Anda di halaman 1dari 15

PROSES PEMBUATAN WISKI (WHISKEY/WHISKY)

  • 1. Pengertian dan Sejarah wiski

Wiski (bahasa Inggris: whisky dari bahasa Gaelik Skotlandia, atau whiskey dari bahasa Irlandia, fuisce) merujuk secara luas kepada kategori minuman beralkohol dari fermentasi serealia yang mengalami proses mashing (dihaluskan, dicampur air serta dipanaskan), dan hasilnya melalui proses distilasi sebelum dimatangkan dengan cara disimpan di dalam tong kecil dari kayu (biasanya kayu ek). Jenis wiski yang dihasilkan bergantung jenis serealia yang dipakai sebagai bahan baku, yakni jelai, malt (jelai yang dikecambahkan), gandum hitam (rye), rye yang dikecambahkan, gandum, dan jagung. Catatan yang tertua tentang wiski berasal dari tahun 1405 di Irlandia, yang menceritakan wiski dibuat para biarawan. Hal yang sama juga dicatat di Skotlandia pada tahun 1496. Walaupun demikian, wiski diperkirakan sudah ada paling sedikit beberapa ratus tahun sebelumnya. Pada waktu itu, wiski dibuat di banyak tempat, dan tidak dicatat secara khusus. Akibatnya, tahun pertama kali wiski dibuat serta tempat asalnya tidak diketahui. Selain itu, ada kemungkinan berbagai kelompok orang yang tidak ada kaitannya satu sama lain, secara terpisah menemukan proses distilasi. Sejarawan memperkirakan minuman keras hasil distilasi pertama kali dibuat antara abad ke-8 dan abad ke-9 di Timur Tengah. Teknik distilasi dibawa ke Irlandia dan Britania oleh biarawan Kristen. Menurut legenda yang populer, Santo Patrick memperkenalkan proses distilasi di Irlandia dan Britania. Proses distilasi mungkin ditemukan orang Irlandia, atau petani di Britania yang memanfaatkan sisa-sisa serealia sesudah panen.

  • 2. Cara Pembuatan Wiski Pembuatan wiski skala rumahan

    • - Bahan dan alat :

      • - 4,5 kg biji jagung

      • - 18,9 Liter air, ditambah dengn air hangat agar berkecambah

      • - Sekitar 1 cangkir (237 g) ragi sampanye

      • - Karung goni berukuran besar

      • - Sarung bantal bersih

  • - Langkah pembuatan : Pembuatan wiski dapat dilakukan dalam 4 bagian langkah dasar, yaitu :

  • 1.

    Tumbuhkan biji Jagung dan membuat bubur jagung (mash)

    Lakukan proses penumbuhan kecambah dengan cara merendam jagung dengan air hangat. Gunakan 4,5 kg biji jagung dan dimasukkan ke dalam karung

    goni dan tempat karung goni ke dalam ember besar atau wadah besar. Kemudian, rendam karung goni dengan air hangat. Pastikan seluruh jagung matang ketika dimasak.

    1. Tumbuhkan biji Jagung dan membuat bubur jagung (mash) Lakukan proses penumbuhan kecambah dengan cara merendam

    Setelah jagung ditumbuhi kecambah, itu artinya sudah jagung siap untuk dibuat menjadi bubur jagung. Campurkan kombinasi dari air hangat dan biji- bijian. Enzim-enzim pada mash akan mencampurkan pati ke dalam biji-bijian hingga menghasilkan gula.

    1. Tumbuhkan biji Jagung dan membuat bubur jagung (mash) Lakukan proses penumbuhan kecambah dengan cara merendam

    Simpan biji jagung selama 8 hingga 10 hari. Simpan dalam lingkungan yang gelap serta hangat, seperti garasi atau basement. Pastikan biji jagung tetap lembab selama 12 hari. Selama fase kecambah, jaga suhu jagung antara 17 ° dan 30 ° C.

    Lepaskan kecambah dari jagung. Tunggu kecambah tumbuh panjang 0,6 cm dari aslinya, dan kemudian bersihkan jagung

    Lepaskan kecambah dari jagung. Tunggu kecambah tumbuh panjang 0,6 cm dari aslinya, dan kemudian bersihkan jagung di dalam ember berisi air bersih. Ketika melakukan hal itu, cabut akar yang tumbuh dengan tangan. Buang kecambah. Ambil jagungnya.

    Lepaskan kecambah dari jagung. Tunggu kecambah tumbuh panjang 0,6 cm dari aslinya, dan kemudian bersihkan jagung

    Menumbuk biji jagung. Gunakan ujung gilingan untuk menumbuk biji jagung secara benar saat fermentasi awal. Berhenti menumbuk jika semua biji jagung telah halus.

    Tambahkan 18.9 liter air mendidih pada jagung yang telah halus. Hal ini telah sampai pada proses fermentasi.

    Note:

    “Mengapa kecambah pada jagung diperlukan untuk membuat wiski? Secara singkat, kecambah menggantikan kebutuhan akan gula tambahan pada mash, yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan wiski lebih asli dan murni. Hal ini juga disebut "malting," yang menjadi penyebab tumbuhnya enzim dalam jagung yang mengubah pati menjadi gula. Kemudian gula akan tersebut akan menjadi alkohol dalam wiski.”

    • 2. Memfermentasi Bubur Jagung (Mash)

    Selama proses pembuatan wiski, hal ini sangat penting untuk menjaga semua cara pembuatannya dengan keadaan bersih. Kelalaian kecil yang membuat wiski tercemar dapat merusak seluruh komponen wiski. Pastikan terdapat alat sterilisasi, termometer, tutup wadah, dan menguncinya, serta bersihkan tangan Anda terlebih dahulu sebelum melakukan tiap proses pembuatan wiski.

    Note: “Mengapa kecambah pada jagung diperlukan untuk membuat wiski? Secara singkat, kecambah menggantikan kebutuhan akan gula

    Setelah ditambahkan air mendidih biarkan mash dingin hingga suhu 30 o C. Gunakan termometer untuk melihat suhu.

    Tambahkan ragi ke dalam mash dan tutup dengan menggunakan fermentor. Aduk sekitar 4-5 menit, hati-hati jangan

    Tambahkan ragi ke dalam mash dan tutup dengan menggunakan fermentor. Aduk sekitar 4-5 menit, hati-hati jangan sampai tidak merata. Ragi diaduk terus hingga hancur.

    Tambahkan ragi ke dalam mash dan tutup dengan menggunakan fermentor. Aduk sekitar 4-5 menit, hati-hati jangan

    Tutup dengan tutup presto untuk melakukan proses fermentasi. Alat ini sangat penting untuk proses fermentasi. Jika tidak menggunakan tutup presto ini, masih mungkin ada udara CO 2 yang masuk ke dalam. Tetapi mash akan aman jika menggunakan tutup presto.

    Diamkan mash ketika proses fermentasi yang disimpan di ruangan yang hangat. Proses fermentasi akan berlangsung dari

    Diamkan mash ketika proses fermentasi yang disimpan di ruangan yang hangat. Proses fermentasi akan berlangsung dari 5 sampai 10 hari, tergantung pada ragi, suhu, dan berapa banyak biji-bijian yang Anda gunakan. Gunakan hidrometer untuk mengetahui bahwa proses fermentasi telah selesai. Jika melihat pada hidrometer prosesnya akan berlangsung selama dua sampai tiga hari berturut-turut, lalu Anda siap untuk mulai proses penyulingan.

    Diamkan mash ketika proses fermentasi yang disimpan di ruangan yang hangat. Proses fermentasi akan berlangsung dari

    Ketika mash selesai dalam proses fermentasi, aduk mash agar tetap padat. Ketika meregangan mash, gunakan sarung bantal yang bersih. Cobalah untuk menahan padatan sebelum memindahkan mash.

    3.

    Penyulingan/Penguapan

    Mash masih mengandung cairan asam (wash) padat. Pada proses ini, cairan asam mengandung sekitar 15% alkohol berdasarkan volume. Penyulingan akan meningkatkan kandungan alkohol. Untuk hasil yang baik, gunakan sebuah pot. Lakukan hal ini jika menurut Anda hal ini perlu untuk dilakukan

    Ketika mash selesai dalam proses fermentasi, aduk mash agar tetap padat. Ketika meregangan mash, gunakan sarung

    Panaskan wash dengan api sedang, hingga mendidih. Jika anda tidak ingin terburu buru dalam proses penyulingan; panaskan api sedang selama 30 menit sampai satu jam sampai mendidih. Pemanasan yang terlalu cepat akan menghasilkan rasa yang berbeda. Pengaturan suhu saat Anda akan menyaring alkohol adalah antara 78° dan 100°C.

    Ketika mash selesai dalam proses fermentasi, aduk mash agar tetap padat. Ketika meregangan mash, gunakan sarung

    Gunakan selang untuk penyulingan setelah pemanasan dengan suhu 50º -

    60ºC yang diarahkan ke sebuah botol. Selang ini akan membuat alkohol menguap dan dingin dengan cepat, mengubahnya kembali ke bentuk cair. Perlahan-lahan, selang kondensasi akan mulai mengeluarkan cairan. Proses ini diulangi sebanyak dua kali.

    • 4. Menyimpan dan mengencerkan wiski

    Pada proses ini, Anda memiliki minuman keras - wiski dengan tingkat alkohol yang tinggi. Untuk mendapatkan rasa seperti wiski yang dijual di toko, Anda perlu menyimpan wiski hingga kadar alkohol di bawah 40% - 50%.

    Gunakan selang untuk penyulingan setelah pemanasan dengan suhu 50º - 60ºC yang diarahkan ke sebuah botol.

    Anda memerlukan alat ukur seperti hidrometer untuk menguji ABV (alkohol berdasarkan volume) dari minuman keras Anda. Anda ingin tahu seberapa kuat minuman keras Anda, baik untuk penuaan dan sebagai indikasi seberapa baik Anda melakukan penyulingan.

    Simpan wiski. Jika Anda ingin memiliki rasa yang kuat pada wiski,simpan wiski hingga 58% sampai 70%

    Simpan wiski. Jika Anda ingin memiliki rasa yang kuat pada wiski,simpan wiski hingga 58% sampai 70% ABV.[9] Lebih lama wiski disimpan maka akan membuat halus wiski dan memberikan rasa khas. Wiski akan menua di barel. Ketika sudah pindah ke botol, wiski akan berhenti menua

    Simpan wiski. Jika Anda ingin memiliki rasa yang kuat pada wiski,simpan wiski hingga 58% sampai 70%

    Cairkan wiski. Setelah wiski Anda disimpan lebih lama, Anda harus mencairkan wiski sebelum anda memindahkan ke botol untuk diminum. Pada proses ini, wiski masih berada 60% - 80% ABV, dan tidak memiliki rasa yang tepat. Wiski harus diencerkan menjadi sekitar 40% atau 45% ABV untuk mendapatkan rasa yang pas.

    Pindahkan ke dalam Botol dan nikmatilah! Pindahkan wiski ke dalam botol dengan memberi catatan pada botol

    Pindahkan ke dalam Botol dan nikmatilah! Pindahkan wiski ke dalam botol dengan memberi catatan pada botol itu. Selalu minum ini dengan rasa penuh bertanggung jawab.

    • 3. Jenis-Jenis Whiski

    Skotch Wiski skotch (scotch whisky) adalah wiski yang biasanya mengalami dua kali proses distilasi, dan tiga kali distilasi untuk sebagian merek. Hukum internasional mengharuskan[5] wiski yang diberi label "Scotch" (Skotch) adalah wiski yang disuling di Skotlandia, dan dimatangkan paling sedikit selama tiga tahun di tong kayu ek, atau memiliki kualitas setara dengan wiski yang diproduksi di daerah Skotlandia. Wiski hanya dimatangkan sewaktu dalam penyimpanan di dalam tong, dan bukan di botol, sehingga "umur" wiski skotch adalah waktu simpan dari setelah distilasi hingga pembotolan. Selama disimpan di tong, komposisi kimia kayu mengubah susunan kimia dan rasa wiski. Wiski lama yang sudah disimpan bertahun-tahun di dalam botol mungkin dihargai karena langka, tapi bukan karena "matang" ("tua"). Wiski lama dalam botol tidak juga berarti "lebih baik" dari wiski baru dengan masa pematangan yang setara di dalam tong. Bila wiski skotch merupakan campuran wiski yang berasal dari dari dua tong atau lebih yang berbeda, maka usia wiski yang ditulis pada label botol adalah usia wiski termuda yang dipakai sebagai pencampur. Istilah cask strength menunjukkan wiski belum dicampur air, dan langsung dibotolkan dari tong

    -

    dengan kadar alkohol yang terkandung sewaktu wiski dialirkan dari tong. Wiski skotch terdiri dari dua jenis, malt dan grain

    • - Wiski Malt

    Jelai berkecambah yang disebut malt. Wiski malt adalah wiski yang dibuat seluruhnya dari malt (jelai yang dikecambahkan), sedangkan distilasi menggunakan kolom distilasi berupa ketel tembaga berbentuk bawang (pot still).

    • - Wiski Grain

    Wiski grain adalah wiski yang dibuat dari campuran jelai dan malt, serta

    serelia lain. Distilasi dilakukan dengan beberapa menara distilasi yang saling berhubungan. Dulunya, wiski grain dipakai sebagai pencampur, namun sekarang

    juga dipasarkan beberapa wiski skotch single grain (wiski skotch dari satu pabrik). Wiski malt dan wiski grain dicampur menjadi berjenis-jenis wiski.

    • - Vatted Malt

    Vatted malt adalah campuran wiski malt dari beberapa pabrik. Bila wiski

    diberi label "pure malt" (malt murni) atau hanya "malt", maka bisa hampir dipastikan wiski tersebut adalah wiski campuran. Wiski jenis ini kadang-kadang diberi label "blended malt" (malt kombinasi).

    • - Single malt whisky

    Wiski single malt adalah wiski malt dari pabrik yang sama. Bila label

    botol tidak dicantumkan istilah "single-cask" (tong tunggal), maka wiski tersebut adalah campuran wiski dari beberapa tong dengan usia yang berbeda-beda. Ahli pencampur di pabrik menetapkan rasa wiski yang khas untuk pabrik tersebut

    dengan cara mencampur wiski dari berbagai tong dan usia. Sebagian besar wiski single malt diberi nama berdasarkan lokasi penyulingan, misalnya: The Glenlivet, Glenmorangie, dan Bowmore berikut pernyataan usia dan perlakuan khusus.

    • - Blended whisky

    Wiski campuran (blended whisky) adalah wiski yang dibuat dari campuran wiski malt dan wiski grain. Bila hanya disebut wiski skotch, maka kemungkinan besar adalah campuran dari wiski malt dan wiski grain. Ahli pencampur untuk

    merek wiski menetapkan aroma wiski yang khas untuk merek tersebut dengan mencampur wiski dari berbagai pabrik. Merek-merek wiski seperti Bell's Whisky dan Chivas Regal biasanya tidak mencantumkan lokasi penyulingan.

    • - Wiski Jepang (Sake)

    Wiski Jepang adalah wiski yang dibuat dengan mengikuti resep wiski Skotlandia, dan sama penggolongannya dengan wiski skotch.

    • - Wiski irlandia

    Wiski Irlandia (Irish whiskey) adalah wiski yang melalui tiga kali proses

    distilasi dan harus dimatangkan di dalam tong kayu paling sedikit tiga tahun.[6] Malt yang digunakan hampir selalu dikeringkan di kamar pengeringan tanpa bahan bakar gambut.

    • - Canadian Whisky

    Wiski Kanada (Canadian whisky) adalah wiski yang menurut peraturan

    pemerintah Kanada[7] harus dimatangkan paling sedikit tiga tahun di dalam tong kayu. Sebagian besar wiski Kanada adalah wiski campuran dari berbagai jenis serealia.

    • - American Whisky

    Wiski Amerika terdiri dari dua jenis: polos (straight) dan campuran

    (blend). Wiski hanya bisa disebut polos bila dimatangkan di tong kayu ek paling sedikit dua tahun, dan memenuhi kriteria salah satu jenis wiski menurut peraturan pemerintah federal: Bourbon dari bahan baku jagung paling sedikit 51%. Wiski rye dari bahan baku gandum hitam (rye) paling sedikit 51%

    • - Whisky Jagung

    Wiski jagung dari bahan baku jagung paling sedikit 80%, dan dilakukan proses penyulingan untuk menghasilkan minuman keras berkadar alkohol 80%. Wiski jagung tidak harus dimatangkan dengan cara disimpan. Bila ingin dimatangkan harus di dalam tong baru dari kayu ek yang tidak dihanguskan permukaannya atau tong kayu bekas pakai. Selain wiski jagung, semua wiski Amerika harus dimatangkan di dalam tong kayu yang permukaan dalam tong dihanguskan dengan api. Pematangan biasanya dilakukan dalam waktu singkat, misalnya enam bulan. Selama pematangan, wiski berubah warna dan aroma sementara "kekerasannya" berkurang.

    • - Pure Pot Still Whisky

    Wiski murni pot still (pure pot still whiskey) adalah sebutan untuk wiski Irlandia kombinasi dari jelai yang tidak dikecambahkan dan malt, dan penyulingannya dilakukan dengan ketel tembaga berbentuk bawang (pot still). Wiski Wales adalah wiski yang dibuat pabrik Penderyn di Wales. Wiski India adalah minuman beralkohol yang diberi label "wiski" di India, namun sebagian besar dibuat dari fermentasi molase. Minuman sejenis ini di luar India umum dikenal sebagai rum.[8] Sekitar 90% dari "wiski" yang dikonsumsi di India berasal dari molase. Walaupun demikian, India sudah mulai membuat wiski dari malt dan serealia yang lain.[9]

    • 4. Beberapa Merek Whisky di Indonesia

    - Pure Pot Still Whisky Wiski murni pot still (pure pot still whiskey) adalah sebutan untuk
    • - Johnnie Walker (Red Label)

    • - Johnnie Walker (Black Label)

    • - Chivas Regal

    • - Jack Daniels (Old No.7 – Tennesse Whiskey)

    • - Gentleman Jack’s

    • - Ballantine’s