Anda di halaman 1dari 2

Analisa gas buang

Emisi gas buang sekarang ini banyak dibicarakan orang sehubungan dikeluarkannya aturan
pemerintah daerah ibukota yang mewajibkan uji emisi pada kendaraan bermotor sebelum
meperpanjang pajak kendaraan.
Arti Emisi dan dampak buruk emisi gas buang terhadap manusia.
Udara yang terdapat pada atmosfir bumi utamanya terdiri Oxigen (O2) =21% volume,
Nitrogen (N2) =78% volume dan sisanya 1% terdiri dari bermacam-macam gas diantaranya :
Argon (AR)=0.94% volume dan karbon dioksida (CO2). Masing masing gas sangat
bermanfaat, misalnya O2 brmanfaat sekali untuk manusia dan CO2 untuk tumbuh-tumbuhan.
Namun akibat dari pencemaran gas buang kendaraan, pabrik rumah kaca dan pesawat terbang
maka udara kita menjadi kotor karena timbulnya gas monoxida (CO), Oxide of Nitrogen
(Nox), Sulfur Dioxida (SO2) dan lain-lain, substansi yang tidak berguna terebut dinamakan
polusi udara.
Polusi Udara di atas dalam bentuk gas, bentuk lainnya adalah partikel(padat) misalnya debu,
partikel karbon dan partikel lainnya.
Pada Artikel ini akan dibahas polusi yang dihasilkan kendaraan bermotor yang berupa gas
maupun partikel (karena 70% Polusi udara disebabkan sumber yang bergerak) dan dampak
polusi terhadap kesehatan dan lingkungan.
Polusi kendaraan bermotor
Polusi kendaraan bermotor pada umumnya disebabkan terjadinya proses pembakaran yang
tidak sempurna di dalam mesin, artinya tidak semua bahan bakar yang masuk ke dalam mesin
terbakar habis atau masih ada bahan bakar yang tidak terbakar. Bahan bakar yang tidak
terbakar inilah keluar bersama gas buang melalui knalpot ke udara bebas. Gas yang tidak
terbakar mengandung gas CO, Nox dan SO2. Gas tersebut tidak baik untuk pernafasan karena
beraacun dan berbahaya bagi manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan.
Proses pembakaran tidak sempurna pada mesin disebabkan kurang kontrolnya mesin terhadap
perawatan berkala seperti tidak normalnya kerja busi, kotornya saringan udara, kualitas
bensin yang tidak baik, system pengapiannya tidak baik dan sebagainya.
Dampak polusi terhadap kesehatan dan lingkungan
Emisi kendaraan yang mencemari udara dan lingkungan dapat mengganggu kesehatan
manusia, terutama bagi manusia yang tinggal di kota besar, yang bermukim di daerah industri
dan padat lalulintas kendaraan bermotor. Akibat polusi maka timbul asap dan uap yang
berbau dan akan mempengaruhi pernafasan, penciuman, penglihatan, badan menjadi lemas,
IQ berkurang dan bila dibiarkan terus akan mengakibatkan kematian massal.
Akibat itu tidak hanya berdampak pada manusia saja tetapi juga pada hewan dan tumbuhan.
Ketika polusi timbul maka gas khususnya hydrocarbon (HC) dan Nox tertimbung di udara
maka akan menahan sinar matahari dan terjadilah reaksi photochemical dan akan membentuk
substansi kimia dan oksigen lain terutama O3(ozon) yang merupakan oksidan paling kuat
sifatnya mengakibatkan fenomena smog. Photocemical smog akan menghalangi pandangan,
iritasi mata dan menjadi penyebab kanker.

Berikut adalah akibat fatal bila banyak menghirup polusi :


CO(Carbon monoksida)
Menghambat peertukaran oxygen di dalam darah. Apabila konsentrasi CO di udara 30-40
ppm menyebab kan system syaraf kaku. Apabila konsentrasi CO di udara 500 ppm
menyebabkan nafas lebih pendek atau sesak nafas dan kepala pusing ketika badan digerakkan
. Apabila konsentra CO di udara sangat tinggi bisa menyebabkan kematian.
HC (Hydrocarbon)
Menyebabkan Iritasi saluran pernafasan. Pertumbuhan kanker dalam tubuh, sesak nafas.
Nox (Oxides of nitrogen)
Iritasi mata, hidung, kerongkongan yang selanjutnya mengakibatkan batuk, kepala pusing dan
kerusakan terhadap paru-paru. Iritas bau tak sedap, serta iritasi mata dan hidung, Batuk,
pusing dan pilek.
Inilah akibat buruk terhadap polusi maka kita harus sadar untuk merawat kendaraan tidak
hanya berdalih untuk memperpanjang STNK tetapi lebih luas lagi yaitu dampak lingkungan
khususya manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan.