Anda di halaman 1dari 103

Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:

1.
menganalisis struktur dan sifat senyawa hidrokarbon berdasarkan pemahaman kekhasan atom karbon dan penggolongan
senyawanya, serta menyebutkan dampak pembakaran senyawa hidrokarbon terhadap lingkungan dan kesehatan beserta
cara mengatasinya;
2.
terampil menyajikan hasil diskusi kelompok mengenai pembuatan isomer serta penamaan senyawa hidrokarbon.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1.
mengagumi dan mensyukuri keberadaan senyawa hidrokarbon yang berguna bagi kelangsungan hidup manusia kemudian
memanfaatkan sebaik-baiknya;
2.
mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, bersikap jujur, teliti, serta aktif saat bekerja sama dalam kelompok praktikum.

Materi

Definisi Senyawa Hidrokarbon


Alkana, Alkena, dan Alkuna
Reaksi-Reaksi pada Senyawa Hidrokarbon
Kegunaan Senyawa Hidrokarbon

Pembelajaran Kognitif

Kegiatan Psikomotorik

Senyawa organik dan anorganik.


Penggolongan senyawa hidrokarbon.
Isomer, tata nama, sifat-sifat, dan pembuatan
alkana, alkena, dan alkuna.
Reaksi substitusi, eliminasi, adisi, dan oksidasi
senyawa hidrokarbon.
Kegunaan senyawa hidrokarbon di berbagai bidang.

Pengetahuan yang Dikuasai

Membedakan struktur berbagai senyawa hidrokarbon.


Menyebutkan sifat-sifat dan kekhasan senyawa
hidrokarbon berdasarkan penggolongannya.
Menyebutkan dampak pembakaran senyawa
hidrokarbon terhadap lingkungan dan kesehatan
serta cara mengatasinya.

Melakukan diskusi untuk membuat isomer suatu


senyawa dan memberikan namanya.
Melakukan praktikum untuk menyelidiki keberadaan unsur C dan H dalam senyawa organik.

Keterampilan yang Dikuasai

Menuliskan berbagai isomer senyawa hidrokarbon untuk senyawa hidrokarbon.


Menyebutkan nama senyawa yang tepat sesuai
IUPAC.
Mengidentifikasi senyawa hidrokarbon.

Kemampuan dan Sikap yang Dimiliki

Menuliskan berbagai struktur dan menyebutkan sifat senyawa hidrokarbon berdasarkan golongannya serta menyebutkan dampak pembakaran senyawa hidrokarbon.
Mengagumi dan mensyukuri berbagai kegunaan senyawa hidrokarbon.
Mempunyai rasa ingin tahu serta sikap proaktif yang tinggi.

Senyawa Hidrokarbon

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Senyawa organik mengandung unsur karbon (C).
Sementara itu ,unsur S, N, P, dan K terdapat dalam
senyawa anorganik.
2. Jawaban: e
Pada senyawa karbon organik reaksinya berlangsung antarmolekul dan berjalan lambat.
3. Jawaban: b
Adanya H dalam makanan dapat dilakukan melalui
berbagai uji hidrokarbon. Unsur tersebut dapat
diidentifikasi dengan terjadinya perubahan warna
pada kertas kobalt(II), yaitu dari biru menjadi merah
muda.
4. Jawaban: d
Unsur karbon dalam senyawa hidrokarbon dapat
diketahui dengan cara memanaskan senyawa
hidrokarbon. Gas yang dihasilkan dari proses ini
dialirkan ke dalam air kapur. Jika air kapur berubah
menjadi keruh, berarti gas yang dihasilkan dari
pemanasan senyawa hidrokarbon mengandung
CO2. Larutan keruh ini merupakan H2CO3 yang
berwujud padat. Namun, jika pemanasan diteruskan, larutan akan kembali bening karena endapan
H2CO3 kembali larut.
5. Jawaban: d
Atom karbon mempunyai empat elektron valensi.
Keempat elektron valensi ini digunakan untuk
membentuk ikatan antaratom karbon atau dengan
atom-atom lain. Ikatan antaratom karbon dapat
berupa ikatan tunggal, rangkap dua, atau rangkap
tiga, serta membentuk rantai lurus atau melingkar.
Dengan demikian, jumlah senyawa karbon
menjadi sangat banyak.
6. Jawaban: e
Pada gambar:

Atom C

Atom C
Atom H

Dua atom C berikatan rangkap merupakan


senyawa alifatik tidak jenuh.
7. Jawaban: c
Senyawa aromatik adalah senyawa karbosiklik
yang rantai lingkarnya terdiri atas enam atom
karbon yang berikatan dengan ikatan benzena
yaitu mempunyai ikatan rangkap dan ikatan
tunggal yang letaknya berselang-seling.

8. Jawaban: c
Senyawa hidrokarbon jenuh adalah senyawa yang
rantai karbonnya berikatan tunggal. Bentuk rantai
ikatan untuk senyawa C2H2, C2H4, C3H8, C4H6,
dan C4H8 sebagai berikut.
(ikatan tidak jenuh)
C2H2 : H C C H
C2H4 : H
C3H8 :

H
GC=CH
H
H

(ikatan tidak jenuh)

H H H
| |
|
HCCCH
| |
|
H H H

(ikatan jenuh)

C4H6 :

H
H
|
|
H C C C C H(ikatan tidak jenuh)
|
|
H
H

C4H8 :

H
H H
|
|
|
H C C = C C H(ikatan tidak jenuh)
|
|
|
H H
H

Jadi, rumus molekul senyawa yang merupakan


hidrokarbon jenuh adalah C3H8.
9. Jawaban: b
Senyawa hidrokarbon alisiklik adalah senyawa
yang terdiri atas atom C dan H yang rantai C-nya
tertutup dan bersifat alifatik.
10. Jawaban: d
Rantai karbon terpanjang dinyatakan oleh rantai
lurusnya. Rantai karbon lurus pada a dan e
berjumlah 5 atom C, pada b berjumlah 6 atom C,
pada c berjumlah 4 atom C, dan pada d berjumlah
7 atom C. Jadi, senyawa hidrokarbon yang mempunyai rantai karbon terpanjang yaitu:
|
C
l
C
l
l
l
l
C C C C
l
l
l
l
C
l
C
|
11. Jawaban: d
Atom karbon memiliki empat elektron valensi yang
merupakan kekhasan atom karbon. Setiap atom
karbon dapat membentuk empat ikatan kovalen
melalui penggunaan bersama empat pasang
elektron dengan atom lain. Apabila sepasang
Kimia Kelas XI

elektron ikatan digambarkan dengan satu garis,


berarti atom karbon dapat berikatan dengan atom
lain menggunakan empat garis. Apabila kurang
atau lebih dari empat garis, terjadi kesalahan.
a.
H H
|
|
H 1C 2C 3C 4 C H
|
|
|
H H
H
atom C nomor 2 memiliki 5 garis (salah)
b.

c.

d.

e.

H
H
|
|
2
3
1
4
HC CCCH
|
|
|
H H 5C H H
|
H
atom C nomor 2 memiliki 5 garis (salah)
H
|
1
2
3
HCCCH
|
|
H
H
atom C nomor 1 memiliki 5 garis (salah)
H
H
|
|
2
1
C C 3C 4C H
|
|
|
H H 5C H H
|
H
semua atom C nomor 1 dan 2 memiliki 4 garis
(benar)
H H H
H
|
|
|
|
H 1C 2 C 3C 4C H
|
|
|
|
H H H
H
atom C nomor 2 dan 3 masing-masing memiliki
6 garis (salah)

12. Jawaban: b
Atom C primer adalah atom karbon yang terikat
pada satu atom karbon yang lain. Jadi, yang termasuk
atom C primer adalah atom C bernomor 1, 3, 5, 8,
dan 9. Atom C nomor 7 merupakan atom C sekunder.
Atom C nomor 2, 4, dan 6 merupakan atom C tersier.

meliputi nomor 3 dan 9. Atom C tersier adalah


atom karbon yang terikat pada tiga atom karbon
yang lain. Atom C tersier meliputi nomor 4 dan 5.
Atom C nomor 2 adalah atom C kuarterner. Atom
C nomor 1 dan 10 adalah atom C primer.
15. Jawaban: a
Atom C tersier dalam strukturnya mengikat tiga
atom C lain.
CH3
l
CH3 tCH tCH CH3
l
CH3
B. Uraian
1. Atom karbon berbeda dengan atom-atom dari unsur
lain karena atom karbon mempunyai kemampuan
untuk berikatan dengan sesama atom karbon dan
atom unsur lain membentuk suatu rantai karbon
dengan jumlah tidak terbatas.
2. Ikatan dalam rantai karbon stabil karena:
a. semua elektron terluar atom karbon telah
berikatan kovalen dengan atom lain;
b. hanya mempunyai dua lapis kulit sehingga
elektron terluar cukup dekat dengan inti
sehingga gaya tarik antara inti dengan
elektron cukup kuat sehingga rantai tidak
mudah putus.
3. Adanya unsur karbon dan hidrogen dalam
senyawa hidrokarbon secara sederhana dapat
diketahui dengan cara pembakaran senyawa
hidrokarbon tersebut. Senyawa hidrokarbon
seperti gula, kertas, kayu, lilin, atau minyak tanah
jika dibakar di atas nyala api akan meninggalkan
substansi yang berwarna hitam yang khas (carbon black). Substansi yang berwarna hitam
tersebut adalah unsur karbon hasil pembakaran.
Untuk mengetahui adanya hidrogen, misalnya
pada saat pemanasan gula dalam tabung reaksi,
terbentuk titik-titik cair pada dinding tabung. Cairan
tersebut dapat dibuktikan berupa air dengan cara
dilakukan uji dengan kertas kobalt(II) klorida yang
ditandai dengan perubahan warna dari biru
menjadi merah.

13. Jawaban: d
Atom C yang bertanda * merupakan atom karbon
kuarterner. Atom karbon kuarterner adalah atom
karbon yang terikat pada empat atom karbon lain.

4. Atom C sekunder merupakan atom C yang


mengikat 2 atom C lain. Ikatan yang terjadi antara
atom C tersebut dengan 2 atom lain dapat berupa
ikatan tunggal, ikatan rangkap dua, ataupun ikatan
rangkap tiga. Jadi, pada struktur senyawa tersebut,
atom C sekunder terdapat pada atom C nomor 3,
5, 6, 7, dan 9.

14. Jawaban: b
Atom C sekunder adalah atom karbon yang terikat
pada dua atom karbon yang lain. Atom C sekunder

5. Ikatan jenuh adalah ikatan tunggal pada rantai


ikatan atom karbon. Ikatan jenuh terjadi pada
alkana.

Senyawa Hidrokarbon

Contoh:
l
l
l
CCC
l
l
l

l
l l
CCC
l
l l
C
l

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Semakin banyak atom C (semakin panjang
rantainya), semakin tinggi titik didihnya. Di antara
pilihan jawaban tersebut, butana dan 2-metil
butana sama-sama memiliki rantai induk terpanjang yaitu sebanyak 4. Akan tetapi, 2-metil
butana juga memiliki cabang. Dengan demikian,
2-metil butana mempunyai titik didih paling tinggi.
2. Jawaban: c
Alkil mempunyai rumus = CnH2n + 1, untuk C = 5,
maka atom H = (2 5) + 1 = 11.
Jadi, rumus molekul radikal alkil = C5H11.
3. Jawaban: a
Senyawa hidrokarbon tidak jenuh adalah senyawa
hidrokarbon yang memiliki rantai karbon berikatan
rangkap. Rantai seperti ini dimiliki oleh alkena
dengan rumus umum CnH2n dan alkuna dengan
rumus umum CnH2n 2. Contoh senyawa hidrokarbon tidak jenuh yaitu C2H4 dan C5H10 (alkena),
serta C3H4 (alkuna). Sementara itu, C3H8 dan
C4H10 merupakan alkana. Alkana merupakan
senyawa hidrokarbon jenuh.
4. Jawaban: a
b = 3-etil-2,2,3-trimetil pentana
c = 3,3,4-trimetil heksana
d = 3-etil-2,4-dimetil pentana
e = 3-etil-2,3-dimetil pentana
5. Jawaban: a
a. CH3 CH2 CH CH CH2 CH3
l
l
CH3 CH2 CH2 CH3
3,4-dietil heksana (sesuai aturan)
b. CH2 CH2 CH2 CH CH2 CH2 CH3
l
l
CH3
CH3
4-metil oktana (bukan 1,4-dimetil heptana)
c. CH2 CH2 CH CH2 CH2 CH3
l
l
CH3
CH3
4-metil heptana (bukan 1,3-dimetil heksana)

Ikatan tidak jenuh adalah ikatan rangkap pada


rantai ikatan atom karbon. Ikatan tidak jenuh terjadi
pada alkena dan alkuna.
Contoh:
l
l
l
l
CC=C
CCC
l
l

d.

e.

CH3
l
CH3 CH2 C CH2 CH2 CH CH3
l
l
CH3
CH3
2,5,5-trimetil heptana (bukan 3,3,6-trimetil
heptana)
CH3 CH2 CH2 CH CH CH2 CH3
l
l
CH3 CH2 CH3
4-etil-3-metil heptana (bukan 4-etil-5-metil
heptana)

6. Jawaban: d
Atom C tersier adalah atom C yang mengikat
3 atom C lainnya. Jadi, pada molekul tersebut
atom C tersier adalah atom C nomor 5, sedangkan
atom C primer adalah atom C nomor 1 dan 8, atom
C sekunder adalah atom C nomor 2, 4, 6, 7, dan
atom C kuarterner adalah atom C nomor 3.
7. Jawaban: e
Sikloalkana = CnH2n
CH2
H2C CH2
|
|
H2C CH2

C5H10 (siklopentana)

8. Jawaban: b
H3C CH CH2 CH2 CH2 CH3 (C7H16)
|
CH3
2-metil heksana merupakan isomer dari heptana.
n-heksana: C6H14
2-metil pentana:
CH3 CH CH2 CH2 CH3
|
CH3
2,2-dimetil butana:
CH3
|
CH3 C CH2 CH3
|
CH3
2,3-dimetil butana:
Kimia Kelas XI

(C6H14)

(C6H14)

(C6H14)

(C6H14)

9. Jawaban: b
Alkena termasuk hidrokarbon tidak jenuh dengan
rumus umum CnH2n. Rumus struktur C3H6 adalah
CH3 CH = CH2.

11. Jawaban: b
n-heksana (C6H14):

CH3 CH2 CH2 CH2 CH2 CH3


2,2-dimetil butana (C6H14):
CH3
|
CH3 C CH2 CH3
|
CH3
Keduanya memiliki rumus kimia yang sama
(C6H14) tetapi rumus strukturnya berbeda.
Sementara itu, pilihan a, c, d, dan e bukan
pasangan isomer karena rumus kimia antara
kedua senyawa pada pasangan tersebut berbeda.
Pilihan a
n-butana: CH3 CH2 CH2 CH3 (C4H10)
beda
1-butena: CH2 = CH CH2 CH3 (C4H8)
Pilihan c
2-metil propana: CH3 CH CH3 (C4H10)
|
CH3
2-metil propena: H2C = C CH3 (C4H8) beda
|
CH3

Senyawa Hidrokarbon

(C6H10)

beda

(C6H12)

12. Jawaban: a
Jumlah atom C = 18
Jumlah atom H = 36
Jadi, C18H36 = CnH2n.
13. Jawaban: d
Sifat-sifat kimia alkena yaitu pembakaran alkena
menghasilkan gas CO2 dan H2O, dapat dioksidasi
oleh KMnO 4 menghasilkan glikol, mampu
membentuk molekul dengan rantai yang sangat
panjang, dan daya reaktivitas alkena lebih besar
daripada alkana. Sementara itu, titik leleh alkena
berbanding lurus dengan massa rumus alkena
merupakan sifat fisika alkena.

10. Jawaban: c
5
3
4
6
CH3 C = CH CH2 CH3
|
2 CH
2
|
1CH
3
3-metil-3-heksena

(C7H16)

Pilihan d
2,3-dimetil pentana:
CH3 CH CH CH2 CH3
|
|
CH3 CH3
3-metil pentana:
CH3 CH2 CH CH2 CH3
|
CH3

Pilihan e
4-metil-2-pentuna:
CH3 C C CH CH3
|
CH3
4-metil-2-pentena:
CH3 CH = CH CH CH3
|
CH3

CH3
|
CH3 CH CH CH3
|
CH3
3-metil pentana:
CH3 CH2 CH CH2 CH3
|
CH3

(C6H14)

beda

14. Jawaban: a
Alkena merupakan senyawa hidrokarbon tidak
jenuh dengan gugus fungsional GC = CH
15. Jawaban: d
Isomer geometri atau cis-trans hanya dimiliki oleh
alkena yang kedua atom C berikatan rangkapnya
masing-masing mengikat 2 gugus yang berbeda,
seperti pada struktur a, b, c, dan e.
16. Jawaban: c
Senyawa hidrokarbon yang sedikit larut dalam air
adalah alkena dan alkuna. Senyawa 3-metil-1pentena merupakan alkena. Jadi, senyawa
tersebut sedikit larut dalam air. Sementara itu, noktana, 3-metil-pentana, 2,2-dimetil-pentana, dan
4-etil-2-metil-oktana merupakan alkana. Alkana
tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut
nonpolar.
17. Jawaban: a
Alkena dapat dibuat dengan beberapa reaksi
seperti reaksi dehidrogenasi, dehidrohalogenasi,
dehidrasi, dan eliminasi alkana. Reaksi dehidrogenasi ditunjukkan oleh reaksi a, reaksi dehidrohalogenasi ditunjukkan oleh reaksi b, dan reaksi
dehidrasi ditunjukkan oleh reaksi c. Sementara itu,
reaksi d dan e merupakan reaksi pembuatan alkana.
18. Jawaban: c
Alkuna merupakan golongan alifatik tidak jenuh
yang mempunyai gugus fungsi ikatan rangkap tiga.
Rumus umumnya CnH2n 2. Jadi, senyawa yang
merupakan alkuna adalah C4H6.

19. Jawaban: b
2

C CH2 CH2 CH3

|||
|
|
1
CH 4CH 5 CH2

|
CH3
4-metil-1-heptuna

20. Jawaban: d
Senyawa di atas mempunyai rumus = C6H10. Jadi,
merupakan isomer dari heksuna (C6H10).
Rumus molekul butuna: C4H6, pentuna: C5H8,
heptuna: C7H12, butena: C4H8.
21. Jawaban: c
Isomer C5H8
1) CH C CH2 CH2 CH3
(1-pentuna)
2) CH3 C C CH2 CH3
(2-pentuna)
(3-metil-1-butuna)
3) CH C CH CH3
|
CH3
22. Jawaban: a
CaC2 + 2H2O Ca(OH)2 + C2H2
kalsium
karbida

etuna
(asetilena)

23. Jawaban: d

1
6
H2C

C
C
CC
2C

|
5C C
C
C

|
3CH

C3H7

C
4C

(3-propil-1,4-sikloheksadiuna)

24. Jawaban: c
Alkuna dapat dibuat dengan cara memanaskan
campuran dihaloalkana dengan KOH melalui
reaksi berikut.
CH3 CH CH CH3(aq) + 2KOH(aq)
|
|
Br
Br
2,3-dibromo butana (dihaloalkana)
CH3 C C CH3(g) + 2KBr(aq) + 2H2O(A)
2-butuna
25. Jawaban: e
Mr propuna (C3H4) = 40 g/mol
Mol propuna =


 

= mol NA =  6,02 1023 molekul


Jadi, jumlah molekul pada 4 gram propuna sebanyak



6,02 1023 molekul.

(heksana)

c.

Isomer dari C6H14 sebagai berikut.


1) CH3 CH2 CH2 CH2 CH2 CH3
(n-heksana)
2) CH3 CH CH2 CH2 CH3
|
CH3
(2-metil pentana)
3) CH3 CH2 CH CH2 CH3
|
CH3
(3-metil pentana)
4)
CH3
|
CH3 C CH2 CH3
|
CH3
(2,2-dimetil butana)
5) CH3 CH CH CH3
|
|
CH3 CH3
(2,3-dimetil butana)
3. Senyawa-senyawa alkana dapat diperoleh dengan
cara-cara berikut.
a. Mereaksikan aluminium karbida dengan air.
Reaksi yang terjadi:
Al4C3(s) + 12H2O(A) 3CH4(g) + 4Al(OH)3(aq)

b.

=  mol
Jumlah molekul propuna


B. Uraian
1. a. CH3 CH2 CH2 CH CH2 CH2 CH3
|
CH CH3
|
CH3
b. CH3 CH = C = CH CH3
c. CH3 CH C = CH2
|
|
CH3 CH = CH2
2. Rumus empiris (C3H7)n; Mr = 86
a. Mr (C3H7)n = 3n Ar C + 7n Ar H
86 = 36n + 7n
86 = 43n
n=2
Jadi, rumus molekulnya (C3H7)2 = C6H14.
b. Rumus strukturnya:
CH3 CH2 CH2 CH2 CH2 CH3

Mereaksikan senyawa alkena dengan gas


hidrogen.
Reaksi yang terjadi:
CnH2n(g) + H2(g) CnH2n + 2

c.

Melalui sintesis Dumas, yaitu memanaskan


campuran garam natrium karboksilat dengan
basa kuat. Reaksi yang terjadi sebagai berikut.
O
B
C3H7 C (aq) + NaOH(aq) C3H8(g) + Na2CO3(aq)
V
Na

Alkana yang dihasilkan tergantung garam


natrium karboksilat yang direaksikan.
Kimia Kelas XI

d.

Melalui sintesis Grignard, yaitu mereaksikan


suatu alkil magnesium halida dengan air.
Reaksi yang terjadi
C2H5MgBr(aq) + H2O(A) C2H6(g) + MgOHBr(aq)

e.

Melalui sintesis Wurtz, yaitu dengan cara


mereaksikan alkil halida (haloalkana) dengan
logam natrium.
Reaksi yang terjadi sebagai berikut.

Alkena = CnH2n
Mr CnH2n = n Ar C + 2n Ar H
70 = (n 12) + (2n 1)
70 = 14n
n=5
CnH2n = C5H10
Jadi, nama alkena C5H10 adalah pentena.
5. a.

2CH3Cl(aq) + 2Na(s) CH3 CH3(g) + 2NaCl(aq)

b.

4. Massa = 1.400 gram


Volume = 0,448 m3 = 448 L


Mol alkena (STP) =

 = 20 mol
Mol =

 


Mr =



= 70

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Reaksi adisi etena dengan gas klor:
CH2 = CH2 + Cl2 CH2 CH2
etena
|
|
Cl
Cl

6. Jawaban: a
Reaksi tersebut merupakan reaksi adisi. Pada
reaksi ini terjadi perubahan ikatan rangkap dua
menjadi ikatan tunggal. Apabila hasil reaksi berupa
butana, zat X yang bereaksi merupakan ikatan
rangkap dua (butena). Dengan demikian, reaksi
yang terjadi sebagai berikut.

dikloro etana

2. Jawaban: c
Metana merupakan senyawa hidrokarbon dengan
satu atom karbon. Sementara itu, senyawa alkena
paling sederhana adalah etena, yaitu senyawa
hidrokarbon yang terdiri atas dua atom karbon dan
berikatan rangkap dua. Adisi alkena menghasilkan
etana. Dengan demikian, senyawa alkana yang
tidak dapat dihasilkan dari reaksi adisi alkena
adalah metana karena metana hanya terdiri dari
satu atom karbon.
3. Jawaban: d
Reaksi eliminasi etil iodida sebagai berikut.
CH3 CH2I CH2 = CH2 + Hl
etil iodida

etena

asam iodida

4. Jawaban: b
Reaksi 1) merupakan reaksi substitusi karena
terjadi penukaran gugus OH dengan atom Cl.
Sementara itu, reaksi 2) merupakan reaksi adisi
karena pada reaksi tersebut terjadi perubahan
ikatan dari ikatan rangkap dua menjadi ikatan tunggal.
5. Jawaban: c
CH3 CH CH3 CH3 CH = CH2 + HBr
l
Br
2-bromo propana

Suku alkuna yang paling sederhana adalah


etuna (C2H2).
Cara pembuatannya:
Etuna dibuat dengan mereaksikan kalsium
karbida dengan air:
CaC2 + 2H2O Ca(OH)2 + C2H2

propena

asam
bromida

H /Ni

2
CH3 CH2 CH = CH2
CH3 CH2 CH2 CH3

1-butena

7. Jawaban: e
Reaksi 1) merupakan reaksi eliminasi karena
terjadi perubahan ikatan, dari ikatan tunggal
menjadi ikatan rangkap.
Reaksi 2) merupakan reaksi substitusi karena
terjadi penggantian gugus atom H pada propanol
dengan gugus atom Na disertai pelepasan gas H2.
8. Jawaban: e
Cl
|
H2C = C CH2 CH3 + HCl CH3 C CH2 CH3
|
|
C2H5
C2H5
2-etil-1-butena

Senyawa Hidrokarbon

3-kloro-3-metil pentana

9. Jawaban: c
Adisi hidrogen pada CH2 = CH CH = CH2
(1,3-butadiena) menghasilkan:
CH2 = CH CH = CH2 + H2 CH2 = CH CH2 CH3
1-butena

10. Jawaban: d
CH2 = CH CH2 CH3 + HCl
1-butena

Cl
|
CH3 CH CH2 CH3
2-kloro butana

butana

B. Uraian
1. a. Reaksi adisi karena terjadi pergantian ikatan
dari ikatan rangkap dua ke tunggal.
b. Reaksi substitusi karena terjadi pergantian
gugus atom H dengan atom Cl.
c. Reaksi adisi karena terjadi pergantian ikatan
dari ikatan rangkap tiga menjadi ikatan
rangkap dua.
d. Reaksi eliminasi karena terjadi penghilangan
gugus Br dari senyawa propana dan terjadi
perubahan ikatan dari ikatan tunggal menjadi
ikatan rangkap dua.
2. Reaksi eliminasi dehidrohalogenasi adalah reaksi
eliminasi yang terjadi pada senyawa alkil halida
dengan melepaskan unsur H dan halogen dari alkil
halidanya membentuk senyawa alkena, air, dan
garam halogen.
Contoh:
H H H
|
| |
H C C C Br + KOH
|
| |
H H H
H
|
H C C = C H + KBr + H2O
|
| |
H H H
Alkena

3. a.

b.

Proses II terjadi reaksi adisi


CH3 CH = CH CH3 + Br2 CH3 CH CH CH3
|
|
2-butena
Br Br
2,3-dibromo butana

Proses III terjadi reaksi substitusi


CH3CH2CH2CH3+Br2 CH3CH2CH2CH2Br+HBr
butana

c.

1-bromo butana

Senyawa R: CH3 CH CH CH3


|
|
Br Br
2,3-dibromo butana

Senyawa S: CH3 CH2 CH2 CH2 Br


1-bromo butana
CH3 CH = CH CH3 + HCl CH3 CH CH2 CH3
|
Cl

4. a.

2-butena

2-kloro butana

CH3 CH = CH2 + HBr CH3 CH CH3


|
Br

b.

5. Persamaan reaksi:
2C2H6 + 7O2 4CO2 + 6H2O
Perbandingan koefisien = perbandingan volume.
Jumlah gas etana yang dibakar = 5 L
Jumlah volume oksigen yang diperlukan pada
pembakaran


Senyawa P: CH3 CH = CH CH3


2-butena

Senyawa Q: CH3 CH2 CH2 CH3


butana

Persamaan reaksi pada proses I:

=   volume etana




=
5 = 17,5 L
Jadi, volume oksigen yang diperlukan pada
pembakaran tersebut sebesar 17,5 L.

H2/Ni

CH3 CH = CH CH3 CH3 CH2 CH2 CH3


2-butena
butana

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: a
Kegunaan butana dan propana adalah sebagai
bahan bakar dan komponen LNG. Komponen utama
LPG berupa metana dan etana. Minyak pelumas
mengandung hidrokarbon C16H34 hingga C20H42.
Bahan dasar plastik PVC berupa vinil klorida.
2. Jawaban: e
Fungsi karbohidrat yaitu sebagai sumber energi
bagi tubuh, membantu penghematan protein,
mengatur metabolisme lemak, dan membantu
mengeluarkan feses. Sementara itu, memelihara
sel-sel tubuh dan cadangan energi merupakan
fungsi protein.

3. Jawaban: b
Fungsi lemak dalam tubuh di antaranya sebagai
pengangkut vitamin yang larut dalam lemak dan
pelindung organ-organ tubuh bagian dalam.
Sementara itu, senyawa yang memberikan rasa
manis pada makanan adalah fungsi dari karbohidrat. Pelarut pewarna makanan menggunakan
propilena glikol, sedangkan untuk mempercepat
proses pematangan buah menggunakan gas
asetilena.
4. Jawaban: d
Kayu merupakan senyawa karbon karena
tersusun dari selulosa, lignin, dan hemiselulosa.
Selulosa, lignin, dan hemiselulosa mengandung

Kimia Kelas XI

atom karbon, hidrogen, dan oksigen. Sementara


itu, protein dan lemak merupakan senyawa karbon
yang terdapat di dalam makanan. Parafin merupakan senyawa karbon yang digunakan di bidang
seni dan estetika. Propilena merupakan senyawa
karbon yang banyak digunakan di bidang papan.
5. Jawaban: d
Serat alam: wol, kapas, yute, dan kenaf.
Serat buatan: rayon, poliester, akrilik, dan nilon.
Sutra merupakan bahan alam bukan termasuk
serat alam.
6. Jawaban: e
Plastik sering digunakan sebagai pengganti kayu
karena harga plastik lebih murah daripada kayu.
Plastik dapat diproduksi dalam jumlah sangat banyak
melalui reaksi polimerisasi. Sementara itu, kayu
merupakan hasil alam yang memerlukan waktu
lama untuk memperolehnya. Oleh sebab itu, sebagian
besar penggunaan kayu digantikan oleh plastik.
7. Jawaban: d
Getah perca merupakan senyawa trans-2-metil1,3-butadiena, yang rumus strukturnya dituliskan
pada pilihan d. Pilihan c merupakan struktur karet
alam.
8. Jawaban: c
Protein terdapat pada makanan. Protein sangat
diperlukan bagi tubuh untuk pertumbuhan dan
pemeliharaan sel-sel.
9. Jawaban: c
Senyawa hidrokarbon yang digunakan sebagai
pelarut cat merupakan campuran dari parafin,
sikloparafin, dan hidrokarbon aromatik.
10. Jawaban: a
Cat interior merupakan bagian dari desain interior
(bidang seni). Cat ini mengandung unsur-unsur
pembentuk senyawa karbon.
B. Uraian
1. a. Sebagai bahan pembuatan gas hidrogen
yang dapat digunakan sebagai bahan baku
pembuatan amonia.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: e
Senyawa hidrokarbon aromatik adalah senyawa
karbon yang rantai ikatannya melingkar dengan
ikatan rangkap dua terkonjugasi/berselang-seling,
contoh:

10

Senyawa Hidrokarbon

b.
c.
d.

e.
f.

2. a.

b.

Sebagai bahan bakar korek api.


Sebagai bahan untuk sumber energi pada
bengkel-bengkel las.
Sebagai bahan polimer polietilena yang
digunakan untuk bahan pelapis karton
pembungkus minuman, isolator kawat, tas
plastik, dan botol-botol plastik.
Sebagai bahan polimer polistirena yang
banyak digunakan untuk bahan pelapis kabel.
Sebagai bahan polimer polipropena (polipropilena) yang banyak digunakan untuk
pembuatan kotak keranjang botol minuman.
Protein disebut polimer karena terbentuk melalui
reaksi polimerisasi dari monomer asam amino
(R CH(NH2)COOH).
Kegunaan protein sebagai berikut.
1) Membantu pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel tubuh.
2) Membantu perubahan proses biokimia
dalam tubuh.
3) Mengatur keseimbangan air dalam
tubuh.
4) Membantu keseimbangan tubuh, pembentukan antibodi, mengangkut zat-zat
gizi, dan sebagai sumber cadangan
energi.

3. Karbohidrat digolongkan sebagai senyawa


hidrokarbon karena diperoleh dari hasil
fotosintesis tumbuhan hijau. Karbohidrat yang
dihasilkan dari proses ini berupa glukosa dengan
rumus kimia C6H12O6. Oleh karena karbohidrat
tersusun dari unsur C, H, dan O maka karbohidrat
digolongkan sebagai senyawa hidrokarbon.
4. Gas asetilen di industri makanan dimanfaatkan
untuk membantu mempercepat proses pematangan buah.
5. Kayu mengandung senyawa karbon berupa lignin,
selulosa, dan hemiselulosa. Unsur karbon,
hidrogen, dan oksigen terkandung di dalam
senyawa-senyawa tersebut. Plastik merupakan
polimer dari propilena yang mempunyai atom C3.
Plastik mengandung senyawa hidrokarbon yang
terdiri atas unsur karbon dan hidrogen.

H
C
HC
|
HC
C
H

C
||
C

H
C

C
H

CH
|
CH

3. Jawaban: d
Sikloalkana adalah suatu rantai melingkar yang
ikatan antaratom C-nya tunggal.
CH2
C Z
H2C
CH2
|
|
H2C
CH2
C6H12
Z C
HC2
4. Jawaban: c
Atom karbon mempunyai empat elektron valensi.
Kondisi ini mengakibatkan atom karbon mampu
membentuk rantai yang sangat panjang. Caranya
dengan mengikat atom karbon lain atau dengan
atom lain.
5. Jawaban: d
CH3C2H5
CH3
|
|
|
1
2
3
4
5
6
CH3 C CH CH CH CH3
|
|
CH3
CH3
Rantai induk pada struktur di atas terdiri atas enam
atom karbon (heksana), mengikat dua gugus metil
di atom C nomor 2, satu gugus etil di atom C

8.

9.

CH3 CH2 CH2 CH CH2 CH2 CH2 CH3


|
CH3
Senyawa di atas juga memiliki rumus molekul C9H20.
Jadi, kedua senyawa tersebut berisomer struktur.
Sementara itu,
CH3 C C CH3 (C4H6)
bukan isomer
CH2 = CH CH2 CH3 (C4H8)


2. Jawaban: e
Asam klorida tersusun dari unsur hidrogen dan
klor sehingga asam klorida bukan termasuk
senyawa organik. Senyawa organik mengandung
unsur karbon seperti pada senyawa urea
(CO(NH 2 ) 2 ), metana (CH 4 ), dan sukrosa
(C12H22O11).

7.

CH3 CH CH3 (C4H10)


|
bukan isomer
CH3
CH2 = C CH3 (C4H8)
|
CH3
CH2 = CH2 (C2H4)
CH3 CH3 (C2H6)

bukan isomer

CH2 = CH CH = CH2 (C4H7)


bukan isomer
CH C CH3 (C3H4)


merupakan senyawa alifatik jenuh karena berikatan


H
H
|
|
tunggal, sedangkan H C C C C H dan
|
|
H
HCH
|
H
H
|
H
H
merupakan senyawa alifatik
GC = C C = CH
|
H
H
H
tidak jenuh karena mengandung ikatan rangkap
tiga dan dua.

6.

nomor 3, satu gugus metil di atom C nomor 4,


dan satu gugus metil di atom C nomor 5. Dengan
demikian nama IUPAC untuk senyawa tersebut
3-etil-2,2,4,5-tetrametil heksana.
Jawaban: c
Pada suku-suku homolog tersebut jumlah atom C
sebanyak n, sedangkan jumlah atom H sebanyak
(2 n) + 1. Dengan demikian, rumus umum homolog
tersebut CnH2n + 1. CnH2n + 1merupakan alkil.
Jawaban: d
Atom C kuarterner artinya atom C yang terikat
oleh empat atom C yang lainnya. Atom C kuarterner
ditunjukkan oleh nomor 4.
Jawaban: c
Senyawa tidak jenuh mempunyai rumus = CnH2n
(alkena) dan CnH2n 2 (alkuna). C2H4, C3H6, dan
C4H8 termasuk alkena. C2H2, C3H4, dan C4H6
termasuk alkuna.
Jawaban: a
Isomer struktur merupakan senyawa yang
memiliki rumus struktur berbeda, tetapi rumus
molekulnya sama.
CH3
l
CH3 CH CH2 CH CH3 memiliki rumus
l
molekul C9H20
CH3 CH CH3

H H
H
|
|
|
dan H C C C H
|
|
|
HCHHCH
|
|
H
H

H H
| |
HCCH
| |
H H

10. Jawaban: e
1

H3C CH2 CH CH2 CH CH2 CH3


|
|
CH2
CH2
|
|
CH3
CH3
3,5-dietil heptana

Kimia Kelas XI

11

2-etil-3-etil pentana
2
3
4
CH3 CH2 CH CH CH3
|
|
5,6
C2H5 C2H5
Nama seharusnya 3-etil-4-metil heksana
2-isopropil-3-metil pentana
CH3 CH CH3
|
CH3 CH2 CH CH CH3
|
CH3
Nama seharusnya 2,3,4-trimetil heksana
2,4,4-tribromo pentana
Br
|
CH3 C CH2 CH CH3
|
|
Br
Br
Nama seharusnya 2,2,4-tribromo pentana
1,3-dimetil butana
CH3 CH CH2 CH2
|
|
CH3
CH3
Nama seharusnya 2-metil butana

11. Jawaban: c
Isomer adalah senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul sama, tetapi berbeda rumus
strukturnya. Rumus molekul a, b, d, dan e: C6H14,
rumus molekul c: C6H12 merupakan senyawa
hidrokarbon alisiklik sehingga bukan merupakan
isomer C6H14.
Jadi, yang bukan isomer C6H14 adalah:
CH3 CH CH CH2 CH3
Z C
CH2
12. Jawaban: c
Reaksi adisi pada butena oleh asam klorida
sebagai berikut.
CH2 = CH CH2 CH3 + HCl CH3 CH CH2 CH3
|
Cl
2-kloro butana

Gugus Cl memutuskan ikatan rangkap menjadi


ikatan tunggal dan terikat pada atom C nomor 2.
Sementara itu, atom H terikat pada atom C nomor 1
yaitu atom C berikatan rangkap yang mengikat
atom H lebih banyak.
13. Jawaban: c

14. Jawaban: d
Alkena yang tidak mempunyai isomer adalah
etena dan propena karena memiliki rantai paling
pendek.
15. Jawaban: b
H
|
CH3 C CH = CH CH3 + HCl CH3 CH CH2 CH CH3
|
|
|
CH3
CH3
Cl
4-metil-2-pentena

2-kloro-4-metil pentana

Pada reaksi tersebut mengalami perubahan ikatan


dari ikatan rangkap dua menjadi ikatan tunggal.
Dengan demikian reaksi tersebut merupakan
reaksi adisi.
16. Jawaban: c
Reaksi 1) terjadi penggantian gugus atom
substitusi.
Reaksi 2) terjadi penggantian ikatan tunggal
menjadi ikatan rangkap eliminasi.
Reaksi 3) terjadi penggantian ikatan rangkap
menjadi ikatan tunggal adisi.
17. Jawaban: d
CH3 CH2 C = CH CH CH2 CH3
|
|
CH3
CH3
3,5-dimetil-3-heptena
18. Jawaban: c
Rumus struktur:
CH2BrCH2Br:
H H
| |
HCCH
| |
Br Br
CH3CH2Br:
H H
| |
H C C Br
| |
H H
CHBrCHBr:
H
H
GC = CH
Br
Br
BrCHCHBr:
Br
H
GC = CH
H
Br

bukan isomer geometri

bukan isomer geometri

isomer cis

isomer trans

CH3 C = CH CH2 CH3

|
2
CH2
|
1
CH3
3-metil-3-heksena

12

Senyawa Hidrokarbon

C2H5CH2OH:
H H H
|
|
|
H C C C OH
|
|
|
H H H

bukan isomer geometri

C2H5CHO:
H H
O
| |
B
HCCC
| |
V
H
H H
CHBrCHBr:
H
H
GC = CH
Br
Br

bukan isomer geometri

isomer cis

CH2CHBr:
H
H
GC = CH
H
Br

bukan isomer geometri

C2H5COOCH3:
H H
O
| |
B
H
HCCC
bukan isomer geometri
|
| |
V
O C H
H H
|
H
CH COOC H :
3

H
O
|
B
H H
HCC
bukan isomer geometri
|
|
|
V
O C C H
H
|
|
H H
Jadi, pasangan senyawa yang merupakan isomer
geometri yaitu CHBrCHBr dan BrCHCHBr.
19. Jawaban: c
Senyawa di atas mempunyai rumus C5H8, sama
dengan rumus struktur
CH C CH2 CH2 CH3
20. Jawaban: c
Senyawa alkuna = CnH2n 2.
Untuk n ke-2, CH CH tidak memiliki isomer
Untuk n ke-3, CH C CH3; CH3 C CH
tidak memiliki isomer
Untuk n ke-4, CH C CH2 CH3;
CH3 C C CH3 (merupakan isomer)
Jadi, isomer posisi alkuna dimulai dari suku n
ke-4 (butuna).
21. Jawaban: b
Reaksi pada a, c, d, dan e merupakan reaksi
eliminasi karena pada keempat reaksi tersebut
terjadi perubahan ikatan, dari ikatan tunggal menjadi ikatan rangkap. Sementara itu, reaksi b
merupakan reaksi substitusi karena pada reaksi
tersebut terjadi pergantian atom H dengan
atom Na.

22. Jawaban: b
Fungsi protein dalam tubuh yaitu membantu
pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel dalam
tubuh, pembentukan zat antibodi, mengangkut
zat-zat gizi, dan cadangan energi.
Mengatur metabolisme lemak merupakan fungsi
karbohidrat. Pelindung tubuh dari perubahan cuaca,
membantu pengeluaran sisa pencernaan, dan
melindungi organ-organ tubuh bagian dalam
merupakan fungsi lemak.
23. Jawaban: b
Propilena glikol digunakan dalam industri
makanan sebagai penyedap rasa, pelarut
makanan, dan humektan. Asetilena dan etilena
merupakan gas yang banyak digunakan untuk
membantu proses pematangan buah. Sukrosa
merupakan pemanis alami, digunakan untuk
menambah rasa manis pada produk makanan.
Sementara itu, etilen glikol digunakan sebagai zat
aditif untuk menurunkan titik beku pada radiator
mobil.
24. Jawaban: b
CH3 CH CH2 CH3
|
OH
Senyawa tersebut bernama 2-butanol karena
gugus OH terikat pada atom C nomor 2, sedangkan rantai utama terdiri atas empat atom karbon.
CH2 = CH CH2 CH3
Senyawa tersebut bernama 1-butena karena
terdapat ikatan rangkap dua di atom C nomor 1
dan rantai utama terdiri atas empat atom karbon.
25. Jawaban: b
Isomer posisi CH2 = CH CH2 CH3 (1-butena)
yaitu:
CH3 CH = CH CH3
2-butena
Jadi, 1-butena mempunyai isomer posisi sebanyak 2.
26. Jawaban: e
1) Asetilena dibuat dengan mereaksikan karbit
(kalsium karbida) dengan air.
CaC2(g) + 2H2O(A) C2H2(g) + Ca(OH)2(aq)
2)
3)
4)

Perbandingan mol air dengan mol gas


asetilena adalah 2 : 1.
Kegunaan gas asetilena adalah untuk
mengelas besi.
Perbandingan mol CaC2 (karbit) dengan H2O
adalah 1 : 2.

27. Jawaban: b
Pilihan jawaban d dan c merupakan isomer
n-heksana. Pilihn jawaban a dan e merupakan
isomer n-heptana.

Kimia Kelas XI

13

b.

28. Jawaban: b
6
5
4
3
2
1
CH C CH2 CH C CH
|
CH3
3-metil-1,5-heksadiuna

Titik didih makin tinggi bila jumlah atom C


makin banyak.
Alkena dengan C2C4 terdapat dalam fase
gas, C5C17 berfase cair, > C18 berfase padat.
Dapat mengalami reaksi adisi (pengubahan
ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal
dengan menangkap atom lain).
Contoh:
CH2 = CH2 + Cl2 CH2 CH2
|
|
Cl
Cl
Suku-suku alkena lebih reaktif dibanding
suku-suku alkana, untuk jumlah atom C yang
sama. Hal ini disebabkan alkena mempunyai
jumlah atom H lebih sedikit dibanding alkana.
Alkena dapat berpolimerisasi (penggabungan
molekul-molekul sejenis sehingga menjadi
molekul raksasa dengan rantai karbon yang
sangat panjang). Molekul yang bergabung
disebut monomer, sedangkan gabungan
monomer disebut polimer.

c.
d.

29. Jawaban: a
H
CH3
GC = CH
CH3
H
trans

CH3
CH3
GC = CH
H
H

30. Jawaban: b
Senyawa aromatik merupakan senyawa hidrokarbon yang terdiri atas enam atom C berstruktur
cincin yang berikatan jenuh dan tidak jenuh secara
berselang-seling. Contoh senyawa benzena.
H
(aromatik)
C
XX
Z
HC
CH
|
||
HC
CH
ZZ X
C
H
Asetilena: CH CH
(alifatik)
Polipropilena: CH2 CH CH2 CH (alifatik)

|
|
n

CH3
CH3
Polietilena: ( CH2 CH2 CH2 CH2 )n (alifatik)
Siklopentana:
CH2
(alisiklik)
X
Z
H2C
CH2
|
|
H2C CH2
B. Uraian
1.
(CH2)n = 56
(1 Ar C + 2 Ar H)n = 56
(1 12 + 2 1)n = 56
14n = 56
n=4
a. Rumus molekul: (CH2)4 = C4H8 = butena.
b. Kemungkinan struktur:
CH2 = CH CH2 CH3: 1-butena
CH3 CH = CH CH3: 2-butena
CH2 = C CH3: 2-metil propena
|
CH3
2. a.

14

Merupakan senyawa nonpolar sehingga tidak


larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut nonpolar seperti CCl4 atau eter.

Senyawa Hidrokarbon

e.

cis

f.

3. Titik-titik air yang menempel pada dinding tabung


reaksi hasil pembakaran senyawa organik mampu
mengubah warna kertas kobalt(II) dari biru menjadi
merah muda. Peristiwa ini menunjukkan bahwa titiktitik air tersebut adalah air. Air (H2O) mengubah
warna kertas kobalt(II) dari biru menjadi merah
muda. Kesimpulan percobaan ini adalah
pembakaran senyawa organik menghasilkan air.
4. Isomer butuna ada 2 yaitu:
CH C CH2 CH3 = 1-butuna
CH3 C C CH3 = 2-butuna
5. H3C

CH3
GC = CH
H
H

cis-2-butena

H3C

H
GC = CH
H
CH3

6.
a.

b.

trans-2-butena

CH3
|
4
5
6
7
8
3C C CH2 CH2 C CH3
|
|
CH3
2CH2
|
1CH3
Nama IUPAC: 7,7-dimetil-3-oktuna
CH3
|
CH3 CH CH2 CH2 C C CH
|
|
CH3
CH3
Nama IUPAC: 3,3,6-trimetil-1-heptuna

c.

d.

CH3 C = CH CH = CH2
|
CH3
Nama IUPAC: 4-metil-1,3-pentadiena
3

CH2 CH = CH2
|
2
1
CH = CH2
Nama IUPAC: 1,4-pentadiena

7. Alkadiena merupakan senyawa hidrokarbon yang


dalam rantai ikatannya mengandung dua ikatan
rangkap dua, contoh CH2 = CH CH = CH2 (1,3butadiena).
Alkuna merupakan senyawa hidrokarbon yang
dalam rantai ikatannya mengandung ikatan
rangkap tiga, contoh CH C CH 2 CH 3
(1-butuna).
8. a.

b.

c.

Pada reaksi
CH3 CH = CH2 + HBr CH3 CHBr CH3
terjadi perubahan ikatan rangkap menjadi
ikatan tunggal sehingga reaksi tersebut
merupakan reaksi adisi.
Pada reaksi
CH3 CH2 CH2Br + C2H5ONa NaBr
+ CH3 CH2 CH2 O CH2 CH3
terjadi pertukaran gugus Br dengan gugus
OCH 2CH 3. Dengan demikian, reaksi
tersebut merupakan reaksi substitusi.

9. a.

b.

Pada reaksi
CH3 CHBr CH3 + NaOH NaBr + H2O
+ CH2 CH = CH2
terjadi penghilangan atom H dan Br pada
senyawa CH3CHBrCH3 dan pembentukan
ikatan rangkap pada CH2 CH = CH2 sehingga
reaksi ini merupakan reaksi eliminasi.

H3C C = CH CH3 + H2

|
CH3
2-metil-2-butena

H3C CH CH2 CH3


|
CH3
2-metil butana
Jenis reaksi = reaksi adisi.


10. Berat C dalam CO2 =  44 gr = 12 gr.

Berat H dalam H2O =  36 gr = 4 gr.




Perbandingan mol C : H = 
:  = 1 : 4.
Jadi, rumus empirisnya (CH4)n.
(CH3)n = 15
12n + 3n = 15
15n = 15
n=1
Rumus alkana = (CH4)n
= CH4
Jadi, alkana tersebut adalah metana.

Kimia Kelas XI

15

Setelah mempelajari bab ini, siswa:


1. mampu menjelaskan proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya;
2. mampu menyajikan hasil pemahaman tentang proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi beserta
kegunaannya.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1. mensyukuri kekayaan alam Indonesia berupa minyak bumi, batu bara, dan gas alam serta berbagai bahan tambang lainnya
sebagai anugerah Tuhan YME dan menggunakannya untuk kemakmuran rakyat Indonesia;
2. memiliki rasa ingin tahu, disiplin, bertanggung jawab, kreatif, dan ulet untuk mencari dan menuangkan ide-ide tentang bahan
bakar alternatif pengganti minyak bumi.

Materi

Minyak Bumi dan Gas Alam


Bensin dan Dampak Pembakaran Bahan Bakar

Pembelajaran Kognitif

Kegiatan Psikomotorik

Pembentukan minyak bumi dan gas alam.


Komposisi minyak bumi.
Pengolahan minyak bumi.
Kualitas bensin.
Dampak pembakaran bahan bakar.

Pengetahuan yang Dikuasai

Menjelaskan proses pembentukan minyak bumi


dan gas alam.
Menyebutkan komposisi minyak bumi.
Menjelaskan proses pengolahan minyak bumi.
Menjelaskan kualitas bensin.
Menjelaskan dampak pembakaran bahan bakar.

Mengamati animasi proses pembentukan


minyak bumi dan gas alam.
Melakukan studi kepustakaan untuk mengetahui
daerah-daerah kilang minyak di Indonesia dan
bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi.

Keterampilan yang Dikuasai

Menyajikan hasil studi kepustakaan tentang


daerah kilang minyak di Indonesia dan bahan
bakar alternatif pengganti minyak bumi.

Kemampuan dan Sikap yang Dimiliki

16

Minyak Bumi

Mampu menjelaskan berbagai fraksi minyak bumi dan kegunaannya serta dampak
negatif pembakaran bahan bakar minyak.
Memiliki rasa ingin tahu tinggi, disiplin, bertanggung jawab, kreatif, dan ulet untuk
mencari dan menuangkan ide-ide tentang bahan bakar alternatif pengganti minyak
bumi.
Mengagumi dan mensyukuri karunia Tuhan YME dan memanfaatkannya secara
efisien.

avtur. Fraksi minyak bumi dengan atom C


sebanyak 57 diperoleh pada suhu 70C. Fraksi
minyak bumi dengan atom C sebanyak 1720
diperoleh pada suhu 300C. Fraksi minyak bumi
dengan atom C sebanyak 2333 diperoleh pada
suhu 450C. Fraksi minyak bumi dengan atom C
sebanyak > 60 diperoleh pada suhu > 500C.

A. Pilihan Ganda
1.

Jawaban: b
Sikloalkana menyusun minyak bumi sebanyak
49%. Hidrokarbon aromatik menyusun minyak
bumi sebanyak 15%. Alkana menyusun minyak
bumi 30%. Organologam menyusun minyak bumi
sebesar 0,1%. Alkanatiol merupakan alkohol.

2.

Jawaban: b
Berdasarkan komponen terbanyak dalam minyak
bumi, minyak bumi dibedakan menjadi tiga
golongan yaitu parafin, naftalena, dan campuran
parafin-naftalena. Minyak bumi golongan naftalena
digunakan untuk pengeras jalan dan pelumas.
Minyak bumi golongan naftalena berupa senyawa
hidrokarbon rantai siklis atau rantai tertutup.

3.

Jawaban: d
Minyak bumi terbentuk dari fosil hewan dan
tumbuhan laut yang terpendam jutaan tahun yang
lalu, tertimbun endapan lumpur, pasir, dan zatzat lain, serta mendapat tekanan dan panas bumi
secara alami. Oleh karena pengaruh suhu dan
tekanan tinggi, materi organik tersebut berubah
menjadi minyak setelah mengalami proses
berjuta-juta tahun. Itulah sebabnya minyak bumi
pada umumnya bersumber di wilayah lepas pantai
hingga laut dalam.

4.

Jawaban: c
Senyawa aromatik adalah senyawa hidrokarbon
yang mengandung gugus benzena, seperti etil
benzena. Isooktana dan n-alkana merupakan
senyawa golongan alkana, sedangkan metil siklo
pentana dan sikloheksana merupakan senyawa
golongan sikloalkana.

5.

Jawaban: a
Parafin merupakan jenis minyak bumi yang mengandung senyawa hidrokarbon rantai terbuka
digunakan sebagai penghasil gasolin. Naftalena
adalah jenis minyak bumi yang digunakan sebagai
pengeras jalan. Residu merupakan fraksi atau
komponen minyak bumi yang berupa padatan.

6.

Jawaban: d
Secara umum komponen minyak bumi terdiri atas
lima unsur kimia yaitu 8287% karbon, 1115%
hidrogen, 0,016% belerang, 02% oksigen,
0,013% nitrogen, dan sedikit organologam.

7.

Jawaban: b
Fraksi minyak bumi dengan atom karbon sebanyak
1014 dihasilkan saat suhu di kolom fraksinasi
mencapai 215C. Fraksi ini berupa kerosin dan

8. Jawaban: e
Sisa pengolahan minyak bumi yang terdapat di
kolom fraksinasi berupa residu atau bitumen, yaitu
aspal. Aspal digunakan sebagai pengeras jalan
dan bahan pelapis antibocor pada lantai.
9. Jawaban: c
Urutan fraksi minyak bumi dari yang ringan ke berat
adalah bensin, nafta, dan solar. Semakin berat
fraksi minyak bumi, titik didihnya semakin tinggi.
10. Jawaban: c
Proses desalting dilakukan dengan cara
mencampur minyak mentah dengan air. Tujuan
dilakukan proses desalting yaitu menghilangkan
senyawa-senyawa hidrokarbon, mencegah
terjadinya korosi pada pipa minyak, mencegah
terjadinya penyumbatan pada lubang-lubang di
menara, dan melarutkan mineral-mineral dalam
minyak mentah ke dalam air. Sementara itu, menghilangkan senyawa-senyawa nonhidrokarbon
dilakukan dengan cara penambahan asam dan
basa ke dalam minyak mentah.
B. Uraian
1.

Minyak bumi terbentuk dari hasil akhir penguraian


bahan-bahan organik yang berasal dari sisa-sisa
tumbuhan dan hewan yang terdapat di darat
maupun di laut. Sisa tumbuhan dan hewan
tersebut tertimbun endapan lumpur, pasir, dan zatzat lain serta mendapat tekanan dan panas bumi
secara alami selama berjuta-juta tahun. Suhu dan
tekanan ini mengubah materi organik dalam fosil
menjadi minyak bumi. Minyak bumi akan terkumpul dalam pori-pori batu kapur atau batu pasir.

2.

a.

b.
c.
d.

Senyawa golongan alkana paling banyak


menyusun minyak bumi. Senyawa ini berupa
alkana tidak bercabang seperti n-oktana, dan
alkana bercabang seperti isooktana.
Senyawa sikloalkana, misalnya metil
siklopentana dan etil sikloheksana.
Senyawa aromatik, misalnya etil benzena.
Senyawa belerang, senyawa nitrogen,
senyawa oksigen, dan senyawa organologam.

Kimia Kelas XI

17

3.

4.

Karena fraksi-fraksi minyak bumi berupa


campuran hidrokarbon yang mendidih pada
trayek suhu tertentu. Selain itu, isomer-isomer
hidrokarbon mempunyai titik didih berdekatan
sehingga tidak dapat dipisahkan ke dalam
komponen-komponen murni.

minyak mentah harus diolah terlebih dahulu untuk


memisahkan komponen-komponen penyusun
minyak bumi dari minyak bumi dan pengotorpengotornya.
5.

Minyak mentah (crude oil) dari hasil pengeboran


sumur eksplorasi belum dapat dimanfaatkan
karena masih berupa campuran. Oleh karena itu,

A. Pilihan Ganda

Cracking adalah proses pemecahan hidrokarbon


suku tinggi menjadi senyawa hidrokarbon suku
rendah dengan cara pemberian tekanan dan suhu
tinggi.

menjadi senyawa hidrokarbon rantai pendek seperti


heksana dan heksena pada suhu 500C. Senyawa
heksena mampu menaikkan bilangan oktan sebesar
10 satuan. Sementara itu, distilasi bertingkat adalah
proses pemisahan komponen-komponen minyak
bumi berdasarkan perbedaan titik didih. Desulfuring
adalah proses penghilangan unsur belerang pada
bahan bakar. Polimerisasi adalah proses penggabungan molekul-molekul kecil menjadi molekul
besar. Cracking adalah proses pemecahan
senyawa hidrokarbon berantai panjang menjadi
senyawa hidrokarbon berantai pendek untuk
memperoleh fraksi bensin.

1.

Jawaban: c
Bensin dengan hidrokarbon berantai lurus
mengakibatkan knocking atau penyalakan tak
terkendali pada mesin sehingga mesin bergetar
sangat hebat dan menimbulkan panas terlalu tinggi.
Kondisi ini mengakibatkan mesin cepat rusak. Oleh
karena itu, bensin yang tersusun hidrokarbon
berantai lurus kualitasnya kurang bagus.

2.

Jawaban: b
Campuran alkana bercabang rantai pendek dan
alkena akan terbakar paling sempurna karena
kedua senyawa tersebut terbakar lebih sempurna
daripada alkana rantai panjang dan lurus.

7.

Jawaban: b
Bilangan oktan premium sekitar 86. Sementara
itu, bilangan oktan antara 9092 merupakan
bilangan oktan pertamaks, sedangkan bilangan
oktan 98 merupakan bilangan oktan pertamaks
plus.

Jawaban: c
Viskon merupakan zat aditif yang ditambahkan ke
dalam bensin untuk meningkatkan bilangan oktan
bensin. Viskon digunakan sebagai pengganti TEL
karena lebih ramah lingkungan, mengurangi emisi
gas CO, CxHy, dan NOx.

8.

Jawaban: b
(C2H5)4Pb atau tetraetil timbal merupakan zat
aditif yang ditambahkan ke dalam bensin untuk
menaikkan bilangan oktan. Namun senyawa ini
dapat menimbulkan kerugian, yaitu melepaskan
partikulat timbal (Pb) ke udara pada proses
pembakaran bensin. Partikulat Pb merupakan
polutan yang bersifat racun. Oleh karena itu, saat
ini (C2H5)4Pb dilarang ditambahkan ke dalam
bensin.

9.

Jawaban: c
Senyawa yang berfungsi sebagai bahan
antiketukan pada mesin kendaraan bermotor
adalah TEL dengan rumus molekul (CH3CH2)4Pb
atau MTBE (metil tersier butil eter). C 7 H 16
(heptana) dan C 8 H 18 (oktana) merupakan
senyawa alkana yang menyusun bensin.
Sedangkan C 5 H 10 dan C 6 H 12 merupakan
senyawa sikloalkana penyusun minyak bumi.

3.

4.

Jawaban: c
Nilai oktan dari:
2-metil heksana = 44
n-pentena = 62
2-metil heptana = 23
sikloheksana = 97
Jadi, senyawa hidrokarbon yang memiliki nilai
oktan tertinggi yaitu sikloheksana.

5.

Jawaban: b
Isooktan memiliki nilai oktan 100 karena tidak
mengakibatkan knocking. Sementara normal
heptana memiliki nilai oktan 0 karena mengakibatkan knocking sangat tinggi. Dengan
demikian, perbandingan isooktan dengan
n-heptana adalah 97 : 3.

6.

Jawaban: a
Perengkahan termal adalah proses memecah
senyawa hidrokarbon rantai panjang seperti kerosin

18

Minyak Bumi

d.

10. Jawaban: e
Knocking atau ketukan pada mesin disebabkan
oleh rantai karbon lurus atau sedikit bercabang.
Contohnya n-heptana. Adapun senyawa hidrokarbon dengan banyak cabang umumnya tidak
atau sedikit menimbulkan knocking.

e.

B. Uraian
1.

Cracking atau kertakan adalah proses pemutusan


hidrokarbon yang mempunyai rantai panjang
menjadi hidrokarbon berantai pendek. Fraksi-fraksi
minyak mentah yang kurang komersial seperti solar
dan kerosin dikertak menjadi fraksi bensin. Proses
kertakan dilakukan pada suhu tinggi menggunakan
katalis aluminium atau silikon.

2.

Perengkahan termal adalah proses pemecahan


hidrokarbon rantai panjang menjadi fraksi dengan
jumlah atom karbon antara C5 C9. Perengkahan
termal dilakukan pada suhu 500C dan tekanan
25 atm. Contoh pemecahan kerosin menjadi
heksana dan heksena.
Contoh:

4.

Knocking atau ketukan bensin pada mesin terjadi


karena bensin mempunyai bilangan oktan rendah.
Ketukan ini dapat dikurangi dengan menaikkan
bilangan oktan bensin. Caranya dengan
menambahkan senyawa MTBE (metil tersier butil
eter), metanol, etanol, viskon, atau tersier butil
alkohol ke dalam bensin. Senyawa-senyawa
tersebut merupakan zat aditif yang dapat
menaikkan bilangan oktan bensin.

5.

Kualitas bensin ditentukan oleh bilangan oktan


dan jumlah gas CO yang dihasilkan pada proses
pembakaran bensin. Semakin tinggi bilangan
oktan dan semakin sedikit jumlah gas CO yang
dihasilkan maka kualitas bensin tersebut semakin
baik. Sebaliknya, semakin rendah bilangan oktan
dan semakin banyak jumlah gas CO yang
dihasilkan maka kualitas bensin tersebut semakin
rendah.


C H (A) dan C H (A)
C12H26(A)
 
6 14
6 12

(heksana)

3.

(heksena)

Bilangan oktan dapat ditingkatkan dengan caracara berikut.


a. Memperbanyak kadar isooktana dalam bensin.
b. Menambahkan zat aditif dalam bensin pada
proses blending, misal MTBE (metil tersier
butil eter).
c. Perengkahan termal untuk menghasilkan
heksena.

A. Pilihan Ganda
1.

Jawaban: d
Metana merupakan hidrokarbon terbanyak
penyusun gas alam. Jumlah senyawa ini
mencapai 7090%, diikuti etana, propana,
pentana, dan heksana.

2.

Jawaban: e
Minyak bumi tersusun dari senyawa sikloalkana,
yaitu siklopentana dan sikloheksana, contohnya
metil siklopentana dan etil sikloheksana.

3.

Jawaban: c
Nafta merupakan fraksi minyak bumi yang
mendidih pada suhu antara 70170C dengan

Metode reforming, yaitu mengubah struktur


senyawa hidrokarbon rantai lurus menjadi
rantai bercabang pada suhu tinggi dan
bantuan katalis.
Polimerisasi, yaitu menggabungkan
hidrokarbon rantai pendek menjadi rantai
yang lebih panjang. Misal isobutana
direaksikan dengan isobutena menghasilkan
isooktana.
CH3 CH CH3 + CH3 C = CH2
|
|
CH3
CH3
CH3
|
CH3 CH CH2 C CH3
|
|
CH3
CH3

jumlah atom C antara 812. Fraksi minyak bumi


yang memiliki atom C antara 57 adalah
petroleum eter. Fraksi minyak bumi yang memiliki
atom C antara 510 adalah bensin. Fraksi minyak
bumi yang memiliki atom C antara 1014 adalah
kerosin dan avtur. Fraksi minyak bumi yang
memiliki atom C antara 1535 adalah solar.
4.

Jawaban: b
Solar diperoleh pada suhu antara 250340C. Oli
diperoleh pada suhu antara 350500C. Residu
diperoleh pada suhu 7.500C. Parafin diperoleh
pada suhu 350C. Gasolin diperoleh pada suhu
3575C.

Kimia Kelas XI

19

5. Jawaban: c
Fraksi nomor 5 mempunyai atom C sebanyak
2628 dan mendidih pada suhu > 350C sehingga
fraksi tersebut berupa parafin. Parafin digunakan
sebagai bahan baku pembuatan lilin. Bahan bakar
mesin diesel menggunakan solar yaitu fraksi minyak
bumi yang mempunyai atom C sebanyak 1525
diperoleh pada suhu 250350C. Bahan baku
pembuatan plastik menggunakan nafta, yaitu fraksi
minyak bumi yang mempunyai atom C sebanyak
812, diperoleh pada suhu 70170C. Pelarut dan
dry cleaning menggunakan petroleum eter, yaitu
fraksi minyak bumi yang mempunyai atom C
sebanyak 57, diperoleh pada suhu 3090C.
Bahan bakar kendaraan bermotor menggunakan
bensin, yaitu fraksi minyak bumi yang mempunyai
atom C sebanyak 510, diperoleh pada suhu
3575C.
6. Jawaban: b
Titik didih lilin 350C, bensin 3575C, solar
250340C, oli 350500C, aspal > 500C,
kerosin 170250C, dan petroleum eter 3090C.
Jadi, kelompok fraksi minyak bumi yang disusun
berdasarkan kenaikan titik didih yaitu bensin (2),
kerosin (6), dan lilin (1).
7. Jawaban: c
Sikloalkana merupakan senyawa yang berbentuk
cincin dan bersifat jenuh, misal siklopentana.
Senyawa n-alkana tidak bercabang dan bersifat
jenuh, misal n-oktana. Senyawa isoalkana
merupakan senyawa bercabang dan bersifat jenuh,
misal isooktana. Senyawa organologam misalnya
vanadium dan nikel. Hidrokarbon aromatik adalah
senyawa berbentuk cincin berikatan rangkap, misal
benzena.
8. Jawaban: c
Minyak gosok dan aspal merupakan fraksi minyak
mentah hasil pengolah fraksi residu. Minyak gosok
diperoleh dengan cara mendistilasi residu. Pada
proses distilasi ini dihasilkan uap dan residu. Uap
yang dihasilkan merupakan campuran lilin dan
minyak gosok. Minyak gosok dipisahkan dari lilin
dengan cara ekstraksi pelarut. Sementara itu, residu
yang tertinggal pada proses ini merupakan aspal.
9. Jawaban: c
Proses pemecahan molekul senyawa yang
panjang menjadi molekul pendek dinamakan
cracking. Blending adalah proses pencampuran
atau penambahan zat aditif pada bensin agar
mutu bensin lebih baik. Treating adalah proses
menghilangkan pengotor pada minyak supaya
lebih murni. Reforming adalah mengubah bentuk
struktur (isomer) dari rantai karbon lurus menjadi

20

Minyak Bumi

bercabang untuk meningkatkan mutu bensin.


Polimerisasi adalah penggabungan molekulmolekul kecil menjadi molekul besar bensin yang
berkualitas tinggi.
10. Jawaban: e
Bensin digunakan sebagai bahan bakar mesin
kendaraan. Bahan bakar industri menggunakan
minyak bakar. Penatu kering menggunakan
petroleum eter. Elektrode menggunakan karbon
padat dari fraksi minyak kokas. Pelumas
menggunakan oli.
11. Jawaban: a
Bilangan oktan bensin ditentukan dari komposisi
senyawa penyusunnya yang tidak mengakibatkan
knocking atau ketukan, yaitu isooktana. Bensin
beroktan 80, berarti mengandung isooktan
sebanyak 80%. Jadi, perbandingan n-heptana
dan isooktana pada bensin tersebut 20 : 80.
12. Jawaban: a
Bensin terdiri atas campuran isomer-isomer
heptana (C 7 H 16 ) dan isomer-isomer oktana
(C8H18). 2,3-dimetil butana terdiri atas 6 atom C
dan 14 atom H sehingga senyawa tersebut bukan
termasuk komponen bensin. 2,2-dimetil pentana
terdiri atas 7 atom C dan 16 atom H, merupakan
golongan heptana. 2,3-dimetil heksana,
2,2,4-trimetil pentana, dan 2,2,3,3-tetrametil butana
terdiri atas 8 atom C dan 18 atom H, merupakan
golongan oktana. Dengan demikian, keempat
senyawa tersebut merupakan komponen bensin.
13. Jawaban: c
Nilai oktan bensin ditentukan oleh perbandingan
senyawa isooktana dan n-heptana yang
ditambahkan. Premium beroktan 88 mempunyai
komposisi 88% isooktana dan 12% n-heptana.
14. Jawaban: c
Metil tersier butil eter, tersier butil alkohol, metanol,
dan viskon adalah bahan kimia yang jika
ditambahkan ke dalam bensin dapat menaikkan
bilangan oktan. Bahan-bahan tersebut aman
karena tidak menimbulkan partikulat timbal (Pb).
Sementara itu, tetra etil timbal dapat menaikkan
bilangan oktan tetapi menimbulkan partikulat (Pb).
15. Jawaban: d
Endapan timbal pada mesin akibat penambahan
zat aditif TEL dalam bensin dapat dihindari
dengan menambahkan senyawa 1,2-dibromo
etana (C2H4Br2). Keberadaan senyawa ini dalam
bensin mengubah PbO hasil pembakaran menjadi
senyawa PbBr2 yang mudah menguap sehingga
tidak mengendap dalam mesin.

16. Jawaban: e
1-pentena lebih sedikit menimbulkan ketukan
daripada n-heptana karena angka oktan
1-pentena lebih tinggi daripada bilangan oktan
n-heptana sehingga 1-pentena lebih berkualitas
daripada n-heptana.
17. Jawaban: e
Gas CO sebagai hasil pembakaran tidak sempurna
bahan bakar bersifat sangat berbahaya karena lebih
mudah berikatan dengan Hb dibanding O 2 .
Akibatnya, tubuh menjadi kekurangan oksigen
sehingga metabolisme sel-sel terganggu.
Akibatnya, timbul rasa pusing, muntah, pingsan,
bahkan dapat mengakibatkan kematian. Unsur yang
mengendap di mesin sebagai sisa pembakaran
berupa timbal. Rusaknya lapisan ozon diakibatkan
oleh senyawa klorin dalam CFC yang banyak
terdapat dalam bahan-bahan spray. Perkaratan
logam dipercepat dengan senyawa-senyawa oksida
asam yang terdapat dalam hujan asam. Penyakit
paru-paru diakibatkan oleh asap rokok.
18. Jawaban: c
Ketukan pada mesin kendaraan disebabkan oleh
pembakaran bensin yang terlalu cepat sehingga
efisiensi energi yang dihasilkan berkurang.
19. Jawaban: d
Pertamaks plus memiliki nilai oktan > 95. Nilai
oktan n-heptana = 0, n-heksana = 25, n-heptena
= 60, sikloheksana = 97, dan 2-metil heksana
= 44. Jadi, senyawa yang memiliki nilai oktan
setara dengan nilai oktan pertamaks plus adalah
sikloheksana.
20. Jawaban: e
Penambahan TEL pada bensin menghasilkan
partikulat Pb (timbal) dalam bentuk jelaga atau
asap. Partikulat Pb berupa butiran-butiran halus
yang jika terisap dapat menembus bagian
terdalam paru-paru. Menurunkan knocking dan
menaikkan bilangan oktan menggunakan
senyawa isooktana. Asap hitam timbul akibat
pembakaran tidak sempurna.
21. Jawaban: c
Gas buang penyebab hujan asam yaitu SO2 dan
NOx. Kedua gas ini dapat berikatan dengan uap air
di udara membentuk asam dalam awan. Apabila
awan yang mengandung asam turun menjadi hujan,
air hujan tersebut bersifat asam. Sementara itu, gas
CO merupakan gas beracun yang mudah berikatan
dengan hemoglobin. Gas CO2 mengakibatkan
terjadinya global warming, sedangkan uap air (H2O)
merupakan gas yang tidak beracun, hasil dari
proses pembakaran senyawa karbon.

22. Jawaban: b
Komponen bensin berasal dari isomer-isomer
heptana dan oktana. Isomer-isomer heptana
mempunyai jumlah atom C = 7 dan atom H = 16.
Sementara itu, isomer-isomer oktana mempunyai
jumlah atom C = 8 dan atom H = 18. Jadi, senyawa
hidrokarbon yang terdapat dalam bensin yaitu
2,3-dimetil pentana (C7H16) dan 2,2,3,3-tetrametil
butana (C8H18).
23. Jawaban: a
Gas CO merupakan gas beracun sehingga
keberadaannya di udara harus dibatasi. Gas CO
di udara belum menimbulkan dampak negatif bagi
kesehatan jika berkadar < 100 ppm. Apabila kadar
CO di udara melebihi 100 ppm akan mengakibatkan cepat merasa lelah dan sakit kepala.
24. Jawaban: e
Katalis konverter dipasang di knalpot mobil
dengan tujuan untuk mengubah polutan yang
beracun seperti sisa bensin, gas CO, dan oksida
nitrogen menjadi produk yang lebih aman seperti
gas N2, CO2, dan H2O.
25. Jawaban: e
Peningkatan kadar CO2 di udara mengakibatkan
terjadinya global warming atau pemanasan
global. Sementara itu, gangguan pernapasan
diakibatkan oleh kabut asap, hujan asam
diakibatkan oleh gas SO2 dan oksida nitrogen,
sedangkan gangguan fungsi hemoglobin diakibatkan oleh gas CO.
26. Jawaban: e
Bensin beroktan rendah jika dibakar banyak
menghasilkan jelaga. Sebaliknya, bensin beroktan
tinggi menghasilkan sedikit gas karbon monoksida
jelaga, dan gas karbon dioksida serta, menimbulkan sedikit ketukan pada mesin.
27. Jawaban: d
CO dan partikel timah hitam merupakan bahan
kimia berbahaya yang dihasilkan oleh
pembakaran bahan bakar fosil seperti bensin.
Bahan-bahan tersebut dikeluarkan dalam asap
kendaraan bermotor.
28. Jawaban: e
Senyawa 1,2dibromo etana ditambahkan ke
dalam bensin ber-TEL untuk mengikat timbal sisa
pembakaran bensin yang mengendap di mesin
menjadi senyawa PbBr2.
29. Jawaban: e
Zat antiketukan yang berupa ethyl fluid digunakan
untuk meningkatkan bilangan oktan bensin. Ethyl
fluid terdiri atas campuran 65% TEL (tetra ethyl
lead), 25% 1,2-dibromo etana, dan 10% 1,2-dikloro
etana. MTBE, etanol, metanol, dan viskon
merupakan pengganti TEL.
Kimia Kelas XI

21

30. Jawaban: e
Gas PbBr2 berasal dari pembakaran bensin. Gas
ini mudah menguap dan menimbulkan pencemaran udara. Jika terhirup partikulat Pb-nya
akan mengendap di dalam tubuh sebagai racun.
B. Uraian
1.

2.

3.

4.

Proses pembentukan gas alam berasal dari sisasisa tumbuhan dan hewan yang tertimbun endapan
lumpur, pasir, dan zat-zat lain selama jutaan tahun.
Timbunan material ini mendapat tekanan dan
panas bumi secara alami. Bersamaan dengan
proses tersebut, bakteri pengurai merombak
senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa
hidrokarbon. Senyawa hidrokarbon tersebut terdiri
atas campuran alkana berwujud gas dengan berat
molekul sedang, seperti metana, etana, propana,
butana, dan isobutana, serta pentana. Gas-gas ini
terkumpul dalam pori-pori batu kapur dan batu
pasir. Dengan adanya gaya kapilaritas, gas alam
akan bergerak ke atas.
Macam-macam pengolahan lebih lanjut fraksi
bensin sebagai berikut.
a. Reforming, yaitu mengubah bentuk struktur
(isomer) rantai karbon lurus menjadi
bercabang untuk meningkatkan mutu bensin.
b. Polimerisasi, yaitu penggabungan molekulmolekul kecil menjadi molekul besar. Molekul
besar yang dihasilkan dapat menaikkan kualitas
bensin karena bilangan oktannya tinggi.
c. Blending, yaitu proses pencampuran atau
penambahan zat aditif pada bensin agar
mutu bensin lebih baik. Misal menambahkan
TEL (tetra etil lead), MTBE (metil tersier butil
eter), AlCl3, H2SO4, dan 1,2-dibromo etana.
Fraksi-fraksi minyak bumi diperoleh melalui proses
di dalam menara distilasi. Proses ini dimulai dengan
memompakan minyak mentah yang telah
dipanaskan hingga suhu 350C ke dalam menara
distilasi. Di dalam menara, sebagian akan
menguap setelah mencapai titik didihnya dan
bergerak melalui bubble caps. Sebagian uap akan
mencair dan mengalir melalui pelat sehingga
terpisah dari fraksi lain. Uap yang tidak mencair
akan terus naik dan lama kelamaan akan mencair
sedikit demi sedikit sesuai dengan titikdidihnya
pada pelat-pelat di atasnya. Selanjutnya, akan
diperoleh fraksi-fraksi minyak bumi.
Bensin dengan nilai oktan 92 dapat dibuat dengan
cara mencampurkan senyawa isooktan dan
n-heptana dengan kadar 92% isooktan dan 8%
n-heptana. Bilangan oktan dihitung berdasarkan
jumlah kadar isooktana dalam campuran bensin
tersebut.

22

Minyak Bumi

5. Viskon baik digunakan sebagai zat aditif bensin


karena viskon memiliki banyak keunggulan berikut.
a. Dapat menaikkan bilangan oktan bensin.
b. Mengurangi konsumsi bensin.
c. Mengurangi emisi gas CxHy, CO, dan NOx.
d. Meningkatkan daya dorong mesin.
e. Menurunkan suhu gas pembakaran.
6. Bensin bertimbal, yaitu bensin yang menggunakan
zat aditif TEL. Pembakaran bensin bertimbal
menghasilkan endapan hitam PbO dan tertimbun
dalam mesin kendaraan. Hal ini akan menimbulkan
kerak dan mengakibatkan laju kendaraan
tersendat-sendat. Penambahan dibromo etana
dapat mengubah PbO hasil pembakaran menjadi
PbBr2 yang mudah menguap sehingga tidak
menghasilkan endapan dalam mesin.
7. Efisiensi pembakaran bensin dapat ditingkatkan
dengan menambahkan senyawa yang mempunyai
nilai oktan tinggi, misal senyawa isooktana.
Isooktana atau 2,24-trimetil pentana merupakan
alkana (hidrokarbon) bercabang yang memiliki
bilangan oktan 100 sehingga pembakaran bensin
berlangsung sempurna.
8. Pada knalpot sering terlihat adanya endapan
berwarna hitam sebab pada mesin terjadi proses
pembakaran senyawa karbon yaitu bensin. Pembakaran bensin mengakibatkan terbentuknya
karbon atau jelaga pada sisa pembakaran.
Endapan berwarna hitam dalam knalpot merupakan unsur karbon yang terurai dari senyawa karbon
akibat proses pembakaran tidak sempurna.
9. Penggunaan bensin sebagai bahan bakar dapat
menimbulkan dampak negatif karena mengakibatkan timbulnya gas CO sebagai akibat pembakaran
tidak sempurna pada bensin. Gas CO dapat
mengakibatkan kematian seseorang karena gas
CO lebih reaktif terhadap Hb, dibandingkan dengan
O2. Oleh karena itu, jika Hb hanya mengikat CO,
tubuh akan kekurangan O2. Kurangnya kadar
oksigen dalam tubuh mengakibatkan terhambatnya proses metabolisme dalam tubuh. Akibatnya,
tubuh akan mudah lelah dan lemas.
10. Kita harus berhemat dalam menggunakan bahan
bakar fosil dan mencari bahan bakar alternatif
penggantinya karena bahan bakar fosil bersifat
tidak dapat diperbarui (unrenewable). Sementara
itu, kebutuhan bahan bakar pada industri,
kendaraan, dan masyarakat semakin meningkat.
Jika kita tidak berusaha berhemat dalam
menggunakan bahan bakar dapat terjadi
kelangkaan bahan bakar. Bahan bakar alternatif
pengganti diperlukan untuk mengantisipasi
kelangkaan bahan bakar fosil sehingga aktivitas
manusia tetap dapat berlangsung.

Setelah mempelajari bab ini, siswa:


1.
mampu membedakan reaksi eksoterm dan endoterm berdasarkan hasil percobaan dan diagram tingkat energi;
2.
mampu menentukan H reaksi berdasarkan hukum Hess, data perubahan entalpi pembentukan standar, dan data energi
ikatan;
3.
terampil merancang, menyimpulkan, dan menyajikan hasil percobaan reaksi eksoterm dan endoterm.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai siswa:
1.
mensyukuri ciptaan Tuhan yang ada di alam berupa energi yang dihasilkan prinsip termokimia;
2.
mempunyai rasa ingin tahu dan jiwa kreatif tinggi, serta berperilaku jujur, disiplin, teliti, dan proaktif saat bekerja sama dalam
kelompok praktikum.

Materi

Reaksi Termokimia dan Perubahan Entalpi


Macam-Macam Perubahan Entalpi
Penentuan Perubahan Entalpi Reaksi

Pembelajaran Kognitif

Reaksi eksoterm.
Reaksi endoterm.
Perubahan entalpi reaksi pembentukan, penguraian,
pembakaran, netralisasi, penguapan, peleburan,
sublimasi, dan pelarutan standar.
Penentuan H reaksi berdasarkan data entalpi
pembentukan standar, hukum Hess, dan energi ikatan.

Kegiatan Psikomotorik

Pengetahuan yang Dikuasai

Membedakan reaksi eksoterm dan endoterm.


Membedakan reaksi pembentukan, penguraian, pembakaran, netralisasi, penguapan, peleburan, sublimasi,
dan pelarutan.
Menghitung nilai H reaksi berdasarkan data entalpi yang
disajikan.

Melakukan diskusi untuk membedakan reaksi eksoterm


dan endoterm.
Melakukan praktikum untuk menentukan H reaksi
menggunakan kalorimeter sederhana.

Keterampilan yang Dikuasai

Menyimpulkan jenis reaksi eksoterm dan endoterm serta


penerapannya dalam kehidupan.
Menyajikan laporan hasil praktikum.

Kemampuan dan Sikap yang Dimiliki

Menjelaskan reaksi eksoterm, endoterm, jenis-jenis reaksi, dan nilai H reaksi.


Mengagumi dan mensyukuri manfaat energi yang dihasilkan dari suatu reaksi
sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa.
Mempunyai jiwa kreatif dan rasa ingin tahu yang tinggi.

Kimia Kelas XI

23

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b
Reaksi eksoterm adalah reaksi yang melepaskan
panas, yaitu energi berpindah dari sistem ke
lingkungan sehingga lingkungan mengalami
kenaikan suhu. Kondisi ini ditandai dengan tabung
reaksi terasa panas.
2. Jawaban: b
Reaksi eksoterm, disertai pelepasan panas dari
sistem ke lingkungan (H = ), entalpi hasil <
entalpi pereaksi, dan suhu lingkungan > suhu
sistem.
3. Jawaban: e
Reaksi kimia yang ditunjukkan oleh diagram reaksi
tersebut merupakan reaksi endoterm. Entalpi zat
yang bereaksi lebih kecil daripada entalpi zat hasil
reaksi sehingga H berharga positif. H berharga
positif menunjukkan reaksi endoterm.
4. Jawaban: e
Pada reaksi eksoterm terjadi perpindahan kalor dari
sistem ke lingkungan, perubahan entalpi negatif,
reaksi melepas kalor, berlangsung spontan, dan
terjadi kenaikan suhu.
5. Jawaban: c
Reaksi eksoterm adalah reaksi kimia yang melepas
panas. Oleh karena pada reaksi antara gas metana
dengan oksigen disertai pelepasan panas, reaksi
tersebut termasuk reaksi eksoterm.
6. Jawaban: a
Proses endoterm merupakan proses yang
membutuhkan kalor sehingga terjadi perpindahan
kalor dari lingkungan ke sistem. Suhu setelah
reaksi lebih kecil daripada suhu sebelum reaksi.
Proses endoterm ditunjukkan oleh gambar 1) dan
2). Sebaliknya, gambar 3) dan 4) merupakan
gambar proses eksoterm. Pada reaksi ini sistem
melepaskan kalor ke lingkungan. Suhu setelah
reaksi lebih besar daripada suhu sebelum reaksi.
7. Jawaban: b
Reaksi tersebut membebaskan atau melepaskan
panas pada saat terbentuk produk. Kalor reaksi
+411 kJ berarti H = 411 kJ. Jadi, reaksi tersebut
termasuk jenis reaksi eksoterm.

24

Termokimia

8. Jawaban: a
Reaksi eksoterm ditandai dengan naiknya suhu
lingkungan setelah terjadi reaksi. Reaksi ini
ditunjukkan oleh nomor 1) dan 2).
Reaksi eksoterm melepaskan kalor ke lingkungan
sehingga suhu lingkungan naik. Pada reaksi ini
suhu setelah reaksi lebih besar dari sebelum
reaksi. Jadi, peristiwa yang merupakan reaksi
eksoterm terjadi pada nomor 1) dan 2).
9. Jawaban: c
Besarnya perubahan entalpi reaksi sama dengan
kalor reaksinya dengan tanda yang berlawanan.
Jadi, H = x kJ kalor reaksinya sama dengan
+ kJ (reaksi eksoterm). H = +x kJ kalor reaksinya
sama dengan x kJ (reaksi endoterm).
10. Jawaban: d
Jika suatu reaksi kimia menghasilkan panas, reaksi
tersebut merupakan reaksi eksoterm. Pada reaksi
eksoterm, entalpi reaksi bernilai negatif (entalpi
pereaksi lebih besar daripada entalpi hasil reaksi).
B. Uraian
1. Reaksi eksoterm adalah reaksi yang disertai
pelepasan panas atau kalor ke lingkungan. Dalam
reaksi eksoterm, entalpi hasil reaksi lebih kecil dari
entalpi reaktan sehingga DH berharga negatif.
Contoh:
C(s) + O2(g) CO2(g) H = 393,52 kJ
C(s) + O2(g) CO2(g) + 393,52 kJ
Reaksi endoterm adalah reaksi yang disertai
penyerapan panas atau kalor dari lingkungan. Dalam
reaksi endoterm, entalpi hasil reaksi lebih besar dari
entalpi reaktan sehingga H berharga positif.
Contoh:
N2(g) + 2O2(g) 2NO2(g) H = +66,4 kJ
N2(g) + 2O2(g) 2NO2(g) 66,4 kJ
2. a.

Reaksi membebaskan kalor, berarti reaksi


eksoterm, maka H bertanda negatif atau kalor
reaksi bertanda positif.
Jadi, penulisan reaksi sebagai berikut.
C(s) + O2(g) CO2(g) H = 393,5 kJ
atau
C(s) + O2(g) CO2(g) + 393,5 kJ

b.

Gambar diagram sebagai berikut.


H
C(s) + O2(g)
H = 393,5 kJ

4. Reaksi a dan b merupakan reaksi endoterm karena


memerlukan kalor atau kalor reaksinya bertanda
negatif. Sementara itu, reaksi c, d, dan e
merupakan reaksi eksoterm karena melepaskan
kalor atau kalor reaksinya bertanda positif.
5. a.

CO 2(g)

Reaksi eksoterm

3. Pelarutan Na2S2O3 dalam air memerlukan kalor


(reaksi endoterm) sehingga panas berpindah dari
lingkungan ke sistem. Jadi, gelas beker (bertindak
sebagai lingkungan) akan terasa dingin karena
panas dari lingkungan terserap ke dalam sistem.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Perubahan entalpi netralisasi standar (Hc) adalah
perubahan entalpi yang dihasilkan atau diperlukan
pada penetralan 1 mol zat basa oleh asam atau 1
mol asam oleh basa pada suhu 25C dan tekanan
1 atm seperti pada reaksi d. Sementara itu, reaksi
c merupakan reaksi pembentukan, reaksi b
merupakan reaksi fermentasi, reaksi a merupakan
reaksi pembakaran, dan reaksi e merupakan reaksi
hidrolisis.
2. Jawaban: c
Hf merupakan perubahan entalpi pembentukan
standar 1 mol senyawa. Reaksi pembentukan
1 mol senyawa ditunjukkan oleh reaksi 1) dan 2).
Hf adalah perubahan entalpi penguraian standar
1 mol senyawa. Reaksi penguraian ditunjukkan
oleh reaksi 3) dan 4). Hc adalah perubahan
entalpi pembakaran standar 1 mol senyawa,
ditunjukkan oleh reaksi 5). Oleh karena itu, reaksi
H f , H d , dan H c secara berturut-turut
ditunjukkan oleh nomor 1), 3), dan 5).
3. Jawaban: d
Mol bahan bakar =
=

  

  

 
 

= 0,05 mol
Entalpi pembakaran yang dihasilkan
= mol entalpi =




5,460 kJ =  5,460 kJ

b.

Pada reaksi tersebut terjadi perpindahan kalor


dari sistem ke lingkungan sehingga
merupakan reaksi eksoterm.
Persamaan termokimia dari reaksi tersebut:


Ag(s) +  Cl2(g) AgCl(s) H = 127 kJ/mol

4. Jawaban: d
4Li(s) + O2(g) 2Li2O(s) Hf = 598,8 kJ/mol
2 mol Li2O = 598,8
Kalor yang dilepas =
150 =







Hf Li2O

598,8

Mol Li2O = 0,5 mol


Mol Li = 2 mol Li2O = 2 0,5 = 1 mol
Massa Li = mol Li Ar Li = 1 7 = 7 g
5. Jawaban: c
Reaksi penguraian NO sebagai berikut.
Mol NO =


 



=  +  = 2 mol




Kalor yang dilepas =  43,2 = 43,2 kkal.


2NO N2 + O2
H = 43,2 kkal
Untuk menguraikan 2 mol gas NO dilepaskan kalor
43,2 kkal
6. Jawaban: e
Reaksi penguraian merupakan kebalikan dari
reaksi pembentukan (hukum Laplace).
C6H12(g) C6H6(g) + 3H2(g) H = +208 kJ
7. Jawaban: e
CH4(g) + 2O2(g) CO2(g) + 2H2O(g)
H = 802 kJ/mol
 

Mol CH4 =  +   = 0,15 mol


Kalor yang dikeluarkan = 0,15 802 = 120,3 kJ.

Kimia Kelas XI

25

8. Jawaban: b
Perubahan entalpi pembakaran adalah perubahan
entalpi yang dihasilkan pada standar pembakaran
1 mol zat dengan oksigen.
C2H4(g) + 3O2(g) 2CO2(g) + 2H2O(A)
H = 1.420 kJ
Reaksi a merupakan perubahan entalpi netralisasi
standar. Reaksi c merupakan pembentukan entalpi
hidrolisis standar. Reaksi d merupakan perubahan
entalpi pembakaran bukan pada kondisi standar.
Reaksi e merupakan perubahan entalpi fermentasi.
9. Jawaban: d
Pada reaksi: S + O2 SO2 H = y kJ dapat
disebut
1) H pembentukan SO2 = y kJ.
2) H pembakaran S = y kJ.
3) H penguraian SO2 = +y kJ.
4) Pada pembentukan 2 mol SO2 dibebaskan
kalor sebesar 2y kJ.
5)



dibebaskan kalor sebesar

3. Persamaan termokimia pembakaran 2 mol gas


etuna sebagai berikut.
2C2H2(g) + 5O2(g) 4CO2(g) + 2H2O(g)
H = 2.372 kJ
Mol C2H2 pada kondisi standar (STP)
!"# $ %

 
= !"# &'*

  

=   
= 0,125 mol
Kalor yang dilepas pada STP

Pada pembakaran 16 gram S (  mol =  mol)





Persamaan termokimia: H2O(A ) H2O(g) 42 kJ.


Untuk menguapkan 1 mol H2O diperlukan kalor
sebesar 42 kJ. Dengan demikian, untuk
menguapkan 3,5 mol H 2 O diperlukan kalor
sebanyak 3,5 42 kJ = 147 kJ.
Jadi, kalor yang diperlukan untuk menguapkan
63 gram air sebanyak 147 kJ.

 $% &'*


 $%

 


y kJ.

10. Jawaban: b
Reaksi peleburan es: 2H2O(s) 2H2O(A)
H3 = H1 + H2
572 = 584 + H2
H2 = 572 + 584
= 12 kJ

4. a.




Persamaan termokimia pembakaran


sempurna isooktana sebagai berikut.


C8H18(A) + 12  O2(g) 8CO2(g) + 9H2O(g)


b.

H = 5.500 kJ
Persamaan reaksi:


C8H18(A) + 12  O2(g) 8CO2(g) + 9H2O(g) +

1. Reaksi:


H2(g) +  O2(g) H2O(g) Hf = 241,8 kJ/mol


Mol H2 =

 
  

= 0,25 mol

Mol H2 ~ mol H2O ~ 0,25 mol


H = mol H2O Hf H2O
= 0,25 mol (241,8) kJ/mol = 60,45 kJ
2. Diketahui: Hf H2O(g) = 245 kJ
Hf H2O(A ) = 287 kJ


Mol H2O =  = 3,5 mol




H2(g) +  O2(g) H2O(g) H = 245 kJ




H2O(A ) H2(g) +  O2(g) H = +287 kJ


+
H2O(A ) H2O(g)
H = +42 kJ

26

(2.372) kJ

= 148,25 kJ
Jadi, kalor yang dilepaskan pada pembakaran
2,8 L C2H2 sebanyak 148,25 kJ.

Peleburan 1 mol es =  = 6 kJ/mol


B. Uraian

Termokimia

5.500 kJ
Massa C8H18 = volume massa jenis
= 1 liter 0,684 kg/L
= 684 g
Mol C8H18 =
=




  +  



=  = 6 mol
Dari persamaan reaksi terbaca bahwa untuk
membakar 1 mol C8H18(A) dibebaskan kalor
sebanyak 5.500 kJ. Jadi, untuk membakar
1 liter bensin (terdapat 6 mol isooktana)
dibebaskan kalor sebanyak


=  5.500 kJ = 33.000 kJ

5. 2Mg(s) + O2(g) 2MgO(s) H = 1.204 kJ


a. Diagram reaksi dari reaksi tersebut sebagai
berikut.

b.

Massa Mg = 5,4 gram

H
2Mg(s) + O2(g)

H = 1.204 kJ

1. Jawaban: b
Kalor reaksi = m c (t2 t1)
= V c (t2 t1)
= 1 g/cm3 (100 + 100) cm3) 4,2 J/g K
(310,5 300) K
= 7.140 J
Reaksi netralisasi
NaOH + HCl NaCl + H2O
Karena reaksi menghasilkan panas (terlihat bahwa
suhu naik) maka H = negatif
(H) netralisasi 1 mol NaOH atau 1 mol HCl =
?


= 7.140 J/mol = 7,140 kJ/mol

2. Jawaban: a
Qlarutan = m c T
= 6.000 4,2 (88,5 24,8)
= 1.605.240 J
= 1.605,24 kJ
Qkalorimeter = C T
= 2.740 (88,5 24,8)
= 174.538 J
= 174,54 kJ
Qreaksi
= (Qlarutan + Qkalorimeter)
= (1.605,24 + 174,54) kJ
= 1.779,8 kJ
Mol CH4 =

?


= 2 mol
@

#

Hc = 

?F 





 


(1.204 kJ)

= 135,45 kJ

MgO(s)

A. Pilihan Ganda


I

=  = 0,225 mol


Kalor yang dilepaskan saat 0,225 mol Mg
dibakar
Mol Mg =

3. Jawaban: b
Massa C6H4O2 = 5,4 gram
Mr C6H4O2 = 108 gram/mol


n C6H4O2 =  = 0,05 mol


C = 7,85 kJ/C
T = (30,5 23,5)C = 7C
H = C T
= 7,85 kJ/C 7C
= 54,95 kJ
Kalor reaksi pembakaran C6H4O2 tiap mol
=

 F 

 

= 1.099 kJ/mol

4. Jawaban: c
Reaksi pembakaran CH4:
CH4(g) + 2O2(g) CO2(g) + 2H2O(g) H = 80 kJ/mol
mol CH4 =

 $%
 $%

 

=  
= 0,5 mol
Jika kalor pembakaran 1 mol CH4 sebesar 80 kJ/mol
maka perubahan entalpi 0,25 mol CH4:



(80 kJ/mol) = 40 kJ

Jadi, perubahan entalpi pembakaran 8 gram CH4


sebesar 40 kJ.
5. Jawaban: d
Menurut hukum Hess
Hreaksi = H1 + H2
H3 = H1 + H2

= 890 kJ/mol

Kimia Kelas XI

27

6. Jawaban: d
2NO + O2 N2O4 H = a kJ

. . . (1)

NO +  O2 NO2 H = b kJ
. . . (2)
2NO2 N2O4
H = . . . ?
Persamaan (2) dibalik dan dikalikan 2.
2NO + O2 N2O4 H = a kJ
2NO2 2NO + O2 H = 2b kJ
+
2NO2 N2O4
H = (a 2b) kJ
7. Jawaban: a
Reaksi pembentukan kloroform dari senyawa
karbon dan kloroform dapat dicari dengan
persamaan 2), 3), dan 5). Sementara itu,
persamaan 1) dan 4) dibalik, lalu persamaan 1)
dikali dua.
CS2(aq) + 3O2(g) CO2(g) + 2SO2(g)

H = 1.077 kJ/mol

2S(s) + Cl2(g) S2Cl2(aq)

H = 60,2 kJ/mol

C(s) + 2Cl2(g) CCl4(aq)

H = 135,4 kJ/mol

2SO2(g) 2S(s) + 2O2(g)

H = 539,6 kJ/mol

H = 393,5 kJ/mol
CO2(g) C(s) + O2(g)

CS2(aq) + 3Cl2(g) CCl4(aq) + S2Cl2(aq) H = 339,5 kJ/mol

Kalor untuk pembentukan 2 mol kloroform


= 2 mol (339,5 kJ/mol)
= 679 kJ
8. Jawaban: c
H = m c T
= V c T
= (50 + 50) ml 1,0 g cm3 4,2 J g1C1 6C
= 25,2 J
9. Jawaban: c
Persamaan reaksi:
2Al(s) + Fe2O3(s) 2Fe(s) + AI2O3(s)
diperoleh dari penggabungan kedua reaksi di atas,
dengan cara membalik persamaan reaksi (1) dan
menjumlahkannya dengan reaksi (2). Persamaan
reaksinya menjadi sebagai berikut.
1) Fe2O3(s) 2Fe(s) +
2) 2Al(s) +







O2(g)

O2(g) Al2O3(s)

H = +840 kJ
H = 1.680 kJ

2Al(s) + Fe2O3(s) 2Fe(s) + Al2O3(s) H = 840 kJ

Jadi, harga perubahan entalpi untuk reaksi


2Al(s) + Fe2O3(s) 2Fe(s) + Al2O3(s)
sebesar 840 kJ.
10. Jawaban: a
Massa larutan = volume massa jenis air
= (2 1.000) ml 1 g/ml
= 2.000 g
T = (75-27)C = 48C
c = 4,2 J g1 C1

28

Termokimia

Q = m c T
= 2.000 4,2 48
= 403.200 J
= 403,2 kJ
Mol elpiji =

 $%
 $%



=  = 1 mol
H =
=

@

 


= 403,2 kJ/mol
11. Jawaban: c
1) C(s) + O2(g) CO2(g)

H1 = x kJ

2) CO(g) C(s) +  O2(g) H2 = y kJ

CO(g) +  O2(g) CO2(g)


Jadi, z = y x x = y z.

H3 = (y x) kJ

12. Jawaban: d
Hreaksi = Hhasil Hreaktan
= (3 Hf CO2 + 4 Hf H2O) (Hf
C3H8 + 5 Hf O2)
= [(3 394) + (4 ( 286))] [(104) + (5 0)]
= (1.182 1.144) (104)
= 2.326 + 104 = 2.222 kJ
13. Jawaban: a
H = Epemutusan reaktan Epenggabungan produk
H = {DH H + DO = O} {2 DH O + DO O}
= (436 + 499} {2(460) + 142}
= 935 1.062 = 127 kJ
14. Jawaban: e
Perubahan entalpi pada pembakaran 1 mol propana
sebesar 2.220 kJ. Persamaan reaksi:
C3H8(g) + 5O2(g) 3CO2 (g)+ 4H2O(g)
mol CO2 =

$ 
 $ 



=  =  mol


Banyak kalor untuk 3 mol CO2 =  (2.220) kJ




Banyak kalor untuk  mol CO2:





 (2.220) kJ =  (2.220) kJ

15. Jawaban: c
Reaksi pembakaran etanol merupakan reaksi
eksoterm karena Hreaksi berharga negatif. H
reaksi diperoleh dari pengurangan Hproduk dengan
Hreaktan. Oleh karena Hreaksi berharga negatif
maka Hproduk < Hreaktan.

Jadi, grafik persamaan reaksi pembakaran etanol


sebagai berikut.

3. H2C = CH2 + Cl2 ClH2C CH2Cl


Hreaksi = {(DC = C + 4 DC H + DCl Cl) (DC C +
2 DC Cl + 4 DC H)}

Energi

= {(612 + 4(414) + 243) (347 + 2(331) +

C2H5OH(A ) + 3O2(g)
2CO2(g) + 3H2O(A )

4(414))}
= 154 kJ/mol
Jadi, H reaksi sebesar 154 kJ/mol.

B. Uraian
1. KOH(aq) + HCl(aq) KCl(aq) + H2O(A)
20 ml 0,1 M
2 mmol

20 ml 0,1 M
2 mmol

2 mmol

Q = m c T
= ( Vlarutan) c T
= (1.000 g/L (0,02 L + 0,02 L)) 1 3,6
= 144 kal
(untuk 2 mmol/KCl)
H 1 mol =




144 kal = 72 kal

Terjadi kenaikan suhu reaksi eksoterm H =


Sehingga Hreaksi = 72 kal
2. Hreaksi = Hf hasil Hf pereaksi
= (4 HNO + 6 HH O) (4 HNH + 0)
2
2
3
4c = (4 HNO + 6 a) (4 b + 0)
2
4c = (4 HNO + (6a)) (4b)
2
4HNO = 6a + 4b 4c
2
HNO = 1,5a + b c
2
Jadi, Hf NO2 (1,5a + b c) kJ.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: a
Dalam percobaan tersebut, yang merupakan
sistem adalah larutan HCl dan KOH. Tabung reaksi
merupakan lingkungan.
2. Jawaban: b
Besarnya perubahan entalpi reaksi sama dengan
kalor reaksinya dengan tanda berlawanan untuk
reaksi endoterm. H = + kkal atau kalor reaksinya
(). Sebaliknya jika reaksi eksoterm, H = kkal
atau kalor reaksinya (+).

4. Persamaan termokimia reaksi fotosintesis sebagai


berikut.
6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2 H = . . . ?
Untuk memperoleh persamaan reaksi fotosintesis,
persamaan 1) dibalik, sementara persamaan 2)
dibalik dan dikalikan 2.
1)

2C2H5OH + 2CO2 C6H12O6

H = +60 kJ

2) 4CO2 + 6H2O 2C2H5OH + 6O2 H = +2.760 kJ

6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2 H = 2.820 kJ

Jadi, perubahan entalpi untuk reaksi fotosintesis


2.820 kJ.
5. Berdasarkan diagram didapat persamaan:
H1 = H2 + H3
(790) = (593) + (x)
x = 790 + 593
x = 197 kJ
Jadi, harga x pada diagram 197 kJ.

3. Jawaban: b
Entalpi N2 dan O2 > entalpi NO
H = Hproduk Hreaktan


H = (  HN +  HO ) HNO = (+)
2
2
Oleh karena H berharga (+) maka termasuk reaksi
endoterm.
4. Jawaban: b
Reaksi endoterm, disertai penyerapan panas dari
lingkungan ke sistem (H = +), entalpi hasil >
entalpi pereaksi, serta suhu sistem > suhu
lingkungan.

Kimia Kelas XI

29

5. Jawaban: b
Definisi dari kalor pembakaran standar yaitu kalor
yang dilepaskan atau diserap pada pembakaran
1 mol senyawa pada kondisi standar atau pada
pada suhu 25C dan tekanan 1 atm.
6. Jawaban: a
Persamaan termokimia pembentukan CO:
C(s) +


O (g) CO(g)
 2

H = x kkal/mol

Persamaan termokimia pembakaran CO:




H = y kkal/mol
CO(g) +  O2(g) CO2(g)
Persamaan termokimia pembentukan CO2:
C(s) + O2(g) CO2(g)
H = . . . kkal/mol
Reaksi pembentukan CO2 dapat diperoleh dari
penjumlahan reaksi pembentukan CO dan pembakaran CO dengan persamaan sebagai berikut.


C(s) +  O2(g) CO(g)

H = x kkal/mol


O (g) CO2(g)
 2

H = y kkal/mol
CO(g) +
+
C(s) + O2(g) CO2(g)
H = (x + y) kkal/mol
Jadi, kalor pembentukan CO 2 yang diserap
(x + y) kkal/mol.
7. Jawaban: b
H = Hf produk Hf reaktan
= {(4 H CO2 + 2 H H2O) (2 H
C2H2 + 5 H O2)
2.600 = {(4(395) + 2(285)) (2(H C2H2) +
5(O))}
2.600 = {(2.150) 2(H C2H2)}
2(H C2H2) = 450 kJ
Hf C2H2 =

 



= +225 kJ

Jadi, entalpi pembentukan C2H2 225 kJ.


8. Jawaban: d
CH4(g) + 2O2(g) CO2(g) + 2H2O(g)
H = 802 kJ/mol
 

Mol CH4 =  = 0,3 mol


Kalor yang dibebaskan pada pembakaran 4,8 g
CH4 = 0,3 mol 802 kJ = 240,6 kJ.
9. Jawaban: b
Reaksi pembakaran:

C2H2 +  O2 2CO2 + H2O H = 1.300 kJ


Hreaksi = Hf hasil Hf pereaksi
1.300 = (2 HCO + HH O) HC H + 0)
2
2
2 2
1.300 = (2(395) + (285)) (HC H + 0)
2 2
HC H = 790 285 + 1.300
2 2
= +225 kJ

30

Termokimia

10. Jawaban: d
Reaksi pembakaran gas etana:


C2H6(g) +  O2(g) 2CO2(g) + 3H2O(g) H = . . . ?


Hr =Hproduk Hreaktan
=(2 Hf CO2 + 3 Hf H2O) (Hf C2H6


+  Hf O2)
= (2 (393,5) + (3 (285,8)) ((84,7) +0)
= (787) + (857,4) + 84,7
= 1.644,4 + 84,7
= 1.559,7
Jadi, banyaknya kalor yang dilepas pada pembakaran gas etana 1.559,7 kJ/mol.
11. Jawaban: e
Reaksi penguapan air: H2O(AA) H2O(g)
Dengan demikian reaksi 1) pada soal dibalik.


H2O(A) H2(g) +  O2(g) H = 286 kJ/mol




H2(g) +  O2(g) H2O(g) H = 242 kJ/mol


+
H2O(A) H2O(g)
H = 44 kJ/mol
H > 0 berarti menyerap kalor.
Jika massa air 2,25 gram, besarnya kalor yang
diserap =

  


44 kJ/mol = 5,5 kJ

Jadi, besarnya kalor yang diserap pada proses penguapan 2,25 gram air dari tubuh kita adalah 5,5 kJ.
12. Jawaban: d
Persamaan termokimia penguraian natrium
bikarbonat sebagai berikut.
2NaHCO3(s) Na2CO3(s) + H2O(A) + CO2(g)
H = . . . ?
Hreaksi = Hproduk Hreaktan
= (Hf Na2CO3 + Hf H2O + Hf CO2)
(2 Hf NaHCO3)
= (120 + 80 + 75) (2 95)
= 275 190
= 85
Jadi, perubahan entalpi reaksi penguraian NaHCO3
85 kJ.
13. Jawaban: b
Untuk mendapatkan reaksi:
Cu(s) + Cl2(g) CuCl2(g) maka reaksi 1) dibalik
dan dibagi 2. Reaksi 2) tetap dan dibagi 2, keduanya
menjadi:

Cu(s) +  Cl2(g) CuCl(s)

H = 137,2 kJ

CuCl(s) +  Cl2(g) CuCl2(s) H = 82,9 kJ

Cu(s) + Cl2(g) CuCl2(s)


H = 220,1 kJ/mol
Jadi, H reaksi Cu(s) + Cl 2 (g) CuCl 2 (s)
sebesar 220,1 kJ/mol.
14. Jawaban: a


Mg(s) +  O2(g) MgO(s)




Mol MgO = 

17. Jawaban: c
Kalor yang dihasilkan:
= m c (T2 T1)
= (75 + 175) g 1 kal/gC (33 25)C
= 2.000 kal
H = 2,0 kkal (tanda () karena reaksi eksoterm)
18. Jawaban: b
Hc CH4 merupakan reaksi pembakaran metana
CH4(g) + 2O2(g) CO2(g) + 2H2O(g)
H = 890 kJ/mol
Hf CO2 merupakan reaksi pembentukan CO2
C(s) + O2(g) CO2(g)
H = 393,5 kJ/mol
Hf H2O merupakan reaksi pembentukan air


 F

=  
= 0,3 mol
@

Hf MgO =  
=

 

 

= 601,8 kJ/mol
Jadi, Hf MgO(s) sebesar 601,8 kJ/mol.
15. Jawaban: b
Persamaan reaksi fermentasi glukosa sebagai
berikut.
C6H12O6(s) 2C2H5OH(aq) + 2CO2(g)
Perubahan entalpi untuk reaksi tersebut diperoleh
dari penjumlahan kedua reaksi pembakaran
tersebut. Caranya persamaan reaksi 1) dibalik
dikalikan dua, sedangkan persamaan reaksi 2)
tetap.
1)

4CO2(g) + 6H2O(g) 2C2H2OH(aq) + 6O2(g) H = +2.760

2)
C6H12O6(s) + 6O2(g) 6CO2(g) + 6H2O(g) H = 2.820
+
H = 60
C6H12O6(s) 2CO2(g) + 2C2H5OH(aq)

Jadi, perubahan entalpi pada reaksi fermentasi


glukosa sebesar 60 kJ.

H2(g) +  O2(g) H2O(g) H = 285,8 kJ/mol


Reaksi pembentukan gas metana
C(s) + 2H2(g) CH4(g)
H = . . . ?
Perubahan entalpi pembentukan gas metana dapat
diperoleh dari penjumlahan reaksi pembakaran
CH4, pembentukan CO2, dan pembentukan H2O.
Pada penggabungan reaksi tersebut, reaksi
pembakaran metana dibalik untuk mendapatkan
gas metana di ruas kanan, sedangkan reaksi
pembentukan air dikalikan dua. Penggabungan
reaksi-reaksi tersebut sebagai berikut.
CO2(g) + 2H2O(g) CH4(g) + 2O2(g) H = 890 kJ
C(s) + O2(g) CO2(g)
H = 393,5 kJ
2H2(g) + O2(g) 2H2O(g)
H = 571,5 kJ

C(s) + 2H2(g) CH4(g)


H = 75,1 kJ

19. Jawaban: d
Reaksi pembentukan CO:
2C + 2O2 2CO2 H = 790,4 kJ
2CO2 2CO + O2 H = +568,6 kJ
+
2C + O2 2CO
H = 221,8 kJ
Untuk 1 mol CO, H =

 


= 110,9 kJ

Mol Mg =

20. Jawaban: d
Sesuai dengan hukum Hess:
H2 + H3 = H1
H2 = H1 H3

Jadi, perubahan entalpi pada pembentukan standar


Mg3N2 sebesar 671,5 kJ/mol.

21. Jawaban: b
CH2=CH2 + HCl CH3CH2Cl
H = energi ikatan pereaksi energi ikatan
produk
= {4(C H) + (C = C) + (H Cl)} {5(C H)
+ (C C) + (C Cl)}
= {4(412) + (609) + (426)} {5(412) + (345)
+ (326)}
= 2.683 2.731
= 48 kJ/mol

16. Jawaban: c
Persamaan reaksi pembentukan Mg3N2:
3Mg(s) + N2(g) Mg3N2(s) H = 28 kJ
 

=  = 0,125 mol
I 

#\# 
Mol Mg3N2 =
#\#  mol Mg

=  0.125 = 0,0417 mol

Hf Mg3N2 =    Hr
 

=   (28) = 671,5

Kimia Kelas XI

31

22. Jawaban: a

N
 2


O
 2

NO

H = Epemutusan reaktan Epenggabungan produk




90 kJ/mol = {(  (DN N) +  (DO = O)) (DN = O)}




90 kJ/mol = {(  (941) +  (499)) (DN = O)}


DN = O = (720 90) kJ/mol
= 630 kJ/mol
23. Jawaban: c
Qreaksi = Qair + Qkalorimeter
= (mair cair T) + (Ckalorimeter T)
31.400 = (1.200 4,2 4,6) + (Ckalorimeter 4,6)
Ckalorimeter =

? ?
 

= 1.786 JC1 = 1,786 kJC1


24. Jawaban: e
mlarutan = kerapatan volume larutan
= 1 g/ml 100 ml
= 100 g
Qlarutan = m c T
= 100 g 4,2 J/gC 5C
= 2.100 J
= 2,1 kJ
Mol HCl = 50 ml 0,1 M
= 5 mmol
= 0,005 mol
@

Hn = 
=

 

  

= 420 kJ/mol

25. Jawaban: b
Hsol KBr =

 

Q = m c T
1.254 J = (7,5 + 105)g 4,184 J/gC T
T = 2,66C
Takhir = T + Tawal
= (2,66 + 23,6)C
= 20,9C

Termokimia

5 mmol

5 mmol

5 mmol

Kalor untuk pembentukan AgCl:


=

 
^ 

= 66.880 J/mol
= 66,88 kJ/mol 67 kJ/mol
27. Jawaban: c
Menurut hukum Hess, kalor reaksi tidak bergantung
pada jalannya reaksi, tetapi ditentukan oleh awal
dan akhir reaksi. Harga x dari diagram pada soal:
H = H1 + H2
792 = 198 + x
x = 792 + 198 = 594
Jadi, harga x adalah 594 kJ.
28. Jawaban: e
H
|
HCH+2O=OO=C=O+2HOH
|
H
H = (4 DC H + 2 DO = O) (2 DC = O + 2 2
DO H)
= (4 413 + 2 489) (2 799 + 4 463)
= 820 kJ
29. Jawaban: a
Gas ELPIJI mengandung 40% etana.



@


Q = 19,9 kJ/mol F = 1,254 kJ


Q = 1,254 kJ = 1.254 J

32

26. Jawaban: a
Perubahan panas yang diterima kalorimeter:
Q = m c T
= 100 g 4,18 J/gC (23,4 22,6)C
= 334,4 J
Diketahui dari data bahwa suhu akhir lebih besar
daripada suhu awal sehingga reaksi tersebut
termasuk reaksi eksoterm. Dengan demikian,
besarnya kalor 334,4 J.
Reaksi yang terjadi:
AgNO3 + HCl AgCl + HNO3



200 gram = 80 gram C2H6 =  = 2,67 mol


Reaksi pembakaran etana:


C2H6(g) + 3  O2(g) 2CO2(g) + 3H2O(A)


Hreaksi = (2 H f CO 2 + 3 H f H 2 O)


(H f C2H6 + 3  Hf O2)
= 2 (395,2) + 3 (286,9)) (84,8 +


3  0)
= (790,4 860,7) + 84,8
= 1.566,3 kJ
Jadi, 2,67 mol C2H6 dari pembakaran 200 gram
gas elpiji menghasilkan kalor 2,67 1.566,3 =
4.182,02 kJ.

30. Jawaban: d
Elpiji terdiri atas campuran 40% etana dan 60%
butana.
1 kg gas elpiji = 400 gram C2H6 = 13,33 mol
1 kg gas elpiji = 600 gram C4H10 = 10,34 mol
Hreaksi pembakaran C2H6 = 1.566,3 kJ
13,33 mol C2H6 = 13,33 1.566,3 = 20.878,78 kJ
Hreaksi pembakaran C4H10 = 2.901 kJ
10,34 mol C4H10 = 10,34 2.901 = 29.996,34 kJ
1 kg gas elpiji menghasilkan kalor sebesar
= 20.878,78 + 29.996,34 = 50.875,12 kJ
Jadi, tiap rupiah menghasilkan kalor
=

? 
?

= 8,48 kJ

B. Uraian

Hreaksi = {(12 Hf CO2 + 6 Hf H2O)


(2 Hf C6H6 + 15 Hf O2)}
1.584,745 = {(12 (Hf CO2) + 6 (285,84)
(2(2.426,14) + 15 (0))}
12 Hf CO2 = 4.721,985 kJ/mol
Hf CO2 = 393,49 kJ/mol
Jadi, perubahan entalpi pembentukan standar CO2
= 393,49 kJ/mol.
6. Proses penyubliman pada penurunan suhu
berlangsung jika suatu zat berubah wujud dari gas
ke padat. Perubahan wujud ini terjadi pada
persamaan reaksi termokimia 1) dan 3).
Persamaan reaksinya digabungkan, reaksi 1)
dibalik, sedangkan reaksi 3) tetap.
1) 2AB(g) A2(g) + B2(g) H = x kJ

1. Pelarutan CaO dalam air melepaskan kalor (reaksi


eksoterm) sehingga panas berpindah dari sistem
ke lingkungan. Jadi, gelas beker (bertindak sebagai
lingkungan) akan terasa hangat karena panas dari
sistem terserap ke dalam lingkungan.

3) A2(g) + B2(g) 2AB(s) H = z kJ


+
2AB(g) 2AB(s)
H = x + z kJ
Kalor sublimasi untuk 2 mol AB sebesar z x kJ.
Dengan demikian, kalor sublimasi untuk 1 mol

2. Koefisien H 2 O(A) = 1 sehingga 1 mol H 2 O


membutuhkan 44 kJ.

AB sebesar =  H




Mol H2O =







=  (z x) kJ/mol

mol H2O




Kalor untuk

mol air =




44 kJ = 11 kJ

3. H2 = H3 H1
= 983 (206)
= 777 kJ/mol
Jadi, besarnya perubahan entalpi pada pembentukan ZnSO4 sebanyak 777 kJ/mol.

BrF(g)  Br2(AA) +  F2(g)

H = +94 kJ



Br (g) +  F2(g)
 2

BrF3(g) H = 384 kJ
+
BrF(g) + F2(g) BrF3(g)
H = 290 kJ
Jadi, H reaksi tersebut sebesar 290 kJ.
5. 2C6H6(A ) + 15O2(g) 12CO2(g) + 6H2O(A)
Mol C6H6 =
=
H =

$%
 $%
 
mol


@


Hc C6H6 =

Jadi, besarnya kalor sublimasi 1 mol senyawa AB




adalah  (z x) kJ/mol.
7. Persamaan termokimia untuk reaksi pembentukan
standar H2O(A):


4. Reaksi 1) dibalik dan dibagi 2.


Reaksi 2) dibagi 2.


=  (z x) kJ/mol

 F

 



H2(g) +  O2(g) H2O(A) H = 285,85 kj mol1


Persamaan termokimia untuk reaksi pembentukan
standar H3PO4(s):

H (g) + P(s) + 2O2(g)
 2

H3PO4(s)

H = 1.281 kJ mol1
Dengan demikian H penguraian dari:
a. 2H2O(A):
2H2O(A) 2H2(g) + O2(g) H = 571,7 kJ
b. 4H3PO4(s) 6H2(g) + 4P(s) + 8O2(g)
H = 5.124 kJ
8. a.

Reaksi pembentukan gas NO2:


N2(g) + 2O2(g) 2NO2(g) H = 66,4 kJ
H pembentukan NO2 =

 


= 33,2 kJ/mol

= 1.584,745 kJ/mol
Kimia Kelas XI

33

b.

1)

Reaksi penguraian gas NO2:


2NO2(g) N2(g) + 2O2(g) H = +66,4 kJ
H penguraian NO2 =

 


= +33,2 kJ/mol

9. CH3 CH = CH CH3 + Br2 CH3 CH CH CH3


|
|
Br Br
H = energi ikatan pereaksi energi ikatan
produk
= {8(CH) + 2(CC) + (C=C) + (BrBr)}
{8(CH) + 3(CC) + 2(CBr)}
= {8(415) + 2(345) + (611) + (190)} {8(415)
+ 3(345) + 2(275)}
= 801 895
= 94 kJ/mol
10. T1 = 20C; T2 = 35C; T = (35 20)C = 15C
a. Kalor reaksi total pada reaksi diperoleh dari
penjumlahan kalor reaksi larutan dan kalor
reaksi kalorimeter.

34

Termokimia

b.

Kalor reaksi larutan (H1)


H1 = m c T
= v c T
= (250 + 250) ml 1 g/ml 1 kal/gC
15C
= 7.500 kal
2) Kalor reaksi kalorimeter (H2)
H2 = C T
= 120 kal/gC 15C
= 1.800 kal
Kalor reaksi total = H1 + H2
= (7.500 + 1.800) kal
= 9.300 kal
= 9,3 kkal
1 kal = 4,2 joule
Kalor reaksi total = 9,3 kkal 4,2 J
= 39,06 kJ
Jadi, jumlah kalor reaksi total yang diperlukan
pada reaksi tersebut sebesar 39,06 kJ.
Persamaan termokimia:
HBr(aq) + NaOH(aq) NaBr(aq) + H2O(aq)
H = 39,06 kJ/mol

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Pembakaran sempurna senyawa karbon akan
menghasilkan gas CO2. Gas oksigen diperlukan
dalam pembakaran. Gas karbon monoksida
dihasilkan pada pembakaran tidak sempurna. Air
kapur digunakan untuk menguji adanya gas CO2
hasil pembakaran hidrokarbon, uji positif jika
menghasilkan endapan kapur.
2. Jawaban: d
Pemanasan gula menghasilkan H2O. H2O saat
diuji dengan kertas kobalt akan mengubah warna
kertas kobalt dari biru menjadi merah muda.
Terbentuknya air sekaligus membuktikan bahwa
gula mengandung unsur H. Unsur H mudah
teroksidasi oleh oksigen membentuk H2O. Jadi,
pemanasan gula menghasilkan H2O.
3. Jawaban: e
Kekhasan atom karbon adalah mampu berikatan
dengan empat atom karbon lainnya dan atom
unsur lain membentuk rantai ikatan yang sangat
panjang, baik berupa ikatan jenuh maupun tidak
jenuh.
4. Jawaban: d
Senyawa hidrokarbon tidak jenuh adalah
senyawa karbon yang mempunyai ikatan rangkap
dua dan tiga. C2H2 mempunyai ikatan rangkap
tiga, HC CH.
5. Jawaban: c
Atom C tersier = atom C yang mengikat tiga atom
C lain (nomor 3 dan 4).
Atom C kuartener = atom C yang mengikat empat
atom C lain (nomor 2).
Atom C nomor 5 dan 6 merupakan atom C primer.
6. Jawaban: c
Hidrokarbon dengan rantai karbon siklis
merupakan hidrokarbon dengan struktur rantai
melingkar atau tertutup, seperti pada pilihan a, b,
d, dan e. Pilihan c merupakan hidrokarbon rantai
lurus.

7. Jawaban: c
Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang
tersusun dari unsur karbon dan hidrogen, seperti
CH4, C2H2, dan C3H8. Unsur-unsur yang tersusun
dari unsur karbon, hidrogen, dan oksigen
merupakan senyawa organik, seperti CO2, H2O,
dan C6H12O6.
8. Jawaban: e
CH3
|
CH2 CH C CH3
|
|
|
CH3 C2H5 CH3
Senyawa a dan d bernama 3-etil-2,3-dimetil
pentana.
Senyawa b bernama 2-etil-3,3-dimetil pentana.
Senyawa c bernama 3-etil-2,4-dimetil pentana.
9. Jawaban: a
5

CH3 CH CH2 CH2 CH CH3


|
|
6
CH2
CH3
|
7
CH3
2,5-dimetil heptana
5-metil-2-etil heksana, 2-etil-5-metil heksana,
2-metil-5-metil heksana, dan 5-etil-2-metil
heksana
CH3
|
CH3 CH CH2 CH2 CH CH3, penamaan
|
C2H5
tersebut salah, yang benar 2,5-dimetil heptana.
10. Jawaban: a
Titik didih senyawa hidrokarbon berbanding lurus
dengan massa molekul relatifnya. Semakin besar
Mr senyawa, titik didih semakin tinggi. Pada
jumlah Mr sama, senyawa berantai lurus lebih
tinggi titik didihnya dibanding senyawa dengan
banyak cabang. Rumus struktur senyawasenyawa dekana, oktana, 2-metil heptana,

Kimia Kelas XI

35

2,3-dimetil pentana, dan 2, 2, 3, 3-metil butana


sebagai berikut.
Dekana:
CH3 CH2 CH2 CH2 CH2 CH2 CH2
CH2 CH2 CH3
Oktana:
CH3 CH2 CH2 CH2 CH2 CH2 CH2
CH3
2-metil heptana:
CH3 CH2 CH2 CH2 CH2 CH2 CH3
|
CH3
2,3-dimetil pentana:
CH3
|
CH2 CH CH CH2 CH3
|
CH3
2,2,3,3-trimetil butana:
CH3 CH3
|
|
CH3 C C CH3
|
|
CH3 CH3
Jadi, senyawa yang titik didihnya paling tinggi
adalah dekana.
11. Jawaban: b
n-pentana memiliki lima atom C dan 12 atom H.
Isomer n-pentena juga harus memiliki jumlah atom
C dan H sama. Senyawa ini terdapat 2-metil
butana.
Pilihan jawaban c dan d merupakan isomer
n-heksana.
Pilihan jawaban a dan e merupakan isomer
n-heptana.
12. Jawaban: a
CH3
| 3
4
2
1
H3C C CH = CH CH3
|
5
6
CH2 CH3
Rantai terpanjang mengandung enam atom C,
dengan satu ikatan rangkap dua pada atom C
nomor 2. Dua gugus metil terikat pada atom C
nomor 4, sehingga nama senyawa tersebut adalah
4,4-dimetil-2-heksena.

36

Ulangan Tengah Semester

13. Jawaban: b
Isomer geometri adalah isomer ruang yang dimiliki
oleh alkena. Isomer geometri terjadi jika atom C
yang berikatan rangkap mengikat gugus-gugus
yang berbeda. Jika gugus yang sama diikat dalam
satu ruang disebut isomer cis. Jika gugus yang
sama diikat dalam ruang berseberangan disebut
isomer trans.
14. Jawaban: b
2-butena merupakan hasil reaksi eliminasi dari
2-kloro-butana. Reaksi yang terjadi:
CH ONa

3
CH3 CH = CH CH3
CH3 CH CH2 CH3
|
Cl
+ HCl

15. Jawaban: b
6

CH C CH2 CH C CH
|
CH3
Alkil (metil) terikat pada atom C nomor 3, ikatan
rangkap tiga terletak pada ikatan atom C nomor 1
dan 5.

16. Jawaban: c
Gas asetilena = gas etuna = C2H2
Jadi, termasuk deret alkuna.
17. Jawaban: c
Senyawa alkuna = CnH2n 2.
Untuk n ke-2, CH CH bukan isomer.
Untuk n ke-3, CH C CH3 CH3 C CH3
bukan isomer.
Untuk n ke-4, CH C CH2 CH3 CH3 C
C CH3 isomer.
Jadi, isomer fungsi alkuna dimulai dari suku n ke-4.
18. Jawaban: a
Gas metana dibuat dengan mereaksikan
aluminium karbida dengan air. Reaksi yang terjadi:
Al4C34 + 12H
3 2O
2 3CH
1 4 + 4Al(OH)3
Sintesis Wurts digunakan untuk membuat alkana
dari5 alkil halida dengan mereaksikan alkil halida
tersebut dengan logam Na:
3CH3Cl + 2Na CH3 CH3 + 2 NaCl
Sintesis Grignard digunakan untuk merupakan
alkana dan reaksi senyawa Grignard dengan air.
CH3MgBr + H2O CH4 + MgOHBr
Sintesis Dumas digunakan untuk membuat alkana
dengan memanaskan campuran garam natrium
karboksilat dengan NaOH.
O
//
CH3 C + NaOH CH4 + Na2CO3
\
O Na

19. Jawaban: b
Polipropilena merupakan polimer yang berasal
dari propena.

CH CH2 CH CH2
|
|
CH
CH
3
3


Propena
(monomer)

Polipropilena atau polipropena


(Polimer)

20. Jawaban: c
Alkana merupakan senyawa terbanyak penyusun
minyak bumi, diikuti sikloalkana dan hidrokarbon
aromatik.
21. Jawaban: b
Proses pemisahan minyak bumi dilakukan dengan
cara distilasi bertingkat. Proses distilasi menggunakan prinsip perbedaan titik didih.
22. Jawaban: a
Komponen bensin yang paling banyak cabangnya
adalah isooktana atau 2,2,4-trimetil pentana,
dengan rumus molekul
CH3
|
CH3 CH CH2 C CH3
|
|
CH3
CH3
23. Jawaban: a
Persentase isoaktana dalam suatu bensin disebut
bilangan oktan. Makin tinggi harga bilangan oktan
suatu bensin, makin efisien bensin tersebut
menghasilkan energi. Jenis bensin premium
mempunyai bilangan oktan sekitar 82, sedangkan
bensin super mempunyai bilangan oktan 98.
24. Jawaban: c
Fraksi nomor 3 merupakan minyak tanah/kerosin.
Kerosin merupakan bahan bakar kompor minyak.
Fraksi nomor 1 berupa gas, digunakan sebagai
bahan baku elpiji untuk bahan bakar kompor gas.
Fraksi nomor 2 berupa petroleum eter, digunakan
sebagai dry cleaning. Fraksi nomor 4 berupa
solar, digunakan sebagai bahan baku mesin
diesel. Fraksi nomor 5 berupa residu, digunakan
sebagai pengeras jalan.
25. Jawaban: e
Angka oktan adalah angka yang menunjukkan
mutu bensin. Makin tinggi angka oktan, makin baik
mutu bensin yang ditentukan oleh banyaknya
ketukan. Untuk menaikkan angka. Oktan bensin
ditambahkan zat anti ketukan seperti TEL
(tetraethyl lead/tetraetil timbal).

26. Jawaban: e
Kalor pembentukan adalah kalor yang menyertai
pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsur
pembentuknya, seperti pada reaksi e. Sementara
itu, reaksi pada a, c, dan d merupakan reaksi
pembakaran, sedangkan reaksi b merupakan
reaksi pembentukan tetapi dari ion-ionnya.
27. Jawaban: b
Reaksi 6CO2(g) + 6H2O() C6H12O6(aq) + 6O2(g)
2,6 103 kJ merupakan reaksi endoterm. Hal
ini karena reaksi membutuhkan kalor sebesar
2,6 103 kJ. Persamaan reaksi tersebut juga
dapat ditulis sebagai berikut.
6CO2(g) + 6H2O() C6H12O6(aq) + 6O2(g)
H = +2,6 103 kJ
28. Jawaban: b
Massa tembaga = 303 kg = 303.000 g
ctembaga = 0,38 J/g K
t = 90C 25C = 65C = 65 K
Hc C4H10 = 2.475 kJ/mol
Q = m c T
= (303.000 g)(0,38 J/g K)(65 K)
= 7.484,1 kJ
Q

Mol butana = H C H
c 4 10
7.484,1kJ

= 2.475 kJ/mol
= 3,02 mol
Massa butana = mol Mr
= 3,02 mol 58 g/mol
= 175,16 gram
29. Jawaban: e
n AgNO3 = 50 ml 0,1 M
= 5 mmol
= 5 103 mol
n HCl = 50 ml 0,1 M
= 5 mmol
= 5 103 mol
massa = 100 gram
T = 0,8C
c = 4,2 J/gC
Q = m c T
= (100 g)(4,2 J/gC)(0,8C)
= 336 J
Kalor netralisasi HCl (Hn) =

Q
mol

336 J

= 5 103 mol
= 67.200 J/mol
= 67,2 kJ/mol

Kimia Kelas XI

37

30. Jawaban: e
Reaksi CaO(s) + H 2 O() Ca(OH) 2 (s)
H = 65,5 kJ merupakan reaksi eksoterm karena
H bernilai negatif. Reaksi melepaskan kalor
sehingga terjadi perpindahan kalor dari sistem ke
lingkungan. Reaksi yang terjadi merupakan reaksi
pelarutan CaO dalam air. Pelarutan 1 mol CaO
melepaskan kalor 65,5 kJ sehingga pelarutan
2 mol CaO melepaskan kalor 131 kJ.
31. Jawaban: e
H1 = H2 + H3
44,5 = 287,8 + H3
H3 = 243,3
32. Jawaban: c
1) Reaksi pembentukan CO2:
C(s) + O2(g) CO2(g)
H = a kJmol1
2) Reaksi pembentukan H2O:
1

3)

H2(g) + 2 O2(g) H2O() H = b kJmol1


Reaksi pembentukan C2H4:
C2H 4(g) + 3O 2(g) 2CO 2(g) + 2H 2O(  )
H = c kJmol1

Entalpi pembentukan C2H4 dihitung dari penjumlahan ketiga reaksi di atas. Reaksi (1) dan (2)
dikalikan dua, sedangkan reaksi (3) dibalik.
Persamaan reaksinya sebagai berikut.
2C(s) + 2O2(g) 2CO2(g)

H = 2a kJmol1

2H2(g) + O2(g) 2H2O()

H = 2b kJmol1

2CO2(g) + 2 H2O() C2H4(g) + 3O2(g)


H = c kJmol1
+
2C(s) + 2H2(g) C2H4(g)
H =(2a + 2b c) kJmol1

33. Jawaban: a
O2(g) + Cl(g) ClO(g) + O(g)

H = +120 kJ

O3(g) + O(g) 2O2(g) + O(g)


H = 390 kJ

O3(g) + Cl(g) ClO(g) + O2(g)


Hreaksi = (120 + (390) kJ
= 270 kJ
34. Jawaban: d
Sublimasi es terjadi ketika wujud padat es berubah
menjadi wujud gas (uap).
Reaksinya: H2O(s) H2O(g)
Dengan demikian, reaksi 1) tetap dan reaksi 3)
dibalik, sehingga menjadi:

38

1)

H2(g) + 2 O2(g) H2O(g) H = a kJ

3)

H2O(s) H2(g) + 2 O2(g) H = c kJ

H2O(s) H2O()
Hsub = c a kJ

Ulangan Tengah Semester

35. Jawaban: b
2C3H8(g) + 10O2(g) 6CO2(g) + 8H2O(g)
H = 4.444 kJ
Reaksi pembakaran 1 mol C3H8
=

Hreaksi
mol

4.444
2

= 2.222 kJ/mol

C3H8(g) + 5O2(g) 3CO2(g) + 4H2O(g)


H = 2.222 kJ
C3H8(g) + 5O2(g) 3CO2(g) + 4H2O(g)
Hreaksi = (3 Hf CO2 + 4 Hf H2O)
(Hf C3H8 + 5 Hf O2)
2.222 = (3 Hf CO2 + 4(286)) (104 + 0)
2.222 = (3 Hf CO2 + (1.144)) (104)
2.222 = 3 Hf CO2 104
3 Hf CO2 = 1.182
Hf CO2 = 394 kJ/mol
36. Jawaban: a
Untuk mendapatkan reaksi tersebut, maka
persamaan reaksi 1) dibalik dan dikalikan 2,
sedangkan untuk persamaan 2) tetap dan dikalikan 3 sehingga menjadi:
3CO 2 (g) + 4Fe(s) 2Fe2O3(s) + 3C(s)
H = 468,2 kJ
3C(s) + 3O2(g) 3CO 2 (g) H = 1.180,5 kJ

4Fe(s) +3O2(g) 2Fe2O3(s) H = 1.648,7 kJ


37. Jawaban: a
Reaksi pembakaran sempurna propana (C3H8):
C3H8(g) + 5O2(g) 3CO2(g) + 4H2O() H = . . . .?
Hreaksi = Hproduk Hreaktan
= (3 Hf CO2 + 4 Hf H2O) ( Hf C3H8
+ 5 Hf O2)
= (3 (393,5) + 4 (242,0)) (103,9 + 0)
= (1.180,5 + (968)) + 103,9
= 2.148,5 + 103,9 = 2.044,6 kJ/mol
Massa propana yang dibakar = 22 gram
Mol propana = massa =
Mr

H = mol Hreaksi

22 g
44 g/mol

= 0,5 mol

0,5

= 1 (2.044,6)kJ
= 1.022,3 kJ
38. Jawaban: c
Reaksi adisi etena oleh hidrogen klorida sebagai
berikut.
H
H
H H
\
/
|
|
C = C + H Cl H C C Cl
/
\
|
|
H
H
H H

H = ( energi reaktan) ( energi hasil reaksi)


= (DC C + 4DC H + DH Cl) (DC C + 5DC H
+ DC Cl)
= (609 + 4(417) + 431) (349,5 + (5(417)
+ 338)
= 2.708 2.772,5 = 64,5 kJ/mol
Massa C2H4 = 56 gram
mol C2H4 =

56 g
28 g/mol

c.

CH3 CH2 CH CH CH3


|
|
CH3 CH3
|
CH3

d.

CH3 CH2 CH CH CH2 CH3


|
|
CH3 CH3
|
CH3

= 2 mol

Kalor yang dilepaskan untuk reaksi adisi 2 mol


gas etena:
= 2 (64,5 kJ/mol) = 129 kJ
39. Jawaban: a
7

C2H6(g) + 2 O2(g) 2CO2(g) + 3H2O( )


Hc = 1.559,877 kJ/mol
Hreaksi = {2 Hf CO2 + 3 Hf H2O}
7

{Hf C2H6 + 2 Hf O2}


1.559,877 kJ = {2(393,512) + 3 Hf H2O)}
7

{(84,667) + 2 (0)}
3 Hf H2O = 857,52
Hf H2O = 285,84 kJ/mol
Jadi, Hf untuk H2O sebesar 285,84 kJ/mol.
40. Jawaban: b
Reaksi penguraian H2O:
1

H2O() H2(g) + 2 O2(g) H = 285 kkal/mol


Ikatan dalam H2O: H O H
Terdapat 2 ikatan H O sehingga energi ikatan
rata-rata H O sebesar= 285 : 2 = 142, 5 kkal/mol.

3. Isomer butena ada 3, yaitu:


a. CH2 = CH CH2 CH3 = 1-butena
b. CH3 CH = CH CH3 = 2-butena
= 2-metil-1-propena
c. CH2 = C CH3
|
CH3
4. Fraksi bensin selain diperoleh dari distilasi
bertingkat minyak mentah, juga dapat diolah
dengan berbagai cara guna menambah jumlah
bensin agar memenuhi kebutuhan bahan bakar.
Cara yang digunakan adalah cracking atau
perengkahan dan polimerisasi. Cracking adalah
proses pemutusan hidrokarbon berantai panjang
sehingga dihasilkan fraksi bensin berantai
pendek. Sementara itu, polimerisasi adalah
kebalikan dari proses cracking yaitu proses
menggabungkan hidrokarbon berantai pendek
menjadi fraksi bensin berantai lebih panjang.
5. Persamaan reaksi:
C8H18(g) + O2(g) CO2(g) + H2O(g)
a.

2C8H18(g) + 25O2(g) 16CO2(g) + 18H2O(g)


V

Mol C8H18 = 22,4


0,1

= 22,4
= 4,46 103 mol

B. Uraian
1. Pada pembakaran senyawa hidrokarbon akan
menghasilkan gas CO2. Hal ini dibuktikan dengan
mengalirkan gas hasil pembakaran ke air kapur
jernih atau telah disaring. Gas CO2 akan mengeruhkan air karena terjadi reaksi Ca(OH)2 + CO2
CaCO3 + H2O
2. a.

b.

CH3 CH2 CH CH3


|
CH3
CH3 CH2 CH CH3
|
CH2
|
CH3

Mol O2 =

25
2

4,46 103

= 0,056 mol
Volum O2 = n 22,4
= 0,056 22,4
= 1,254 L
b.

2C8H18(g) + 25O2(g) 16CO2(g) + 18H2O(g)


m

570 gram C8H18 = M =


r
Mol H2O =

18
2

570
114

= 5 mol

= 45 mol
Massa H2O = n Mr
= 45 18
= 810 gram

Kimia Kelas XI

39

Mol CO2 =

c.

d.

16
2

Jadi, Hf 1 mol gas SO3 = 395 kJ/mol.

= 40 mol
Massa CO2 = n Mr
= 40 44
= 1.760 gram
Pada mesin mobil terjadi proses pembakaran
senyawa karbon yaitu bensin (C8H18) yang
mengakibatkan terbentuknya arang atau
jelaga pada sisa pembakaran. Endapan
berwarna hitam dalam knalpot mobil adalah
unsur karbon yang terurai dari senyawa
karbon akibat proses pembakaran.
Pada mesin mobil dalam keadaan hidup
terjadi proses pembakaran senyawa karbon
yang tidak sempurna menghasilkan gas CO,
seperti pada reaksi:
2C8H18(g) + 17O2(g) 16CO(g) + 18H2O(g)
Ruangan yang luasnya terbatas, misalnya
garasi yang tertutup memungkinkan gas CO
terakumulasi sehingga kadar CO dalam
garasi meningkat. Gas CO merupakan racun
bagi hewan atau manusia, karena gas ini
membentuk kompleks dengan hemoglobin
dalam darah. Kompleks yang terbentuk
disebut karboksi hemoglobin.
Afinitas Hb terhadap CO lebih besar daripada
terhadap oksigen. Hal ini mengakibatkan CO
sukar terlepas dari Hb, akibatnya fungsi Hb
sebagai pembawa oksigen tidak berjalan
lancar dan tubuh kekurangan oksigen dan
dapat menyebabkan kematian.

6. Massa air = 2 L 1 kg/L


= 2 kg
cair = 1 kkal/kgC
Suhu awal = 25C
Suhu akhir = 45C
T = 45C 25C = 20C
H C = 80 kkal/mol
Q = m c T
= (2 kg)(1 kkal/kgC)(20C)
= 40 kkal
Q = n Hf C
40 kkal = n 80 kkal/mol
n=

1
2

mol

Massa karbon (x) = n Ar C


=

1
2

mol 12 g/mol = 6 gram

Jadi, massa karbon yang dibakar 6 gram.


7. H3 = H1 + H2
= 593 kJ + (197 kJ) = 790 kJ
Perubahan entalpi pembentukan 1 mol gas SO3
790 kJ

= 2 mol
40

= 395 kJ/mol.

Ulangan Tengah Semester

8. Diketahui:
Massa gelas kimia + air = 1.000 g
Massa jenis air = 1 g/cm3
Kalor jenis air + kaca = 4,2 J/gC
T = (33 25)C
= 8C
Ditanyakan: H pembakaran etanol . . . ?
Jawab:
Kalor yang dilepas etanol = kalor yang diterima
air dan kaca
Kalor yang diterima air + kaca
= m c T = 1.000 g 4,2 J/gC 8C
= 33.600 J = 33.6 kJ/mol
Kalor yang dilepas = 33,6 kJ/mol
Jadi, H pembakaran etanol = 33,6 kJ/mol.
9. Mencairkan es berarti reaksi peleburan
H2O(s) H2O( )
Hreaksi = Hf H2O( ) Hf H2O(s)
= 287,28 (293,16) kJ/mol
= 5,88 kJ/mol
1 mol peleburan es menyerap 5,88 kJ.
1.440 g

Kalor untuk 1.440 gram es = 18 g/mol 5,88 kJ/mol


= 470,4 kJ (diserap)
Jadi, kalor yang diserap untuk mencairkan es
470,4 kJ.
10. C2H5OH + O2 CH3COOH + H2O
H H
H
O
H H
|
|
|
//
\ /
H C C OH + O = O H C C
+ O
|
|
|
\
H H
H
OH
Hreaksi = (energi ikatan pereaksi) (energi
ikatan hasil reaksi)
= (5DC H + DC C + DC O + DO H + DO = O)
(3DC H + DC C + DC = O + DC O +
3DO = H)
= (5(417) + 357 + 465 + 500,6) (3(417)
+ 726,6 + 357 + 3(465))
= (2.085 + 357 + 465 + 500,6) (1.251 +
726,6 + 357 + 1.395)
= 3.407,6 3.729,6
= 322 kJ
Reaksi pembentukan 1 mol asam asetat dari
1 mol etanol melepaskan 322 kJ.
Kalor yang dilepaskan 27,6 gram etanol
27,6 g

= 46 gram/mol (322 kJ/mol) = 193,2 kJ


Jadi, kalor yang dilepaskan untuk mengubah 27,6
gram etanol menjadi asam asetat sebesar 193,2 kJ.

Setelah mempelajari bab ini, siswa:


1. mampu menentukan persamaan laju dan orde reaksi berdasarkan data hasil percobaan;
2. mampu memahami teori tumbukan (tabrakan) untuk menjelaskan reaksi kimia;
3. terampil merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang memengaruhi laju
reaksi.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1. menyadari adanya keteraturan dari sifat laju reaksi dan mensyukurinya sebagai wujud kebesaran Tuhan Yang Maha Esa
serta memanfaatkannya dengan penuh tanggung jawab;
2. mempunyai rasa ingin tahu dan jiwa kreatif tinggi, serta berperilaku jujur, disiplin, teliti, dan proaktif saat bekerja sama dalam
kelompok praktikum.

Materi

Kemolaran dan Pengertian Laju Reaksi


Teori Tumbukan dan Faktor-Faktor yang
Memengaruhi Laju Reaksi

Pembelajaran Kognitif

Kegiatan Psikomotorik

Kemolaran.
Pengertian laju reaksi.
Persamaan laju reaksi dan orde reaksi.
Faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi.
Peranan katalis dalam makhluk hidup dan industri.
Penafsiran grafik faktor-faktor yang memengaruhi
laju reaksi.

Pengetahuan yang Dikuasai

Menjelaskan terjadinya suatu reaksi kimia


berdasarkan teori tumbukan (tabrakan).
Menjelaskan cara menentukan persamaan laju dan
orde reaksi berdasarkan data hasil percobaan
yang telah diketahui.

Melakukan praktikum untuk mengamati pengaruh


faktor-faktor laju reaksi.

Keterampilan yang Dikuasai


Menyajikan laporan hasil pengamatan faktor-faktor
yang memengaruhi laju reaksi berdasarkan hasil
percobaan.

Kemampuan dan Sikap yang Dimiliki

Menjelaskan teori tumbukan dan pengaruh faktor-faktor laju reaksi pada suatu
reaksi kimia.
Mempunyai jiwa kreatif dan rasa ingin tahu yang tinggi.
Menentukan persamaan laju dan orde reaksi suatu reaksi kimia.

Kimia Kelas XI

41

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: a
Massa = volume
Misal, volume H2SO4 = x ml.
Volume larutan = 500 ml
Mr H2SO4 = 98
[H2SO4] =
0,1 =

volume
Mr

1.000
V
1.000 ml
1g/ml volume
500 ml
98

0,1 =

x
98

x=

9,8
2

ml = 4,9 ml

10

V2 = 0,01
= 1.000 ml
Volume pelarut yang ditambahkan:
(1.000 100) ml = 900 ml
Jadi, volume pelarut yang ditambahkan sebanyak
900 ml.
3. Jawaban: d
Mr HCl = 1 + 35,5 = 36,5
8 gram

= 0,2 mol

0,2 mol
0,1liter

= 2 mol/liter

4. Jawaban: b
4

Mol NaOH = 40 mol


4

1.000

Molaritas NaOH = 40 400 = 0,25 M


Jadi, konsentrasi NaOH adalah 0,25 M.
5. Jawaban: a
1

Reaksinya: NO2 NO + 2 O2
Laju berkurangnya (penguraian) NO 2 : laju
pembentukan NO = 1 : 1 (sesuai dengan
perbandingan koefisiennya).

Laju Reaksi

d[N2 ]
dt

0,5 mol / 5 liter


5s

= 0,02 mol L1 s1

Jadi, laju reaksi pembentukan N 2 adalah


0,02 mol L1 s1.

5,4 gram Al = 27 = 0,2 mol


Volume larutan = 2 liter
0,2

[Al] = 2 = 0,1 mol L1


d[Al]

0,1mol . L1

vAl = dt =
= 0,005 mol L1 s1
20 s
vHCl : vAl = 6 : 2
vHCl = 3 vAl = 3 0,005 = 0,015 mol L1 s1
vAlCl : vAl = 2 : 2
3
vAlCl = vAl = 0,005 mol L1 s1
3

8. Jawaban: e
[P] = 2 1,8 = 0,2 M
t = 2 menit
= 2 60 detik
= 120 detik
[P]

Jadi, konsentrasi larutan HCl yang terjadi 2 mol/L.

42

5,4

2. Jawaban: c
V1 M1 = V2 M2
100 ml 0,1 M = V2 0,01 M

Molaritas HCl =

6. Jawaban: b
Reaksi penguraian NH3: 2NH3(g) N2(g) + 3H2(g)
Laju reaksi terbentuknya N2

7. Jawaban: b

Jadi, H2SO4 yang harus dilarutkan sebanyak


4,9 ml.

Mol HCl = 36,5

Laju penguraian NO2 = laju pembentukan NO


= 1,4 103 M menit1
Jadi, laju pembentukan gas NO adalah
1,4 103 M menit1.

0,2

vP = t = 120 = 0,00167 M/detik


Laju pengurangan P sebesar 0,00167 M/detik.
vS = 2 vP
= 2 0,00167 M/detik
= 0,00334 M/detik
Jadi, laju bertambahnya S sebesar 0,00334 M/detik.
9. Jawaban: b
Laju reaksi dapat dinyatakan sebagai berkurangnya
konsentrasi pereaksi (A dan B) per satuan waktu
atau bertambahnya konsentrasi hasil reaksi
(C dan D) per satuan waktu.
10. Jawaban: e
Persamaan reaksi 2X + Y X2Y dapat dinyatakan
sebagai bertambahnya konsentrasi X2Y setiap
satuan waktu serta berkurangnya konsentrasi X
dan Y setiap satuan waktu.

11. Jawaban: b
Proses pembentukan fosil memerlukan waktu
jutaan tahun sehingga reaksi ini berlangsung
sangat lambat.
12. Jawaban: d
v = k[A]2 [B]
= k(4)2 (4)

1
2
1
2

= (16)(2)
= 32
Jadi, laju reaksi akan meningkat 32 kali.
13. Jawaban: c
1

Laju reaksi N2 : laju reaksi H2 = 2 : 2


1

Laju reaksi N2 = 3 laju reaksi H2


1

vN = 3 vH
14. Jawaban: b
d[N2O4 ]
dt
(4 2) mol/10 liter
10 s

Laju reaksi penguraian N2O4 =


=

= 0,02 M s1
Laju reaksi penguraian N 2 O 4 : laju reaksi
pembentukan NO2 = 1 : 2 (sesuai perbandingan
koefisien).
Laju reaksi pembentukan NO2
= 2 laju reaksi penguraian N2O4
= 2 0,02 M s1
= 0,04 M s1
Jadi, laju reaksi pembentukan NO 2 adalah
0,04 M s1.
15. Jawaban: a
Perbandingan laju reaksi dinyatakan dengan
perbandingan koefisien zat-zat yang terlibat dalam
raksi. Dengan demikian, vA : vB : vC : vD = 2 : 3 : 2 : 1.
16. Jawaban: b
Persamaan laju reaksi: v = k[P]m[Q]n.
Orde reaksi total merupakan jumlah orde reaksi P
dan Q.
Orde reaksi P dihitung dari percobaan 2) dan 3).
v2
v3
3,5 102
7,0 102

1
2
1

1
2

k [P] [Q]

= k [P]2 [Q]2
3 3
m

6,0 103 1,6 102

= 1,2 102 1,6 102

=
2
m

=
2
m=1

Orde reaksi Q dihitung dari percobaan 1) dan 3).


m

v1
v3
1,4 101
7,0 102

k [P]1 [Q]1

k [P]3 [Q]3

1,2 10 2

1,2 10 2

3,2 10 2 n

1,6 10 2

2 = (2)n
(2)1 = (2)n
n=1
Orde reaksi total = m + n = 1 + 1 = 2
Jadi, orde reaksi total reaksi tersebut adalah 2.
17. Jawaban: b

2A + B C
Mula-mula : 10 4
Reaksi
: 6 3
3

Sisa
: 4 1
3
Dalam volume 1 L, [A] = 4 M, [B] = 1 M, dan
[C] = 3 M.
1

Jika v = k[A][B] maka v = 4 (4)(1) = 1 M/s.


Jadi, laju reaksi 2A(g) + B(g) C(g) sebesar 1 M/s.
18. Jawaban: a
Berdasarkan data, rumus laju reaksi:
T

v t = ( v) 15 vo
T

v t = (3) 15 vo
X = (3)
X = (3)

40 25
15

15
15

0,005

0,005

(3)1

X=
0,005 = 0,015 M/s
Jadi, laju reaksi pada suhu 40C sebesar 0,015 M/s.
19. Jawaban: a
v = k[P]x[Q]y
Jika konsentrasi awal P diperbesar menjadi dua
kali, pada konsentrasi Q tetap, kecepatan reaksi
menjadi dua kali lebih cepat.
v1 = k [2P]x [Q]y = 2k [P]x [Q]y
2x [P]x = 2 [P]x
2x = 2
x=1
Jika konsentrasi awal P dan Q diperbesar dua kali,
kecepatan reaksi menjadi delapan kali lebih cepat.
v2 = k [2P]x [2Q]y = 8k [P]x [Q]y
(2x [P]x) (2y [Q]y) = 8[P]x [Q]y
21 2y = 8
2y = 4
2y = 22
y=2
Jadi, orde reaksi total pada reaksi tersebut adalah
1 + 2 = 3.
Kimia Kelas XI

43

20. Jawaban: d

c.

A + 2B C
1 1

Mula-mula :

Reaksi
: 4
2
4

Sisa

3
4

1
2

4. Massa Fe yang bereaksi = (10 4,4) g = 5,6 g

1
4

5,6

Mol Fe = 56 = 0,1 mol

v = k [A] [B]2 = k [ 4 ] [ 2 ]2 = k [ 4 ] [ 4 ] = 16 k
Jadi, laju reaksi saat A tinggal
3
16

3
4

0,1

Molaritas Fe = 0,25 = 0,4 M


dt = 5 menit = 5 60 = 300 detik

mol/L sebesar

k.

d[Fe]

5. 2NH3(g) N2(g) + 3H2(g)


a.

V2 = 0,01
= 500 ml
Volume pelarut yang harus ditambahkan
(500 100) ml = 400 ml
Jadi, volume pelarut yang harus ditambahkan
sebesar 400 ml.

b.

Perc.

[P] M

[Q] M

v (M/s)

1)

1,2 102

3,2 102

1,4 101

2)

6,0 103

1,6 102

3,5 102

3)

1,2 102

1,6 102

7,0 102

d[Fe2O3 ]
dt

c.

vFe =

d[Fe]
dt

d.

vFe

= 3 vCO = 2 vFe = 3 vCO


2

2O3

0,6

vN =
2

2)

1,8

b.

1,2

Molaritas NH3 = 5 = 0,24 M


vNH =

0,15 0

= 20 = 0,012 M s1
Jadi, laju reaksi penguraian NH3 = 0,012 M s1.

2SO2 ~ 2SO3
2
2
0,012 0,012
vSO = 0,012
2

44

d[NH3 ]
dt

d[SO3 ]
dt

0,24

= 12,5 0
= 0,012 mol L1 s1
b.

0,36

Mol NH3 = 1 0,6 = 1,2 mol

0,6

d[H2 ]
dt

= 20 = 0,018 M s1
Jadi, laju reaksi pembentukan N2 sebesar
0,006 M s 1 , sedangkan laju reaksi
pembentukan H2 = 0,018 M s1.
Laju penguraian NH3
vH =

Konsentrasi gas SO3 = 4 mol/liter


= 0,15 mol/liter
vSO =

Laju reaksi pembentukan gas H2

Molaritas H2 = 5 = 0,36 M

3. Persamaan reaksi: 2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g)


a.

0,12

= 20 = 0,006 M s1

d[CO2 ]
dt

d[N2 ]
dt

Mol H2 = 1 0,6 = 1,8 mol

dan vCO = dt

dan vCO =

Laju reaksi pembentukan gas N2 dan gas H2


1) Laju reaksi pembentukan gas N2
Mol N2 = 0,6 mol
Molaritas N2 = 5 = 0,012 M

d[CO]

vFe

2O3

0,4

vFe = dt = 300 = 0,00133 M/detik


Jadi, laju berkurangnya Fe sebesar 0,0013 M/detik.

B. Uraian
1.
V1 M1 = V2 M2
100 ml 0,05 M = V2 0,01 M

2. a.

2SO2 ~ 1O2
2
1
0,012 0,006
vO = 0,006 M s1

Laju Reaksi

6.

C6H6(g) + 2 O2(g) 2CO2(g) + 3H2O(g)


Mula-mula : 5

Reaksi
: 2
7
4
6

Sisa
: 3
4
6

(mol/volume)
(waktu)
2 mol/2 L
30 det ik = 0,033

c.

Laju C2H6 =
=
Laju O2

Mol NH3 = 1 0,3 = 0,6 mol

M/detik

0,6

Molaritas NH3 = 5 = 0,12 M

(mol/volume)
(waktu)

7 mol/2 L

(mol/volume)
(waktu)

= + 4 mol/2 L = +0,067 M/detik


30 det ik

(mol/volume)
(waktu)

Laju H2O = +

v1
v2

30 det ik

1,2 103
4,8 103

Persamaan reaksi:
2H2(g) + O2(g) 2H2O(g)
2 mol H2O ~ 1 mol O2
0,15 mol H2O ~ 0,075 mol

1
4

Jadi, konsentrasi gas O2 =


= 0,03 mol/liter.
2 Mol H2O ~ 2 mol H2
0,15 mol H2O ~ 0,15 mol H2
Jadi, konsentrasi gas H2
=
b.

0,15
2,5

b.

8 det ik

v1
v3
1,2 103
2,4 103

= 0,0075 M s1

1
2

2H2 + O2 2H2O

2
0,0075

1
0,00375

vH = 0,0075 M
2

c.

vH O= 0,0075 M
2

2
0,0075

s1;

vO = 0,00375 M
2

0,3

b.

0,06
6

= 0,01 M det1

Jadi, laju reaksi pembentukan N2 = 0,01 M det1.


Laju reaksi pembentukan H2
3

Mol H2 = 1 0,3 = 0,9 mol


0,9

vH =
2

0,18
6

= 0,03 M

10. a = 10C
n=2
T1 = 25C
T2 = 35C
v1 = 0,040
v2 = n

Molaritas H2 = 5 = 0,18 M
d[H2 ]
dt

=
4
m

k [F ] [ClO ]

= k [F2]1 [ClO 2]1


2 2
2 3
m

0,01 0,1 n

0,01 0,2
n

=
2
n

=
2

n=1
Persamaan laju reaksi: v
= k[F2]m[ClO2]n
= k[F2]1[ClO2]1
= k[F2][ClO2]

s1

Molaritas N2 = 5 = 0,06 M
d[N2 ]
dt

1
2

s1

8. 2NH3(g) N2(g) + 3H2(g)


a. Laju reaksi pembentukan N2
Mol N2 = 0,3 mol

vN =

m
0,01 0,1

=
4
m=1
Orde reaksi ClO2 dihitung dari percobaan 1)
dan 3)

= 0,06 mol/liter.

0,15 mol
2,5 L

k [F2 ]1 [ClO2 ]1

k [F2 ]2 [ClO2 ]2

= 0,04 0,1

1
4

mol liter

Laju reaksi pembentukan uap air


=

0,075
2,5

0,12

9. Persamaan laju reaksi diperoleh setelah


mengetahui orde reaksi setiap reaktan. Misal,
persamaan laju reaksi: v = k[F2]m [ClO2]n.
a. Orde reaksi F2 dihitung dari percobaan 1)
dan 2)

= + 6 mol/2 L = +0,1 M/detik


7. a.

d[NH3 ]
dt

= 6 = 0,02 M det1
Jadi, laju reaksi penguraian NH3 = 0,02 M det1.

vNH =

= 30 detik = 0,1167 M/detik


Laju CO2 = +

Laju reaksi penguraian NH3

v2 = 2
det1

Jadi, laju reaksi pembentukan H2 = 0,03 M det1.

T
a
10
10

T = (35 25)C = 10C

v1
0,040

21

v2 = 0,040
v2 = 0,080 M/det
Jadi, laju reaksi saat suhu 35C adalah 0,080 M/det.
Kimia Kelas XI

45

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: d
Reaksi kimia terjadi apabila reaktannya mengalami
tumbukan efektif. Tumbukan efektif terjadi apabila
tumbukan antarpartikel pereaksi berlangsung
sempurna dan menghasilkan produk reaksi, serta
mempunyai energi minimum di atas energi ratarata molekul.
2. Jawaban: e
Energi minimal yang harus dimiliki atau diberikan
kepada partikel agar tumbukannya menghasilkan
reaksi dinamakan energi aktivasi. Pada grafik
tersebut, energi aktivasi ditunjukkan oleh E3 E2.
Sementara itu, E1 merupakan energi zat hasil. E2
merupakan energi reaktan-reaktan. E 2 E 1
merupakan energi yang dibebaskan.

Energi

X = Ea
Y = H
Hasil reaksi
Koordinat Reaksi

Grafik tersebut menjelaskan bahwa reaksi terjadi


dengan melepaskan kalor. Energi hasil reaksi lebih
kecil daripada energi pereaksi sehingga H
berharga negatif (H = ). Reaksi tersebut
merupakan reaksi eksoterm. Y merupakan harga
perubahan entalpi (energi yang dibebaskan).
X merupakan energi aktivasi. Reaksi berlangsung
jika energi aktivasi dapat terlampaui. Jika energi
aktivasi rendah, pada suhu rendah reaksi sudah
dapat berlangsung. Namun, jika energi aktivasi
tinggi, reaksi hanya dapat berlangsung jika suhu
juga tinggi.

4. Jawaban: a
Perhatikan data!
Percobaan 1): 1 gram serbuk Luas permukaan
Percobaan 4): 1 gram larutan larutan > serbuk
Percobaan 1): 1 M Konsentrasi larutan > konsentrasi
Percobaan 4): 2 M serbuk
Jadi, laju reaksi pada percobaan dipengaruhi oleh
luas permukaan dan konsentrasi.

46

Laju Reaksi

6. Jawaban: e
Perbedaan pada percobaan 1) dan 3) adalah
bentuk zat P (konsentrasi dan suhu tetap). Pada
percobaan 1) zat P berbentuk serbuk, sedangkan
percobaan 3) berbentuk kepingan. Hal ini berarti
faktor yang memengaruhi laju reaksi adalah luas
permukaan.
7. Jawaban: a
Kenaikan suhu mengakibatkan energi kinetik
molekul-molekul pereaksi bertambah. Kondisi ini
memungkinkan pereaksi untuk lebih banyak
bertumbukan sehingga reaksi dapat terjadi lebih
cepat.

3. Jawaban: b

Pereaksi

5. Jawaban: d
Kenaikan suhu akan memperbesar energi kinetik
molekul zat yang bereaksi (pereaksi). Energi
kinetik yang tinggi mengakibatkan gerakan
antarmolekul semakin cepat sehingga frekuensi
tumbukan semakin besar. Adanya tumbukan ini
memungkinkan terjadinya tumbukan efektif
semakin banyak sehingga reaksi semakin cepat
berlangsung.

8. Jawaban: c
Reaksi antara HCl dengan Na2S2O3 menghasilkan
endapan belerang dengan reaksi sebagai berikut.
Na2S2O3(aq) + 2HCl(aq) 2NaCl(aq) + S(s) +
SO2(g) + H2O(A)
Pembentukan belerang semakin cepat jika reaksi
berlangsung cepat. Reaksi berlangsung lebih cepat
jika konsentrasi pereaksi besar (volume larutan
kecil) dan reaksi berlangsung pada suhu tinggi.
Penambahan air pada reaktan akan memperkecil
konsentrasi sehingga kecepatan reaksi berkurang.
Jadi, pada reaksi di atas, endapan belerang
akan cepat terbentuk pada 10 ml HCl 2 M + 10 ml
Na2S2O3 1 M pada suhu 45C.
9. Jawaban: c
a =2
n =
v=

60C 20C
10C

an

=4

v0 v = 24 v0 = 16v0

10. Jawaban: d
Katalis berfungsi membantu mempercepat
terbentuknya molekul kompleks teraktivasi dengan
cara mengefektifkan tumbukan antarpereaksi.
Akibatnya, tahap-tahap reaksi akan bertambah dan
energi aktivasi turun.

11. Jawaban: c
Katalis adalah zat yang berfungsi mempercepat
laju reaksi tanpa mengalami perubahan tetap
dalam reaksi tersebut. Zat yang berfungsi sebagai
katalis akan terbentuk kembali dengan jumlah
yang sama pada akhir reaksi seperti zat C.
12. Jawaban: e
V2O5 digunakan sebagai katalis pembuatan asam
sulfat pada proses kontak dari SO2 dan O2. Ni
digunakan sebagai katalis pada industri margarin dari
minyak kelapa. Fe digunakan sebagai katalis pada
sintesis amonia pada proses Haber. MnO2 digunakan
sebagai katalis pada penguraian KClO3. CuCl2
digunakan sebagai katalis pada reaksi oksidasi HCl.

2. Semakin luas permukaan sentuh pereaksi akan


semakin mempercepat laju reaksi. Hal ini karena
semakin halus partikel pereaksi maka frekuensi
tumbukan antarpartikel semakin efektif sehingga reaksi
berlangsung semakin cepat. Contoh sebagai berikut.
a. Pembuatan gas asetilen dari reaksi antara
kalsium karbida dengan air.
b. Proses vulkanisasi menggunakan serbuk
belerang dan karbon.
3. a.

13. Jawaban: d
Dalam dunia industri, penggunaan katalis untuk
mempercepat proses kesetimbangan reaksi. Jika
kesetimbangan cepat tercapai, produk semakin
mudah terbentuk sehingga lebih menguntungkan.
14. Jawaban: e
Pengaruh luas permukaan bidang sentuh untuk
mempercepat laju reaksi hanya berlaku pada zat
padat. Kalsium karbida adalah zat padat yang jika
direaksikan dengan air akan menghasilkan gas
asetilen. Semakin kecil ukuran kalsium karbida,
semakin cepat terbentuk gas asetilen.
15. Jawaban: e
Laju reaksi akan berjalan lambat jika konsentrasi
larutan kecil dan logam seng berbentuk lempeng.
Bentuk lempeng berarti luas permukaan kecil.
Dengan demikian, percobaan yang berlangsung
paling lambat adalah percobaan 1). Laju reaksi akan
berjalan cepat jika konsentrasi larutan besar dan
logam seng berbentuk serbuk. Bentuk serbuk
berarti luas permukaan besar. Dengan demikian,
percobaan yang berlangsung paling cepat adalah
percobaan 5).
B.

Uraian

1. Bentuk padatan reaktan berpengaruh terhadap laju


reaksi karena bentuk padatan reaktan berhubungan
dengan luas permukaan. Padatan berbentuk
serbuk permukaan bidang sentuhnya lebih luas
dibanding dengan padatan berbentuk kepingan/
bongkahan. Semakin luas permukaan bidang
sentuh reaktan, semakin banyak frekuensi
tumbukan sehingga kemungkinan terjadinya
tumbukan efektif juga semakin banyak. Dengan
demikian, semakin kecil ukuran partikel reaktan,
laju reaksi semakin cepat.

b.

4. a.
b.
c.
d.

e.
5. a.

b.

Zat-zat dapat bereaksi jika tiap-tiap zat


mempunyai sejumlah kalor yang cukup untuk
mengatasi energi potensial tiap-tiap zat.
Pemberian kalor dengan cara pemanasan
atau pembakaran (menaikkan suhu), berarti
memberikan sejumlah kalor untuk mengatasi
energi potensial zat. Dengan demikian, reaksi
akan berlangsung lebih cepat jika suhu
dinaikkan. Hal ini karena semakin
tinggi suhu,
v (molL 1s 1)
Percobaan Kekecepatan bertambah sehingga tumbukan
2)
0,32
antarpartikel
akan semakin
efektif untuk
3)
0,64baru).
menghasilkan
reaksi (zat
4)
5)

1,28
5,12

Besi oksidasi (FeO) digunakan sebagai katalis


dalam industri pembuatan amonia.
Vanadium pentaoksida (V2O5) digunakan
sebagai katalis dalam industri pembuatan
asam sulfat.
Gas NO dan NO 2 digunakan untuk
mempercepat reaksi pada pembuatan asam
sulfat dengan cara bilik timbal.
Larutan kobalt(II) klorida (CoCl2) dan larutan
besi(III) klorida (FeCl 3) digunakan untuk
mempercepat reaksi pada penguraian hidrogen
peroksida.
Batu kawi (MnO 2 ) digunakan untuk
mempercepat reaksi penguraian kalium klorat.
Grafik yang menggunakan katalis adalah
grafik a karena pada grafik tersebut terbentuk
kompleks teraktivasi. Katalis dapat
mempercepat laju reaksi dengan membentuk
molekul-molekul kompleks teraktivasi
sehingga tahap-tahap reaksi bertambah dan
energi aktivasi rendah.
E1 dan E2 adalah energi pengaktifan, yaitu
energi minimum yang diperlukan untuk berlangsungnya suatu reaksi.

Kimia Kelas XI

47

A.

5. Jawaban: d
Persamaan reaksi:

Pilihan Ganda

1. Jawaban: c
Mol NaOH =

massa
Mr

10 g
40 g/mol

= 0,25 mol

Volume akuades = 2 L
MNaOH =

mol
volume

0,25
2

2 5

= 0,125 M

Jadi, molaritas larutan NaOH sebesar 0,125 M.


2. Jawaban: c
madu = 1,4 gram/cm3
= 1,4 gram/1 ml
= 1,4 gram/103 L
= 1.400 gram/L
Dalam 1 liter larutan madu terdapat 1.400 gram
madu.
35

Massa glukosa = 100 massa madu


35

= 100 1.400
= 490 gram
Mol glukosa =

massa glukosa
Mr glukosa

490 gram

= 180 gram / mol


= 2,72 mol
2,7 mol
Mglukosa =
=

mol glukosa
volume larutan
2,7 mol
1L

= 2,7 M
Jadi, molaritas glukosa dalam madu 2,7 M.
3. Jawaban: b
M = mol
= 0,1

1.000
V
1.000
200

= 0,5 M
Jadi, konsentrasi larutan Ca(OH)2 sebesar 0,5 M.
4. Jawaban: d
Laju reaksi merupakan pengurangan konsentrasi
pereaksi atau mol pereaksi tiap liter tiap satuan
waktu. Dapat juga diartikan sebagai penambahan
konsentrasi produk atau mol produk tiap liter tiap
satuan waktu.

48

Laju Reaksi

N2O5(g) R 2NO2(g) + 2 O2(g)


vN O = 2,5 105 mol L1 detik1
Laju pembentukan gas O2 = 2 vN O
2 5
1

= 2 (2,5 105)
= 1,25 105
Jadi, laju pembentukan gas O 2 sebesar
1,25 105 mol L1 detik1.
6. Jawaban: b
v1 = k[A][B]2
Konsentrasi B diperbesar 2 kali semula.
v2 = k[A][2B]2 maka

v2
v1

k[A][2B]2
k[A][B]2

[2B]2
[B]2

=4

v2 = 4v1 = 4 kali
7. Jawaban: b
2A + B2 2AB
Misal v = k[A]x[B]y
Orde reaksi terhadap A (data 2) dan 3))
2x = 20 x = 0
Orde reaksi terhadap B (data 1) dan 2))
2y = 21 y = 1
Orde reaksi total = x + y = 0 + 1 = 1
8. Jawaban: a
v = k[NO]2[O2]
= 125(2 103)2(3 103)
= 15 106 M/detik
Jadi, laju reaksi 15 106 M/detik.
9. Jawaban: c
Misalkan persamaan laju reaksinya v = k[A]x[B]y.
Menentukan orde reaksi terhadap [A] = x dicari
saat [B] tetap (nomor 1) dan 2)).
s
4s
1
4
1

2

(a)x (b)y
(2a)x (b)y

1
=

1
=
2

x=2
Menentukan orde reaksi terhadap [B] = y dicari
saat [A] tetap (nomor 2) dan 4)).

4s
12s
1
3

Orde reaksi P:

(2a)x (b)y
(2a)x (3b)y

1
=
3

c
72 c

(a)
(2 a )

1
72

1

2

1
72

1

2

36
72

1

2

1

2

1

3

1

3

y=1
Jadi, persamaan laju reaksinya adalah v = k[A]2[B].
10. Jawaban: b
Misal persamaan laju reaksi v = k[A]m[B]n.
Orde reaksi A, [B] tetap percobaan 1) dan 5).
v1
v5

k
k

0,2
0,6

6
54

0,2

0,2

0,2

m
2
1
1
1
=

9
3
3

1

2
m

=
=
3
0,6
m=2
Orde reaksi B, [A] tetap percobaan 1) dan 2).
v1
v2

6
12

=
=

0,2 0,2 n

=
0,4
0,2
n
n
1
1
0, 2
1
1
0, 4 2 =
2
2

k
k

n=1
Persamaan laju reaksi:
v = k[A]2[B]
Pecobaan 1)
v = k[A]2[B]
6 = k(0,2)2(0,2)

1
=

c
16 c
1
16
1

4

(a)

[Q]1

[Q] 2
n

(b)

= (a)

(4 b )
n

1

4

1

4

n=2
Orde reaksi Q = 2.

[Q]

(b)

(6 b )

1

6

1
36

12. Jawaban: b
Rumus laju reaksi: v = k [A]2
v

[A ]

5,0 10 7 mol L1 det 1

(0,2 mol L1 )

= 125 107 mol1 L det1


= 1,25 105 mol1 L det1
13. Jawaban: a
Misal, persamaan laju reaksi v = k[NO]x[H2]y.
Orde reaksi terhadap NO, perhatikan data
percobaan 3) dan 4).

11. Jawaban: b
Misal persamaan orde reaksi v = k[P]m[Q]n.
Orde reaksi P dihitung dari percobaan 1) dan 3)
setelah orde reaksi Q diketahui.
Orde reaksi Q dihitung dari percobaan 1) dan 2):
k [P]1

k [P] 2

1
1
= k [P] [Q]
3
3

m=1
Orde reaksi P = 1.

k=

6 = k 0,04 0,2 k = 0,008 = 750


Pecobaan 4)
v = k[A]2[B]
= 750(0,4)2(0,2) = 750(0,16)(0,2) = 24 M/s
Jadi, harga x = 24.

v1
v2

k [P]

v1
v2

v3
v4

128 10 7
32 10 7

k [NO] 3

k [NO] 4

k
k

4 10 3

3
2 10

[H 2 ] 3

[H 2 ] 4

x
6 10 3

6 10 3

4 = (2)x
(2)2 = (2)x
x =2
Orde reaksi terhadap H 2 , perhatikan data
percobaan 1) dan 2).
v1
v2

32 10 7

64 10 7
1
2

1

2

k [NO]1

k [NO] 2

k 4 10

k 4 10 3

1

2

1

2

[H 2 ]1

[H 2 ] 2

1,5 10 3

3
3 10

y
y

y=1
Jadi, rumus reaksinya adalah v = k[NO]2[H2].

Kimia Kelas XI

49

14. Jawaban: b
Misal persamaan orde reaksi: v = k[CO]m[O2]n.
Menentukan rumus laju reaksi:
Orde reaksi [CO], [O2] tetap
v1
v3
x
4x

k [CO]1

k [CO]3

k (0,2)

k (0,4)

=
0,4

1

4

= 1

= 1

m (0,1) n

(0,1)

x

3x
1

1

3

T
a

v1

80 40
10

k [CO]1

k [CO]2

( 0,2 )

( 0,2 )

[O 2 ]1
[O ]
2 2

0,1
0,3

0,1

=
0,3
n

= 1
3

n=1
Jadi, rumus laju reaksi yaitu v = k[CO]2[O2]. Jika
[CO] = 0,3 M dan [O2] = 0,2 M, v = k(0,3)2(0,2).
15. Jawaban: a
Laju reaksi pembakaran logam magnesium di udara
dipengaruhi oleh suhu udara, bentuk magnesium,
dan konsentrasi oksigen.
16. Jawaban: e
Laju reaksi yang hanya dipengaruhi oleh
konsentrasi terdapat pada gambar nomor 5)
terhadap 1). Laju reaksi pada gambar 1) terhadap
2) dipengaruhi oleh luas permukaan. Laju reaksi
pada gambar 2) terhadap 3) dipengaruhi oleh
konsentrasi, luas permukaan, dan pengadukan.
Laju reaksi pada gambar 3) terhadap 4) dipengaruhi
pengadukan. Laju reaksi pada gambar 3) dan 5)
dipengaruhi oleh pengadukan.
17. Jawaban: b
a = 10C, n = 2
T1 = 40C v1 = x mol1 L1 det1
T2 = 10C v2 = . . .?
T3 = 80C v3 = . . .?

50

v3 = n

= 24x
= 16x mol1 L1 det1
Jadi, reaksi yang berlangsung pada suhu 10C dan

k
k

=2

x
3x

10 40
10

= 8 x mol1 L1 det1

0,2

T
a

= 23 x

[O2 ]1
[O ]
2 3

m=2
Orde reaksi [O2], [CO] tetap
v1
v2

=2

x

4x

1

2

v2 = n

Laju Reaksi

80C mempunyai laju reaksi 8 x mol1 L1 det1


dan 16x mol1 L1 det1.
18. Jawaban: d
v = k[H2][I2]
4,06 104 = k(0,27)(0,35)
k=

4,06 10 4
(0,27)(0,35)

= 4,3 103

Jadi, tetapan laju reaksinya 4,3 103 M/detik.


19. Jawaban: c
Misal persamaan orde reaksi: v = k[NO]x[H2]y.
Orde reaksi terhadap NO dicari dari percobaan (1)
dan (2).
v1
v2

4 10 6
8 10 6
4
8

1

2

k [NO]1

k [NO] 2

k
k

2

4

1

2

2 10 3

3
4 10

[H 2 ]1

[H 2 ] 2

x
2 10 3

2 10 3

x
x

x=1
Orde reaksi terhadap H2 dicari dari percobaan (4)
dan (5).
v4
v5

24 10 6

32 10 6
24
32

3

4

k [NO] 4

k [NO] 5

k 4 10

k 4 10 3

6

8

[H 2 ]

[H 2 ]

6 10 3

3
8 10

y
= 3

y=1
Jadi, orde reaksi total = x + y = 1 + 1 = 2.

20. Jawaban: b
Laju reaksi dapat ditentukan dengan mudah melalui
pengukuran laju pembentukan CO2. Gas CO2 yang
terbentuk ditampung pada alat buret yang
mempunyai ukuran volume sehingga volume gas
CO2 dapat ditentukan. Percobaan dapat dilakukan
dengan rangkaian alat seperti gambar berikut.
Gas CO2
Statif
Buret
Gelas beker

HCl
Air
Batu pualam

Terbentuknya gas CO2 akan menekan air sehingga


air turun. Volume gas CO2 dapat teramati melalui
angka yang tertera pada buret.
21. Jawaban: e
Jika pada suatu reaksi kimia suhu dinaikkan maka
kenaikan suhu tersebut akan mengakibatkan energi
kinetik zat-zat pereaksi, frekuensi tumbukan zatzat pereaksi, dan frekuensi tumbukan efektif
meningkat. Dengan demikian, produk akan semakin
cepat terbentuk. Energi aktivasi akan menurun jika
ada katalis dalam reaksi. Jadi, pernyataan yang
benar adalah pernyataan 2), 3), dan 4).
22. Jawaban: b
Proses kontak adalah reaksi antara belerang
dioksida dengan oksigen menggunakan katalis
platina atau vanadium pentaoksida. Katalis vanadium pentaoksida lebih umum digunakan karena
katalis platina mudah diracuni oleh zat-zat pengotor
dalam belerang dioksida. Ni digunakan untuk
mengkatalis proses hidrolisis pada lemak dalam
pembuatan margarin. MnO2 digunakan untuk
mengkatalis penguraian KClO3 menjadi KCl dan
O2. CuCl2 digunakan untuk mengkatalis reaksi
oksidasi HCl oleh O2 dari udara pada proses
pembuatan gas klor menurut cara Deacon. Fe2O3
dan ZnO digunakan untuk mengkatalis reaksi N2
dan H2 pada pembuatan gas NH3 menurut proses
Haber-Bosch.
23. Jawaban: d
Reaksi pada grafik merupakan reaksi eksoterm
karena entalpi produk lebih kecil dari entalpi reaktan
dengan perubahan entalpi sebesar 15 kJ. Energi
aktivasi reaksi sebesar 35 kJ.
24. Jawaban: e
Volume H2SO4 = 19,6 ml
Vlarutan = 200 ml
H SO = 1,225 g/ml
2

Mr H2SO4 = 98 g/mol
[H2SO4] =
=

g
Mr

1.000
V

19,6 1,225
98

1.000

200

= 0,245 5
= 1,225 M 1,23
Jadi, konsentrasi larutan H2SO4 sebesar 1,23 M.
25. Jawaban: a
Laju reaksi akan semakin cepat apabila zat-zat
yang terlibat reaksi (reaktan) mempunyai partikel
berbentuk serbuk dan reaksi berlangsung pada
suhu tinggi. Partikel berbentuk serbuk mempunyai
permukaan bidang sentuh lebih luas sehingga
mudah terjadi tumbukan efektif. Kenaikan suhu
mengakibatkan energi molekul-molekul meningkat
sehingga semakin banyak molekul yang mencapai
energi pengaktifan. Dengan demikian, reaksi
berlangsung lebih cepat.
26. Jawaban: c
Gas H 2 dihasilkan terbanyak jika Zn yang
digunakan berbentuk serbuk dan konsentrasi
H2SO4 paling besar. Bentuk serbuk mempunyai
luas permukaan lebih besar daripada bentuk
kepingan. Dengan demikian, kemungkinan
tumbukan yang dihasilkan berupa tumbukan efektif
lebih besar. Konsentrasi H2SO4 yang paling besar
juga memungkinkan tumbukan yang dihasilkan
berupa tumbukan efektif lebih besar daripada
H2SO4 yang konsentrasinya lebih kecil. Reaksi
yang akan menghasilkan gas H2 terbanyak pada
10 detik pertama adalah 2 g Zn (berbentuk serbuk)
dengan 30 ml H2SO4 0,5 M.
27. Jawaban: e
Alasan yang benar tentang kenaikan laju reaksi
ketika luas permukaan reaktan dinaikkan adalah
penambahan luas permukaan molekul reaktan akan
menaikkan jumlah tumbukan antarpartikel reaktan.
28. Jawaban: b
Misal persamaan laju reaksi: v = [NO]m[Br2]n.
Orde reaksi terhadap [NO], [Br2] tetap.
m

k [NO]2

[NO]3

v2
v3

= k

12
24

= k

1
2

1

1
2

[Br2 ]2

[Br2 ]3

k 0,1 m 0,10 n
0,2 0,10

1
2

1
2

m =1
Kimia Kelas XI

51

Orde reaksi terhadap [Br2], [NO] tetap.


m

v1
v2

k [NO]

k 0,1 m 0,05 n
0,1 0,10

Molaritas N2 = 5 = 0,06 M

1
2

1
2

0,3

29. Jawaban: a
Katalis pada suatu reaksi berfungsi untuk
mempercepat reaksi. Reaksi berlangsung cepat
ditandai dengan banyaknya gelembung gas. Reaksi
ini terjadi pada percobaan (2) dan (4) karena
penambahan MnO2 dan CoCl2. Dengan demikian,
zat yang berfungsi sebagai katalis adalah ion Mn4+
dan ion Co2+.
30. Jawaban: c
Misal persamaan laju reaksi: v = k[H2]m[NO]n.
Orde reaksi terhadap H2 percobaan 3) dan 4).
m

0,1
0,2
1

1
2

b.

0,025
0,1

0,2

0,1
0,2

0,9

Molaritas H2 = 5 = 0,18 M
vH =
2

c.

1
4

1
2

1
2

Mol NH3 = 1 0,3 = 0,6 mol


0,6

Molaritas NH3 = 5 = 0,12 M


d[NH3 ]
dt

0,12

= 6 = 0,02 M det1
Jadi, laju reaksi penguraian NH 3 =
0,02 M det1.
vNH =
3

3. a.

Endoterm

Produk

Ea
Reaktan
Jalannya reaksi

b.

Eksoterm
E

0,1
0,2

0,025
0,1

1
2

1
2

= = n=2

Laju Reaksi

= 0,03 M det1

Jadi, rumus laju reaksinya adalah v = k[H2][NO]2.

52

0,18
6

Jadi, laju reaksi pembentukan H2 = 0,03 M det1.


Laju penguraian NH3

1
2

k 0,15

d[H2 ]
dt

[NO]2

[NO]3

= k 0,15

= 0,01 M det1

Mol H2 = 1 0,3 = 0,9 mol

m=1

k [H2 ]2

k [H2 ]3

0,06
6

Jadi, laju reaksi pembentukan N2 = 0,01 M det1.


Laju reaksi pembentukan H2

Orde reaksi terhadap NO percobaan 2) dan 3).


v2
v3

d[N2 ]
dt

m 0,2 n

vN =

[NO]3

[NO]4

k 0,15
0,30

= k

1

2

k [H2 ]3

k [H2 ]4

1,3 g/ml 10 63
63 g/mol

2. NH3(g) N2(g) + 3H2(g)


a. Laju reaksi pembantukan N2
Mol N2 = 0,3 mol

n =1
Persamaan laju reaksi: v =k [NO] [Br2]
Dari percobaan 1 diperoleh k sebagai berikut.
v = k [NO] [Br2]
6 = k (0,1) (0,05)
k = 1.200
jika konsentrasi gas NO = 0,01 M dan gas
Br2 = 0,03 M maka:
v = 1.200 (0,01) (0,03)
= 0,36 M/detik
Jadi, harga laju reaksi 0,36 M/detik.

v3
v4

10 %
Mr

= 13 mol/ml = 13 M
Jadi, molaritas asam nitrat pekat sebesar 13 M.

= k

1
2

Uraian

1. M =

[Br ]

1
2 1
= k

[NO]2 [Br2 ]2

6
12

1
2

B.

Ea
Reaktan

Produk

Jalannya reaksi

4. Misal: v = k [A]m [B]n


1) [A] = tetap, [B] = 2x v = 4x
4v = k [A]m [2B]n
4(k [A]m [B]n) = k [A]m [2B]n
4(k [A]m [B]n) = k [A]m 2n [B]n
4 = 2n
22 = 2n
n=2
2) [A] = 3x, [B] = 3x v = 27x
27v = k [3A]m [3B]n
27(k [A]m [B]n) = k 3m [A]m 3n [B]n
27 = 3m 32
27 = 3m 9
3 = 3m
m=1
Jadi, persamaan laju reaksinya v = k [A] [B]2.
3) [A] = 0,3 M, [B] = 0,2 M v = 1,2 101 M/det
1,2 101 = k (0,3) (0,2)2
1,2 101 = k (0,3) (0,04)
k= 10
Jadi, harga tetapan laju reaksinya adalah
10 mol2 L2 det1.
5. Faktor yang memengaruhi laju reaksi antara
percobaan 1) dan 3) adalah luas permukaan bidang
sentuh zat pereaksi. Reaksi pada percobaan 1)
berlangsung lebih cepat daripada percobaan 3)
karena bentuk zat yang berupa serbuk mempunyai
luas permukaan yang lebih besar daripada bentuk
bongkahan. Faktor yang memengaruhi laju reaksi
antara percobaan 2) dan 4) adalah konsentrasi
pereaksi (HCl). Semakin besar konsentrasi maka
laju reaksi semakin cepat. Faktor yang
memengaruhi laju reaksi antara percobaan 3)
dan 4) adalah luas permukaan bidang sentuh dan
konsentrasi zat peraksi. Bentuk butiran dan
konsentrasi yang lebih besar pada percobaan 4)
mengakibatkan laju reaksi yang lebih cepat
daripada percobaan 3). Faktor yang memengaruhi
laju reaksi antara percobaan 3) dan 5) adalah luas
permukaan bidang sentuh pereaksi dan suhu.
Percobaan 5) dengan pereaksi berbentuk butiran
dan suhu lebih tinggi mengakibatkan laju reaksi
lebih cepat daripada percobaan 3).
6.

N2O4(g) R NO2(g)
Mula-mula : 1

Reaksi
: 0,3
0,6

Sisa
: 0,7
0,6

Laju pembentukan NO2 = +


=+

d[NO2 ]
dt
0,6 mol
10 L

12 det ik

0,06 M

= + 12
= +0,005 M/detik
Jadi, laju pembentukan gas NO 2 sebesar
0,005 M/detik.
7. n = 3
T1 = 30C t1 = 9 menit
1

T2 = 90C t2 = 3 menit
T = T2 T1
= (90 30)C
= 60C
1
T2
1
1
3

=na
=3
=3

27 = 3
33 = 3

60
x

1
T1

1
9

60
x

1
9

60
x
60
x

60
x

=3

= 60 = 20C
3

Jadi, laju reaksi akan menjadi 3 kali lebih cepat


dari semula untuk setiap kenaikan 20C.
8. Katalis homogen yaitu katalis yang mempunyai
fase sama dengan fase pereaksi atau katalis yang
dapat bercampur dengan pereaksi secara homogen.
Contoh:
a. Gas NO dan NO2, berfungsi mempercepat
reaksi pada pembuatan asam sulfat dengan
cara bilik timbal.
b. Larutan kobalt(II) klorida (CoCl2) dan larutan
besi(III) klorida (FeCl 3), berfungsi mempercepat reaksi pada penguraian hidrogen
peroksida.
Katalis heterogen yaitu katalis yang mempunyai
fase berbeda dengan fase pereaksi.
Contoh:
a. Besi, berfungsi mempercepat reaksi pembuatan amonia melalui proses Haber.
b. Batu kawi (MnO2), berfungsi mempercepat
reaksi penguraian kalium klorat.
c. Vanadium pentaoksida (V 2O5), berfungsi
mempercepat reaksi pembuatan asam sulfat
melalui proses kontak.
Kimia Kelas XI

53

9. a.

Rumus umum: v = k[NO]x[Br2]y


y ditentukan berdasarkan percobaan (1)
dan (2).
v1
v2

= k

[NO] [Br2 ]
k [NO] [Br2 ]

10. Untuk menentukan orde [Br] dipilih data yang


[BrO3] dan [H+] tetap, dari data 1) dan 4).
a. Orde reaksi tiap-tiap reaktan:

1)

y
k (0,1) (0,05)

6
12

[Br]

= k (0,1) (0,10)

1

2
1

1

2

1
=

Data 1)

0,001

2)

0,002

1
10

1
=

v4
v5

c.

= k

[NO] [Br2 ]
k [NO] [Br2 ]

k (0,2)

( 0,5 )

= k (0,3)

( 0,5 )

24
54

2
=
3

4
9

2
=
3

2)

Untuk menentukan orde [BrO3] dipilih


[Br] dan [H+] tetap, dari data 1) dan 3).

Data 1)

1
t

0,005

1
20

2)

3)

x =2
Orde reaksi terhadap NO = 2, orde reaksi
pertama terhadap Br2 = 1, dan orde reaksi
total = 2 + 1 = 3.
Ambil salah satu data hasil percobaan,
misalnya percobaan 1).
v = k[NO]2[Br2]
6 = k(0,1)2(0,05)

0,010

Untuk menentukan orde [H+] dipilih [Br]


dan [BrO3] tetap, dari data 1) dan 4).
[H+]

1
t

Data 1)

0,010

1
20

2)

0,020

Laju Reaksi

b.

Rumus laju reaksi v = k[Br][BrO3]0[H+]2


v = k[Br][H+]2

c.

Orde reaksi total = 1 + 0 + 2


=3

54

1
5

(2x) . . . = 4
= 4 [H+]2, orde 2
(2x)2

k = 0,0005 = 12.000 mol1 L s1

1
20

(2x) . . . = 1
(2x)0
= 1 [BrO3]0, orde 0

2
=
3

[BrO3]

(2x) = 2x (2x)1 = 2x
[Br]1, orde 1

24
54

2

3

1
t
1
20

y =1
x ditentukan berdasarkan percobaan 4)
dan 5).

b.

Laju reaksi = waktu .

Setelah mempelajari bab ini, siswa:


1. mampu menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran arah kesetimbangan yang diterapkan dalam industri;
2. mampu menentukan hubungan kuantitatif antara pereaksi dengan hasil reaksi dari suatu reaksi kesetimbangan;
3. mampu merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang memengaruhi
pergeseran kesetimbangan;
4. mampu memecahkan masalah terkait hubungan kuantitatif antara pereaksi dengan hasil reaksi dari suatu reaksi
kesetimbangan.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1. mensyukuri dan mengagumi keteraturan dan keseimbangan alam di sekitar;
2. memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, jujur, terampil, dan proaktif saat melakukan dan menyajikan hasil percobaan faktorfaktor yang memengaruhi pergeseran kesetimbangan.

Materi

Reaksi Kimia, Kesetimbangan Kimia, dan Tetapan Kesetimbangan


Pergeseran Kesetimbangan dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya
Hubungan Kuantitatif antara Pereaksi dan Hasil Reaksi

Pembelajaran Kognitif

Reaksi kimia, kesetimbangan kimia, dan tetapan kesetimbangan.


Azas Le Chatelier.
Reaksi kesetimbangan dalam industri.
Reaksi kesetimbangan dalam tubuh manusia.
Reaksi kesetimbangan dalam kehidupan sehari-hari.
Tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi (Kc) dan tekanan
parsial (Kp).

Kegiatan Psikomotorik

Merancang dan melakukan percobaan tentang


faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran
kesetimbangan.
Mendemonstrasikan mengenai reaksi kesetimbangan kimia.

Keterampilan yang Dikuasai


Pengetahuan yang Dikuasai

Menjelaskan kesetimbangan dinamis, kesetimbangan homogen


dan heterogen, serta tetapan kesetimbangan.
Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran
kesetimbangan kimia.
Menyebutkan berbagai reaksi kesetimbangan dalam industri,
tubuh manusia, dan kehidupan sehari-hari.
Menjelaskan kondisi optimum untuk memproduksi bahan-bahan
kimia di industri yang didasarkan pada reaksi kesetimbangan.
Menghitung harga Kc, Kp, dan hubungan antara Kc dan Kp.

Meramalkan arah pergeseran kesetimbangan


berdasarkan hasil percobaan.
Menyajikan laporan hasil percobaan pengaruh
perubahan konsentrasi, tekanan, volume, suhu,
dan katalis terhadap pergeseran kesetimbangan
berdasarkan hasil percobaan.

Kemampuan dan Sikap yang Dimiliki

Menerapkan konsep kesetimbangan kimia untuk mempelajari berbagai peristiwa di sekitar.


Memiliki rasa ingin tahu tinggi, terampil, jujur, dan proaktif dalam berbagai kegiatan.
Mensyukuri dan mengagumi konsep kesetimbangan untuk menjaga kesetimbangan alam.
Kimia Kelas XI

55

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: e
Reaksi kesetimbangan kimia adalah reaksi kimia
yang berlangsung ke kanan (terbentuknya produk)
dan ke kiri (terbentuknya pereaksi) dengan kecepatan yang sama.
2. Jawaban: c
Pada kesetimbangan homogen, komponenkomponen di dalamnya mempunyai wujud atau
fase sama. Pada reaksi Fe3+(aq) + SCN(aq)
FeSCN2+(aq), semua komponennya memiliki fase
sama yaitu larutan (aq).
3. Jawaban: e
Suatu reaksi dikatakan mencapai kesetimbangan
jika laju pembentukan reaktan sama dengan laju
pembentukan produk.
4. Jawaban: b
Persamaan reaksi setelah disetarakan:
2Fe(s) + 3CO2(g)
Fe2O3(s) + 3CO(g)
Tetapan kesetimbangan ditentukan dari zat berfase
 

gas sehingga harga Kc =  

5. Jawaban: c
Suatu reaksi dikatakan setimbang jika laju reaksi
ke kanan sama dengan laju reaksi ke kiri.
6. Jawaban: a
Kesetimbangan heterogen adalah suatu kesetimbangan kimia dengan zat-zat yang berada
dalam keadaan setimbang mempunyai fase atau
wujud zat yang berbeda (dua fase atau lebih)
seperti pada reaksi b, c, d, dan e. Reaksi a
merupakan reaksi kesetimbangan homogen karena
zat-zat yang terlibat dalam reaksi mempunyai fase
sama yaitu gas (g).
7. Jawaban: e
Kesetimbangan 4HCl(g) + O2(g)
2H2O(g) +
2Cl2(g) merupakan kesetimbangan homogen
berwujud gas. Persamaan tetapan kesetimbangan
reaksi berasal dari semua zat yang terlibat dalam
reaksi.


Kc =

   
    

8. Jawaban: b
Kesetimbangan Al3+(aq) + 3H2O( )
Al(OH3)(s)
+
+ 3H (aq) merupakan kesetimbangan heterogen
berbagai wujud yaitu padat, cair, dan larutan.

56

Reaksi Kesetimbangan

Dengan demikian, tetapan kesetimbangannya


ditentukan dari zat yang berwujud larutan.
Kc =



 


9. Jawaban: a
Persamaan reaksi setara dari reaksi kesetimbangan
tersebut:
2Na2CO3(aq) + 2SO2(g) + O2(g)
2Na2SO4(aq)
+ 2CO2(g)
Spesi kimia yang ada dalam persamaan kesetimbangan berasal dari spesi kimia yang ada
dalam fase gas atau dalam fase larutan. Dengan
demikian, tetapan kesetimbangan reaksi pada soal
sebagai berikut.
Kc =

      
         

10. Jawaban: b
Pada reaksi irreversible (tidak dapat balik), zatzat hasil reaksi tidak dapat bereaksi kembali membentuk pereaksi.
B. Uraian
1. Reaksi dapat balik (reversible) adalah reaksi kimia
yang berlangsung dua arah. Pereaksi membentuk
produk, selanjutnya produk bereaksi kembali
membentuk pereaksi.
Contoh: H2(g) + I2(g)
2HI(g)
Reaksi tidak dapat balik (irreversible) adalah reaksi
yang berlangsung satu arah, produk tidak dapat
saling bereaksi kembali membentuk pereaksi.
Contoh: HCl(aq) + NaOH(aq) NaCl(aq) + H2O( )
2. a.

Kc =

  
   

b.

Kc = [H+][OH]

c.

Kc =

d.

Kc = [CO2]

e.

Kc = [Ag+][Cl]

 + 


3. Kesetimbangan homogen karena zat-zat yang


berada dalam reaksi kesetimbangan mempunyai
fase atau wujud zat sama.
4. Kesetimbangan dinamis yaitu reaksi setimbang
yang secara makroskopis tidak terjadi perubahan,
tetapi secara mikroskopis reaksi berlangsung
terus-menerus secara bolak-balik.

5.
Laju Reaksi

Contoh kesetimbangan ozon dan oksigen yang


terjadi di lapisan stratosfer menyangkut reaksi
pembentukan dan penguraian dengan laju yang
sama.
2O3(g)
3O2(g)

A2 + B2 2AB
v1 = v2

A2 + B2

2AB

2AB A2 + B2

Waktu

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: a
Jika volume diperbesar, kesetimbangan bergeser
ke arah reaksi yang jumlah koefisiennya lebih
besar. Jika koefisien di kedua ruas sama, kesetimbangan tidak akan bergeser.
2. Jawaban: d
Reaksi ke kanan merupakan reaksi eksoterm, jika
suhu diturunkan maka reaksi bergeser ke kanan
(ke arah reaksi eksoterm) sehingga spesi yang
berubah yaitu H2 dan O2 berkurang, sedangkan H2O
bertambah.
3. Jawaban: a
Reaksi ke kanan endoterm (membutuhkan kalor)
sedangkan reaksi ke kiri eksoterm (membebaskan
kalor). Agar kesetimbangan bergeser ke kiri, suhu
harus diturunkan.
4. Jawaban: b
Reaksi kesetimbangan:
2SO2(g) + O2(g)
2SO3(g) H < 0
Produk SO3 akan meningkat apabila tekanan
dinaikkan sehingga kesetimbangan bergeser ke
jumlah koefisien kecil. Suhu diturunkan agar kesetimbangan bergeser ke arah eksoterm (ke arah
produk). Jika pada kesetimbangan volume diperbesar kesetimbangan justru bergeser ke kiri atau
produk terurai kembali menjadi SO 2 dan O 2.
Sementara itu, katalis akan mempercepat laju
reaksi ke arah produk sehingga produksi belerang
trioksida meningkat. Namun, katalis tidak
memengaruhi pergeseran kesetimbangan. Katalis
hanya mempercepat terjadinya kesetimbangan.
5. Jawaban: d
Pada sistem kesetimbangan, apabila suhu dinaikkan kesetimbangan bergeser ke arah reaksi
endoterm (ke kanan).

6. Jawaban: e
Suhu diturunkan akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan (eksoterm).
7. Jawaban: e
Katalis tidak berpengaruh terhadap sistem
kesetimbangan kimia. Katalis hanya berfungsi
mempercepat terjadinya keadaan setimbang.
8. Jawaban: d
Kesetimbangan 6NO(g) + 4NH3(g)
5N2(g) +
6H2O(g) merupakan kesetimbangan homogen
berwujud gas. Perubahan tekanan akan
memengaruhi pergeseran kesetimbangan. Jika
tekanan pada sistem tersebut diperbesar,
kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang
memiliki jumlah koefisien lebih kecil. Pada
kesetimbangan tersebut jumlah koefisien produk
lebih besar dari jumlah koefisien reaktan sehingga
kesetimbangan bergeser ke kiri atau ke arah
reaktan (NO dan NH3).
9. Jawaban: a
Pada kesetimbangan NH4Cl(g)
NH3(g) + HCl(g)
jumlah koefisien produk lebih besar dari jumlah
koefisien reaktan. Konsentrasi NH3 akan berkurang
jika pada kesetimbangan uap NH4Cl dikurangi, gas
HCl ditambah, volume diperkecil, dan tekanan
diperbesar.
10. Jawaban: c
Jika konsentrasi CO dikurangi, kesetimbangan
akan bergeser ke kiri.
Fe3O4(s) + 4CO(g)
3Fe(s) + 4CO2(g)
Dengan demikian, gambar partikel hasil reaksi
(CO2) berkurang dan gambar partikel pereaksi (CO)
bertambah. Gambar partikel
tidak berubah
karena Fe berwujud padat. Dengan demikian,
hanya gambar partikel
saja yang berkurang.
Gambar c merupakan gambar partikel hasil reaksi
yang berkurang. Sementara itu, gambar a

Kimia Kelas XI

57

merupakan gambar partikel pereaksi yang


bertambah (gambar partikel CO bertambah,
gambar partikel Fe3O4 tetap karena Fe3O4 berwujud
padat).
11. Jawaban: d
Dari ilustrasi gambar pada soal, setelah diberikan
perlakuan jumlah CH4 bertambah sedang jumlah
C dan H 2 berkurang (reaksi kesetimbangan
bergeser ke kanan). Jadi, perlakuan terhadap
kesetimbangan tersebut adalah suhu diturunkan
dan tekanan diperbesar atau volume diperkecil.
12. Jawaban: e
Menambah air pada kesetimbangan Fe3+(aq) +
SCN(aq)
FeSCN2+(aq) berarti menambah
volume sistem. Jika volume diperbesar, kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang
jumlah koefisiennya lebih besar, yaitu ke arah
reaktan atau Fe3+ dan SCN. Dengan demikian,
konsentrasi ion Fe3+ dan ion SCN akan bertambah,
sedangkan harga Kc tetap karena pada reaksi
kesetimbangan berlangsung pada suhu tetap.
13. Jawaban: d
Kesetimbangan sistem akan bergeser ke kiri
apabila:
1) tekanan diperkecil dan volume diperbesar
karena mol zat di sebelah kiri lebih besar;
2) suhu diturunkan (H positif berarti reaksi ke
kanan endoterm dan ke kiri eksoterm);
3) pereaksi dikurangi.
14. Jawaban: c
Agar kesetimbangan bergeser ke arah pembentukan O (ke kanan) tekanan diperbesar karena
jika tekanan diperbesar kesetimbangan bergeser
ke arah reaksi yang jumlah koefisiennya lebih
kecil.
15. Jawaban: d
Pada suatu sistem kesetimbangan, jika suhu
diturunkan kesetimbangan bergeser ke arah reaksi
yang melepaskan panas (reaksi eksoterm). Jadi,
untuk sistem kesetimbangan 2SO3(g)
2SO2(g)
+ O2(g) H = +380 kJmol1, jika suhu diturunkan
kesetimbangan bergeser ke kiri. Kondisi ini
mengakibatkan konsentrasi SO 3 bertambah,
sedangkan konsentrasi SO2 dan O2 berkurang.

Reaksi ke kanan bersifat endoterm, sedangkan


reaksi ke kiri bersifat eksoterm.
a. Jika suhu dinaikkan, kesetimbangan bergeser
ke kanan (endoterm) sehingga Fe dan CO2
bertambah sedangkan Fe 2O 3 serta CO
berkurang.
b. Jika volume diperkecil, kesetimbangan
bergeser ke jumlah koefisien zat gas kecil.
Contoh:
Fe2O3(s) + 3CO(g)
2Fe(s) + 3CO2(g)
3

58

Reaksi Kesetimbangan

Kesetimbangan tidak bergeser (tetap), sebab


jumlah molekul gas pereaksi sama dengan
jumlah molekul gas hasil reaksi.
3. a.

Menyiapkan SO2 dengan membakar belerang


di udara atau dengan pemanggangan pirit
(FeS), dengan reaksi sebagai berikut.
S + O2 SO2 atau 4FeS + 7O2 2FeO3 + 4SO2

Gas SO2 dialirkan melalui pipa katalis pada


suhu 400C menurut reaksi sebagai berikut.

2SO2(g) + O2(g)

2SO3(g) H = 197 kJ

H2SO4 + SO3 H2SO7


H2S2O7 + H2O 2H2SO4
b.

Kondisi optimum yang diperlukan adalah suhu


rendah, tekanan tinggi, konsentrasi SO2 atau
O2 dibuat berlebih, dan digunakan katalis
V2O5.

4. a.

Jika jumlah gas amonia dikurangi, kesetimbangan akan bergeser ke arah produk sehingga
hasil yang diperoleh maksimal.
b. Jika konsentrasi gas nitrogen dikurangi,
kesetimbangan akan bergeser ke arah reaktan
sehingga jumlah produk berkurang.
c. Jika pada sistem tekanan diperkecil,
kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang
jumlah koefisiennya lebih banyak, yaitu ke arah
reaktan. Kondisi ini dapat mengurangi produk.
5. Pada reaksi kesetimbangan:
2SO2(g) + O2(g)
2SO3(g)
a.

Jika volume sistem diperkecil, kesetimbangan


akan bergeser ke arah zat yang jumlah
koefisiennya lebih kecil, yaitu ke arah produk
SO3. Dengan demikian,
1) jumlah gas SO3 akan bertambah;
2) jumlah gas SO2 berkurang karena reaksi
berjalan ke arah produk.

b.

Jika konsentrasi gas SO 2 diperbesar,


kesetimbangan akan bergeser ke kanan, ke
arah produk. Dengan demikian, konsentrasi
gas SO3 akan bertambah.

B. Uraian
1. Pada sistem kesetimbangan homogen, jika
tekanan diperbesar (volume diperkecil), kesetimbangan bergeser ke arah reaksi yang mempunyai
jumlah koefisien lebih kecil yaitu ke kanan. Hal ini
berarti NO2 bertambah, sedangkan NO dan O2
berkurang.

2Fe(s) + 3CO2(g) H = +30 kJ

2. Fe2O3(s) + 3CO(g)

A. Pilihan Ganda



1. Jawaban: a
BiOCl(s) +
Kesetimbangan BiCl3(aq) + H2O( )
2HCl(aq) merupakan kesetimbangan heterogen
yang melibatkan berbagai fase, yaitu padat (s),
cair ( ), dan larutan (aq). Dengan demikian, harga
tetapan kesetimbangannya hanya berasal dari zat
yang berfase larutan (aq). Oleh karena itu,
persamaan tetapan kesetimbangannya sebagai
berikut.

x = 
= 1,6 mol

5. Jawaban: b
Reaksi: N2(g) + 3H2(g)
Kp = 54
Kp

2. Jawaban: d

 

'
&  $

PN2 =

'
 * $

2Al(s) + 3H2O(g)
Al2O3(s) + 3H2(g)
Mol awal
:1
1
Mol bereaksi : 0,4
0,6
0,2
0,6

Mol setimbang: 0,6


0,4
0,2
0,6

 
= 0,4 M

 
= 0,7 M


[SO2] =

[SO3] =
Kc =

 


Harga tetapan kesetimbangan reaksi tersebut


berasal dari zat-zat berfase gas saja.

= 0,6 M

  


 

     

Kc =

3. Jawaban: e
Mol mula-mula :

CO + H2O
a
a

CO2 + H2


a



a



a



a



a



a



a



a


Mol terurai
:

Mol setimbang :
Kc =

  




!"!  !



!"! 


= #

4. Jawaban: d
Reaksi kesetimbangan:
2SO2(g) + O2(g)
2SO3(g)
Konsentrasi gas pada saat kesetimbangan
[SO2] = 0,4 mol/5 liter = 0,08 mol/L
[O2] = x mol/5 liter = x/5 mol/L
[SO3] = 0,8 mol/5 liter = 0,16 mol/L
Kc =
12,5 =

&  & 

6. Jawaban: a

Konsentrasi =

[O2] =

&  

54 =

 

Kc =  


2NH3(g)

  
     




% $


( )
( )












= 3,375

Jadi, harga tetapan kesetimbangan untuk reaksi


tersebut 3,375.
7. Jawaban: b
A(g) + B(g)
C(g) + D(g)
Mol mula-mula : 1
2

Mol terurai
: 0,5
0,5
0,5
0,5

Mol setimbang : 0,5


1,5
0,5
0,5
Kc =

>
 

!"!
!"!

= 0,33

8. Jawaban: c
Reaksi 1): 2SO2(g) + O2(g)
Reaksi 2): SO3(g)

2SO3(g) K1 = K


SO2(g) +  O2(g) K2 = . . . ?
Reaksi 2) merupakan kebalikan reaksi 1), koefisien


reaksi 2) adalah  koefisien reaksi 1) sehingga K


reaksi 2) adalah kebalikan K reaksi 1) di akar
pangkat 2.



12,5 = $

 


K2 =


@

Kimia Kelas XI

59

9. Jawaban: d
Reaksi kesetimbangan:
NH4Cl(s)
NH3(g) + HCl(g)
Harga Kp diperoleh dari zat berfase gas sehingga
Kp = (PNH )(PHCl)
3

Kp = a
PNH = PHCl, karena koefisiennya sama maka:
3

a = (PNH )2
3

PNH = PHCl =
3
Ptotal = PNH + PHCl

14. Jawaban: b
Kc =

  
   

15. Jawaban: c
Misalkan jumlah gas CO yang harus ditambahkan
= x mol/L.
CO(g) +

Kc =

  


0,8 =


$ 

0,8 =


$ 

0,8 =

&E 
&Q 

x4=

&E 
%

+
=2
=

10. Jawaban: c
Reaksi kesetimbangan: 2X(g)

3Y(g)


%

N2(g) + 3H2(g)
2NH3(g)
Mol mula-mula : 0,3 mol
0,9 mol
Mol bereaksi : 0,2 mol
0,6 mol
0,4 mol

Mol setimbang : 0,1 mol


0,3 mol
0,4 mol

12. Jawaban: c
Volume = 1.000 ml = 1 L

!

!


! !

! !

= 16

13. Jawaban: e
Volume larutan: 1 L
P
+
Q R + S
Mol mula-mula : 1 mol
1 mol
Mol bereaksi : 0,8 mol
0,8 mol 0,8 mol 0,8 mol

Mol setimbang : 0,2 mol


0,2 mol 0,8 mol 0,8 mol

Pada saat setimbang:


[P] = 0,2 mol/1 liter = 0,2 mol/L
[Q] = 0,2 mol/1 liter = 0,2 mol/L
[R] = 0,8 mol/1 liter = 0,8 mol/L
[S] = 0,8 mol/1 liter = 0,8 mol/L


Kc =
60

Z
&\

% %
 

Reaksi Kesetimbangan

1. Pada saat kesetimbangan:


[PCl3] =

!
!

= 0,004 mol/L

[PCl5] =

!
!

= 0,004 mol/L

!
!
&  
&    

[Cl2] =

2SO2(g) + O2(g)
2SO3(g)
Mol mula-mula : 0,5 mol
0,3 mol
Mol bereaksi : 0,4 mol
0,2 mol
0,4 mol

Mol setimbang : 0,1 mol


0,1 mol
0,4 mol

     

%
$
%
%

B. Uraian

11. Jawaban: d

  

CO2(g) + H2O(g)

x = 10 + 4
= 14 mol/L
Jadi, jumlah gas CO yang harus ditambahkan 14 mol/L.

PY3 = 82 %
PY3 = 8
PY = 2 atm

K c=

H2O(g)

Mol mula-mula : x mol/L


6 mol/L
Mol bereaksi : 4 mol/L
4 mol/L
4 mol/L
4 mol/L

Mol setimbang : (x 4) mol/L 2 mol/L


4 mol/L
4 mol/L

Kp =



=  

= 4 4 = 16

Kc =

= 0,02 mol/L
=




= 50

Jadi, harga Kc reaksi PCl3(g) + Cl2(g)


sebesar 50.
2. Reaksi kesetimbangan disosiasi:
2NH3(g)
N2(g) + 3H2(g)
a(1 )







mol NH3 : mol H2 = 4 : 3




a(1 ) :  a = 4 : 3


(1 ) :  = 4 : 3
6 = 3 3
9 = 3


= 

Jadi, derajat disosiasi NH3 adalah  .

PCl5(g)

3. Reaksi kesetimbangan disosiasi:


Mol mula-mula

A2B2(g)
: n

2A(g)

Kc =

+ 2B(g)

Mol terurai
:  m
m
m

Mol setimbang

: n




Konsentrasi pada
saat setimbang : [A2B2] =

=
=

 !_`` 
 ! {



^ = ^


m
^ 


[A] =




[B] =

Kp =
=




&} 
& &} 

  
%  %  

= 4,56 103





b.

Jadi, derajat disosiasi gas A2B2 adalah ^ .


4.

%|%|

= || = 16
Jadi, harga tetapan kesetimbangan reaksi tersebut
16.

5. a.

   


CO(g) + H2O(g)
CO2(g) + H2(g)
Mol awal
: 1
1
Mol reaksi
: 0,8
0,8
0,8
0,8

Mol setimbang : 0,2


0,2
0,8
0,8

Kesetimbangan tersebut merupakan kesetimbangan homogen berwujud gas sehingga Kc


berasal dari semua zat yang terlibat dalam reaksi.

Kp = Kc(RT)n
n = mol zat produk mol zat reaktan
= 2 (2) = 0
R = 0,082 L atm K1mol1
T = 490 + 273
= 763 K
Kp = Kc(RT)0 (RT)0 = 1
4,56 103 = Kc
Jadi, harga Kp = Kc = 4,56 103.

Kimia Kelas XI

61

= (0,1 atm)3 (0,1 atm)3


= 1 106 atm6

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b
Kesetimbangan akan cepat tercapai apabila dalam
reaksi tersebut digunakan katalis. Katalis mempercepat terjadinya kesetimbangan tanpa ikut bereaksi.
2. Jawaban: a
2BaO2(s)
Kesetimbangan 2BaO(s) + O2(g)
merupakan kesetimbangan heterogen. Tetapan
kesetimbangan reaksi tersebut berasal dari zat
yang berfase gas sehingga Kc =


  

3. Jawaban: d
@~

Kc =

Z^

@~
Z  + 

@~
Z

= Kp(RT)2

= 2,9 103 (0,0821 (178 + 273))2


= 3,97 = 4
4. Jawaban: a
Volume = 1 L mol AB pada keadaan mula-mula
adalah 1 mol. Jadi, AB yang bereaksi:



1 mol = 0,4 mol

AB
A +
B
Mol mula-mula : 1 mol
Mol bereaksi : 0,4 mol
0,4 mol
0,4 mol

Mol setimbang : 0,6 mol


0,4 mol
0,4 mol

Kc =

 
 

! !
!

!
! !
!

!

= 0,27

5. Jawaban: b
Misalkan La2(C2O4)3 yang bereaksi = x
La2(C2O4)3(s)

La2O3(s) + 3CO(g) + 3CO2(g)

Mol mula-mula : 0,1 mol


Mol bereaksi : x mol
x mol
3x mol 3x mol

Mol setimbang : (0,1 x)


x
3x
3x
mol
mol
mol
mol

Tekanan parsial pada saat setimbang hanya ditentukan oleh zat berfase gas. Ptotal = 0,2 atm
ntotal pada saat setimbang = nCO + nCO
2
= (3x + 3x) mol
= 6x mol
$
$

pCO =
pCO =
2

$
$

0,2 atm = 0,1 atm


0,2 atm = 0,1 atm

Kp = (pCO)3 (pCO )3
2

62

Reaksi Kesetimbangan

6. Jawaban: d
Kc = 0,5
R = 0,082 L atm mol1 K1
T = 27C = 300 K
CH3OH(g) CO(g) + 2H2(g)
n = 3 1 = 2
Kp = Kc (RT)n
= 0,5 (0,082 300)2
7. Jawaban: e
Reaksi kesetimbangan:
2CO(g)
Saat setimbang =

C(s) + CO2(g)

a


a(1 )


a


Jumlah mol gas CO sisa:


pV = nRT
2 atm 5 liter = n 0,0821 L atm mol1K1
n=

!"!
%!"!

= 0,27 mol

Jumlah mol gas CO sisa = a(1 )


0,27 = 0,4(1 )
0,27 = 0,4 0,4
0,4 = 0,13
=




= 0,325

8. Jawaban: b
Reaksi kesetimbangan: 2AB(g)
Pada saat setimbang:

a(1 )

Jumlah mol B2 yang terjadi:


PV = nRT
1 2 = n 0,0821 (120 + 273)
n=

!"!
%!"!#

= 0,062 mol
Jumlah mol B2 yang terjadi =
0,062 =
a=


a




0,8

= 0,155 mol
9. Jawaban: b
Kp = Kc(RT)n
= Kc(RT)(2 + 1) 2
= Kc(RT)1
= Kc(RT)


a


2A(s) + B2(g)
a


a


10. Jawaban: d
Jika tekanan diperbesar maka kesetimbangan
bergeser ke arah zat yang jumlah koefisiennya
kecil. Oleh karena itu jika diinginkan produk
bertambah maka jumlah koefisien produk harus
lebih kecil dari jumlah koefisien reaktan. Reaksi
ini terdapat pada reaksi nomor (2) dan (4).
11. Jawaban: c
N2O4(g)
Reaksi kesetimbangan 2NO(g) + O2(g)
H = x kkal merupakan reaksi eksoterm. Jika
pada kesetimbangan suhu dinaikkan, kesetimbangan akan bergeser ke arah endoterm atau ke arah
reaktan. Kondisi ini mengakibatkan jumlah gas NO
dan gas O2 bertambah, sedangkan jumlah N2O4
semakin berkurang.
12. Jawaban: b
2HBr(g)
H2(g) + Br2(g)
H = 72 kJ
Kesetimbangan akan bergeser ke arah kiri jika:
1) konsentrasi HBr dikurangi;
2) suhu diturunkan;
3) konsentrasi H2 atau Br2 ditambah.
13. Jawaban: c
Jika ditambahkan 0,5 mol NH 3 (produk), kesetimbangan akan bergeser ke kiri (pereaksi).
14. Jawaban: d
Untuk memperoleh zat hasil (XY2) sebanyakbanyaknya, reaksi harus bergeser ke kanan.




1


Koefisien reaksi di kiri = 1 + =


Koefisien reaksi di kanan = 2
Agar reaksi bergeser ke kanan tekanan harus
diperkecil (rendah). Reaksi ke kanan adalah reaksi
endoterm. Dengan demikian, agar reaksi kesetimbangan bergeser ke kanan, suhu sistem dinaikkan
(tinggi).
15. Jawaban: a
Pada sistem kesetimbangan heterogen yang
menyangkut fase gas dan padat, sistem kesetimbangan hanya dipengaruhi oleh perubahan
konsentrasi dan tekanan zat yang berwujud gas.
16. Jawaban: a
Kp = Kc(nRT)n
= Kc(RT)2 (1 + 1)
= Kc(RT)0
= 1,8 (0,0821 (212 + 273))0 = 1,8 1 = 1,8
17. Jawaban: c
Misal volume larutan mula-mula: V1
Reaksi:
A2(g) + B2(g)
2AB(g)




 ! 
 !   ! 

V2 = 2V1


Kc =
=

 ! 
!
!


 !  !



 


 ! 
 !   ! 




18. Jawaban: a
Persamaan
: N2(g) + 3H2(g)
2NH3(g)
Mol awal
: 1
3
Mol reaksi
: 0,5
1,5
1

Mol setimbang : 0,5


1,5
1
Ptotal = 3 atm
mol total = 3


PNH =  3 atm = 1 atm


3


PN =  3 atm = 0,5 atm


2


PH =  3 atm = 1,5 atm


2
Kp =

&  


&  & 





#

= 0,59

Jadi, harga tetapan kesetimbangan parsial (Kp)


reaksi tersebut adalah 0,59.
19. Jawaban: c
Reaksi A + AC 2
2AC diperoleh dari
penggabungan kedua reaksi kesetimbangan.
Reaksi pertama tetap, reaksi kedua dikali dua.
1)
A + 2BC
AC2 + 2B
K = 0,5
2) 2B + 2AC2
2BC + 2AC
K = 16

A + AC2
2AC
K = (0,5 16)
=8
20. Jawaban: d
Perubahan tekanan tidak akan memengaruhi pergeseran kesetimbangan pada reaksi kesetimbangan
yang jumlah koefisien antara produk dan reaktan
sama. Reaksi kesetimbangan tersebut dimiliki oleh
persamaan reaksi d. Jika tekanan diperbesar,
kesetimbangan pada reaksi a dan b akan bergeser
ke kiri, sedangkan pada reaksi c dan e akan
bergeser ke kanan.
21. Jawaban: a
H2(g) + Br2(g)
Persamaan reaksi : 2HBr(g)
Mol awal
: 0,1
Mol reaksi
: 0,05
0,025 0,025

Mol setimbang
: 0,05
0,025 0,025

Kc =

 ! 

!
!

 !  !



 




Kimia Kelas XI

63

Harga tetapan kesetimbangan (K c ) untuk


kesetimbangan tersebut:
Kc =

 ` 
`

||
|

 
 

25. Jawaban: c
= 0,5 =

= 2,5 101
Jadi, harga tetapan kesetimbangan untuk reaksi
tersebut sebesar 2,5 101.
22. Jawaban: b
Volume = 1 L
CO(g) + H2O(g)
Setimbang:

CO2(g) + H2(g)
Q


@


O (g)
 2

K2 = ?

reaksi ke-1 sehingga besarnya K2 =



@

dengan

berasal dari kebalikan dan

berasal dari  kali (pangkat  )


K2 =




&  




=4

N2O4(g)

2NO2(g)

Mol mula-mula : 1  x

Mol terurai

: x
x

Mol setimbang : x
x


 !_`` 

=  ! { =  = 
 $

=  = 0,25

24. Jawaban: b
Reaksi
: PCl5(g)
PCl3(g) + Cl2(g)
Mol awal
: 0,1
Mol reaksi
: 0,1
0,1
0,1
+
Mol setimbang : (0,1 0,1) 0,1
0,1
Kc =

&    
&  

0,05 =


 




  
 

2 + 0,5 0,5 = 0


( + 1)(  ) = 0




=0

27. Jawaban: d
Reaksi 1): 2X + 2Y
Reaksi 2): 2Z

Reaksi Kesetimbangan

4Z

X+Y

K1 = 0,04
K2 = . . . ?

Reaksi 2) merupakan kebalikan reaksi 1), koefisien




reaksi 2) adalah  koefisien reaksi 1) sehingga


harga K reaksi 2) adalah kebalikan K reaksi 1) di
akar pangkat 2.
K2 =


@




 = 5

28. Jawaban: e
Reaksi kesetimbangan: H2(g) + I2(g)
[H2] =

64

&  

2NO2(g) K1 = 16

NO(g) +



=  3 atm = 1 atm
4

26. Jawaban: b
Untuk kesetimbangan:

Reaksi kedua merupakan kebalikan reaksi ke-1


dan juga

Kp =

23. Jawaban: c
2NO(g) + O2(g)
NO2(g)

N2O4(g)
2NO2(g)
Mol mula-mula :
4

Mol terurai
:
2
4

Mol setimbang :
2
4
mol = 2 + 4 = 6 mol

&\
Z

[CO] =

mol terurai = 2 mol

PN

&\
Z

1,2 =

0,5 =

 _`` 

 _`` 
 

PNO =  3 atm = 2 atm


2

  


Kc =

= 
= 0,5 atau = 50%
Jadi, banyak mol PCl5 yang terurai 50%.




mol/liter = 0,04 mol/liter

2HI(g)

Reaksi:



[I2] =  mol/liter = 0,06 mol/liter





[HI] =

mol/liter = 0,05 mol/liter

}
 } 

Kc =







= 1,042

Jadi, harga tetapan kesetimbangan (Kc) adalah


1,042.
29. Jawaban: a
Reaksi kesetimbangan disosiasi
2SO3(g)
2SO2(g) + O2(g)
a(1 )


a


2HI(g)
H2(g) +
I2(g)
Mol mula-mula : 0,02
Mol terurai
: 0,001
0,0005
0,0005

Mol setimbang : 0,019


0,0005
0,0005
Konsentrasi pada
saat setimbang:
(mol/L)




= 0,3 mol

b.

Pada reaksi: 2HI(g)

3. a.



[CO2] =  mol/L = 0,02 mol/L

Kc =




b.

@~


 

Z

= 5 105

2MgO(s) + O2(g)

a(1 )

 !
!




n = 2 1 = 1
Kp = Kc(RT)n
= 5 105 (0,0821 546)1
= 2,24 103

4. 2MgO2(s)

@~

Z

H2(g) + I2(g)



Z^

@~

= 6,9 104

n = 2 2 = 0
Kp = Kc(RT)0 = Kc = 6,9 104

30. Jawaban: d

0,00025

[CO] =  mol/L = 0,001 mol/L

= 0,75
Jadi, derajat disosiasi SO3 adalah 0,75 atau 75%.

Kc =


#

Kc =

0,4 = 0,3
=

 } 
}




0,00025

a.

0,8 = 0,3




0,0095

Mol SO3 mula-mula (a) = 0,8 mol


Jumlah mol O2 yang terjadi:

a


#





76 cmHg = 1 atm
%

= Kp(RT)

= 2,9 103 (0,0821 (178 + 273))2


= 3,97 4

82 cmHg =  = 1,08 atm


Jumlah mol O2 yang terjadi:
PV = nRT
1,08 atm 3 L = n 0,0821 L atm mol1 K1 (125 + 273) K

3,24 = n 32,68

B. Uraian

n=


& 

1. a.

Kp =

b.

Kp =

c.

Kp = (PNH )(PHCl)

d.

&^ 




& 




= 0,33

Jadi, derajat disosiasi MgO2 adalah 0,33.

& 

2NaI(g) + Na2S4O6(aq)

1 mol I2 ~ 2 mol Na2S2O3




0,6 = 0,1
0,3 = 0,1

&  & 

2. Reaksi titrasi:
I2(g) + 2Na2S2O3(aq)

= 0,1 mol

Jumlah mol O2 yang terjadi =  a = 0,1 mol

&  & 

Kp =


%

1 mol =  0,001 = 0,0005


Jadi, dalam kesetimbangan dihasilkan 0,0005 mol I2.

5. Reaksi:
N2(g) + 3H2(g)
2NH3(g)
H = 22 kkal
merupakan reaksi eksoterm. Perlakuan yang dapat
mengoptimalkan produksi amonia sebagai berikut.
a. Mengatur suhu agar tidak terlalu tinggi, karena
jika suhu tinggi produk akan terurai menjadi
reaktan kembali.

Kimia Kelas XI

65

b.

c.
d.

e.

Menaikkan tekanan, karena jumlah koefisien


produk lebih kecil dari koefisien reaktan
sehingga kesetimbangan akan bergeser ke
arah produk.
Memisahkan gas amonia yang terbentuk agar
reaksi berjalan ke arah produk.
Menambah konsentrasi gas hidrogen dan
nitrogen agar kesetimbangan bergeser ke arah
produk.
Menggunakan katalis agar kesetimbangan
cepat tercapai.


6. Mol SO3 = % = 0,2 mol = a


Volume = 1L
T = (277 + 273)K = 550K
a. Kesetimbangan disosiasi:
2SO3(g)

7. Persamaan reaksi : N2O4(g)


2NO2(g)
Mol awal
: 5
Mol reaksi
: y
2y

Mol setimbang
: 5y
2y
Pada kondisi setimbang mol N2O4 = mol NO2, maka:
5 y = 2y
2y y = 5
3y = 5


y = 
Dengan demikian, persamaan reaksinya menjadi:
Reaksi
: N2O4(g)
2NO2(g)
Mol awal
:
5




Mol reaksi
:


+

2SO2(g) + O2(g)

Mol setimbang: a(1 )


a


Mol SO3 : O2 = 2 : 3




Mol setimbang :
a.

Derajat disosiasi () =

(1 ) :  = 2 : 3

1:  =2:3



= 

b.



1)

[N2O4] =

 _ _`` 

=  _

2)

 _ _`` 


[NO2] =
=

Mol zat terurai = 0,15 mol


Kesetimbangan:
2SO3(g)
2SO2(g) + O2(g)
Mol mula-mula : 0,2
Mol terurai
: 0,15
0,15
0,075

Mol setimbang : 0,05


0,15
0,075

Kc =
=

c.

Kc =    =
 

d.

Kp = Kc(RT)n






















=  M



T = 27C = 300 K
n = 2 1 = 1




= 

R = 0,082 L atm/mol K

 


Reaksi Kesetimbangan



=  M

  
   

Kc = 

= 0,675(0,082 550)1
= 30,4

66

  

c.

   
    

     
  

= 0,675
Kp = Kc(RT)n

Konsentrasi setiap zat yang terlibat dalam

Jadi, derajat disosiasinya  .

=  = 

reaksi =  

= 







Jadi, untuk reaksi tersebut sebesar  .

3 3 =
4 = 3

b.



 _` 
  {

Kp =  (0,082 300)1
= 82

8. A + B
C
Kc = 4
. . . (1)
2A + D
C
Kc = 8
. . . (2)
C+D
2B
Kc = ?
. . . (3)
Reaksi (3) dapat diperoleh dari penjumlahan
kebalikan reaksi (1) dikali dua dan reaksi (2)
sebagai berikut.


(1)

!

 + 2B

Kc =








(2)  + D
Kc = 8
+

(3) C + D

2B

PN =
2


!
!!
!

!
!!
!

4=

$

22 =

$

2 = $

4 2x = x
3x = 4

3 atm = 0,5 atm

3 atm = 1,75 atm

&  & 




$


$


$ $

 
 $  $
 

$


   


2B adalah  .



&  

Kc =

$


4=

PH = !
!!
! 3 atm = 0,75 atm
2
Kp =

Konsentrasi pada
saat setimbang :




9. Reaksi
: N2(g) + 3H2(g)
2NH3(g)
Mol mula-mula : 4
3
Mol reaksi
: 0,5
1,5
1

Mol setimbang : 3,5


1,5
1
PNH =

CO(g) + H2O(g)
CO2(g) + H2(g)
Mol mula-mula
: 2
2

Mol bereaksi
: x
x
x
x

Mol setimbang
:2x
2x
x
x




Kc = 8

Jadi, Kc untuk reaksi C + D

10. Reaksi kesetimbangan:

x =  mol
Jadi, jumlah mol uap air dalam kesetimbangan


2  =  mol.

= 0,338

Jadi, harga tetapan kesetimbangan parsial (Kp)


reaksi tersebut sebesar 0,338.

Kimia Kelas XI

67

A. Pilihan Ganda
1.

Jawaban: c
Senyawa tidak jenuh adalah senyawa yang
memiliki ikatan rangkap atau ikatan rangkap tiga,
seperti alkana dan alkuna. Senyawa tidak jenuh
mempunyai rumus:
CnH2n (alkena), contoh C2H4, C3H6, dan C4H8
serta CnH2n 2 (alkuna), contoh C2H2, C3H4, dan
C3H6)

2.

Jawaban: e
Senyawa hidrokarbon alifatik tidak jenuh berupa
rantai karbon terbuka dengan ikatan rangkap
seperti pilihan jawaban e. Pilihan jawaban b
merupakan senyawa hidrokarbon alisiklik yaitu
senyawa hidrokarbon yang rantai C-nya tertutup
(melingkar) dan bersifat alifatik. Pilihan c dan d
merupakan senyawa hidrokarbon alifatik jenuh.

Jawaban: b
-------------------CH3 CH2 CH CH2 CH3

-------

4.

Jawaban: c
1) Perubahan warna kertas kobalt(II) dari biru
menjadi merah muda menunjukkan adanya
uap air.
2) Gas yang dapat mengeruhkan air kapur
adalah CO2 (ada unsur C dan O).
3) Terjadi jelaga menunjukkan adanya karbon.

6.

------------

Jawaban: a
Isomer adalah senyawa-senyawa yang memiliki
rumus molekul sama (jumlah atom C dan H-nya
sama), tetapi rumus molekul berbeda. Senyawa

68

Ulangan Akhir Semester




0,1 =






14n = 42 n = 3
Rumus alkena = C3H6
Jadi, alkena yang dimaksud adalah propena.
7.

Jawaban: a
CaC2(s) + 2H2O(A) Ca(OH)2(aq) + C2H2(g)
Kalsium karbida

8.

Etuna (asetilena)

Jawaban: e
Komponen bensin adalah isomer-isomer dari
heptana dan oktana. Di antara senyawa di atas
yang bukan merupakan isomer heptana dan
oktana adalah:
CH3 CH CH CH3
|
|
CH3 CH3
2,3 dimetil butana

3-etil-2,2-dimetil pentana

5.

= 0,1 mol, mol =

Mr = 
= 42
Mr CnH2n = 42 (n 12) + (2n 1) = 42

----------------- |
2
CH3 C CH3
|
1
CH3
------

Cabang etil pada C nomor 3 dan dua metil pada


C nomor 2. Secara alfabetis etil ditulis terlebih
dahulu daripada metil. Apabila terdapat 2 cabang
yang sama diberi awalan di- (dimetil) sehingga
namanya 3-etil-2,2-dimetil pentana.

Jawaban: d
Pada keadaan STP, jumlah mol alkena adalah



-----------------

3.

b, c, d, dan e merupakan isomer heptana karena


memiliki rumus molekul sama yaitu C 7 H 16 ,
sedangkan senyawa a bukan isomer dari
heptana.
CH3
|
H3C C CH2 CH2 CH2 CH3
|
CH3
2,2-dimetil heksana merupakan isomer dari
oktana.

2,3-dimetil butana merupakan isomer heksana.


9.

Jawaban: d
Bensin yang tersusun oleh hidrokarbon berantai
lurus mempunyai kualitas kurang baik karena
bensin tersebut dapat mengakibatkan penyalakan
tak terkendali (knocking atau ketukan) pada mesin
sehingga mesin bergetar dengan hebat dan
menimbulkan panas yang terlalu tinggi. Akibatnya
mesin menjadi cepat rusak.

10. Jawaban: a
Zat aditif yang ditambahkan dalam bensin sebagai
pengganti TEL adalah metil tersier butil eter
(MTBE).
11. Jawaban: e
Entalpi N2 dan O2 > entalpi NO

H = (  H N2 +  H O2) H NO
= (+) reaksi endoterm
12. Jawaban: d
Hreaksi = Hhasil Hreaktan
= (Hf CO2 + 2 Hf H2O)
= (c + 2 d) (a + 2 b)
= [(c + 2d) (a + 2b)] kJ

Ag(s) +  N2(g) + 1  O2(g) AgNO3(s) H = x kJ




1 mol

14. Jawaban: b
Entalpi pembentukan adalah perubahan entalpi
pembentukan standar pada pembentukan 1 mol
senyawa dari unsur-unsurnya.
15. Jawaban: d
(1) 2NO(g) + O2(g) N2O4(g)

(2) NO(g) +  O(g) NO2(g)


2NO2(g) N2O4(g)

= 110,9 kJ
17. Jawaban: a
Reaksi pembakaran metana:
CH4(g) + 2O2(g) CO2(g) + 2H2O(A)
Hreaksi = Hhasil Hreaktan
= (HCO
f
2 + 2 H
f H2O)
(Hf CH4 + 2 Hf O2)
= (94,1 136,6) kkal (17,9 0) kkal
= 212,8 kkal

13. Jawaban: c
Hf AgNO3 = x (H pembentukan standar AgNO3)
Reaksi pembentukan standar (H f) adalah
reaksi pembentukan 1 mol senyawa dari unsurunsurnya.
Reaksi pembentukan harus dari unsur-unsurnya.

Dari unsur-unsurnya





18. Jawaban: c
Hreaksi = Epemutusan Epenggabungan

(Hf CH4 + 2 Hf O2)

Untuk 1 mol CO H =

= (EC C + EC = O + 4EC H +  EO = O)
(EC C + EC = O + EC O + 3EC H + EO H)

= (349 + 726,6 + 4 417 +  506)


(349 + 726,6 + 357 + 3 417 + 465)
= 2996,6 3.148,6
= 152 kJ


22 gram C2H3OH =  = 0,5 mol


Jadi, perubahan entalpi pada oksidasi 22 gram
asetaldehida adalah 0,5 (152) = 76 kJ.
19. Jawaban: a
Reaksi pembakaran tidak sempurna C3H8.

C3H8(g) + 3  O2(g) 3CO(g) + 4H2O(A)


Hreaksi = (3 Hf CO + 4 Hf H2O) (Hf C3H8

H = a
H = b
H = . . . ?

Persamaan (2) dibalik dan dikalikan 2:


2NO(g) + O2(g) N2O4(g) H = a
2NO2(g) 2NO(g) + O2(g) H = 2b
+
2NO2(g) N2O4(g)
H = (a 2b) kJ
16. Jawaban: d
(1) 2C(s) + 2O2(g) 2CO2(g) H = 790,4 kJ
(2) 2CO(g) + O2(g) 2CO2(g) H = 568,6 kJ
Persamaan reaksi (2) dibalik:
2C(s) + 2O2(g) 2CO2(g)
H = 790,4 kJ
2CO2(g)
2CO(g) + O2(g) H = +568,6 kJ
+
2C(s) + O2(g) 2CO(g)
H = 221,8 kJ

+ 3  Hf O2)

Hreaksi = (3 26,4 + 4 57,8) (24,8 + 3  0)


= (79,2 231,2) + 24,8
= 285,6 kkal


50 gram C3H8 =  = 1,14 mol


Jadi, kalor yang dihasilkan pada pembakaran
tidak sempurna 50 gr propana 1,14 285,6 =
325,58 kkal.
20. Jawaban: d
H = m c (T2 T1)
Dengan demikian, perubahan entalpi yang
ditentukan dengan eksperimen dipengaruhi oleh
berat zat, kalor jenis, dan perubahan suhu
sebelum dan sesudah reaksi. Jadi, perubahan
suhu pada tekanan konstan tidak mempengaruhi
penyimpangan H reaksi.

Kimia Kelas XI

69

21. Jawaban: c
Laju reaksi N2 : laju reaksi H2 =
Laju reaksi N2 =
vN =




laju reaksi H2
vH

22. Jawaban: a

29. Jawaban: b
Reaksi penguraian NH3:
2NH3(g) N2(g) + 3H2(g)
Laju reaksi terbentuknya N2:



5,4 gram Al =  = 0,2 mol


Volume larutan = 2 liter


0,2 mol Al =  = 0,1 mol L1





 

vAl =  =
= 0,005 mol L1 s1
 
vHCl : vAl = 6 : 2 vHCl = 3 vAl
L1

s1

= 3 0,005 = 0,015 mol


vAlCl3 : vAl = 2 : 2
vAlCl3 = vAl = 0,005 mol L1 s1

23. Jawaban: e
Dimisalkan laju reaksinya: v = k[A]x[B]y
 

I.



=   (  ) = (  )x x = 1

II.

=   ( ) = (  )x(  )y

( ) = (  )x

(  )2 = (  )y

 

(  )y

()

(  )y

y=2

Sehingga persamaan laju reaksinya v = k[A][B]2.


24. Jawaban: b
Rumus laju reaksi yang sesungguhnya dari suatu
reaksi kimia dapat ditentukan melalui percobaan
dan penafsiran data hasil percobaan.
25. Jawaban: e
Penerapan prinsip pengaruh luas permukaan
bidang sentuh untuk mempercepat laju reaksi
hanya berlaku pada zat padat. Kalsium karbida
adalah zat padat yang dapat dihaluskan untuk
mempercepat reaksinya dengan air untuk
membentuk gas asetilen.
26. Jawaban: c
Katalis adalah zat yang berfungsi mempercepat
laju reaksi tanpa mengalami perubahan tetap
dalam reaksi tersebut. Zat yang berfungsi sebagai
katalis akan terbentuk kembali dengan jumlah
yang sama pada akhir reaksi.
27. Jawaban: a
v = k[NO]2[O2]
= 133 (4 103)2 (1,5 103)
= 3,192 106 mol L1 s1

70

Ulangan Akhir Semester

28. Jawaban: e
Orde reaksi nol terhadap CO berarti bahwa laju
reaksi sebanding dengan besarnya konsentrasi
CO berpangkat nol sehingga berapa pun
besarnya konsentrasi CO tidak akan berpengaruh
terhadap laju reaksi.

 


  !"


= 0,02 mol L1 s1.

30. Jawaban: c
Laju reaksi dapat dinyatakan sebagai berkurangnya konsentrasi pereaksi (A dan B) per satuan
waktu atau bertambahnya konsentrasi hasil reaksi
(C dan D) per satuan waktu.
31. Jawaban: c
Reaksi ke kanan endoterm (membutuhkan kalor),
sedangkan reaksi ke kiri eksoterm (membebaskan kalor) agar kesetimbangan bergeser ke kiri,
suhu ruang harus diturunkan.
32. Jawaban: b
N2 diperoleh melalui proses penyulingan bertingkat
udara cair. Sedangkan H 2 diperoleh dengan
mereaksikan gas metana dengan oksigen.
CH4(g) + O2(g) CO2(g) + 2H2(g)
33. Jawaban: d
Reaksi ke kanan merupakan reaksi eksoterm. Jika
suhu diturunkan maka reaksi bergeser ke kanan
(ke arah reaksi eksoterm) sehingga spesi yang
berubah H2 dan O2 berkurang dan H2O bertambah.
34. Jawaban: b
Kesetimbangan sistem akan bergeser ke kiri jika:
1) tekanan diperkecil karena mol zat di sebelah
kiri lebih besar, n = 3;
2) suhu diturunkan (H positif berarti reaksi ke
kanan endoterm dan ke kiri eksoterm);
3) pereaksi dikurangi.
35. Jawaban: c
Agar kesetimbangan bergeser ke arah pembentukan O (ke kanan) maka tekanan harus
diperbesar karena jika tekanan diperbesar,
kesetimbangan bergeser ke arah reaksi yang
jumlah koefisiennya lebih kecil. Jika temperatur
dinaikkan, jumlah O ditambah, volume diperbesar,
dan N dikurangi, maka kesetimbangan akan
bergeser ke kiri.

36. Jawaban: d
Tetapan kesetimbangan Kc sama dengan Kp jika
harga n = 0, seperti pada reaksi 3) dan 5).

2.

37. Jawaban: e
CO(g) + H2O(g) R CO2(g) + H2(g)
Mula-mula : a
a


a


a


a


Kc =

#$ % 
#$%$













 
 #$

H2O =

< 
 %$

Kc =

'$  $ 


 





 

)(

4.

a.

= 80

40. Jawaban: d
Volume larutan = 1 liter
2HBr(g) R H2(g) + Br2(g)
Mula-mula : 0,1 mol
Terurai
: 0,03 mol
0,015 mol 0,015 mol

Setimbang: 0,07 mol


0,015 mol 0,015 mol
Konsentrasi zat-zat yang ada dalam kesetimbangan sebagai berikut.
[HBr] = 0,07 mol/1 liter = 0,07 mol/L
[H2] = 0,015 mol/1 liter = 0,015 mol/L
[Br2] = 0,015 mol/1 liter = 0,015 mol/L
Kc =

%  
%

 
 

  

a.
b.
c.
d.
e.

b.

5.

a.

Minyak bumi terbentuk dari proses pelapukan


atau pembusukan tumbuhan dan hewan
yang tertimbun atau mengendap selama
berjuta-juta tahun yang lampau. Sisa
tumbuhan dan hewan yang tertimbun
endapan lumpur, pasir, dan zat-zat lainnya
selama jutaan tahun mendapat tekanan dan
panas bumi secara alami. Bersamaan
dengan proses tersebut, bakteri pengurai
merombak senyawa-senyawa kompleks
menjadi senyawa hidrokarbon. Karena
pengaruh suhu dan tekanan tinggi, materi
organik itu berubah menjadi minyak setelah
mengalami proses berjuta-juta tahun.
Minyak bumi merupakan sumber daya alam
yang tidak dapat diperbarui. Oleh karena itu,
diperlukan kesadaran dan upaya penghematan dalam penggunaan minyak bumi
dan gas alam. Selain itu, juga diperlukan
upaya pengadaan sumber energi alternatif
pengganti minyak bumi, misalnya batu bara,
energi surya, energi panas bumi, dan biogas.
Pada reaksi 2 mol HCl dengan 1 mol Ba(OH)2
menghasilkan 1 mol BaCl2 dan 2 mol H2O
melepaskan panas = 208 kJ.
Untuk menghasilkan 1 mol H2O =

= 4,6 102

B. Uraian
1.

<

Minyak mentah dipanaskan sampai suhu 350C


lalu dipompa ke dalam menara distilasi. Sebagian
minyak akan menguap dan bergerak melalui
bubble caps, sebagian uap akan mencair dan
mengalir melalui pelat sehingga terpisah dari
fraksi lain. Uap yang tidak mencair akan terus naik
dan akan mencair sebagian (sesuai titik didihnya)
pada pelat-pelat di atasnya.

39. Jawaban: d
Volume = 1.000 mL = 1 L
2SO2(g) + O2(g) R 2SO3(g)
Mula-mula : 0,5 mol
0,3 mol
Bereaksi : 0,4 mol
0,2 mol
0,4 mol

Setimbang: 0,1 mol


0,1 mol
0,4 mol
'$ 



= *
 + 
<@ = 1 mol

3.

&

38. Jawaban: a
Pada reaksi kesetimbangan apabila suhu
dinaikkan reaksi bergeser ke arah reaksi endoterm
(ke kanan), sedangkan harga Kc tetap. Harga Kc
tidak dipengaruhi oleh pergeseran kesetimbangan,
tetapi dipengaruhi oleh konsentrasi dan koefisien
zat-zat yang terlibat dalam reaksi.

CO2 =

= *
+
<@ = 2 mol
Perbandingan mol CO2 : mol H2O yang terbentuk
= perbandingan koefisien CO2 : H2O, maka reaksi
menjadi CnH2n + 2 + O2 1CO2 + 2H2O. Alkana
tersebut adalah CH4 (metana).

Terurai
: a
a
a
a




Setimbang:  a

CnH2n + 2 + O2 CO2 + H2O

1-butuna
1,3-pentadiuna
2-heptuna
3-3-4-trimetil-1-pentuna
4-metil-1-heksuna




= 104 kJ
b.

Jika Ba(OH)2 yang bereaksi 1 mol menghasilkan panas = 208 kJ, maka untuk menghasilkan panas sebesar 41,6 kJ diperlukan
Ba(OH)2 sebanyak

<

=  mol Mr Ba(OH)2

<

=  mol 171 gram/mol = 34,2 gram

Kimia Kelas XI

71

6.

a.

Massa etana dalam LPG


=

2.000 gram = 800 gram

Mol etana (C2H6) =

= 26,67 mol

Orde terhadap Q2

2.000 gram = 1.200 gram

F


Mol butana (C4H10) =

= 20,69 mol

C4H10(g) +

b.

(Hf C4H10 +  Hf O2)


= (4 (395,2) + 5 (286)) (144,3 + 0)
= (1.580,8 1.430) + 144,3
= 2.866,5 kJ
H reaksi pembakaran 1 mol C 2 H 6 =
1.566,3 kJ/mol
26,67 mol C2H6 menghasilkan kalor
= 26,67 1.566,3 = 41.773,22 kJ
H reaksi pembakaran 1 mol C 4 H 10 =
2.866,5 kJ/mol
20,69 mol C4H10 menghasilkan kalor
= 20,69 2.866,5 = 59.307,89 kJ
Jadi, pada pembakaran 2 kg gas LPG
dihasilkan kalor 41.773,22 + 59.307,89
= 101.081,11 kJ
1 kg gas LPG menghasilkan kalor
=


F


7.

a.

72

 F 
F

 W  X 
 W  X 



 * 
@ * @
 * @ * @

Ulangan Akhir Semester

128 = k(0,2)2(0,2)2
k=

<


= 80.000 mol1 L s1

8.

Ada dua jenis katalis.


a. Katalis homogen adalah katalis yang mempunyai fase sama dengan fase pereaksi.
Contoh: gas NO dan NO2, larutan kobalt(II)
klorida (CoCl2), atau larutan besi(III) klorida
(F2Cl3).
b. Katalis heterogen adalah katalis yang mempunyai fase berbeda dengan fase pereaksi.
Contoh: Fe (besi), batu kawi (MnO2), dan
vanadium pentaoksida (V2O5).

9.

a.

Menyiapkan gas N2 yang diperoleh melalui


penyulingan bertingkat udara cair. Gas H2
diperoleh dengan mengoksidasi gas metana
dengan oksigen. Amonia dibuat menurut
proses Haber-Bosch dengan reaksi:
\" + ^$

2NH (g) H = 92 kJ
N2(g) + 3H2(g)
3

Dalam praktik, pembuatan amonia dilakukan


dengan tekanan kurang lebih 250 atm dan
suhu 400500C. Campuran NH3, N2, dan
H2 didinginkan sehingga NH3 terpisah.
b.

Kondisi optimum yang diperlukan adalah


suhu rendah, tekanan tinggi, konsentrasi N2
atau H 2 dibuat berlebih, dan digunakan
katalis Fe + K2O.

c.

Amonia digunakan sebagai bahan baku pupuk,


obat-obatan, bahan peledak, zat warna, garam
nitrat, senyawa nitrogen, dan pelarut.

= 11,23 kJ





* 
@ *  @
 * 
@ * @

Pilih salah satu data hasil percobaan


(misalnya Percobaan ke-3):
v = k[P2]2[Q2]2

= 50.540,55 kJ

Rumus umum: v = [P2]x[Q2]y


Orde terhadap P2

c.

Jadi, tiap rupiah menghasilkan kalor


=




Orde reaksi terhadap P2 = 2


Orde reaksi terhadap Q2 = 2
Orde total = 2 + 2 = 4

4CO2(g) + 5H2O(g)

H = (4 Hf CO2 + 5 Hf H2O)


W
 X 
 W  X 

b.

Hf O2)

= (2 (395,2) + 3 (286)) (84,8 + 0)


= (790,4 860,7) + 84,8
= 1.566,3 kJ
Pembakaran butana (C4H10)


O (g)
 2

= (  )y (  )2 = (  )y y = 2
Jadi, rumus laju reaksnya v = k[P2]2[Q2]2.

C2H6(g) +  O2(g) 2CO2(g) + 3H2O(g)


H = (2 Hf CO2 + 3 Hf H2O)
(Hf C2H6 +



<

Pembakaran etana (C2H6)




= (  )x x = 2

Massa butana dalam LPG


<

= (  )x (  )2

10. Reaksi kesetimbangan:

\" + ^$

%#
% # 

< + 
<

  
< <

< +  +  

  

2HCl(g)
H2(g) + Cl2(g)

KII =

Pada kesetimbangan I:

Karena suhu tidak berubah, harga K tetap

[H2] =
[Cl2] =
[HCl] =

 
<
 
<
< 
<


%#

KI = % #  =



= 0,1333 mol/liter

[Cl2] =
[HCl] =

< +  +  

&

= 0,1 mol/liter


= 

= 0,9

Ke dalam sistem kesetimbangan I ditambahkan


0,2 mol gas hidrogen, kesetimbangan bergeser
ke kanan.
Misalkan:
H2 yang bereaksi lagi = x mol
Cl2 yang bereaksi lagi = x mol
HCl yang terbentuk
= 2x mol
Sehingga susunan kesetimbangan yang baru (II):
H2 yang baru = (0,8 + 0,2) x = 1 x mol
Cl2 yang baru = 0,5 x mol
HCl yang baru = 0,6 + 2x mol
Pada kesetimbangan yang baru (II):
[H2] =

(KI = KII)
= 
  
3,6 + 24x + 40x2 = 4,5 13,5x + 9x2
31x2 + 37,5x 0,9 = 0
Nilai x dapat ditentukan dengan rumus abc:

= 0,0833 mol/liter

* 
@
* 
@*  @

x1,2 =

_ _ `


x1 = 0,023
x2 = 1,23


 < +

<
<

(Tidak mungkin, karena lebih kecil dari


1 dan 0,5)

Jadi, susunan kesetimbangan yang baru (III):


H2 = 1 x = 1 0,023 = 0,97 mol
Cl2 = 0,5 x = 0,5 0,023 = 0,47 mol
HCl = 0,6 + 2x = 0,6 + (2 0,023) = 0,65 mol
Keterangan:
Untuk pengaruh volume, tekanan, dan suhu
terhadap sistem kesetimbangan kimia dapat
dilakukan perhitungan seperti contoh di atas.

 
mol/liter
<
  
mol/liter
<
< +  
mol/liter
<

Kimia Kelas XI

73

akrilik

: bahan yang terbuat dari polimer ester poliakrilat

alifatik

: senyawa yang mempunyai susunan atom karbon rantai terbuka, bukan lingkar tertutup

alisiklik

: senyawa yang mempunyai atom karbon lingkar tertutup namun mempunyai sifat alifatik

anestesis

: hilangnya rasa pada tubuh atau mati rasa

antibodi

: zat yang dibentuk dalam darah untuk memusnahkan atau melawan toksin yang dihasilkan
bakteri atau virus

antiklinal

: punggung lipatan kulit bumi yang berlapis-lapis

biokimia

: senyawa atau proses kimia yang terdapat pada sel makhluk hidup

briket

: bata yang terbuat dari arang digunakan untuk pemanggangan

ekstraksi

: pemisahan suatu bahan dari campurannya

email

: zat yang melapisi dan melindungi bagian dentin mahkota gigi

entalpi

: energi kalor yang terkandung dalam suatu zat

fraksi

: pecahan atau komponen suatu campuran

haloalkana : suatu senyawa karbon yang mempunyai gugus halogen


humektan

: pelembab

jelaga

: butiran arang berwarna hitam yang sangat lunak terjadi dari asap kendaraan

kalor

: tenaga panas yang dapat diterima dan diteruskan oleh suatu benda ke benda lain

kalorimeter : alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang dibutuhkan atau dikeluarkan
suatu benda dalam proses reaksi
katalis

: zat yang dapat mempercepat laju reaksi

korosif

: bahan yang menyebabkan pengikisan

lignin

: polimer pembentuk kayu

lipid

: zat lemak

nomenklatur : tata nama yang digunakan dalam suatu bidang ilmu pengetahuan tertentu
olefin

: nama kelompok hidrokarbon alifatik tak jenuh

orde

: bilangan pangkat yang menyatakan hubungan konsentrasi reagen dengan laju reaksi

parsial

: bagian

partikel

: material benda yang sangat kecil

penyulingan : proses mendidihkan zat cair dan mengembunkan uap serta menampung embun di dalam
wadah lain
petroleum

: minyak bumi

pirolisis

: perubahan secara kimiawi yang terjadi karena panas

polimer

: senyawa yang dihasilkan dengan cara polimerisasi suatu molekul yang sangat banyak
dengan satuan struktur berantai panjang

sungkup

: barang yang berongga di dalamnya, dipakai untuk menutup dengan jalan ditelungkupkan

surfaktan

: zat aktif permukaan yang mempunyai sifat suka air dan suka minyak pada kedua ujungnya,
seperti sabun

ultraviolet

: gelombang cahaya yang mempunyai panjang gelombang 10380 nm

74

Ulangan Akhir Semester

Kimia Kelas XI

74

Anwar, Budiman. 2005. 1700 Bank Soal Bimbingan Pemantapan Kimia untuk SMA/MA. Bandung: Yrama
Widya.
______. 2008. Panduan Jitu Meraih Juara Olimpiade Kimia untuk tingkat SMA/MA. Bandung: Yrama
Widya.
Anonim. 1988. Chemistry A New Approach. Third Edition. Hong Kong: Macmillan Publishers.
______. 2000. Chemistry In Context. United Kingdom: Graham Hill and John Holman.
Basset, John. 2006. Seri Kegiatan Sains Lingkungan Kita. Bandung: Pakar Raya.
Brown, T.L., H.Eugene Le May, Ir., Bruce E.Bursten. 2000. Chemistry The Central Science. Eighth
Edition. New Jersey: Prentice Hall International, Inc.
Chan, Kim Fatt, Eric YK Lam, Lam Peng Kwan, dan Loo Poh Lim. 2003. Federal Science Adventure For
Secondary 1. Singapore: Times Media Private Limited.
Chew, Charles dan Cheng, Leong See. 1994. Comprehensive Physics for O Level. Singapore: Arico
Printers Pte Ltd.
C.P, See. 2004. O-level Classified Science (Chemistry). Singapore. Web Publication Pte Ltd.
Daintith, Colin. 2006. Seri Kegiatan Sains Di Dalam Materi. Bandung: Pakar Raya.
Departemen Pendidikan Nasional. 2013. Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/
Madrasah Aliyah. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Leng, Loh Wai and Tan On Tin. 2006. Exploring Chemistry form ICSS 4. Selangor: Oxford Fajar. Bhd.
Leng, Loh Wai and Anne Looi. 2010. Effective Practice ICSS form 4. Selangor: Oxford Fajar. Bhd.
Magloff, Lisa. 2006. Seri Kegiatan Sains Kimia Sehari-hari. Bandung: Pakar Raya.
Pudjaatmaka, A. Hadyana, dan Meity Taqdir Qodratillah. 2004. Kamus Kimia. Jakarta: Balai Pustaka.
S. Alastair, Philip C., dan Corrinne H. 2006. Pustaka Sains Tersambung-Internet Material. Alih bahasa:
Athanasius A.N. Bandung: Pakar Raya.
Setyawati, A.A. 2007. Kimia Mengkaji Fenomena Alam untuk Kelas XI SMA/MA. Klaten: Cempaka Putih.
Sudiono, S, Sri Juari Santosa, dan Deni Pranowo. 2007. Kimia Kelas XI untuk SMA dan MA. Klaten:
Intan Pariwara.
Tin, Tan On. 2010. Achievel! SPM Chemistry Model Test Papers. Selangor: Oxford Fajar. Bhd.
Too, Tan Yin, Loh Wai Leng, and Tan On Tin. 2010. Success Chemistry SPM. Selangor: Oxford Fajar.
Bhd.
Tim Penyusun. 2013. Detik-Detik UN Kimia untuk SMA/MA Program IPA. Klaten: Intan Pariwara.
Too, Tan Yin, Loh Wai Leng, and Kathirasan Muniandy. 2010. Ace Ahead STPM Text Chemistry
Volume1 second edition. Kuala Lumpur: Oxford Fajar Sdn. Bhd.
Tim Penyusun. 2004. Buku Pegangan Guru Kimia Kelas 2 SMA Semester 1. Klaten: Intan Pariwara.
Yunita. 2007. Panduan Demonstrasi dan Percobaan Permainan Kimia Jilid 2 untuk SD, SMP, SMA, dan
yang Sederajad. Bandung: Pudak Scientific.

75

Daftar Pustaka

Kimia Kelas XI

75

Kimia Kelas XI

245

:
:
:
:

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu,
disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan
fakta dan opini, ulet, teliti,
bertanggung jawab, kritis,
kreatif, inovatif, demokratis,
komunikatif) dalam merancang
dan melakukan percobaan

Mempunyai rasa ingin


tahu dan berjiwa
kreatif tinggi terhadap
setiap keberadaan
atau fenomena mengenai senyawa hidrokarbon di lingkungan
sekitar.

Mensyukuri dan mengagumi keteraturan


sifat hidrokarbon di
alam sehingga dapat
digunakan untuk berbagai keperluan.

Indikator
Senyawa Hidrokarbon
Definisi senyawa
hidrokarbon
Alkana, alkena, dan
alkuna
Reaksi-reaksi pada
senyawa hidrokarbon
Kegunaan Senyawa
Hidrokarbon

Materi Pokok

Menjelaskan sejarah perkembangan senyawa organik.


Mengidentifikasi adanya
unsur karbon dan hidrogen
dalam senyawa organik.
Menyebutkan sumber
senyawa karbon.
Menjelaskan kekhasan
atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon.
Menentukan posisi atom
karbon.
Menjelaskan penggolongan senyawa hidrokarbon.
Menentukan
isomer,
gugus alkil, nama, sifatsifat, pembuatan, dan
kegunaan alkana.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

8 jp 45
menit

Alokasi
Waktu

Buku PR Kimia
SMA/MA Kelas XI
Semester 1, PT
Intan Pariwara
Buku PG Kimia
SMA/MA Kelas XI
Semester 1, PT
Intan Pariwara
Internet
1. http://goo.gl/
QTsiyM
2. http://goo.gl/
RhBUav
Alat dan Bahan
untuk Praktikum
Identifikasi
Senyawa Hidrokarbon
1. Nasi
2. Gula pasir
3. Serbuk CuO

Sumber Belajar

Kimia
SMA/MA
XI/1
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

1.1 Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon,


termokimia, laju reaksi,
kesetimbangan kimia, larutan dan koloid sebagai wujud
kebesaran Tuhan YME dan
pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut
sebagai hasil pemikiran
kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Senyawa Hidrokarbon

246

Silabus

3.1 Menganalisis struktur dan


sifat senyawa hidrokarbon
berdasarkan pemahaman
kekhasan atom karbon dan
penggolongan senyawanya.

2.3 Menunjukkan perilaku responsif, dan proaktif serta


bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan
masalah dan membuat keputusan.

2.2 Menunjukkan perilaku kerjasama, santun, toleran, cinta


damai dan peduli lingkungan
serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya
alam.

serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap


sehari-hari.

Kompetensi Dasar

Menjelaskan definisi
senyawa hidrokarbon.
Mengidentifikasi keberadaan unsur karbon
dan hidrogen dalam
senyawa organik.
Menjelaskan sumber,
kekhasan, posisi,
serta penggolongan
senyawa hidrokarbon.
Menjelaskan isomer,
gugus alkil, tata nama,
sifat-sifat, pembuatan,
dan kegunaan alkana,
alkena, dan alkuna.
Menyebutkan reaksireaksi yang terjadi
pada senyawa hidrokarbon.

Menggunakan senyawa kimia dan alatalat laboratorium secara bijaksana sesuai


fungsi dan kebutuhan.

Bersikap santun saat


melakukan presentasi.
Bersikap toleran terhadap pendapat orang
lain saat melakukan
diskusi.

Bersikap jujur, disiplin,


teliti, proaktif, dan
pantang menyerah
dalam kegiatan pengerjaan soal dan
praktikum.

Indikator

Materi Pokok

Menentukan nama, isomer,


sifat, dan pembuatan
alkena.
Menentukan nama, sifat,
dan pembuatan alkuna.
Menjelaskan reaksi substitusi, adisi, eliminasi, dan
oksidasi senyawa hidrokarbon.
Menjelaskan kegunaan
senyawa
hidrokarbon
dalam bidang pangan,
sandang, papan, serta seni
dan estetika.

Pembelajaran

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja
Uji Petik Kerja
Prosedur
Rubrik

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu
4. Air kapur
5. Statif
6. Tabung
reaksi +
sumbat
berlubang
7. Erlenmeyer
8. Pembakar
spiritus
9. Slang kecil
10. Sendok
makan
11. Spatula
12. Kertas
kobalt(II)

Sumber Belajar

Kimia Kelas XI

247

Menyajikan data hasil


percobaan identifikasi
senyawa hidrokarbon.
Menyajikan laporan
hasil percobaan identifikasi senyawa hidrokarbon.
Menyajikan hasil evaluasi dampak pembakaran hidrokarbon
terhadap lingkungan
dan kesehatan serta
upaya untuk mengatasinya.

4.1 Mengolah dan menganalisis


struktur dan sifat senyawa
hidrokarbon berdasarkan
pemahaman kekhasan atom
karbon dan penggolongan
senyawanya.

4.3 Menyajikan hasil evaluasi


dampak pembakaran hidrokarbon terhadap lingkungan
dan kesehatan serta upaya
untuk mengatasinya.

Menjelaskan dampak
pembakaran senyawa
hidrokarbon terhadap
lingkungan dan kesehatan serta cara
mengatasinya.

3.3 Mengevaluasi dampak pembakaran senyawa hidrokarbon terhadap lingkungan


dan kesehatan serta cara
mengatasinya.

Menyebutkan kegunaan senyawa hidrokarbon dalan bidang


pangan, sandang,
papan, seni, dan estetika.

Indikator

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran

Portofolio
Kumpulan laporan

Portofolio
Kumpulan laporan

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian

Penilaian

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

248

Silabus

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu,
disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan
fakta dan opini, ulet, teliti,
bertanggung jawab, kritis,
kreatif, inovatif, demokratis,
komunikatif) dalam merancang dan melakukan
percobaan serta berdiskusi
yang diwujudkan dalam sikap
sehari-hari.

Berperilaku teliti, objektif, dan kritis dalam


mengamati pembentukan minyak bumi.
Mampu membedakan
fakta dan opini saat
menanggapi masalah.
Bersikap disiplin dan
bertanggung jawab
dalam mengerjakan
tugas.

Bersyukur kepada Tuhan


YME yang menganugerahkan kekayaan alam berupa minyak bumi dan gas
alam dengan memanfaatkan secara bijak dan
hemat.

1.2 Mensyukuri kekayaan alam


Indonesia berupa minyak
bumi, batu bara dan gas alam
serta berbagai bahan tambang
lainnya sebagai anugerah
Tuhan YME dan dapat dipergunakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

Minyak Bumi
Minyak Bumi dan
Gas Alam
Bensin dan Dampak
Pembakaran Bahan
Bakar

Materi Pokok

Mengamati animasi di
alamat web http://goo.gl/
l3W5h mengenai pembentukan minyak bumi dan
gas alam dengan saksama.
Mencari informasi tentang
proses
pembentukan
minyak bumi melalui
internet.
Mencari informasi mengenai daerah-daerah
kilang minyak di Indonesia.
Mencermati artikel untuk
mengetahui dampak pembakaran minyak bumi dan
gas alam serta upaya
untuk mengatasinya.
Membuat bahan presentasi tentang minyak bumi
dan bahan bakar alternatif.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

4 jp 45
menit

Alokasi
Waktu

Buku PG Peminatan IPA Kimia SMA/


MA kelas XI, PT
Intan Pariwara
Buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/
MA kelas XI, PT
Intan Pariwara
Internet
1. http://goo.gl/
l3W5h
2. http://goo.gl/3.
hrB7f http://
goo.gl/NGa7Al

Sumber Belajar

Kimia
SMA/MA
XI/1
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
2. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
3. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Indikator

:
:
:
:

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Minyak Bumi

Kimia Kelas XI

249

Menjelaskan pengertian
bilangan oktan sebagai
ukuran kualitas bensin.
Menjelaskan
dampak
pembakaran bahan bakar
minyak.
Menyebutkan jenis bahan
bakar alternatif sebagai
pengganti minyak bumi
dan gas alam.

Portofolio
Tugas mandiri dan kelompok

Portofolio
Tugas mandiri dan kelompok

Menyajikan laporan tertulis


mengenai daerah kilang
minyak di Indonesia beserta
hasilnya.

Menyajikan bahan presentasi


tentang minyak bumi, gas alam,
dan bahan bakar alternatif.

4.3 Menyajikan hasil evaluasi


dampak pembakaran hidrokarbon terhadap lingkungan
dan kesehatan serta upaya
untuk mengatasinya.

4.2 Menyajikan hasil pemahaman tentang proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak
bumi beserta kegunaannya.

3.3 Mengevaluasi dampak pembakaran senyawa hidrokarbon terhadap lingkungan


dan kesehatan serta cara
mengatasinya.

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian

Menjelaskan proses pembentukan minyak bumi dan


gas alam.
Menyebutkan komposisi
minyak bumi.
Menjelaskan pengolahan
minyak bumi
Menyebutkan fraksi-fraksi
hasil pengolahan minyak
bumi serta kegunaannya.

3.2 Memahami proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak


bumi serta kegunaannya.

2.2 Menunjukkan perilaku kerjasama, santun, toleran, cinta


damai dan peduli lingkungan
serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya
alam.
Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran berlangsung
Saat melakukan pengamatan
Saat mengerjakan tugas

Penilaian

Bersikap responsif dan proaktif


saat berdiskusi.

Pembelajaran

2.3 Menunjukkan perilaku responsif, dan proaktif serta


bijaksana sebagai wujud
kemampuan memecahkan
masalah dan membuat
keputusan.

Materi Pokok
Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran berlangsung
Saat melakukan pengamatan
Saat mengerjakan tugas

Indikator
Mampu bekerja sama
dalam kelompok.
Menunjukkan sikap cinta
damai dan peduli lingkungan saat mendiskusikan
dampak bahan bakar.

Kompetensi Dasar

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

250

Silabus

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu,
disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan
fakta dan opini, ulet, teliti,
bertanggung jawab, kritis,
kreatif, inovatif, demokratis,
komunikatif) dalam merancang dan melakukan

Termokimia
Reaksi termokimia
dan
perubahan
entalpi
Macam-macam perubahan entalpi
Penentuan perubahan entalpi reaksi

Mensyukuri adanya ciptaan Tuhan YME di alam


berupa energi yang dihasilkan prinsip termokimia.

1.1 Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon,


termokimia, laju reaksi,
kesetimbangan kimia, larutan dan koloid, sebagai wujud
kebesaran Tuhan YME dan
pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut
sebagai hasil pemikiran
kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
Memiliki rasa ingin
tahu dan jiwa kreatif
Berperilaku jujur, disiplin, teliti dalam praktikum.

Materi Pokok

Mengamati peristiwa perubahan es menjadi air


untuk mengidentifikasi
sistem dan lingkungan.
Mencari informasi mengenai sistem dan lingkungan melalui internet
maupun buku.
Merancang percobaan
untuk mengetahui perbedaan reaksi eksoterm
dan endoterm.
Melakukan percobaan
untuk menentukan reaksi
eksoterm dan reaksi endoterm.
Melakukan diskusi untuk
membedakan reaksi eksoterm dan endoterm.

Pembelajaran

Alokasi
Waktu

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
12 jp 45
Saat pembelajaran
menit
berlangsung
Saat melakukan

pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Buku PG Peminatan IPA Kimia SMA/


MA kelas XI, PT
Intan Pariwara
Buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/
MA kelas XI, PT
Intan Pariwara
Buku referensi
99
Percobaan
Sehari-hari Seri 4
terbitan Intan Pariwara
Internet
1. http://goo.gl/
uty49B
2. http://goo.gl/
eXslF
3. http://goo.gl/
D0BJF

Sumber Belajar

Kimia
SMA/MA
XI/1
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Indikator

:
:
:
:

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Termokimia

Kimia Kelas XI

251

3.5 Menentukan H reaksi berdasarkan hukum Hess, data


perubahan entalpi pembentukan standar, dan data energi
ikatan.

3.4 Membedakan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm


berdasarkan hasil percobaan dan diagram tingkat
energi.

Bersikap proaktif dalam


kegiatan praktikum secara
berkelompok.

2.3 Menunjukkan perilaku responsif, dan proaktif serta


bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan
masalah dan membuat
keputusan.

Menjelaskan cara untuk


menentukan perubahan
entalpi reaksi.

Menjelaskan pengertian sistem dan lingkungan.


Menjelaskan perbedaan reaksi eksoterm
dengan reaksi endoterm.
Membuat atau menjelaskan diagram reaksi
eksoterm maupun
reaksi endoterm.
Menuliskan persamaan termokimia suatu
reaksi.
Menjelaskan macammacam nilai perubahan entalpi.
Menjelaskan perbedaan reaksi pembentukan, penguraian, pembakaran, netralisasi,
penguapan, peleburan, sublimasi, dan
pelarutan.

Mampu bekerja sama


dalam kelompok saat
melaksanakan praktikum.

Indikator

2.2 Menunjukkan perilaku kerjasama, santun, toleran, cinta


damai dan peduli lingkungan
serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya
alam.

percobaan serta berdiskusi


yang diwujudkan dalam
sikap sehari-hari.

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Melakukan percobaan
sederhana menggunakan
kayu, korek, dan es untuk
mengetahui adanya kalor
reaksi dan perubahan
entalpi.
Menghitung nilai perubahan entalpi reaksi es
mencair hingga mendidih.
Melakukan percobaan
untuk menentukan perubahan entalpi reaksi dengan
kalorimeter sederhana.
Membuat laporan tertulis
mengenai perbandingan
kalor antara minyak tanah
dan elpiji dalam program
konversi energi.

Pembelajaran

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

252

Silabus

4.5 Merancang, melakukan, dan


menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan
penentuan H suatu reaksi.

4.4 Merancang, melakukan,


menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan
reaksi eksoterm dan reaksi
endoterm.

Kompetensi Dasar

Menyajikan rancangan percobaan untuk


menentukan
perubahan entalpi reaksi
dengan kalorimeter
sederhana.
Menyajikan laporan
hasil percobaan penentuan entalpi reaksi
dengan kalorimeter.

Menyajikan rancangan percobaan untuk


menentukan perbedaan reaksi eksoterm
dan endoterm.
Menyajikan laporan
hasil percobaan reaksi
eksoterm dan endoterm.

Menentukan H reaksi
menggunakan kalorimeter.
Menghitung nilai H
reaksi berdasarkan
data entalpi standar.
Menghitung H reaksi
berdasarkan hukum
Hess dan energi
ikatan.
Membandingkan perubahan entalpi pembakaran bahan bakar
secara sempurna dan
tidak sempurna.

Indikator

Materi Pokok

Pembelajaran
Uji Petik Kerja
Prosedur
Rubrik

Portofolio
Tugas mandiri dan
kelompok
Laporan praktikum

Portofolio
Tugas mandiri dan
kelompok
Laporan praktikum

Penilaian

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

Kimia Kelas XI

253

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu,
disiplin, jujur, objektif, terbuka,
mampu membedakan fakta
dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis,
kreatif, inovatif, demokratis,
komunikatif) dalam me-

Berperilaku teliti, objektif, dan kritis dalam


melakukan pengamatan peristiwa kimia.

Mensyukuri anugerah
Tuhan Yang Mahakuasa
berupa pengetahuan mengenai laju reaksi dan
memanfaatkannya untuk
kesejahteraan manusia.

1.1 Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon, termokimia, laju


reaksi, kesetimbangan kimia,
larutan dan koloid, sebagai
wujud kebesaran Tuhan
YME dan pengetahuan
tentang adanya keteraturan
tersebut sebagai hasil
pemikiran kreatif manusia
yang kebenarannya bersifat
tentatif.

Laju Reaksi
Kemolaran dan Pengertian Laju Reaksi
Teori Tumbukan dan
Faktor-Faktor yang
Memengaruhi Laju
Reaksi

Materi Pokok

Mengelompokkan peristiwa perubahan kimia


dalam kehidupan seharihari berdasarkan cepat
lambatnya proses reaksi.
Membuat larutan dalam
konsentrasi molar berdasarkan rumus perhitungan molaritas.
Menentukan laju reaksi
beberapa reaksi kimia
berdasarkan data.
Mendiskusikan faktorfaktor yang memengaruhi
laju reaksi.
Mendiskusikan hubungan
teori tumbukan dengan laju
reaksi.

Pembelajaran

Alokasi
Waktu

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
12 jp 45
Saat pembelajaran
menit
berlangsung
Saat melakukan

pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Buku PG Peminatan IPA Kimia SMA/


MA kelas XI, PT
Intan Pariwara
Buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/
MA kelas XI, PT
Intan Pariwara
Internet
1. http://goo.gl/
bLAyZ
2. http://goo.gl/
V9pW0
3. http://goo.gl/
K9JRv

Sumber Belajar

Kimia
SMA/MA
XI/1
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Indikator

:
:
:
:

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Laju Reaksi

254

Silabus

3.7 Menganalisis faktor-faktor


yang memengaruhi laju
reaksi dan menentukan orde
reaksi berdasarkan data
hasil percobaan.

3.6 Memahami teori tumbukan


(tabrakan) untuk menjelaskan reaksi kimia.

Menentukan laju reaksi


kimia.
Menuliskan persamaan laju reaksi dan menentukan orde reaksi.
Menyebutkan faktorfaktor yang memengaruhi laju reaksi.
Menjelaskan pengaruh konsentrasi, luas
permukaan, suhu,
dan katalis terhadap
laju reaksi.

Menghitung konsentrasi molar larutan.


Menjelaskan pengertian laju reaksi.
Menjelaskan terjadinya reaksi kimia menurut teori tumbukan.

Berperilaku proaktif dalam


melaksanakan praktikum.

2.3 Menunjukkan perilaku responsif, dan proaktif serta


bijaksana sebagai wujud
kemampuan memecahkan
masalah dan membuat keputusan.

Memiliki rasa ingin


tahu, menerapkan
sikap terbuka serta
mampu membedakan
fakta dengan opini.
Bersikap terbuka,
demokratis, dan komunikatif dalam berdiskusi.

Menerapkan sikap peduli


lingkungan dan hemat
dalam menggunakan bahan
kimia.

Indikator

2.2 Menunjukkan perilaku kerja


sama, santun, toleran, cinta
damai dan peduli lingkungan
serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya
alam.

rancang dan melakukan


percobaan serta berdiskusi
yang diwujudkan dalam sikap
sehari-hari.

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Melakukan percobaan
untuk mengamati pengaruh
konsentrasi terhadap laju
reaksi.
Melakukan percobaan
untuk mengamati pengaruh
luas permukaan terhadap
laju reaksi.
Melakukan percobaan
untuk mengamati pengaruh
suhu terhadap laju reaksi.
Melakukan percobaan
untuk mengamati pengaruh
katalis terhadap laju reaksi.

Pembelajaran

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja
Uji Petik Kerja
Prosedur
Rubrik

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

Kimia Kelas XI

255

Menyajikan laporan percobaan pengaruh konsentrasi, luas permukaan,


suhu, dan katalis terhadap
laju reaksi.

4.7 Merancang, melakukan, dan


menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktorfaktor yang memengaruhi
laju reaksi dan orde reaksi.

Menjelaskan peranan
katalis dalam industri
kimia.
Menafsirkan dan membuat grafik pengaruh
faktor terhadap laju
reaksi.

Menyajikan laporan tertulis hasil diskusi mengenai hubungan tumbukan dengan laju reaksi.

Indikator

4.6 Menyajikan hasil pemahaman terhadap teori tumbukan


(tabrakan) untuk menjelaskan reaksi kimia.

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran

Portofolio
Tugas mandiri dan
kelompok
Laporan praktikum

Portofolio
Tugas mandiri dan
kelompok

Penilaian

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

256

Silabus

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu,
disiplin, jujur, objektif, terbuka,
mampu membedakan fakta
dan opini, ulet, teliti, bertanggung
jawab, kritis, kreatif, inovatif,
demokratis, komunikatif) dalam
merancang dan melakukan
percobaan serta berdiskusi
yang diwujudkan dalam sikap
sehari-hari.
Mempunyai motivasi
internal dan rasa ingin
tahu yang tinggi dalam
mengkaji reaksi kesetimbangan.
Bersikap jujur, disiplin,
teliti, dan proaktif
dalam merancang dan
melakukan praktikum.

Mensyukuri dan mengagumi keteraturan dan


keseimbangan alam.

1.1 Menyadari adanya keteraturan sifat hidrokarbon,


termokimia, laju reaksi, dari
kesetimbangan larutan dan
koloid kimia sebagai wujud
kebesaran Tuhan YME dan
pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut
sebagai hasil pemikiran
kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.

Kesetimbangan Kimia
Kesetimbangan dinamis
Pergeseran arah
kesetimbangan
Tetapan kesetimbangan (Kc dan Kp)

Materi Pokok

Melakukan dan mengamati demonstrasi tentang


kesetimbangan kimia misalnya reaksi timbal(II) sulfat
dengan kalium iodida.
Mendiskusikan reaksi kesetimbangan yang terjadi
dalam demonstrasi.
Melakukan simulasi pergeseran kesetimbangan
dengan timbangan pegas
dan tanah.
Merancang suatu percobaan untuk mengetahui
pengaruh konsentrasi,
suhu, dan katalis terhadap
pergeseran arah kesetimbangan.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

16 jp

Alokasi
Waktu

Buku PG Peminatan IPA Kimia SMA/


MA Kelas XI, PT
Intan Pariwara
Buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/
MA Kelas XI, PT
Intan Pariwara
Internet
1. http://goo.gl/
8ZCbw
2. http://goo.gl/
dFykZ

Sumber Belajar

Kimia
SMA/MA
XI/1
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Indikator

:
:
:
:

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Reaksi Kesetimbangan

Kimia Kelas XI

257

3.9 Menentukan hubungan


kuantitatif antara pereaksi
dengan hasil reaksi dari
suatu reaksi kesetimbangan.

3.8 Menganalisis faktor-faktor


yang memengaruhi pergeseran arah kesetimbangan yang diterapkan dalam
industri.

2.3 Menunjukkan perilaku responsif, dan proaktif serta


bijaksana sebagai wujud
kemampuan memecahkan
masalah dan membuat keputusan.

2.2 Menunjukkan perilaku kerja


sama, santun, toleran, cinta
damai dan peduli lingkungan
serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya
alam.

Kompetensi Dasar

Menjelaskan ciri-ciri reaksi


kesetimbangan.
Menjelaskan kesetimbangan
dinamis, kesetimbangan
homogen dan heterogen.
Menjelaskan faktor-faktor
yang memengaruhi pergeseran kesetimbangan
kimia.
Menyebutkan berbagai reaksi
kesetimbangan dalam industri, tubuh manusia, dan
kehidupan sehari-hari.
Menjelaskan kondisi optimum untuk memproduksi
bahan-bahan kimia di industri
yang didasarkan pada reaksi
kesetimbangan.

Menjelaskan tetapan kesetimbangan.

Bersikap responsif dan


proaktif dalam mengerjakan
tugas dan diskusi.
Menggunakan senyawa
kimia dan alat-alat laboratorium secara bijaksana
sesuai fungsi dan kebutuhan.

Bersikap santun dan menghargai perbedaan pendapat


antarteman.
Menunjukkan perilaku kerja
sama, santun, toleran, cinta
damai, dan peduli sesama
dalam melaksanakan praktikum di laboratorium.

Indikator

Materi Pokok

Mempresentasikan hasil
rancangan percobaan
pergeseran arah kesetimbangan.
Melakukan eksperimen
untuk mengetahui pengaruh
konsentrasi, suhu, dan
katalis terhadap pergeseran arah kesetimbangan.
Mengamati video mengenai pergeseran kesetimbangan di alamat web
http://goo.gl/8ZCbw dan
http://goo.gl/dFykZ dan
membandingkannya
dengan hasil praktikumnya.
Mengumpulkan informasi
mengenai pabrik pupuk di
Indonesia dari internet,
majalah, atau koran dan
mempresentasikan.
Mengaplikasikan faktorfaktor yang mempengaruhi pergeseran arah
kesetimbangan untuk
mendapatkan hasil yang
optimal.
Menentukan komposisi
zat dalam keadaan setimbang, derajat disosiasi
(), tetapan kesetimbangan (Kc dan Kp) dan hubungan Kc dan Kp.

Pembelajaran

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja
Uji Petik Kerja
Prosedur
Rubrik

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja
Uji Petik Kerja
Prosedur
Rubrik

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

258

Silabus

4.9 Memecahkan masalah terkait hubungan kuantitatif


antara pereaksi dengan hasil
reaksi dari suatu reaksi
kesetimbangan.

4.8 Merancang, melakukan, dan


menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan
faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran arah
kesetimbangan.

Kompetensi Dasar

Menentukan komposisi zat dalam keadaan setimbang dan


derajat disosiasi.
Menghitung harga Kc,
Kp, hubungan Kc dan
dengan Kp.

Meramalkan arah pergeseran kesetimbangan berdasarkan hasil


percobaan.
Menganalisis pengaruh
perubahan konsentrasi, tekanan, volume, suhu, dan katalis
terhadap pergeseran
kesetimbangan berdasarkan hasil percobaan.
Menyajikan laporan
hasil percobaan pengamatan faktor-faktor
yang memengaruhi
arah kesetimbangan
pergeseran.

Indikator

Materi Pokok

Pembelajaran

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian
Tes Unjuk Kerja
Uji Petik Kerja
Prosedur
Rubrik

Portofolio
Laporan pengamatan
Laporan praktikum
Tugas Mandiri dan
kelompok

Penilaian

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Materi Pokok
Alokasi Waktu
A.

B.

:
:
:
:
:

Kimia
SMA/MA
XI/1
Minyak Bumi
4 45 menit (2 kali pertemuan)

Kompetensi Dasar dan Indikator


1.2 Mensyukuri kekayaan alam Indonesia berupa minyak bumi, batu bara dan gas alam serta berbagai
bahan tambang lainnya sebagai anugerah Tuhan YME dan dapat dipergunakan untuk kemakmuran
rakyat Indonesia.
Indikator:
Bersyukur kepada Tuhan YME yang menganugerahkan kekayaan alam berupa minyak bumi dan gas
alam dengan memanfaatkan secara bijak dan hemat.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif)
dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
Indikator:

Berperilaku teliti, objektif, dan kritis dalam mengamati proses pembentukan minyak bumi.

Mampu membedakan fakta dan opini saat menanggapi masalah.

Bersikap disiplin dan bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas.


2.2 Menunjukkan perilaku kerja sama, santun, toleran, cinta damai, dan peduli lingkungan serta hemat
dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Indikator:

Mampu bekerja sama dalam kelompok.

Menunjukkan sikap cinta damai dan peduli lingkungan saat mendiskusikan dampak bahan bakar.
2.3 Menunjukkan perilaku responsif, dan proaktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan
masalah dan membuat keputusan.
Indikator:
Bersikap responsif dan proaktif saat berdiskusi.
3.2 Memahami proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya.
Indikator:

Menjelaskan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam.

Menyebutkan komposisi minyak bumi.

Menjelaskan pengolahan minyak bumi.

Menyebutkan fraksi-fraksi hasil pengolahan minyak bumi serta kegunaannya.


3.3 Mengevaluasi dampak pembakaran senyawa hidrokarbon terhadap lingkungan dan kesehatan serta
cara mengatasinya.
Indikator:

Menjelaskan pengertian bilangan oktan sebagai ukuran kualitas bensin.

Menjelaskan dampak pembakaran bahan bakar minyak.

Menyebutkan jenis bahan bakar alternatif sebagai pengganti minyak bumi dan gas alam.
4.2 Menyajikan hasil pemahaman tentang proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak
bumi beserta kegunaannya.
Indikator:
Menyajikan bahan presentasi tentang pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi.
4.3 Menyajikan laporan tertulis mengenai daerah kilang minyak di Indonesia beserta hasilnya.
Indikator:
Menyajikan bahan presentasi tentang minyak bumi, gas alam, dan bahan bakar alternatif.
Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menjelaskan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam.
2. Siswa mampu menyebutkan komposisi minyak bumi.
3. Siswa mampu menjelaskan proses pengolahan minyak bumi.
4. Siswa mampu menyebutkan fraksi-fraksi hasil pengolahan minyak bumi serta kegunaannya.
Kimia Kelas XI

259

5.
6.
7.

Siswa mampu menjelaskan pengertian bilangan oktan sebagai ukuran kualitas bensin.
Siswa mampu menjelaskan dampak pembakaran bahan bakar minyak.
Siswa mampu menyebutkan jenis bahan bakar alternatif sebagai pengganti minyak bumi dan gas alam.

C.

Materi Pembelajaran

Minyak bumi dan gas alam

Bensin dan dampak pembakaran bahan bakar

D.

Metode Pembelajaran
Pendekatan : Pendekatan ilmiah (Scientific Approach)
Mode
: Siklus Belajar (Learning Cycle)
Metode
: Discovery dan Diskusi

E.

Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media
Power point
2. Alat dan Bahan
a. Komputer atau Laptop
b. LCD
3. Sumber Belajar
a. Buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/MA Kelas XI Semester I, PT Intan Pariwara.
b. Buku PG Peminatan IPA Kimia SMA/MA Kelas XI Semester I, PT Intan Pariwara.
c. Internet: http://goo.gl/l3W5h, http://goo.gl/hrB7f dan http://goo.gl/NGa7Al.

F.

Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I ( 2 45 menit)
1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Pemusatan perhatian: diskusi mengenai elpiji yang merupakan salah satu jenis bahan bakar yang
digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
b. Apersepsi:
1) Bagaimana cara memperoleh elpiji?
2) Senyawa-senyawa apa saja yang terdapat dalam elpiji?
c. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu memberikan pemahaman kepada siswa mengenai
proses pembentukan, komposisi, pengolahan, dan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya.

2.

Kegiatan Inti (75 menit)


a. Guru menjelaskan bahwa minyak bumi dan gas alam merupakan kekayaan alam di Indonesia yang
tidak dapat diperbarui.
b. Guru kemudian membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan Tantangan Berpikir.
c. Siswa melaksanakan kegiatan Tantangan Berpikir. mengenai proses pembentukan minyak bumi
dan gas alam dengan mengamati video proses pembentukan minyak dan gas alam di alamat http:/
/goo.gl/l3W5h.
d. Siswa mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan dalam Tantangan Berpikir. secara berkelompok.
e. Guru menanyakan hasil diskusi siswa dan menunjuk beberapa siswa untuk menjelaskan hasil
pengamatan siswa. Guru kemudian membahas hasil diskusi siswa dan menjelaskan tentang proses
pembentukan minyak bumi dan dampak eksploitasi bagi bahan bakar tersebut pada masa yang
akan datang.
f. Guru menjelaskan komposisi minyak bumi dan proses penggolahan minyak bumi.
g. Guru menganjurkan siswa untuk mengunjungi alamat web http://goo.gl/hrB7f, dan http://goo.gl/
NGa7Al, kemudian membuat rangkuman isi web tersebut.
h. Guru menugasi siswa untuk mendiskusikan tentang fraksi-fraksi hasil pengolahan minyak bumi,
kemudian menunjuk beberapa kelompok untuk mempresentasikannya. Selanjutnya guru menjelaskan
fraksi-fraksi hasil pengolahan minyak bumi.
i. Guru mengingatkan siswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh sesuai dengan pembiasaan
pada buku PR Peminatan IPA Kimia Kelas XI Semester I, PT Intan Pariwara.

3.

Kegiatan penutup (5 menit)


a. Guru melakukan refleksi pembelajaran hari ini.
b. Guru menugasi siswa untuk mengerjakan Tugas dengan teman sebangkunya. Guru memberikan
waktu dua minggu untuk mengerjakan tugas tersebut.

260

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

c.

Guru menugasi siswa untuk mengerjakan Latihan 1 yang terdapat pada buku PR Peminatan IPA
Kimia Kelas XI Semester I, PT Intan Pariwara.
Pertemuan II (2 45 menit)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Guru mengingatkan siswa secara sekilas mengenai fraksi-fraksi hasil pengolahan minyak bumi.
b. Guru menunjuk beberapa siswa untuk menjelaskan fraksi-fraksi hasil pengolahan minyak bumi
berdasarkan kenaikan titik didihnya.

2.

Kegiatan Inti (75 menit)


a. Guru menjelaskan salah satu contoh bahan bakar yang digunakan di dalam kehidupan sehari-hari
yaitu bensin.
b. Guru kemudian membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan Tantangan Berpikir.
c. Siswa melaksanakan kegiatan Tantangan Berpikir untuk mencermati artikel yang terdapat pada
buku PR Peminatan IPA Kimia Kelas XI Semester I, PT Intan Pariwara.
d. Siswa mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan dalam Tantangan Berpikir secara berkelompok. Guru
menunjuk beberapa siswa untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
e. Guru menjelaskan tentang bensin dan dampak pembakaran bahan bakar.
f. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 46 siswa, kemudian menugasi
setiap kelompok untuk mengerjakan Tugas Kelompok. Siswa diberi waktu selama dua minggu
untuk mengerjakan tugas dan diminta mempresentasikan dan mengumpulkannya.

3.

Kegiatan Penutup (5 menit)


a. Guru melakukan refleksi pembelajaran hari ini.
b. Guru meminta siswa mengerjakan Latihan 2 yang terdapat pada buku PR Peminatan IPA Kimia
Kelas XI Semester I, PT Intan Pariwara.

G. Penilaian
1. Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik

2.

Bentuk Instrumen

Pengamatan Sikap

Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik

Tes Unjuk Kerja

Uji Petik Kerja Prosedur

Tes Tertulis

Pilihan Ganda dan Uraian

Portofolio

Kumpulan Laporan dan Tugas Kelompok

Contoh Instrumen
a. Lembar Penilaian Sikap
No.

Aspek yang Dinilai

1.

Bersyukur kepada Tuhan


menganugerahkan kekayaan
minyak bumi dan gas alam
manfaatkan secara bijak dan

2.

Berperilaku teliti, objektif, dan kritis dalam mengamati proses pembentukan minyak bumi.

3.

Mampu membedakan fakta dan opini saat


menanggapi masalah.

4.

Bersikap disiplin dan bertanggung jawab


dalam mengerjakan tugas.

5.

Mampu bekerja sama dalam kelompok.

6.

Menunjukkan sikap cinta damai dan peduli


lingkungan saat mendiskusikan dampak
bahan bakar.

7.

Bersikap responsif dan proaktif saat berdiskusi.

Keterangan

YME yang
alam berupa
dengan mehemat.

Kimia Kelas XI

261

b.

Rubrik Penilaian Sikap


No.

262

Aspek yang Dinilai

1.

Bersyukur kepada Tuhan


menganugerahkan kekayaan
minyak bumi dan gas alam
manfaatkan secara bijak dan

2.

Berperilaku teliti, objektif, dan kritis dalam


mengamati pembentukan minyak bumi.

YME yang
alam berupa
dengan mehemat.

3.

Mampu membedakan fakta dan opini saat


menanggapi masalah.

4.

Bersikap disiplin dan bertanggung jawab


dalam mengerjakan tugas.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Keterangan
3 : Menunjukkan sikap bersyukur
kepada Tuhan YME yang
menganugerahkan kekayaan alam
berupa minyak bumi dan gas alam
dengan memanfaatkan secara
bijak dan hemat.
2 : Menunjukkan sikap bersyukur
kepada Tuhan YME yang menganugerahkan kekayaan alam
berupa minyak bumi dan gas alam
namun bersikap boros dalam
pemanfaatannya.
1 : Belum menunjukkan sikap bersyukur kepada Tuhan YME yang
menganugerahkan kekayaan alam
berupa minyak bumi dan gas alam
serta dalam pemanfaatannya
bersikap boros.
3: Menunjukkan perilaku teliti, objektif,
dan kritis dalam mengamati pembentukan minyak bumi, misal sering
bertanya mengenai pembentukan
minyak bumi.
2: Menunjukkan perilaku teliti, subjektif,
dan kurang kritis dalam mengamati
pembentukan minyak bumi, misal
jarang bertanya mengenai pembentukan minyak bumi.
1 : Menunjukkan perilaku tidak teliti,
subjektif, dan kurang kritis dalam
mengamati pembentukan minyak
bumi, misal tidak pernah bertanya
mengenai pembentukan minyak bumi.
3 : Menunjukkan sikap mampu membedakan fakta dan opini saat
menanggapi masalah, misal mampu
menjawab pertanyaan berdasarkan
fakta yang ada dengan jelas.
2 : Menunjukkan sikap mampu
membedakan fakta dan opini namun
tidak mampu menanggapi masalah,
misal mampu menjawab pertanyaan
namun tidak dapat menjelaskan
fakta-fakta yang mendukung.
1 : Menunjukkan sikap kurang mampu
membedakan fakta dan opini saat
menanggapi masalah, misal tidak
mampu menjawab pertanyaan dan
menjelaskan fakta-fakta yang
mendukung.
3 : Menunjukkan sikap disiplin dan
bertanggung
jawab
dalam
mengerjakan tugas, misalnya
mengerjakan tugas dengan
sungguh-sungguh dan tepat waktu.
2 : Menunjukkan sikap kurang sikap
disiplin namun bertanggung jawab
dalam mengerjakan tugas, misalnya
mengerjakan
tugas
namun
selesainya tidak tepat waktu.
1 : Menunjukkan kurang sikap disiplin
dan kurang bertanggung jawab
dalam mengerjakan tugas, misalnya
mengerjakan tugas seenaknya
sendiri dan tidak tepat waktu.

No.

Aspek yang Dinilai

Keterangan

5.

Mampu bekerja sama dalam kelompok.

3 : Mampu berkerja sama dalam


kelompok dengan cara mengerjakan bagian tugasnya
dengan sungguh-sungguh.
2 : Kurang mampu bekerja sama
dalam kelompok, misalnya
mengerjakan tugasnya dalam
kelompok dengan seenaknya
sendiri.
1 : Tidak mampu berkerja sama
dalam kelompok, misalnya tidak
mau mengerjakan tugasnya
dalam kelompok.

6.

Menunjukkan sikap cinta damai dan peduli


lingkungan saat mendiskusikan dampak
bahan bakar.

3 : Menunjukkan sikap cinta damai


dan peduli lingkungan saat
mendiskusikan dampak bahan
bakar, misalnya menghargai
perbedaan pendapat pada saat
diskusi.
2 : Menunjukkan sikap yang
kurang cinta damai dan peduli
lingkungan saat mendiskusikan
dampak bahan bakar, misalnya
bersikap acuh tak acuh terhadap perbedaan pendapat
pada saat diskusi.
1 : Menunjukkan sikap yang tidak
cinta damai dan peduli lingkungan saat mendiskusikan dampak
bahan bakar, misalnya bersikap tertutup dan mudah tersinggung jika terjadi perbedaan
pendapat pada saat diskusi.

7.

Bersikap responsif dan proaktif saat


berdiskusi.

3 : Menunjukkan sikap responsif


dan proaktif dalam diskusi,
misal sering bertanya maupun
menjawab, serta memberikan
penjelasan yang mudah dimengerti.
2 : Menunjukkan sikap responsif
dan proaktif dalam diskusi
tetapi belum maksimal, misal
memberikan penjelasan yang
sulit dimengerti.
1 : Tidak bersungguh-sungguh
dalam berdiskusi, misal bersikap pasif dan tidak berusaha
mencari jawaban dari pertanyaan.

Mengetahui
Kepala SMA/MA . . .

Guru Mata Pelajaran

.........................
NIP_________________________

.........................
NIP_________________________

Kimia Kelas XI

263

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Materi Pokok
Alokasi Waktu
A.

:
:
:
:
:

Kimia
SMA/MA
XI/1
Reaksi Kesetimbangan
16 45 menit (8 kali pertemuan)

Kompetensi Dasar dan Indikator


1.1 Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon, termokimia, laju reaksi, kesetimbangan kimia,
larutan dan koloid sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan
tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
Indikator:
Mensyukuri dengan mengagumi keteraturan dan keseimbangan.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif)
dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
Indikator:

Mempunyai motivasi internal dan rasa ingin tahu yang tinggi dalam mengkaji reaksi kesetimbangan.

Bersikap jujur, disiplin, teliti, dan proaktif dalam merancang dan melakukan praktikum.
2.2 Menunjukkan perilaku kerja sama, santun, toleran, cinta damai, dan peduli lingkungan serta hemat
dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Indikator:

Bersikap santun dan menghargai perbedaan pendapat antarteman.

Menunjukkan perilaku kerja sama, santun, toleran, cinta damai, dan peduli sesama dalam
melaksanakan praktikum di laboratorium.
2.3 Menunjukkan perilaku responsif dan proaktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan
masalah dan membuat keputusan.
Indikator:

Bersikap responsif dan proaktif dalam mengerjakan tugas dan berdiskusi.

Menggunakan senyawa kimia dan alat-alat laboratorium secara bijaksana sesuai fungsi dan
kebutuhan.
3.8 Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran arah kesetimbangan yang diterapkan dalam
industri.
Indikator:

Menjelaskan ciri-ciri reaksi kesetimbangan dinamis, kesetimbangan homogen, dan heterogen.

Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran kesetimbangan kimia.

Menyebutkan berbagai reaksi kesetimbangan dalam industri, tubuh manusia, dan kehidupan seharihari.

Menjelaskan kondisi optimum untuk memproduksi bahan-bahan kimia di industri yang didasarkan
pada reaksi kesetimbangan.
3.9 Menentukan hubungan kuantitatif antara pereaksi dengan hasil reaksi dari suatu reaksi kesetimbangan.
Indikator:
Menjelaskan tetapan kesetimbangan.
4.8 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang
memengaruhi pergeseran arah kesetimbangan.
Indikator:

Meramalkan arah pergeseran kesetimbangan berdasarkan hasil percobaan.

Menganalisis pengaruh perubahan konsentrasi, tekanan, volume, suhu, dan katalis terhadap pergeseran kesetimbangan berdasarkan hasil percobaan.

Menyajikan laporan hasil percobaan pengamatan faktor-faktor yang memengaruhi arah pergeseran
kesetimbangan.

264

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

4.9 Memecahkan masalah terkait hubungan kuantitatif antara pereaksi dengan hasil reaksi dari suatu reaksi
kesetimbangan.
Indikator:

Menentukan komposisi zat dalam keadaan setimbang dan derajat ionisasi.

Menghitung harga Kc, Kp, dan hubungan antara Kc dan Kp.


B.

Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menjelaskan ciri-ciri reaksi kesetimbangan dinamis, kesetimbangan homogen, dan
heterogen.
2. Siswa mampu menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran kesetimbangan kimia.
3. Siswa mampu menyebutkan berbagai reaksi kesetimbangan dalam industri tubuh manusia dan kehidupan
sehari-hari.
4. Siswa mampu menjelaskan kondisi optimum untuk memproduksi bahan-bahan kimia di industri yang
didasarkan pada reaksi kesetimbangan.
5. Siswa mampu menjelaskan tetapan kesetimbangan.
6. Siswa mampu meramalkan arah pergeseran kesetimbangan berdasarkan hasil percobaan.
7. Siswa mampu menganalisis pengaruh perubahan konsentrasi, tekanan, volume, suhu, dan katalis
terhadap pergeseran kesetimbangan berdasarkan hasil percobaan.
8. Siswa mampu menyajikan laporan hasil percobaan pengamatan faktor-faktor yang memengaruhi arah
pergeseran kesetimbangan.
9. Siswa mampu menentukan komposisi zat dalam keadaan setimbang dan derajat ionisasi.
10. Siswa mampu menghitung harga Kc, Kp, dan hubungan antara Kc dan Kp.

C.

Materi Pembelajaran

Kesetimbangan dinamis

Pergeseran arah kesetimbangan

Tetapan kesetimbangan (Kc dan Kp)

D.

Metode Pembelajaran
Pendekatan : Pendekatan ilmiah (Scientific Approach)
Model
: Discovery dan Diskusi

E.

Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1.

Media
Power point

2.

Alat dan Bahan


a. Komputer atau laptop
b. LCD
c. Tabung reaksi
d. Pipet tetes
e. Kristal PbSO4
f. Larutan KI 1M
g. Larutan K2SO4 1M
h. Timbangan pegas
i. Tanah
j. Alat tulis

3.

Sumber Belajar
a. Buku PR Peminatan IPA Kimia SMA/MA Kelas XI Semester I, PT Intan Pariwara
b. Buku PG Peminatan IPA Kimia SMA/MA Kelas XI Semester I, PT Intan Pariwara
c. Internet: http://goo.gl/8ZCbw dan http://goo.gl/dFykZ

Kimia Kelas XI

265

F.

Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I ( 2 45 menit)
1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Pemusatan perhatian: diskusi kelas mengenai papan jungkat-jungkit yang berada di taman
dihubungkan dengan reaksi kesetimbangan.
b. Apersepsi:
1) Apa yang dimaksud dengan reaksi kesetimbangan?
2) Faktor-faktor apa saja yang memengaruhi kesetimbangan?
c. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu memberikan pemahaman kepada siswa mengenai
reaksi kimia, reaksi kesetimbangan, dan tetapan kesetimbangan.

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


a. Guru menjelaskan bahwa reaksi yang terjadi pada pembakaran kayu adalah reaksi searah.
b. Guru kemudian membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan Tantangan Berpikir.
c. Siswa melaksanakan kegiatan Tantangan Berpikir mengenai demontrasi suatu reaksi
kesetimbangan.
d. Siswa mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan dalam Tantangan Berpikir secara berkelompok.
e. Guru menanyakan hasil diskusi siswa dan menunjuk beberapa siswa untuk menjelaskan hasil
pengamatan siswa. Guru kemudian membahas hasil diskusi siswa dan menjelaskan tentang reaksi
kimia.
f. Guru menjelaskan kesetimbangan kimia dan tetapan kesetimbangan.

3.

Kegiatan penutup (10 menit)


a. Guru melakukan refleksi pembelajaran hari ini.
b. Guru menugasi siswa untuk mengerjakan Latihan 1 yang terdapat pada buku PR Peminatan IPA
Kimia Kelas XI Semester I, PT Intan Pariwara.
Pertemuan II (2 45 menit)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Guru meminta siswa untuk mengumpulkan tugas.
b. Guru mengingatkan siswa secara sekilas mengenai kesetimbangan kimia.
c. Guru menunjuk beberapa siswa untuk menjelaskan ciri-ciri kesetimbangan kimia.

2.

Kegiatan Inti (75 menit)


a. Guru menjelaskan kesetimbangan kimia dapat mengalami pergeseran kesetimbangan.
b. Guru kemudian membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan tantangan berpikir.
c. Siswa melaksanakan kegiatan tantangan berpikir yang terdapat pada buku PR Peminatan IPA
Kimia Kelas XI Semester I, PT Intan Pariwara.
d. Siswa mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan dalam Tantangan Berpikir secara berkelompok.
e. Guru menjelaskan azas Le Chatelier secara singkat.
f. Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok yang terdiri dari 45 siswa, kemudian menugasi kelompok
I dan II untuk mengerjakan Tugas Kelompok mengenai faktor konsentrasi, kelompok III dan IV
mengerjakan Tugas Kelompok mengenai faktor suhu, dan kelompok kelompok V dan VI mengerjakan Tugas Kelompok mengenai faktor katalis.
g. Beberapa kelompok (kelompok konsentrasi, suhu, dan katalis) mempresentasikan tugas
kelompoknya dan mengumpulkannya kepada guru.

3.

Kegiatan Penutup (5 menit)


a. Guru melakukan refleksi pembelajaran hari ini.
b. Guru meminta siswa untuk membawa jas praktikum pada pertemuan selanjutnya.
Pertemuan III (2 45 menit)

1.

266

Pendahuluan (10 menit)


a. Guru mengingatkan siswa secara sekilas mengenai azas Le Chatelier.
b. Guru menunjuk beberapa siswa untuk menyebutkan faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran
kesetimbangan.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

2.

3.

1.

2.

3.

1.

2.

3.

1.

2.

Kegiatan Inti (75 menit)


a. Guru meminta siswa untuk berkelompok sesuai kelompok pada pertemuan sebelumnya.
b. Guru kemudian menjelaskan secara garis besar langkah kerja praktikum yang terdapat pada buku
PR Peminatan IPA Kimia Kelas XI Semester I, PT Intan Pariwara.
c. Siswa melaksanakan kegiatan praktikum sesuai buku PR Peminatan IPA Kimia Kelas XI Semester I, PT Intan Pariwara.
d. Siswa mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan dalam kegiatan praktikum dan membuat laporan praktikum.
e. Guru meminta beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil praktikumnya.
f. Guru menganjurkan siswa untuk mengunjungi alamat web http://goo.gl/8ZCbw dan http://goo.gl/
dFykZ, kemudian membandingkan hasil praktikumnya dengan hasil praktikum di website tersebut.
Kegiatan Penutup (5 menit)
a. Guru melakukan refleksi hasil praktikum pada pembelajaran hari ini.
b. Guru menugasi siswa untuk mencari informasi mengenai pabrik pupuk di Indonesia.
Pertemuan IV (2 45 menit)
Pendahuluan (10 menit)
a. Guru menjelaskan bahwa di dalam kehidupan sehari-hari banyak terdapat reaksi kesetimbangan,
misalnya pada industri kimia.
b. Guru menunjuk beberapa siswa untuk menyebutkan contoh peristiwa di dalam kehidupan seharihari yang menggunakan prinsip kesetimbangan kimia.
Kegiatan Inti (75 menit)
a. Guru meminta siswa untuk mempresentasikan dan mengumpulkan tugas mengenai pabrik pupuk di
Indonesia.
b. Guru menjelaskan reaksi kesetimbangan dalam industri, dalam tubuh manusia, dan kehidupan
sehari-hari, kondisi optimum untuk memproduksi bahan-bahan kimia di industri yang didasarkan
pada reaksi kesetimbangan.
c. Guru mengingatkan siswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh sesuai dengan pembiasaan
pada buku PR Peminatan IPA Kimia Kelas XI Semester I, PT Intan Pariwara.
Kegiatan Penutup (5 menit)
a. Guru melakukan refleksi pembelajaran hari ini.
b. Guru menugasi siswa untuk mengerjakan Latihan 2 yang terdapat pada buku PR Peminatan IPA
Kimia Kelas XI Semester I, PT Intan Pariwara.
Pertemuan V (2 45 menit)
Pendahuluan (10 menit)
a. Guru meminta siswa mengumpulkan tugas.
b. Guru menjelaskan bahwa pada saat setimbang konsentrasi zat-zat relatif tetap dan memiliki tetapan
kesetimbangan.
Kegiatan Inti (75 menit)
a. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan Tantangan Berpikir.
b. Siswa melaksanakan kegiatan Tantangan Berpikir mengenai tetapan kesetimbangan.
c. Guru menjelaskan tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi (Kc) pada kesetimbangan
homogen dan heterogen serta hubungan Kc pada beberapa reaksi.
d. Guru meminta siswa untuk mengerjakan soal di papan tulis.
Kegiatan Penutup (5 menit)
a. Guru melakukan refleksi pembelajaran hari ini.
b. Guru menugasi siswa untuk mengerjakan Latihan 3 yang berhubungan dengan Kc yang terdapat
pada buku PR Peminatan IPA Kimia Kelas XI Semester I, PT Intan Pariwara.
Pertemuan VI (2 45 menit)
Pendahuluan (10 menit)
a. Guru mengingatkan siswa mengenai Kc
b. Guru menjelaskan bahwa tetapan kesetimbangan dapat dinyatakan dengan Kp.
Kegiatan Inti (75 menit)
a. Guru menjelaskan tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan (Kp) pada kesetimbangan homogen
dan heterogen serta hubungan Kc dan Kp.
b. Guru meminta beberapa siswa untuk mengerjakan soal di papan tulis.
Kimia Kelas XI

267

3.

Kegiatan Penutup (5 menit)


a. Guru melakukan refleksi pembelajaran hari ini.
b. Guru menugasi siswa untuk mengerjakan Latihan 3 yang berhubungan dengan Kp serta hubungan
Kc dengan Kp yang terdapat pada buku PR Peminatan IPA Kimia Kelas XI Semester I, PT Intan
Pariwara.
Pertemuan VII (2 45 menit)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Guru mengingatkan siswa mengenai Kc dan Kp.
b. Guru menjelaskan bahwa kesetimbangan kimia dapat terjadi pada reaksi penguraian.

2.

Kegiatan Inti (75 menit)


a. Guru menjelaskan tetapan kesetimbangan pada reaksi penguraian dan derajat disosiasi.
b. Guru meminta beberapa siswa untuk mengerjakan soal di papan tulis.

3.

Kegiatan Penutup (5 menit)


a. Guru melakukan refleksi pembelajaran hari ini.
b. Guru menugasi siswa untuk mengerjakan Latihan 3 yang berhubungan dengan kesetimbangan
disosiasi dan derajat disosiasi yang terdapat pada buku PR Peminatan IPA Kimia Kelas XI Semester I, PT Intan Pariwara.
Pertemuan VIII (2 45 menit)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Guru mengingatkan siswa materi kesetimbangan kimia.
b. Guru menunjuk beberapa siswa untuk menyebutkan ciri-ciri reaksi kesetimbangan, tetapan
kesetimbangan, Kc, Kp, dan kesetimbangan disosiasi.

2.

Kegiatan Inti (75 menit)


a. Guru meminta siswa untuk mengerjakan Ulangan Harian yang terdapat pada buku PR Peminatan
IPA Kimia Kelas XI Semester I, PT Intan Pariwara.
b. Guru meminta beberapa siswa untuk mengerjakannya di papan tulis.

3.

Kegiatan Penutup (5 menit)


Guru melakukan refleksi pembelajaran hari ini.

G. Penilaian
1. Teknik
dan Bentuk Instrumen
Teknik
Bentuk

2.

268

Instrumen

Pengamatan Sikap

Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik

Tes Unjuk Kerja

Uji Petik Kerja Prosedur dan Rubrik

Tes Tertulis

Pilihan Ganda dan Uraian

Portofolio

Kumpulan Laporan dan Tugas Kelompok

Contoh Instrumen
a. Lembar Penilaian Sikap
No.

Aspek yang Dinilai

1.

Mensyukuri dengan mengagumi keteraturan


dan keseimbangan.

2.

Mempunyai motivasi internal dan rasa ingin


tahu yang tinggi dalam mengkaji reaksi
kesetimbangan.

3.

Bersikap jujur, disiplin, teliti, dan proaktif


dalam merancang dan melakukan praktikum.

4.

Bersikap santun dan menghargai perbedaan


pendapat antarteman.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Keterangan

b.

No.

Aspek yang Dinilai

5.

Menunjukkan perilaku kerja sama, santun,


toleran, cinta damai, dan peduli sesama dalam
melaksanakan praktikum di laboratorium.

6.

Bersikap responsif dan proaktif dalam


mengerjakan tugas dan berdiskusi.

7.

Menggunakan senyawa kimia dan alat-alat


laboratorium secara bijaksana sesuai fungsi
dan kebutuhan.

Keterangan

Keterangan

Rubrik Penilaian Sikap


No.

Aspek yang Dinilai

1.

Mensyukuri dengan mengagumi keteraturan


dan keseimbangan.

3 : Menunjukkan sikap bersyukur


dan mengagumi keteraturan
dan keseimbangan dengan
cara berperan aktif dalam menjaga keasrian lingkungan
sekitar, misalnya ikut melaksanakan kegiatan bersihbersih.
2 : Kurang menunjukkan sikap
bersyukur dan mengagumi keteraturan dan keseimbangan.
1 : Tidak menunjukkan sikap bersyukur dan mengagumi keteraturan dan keseimbangan.

2.

Mempunyai motivasi internal dan rasa ingin


tahu yang tinggi dalam mengkaji reaksi
kesetimbangan.

3 : Menunjukkan sikap mempunyai


motivasi internal dan rasa ingin
tahu yang tinggi dalam mengkaji
reaksi kesetimbangan misalnya memperhatikan dan sering
bertanya kepada guru di saat
pelajaran.
2 : Kurang menunjukkan sikap
mempunyai motivasi internal
dan rasa ingin tahu dalam
mengkaji reaksi kesetimbangan misalnya memperhatikan
tetapi jarang bertanya kepada
guru di saat pelajaran.
1 : Tidak menunjukkan sikap
mempunyai motivasi internal
dan rasa ingin tahu dalam
mengkaji reaksi kesetimbangan misalnya tidak memperhatikan dan tidak pernah
bertanya kepada guru di saat
pelajaran.

3.

Bersikap jujur, disiplin, teliti, dan proaktif


dalam merancang dan melakukan praktikum.

3 : Bersikap jujur, disiplin, teliti, dan


proaktif dalam merancang dan
melakukan praktikum, misalnya melakukan praktikum
sesuai dengan langkah kerjanya dan memakai jas saat
praktikum.
2 : Bersikap jujur, namun kurang
disiplin, teliti, dan proaktif dalam
merancang dan melakukan
praktikum, misalnya melakukan
praktikum sesuai dengan
langkah kerjanya namun tidak
memakai jas praktikum.

Kimia Kelas XI

269

No.

Aspek yang Dinilai

Keterangan
1 : Bersikap jujur, namun tidak
disiplin, teliti, dan proaktif dalam
merancang dan melakukan
praktikum, misalnya tidak ikut
melakukan praktikum sesuai
dengan langkah kerjanya dan
tidak memakai jas praktikum.

270

4.

Bersikap santun dan menghargai perbedaan


pendapat antarteman.

3 : Menggunakan bahasa yang


baik saat bertanya maupun
menjawab pertanyaan, serta
memberikan
kesempatan
kepada teman untuk mengeluarkan pendapatnya.
2 : Menggunakan bahasa yang
baik, tetapi bersikap biasa saja
terhadap pendapat teman.
1 : Selalu menyanggah pendapat
teman yang tidak sesuai
dengan pendapatnya.

5.

Menunjukkan perilaku kerja sama, santun,


toleran, cinta damai, dan peduli sesama
dalam melaksanakan praktikum di
laboratorium.

3 : Mampu bekerja sama dengan


kelompok dalam praktikum
dengan cara mengerjakan
bagian tugasnya saat praktikum dengan sungguhsungguh.
2 : Kurang mampu bekerja sama
dengan kelompok dalam
praktikum, misalnya mengerjakan tugasnya saat praktikum
dengan seenaknya sendiri.
1 : Tidak mampu bekerja sama
dengan kelompok dalam
praktikum, misalnya bersikap
pasif saat praktikum.

6.

Bersikap responsif dan proaktif dalam


mengerjakan tugas dan berdiskusi.

3 : Menunjukkan sikap responsif


dan proaktif dalam diskusi,
misal sering bertanya maupun
menjawab, serta memberikan
penjelasan yang mudah dimengerti.
2 : Menunjukkan sikap responsif
dan proaktif dalam diskusi
tetapi belum maksimal, misal
memberikan penjelasan yang
sulit dimengerti.
1 : Tidak bersungguh-sungguh
dalam berdiskusi, misal bersikap pasif dan tidak berusaha
mencari jawaban dari pertanyaan.

7.

Menggunakan senyawa kimia dan alat-alat


laboratorium secara bijaksana sesuai fungsi
dan kebutuhan.

3 : Menggunakan senyawa kimia


dan alat-alat laboratorium
secara bijaksana sesuai fungsi
dan kebutuhan, misalnya
mengambil bahan kimia yang
dibutuhkan secukupnya.
2 : Kurang menggunakan senyawa
kimia dan alat-alat laboratorium
secara bijaksana sesuai fungsi
dan kebutuhan, misalnya
mengambil bahan kimia yang
dibutuhkan secara berlebihan.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

No.

Aspek yang Dinilai

Keterangan
1 : Menggunakan senyawa kimia
dan alat-alat laboratorium
secara tidak bijaksana sesuai
fungsi dan kebutuhan, misalnya
mengambil bahan kimia yang
tidak dibutuhkan secara berlebihan.

c.

Lembar Penilaian Psikomotorik


Skor
No.

Keterangan

Aspek yang Dinilai


3

Pengaruh Konsentrasi
1.

Cara mengukur volume larutan.

2.

Cara memasukkan larutan ke dalam tabung


reaksi.

3.

Cara mengamati perubahan warna larutan.

Pengaruh Suhu
1.

Cara mengukur volume larutan.

2.

Cara memasukkan larutan ke dalam tabung


reaksi.

3.

Cara mengamati perubahan warna larutan.

Pengaruh Katalis

d.

1.

Cara mengukur volume larutan.

2.

Cara memasukkan larutan ke dalam tabung


reaksi.

3.

Cara memasukkan lidi ke dalam tabung


reaksi.

Rubrik Penilaian Psikomotorik


Skor
No.

Keterangan

Aspek yang Dinilai


3

1.

Cara mengukur volume larutan.

3 : Jika cara mengukur larutan


sangat tepat yaitu tepat pada
skala yang diinginkan dengan
posisi mata tegak lurus pada
saat melihat skala, jika kekurangan atau kelebihan maka
ditambah/dikurangi dengan
pipet tetes.
2 : Jika cara mengukur larutan
tepat, yaitu tepat pada skala
yang diinginkan.
1 : Jika cara mengukur larutan tidak
tepat yaitu kurang dari skala
yang diinginkan atau kelebihan.

2.

Cara memasukkan larutan ke dalam tabung


reaksi.

3 : Jika cara memasukkan zat/


larutan tepat, tangan kiri
memegang tabung reaksi
sementara tangan kanan
memasukkan zat/larutan ke
dalamnya sehingga tidak ada
yang tumpah (masuk semua ke
dalamnya).

Kimia Kelas XI

271

Skor
No.

Keterangan

Aspek yang Dinilai


3

1
2 : Jika cara memasukkan zat/
larutan tidak tepat dan ada
sebagian yang tertinggal di
dinding tabung reaksi atau ada
sebagian zat/larutan yang
tumpah.
1 : Jika cara memasukkan zat/
larutan sangat tidak tepat dan
ada sebagian zat yang tumpah.

272

3.

Cara mengamati perubahan warna larutan.

3 : Jika cara mengamati perubahan warna larutan setelah


larutan dimasukkan ke dalam
tabung dengan mengocok
tabung reaksi dan meletakkan
tabung di atas kertas putih.
2 : Jika cara mengamati perubahan warna larutan setelah
larutan dimasukkan ke dalam
tabung dengan mengocok
tabung reaksi tanpa meletakkan tabung di atas kertas putih.
1 : Jika cara mengamati perubahan warna larutan setelah
larutan dimasukkan ke dalam
tabung reaki tanpa mengocok
tanung reaksi dan tabung
reaksi diletakkan di atas kertas
putih.

4.

Cara memasukkan lidi ke dalam tabung


reaksi.

3 : Jika cara memasukkan lidi


sangat tepat yaitu lidi dimasukkan ke dalam tabung tanpa
menyentuh dinding tabung dan
tidak menyentuh larutan di
dalam tabung.
2 : Jika cara memasukkan lidi
tepat yaitu lidi dimasukkan ke
dalam tabung agak menyentuh
dinding tabung dan tidak
menyentuh larutan di dalam
tabung.
1 : Jika cara memasukkan lidi
tidak tepat yaitu lidi dimasukkan
ke dalam tabung dengan menyentuh dinding tabung dan
menyentuh larutan di dalam
tabung.

Mengetahui
Kepala SMA/MA . . .

Guru Mata Pelajaran

.........................
NIP_________________________

.........................
NIP_________________________

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran