Anda di halaman 1dari 26
Bab 10 Perubahan Akuntansi dan Analisis Kesalahan JENIS-JENIS PERUBAHAN AKUNTANSI 1. PERUBAHAN PRINSIP AKUNTANSI Perubahan dari prinsip akuntansi berterima umum yang satu ke prinsip akuntansi berterima umum yang lain. Contoh: perubahan metode depresiasi peralatan pabrik dari double-declining ke straight-line. PERUBAHAN ESTIMASI AKUNTANSI Perubahan yang terjadi sebagai akibat adanya informasi baru atau bertambahnya pengalaman. Contoh: perubahan taksiran umur kegunaan aktiva yang didepresiasi. PERUBAHAN ENTITAS PELAPORAN Perubahan dari suatu tipe entitas pelaporan tertentu ke tipe entitas pelaporan yang lain. Contoh: perubahan pada perusahaan-perusahaan anak dalam suatu group perusahaan dalam rangka penyusunan laporan keuangan konsolidasi. KOREKSI KESALAHAN LAPORAN KEUANGAN YANG TELAH DITERBITKAN (BUKAN MERUPAKAN PERUBAHAN AKUNTANS)) Kesalahan laporan keuangan dapat terjadi karena kesalahan matematis, kesalahan menerapkan prinsip akuntansi, kesalahan menafsirkan atau menggunakan falta saat laporan keuangan disusun. Contoh: kesalahan penerapan metode harga pokokeceran untuk menentukan nilai persediaan akhir. PERUBAHAN PRINSIP AKUNTANS! Perubahan prinsip akuntansi termasuk di dalamnya perubahan metode penerapan prinsip akuntansi. Contoh-contoh perubahan prinsip akuntansi: 1 2. 3. Perubahan dasar penentuan harga pokok persediaan dari rata-rata ke LIFO Perubahan metode depresiasi peralatan pabrik dari dipercepat ke garis lurus Perubahan metode akuntansi kontrak konstruksi jangka panjang dari kontrak selesai ke persentase penyelesaian Tiga pendekatan untuk memperlakukan (pelaporan) perubahan prinsip akuntansi: BERLAKU SURUT (RETROACTIVELY). Pengarvh kumulatif pengunaan prinsip yang baru terhadap laporan keuangan awal periode dihitung. Kemudian dibuat penyesuaian terhadap laporan keuangan periode sebelumnya sesuai dengan prinsip akuntansi yang baru. Menurut pendukung pandangan ini, hanya dengan menyatakan kembali laporan keuangan periode sebelumnya, dengan adanya perubahan prinsip akuntansi tersebut, laporan keuangan dapat diperbandingkan. DIMULAI PADA TAHUN SEKARANG(CURRENTLY). Pengaruh kumulatif pengunaan metode yang baru terhadap laporan keuangan awal periode dihitung. Jumlah tersebut kemudian dilaporkan dalam laporan rugi/laba tahun sekarang sebagai pos khusus dan disajikan di antara “pos luar biasa” dan “laba bersih”. Pendukung pandangan ini berpendapat bahwa revisi laporan keuangan periode Lalu akan menghilangkan kepercayaan investor terhadap laporan keuangan. DIBEBANKAN PADA TAHUN-TAHUN MENDATANG (PROSPECTIVELY). Tidak ada perubahan-perubahan yang dibuat untuk laporan-laporan sebelumnya. Saldo awal tidak disesuaikan. Pendukung pandangan ini berpendapat bahwa pertanggung-jawaban manajemen kepada investor selesai dengan disajikannya laporan keuangan yang disusun menurut prinsip akuntansi berterima umum, karena manajemen tidak bisa mengubah periode sebelumnya hanya dengan menggunakan prinsip yang baru. Perubahan Prinsip Akuntansi dengan Pendekatan Berlaku Surut (Retroactive) Penyesuaian terhadap laporan keuangan periode sebelumnya dibuat, untuk menyajikan Kembali laporan periode sebelumnya tersebut sesuai dengan prinsip yang baru. Pengaruh kumulatif akibat perubahan prinsip akuntansi diperlakukan sebagai penyesuaian laba ditahan awal periode. Sifat, alasan, dan pengaruh perubahan prinsip terhadap laba bersih dan per lembar saham harus diungkapkan pada laporan keuangan yang disajikan. Perubahan-perubahan yang memerlukan revisi terhatiap laporan keuangan periode- periode sebelumnya adalah: 1. Perubahan dari metode penilaian persediaan FIFO ke metode lainnya 2. Perubahan metode akuntaasi kontrak jangka panjang 3. Perubahan dari atau ke metode full-cost pada industri extrative Perubahan-perubahan tersebut mempunyai dampak yang besar terhadap laba bersih, sehinggga apabila tidak ada revisi akan memberikan informasi laba yang menyesatkan. Hustrasi: Denson Construction Co. menghitung laba kontruksi jangka panjang dengan menggunakan metode kontrak selesai. Pada tahun 1990 perusahaan mengganti dengan metode persentase penyelesaian, karena manajemen percaya bahwa metode tersebut akan lebih cocok untuk mengukur laba yang diperoleh. Untuk tujuan perpajakan perusahaan tetap 332 menggunakan metode kontrak selesai dan merencanakan untuk tetap menggunakan metode. tersebut di masa yang akan datang (diasumsikan laba kena pajak dengan tarip 45%). Berikut ini informasi-informasi yang dapat dipergunakan untuk analisis: Rp787.500 | Rp962.000 67.500 82.500 855.000| 1.045.000 Sebelum 1989 | Rp2.500.000 Pada th. 1989 800.000 650.000 Jumlah s/d 3.300.000 1.400.000 awal 1990 Pada. th. 1990 | Rp1.000.000 Rp 950.000 Rp 22.500 Rp 27.500 Jurnal untuk mencatat perubahan pada tahun 1990 adalah: Konstruksi Dalam Proses Rp 1.900.000 PPh Ditangguhkan Rp 855.000 Laba Ditahan 1.045.000 Laporan Rugi-Laba Denson Company (bagian bawah), dengan adanya pengaruh retro- active perubahan prinsip akuntansi adalah sebagai berikut: 1990 1989 Rp55.000a Laba Per Lembar Saham (1.000 Ib) Rp550 B44 Laba bersih untuk dua periode tersebut, dihitung sebagai : 1989 Rp 800.000 - 0,45 (Rp 800.000) = Rp 44,000 1990 Rp 1.000.000 - 0,45 (Rp 1.000.000) = . Rp 55.000 Penyesuaian pengaruh kumulatif perubahan akuntansi dalam laporan Jaba ditahan perbandingan, disajikan sebagai berikut: ‘Saldo pada awal tahun (seperti telah disajikan sebelumnya) _ Rp 770.000 Rp 412.500 (=) Penyesuaian periode sebeluminya, pengarah kumulatif perubahan metode akuntansi Kontrak jangka panjang Rp.1.045,000 Rp_962,500 Saldo pada awal periode, setelah penyesuaian Rp 1.815.000 RpL375,000 Laba bersih Rp__550,00 Rp 440.000 Rp2.365.000 = Rp. 1.815.000 Perubahan prinsip akuntansi diberlakukan mulai tahun buku berjalan (currently) Perubahan prinsip akuntansi, pada umumnya diberlakukan mulai dalam tahun buku berjalan, dengan prosedur pelaksanaan yang diatur sebagai berikut: 1. Pengaruh kumulatif perubahan prinsip akuntansi, harus dinyatakan dalam pethitungan rugi-laba tahun sekarang dan disajikan di antara pos luar biasa dan laba bersih. Pengaruh kumulatif perubahan prinsip akuntansi bukan merupakan pos luar biasa, tetapi harus dilaporkan setelah dikurangi pajak (net-of-tax), seperti halnya pos luar biasa. 2. Laporan keuangan tahun-tahun yang lalu yang diikut-sertakan di laporan yang diperbandingkan tetap disajikan seperti telah dilaporkan sebelumnya (tidak perlu revisi) 3. Laporan rugi-laba proforma harus disusun untuk periode-periode yang lalu, seandainya prinsip yang baru diberlakukan sejak semula. Pengaruh perubahan prinsip terhadap laba perlembar saham, harus disajikan di dalam laporan rugi-laba proforma tersebut. Apabila laporan keuangan yang disajikan hanya untuk tahun sekarang, tanpa diperbandingkan dengan periode yang lalu, maka data yang sesungguhnya dan proforma untuk tahun yang alu harus dinyatakan di dalam laporan keuangan tahun buku berjalan. Tlustrasi: Pada tahun 1987 Lang Inc. untuk tujuan pelaporan keuangan, memutuskan merubah metode depresiasi angka-angka tahun menjadi metode garis lurus atas gedungnya. Untuk tujuan perpajakan, perusahaan memilih mengunakan metode garis lurus, dan akan tetap menggunakannya untuk masa yang akan datang. Aktiva tersebut dibeli tahun 1985 dengan harga pokok Rp 120.000.000 dan mempunyai -umur kegunaan 15 tahun. Data- data serta perhitungan penggantian tersebut adalah sebagai berikut (diasumsikan tingkat pajak 40%): *Rp 120.000.000 x 15/120 = Rp 15.000.000 Rp 120.000.000 : 15 = Rp 8.000.000 Jumal yang dibuat untuk mencatat perubahan tersebut adalah: Akumulasi Depresiasi Gedung Rp 13.000.000 PPh Ditangguhkan Rp 5.200.000 Pengaruh Kumulatif Perubahan Prinsip Akuntansi-Depresiasi Rp 7.800.000 Informasi yang dilaporkan pada laporan perbandingan dua tahun adalah seperti yang disajikan dalam tabel halaman 385. PERUBAHAN TAKSIRAN AKUNTANSI Tidak semua informasi yang disajikan dalam laporan keuangan didasarkan pada data sesungguhnya. Informasi-informasi tertentu didasarkan pada taksiran. Taksiran akan berubah, dengan adanya informasi baru atau bertambahnya pengalaman. Berbagai contoh taksiran akuntansi: ‘Taksiran piutang tidak tertagih Taksiran penurunan nilai persediaan ‘Taksiran masa kegunaan dan nilai residu aktiva yang disusut ‘Taksiran masa manfaat biaya-biaya ditangguhkan Taksiran kandungan mineral sumber alam, dsb Pengaruh perubahan taksiran akuntansi biasanya diperlakukan untuk tahun-tahun buku yang akan datang, oleh karenaitu tidak diperlukan revisi tethadap periode-periode sebelumnya, egitu juga tidak diperlukan untuk membuat laporan rugi-laba proforma. Yrene Pengaruh perubahan taksiran akuntansi dapat dilaporkan sebagai berikut: 1. Pada periode sekarang, apabila perubahan taksiran akuntansi hanya berpengaruh pada periode sekarang Contoh: Penghapusan biaya hak paten, karena sudah tidak memberikan manfaat lagi Penghapusan goodwill sebelum masa kegunaan berakhir 2. Pada periode sekarang dan periode-periode yang akan datang; jika perubahan taksiran akuntansi mempengaruhi periode sekarang dan periode yang akan datang Pelaporan Perubahan Akuntansidalam Laporan Perbandingan Dua Tahun 1987 1986 Laba sebelum pos Iuar biasa dan pengaruh kumulatif perubahan akuntansi (asumsi) Rp 130.000.000 Rp 111.000.000 Pos luar bias, setelah pajak (asumsi) Pengaruh kumulatif terhadap periode sebelumnya atas penggunaanmetode depresiesi baru 2.300.000 ___— Laba Bersih Rp107,000.000, Rp 121,000,000 Jumlah-jumlah per lembar saham ‘Laba per lembar saham (10.000 Ib) Laba sebelum pos luar biasa dan pengaruh kumolatif perubahan prinsip akuntansi Rp 13.000 Rp 11.000 Pos luar biasa. Pengaruh kumulatif perubahan metode depresiasi i | Laba Bersih Rp___10.780 Rp 2.000 Jumlah-jumlah proforma, jika metode depresiasi baru ditetapkan berlaku surut: : 1987 1986 Laba sebelum pos luar biasa Rp 130.000.000 Rp 114.600.000* Laba per lembar saham 13.000 lly Laba Bersih 100.000,000 124.600. Laba per lembar saham 10.000 12.460 *Laba proforma sebelum pos luar biasa dihitung sebagai berikut: ‘Laba sebelum pos luar biasa 1986 (belum revisi) Rp 111.000.000 ‘Kelebiban depresiasi angka-angka tahun di atas ‘garis lurus (1986), setelah pajak 3.600.000 Laba proforma sebelum pos luar biasa Rp 114,600,000 > Laba bersih setelah ditambah/dikurangi pos liar biasa adalah sebagai berikut . 1987 1986 + “Taba sebelum pos luar biasa Rp 130.000.000 Rp 114.600.000 Pos luarbiasd =~ 30.000.000) 10.000.000 * Laba bersih Rp 100.000.000 Rp 114.600.000 Contoh: Perubahan taksiran masa kegunaan aktiva yang didepresiasi Perubahan taksiran kandungan mineral sumber alam. Dustrasi: Mesin yang dibeli dengan harga Rp 1.000.000, semula ditaksir akan dapat dipakai selama 10 tahun dan telah didepresiasi selama 4 tahun. Pada awal tahun 1982, berdasarkan kondisi fisik dan faktor-faktor lainnya diperkirakan mesin tersebut masih dapat dipakai selama 8 tahun. Akibat perubahan taksiran umur kegunaan mesin tersebut, jumlah depresiasi mesin tahun 1982 sampai dengan 1990 lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya, seperti ditunjukkan pada perhitungan berikut: a. 4 tahun'pertama s/d 1981 = Rp 1.000.000 : 10 = Rp 100.000 b. 8 tahun berikutnya sejak 1982 = (Rp 1.000.000-Rp 400.000)/8 = Rp 75.000 PERUBAHAN ENTITAS (KESATUAN) PELAPORAN Contoh: 1. Penyajian laporan keuangan konsolidasi sebagai pengganti laporan keuangan individual perusahaan 2. Perubahan-perubahan pada perusahaan-perusahaan yang menjadi kelompok perusahaan afiliasi 3. Akuntansi penggabungan perusahaan 4. Perubahan metode pencatatan investasi pada perusahaan anak KESALAHAN AKUNTANS! Jenis-jenis kesalahan 1. Kesalahan-kesalahan yang terjadi dan diketahui dalam periode akuntansi yang sama 2. Kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam suatu periode dan baru diketahui pada periode akuntansi berikutnya Secara garis besar kesalahan timbul karena: 1. Adanya penggantian dari penggunaan prinsip akuntansi yang tidak berterima umum dengan prinsip akuntansi yang berterima umum. Misalnya: penggantian dari akuntansi cash basis menjadi accrual basis. 2. Penggunaan taksiran-taksiran yang tidak realistis karena kealpaan. Misalnya: koreksi pembukuan karena tarip depresiasi yang selama ini digunakan, ternyata tidak realistis. 3. Kesalahan dalam melaporkan nilai aktiva, utang, dan modal 4. Kesalahan dalam mengklasifikasikan pengeluaran modal menjadi pengeluaran penghasilan, dan sebaliknya 5. Kesalahan mengalokasikan biaya-biaya dan pendapatan-pendapatan ke dalam period. periode yang bersangkutan 6. Kesalahan akibat tidak dicatatnya suatu transaksi Fe 0 de ee Koreksi pembukuan harus segera dibuat pada saat terjadinya kesalahan diketahui. Koreksi kesalahan yang terjadi dan diketahui pada tahun yang sama dilakukan dengan: (@) membuat jurnal pembalikan (untuk membatalkan), kemudian membuat jurnal yang benar untuk mencatat transaksi yang bersangkutan (b) membuat jurnal koreksi secara khusus yang secara langsung membetulkan saldo rekening-rekening yang salah Kesalahan yang terjadi pada suatu periode tetapi baru diketahui pada periode berikutnya, koreksi dilakukan dengan cara membuat jurnal khusus untuk membetulkan saldo rekening- rekening yang bersangkutan. Apabila kesalahan tersebut mempengaruhi rugi-laba periode sebelumnya, maka pengaruhnya diperlakukan sebagai penyesuaian laba yang ditahan awal periode. Dari segi pengaruhnya terhadap laporan keuangan, kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat dibedakan menjadi: - Berakibatkesalahan dineraca. Kesalahan-kesalahan yang hanya mempengaruhi penyajian rekening-rekening riil (neraca), yaitu kesalahan dalam mengklasifikasikan aktiva, utang, dan modal Contoh: — Piutang wesel diklasifikasikan sebagai surat-surat berharga, aktiva tetap diklasifikasikan sebagai persediaan, utang wesel diklasifikasikan sebagau utang dagang, dsb Jurnal reklasifikasi perlu dibuat, apabila kesalahan-kesalahan tersebut ditemukan. Apabila neraca dilaporkan dalam bentuk perbandingan, dan diketahui telah terjadi kesalahan untuk neraca periode sebelurmnya, maka untuk keperluan pelaporan tersebut diperlukan jurnal koreksi. - Berakibatkesalahan di laporanrugi-laba. Kesalahan-kesalahan yang hanyamempengaruhi rekening nominal (rugi-laba), yaitu kesalahan dalam mengklasifikasikan pendapatan (laba) dan biaya (rugi). Contoh: — Bunga yang dicatat sebagai penjualan, depresiasi aktiva dicatat sebagi biaya reparasi pemeliharaan, penjualan dicatat sebagai laba penjualan aktiva tetap, dsb. - Berakibat kesalahan di neraca dan laporan rugi-laba. Kesalahan-kesalahan yang mempengaruhi rekening riil dan rekening nominal. Contoh: — Tidak dicatatnya utang biaya pada akhir periode, Tidak dicatatnya biaya depresiasi pada akhir periode, dsb. Saldo rekening-rekening riil yang disajikan di neraca pada akhir periode, akan menjadi saldo awal pada periode berikutnya, sedangkan saldo rekening-rekening nominal pada akhir periode akan ditutup ke rekening rugi-laba, dan pada periode berikutnya akan dibuka kembali untuk menampung transaksi-transaksi yang sama. Dengan kata lain ada sifat kontinuitas rekening-rekening pembukuan. Dengan sifat kontinuitas tersebut kesalahan-kesalahan yang berpengaruh baik pada neraca maupunrugi-laba dapat dikelompokkan menjadi: (1) kesalahan yang saling mengkompensasi (counterbalancing error), (2) kesalahan-kesalahan yang tidak saling mengkompensasi. 338 Lalas eo b ORG TON Kesalahan yang Saling Mengkompensasi Kesalahan yang saling mengkompensasi adalah kesalahan yang terjadi pada suatu periode yang akan hilang dengan sendirinya pada periode berikutnya. Kesalahan yang terjadi pada periode pertama akan diimbangi dengan kesalahan pada periode berikutnya dengan pengaruh yang sebaliknya. Apabila kesalahan periode pertama itu akan mengakibatkan satu pos atau lebih kecil dari yang seharusnya, maka kesalahan pada periode ke dua akan mengakibatkan lebih besar dari seharusnya. Tidak dicatatnya utang gaji & upah pada periode pertama akan mengakibatkan kesalahan-kesalahan sebagai berikut: (a) utang gaji & upah dan biaya gaji & upah, masing-masing terlalu rendah dari jumlah yang seharusnya (b) laba bersih dan laba ditahan akan lebih besar dari yang seharusnya Kesalahan pada periode pertama tersebut, akan mengakibatkan kesalahan pada periode ke dua sebagai berikut: (a) utang gaji & upah dan biaya gaji & upah, masing-masing terlalu besar dari jumlah yang seharusnya (b) laba bersih dan laba ditahan akan lebih rendah dari yang seharusnya Tlustrasi: Suatu kesalahan telah terjadi, karena pada akhir tahun 1989 utang bunga sebesar Rp 10.000 lupa dicatat. Pada tanggal jatuh tempo tahun 1990 seluruh pembayaran bunga dicatat sebagai biaya bunga, termasuk bunga yang terutang pada akhir 1989. Sebagai akibat kesalahan tersebut laba bersih sebelum pajak 1989 terlalu besar Rp 10.000 dari seharusnya, dan sebaliknya laba bersih sebelum pajak 1990 terlalu rendah Rp 10.000 dari yang seharusnya. Oleh karena itu jumlah laba bersih sebelum pajak selama dua tahun akan menunjukkan jumlah yang benar, sehingga neraca akhir 1990 akan menunjukkan saldo yang benar pula. Koreksi Laba Periode Lalu Kesalahan yang terjadi pada suatu periode yang baru diketahui pada periode berikutnya ditampung dalam rekening “K oreksi Laba Tahun-tahun Sebelumnya”, rekening tersebut kemudian ditutup ke laba ditahan dan dilaporkan sebagai penyesuaian saldo awal. Ada dua hal yang harus diperhatikan untuk koreksi kesalahan periode Lalu: (1) Dalam hubungannya dengan tutup buku (a) kesalahan diketahui setelah tutup buku: = apabila kesalahan saling mengkompensasi, maka perlu koreksi = apabila kesalahan tidak saling mengkompensasi, maka perlu koreksi terhadap saldo awal laba ditahan (b) kesalahan diketahui sebelum tutup buku: - baik kesalahan saling mengkompensasi maupun tidak mengkompensasi, memerlukan koreksi terhadap saldo awal laba ditahan (2) ‘Tergantung apakah laporan keuangan periode sebelumnya disertakan atau tidak dalam laporan perbandingan. Apabila disertakan maka perlu diadakan koreksi terhadap pos- pos yang dipengaruhi oleh terjadinya kesalahan. SOAL-SOAL 340 Perubahan akuntansi sering dilakukan dan dampak moneter akibat perubahan tersebut direfleksikan dalam laporan-laporan keuangan perusahaan bahkan sekalipun, menurut teori, hal ini mungkin merupakan pelanggaran atas konsep akuntansi.... a. Materialitas. b. Konsistensi c. Konservatisme. d. obyektifitas. Jawab: b Konsep konsistensi didasarkan pada asumsi bahwa, sekali setelah suatu entity akuntansi (perusahaan) mengambil suatu prosedur akuntansi, satu, praktek akuntansi, atau suatu prinsip akuntansi maka ia (entity tsb) akan mengikuti prosedur, praktek, atau prinsip tersebut secara konsisten dari tahun ke tahun. Karena itu, kapanpun suatu entity akuntansi (perusahaan) merubah prosedur-prosedur, praktek-praktek, atau prinsip- prinsip akuntansinya maka ia (entity tsb) mestinya sedang melanggar konsep konsistensi. Ketika suatu perusahaan mengadakan perubahan prinsip akuntansi, laporan-laporan keuangan tahun sebelumnya umumnya tidak dinyatakan-kembali (restated) untuk merefleksikan perubahan tersebut. Accounting Principles Board memutuskan bahwa prosedur ini akan mencegah menipisnya kepercayaan publik terhadap laporan-laporan keuangan akan tetapi mengakui bahwa prosedur ini bertentangan dengan konsep akuntansi .... a. Materialit b. _ Konservatisme. c. Obyektifitas. d. Komparabilitas. Jawab: d Ketika suatu perusahaan mengadakan perubahan dalam prinsip akuntansinya tanpa menyatakan-kembali (restating) laporan-laporan keuangan tahun-tahun sebelumnya maka laporan keuangan pada tahun diadakannya perubahan tersebut tidak dapat diperbandingkan dengan laporan-laporan keuangan dari tahun-tahun sebelumnya. Sekurang-kurangnya laporan-laporan keuangan tersebut tidak dapat diperbandingkan berkenaan dengan item-itemnya yang dipengaruhi oleh perubahan prinsip akuntansi tersebut. Suatu perubahan akuntansi yang memunta agar pengaruh kumulatif dari penyesuaian disajikan pada laporan rugvlaba adalah: a. Perubahan usia peralatan dari 10 tahun menjadi 7 tahun. b. Perubahan pada metode depresiasi dari garis lurus menjadi double-declining balance. c. Perubahan pada subsider-subsider spesifik yang mencakup kelompok dimana laporan-laporan konsolidasi disajikan. 4. Perubahan dalam utang taksiran untuk biaya-biaya garansi. e. Perubahan pada periode-periode yang manfaatnya dinikmati oleh program pengiklanan jangka panjang. Jawab: b Umumnya perubahan akuntansi yang mencakup diadakannya perubahan dari satu prinsip akuntansi berterima umum ke prinsip akuntansi berterima umum lain meminta agar pengaruh kumulatif dari penyesuaiannya disajikan pada laporan rugi laba. Suatu contoh mengenai perubahan akuntansi seperti ini (perubahan pada prinsip akuntansi) adalah perubahan yang terjadi pada metode depresiast dari garis lurus ke double- declining balance Jawaban (a), (d) dan (e) tidak bener karena masing-masing jawaban tersebut merupakan perubahan pada estimasi akuntansi. Perubahan pada estimasi akuntansi diperlaku- akuntansikan secara prospektif. Jawaban (c) salah karena jawaban ini menunjukkan terjadinya perubahan pada entity akuntansi. Ketika suatu perubahan pada entity akuntansi terjadi, laporan keuangan untuk semua periode sebelumnya (harus) ditetapkan kembali. Pada tanggal 1 Januari 1979 Miller company membeli mesin seharga Rp200.750.000 dengan taksiran umur ekonomis 10 tahun dan tanpa nilai sisa. Mesin di depresiasi dengan metode jumlah angka tahun (sum-of-the-year’s-digits method). Pada tanggal 1 Januari 1980 Miller company merubah metode depresiasinya dari metode jumlah angka tahun menjadi metode garis lurus. Miller company dapat memberikan alasan atau dapat membenarkan perubahan tersebut. Berapa seharusnya biaya depresiasi mesin tersebut untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 1981? a, Rp18.000 b. Rp22.500 cc. Rp25.800 d. Rp27.500 Jawab: d Ini merupakan suatu perubahan pada prinsip akuntansi. Oleh Karena itu, depresiasi untuk tahun 1981 harusnya merupakan jumlah yang dihitung seolah-olah Miller Corpo- ration selalu menggunakan metode garis lurus, yaitu sebesar Rp27.500 (Rp275.000/10 tahun). Terhitung efektif sejak 1 Januari 1981 Younger Company menetapkan untuk memakai prinsip pengakuan biaya promosi dan advertensi sesuai dengan diadakannya pengeluaran atas biaya tersebut. Sebelumnya biaya advertensi dan promosi yang akan dimanfaatkan pada periode-periode mendatang dicatat ke dalam rekening biaya yang dibayar di muka. Younger Company dapat membenarkan diadakannya perubahan tersebut, yang mana telah diadakan baik untuk maksud-maksud pelaporan keuangan maupun pelaporan pajak pendapatan. Biaya promosi dan advertensi yang dibayar di muka berjumlah total Rp500.000 pada tanggal 31 Desember 1980. Misalkan tarif pajak pendapatan untuk tahun 1980 dan 1981 adalah 40%. Penyesuaian terhadap pengaruh yang timbul dari adanya perubahan pada prinsip akuntansi ini seharusnya 341 342 menimbulkan pembebanan netto terhadap pendapatan dalam laporan rugi laba tahun 1981 sebesar a. Rp0 b. Rp200.000 cc. Rp300.000 d. Rp500.000 Jawab: ¢ Penyesuaian terhadap pengaruh yang timbul dari adanya perubahan pada prinsip akuntansi ini seharusnya menimbulkan pembebanan neto terhadap pendapatan tahun 1981 sebesar Rp300.000 [Rp500.000 - 0,4(RpS00.000) = Rp300.000]. Jawaban (d) tidak benar karena penyesuaian terhadap pengaruh kumulatif yang timbul akibat adanya perubahan prinsip akuntansi seharusnya dihitung sebesar nilai bersihnya setelah pajak. Shannon Company didirikan pada tanggal 1 Januari 1978 dan telah menggunakan metode depresiasi yang dipercepat untuk mendepresiasikan mesin-mesinnya sampai dengan tanggal 1 Januari 1980. Pada saat itu (1 Januari 1980), Shannon Company memutuskan untuk memakai metode garis Iurus dalam mendepresiasikan mesin- mesinnya, baik untuk mesin-mesin yang diperolehnya sebelum | Januari 1980 maupun untuk mesin-mesin baru yang diperolehnya setelah 1 Januari 1980. Informasi mengenai jumlah depresiasi dengan menggunakan tiap-tiap metode tersebut adalah sebagai berikut: Depresiasi Depresiasi kalau menggunakan kalau menggunakan Tahun met ang dipercepat metode garis Jurus 1978 Rp400.000 Rp300.000 1979 Rp530.000 Rp375.000 1980 Rp600.000 Rp400.000 Misalkan aibatasi bahwa pengaruh-langsung dari perubahan ini hanya mempengaruhi dupresiasi dan provisi atau besarnya pajak, dan bahwa tarip pajak pendapatan adalah 40%. Berapakan jumlah yang seharusnya dilaporkan dalam laporan rugi/laba Shannon Corporation untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 1980, sebagai akibat dari pengaruh kumulatif terhadap tahun-tahun sebelumnya karena adanya perubahan metode depresiasi tersebut? a. Rp b. Rp153.000 c. Rp255.000 d. Rp273.000 Jawab: b Shannon Corporation scharusnya melaporkan Rp153.000 (kredit) dalam laporan rugi labanya untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 1980, sebagai akibat dari pengaruh kumulatif terhadap tahun-tahun sebelumnya karena adanya perubahan metode depresiasi tersebut. Jumlah ini dapat dihitung sebagai berikut: Depresiasi dipercepat 1978 Rp400.000 1979 530.000 Rp930.000 Depresiasi garis lurus 1978 Rp300.000 1979 375.000 675.000 Dikreditkan ke pendapatan disebabkan karena adanya perubahan metode depresiasi, sebelum pajak Rp255.000 Kurangi: Pengaruh pajak (40% x Rp255.000) 102.000 Dikreditkan ke pendapatan disebabkan karena adanya perubahan metode depresiasi, setelah pajak Rp153.000 7. Pada tanggal 1 Januari 1979 Jay Company beralih dari metode harga-pokok masuk- pertama- keluar-pertama (FIFO) ke metode harga-pokok rata-rata tertimbang untuk maksud-maksud penghitungan harga pokok persediaannya. Jay Company dapat membenarkan perubahan ini, yang mana telah dibuatnya baik untuk maksud-maksud pelaporan keuangan maupun pelaporan pajak pendapatan. Perubahan tersebut akan mengakibatkan menurunnya (saldo) persediaan awal pada 1 Januari 1979 sebesar Rp120.000. Dengan mengabaikan pajak pendapatan, pengaruh kumularif terhadap perubahan dari metode FIFO ke rata-rata tertimbang tersebut harus dilaporkan oleh Jay Company dalam: a. Laporan rugi/laba tahun 1979 sebesar Rp120.000 (debit) b. Laporan Laba Ditahan tahun 1979 sebesar Rp120.000 (debit), disesuaikan pada saldo awal. c. Laporan rugi/laba tahun 1979 sebesar Rp 120.000 (kredit). d. Laporan Laba Ditahan tahun 1979 sebesar Rp120.000 (kredit), disesuaikan pada saldo awal. Jawab: a Jay Company seharusnya melaporkan Rp120.000 (debit) dalam laporan rugi/laba tahun 1979 karena diadakannya perubahan pada prinsip akuntansi tersebut. Jawaban (b) dan (d) tidak benar karena, menurut APB No.20 penyesuaian kumulatif tethadap adanya perubahan pada prinsip akuntansi harus dilaporkan dalam laporan rugi laba, bukan pada laporan Laba Ditahan. Jawaban (c) salah karena seharusnya timbul debit ke pendapatan, bukan kredit, sebagaimana dapat dilihat pada ayar jurnal berikut yang seharusnya dibuat oleh Jay Company sebagai akibat dari adanya perubahan pada prinsip akuntansi tersebut: Pengaruh kumulatif pada tahun-tahun sebelumnya sebagai akibat diadakannya perubahan metode persediaan Rp120.000 Persediaan, 1 Januari 1979 Rp120.000 Hastings Company memulai operasinya pada tanggal | Januari 1976 dan menggunakan metode FIFO untuk memperhitungkan harga-pokok dari persediaan bahan-baku. Manajemen sedang bermaksud untuk beralih ke metode LIFO dan tertarik untuk mengperhitungkan besarnya pengaruh dari perubahan tersebut terhadap laba bersih. Oleh Karena itu, informasi berikut ini lalu dikembangkan untuk memperhitungkan pengaruh tersebut terhadap laba bersih: 1976 1977. Persediaan Akhir FIFO Rp240.000 Rp270.000 LIFO 200,000 210.000 Pendapatan Bersih (Dihitung menurut metode FIFO) Rp120.000 Rp170.000 Berdasarkan pada intormasi diatas, perubahan ke metode LIFO pada tahun 1971 akan mengakibatkan besarnya pendapatan bersih tahun 1977 sebesar: a. Rp110.000 b. Rp150.000 cc. Rp170.000 d. Rp230.000 Jawab: a Setelah Hastings Company beralih ke metode LIFO pada tahun 1977, laba bersihnya akan menjadi Rp110.000, dihitung sebagai berikut: Pendapatan bersih dihitung menurut metode FIFO Rp170.000 Tambah: Perubahan pada persediaan awal (Rp240.000 - Rp200.000) 40.000 Rp210.000 Kurang: Perubahan pada persediaan akhir (Rp270.000 - Rp210.000) 60.000 Pendapatan kotor dihitung menurut LIFO sebelum dimasukkan unsur pengaruh kumulatif karena adanya perubahan prinsip akuntansi Rp150.000 Kurang: Pengaruh kumulatif terhadap tahun-tahun sebelumnya karena adanya perubahan metode persediaan 40,000 Pendapatan bersih yang dihitung menurut LIFO Rpl10.000 Jawaban (b) tidak benar karena pendapatan bersih akan mencakup pengaruh kumulatif terhadap tahun-tahun sebelumnya karena adanya perubahan metode persediaan. Suatu perusahaan telah merubah metode depresiasi untuk semua aktiva tetap yang diperoleh setelah hari pertama tahun fiskal berjalan (tahun fiskal dimana metode depresiasi baru mulai dipakai), Semua aktiva tetap yang ada yang diperoleh sebelum tanggal ini tetap akan didepresiasi menggunakan metode yang sebelumnya dipakai. Bagaimana perubahan ini seharusnya dilaporkan dalam laporan-laporan keuangan tahun berjalan? a. Pengaruh kumulatif karena perubahan metode harus direfleksikan dalam laporan pendapatan (earning statement) tahun berjalan tepat di bawah item-item luar biasa dan alasan (atau alasan-alasan) mengapa perubahan metode dilakukan harus disingkapkan pada catatan kaki. b. Laporan-laporan keuangan harus dinyatakan-kembali untuk memperlihatkan pengaruh yang ditimbulkan oleh perubahan metode depresiasi tersebut seolah-olah metode baru telah diberlakukan terhadap semua aktiva tetap sebagai suatu kelompok. c. Laporan-laporan keuangan harus memuat suatu penjelasan mengenai hakekat dari diadakannya perubahan metode tersebut beserta dengan pengaruhnya terhadap pendapatan sebelum item-item luar biasa, laba bersih dan laba per lembar saham. 4. Tidak diperlukan adanya penyingkapan apapun dalam tahun berjalan, karena perubahan metode tersebut tidak mempengaruhi besarnya depresiasi pada aktiva- aktiva tetap dalam tahun-tahun sebelumnya. Jawab: ¢ Sesuai dengan berlakunya aturan-aturan dari APB No.20, perubahan ini seharusnya ditinjau sebagai suatu perubahan estimasi (change in estimate) yang dipengaruhi oleh adanya perubahan pada prinsip akuntansi. APB No.20 menyatakan bahwa perubahan- perubahan yang semacam ini seharusnya diperlakukan sebagai perubahan-perubahan estimasi. APB No.20 (paragraf 33) menyatakan bahwa “pengaruh terhadap pendapatan sebelum item-item Ivar biasa, pendapatan bersih dan laba per saham pada periode berjalan seharusnya disingkapkan untuk menjelaskan mengenai adanya perubahan estimasi yang akan mempengaruhi beberapa periode mendatang ....". Lebih jauh, APB No.20 (paragraf 17) menyatakan bahwa “hakekat dari dan pembenaran tethadap suatu perubahan dalam prinsip akuntansi .... harus disingkapkan dalam laporan-laporan keuangan pada periode di mana perubahan itu terjadi”. . Accounting Principles Board Opinion No.20, “Perubahan-perubahan Akuntansi”, telah mendaftarkan beberapa perubahan tertentu dalam prinsip akuntansi yang lebih memerlukan diadakannya pernyataan-kembali (restatement) terhadap laporan-laporan keuangan periode sebelumnya ketimbang menggunakan rekening “Pengaruh Kumulatif karena adanya Perubahan dalam Prinsip-prinsip Akuntansi” pada laporan rugi/laba berjalan. Suatu pernyataan-kembali (restatement) terhadap laporan-laporan keuangan periode-periode sebelumnya dipersyaratkan bagi adanya suatu perubahan dari ... a. Dari depresiasi yang dipercepat ke depresiasi garis lurus. b. Dari taksiran utang tak tertagih sebagai prosentase dari penjualan kredit ke taksiran utang tak tertagih sebagai prosentase dari piutang dagang akhir tahun. Dari metode persediaan FIFO ke metode persediaan lainnya. d. Dari metode persediaan LIFO ke metode persediaan lainnya. 9 346 e. Dari metode cash basis ke metode accrual basis untuk pencatatan biaya-biaya garansi. Jawab: d APB No. 20 menyatakan “perubahan-perubahan tertentu dalam prinsip akuntansi adalah sedemikian sehingga keuntungan-keuntungan dari perlakuan yang berlaku surut dalam laporan-laporan periode sebelumnya lebih besar dari kerugian-kerugiannya. Karena itu, untuk beberapa perubahan-perubahan tersebut, Board (dewan tsb) menyimpulkan bahwa laporan-laporan keuangan dari semua periode sebelumnya harus dinyatakan- Kembali. Perubahan-perubahan yang seharusnya cocok dengan perlakuan ini yakni: (a) perubahan dari metode penetapan harga pokok persedian LIFO ke metode penetapan harga pokok persediaan lain, (b) perubahan terhadap metode akuntansi untuk kontrak- kontrak konstriksi jangka panjang, dan (c) perubahan ke atau dari metode akuntansi “full cost” yang digunakan dalam industri-industri ekstraktif. . Pada tanggal 1 Januari 1980 Belmont Company merubah metode harga-pokok persediaannya dari LIFO ke FIFO. Belmont dapat membenarkan perubahan tersebut, yang mana dibuat baik untuk maksud-maksud pelaporan keuangan maupun pelaporan pajak pendapatan. Jumlah persediaan Belmont pada tanggal 31 Desember 1979 berdasarkan pada medote LIFO adalah Rp4.000.000. Catatan tambahan yang dibuat oleh Belmont menunjukkan bahwa persediaan tersebut akan bernilai total sebesar Rp4.800.000 pada tanggal 31 Desember 1979 kalau didasarkan pada metode FIFO. Dengan mengabaikan pajak pendapatan, penyesuaian terhadap pengaruh-pengaruh yang timbul Karena beralih dari metode LIFO ke FIFO seharusnya dilaporkan oleh Belmon dalam: a. Laporan rugi/laba tahun 1980 sebesar Rp800.000 (debit) b. Laporan Laba Ditahan tahun 1980 sebesar Rp800.000 (debit), disesuaikan pada saldo awal c. _Laporan rugi/laba tahun 1980 sebesar Rp800.000 (kredit). d.Laporan Laba Ditahan tahun 1980 sebesar Rp800.000 (Kredit), disesuaikan pada saldo awal. Jawab: d Menurut APB No.20, pengaruh-pengaruh dari adanya perubahan dari LIFO ke metode persediaan lain harus dilaporkan secara berlaku surut, Karena itu, Belmont Company mestinya melaporkan perubahaan ini sebagai kredit sebesar Rp800.000 yang disesuaikan pada saldo awal dari (rekening) laba ditahan. Ayat jurnal yang mestinya dibuat akan berbentuk: Persediaan, 1/1/1980 Rp800.000 Laba ditahan Rp800.000 . Sejak dari dimulainya operasi-operasi perusahaan, Essex Corporation mengakui pendapatan dalam laporan-laporan keuangannya dan untuk pelaporan pajak menurut completed-contract method untuk melaporkan pendapatan dari kontrak-kontrak konstruksi jangka panjang. Pada tanggal | Januari 1979 Essec Corporation beralih ke metode percentage-of-completion untuk mengakui pendapatannya dalam pelaporan keuangan namun tidak untuk pelaporan pajak pendapatan. Essex Corporation dapat membenarkan perubahan tersebut. Dimulai sejak 31 Desember 1978, Essex Corporation mengumpulkan data-data yang menunjukkan bahwa pendapatannya menurut metode completed-contract berjumlah Rp350.000. Kalau sebelumnya metode percentage-of-complete lah yang digunakan, maka pendapatan akumolasi untuk kontrak-kontrak ini, sampai dengan 31 Desember 1978 akan berjumlah Rp440.000. Misalkan bahwa tarip pajak pendapatan untuk semua tahun adalah 50%. Pengaruh kumulatif yang timbul karena perubahan metode dari completed-contract ke metode percentage-of-completion harus dilaporkan oleh Essec Corporation dalam a. Laporanlaba ditahan tahun 1979, sebesar Rp45.000 (kredit), cisesuaikan pada saldo awal. b. Laporan rugi/laba tahun 1979, sebesar Rp45.000 (kredit). c. Laporanlabaditahan tahun 1979, sebesar Rp90.000 (kredit), disesuaikan pada saldo awal. d. Laporari rugi/laba tahun 1979, sebesar Rp90.000 (kredit). Jawab: a Menurut APB No.20, pengaruh-pengaruh dari adanya perubahan dalam metode akuntansi untuk kontrak-kontrak konstruksi jangka panjang harusnya dilaporkan secara berlaku surut. Karena itu, Essex Corporation mestinya melaporkan perubahan ini sebesar Rp45.000 (kredit), setelah pajak, disesuaikan pada saldo awal dari rekening laba ditahan. Ayat jurnal yang mestinya dibuat akan berbentuk sebagai berikut. Contruction work in progress Rp90.000 Utang pajak yang ditangguhkan Rp45.000 Laba ditahan 45.000 . Yang mana dari yang berikut ini merupakan periode (atau periode-periode) waktu yang tepat untuk mencatat adanya suatu perubahan dalam estimasi akuntansi? a. Periode berjalan dan secara prospektif. b. Periode berjalan dan secara berlaku surut. c. Hanya secara berlaku surut saja. d. Hanya periode berjalan saja. Jawab: a ‘APB No.20 menyatakan bahwa pengaruh dari adanya suatu perubahan dalam estimasi akuntansi harus diakuntansikan dalam (a) periode terjadinya perubahan jika perubahan tersebut hanya mempengaruhi periode itu, atau (b) periode terjadinya perubahaan dan periode-periode setelahnya jika perubahan tersebut mempengaruhi periode itu maupun periode-periode setelahnya”. 347 14. abe Perubahan terhadap nilai-sisa dari suatu aktiva yang didepresiasikan menurut metode garis lurus serta penaikan (besarnya nilai-sisa atau usia ekonomisnya) disebabkan karena telah diperolehnya informasi tambahan adalah merupakan a, Suatu perubahan akuntansi yang seharusnya dilaporkan dalam periode terjadinya perubahan tersebut dan pada periode-periode setelahnya jika perubahan tersebut mempengaruhi periode itu maupun periode-periode setelahnya”. b. Suatu perubahan akuntansi yang scharusnya dilaporkan dengan menyatakan- Kembali laporan-laporan keuangan dari semua periode sebelumnya. c. Suatu koreksi kesalahan. dd. bukan merupakan suatu perubahan akuntansi. Jawab: a ‘Suatu perubahan terhadap nilai sisa dari suatu aktiva yang didepresiasikan menurut metode garis lurus serta penaikan (besarnya nilai-sisa atau usiackonomisnya) disebabkan karena telah diperolehnya informasi tambahan adalah merupakan contoh mengenai suatu perubahan dalam estimasi akuntansi. Suatu perubahan dalam estimasi akuntansi seharusnya dilaporkan dalam periode terjadinya perubahan tersebut dan pada periode- periode setelahnya jika perubahan tersebut mempengaruhi periode itu maupun periode- periode setelahnya”. Wells Company membeli mesin pada tanggal 1 januari 1978 seharga Rp480.000. Pada tanggal perolehannya mesin ditaksir mempunyai usia ekonomis selama 6 tahun, tanpa nilai sisa, Mesin tersebut didepresiasikan menurut metode garis Iurus. Pada tanggal 1 Januari 1981 Wells Company, setelah mendapat informasi tambahan, menentukan bahwa mesin tersebut mempunyai usia ekonomis 8 tahun terhitung sejak dari tanggal perolehannya, tanpa nilai sisa. Perubahan akuntansi dengan demikian diadakan pada tahun 1981 untuk merefleksikan adanya informasi tambahan ini. Berapa scharusnya jumlah biaya depresiasi atas mesin ini untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 1981? a. Rp0 b. Rp30.000 c. Rp48.000 d. Rp60.000 Jawab: ¢ Biaya depresiasi atas mesin ini untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 1981 mestinya sebesar Rp48.000, dan dapat dihitung sebagai berikut: Nilai buku mesin, 1/1/1978 Rp480.000 Kurang: Depresiasi untuk tahun 1978, 1979, dan 1980, menggunakan taksiran umur ekonomis 6 tahun [(Rp480.000/6 tahun) x 3 tahun] 240,000 Nilai buku 1/1/81, tanggal terjadinya peruba- bahan estimasi akuntansi Rp240,000 16. 17. Depresiasi untuk tahun 1981, menggunakan taksiran umur ekonomis yang masih tersisa, yaitu 5 th (Rp240.000/5 tahun) Rp48.000 Bagaimanakah suatu perubahan dalam estimasi akuntansi yang diakui oleh suatu perubahan dalam prinsip akuntansi seharusnya dilaporkan? Perubahan dalam estimasi Perubahan dalam prinsip akuntansi akuntansi a. Tidak Tidak b. Ya Ya c. Tidak Ya d. Ya Tidak Jawab: d Suatu perubahan dalam estimasi akuntansi yang diakui sebagai suatu perubahan dalam prinsip akuntansi harus dilaporkan sebagai perubahan dalam estimasi akuntansi. Menyajikan laporan keuangan konsolidasi pada tahun ini ketika laporan-laporan dari perusahaan-perusahaan individual (anak-perusahaan/cabang) telah disajikan pada tahun Jalu adalah merupakan a. Suatu koreksi kesalahan. b. Suatu perubahan akuntansi yang seharusnya dilaporkan secara prospektif. ¢ Suatu perubahan akuntansi yang seharusnya dilaporkan dengan menyatakan- kembali laporan-laporan keuangan dari semua periode sebelumnya. 4, Bukan merupakan perubahan akuntansi. Jawab: ¢ Menyajikan laporan keuangan konsolidasi pada tahun ini, ketika laporan-laporan dari perusahaan-perusahaan individual (anak-perusahaan/cabang) telah disajikan padatahun lalu, mestinya merupakan contoh mengenai suatu perubahan dalam entity akuntansi. APB No.20menyatakan bahwa perubahan dalam entiti akuntansi seharusnya dilaporkan dengan menyatakan-kembali laporan-laporan keuangan dari semua periode sebelumnya. . Yang mana dari yang berikut ini menjelaskan mengenai suatu perubahan dalam entity pelaporan (reporting entity)? a, Suatu perusahaan memperoleh subsidier yang harus diperlaku-akuntansikan sebagai pembelian. b. Suatu perusahaan manufaktur mengembangkan/memperiuas pasarnya dan yang semula berskop regional ke pasar yang berskop nasional. c. Suatu perusahaan memperoleh saham tambahan dari seorang investee dan beralih dari metode equity ke metode konsolidasi subsidier. d. Suatu pengkombinasian bisnis diadakan dengan menggunakan metode pooling of interest. Jawab: d 19. 20. 21. 350 APB No.20 menyatakan, “Suatu pengkombinasian bisnis yang diperlaku-akuntansikan menurut metode polling of interest ... menyebabkan timbulnya suatu entity pelaporan yang berbeda” Contoh mengenai suatu item yang seharusnya dilaporkan sebagai penyesuaian terhadap suatu periode sebelumnya dalam laporan-laporan keuangan perusahaan yakni a. Penyelesaian yang diakibatkan oleh proses pengadilan. b. Penyesuaian pajak pendapatan. c. Koreksi terhadap kesalahan yang terjadi pada periode sebelumnya. d. Penyesuaian terhadap pendapatan utility yang disebabkan karena adanya revisi tarip yang sedang ditinjau-kembali oleh komisi regulatory. e. Pengaruh yang timbul karena adanya perubahan dari metode depresiasi garis lurus ke metode depresiasi double-declining balance. Jawab: ¢ FASB No.16 menyatakan “Item-item laba dan rugi yang berhubungan dengan yang disebutkan dibawah ini harus diperlaku-akuntansikan dan dilapotkan sebagai penyesuaian- penyesuaian periode sebelumnya dan dikeluarkan dari penghitungan pendapatan bersih untuk periode berjalan: .... Koreksi terhadap suatu kesalahan dalam laporan-laporan keuangan periode sebelumnya ......” Statement of Financial Accounting Standards No. 16, “Penyesuaian Periode Sebelumnya”, sangat membatasi jumlah atau banyaknya penyesuaian-penyesuaian untuk periode sebelumnya. Yang mana dari yang dinyatakan di bawah ini seharusnya diklasifikasikan sebagai penyesuaian periode sebelumnya? a. Penyesuaian-penyesuaian yang timbul dari adanya realisasi manfaat-manfaat pajak pendapatan dari rugi operasi yang dialami oleh subsidier (cabang) sebelum-akuisisi. . _Laba atau rugi akibat penghentian atau tidak diteruskannya segmen bisnis. cc. Laba atau rugi yang timbul dari adanya devaluasi atau revaluasi mata uang asing. d. Laba atau rugi dari penjualan atau pelepasan harta, pabrik, atau peralatan yang digunakan dalam bisnis. e. Penyelesaian perkara di luar pengadilan. Jawab: a FASB No.16 membatasi penyesuaian periode sebelumnya terhadap: (1) koreksi-koreksi kesalahan dalam laporan keuangan periode sebelumnya, dan (2) penyesuaian-penyesuaian yang timbul karena realisasi manfaat-manfaat pajak pendapatan dari rugi operasi yang dialami subsidier (cabang) sebelum-akuisisi (sebelum subsidier atau cabang-perusahaan itu dibeli). Koreksiterhadap suatu kesalahan dalam laporan keuangan periode sebelumnya seharusnya direfleksikan, sebesar nilai bersihnya setelah pajak pendapatan, dalam a. Laporan rugi/laba periode berjalan, setelah item-item pendapatan yang diperoleh dari operasi-operasi berkelanjutan (contuining income) dan sebelum item-item lua biasa. LS ANABAENA LAFONTAINE AMS 22. 23. stot ww b. Laporan rugi/laba periode berjalan, setelah pendapatan dari operasi-operasi berkelanjutan (contuining income) dan setelah item-item luar biasa. c. Laporan laba ditahan periode berjalan, sebagai penyesuaian terhadap saldo awal tahun (opening balance). . d. Laporan laba ditahan periode berjalan, setelah pendapatan bersih namun sebelum dividen. Jawab: € Menurut FASB No.16, Koreksi terhadap suatu kesalahan dalam laporan keuangan periode sebelumnya seharusnya direfleksikan, sebesar nilai bersihnya setelah pajak pendapatan, dalam laporan laba ditahan periode berjalan, sebagai penyesuaian terhadap saldo awal tahun (opening balance). Laporan-laporan keuangan tahun 1975 dari Bice Company melaporkan laba bersih untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 1975 sebesar Rp2.000.000. Pada tanggal 1 Juli 1976, berikut setelah pelaporan keuangan tahun 1975, Bice Company beralih dari suatu prinsip akuntansi yang tidak berterima umum ke(pada) suatu prinsip akuntansi yang berterima umum. Kalau saja prinsip akuntansi yang berterima umum telah digunakannya pada dalam tahun 1975 maka pendapatan bersih untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 1975 akan berkurang sebesar Rp1.000.000. Pada tanggal 1 Agustus 1976, Bice Company menemukan bahwa telah ter-jadi kesalahan penghitungan berkaitan dengan laporan keuangan tahun 1975 nya. Kalau saja kesalahan ini tidak dilakukan pada tahun 1975 maka pendapatan bersih untuk tahun yang ber-akhir pada 31 Desember 1975 seharusnya bertambah sebanyak RpS00.000. Berapakah besamya jumlah, kalau ada, yang seharusnya dimasukkan dalam perhitungan pendapatan bersih untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 1975 oleh karena adanya penjelasan- penjelasan yang dinyatakan di atas? a. Rp0 b. _Berkurang sebesar Rp500.000 c. Bertambah sebesar Rp500.000 d. _Berkurang sebesar Rp1.000.000 Jawab: a Pertama, menurut APB No.20, perubahan dari prinsip akuntansi yang tidak berterima umum ke prinsip akuntansi yang berterima umum harus dilaporkan sebagai suatu koreksi terhadap kesalahan dalam laporan-laporan keuangan tahun sebelumnya, Kedua, semua kesalahan dalam laporan-lapotan tahun sebelumnya harus dilaporkan sebagai penyesuaian terhadap saldo awal laba ditahan, Karena itu pendapatan bersih Bise Company untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 1976mestinya tidak terpengaruh oleh kedua bentuk-koreksi kesalahan tersebut. Pada tanggal 27 Oktober 1977 Beta Company membeli persediaan secara kredit seharga Rpl1.500. Karena suatu kelalaian, transaksi tersebut belum dicatat. Persediaan sebesar Rp11.500 ini terabaikan dan belum diperhitungkan sampai dengan tahun yang berakhir pada 31 Oktober 1977, sehingga tidak terikutsertakan dalam nilai atau saldo persediaan akhir. Beta Company menggunakan metoda FIFO untuk penilaian persediaannya. 351 24. 352 Kesalahan ini akan menyebabkan pendapatan/laba bersih sebelum pajak untuk tahun yang berakhir pada 31 Oktober 1977... a. (Menjadi) terlalu-besar sebesar Rp11.500. b. (Menjadi) terlalu-kecil sebesar Rp11.500. ¢. (Menjadi) terlalu-besar sebesar Rp23.000. d. (Menjadi) terlalu-kecil sebesar Rp23.000 e. Tidak terpengaruh. Jawab: e Karena Beta Company mengabaikan/melalaikan pembelian (biaya)nyasebesar Rp1 1.500 dan juga persediaan akhir (Kontra-biaya)nya maka pengaruh dari kedua kesalahan tersebut terhadap pendapatan akan saling meniadakan. Karena itu pendapatan/laba bersih sebelum pajak untuk tahun yang berakhir pada 31 Oktober 1977 tidak akan terpengaruh. Suatu perusahaan yang sedang menggunakan sistem persediaan berkala lalai mencatat pembelian barang dagangan secara kredit pada akhir tahun. Barang dagangan ini terabaikan atau tidak diikutsertakan dalam perhitungan fisik akhir-tahun. Bagaimana kesalahan ini akan mempengaruhi aktiva, utang, dan modal pemegang saham pada akhir tahun dan terhadap pendapatan bersih untuk tahun tersebut? Terlalu besar Terlalu kecil Tak.pengaruh Terlalu kecil Terlalu kecil Terlalu besar | Terlalu kecil Terlalukecil | Tak terpengaruh Tak terpengaruh | Terlalu kecil Tak terpengaruh Terlalu besar Terlalu kecil Terlalu besar Terlalu besar ° o Jawab: ¢ Tidak mencatat pembelian akan menyebabkan menjadi terlalu-kecilnya total pembelian yang dilaporkan untuk tahun tersebut sekaligus menyebabkan menjadi terlalu-kecilnya utang yang dilaporkan pada akhir tahun. Melalaikan penghitungan fisik akhir-tahun terhadap persediaan akan menyebabkan menjadi terlalu-kecilnya aktiva (tepatnya persediaan) yang dilaporkan dalam neraca dan menyebabkan menjadi terlalu-kecilnya persediaan akhir (kontra-biaya) yang diikutsertakan dalam perhitungan rugi/laba. Dalam laporan rugi/laba, karena pembelian dan persediaan akhir dinyatakan terlalu kecil sebanyak jumlah yang sama maka laba bersih untuk periode tersebut tidak terpengaruh. Karena laba bersih tidak terpengaruh maka modal pemegang saham (tepatnya laba ditahan) tidak terpengaruh. 25. 26. Pada awal tahun 1973, Garmar Company menerima wesel Rp1.000, 3 tahun, tanpa- bunga. Tarip bunga pasar untuk wesel-wesel sejenis adalah 8% pada saat itu. Garmar Company melaporkan wesel ini sebagai piutang wesel sebesar Rp1.000 pada laporan posisi kevangan akhir-tahun 1973 dan mencatat Rp 1.000 sebagai pendapatan penjualan untuk tahun 1973. Apa saja pengaruh dari perlakuan akuntansi yang demikian itu terhadap pendapatan/laba bersih untuk tahun 1973, 1974, dan 1975 dan terhadap laba ditahannya pada akhir tahun 1975? a. Terlalu-besar, terlalu-kecil, terlalu-kecil, nol. b. Terlalu-besar, terlalu-kecil, terlalu-kecil, terlalu kecil. c. Terlalu-besar, terlalu-besar, terlalu-kecil, nol. d. Kesemuanya itu tidak terpengaruh. Jawab: a Pendapatan bersih 1973 akan (menjadi) terlalu besar sebanyak besanya pendapatan bunga yang seharusnya ditangguhkan dan diakui pada tahun 1974 dan 1975. Pendapatan bersih dalam tahun 1974 dan 1975 akan (menjadi) terlalu kecil karena pendapatan bunga seharusnya ditangguhkan dan diakui dalam tahun-tahun ini. (Menjadi) terlalu-kecilnya pendapatan 1974 dan 1975 dengan tepat akan mengimbangi atau meniadakan terlalu- besarnya pendapatan 1973. Karena itu, laba ditahan pada akhir tahun 1975 akan menjadi benar atau tepat. Investor Inc. memiliki 40% (saham) Alimand Corporation. Selama tahun kalender 1975, Aliman Corporation memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp100.000 dan membayar dividen sebesar Rp10.000. Investor Inc. mencatat secara salah transaksi- transaksi ini karena telah menggunakan metode kos bukannya metode equity. Apa pengaruh dari kesalahan tersebut terhadap rekening investasi, pendapatan/laba bersih, dan laba ditahan? a. Terlalu-kecil, terlalu-besar, terlalu-besar. b. Terlalu-besar, terlalu-kecil, terlalu-kecil. c. Terlalu-besar, terlalu-besar, terlalu-besar. d. Terlalu-kecil, terlalu-kecil, terlalu-kecil. Jawab: d Jurnal yang mestinya dibuat oleh Investor Inc. untuk mencatat investasinya pada Aliman Corporation menurut metode kos dan metode equity akan tampak sebagai berikut: Metode Kos: Kas Rp4.000 Pendapatan dividen (40% x Rp10.000) Rp4.000 Metode Equity: Investasi pada Alimand Corp. Rp40.000 Pendapatan Investasi (40% x Rp10.000) Rp40.000 27, 354 Kas Rp4.000 Investasi pada Aliman Corp. (40% x Rp10.000) Rp4.000 Memperbandingkan ayat-ayat jurnal di atas dapat dilihat bahwa: 1, Rekening investasi (menjadi) terlalu-kecil sebesar Rp36.000 (Rp40.000- Rp4.000) 2. Pendapatan/Laba bersih (menjadi) terlalu-Kecil sebesar Rp36.000 (Rp40.000 - Rp4.000) 3. Laba ditahan (menjadi) terlalu kecil sebesar Rp36.000 karena pendapatan/laba bersih yang telah ditetapkan terlalu-kecil sebesar Rp36.000 akan ditutup ke laba ditahan. Utang gaji akrual sebesar Rp5.000 belum dicatat pada 31 Desember 1972. Suplieskantor sebesar Rp2.000 pada 31 Desember 1973 telah diperlakukan secara salah sebagai biaya dan bukannya sebagai persediaan suplies (supplies inventory). Kesalahan-kesalahan ini belum diketahui dan belum dikoreksi. Pengaruh dari kedua kesalahan ini akan menyebabkan: a. Pendapatan/laba bersih 1973 menjadi terlalu-kecil sebesar Rp7.000 dan laba ditahan 31 Desember 1973 menjadi terlalu-kecil sebesar Rp2.000. b _Pendapatan/laba bersih 1972 dan laba ditahan 31 Desember 1972 masing-masing menjadi terlalu kecil sebesar Rp5.000. ¢ — Pendapatan/lababersih 1972 menjadi terlalu-besar sebesar Rp5.000 dan pendapatan 1973 menjadi terlalu kecil sebesar Rp2.000. dd. Pendapatan/laba bersih 1973 dan laba ditahan 31 Desember 1973 masing-masing menjadi terlalu-kecil sebesar Rp2.000. Jawab: a Pengaruh dari melalaikan utang gaji akrual pada 31 Desember 1972 akan menyebabkan terlalu-besar dalam pendapatan bersih 1972 sebesar Rp5.000 dan terlalu-kecil dalam pendapatan bersih 1973 sebesar Rp5.000. Pendapatan bersih 1973 menjaditerlalu kecil karena ketika gaji ini dibayarkan pada tahun 1973 maka rekening kas akan dikredit dan rekening biaya gaji akan didebit secara salah Karena sebelumnya belum ada yang dilakukan untuk mencatatnya ke rekening utang gaji akrual dalam tahun 1972. Tidak ada pengaruhnya terhadap laba ditahan 31 Desember 1973 karena biaya gaji sebesar Rp5.000 yang diperlaku-akuntansikan secara salah ini akan di” matching” dalam tahun 1973 bukannya pada tahun 1972. Pendapatan/laba bersih untuk 1973 juga akan menjadi terlalu-kecil sebesar Rp2.000 disebabkan karena jurnal penyesuaian berikut ini tidak dibuat: Persediaan suplies Rp2.000 Biaya suplies Rp2.000 Karena pendapatan/laba bersih 1973 menjadi terlalu-kecil sebesar Rp2.000 disebabkan oleh dilalaikannya jurnal penyesuaian tersebut maka akan menyebabkan laba ditahan 31 Desember 1973 menjadi terlatu-kecil juga sebesar Rp2.000. 28. Soal 28 dan 29 didasarkan pada informasi berikut ini: Shanon Corporation mulai beroperasi pada tanggal 1 Januari 1978. Llaporan-laporan keuangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 1978 dan 1979 mengandung kesalahan-kesalahan berikut: 31Des 1979 31. Des 1979 Persediaan akhir Rp16.000 Rp15.000 (terlalu-kecil)(terlalu-besar) Biaya depresiasi Rp 6.000 : (terlalu-kecil) Biaya asuransi Rp10.006 Rp10.000 (terlalu-besar)(terlalu-kecil) Asuransi dibayar dimuka Rp10.000 : (terlalu-kecil) Catatan: —_keterangan dalam tanda kurung menunjukkan bahwa tiap-tiap item tersebut telah dinyatakan terlalu-besar atau terlalukecil sebesar angka yang tercantum. Selain itu, pada 31 Desember 1979, mesin yang telah didepresiasi penuh dijual dengah harha tunai Rp10.800, namun penjualan tersebut belum dicatat atau dibukukan sampai tahun 1980. Tidak ada lagi kesalahan lain yang terjadi selama 1978 atau 1979 selain dari yang diinformasikan di atas dan belum ada koreksi dibuat untuk kesalahan yang manapun juga. Mengabaikan pajak pendapatan, berapakah pengaruh total dari kesalahan-kesalahan tersebut terhadap pendapatan/laba bersih 1979? a. Laba bersih 1979 menjadi terlalu-besar sebesar Rp30.000 b. Laba bersih 1979 menjadi terlalu-besar sebesar Rp11.000 c. Laba bersih 1979 menjadi terlalu-besar sebesar Rp 5.800 4d. Laba bersih 1979 menjadi terlalu-kecil sebesar Rp 1.800 Jawab: a Pengaruh total dari kesalahan-kesalahan tersebut akan memyebabkan laba bersih 1979 menjadi terlalu-besar sebesar Rp30.200, dihitung sebagai berikut: Eire ee eaten tale Laba Bersih 1979 terlalu-besar (terlalu-kecil) Kesalahan dalam persediaan awal 1979 Rp16.000 Kesalahan dalam persediaan akhir 1979 15,000 Kesalahan dalam biaya asuransi 1979 10.000 Keselahan karena belum mencatat laba penjualan mesin pada 1979 (10,000) Pendapatan bersih __terlalu-besar Rp30.000 29. Mengabaikan pajak pendapatan, berapa pengaruh total dari kesalahan-kesalahan tersebut terhadap jumlah modal-kerja pada 31 Desember 1979? a, Modal kerja menjadi terlalu-besar sebesar Rp4.200 b. Modal kerja menjadi terlalu-kecil sebesar Rp5.800 c. Modal kerja menjadi terlalu-kecil sebesar Rp6.000 d. Modal kerja menjadi terlalu-kecil sebesar Rp9.800 Jawab: a Pengaruh total dari kesalahan-kesalahan ini akan menyebabkan modal kerja pada tanggal 31 Desember 1979 menjadi terlalu-besar sebesar Rp4.200, dihitung sebagai berikut: Modal Kerja 31/12/79 terlalu-besar (terlalu-kecil) Kesalahan dalam persediaan awal 1979 Rp15.000 Kesalahan karena belum mencatat penerimaan dari penjualan mesin (10.800) Modal kerja netto__ terlalu-besar Rp4.200