Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

I. 1

Latar Belakang
Kalor berasal dari kata caloric. Istilah kalor pertama kali diperkenalkan oleh

Antonie Laurent Lavoiser, seorang ahli kimia asal Perancis pada tahun 1789.
Satuan kalor deberi nama kalori disingkat menjadi kal. Satu kalori ialah
banyaknya kalor yang diperlukan untuk memanaskan 1 gram air sehingga
suhunya naik 1oC.
Kalor adalah energi yang ditransfer dari satu benda ke benda lain karena
beda temperatur. Bila energi panas ditambahkan pada suatu zat, maka
temperatur zat itu biasanya naik. Jumlah energi panas Q yang di butuhkan untuk
menaikkan temperatur suatu zat adalah sebanding dengan perubahan
temperatur dan massa zat itu.
Hal ini yang menyebabkan penulis ingin mengetahui bagaimana cara
kerja kalorimeter dan panas lebur es yang telah dilakukan pada percobaan ini.
Dalam menentukan panas lebur es, kita harus benarbenar teliti dalam
mengukur suhu dan memakai termometer serta dengan harus selalu menjaga
kesetabilan suhu termometer tersebut agar mendapatkan hasil yang baik.
I. 2

Pembatasan Masalah
Percobaan ini dibatasi dengan bagaimana praktikan melakukan

percobaan dengan menentukan panas lebur es dan mempelajari cara


kerja kalorimeter.
I. 3

Tujuan Percobaan
Adapun tujuan percobaan ini adalah mempelajari bagaimana cara

kerja kalorimeter dan menentukan panas lebur es.

I.

Metodologi
Adapun metodologi

yang

penulis

gunakan

dalam

laporan

praktikum ini adalah berbentuk eksperimen di laboratorium dan


perhitungan secara kuantitatif.

I.

Sistematika Penulisan
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
ABSTRAK
BAB I PENDAHULUAN
I. 1 Latar belakang
I. 2 Pembatasan masalah
I. 3 Tujuan percobaan
I. 4 Metodologi
I. 5 Sistematika penulisan
BAB II KERANGKA TEORI
II. 1 Konsep tertulis
II. 2 Hipotesis
BAB III PELAKSANAAN DAN PENGOLAHAN DATA
III. 1 Persiapan
III.
1. 1 Alat dan Bahan
III. 2 Pelaksanaan
III.
2. 1 Cara kerja
Lembar data
III. 3 Pengolahan data
III.
3. 1 Data Ruangan
III.
3. 2 Perhitungan Statistik
BAB IV TUGAS AKHIR
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA

BAB II
KERANGKA TEORI

II. 1

Konsep Tertulis
Panas lebur es adalah banyaknya kalor yang diperlukan oleh

setiap gram es untuk mencair. Suhu es akan konstan selama es


mencair. Percobaan ini didasari oleh Asas Black, yaitu jika dua buah
benda dengan suhu berbeda saling didekatkan, maka benda yang
suhunya lebih tinggi akan memberikan kalor kepada benda yang
suhunya lebih rendah, akibatnya suhu kedua benda menjadi sama.

Dalam hal ini banyaknya kalor yang diberikan oleh benda pertama
sama banyaknya dengan kalor yang diterima oleh benda kedua,
sehingga dirumuskan:
(H + ma . Ca) (t1 - t2) = (L + t2 . Ca) me

..............

(1)
Dimana:
H = Nilai air kalorimeter beserta pengaduk
ma = Massa air dalam kalorimeter (gram)
me = Massa es dalam kalorimeter (gram)
t1 = Suhu mula-mula dari kalorimeter dan air (oC)
t2 = Suhu air setelah es mencair semua (oC)
L = Panas lebur es (yang akan ditentukan harganya) (kalori/gram)
Ca = Panar jenis air (= 1 kal/gr oC)
Dengan menggunakan persamaan (1) dapat ditentukan besarnya
panas lebur es. Untuk itu, nilai air dari kalorimeter harus ditentukan
terlebih dahulu dengan percobaan menggunakan air panas, dan
menggunakan persamaan.

H=mp . Ca

tptg
md . Ca
tgtd

. . . . . . . . . . . . . . (2)

Dimana:
mp = Massa air panas
md = Massa air dingin
tp = Suhu air panas
td = Suhu air dingin
tg = Suhu akhir (gabungan)
Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah
kalor yang terlibat dalam suatu perubahan atau

reaksi kimia.

Kalorimeter ini terdiri dari sebuah bejana logam yang kalor jenisnya
diketahui. Bejana ini biasanya ditempatkan di dalam bejana lain yang
agak besar. Kedua bejana dipisahkan oleh bahan penyekat, misalnya
gabus atau wol. Kegunaan bejana luar adalah sebagai jaket pelindung
agar pertukaran kalor dengan sekitar kalorimeter dapat dikurangi.
Kalorimeter juga dilengkapi dengan batang pengaduk. Pada waktu zat
dicampurkan di dalam kalorimeter, air di dalam kalorimeter perlu

diaduk agar diperoleh suhu merata sebagai akibat percampuran dua


suhu zat yang berbeda. Batang pengaduk ini biasanya terbuat dari
bahan yang sama seperti bahan bejana kalorimeter. Zat yang
ditentukan kalor jenisnya dipanaskan sampai suhu dan massanya
sudah diketahui. Kalorimeter diaduk sampai suhunya tidak berubah
lagi.
II.

Hipotesis
1. Semakin lama waktu berlalu pada saat es mencair maka suhu es
akan semakin menurun.
2. Menggunakan penyekat kalorimeter pada saat praktikum akan
menjaga kestabilan suhu, sehingga hasil praktikum mendapatkan
hasil yang baik.

BAB III
PELAKSANAAN DAN PENGOLAHAN DATA

III. 1

Persiapan
III. 1. 1 Alat dan Bahan
Adapun peralatan dan perlengkapan yang digunakan
dalam percobaan ini adalah sebagai berikut:
a. Kalorimeter
b. Kompor Listrik beserta Panci

c. Bejana
d. Neraca

Teknis

e. Bongkah-

bongkah es

f. Stopwatch

g.
Thermometer

III. 2

Pelaksanaan
III.
2. 1 Cara kerja
Mencatat keadaan ruang laboratorium (suhu), sebelum
dan sesudah percobaan.
A.
Menentukan Nilai Air Kalorimeter
1) Mengisi panci dengan air secukupnya, kemudian
meletakannya di atas kompor listrik.
2) Menyalakan kompor listrik hingga air dalam panci
bersuhu sekitar 80oC.
3) Menimbang kalorimeter kosong beserta pengaduknya.
4) Mengisi kalorimeter dengan air dingin kira-kira
bagian, kemudian ditimbang beserta pengaduknya.
5) Memasukan kalorimeter yang berisi air serta
pengaduknya ke dalam penyekat, tutup dan mengukur
suhunya.
6) Menambah isi kalorimeter dengan air panas kira-kira
bagian (sebelum dimasukan, suhu air panas di ukur
terlebih dahulu dan kalorimeter tetap ada dalam
penyekat).
7) Setelah itu, penyekat di tutup dan di aduk hingga
suhunya merata. Mencatat suhu akhir dan
gabungannya.
8) Menimbang kalorimeter yang berisi air (gabungan)
beserta pengaduknya.

B.

Menentukan Panas Lebur Es


1) Mengisi kalorimeter dengan air kira-kira bagian,
kemudian ditimbang beserta pengaduknya.
2) Memasukan kalorimeter yang berisi air tadi serta
pengaduknya ke dalam penyekat, tutup dan ukur
suhunya.
3) Mengambil kira-kira 3 sampai 4 bongkah ES, kemudian
memasukan secara keseluruhan ke dalam kalorimeter
dan tutup dengan rapat.
4) Mengaduk isi kalorimeter secara perlahan-lahan dan
kontinu, mencatat penurunan suhunya setiap selang
waktu 30 detik.
5) Mencatat suhu akhir dimana tidak terjadi lagi
penurunan suhu untuk beberapa saat.
6) Timbanglah kalorimeter yang berisi air dan cairan es
beserta pengaduknya.

III. 3
III.

Pengolahan Data
3. 1 Data Ruangan
Dalam praktikum telah dicatat suhu ruangan pada saat
sebelum dan sesudah melakukan praktikum.
Suhu sebelum percobaan : 23oC
Suhu sesudah percobaan : 25oC
III.

3. 2

Perhitungan Statistik

Massa

1
0,1 = 0,05 gr
2

Suhu

1
1 = 0,5 0C
2

a. Menentukan Massa air (Ma)


Ma

= (m.kalori+pengaduk+air) - (m.kalori kosong+pengaduk)

= (221,2 gr) - (120,2 gr)


= 101 gr

b. Menentukan Massa es (Me)


Me

(m.kalori+pengaduk+air+es)

(m.kalori

kosong+pengaduk+air)
= (259 gr) - (120,2 gr)
= 138,8 gr

c. Menentukan Massa air dingin (Md)


Md

= (m.kalori+pengaduk+air) (m.kalori kosong+pengaduk+air)


= (235 gr) - (120,2 gr)
= 114,8 gr

d. Menentukan Massa air panas (Mp)


Mp

(m.kalori+pengaduk

+air+air

kosong+pengaduk)
= (291,9 gr) - (120,2 gr)
= 171,7 gr

e. Menentukan nilai air kalorimeter (H)

= Mp

Ca

tptg
tg td

- Md Ca

panas)

(m.kalori

= 171,7 gr
0

1kal/gr C (

8041
4125

) 0C 114,8 gr

= 171,7 kal/0C

39
16

) 0C - 114,8 kal/0C

= 418,5 114,8
= 303,70 Joule

dH
dMp

=1 kal/gr 0C

Ca(tptg)
(tgtd)

(8041)
(4125)

39
16

= 2,43

dH
dtp

Mp Ca
tgtd

171,7 gr

1 kal/gr 0C
(4125)

171,7
16

= 10,73

1kal/ gr

dH
Ca
dtg = - Mp

tgtd

(tptg)

= - 171,7 gr 1 kal/gr 0C

39 x 171,7
256

6696,3
256

4125

(8041)

= - 26,15

dH
dtd =

Mp Ca
(tgtd )2

4125 2

1kal/gr 0C
171,7 gr

171,7 gr
(16)2

171,7
256

= 0,67

dH
dMd

= - Ca

= - 1 kal/gr 0C

dH
|dMp
|| Mp| |dHdtp|| tp| |dHdtg|
+

dH
|dMd
|

| td| +

= (2,43

0,5) + (1

0,05 ) + (10,73

0,5) + (26,15

0,05)

= 18,94 Joule

= ( 303,70

H ) Joule

18,94 ) Joule

Kesalahan Relatif (KR) =

| tg| +

|dHdtd |

| Md|

= 0,1215 + 5,365 + 13,075 + 0,335 + 0,05

Jadi H = ( H

H
H

100%

10

0,5) + (0,67

18,94
303,70

100%

= 6,22%

Kecermatan Relatif (KcR) = 100% - KR%


= 100% - 6,22%
= 93,78%

f.

Menentukan Panas Lebur Es (L)


(H + Ma . Ca)( t1 - t2 )

(L + t2 . Ca) Me

(H + Ma . Ca)(t1 - t2)

(L . Me + t2 . Ca . Me)

(H + Ma . Ca)(t1 - t2) - (t2 . Ca . Me)

L . Me

( H + Ma .Ca ) ( t 1t 2 ) (t 2.Ca . Me)


Me

( 303,7+ 101,1 )( 276 ) (6 1 138,8)


13 8,8

( 404,7 ) ( 21 )832,8
138,8

7665,9
138,8

11

= 55,22 kal/gr

dL
dH =

t 2. Ca . Me
Me 2

6 1 138,8
2
(138,8)

832,8
19265,4

= - 0,04

dL
dMa

Ca(t 1t 2)
Me 2

1( 276)
2
(138.8)

21

= 19265,4
= 0,00109

dL
dt 1

H + Ma .Ca
Me 2
303,7+ 101 1
2
(138,8)

12

404,7
19265,4

= 0,021

dl
dt 2

( H + Ma . Ca ) Ca
Me

( 303,7+101 1)1
138,8

404,7
138,8

= - 2,91

dL
dMe

t 2. Ca
Me2

6,1

= (138,8)2

6
19265,4

= - 0,000311

13

L =

|dHdL |

| H|

| |

| t 2|

dL
dt 2

dL
|dMa
|| Ma|

dL
|dMe
|

| |
dL
dt 1

| t 1|

| Me|

(0,04 18,9)+(0,00109 0,05)+(0,021 0,5)+(2,9

0,5)+(0,000311 0,05)
5

= 0,756 + 5,45 10

+ 0,0105 + 1,455 + 1,55 10

= 2,22 kal/gr

Jadi L

= (L

= (55,22

L) kal/gr

2,22) kal/gr

Kesalahan Relatif (KR) =

L
100%
L
2,22

100%
55,22

= 4,02 %

Kecermatan Relatif (KcR) = 100% - KR%


= 100% - 4,02%

14

= 95,98 %

BAB IV
TUGAS AKHIR

1. Hitunglah besarnya tiap-tiap Massa air dan Massa es masingmasing beserta kesalahannya?
a.) Ma

= ( Ma

Ma ) gr

= ( 101

KR

0,05 ) gr

Ma
100%
Ma

0,05
100%
101

= 0,04 %
KcR = 100% - KR%
= 100% - 0,04%
= 99,96 %
b.) Me

= ( Me

Me ) gr

= ( 138,8
KR

0,05 ) gr

Me
100%
Me

0,05
100
138,8

= 0,03%
KcR =100% - KR%
= 100% - 0,03%
= 99,97 %
c.) Md

= ( Md

Md ) gr
15

= ( 114,8

KR

0,05 ) gr

Md
100%
Md

0,05
100%
114,8

= 0,04 %
KcR = 100% - KR%
= 100% - 0,04%
= 99,96 %
d.) Mp

= ( Mp

= ( 171,7

KR

Mp ) gr

0,05 ) gr

Mp
100%
Mp

0,05
171,7

100%

= 0,02 %
KcR = 100% - KR%
= 100% - 0,02%
= 99,98%
2. Hitunglah Nilai air Kalorimeter beserta rambatan kesalahannya?
H

=(H

H)

= ( 303,70

KR

H
H

18,94
303,70

18,94 )

100%
100%

= 6,22 %

KcR

= 100% - KR%
= 100% - 6,22%
= 93,78 %
16

3. Hitunglah Panas lebur es beserta rambatan kesalahannya?


L

L ) kal/gr

=( L

=( 55,22

KR =
=

2,22 ) kal/gr

100%
L
2,22
55,22

100%

= 4,02 %
KcR = 100% - KR%
= 100% - 4,02%
= 95,98%
4. Bandingkan harga panas lebur es yang didapat dengan harga
panas lebur es menurut literatur, beserta kesalahannya?
Panas lebur es percobaan (L percobaan) = 55,22 j/gr
Panas lebur es literatur (L literatur) = 80 j/kg
Kesalahan literatur

X literatur X percobaan
X literatur
8055,22
80
24,78
80

100%

100%

100%

= 30,90 %

5. Buatlah grafik penurunan suhu air dalam kalorimeter sebagai


fungsi waktu!

17

Suhu
12
10
8
Suhu
6
4
2
0
30 dtk 60 dtk 90 dtk 120 dtk 150dtk 180 dtk 210 dtk 240 dtk

6. Apakah definisi dari nilai air kalorimeter?


Nilai air kalorimeter adalah harga

air

yang

digunakan

untukmenentukan kalor jenis suatu benda

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
V. 1

Kesimpulan
Adapun kesimpulasn dari laporan praktikum ini adalah sebagai

berikut:

18

1. Banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu suatu


benda sebanding dengan kapasitas kalor benda tersebut dan
sebanding dengan perubahan suhunya.
2. Pembuktikan teori Asas Black, yaitu jika dua buah benda
dengan suhu berbeda saling didekatkan, maka benda yang
suhunya lebih tinggi akan memberikan kalor kepada benda
yang suhunya lebih rendah, akibatnya suhu kedua benda
menjadi sama.
3. Besarnya kalor untuk menaikkan suhu satu satuan massa zat
bergantung pada jenis zat.
V. 2

Saran
1. Hendaklah dalam praktikum-praktikum selanjutnya sarana dan
prasarana di Laboratorium sudah dirapihkan.
2. Alat peraga atau yang berhubungan dengan praktikum agar
lebih disempuranakan, di lengkapi lagi, dan di perbanyak lagi,
sehingga dalam praktikum seorang praktikan mendapatkan
hasil yang sebaik mungkin.

19