Anda di halaman 1dari 6

Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) memberikan satu manfaat pokok, yaitu

probabilitas yang lebih tinggi sehingga karyawan akan mencapai tujuan


perusahaan. Manajer terkadang bersedia menggunakan biaya langsing out-ofpocket

untuk

memperoleh

manfaat

ini.

Namun

manajer

juga

harus

memperhatikan hal-hal lain, biaya tidak langsung yang terkadang lebih besar
daripada biaya langsung.

BIAYA LANGSUNG
Biaya langsung SPM mencakup seluruh biaya out-of-pocket, biaya moneter yang
dibutuhkan untuk mendesain dan mengimplementasikan SPM, seperti biaya
pembayaran bonus tunai (berasal dari kompensasi insentif untuk pengendalian
hasil) atau biaya pemeliharaan staf audit internal (dibutuhkan untuk memastikan
kesesuaian dengan keputusan pengendalian tindakan). Beberapa organisasi
terkadang tidak menyadarinya atau tidak bersusah payah untuk menghitung
secara akurat ukuran semua biaya tetap.

BIAYA TIDAK LANGSUNG


Biaya tidak langsung dapat dikurangi oleh biaya langsung pengendalian yang
disebabkan oleh sejumlah efek samping yang merugikan, termasuk perubahan
perilaku, gamesmanship, penundaan pekerjaan, dan perilaku negative.

PERUBAHAN PERILAKU
Perubahan perilaku dapat menyebabkan biaya tidak langsung yang signifikan
pada suatu organisasi. Hal ini terjadi ketika SPM membuat, dan sebenarnya
mendorong, perilaku yang tidak konsisten dengan tujuan organisasi.

PERUBAHAN PERILAKU DAN PENGENDALIAN HASIL


Dalam sistem pengendalian hasil, perubahan perilaku terjadi ketika suatu
organisasi menetapkan perangkat pengukuran hasil yang tidak sesuai dengan
tujuan organisasi yang sesungguhnya. Contohnya ketika perusahaan pialang
memberikan imbalan kepada pialang mereka dengan komisi perdagangan klien,
beberapa pialang merespon dengan memutar rekening, melakukan lebih banyak
transaksi

daripada

bunga

konsumen,

ketidakpuasan dan perginya klien.

dan

hal

ini

akan

beresiko

pada

Biasanya, ketidaksesuian muncul karena organisasi terfokus pada hasil yang


mudah diukur yang menyebabkan mereka mendapatkan semua hasil yang
diinginkan secara tidak lengkap. Karyawan akan dipaksa untuk berkonsetrasi
pada hasil yang disebabkan oleh sistem pengendalian tersebut dan menolah
hasil lain yang dibutuhkan tetapi tidak dapat diukur.
Pengendalian hasil hampir selalu tidak lengkap. Penyebab utama ketidaklengkapan dalam sistem pengendalian hasil adalah kecenderungan untuk lebih
mengkon-sentrasikan pada area hasil yang konkret dan mudah diukur daripada
yang tak ter-lihat dan sulit diukur, selain pentingnya bagi keberhasilan
perusahaan.
Satu solusi untuk permasalahan perubahan yang disebabkan oleh pengendalian
hasil adalah mencari atau mengembangkan indikator area hasil yang mungkin
hilang yang terkadang pengukurannya bersifat nonfinansial. Namum, banyak
situasi yang terjadi ketika pengukuran yang terkualifikasi tidak dapat digunakan.
Pernah juga ada kecenderungan bahwa pengukuran yang terkuantifikasi akan
menjadi berlebihan. Kertika pengukuran menyebabkan distorsi jenis perubahan
perilaku, terkadang satu-satunya cara atau cara mengatasi yang terbaik adalah
tidak terlalu bergantung pada pengendalia hasil.

PERUBAHAN PERILAKU DAN PENGENDALIAN TINDAKAN


Perubahan perilaku juga dapat disertai pengedalian tindakan. Perubahan yang
berhubungan dengan pengendalian tindakan terkadang merujuk sebagai meansends inversion, yang berarti bahwa karyawan memerhatikan apa yang mereka
lakukan (means), tetapi mengabaikan apa yang akan mereka capai (end).
Terkadang perubahan yang berhubungan dengan pengendalian tindakan terjadi
hanya karena tindakan yang ditetapkan tidak sesuai.
Beberapa pengendalian tindakan menyebabkan perubahan perilaku karena
mereka menunjukkan perilaku mengalah, tetapi kaku dan tidak adaptif.
Pengendalian tindakan dan birokratisasi akan menjadi baik pada lingkungan yang
stabil dengan pengetahuan yang sangat terpusat mengenai tindakan apa yang
diharapkan karena mereka membantu membentuk rutinitas kerja yang selalu
tertib, dapat diandalkan, dan efisien. Namun, dalam lingkungan yang berubahubah mereka mungkin menghindari perubahan penting yang diperlukan untuk
tetap kompetitif.

PERUBAHAN PERILAKU DAN PENGENDALIAN PERSONEL/KULTURAL

Perubahan perilaku dapat muncul dari perekrutan karyawan yang salah atau
daari

pelatihan

yang

tidak

mencukupi.

Budaya

yang

kuat

juga

dapat

menyebabkan perubahan ketika norma perilaku yang digunakan oleh kelompok


untuk

mengarah-kan

perilaku

para

anggotanya,

atau

pengukuran

yang

digunakan untuk memberi-kan imbalan kelompok, tidak sesuai dengan yang


diinginkan perusahaan. Ketika pengendalian personel/kultural diimplementasikan
dengan cara yang salah, mereka akan dinilai tidak efektif dan mendorong
perilaku yang tidak diinginkan.

GAMESMANSHIP
Gamesmanship digunakan untuk menunjukkan tindakan oleh karyawan untuk
me-ningkatkan indikator kinerja mereka tanpa menghasilkan pengaruh ekonomi
yang positif terhadap perusahaan.

MENCIPTAKAN SUMBER DAYA SLACK


Slack mencakup konsumsi sumber daya perusahaan oleh pekerja yang melebihi
apa yang dibutuhkan yaitu konsumsi sumber daya oleh karyawan yang tidak
dapat dibenarkan begitu saja dalam hal kontribusinya terhadap tinjauan tujuan
perusahaan. Kecenderungan untuk menciptakan slack terkadang terjadi ketika
pengendalian hasil yang ketat sedang digunakan, ketika karyawan yang
sebagian besar pada bagian manajemen dievaluasi apakah mereka mencapai
target anggaran atau tidak.
Satu cara manajer untuk mempertahankan pengendalian hasil agar tidak
merugi-kan mereka adalah dengan menyepakati target yang dapat dicapai, yaitu
target yang sengaja direndahkan dibandingkan dengan perkiraan terbaik mereka
untuk masa yang akan datang. Hal ini disebut dengan budget slack; slack yang
melindungi manajer dari kemungkinan yang tidak terduga dan meningkatkan kemungkinan terpenuhi target anggaran, sehingga meningkatkan kemungkinan
akan menerima evaluasi yang baik dan imbalan yang berubungan dengan
kinerja,
Sisi positif, slack dapat mengurangi tegang dan tertekannya manajer, menaikkan
semangat perusahaan untuk berubah, dan menyediakan sumber daya yang
dapat digunakan untuk inovasi. Sisi negatifnya, slack menguburkan kinerja pokok
yang benar, sehingga mengubah keputusan berdasarkan informasi yang kurang
jelas.

MEMANIPULASI DATA
Memanipulasi data menimbulkan indikator pengendalian. Manipulasi data terdiri
atas dua ebntuk dasar yaitu pemalsuan dan manajemen data. Pemalsuan
melibat-kan pelaporan data yang salah, dalam artian bahwa data diubah.
Manajemen data melibatkan beberapa tindakan yang diambil untuk mengubah
hasil laporan.
Manajemen data dapat dihasilkan baik melalui cara akuntansi maupun cara
operasional. Individu yang terlibat dalam akuntansi manajemen data meliibatkan
intervensi dalam proses pengukuran. Individu yang terlibat dalam metode
akuntansi manajemen data terkadang menyalahi kaidah akuntansi, tetapi sering
kali mereka menggunakan fleksibilitas baik yang ada dalam pemilihan metode
akuntansi atau penerapan metode tersebut, atau keduanya, untuk yang sering
disebut mengelola pendapatan.
Metode operasiobal manajemen data melibatkan perubahan keputusan pelaksanaan. Untuk mendorong pendapatan pada periode ini, katakana manajer dapat
berusaha menunda waktu pengeluaran kebijakan dan/atau berusaha meningkatkan penjualan. Metode ini memengaruhi ukuran dan/atau waktu arus kas
maupun laporan pendapatan.
Manipulasi

adalah

masalah

serius.

Jika

data

dimanipulasi,

tidak

memungkinkan untuk menentukan apakah perusahaan, entitas, atau karyawan


telah bekerja dengan baik. Pengaruh manipulasi juga dapat melebihi SPM karena
manipulasi me-mengaruhi ketepatan sistem informasi perusahaan. Dalam hal ini,
kemampuan manajemen untuk membuat keputusan yang tepat dan berdasarkan
fakta akan terancam. Oleh karena itu, walaupun berbagai macam metode
manipulasi data itu legal, harganya bisa mahal, karena dalam jangka panjang
merugikan perusaha-an. Namun, beberapa skema manipulasi data melibatkan
penipuan.
Krisis keuangan sekarang telah mendorong para pengawas lebh jauh ke arah
meningkatkan penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan. Sebagian besar
reformasi peraturan dan legislative difokuskan pada peran dan tanggung jawab
manajemen dan dewan direksi dalam pelaporan keuangan, serta peran dan tanggung jawab dari auditor independen dlaam melakukan audit laporan keuangan
mereka.

PENUNDAAN PEKERJAAN
Penundaan yang disebabkan pengendalian mungkin lebih besar, seperti yang
timbul dari persetujuan yang membutuhkan beberapa tanda tangan manajer dari
berbagai tingkatan dalam jenjang jabatan atau dari memo yang tak berujung
melalui beberapa tingkatan jabatan sebelum sesuatunya jelas. Dalam kondisi
seperti ini, persetujuan yang dibutuhkan terkadang menghambat pelaksanaan,
sehingga menghambat pasar serta respon konsumen juga.
Jelasnya, ketika tindakan cepat merupakan hal yang penting, seperti pada
beberapa pasar yang bersaing ketat, penundaan keputusan bisa jadi cukup merugikan.

Penundaan

pekerjaan

yang

disebabkan

pengendalian

bukanlah

permasa-lahan yang berdiri sendiri; penundaan tersebut dapat menyebabkan


reaksi mana-jerial yang mungkin merugikan, seperti gameplaying, atau reaksi
yang merusak perilaku yang harus diperiksa oleh pengendalian.

PERILAKU NEGATIF
Ketika serangkaian pengendalian yang digunakan, pengendalian tersebut terkadang menyebabkan efek negative terhadap perilaku, termasuk ketegangan
pekerjaan,

konflik,

frustrasi

dan

perlawanan.

Perilaku

negative

mungkin

disebabkan oleh banyak faktor: kondisi ekonomi, struktur organisasi dan proses
administrasi, baik secara terpisah maupun gabungan faktor-faktor tersebut.
Selain itu, tipe karyawan yang berbeda akan terpengaruh oleh faktor-faktor
tersebut secara berbeda pula.

PERILAKU NEGATIF YANG DISEBABKAN OELH PENGENDALIAN HASIL


Pengendalian hasil dapat menyebabkan perilaku negative. Salah satu penyebab
negative muncul dari kurangnya komitmen karyawan terhadap target kinerja
yang ditetapkan dalam sistem pengendalian hasil. Komitmen yang terkadang
rendah di-sebabkan oleh target yang terlalu sulit.
Perilaku negatif mungkin juga berasal dari permasalahan dalam sistem
pengukuran. Mendengar manajer yang mengeluh bahwa evaluasi kinerja mereka
tidak adil karena mereka memegang tanggung jawab untuk sesuatu yang tidak
mereka kendalikan itu sudah biasa. Penyebab lain perilaku negative mungkin
dikaitkan dnegan imbalan yang berhubungan dengan SPM.
Imbalan yang diterima tidak adil dan mungkin banyaknya bentuk hukuman,
cenderung menimbulkan perilaku negative. Bahkan penentuan target dan proses
evaluasi

sendiri

bisa

menimbulkan

perilaku

negative,

khususnya

ketika

diterapkan pada gaya kepemimpinan yang tidak sesitif dan tidak mendukung.

Namun yang lebih mengkhawatirkan adalah kerusakan sistem yang dapat


menyebabkan sikap negative pada karyawan yang kinerjanya bagus.

PERILAKU NEGATIF YANG DITIMBULKAN DARI PENGENDALIAN TINDAKAN


Sebagian besar orang, khususnya para tenaga professional, bereaksi negative
terhadap penggunaan pengendalian tindakan. Kajian pratindakan dapat membuat frustasi jika karyawan yang ditinjau tidak menganggap tinjauan tersebut
memiliki

tujuan

yang

bermanfaat.

Pengendalian

tindakan

juga

dapat

mengganggu karyawan golongan bawah. Tidak mengherankan, hasilnya adalah


tenaga kerja yang kehilangan motivasi dan marah, serta tingginya tingkat
penghianatan.

Tipe pengendalian

Perubaha

Games-

Penundaan

Perilak

n Perilaku

manshi

Pekerjaan

Negati
f

Pengendalian hasil
Akuntabilitas hasil

Pengendalian tindakan
Pembatasan sikap

Kajian pratindakan

Akuntabilitas tindakan

Redundansi

x
x

Pengendalian personel/kultural
Pemilihan dan penempatan

Pelatihan

Ketersediaan sumber daya


Penciptaan

budaya

perusahaan

yang kuat

Imbalan berbasis kelompok

Tabel tipe control dan kemungkinan efek samping yang berbahaya