLTA, serta sebagai sarana prasarana olahraga & wisata air.
Dengan adanya rencana tersebut, maka diperlukan lahan yang akan
digunakan sebagai bendungan dan sarana pelengkapnya. Sedangkan lahan
tersebut saat ini dihuni dan dimiliki oleh masyarakat setempat untuk
menyangga kelangsungan hidupnya. Pembangunan Bendungan Ladongi
memerlukan lahan sebagai daerah genangan dan bangunan pelengkap serta
untuk relokasi, jalan akses bendungan dan masyarakat. Sehingga perlu adanya
rencana yang komprehensif terkait pembebasan tanah dan pemindahan
penduduk yang ada dalam areal tersebut.
Untuk dapat memenuhi hal tersebut di atas, pada tahun anggaran 2015
Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui
BWS Sulawesi IV bermaksud melakukan paket pekerjaan konsultansi Studi
LARAP Bendungan Ladongi Kab. Kolaka Timur.

2.

Maksud dan
Tujuan

StudiLand Acquisition Resettlement Action Plan (LARAP) dimaksudkan untuk


melakukan studi dan identifikasi tingkat ekonomi, sosial, status kawasan dan
kepemilikan warga yang terkena dampak pembangunan bendungan.
Untuk memberikan gambaran yang nyata (sebagai akibat pemukiman kembali
serta memberi alternatif dalam menentukan langkah kebijaksanaan yang
hendak ditempuh) guna memulihkan produktifitas ekonomi dan sosial
penduduk yang dipindahkan.
Sedangkan tujuan dari dilaksanakan studi ini adalah mendapatkan rencana
menyeluruh tentang tahapan pelaksanaan rencana kegiatan mengenai ganti
untung terhadap masyarakat dan kondisi lingkungan yang terkena dampak,
rencana relokasi penduduk, dan rencana pemulihan produktifitas penduduk
dan pemetaan batasan status kawasan hutan yang dikelola pemerintah serta
pemetaan batasan status kawasan yang dikelola oleh masyarakat.

Page 2 of 14
Kerangka Acuan Kerja Studi LARAP Bendungan LadongiKab. Kolaka Timur
PPK Perencanaan & Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

3.

Sasaran

Tersusunnya dokumen LARAP Bendungan Ladongi sehingga didapatkan


identifikasi tingkat ekonomi, sosial, dan status kepemilikan warga dan status
kawasan yang dikelola pemerintah yang terkena dampak pembangunan
bendungan dan rencana aksi kegiatan yang perlu dilakukan terkait relokasi
penduduk beserta fasilitas penunjangnya.

4.

Lokasi Kegiatan

Lokasi Kegiatan Pembangunan Bendungan Ladongi terletak di up stream


Bendung Ladongi pada Sungai Ladongi yaitu di Desa Kelurahan Ladongi
Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur - Provinsi Sulawesi Tenggara
kurang lebih 120 Kilo Meter sebelah barat Kota Kendari, dapat ditempuh
melalui jalur darat dengan kendaraan roda empat dan roda dua.
Lokasi studi ini melingkupi daerah dampak lokasi bendungan dan daerah
terkena dampak genangan, dampak pengembangan daerah irigasi, air baku,
tenaga listrik maupun dampak pengendalian banjir, serta daerah rencana
relokasi penduduk.

5.

Sumber
Pendanaan

Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan : Anggaran Pendapatan dan


Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun Anggaran 2015 sebesar
955.900.000,- (Sembilan ratus lima puluh lima juta Sembilan ratus ribu
rupiah) melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Satker Balai Wilayah
Sungai Sulawesi IV Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

6.

Nama dan
Organisasi
Pejabat
Pembuat
Komitmen

Nama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) :


PPK Perencanaan dan Program.
Satuan Kerja :
Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Jl. Balai Kota IV No. 1 Kendari 93117 Sulawesi Tenggara,
Telp/Fax: 0401-3122818.
E-Mail : perencanaanop_bwss4@yahoo.com

Data-Data Penunjang
7.

Data Dasar

Data dasar yang digunakan dalam studi ini meliputi:


Peta geologiregional
Data-data hidrologi
Data RTRW Provinsi/Kabupaten
Peta Kawasan Hutan
Pola & Rencana Pengelolaan SDA WS Lasolo-Kolaka Timurha
Peta rupa bumi dan Peta lainnya yang berkaitan.
Data Meteorologi, Geomorfologi dan Geofisika.
Laporan-laporan study terdahulu (bila ada)
Page 3 of 14

Kerangka Acuan Kerja Studi LARAP Bendungan LadongiKab. Kolaka Timur


PPK Perencanaan & Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

8.

Standar Teknis

Peraturan daerah yang bersangkutan.


Dan peraturan pemerintah lainnya

Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria(NSPK) yang digunakan adalah yang


berlaku di Indonesia pada umumnya yaituStandar Nasional Indonesia (SNI),
serta teori/kajian teknis yang masih berlaku.
Dalam penyusunan dokumen ini lebih diutamakan NSPK yang dikeluarkan oleh
Badan Pertanahan Nasional, Kehutanan, Kementerian Pekerjaan
Umum,dan/atau Intansi lain yang terkait dan berwenang.
Apabila diperlukan perubahan penggunaanNSPK tersebut, harus dengan
persetujuan Pengguna jasa/direksi pekerjaan.
Pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia jasa adalah berpedoman pada
ketentuan peraturan yang berlaku, antara lain meliputi:
Perpres No 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah
Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum;
Permen PU No.21/PRT/M/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit
Pelaksana Teknis Kementerian Pekerjaan Umum;
Permen PU No. 04/PRT/M/2009 tentang Sistem Manajemen Mutu.
Peraturan Daerah setempat yang berlaku.
Dan lain-lain NSPK yang terkait.
Standar dan pedoman yang digunakan tidak terbatas seperti pada daftar
tersebut diatas tetapi juga menggunakan standar dan pedoman lain yang
terkait dan berlaku. Penyedia Jasa wajib memiliki dan memahami seluruh
standar dan pedoman tersebut dan menjadikan acuan dalam pelaksanaan
pekerjaan

9.

Studi-studi
terdahulu

Studi-studi pendukung dalam penyusunan dokumen ini adalah:


a. Pra-FS Bendungan Ladongi (2014)
Penyedia jasa diminta untuk mengumpulkan studi-studi terdahulu yang
berhubungan dengan kegiatan ini maupun studi-studi lainnya yang terkait
dengan kegiatan ini.

10.

Referensi
Hukum

Referensi Hukum yang dipakai dalam studi inimeliputi:


Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya
Alam Hayati dan Ekosistemnya;
Undang-undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan;
Undang-Undang No. 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air
Undang-undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Undang-undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup;
Undang-undang No. 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi
Pembangunan Untuk Kepentingan Umum;
Page 4 of 14

Kerangka Acuan Kerja Studi LARAP Bendungan LadongiKab. Kolaka Timur


PPK Perencanaan & Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

PP No. 20 Tahun 2007 Tentang Irigasi


PP No. 42 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan SDA
PP No. 33 Tahun 2011 tentang Kebijakan Nasional Pengelolaan SDA
PP No. 37 Tahun 2011 tentang Bendungan
PP No. 38 Tahun 2011 tentang Sungai
PP No. 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan
PPNo. 70 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah
Perpres No. 40 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden
No. 71/2012 Tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi
Pembangunan Untuk Kepentingan Umum
Dan peraturan-perundangan terkait lainnya.

Peraturan/payung hukum yang digunakan tidak terbatas seperti pada


daftar tersebut diatas tetapi juga menggunakan peraturan lain yang
terkait dan berlaku, Penyedia Jasa wajib memiliki dan memahami seluruh
standar dan pedoman terkait lainnya dan menjadikan acuan dalam
pelaksanaan pekerjaan.
11.

Lingkup
Kegiatan

Lingkup kegiatan yang harus ditangani Konsultanadalah meliputi:


1. Survei sosial ekonomi penduduk terkena dampak.
Menjelaskan dampak yang mungkin timbul dari pengadaan tanah
terhadap penduduk terkena dampak baik dampak genangan, dampak
pembangunan struktur maupun dampak pembangunan jaringan dan
irigasi di hilir bendungan.
Identifikasi semua kerugian penduduk terkena dampak oleh pengadaan
tanah.
Identifikasi rincian sumber daya milik umum.
Identifikasi kerugian yang mungkin timbul untuk masyarakat di lokasi
relokasi.
Identifikasi dan investigasi, Pemetaan kepemilikan masyarakat secara
rinci.
Identifikasi dan investigasi, Pemetaan lokasi potensi untuk rencana
relokasi masyarakat
2. Penyusunan matriks hak atas kompensasi.
Penyiapan persyaratan dan matriks hak yang mencakup semua
penduduk terkena dampak.
3. Konsultasi dan Partisipasi Masyarakat.
Identifikasi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap proyek
Menentukan bentuk mekanisme partisipasi
Mengembangkan manajemen partisipasi untuk pengadaan tanah dan
pemukiman kembali.
Identifikasi lembaga-lembaga masyarakat untuk partisipasi dalam
kegiatan pengadaan tanah dan relokasi.
Mempertimbangkan menggunakan LSM sebagai sarana untuk
meningkatkan partisipasi.
Page 5 of 14

Kerangka Acuan Kerja Studi LARAP Bendungan LadongiKab. Kolaka Timur


PPK Perencanaan & Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

4. Pemilihan lokasi dan pembangunan infrastruktur.


Identifikasi lokasi, kualitas tempat, dan keutuhan pembangunan
Penentuan konsep dasar tataruang, desain dan infrastruktur sosial
Identifikasi pilihan-pilihan alternatif, apabila diperlukan (misalnya,
relokasi mandiri oleh penduduk terkena dampak, migrasi terencana ke
tempat yang lebih jauh)
Menentukan cara-cara menjaga tetap ada pendapatan dan pekerjaan
Menentukan cara-cara dan alternative pengembangan komoditas
tanaman pertanian di lokasi relokasi.
Menentukan tindakan-tindakan dalam melaksanakan, mengusahakan
agar dapat berintegrasi dengan masyarakat tuan rumah.
Merencanakan dan mendesain bangunan dan fasilitas penunjang di
tempat relokasi dalam bentuk suatu system jaringan pemukiman
terpadu, layak huni dan ramah lingkungan.
Membuat peta pemukiman daerah relokasi.
Desain akses jalan menuju daerah relokasi.
5. Pengaturan pindah dan relokasi penduduk terkena dampak.
Membuat skema tatacara pemindahan penduduk, berikut petunjuk
operasionalnya dilapangan dengan pendekatan social dan
menghindarikonflik dengan masyarakat
6. Strategi Perbaikan Pendapatan
Identifikasi strategi perbaikan pendapatan
Menyiapkan rencana menciptakan pekerjaan termasuk ketentuanketentuan untuk pelatihan kembali
Mengidentifikasi kesempatan-kesempatan kerja, termasuk ketentuan
bekerja mandiri.
Identifikasi kegiatan penduduk dalam bidang pertanian ataupun bidang
lainnya dan solusi ditempat relokasi.
7. Pembuatan jadwal dan rencana anggaran biaya.
Identifikasi dan merencanakan biaya-biaya pengadaan tanah dan
pemukiman kembali
Menyiapkan jadwal dan alokasi penganggaran
Menentukan sumber-sumber pendanaan dan proses persetujuan
8. Penyusunan sistem pemantauan dan evaluasi
Menyusun sistem Pemantauan dan Evaluasi secara berkala, sewaktuwaktu.
Menyiapkan rencana pemantauan dan pelaporan
Menentukan apabila ada partisipasi LSM/penduduk yang terkena
dampak dalam pemantauan dan evaluasi
Merencanakan evaluasi dampak pemukiman kembali yang independen
9. Penyusunan peta bidang kepemilikan tanah
Menyusun peta bidang kepemilikan tanah sehingga dapat dijadikan
acuan untuk kegiatan pembebasan lahan
10. Inventarisasi tanaman, bangunan dan asset-aset masyarakat dan
pemerintah.
Inventarisasi tanaman dan bangunan serta asset-aset masyarakat
Page 6 of 14
Kerangka Acuan Kerja Studi LARAP Bendungan LadongiKab. Kolaka Timur
PPK Perencanaan & Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

maupun pemerintah lainnya termasuk situs-situs budaya yang terkena


genangan.
Selain lingkup kegiatan yang tertera di atas, apabila dipandang perlu oleh
penyedia jasa atau pengguna jasa dapat menambahkan kegiatan untuk
memperjelas kegiatan LARAP ini.
pengguna jasa dapat mengusulkan kegiatan yang dianggap perlu pada jadwal
Rencana Pelaksanaan kegiatan ataupun sesuai hasil diskusi atau rapat-rapat
konsultansi dengan Instansi terkait.
12.

Keluaran

Dokumen LARAP yang dapat memberikan informasi detail dampak sosialekonomi yang mungkin akan terjadi dari setiap tahapan kegiatan
pembangunan Bendungan Ladongi dan pedoman operasional dan
penanggulangannya. Serta memberikan rencana komprehensif dan detail
terkait ganti untung dan rencana detail terkait relokasi.

13.

Peralatan
Material,
Personil dan
Fasilitas dari
Pejabat
Pembuat
Komitmen

PPK Perencanaan & Program Satker BWS Sulawesi IVselakuPengguna Jasa


menyediakan fasilitas sebagaiberikut :
Dukungan administrasi untuk surat menyurat yangdiperlukan guna
mendukung pelaksanaan pekerjaan ini.
Studi terdahulu dan data pendukung lainnya yang relevan dengan
pekerjaan iniyang ada di Pengguna Jasa.
Pengguna jasa akan mengangkat Tim Direksiyang bertindak sebagai
pengawas dan pendamping (counterpart), atau project officer (PO) dalam
rangka pelaksanaan jasa konsultasi.

14.

Peralatan dan
Material dari
Penyedia Jasa
Konsultansi

a) Dalam melaksanakan pekerjaan, konsultan harus menyediakan semua


fasilitas yang dibutuhkan, yaitukantor yang resmi di Kota Kendari, alat-alat
kantor, dan alat-alat penunjang kegiatan di lapangan.
b) Penyedia jasa harus memelihara semua fasilitas dan peralatan yang
dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
c) Dalam usulan penyedia jasa harus menyatakan bahwa peralatanyang akan
digunakan tersebut dengan cara menyewa atau milik sendiri.
d) Penyedia Jasa dapat juga menyebutkan dalam usulannyabarang-barang
dan fasilitas tambahan atau yang menurut pertimbangan perlu diadakan
untuk meningkatkan efesiensi pelaksanaan jasa konsultansi dengan biaya
dari Penyedia Jasa sendiri.
e) Semua personil, peralatan dan software yang diperlukan dalamrangka
pelaksanaan pekerjaan ini harus disediakan oleh konsultan.
f) Penyedia jasa bertanggung jawab atas mutu data yang dipakai dalam
pekerjaan ini. Penyedia jasa wajib mengecek/memeriksa ketelitian dan
keandalan data-data yang diterimanya, mengecek ketelitian data di
lapangan, apabila data tidak realistik atau kurang memadai, maka
penyedia jasa harus memberitahukan hal ini kepada Pemberi Pekerjaan.
Selanjutnya Pemberi Pekerjaan akan mengambil langkah-langkah yang
diperlukan agar pekerjaan dapat diteruskan. Penyedia jasaakan membantu
Page 7 of 14

Kerangka Acuan Kerja Studi LARAP Bendungan LadongiKab. Kolaka Timur


PPK Perencanaan & Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

pihak Pemberi Pekerjaan dalam menentukan langkah-langkah yang akan


diambil.
15.

Lingkup
Kewenangan
penyedia Jasa

Kewenangan penyedia jasa adalah ketentuan yang mengatur apabila penyedia


jasa adalah sebuah joint venture yang beranggotakan lebih dari satu penyedia,
anggota joint venture tersebut memberi kuasa kepada salah satu anggota joint
venture untuk bertindak dan mewakili hak-hak dan kewajiban anggota
penyedia lainnya terhadap PPK / Pengguna Jasa.

16.

Jangka Waktu
penyelesaian
Kegiatan

Jangka Waktu Pelaksanaan kegiatan ini adalah 7 (tujuh) bulan atau 210 (dua
ratus sepuluh) hari kalender termasuk mobilisasi dan demobilisasi, terhitung
sejak dikeluarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
Mengingat volume pekerjaan, tenaga dan instansi yang terlibat, maka
Penyedia Jasa dalam pelaksanaan pekerjaan harus menguraikan lebih lanjut
jadwal dengan lebih terinci.

17.

Personil
Tenaga ahli yang diperlukan, adalah mereka yang berpengalaman dibidangnya dan
mempunyai tanggung jawab profesi yang tinggi. Personil yang ditugaskan oleh konsultan
dalam pekerjaan ini harus mampu dan memahami didalam tugasnya masing-masing. Seluruh
pekerjaan yang dilaksanakan berada dibawah tanggung jawab seorang engineer yang ditugaskan
sebagai Team Leader.Syarat-syarat yang harus dipenuhi masing-masing dijelaskan dibawah ini;

No

Posisi

Pendidikan/Jurusan
(minimal)

Pengalaman
Profesional
(Tahun)
Minimal

Sertifikat
Keahlian
(minimal)

Jumlah
personil

Tenaga Ahli

Tim Leader

S-1Teknik Sipil

8Tahun

2
3
4

Ahli Geodesi
Ahli Sipil
Ahli Sosial

S-1 Teknik Geodesi


S-1 Teknik Sipil
S-1 Sosiologi

6Tahun

Ahli Cost Estimate


Engineer

S-1 Teknik Sipil

6Tahun

Ahli Pertanian

Ahli Lingkungan

S-1 Teknik
Pertanian/Teknologi
Pertanian
S-1 Teknik Lingkungan

6Tahun
6Tahun

Ahli
Perencanaan
Ahli Wilayah dan
Kota/Ahli Ahli
Bendungan
Ahli Geodesi
Ahli Teknik Jalan
Ahli Sosial
Ahli Cost
Estimate
Engineer

1
1
2
1

6Tahun

Ahli pertanian

6Tahun

Ahli Lingkungan

2
Page 8 of 14

Kerangka Acuan Kerja Studi LARAP Bendungan LadongiKab. Kolaka Timur


PPK Perencanaan & Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

Tenaga Pendukung
1

Administrasi Kantor

S1 Akuntansi -Sederajat

3Tahun

Operator Komputer

S1 Komputer -Sederajat

3Tahun

Chief surveyor topografy

S1 Komputer - Geodesi

3Tahun

Chief surveyor social

S1 Komputer - Geodesi

3Tahun

Chief surveyor
lingkungan

S1 Komputer - Geodesi

3Tahun

Chief surceyor pertanian

S1

3Tahun

Tenaga lokal

SLTA

Office boy

SLTP

18.

Jadwal Tahapan
Pelaksanaan
Kegiatan

Perincian kegiatan dibuatkan dalam bentuk jadwal pelaksanaan kegiatan oleh


Penyedia Jasa, disepakati oleh pihak Pemberi Pekerjaan/Tim Direksi sebelum
pekerjaan mulai dilaksanakan.

19.

Laporan - Laporan

a) Laporan Rencana Mutu Kontrak (RMK/Quality Plan)


Penyedia Jasa diwajibkan untuk menerapkan Quality Assurance/Sistem
Manajemen Mutu (SMM) sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum.
Laporan Rencana Mutu Kontrak (RMK) dibahas bersama dalam diskusi
Rencana Mutu Kontrak (RMK).
RMK ini harus diklarifikasi dan disetujui oleh PPK Perencanaan &
Program Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV.
Laporan RMK harus memuat Diagram Alir Tahap Kegiatan, Daftar
standar Prosedur (SP) dan Standar Studi (ST), serta Laporan Audit
Mutu, Form Usulan Perbaikan, prosedur penanganan produk cacat,
dan lain-lain sesuai format Permen PU nomor : 04/PRT/M/2009
tentang system manajemen mutu Departemen Pekerjaan Umum.
b) Laporan Rencana Kesehatan Keselamatan Kerja dan Kontrak (RK3K)
Laporan RK3Kharus memenuhi persyaratan keselamatan dan
kesehatan kerja yang akan dilakukan pada saat pelaksanaan pekerjaan.
Penyedia Jasa diwajibkan untuk menerapkan Standar Kesehatan dan
keselamatan kerja sesuai standart yang berlaku.
Peraturan Menteri PU No. 09/PRT/M/2008 tentang Pedoman Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi
Bidang PU.
Laporan RK3K dibahas bersama Tim Direksi/Pengguna Jasa.
c) Laporan Bulanan
Laporan bulanan ini memuat keterangan mengenai kemajuan pelaksanaan
Page 9 of 14

Kerangka Acuan Kerja Studi LARAP Bendungan LadongiKab. Kolaka Timur


PPK Perencanaan & Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

pekerjaan, masalah teknis dan non teknis yang dihadapi dan cara
mengatasinya serta rencana pelaksanaan pekerjaan pada periode
berikutnya dan mobilisasi tenaga ahli orang/bulan, peralatan dan bahan
yang digunakan
d) Laporan Pendahuluan.
Laporan Pendahuluan memuat rencana kerja penyedia jasa
secaramenyeluruh, metode pelaksanaan pekerjaan, metode analisis, data
yang tersedia, identifikasi permasalahan, hasil orientasi awal pada lokasi
pekerjaan, Tinjauan Kerangka Acuan Kerja dan jadwal kegiatan penyedia
jasa.
Laporan final diserahkan setelah dibahas dengan Tim Teknis dan Instansi
Terkait dan telah dilakukan perbaikan-perbaikan sesuai arahan dalam
diskusi pendahuluan tersebut.
Koreksi-Koreksi dan saran-saran pada waktu diskusi Draft Laporan
Pendahuluan harus ditampung dan dimasukkan dalam Laporan
Pendahuluan final
e) Laporan Antara.
Laporan ini berisi tentang kemajuan pekerjaan yang telah dilakukan, antara
lain hasil survey-survey dan penyelidikan yang telah dilakukan dilapangan,
serta usulan tata letak final Daerah relokasi dan bangunan
penunjang/pelengkapnya, serta perencanaan dasar/basic design dan
usulan system planning beserta kriteria perencanaan untuk masing-masing
pekerjaan.
Laporan antara final harus diserahkan setelah dibahas dengan Tim Teknis
dan Instansi Terkait dan telah dilakukan perbaikan-perbaikan sesuai arahan
dalam diskusi antara tersebut.
Koreksi-Koreksi dan saran-saran pada waktu diskusi Draft Laporan antara
harus ditampung dan dimasukkan dalam Laporan antara final.
f) Laporan Akhir
Berisi hasil seluruh proses survey, investigasi & desain pekerjaan yang
telah dilakukan serta kesimpulan-kesimpulan, saran dan rekomendasi
pekerjaan.
Laporan final diserahkan setelah dibahas dengan Tim Teknis dan Instansi
Terkait dan telah dilakukan perbaikan-perbaikan sesuai arahan dalam
diskusi draft laporan akhir tersebut.
Koreksi-Koreksi dan saran-saran pada waktu diskusi Draft Laporan akhir
harus ditampung dan dimasukkan dalam Laporan akhir final.

Laporan executive summary


Laporan Topografy
Laporan Sosial - Budaya
Laporan Ekonomi
Laporan Lingkungan
Laporan Pertanian
Laporan pemetaan penduduk yang terkena dampak dan yang akan
direlokasi.
Page 10 of 14

Kerangka Acuan Kerja Studi LARAP Bendungan LadongiKab. Kolaka Timur


PPK Perencanaan & Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

Laporan pemetaan dan inventarisasi kepemilikan masyarakat


Laporan pemetaan dan inventarisasi status kawasan pemerintah.
Laporan pemetaan kawasan rencana relokasi.
Laporan Nota Desain
Laporan system planning
Laporan Rencana Anggaran Biaya (backup data volume pekerjaan +
analisa harga satuan)
Laporan Spesifikasi Teknik Pekerjaan
Laporan Metode Pelaksanaan relokasi
Laporan Pedoman Operasional dan Pemantauan
Gambar
Desainkawasan
relokasi
beserta
infrastruktur
pendukungnya.
Dokumentasi foto-foto Kegiatan
Hard Disk External
Laporan Pertemuan Konsultasi Masyarakat
Booklet (Rangkuman hasil data teknis pekerjaan).

Selain Laporan tersebut di atas, Penyedia Jasawajib membuatkan laporan


tambahan apabila pihak Pengguna Jasa/Direksi membutuhkan informasi
tambahan yang diperlukan untuk memperjelas pelaksanaan pekerjaan
Penyedia Jasa selama periode pelaksanaan pekerjaan.
20.

Produksi Dalam
Negeri

Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di


dalam wilayah Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam KAK
ini dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri.

21.

Persyaratan
Kerjasama

Kewenangan penyedia jasa adalah ketentuan yang mengatur mengenai


apabila penyedia jasa adalah sebuah joint venture yang beranggotakan lebih
dari satu penyedia jasa, anggota joint venture tersebut memberi kuasa
kepada salah satu anggota joint venture untuk bertindak dan mewakili hakhak dan kewajiban anggota penyedia lainnya terhadap PPK.

22.

Pedoman
Pengumpulan Data
Lapangan

Pengumpulan data lapangan baik primer maupun sekundermencakup:


a. Data fisik, teknis dan penunjang;
b. Data Hidrologi dan Hidrometri;
d. Data Topografi;
e. Data Sosial;
f. Data Ekonomi;
g. Data Lingkungan;
h. Data Pertanian;
i. Data Geologi;
j. Data Kesehatan masyarakat setempat;
k. Data-data penunjang yang dibutuhkan lainnya.
Dalam proses pengambilan data lapangan, penyedia jasa menggunakan
pendekatan sosial untuk menghindari konflik dengan masyarakat.
Page 11 of 14

Kerangka Acuan Kerja Studi LARAP Bendungan LadongiKab. Kolaka Timur


PPK Perencanaan & Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

Untuk itu penyedia jasa selalu melakukan koordinasi dengan pengguna


jasa/Tim Direksi/Instansi terkait/Pemerintah Daerah/Masyarakat Setempat.

23.

Penjelasan Umum

a) Sewaktu-waktu Penyedia Jasa dapat dipanggil oleh Pengguna Jasa/Tim


Direksi untuk mengadakan diskusi atau memberikan penjelasan tentang
hasil kerja atau yang berkaitan dengan pekerjaan ini;
b) Penyedia Jasa harus menunjuk seorang wakilnya dalam hal ini Tim Leader
yang sewaktu-waktu dapat dihubungi dalam rangka pelaksanaan pekerjaan
tersebut dan mempunyai kuasa penuh untuk bertindak dan mengambil
keputusan atas nama Penyedia Jasa;
c) Penyedia Jasa diharuskan untuk mendiskusikan substansi pekerjaan ini
selain dengan Direksi pekerjaan juga dengan Direktorat Jenderal Sumber
Daya Air/Direktorat Sungai dan Pantai Air cq. Sub Direktorat Perencanaan
Teknis / Direktorat Pembina guna memperoleh masukan;
d) Seluruh Laporan yang disajikan Penyedia Jasa harus dibuat pada kertas HVS
70/80 gram dengan ukuran A4 yang diketik 1,5 spasi dengan besar huruf (
font size ) 12 point, huruf tegak dan dicetak dengan printer laserjet atau
sejenisnya;
Sedangkan untuk penggambaran dengan menggunakan program AutoCAD
disajikan dalam Ukuran A1 dan A3 pada kertas kalkir 90 95 gram serta
blue print/copy dengan ukuran yang sama (A1 dan A3);
Seluruh laporan disajikan dalam bentuk buku dijilid antero sampul
laminating dengan penamaan pada sisi depan dan sisi samping sampul.
e) Semua peralatan dan software yang diperlukan dan yang digunakan dalam
rangka pelaksanaan pekerjaan ini harus disediakan oleh Penyedia Jasa;
f) Hal-hal yang belum tercakup dalam Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan ini
akan dijelaskan dalam acara penjelasan pekerjaan.
Penyedia Jasa diharuskan melaksanakan diskusi atau pertemuanPertemuansebagai berikut:
a)
Technical Meeting
Dilaksanakan bersama Tim Direksi sebelum Penyedia Jasa memulai
kegiatan lapangan. Dalam Technical Meeting ini dibahas segala macam
persiapan dan program kerja RMK (Rencana Mutu Kontrak) dan RK3K
(Rencana Kesehatan, Keselamatan, Kerja dan Kontrak) yang harus
dilaksanakan tim Penyedia Jasa dalam melaksanakan pekerjaan;
b)
Diskusi Pendahuluan
Pembahasan Laporan Pendahuluan mengenai landasan teori, metode
pelaksanaan pekerjaan, analisis yang dibutuhkan, kegiatan-kegiatan
yang telah dilakukan dan hasil peninjauan Lapangan.
Kegiatan presentasi Laporan Draft Pendahuluandilaksanakan dihadapan
Tim Direksi/Tim Teknis BWS Sulawesi IV/Tim Teknis Direktorat Pembina
untuk memperoleh masukan, klarifikasi dan persetujuan. Komentar dan
usulan-usulan akan ditampung dan dilaksanakan perbaikan sebelum
dimasukkan dalam Laporan Pendahuluan;
c)
Diskusi Antara
Page 12 of 14

Kerangka Acuan Kerja Studi LARAP Bendungan LadongiKab. Kolaka Timur


PPK Perencanaan & Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

Penyedia Jasa melaksanakan Diskusi Draft laporan Antara terhadap


pekerjaan yang telah, akan atau sementara dilaksanakan.
Kegiatan presentasi Laporan Draft antaradilaksanakan dihadapan Tim
Direksi/Tim Teknis BWS Sulawesi IV/Tim Teknis Direktorat Pembina
untuk memperoleh masukan, klarifikasi dan persetujuan. Komentar dan
usulan-usulan akan ditampung dan dilaksanakan perbaikan sebelum
dimasukkan dalam Laporan antara;
d)
Diskusi Akhir
Diskusi Akhir dilaksanakan untuk membahas pekerjaan yang telah selesai
dilaksanakan sebelum dibuatkan laporan final.
Kegiatan presentasi Laporan Draft akhirdilaksanakan dihadapan Tim
Direksi/Tim Teknis BWS Sulawesi IV/Tim Teknis Direktorat Pembina
untuk memperoleh masukan, klarifikasi dan persetujuan. Komentar dan
usulan-usulan akan ditampung dan dilaksanakan perbaikan sebelum
dimasukkan dalam Laporan akhir;
e)
Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM)
Penyedia Jasa mengadakan presentasi/diseminasi / Pertemuan
Konsultasi Masyarakat mengenai pekerjaan secara keseluruhan kepada
penduduk setempat yang terkena proyek bersama-sama dengan
Pemerintah Daerah, Instansi terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat,
akademisi dan Tokoh-Tokoh Masyarakat untuk menjaring tanggapan,
klarifikasi, saran dan pendapat masyarakat mengenai pekerjaan ini.
Pertemuan ini dilaksanakan 2 (dua) kali yaitu di wilayah administrative
pemerintah daerah Kab. Kolaka Timur dan Kab. Kolaka Timur.
f)
Alih Pengetahuan / Pelatihan staff
Sebelum Penyerahan pekerjaan Penyedia jasa berkewajiban
menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih
pengetahuan dalam hal desain, operasional, pemeliharaan, pelaporan
maupun penggunaan software-software, perhitungan/analisisyang
digunakan dalam kegiatan ini kepada staf teknis Balai Wilayah Sungai
Sulawesi IV. Jadwal Rencana Pertemuan Alih Pengetahuan dimasukkan
dalam Time schedule pelaksanaan pekerjaan.
g) Rapat Tim Direksi Pekerjaan
Penyedia jasa mengikuti atau melaksanakan rapat asistensi atau
Konsultasi dengan Tim direksi Pekerjaan yang ditunjukminimal 2 (dua)
kali dalam sebulan untuk membahas progress pekerjaan dan kendalakendala yang dihadapi serta penanganannya.
24.

Tanggungjawab
Profesi

Apabila dikemudian hari ditemukan ketidak sesuaian hasil studi, kajian, survey,
identifikasi, desain maupun pelaksanaan pekerjaan, maka Penyedia jasa
diharuskan melengkapi dan memperbaiki atas biaya sendiri sebagai bentuk
tanggungjawab profesi.
Penyedia jasa bertanggung jawab atas mutu data yang dipakai dalam pekerjaan
ini. Penyedia jasa wajib mengecek/memeriksa ketelitian dan keandalan datadata yang diperoleh atau diterimanya, mengecek ketelitian data di lapangan,
apabila data tidak realistik atau kurang memadai, maka penyedia jasa harus
memberitahukan hal ini kepada Pemberi Pekerjaan. Selanjutnya Pemberi
Page 13 of 14

Kerangka Acuan Kerja Studi LARAP Bendungan LadongiKab. Kolaka Timur


PPK Perencanaan & Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

Pekerjaan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar pekerjaan


dapat diteruskan. Penyedia jasa akan membantu pihak Pemberi Pekerjaan
dalam menentukan langkah-langkah yang akan diambil.
Kendari, 1 Desember 2014
PPK Perencanaan & Program
Satker Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV

Ir. H. JA'FAR AMIN, MT


NIP : 196507131995021001

Page 14 of 14
Kerangka Acuan Kerja Studi LARAP Bendungan LadongiKab. Kolaka Timur
PPK Perencanaan & Program - Satker BWS Sulawesi IV
Tahun Anggaran 2015

Anda mungkin juga menyukai