Anda di halaman 1dari 4

Kasus

PT. Akbar Mulya Kencana adalah perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan
yang telah berdiri 6 tahun yang lalu. Berikut ini adalah transaksi yang terjadi selama
tahun 2007:
1 Penghasilan bruto tahun 2007 Rp. 375.000.000,-
.
2 Biaya-biaya selama tahun 2007 terdiri dari :
.
A. Biaya operasi
1 Biaya pemasaran
.
a. Komisi salesman Rp. 20.000.000,-
b Iklan dan promosi Rp. 15.000.000,-
.
c. Jamuan makan Rp. 10.000.000,-
d Kegiatan amal yang disponsori Rp. 5.000.000,-
. perusahaan
e. Penyusutan 2 (dua) buah kendaraan Rp. 7.500.000,-
f. Biaya bahan bakar Rp. 6.000.000,-

2 HPP
.
a. Persediaan bahan awal (FIFO) Rp. 25.000.000,-
b Pembelian bahan Rp. 100.000.000,-
.
c. Persediaan bahan akhir (FIFO) Rp. 75.000.000,-

3 Biaya umum dan administrasi


.
a. Biaya gaji Rp. 19.000.000,-
b Biaya makan karyawan Rp. 13.000.000,-
.
c. Biaya sewa kantor Rp. 10.000.000,-
d Penyusutan komputer dan ATK Rp. 4.500.000,-
.
e. Listrik, air dan telepon (LAT) Rp. 9.000.000,-

4 Biaya lain-lain
.
a. Biaya asosiasi Rp. 1.000.000,-
b Sumbangan banjir Rp. 1.500.000,-
.

1
B. Penghasilan di luar usaha
a. Penghasilan dari bunga deposito (sebelum Rp. 50.000.000,-
pajak)
b Penghasilan dari sewa rumah milik Rp. 25.000.000,-
. perusahaan (sebelum pajak)
c. Penghasilan dari selisih kurs Rp. 7.500.000,-
d Deviden dari PT. Indofood Prima yang Rp. 9.500.000,-
. 25% modal sahamnya dimiliki oleh PT.
Akbar Mulya Kencana

Informasi lain yang dapat dikumpulkan, antara lain :


1. Data perusahaan:
a. NPWP/NPPKP : 02.245.389.8-003.000
b. Nama wajib pajak : PT. Akbar Mulya Kencana
c. Alamat tempat kedudukan : Jln. Pisangan Lama III No. 08 Jakarta
d. Kode pos : 12870
e. Jenis usaha : Perdagangan
f. Nama pimpinan : Akbar Rivai
Alamat : Jln. Sindang Raya No. 16 Jakarta
No. telepon : (021) 8888888
g. Klasifikasi badan : Perseroan Terbatas (PT)
h.Tahun buku : Januari – Desember
i. Pembukuan : Akrual
Bahasa yang digunakan : Bahasa Indonesia
Sistem pembukuan : Komputer
Mata uang : Rupiah
Penilaian persediaan : FIFO
Metode penyusutan : Double declining balance method

2. Data pemegang saham/pemilik modal :


a. Akbar Rivai, NPWP: 06.795.272.1-003.000, pemilik 45.000 lembar
saham biasa nominal @ Rp. 20.000,-
b. Alfarida Damanik, NPWP: 06.780.227.2-012.000, pemilik 30.000
lembar saham biasa nominal @ Rp. 20.000,-
c. PT. Indofood Prima, NPWP: 01.480.130.2-617.000, pemilik 40.000
lembar saham biasa nominal @ Rp. 20.000,-

3. Daftar susunan pengurus/komisaris/badan pemeriksa koperasi :


a. Akbar Rivai, NPWP: 06.795.272.1-003.000, direktur utama
b. Alfarida Damanik, NPWP: 06.780.227.2-012.000, wakil direktur
c. Sumitomo Pangestu, NPWP: 07.225.209.1-041.000, komisaris utama
d. Alfajrul hadi, NPWP: 07.583.249.3-015.000, komisaris
e. Sumitomo Kosasih, NPWP : 06.459.897.2-606.000, komisaris

2
4. SPT PPh badan tahun 2007 dimasukkan ke KPP pada tanggal 31 Maret 2008,
dilampiri dengan SSP atas kekurangan PPh pasal 29 tertanggal 25 Maret 2008.
juga dilampiri dengan Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh KAP”
Sumitomo & Rekan”.

Selain dari data-data tersebut di atas juga diketahui hal-hal sebagai berikut :
a. Kendaraan terdiri dari Kijang yang dibeli tahun 1997 senilai Rp. 45.000.000,-
dan kendaraan Isuzu (pickup) yang dibeli tahun 1998 senilai Rp. 90.000.000,-.
Kendaraan ini dikelompokkan dalam kelompok 2. Komputer senilai
Rp. 12.000.000,- dibeli tahun 1996 dan dikelompokkan dalam kelompok 1.
Perlengkapan ATK senilai Rp. 7.500.000,- dibeli tahun 1998.
b. Dari biaya pelumas dan bahan bakar senilai Rp. 1.000.000,- diberikan sebagai
fasilitas bahan bakar kendaraan direksi.
c. Biaya sewa tersebut di atas merupakan pembaharuan sewa untuk jangka waktu
2 tahun dimulai tahun 2001.
d. Dari biaya listrik, air dan telepon tersebut di atas, biaya telepon sebesar
Rp. 4.000.000,-, Rp. 1.000.000,- merupakan biaya telepon seluler yang dipakai
oleh direktur dan sisanya merupakan sharing dengan kantor lain (4% untuk PT.
Akbar Mulya Kencana).
e. Laba rugi fiskal sejak tahun pendirian adalah sebagai berikut :
1995 : Rugi Rp. 39.000.000,-
1996 : Rugi Rp. 10.000.000,-
1997 : Rugi Rp. 99.000.000,-
1998 : Rugi Rp. 25.000.000,-
1999 : Rugi Rp. 10.000.000,-
2000 : Rugi Rp. 15.000.000,-

3
f. Dari data biaya jamuan makan Rp. 6.000.000,- tidak terdapat bukti-bukti yang
valid (daftar nominatif) sedangkan biaya makan karyawan merupakan kupon
yang dibagikan kepada seluruh karyawan untuk mendapatkan makan siang di
kantin yang ada di kantor.
g. Dari data biaya lain-lain, ternyata semua bisa dibuktikan oleh pegawai
akuntansi, di samping itu ditemukan data-data sehubungan dengan pajak seperti
sebagai berikut:
- Sanksi atas SKP PPh tahun 1996 Rp. 2.500.000,- (belum dilunasi)
- SKP atas pemeriksaan tahun 1995 (termasuk sanksi Rp. 2.000.000,- belum
dilunasi) Rp. 20.000.000,-
- SKP atas pemeriksaan tahun 1997 Rp. 30.000.000,- (sudah dilunasi)
- SKP atas pemeriksaan tahun 1998 Rp. 40.000.000,- termasuk sanksi
Rp. 5.000.000,- (belum dilunasi)
h. PPh yang dibayarkan di luar negeri sebesar Rp. 8.000.000,- merupakan
penghasilan yang diterima di Singapura berupa deviden sebesar
Rp. 16.000.000,- dan Rp. 12.000.000,- yang berasal dari laba usaha di Malaysia
sebesar Rp. 55.000.000,-