Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH TENTANG SISTEM MUSKULOSKELETAL

Oleh :
Kelompok 2
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

Roswita Nining Olla


Endah Yuliati
Idolina Anunut
Defsri Megawinta Ndun
Fajar Ahmad Maulidana
Benyamin Laiputa
Desti Ibz Asbanu
Agus Yulianto
Agustinus Vitalis
Candra Wasana Putra
Mardin Yuhendra
Ruth Yuliana

(1211B0046)
(1211B0019)
(1211B0029)
(1211B0016)
(1211B0059)
(1211B0011)
(1211B0018)
(1211B0007)
(1211B0008)
(1211B0012)
(1211B0037)
(1211B0048)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


STIKES SURYA MITRA HUSADA
KEDIRI TAHUN 2013
BAB I

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sistem Muskuloskeletal / sistem alat gerak terdiri atas otot, rangka dan
persendian.
1. Otot terbagi ke dalam tiga macam :

Otot Polos,

Otot Lurik/ rangka, dan

Otot Jantung.

2. Tulang rangka tersusun dari tulang keras (osteon) dan tulang rawan (kartilago).
3. Sendi terbagi ke dalam lima macam :

Sendi Engsel.

Sendi Putar.

Sendi Pelana.

Sendi Peluru, dan

Sendi Kaku.

1.2 Tujuan
1. Mengetahui jenis-jenis otot.
2. Mengetahui organ-organ otot dengan benar.
3. Mengetahui proses kontraksi otot dengan benar.
4. Mengetahui fungsi-fungsi otot, baik itu otot bagian leher, dada, kaki, dll.
5. Mengetahui nama-nama otot rangka serta letaknya.
6. Mengetahui macam-macam sendi serta letaknya.
1.3 Rumusan Masalah
1. Sebutkan jenis-jenis otot yang ada di tubuh manusia.
2. Sebutkan organ-organ otot dengan benar satu persatu.
3. Sebutkan bagaimana proses kontraksi otot dengan benar.
4. Sebutkan fungsi-fungsi otot rangka, baik itu otot bagian kepala, leher, dada,
tangan, perut dan bagian kaki.
5. Sebutkan nama-nama otot rangka serta letaknya dengan benar.

6. Sebutkan macam-macam sendi dan juga letaknya dengan benar.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Otot
Otot adalah sebuah jaringan konektif yang tugas utamanya adalah berkontraksi
yang berfungsi untuk menggerakan bagian-bagian tubuh baik yang di sadari maupun
yang tidak. Gerakan tersebut disebabkan karena kerja sama antara otot dan tulang.
Tulang tidak dapat berfungsi sebagai alat gerak jika tidak digerakkan oleh otot. Otot
mampu menggerakan tulang karena mempunyai kemampuan berkontraksi.
Sekitar 40% berat dari tubuh kita adalah otot. Tubuh manusia memiliki lebih dari
600 otot rangka. Otot memiliki sel-sel yang tipis dan panjang. Otot bekerja dengan
cara mengubah lemak dan glukosa menjadi gerakan dan energi panas.
Otot rangka melekat pada tulang secara langsung ataupun dengan bantuan tendon.
Otot bekerja berpasangan satu berkontraksi dan lawannya melakukan relaksasi
sehingga otot bisa menggerakan berbagai bagian dari tubuh manusia seperti lutut yang
bisa dibengkokkan maupun diluruskan.
Otot memiliki tiga kemampuan khusus yaitu :
1.
2.

Kontraktibilitas : kemampuan untuk berkontraksi/ memendek.


Ekstensibilitas : kemampuan untuk melakukan gerakan kebalikan dari
gerakan yang ditimbulkan saat kontraksi.

3.

Elastisitas : kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula setelah


berkontraksi. Saat kembali pada ukuran semula otot disebut dalam keadaan
relaksasi.

Struktur Otot :
Ada beberapa bagian yang perlu diketahui dari masa otot, antara lain adalah :
-

Origo, yaitu tempat letak otot pada tulang yang relatife diam sewaktu

kontraksi otot.
Insertio, yaitu tempat lekat otot pada tulang lain yang relatif banyak

berpindah saat kontraksi.


Tendon, yaitu jaringan ikat yang kuat dan melekat pada tulang berfungsi

sebagai tali penarik pada pergerakan.


Ligamentum, yaitu jaringan ikat penghubung tulang maupun sendi-sendi.
Kartilago, yaitu tulang rawan.

Struktur Mikroskopik Otot :


Otot merupakan sekelompok serabut-serabut otot yang tersusun rapih. Setiap
serabut otot terdiri atas dua jenis miofilamen, yaitu :
-

Miofilamen tebal, yang dibentuk oleh protein myosin.


Myofilamin tipis, yang dibentuk oleh protein aktin.

Jenis-jenis Otot :
1.

Otot Polos
-

Nama lain : otot alat-alat dalam/ visceral/ musculus nonstriated/ otot

involunter.
Struktur : bentuk serabut panjang seperti kumparan, dengan ujung

runcing, dengan inti berjumlah satu terletak di bagian tengah.


Kontraksi : tidak menurut kehendak atau di luar kendali sistem saraf
pusat, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah.

2. Otot Lurik
-

Nama Lain : otot rangka, otot serat lintang (musculus striated) atau otot

involunter.
Struktur : serabut panjang, berwarna/ lurik, dengan garis terang dan

gelap, memiliki inti dalam jumlah banyak dan terletak di pinggir.


Kontraksi : menurut kehendak kita (di bawah kendali sistem saraf pusat),
gerakan cepat, kuat, mudah lelah dan tidak beraturan.

3.

Otot Jantung
-

Nama lain : Myocardium atau musculus cardiata atau otot involunter.


Struktur : bentuk serabutnya memanjang, silindris, bercabang. Tampak

adanya garis terang dan gelap. Memiliki satu inti yang terletak di tengah.
Kontraksi : tidak menurut kehendak, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah
lelah.
Cara Kerja Otot
Dengan adanya protein khusus aktin dan miosin, otot bekerja dengan memendek
(berkontraksi) dan mengendur (relaksasi).
Cara kerja otot dapat dibedakan menjadi :
- Secara antagonis atau berlawanan, yaitu cara kerja dari dua otot yang satu
berkontraksi dan yang lain relaksasi.
Contoh : Otot trisep dan bisep pada lengan atas.

Secara Sinergis atau bersamaan, yaitu cara kerja dari dua otot atau lebih
yang sama berkontraksi dan sama-sama berelaksasi. Contoh : otot-otot
dada dan otot-otot perut.

2.2 Rangka/ kerangka Manusia


Kerangka manusia merupakan kerangka dalam, yang tersusun dari tulang keras
(osteon) dan tulang rawan (kartilago).
Fungsi Kerangka :
1. Untuk menggerakan tubuh serta menentukan bentuk tubuh.
2. Melindungi alat-alat tubuh yang penting dan lemah, misalnya otak, jantung, dan
lain-lain.
3. Tempat melekatnya otot-otot.
4. Tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih.
5. Alat gerak pasif.
a. Tulang Rawan :
-

Tulang rawan hanya mengandung sedikit zat kapur sehingga lunak.


Tulang rawan terdapat pada bayi, dan bagian-bagian tertentu pada kerangka
dewasa.

b. Tulang Keras
Merupakan bagian utama pada kerangka dewasa. Susunanya terdiri dari sedikit
sel-sel, dan matriknya diperkuat dengan zat kapur, sehingga kuat dan keras.
Berdasarkan strukturnya, tulang keras dibedakan menjadi tulang kompak (padat)
dan tulang spons. Sedangkan berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi tulang
pipih, tulang pendek, dan tulang panjang.
Rongga di dalam tulang berisi sumsum tulang, dan ada dua macam yaitu sumsum
kering dan sumsum merah. Pertumbuhan tulang terjadi pada tulang rawan
embrional dan kemudian pada cakra epifise.
Anatomi Kerangka Tubuh Manusia :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Tulang kepala/ tengkorak (8 buah)


Tulang wajah (14 buah)
Tulang telinga daalam (6 buah)
Tulang lidah (1 buah)
Tulang dada (25 buah)
Tulang belakang dan gelang panggul (26 buah)
Tulang anggota gerak atas (64 buah)
Tulang anggota gerak bawah (62 buah)

Klasifikasi Tulang Menurut Bentuknya Terbagi Atas :


Tulang panjang, yaitu tulang yang berbentuk silindris, yang terdiri dari diafisis
dan epifisis yang berfungsi untuk menahan berat tubuh dan berperan dalam
pergerakan.
Tulang pendek, yaitu tulang yang berstruktur kuboid yang biasanya ditemukan
berkelompok yang berfungsi memberikan kekuatan dan kekompakkan pada area
yang pergerakannya terbatas.
Tulang pipih, yaitu tulang yang strukturnya mirip lempeng yang berfungsi untuk
memberikan suatu permukaan yang luas untuk perlekatan otot dan memberikan
perlindungan.
Tulang ireguler, yaitu tulang yang bentuknya tidak beraturan dengan struktur
tulang yang sama dengan tulang pendek.
Tulang sesamoid, yaitu tulang kecil bulat yang masuk dalam formasi persendian
yang bersambungan dengan kartilago, ligamen atau tulang lainnya.
2.3 Persendian
Persendian adalah hubungan antara dua tulang atau lebih. Persendian dibedakan
menjadi 2 yaiitu :
1.

Hubungan Sinartrosis
Sinkondrosis : antara tulang dihubungkan melalui tulang rawan sehingga
memungkinkan sedikit gerak akibat elastisitas tulang rawan.
Contoh : hubungan tulang rusuk dengan tulang dada.

2.

Hubungan ruas-ruas tulang belakang


Sinfibrosis : kedua ujung tulang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosis yang
pada akhirnya mengalami penulangan dan tidak memungkinkan adanya gerak.
Contoh : Hubungan antara tulang-tulang tengkorak.

3.

Hubungan Diartrosis
Hubungan antar tulang ini memungkinkan terjadinya gerak karena pada ujungujung tulang terdapat lapisan tulang rawan hyalin, yang dilumasi dengan cairan
synovial, meliputi :
-

Sendi Engsel, terdapat pada hubungan antara : ruas-ruas jari, siku, lutut.
Sendi Putar, terdapat pada hubungan antara : tulang hasta dengan pengumpil,

tulang kepala dengan tulang atlas.


Sendi Pelana, terdapat pada hubungan antara : ruas-ruas jari dengan telapak
kaki.

Sendi Peluru, terdapat pada hubungan antara : tulang lengan dengan gelang

bahu, tulang paha dengan gelang panggul.


Sendi Kaku, terdapat pada hubungan antara : tulang dada.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sistem Muskuloskeletal/ Sistem Alat Gerak, terdiri dari otot yang terbagi ke
dalam tiga jenis, yaitu Otot Polos, Otot Lurik/ rangka dan Otot Jantung. Lalu ada
Rangka yang terdiri dari tulang keras (osteon) dan tulang rawan (kartilago). Dan yang
terakhir ada sendi yang terdiri dari Hubungan Sinkondrosis, Sinfibrosis dan Hubungan
Diartrosis yang terdiri dari Sendi Engsel, Sendi Putar, Sendi Pelana, Sendi Peluru dan
Sendi Kaku.
3.2 Saran
Setelah membaca makalah ini, semoga pembaca dapat mengetahui/ mengerti
tentang bagian-bagian dari Sistem Muskuloskeletal dan juga fungsinya masing-masing
dengan benar.

DAFTAR PUSTAKA
1. Budiyono Setiadi,.(2011). Anatomi Tubuh Manusia. Bekasi : Laskar AKSARA.
2. Setiadi,.(2007). Anatomi & Fisiologi Manusia. Yogyakarta : GRAHA ILMU