Anda di halaman 1dari 12

Proses Transportasi Sel dalam Pembuatan Syrup

Mekar Yulia Putri


102012139/ A5
Fakultas Kedokteran Universitas Krida Wacana
Jalan Terusan Arjuna No.6, Jakarta Barat 11510
Email: lia_180795@yahoo.co.id

Pendahuluan
Dalam proses kehidupan manusia, proses metabolisme tubuh adalah proses yang
penting, salah satunya adalah transportasi sel. Transportasi sel merupakan salah satu proses
metabolisme yang selalu terjadi tiap waktu. Transportasi sel ini tidak hanya terjadi dalam
tubuh manusia, namun dalam kehidupan sehari-hari proses ini juga berlangsung, seperti
percampuran antara air gula pekat dengan air, atau pembuatan sirup.
Transportasi sel dikatakan penting karena konsentrasi bahan kimia di dalam sel
berbeda dengan konsentrasi bahan kimia di luar sel/ yang mengelilingi sel. Proses
transportasi sel membutuhkan media yaitu membran plasma atau pemisah antara bahan-bahan
kimia di dalam sel dengan lingkungan di sekitarnya. Transportasi sel ini baik yang
berlangsung dalam tubuh manusia maupun di dalam kehidupan sehari-hari juga sangat
diperlukan. Dalam prosesnya berlangsungnya transportasi sel ini ada yang membutuhkan
energi dalam bentuk (ATP) dan ada yang tidak memerlukan energi.

Tujuan
1. Untuk mengetahui mekanisme transportasi sel sebagai salah satu contoh proses
metabolisme
2. Mengetahui jenis-jenis transportasi sel
3. Mengetahui dan memahami jenis transportasi sel pada pembuatan sirup

Pembahasan
Transportasi sel adalah suatu proses pergerakan molekul atau ion dari dalam maupun
luar sel yang merupakan proses terpenting dalam sel. Transportasi sel ini terjadi pada
membran plasma yang memiliki fungsi untuk memisahkan bahan kimia di dalam dan di luar
sel. Transportasi sel ini terbagi menjadi dua, yakni transportasi aktif yang membutuhkan
energi diantaranya Transportasi aktif primer,sekunder, endositosis dan eksositosis serta
transportasi pasif yang tidak membutuhkan energi seperti difusi, difusi terfasilitasi, osmosis.1
Sekarang saya akan membahas mekanisme transportasi sel dalam hubungannya
dengan skenario kasus A
Skenario A
Amir kelas 7 (kelas 1 SMP) mendapat tugas dari gurunya tentang sel dan bagaimana
terjadi nya berbagai proses metabolisme tubuh, dimana salah satu contohnya adalah proses
transportasi sel. Contoh yang diberikan gurunya adalah proses dalam pembuatan sirup. Oleh
gurunya Amir diminta untuk menjelaskan dan mencari contoh-contoh lain tentang
transportasi sel.

1. Identifikasi Istilah

Metabolisme: Segala proses reaksi kima yang terjadi di dalam tubuh/ reaksi enzimatis
Transportasi sel :Suatu proses pergerakan molekul atau ion dari dalam maupun luar
sel yang merupakan proses terpenting dalam sel

2. Rumusan Masalah

Proses Transportasi sel pada pembuatan sirup

3.Hipotesis

Proses pembuatan sirup termasuk proses transportasi sel pasif

1. Primer

4. Analisis Masalah

2. Sekunder
Transport
Aktif

Prokarioti
k
Sel
Eukarioti
k

Membran
Plasma

Transporta
si sel

Osmos
is
1. Simple
difusi

Transport
Pasif
Difusi

2.Difusi
Terfasilitasi

5. Sasaran pembelajaran

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai sel, membran plasma dan macam-macam
transportasi sel

6. Hasil
Sebelum mengetahui lebih dalam mengenai proses transportasi sel, kita harus
mengetahui unit terkecil pada makhluk hidup yaitu sel dan bagian-bagian yang terdapat di
dalamnya yang berperan dalam proses transportasi sel.
Sel
Sel merupakan unit fungsional terkecil penyusun makhluk hidup baik struktural
maupun fungsional.2 Sel terbagi menjadi 2, yakni sel eukariotik dan prokariotik. Sel
eukariotik adalah sel yang memiliki membran plasma atau pembatasan untuk melindungi
bahan kimia dalam dengan bagian luar, memiliki nukleus, DNA double helix, dan sitoplasma
beserta

organel-organel yang lebih kompleks yang ada didalamnya. Sedangkan

sel

prokariotik tidak memiliki membran inti dan bahan-bahan kimia didalamnya lebih sederhana
dengan DNA sirkuler, nukleoid, ribosom.
3

Dalam proses transportasi sel hanya makhluk hidup bergolongan eukariotik yang
dapat melakukan transportasi sel, karena dalam proses transportasi sel memerlukan membran
plasma sebagai medium perpindahan ionnya. Sehingga untuk mempelajari transportasi sel
kita akan membahas lebih dalam mengenai eukariotik dan organel-organel di dalamnya.
A. Membran Plasma3
Membran plasma merupakan selaput tipis, halus dan elastis yang menyelubungi
permukaan sel hidup. Pada umumnya, sel bersifat permeabel terhadap zat-zat yang
molekulnya kecil atau berbentuk ion, namun bersifat impermeabel terhadap zat-zat dengan
ukuran molekul besar sehingga dapat dikatakan membran plasma bersifat permeabel selektif
atau semi-permeabel.
Membran plasma terbentuk dibentuk oleh dua lapisan lipid ampifatik,karbohidrat dan
protein serta mengandung polisakarida dan kolestrol dalam jumlah yang kecil. Membran
plasma bersifat asimetris dimana bagian dalam dan luar memiliki komponen yang berbeda.
Beberapa peranan penting pada membran plasma adalah:

Pengatur keluar masuknya zat dari dalam ke luar (transportasi sel)


Tempat berlangsungnya reaksi kimia
Penghubung transfer energi antara bagian dalam dan luar sel

B. Inti sel (nukleus)3


Inti sel merupakan bagian sel yang berfungsi sebagai pusat pengendali aktivitas sel
dan pengontrol genetik. Inti sel diperlukan untuk mengontrol reaksi-reaksi kimia,
pertumbuhan dan pembelahan sel. Tanpa intisel sel tidak mampu berkembang biak dan
memperbaiki dirinya yang rusak. Pada umumnya organel ini berbentuk bulat dan memiliki
inti di bagian tengahnya. Inti sel tersusun atas:

Selaput atau membran inti


Nukleoplasma atau plasma inti
Nukleolus atau anak inti
Benang-benang kromatin
Membran inti merupakan selaput tipis dan elastis yang membungkus nukleus. Di

dalam membran inti terdapat pori yang berupa celah atau saluran-saluran halus yang
berfungsi untuk mengalirnya berbagai senyawa dari nukleoplasma ke sitoplasma atau
sebaliknya.
4

Nukleoplasma di bagian dalamnya terdapat butir-butir kromatin yang menyebar tidak


merata dan sering membentuk kelompok. Kromatin di bedakan antara kromatin integral yaitu
kelompok kromatin yang tenggelam dalam dalam nukleoplasma dan kromatin periferal
yaitu kelompok kromatin yang menempel pada membran inti.
DNA,RNA, protein, lipida, enzim dan dan beberapa komponen anorganik terdapat
dalam nukleus sel dan sebagian besar RNA nukleus sel dan sebagian kecil DNA nuleus sel
terdapat di nukleoulus.
C. Sitoplasma dan organel-organelnya3
Sitoplasma merupakan bagian terbesar pada sel, yaitu tempat berlangsungnya hampir
semua reaksi enzimatik dalam metabolisme sel. Komponen utama penyusun sitoplasma
adalah:

Sitosol, yaitu fase cair yang konsistensinya hampir menyerupai gel dan memiliki
komposisi yang kompleks. Didalam sitosol mengandung protein protein terlarut
berupa enzim serta protein berbentuk filamen yang disebut sitoskleton. Selain
enzim dan protein berbentuk filamen halus di dalam sitosol juga terdapat ribuan

ribosom yang aktif mensintesis protein.


Subtansi-subtansi simpanan, seperti tetesan lemak, protein, dan glikogen yang

ditimbun sewaktu-waktu dapat digunakan.


Sitoskleton atau rangka sel yaitu yang jaringan struktur seperti benang atau

serabut yang saling berhubungan dan memberikan kekuatan mekanik pada sel
Organel-organel sel yaitu, benda-benda kecil yang memiliki bentuk dan fungsi
khusus yang berperan dalam proses metabolisme.Mitokondria, retikulum
endoplasma, ribosom, lisosom, badan mikro, dan badan golgi yang merupakan
organel organel sitoplasma yang telah diketahui peranannya. Organel-organel
yang terdapat di sitoplasma akan di jelaskan lebih lanjut sebagai berikut.4

a.Mitokondria (pabrik sel energi)


Jumlah mitokondria di dalam sel sangat banyak dan bervariasi. Mitokondria
berbentuk

bulat, benang atau seperti tongkat yang berkisar 0.2 sampai 5 mikrometer.
5

Mitokondria mengandung sedikit DNA dan RNA. Tiap mitokondria di bungkus oleh dua
buah sistem membran ganda, yaitu membran (dinding) luar dan membran (dinding) dalam.
Ruang antarmembran yang sempit membatasi membran dalam dan luar. Membran ini
mengandung lipida ampifatik dan protein.
Membran sebelah luar mempunyai permukaan yang halus, bersifat licin dan
mengelilingi keseluruhan mitokondria. Membran sebelah dalam membentuk lipatan-lipatan
yang disebut krista. Rongga bagian dalam mitokondria ini terisi oleh matriks agar-agar yang
semi cair dan mengandung banyak enzim terlarut.
Mitokondria merupakan satu-atunya organel yang menghasilkan energi dalam bentuk
ATP. Sehingga dapat dikatakan mitokondria merupakan pabrik energi sel. ATP (Adenosin Tri
Phospat) yang dihasilkan berdifusi kesemua bagian sel untuk melangsungkan

kerja

seluler. DNA dan RNA terdapat juga di dalam mitokondria yang berperan untuk reproduksi
sel
b. Retikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma adalah organel dalam sitoplasma yang berbentuk ruangan serta
saling berhubungan seperti anyaman. Membran tersebut memiliki struktur lipida ampiftaik
dan protein. Terdapat dua tipe retikulum endoplasma, yaitu retikulum endoplasma kasar yang
permukaannya tidak rata karena diselubungi ribosom. Di dalam RE kasar mendukung
terjadinya proses sintesis protein yang terjadi pada ribosom yang menempel padanya. Lalu
yang kedua adalah retikulum endoplasma halus yang permukaannya halus karena tidak di
tempeli oleh ribosom, di dalam RE halus terjadi biosintesis lemak dan karbohidrat karena
aktifitas enzim-enzim pada bagian permukaan.
c. Kompleks Golgi
Kompleks golgi/ badan golgi memiliki bentuk kantong-kantong pipih yang bertumpuk
dan mempunyai tepi-tepi yang membengkak. Organel ini berlekatan dengan retikulum
endoplasma.
Kompleks golgi berperan sebagai gudang sementara untuk produk tertentu (protein)
yang dihasilkan oleh retikulum endoplasma. Didalam kompleks golgi protein di kemas, di
modifikasi dan di edarkan ke luar sel. Karbohidrat juga dapat di sintesis oleh kompleks golgi
dan di kombinasikan dengan dengan protein dalam gudang simpanan produk retikulum
6

endoplasma dan menghasilkan glikoprotein. Protein majemuk ini sangat di butuhkan oleh
banyak sel. Badan golgi ini juga ikut berperan dalam pembentukan kantung sekresidan
membran plasma.
d. Ribosom
Meskipun sangat kecil, ribosom memiliki peranan yang sangat penting karena
ribosom berperan dalam proses sintesa protein dalam sitoplasma. Di dalam sel, ribosom
terdapat bebas dalam sitoplasma dan ada juga yang menempel di retikulum endoplasma.
Ribosom yang terdapat bebas di sitoplasma berfungsi mensintesis protein yang akan
digunakan pada sel itu sendiri sedangkan ribosom yang menempel di selaput dinding
retikulum endoplasma digunakan untuk mensintesis protein. Protein yang dihasilkan akan
dikeluarkan dari sel oleh organel mempunyai fungsi sekresi. Ribosom memiliki bentuk bulat
yang disusun oleh dua buah sub unit, yakni sub unit besar dan kecil.
e. Lisosom dan Peroksisom
Lisosom adalah organel dalam sitoplasma yang berupa kantung-kantung berselubung
berselaput tipis dan di dalamnya terdapat enzim-enzim hidrolitik. Enzim-enzim hidrolitik ini
di sintesis dalam ribosom pada retikulum endoplasma kasar, kemudian enzim diserahkan
pada kompleks golgi, dari situ enzim di transfer ke lisosom. Kelompok enzim hidrolitik ini
mampu mencerna makromolekul-makromolekul di dalam sel menjadi unit-unit penyusunnya.
Lisosom sering di sebut sistem pencernaan sel yang berperan dalam melindungi sel
dari pengganggu yang masuk dengan mehancurkan atau melapukan virus atau bakteri yang
masuk secara fagositosis atau pinositosis
Peroksisom terdapat pada sel tumbuhan atau hewan yang banyak mengandung
protein, badan mikro peroksisom berupa rongga-rongga kecil seperti gelembung dan hanya
memiliki membran tunggal di bagian luar. Matriks peroksisom memiliki enzim katalase.
Hidrogen peroksida sebagai produk metabolisme bersifat toksik pada kehidupan sel sehingga
enzi katalase tersebut akan merombak hidrogen peroksida tersebut menjadi air dan oksigen
sehingga sel terlindung dari pengaruh perusakan oleh peroksida.
f. Sitoskleton
Kerangka sel atau sitoskleton adalah suatu filamen atau serabut protein. Sitoskleton
dibedakan atas:
7

Filamen aktin yang mempunyai diameter 8nm


Mikrotubulus yang berdiameter 25 nm
Filamen intermediet yang berdiameter 10 nm

Sitoskleton tidak hanya menjadi kerangka sel namun juga memberikan kekuatan mekanik
pada sel dan membantu pergerakan subtansi dari satu bagian sel ke bagian yang lain.
Mikro filamen merupakan rantai ganda protein yang saling melilit dan struktur rantainya
tersusun atas bola-bola aktin, oleh karena itu sering dikenal dengan sebagai filamen aktin.
Mikrotubulus adalah rantai protein yang berbentuk spiral, dan spiral tersebut membentuk
tabung berlubang, struktur rantainya tersusun atas bola-bola tubulin. Filamen intermediet
adalah rantai molekul protein yang berbentuk untaian yang saling melilit dan struktur
rantainya tersusun atas bola-bola vimentin.
Setelah menjabarkan organel-organel apa saja yang ada di dalam sel eukariotik yang
memiliki selaput membran plasma, barulah kita dapat menjabarkan lebih jauh mengenai
mekanisme transportasi sel dan jenis-jenisnya.
Transportasi sel adalah suatu proses pergerakan molekul atau ion dari dalam maupun
luar sel yang merupakan proses terpenting dalam sel. Seperti yang sudah di jelaskan
sebelumnya transportasi sel dapat terjadi melalui membran plasma. Berdasarkan ada tidaknya
energi yang digunakan untuk melakukan perpindahan molekul atau ion, transportasi ion
terbagi menjadi dua ,yaitu transport aktif dan transport pasif.
Transpor pasif adalah proses perpindahan molekul atau ion tanpa menggunakan energi
(ATP). Transpor pasif di bagi menjadi tiga yakni osmosis, difusi terfasilitasi dengan
ion dan difusi terfasilitasi carrier potein.5
1. Osmosis: Osmosis adalah perpindahan molekul dari larutan yang hipotonik
(larutan yang mengandung konsentrasi yang lebih tinggi )ke larutan yang
hipertonik (Larutan yang mengandung konsentrasi yang lebih rendah di
bandingkan larutan pembandingnya) melalui sebuah membran yang dikenal
sebagai semipemeabel yaitu pembatas yang hanya membiarkan beberapa
bahan-bahan untuk lewat melaluinya
2. Simple difusi: Difusi sederhana adalah perpindahan molekul yang dapat
terjadi dari tempat yang konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Difusi dapat
terjadi melalui membran maupun tidak melalui membran
3. Difusi terfasilitasi dengan ion:
8

Perpindahan molekul dari konsentrasi tinggi ke rendah namun membutuhkan


rangsangan berupa protein,untuk membuka protein transmembran barulah
molekul dapat berpindah dari luar sel ke dalam ataupun sebaliknya
4. Difusi terfasilitasi carrier protein:
Memindahkan molekul besar yang tidak larut dalam lemak seperti glukosa
untuk melewati membran plasma, sehingga membutuhkan subtansi yang di
transport dimana terikat pada suatu protein pembawa yang spesifik untuk
subtansi tersebut. Perpindahan molekul yang dapat terjadi karena molekul
tersebut membawa protein untuk dapat masuk melalui protein transmembran.
Transportasi aktif terjadi apabila sel secara aktif memindahkan zat-zat melalui
membran sel dengan menggunakan energi. Biasanya transpor aktif dilakukan untuk
memindahkan zat dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi. Misalnya glukosa
tidak dapat melalui membran sel karena ukurannya terlalu besar. Oleh karena itu
molekul glukosa ini di angkut secara aktif. Energi yang di gunakan untuk transpor
aktif ini di dapat dari pemecahan ATP menjadi ADP, fosfat dan energi. Selanjutnya
glukosa yang berikatan dengan fosfat lah yang dapat melalui membran sel tersebut.
Transportasi aktif terbagi menjadi dua yaitu transpor aktif primer dimana
membutuhkan pompa Na-K untuk melepaskan Natrium dan Kalium dengan
melakukan pemecahan ATP. Dan transpor aktif sekunder yang berguna untuk
mentransportkan molekul glukosa dengan konsentrasi rendah di luar sel untuk masuk
ke dalam sel, dimana glukosa di luar sel dengan konsentrasi rendah membutuhkan Ion
Natrium yang konsentrasinya tinggi di luar sel, sehingga dapat masuk melalui
symport/ protein transmembran. Namun pada transpor aktif sekunder tidak
membutuhkan ATP.
Pada transportasi aktif di kenal dengan endositosis dan eksositosis.6 Dimana
endositosis adalah proses transportasi bahan-bahan dari luar ke dalam sel melalui
suatu vesikel, sedangkan eksositosis sebaliknya dari dalam sel ke luar sel. Pada
endositosis dapat terjadi 2 cara tergantung pada ukuran dan bahan yang di
transportasikan, yakni secara fagositosis dan pinositosis
Fagositosis adalah proses memakan partikel besar atau makromolekul seperti bakteri.
Biasanya vesikel akan berdifusi dengan lisosom untuk mencerna dan menghancurkan
partikel yang tidak diinginkan. Sedangkan pinositosis merupakan proses memakan
partikel-partikel kecil atau mikromolekul

Kesimpulan
Transpor sel atau pemindahan molekul-molekul/ ion dapat terjadi apabila memiliki
membran plasma atau sel eukariotik, membran plasma sendiri memiliki beberapa fungsi yang
salah satunya adalah membatasi bahan kimia yang ada di luar sel dengan yang di dalam.
Transpor sel berdasarkan ada atau tidaknya energi yang dibutuhkan di bagi menjadi 2 yaitu,
transpor aktif dan pasif. Pada transpor aktif di butuhkan energi dalam bentuk ATP untuk
mentransportasi kan molekul-molekulnya, sedangkan pada transpor pasif tidak membutuhkan
energi seperti proses osmosis,difusi serta difusi terfasilitasi.
Dalam kasus dapat kita liat bahwa proses pembuatan sirup merupakan salah satu
contoh

proses transpor sel secara difusi dimana perpindahan molekul yang dapat terjadi dari

tempat yang konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Difusi dapat terjadi melalui membran
maupun tidak melalui membran.

Daftar Pustaka
1. Firmansyah Ricky dan Mawardi Agus. Mudah dan aktif belajar biologi.Jakarta: Grafindo
Media Pratama.2009.10
2. Slonane Ethel. Anatomi dan fisiologi untuk pemula.Jakarta:EGC.2006.34
3.Sumardjo

Damin.

Pengantar

kimia

buku

panduan

kuliah

mahasiswa

kedokteran.Jakarta:EGC.2007.5-6
4.Aryulina Dyah. Biologi jilid 2.Jakarta:Erlangga.2006.15-19
5.James Joyce.Prinsip-prinsip sains untuk keperawatan.Jakarta:Erlangga.2008.27-28
10

6.Corwin Elizabeth.Buku saku patofisiologi edisi-3.Jakarta:EGC.2009.9-10

11

http://books.google.co.id/books?
id=N78JAQDz9g8C&pg=PA14&dq=transportasi+sel+adalah&hl=en&sa=X&ei=
PAHMUKz9DMHirAffyoGACw&ved=0CDIQ6AEwAA#v=onepage&q=transpor
tasi%20sel%20adalah&f=false

http://books.google.co.id/books?
id=7Lauz8HpOVAC&pg=PA4&dq=transportasi+sel+adalah&hl=en&sa=X&ei=P
AHMUKz9DMHirAffyoGACw&ved=0CGEQ6AEwCQ#v=onepage&q=transpor
tasi%20sel%20adalah&f=false
http://books.google.co.id/books?
id=CURqVeFJ39AC&pg=PA6&dq=transportasi+sel+adalah&hl=en&sa=X&ei=P
AHMUKz9DMHirAffyoGACw&ved=0CFYQ6AEwBw#v=onepage&q=transport
asi%20sel%20adalah&f=false
Endositosis

http://books.google.co.id/books?id=0bMJ2p9GdAC&pg=PA9&dq=difusi+terfasilitasi&hl=en&sa=X&ei=kkzNUJWWO
o7krAe4lIHwCQ&ved=0CDIQ6AEwAA#v=onepage&q=difusi
%20terfasilitasi&f=false
difusi
http://books.google.co.id/books?
id=AIDbNCmkNtgC&pg=PA28&dq=difusi+terfasilitasi&hl=en&sa=X&ei=kkzN
UJWWOo7krAe4lIHwCQ&ved=0CDcQ6AEwAQ#v=onepage&q=difusi
%20terfasilitasi&f=false

12