Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN CAIR-SEMIPADAT

PERCOBAAN IV
"UNGUENTUM

DISUSUN OLEH :

- Ari Munjirotun N

(A1131002)

-Tri Anik

(A1131012)

-Yohana Eny L

(A1131016)

I.
II.

TUJUAN
1. Membuat salep salisilat dengan basis larut air dan basis berlemak.
2. Melakukan pengujian terhadap salep.
DASAR TEORI
Menurut FI Edisi IV, Salep adalah sediaan setengah padat ditujuka untuk
pemakaian topikal pada kulit atau selaput ledir. Salep tidak boleh berbau tengik.
Kecuali ditanyakan lain kadar bahan obat dalam salep yang mengandung obat
keras atau narkotika adalah 10%.
Penggolongan salep
1. Unguenta
Adalah salep yang mempunyai konsistensi seperti mentega, tidak mencair
pada suhu biasa tetapi mudah dioles tanpa memakai tenaga.
2. Cream
Adalah salep yang banyak mengandung air, mudah diserap kulit. Suatu tipe
yang dapat dicuci dengan air.
3. Pasta
Adalah suatu salep yang mengandung lebih dari lebih dari 50% zat
padat(serbuk). Suatu salep tebal karena merupakan penutup atau pelindung
bagian kulit yang dioles.
4. Cerata
Adalah suatu salep berlemak yang mengandung persentase tinggi lilin
(waxes), sehingga konsistensinya lebih keras.
5. Gelones Spumae (Jelly)
Adalah suatu salep yang lebih halus. Umumnya cair dan mengandung sedikit
atau tanpa lilin digunakan terutama pada membran mukosa sebagai pelicin
atau basis. Biasanya terdiri dari campuran sederhana minyak dan lemak
dengan titik lebur yang rendah.
Setiap salep obat menggunakan salah satu dasar salep. Menurut FI Edisi IV, dasar
salep yang digunakan sebagai pembawa dibagi dalam 4 kelompok, yaitu :
1. Dasar Salep Hidrokarbon
Dasar salep ini dikenal sebagai dasar salep berlemak, antara lain vaselin putih
dan salep putih. Dasar salep hidrokarbon digunakan terutama sebagai emolien,
sukar dicuci, tidak mengering dan tidak tampak berubah dalam waktu lama.
2. Dasar Salep Serap
Dasar salep serap ini dibagi dalam 2 kelompok. Kelompok pertama terdiri atas
dasar salep yang dapat bercampur dengan air membentuk emulsi air dalam
minyak (parafin hidrofilik dan lanolin anhidrat), dan kelompok kedua terdiri
atas emulsi air dalam minyak yang dpat bercampur dengan sejumlah larutan
air tambahan (lanolin). Dasar salep ini juga berfungsi sebagai emolien.

3. Dasar Salep yang dapat dicuci dengan air


Dasar salep ini adalah emulsi miyak dalam air, antara lain salep
hidrofilik(krim). Dasar salep ini dinyatakan juga sebagai dapat dicuci dengan
air, karena mudah dicuci dari kulit atau dilap basah sehingga lebih dapat
diterima untuk dasar kosmetika.
4. Dasar Salep Larut Dalam Air
Kelompok ini disebut juga dasar salep tak berlemak dan terdiri dari konstituen
larut air. Dasar salep ini lebih tepat disebut gel.
Ketentuan dalam pembuatan salep :
1. Peraturan salep pertama
Zat- zat yang dapat larut dalam campuran lemak dilarutkan kedalamnya,
jika perlu dengan pemanasan.
2. Peraturan salep kedua
Bahan-bahan yang dapat larut dalam air, jika tidak ada peraturanperaturan lain dilarutkan lebih dahulu dalam air, asalkan air yang
digunakan dapat diserap seluruhnya oleh basis salep. Jumlah air yang
dipakai dikurangi dari basis.
3. Peraturan Salep Ketiga
Bahan- bahan yang sukar atau hanya sebagian dapat larut dalam lemak dan
air, harus diserbuk lebih dahulu kemudian diayak dengan pengayak B40.
4. Peraturan Salep Keempat
Salep- salep yang dibuat dengan jalan mencairkan, campurannya harus
digerus sampai dingin.
Keterangan Bahan
1. Asam Salisilat (Acidum Salicylicum) FI IV hal 51
Pemerian : hablur putih biasanya berbentuk hablur halus atau serbuk
hablur, halus putih, rasa agak manis, tajam dan stabil diudara. Bentuk
sintesis warna putih dan tidak berbau. Jika dibuat dari metil salisilat alami
dapat berwarna kekuningan atau merah jambu dan berbau lemah mirip
menthol.
Kelarutan : sukar larut dalam air dan dalam benzana, mudah larut dalam
etanol dan dalam eter, larut dalam air mendidih, agak sukar larut dalam
kloroform.
Khasiat : keratolitik
2. Cera Alba (Malam Putih) FI IV hal 186
Pemerian : padatan putih kekuningan , sedikit tembus cahaya dalam
keadaan lapisan tipis, bau khas lemah dan bebas bau tengik. Bobot jenis
lebih kurang dari 0,95.
Kelarutan : tidak larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol.

Khasiat : basis salep


3. Vaselin Album (FI IV hal 822)
Pemerian : putih atau kekuningan pucat, massa berminyak transparan
dalam lapisan tipis setelah didinginkan pada suhu 00.
Kelarutan : tidak larut dalam air, sukar larut dalam etanol dingin atau

III.

panas.
Khasiat : Bahan tambahan
FORMULA
Salep basis hidrokarbon
NAMA BAHAN
FORMULA 2
Asam salisilat
3%
Cera Alba
2%
Vaselin album
Ad 100%
Dibuat salep asam salisilat 15 gram

KHASIAT
Keratolitik
Basis salep
Basis salep

IV.
ALAT DAN BAHAN
1. Alat
- Mortier + stamper
- Cawan porselen
- Erlenmayer
- Sendok sungu
- Pipet
- Batang pengaduk
- Water bath
- Kotak kaca
- Alat uji daya lekat
- Kertas saring
2. Bahan
- Asam salisilat
- Cera alba
- Vaselin putih
- Emolien (gliserin)
V.

PERHITUNGAN BAHAN
NO
1
2
3
4

VI.

NAMA BAHAN
Asam salisilat
Cera alba
Vaselin album

FORMULA
3% x 30 g : 0,9 ~ 0,903 g
2% x 30 g : 0,6 ~ 0,607 g
30g-(0,9+0,6g+0,6G) =

FUNGSI
Keratolitik
Basis salep
Basis salep

Emolien

27,9 ~ 27,923 g
2% x 30 g : 0,6 g ~ 20

Emolien

(gliserol)

tetes

PROSEDUR PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

a. SKEMA CARA KERJA PEMBUATAN SALEP

Disiapkan alat dan bahan

Lelehkan cera alba dan vaselin dalam


cawan, aduk sampai homogen,
dinginkan kira- kira sampai suhu 500 c

Ditimbang asam salisilat mortier


hangat,tambahkan spiritus fortios
beberapa tetes, gerus halus

ditambahkan sds campuran di cawan,


timbang gliserin, masukkan mortier,
aduk sampai homogen

Hasil sediaan dimasukkan dalam pot


salep, beri etiket dan label

Dilakukan pengujian terhadap sediaan


salep meliputi : uji oraganoleptis, uji
homogenitas, uji daya sebar, uji
kemampuan proteksi, uji daya lekat
salep, uji PH.

b. SKEMA CARA KERJA PENGUJIAN

UJI ORGANOLEPTIS : Dibau dirasakandilihat warna dan bau

UJI HOMOGENITAS : Oleskan salep secukupnya pada objek glass amati


susunan partikel (homogen / tidak homogen)

UJI DAYA SEBAR : timbang 0,5 g salep, letakkan di tengah kaca bulat
timbang dahulu kaca yang satunya, letakkan kaca tersebut diatas
massa salep dan biarkan selama 1 menit ukurlah diameter salep yang
menyebar (dengan mengambil panjang rata- rata diameter dari
beberapa sisi) tambahkan 50 g beban tambahan, diamkan selama 1
menit dan catat diameter salep yang menyebar seperti sebelumnya
teruslah dengan menambah beban tiap kali dengan beban tambahan
50g sampai 200g, dan catat diameter salep yang menyebar setelah 1
menit gambarkan grafik hubungan antara beban dan luas salep yang
menyebar ulangi masing2 3 kali untuk salep yang diperiksa.

UJI KEMAMPUAN PROTEKSI : ambil sepotong kertas saring (10cm x


10cm), basahi dengan larutan fenolftalein untuk indikator, setelah itu
kertas dikeringkanoles kertas dengan salep yang akan dicoba, seperti
lazimnya orang menggunakan salep sementara itu pada kertas saring
yang lain, buatlah suatu areal (2,5cm x 2,5cm) dengan parafin yang
padat yang dilelehkan. setelah kering/ dingin akan didapat areal yang
dibatasi dengan parafin padat tempelkan kertas tersebut diatas
kertas sebelumnya tetesi area ini dengan larutan KOH 0,1 N lihatlah
sebelah kertas yang dibasahi dengan larutan fenolftalein pada waktu
15,30,45 detik, 3 dan 5 menit apakah ada noda berwarna merah/
kemerahan pada kertas tersebut jika tidak ada, berarti salep dapat
memberi proteksi terhadap cairan (larutan KOH)

UJI DAYA LEKAT SALEP : Letakkan salep(secukupnya) diatas objek glass


yang telah ditentukan luasnya letakkan objek glass yang lain diatas
salep tersebut, tekanlah dengan beban 1 kg selama 1 menitpasang
objek glass pada alat teslepaskan beban seberat 80g dan catat
waktunya hingga kedua objek glass tersebut terlepas

UJI PH : Timbang 5 g salep, diencerkan dengan aquadest


5mlcelupakn PH stik selama 1 menit lihat perubahan angka di PH
meter.

VII.

DATA EVALUASI
A. UJI ORGANOLEPTIS
Warna
: putih susu
Bau
: tidak berbau
B. UJI HOMOGENITAS
Sediaan homogen (tidak ada butiran kasar atau gumpalan pada sediaan salep )
C. UJI PH
PH dapar
: 7,58
PH air
: 7,71
PH sediaan : 3,16
D. KEMAMPUAN PROTEKSI
Diperoleh hasil : pada kertas saring yang telah diperlakukan diperoleh terdapat
noda merah pada kertas, jadi salep yang dibuat memiliki daya proteksi.
E. UJI DAYA LEKAT
I.
01.13.17 = 73,17 detik
II.
01. 09. 18 = 69,18 detik
III.
01.10. 24 = 70,24 detik
Rata2 : 10,86 detik
F. UJI DAYA SEBAR
Data Pengamatan Daya Sebar
BEBAN
+ kaca
+ 50g
+100g
+150g
+200g

Replikasi 1
1
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3,2 3,2
3,2 3,3 3,3

4
3
3
3
3,2
3,4

Replikasi 2
1
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3,2
3,2 3,2 3,2
3,3 3,4 3,5

4
3
3,2
3,3
3,5
3,5

Replikasi 3
1
2
3
3
3
3
3,2 3
3
3,2 3,5 3,0
3,3 3,5 3,2
3,5 3,5 3,6

4
3,5
3,5
3,5
3,6
3,8

Berat kaca
I
: 96,127
II
: 97,585
III
: 95,547
BEBAN
+ kaca

Replikasi 1
xd
Xr
3
1,5

+ 50g

1,5

L
7,06

Replikasi 2
Xd
xr
3
1,5

5
7,06

1,5

L
7,06

Replikasi 3
xd
xr
3,12 1,565

L
7,69

7,27

5
7,06

5
3,17

7,91

7,35

2
1,585

XLO

+100g
+150g
+200g

1,5

5
7,06

3,17

3,15

1,57

5
7,78

5
3,3

3,3

5
1,65

9
8,54

3,42

1,587

5
7,91

5
3,3

7
1,65

8,55

7,84

5
1,65

3
8,54

3,4

1,7

9,07

8,47

1,715

8
9,21

3,6

1,8

10,1

9,31

Grafik hubungan antara beban dan luas area


10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0

Series 2
Series 3

VIII.

PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini formula yang kita buat unguentum (salep).Salep adalah

sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar, bahan
obatnya harus/terdispersi homogen dalam bahan dasar salep yang cocok. Salep tidak
boleh tengik, kecuali dinyatakan lain kadar bahan obat dalam salep yang mengandung
obat keras atau narkotik adalah 10%.(FI III hal 33 ).
Dalam pembuatan salep kali ini menggunakan basis yang dapat tercuci oleh air,
yaitu emulsi minyak dalam air , antara lain salep hidrofilik. Dasar salep ini dapat juga
dinyatakan juga sebagai dapat dicuci dengan air ,karena mudah dicuci dari kulit/dilap
basah sehingga lebih dapat diterima untuk dasar kosmetika. Pada pembuatan salep

kali ini basis salep ( na lauryl sulfa, nipaso, nipagin, propilengliko, stearyl alcoho,
vaselin album ) dilebur terlebih dahulu dalam cawan porselen diatas penangas air
sampai cair sambil diaduk. Sambil menunggu hasil peleburan kita menyiapkan mortar
panas, kemudian dalam morthir lain kita buat campuran eutektikum camphora dan
mentholu. Setelah peleburan cair kita masukkan dalam morthir panas sambil kita
aduk hingga homogeny basis salep kemudian kita masukkan eutektikum camphora
dan mentholum aduk ad homogen, lalu ditambahkan eugenol aduk adkan dengan aqua
dan aduk lagi sampai homoge, setelah itu dilakukan pengujian.
Pada pengujian salep kali ini yang diuji adalah :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Uji organoleptis ( warna dan bau )


Uji homogenitas
Uji Ph
Uji kemampuan proteksi
Uji daya lekat salep
Uji daya sebar
Untuk uji organoleptis formula III ,IV ,V ,VI , mempunyai bau yang sama yaitu
bau cengkeh ,sedangkan formula I dan II mempunyai bau agak asam karena formula
tersebut tidak menggunakan eugenol . Untuk warna formula I , II ,V , VI ,mempunyai
warna yang sama yaitu putih susu ,sedangkan formula III putih ,dan formula IV putih
tulang . Untuk uji homogenitas formula I s/d VI mempunyai hasil yang sama yaitu
homogen . Untuk pengujian pH didapatkan hasil formula I ( pH dapar 7,8 , pH salep
3,77 ) , formula II ( pH dapar 7,58 , pH salep 3,16 ) , formula III ( Ph dapar 7,73 , pH
salep 7,30 ) , formula IV ( pH dapar 7,58 , Ph salep 7,71 ) , formula V ( pH dapar 7,32
, Ph salep 7,42 ) , formula VI ( pH dapar 7,29 , Ph salep 7,49 ).
Untuk uji kemampuan proteksi formula I s/d VI mempunyai hasil yang sama
yaitu tidak mempunyai kemampuan proteksi karena pada hasil pengujian
menimbulkan noda merah pada kertas saring.Untuk uji daya lekat salep masing
masing didapat hasil yang berbeda , untuk formula I daya lekatnya pada menit ke 5
dan sangat lekat sekali , formula II pada detik 10,86 , formula III pada detik 6,52 ,
formula IV pada detik 10,72 , formula V pada detik 5 , sedangkan untuk formula VI
pada detik 4,68 . Untuk uji daya sebar masing masing formula mempunyai hasil
yang berbeda , mungkin karena bahan dasar salepnya berbeda , dan cara
pembuatannya berbeda , semakin ditambah bebannya akan semakin bertambah lebar
diameternya .

IX.

KESIMPULAN

1. Berdasarkan praktikum kali ini sediaan salep yang dibuat dengan dasar salep yang
dapat dicuci dengan air yaitu emulsi minyak dalam air , antara lain salep hidrofilik
( krim ). Dasar salep ini dinyatakan juga sebagai dapat dicuci dengan air , karena
mudah dicuci dari kulit atau dilap basah , sehingga lebih dapat diterima untuk dasar
kosmetika .
2. Pengujian salep dapat dilakukan dengan uji organoleptis ( warna dan bau ), uji
homogenitas , uji Ph , uji kemampuan proteksi , uji daya lekat salep , dan uji daya
sebar .
3. Tujuan pembuatan salep antara lain sebagai pengobatan pada kulit , melindungi
kulit ( pada luka luar agar tidak terinfeksi ) serta melembabkan .
4. Salep adalah bentuk sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan
sebagai obat luar.
5. Uji pH semakin asam pH salep maka dapat terjadi iritasi pada kulit , begitu juga
dengan PH basa , maka pH salep harus netral , sehingga salep dapat diabsorbsi
pada kulit yang diolesi salep.
6. Pada uji kemampuan proteksi,salep yang ,menggunakan basis salep hidrokarbon
harus mempunyai kemampuan proteksi sehingga dapat melindungi kulit dari
pengaruh luar , bila salep diloeskan pada kulit yang sakit .
7. Dalam praktikum kali ini perbandingan dengan formula terbaik yaitu formula II
dengan hasil agak berbeda yaitu pada uji daya lekat salep , pada formula II daya
lekat salep 10 ,86 detik sedangkan pada formula V 5 detik . Untuk formula II
berbeda karena basis yang dipakai paraffin padat dan vaselin alba , sehingga pada
uji daya lekat salep lebih lama dibanding dengan formula V .
X.

XI.

DAFTAR PUSTAKA
Anif , Moh. 1998. Ilmu Meracik Obat cetakan ke 6. Gadjah Mada University
Press
Anonim . 1949. Farmakope Indonesia ed III. DEPKES RI
Anonim. 1995. Farmakope Indonesia ed IV. DEPKES RI
Anonim. 2007. Obat- Obat Penting. PT. Alex Media Computindo
Anonim. 2009. Handbook Pharmaceutical of Exipients. Pharmaceutical Press
LAMPIRAN, BROSUR, ETIKET, DAN KEMASAN