Anda di halaman 1dari 24

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015

SATUAN ACARA PENYULUHAN


REMATIK PADA KELUARGA NENEK S

DI RT 11/ RW 03 KEL. TUGU KEC. CIMANGGIS

Oleh :
SGD 1
I Putu Rama Candra

1102105001

I Dewa Ayu Agung Inten Damayanti 1102105007


Ni Luh Anik Utami

1102105018

Ni Kadek Dwi Mas Pujastuti

1102105020

Asrini Widya Tri Lestari

1102105036

I Made Agus Alam Sugiri

1102105047

Putu Citta Wicakyani

1102105049

Ni Wayan Agustini

1102105060

Anak Agung Istri Dwi Mayuni

1102105060

Anak Agung Tri Wulandari Putra

1102105063

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA
2015

Keperawatan Komprehensif

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015


SATUAN ACARA PENYULUHAN
REMATIK PADA KELUARGA NENEK S
DI RT 11/ RW 03 KEL. TUGU KEC. CIMANGGIS

Satuan Acara Pendidikan Kesehatan


Hari/Tanggal

: Rabu/ 8 April 2015

Waktu

: 20 menit

Tempat Pelaksanaan

: Di Rumah Nenek S RT 11/ RW 03 Kel. Tugu Kec.


Cimanggis

Sasaran

: Keluarga Nenek S

Topik Kegiatan

: Penyakit Rematik

Sub Topik

: 1. Pengertian dan jenis Rematik.


2. Penyebab Rematik
3. Tanda dan gejala serta komplikasi Rematik
4. Penanganan Rematik.

Penyuluh

: Mahasiswa Semester VIII PSIK FK Universitas Udayana

A. LATAR BELAKANG
Tujuan pembangunan kesehatan yang telah tercantum pada Sistem
Kesehatan Nasional adalah suatu upaya penyelenggaraan kesehatan yang
dilaksanakan oleh bangsa Indonesia guna mendapatkan kemampuan hidup
sehat bagi setiap masyarakat agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang
optimal dimana peningkatan derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh
beberapa faktor yaitu lingkungan, pelayanan kesehatan, tindakan serta
bawaan (congenital). Hidup sehat merupakan hak yang dimiliki oleh setiap
manusia yang ada di dunia ini, akan tetapi diperlukan berbagai cara untuk
mendapatkannya (Anonim, 2007).

Keperawatan Komprehensif

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015


Berdasarkan pusat data BPS provinsi Jawa Timur, rematik merupakan
salah satu penyakit terbanyak yang di derita lansia, yaitu pada tahun 2007
sebanyak 4.209.817 lansia 28% menderita rematik. Hal ini merupakan suatu
problem yang harus bisa di tangani oleh pemerintah, karena dengan kondisi
lansia yang semakin banyak menderita rematik hal tersebut akan mampu
menjadikan lansia menjadi pasif, maka di perlukan dorongan agar lansia
tersebut tetap aktif dalam segala hal.
Melihat kurangnya pengetahuan keluarga akan hal tersebut, maka
usaha pengendalian penyakit berupa pencegahan dan pengobatan perlu
dilaksanakan seintensif mungkin, salah satunya dengan melaksanakan
penyuluhan tentang rematik kepada masyarakat. Melalui penyuluhan ini
diharapkan dapat memberi pengetahuan kepada keluarga sehingga keluarga
bisa melakukan tindakan preventif agar tidak terjadi komplikasi yang lebih
lanjut dan dapat membuat keluarga dengan rematik menjadi tetap aktiv.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum :
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 20 menit diharapakan
peserta dapat mengerti dan memahami mengenai Penyakit rematik.
2. Tujuan Khusus :
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan peserta dapat:
1) Mengetahui dan mampu menyebutkan pengertian dan jenis rematik
2) Mengetahui dan mampu menyebutkan penyebab rematik
3) Mengetahui dan mampu menyebutkan tanda dan gejala serta
komplikasi rematik.
4) Mengetahui dan mampu menyebutkan penanganan rematik.
C. SASARAN
Keluarga Nenek S yang berjumlah 5 orang

Keperawatan Komprehensif

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015


D. GARIS BESAR MATERI
1. Pengertian dan jenis Rematik.
2.

Penyebab Rematik

3. Tanda dan gejala serta komplikasi Rematik


4. Penanganan Rematik.
E. METODE
-

Leaflet

Lembar balik

F. METODE PELAKSANAAN
1. Ceramah, Diskusi
2. Tanya jawab
G. STRATEGI PELAKSANAAN
Tahap

Kegiatan

Pembukaan

Kerja

Mengucapkan salam

Melakukan perkenalan diri

Menyampaikan maksud dan tujuan

Mengadakan kontrak waktu


Penyuluh menjelaskan mengenai:

Waktu
3 menit

10 menit

1. Pengertian dan jenis rematik


2. Penyebab rematik.
3. Tanda dan gejala serta komplikasi rematik.
4. Penanganan rematik.

Penutup

Tanya jawab

5 menit

Menyimpulkan seluruh materi yang

2 menit

diberikan dan mengevaluasi jalannya


ceramah.

Mengakhiri kontrak

Keperawatan Komprehensif

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015

Melakukan evaluasi kegiatan

Salam penutup
Jumlah

20 menit

H. SETTING TEMPAT
I. Di ruang tamu rumah keluarga Nenek S
J.
1

Tn.J

Nn. M
Nenek S

Keterangan gambar:
Keterangan :
1 : Penyaji
2 : Moderator
3 : Observer
4 : Notulen
: Fasilitator

Ibu R

Struktur Pengorganisasian
a. Moderator : Ni Luh Anik Utami
Tugas
: Memandu jalannya acara hingga acara berakhir
b. Penyaji
: Ni Kadek Dwi Mas Pujastuti
Tugas
: Menyampaikan materi yang telah dipersiapkan ke
pada peserta penyuluhan
c. Fasilitator : Anak Agung Istri Dwi Mayuni
: Putu Citta Wicakyani
Tugas
: Mendampingi dan memfasilitasi peserta selama
kegiatan
penyuluhan berlangsung.
d. Observer : Anak Agung Tri Wulandari Putra
Tugas
:Mengamati dan mengevaluasi jalannya acara hingga
acara berakhir
I.

KRITERIA EVALUASI

Keperawatan Komprehensif

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015


a. Evaluasi Struktur
Rencana kegiatan dipersiapkan 2 hari sebelum kegiatan dan informasi
kepengurusan 1 hari sebelum kegiatan.
b. Evaluasi Proses

Kegiatan berlangsung tepat waktu

Peserta yang hadir 60% dari jumlah


total peserta

Tempat berlangsungnya kegiatan


kondusif

Tidak

ada

peserta

yang

meninggalkan tempat saat penyuluhan berlangsung

Peserta yang aktif bertanya 50%


dari total peserta yang hadir.

c. Evaluasi Hasil
a) Peserta mengerti dan dapat menjelaskan kembali 80% dari materi
pengertian dan jenis rematik.
b) Peserta mengerti dan dapat menjelaskan kembali 70% dari materi
penyebab rematik
c) Peserta mengerti dan dapat menjelaskan kembali 70% dari materi
tanda dan gejala serta komplikasi rematik.
d) Peserta mengerti dan dapat menjelaskan kembali 75% dari materi
penanganan rematik.

J.DAFTAR PUSTAKA
Brunner & Suddarth. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC
Hendrata, Irene. 2007. Osteoarthritis: Cegah Sebelum Anda Menderita!.
http://www.tanyadokteranda.com/artikel/2007/10/osteoarthritis-cegahsebelum-anda-menderita. [Akses: 6 September 2010]

Keperawatan Komprehensif

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015


Khafidha,

Nur.

2008.

Osteoarthritis

Lutut.

http://www.fisioska.co.cc/2008/07/oteoarthritis-oa-lutut.html. [Akses:
6 September 2010]
McCloskey&Bulechek. 2004. Nursing Interventions Classification, Fourth
Edition. USA: Mosby Elsevier
NANDA. 2005-2006. Panduan Diagnosa Keperawatan Nanda: Definisi dan
Klasifikasi. Jakarta: Prima Medika
Nurbaeti,

Umi.

2008.

Penatalaksanaan

Fisioterapi

pada

Kondisi

Osteoarthritis Genu Sinistra dengan Modalitas Micro Wave


Diathermi dan Terapi Latihan di RSO Prof Dr. R. Soeharso Surakarta.
Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pdf
[Akses: 6 September 2010]
Paskah, Leonardo. 2009. Osteoarthritis (pengapuran) Atau Osteoporosis
(tulang keropos?). http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?
id=13707. [Akses: 6 September 2010]
University IOWA. 2008. Nursing Outcomess Classification, Fourth Edition.
USA: Mosby Elsevier
Hartono, A. 2006. Terapi Gizi dan Diet Rumah Sakit. Edisi 2. Jakarta:EGC
Hembing, W. 2006. Atasi Rematik Asam Urat Ala Hembing. Jakarta:Pus[a
Swara.
Isnayadi. 2004. Asuhan Keperawatan Dengan Rematik (athritis rheumatoid)
pada

lansia

http://library.usu.ac.id/download/fk/keperawatan-

isnayadi2.pdf. Diakses tanggal 20 Agustus 2012


Depses RI. 2002. Pedoman praktis Pemantauaan status Gizi Orang Dewasa.
Jakarta: Dirgen Bina Gizi Masyarakat
Lampiran Materi
MATERI PENYULUHAN REMATIK

A. DEFINISI dan JENIS

Keperawatan Komprehensif

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015

Gambar 1 : anatomi Sendi normal (kiri), Osteoarthritis (tengah),


Rheumatoid Arthtritis (kanan) ( William. 2010 )

Istilah rheumatism berasal dari bahasa Yunani, rheumatismos yang berarti


mucus, suatu cairan yang dianggap jahat mengalir dari otak ke sendi dan
struktur klain tubuh sehingga menimbulkan rasa nyeri atau dengan kata
lain, setiap kondisi yang disertai kondisi nyeri dan kaku pada sistem
muskuloskeletal disebut reumatik termasuk penyakit jaringan ikat
(Ismayadi, 2004)
Rematik merupakan suatu kondisi nyeri dan kaku yang menyerang
anggota gerak atau system musculoskeletal, yaitu sendi otot, tulang,
maupun jaringan disekitar sendi (Hembing, 2006).
Rematik adalah suatu bentuk arthritis ( peradangan sendi yang biasanya
menyerang jari-jari kak, terutama ibu jari kaki). Bisa juga menyerang
lutut, tumit, pergelangan kaki, pergelangan tangan, jari jari tangan dan
siku.
Jenis-Jenis Rematik (Hembing, 2006)
1. Rematik Artikuler : gangguan rematik yang berlokasi pada persendian
( arthritis rheumatoid, osteoarthritis, dan gout)

Keperawatan Komprehensif

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015


Osteoarthritis
Penyakit yang merupakan penyakit kerusakan tulang rawan sendi
yang berkembang lambat dan berhubungan dengan usia lanjut.
Secara klinis ditandai dengan nyeri, deformitas, pembesaran sendi,
dan hambatan gerak pada sendi-sendi tangan dan sendi besar yang
menanggung beban. Osteoarthritis adalah penyakit peradangan
sendi yang sering muncul pada usia lanjut. Jarang dijumpai pada
usia dibawah 40 tahun dan lebih sering dijumpai pada usia diatas
60 tahun.
Artthritis Reumatoid
Arthritis rheumatoid merupakan radang yang umumnya menyerang
pada sendi sendi tangan dan kaki yang semakin lama semakin
bertambah berat sakitnya.
Gout arthritis
Adalah suatu bentuk arthritis (peradangan sendi yang biasanya
menyerang jari jari kaki, terutama ibu jari kaki). Bisa juga
menyerang lutut, tumit, pergelangan kaki, pergelangan tangan, jarijari tangan dan siku. Gout biasanya diturunkan dalam keluarga.
Hanya saja pada pria sering timbul tanpa gejala awal sekitar 45
tahun. Bila dicetuskan oleh cedera ringan seperti memakai sepatu
yang tidak sesuai ukuranny, terlalu banyak makanan yang
mengandung asam urat seperti jeroan, alcohol, stress, infeksi dan
obat-obatan tertentu.
2. Rematik nonartikuler : gangguan rematik yang disebabkan oleh proses
luar persendian ( bursitis, fibrositis, dan sciatica)
Bursitis
Merupakan peradangan bursa yang menimbulkan rasa sakit pada
satu atau lebih kantong yang berisi cairan penutup dan pelingdung
ujung tulang. Bursa berfungsi sebagai bantalan antara tulang, otot,
dan tali otot. Daerah yang biasanya terserang bursitis meliputi
bagian bawah otot bahu, siku, sendi pinggul, tempurung lututm,
dan tumit. Bursitis terjadi pada usia menengah dan mungkin
serangannya tidak berlangsung lama.
Fibrositis

Keperawatan Komprehensif

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015


Merupakan suatu kondisi yang disebabkan inflamasi atau
peradangan jaringan ikat fibrous, terutama pada daerah leher, bahu,
dan punggung bagian atsa. Hal ini terjadi karena berbagai hal,
umumnya fibrositis disebabkan rasa sakit pada leher tulang
belakang akibat salah urat atau cedera ringan, serta adanya
degenerasi pada tulang rawan. Selain itu, dapat juga disebabkan
karena kelelahan, kecemasan, dan faktor kejiawaan maupun psikis.
Gangguan ini ditandai dengan rasa sakit, sensitive, dan otot kaku.
Fibrositis sering dijumpai pada usia lanjut terutama wanita.
Sciatica
Merupakan suatu keadaan yang ditandai oleh rasa sakit yang
menjalar kebawah dari punggung bagian bawah atau bokong
hingga tungkai bawah sepanjang daerah saraf sciatic, yaitu saraf
terbesar tubuh yang terletak sepanjang kaki. Umumnya, penyakit
ini disebbakan tekanan pada saraf oleh diskus intervertebralis yang
robek dan menonjol keluar dari sumsum tulang belakang atau ruas
tulang punggung yang bergeser.

B. ETIOLOGI
Faktor yang mempengaruhi munculnya rematik tergantung pada jenis
rematiknya. Serangan pada jenis rematik yang satu dipengaruhi oleh faktor
yang berbeda dengan rematik yang lainnya.
Berikut beberapa jal yang mempengaruhi timbulnya serangan rematik :
1. Faktor Usia
Rematik juga dipicu ileh faktor pertambahan usia. Setiap persendian
tulang memiliki lapisan pelindung sendi yang menghalangi terjadinya
gesekan antara tulang. Dan didalam sendi terdapat cairan yang
berfungsi sebagai pelumas sehingga tulang dapat digerakkan dengan
leluasa. Pada mereka yang sudah berusia lanjut, lapisan pelingdung
persendian mulai menipis dan cairan tulnag meulai mengental,
menyebabkan tubuh menjadi kaku dan sakit saat digerakkan. Biasanya
lebih banyak menyerang usia diatas 60 tahun. Tidak semua jenis

Keperawatan Komprehensif

10

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015


rematik dipengaruhi oleh proses menua (proses degenerative). Ada
juga rematik yang menyerang anak-anak dan usia muda seperti
juvenile rheumatoid arthritis yang menyerang anak usia 4-15 tahun.
2. Jenis Kelamin
Wanita lebih sering terkena osteoarthritis lutut dan sendi, dan laki-laki
lebih sering terkena osteoarthritis paha, pergelangan tangan dan leher.
Secara keseluruhan dibawah 45 tahun frekuensi osteoarthritis kurang
lebih sama pada laki dan wanita tetapi diatas 50 tahun frekuensi
osteoarthritis lebih banyak pada wanita dar pada pria hal ini
menunjukan adanya peran hormonal pada pathogenesis osteoarthritis.
3. Infeksi
Rematik pada persendian dapat disebabkan karena adanya infeksi virus
atau bakteri. Hal ini dapat mengakibatkan rasa sakit yang mendadakn.
Tanda-tandanya berupa demam, nyeri pada persendian tulang dan otot,
disertai dengan peradangan (seperti bengkak, panas, dan bercak-bercak
pada kulit)
4. Pekerjaan
Sikap badan yang salah dalam melakukan pekerjaan sehari-hari
memudahkan timbulnya rematik non artikuler. Mengangkat beban
berat dari lantai dengan badan membungkung dapat mengakibatkan
sakit pinggang. Pada pemain tenis, karena seringnya melakukan
pukulan back hand yang keras atau cedera lain, dapat menimbulkan
rasa nyeri dan peradangan pada jaringan otot siku lengan yang disebut
dengan tennis elbow.
5. Jenis Makanan
Tidak senua jenis rematik dipengaruhi oleh faktor makanan. Rematik
gout atau asam urat merupakan satu-satunya jenis rematik yang
serangannya sangat dipengaruhi oleh pola makan. Mengkonsumsi
makanan yang banyak mengandung purin dapat meningkatkan kadar
asam urat, yang menyebabkan terjadinya pengkristalisasian dalam
sendi. Agar terhindar dari penyakit gout, salah satu caranya adalah
menjaga kadar asam urat dalam darah di posisi normal, yaitu 5-7mg%.
batasan tertinggi untuk pria dalah 6,5mg% sedangkan untuk wanita
5,5mg%, di atas batas ini biasanya akan terjadi pengkristalan. Diet

Keperawatan Komprehensif

11

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015


normal biasanya mengandung 600-1000 mg purin per hari. Namun
bagi penderita gout, asupan purin harus dibatasi sekitar 100-150 mg
purin per hari (Sutantu, 2008)
Makanan untuk diet asam urat menjadi tiga jenis, yaitu bahan makanan
yang tinggi purin, kandungan purin sedang dan rendah :
Tinggi Purin (150-1000mg/100g bahan pangan)
Ikan teri, otak, jeroan, daging angsa, burung dara, telur ikan, kaldu,
sarden, alcohol, ragi, melinjo (emping) dan makanan yang
diawetkan.
Sedang (50-100/100 g bahan pangan)
Bahan pangan ini sebaiknya dibatasi 50 g/hari, ikan tongkol,
tenggiri, bawal, bandeng, daging sapi, daging ayam, kerang,
asparagus, kacang-kacangan, jamur, bayam, kembang kol, buncis,
kapri, tahu, tempe.
Rendah purin (0-100 mg/100 g bahan makanan)
Nasi, roti, macaroni, mie, crackers, susu, keju, telur, sayuran dan
buah buahan kecuali durian dan alpukat.
Akan tetapi pada osteoarthritis salah satunya dipengaruhi oleh
defisiensi kalsium akibat makanan rendah kalsium dan vitamin D
dalam waktu yang lama.
6. Faktor genetic atau keturunan
Faktor genetic atau keturunan hanya berpengaruh pada beberapa jenis
rematik tertentu, faktor keturunan mempunyai peran terhadap
terjadinya osteoarthritis. Sinovitis yang terjadi seringkali dihubungkan
dengan mutasi genetic yaitu gen Ank. Gen tersebut berkaitan dengan
peningkatan pirofosfat intraseluler dua kali lipat, dimana deposit
pirofosfat diyakini dapat menyebabkan sinovitis. Pengaruh faktor
genetic mempunyai kontribusi sekitar 50% terhadap risiko terjadinya
osteoarthritis tangan dan panggul dan sebagian kecil osteoarthritis
lutut.
7. Patologis
Depresi, stress, dan beban kecemasan yang disertai dengan kelelahan
dan ketidakmampuan menangani tuntutan fisik dapat mempengaruhi
timbulnya penyakit rematik. Sikap mental yang salah tersebut
merupakan sumber ketegangan otot yang memacu timbulnya rematik.

Keperawatan Komprehensif

12

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015


Rasa nyeri yang merupakan gejala komplek rematik dapat bertambah
buruk dalam keadaan stress, depresi dan gelisah.
8. Latihan Fisik
Penelitian menunjukkan bahwa latihan fisik adalah penyembuhan yang
paling baik untuk osteoarthritis. Olahraga dapat meningkatkan suasana
hati

(mood)

dan

harapan

(outlook,

mengurangi

rasa

sakit,

meningkatkan fleksibilitas, memperbaiki jantung dan aliran darah,


menjaga berat badan dan memperbaiki kebugaran secara umum.
Olahraga juga tidak mahal, bila dilakukan dengan benar, tidak ada efek
samping. Jumlah dan bentuk olahraga tergantung dari persendian yang
terlibat, kestabilan dan apakah sudah pernah dilakukan pembedahan.
Dengan latihan fisik secara teratur (penguatan, rentang gerakan,
isometric, isotinik, isokinetik, postural), kartilago dapt dipertahankan
tetap sehat, mendorong gerakan dan membantu pengembangan otot
dan tendon untuk meredam tekanan dan mencegah kerusakan
selanjutnya akibat osteoarthritis. Sebaliknya inaktivitas dan imobilisasi
walau dalam periode pendek akan memperburuk atau mempercepat
berkembangnya osteoarthritis.
Latihan fisik dan penguatan otot akan meningkatkan fungsi fisik dan
mengurangi kecacatan rasa sakit, pemakaian analgesic. Ada panduan
dari American Geriatrics Society untuk latihan fisik bagi pasien
osteoarthritis. Lebih dianjurkan latihan fisik isometric dinadingkan
dengan isotonic karena isotonic akan memperburuk sendi yang
terkena. Latihan fisik harus diajarkan kepada pasien sebelum pasien
mempraktikkan di rumah. Latihan fisik sebaiknya dilakukan tiga
sampai empat klai sehari. Bila terasa sakit, kurangi latihan (Depkes RI,
2006)
9. Kelebihan berat badan (ebesitas)
Osteoarthritis panggul, lutut, dan tangan sering dihubungkan dengan
peningkatan berat badan. Obesitas merupakan penyebab yang
mengawali osteoarthritis, bukan sebaliknya bahwa obesitas disebabkan
immobilitas akibat rasa sakit karena osteoarthritis. Pembebanan lutut
dan panggul dapat menyebabkan karusakan kartilago, kegagalan
ligament dan dukungan structural lain. Setiap penambahan berat +

Keperawatan Komprehensif

13

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015


kg, tekanan total pada satu lutut meningkat sebesar + 1-1 1/2 kg. Setiap
penambahan 1 kg meningkatkan resiko terjadinya osteoarthritis
sebesar 10%. Bagi orang yang berat badan lebih, setiap penurunan
berat walau hanya 5 kg akan mengurangi risiko di kemudian hari
sebesar 50% (Depkes RI, 2006)

Tabel 1 ndeks Massa Tubuh


Keadaan
Kurus

Kategori
Kekurangan BB tingkat berat
Kekurangan BB tingkat ringan

Normal
Gemuk

IMT (kg/m2)
< 17
17,0 18,4
18,5 - 25

Kelebihan BB tingkat ringan


Kelebihan BB tingkat berat

25,1 27
> 27

Sumber : Depkes RI, 2002


Faktor Pemicu Munculnya Rematik:
(Marisa, 2012)
1. Kopi
Meskipun hubungan antara kopi dengan reumatik masih diperdebatkan,
tapi studi menunjukkan kopi tanpa kafein bisa meningkatkan risiko
terkena reumatik sedangkan kopi berkafein tidak memiliki dampak.
Selain itu kopi mungkin bisa membuat obat reumatik seperti
methotrexate tidka bekerja dengan baik.
2. Cuaca
Perubahan tekanan udara dan suhu bisa memiliki dampak yang besar
terhadap gejala reumatik. Dr Goodman menuturkan perubahan iklim
cenderung bisa memperburuk gejala-gejala dari reumatik, karena itu
pasien biasanya lebih mengharapkan cuaca atau iklim yang konsisten.
3. Alkohol
Dalam studi terbaru di jurnal Rheumatology, peneliti meminta sekitar
1.000 orang yang memiliki kebiasaan konsumsi alkohol dan kondisi
reumatik. Peneliti menemukan orang yang mengonsumsi alkohol 3-4
hari dalam seminggu lebih memungkinkan untuk memiliki reumatik.

Keperawatan Komprehensif

14

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015


4. Kurang Vitamin D
Hubungan antara vitamin D dan reumatik tergolong rumit. Namun studi
menunjukkan perempuan yang jarang terkena sinar matahari berisiko
lebih besar terkena reumatik. Hal ini mungkin karena kekurangan sinar
matahari bisa menyebabkan kekurangan vitamin D yang telah dikaitkan
dengan penyakit autoimun lainnya.
5. Merokok
Susan Goodman, MD seorang rheumatologist dari Hospital for Special
Surgery di New York City menuturkan rokok bisa membuat reumatik
bertambah buruk dan juga meningkatkan risiko seseorang terkena
reumatik. Studi menunjukkan orang dengan reumatik yang tidak
merokok memiliki lebih sedikit bengkak dan sendi yang sakit dibanding
perokok. Selain itu perokok memiliki dua kali kemungkinan mengalami
kerusakan sendi.
C. MANIFESTASI KLINIS REMATIK
Gejala rematik bermacam-macam tergantung jenisnya. Namun secara
umum rematik ditandai dengan rasa nyeri dan kaku pada persendian, otot,
dan tulang, selain itu rematik juga disertai dengan gejala lain seperti rasa
lelah dan lemah, demam, sulit tidur, depresi, berat badan menurun, serta
gerak tubuh terhambat/lamban.
Berikut gejala yang sering terjadi pada penyakit rematik
1. Nyeri pada anggota gerak
Rasa nyeri pada anggita gerak merupakan keluhan utama para
penderita rematik. Biasanya, rasa nyeri timbul ketika melakukan
gerakan tertentu atau setelah melakukan aktivitas. Nyeri juga dapat
timbul ketika istirahat yang tidak ada hubungan dengan masa gerakan
sebelumnya, atau pada pagi hari ketika bangun tidur. Rasa nyeri
tersebut tidak hanya di persendian, tetapi juga menyebar hingga
seluruh tubuh. Nyeri yang menjalar secara tajam keseluruh tubuh
menandakan nyeri saraf.
Sendi yang dapat terserang :

Jari tangan : pembesaran tulang di ujung jari (pertama


bersama) adalah biasa. Ini disebut node Heberden.

Keperawatan Komprehensif

15

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015


Mereka biasanya tidak menyakitkan. Kadang-kadang
mereka dapat membesar tiba-tiba, terasa menyakitkan,
bengkak, dan merah. Hal ini dikenal sebagai osteoartritis
nodal dan terjadi pada wanita yang lebih tua dari 45
tahun.

Pinggul : sendi pinggul berfungsi untuk menahan beban


yang berat. Keterlibatan pinggul dapat dilihat lebih
cenderung pada pria. Petani, pekerja konstruksi, dan
pemadam

kebakaran

telah

ditemukan

memiliki

peningkatan kejadian dari hip osteoarthritis. Para peneliti


berpikir bahwa beban kerja fisik yang berat memberikan
kontribusi untuk OA pada panggul dan lutut .

Lutut: sendi lutut juga berfingsi menahan beban


tubuh. Berulang

berjongkok

dan

berlutut

dapat

meningkatkan risiko osteoarthritis.

Spine : Osteoartritis tulang belakang bisa menyebabkan


tulang taji atau osteophytes, yang dapat menekan saraf
perangsang nyeri menimbulkan rasa sakit dan kelemahan
di lengan atau kaki.

2. Kelemahan otot
Pada umumnya gejala yang meringankan nyeri adalah otot-otot terasa
capek dan lemah. Dalam waktu yang lama, kelemahan otot tersebut
dapat menimbulkan atrofi (pengecilan) otot yang bersangkutan. Dalam
hal ini disebabkan oleh proses rematismus yang berjalan cukup lama.
Jaringan yang tekena proses patologik, yaitu saraf pergerakan (saraf
motorik) atau otot.
3. Peradangan dan Bnegkak pada sendi
Jika sendi mengalami peradangan maka sendi akan membengkak,
warna kulit terlihat memerah, nyeri dan terasa panas setempat, dan
sakit jika diraba. Terkadang pada kulit akan timbul bercak-bercak dan
jika ditekan agak nyeri.
4. Kekakuan Sendi

Keperawatan Komprehensif

16

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015


Persendian terasa kaku dan nyeri apabila digerakkan. Pada mulanya
hanya terjadi pada pagi hari, tetapi apabila dibiarkan akan bertambah
buruk dan menimbulkan rasa sakit setiap melakukan gerakan tertentu,
terutama pada waktu menopang berat badan, namun bisa membaik bila
diistirahatkan. Kekakuan juga dapat disebabkan otot yang tegang
secara berkesinambungan.
5. Kejang dan Kontraksi otot
Saat kejang otot-otot menggumpal dan terasa sebagai benjolan yang
keras. Dengan mengurutkan dan menggerakkan anggota tubuh, dapat
membantu meredakan kontraksi otot yang tegang dan keras.
6. Gangguan Fungsi
Lamban laun, rasa nyeri, kekakuan dan kelemahan otot akan
berpengaruh pada aktivitas keseharian. Gangguan fungsi tersebut dapat
mematahkan semangat kebanyakan penyakit rematik. Gangguan fungsi
tersebut sering menjadi keluhan utama penderita rematik seperti tidak
dapat berjalan karena lutut atau tumit sakit atau tidak bisa berbalik
karena tumit terasa sakit.
7. Sendi Berbunyi (krepitasi)
Sebgaian orang usia muda dapat menghasilkan bunyi-bunyian jika
menekuk persendian pada jari-jari tangan, kaki atau lainnya. Meskipun
demikian, bukan berarti mereka itu akan terkena rematik. Pada
penyakit rematik dapat dirasakan adanya bunyi berderak yang dapat
diraba dan didengar.
8. Sendi goyah
Sendi posisinya goyah dapat terjadi karena kerusakan rawan sendi atau
ligament yang robek. Selain itu dapat dsebabkan juga karena
peradangan atau trauma pada ligament dan kapsul sendi.
9. Timbulnya perubahan bentuk
Rematik yang parah dapat menyebabkan perubahan bentuk organ
tubuh atau kecacatan. Kelainan ini hanya terjadi pada jenis rematik
tertentu terutama rematik sendi (artikuler), seperti rheumatoid arthritis,
gout, dan osteoarthritis. Biasanya, perubahan bentuk terjadi pada

Keperawatan Komprehensif

17

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015


sendi-sendi jari tangan dan sendi antar ruas jari yang terlihat bengkak
dan bentuknya berubah. Osteoaathritis yang menyerang sendi lutut
kadang dapat menyebabkan kaki berubah bentuk menjadi O. sendisendi yang terserang rheumatoid arthritis dapat berubah menjadi
bengkok. Sendi yang terserang gout menimbulkan tonjolan yang
disebut dengan tofus.
10. Timbul benjolan/nodul
Umumnya benjolan timbul pada rematik gout kronis, disebut tofus.
Tofus merupakan endapan seperti kapur dibawah kulit atau di dalam
sendi yang menandakan adanya pengendapan asam urat. Pada
rheumatoid arthritis juga dapat timbul benjolan yang disebut nodul
rheumatoid, yaitu masa berbentuk bundar atau oval yang tidak lunak
dibawah kulit, benjolan kecil yang timbul pada sendi antar ruas jari
tangan paling ujung disebut nodus herberden atau benjolan herbenden.
Perubahan Perilaku dan Pola Hidup pada Pasien dengan Osteoarthritis
Orang yang telah mengalami osteoarthritis biasanya akan mengalami
perubahan baik dalam perilaku maupun dalam pola hidup, beberapa
perubahan yang dapat terjadi diantaranya:
- Orang yang telah mengalami osteoarthritis akan mengalami penurunan
dalam melakukan aktivitas oleh karena hambatan dalam bergerak baik
karena kaku sendi, nyeri saat bergerak, ataupun karena pembengkakan
-

sendi.
Penderita osteoarthritis akan lebih banyak beristirahat (bed rest)
daripada beraktivitas karena nyeri biasanya bertambah dengan gerakan

dan sedikit berkurang dengan beristirahat.


Penderita osteoarthritis akan membutuhkan waktu lebih lama untuk
mulai melakukan aktivitas setelah bangun pagi atau duduk dalam
waktu yang cukup lama karena mengalami kekakuan pada sendi
selama kurang lebih 30 menit setelah imobilitas atau yang sering

disebut dengan kaku pagi.


Orang osteoarthritis akan mengalami perubahan gaya berjalan karena
deformitas sendi.

Keperawatan Komprehensif

18

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015


-

Orang dengan osteoarthritis akan mengalami perubahan dalam pola


makan yaitu dengan lebih menurunkan konsumsi makanan yang
berkolesterol agar tidak terjadi obesitas karena obesitas akan lebih
memberatkan beban sendi.

D. KOMPLIKASI
Komplikasi Osteoarthritis
Osteoarthritis adalah jenis penyakit degeneratif yang akan semakin parah
seiring bertambahnya waktu. Rasa sakit dan kaku di persendian bisa saja
semakin parah sehingga dapat menganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan
sejumlah penderitanya tak mampu lagi bekerja. Ketika sakit di persendian
makin parah, biasanya dokter akan menyarankan untuk menjalani bedah
pergantian sendi
Komplikasi GOUT
Pada gout yang menahun dapat terjadi pembentuk tofi. Tofi adalah
benjolan dari kristal monosodium urat yang menumpuk di jaringan lunak
tubuh. Tofi merupakan komplikasi lambat dari hiperurisemia (radang
sendi). Komplikasi dari tofi berupa nyeri, kerusakan dan kelainan bentuk
jaringan lunak, kerusakan sendi dan sindrom penekanan saraf.
Tiga komplikasi gout pada ginjal berupa batu ginjal, gangguan ginjal akut
dan kronis akibat asam urat. Batu ginjal terjadi sekitar 10-25% pasien
dengan gout primer. Kelarutan kristal asam urat meningkat pada suasana
pH urin yang basa. Sebaliknya, pada suasana urin yang asam, kristal asam
urat akan mengendap dan terbentuk batu.
Gout dapat merusak ginjal, sehingga pembuangan asam urat akan
bertambah buruk. Gangguan ginjal akut gout biasanya sebagai hasil dari
penghancuran yang berlebihan dari sel ganas saat kemoterapi tumor.
Penghambatan aliran urin yang terjadi akibat pengendapan asam urat pada
duktus koledokus dan ureter dapat menyebabkan gagal gifnjal akut.
Penumpukan jangka panjang dari kristal pada ginjal dapat menyebabkan
gangguan ginjal kronik.

Keperawatan Komprehensif

19

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015

E. PENATALAKSANAAN
Secara umum penatalaksanaan rematik dapat dibagi dalam :
1. Terapi Modifikasi Prilaku

menurunkan berat badan bagi yang kelebihan berat badan

latihan

menguatkan otot

paha dan pinggul untuk

menjaga

kebugaran tubuh

memakai knee brance selama diperlukan

Olahraga dapat mengurangi rasa sakit dan dapat membantu


mengontrol barat badan. Olahraga untuk osteoarthritis misalnya
berenang dan jogging.

Menjaga sendi
Menggunakan sendi dengan hati-hati dapat menghindari kelebihan
stres padasendi

Pada gout perhatikan pola istirahat yang teratur. Paling tidak


istirahatkan sendi yang terkena. Bila ibu jari yang terkena lepaskan
sepatu, upayakan ibu jari sellau pada posisi terangkat.

Menggunakan sepatu yang nyaman, perhatikan sepatu agat tidak


terlalu ketat atau terlalu longgar. Upayakan agar ibu jari kaki dapat
digerakkan dengan mudah, trauma ringan pada ibu jari kaki dapat
memicu terjadinya nyeri.

2. Terapi Diet nutrisi


(Hartono, A. 2006)
Diet OA:

Diet pada osteoathritis tidak khas kendati makanan yang banyak


mengandung kalsium seperti : susu, ikan-ikan kecil yang tulangnya
dapat dimakan (ikan teri, ebi) dan sayuran hujau serta biji-bijian,
buah boleh diberikan untuk mencegah osteoporosis, disamping itu
makanan yang mengandung omega 3 seperti ikan laut juga baik
dikonsumsi untuk perbaikan inflamasi

Diet yang paling penting untuk pasien osteoathritis yang obes


adalah diet rendah kalori karena kegemukan atau obesitas

Keperawatan Komprehensif

20

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015


merupakan salah satu faktor resiko timbulnya kelainan degeneratif
sendi.

Makanan lain yang dapat mengatasi inflamasi sekaligus megurangi


rasa nyeri adalah minuman seperti kunir/kunyit yang mnegandung
curcumin dan jahe yang mengandung gingerol.

Kurangi makanan yang mengandung daging serta lemak.

vitamin D (susu ),C (daun singkong, kelor, dan jeruk, kentang,


tomat, pepaya), E ( gandum, minyak jagung, sayuran hujai, beras
merah,jangung, ketan hitam, makanan laut), dan beta karotin
( bayam merah, brokoli, labu merah, mangga, semangka, tomat,
wortel, ubi) untuk mengurangi laju perkembangan osteoarthritis.

Teh hijau memiliki zat anti peradangan

Diet Gout:
Agar terhindar dari penyakit gout, salah satu caranya adalah menjaga
kadar asam urat dalam darah di posisi normal, yaitu 5-7mg%. batasan
tertinggi untuk pria dalah 6,5mg% sedangkan untuk wanita 5,5mg%,
di atas batas ini biasanya akan terjadi pengkristalan. Diet normal
biasanya mengandung 600-1000 mg purin per hari. Namun bagi
penderita gout, asupan purin harus dibatasi sekitar 100-150 mg purin
per hari (Sutantu, 2008)
Makanan untuk diet asam urat menjadi tiga jenis, yaitu bahan
makanan yang tinggi purin, kandungan purin sedang dan rendah :
Tinggi Purin (150-1000mg/100g bahan pangan)
Ikan teri, otak, jeroan, daging angsa, burung dara, telur ikan,
kaldu, sarden, alcohol, ragi, melinjo (emping) dan makanan yang
diawetkan.
Sedang (50-100/100 g bahan pangan)
Bahan pangan ini sebaiknya dibatasi 50 g/hari, ikan tongkol,
tenggiri, bawal, bandeng, daging sapi, daging ayam, kerang,
asparagus, kacang-kacangan, jamur, bayam, kembang kol,
buncis, kapri, tahu, tempe.
Rendah purin (0-100 mg/100 g bahan makanan)

Keperawatan Komprehensif

21

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015


Nasi, roti, macaroni, mie, crackers, susu, keju, telur, sayuran dan
buah buahan kecuali durian dan alpukat.
Nutrisis kuratif
Monitor berat bdan : penurunan berat yang tidak dikehendaki dapat
menjadi indikator dini untuk menunjukkan malnutrisi
Asupan protein harus diperthankan pada 0,8g/kg BB/hari : asupan
protein yang berlebih tidak dianjurkan
Asupan buah dan sauran harus dievaluasi, asupan ini harus lebih
dari 5 kali sajian per hari
Asupan lemak dari makanan harus dievaluasi, diat rendah lemak
(<30% asupan total kalori) dengan <5% jumlah kalori dari lemak
tak jenuh ganda ( samam lemak omega-6) dan >10% dari lemak
tak jenuh tunggal (asam lemak omega 9) dapat dianjurkan untuk
mengurangi respon inflamasi
Mengevaluasi diet untuk menentukan kecukupan vitamin b6atau
asam askorbat
Memberikan suplemen multivitamin/mineral setiap hari jika
asupan dari makanan tampaknya tidak mencukupi (kurang dari
AKG)
Preskripsi diet

Makan makanan dalam porsi kecil tetapi sering

Cobalah diet tanpa daging 3-4 hari dalam seminggu

Biasakan makan ikan minimal seminggu sekali dengan memilih


jenis ikan yang kaya akan asam lemak omega 3

Ikut sertakan buah buahan dan sayur dalam diet, tambahkan buah
pada bubur sereal.

3. Terapi Konvensional
Menggunakan kompres dingin saat sendi sedang bengkak
merah dan terasa panas, hindari menggunakan kompres panas.
Dingin dapat mngurangi pembengkakan pada sendi dan

Keperawatan Komprehensif

22

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015


mengurangi rasa sakit.Dapat didapat dengan mengompres
daerah yang sakit dengan air dingin.
Bila nyeri tanpa pembengkakan dan merah gunakan kompres
hangat. Panas didapat, misalnya dengan mandi air panas.
Panas dapat mengurangi rasasakit pada sendi dan melancarkan
peredaran darah.
Hindari memijat daerah yang bengkak
Temulawak dan sambiloto merupakan tanaman tanaman
antiradang, antinyeri dan antiracun.
Relaksasi , guided imageri untuk mengurangi rasa nyeri
dengan pengalihan perhatian.
ROM untuk meningkatkan elastisitas sendi dan mencegah
kontraktur.
F. PENCEGAHAN
Pencegahan rematik :
a) Hindari kegiatan tertentu apabila sendi sudah terasa nyeri, sebaiknya
berat badan diturunkan, sebab bila kegemukan mengakibatkan beban
pada sendi lutut atau tulang pinggul terlalu berat.
b) Istirahat yang cukup, pakailah kaos kaki atau sarung tangan sewaktu
tidur malam hari dan kurangi aktivitas yang berat secara perlahan lahan.
c) Hindari makan segala sesuatu berlebihan atau terutama yang bisa
mencetuskan serangan rematik. Kurangi makanan yang kaya akan purin
misalnya : daging jeroan (seperti kikil), babat, usus, ati, ampela dll.

Keperawatan Komprehensif

23

Program Studi Ilmu Keperawatan A Tahun 2015

Keperawatan Komprehensif

24