Anda di halaman 1dari 6

Tugas Mata Kuliah Ilmu Produksi Ternak Perah

Asam-asam Amino dalam Susu Kolostrum

Disusun oleh:
Nama : Paryanto
NIM : 135050100111060
Kelas : A

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Nama: Paryanto

2014

NIM:
135050100111060
Kelas: A

Asam-asam Amino dalam Susu Kolostrum

A. Pengertian Susu, Kolostrum, Asam Amino, dan Asam Amio Essensial


Susu merupakan minuman bergizi tinggi yang dihasilkan ternak perah menyusui,
seperti sapi perah, kambing perah, atau bahkan kerbau perah. Susu sangat mudah
rusak dan tidak tahan lama di simpan kecuali telah mengalami perlakuan khusus.
Susu segar yang dibiarkan di kandang selama beberapa waktu, maka lemak susu akan
menggumpal di permukaan berupa krim susu, kemudian bakteri perusak susu yang
bertebaran di udara kandang, yang berasal dari sapi masuk ke dalam susu dan
berkembang biak dengan cepat. Oleh bakteri, gula susu di ubah menjadi asam yang
mengakibatkan susu berubah rasa menjadi asam. Lama kelamaan susu yang demikian
itu sudah rusak. Kombinasi oleh bakteri pada susu dapat berasal dari sapi, udara,
lingkungan, manusia yang bertugas, atau peralatan yang digunakan (Sumoprastowo,
2000).
Kolostrum adalah, cairan pelindung yang kaya akan zat anti infeksi dan
berprotein tinggi yang keluar dari hari pertama sampai hari keempat atau ketujuh
setelah melahirkan. (Utami Roesli, 2004). Kolostrum adalah cairan pertama yang
disekresi oleh kelenjar payudara (Soetjiningsih, 1997). Kolostrum adalah ASI
stadium I dari hari pertama sampai hari keempat. Setelah persalinan komposisi
kolostrum mengalami perubahan. Kolostrum berwarna kuning keemasan yang
disebabkan oleh tingginya komposisi lemak dan sel-sel hidup (Purwanti, 1997).
Asam amino adalah sembarang senyawa organik yang memiliki gugus fungsional
karboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2). Dalam biokimia seringkali
pengertiannya dipersempit: keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama
(disebut atom C "alfa" atau ). Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus

amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik:
cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam.
Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu menjadi zwitter-ion. Asam amino
termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari karena salah satu
fungsinya sangat penting dalam organisme, yaitu sebagai penyusun protein.
Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh
tubuh, sehingga harus didapat dari konsumsi makanan. Asam amino non-esensial
adalah asam amino yang bisa diprosuksi sendiri oleh tubuh, sehingga memiliki
prioritas konsumsi yang lebih rendah dibandingkan dengan asam amino esensial.
Asam amino esensial bersyarat adalah kelompok asam amino non-esensial, namun
pada saat tertentu, seperti setelah latihan beban yang keras, produksi dalam tubuh
tidak secepat dan tidak sebanyak yang diperlukan sehingga harus didapat dari
makanan maupun suplemen protein.
B. Asam Amino Esensial Pada Susu dan Kolostrum

Jenis-jenis asam amino essensial dalam susu dan kolostrum


1. Leucine (Leu, L), (BCAA = Branched-Chain Amino Acids = Asam amino dengan
rantai bercabang)

- Membantu mencegah penyusutan otot


- Membantu pemulihan pada kulit dan tulang
2. Isoleucine (Ile, I), (BCAA = Branched-Chain Amino Acids = Asam amino dengan
rantai bercabang)

- Membantu mencegah penyusutan otot


- Membantu dalam pembentukan sel darah merah
3. Valine (Val,V), (BCAA = Branched-Chain Amino Acids = Asam amino dengan
rantai bercabang)

- Tidak diproses di organ hati, dan lebih langsung diserap oleh otot
- Membantu dalam mengirimkan asam amino lain (tryptophan, phenylalanine,
tyrosine) ke otak
4. Lycine (Lys, K)

- Kekurangan lycine akan mempengaruhi pembuatan protein pada otot dan jaringan
penghubugn lainnya
- Bersama dengan Vitamin C membentuk L-Carnitine
- Membantu dalam pembentukan kolagen maupun jaringan penghubung tubuh
lainnya (cartilage dan persendian)
5. Tryptophan (Trp, W)

- Pemicu serotonin (hormon yang memiliki efek relaksasi)


- Merangsang pelepasan hormon pertumbuhan
6. Methionine (Met, M)

- Prekusor dari cysteine dan creatine


- Menurunkan kadar kolestrol darah
- Membantu membuang zat racun pada organ hati dan membantuk regenerasi jaringan
baru pada hati dan ginjal
7. Threonine (Thr, T)

- Salah satu asam amino yang membantu detoksifikasi


- Membantu pencegahan penumpukan lemak pada organ hati
- Komponen penting dari kolagen
- Biasanya kekurangannya diderita oleh vegetarian
8. Phenylalanine (Phe, F)

- Prekursor untuk tyrosine


- Meningkatkan daya ingat, mood, fokus mental
- Digunakan dalam terapi depresi
- Membantuk menekan nafsu makan
Kesimpulan
Asam Amino dalam Susu dan Kolostrum adalah Leucine, Isoleucine, Valine,
Lycine, Tryptophan, Methionine, Threonine, dan Phenylalanine.

Daftar Pustaka
Adnan, M. (1984). Kimia dan Teknologi Pengolahan Air Susu. Yogyakarta : Andi
Offset.
Astawan M. W. dan M. Astawan, 1989. Teknologi Pengolahan Pangan Hewani Tepat
Guna. Akademi Presindo. Jakarta.
Buckle. (1987). Ilmu Pangan. (terjemahan oleh Hari Purnomo dan Adiono) Jakarta :
Universitas Indonesia Press. (Buku asli terbit tahun 1979).
Ernawani, 1991. Pengaruh Tatalaksana Pemerahan Terhadap Kualitas Susu Kambing.
Media Peternakan Vol 15: 38-46. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.
Bogor.
Santoso,

Heru.Protein

Dan

Enzim.

http://Www.Scribd.Com/Doc/48499636/2.

Protein-Dan-Enzim. Diakses pada tanggal 27 Januari 2012.