Anda di halaman 1dari 4

PENDAHULUAN

Udara adalah salah satu komponen yang terpenting bagi kehidupan manusia. Udara yang dibutuhkan adalah
udara yang bersih dan minim partikulat materi-materi yng berbahaya namun kaya akan oksigen. Pencemaran udara
dewasa ini semakin menampakkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Sumber pencemaran udara dapat
berasal dari berbagai kegiatan antara lain industri, transportasi, perkantoran, dan perumahan. Berbagai kegiatan
tersebut merupakan kontribusi terbesar dari pencemaran udara yang dibuang ke udara bebas. Sumber pencemaran
udara juga dapat disebabkan oleh berbagai kegiatan alam, seperti kebakaran hutan, gunung meletus, gas alam beracun,
dan lain-lain.
Pengukuran kualitas udara ambien bertujuan untuk mengetahui konsentrasi zat pencemar yang ada di udara.
Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang valid (yang representative), maka dari mulai pengambilan contoh udara
(sampling) sampai dengan analisis di laboratorium harus menggunakan peralatan, prosedur dan operator (teknisi,
laboran, analis dan chemist) yang dapat dipertanggung jawabkan.
Mengingat bahayanya pencemaran udara terhadap kesehatan sebagaimana kasus-kasus tersebut diatas, maka
dipandang perlu dilakukan untuk mengetahui berbagai parameter pencemar seperti: sifat bahan pencemar, sumber dan
distribusi, dan dampak yang mungkin terjadi juga cara pengendalian, maka diperlukan suatu pedoman atau acuan
dalam rangka meminimalkan terjadi dampak terhadap kesehatan .Jenis parameter pencemar udara dalam percobaan
ini didasarkan pada baku mutu udara ambien menurut Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 1999, yang meliputi :
Nitrogen dioksida (NO2).
Sifat gas NO2 adalh berwarna dan berbau, Warna gas NO2 adalah merah kecoklatan dan
berbau tajam menyengat hidung. Pencemaran gas NOx diudara teruatam berasal dari gas buangan
hasil pembakaran yang keluar dari generator pembangkit listrik stasioner atau mesin-mesin yang
menggunakan bahan bakar gas alami. Keberadaan NO x diudara dapat dipengaruhi oleh sinar
matahari yang mengikuti daur reaksi fotolitik NO2 sebagai berikut :
NO2 + sinar matahari

O + O2

O3 + NO

NO + O

O3 (ozon)

NO2 + O2

Strategi monitoring untuk NO2 diambil dari data pola ruang dan penyebaran populasi
yang paling banyak didominasi oleh lalu lintas jalan.
Karakteristik polutan yang dirancang pada program monitoring NO2 adalah :
Konsentrasi yang lebih besar ditentukan oleh emisi lalulintas jalan
Ini adalah ruang yang homogen, polutan sekunder
Rasio dari puncak untuk mengartikan konsentrasi secara statistik yang kuat dan berguna.

Nitrogen dioksida merupakan polutan udara yang dihasilkan pada proses pembakaran. Ketika
nitrogen dioksida hadir, nitrogen oksida juga ditemukan ; gabungan dari NO dan NO2 secara
kolektif mengacu kepada nitrogen oksida (NOx).
Pada sangat konsentrasi tinggi, dimana mungkin hanya dialami pada kecelakaan industri
yang fatal, paparan NO2 dapat mengakibatkan kerusakan paru-paru yang berat dan cepat.
Pengaruh kesehatan mungkin juga terjadi pada konsentrasi ambient yang jauh lebih rendah
seperti pada pengamatan selama peristiwa polusi di kota. Bukti yang didapatkan menyarankan
bahwa penyebaran ambient kemungkinan akibat dari pengaruh kronik dan akut, khususnya pada
sub-grup populasi orang yang terkena asma.
NO2 terutama berkelakuan sebagai agen pengoksidasi yang kemungkinan merusak
membran sel dan protein. Pada konsentrasi tinggi, saluran udara akan menyebabkan peradangan
yang akut. Ditambah lagi, penyebaran dalam waktu-singkat berpengaruh terhadap peningkatan
resiko infeksi saluran pernapasan. Meskipun banyak pengontrolan penyebaran yang dilakukan,
fakta secara jelas mendefinisikan hubungan antara konsentrasi atau dosis dan umpan baliknya
tidaklah cukup.
Untuk penyebaran yang akut, hanya konsentrasi yang sangat tinggi (>1880 Mg/m3, 1
ppm) mempengaruhi kesehatan orang ; bilamana, orang dengan asma atau penyakit paru-paru
yang akut lebih rentan pada konsentrasi lebih rendah.

Tujuan
Percobaan kali ini bertujuan untuk mengetahui cara penentuan kadar gas NO2 di udara
dengan menggunakan instrumen pendukung yaitu gas sampler dan spektrofotometer.
Alat dan Bahan (sama ky di raker)
Cara Kerja (sama ky di raker)
Data pengamatan (gambar gas sampler dan table)
Pembahasan
Nitrogen dioksida adalah senyawa kimia dengan rumus NO2. NO2 digunakan sebagai
bahan sintesis untuk pembuatan asam nitrit. Gas ini berwarna merah-kecoklatan dan merupakan
gas beracun, baunya menyengat, dan merupakan salah satu polutan udara utama.
Sumber pencemaran gas NO2 yang paling utama berasal dari kegiatan manusia seperti
pembakaran bahan bakar fosil (minyak atau batubara), generator pembangkit listrik stasioner
atau mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar gas alami, mesin-mesin penggerak
transportasi maupun industry. Kadar NO2 diudara daerah perkotaan yang berpenduduk padat
akan lebih tinggi dari daerah pedesaan yang berpenduduk sedikit. Hal ini disebabkan karena
berbagai macam kegiatan yang menunjang kehidupan manusia akan menambah kadar
NO2 diudara.

Udara yang telah tercemar oleh gas nitrogen dioksida tidak hanya berbahaya bagi
manusia dan hewan saja, tetapi juga berbahaya bagi kehidupan tanaman. Pengaruh gas NO 2 pada
tanaman antara lain seperti timbulnya bintik- bintik pada permukaan daun. Pada konsentrasi
yang lebih tinggi gas tersebut dapat menyebabkan nekrosis atau kerusakan pada jaringan daun.
Dalam keadaan yang seperti ini, daun tidak bisa berfungsi secara sempurna sebagai tempat
terbentuknya karbohidrat melalui prosen fotosintesis, akibatnya tanaman tidak bias bereproduksi
seperti yang diharapkan. Konsentrasi gas NO2 sebanyak 10 ppm sudah dapat menurunkan
kemampuan fotosintesis daun sampai sekitar 60 %.
Penghitungan kadar NO2 di udara dapat menggunakan rumus sebagai berikut:
C 1000
N=
Vr
Keterangan:
N= kadar NO2 di udara dalam g/m3.
C= kadar NO2 dilarutan contoh dalam g.
Vr= volume udara contoh uji yang telah dikoreksi (liter).
Volume udara perlu dikalibrasi dan dibakukan pada kondisi 25C 760 mmHg, dengan persamaan
sebagai berikut:
P
298
Vr=V

760 t+273
Keterangan:
Vr= volume udara pada 25C 760 mmHg dalam liter.
V= volume contoh dalam liter.
P= tekanan atmosfer (mmHg) pada saat/selama pengambilan contoh.
T= suhu udara rata-rata (C) pada saat/selama pengambilan contoh.
Percobaan kali ini didapatkan hasil dari perhitungan diatas adalah spl-01 sebesar 10,737g/Nm 3,
spl-02 sebesar 10,115 g/Nm3 dan spl-03 sebesar 15,263 g/Nm3.
Kesimpulan
Kesimpulan dari percobaan kali ini adalah dapat mengetahui cara penentuan kadar gas
NO2 di udara dengan menggunakan instrumen pendukung berupa gas sampler dan
spektrofotometer.
Daftar Pustaka
Arya Wardhana, Wisnu. 2004. Dampak Pencemaran lingkungan. Yogyakarta. Penerbit Andi
Yogyakarta.
Darmono. 2001. Lingkungan Hidup dan Pencemaran, hubungannya dengan Toksikologi
Senyawa Logam. Jakarta. Penerbit Universitas Indonesia.
Fardiaz. 1992. Polusi Air dan Udara. Kanisius. Yogyakarta.

Husein, Harun. 1993. Lingkungan Hidup Masalah, Pengelolaan, dan Penegakan hukumnya.
Jakarta. Bumi Aksara.
Sastrawijaya, Tresna. 1991. Pencemaran Lingkungan. Jakarta. PT. Rineka Cipta.