Anda di halaman 1dari 156

ALUR KELUAR MASUK PASIEN DI INSTALASI RAWAT

INTENSIF

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

No Dokumen
445/ 01 /101.14/RII/2009
PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Tanggal Terbit
30 Desember 2009

No Revisi
Halaman
0
1/5
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Prosedur pasien masuk dari Instalasi Rawat Jalan, Instalasi


PENGERTIAN

Gawat Darurat, Instalasi Bedah Sentral, atau Pavilyun serta


keluar dari Instalasi Rawat Intensif.
1.

Memberikan

tata

cara

memasukkan pasien ke Ruang Rawat Intensif.

TUJUAN
2.

Memberikan

gambaran alur

pasien sebelum dirawat di ICU dan setelah keluar dari


ICU.
KEBIJAKAN

Kebijakan Kepala UPT tentang pelayanan


A.

PROSEDUR

Alur Masuk Pasien di Instalasi Rawat Intensif

1. Pasien dapat berasal dari Instalasi Rawat Jalan,


Instalasi Gawat Darurat, Instalasi Bedah Sentral atau
Pavilyun.
2. Sudah ada terapi atau tindakan serta permintaan
masuk Instalasi Rawat Intensif dari dokter yang
merawat.
3. Petugas asal pasien memberitahukan kepada
petugas Instalasi Rawat Intensif mengenai :

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

ALUR KELUAR MASUK PASIEN DI INSTALASI RAWAT


INTENSIF

No Dokumen
445/ 01 /101.14/RII/2009
PROSEDUR

No Revisi
0

Halaman
2/5

:
a.

Identitas penderita

b.

Keadaan penderita dan diagnosa masuk


Instalasi Rawat Intensif

c.

Tindakan dan terapi yang telah diberikan

d.

Peralatan

dan

obat-obatan

yang

harus

disiapkan di Instalasi Rawat Intensif


4. Petugas Instalasi Rawat Intensif menyiapkan tempat,
peralatan dan obat-obatan yang akan digunakan.
5.

Bila sudah siap, petugas Instalasi


Rawat Intensif memberitahukan ke petugas asal
pasien bahwa pasien dapat dikirim.

6.

Untuk pasien dari Instalasi Bedah Sentral, petugas


Instalasi Rawat Intensif yang mengambil pasien.

8.

Melakukan tindakan penanganan pasien


selanjutnya sesuai dengan instruksi dokter spesialis
yang merawat.

B.

Alur Keluar Pasien di Instalasi Rawat Intensif

1.

Dokter
merawat

menyatakan

pasien

spesialis

yang

sudah

dapat

dipindahkan ke ruang perawatan biasa/ pasien


meninggal/ pasien meminta pulang paksa
2.

Sebelum pasien dipindahkan,


petugas ICU dan instalasi rawat inap atau VIP harus

Rumah
Sakit Kusta
Sumbergla
gah

melakukan serah terima pasien tentang :


ALUR KELUAR MASUK PASIEN DI INSTALASI RAWAT
INTENSIF
No Dokumen
445/01/101.14/RII/2009
2

No Revisi
0

Halaman
3/5

a. Keadaan pasien (tensi, nadi, kesadaran, dsb)


b. Tindakan apa saja yang telah dilakukan
c. Obat-obatan yang talah diberikan dan kapan waktu
pemberiannya
d. Tindakan dan terapi selanjutnya
e. Keperawatan dan obat-obat yang dibawa
f. Data-data tertulis yang berhubungan dengan
penanganan pasien (status, lembar observasi,
dan sebagainya)
3.

Semua pasien, baik yang


masuk dari rawat jalan, IGD, maupun pindahan dari
ruangan rawat inap/pavilliun, yang akan keluar dari
ICU ke ruangan rawat inap/pavilliun dijemput oleh
petugas ruangan rawat inap/pavilliun yang akan
ditempati oleh pasien tersebut.

4.

Bila pasien harus dirujuk ke


RS lain, maka petugas ambulance 118 akan

Rumah
Sakit Kusta
Sumbergla
gah

mengantar sampai ke RS yang dituju.


ALUR KELUAR MASUK PASIEN DI INSTALASI RAWAT
INTENSIF
No Dokumen
445/ 01 /101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
4/5

Alur Keluar Masuk Pasien di Instalasi Rawat Intensif :

Rujuk

SEMBUH
meninggal

K
Rumah
Sakit Kusta
Sumbergla
gah

Unit Terkait:

ALUR KELUAR MASUK PASIEN DI INSTALASI RAWAT


INTENSIF
No Dokumen
445/ 01 /101.14/RII/2009

Instalasi Rawat Intensif

No Revisi
0

Halaman
5/5

Instalasi Gawat Darurat


Instalasi Rawat Inap Kusta
Instalasi Rawat Inap Umum
Instalasi Kamar Operasi

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

KRETERIA PASIEN MASUK RUANG RAWAT INAP


INTENSIF ( ICU )
No Dokumen
No Revisi
Halaman
445/ 02 /101.14/RII/2009
0
1/3
Tanggal Terbit
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Kriteria pasien masuk adalah kondisi pasien yang memberi


isyarat diperlukannya

perawatan intensif sesuai indikasi

pasien masuk di Ruang Rawat Intensif [ICU]


Tujuan

Memberikan batasan pasien yang memerlukan perawatan


intensif

Kebijakan
Kebijakan Kepala UPT tentang Pelayanan
Prosedur
Pasien yang akan masuk ICU harus memenuhi persyaratan dan
indikasi masuk ICU.
Persyaratan Pasien Masuk ICU
1.

Memenuhi kriteria masuk di


Instalasi Rawat Intensif

2.

Ada permintaan masuk ICU


dari dokter spesialis yang merawat.

3.

Ada

persetujuan

dari

pasien/keluarga pasien untuk dirawat di ICU.

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

KRETERIA PASIEN MASUK RUANG RAWAT INAP


INTENSIF ( ICU )
No Dokumen
No Revisi
Halaman
445/ 02 /101.14/RII/2009
0
2/3

Indikasi Pasien Masuk ICU


1.

Prioritas I
Pasien yang memerlukan tindakan terapi intensif
Menderita penyakit atau gangguan akut pada organ vital
apapun sebabnya yang memerlukan tindakan intensif

dan agresif untuk mengatasinya.


Misal : Gagal nafas, gagal sirkulasi, gagal susunan saraf
pusat, gagal ginjal
2.

Prioritas II
Pasien yang memerlukan pemantauan intensif
Memerlukan pemantauan intensif, baik secara invasif
maupun non invasif atas keadaan-keadaan yang dapat
menimbulkan ancaman gangguan pada system organ
vital.
Misal : Pasca bedah ekstensif, pasca henti jantung,
pasca bedah dengan penyakit jantung.

3.

Prioritas III
Pasien sakit kritis/terminal dengan prognosis yang jelek
untuk sembuh.
Memerlukan terapi intensif untuk mengatasi penyakit
akut, tetapi tidak dilakukan tindakan invasif seperti
intubasi

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

KRETERIA PASIEN MASUK RUANG RAWAT INAP


INTENSIF ( ICU )
No Dokumen
No Revisi
Halaman
445/ 02 /101.14/RII/2009
0
3/3

Misal : Keganasan metastatik dengan penyulit infeksi,


sumbatan jalan napas, penyakit jantung/paru terminal
dengan komplikasi penyakit akut berat.
Pasien yang tidak perlu masuk ICU :
1. Pasien Mati Batang Otak (MBO), kecuali yang
merupakan donor organ
2. Pasien

prioritas

atau

II

yang

menolak

perawatan/tindakan agresif di ICU


3. Pasien dengan keadaaan vegetatif yang permanen
4. Pasien dalam keadaan stabil dengan resiko yang
rendah untuk menjadi berbahaya
5. Pasien dalam keadaan stadium akhir (end-stage)
penyakit-penyakit.
Unit Terkait:
1.

Instalasi Rawat Jalan

2.

Instalasi Gawat Darurat

3.

Instalasi Kamar Operasi

4.

Instalasi Rawat Inap

5.

Vip

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

KRETERIA PASIEN KELUAR RUANG RAWAT INAP


INTENSIF ( ICU )
No Dokumen
No Revisi
Halaman
445/ 03 /101.14/RII/2009
0
1/2
Tanggal Terbit
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004
Kriteria pasien keluar adalah kondisi pasien yang

PENGERTIAN

memberikan isyarat bahwa pasien tidak lagi memerlukan


perawatan lebih lanjut di Ruang Rawat Intensif [ICU].
Memberikan

TUJUAN

batasan

pasien

memerlukan perawatan intensif lagi.

yang

sudah

tidak

KEBIJAKAN

PROSEDUR

Kebijakan Kepala UPT tentang pelayanan

Kriteria pasien keluar dari Ruang Rawat Intensif adalah:


1. Keadaan pasien telah membaik dan cukup stabil,
sehingga tidak memerlukan terapi atau pemantauan
yang intensif lagi.
2. Terapi atau pemantauan intensif tidak lagi bermanfaat
atau memberikan perbaikan bagi keadaan pasien,
misal:
a.

Pasien yang mengalami mati batang


otak.

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

KRETERIA PASIEN KELUAR RUANG RAWAT INAP


INTENSIF ( ICU )
No Dokumen
No Revisi
Halaman
445/ 03 /101.14/RII/2009
0
2/2

b.

Penyakitnya

mencapai

stadium

akhir.
3. Pasien atau keluarga menolak dirawat lebih lanjut di
ICU, harus krs.
4. Pasien hanya memerlukan pemantauan intensif saja,
sedang ada pasien lain yang memerlukan perawatan
intensif. Pasien seperti ini hendaknya diusahakan pindah
keruang observasi khusus [ROK].

5. Pemindahan pasien keluar ICU harus diputuskan atau


disetujui dokter spesialis yang merawat atau kepala
instalasi rawat intensif.

Unit Terkait

Instalasi Rawat Intensif


Instalasi Gawat Darurat
Instalasi Kamar Opersai
Instalasi Rawat Inap
Vip

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

PENANGANAN PASIEN DI INSTALASI RAWAT INTENSIF


No Dokumen
445/ 04 /101.14/RII/2009
Tanggal Terbit

No Revisi
Halaman
0
1/4
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Perawatan intensif yang optimal kepada pasien yang


dirawat di Instalasi Rawat Intensif.

Tujuan

Memberikan pedoman penanganan pasien yang


memerlukan perawatan intensif

10

Kebijakan

Kebijakan Kepala UPT tentang Pelayanan

Prosedur

1.

Persyaratan pasien dirawat di Instalasi Rawat


Intensif :

Memenuhi kriteria masuk Instalasi Rawat


Intensif

Penderita dan keluarganya setuju dengan


perawatan di Instalasi Rawat Intensif

Ada instruksi tindakan /terapi dari dokter


spesialis yang merawat.

PENANGANAN PASIEN DI INSTALASI RAWAT INTENSIF

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

No Dokumen
445/ 04 /101.14/RII/2009

2.

No Revisi
0

Halaman
2/4

Mengingat sarana dan prasarana yang terbatas, maka


bila ada pasien yang memenuhi kriteria masuk
Instalasi Rawat Intensif, namun pasien yang sedang
dirawat jumlahnya melebihi kapasitas Instalasi Rawat
Intensif, maka untuk menentukan siapa pasien yang
dapat masuk dilakukan pembicaraan antara Kepala
Instalasi Rawat Intensif dengan dokter spesialis yang
merawat dengan mempertimbangkan :
Kemungkinan kesembuhan penyakitnya.
Usia pasien.
Penyakit menular atau tidak.
Status cara pembayaran.
Status sosial pasien (anak satu-satunya,

11

pejabat, dsb)

3.

Petugas Instalasi Rawat Intensif melakukan


observasi intensif sesuai dengan standar observasi
intensif Instalasi Rawat Intensif ditambah observasi
khusus sesuai kasusnya.

4. Standar observasi Instalasi Rawat Intensif adalah :


Sistem pernafasan (minimal tiap jam) : frekuensi
nafas per menit, kedalaman nafas, halangan jalan
Rumah
Sakit Kusta
Sumbergla
gah

nafas
PENANGANAN PASIEN DI INSTALASI RAWAT INTENSIF
No Dokumen
445/ 04 /101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
3/4

Sistem kardiovaskuler (minimal tiap jam) : tekanan


darah, frekuensi nadi, irama nadi, perfusi perifer.
Sistem sarat pusat (minimal tiap jam) : kesadaran
(GCS)
Sistem urinaria (minimal tiap tiga jam) : produksi
urine
Sistem pencernaan (minimal tiap tiga jam) : produksi
cairan lambung, muntah, flatus, bising usus.
Reaksi alergi/anafilaksis : tiap selesai pemberian
obat/transfusi darah.
Produksi drain (minimal tiap enam jam)
Balans cairan masuk dan keluar, (minimal setiap
pagi, jam 06.00)
5.

Petugas di Instalasi Rawat Intensif melaporkan hasil


observasinya kepada dokter spesialis yang merawat
minimal dua kali dalam 24 jam (jam 06.00 dan 19.00)
per telepon.

6.

Pada keadaan tertentu (gawat, perlu tindakan/terapi


12

segera, ada keraguan, dsb), perawat dokter spesialis


yang merawat untuk penanganan lebih lanjut.
7.

Petugas Instalasi Rawat Intensif melakukan perawatan


dan pengobatan sesuai instruksi dokter spesialis yang
merawat.

8.
Rumah
Sakit Kusta
Sumbergla
gah

pasien anak-anak (<12 tahun) dan pasien yang agonal.


PENANGANAN PASIEN DI INSTALASI RAWAT INTENSIF
No Dokumen
445/ 04 /101.14/RII/2009

9.

Unit Terkait

Pengunjung tidak boleh menunggui pasien kecuali

No Revisi
0

Jam dinas petugas instalasi rawat intensif :

Pagi

: jam 07.00-14.00

Siang : jam 14.00-21.00

Malam : jam 21.00-07.00

Medis,Perawat

13

Halaman
4/4

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

BRONCHIAL TOILET
No Dokumen
445/ 05 /101.14/RII/2009
Tanggal Terbit

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

No Revisi
Halaman
0
1/3
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Mengeluarkan cairan atau lendir dari mulut, hdung atau


tracheal pada pasien yang tidak dapat mengeluarkan secara
spontan

Tujuan

1.

Mempertahankan jalan nafas tetap bebas


2.

Kebijakan

Membersihkan secret pada pasien yang batuk

tidak adekuat
UU No. 23 tahun 1992 rentang Kesehatan
SK Menkes No. 1333 th. 1999 tentang penetapan Satndar
Pelayanan Rumah Sakit
A. Indikasi
1. Pasien dengan retensi sputum
2. Pasien yang dipasang ETT
3. Pasien yang memakai Tracheostomi
B. Persiapan
a. Kateter Suction (ukuran 1/3 lingkaran tube ETT
b. Handscoend steril dan on steril
c. Kasa steril 2-3 lembar
d. Alkohol 70%

14

e. Aquadest

Rumah
Sakit Kusta
Sumbergla
gah

Prosedur

BRONCHIAL TOILET
No Dokumen
445/ 05 /101.14/RII/2009

f.

No Revisi
0

Halaman
2/3

Stetoskop

g. Bag Valve Mask


h. O2 dengan perlengkapannya
i.

Korentang

j.

Bengkok

C. Cara Kerja
Pasien diberitahu
Auskultasi daerah paru untuk mendengarkan Ronchi
Set kekuatan suction
Bayi : 40-60
Dewasa : 80-120
Anak : 60-80
4.

Melakukan oksigenasi 100%

5.

Pakai Handscoend steril

6.

Ambil Catheter Suction

7.

Ambil Kasa Steril basahkan dengan alkohol


70%

8.

Masukkan Kateter/hubungkan kateter suction


dengan selang suction

9.

Spoel Kateter dengan aquadest

10.

Masukkan kateter sambil memegang kateter,


jangan menutup lubang pangkal kateter

11.

Keluarkan kateter suction secara berputar 510 detik

15

Rumah
Sakit Kusta
Sumbergla
gah

BRONCHIAL TOILET
No Dokumen
445/05/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
3/3

12.

Lakukan beging / oksigenasi 100%

13.

Bersihkan ujung kateter dengan kasa yang telah


dibasahi alkohol

14.

Ulangi kembali sampai tidak terdengar ronchi

15.

Catat jumlah produksi secret, warna dan bau

D. Pelaksana :
Dokter , Paramedis

Unit Terkait:

Rumah Sakit Kusta

Medis, Perawat

EVALUASI HASIL PERAWATAN

16

Sumberglagah

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

No Dokumen
445/06/101.14/RII/2009
Tanggal Terbit

No Revisi
Halaman
0
1/2
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Penilaian hasil perawatan pasien yang masuk di ICU

Tujuan

Untuk mengetahui hasil mutu / kualitas pelayanan di ruang


ICU

Kebijakan

Kebijakan Kepala UPT tentang Pelayanan

Prosedur

1. Indikator mutu keperawatan di ICU meliputi :


a. Angka decubitus
b. Nosokomial
c. Askep
2. Setiap

hari

dilakukan

pemantauan

terhadap

indikator mutu perawatan dengan menggunakan


alat bantu pantau yang beupa format :
a.

Laporan Dekubitus

b.

Laporan Flebitis

c.

Health Edukation

d. Setiap bulan dilakukan evaluasi dan analisa


terhadap

keberhasilan

indikator

mutu

keperawatan indikator BOR, Av Lo S, BTO, TOI,


NDR, GDR, jumlah kematian, jumlah hari
perawatan dan jumlah pasien

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

EVALUASI HASIL PERAWATAN


No Dokumen
445/06/101.14/RII/2009

17

No Revisi
0

Halaman
2/2

Unit Terkait

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

Instalasi Rawat Intensif

FUNGSI DAN KEWENANGAN KOORDINATOR


INSTALASI RAWAT INTENSIF
No Dokumen
No Revisi
Halaman
445/07/101.14/RII/2009
0
1/2

18

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Tanggal Terbit
30 Desember 2009

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Fungsi dan kewenangan kepala instalasi rawat intensif


sebagai koordinator kegiatan pelayanan di instalasi rawat
intensif

Tujuan

Sebagai pedoman fungsi dan kewenangan kepala instalasi rawat intensif

Kebijakan

Kebijakan Kepala UPT tentang Pelayanan

Prosedur

1. Mengatur dan mengendalikan kegiatan perawatan


penderita sesuai prosedur perawatan dan melakukan
koordinasi dengan staf medik fungsional.
2.

Melakukan

pengawasan

pelaksanaan

prosedur tetap pelayanan di ICU.


3.

Mengusahakan suasana ruang perawatan


yang memungkinkan untuk melakukan perawatan
secara optimal
Melakukan koordinasi dengan instansi terkait.
5. Membina, memimpin, mengawasi dan mengkoordinir
staf ICU.
6. Mengusahakan semua peralatan dapat berfungsi
optimal
7 Mengajukan kebutuhan sarana dan prasarana yang
kurang.

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

FUNGSI DAN KEWENANGAN KOORDINATOR


INSTALASI RAWAT INTENSIF

19

No Dokumen
No Revisi
Halaman
445/07/101.14/RII/2009
0
2 /2
8. Membuat laporan tahunan dan usulan
untuk meningkatkan pelayanan di ICU
Unit Terkait

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

Medis, perawat

FISIOTERAPI DADA
No Dokumen
445/08/101.14/RII/2009

20

No Revisi
0

Halaman
1/4

Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Suatu tindakan yang diberikan pada penderita dengan jalan


latihan

bernapas,

menepuk

daerah

dinding

dada,

menggetarkan daerah dinding dada serta menghisap sekresi


yang dikeluarkan untuk memperlancar pernapasan.
Tujuan

1.

Untuk mempertahankan, memperbaiki dan mencapai


keefektifan dari seluruh bagian paru.

2.

Menceghah kolaps daripada


paru yang disebabkan karena terlambatnya sekresi
untuk keluar.

3.

Menghindarkan

terjadinya

komplikasi, misalnya : bronkhopneumonia.


4.

Untuk

mempertahankan

kelancaran sirkulasi darah.


5.

Untuk mencegah atrofi otototot.


Indikasi :
1.

Pasien dengan ventilator.

2.

Pasien dengan retensi


sputum / reflek batuk, tidak baik namun tidak
aktif.

3.
Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

Pasien tidak aktif.


FISIOTERAPI DADA

No Dokumen
445/08/101.14/RII/2009

21

No Revisi
0

Halaman
2/4

Kontra indikasi :
1.

Pasien dalam keadaan


shock.

2.

Relatif : fraktur iga.

3.

Pasien

dengan

TIK

meningkat.
4.

Pasien dengan miocard

Kebijakan

infark.
Kebijakan Kepala UPT tentang pelayanan

Prosedur

Cara kerja :
Cuci tangan.
2.

Beritahu pasien.

3.

Jika pasien sadar anjurkan pasien untuk latihan


napas dalam dengan cara memegang perut
pasien dengan kedua tangan kemudian tarik
nafas dalam lewat hidung, tahan, kemudian
keluarkan lewat mulut. Lakukan tindakan tersebut
minimal 10 kali. Jika pasien masih mampu
lakukan lagi dalam satu periode (10 kali).

4.

Auskultasi seluruh lapang paru.

5.

Posisikan pasien tidur dengan miring kiri atau


kanan.

6.

Tempatkan handuk di atas dada pasien.

7.

Lakukan penepukan / clapping dengan kedua


tangan di seluruh lapang paru dalam waktu 1 3
menit.

Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

FISIOTERAPI DADA
No Dokumen
445/08/101.14/RII/2009

22

No Revisi
0

Halaman
3/4

,
8.

Lakukan vibrasi saat pasien ekspirasi dalam


waktu 1 3 menit.

9.

Lakukan clapping dan vibrasi pada dada yang


satunya dengan lama waktu yang sama.

10. Jika pasien sadar lakukan postural drainage dan


posisikan pasien sesuai daerah paru dimana
sekret akan dialirkan.
11.

Jika pasien mampu batuk efektif anjurkan pasien


untuk batuk efektif.

12. Jika pasien tidak mampu batuk efektif lakukan


suctioning dengan tekanan 60 100 mmHg untuk
bayi, 100 120 mmHg untuk anak-anak, 100
300 mmHg untuk dewasa, jika pasien dengan VM
berikan O2 100 pre, post dan di antara tindakan
suctioning.
13. Catat jumlah, warna dan konsistensi sputum.
14. Kembalikan pasien pada posisi semula.
15. Rapihkan

peralatan

dan

dokumentasikan

tindakan.

2. Hal-hal yang harus diperhatikan :


Di dalam melakukan fisioterapi dada harus melihat keadaan
umum penderita, sehingga kita dapat mencegah komplikasi
lebih lanjut

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

FISIOTERAPI DADA
No Dokumen
445/08/101.14/RII/2009

23

No Revisi
0

Halaman
4/4

.
Tindakan yang berhubungan dengan fisioterapi dada :

Unit Terkait

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

1.

Latihan bernapas / breathing exercise.

2.

Penepukan / clapping.

3.

Menggetarkan / vibrating.

4.

Drainase posisi.

5.

Penghisapan / suctioning.

Medis, Perawat

HUBUNGAN KERJASAMA RUJUKAN INSTALASI


RAWAT INTENSIF DENGAN RUMAH SAKIT LAIN
No Dokumen
445/09/101.14/RII/2009

24

No Revisi
0

Halaman
1/2

Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Serangkaian proses kegiatan pelayanan rujukan ke rumah


sakitlain yang lebih tinggi tingkat kemampuan pelayanannya

Tujuan

Untuk memberikan pelayanan medis sesuai kebutuhan


pasien

Kebijakan

Kebijakan Kepala UPT tentang pelayana

Prosedur

1.

Dokter yang merawat mengambil keputusan


untuk merujuk pasien, dengan persetujuan pasien dan
atau keluarga pasien

2.

Pengisian formulir rujukan yang berisi :


a.

Identitas pasien

b.

Identitas dokter yang merujuk

c.

Tanggal rujukan

d.

Diagnosa penyakit pasien

e.

Ikhtisar singkat penyakit pasien

HUBUNGAN KERJASAMA RUJUKAN INSTALASI


RAWAT INTENSIF DENGAN RUMAH SAKIT LAIN

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

No Dokumen
445/09/101.14/RII/2009

No Revisi
0

f.

Terapi yang telah diberikan

g.

Kondisi terakhir pasien


25

Halaman
2/2

h.
3.

Tanda tangan pasien


Menghubungi RS rujukan untuk persiapan
penerimaan pasien

4.

Menghubungi petugas ambulance untuk proses


transportasi rujukan pasien

5.

Mempersiapkan mobilisasi pasien beserta alat


penunjangnya

6.
Unit Terkait

1.
2.

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

Pasien dirujuk ke rumah sakit lain dengan


didampingi paramedis
Instalasi Rawat Intensif
Tim Ambulance RS KUSTA SUMBERGLAGAH

HUBUNGAN KERJASAMA INSTALASI RAWAT


INTENSIFDENGAN UNIT PELAYANAN LAIN DALAM
RUMAH SAKIT
No Dokumen
445/10/101.14/RII/2009

26

No Revisi
0

Halaman
1/3

Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Instalasi Rawat Intensif dalam menjalankan fungsinya perlu


bekerjasama dengan unit-unit pelayanan laina dalam rumah
sakit

Tujuan

Sebagai pedoman dalam melakukan hubungan kerjasama


dengan unit pelayanan lain dalam rumah sakit

Kebijakan

Kebijakan Kepala UPT tentang pelayanan

Prosedur

1. Instalasi ICU menerima dan merawat penderita yang


brsala dari Instalasi Gawat darurat, Instalasi Bedah
Sentral dan Pulih sadar, Instalasi Rawat Jalan, Instalasi
Rawat Inap dan Pavilliun
2.

Instalasi ICU beroperasional bekerjasama


dengan :

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

HUBUNGAN KERJASAMA INSTALASI RAWAT


INTENSIFDENGAN UNIT PELAYANAN LAIN DALAM
RUMAH SAKIT
No Dokumen
445/10/101.14/RII/2009

Prosedur

No Revisi
0

Halaman
2/3

Instalasi Farmasi, Instalasi laboratorium, Instalasi Radiologi,


Instalasi CSSD, Instalasi Pemeliharaan Sarana, Instalasi

27

Gizi,

Instalasi

Sanitasi,

Instalasi

Billing,

Instalasi

Pemulasarana Jenazah, Sekretariat, Bidang Pembinaan


SDM, Bidang Keuangan, Bidang Perlengkapan & Rumah
Tangga, Bagian Umum, Bid. Pelayanan Medik, Bidang
Program & Rekam Medik sesuai dengan prosedur yang
sudah ditetapkan.

Unit Terkait

Instalasi Gawat Darurat


2. Instalasi bedah sentral
3. Instalasi rawat jalan
4. V I P
5. Instalasi farmasi
6. Instalasi laboratorium
7. Instalasi radiologi
8. CSSD
9. Intalasi gisi

Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

HUBUNGAN KERJASAMA INSTALASI RAWAT


INTENSIFDENGAN UNIT PELAYANAN LAIN DALAM RUMAH
SAKIT
No Dokumen
445/10/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
3/3

10. Bagian umum


11. Bidang Program dan rekam medik
12. Bidang pembinaan SDM
13. Bidang perlengkapan dan rumah tangga
14. Bidang keuangan
15. Sekretariat
16. Bidang keperawatan
17. Instalasi pemeliharaan sarana
18. Instalasi sanitasi

28

19. Instalasi pemulasaran jenasah

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

KESELAMATAN KERJA
No Dokumen
445/11/101.14/RII/2009
Tanggal Terbit

No Revisi
Halaman
0
1/3
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Segala upaya perencanaan, pengadaan dan pelaksanaan


fungsi instalasi rawat intensif yang bertujuan mencegah dan
menekan

kemungkinan

29

terjadinya

kecelakaan

kerja,

menanggulangi dan mengelola bila terjadi agar dampaknya


dapat ditekan sekecil-kecilnya.
Tujuan

Memberikan perlindungan bagi penghuni instalasi rawat


intensif dari kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja

Kebijakan

Kebijakan Kepala UPT tentang pelayanan

Prosedur

1. Pengamanan peralatan medik


a.

Setiap peralatan medik di instalasi rawat intensif


harus

mempunyai

pengaman

agar

tidak

mencelakakan penggunanya.
b.

Setiap peralatan medik mempunyai sistem alarm


yang dapat memberikan peringatan bila terjadi
gangguan pada alat tersebut.
KESELAMATAN KERJA

Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

No Dokumen
445/11/101.14/RII/2009

c.

No Revisi
0

Halaman
2/3

Para petugas instalasi rawat intensif wajib


menggunakan alat pelindung diri yang tepat pada
saat menggunakan peralatan medik.

2. Pengamanan radiasi dan limbah radioaktif.


a.

Semua limbah medis ditampung di tempat


penampungan

khusus

yang

terpisah,lalu

berkoordinasi dengan instalasi sanitasi untuk


kemudian dimusnahkan di incenerator.
b.

Para petugas instalasi rawat intensif wajib


menggunakan alat pelindung diri yang tepat pada
saat kontak dengan peralatan yang beradiasi dan
saat mengelola limbah medis.

3.

Pengu
jian, pemeriksaan, pemeliharaan, perbaikan dan
30

kalibrasi peralatan medis.


a.

Petugas instalasi rawat intensif


selalu berkoordinasi dengan instalasi perbaikan
sarana untuk pemeliharaan, perbaikan dan kalibrasi
peralatan medis yang ada di instalasi rawat intensif.

4.

Pengamanan peralatan non medis.


a.

Setiap peralatan non medis harus mempunyai


pengaman agar tidak mencelakakan penggunanya.

b.

Setiap peralatan non medis harus diuji dan


diperiksa secara berkala, dan bila ada kerusakan,
instalasi rawat intensif selalu berkoordinasi dengan
instalasi perbaikan sarana untuk perbaikannya.
KESELAMATAN KERJA

Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

No Dokumen
445/11/101.14/RII/2009

5.

No Revisi
0

Halaman
3/3

Pengawasan dan keselamatan bangunan.


a.

Pengawasan

dan

pemeliharaan

bangunan

instalasi rawat intensif dilakukan secara berkala


dengan berkoordinasi dengan instalasi sanitasi.
6.

Bila terjadi kecelakaan kerja, maka petugas instalasi


rawat intensif harus memberikan pertolongan pertama
pada korban kecelakaan, untuk kemudian perawatan
korban dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku
di RSK Sumberglagah .

7.

Petugas instalasi rawat intensif harus melaporkan


kejadian dan data kecelakaan akibat kerja kepada Tim
Kesehatan

dan

Keselamatan

Kerja

(K3)

RSK

Sumberglagah, untuk kemudian membuat evaluasi dan


Unit Terkait

tindaklanjut.
Instalasi Rawat Intensif
IPRS

31

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

KEWASPADAAN BENCANA DAN KEBAKARAN


No Dokumen
445/12/101.14/RII/2009
Tanggal Terbit

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

No Revisi
Halaman
0
1/3
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Upaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan


terhadap segala bentuk bencana dan kebakaran yang mungkin
terjadi serta upaya penanggulangannya apabila terjadi untuk
menekan dampak yang diakibatkan sekecil-kecilnya.

Tujuan

Mencegah agar tidak terjadi bencana dan kebakaran di


instalasi rawat intensi

Menanggulangi secara cepat dan tepat agar dampaknya


dapat ditekan

Memelihara produktifitas kerja di pelayanan intensif


supaya selalu optimal

Melindungi petugas, pasien/pengunjung dari bahaya


kebakaran yang terjadi di pelayanan intensif

32

Kebijakan

Bila terjadi kejadian kebakaran di instalasi perawatan intensif


1.

UU No. I Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

2.

Permenaker

No.5/Men/1996

tentang

system

manajemen kesehatan dan keselamatan kerja.

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

Prosedur

KEWASPADAAN BENCANA DAN KEBAKARAN


No Dokumen
445/12/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
2/3

1. Petugas instalasi rawat intensif segera memberikan


pertolongan pertama pada korban bencana dan atau
kebakaran, dengan mengambil peralatan yang diperlukan
seperti alat dan bahan P3K serta alat pemadam kebakaran
untuk memadamkan api.
2.Petugas instalasi rawat intensif selalu berkoordinasi
dengan instalasi gawat darurat untuk penanganan dan
perawatan korban bencana dan atau kebakaran sesuai
prosedur yang berlaku di RS.
3.Bila tidak dapat mengatasi bencana dan kebakaran yang
terjadi, petugas instalasi rawat intensif segera menghubungi
bagian keamanan, tim K3RS dan instalasi perbaikan sarana
dan bila perlu juga menghubungi dinas kebakaran, untuk
membantu penanggulangan bencana dan atau kebakaran
yang terjadi.
4.Bagian keamanan dan tim K3RS yang lain mengamankan
serta memberi peringatan dan petunjuk di lokasi sekitar TKP.
5. Tim K3RS mengevaluasi penyebab dan dampak serta
langkah-langkah tindak lanjut yang akan diambil agar dapat

33

menanggulangi bencana yang terjadi dan mencegah supaya


tidak terjadi lagi bencana dan atau kebakaran di instalasi
rawat intensif.

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

Unit Terkait

KEWASPADAAN BENCANA DAN KEBAKARAN


No Dokumen
445/12/101.14/RII/2009

1.

Instalasi Rawat Intensif

2.

Instalasi Gawat Darurat

3.

IPRS

4.

Bagian Keamanan

5.

Tim K3RS

34

No Revisi
0

Halaman
3 /3

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

ORAL HIGIENE
No Dokumen
445/13/101.14/RII/2009
Tanggal Terbit

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

No Revisi
Halaman
0
1/3
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Untuk mempertahankan kesehatan mulut, gigi dan bagian


pencernaan

Tujuan

Untuk mempertahankan kenyamanan, meningkatkan nafsu


makan dan mencegah infeksi mulut

Kebijakan

Kebijakan Kepala UPT tentang pelayanan

Prosedur

I.

PERSIAPAN
1. Depres
2. 2 com kecil
3. Bengkok
4. Crom klem
5. Aqua steril
6. Iodine kumur 1%

Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

ORAL HIGIENE
No Dokumen
445/13/101.14/RII/2009

35

No Revisi
0

Halaman
2/3

7. Bengkok
8. Crom klem
9. Aqua steril
10. Iodine kumur 1%
11. Borax Glicerin
12. Suction
13. Tong Spatel
14. Handscoend on

II.

PELAKSANAAN
1.

Cuci tangan / hand rub (antisepsis tangan).

2.

Pakai sarung tangan

3.

Persiapan pasien dan lingkungan

4.

Baca Basmallah sebelum melakukan tindakan

5.

Sapa pasien dengan salam serta menjelaskan


tindakan yang akan dilakukan

6.

Bersihkan mulut pasien dengan depres iodine


kumur 1% 2-3 kali, ulangi lagi bila masih belum
bersih

7.

Hisap lendir bila produksi lendir banyak

8.

Gunakan tong spatel untuk membuka mulut dan


membersihkan lidah serta rongga mulut

9.

Bilas mulut dengan depres yang telah dicelupkan


ke dalam cairan aqua steril lalu keringkan dengan

Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

depres kering
ORAL HIGIENE
No Dokumen
445/13/101.14/RII/2009

36

No Revisi
0

Halaman
3/ 3

10. Olesi bibir dengan Borax Glicerin


Unit Terkait

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

11. Rapikan pasien dan alat


Instalasi Rawat Intensif

PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN PERALATAN


No Dokumen
445/14/101.14/RII/2009

37

No Revisi
0

Halaman
1/2

Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Pemeliharaan peralatan adalah kegiatan terhadap alat-alat


ICU dan dilanjutkan dengan kegiatan pembersihan, kalibrasi,
dan evaluasi fungsi apakah berjalan normal atau tidak.
Perbaikan alat adalah kegiatan perbaikan jika pada evaluasi
fungsi ternyata alat tidak berfungsi baik

Tujuan
Agar alat-alat ICU selalu berfungsi optimal
Kebijakan

Kebijakan kepala UPT tentang pelayanan

Prosedur

Daftar

alat,

Jenis

Pemeliharaan,

dan

Jadwal

Pemeliharaan di ICU RS Kusta Sumberglagah


No

Nama Alat

Jenis tindakan
pemeliharaan

Bed side Pembersihan, cek Tiap hari


Monitor
fungsi dan kertas
Kalibrasi

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

Jadwal
Pemeliharaan

1x/tahun

PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN PERALATAN


No Dokumen
445/14/101.14/RII/2009

38

No Revisi
0

Halaman
2/2

Infusion
pump

Pembersihan
cek fungsi

dan Tiap hari

Kalibrasi
3

Syringe
pump

1x/tahun

Pembersihan
cek fungsi

dan Tiap hari

Kalibrasi
Ventilator

1x/tahun

Pembersihan
cek fungsi

dan Tiap hari

Kalibrasi

1x/tahun

Jika ada alat medik yang rusak dan memerlukan


perbaikan,

maka

dilaporkan

ke

Instalasi

Pemeliharaan Sarana

Jika ada alat medik yang rusak dan tidak bisa


diperbaiki,

maka

Perlengkapan.

dilaporkan

Selanjutnya,

unutk

ke

Bagian

permintaan

penggantian alat ke Instalasi Farmasi atau


Penunjang Medik.

Unit Terkait

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

IPRS
Instalasi Farmasi
Bagian Perlengkapan
Penunjang Medik

TATA CARA PEMERIKSAAN RADIOLOGI DI RUANG ICU

No Dokumen
445/15/101.14/RII/2009

39

No Revisi
0

Halaman
1/2

Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Tata cara melaksanakan pelayanan pemeriksaan radiologi


untuk pasien dari rawat intensif

Tujuan

Sebagai acuan dalam memberikan pelayanan pemeriksaan


radiologi untuk pasien dari rawat intensif sehingga terhindar
dari kesalahan prosedur.

Kebijakan

Semua pemeriksaan dan tindakan medik radiologi harus


dilakukan sesuai denagn standar prosedur pemeriksaan dan
tindakan medik radiology yang telah ditetapkan.

Prosedur

1.

Pasien dari ruang rawat intensif yang transportable


diantar petugas ICU ke instalasi radiologi dilengkapi
surat permintaan pemeriksaan diri dokter ruangan
bersama catatan medis lainnya.

2.
Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

Apabila keadaan pasien untransportable, maka dokter

yang merawat menulis blanko permintaan radiologi,


TATA CARA PEMERIKSAAN RADIOLOGI DI RUANG ICU
No Dokumen
445/15/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
2/2

ditulis: Cito Bed sedangkan petugas radiologi yang


datang membawa alat ke ICU.
3.

Surat permintaan pemeriksaan diserahkan pada


petugas loket penerimaan pasien radiologi, untuk
kemudian ditindaklanjuti sesuai standar operasional
prosedur instalasi radiologi.
40

4.

Bila hasil radiologi sudah selesai, petugas ruangan ICU


mengambil hasil radiologi di instalasi radiologi.

Unit Terkait

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

1.

Instalasi Rawat Intensif

2.

Instalasi Radiologi

PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL


No Dokumen
445/16/101.14/RII/2009
Tanggal Terbit

No Revisi
Halaman
0
1/3
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang terdapat pada waktu


pasien mulai dirawat di rumah sakit sekurang-kurangnya

41

3x24 jam sejak mulai perawatan


UMUM :

Tujuan

Mengendalikan infeksi di ruang perawatan intensif


KHUSUS :
1. Mencegah terjadinya infeksi nosokomial
2. Menurunkan angka terjadinya infeksi nosokomial
3. Menanggulangi kejadian luar biasa bila terjadi
infeksi nosokomial
Kebijakan

1. Pencegahan infeksi dalam melakukan tindakan


medis dan non medis
2. Protap pengendalian infeksi rumah sakit

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

Prosedur

PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL


No Dokumen
445/15/101.14/RII/2009

1.

No Revisi
0

Halaman
2/3

Semua petugas instalasi rawat intensif dalam


melakukan tindakan pelayanan harus mencuci
tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan,
sesuai prosedur cuci tangan

2.

Semua orang yang berada di ruang perawatan


Instalasi Rawat Intensif harus mengenakan baju
(scort) yang dipakai di dalam ruang ICU

3.

Semua petugas dalam melakukan tindakan medis


harus memakai sarung tangan (hand scoen) dengan
ketentua 1 hand scoen untuk 1 pasien

4.

Semua tindakan medis harus dilakukan sesuai

42

prosedur yang berlaku


5.

Pengelolaan alat-alat dan bahan untuk tindakan


(seperti persiapan alat dan bahan untuk tindakan
invasif, pemrosesan sarung tangan pakai ulang,
penyimpanan alat dan linen steril, penyimpanan kasa
dan sarung tangan steril, pengelolaan linen dan
korentang) harus dilakukan sesuai prosedur yang
berlaku

6.

Sesudah melakukan tindakan, semua peralatan


harus dibersihkan dan disteril sesuai prosedur
pembersihan dan penyeterilan alat

7.

Ruang perawatan Instalaai Rawat Intensif harus


dibersihkan minimal 2 kali sehari atau bila kotor, dan
pembersihan besar dilakukan minimal satu minggu
sekali

Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL


No Dokumen
445/15/101.14/RII/2009

8.

No Revisi
0

Halaman
3/3

Limbah medis dan non medis harus ditampung


secara terpisah

9.

Limbah medis bukan benda tajam dimasukkan ke


bak sampah medis yang berupa tas palstik warna
kuning, untuk selanjutnya dikumpulkan oleh petugas
kebersihan rumah sakit untuk dikelola sesuai
prosedur RS

10. Limbah medis benda tajam harus dinasukkan ke


dalam safety boxyang disediakan. Bila sudah terisi
penuh, limbah medis dikirim ke tempat pembuangan
sampah dan dibakar di tungku pembakaran
(incenerator)
43

11. Limbah non medis dimasukkan ke tas plastik warna


hitam untuk selanjutnya dikumpulkan oleh petugas
kebersihan rumah sakit untuk dikelola sesuai
prosedur RS
12. Linen kotor harus ditempatkan ke bak khusus linen
kotor dan harus diantar ke bagian laundry oleh PRS
ICU
13. Peralatan

makan

pasien

dibersihkan

sesuai

prosedur oleh PRS ICU tiap kali selesai digunakan


14. Pembersihan lingkungan termasuk dapur dan
ruangan di luar perawatan dilakukan oleh petugas
Unit Terkait

cleaning service sesuai prosedur yang ditetapkan


Instalasi Rawat Intensif

CSSD

Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

IPRS
PENCATATAN DAN PELAPORAN KEGIATAN PELAYANAN
No Dokumen
445/16/101.14/RII/2009

Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

No Revisi
0

Halaman
1/2

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Suatu tindakan melakukan pencatatan dan pelaporan


kegiatan ICU

Tujuan

Kebijakan

1.

Untuk mendukung kelancaran pelayanan di ICU.

2.

Untuk mengetahui hasil kegiatan pelayanan di ICU

3. Sebagai bukti tertulis kegiatan pelayanan di ICU


Pedoman dalam pendokumentasian kegiatan pelayanan di
ICU

44

Prosedur

1. Semua kegiatan terhadap pasien ditulis atau dicatat


di buku laporan harian penderita (rekam medis).
2. Semua kegiatan menyangkut alat yang ada di ICU
harus ditulis/dicatat di buku inventaris.
3. Semua kegiatan yang menyangkut dengan lintas
unit harus dicatat di buku ekspedisi
4. Setiap pasien masuk di ICU harus dibuat Apache
Score.
5. Semua pasien yang masuk ICU dan keluar dari ICU
tercatat di Billing Sistem.

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

PENCATATAN DAN PELAPORAN KEGIATAN


PELAYANAN
No Dokumen
445/16/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
2/2

6. Semua pasien yang meninggal di ruang ICU dicatat


dalam laporan kematian.
7. Semua

kegiatan

untuk

menunjang

kegiatan

pelayanan keperawatan di ICU didokumentasikan


Unit Terkait:

sesuai jenis kegiatan.


1. Instalasi Rawat jalan
2.

Instalasi Rawat Darurat

3.

Instalasi Kamar Operasi

4.

Instalasi Rawat inap

5.

Vip

6.

Instalasi penunjang

45

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

TATA CARA PEMERIKSAAN LABORATORIUM DI


RUANG ICU
No Dokumen
445/17/101.14/RII/2009
Tanggal Terbit

No Revisi
Halaman
0
1/2
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Suatu cara pengambilan baik berupa urin, darah, sputum


maupun ujung kateter vena sentral, guna pemeriksaan
biakan kuman dan uji sensitivitas antibiotik dari bahan
tersebut

Tujuan

Diagnostik : Mencari data pengkajian guna menegakkan


diagnosa medis dan keperawatan.
Terapi

: Mengevaluasi efisiensi tindakan atau terapi


kedokteran / keperawatan.

Indikasi
1.

:
Pasien yang dirawat di ICU
selama 3 hari atau lebih.

2.

Pasien yang terpasang


kateter CVC, peralatan invasif dan non invasif

46

lainnya.
3.

Pasien dengan infeksi


sistemik atau lokal.

4.

Penggunaan antibiotik
sebelumnya tidak adekuat.

5.

Ada instruksi medis tentang


pemeriksaan kultur dan sensitivitas.

TATA CARA PEMERIKSAAN LABORATORIUM DI


RUANG ICU

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

Kebijakan

No Dokumen
445/17/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
2/6

Kebijakan Kepala UPT tentang Pelayanan

Prosedur

KULTUR DAN SENSITIVITAS DARAH


I.

Persiapan

alat

dan

bahan :
1.

1.
2.

Spuit 5 cc.

Alkohol

70

Botol

kultur

Kapas

steril.
3.
batek.
4.

kassa

steril.
5.

Torniquet / karet
pembendung.

II.

Cara kerja :
1. Cuci tangan dan persiapkan alat.
2. Instruksikan pasien untuk meletakkan tangan dan
pilih vena yang baik untuk ditusuk.
3. Letakkan torniquet di atas tempat penusukan.

47

4. Lihat dan palpasi vena dan bersihkan daerah


tersebut dengan alkohol 70 % kemudian keringkan.
5. Tekan vena yang akan ditusuk dengan jari,
kemudian tusuk dibawahnya dengan ketinggian 5
35o, masukkan jarum ke dalam vena.
6. Lepaskan torniquet.
7. Aspirasi spuit sampai didapat darah minimal 5 cc.
8. Tarik jarum dan tekan daerah tusukan dengan
kassa steril selama 2 4 menit.
9. Masukkan darah tersebut sebanyak 5 cc ke dalam
botol kultur / batek.

Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

TATA CARA PEMERIKSAAN LABORATORIUM DI RUANG ICU


No Dokumen
445/17/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
3/6

Catatan :
Tindakan ini dilakukan dengan teknik steril.

1.

KULTUR DAN SENSITIVITAS SPUTUM


Persiapan alat dan bahan :
1. Sarung tangan steril.
2. Mucus extractor steril (selang suction dengan
kontainer) atau jika tidak tersedia dengan selang
suction dan spuit steril 10 cc.
3. Peralatan suction.
4. Personal : 2 orang perawat.
5. Lokasi : suctioning melalui endotrakeal tube,
tracheostomy tube, hidung.
6. NaCl 0,9 % steril, 2 6 cc.

48

2.

Cara kerja :

1.

Cuci tangan.

2.

Hidupkan mesin suction.

3.

Beri oksigen 100 %.

4.

Gunakan sarung tangan


steril, tangan kiri memegangselang dari alat
suction.

5.

Instruksikan perawat lain


untuk memegang selang dari alat suction.

6.

Instruksikan perawat lain


untuk membuka mucus extractor dan pegang

Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

dengan tangan dan jaga tetap steril.


TATA CARA PEMERIKSAAN LABORATORIUM DI RUANG ICU
No Dokumen
445/17/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
4 /6

.
7.

Instruksikan perawat lain


untuk memegang ET / ETT dan membuka jalan
napas pasien (jika menggunakan ventilator atau
oksigen, dilepas terlebih dahulu).

8.

Masukkan selang mucus


refractor ke dalam jalan napas dalam keadaan
menghisap dan setelah sampai di atas karina
sedot sputum secara perlahan dengan arah
memutar.

9.

Jika sputum sulit diangkat


karena sputum sangat kental atau sedikit, terlebih
dahulu beri NaCl 0,9 % 2 cc, kemudian dibagging
dengan O2 100 %, baru dilakukan penghisapan.

10.

Jika selang mucus refractor


tidak cukup panjang atau terlalu besar, dapat
49

dilakukan penghisapan dengan selang suction


steril yang sesuai kemudian selang dipotong
dengan gunting steril dan dimasukkan ke dalam
spuit 10 cc steril.
11.

Jika sudah didapat sputum


dalam extraxtor, ikat kedua selangnya dan siap
dikirimkan.

12.

Turunkan

konsentrasi

oksigen sesuai dosis semula


3. Hal-hal yang harus diperhatikan :
Tindakan ini dilakukan dengan teknik steril.

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

TATA CARA PEMERIKSAAN LABORATORIUM DI


RUANG ICU
No Dokumen
445/17/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
5/6

KULTUR DAN SENSITIVITAS URINE


Persiapan alat dan bahan :

1.
1.

Spuit steril 10 cc 2 buah


2.
Alkohol 70 % atau betadin.
3.
Kassa steril.
4.
Sarung tangan steril.
5.
Klem.
2.

Cara kerja :
1.

Klem catheter urine 1


jam.

50

2.

Cuci

tangan

dan

persiapkan alat.
3.

Gunakan sarung tangan.

4.

Bersihkan ujung catheter


dengan alkohol 70 % atau betadine.

5.

Aspirasi urine sebanyak


10 cc dengan spuit steril untuk bahan kultur.

6.

Alat-alat dibereskan dan


cuci tangan.

3.

Hal-hal

yang

harus

diperhatikan :
Tindakan ini dilakukan dengan teknik steril.
KULTUR DAN SENSITIVITAS KATETER CVP
1.
Persiapan alat :

Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

1.

Sarung tangan steril.

2.

Alkohol 70 %.

3.

Spuit steril 10 cc.

4.

Forceps steril.

5.
Gunting steril.
TATA CARA PEMERIKSAAN LABORATORIUM DI RUANG ICU
No Dokumen
445/17/101.14/RII/2009

51

No Revisi
0

Halaman
6/6

2.

Cara kerja :
1.

Cuci

tangan,

alat

disiapkan.
2.

Bersihkan kulit disekitar


tusukan dan daerah tusukan dengan alkohol 70
%, tidak dengan betadine.

3.

Tarik

kateter

dengan

forceps steril, hindari ujung kateter mengenai


kulit.
4.

Kateter

bagian

distal

(ujung) dipotong sepanjang 5 cm dengan


gunting steril dan dimasukkan ke dalam spuit
dan dikirim ke mikrobiologi.

Unit Terkait

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

Medis,Perawat,Laboratorium

PENGEMBALIAN FOTO RADIOLOGI


No Dokumen
445/18/101.14/RII/2009

52

No Revisi
0

Halaman
1/1

Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Mengembalikan hasil foto pasien yang dirawat di ruang


intensif ke radiologi

Tujuan

Untuk memudahkan mencari kembali bila sewaktu-waktu


diperlukan

Kebijakan

Pengembalian hasil radiologi dari ruang intensif ke instalasi


radiologi.

Prosedur

1.

Hasil dari radiologi bagi pasien ICU


yang meninggal dan pulang paksa sebelum
disetorkan ke radiologi disimpan di ICU untuk dicatat
dibuku ekspedisi pengembalian.

2.

Hasil radiologi pasien meninggal


dan pulang paksa dibawa oleh petugas ICU ke
Instalasi radiologi.

3.
Unit Terkait

1.
2.

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

Petugas radiologi menandatangani


buku ekspedisi bila hasil radiologi telah diterima.
Instalasi Rawat Intensif
Instalasi Radiologi

PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN PERALATAN


No Dokumen
445/19/101.14/RII/2009

53

No Revisi
0

Halaman
1/2

Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Metode penggunaan dan pemeliharaan peralatan yang ada


di instalasi rawat intensif.

Tujuan

Sebagai acuan dalam penggunaan dan pemeliharaan


peralatan sesuai dengan prosedur.

Kebijakan

Kebijakan Kepala UPT tentang Pelayanan

Prosedur

Semua peralatan sebelum digunakan, dicek kelayakan


alat.

Semua petugas instalasi rawat intensif, dalam


menggunakan peralatan, harus mengikuti petunjuk cara
penggunaan yang tertera di masing-masing alat.

Pemeliharaan alat harus sesuai dengan prosedur


pemeliharaan masing-masing alat yang sudah tertera di
masing-masing alat.

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN PERALATAN


No Dokumen
445/19/101.14/RII/2009

54

No Revisi
0

Halaman
2/2

Prosedur

Bila ada alat yang rusak, petugas instalasi rawat


intensif berkoordinasi dengan instalasi pemeliharaan
sarana untuk perbaikan.

Unit Terkait

1. Instalasi Rawat Intensif


2. Instalasi Pemeliharaan Sarana

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

PENYEDIAAN ALAT KESEHATAN DAN OBAT UNTUK


RUANG RAWAT INTENSIF
No Dokumen
445/20/101.14/RII/2009

55

No Revisi
0

Halaman
1/3

Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Penyediaan alat kesehatan dan obat untuk penderita yang


dirawat di ruang rawat intensif.

Tujuan

Sebagai acuan dalam memberikan pelayanan dan


penyediaan pengobatan untuk penderita yang dirawat di
ruang rawat intensif.

Kebijakan

Kebijakan Kepala UPT tentang pelayanan

Prosedur

A. Alat kesehatan dan obat yang disediakan di ruang


rawat intensif.
1.

Petugas penanggung jawab obat dan


alat kesehatan menulis permintaan obat yang
kemudian ditanda tangani kepala ruangan dan
kepala instalasi ruang rawat intensif.

2.

Petugas

pembantu

rumah

sakit

mengantar blangko permintaan ke gudang farmasi


rumah sakit.

Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

PENYEDIAAN ALAT KESEHATAN DAN OBAT UNTUK RUANG


RAWAT INTENSIF
No Dokumen
445/20/101.14/RII/2009

56

No Revisi
0

Halaman
2/3

3.

Bila tiba hari jadwal pengambilan obat


dan alat kesehatan, petugas pembantu rumah sakit
mengambil ke gudang farmasi rumah sakit,
kemudian diserahkan ke petugas penanggung
jawab obat dan alat kesehatan atau ke kepala
ruangan rawat intensif untuk dicek.

4.

Setelah dicek, obat dan alat disimpan di


dalam lemari obat emergency, untuk persediaan
bila sewaktu-waktu penderita yang dirawat di ruang
rawat intensif memerlukan pemberian obat dan alat
dengan segera.

5.

Obat dan alat yang dipakai, ditulis di


buku pinjaman obat dan alat.

6.

Penderita diberi resep untuk mengganti


obat dan alat yang telah dipakai.

7.

Bila obat dan alat datang, dikembalikan


lagi ke dalam lemari obat dan alat emergency.

B. Alat kesehatan dan obat yang tidak disediakan di ruang


rawat intensif.
1.

Berdasarkan perencanaan terapi yang


telah ditulis oleh dokter yang merawat, dokter
menulis resep obat dan alat yang dibutuhkan
pederita.

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

PENYEDIAAN ALAT KESEHATAN DAN OBAT UNTUK


RUANG RAWAT INTENSIF
No Dokumen
445/20/101.14/RII/2009

57

No Revisi
0

Halaman
3/3

2.

Resep dicatat di buku resep untuk


diinventarisir.

3.

Resep

diberikan

kepada

keluarga

penderita.
4.

Untuk penderita yang berasal dari


pavilyun, yang mendapat pelayanan depo UDD,
petugas di ruang rawat intensif menghubungi depo
UDD via telpon, selanjutnya petugas UDD akan
mengantar pesanan obat dan alat sesuai resep.

5.

Semua obat dan alat kesehatan yang


datang akan dicek dan dicocokkan sesuai resep

Unit Terkait

1.

yang sudah diberikan.


Unit Penunjang Gudang Farmasi

Instalasi Rawat Inensif

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

PENYEDIAAN OBAT NARKOTIK DAN PENENANG


DI ICU

58

No Dokumen
445/21/101.14/RII/2009
Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

No Revisi
Halaman
0
1/3
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Penyediaan obat narkotik dan penenang yang diperlukan


untuk penanganan penderita gawat darurat sesuai standar
pelayanan di unit pelayanan rawat intensif
1. Agar selalu tersedia obat yang siap pakai untuk

Tujuan

penanganan penderita gawat darurat di unit


pelayanan rawat intensif
2.

Unutk mencegah penyalahgunaan pemakaian obat


narkotik dan penenang

Kebijakan

Kebijakan Kepala UPT tentang Pelayanan

Prosedur

A. Jenis Obat-obatan Narkotik :


1.

Morphin

2.

Pethidin

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

PENYEDIAAN OBAT NARKOTIK DAN PENENANG


DI ICU
No Dokumen
445/21/101.14/RII/2009

59

No Revisi
0

Halaman
2/3

B.

C.
1.

Jenis Obat-obatan Penenang :


1.

Diazepam

2.

Propofol

3.

Pavulon

4.

Midazolam
Cara Kerja

Obat narkotik dan penenang disimpan dalam cash


box dengan double kunci dan harus diketahui oleh
semua petugas rawat intensif yang bertugas

2.

Setiap pemakaian obat narkotik dan penenang


dicatat di buku stok narkotik dan penenang yang
disediakan di dalam cash box

3.

Penyediaan obat narkotik dan penenang yang siap


pakai disediakan dalam bentuk oplosan yang
prosedurnya diatur di Prosedur Penyediaan Obat
Emergency di ICU

4.

Untuk mengganti obat yang digunakan pasien, maka


setiap pemakaian obat juga dicatat di buku
pemakaian obat narkotik dan penenang yang
berisikan identitas pasien, dosis obat, dan dokter
yang memberi terapi.

5.

Untuk penyediaan obat narkotik dan penenang di


ICU, selanjutnya dibuatkan resep obat narkotik dan
penenang ke logistik farmasi.

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

PENYEDIAAN OBAT NARKOTIK DAN PENENANG


DI ICU
No Dokumen
445/21/101.14/RII/2009

60

No Revisi
0

Halaman
3/3

Unit Terkait

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

Medis, Perawat

PENYIMPANAN REKAM MEDIS


No Dokumen
445/22/101.14/RII/2009

61

No Revisi
0

Halaman
1/1

Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Menyimpan status rekam medis sesuai dengan prosedur.

Tujuan

Untuk memudahkan pencarian data bila sewaktu-waktu


diperlukan.

Kebijakan

Penyimpanan rekam medis di ruang rawat intensif.

Prosedur

1. Semua status penderita yang dirawat di ruang rawat


intensif diletakkan di meja tempat rekam medis.
2.

Status pasien yang meninggal di ruang


ICU harus diisi oleh dokter yang merawat dalam 2 x 24
jam

3.

Petugas

ICU

menyerahkan

status

pasien yang meninggal, pulang paksa dan dirujuk dari


Unit Terkait

1.

ruang ICU ke bagian rekam medis


Instalasi Rawat Intensif

Rekam Medis

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

PERENCANAAN DAN PEREMAJAAN ALAT


No Dokumen
445/23/101.14/RII/2009

62

No Revisi
0

Halaman
1/2

Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Merencanakan kebutuhan dan pembaharuan peralatan ICU


sesuai dengan standar yang berlaku.

Tujuan

Sebagai acuan perencanaan peningkatan kelengkapan


peralatan ICU sesuai dengan standar yang berlaku.

Kebijakan

Perencanaan kebutuhan dan peremajaan peralatan ICU

Prosedur

1. Membuat daftar kebutuhan peralatan sesuai dengan


standar pelayanan ICU
2.
3.

Menginventarisir peralatan yang ada di ICU


Mengajukan usulan pengadaan peralatan dan
peremajaan ke bagian PPL dan Bidang Penunjang
Medis RSK Sumberglagah

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

PERENCANAAN DAN PEREMAJAAN ALAT


No Dokumen
445/23/101.14/RII/2009

63

No Revisi
0

Halaman
2/2

Unit Terkait

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

3.

Instalasi Rawat Intensif

4.

Bidang Penunjang Medis

PERAWATAN PASIEN DENGAN VENTILATOR


No Dokumen
445/24/101.14/RII/2009

64

No Revisi
0

Halaman
1/6

Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Ventilator adalah suatu alat system bantuan nafas secara mekanik


yang

di

desain

untuk

menggantikan/menunjang

fungsi

pernafasan.
1. Memberikan kekuatan mekanis pada sistem paru untuk

Tujuan

mempertahankan ventilasi yang fisiologis.


2.

Memanipulasi air way pressure dan corak ventilasi


untuk memperbaiki efisiensi ventilasi dan oksigenasi.

3.

Mengurangi kerja miokard dengan jalan mengurangi


kerja nafas.

Kebijakan

Kebijakan Kepala UPT tentang Pelayanan

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

PERAWATAN PASIEN DENGAN VENTILATOR


No Dokumen
445/24/101.14/RII/2009

65

No Revisi
0

Halaman
2/6

Indikasi Pemasangan Ventilator

Prosedur
-

Respiratory Rate lebih dari 35 x/menit.

Tidal Volume kurang dari 5 cc/kg BB.

PaO2 kurang dari 60, dengan FiO2 room air

PaCO2 lebih dari 60 mmHg

A.

B.

Persiapan Alat
-

Ventilator

Spirometer

Air viva (ambu bag)

Oksigen sentral

Perlengkapan untuk mengisap sekresi

Kompresor Air

Cara Kerja
I. Setting Ventilator
1.

Tentukan Minute Volume (M.V.) yaitu :

M.V = Tidal Volume (T.V) x Respiratory Rate (R.R)


Normal T.V = 10 15 cc/kg BB
Normal R.R =

- pada orang dewasa = 10 12 x/menit

Pada pasien dengan COPD, T.V lebih kecil, yaitu 6 8 cc/kg


BB.

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

PERAWATAN PASIEN DENGAN VENTILATOR


No Dokumen
445/24/101.14/RII/2009

66

No Revisi
0

Halaman
3/6

2. Modus
Tergantung dari keadaan klinis pasien.
Bila mempergunakan IMV, harus dikombinasikan dengan
PEEP.
3. PEEP
Ditentukan tergantung dari keadaan klinis pasien.
Pada pasien dengan edema paru, PEEP dimulai dengan 5
mmHg.
Pada pasien tidak dengan edema paru, PEEP dimulai dari
nol, tetapi FiO2 dinaikan sampai 50%. Bila FiO 2 tidak naik,
baru diberikan PEEP mulai dari 5 mmHg.
Catatan :
- Selama pemakaian Ventilator, FiO2 diusahakan kurang
dari 50 %
-

PEEP dapat dinaikkan secara bertahap 2,5 mmHg,


sampai batas maximal 15 mmHg.

4.

Pengaturan Alarm :
- Oksigen

batas terendah : 10 % dibawah

yang diset
batas tertinggi : 10 % diatas yang
diset
-

Expired M.V = kira-kira 20 % dari M.V yang diset

Air Way Pressure = batas tertinggi 10 cm diatas


yang diset

Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

PERAWATAN PASIEN DENGAN VENTILATOR


No Dokumen
445/24/101.14/RII/2009

67

No Revisi
0

Halaman
4/6

II. Pemantauan
1.

Periksa analisa gas darah tiap 6 jam, kecuali ada perubahan


seting, analisa gas darah diperiksa 20 menit setelah ada
perubahan seting.
Nilai standar

: PCO2

= 35 45 mmHg

Saturasi O2 = 96 97 %
PaO2

= 80 100 mmHg

Bila PaO2 lebih dari 100 mmHg, maka FiO 2 diturunkan


bertahap 10 %.
Bila PCO2 lebih besar dari 45 mmHg, maka M.V dinaikkan.
Bila PCO2 lebih kecil dari 35 mmHg, maka M.V diturunkan.
2.

Buat foto torax setiap hari untuk melihat perkembangan


klinis, letak ETT dan komplikasi yang terjadi akibat
pemasangan Ventilator.

3.

Observasi keadaan kardiovaskuler pasien : denyut jantung,


tekanan darah, sianosis, temperatur.

4.
-

letak tube

perkembangan paru-paru yang simetris

panjang tube

5.

Periksa keseimbangan cairan setiap hari

6.

Periksa elektrolit setiap hari

7.

Air Way Pressure tidak boleh lebih dari 40 mmHg

8.

Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

Auskultasi paru untuk mengetahui :

Expired Minute Volume diperiksa tiap 2 jam

PERAWATAN PASIEN DENGAN VENTILATOR


No Dokumen
445/24/101.14/RII/2009

68

No Revisi
0

Halaman
5/6

9.

Usahakan selang nasogastrik tetap berfungsi.

10. Perhatikan ada tidaknya tension pneumothorax dengan


melihat tanda-tanda sebagai berikut :
-

gelisah, kesadaran menurun

sianosis

distensi vena leher

trachea

terdorong

menjauh

lokasi

tension

pneumothorax
-

salah satu dinding torak jadi mengembang

pada perkusi terdapat timpani.

III. Perawatan :
1. Terangkan tujuan pemakaian ventilator pada pasien dan atau
pada keluarganya bagi pasien yang tidak sadar.
2. Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan,
untuk mencegah infeksi.
3. Breathing circuit sebaiknya tidak lebih tinggi dari ETT, agar
pengembunan air yang terjadi tidak masuk ke paru pasien.
4. Perhatikan permukaan air di humidifier, jaga jangan sampai
habis, air diganti tiap 24 jam.
5. Fiksasi ETT dengan plester dan harus diganti tiap hari,
perhatikan jangan sampai letak dan panjang tube berubah.
6. Tulis ukuran dan panjang tube pada flow sheet

Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

PERAWATAN PASIEN DENGAN VENTILATOR


No Dokumen
445/24/101.14/RII/2009

69

No Revisi
0

Halaman
6/6

7. Cegah terjadinya kerusakan trachea dengan cara :


Tempatkan

tubing

yang

dihubungkan

ke

ETT

sedemikian rupa sehingga posisinya berada diatas


pasien.

Tubing

harus

cukup

panjang

untuk

memungkinkan pasien dapat menggerakkan kepala.


8. Memberikan posisi yang menyenangkan bagi pasien,
dengan merubah posisi tiap 2 jam. Selain itu perubahan
posisi berguna untuk mencegah terjadinya dekubitus.
9. Memberi rasa aman dengan tidak meninggalkan pasien
sendirian.
10. Teknik mengembangkan cuff :
-

kembangkan cuff dengan udara sampai tidak

terdengar suara bocor.


-

Unit Terkait

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

cuff dibuka tiap 2 jam selama 15 menit.

Instalasi Rawat Intensif

MONITOR SATURASI OKSIGEN


No Dokumen
No Revisi
Halaman
445/25/101.14/RII/2009
0
1/2

70

Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Monitor saturasi oksigen merupakan teknik monitoring non


invasive untuk mengukur saturasi oksigen arteri dan fungsi
hemoglobin. Nilai normal 97 99 %.

Tujuan

Diagnostik
1.

Menilai
oksigen

yang

merupakan

dasar

saturasi

bagian

pengkajian

dini

terhadap

oksigenasi.
2.

Deteksi

perubahan saturasi yang sering berubah terutama


pada keadaan kritis.
3.

Mengevaluasi respon pasien


terhadap aktivitas oksigenasi pasien seperti suction,
reposisi, merubah konsentrasi O2, merubah PEEP, dll.

Kebijakan

Kebijakan Kepala UPT tentang Pelayanan

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

MONITOR SATURASI OKSIGEN


No Dokumen
No Revisi
Halaman
445/25/101.14/RII/2009
0
2/2

71

Prosedur

A. Persiapan alat :
1.

Pulse oximeter beserta sensornya.

B.

Cara kerja :

1.

Cuci tangan.

2.

Lokasi tempat sensor


dibersihkan dari darah / kotoran lain.

3.

Pilih

sensor

yang

tepat sesuai lokasi tempat sensor.


4.

Sambungkan
oximeter ke sumber listrik dan kabel sensor ke
pasien.

5.

Hidupkan

oximeter

dengan menekan tombol power on / off.


6.

Set

alarm

secara

tepat dan cek fungsi lainnya.


7.

Untuk

mematikan

tekan kembali tombol power on / off.


8.

Sambungkan sensor
lempeng / klip pada tangan / kaki / telinga.

C. Hal-hal yang harus diperhatikan :


Lokasi empat penempatan sensor :
1.

Sensor klip ditempatkan pada jari telunjuk tangan


atau telinga.

2.

Sesnor lempeng ditempatkan pada jari-jari, ibu jari


kaki, hidung.

Unit Terkait

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

Medis,Perawat

SUCTIONING
No Dokumen
445/26/101.14/RII/2009

72

No Revisi
0

Halaman
1/3

Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Suctioning merupakan tindakan mengangkat sekresi


yang terdapat pada dinding bronchus atau trachea.
Tindakan ini dilakukan pada pasien yang terpasang ET,
TT.

Tujuan

1.

Mengangkat sekret yang tidak bisa dikeluarkan


sendiri atau dibatukkan oleh pasien.

2.

Mengurangi penumpukan CO2 di paru-paru.

3.

Mencegah terjadinya bronchopneumonia.

4.

Memperlancar sirkulasi dan perfusi ke seluruh

jaringan.
Kebijakan Kepala UPT tentang Pelayanan

Kebijakan
Prosedur

A.

Persiapan alat :

1. Peralatan oksigenasi, air viva, oksigen dan selang.


2. Peralatan suction yang lengkap : suction dinding,
selang suction, tubing/kateter suction steril yang
sesuai

dengan

usia

dan

nomor

endotrakeal/trakeostomi.
3. Sarung tangan steril atau pinset steril.
4. Ember yang berisi larutan savlon untuk tempat
suction katheter bekas.
Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

5. Handuk untuk alas dada.


SUCTIONING
No Dokumen
445/26/101.14/RII/2009

73

No Revisi
0

Halaman
2/3

.
B.

Cara kerja :
1. Cuci tangan.
2. Jelaskan prosedur pada pasien.
3. Observasi saturasi, nadi, pernapasan, tekanan
darah danirama EKG.
4. Berikan oksigen dengan konsentrasi tinggi
melalui air viva atau ventilator.
5. Atur tekanan pada suction. Bayi = 60 100
mmHg, Dewasa = 120 200 mmHg.
6. Gunakan sarung tangan atau pinset steril.
7. Pilih kateter suction yang sesuai dengan umur
pasien dan ukuran ETT / TT (1/3 diameter ETT /
TT).
8. Sambungkan kateter suctioning pada selang
suction.
9. Lakukan ventilasi dengan air viva tiga kali,
dengan oksigen 12 15 liter / menit.
10. Masukkan kateter dalam keadaan terbuka, jika
ada reflek trakea angkat kateter 1 2 cm
kemudian tutup kateter dan angkat kateter
dengan gerakan memutar (lama tindakan 5 15
detik).
11. Berikan kembali oksigen dengan konsentrasi
tinggi 12 15 liter / menit melalui air viva.
12. Perasat ini boleh diulangi sampai bersih / banyak

Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

berkurang
SUCTIONING
No Dokumen
445/26/101.14/RII/2009

74

No Revisi
0

Halaman
3/3

13. Monitor kembali hemodinamik dan tanda vital


pasien.
14. Jika akan suction hidung dan mulut lakukan
suctioning ETT / TT dahulu sampai selesai
kemudian suctioning hidung dan yang terakhir
adalah mulut.
15. Bilas selang kateter dengan air yang ada di
ember, matikan suction dan buang suction pada
ember penampung tersebut.
Unit Terkait

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

16. Alat-alat dirapikan kembali dan dokumentasikan


Medis,Perawat

STERILISASI PERALATAN
No Dokumen
No Revisi
445/27/101.14/RII/2009
0

75

Halaman
1/3

Tanggal Terbit
PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Proses atau tekhnik penghancuran mikroorganisme termasuk


fungi, spora dan virus untuk mencegah terjadinya kontaminasi.

Tujuan

1.

Menekan

seminimal

mungkin

pertumbuhan

mikroorganisme
2.

Melindungi pasien dan petugas dari kemungkinan

Kebijakan

penularan penyakit
Kebijakan Kepala UPT tentang pelayanan

Prosedur

1.Untuk peralatan intubasi set (blade laringoskop, stilet,


maindrain),

alat

Jackson

Rees,

masker,

prosedur

pembersihan dan pensterilannya adalah sebagai berikut:


a.

Petugas

instalasi

rawat

intensif

yang

bersangkutan membersihkan peralatan yang selesai dipakai.


Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

Prosedur

STERILISASI PERALATAN
No Dokumen
445/27/101.14/RII/2009

b.

No Revisi
0

Halaman
2/3

Peralatan yang selesai dipakai didesinfeksi dengan


savlon, lalu dikeringkan dan dikembalikan ke tempat
semula.

c.

Bila tidak sempat membersihkan, peralatan yang


selesai dipakai jangan direndam di khlorin dan jangan
ditaruh di tempat alat kotor. Cukup diletakkan di bak
spoolhok, operkan ke teman petugas instalasi rawat
intensif yang lain.

2. Untuk peralatan ventilator set (tubing ventilator, konektor,

76

Y piece, water trap, chamber humidifier, flow sensor),


prosedur pembersihan dan pensterilannya sebagai
berikut :
a. Setelah lepas dari ventilator, peralatan yang selesai dipakai
direndam dalam larutan klorin selama 10 menit. Setelah itu
diangkat lalu dibersihkan dan dibilas dengan savlon, lalu
masukkan ke dalam larutan cidex selama 3 jam.
b. Setelah itu, peralatan tersebut diangkat lalu direndam
dengan aquadest steril (8 liter) selama 3 jam, lalu angkat
dan keringkan dan masukkan 1 set alat yang sudah steril ke
dalam box alat ventilator.
c. Untuk bacteria filter, dikirim ke CSSD agar disteril dengan
autoclave dengan suhu 131C selama 3 menit, atau suhu
Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

121 selama 6 menit


STERILISASI PERALATAN
No Dokumen
445/27/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
3 /3

3. Untuk peralatan yang terbuat dari stainless steel/ logam


seperti peralatan hecting set, rawat luka dan vena seksi
set, setelah direndam dalam larutan klorin selama 10
menit, peralatan yang kotor dibersihkan, diset lalu dikirim
ke CSSD untuk disteril lebih lanjut.
4. Untuk peralatan selang suction, selang oksigen dan
handschoen yang telah dipakai, direndam dalam larutan
chlorine selama 10 menit. Setelah itu peralatan diangkat
dan dibersihkan lalu dibilas dengan savlon dan
dikeringkan.
5. Untuk peralatan DC shock dan ECG, setelah selesai
dipakai, dibersihkan dari bekas-bekas jelly, dikeringkan
lalu ditata kembali.

77

Unit Terkait

1.Instalasi Rawat Intensif


2.CSSD

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

TATA CARA PEMERIKSAAN LABORATORIUM DI


RUANG ICU
No Dokumen
445/33/101.14/RII/2009
Tanggal Terbit

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

No Revisi
Halaman
0
1/2
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Tata

cara

melaksanakan

pelayanan

pemeriksaan

laboratorium untuk pasien dari rawat intensif


Tujuan

Sebagai acuan dalam memberikan pelayanan pemeriksaan


laboratorium untuk pasien dari rawat intensif sehingga
terhindar dari kesalahan prosedur

Kebijakan

Kebijakan Kepala UPT tentang Pelayanan

78

Prosedur

1.

Petugas ICU mengisi blangko laboratorium sesuai


dengan permintaan dokter yang merawat baik Cito
maupun tidak cito

2.

Pengambilan sampel darah dilakukan oleh petugas ICU

3.

Blangko permintaan pemeriksaan dan sample darah


diserahkan petugas ICU ke Instalasi Laboratorium
untuk

kemudian

ditindaklanjuti

sesuai

standar

operasional prosedur instalasi laboratorium.

TATA CARA PEMERIKSAAN LABORATORIUM DI


RUANG ICU

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

No Dokumen
445/33/101.14/RII/2009

4.

No Revisi
0

Halaman
2/2

Bila hasil laboratorium sudah selesai, petugas ruangan


ICU

mengambil

hasil

laboratorium

di

Instalasi

laboratorium
5.
Unit Terkait

Hasil laboratorium yang ada dikonsultasikan oleh

petugas ICU kepada dokter yang merawat


1. Instalasi Rawat Intensif
2.

Instalasi Laboratorium

79

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

TATA LAKSANA EVALUASI KARYAWAN


No Dokumen
445/28/101.14/RII/2009
Tanggal Terbit

No Revisi
Halaman
0
1/2
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Evaluasi karyawan adalah suatu cara mengevaluasi kinerja


karyawan meliputi kedisiplinan, kerjasama, komunikasi,dan

Tujuan

kinerja dari karyawan, yang dilakukan oleh rekan kerjanya.


1. Agar masing-masing karyawan mengetahui keadaan
dirinya atas dasar penilaian rekan kerjanya
2. Masing-masing karyawan bisa memperbaiki
kekurangannya atau mempertahankan yang sudah
baik
3. Agar budaya disiplin, kerjasama dan komunikasi
yang baik terwujud di ICU

Kebijakan

Kebijakan Kepala UPT ten


80

tang Pelayanan
Prosedur

1. Form evaluasi yang berisikan tentang evaluasi


kedisiplinan,

kerjasama,

komunikasi,dan

kinerja

dibagikan kepada masing-masing karyawan


2.

Masing-masing karyawan mengisi form yang


dibagikan dengan cara menilai masing-masing rekan
kerja sesuai
TATA LAKSANA EVALUASI KARYAWAN

Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

Prosedur

No Dokumen
445/28/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
2/2

kriteria yang diberikan.


3 Form yang telah diisi diserahkan kembali ke Kepala
Instalasi untuk direkap.
4 Evaluasi karyawan dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sekali.
5 Sebagai tindak lanjut dari evaluasi yang dilakukan oleh
masing-masing karyawan, Kepala Instalasi memanggil
staf satu persatu didampingi Kepala Ruangan dan
memberitahukan nilai dari staf tersebut dimana
kekurangan yang harus diperbaiki dan kelebihan yang
harus dipertahankan.
6

Petugas :
-

Unit Terkait

Koordinator Ruangan

Medis,Perawat

81

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

TATA LAKSANA KONSULTASI


No Dokumen
445/29/101.14/RII/2009
Tanggal Terbit

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

No Revisi
Halaman
0
1/3
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Konsultasi adalah pelayanan medis spesialis tertentu


(meliputi aspek diagnosa dan terapi) yang diberikan atas

Tujuan

permintaan dokter jaga/ dokter spesialis lainnya


Agar penderita mendapatkan pelayanan medik yang optimal

Kebijakan

Kebijakan Kepala UPT tentang Pelayanan

Prosedur
1.

Alur
Dokter jaga ICU/Perawat ICU
Dokter Spesialis konsulen

Dokter Spesialis konsulen lain


2.

Dokter spsialis konsulen adalah dokter on-call,


dokter/perawat jaga menghubungi dokter spesialis

82

konsulen per telepon

Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

Prosedur

TATA LAKSANA KONSULTASI


No Dokumen
445/29/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
2/3

3 Dokter spesialis konsulen wajib menjawab konsultasi


per telepon
4 Jika dalam waktu 5 (lima) menit dokter spesialis
konsulen pertama tidak bisa dihubungi maka dokter
jaga/perawat jaga harus menghubungi dokter
spesialis konsulen kedua (SMF yang sama)
5 Dokter/perawat jaga melakukan tindakan sesuai
advis per telepon
6 Jika pasien dalam keadaan gawat darurat dan dokter
spesialis konsulen pertama dan kedua sulit
dihubungi atau tidak ada waktu lagi untuk
menghubungi dokter spesialis konsulen maka
dokter jaga/perawat jaga harus mengatasi keadaan
gawat daruratnya
7 Jika pasien yang telah dirawat oleh dokter spesialis
tertentu membutuhkan rawat bersama dengan
spesialis lain, maka dokter spesialis yang merawat
menulis permintaan konsultasi di lembar konsultasi,
ditulis tanggal/jam/tanda tangan/nama terang yang
melakukan konsul.
8 Isi konsul memuat ikhtisar singkat pendrita dan
konsul yang diminta
9 Jawaban konsultasi di tulis dalam lembar konsultasi
83

10 petugas :
- Dokter Jaga ICU
- Perawat

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

TATA LAKSANA KONSULTASI


No Dokumen
445/29/101.14/RII/2009
- Dokter spesialis

Unit Terkait

Medis,Perawat

84

No Revisi
0

Halaman
3/3

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

TATA LAKSANA PASIEN MENINGGAL


No Dokumen
445/30/101.14/RII/2009
Tanggal Terbit

No Revisi
Halaman
0
1/3
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Pasien meninggal adalah pasien yang dirawat di ICU setelah


melalui proses perawatan dan pengobatan di ICU
dinyatakan meninggal oleh dokter Jaga ICU/ dokter spesialis

Tujuan

yang merawat.
1. Agar pasien yang meninggal bisa mendapatkan
pelayanan yang baik
2. Agar penanganan jenazah pasien penyakit menular
tidak menambah resiko penularan penyakit kepada

Kebijakan
Prosedur

perawat dan keluarga pasien.


Kebijakan Kepala UPT tentang Pelayanan
1. Dokter jaga/perawat ICU menyatakan pasien
meninggal

dan

segera

memberitahu

serta

menjelaskan kepada keluarga pasien. Pernyataan


meninggal ditulis di dokumen medik

85

Rumah Sakit
Kusta
Sumberglagah

TATA LAKSANA PASIEN MENINGGAL


No Dokumen
445/30/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
2/ 3

Dokter jaga/Dokter spesialis yang merawat segera


mengisi dan menandatangani surat keterangan
pemeriksaan kematian (Form A & B) masing-masing
rangkap dua, yang satu diserahkan ke keluarga
pasien dan satunya lagi direkatkan ke dokumen
medik pasien

3 Tata cara pemulasaraan pasien meninggal :


-

Petugas yang akan menangani jenazah


harus memakai sarung tangan

Melepas infus dan alat medik lain,


buang ke dalam tempat sampah medis

Letakkan

jenazah

dalam

posisi

terlentang dengan tangan di sisi atau di dada


-

Tutupi mata dengan kapas lembab,


tutupi telinga dan mulut dengan kapas dan kasa

Bersihkan jenazah dan tutupi dengan


kain bersih

Perawat menawarkan kepada keluarga


pasien, jenazah akan dimandikan di rumah atau di
rumah sakit

Petugas ICU menghubungi petugas


pemulasaraan jenazah untuk mengambil jenazah di
ICU

Petugas ICU memberitahu keluarga


pasien untuk menyelesaikan pembayaran di kasir.

Rumah

TATA LAKSANA PASIEN MENINGGAL

86

Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

No Dokumen
445/30/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
3/ 3

4 Petugas :

Unit Terkait

Rumah Sakit

Perawat

Dokter Jaga ICU

1. Instalasi Rawat Intensif


2. Instalasi Pemulasaraan Jenazah

TATA LAKSANA PASIEN PULANG PAKSA

87

Kusta
Sumberglagah

No Dokumen
445/31/101.14/RII/2009
Tanggal Terbit

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

No Revisi
0

Halaman
1/2

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

30 Desember 2009
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Pasien pulang paksa adalah pasien yang dirawat di ICU,


dimana setelah melalui proses perawatan dan pengobatan
di ICU dari pihak penderita maupun keluarga menyatakan
keinginan untuk pulang walaupun dokter yang merawat
belum mengijinkan untuk pindah ruangan/pulang dan
sanggup menanggung segala resiko yang mungkin terjadi
serta tidak akan menuntut ataupun menggugat dokter
maupun pihak rumah sakit
4. Agar pasien yang pulang paksa bisa mendapatkan

Tujuan

pelayanan yang baik


5. Agar penanganan penderita yang pulang paksa
berjalan dengan lancar.
Kebijakan Kepala UPT tentang Pelayanan

Kebijakan
Prosedur

1. Dokter jaga/perawat ICU menghubungi dokter yang


merawat, memberitahukan kalau penderita meminta
pulang paksa.

Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

TATA LAKSANA PASIEN PULANG PAKSA


No Dokumen
445/31/101.14/RII/2009

88

No Revisi
0

Halaman
2 /2

2. Perawat jaga meminta pihak keluarga mengisi


DMK

11

pernyataan

menolak

meneruskan

perawatan di ICU dan formulir surat pernyataan


pulang paksa dengan disertai nama terang, tanda
tangan dan cap ibu jari.
3. Perawat jaga memasukkan tindakan yang belum
masuk di billing sistem dan mencetak rincian biaya
perawatan (POP), kemudian menuliskan pada
buku ekspedisi pembayaran dan menyerahkan
kepada pihak keluarga untuk dibawa ke kasir
pembayaran guna menyelesaikan administrasi.
4. Setelah administrasi pasien selesai, semua alatalat kesehatan yang menempel atau terpasang
pada penderita dilepas, kemudian diganti bajunya
dengan pakaian milik penderita sendiri dan
penderita diijinkan pulang.
5. Petugas :

UNIT TERKAIT

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Perawat

Dokter Jaga ICU

Medis,Perawat,Administrasi

TERAPI OKSIGEN
No Dokumen
445/32/101.14/RII/2009

Tanggal Terbit
30 Desember 2009

No Revisi
Halaman
0
1/2
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

89

Pengertian

Suatu tindakan untuk menaikkan tekanan parsial oksigen


pada inspirasi yang dapat dilakukan dengan cara :
1. Menaikkan kadar O2 inspirasi (FiO2)
2. Menaikkan tekanan oksigen (hiperbarik)
1. Memenuhi kebutuhan oksigen

Tujuan

2. Mencegah terjadinya hipoksia


3. Terapi terhadap hipoksia
Kebijakan Kepala UPT tentang Pelayanan

Kebijakan
Prosedur

I.
1.

Alat-alat bantu nafas

2.

Humidihier dan Flowmeter

3.

Oksigen sentral

II.

Pelaksanaan
1.

Rumah
Sakit
Kusta
Sumbergl
agah

Persiapan Alat

Petugas Cuci Tangan sebelum tindakan

TERAPI OKSIGEN
No Dokumen
445/32/101.14/RII/2009

90

No Revisi
0

Halaman
2/2

2.

Atur posisi pasien

3.

Membuka Flowmeter dan mengukur dosis


secara bertahap

4.

Pasang alat bantu nafas sesuai kebutuhan


pasien

5.

Memperhatukan reaksi pasien, pernafasan


dan nadi

6.

Perawat Cuci tangan setelah melakukan


tindakan

7.

Mendokumentasikan tindakan ke ke lembar


observasi

Unit Terkait

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

Medis,Perawat

TATA CARA PEMERIKSAAN LABORATORIUM DI


RUANG ICU
No Dokumen
445/33/101.14/RII/2009

91

No Revisi
0

Halaman
1/2

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Tanggal Terbit
30 Desember 2009

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Tata cara melaksanakan pelayanan pemeriksaan


laboratorium untuk pasien dari rawat intensif

Tujuan

Sebagai acuan dalam memberikan pelayanan pemeriksaan


laboratorium untuk pasien dari rawat intensif sehingga
terhindar dari kesalahan prosedur.
Kebijakan Kepala UPT tentang Pelayanan

Kebijakan
Prosedur

1.

Petugas ICU mengisi


blangko laboratorium sesuai dengan permintaan dokter
yang merawat baik Cito maupun tidak Cito.

2.

Pengambilan sampel
darah dilakukan oleh petugas ICU

3.

Blangko permintaan
pemeriksaan dan sampel darah diserahkan petugas ICU
ke Instalasi Laboratorium untuk kemudian ditindaklanjuti
sesuai standart operadional prosedur instalasi
laboratorium.

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

TATA CARA PEMERIKSAAN LABORATORIUM DI

92

RUANG ICU
4.

Bila hasil
laboratorium sudah selesai, petugas
ruangan ICU mengambil hasil

5.

laboratorium di instalasi laboratorium.


Hasil
laboratorium yang ada dikonsultasikan
oleh petugas ICU kepada dokter yang
merawat

Unit Terkait

Rumah Sakit Kusta

1.
2.

Instalasi Rawat Intensif


Instalasi Laboratorium

PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL

93

Sumberglagah

No Dokumen
445/34/101.14/RII/2009

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

No Revisi
Halaman
0
1/3
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

Tanggal Terbit
30 Desember 2009

dr. Nanang Koesnartedjo


NIP. 19560727 199003 1 004
Pengertian

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang terdapat pada waktu


pasien mulai dirawat di rumah sakit sekurang-kurangnya
3x24 jam sejak mulai perawatan
UMUM :

Tujuan

Mengendalikan infeksi di ruang perawatan intensif


KHUSUS :
1.

Mencegah terjadinya infeksi nosokomial

2.

Menurunkan angka terjadinya infeksi


nosokomial

3.

Menanggulangi kejadian luar biasa bila


terjadi infeksi nosokomial

Kebijakan

Pencegahan infeksi dalam melakukan tindakan medis


dan non medis

Rumah Sakit Kusta

Protap pengendalian infeksi rumah sakit

PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL

94

Sumberglagah

Prosedur

No Dokumen
445/34/101.14/RII/2009
1.

No Revisi
0

Halaman
2/3

Semua petugas instalasi rawat intensif dalam


melakukan tindakan pelayanan harus mencuci
tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan,
sesuai prosedur cuci tangan

2.

Semua orang yang berada di ruang perawatan


Instalasi Rawat Intensif harus mengenakan baju
(scort) yang dipakai di dalam ruang ICU

3.

Semua petugas dalam melakukan tindakan medis


harus memakai sarung tangan (hand scoen) dengan
ketentua 1 hand scoen untuk 1 pasien

4.

Semua tindakan medis harus dilakukan sesuai


prosedur yang berlaku

5.

Pengelolaan alat-alat dan bahan untuk tindakan


(seperti persiapan alat dan bahan untuk tindakan
invasif, pemrosesan sarung tangan pakai ulang,
penyimpanan alat dan linen steril, penyimpanan kasa
dan sarung tangan steril, pengelolaan linen dan
korentang) harus dilakukan sesuai prosedur yang
berlaku

6.

Sesudah melakukan tindakan, semua peralatan


harus dibersihkan dan disteril sesuai prosedur
pembersihan dan penyeterilan alat

7.

Ruang perawatan Instalaai Rawat Intensif harus


dibersihkan minimal 2 kali sehari atau bila kotor, dan
pembersihan besar dilakukan minimal satu minggu
sekali

Rumah
Sakit Kusta
Sumbergla
gah

PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL


No Dokumen
445/34/101.14/RII/2009

95

No Revisi
0

Halaman
3 /3

8.

Limbah medis dan non medis harus ditampung


secara terpisah

9.

Limbah medis bukan benda tajam dimasukkan ke


bak sampah medis yang berupa tas palstik warna
kuning, untuk selanjutnya dikumpulkan oleh petugas
kebersihan rumah sakit untuk dikelola sesuai
prosedur RS

10. Limbah medis benda tajam harus dinasukkan ke


dalam safety boxyang disediakan. Bila sudah terisi
penuh, limbah medis dikirim ke tempat pembuangan
sampah dan dibakar di tungku pembakaran
(incenerator)
11. Limbah non medis dimasukkan ke tas plastik warna
hitam untuk selanjutnya dikumpulkan oleh petugas
kebersihan rumah sakit untuk dikelola sesuai
prosedur RS
12. Linen kotor harus ditempatkan ke bak khusus linen
kotor dan harus diantar ke bagian laundry oleh PRS
ICU
13. Peralatan

makan

pasien

dibersihkan

sesuai

prosedur oleh PRS ICU tiap kali selesai digunakan


14. Pembersihan lingkungan termasuk dapur dan
ruangan di luar perawatan dilakukan oleh petugas
Unit Terkait

Rumah
Sakit Kusta
Sumbergla
gah

cleaning service sesuai prosedur yang ditetapkan


Instalasi Rawat Intensif

CSSD

IPRS
INFUS PUMP

No Dokumen
445/35/101.14/RII/2009

96

No Revisi
0

Halaman
1/2

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Tanggal Terbit
30 Desember 2009

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Suatu alat yang digunakan untuk membantu proses

Tujuan

memberikan obat.
Untuk mempermudah dan memperlancar jalannya

Kebijakan

pemberian obat tepat dosis.


Pasien safety

Prosedur

1.

Cuci tangan sebelum


melakukan tindakan

2.

Larutkan obat dalam


botol/kantong cairan fisiologis yang dibutuhkan dan
perhitungkan laju/rute obat melalui infuse pump.

3.

Rapatkan klem pada


infuse set.

4.

Hubungkan
botol/kantong cairan obat dengan infuse set, isilah infuse
set dengan larutan obat. Usahakan tidah terdapat
gelembung udara. Jika ada gelembung udara maka
keluarkan dengan cara menyentil infuse set sampai
udara terkumpul du ujung infuse set.

5.

Pasang salah satu ujung


set. Atur katup three-way stopcock.

6.

Hubungkan ujung threeway stopcock dengan kateter vena klien dan atau jalur
cairan yang lain.

7.

Gantungkan larutan obat


pada standart infuse.

8.

Tempatkan tube infuse


set pada infussion pump machine secara tepat.

97

Rumah
Sakit Kusta
Sumbergla
gah

INFUS PUMP
No Dokumen
445/35/101.14/RII/2009

9.

No Revisi
0

Halaman
2/2

Hubungkan kabel listrik


infussin pump machine dengan sumber listrik AC.

10.

Nyalakan tombol
ON/OFF dan tekan program rate /laju yang dibutuhkan.

11.

Tekan tombol Run untuk


memasukkan obat kedalam vena klien.

12.

Dokumentasikan
pemberian obat pada lembaran observasi obat : nama
obat, dosis obat, cara pemberian, rate/laju obat dalam
infuse pump, tanggal dan jam pemberian.

13.

Observasi efek obat dan


reaksi klinis pasien selama peberian obat.

14.

Jika obat mendekati


habis atau habis maka alarm akan berbunyi, maka tekan
tombol alarm dan matikan infuse pump machine dengan
menekan tombol ON/OFF

15.

Ganti botol yang kosong


dengan cairan fisiologis 100 ml dan program kembali rate
yang ditetapkan untuk mendorong sisa obat dalam infuse
set masuk ke vena klien.

16.

Jika cairan telah habis


maka alarm akan berbunyi, maka tekan tombol alarm dan
matikan infuse pump machine dengan menekan tombol
ON/OFF

17.

Tutup jalur dari infussion


pump dengan memutar katub three-way stopcock.

18.

Bersihkan dan bereskan


peralatan dan kembalikan ke tempatnya.

98

19.
Unit Terkait
Rumah
Sakit Kusta
Sumbergla
gah

Cuci tangan setelah

melakukan tindakan.
ICU
PENGOPERASIAN EKG
No Dokumen
445/36/101.14/RII/2009

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Tanggal Terbit
30 Desember 2009

No Revisi
0

Halaman
1/2

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Suatu alat untuk mendeteksi irama jantung.

Tujuan

Untuk mengetahui keadaan jantung pasien sebagai

Kebijakan

tindakan diagnostik.
Pasien safety

Prosedur

A. Persiapan Pasien
1.

Berikan
penjelasan kepada pasien tentang tindakan yang
akan dilaksanakan meliputi : tujuan, tata cara, sikap
pasien.

2.

Lakukan
pemeriksaan vital sign.

B. Persiapan Alat
1.

Selimut

2.

Kasa

3.

Jelly EKG

4.

EKG SET

C. Pelaksanaan
1.

Ti
durkan pasien pada posisi terlentang sikap sempurna
(kedua tangan disamping badan).

2.

Pa
99

sangkan selimut pasien


3.

Bu
ka bagian atas pakaian pasien hingga terlihat semua
bagian thorak.

4.

Te
ntukan lokasi sadapan elektroda pada dada dan
ekstremitas, berikan jelly EKG secukupnya.

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

PENGOPERASIAN EKG
No Dokumen
445/36/101.14/RII/2009

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Tanggal Terbit
30 Desember 2009

No Revisi
Halaman
0
2/2
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

5. Pasang semua sadapan elektroda laed I,II,III, AVR,


AVL, AVF, V1-V6
6.

Nyalakan EKG dengan


menekan tombol ON

7.

Tentukan setting pemeriksaan


12 lead, tekan tombol START

8.

Setelah selesai, lepaskan


semua elektroda dan bersihkan jelly dengan kasa.

9.

Rapikan pakaian pasien.

10.

Berikan sampul EKG dan catat


identitas pasien, tanggal, pemeriksaan, tanda
tanda vital.

Unit Terkait

1.

Instansi rawat inap

2.

Instansi rawat jalan

3.

Instansi Gawat Darurat

4.

Unit kamar operasi

100

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

PENGOPERASIAN NEBULIZER
No Dokumen
445/37/101.14/RII/2009

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Tanggal Terbit
28 Maret 2011

No Revisi
Halaman
0
1/2
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Suatu alat untuk membantu mengencerkan sputum.

Tujuan

Memperbaiki saluran pernafasan dengan proses

Kebijakan

pengenceran sputum pada bronkus


Pasien safety

Prosedur

A. Persiapan Pasien
1.

Berikan penjelasan kepada pasien


tentang tindakan yang akan dilaksanakan meliputi :
tujuan, tata cara, sikap pasien.

2.

Lakukan pemeriksaan vital sign


(tensi, suhu, nadi, pernafasan)

3.

Pastikan reflek batuk adekwat

B. Persiapan Alat
1. Cairan PZ dan spuit 10 cc
2. Kasa
3. Nebulizer set

101

4. Oksigen set
C. Pelaksanaan
1.

Ti
durkan pasien pada posisi semi fowler

2.

Be
rikan oksegenasi.

3.

Ce
k fungsi alat

4.

M
asukan obat mukolitik kedalam chamber dan lakukan

Rumah
Sakit Kusta
Sumbergla
gah

pengenceran dengan PZ sesuai dosis / takaran obat.


PENGOPERASIAN NEBULIZER
No Dokumen
445/37/101.14/RII/2009

5.

No Revisi
0

Halaman
2/2

Sambungkan dengan
sumber listrik, tekan tombol ON.

6.

Ajarkan pasien teknik


pernafasan, inspirasi lewat hidung dan ekspirasi
lewat mulut dengan ritme nafas normal.

7.

Pasangkan nasal Nebulizer


sampai obat habis (15 menit)

8.

Ajarkan pasien untuk batuk


efektif.

Unit Terkait

9.

Periksa ulang vital sign.

10.

Rapikan pasien dan catat


hasil tindakan pada status pasien.
Instansi rawat inap
Instansi rawat jalan
Instansi Gawat Darurat
Unit Kamar Operasi

102

PASIEN MONITOR

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

No Dokumen
445/38/101.14/RII/2009

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Tanggal Terbit
28 Maret 2011

No Revisi
Halaman
0
1/1
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

PENGERTIAN

Suatu alat yang digunakan untuk membantu memonitor


tanda tanda vital pasien.

TUJUAN

Untuk memonitor tanda tanda vital pasien : tensi, nadi,


RR, suhu, spo2, irama jantung.

KEBIJAKAN

Pasien safety

PROSEDUR

1.
2.

Beritahu kepada pasien.


Sambungkan alat dengan
sumber listrik

3.

Astikan kabel / rangkaian


terpasang dengan baik pada monitor.
4.
Pasangkan
elektroda
sesuai dengan bagan yang ada pada petunjuk.
5.
Tekan tombol power pada
kanan bawah.
6.
Setting alat sesuai dengan

103

kebutuhan.
Tombol kiri bawah diputar setelah sesuai baru
ditekan.
Ulangi sesuai dengan kebutuhan.
7.
Setting alrm sesuai dengan
kebutuhan.
8.
Setting
layar
sesuai
dengan kebutuhan.
UNIR TERKAIT

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Ruang ICU

PENERIMAAN PASIEN
No Dokumen
445/39/101.14/RII/2009

Tanggal Terbit
28 Maret 2011

No Revisi
Halaman
0
1/2
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

PENGERTIAN

Tata cara penerimaan pasien dari ruangan atau dari rumah


sakit lain masuk ke dalam instansi rawat intensif.

TUJUAN

Mempermudah pasien kritis yang sangat membutuhkan


pertolongan/penanganan untuk segera bisa masuk ICU.

KEBIJAKAN

Kepala UPT tentang pelayanan

PROSEDUR

Setiap pasien yang masuk ke dalam unit instalasi intensif


harus dilakukan prosedur penerimaan pasien sebagai
berikut :
1.
Dokter / perawat yang
pengirim harus malakukan timbang terima dengan

104

dokter / perawat.
2.

Timbang terima meliputi


seluruh keadaan pasien, perjalanan penyakitnya, dan
pengobatan secara lengkap.
3.
Dokter/perawat penjaga
penerima memeriksa dan memastikan keadaan
pasien.

PENERIMAAN PASIEN

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

No Dokumen
445/39/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
2/2

4.

Seluruh pakaian pasien


dilepas dan diganti dengan pakaian pasien di ICU
5.
Pasien di bawa masuk ke
dalam ruang rawat ICU dan dipindahkan ketempat
tidur, kemudian dilakukan evaluasi/observasi lebih
teliti.
Unit Terkait

Medis, Perawat ICU, Manager System Rawat Inap, Pokja


Fungsional.

105

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

ALUR TIMBANG TERIMA PASIEN


No Dokumen
445/40/101.14/RII/2009

Tanggal Terbit
28 Maret 2011

No Revisi
Halaman
0
1/2
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Aturan atau prosedur yang di pakai dalam melakukan


operasi atau serah terima pasien ICU antar shift malampagi, pagi-sore, sore-malam.

Tujuan

Sebagai acuan pelaksanaan aturan timbang terima pasien


di ICU

Kebijakan

Kebijakan Kepala UPT tentang pelayanan

Pelaksanaan

Perawat

106

Prosedur

SASARAN
Perawat yang selesai dinas shift dan digantikan dengan
perawat pengganti.
PELAKSANAAN
1. Salah satu petugas membaca doa dan di ikuti
semua petugas
2. Ke pasien langsung atau dilaksanakan di ruang
perawat dan membaca laporan.
3. Melaporkan rencana tindakan yang telah dilaporkan
serta mengoperkan tindakan yang belum dan akan
dilakukan oleh shift pengganti.
4. Mengobservasi dan melaporkan perkembangan
keadaan pasien kepada shift pengganti.
Teratasi
Belum teratasi

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

ALUR TIMBANG TERIMA PASIEN


No Dokumen
445/40/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
1/2

Teratasi sebagian
Muncul maslah baru
5. Pendokumentasian yang jelas dan pelimpahan tugas
untuk shift selanjutnya.
Unit Terkait

Perawat ICU, Manager System Rawat Inap, Pojka


Fungsional

107

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

KETO ASIDOSIS DIABETIKUM ( KAD )


No Dokumen
445/41/101.14/RII/2009

Tanggal Terbit
28 Maret 2011

No Revisi
Halaman
0
1/2
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

Pengertian

Merupakan dekompensasi metabolik akibat defisiensi


insulin absolut atau relatif dan merupakan komplikasi akut
diabetes melitus yang serius.

Tujuan

Menurunkan morbiditas dan mortalitas.

Kebijakan

Dilakukan dengan management terapi penurunan kadar


gula darah.

108

Prosedur

Tata laksana umum :

Berikan oksigen bila PO2 < 80 mmHg.

Antibiotika adekuat.

Monitor tekanan darah frekuensi nadi,frekuensi.


pernapasan, temperatur setiap jam.

Monitor kesadaran tiap jam.

Monitor produksi urin setiap jam, balans cairan.

Pemantauan laboratorik :
-

Gula darah tiap jam

Na+,K+,Cl- : tiap 6 jam selama 24 jam,


selanjutnya sesuai keadaan

Penatalaksanaan :
Fase I :
1. Rehidrasi NaCl 0,9% atau RL 2 L/2 jam pertama

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

KETO ASIDOSIS DIABETIKUM ( KAD )


No Dokumen
445/41/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
1/2

lalu 80 tts/menit selama 4 jam, lalu 30-50 tts/mnt


selama 18 jam (4-6 liter/24 jam). Diteruskan
sampai 24 jam berikutnya.
2. Regaluasi cepat 4 8 unit/jam IV sampai batas
glukosa darah sekitar 250mg/dl.
3. Infus K+ 75 mEq (bila K+ = < 2.5 mEq/l), 50 mEq
(K+ = 2.5 3.0 mEq/l) dan 25 mEq (K+ = 3.0 3.5
mEq) per 24 jam.
4. Infus Na Bic bila PH < 7.20 atau Bik < 12 mEq /
150 100 mEq langsung drip atau dalam 500 ml
Na Cl 0.9% 30 80 tetes/mnt
5. Antibiotika kombinasi anpicillin + gentamisin atau

109

sefalosporin
Fase II :
1. Maintenence NaCl 0,9%
2. Insulin kerja cepat 3 x 8 12 unit s.c
3. Makanan lunak karbohidrat komplek per oral
Monitoring :
1. Tensi,nadi,kesadaran,produksi urine.
2. Gula darah acak diulang setelah pemberian insulin
kerja cepat sesuai dengan pedoman rumus minus
UNIT TERKAIT

satu kali dua.


Koordinator Fungsional,Manager Sistem Rawat Inap,Medis,
Perawat. I C U

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

PENANGANAN SYOK HEMORARGIK


No Dokumen
445/42/101.14/RII/2009

Tanggal Terbit
20 Maret 2011

No Revisi
Halaman
0
1/3
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

PENGERTIAN

Suatu keadaan dimana terjadi gangguan perfusi yang


disebabkan adanya perdarahan.

TUJUAN

1. Memulihkan perfusi pada jaringan.


2. Memulihkan keseimbangan cairan dalam tubuh.

KEBIJAKAN

3. Mencegah kematian.
Dilakukan pada pasien dengan syok hemoragik.

PROSEDUR

Persiapan alat :

110

1. Alat Pelindung Diri ( Masker, Handscoen, Scort )


2. Neck collar
3. Plester
4. IV Cath sesuai ukuran
5. Ringer Lactat yang hangat
6. Monitor EKG
7. Pulse Oksimeter
8. Oksigen set
9. Kateter
10. Urin bag
11. Aqua for injection
12. Disposible syiringe 10 cc
Pelaksanaan :
1. Pasien disiapkan sesuai dengan kebutuhan

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

PENANGANAN SYOK HEMORARGIK


No Dokumen
445/42/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
2/3

tindakan diatas brankard


2. Petugas menggunakan alat pelindung diri ( Masker,
Handscoen, Scort )
3. Airway dan C spine dijamin aman
4. Breathing dijamin aman, berikan oksigen
5. Circulation :

Infus 2 line dengan jarum no. 16/18 RL


1000-2000 ml sesuai dengan kebutuhan
atau kelasnya syok

Periksa laboratorium darah : Golongan


darah, Hb/Ht, AGD

111

Stop sumber perdarahan

Tidak ada reaksi dilakukan bedah resusitasi


untuk menghentikan perdarahan

6. koordinator IGD Pasang monitor EKG


7. Pasang Gastric tube
8. Pasang kateter urin dan nilai produksi urin
Hal yang harus diperhatikan :
1. Harus dapat dilakukan di pusat gawat darurat
tingkat IV sampai tingkat I
2. Pasien dengan perdarahan yang masih aktif tidak
dapat atau tidak boleh dievakuasi
3. Metabolisme Anaerob
4. Kematian sel, Translokasi bakteri, SIRS
5. Gagal organ multipel/ Multiple Organ Failure (MOF)

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

PENANGANAN SYOK HEMORARGIK


No Dokumen
445/42/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
3/3

6. dan kematian
UNIT TERKAIT

Koordinator Fungsional,Manager Sistem Rawat Inap,Medis,


Perawat , I C U

112

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

MENGAMBIL CORPUS ALENIUM PADA HIDUNG


No Dokumen
445/43/101.14/RII/2009

Tanggal Terbit
20 Maret 2011

No Revisi
Halaman
0
1/1
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

PENGERTIAN
TUJUAN

Mengambil benda asing yang masuk ke dalam hidung


1. mencegah terjadinya infeksi
2. membebaskan jalan nafas

KEBIJAKAN

Ada standart cara mengambil benda asing yang masuk ke


hidung .

PROSEDUR

Persiapan Alat :

113

1. Speculum hidung.
2. Nose pinset.
3. Ring hak.
4. Lampu periksa.
5. Tissue/kassa
Prosedur Pelaksanaan :
1. Hidung dibuka dengan spekulum hidung, kemudian
dilihat dengan lampu periksa.
2. Apabila korpus alineum kelihatan lalu ambil
memakai ring hak atau nose pinset
3. Setelah diambil, kemudian dibersihkan dengan
kassa
UNIT TERKAIT

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Koordinator fungsional, manager sistem rawat inap, komite


keperawatan, perawat, I C U.

INFORMED CONSENT
No Dokumen
No Revisi
Halaman
445/44/101.14/RII/2009
0
1/2
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
Tanggal Terbit
20 Maret 2011
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

PENGERTIAN

Informed consent adalah mengatakan setuju diberikan


suatu tindakan dengan bebas dan rasional sudah
mendapatkan informasidan dimengerti dengan bukti tertulis
dan di tandatangani oleh kedua belah pihak dan saksi

TUJUAN

Umum:
Sebagai langkah acuan penerapan pemberian informasi

114

tindakan
Khusus:
1. Sebagai perlindungan hukum untuk tenaga medis
dalam melakukan tindakan
KEBIJAKAN

2. Sebagai kesepakatan suatu perjanjian tindakan


Kepala UPT tentang pelayanan

PROSEDUR

1. petugas memberikan penjelasan tentang maksud


dan tujuan tindakan ,kemungkinan komplikasi
,teknik tindakan kepada keluarga pasien
2. bila keluarga setuju dibuatkan surat perjanjian yang
sudah tersedia (form persetujuan tindakan )
3. Keluarga diminta memberikan tanda tangan
dengan di dampingi perawat atau keluarga
terdekat lainnya
4. Bila pasien menolak tindakan yang di berikan ,

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

INFORMED CONSENT
No Dokumen
No Revisi
445/44/101.14/RII/2009
0

Halaman
1/2

Keluarga diminta memberikan tanda tangan ( form penolakan


tindakan )
UNIT TERKAIT

ICU

115

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

PENANGANAN KEJANG DEMAM


No Dokumen
No Revisi
Halaman
445/45/101.14/RII/2009
0
1/2
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
Tanggal Terbit
20 Maret 2011
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

PENGERTIAN

Kejang demam adalah kejang yang terjaadi akibat adanya


kenaikan suhu tubuh yang disebabkan oleh suatu proses
ekstrakranium.

TUJUAN

1. Mencegah terjadinya kejang berulang.

KEBIJAKAN

2. Mencegah cedera akibat kejang.


.Dilakukan pada semua pasien kejang demam.

PROSEDUR

Persiapan Alat :
1. Set therapi oksigen.
2. Alat untuk mengukur tanda-tanda vital.
116

3. Alat kompres.
4. Sudip lidah.
5. Obat-obatan sesuai kebutuhan.
Pelaksanaan :
1. Beri penjelasan kepada keluarga tentang tindakan
yang akan dilakukan.
2. Mengatur posisi pasien.Cegah pasien terbentur
dengan benda-benda sekitar.
3. Berikan oksigen.
4. Memasang sudip lidah.
5. Memasang infus.
6. Memberikan obat-obatan sesuai indikasi.

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

PENANGANAN KEJANG DEMAM


No Dokumen
No Revisi
Halaman
445/45/101.14/RII/2009
0
2/2
7. Beri kompres dingin.
8. Mengukur tanda-tanda vital.
9. Hal-hal yang perlu diperhatikan :
a) Awasi terjadinya kejang berulang.
b) Awasi terjadinya efek samping dari
pemberian anti konvulsan.

UNIT TERKAIT

Koordinator Fungsional,Manager Sistem Rawat Inap,Medis,


Perawat. ICU

117

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

MEMASANG TAMPON HIDUNG


No Dokumen
No Revisi
Halaman
445/46/101.14/RII/2009
0
1/2
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
Tanggal Terbit
28 Maret 2011
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

PENGERTIAN

Memasang tampon pada hidung

TUJUAN
Mengurangi dan menghentikan perdarahan di hidung
KEBIJAKAN

Ada Standart cara melakukan tampon di hidung

PROSEDUR

Persiapan Alat:
Alat tidak steril.
1.
Spekulum hidung.
2.
Lampu periksa/Nose pincet.
3.
Tongue Spatel.
4.
Bengkok.
5.
Plester.
Alat steril.
1.
2.
3.
4.
5.

Tampon tang/Nose pincet.


Pinset, Gunting, Kasa
Specees Salp.
Pita Salp.
Korentang dalam tempatnya.

118

Prosedur Pelaksanaan:
1.

UNIT TERKAIT

Pasien disuruh menghembuskan nafas (sisi) dengan


posisi kepala menunduk & ditadahi bengkok, dengan
hidung ditahan dengan tissue.
2.
Setelah hidung bersih dan Stosel masukkan pita Salp
dengan nose pinset sedikit demi sedikit sampai padat
begitu juga hidung sebelahnya.
3.
Kemudian perdarahan dievaluasi dengan pasien
disuruh membuka mulut dan dilihat dengan tongue spatel.
4.
Bila tidak ada perdarahan hidung dipasang kassa dan
diplester
Koordinator Fungsional,Manager Sistem Rawat Inap,Medis,
Perawat.ICU

MENGAMBIL CORPUS ALENIUM PADA MATA

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

No Dokumen
445/47/101.14/RII/2009

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Tanggal Terbit
28 Maret 2011

No Revisi
Halaman
0
1/2
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

PENGERTIAN

Mengambil benda asing yang masuk ke dalam mata

TUJUAN
1.

Mencegah terjadinya
infeksi

2.

Memberikan rasa nyaman


pada pasien

KEBIJAKAN

Ada Standart cara mengambil benda asing yang masuk ke


mata .

119

PROSEDUR
Persiapan Alat:
1.

Bengkok berisi : kapas lembab/kassa steril, lidi


waten, pinset kecil.
2.
Jarum injeksi 10 cc.
3.
Lup untuk melihat korpus.
4.
Duk kecil berlubang.
5.
Hand Scoon.
6.
Gunting kecil dan plester.
7.
Obat :
Pantocain tetes.
Betadine kompres.
Salep/tetes = AB.
Kemicetin/klorampenicol.
Persiapan Pasien dan Lingkungan:
1.

Memberikan penjelasan tetang


tindakan yang akan dilakukan.
2.
Pasien menanda tangani SPO

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

MENGAMBIL CORPUS ALENIUM PADA MATA


No Dokumen
445/47/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
2/2

Prosedur Pelaksanaan:
1. Berikan pantocain pada mata yang akan dilakukan
tindakan.
2. Cuci tangan atau pasang hand scoon.
3. Desinfeksi Lup dengan betadine dan ditutup dengan duk
steril lubang.

4. Bersihkan sisa betadine dengan kassa steril


5. Letakkan kassa diatas duk berlubang untuk tempat
korpus.
6. Mata penderita disuruh membuka, dicari letak korpus.
120

7. Korpus diambil dengan jarum kearah luar dengan


memakai lup.
8. Amati keadaan bekas korpus.
9. Mata diberi salep AB.
10. Tutup dengan kassa steril dan diplester.
11. Motivasi ulang bila ada keluhan cepat kontrol.
12. Penderita dirapikan/alat-alat dibereskan.
UNIT TERKAIT

13.
Perawat cuci tangan.
Koordinator Fungsional,Manager Sistem Rawat Inap,Medis,
Perawat. I C U

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

MANAGEMENT INTUBASI ENDOTRACHEAL


No Dokumen
445/48/101.14/RII/2009

Tanggal Terbit
28 Maret 2011

No Revisi
Halaman
0
1/6
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

PENGERTIAN

Tindakan memasukkan pipa endotracheal kedalam tracea

TUJUAN

Membebaskan jalan nafas pasien , agar tetap lancar

KEBIJAKAN

SK.MenKes. no 1333 th 1999 tentang penerapan standart


pelayanan rumah sakit

PROSEDUR

Persiapan pasien :

121

Pasien dijelaskan tentang tindakan yang akan

dilakukan
Minta inform concent
Beri support mental
Hisap cairan atau sisa makanan dari NGT
Yakinkan px terpasang iv line dan infus menetes
dengan lancar

Persiapan alat :

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

Mesin suction harus dalam keadaan berfungsi baik


Bag and mask / J.roes dan selang oksigen
Laringoskop dan lampu harus menyala kuning
terang ( lampu tidak boleh kendor )
ETT siap 3 nomer
Untuk perempuan : 6, 5, 7, 7,5
Untuk laki laki : 7, 7,5. 8

MANAGEMENT INTUBASI ENDOTRACHEAL


No Dokumen
445/48/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
2/6

Untuk anak anak : usia dalam tahun ditambah 4

dibagi 4
Silet / mandrin ( 2/3 dari ETT ) ujung tumpul
Oropharingeal tube sesuai dengan ukuran pasien
Spuit 20cc posisi siap untuk mengisi cuff
Suction chateter diameter 1/3 ETT
Xylocain spray
Ky. Jelly
Magil forcep
Bantal setinggi 12 cm
Hand scon, tampon
Plester dengan ukuran 30cm ( 2 buah ) untuk fiksasi
Gunting
Stetoskop ( sebaiknya digantungkan dileher )
Bengkok

122

Persiapan obat :

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

Obat obat untuk intubasi


Sedasi :
Penthotal : 3 5 kg/bb
Dormicum : 0,6 mg/kgbb
Diprivan : 1-2 mg/kgbb
Mucle relaxan :
Succinil cbolin 1 2 mg/kgbb
Pavulon : 0,35 mg/kgbb
Trachium : 0,5 0,6 mg/kgbb
Narcuron : 0,1 mg/kgbb

MANAGEMENT INTUBASI ENDOTRACHEAL


No Dokumen
445/48/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
3/6

Obat obat emergency :


Sulfas atropin (SA) : untuk bradicardi
Adrenalin : bila cardiac arrest
Epedrin : bila tensi turun
Lidocain 2% : untuk aritmia

Pelaksanaan emergency :
1. Posisikan pasien terlentang dengan diganjal bantal
kecil setinggi 12 cm
2. Pakai sarung tangan
3. Pilih endotracheal yng akan dimasukkan dan cek
balonnya
4. Masukkan obat sedatif pentotal, saat memberikan
obat jangan lupa matikan infus dan pegang
nadi( 25-50-75-100 dst ) kemudian cek bulu mata
5. Beri oksigenasi 1x kecil
6. Masukkan obat muscle relaxan : succinil cholin ( 2040-60 dst )
7. Lakukan selic manuover sambil tunggu sampai
dengan vasikularisasi ke periver
8. Masukkan laringoskop, jangan menggunakan gigi

123

9.
10.
11.
12.
13.

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

sebagai tumpuan
Bila ada sekret banyak lakukan suction
Beri jelly ETT
Masukkan ETT sampai ke karina
Isi cuff sampai dengan tidak terdengar kebocoran
Sambungkan dengan j.rees dan pasang mayo tube

MANAGEMENT INTUBASI ENDOTRACHEAL


No Dokumen
445/48/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
4/6

14. Cek / atau dengarkan dari paru-paru kanan, paru


paru kiri 3x pengembangannya simetris / tidak bila
paru paru kanan lebih mengembang berarti ETT
terlalu dalam
15. Fixasi dengan plester dimulai dari tulang yang
keras, 2 kali dari atas dan dari bawah
16. Bereskan alat alat, rapikan pasien
17. Dokumentasikan :
Tanggal dan jam pemasangan
No ETT
Batas ETT
Cuff +/ Obat obat yang diberikan
Respon pasien / kesulitan kesulitan
Nama pemasang
Pelaksanaan untuk pasien elektif :
1. Cuci tangan dan pakai hand scon inform concent
2. Atur posisi pasien tidur terlentang dan diganjal
bantal kecil 12 cm
3. Pilih ETT yang akan dimasukkan dan cek balonnya.
4. Pasang stilet jangan sampai melewati batas ETT
kemudian yang atas ditekuk
5. Masukkan sedasi penthotal 3-5 mg/kgbb, cek bulu
mata, saat memasukkan obat matikan infus dan
raba nadi

124

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

MANAGEMENT INTUBASI ENDOTRACHEAL


No Dokumen
445/48/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
5/6

6 Berikan oksigenasi 2x pompa ( untuk menguasai


jalan nafas )
7

Masukkan obat muscle relaxan : succinilcolin 1-2


mg/kgbb tunggu sampai dengan vasikularisasi

8
9

periver
Oksigenasi 100 % selama 5 menit / 10 kali nafas
Buka mulut dengan laringoskop, yang tipis
menelusuri mulut , sebelah kanan masukkan
pangkal lidah dan apiglotis sampai terlihat PLIKA ,

jangan menggunakan gigi sebagai tumpuan


10 Bila ada secret banyak lakukan suction
11 Semprot xylocain spray 2x semprot
12 Masukkan ETT yang sudah diberi jelly sampai ke
karina
13 Sambungkan dengan j.rees
14 Cek / dengarkan paru paru kanan, paru paru
kiri, 3x
15 Isi cuff s/d tidak terdengar kebocoran dan pasang
mayo
16 Fixasi dengan plester dimulai dari tulang yang
keras, 2x dari atas dan dari bawah
17 Bereskan alat alat, rapikan px
18 Dokumentasikan.

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

MANAGEMENT INTUBASI ENDOTRACHEAL


No Dokumen
445/48/101.14/RII/2009

125

No Revisi
0

Halaman
6/6

HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN


1 Observasi vital sign
2 Harus dikerjakan oleh yang berkompeten
3 Kolaburasi dengan tim medis dan anastesi
UNIT TERKAIT

ICU
ANASTESI

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

MANAGEMENT PENGELOLAAN JALAN NAFAS


(AIRWAY)
No Dokumen
445/49/101.14/RII/2009

126

No Revisi
0

Halaman
1/7

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Tanggal Terbit
28 Maret 2011

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

PENGERTIAN

Tata cara /suatu tindakan agar jalan nafas pasien tetap lancar
dan adequat

TUJUAN

Pasien terhindar dari sumbatan jalan nafas dan nafas tetap


normal

KEBIJAKAN

SK Menkes no.1333 th 1999 tentang penerapan standart


pelayanan rumah sakit

PROSEDUR

PERSIAPAN ALAT
1. Oropharingeal tube /mayo tube no 1 5
2. Naso pharingeal tube
3. Laringeal mast air way ( LMA )
4. Endotracheal tube ( ETT)
5. Laringoscop
6. Magil forcep
7. Stilet /mandrin
8. Abocat no. 14 16 (ukuran besar)
9. Catheter section
10. Section
11. Pocket mask
12. Oksigen
13. Nasal prong/kanul nasal
14. Simple mask
15. Rebreating mask

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

MANAGEMENT PENGELOLAAN JALAN NAFAS


(AIRWAY)
No Dokumen
445/49/101.14/RII/2009

127

No Revisi
0

Halaman
2/7

16. Non rebreating mask


17. Jacson rees
18. Ambubag
19. Hand scoun
20. Masker
21. Tong spatel
22. Saturasi oksigen
PELAKSANAAN
1. Cuci tangan
2. Gunakan hand scoun
3. Jelaskan ke pasien dan keluarganya tentang
tindakan yang akan dilaksanakan
4. Lakukan penilaian jalan nafas
Lihat

Gerak nafas/pengembangan
dada(adakah see saw)

Cuping hidung

Tracheal tug

Tanda
hipoxia(gelisah,berkeringat,cyanosis )

Raba

Adakah hawa nafas sat pasien


ekspirasi

Dengar

(normal suara nafas hampir

tak terdengar)

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

MANAGEMENT PENGELOLAAN JALAN NAFAS


(AIRWAY)
No Dokumen
445/49/101.14/RII/2009

128

No Revisi
0

Halaman
3/7

Ngorok

Tercekik

Serak

5. Tentukan kwalitas jalan nafas


Normal / tidak ada sumbatam
Ada sumbatan
Total

Tidak ada hembusan


nafas

Tidak ada suara nafas

Ada pergerakan dada


dengan pola nafas see
saw

Partial

Pangkal lidah jatuh


kebelakang (snoring)

Cairan atau muntahan


(gargling)

Odem laring (crowing)

6. Bila ada sumbatan identifikasi jenis sumbatan


Benda asing
Cairan
Odeme
Posisi
7. Lakukan prosedur pembebasan jalan nafas
Sumbatan Partial
Rumah
Sakit Kusta
Sumbergla
gah

MANAGEMENT PENGELOLAAN JALAN NAFAS (AIRWAY)


No Dokumen
445/49/101.14/RII/2009

129

No Revisi
0

Halaman
4/7

Benda asing : evakuasi benda asing


dengan alat atau tangan
Cairan :
Dilakukan suction dengan tekanan pada
dewasa tidak lebih dari 200 mmhg, anak
anak tidak lebih dari 100 mmhg
pasien posisi kepala dimiringkan
Oedem : dilakukan intubasi
Posisi : bila pangkal lidah jatuh kebelakang
dilakukan
tanpa alat yaitu head tilt, chin lift, jaw thusrt
dengan alat : orofaing dan naso faring
orofaring tube
indikasi pemasangan :

Sudah tidak ada reflek muntah

GCS kurang dari 10

Cidera rongga dan muka

Cidera pharink

Kejang tonik / klonik

Cara pemasangan :

Tentukan oropharingeal tube yang


sesuai dengan pasien, dari sudut/
ujung bibir sampai ke tragus atau
dari tengah bibir sampai ke anulus
mandibula

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

Buka mulut pasien dengan cross

MANAGEMENT PENGELOLAAN JALAN NAFAS


(AIRWAY)

130

No Dokumen
445/49/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
5/7

finger, masukkan oropharing


dengan mengarahkan lengkungan
menghadap ke palatum mole

Setelah masuk kira kira setengah


panjang oropharing kemudian
putar 180 dan dimasukkan lagi

Bila sudah ada reflek muntah


keluarkan oropharing sesuai
lengkungan oropharing

Nasopharink tube
Indikasi pemasangan :
Masih ada reflek muntah
GCS lebih dari 10
Kontra indikasi :

Pasien cidera pharink

Bila ada fraktur septum nasi

Bila ada fraktur basis cranii


dengan tanda tanda

Adanya perdarahan
pada telinga

Adanya brill hematom

Kebiruan dibelakang
telinga

Cara pemasangan :

Rumah Sakit Kusta

Tentukan nasopharing yang


sesuai dengan pasien

MANAGEMENT PENGELOLAAN JALAN NAFAS

131

Sumberglagah

(AIRWAY)
No Dokumen
445/49/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
6/7

Dengan cara diukur dari ujung


hidung ke tragus dan dengan
diameter sesuai dengan jari
kelingking pasien sebelah
kanan

Nasopharing diberi jelly dan


lubang hidung ditetetesi dengan
vasokonstiksi dengan
kenyamanan pasien (misal
:atrifin )

Masukkan kelubang hidung


dengan cara yang tumpul
menghadap ke septum,
dimasukkan pelan pelan
secara tegak lurus (pada lubang
hidung kanan )

Bila pada lubang hidung kiri,


dimasukkan dengan yang
tumpul tetap menghadap ke
septuum, setelah kurang lebih 3
cm putar naso pharing 180 lalu
dimasukkan pelan pelan
secara tegak lurus

Sumbatan total : lakukan tindakan nidle


cricotyrotomy
8.

Lakukan /berikan bantuan nafas sesuai dengan


indikasi ( terapi oksigen )

132

MANAGEMENT PENGELOLAAN JALAN NAFAS


(AIRWAY)

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

No Dokumen
445/49/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
7/7

Nasal prong dosis : 1 4 liter/menit


Simple mask dosis : 6-8 liter/menit
Rebriting mask dosis : 5- 15 liter/menit
Non rebriting mask dosis : 5- 15 liter/menit
Bag & mask dosis

: 12 -15 liter /menit

Ambubag dg reservoir dosis: 12- 15 l/lmenit


HAL- HAL YANG DIPERHATIKAN
1

Kolaburasi dengan tim medis untuk setiap


melakukan tindakan

Observasi vital sign, tensi,nadi,RR,spo2,


kesadaran

Pantau kwalitas jalan nafas secara


berkala sampai nafas normal/ adequat

UNIT TERKAIT

ICU
ANASTESI

133

MENGAMBIL CORPUS ALENIUM PADA TELINGA

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

No Dokumen
445/50/101.14/RII/2009

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Tanggal Terbit
28 Maret 2011

No Revisi
Halaman
0
1/1
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

PENGERTIAN

Mengambil benda asing yang masuk ke dalam telinga

TUJUAN
Mencegah terjadinya infeksi
Memberikan rasa nyaman pada pasien
KEBIJAKAN

Ada Standart cara mengambil benda asing yang masuk ke


telinga.

Prosedur

Persiapan Alat:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Otoscope.
Ring hak.
Serumen hak.
Pank hak.
Our pinset.
Water dragen.
Kapas.
Lampu periksa.
Persiapan Pasien dan Lingkungan:
1.

Memberikan penjelasan tentang tindakan yang akan


dilakukan.
2.
Bila anak kecil dipegang dengan kuat.
3.
Mengatur posisi paisen sesuai dgn kebutuhan.
4.
Menyiapkan lingkungan aman & nyaman.
Prosedur Pelaksanaan:
1.
2.

Telinga pasien dilihat dengan otoscope.


Setelah kelihatan korpus alenium diambil dgn hati-hati
memakai serumen hak / pank tang.
3.
Setelah korpus alenium diambil, telinga dibersihkan
dengan water dragen.
UNIT TERKAIT

Koordinator Fungsional,Manager Sistem Rawat Inap,Medis,


Perawat I C U

134

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

IRIGASI MATA
No Dokumen
445/51/101.14/RII/2009

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Tanggal Terbit
28 Maret 2011

No Revisi
Halaman
0
1/2
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

PENGERTIAN

Mengeluarkan benda asing di mata dengan cara mengalirkan


cairan ke dalam mata

TUJUAN
1. Mencegah terjadinya infeksi
2. Memberikan rasa nyaman pada pasien

KEBIJAKAN

Ada Standart cara melakukan irigasi ke mata.

Prosedur

Persiapan Alat:
1.

Boorwater 3 % atau obat lain yang tersedia dalam


tempatnya *).
2.
Spuit 20 cc atau spuit khusus mata steril.
3.
Kapas basah steril dalam tempatnya.
4.
Kain kassa steril.
5.
Perlak dan alasnya.
6.
Handuk.
7.
Bengkok *).
Prosedur Pelaksanaan:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Perawat cuci tangan *).


Perlak dan alasnya dipasang pada dada pasien
sampai bahu.
Pasien dianjurkan memegang bengkok.
Mata yang akan dicuci di lap dengan kapas basah
dari arah luar ke dalam.
Spuit diisi cairan *).
Kelopak mata dibuka dengan kapas basah.
cairan disemprotkan perlahan-lahan dari arah
dalam ke luar *).
Setelah bersih kelopak mata dibersihkan dengan
kapas lembab.
Pemberian obat k/p.
135

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

IRIGASI MATA
No Dokumen
445/51/101.14/RII/2009

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Tanggal Terbit
28 Maret 2011

No Revisi
Halaman
0
2/2
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

10.

Setelah selesai pasien dirapikan kembali, peralatan


dibereskan dan dikembalikan ke tempat semula.
11.
Cuci tangan

UNIT TERKAIT

Koordinator Fungsional,Manager Sistem Rawat


Inap,Medis, Perawat.ICU

136

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

MELAKUKAN RESUSITASI JANTUNG PARU


No Dokumen
445/52/101.14/RII/2009

Tanggal Terbit
28 Maret 2011

No Revisi
Halaman
0
1/3
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

PENGERTIAN
TUJUAN

Melakukan suatu tindakan kepda pasien yang mengalami


gagal nafas dan atau henti jantung
1. Mengembalikan fungsi pernafasan dan atau sirkulasi
pada henti nafas ( respiratory arrest ) dan atau henti
jantung ( cardiac arrest ) pada orang pada orang
dimana fungsi tersebut gagal total oleh suatu sebab
yang memungkinkan untuk hidup normal selanjutnya
bila kedua fungsi tersebut bekerja kembali
2. Mencegah berhentinya sirkulasi atau berhentinya
respirasi
3. Memberikan bantuan eksternal terhadap sirkulasi
( fungsi jantung ) dan ventilasi ( fungsi pernafasan /
paru ) pada paien / korban yang mengalami henti
jantung atau henti nafas melalui Cardo Pulmonary
Resucitation ( CPR ) atau Resusitasi Jantung Paru

KEBIJAKAN

Ada Standart cara melakukan Resusitasi Jantung Paru

Prosedur

Persiapan Alat:

Emergency trolley berisi:


a. Laryngscope lurus dan bengkok (anak & dewasa).
b. Magil forceps.
c. Pipa trakhea berbagai ukuran.
d. Trakhea berbagai ukuran.
e. CVP set.
f.
Infus set/blood set.
g. Papan resusitasi.
h. Gunting verband.
i.
Ambu babg lengkap.
Set therapi oksigen lengkap dan siap pakai.
Set penghisap sekresi lengkap dan siap pakai.
137

Rumah
Sakit Kusta
Sumbergla
gah

EKG record.
MELAKUKAN RESUSITASI JANTUNG PARU
No Dokumen
445/52/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
2/3

EKG monitor bila memungkinkan.


DC shock lengkap.
Persiapan Pasien dan Lingkungan:
1. Keluarga diberi penjelasan tentang tindakan
yang akan dilakukan.
2. Posisi pasien diatur terlentang datar dan
diusahakan tidak menyentuh tempat tidur
Baju bagian atas pasien dibuka
Prosedur Pelaksanaan:
1. Mengecek henti nafas & jantung dengan cara :
Melihat pergerakan dada atau perut.
Mendengarkan suara keluar / masuk udara dari
hidung.
Merasakan adanya udara dari mulut atau hidung
dgn pipi / punggung tangan.
2. Menilai denyut jantung pasien dengan cara meraba
arteri karotis.
3. Mengecek kesadaran pasien dengan cara :
a. Memanggil nama.
b. Menanyakan keadaannya.
4. Menggoyangkan bahu pasien.
5. Memasang papan resusitasi dibawah punggung
pasien.
6. Membebaskan jalan nafas dengan cara :
1. Membersihkan sumbatan jalan nafas dengan
jalan menghisap sekresi.
2. Triple manouver.
Ekstensi kepala.
Mengangkat rahang bawah.
Mempertahankan posisi rahang bawah.
7. Melakukan pernafasan buatan (bagging 12-20 kali /
menit) bila denyut jantung teraba.
8. RJP, ABC, kombinasi bila denyut jantung tidak
teraba dengan cara :
a. Pernafasan buatan (bagging) 2 kali jika
dilakukan oleh satu orang.

138

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

UNIT TERKAIT

MELAKUKAN RESUSITASI JANTUNG PARU


No Dokumen
445/52/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
3/3

b. Kompresi jantung luar bergantian dengan


bagging, perbandingan = 5 : 2 bila RJP
dilakukan oleh satu orang.
c. Kompresi jantung luar:
1. Tentukan lokasi pijatan setengah bagian
bawah tulang dada ( sternum ) dengan jari
menyusuri batas bawah iga sampai
prosecius xipoideus (px ) tambahkan 2 jari
( jari tengah dan telunjuk )
2. Tempatkan tumit tangan satunya
diletakkan diatas tangan yang sudah
berada tepat di titik pijat jantung.
3. Jari-jari kedua tangan dirapatkan dan
diangkat agar tidak ikut menekan.
4. Penolong mengambil posisi tegak lurus
diatas dada psien dengan siku lengan
lurus, menekan sternum 4 5 cm.
5. Tekanan harus cukup kuat, pijat jantung
lurus dan teratur.
6. Jangan menekan terlalu kuat, jangan
menyentak dan jangan bergeser, berubahubah tempat
7. Anjuran tentang " Rate " 100x/menit
8. Fase pijat dan fase relaksasi harus sama
(1 : 1 )
9. Rasio = 15:2 yaitu 15x pijat jantung 2x
nafas buatan.
10. Rasio = 5:1 untuk anak
11. Rasio = 3:1 untuk neonatus
12. Raba nadi carotis ( 10 menit )
13. Denyut nadi tak teraba lakukan ventilasi
buatan dan MJL
Koordinator Fungsional,Manager Sistem Rawat Inap,Medis,
Perawat. ICU

139

SYRINGE PUMP

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

No Dokumen
445/52/101.14/RII/2009

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

No Revisi
Halaman
0
1/3
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

Tanggal Terbit
28 Maret 2011

dr. Nanang Koesnartedjo


NIP. 19560727 199003 1 004
PENGERTIAN

Suatu alat yang digunakan untuk membantu proses


memberikan obat.

TUJUAN

Untuk

mempermudah

dan

memperlancar

jalannya

pemberian obat tepat dosis.


KEBIJAKAN
PROSEDUR

Pasien safety
1.
2.

Cuci tangan sebelum melakukan tindakan.


Hisap cairan fisiologis (NaCl 0,9 % atau
Dextrose 5 %) sesuai kebutuhan kedalam syringe 50

3.

ml BBraun.
Hisap obat yang dibutuhkan ke dalam
syringe 50 ml BBraun yang telah berisi cairan fisologis

4.

tercampur rata.
Buang sisa udara dari dalam syringe
secara hati-hati, upayakan tidak ada obat yang
terbuang.

5.

Hubungkan syringe dengan connector tube


dan isi connector tube dengan larutan obat dalam

syringe pump.
6.
Tempatkan syringe pump BBraun
7.
Pasang kabel listrik pada syringe pump
machine dan hubungkan dengan sumber arus listrik,
tekan tombol ON/OFF.
8.
Hubungkan connector tube dengan salah
satu ujung three way stopcock secara tepa.

140

Rumah
Sakit Kusta
Sumbergla
gah

SYRINGE PUMP
No Dokumen
445/52/101.14/RII/2009

9.

No Revisi
0

Halaman
2/3

Hubungkan dua ujung yang lain dari three


way stopcock masing masing cateter vena (jarum
infus)dan infuse set yang telah terpasang pada vena
klien.

10.

Putar kutup pada three waystopcock


sesuai kebutuhan atau pengaturan pemberian cairan
dan obat.

11.

Tekan tombol progam rate pada syring


pump machine sesuasi hasil perhitungan dosis obat

12.

( satuan ml/jam atau ml/hour ).


Tekan tombol run / start dan perhatikan

13.

sinyal lampu run sytinge pump machine.


Dokumentasikan pemberian obat pada
lembaran observasi obat : nama obat, dosis obat, cara
pemberian, rate/laju obat dalam syringe pump, tanggal

dan jam pemberian.


14.
Observasi efek obat dan reaksi klinis
pasien selama pemberian obat.
15.
Jika obatmendekati habis atau habis maka
alarm akan berbunyi, maka tekan tombol alarm dan
16.

tekan tombol stop.


Tutup jalur dari syiring pump dengan
memutar katup three way stopcock dan lepaskan dari

17.

connector tube.
Lepaskan syiring pump machine dari isi
dengan cairan fosiologis sebanyak 20-30 ml. Buang

18.

sisa udara dalam syiringe.


Pasang kembali connector tube dan
tempatkan syiringe yang telah berisi cairan isiologis
pada syiringe pump.
SYRINGE PUMP

Rumah

141

Sakit Kusta
Sumbergla
gah

No Dokumen
445/52/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
3/3

Machine
19.
20.

21.

22.

23.
24.
UNIT TERKAIT

Buka kembali jalur syringe pump dengan


memutar katup three way stopcock.
Cek ulang program rate/laju pada syringe
pump kemudian tekan tombol Start/Run (untuk
mendorong sisa larutan obat dalam connector tube
masuk ke vena klien).
Jika cairan dalam syringe habis maka alarm
akan berbunyi, maka tekan tombol alarm dan matikan
syringe pump machine dengan menekan tombol
ON/OFF.
Tutup jalur dari syringe pump dengan
memutar katup three way stopcock dan lepaskan dari
connector tube.
Bersihkan dan bereskan peralatan dan
kembalikan ketempatnya.
Cuci tangan setelah melakukan tindakan.

Ruang ICU

142

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

PENGAMBILAN DARAH UNTUK PEMERIKSAAN


ANALISA GAS DARAH
No Dokumen
445/54/101.14/RII/2009

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Tanggal Terbit
28 Maret 2011

No Revisi
Halaman
0
1/3
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

PENGERTIAN

Mengambil darah arteri untuk pemeriksaan gas dalam darah


yang berhubungan dengan fungsi respirasi dan metabolisme

TUJUAN

Mengetahui :
1. Keadaan oksigen dalam metabolisme
2. Kemampuan HB dalam melakukan transportasi O2
dan CO 2

KEBIJAKAN

3. Tekanan O2 dalam darah arteri dan jaringan perifer


SK Menkes No.1333 th 1999 tentang penerapan standar
pelayanan Rumah sakit

PROSEDUR

PERSIAPAN ALAT
1. Spuit 2,5 cc satu buah
2. Kassa steril 2 lembar
3. Betadin
4. Alkhohol 70 %
5. Kapas steril dalam tempatnya
6. Bantalan untuk fixasi tangan
7. Karet penutup
8. Perlak dan alas nya
9. Plaster dan gunting verban
10. Heparin pengenceran 1 cc =500 unit
Rumah

11. Label
PENGAMBILAN DARAH UNTUK PEMERIKSAAN ANALISA GAS

143

Sakit Kusta
Sumbergla
gah

DARAH
No Dokumen
445/54/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
2/3

12. Sarung tangan steril


PERSIAPAN PASIEN
1. Pasien diberitahu tentang tindakan yang akan
dilakukan
2. Posisi pasien diatur sesuai dengan kebutuhan.
PELAKSANAAN
1. Mencuci tangan
2. Memakai sarung tangan
3. Membasahi spuit dengan heparin yang sudah
diencerkan
4. Memasang perlak pada didaerah anggota tubuh
yang akan di tusuk
5. Menentukan dan meyakinkan arteri yang akan di
tusuk
6. Mendesinfeksi daerah arteri yang akan ditusuk
dengan betadin dan alkhohol
7. Menusuk arteri dengan posisi menusuk jarum
sesuai letak arteri
8. Menekan daerah yang ditusuk dengan kasa steril
selama 5 -1 5 menit kemudian diplaster
9. Mengeluarkan udara dari dalam spuit dan ujung
jarum ditusukkan pada karet penutup
10. Memasang label identitas pasien pada spuit yang

berisi bahan pemeriksaan . cantumkan nama,


umur,nomer register, ruang tempat
dirawat,suhu,fio 2yang diberikan

144

PENGAMBILAN DARAH UNTUK PEMERIKSAAN


ANALISA GAS DARAH

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

No Dokumen
445/54/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
3/3

11. Mengobservasi tanda tanda vital dan aderah byang


tempat tusukan
12. Segera kirim bahan pemeriksaan ke laboratorium
13. Petugas mencuci tangan
HAL HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
1. Penusukan tepat pada arteri ditandai dengan
dengan darah yang keluar berwarna merah segar
dan memancar
2. Spicement di masukkan dalam kantong plastik
kemudian dibawa denga termos yang berisis es
batu bila tempat periksaan jauh
3. Daerah /lokasi pengambilan darah harus
bergantian
4. Hindarkan pengambilan darah pada daerah
arteri femoralis
5. Lakukan ALLEN TEST sebelum pengambilan
pada daerah arteri radialis untuk mencegah
gangguan sirkulasi darah

UNIT TERKAIT

ICU
LABORATORIUM

145

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

TINDAKAN NIDLE CRICOTYROTOMY


No Dokumen
445/55/101.14/RII/2009

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Tanggal Terbit
28 Maret 2011

No Revisi
Halaman
0
1/2
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

PENGERTIAN

Suatu tindakan darurat memasukkan jarum pada membran


cricotyroid yang bertujuan agar pasien terhindar dari
obstruksi total jalan nafas bagian atas

TUJUAN

Agar pasien dapat bernafas setelah mengalami obstruksi


total jalan nafas bagian atas

KEBUJAKAN

SK MenKes no 1333 tentang penerapan standart


pelayanan Rumah Sakit

PROSEDUR

Persiapan alat
1. Surflo no 14 -16
2. Spuit 10 -20 cc dan sebagian di isi aquadest
3. Jet insuplation (spuit 2,5 cc dilubangi tengahnya
diameter 1 cm
4.

Hand scoun

5. O2
6. Desinfektan
Pelaksanaan
1. Beri tahukan ke keluarga tindakan yang akan
dilakukan
2. Mencuci tangan
3. Alat alat didekatkan
4. Pakai sarung tangan

Rumah

TINDAKAN NIDLE CRICOTYROTOMY


146

Sakit Kusta
Sumbergla
gah

No Dokumen
445/55/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
2/2

5. Mencari lokasi dengan 3 jari tengah tangan kiri


Jari telunjuk memegang cartilago tyroid
Jari manis memegang cartilago cricoid
Jari tengah mencari membrana cricotyroid
6. Bila sudah menemukan di tusuk ke arah bawah
dengan sudut 45 -60dengan kedalaman 1- 1
cm ( bila menghadap keatas bisa menusuk pita
suara
7. Kemudian di aspirasi bila keluar udara kemudian
di sambungkan dengan ke jet insuuflation dan di
beri aliran 02 10 liter /menit
8. Dan diberi bantuan 1 : 4 ( inpirasi dan 4 ekspirasi )
Dengan hitungan 1 inspirasi ( lubang di tutup )
dan di hitung lagi 1, 2, 3, 4 ( lubang di buka )
HAL YANG HARUS DI PERHATIKAN
1. Observasi vital sign, kesadaran
2. Dilakukan oleh yang berkompeten
3. Selalu kolaburasi dengan medis dananastesi

147

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

IRIGASI TELINGA
No Dokumen
445/56/101.14/RII/2009

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

No Revisi
Halaman
0
1/2
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

Tanggal Terbit
28 Maret 2011

dr. Nanang Koesnartedjo


NIP. 19560727 199003 1 004
PENGERTIAN

Mengeluarkan benda asing di telinga dengan cara


mengalirkan cairan ke dalam telinga

TUJUAN
Mencegah terjadinya infeksi
Memberikan rasa nyaman pada pasien
KEBIJAKAN

Ada Standart cara melakukan irigasi ke telinga.

PROSEDUR

Persiapan Alat:
Tersedia dalam baki :
1.

Cairan yang diperlukan (H2O2 atau sesuai pesan


medik).
2.
Spuit 10 cc steril tanpa jarum.
3.
Karet alas.
4.
Handuk.
5.
Kapas bulat.
6.
Lidi kapas steril.
7.
Korentang dalam tempatnya.
8.
Bengkok.
9.
Pipet.
Prosedur Pelaksanaan:
1.
2.

Perawat cuci tangan.


Membantu pasien dalam posisi tidur miring atau
duduk tegak dengan kepala dimiringkan, sehingga
telinga yang akan dirawat dibagian atas.
3.
Meletakkan karet pengalas/perlak, dan handuk
disekitar bahu.
4.
Meletakkan bengkok dibawah telinga.
5.
Mengisi spuit dengan obat yang telah

148

disediakan.

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

IRIGASI TELINGA
No Dokumen
445/56/101.14/RII/2009
6.

No Revisi
0

Halaman
1/2

Jika menggunakan pipet, pipet diisi dengan obat


yang telah disediakan.

Menyemprotkan atau menetesi cairan :

Daun telinga ditarik kebelakang atas


agar liang telinga luar lurus.

Menyemprotkan cairan perlahan-lahan.

Jika menggunakan pipet cairan


diteteskan hati-hati melalui telinga yang diirigasi untuk
memudahkan cairan keluar.

7.

Observasi warna dan jumlah cairan yang keluar.

8.

Memberikan posisi tidur miring kebagian telinga


yang diirigasi untuk meudahkan cairan keluar.

9. Telingan ditutup dengan kassa steril.


10. Membereskan alat-alat dan merapikan pasien.
Mencuci tangan dan dokumentasikan
UNIT TERKAIT

Koordinator Fungsional,Manager Sistem Rawat Inap,Medis,


Perawat. ICU

SYOK ANAFILAKSIS

Rumah Sakit Kusta

149

Sumberglagah

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

No Dokumen
445/57/101.14/RII/2009

No Revisi
Halaman
0
1/2
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah

Tanggal Terbit
28 Maret 2011

dr. Nanang Koesnartedjo


NIP. 19560727 199003 1 004
PENGERTIAN

Suatu syndroma klinis yang ditandai dengan adanya


hipotensi, takykardia, akral dingin, pucat basah,
hiperventilasi, perubahan status mental, penurunan
produksi urine yang diakibatkan oleh reaksi anafilaksis.

TUJUAN

Mencegah komplikasi lebih berat

KEBIJAKAN

Reaksi anafilaksis harus segera ditangani untuk mencegah


kematian dan kerusakan saraf akibat reaksi obat-obatan.

PROSEDUR

1. Baringkan penderita dengan posisi kaki lebih tinggi


dari kepala untuk meningkatkan aliran darah balik
vena dalam usaha memperbaiki curah jantung dan
menaikkan tekanan darah
2. Penilaian ABC

Airway

: jalan nafas harus dijaga tetap

bebas dan tidak ada sumbatan

Breathing :berikan oksigen

Circulation : Bila tidak teraba nadi pada


arteri besar segera lakukan kompresi
jantung luar

SYOK ANAFILAKSIS

Rumah Sakit Kusta

150

Sumberglagah

No Dokumen
445/57/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
2/2

3. Berikan adrenalin 0,3 0,5 mg larutan 1 : 1000 untuk


penderita dewasa atau 0,01 mk/kg untuk penderita
anak2 intramuscular. Pemberian ini dapat diulang
tiap 15 menit sampai keadaan
membaik.
4. Bila terjadi spasme bronkus dimana pemberian
adrenalin

kurang

memberi

respon,

dapat

ditambahkan aminopilin 5-6 mg/kg BB intravena


dosis awal yang diteruskan 0,4 - 0,9 mg /kg BB/menit
dalam cairan infus.
5. Dapat diberikan kortikosteroid misalnya hidrocortison
100 mg atau dexametason 5 10 mg intravena
sebagai therapi penunjang untuk mengatasi efek
UNIT TERKAIT

lanjut dari syok anafilaktif


Koordinator Fungsional
Manager Sistem Rawat Inap
Medis
Perawat. I C U

Rumah Sakit Kusta

MANAGEMENT BASIC LIFE SUPPORT

151

Sumberglagah

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

No Dokumen
445/58/101.14/RII/2009

Tanggal Terbit
28 Maret 2011

No Revisi
Halaman
0
1/2
Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

PENGERTIAN

Memberikan bantuan hidup dasar pada pasien tanpa


menggunakan alat, pada pasien yang menalami
kegawatdaruratan.

TUJUAN

Mempertahankan pernafasan dan sirkulasi yang adequat


sampai kondisi yang menyebabkan henti nafas dan henti
jantung dapat diatasi

KEBIJAKAN

SK MenKes no 1333 th 1999 tentang penerapan standart


pelayanan Rumah Sakit

PROSEDUR

1. Jelaskan pada keluarga tentang tindakan yang akan


dilakukan
2. Cuci tangan
3. Gunakan hand scoun
4. Lukukan tindakan seperti yang ada bagan di bawah

ini

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

MANAGEMENT BASIC LIFE SUPPORT


No Dokumen
445/58/101.14/RII/2009
152

No Revisi
0

Halaman
2/2

UNIT TERKAIT

I CU
Manager System

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

PENANGANAN KOMA HIPOGLIKEMIA


No Dokumen
445/59/101.14/RII/2009

153

No Revisi
0

Halaman
1/1

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Tanggal Terbit
28 Maret 2011

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

PENGERTIAN

Koma akibat kadar gula darah < 30 mg/dl .

TUJUAN

Memenuhi kebutuhan glukosa otak agar tidak


terjadi gangguan yang irreversible.

KEBIJAKAN

Tidak mengganggu regulasi DM.


Dilakukan dengan cepat dan cermat untuk menghindari
kerusakan permanen pada otak.

PROSEDUR

Pelaksanaan :

Glukosa darah diarahkan ke kadar glukosa puasa :


120 mg/dl

Koma Hipoglikemia :
1. Injeksi glukosa 40% iv 25 ml selanjutnya infus
glukosa 10%, bila belum sadar dapat diulang setiap
jam sampai sadar (maksimum 6x), bila gagal
2. Injeksi efedrin bila tidak ada kontra indikasi jantung
dll 25-50 mg atau injeksi glukagon 1 mg/im setelah
gula darah stabil, infus glukosa 10% dilepas
bertahap dengan glukosa 5% selanjutnya stop.
3. Observasi keadaan umum dan kesadaran pasien.
UNIT TERKAIT

Koordinator Fungsional,Manager Sistem Rawat Inap,Medis,


Perawat .I C U

Rumah Sakit Kusta


Sumberglagah

VENTILATOR VELA
No Dokumen
445/60/101.14/RII/2009

154

No Revisi
0

Halaman
1/2

PROSEDUR TETAP
RAWAT INAP ICU

Tanggal Terbit
28 Maret 2011

Ditetapkan
Kepala UPT Rumah Sakit
Kusta Sumberglagah
dr. Nanang Koesnartedjo
NIP. 19560727 199003 1 004

PENGERTIAN

Suatu alat yang digunakan untuk


membantu proses endo surgery

TUJUAN

Untuk mempermudah dan memperlancar


jalannya tindakan penbedahan

KEBIJAKAN

Pasien safety

PROSEDUR

1.
2.

3.

4.

5.

6.

Rangkai Breathing
Circuit pada Ventilator dengan benar.
Tekan tombol ON
dibelakang Ventilator untuk
menyalakannya.
Tekan tombol ON
Humidifier untuk menyalakannya. Set
nilai temperatur pada Humidifier (3537).
Tentukan Breath Type
dan mode yang dipaka? Adakah napas
spontan? Sadarkah pasien? A/C Assist/
control atau SIMV (Synchronized
Intermitten Mandatoty Ventilation) Mode
Volume, Pressure, PPVC atau NPPV.
Set nilai Variable yang
sesuai dengan Breath dan Mode yang
dipilih.
Set nilai Limi Alarm
Tentukan nilai dari alarm itu setelah
selesai konfirmasi accept
Low VE : > 1 liter dari setting
Low PIP : > 10 CmH2O dari nilai PIP yang
disetting
High PIP : < 10 CmH2O dari nilai PIP
yang disetting

VENTILATOR VELA

Rumah Sakit Kusta

155

Sumberglagah

No Dokumen
445/60/101.14/RII/2009

No Revisi
0

Halaman
2/2

High PIP : < 10 CmH2O


dari nilai PIP yang disetting
8.
Ventilator
siap
dioperasikan pada patient.
9.
Setelah selesai sterilkan
circuit breathing dan simpan untuk siap
digunakan lagi.
7.

UNIT TERKAIT

Ruang ICU

156