Anda di halaman 1dari 4
BUDIDAYA BAWANG MERAH MEMPERGUNAKAN PUPUK “SAN TANAMAN; SNN PERTANIAN & HORTIND” I. Pendahuluan Bawang merah

BUDIDAYA BAWANG MERAH MEMPERGUNAKAN PUPUK “SAN TANAMAN; SNN PERTANIAN & HORTIND”

I. Pendahuluan Bawang merah (Allium cepa) merupakan anggota tanaman hortikultura yang cukup penting bagi pemenuhan kebutuhan pangan manusia terutama dalam pemenuhan penyedap makanan dan kebutuhan penting lainnya. Budidaya bawang merah oleh petani dilakukan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah dengan komposisi tanah berpasir maupun liat. Mulai dari tanah tipe Alluvial, Glei Humus maupun Latosol.

II. Teknis budidaya

1. Persiapan benih

Benih yang baik sudah mengalami penyimpanan selama kurang lebih 3 bulan (dormansi 3 bulan) dalam bentuk ikatan. Umbi dengan ukuran sedang/besar kecenderungan tunggal; berat kurang lebih 4-5gr/umbi. Umbi dalam keadaan sehat, kulit umbi tidak busuk, dan umbi kompak tidak keropos.

2. Persiapan dan Pengolahan lahan

a. Lahan tanam bawang merah secara umum dibuat dengan sistem bedengan baik secara tanggul maupun dengan penutup mulsa. Bedengan dibuat dengan ukuran antara 120 – 180 cm dan jarak antar bedeng 50 cm (lebar parit 50cm). Parit antar bedeng dibuat dengan kedalaman 50cm sebagai tempat genangan air. Apabila mempergunakan sistem mulsa dengan luas bedengan sama dengan bentuk tanggul hanya parit yang membedakan yaitu pada sistem mulsa parit tidak difungsikan sebagai penampung genangan air tetapi hanya sebagai jalur pemeliharaan dengan tampungan air dipusatkan pada satu tempat untuk penyiraman.

b. Pemupukan Dasar Pupuk yang dipergunakan adalah Urea, SP-36 dan ZA atau dapat mempergunakan pupuk majemuk NPK (15:15:15) dosis 20kg/1000 m 2 dan SAN Tanaman sebagai pupuk organik pemercepat proses pembentukkan unsur hara siap serap oleh bawang merah dalam komponen/partikel tanah. Pemakaian pupuk kandang sebagai pilihan yang tidak menjadi keharusan. Dosis masing-masing pupuk seperti tertera pada table dibawah ini

Dosis per-1000m 2

Pupuk

Dosis

Aplikasi

Urea

2

kg

Campur dan tebarkan secara merata di lahan

ZA

10

kg

SP-36

15

kg

SAN Tanaman

5

kg

Disiramkan secara merata

*Diamkan lahan setelah dipupuk selama kurang lebih 1 minggu sebelum tanam untuk proses pembentukkan ready soil matter/partikel tanah siap serap

MITRA TANI NUSANTARA

Jl. Ubud Kencana VI/80 Lippo Karawaci Tangerang 15810; Contact Person: Nugraha, S.Si; Telepon: (021) 32760484, Hotline Service Call/SMS (087877350131/081328710767); email: mitra.tani.nusantara@gmail.com Website: http://mitrataninusantara.blogspot.com

3. Penanaman Jarak tanam yang dipergunakan bervariasi (15 x 15 cm; 20 x 18 cm)

3. Penanaman Jarak tanam yang dipergunakan bervariasi (15 x 15 cm; 20 x 18 cm) tergantung dari jenis bawang merah.

4. Pemupukan Pemindahan dilakukan pada umur 17-25 hari (tergantung varietas), berdaun 5-7 helai; batang bagian bawah besar; pertumbuhan seragam dan tidak terserang hama penyakit.

5. Penyiraman Kedalaman tanam bibit ±3-4cm; tiap lubang 2-3 batang

6. Pemeliharaan Untuk mencukupi kebutuhan hara tanaman yang berperan penting dalam proses pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Pemupukan dengan pupuk kimia/makro dengan cara dicampur merata dan ditebar ke lahan sesuai dosis. Penggunaan pupuk SNN pertanian dan hortind dengan cara disemprotkan; dosis (3-5 tutup SNN pertanian + 1 tutup hortind dalam 1 tangki)

Aturan pakai dosis pemupukan untuk luasan 1000 m 2 seperti dibawah (kombinasi pupuk makro dan pupuk organik untuk hasil yang diharapkan)

Cara pakai pupuk SAN Pertanian dengan cara dilarutkan ke dalam air secukupnya dan hanya disiramkan. Pupuk SNN pertanian dan hortind dapat diaplikasikan dengan cara disemprotkan atau disiramkan setelah dicampur dengan air secukupnya. Untuk memudahkan melarutkan SP-36 dan memudahkan terserap oleh tanaman dengan dilarutkan memakai SNN pertanian/SAN tanaman sebelum diaplikasikan (disiram).

III. Pengendalaian hama dan penyakit Pengendalian hama dan penyakit sesuai dengan penerapan pengendalian hama terpadu yang telah dijalankan oleh petani setempat. Hama yang sering meyerang lahan padi adalah:

1. Golongan Insects (serangga)

Hama putih (Nymphula depunctalis); Wereng coklat (Nilaparvata lugens) dan Wereng putih

(Sogatella furcifera); Walang sangit (Leptocoriza acuta) ; Kepik hijau (Nezara viridula); Penggerek batang padi putih (Tryphoryza innotata), kuning (T. incertulas), garis (Chilo supressalis), merah jambu (Sesamia inferens). Rekomendasi pengendalian dengan mempergunakan insektisida kontak dan sistemik dengan dosis sesuai anjuran serta perlu diperhatikan menanam padi tahan wereng apabila terdapat endemik serangan wereng.

2. Golongan Rodentia (binatang mengerat); Hama tikus (Rattus spp)

Rekomendasi pengendalian dengan pengumpanan mempergunakan racun tikus bersifat akut ataupun kronik. 3. Golongan Aves/burung (Lonchura spp); Rekomendasi pengendalian secara manual dengan bunyi-bunyian

4. Golongan Fungi (jamur)

Jamur bercak coklat (Helmintosporium oryzae); Penyakit Blast (Pyricularia oryzae); Busuk pelepah daun (Rhizoctonia sp); Penyakit Fusarium (Fusarium moniliforme); Rekomendasi pengendalian dengan penyemprotan fungisida kontak maupun sistemik sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

MITRA TANI NUSANTARA

Jl. Ubud Kencana VI/80 Lippo Karawaci Tangerang 15810; Contact Person: Nugraha, S.Si; Telepon: (021) 32760484, Hotline Service Call/SMS (087877350131/081328710767); email: mitra.tani.nusantara@gmail.com Website: http://mitrataninusantara.blogspot.com

5. Penyakit kresek/hawar daun (disebarkan oleh bakteri: Xanthomonas sp ) Rekomendasi pengendalian dengan penyemprotan

5. Penyakit kresek/hawar daun (disebarkan oleh bakteri: Xanthomonas sp)

Rekomendasi pengendalian dengan penyemprotan bakterisida

6. Golongan virus

Disebarkan oleh wereng coklat (Nilaparvata lugens) adalah penyakit kerdil dan penyakit tungro

yang disebarkan oleh wereng hijau (Nephotettix spp). Rekomendasi pengendalian ditujukan ke vektor pembawa dengan insektisida kontak atau sistemik dan menanam jenis padai yang tahan wereng.

7. Golongan gulma/tanaman pengganggu; pengendalian dengan mempergunakan cara mekanikal

yaitu dengan penyiangan/pancabutan rumput. Hindari pemakaian herbisida apabila masih dapat

ditangani dengan cara mekanik di atas untuk menekan biaya pengeluaran. Apabila membutuhkan info lanjut mengenai jenis/merk insektisida, fungisida, bakterisida, dan lainnya, kami dapat mem bantu memberikan rekomendasi pilihan

IV. Panen dan pasca panen Panen dilakukan setelah 80-90% bulir padi telah menguning dan merunduk.

ANALISIS EKONOMIS PER 1000 M2

A. Alternatif 1 (Hasil panen 1 Ton)

Biaya Produksi Benih <3 kg x Rp 3.000 = Rp 9.000,- Pupuk Makro takaran max (Urea, TSP/SP-36, KCL) = Rp 76.500,- SAN Tanaman 4 botol x Rp 35.625,- = Rp 142.500,- SNN Pertanian ±1,5 botol x Rp 16.250 = Rp 24.375- HortinD ±1 botol x Rp 9.375 = Rp 9.375 PESTISIDA = Rp 50.000,- Tenaga Olah Tanah 4 HOK x Rp 20.000,- = Rp 80.000,- Tanam 6 HOK x Rp 8.000,- = Rp 48.000,- Gulma (Matun) 5 HOK x Rp 5.000,- = Rp 25.000,- Panen 10 HOK x Rp 8.000,- = Rp 80.000,- TOTAL BIAYA PRODUKSI = Rp 544.750

HASIL PRODUKSI 1.000 kg x Rp 1.200 =Rp 1.200.000,- KEUNTUNGAN = Rp 1.200.000 - Rp 544.750 =Rp 655.250,-; 1 Ha = Rp 6.552.500,-

B. Alternatif 2 (Hasil Panen 0,8 Ton)

Biaya Produksi Benih <3 kg x Rp 3.000 = Rp 9.000,- Pupuk Makro takaran max (Urea, TSP/SP-36, KCl) = Rp 76.500

MITRA TANI NUSANTARA

Jl. Ubud Kencana VI/80 Lippo Karawaci Tangerang 15810; Contact Person: Nugraha, S.Si; Telepon: (021) 32760484, Hotline Service Call/SMS (087877350131/081328710767); email: mitra.tani.nusantara@gmail.com Website: http://mitrataninusantara.blogspot.com

SAN Tanaman 2 botol x Rp 35.625 = Rp 71.250 SNN Pertanian 1,5 botol x

SAN Tanaman 2 botol x Rp 35.625 = Rp 71.250 SNN Pertanian 1,5 botol x Rp 16.250 = Rp 24.370,- PESTISIDA = Rp 50.000,- Tenaga Olah Tanah 4 HOK x Rp 20.000,- = Rp 80.000,- Tanam 6 HOK x Rp 8.000,- = Rp 48.000,- Gulma (Matun) 5 HOK x Rp 5.000,- = Rp 25.000,- Panen 10 HOK x Rp 8.000,- = Rp 80.000,- TOTAL BIAYA PRODUKSI = Rp 489.120,-

HASIL PRODUKSI 800 kg x Rp 1.200 = Rp 960.000,- KEUNTUNGAN = Rp 960.000 - Rp 489.120 = Rp 470.880,-; 1Ha = Rp 4.708.800,-

C. Alternatif 3 (Hasil Panen 0,7 Ton) Biaya Produksi Benih <3 kg x Rp 3.000 = Rp 9.000,- Pupuk Makro takaran max (Urea, TSP/SP-36, KCl) = Rp 76.500 SNN Pertanian 3 botol x Rp 16.250 = Rp 48.750 HortinD 1 botol x Rp 9.375 = Rp 9.375 PESTISIDA = Rp 50.000,- Tenaga Olah Tanah 4 HOK x Rp 20.000,- = Rp 80.000,- Tanam 6 HOK x Rp 8.000,- = Rp 48.000,- Gulma (Matun) 5 HOK x Rp 5.000,- = Rp 25.000,- Panen 10 HOK x Rp 8.000,- = Rp 80.000,- TOTAL BIAYA PRODUKSI = Rp 426.625,-

HASIL PRODUKSI 700 kg x Rp 1.200 = Rp 840.000,- KEUNTUNGAN = Rp 840.000 - Rp 426.625 = Rp 413.375; 1 Ha = Rp 4.133.750,-

Catatan Penting:

Keuntungan bervariasi tergantung : harga pupuk makro dan tenaga kerja setempat, serangan hama penyakit, teknis budidaya, dan harga jual gabah setempat

MITRA TANI NUSANTARA

Jl. Ubud Kencana VI/80 Lippo Karawaci Tangerang 15810; Contact Person: Nugraha, S.Si; Telepon: (021) 32760484, Hotline Service Call/SMS (087877350131/081328710767); email: mitra.tani.nusantara@gmail.com Website: http://mitrataninusantara.blogspot.com