Anda di halaman 1dari 25

MEDIK KLASIKAL

SUARA NAPAS

Konsep Fisika
Suara Napas
Tiga Karakter Suara Napas
1

Frekuensi

Intensitas

Timbre atau kualitas

Dapat digunakan untuk


membedakan suara yang mirip

Frekuensi dan Pitch


Mengukur jumlah
gelombang suara atau
vibrasi per detik
Satuan Hz
Berbanding terbalik dg
panjang gelombang
Panjang gelombang
tergantung pada
kecepatan gelombang
suara, medium, dan
temperatur dari medium

Pitch merupakan presepsi subjektif


dari frekuensi suara
Dipengaruhi oleh frekuensi, biasanya
5Hz
Telinga manusia dapat menerima
suara dengan frekuensi 20-20,000 Hz

Amplitudo dan Loudness


Amplitudo berhubungan dengan energi
dari gelombang suara tinggi
gelombang udara diukur dari posisi
datar
Satuan dB
Suara dengan amplitudo 10 dB
mengalami peningkatan intensitas
sebesar 10x

Loudness persepsi subjektif dari


amplitudo

Kualitas atau Timbre


Karaktristik suara utama yang
membedakan dua suara dengan
pitch dan loudness yang sama
Suara terbentuk dari beberapa
frekuensi
Frekuensi terendah dari gelombang
suara frekuensi primer,
ditentukan oleh pitch
Frekuensi di atas frekuensi primer
overtone

MEKANISME PRODUKSI
SUARA NAPAS
Prasyarat untuk produksi suara napas normal aliran
udara pada tracheobronchial tree
Hanya aliran udara turbulen yang dapat menimbulkan
suara

Laminar flow terjadi pada kondisi aliran rendah,


paralel terhadap dinding saluran napas. Bentuk
parabola udara pada lapisan tengah mengalir lebih
cepat daripada udara di lapisan perifer, dengan sedikit
atau tidak ada percaampuran udara pada masingmasing lapisan

MEKANISME PRODUKSI
SUARA NAPAS
Saluran napas kecil bukan tempat produksi suara
karena aliran yg terbentuk laminar flow
Aliran turbulen terbentuk ketika aliran udara dengan
kecepatan tinggi melalui saluran napas dengan
diameter yang besar trachea dan bronchi, atau
saluran napas dengan percabangan
Aliran turbulen dipengaruhi oleh densitas udara
Turbulensi dapat memproduksi udara akibat molekul
udara yang saling bertabrakan dan juga gesekan
antara molekul udara dengan dinding saluran napas

Laminar vs Turbulence Flow

MEKANISME PRODUKSI
SUARA NAPAS
Pusaran udara terbentuk
ketika aliran gas berpindah
dari lubang melingkar
menuju saluran yang lebih
lebar contoh pada
bronchial tree
Suara napas pada dinding
dada mengalami redaman
oleh paru dan dinding dada.
Parenkim paru dan dinding
dada bertindak sebagai lowpass filter suara napas
yang terdengar pada dinding
dada merupakan suara
dengan frekuensi rendah

Breath Sound

Normal

Vesicular

Tubular

Adventitious

Bronchial

Tracheal

Cavernous

Amphoric

Vesicular Breath Sound


Berasal dari saluran napas besar transmisi
ke jaringan paru low-pitched vesicular
sound
Diproduksi oleh karena pergerakan udara
menuju dan dari alveoli secara repetitif

Karakteristik:
Lembut, pitch rendah, gemerisik
Fase inspirasi > fase ekspirasi dg rasio I:E =
2:1
Intensitas inspirasi > ekspirasi
Tidak ada jeda antara inspirasi dan
ekspirasi

Vesicular Breath Sound


Tipe:
o Exaggerated or puerile vesicular breath sounds
normal vesicular breathing with relatively greater
clarity. common in children and thin built individual.
When a part of the lungs are damaged, other parts
are functioning more; the latter area may produce
exaggerated vesicular breath sounds
o Diminished or absent breath sounds
Various causes are shallow breathing, airway
obstruction, bulla, hyperinflation, pneumothorax,
pleural effusion or thickening, and obesity
o Normal vesicular breath sound with prolonged
expiration
occured in obstructive airway diseases like asthma
and chronic bronchitis. Sometimes inspiration becomes
harsh in quality.

Bronchial Sound

Berasal dari udara pada saluran napas besar


dan ditransmisikan secara langsung menuju
dinding dada tanpa melewati alveoli

Karakteristik
Durasi ekspirasi = inspirasi
Intensitas ekspirasi > inspirasi
Terdapat jeda antara inspirasi dan
ekspirasi
High pitched dengan frekuensi > 600 Hz

Bronchial Sound
1

Tubular

High-pitched sound yang terjadi akibat passage


vibrasi yang dihasilkan pada bronchi kecil secara
langsung menuju dinding dada melalui jaringan paru

Cavernous

Low-pitched sound terdengar pada sebuah rongga


yang letaknya superfisial dan berhubungan dengan
bronchus yang paten. Ukuran rongga harus > 2 cm

Amphoric

High-pitched sound yang menyerupai suara yang


dihasilkan ketika meniupkan udara pada mulut botol
yang lebar. Terjadi ketika terdapat rongga besar yg
superfisial (5-6 cm) dengan bronchi paten dan open
pneumothorax

Bronchovesicular

Berada di antara pernapasan bronchial dan


vesicular
Memiliki intensitas dan pitch sedang
Durasi inspirasi = ekspirasi
Normal terdengar di ICS 1 dan 2 anterior dan di
antara scapula

Tracheal

Kasar, sangat keras, dan pitch tinggi


Terdengar pada trachea
Inspirasi = ekspirasi
Rentang frekuensi jauh lebih lebar
dibanding suara paru normal 100-5000
Hz
Auskultasi pada trachea tidak selalu
dilakukan, namun dapat bermanfaat
pada beberapa kondisi upper airway
obstruction
Pada kondisi UAO terdengar sangat
ramai

Vocal Resonance
(Voice Sound)

Diproduksi oleh larynx ketika terdapat


hembusan udara yang melewati pita
suara, memproduksi vibrasi
Voice sound dimodulasi oleh fungsi
filter saluran napas supralaryngeal
Intensitas dipengaruhi oleh kerasnya
dan kedalaman suara seseorang dan
juga konduktivitas paru.

Vocal Resonance
(Voice Sound)
Increased vocal resonance
Bronchophony vocal resonance meningkat,
ditemukan pada konsolidasi paru pada pneumonia
lobaris
Aegophony vocal resonance dengan nada tinggi
menyebabkan intonasi nasal (terdengar seperti
suara kambing goat voice),
terdengar pada consolidation or pleural effusion
Pectoriloquy vocal resonance meningkat sampai
keadaan dimana suara terdengar sangat jelas.
Diminished vocal resonance
1. Efusi pleura
2. Pneumothorax
3. Collapse
4. Penebalan pleura
5. Emphysema

Adventitious Sound

Dapat berasal dari:


Paru dan bronchi ronchi, stridor,
crepitasi (crackles)
Pleura Pleural rub

Ronchi
terjadi akibat obstruksi parsial pada bronchus
atau bronchiolus oleh benda cair
Wheezing
High-pitched sound karena obstruksi parsial
saluran napas, biasanya akibat penyempitan
saluran napas pasien asthma
Lebih keras dan lama pada saat ekspirasi
Dapat didengar tanpa menggunakan stetoskop

Adventitious Sound

,,, wheezing
Terdapat dua jenis monophonic dan polyphonic
Monophonic local pathology-like obstruksi
bronchial oleh tumor, bronchostenosis akibat
inflamasi, atau benda asing
Fixed monophonic wheezing frekuensi konstan,
durasi panjang
Random monophonic wheezing frekuensi dan
durasi berbeda pada masing2 fase respirasi, dapat
ditemukan pada asthma
Polyphonic diproduksi akibat penekanan
dinamik dari saluran napas besar dan lebih sentral
Terbatas pada fase ekspirasi
Pitch meningkat pada akhir ekspirasi

Adventitious Sound

Stridor
High-pitched sound, biasanya terdengar
selama inspirasi
Terjadi karena obstruksi aliran udara inspirasi
Biasa terdengar pada obstruksi benda asing,
tumor yg menekan saluran napas, difteri

Crackles
Diproduksi pada alveoli, bronchi, atau kavitas
Hanya diproduksi ketika terdapat cairan atau
sekret
Terdapat dua jenis cracles fine dan coarse

Adventitious Sound

,,, crackles
Fine crackles disebabkan terbukanya alveoli
yang telah collapse
Terjadi pada akhir inspirasi dan menunjukkan
adanya eksudat pada alveoli
Ketika alveoli yang collapse terbuka
pemisahan dinding alveoli akan menghasilkan
suara crackles
Dapat terdengar pada pneumonia fase awal,
tuberculosis, dan di dasar paru pada gagal
jantung

Coarse crackles dapat terdengar pada fase


inspirasi maupun ekspirasi dan menunjukkan
adanya sekret pada bronchi atau bronchioli
Terdengar pada kondisi bronchitis, polycystic
disease, fase penyembuhan pneumonia

Adventitious Sound

Pleural Rub
Terjadi karena gesekan pleura
visceral dan parietal selama
respirasi
Menunjukkan adanya inflamasi
pleura dan adanya inflammatory
exudate
Hilang pada saat menahan napas
dan tidak terpengaruh ketika batuk