Anda di halaman 1dari 8

I.

IDENTITAS
NAMA

: maigels tomi p rumba

NIM

:13530040

KELAS

: ILMU KIMIA

KELOMPOK

:2

ANGGOTA KELOMPOK

: 1. Maigels tomi p rumba


2. Deswin sakudu
3. Altrika karundeng
4. Inggrid mailangkay
5. Susriyani puidumole

TANGGAL MELAKUKAN PERCOBAAN : 26 SEPTEMBER 2103


TANGGAL PEMASUKAN LAPORAN
JUDUL PERCOBAAN

II. TujuanPercobaan

: 03 oktober 2013
:

, 2013

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA KOEFISIEN GESEKAN

Tujuan dari percobaan ini aadalah untuk :


1. Menentukan koefisien gesekan statik.

III. Alat dan Bahan


1. Balok kayu

5 buah

2. Benang

Secukupnya

3. Anak timbangan (beban)

1 set

4. Mistar

1 buah

5. Katrol

1 buah

6. Papan Luncur

1 buah

IV. DASAR TEORI


Jika permukaan suatu benda bergesekan dengan permukaan benda lain, maka masingmasing benda akan melakukan gaya gesekan satu terhadap yang lain. Gaya gesekan secara
otomatis melawan arah gerak benda. Sekalipun tidak ada gerak relatifnya, mungkin saja
terdapat gesekan antara permukaan.
Gaya gesekan antara dua permukaan yang saling diam satu terhadap yang lain disebut
gaya gesekan statik. Gaya yang bekerja antara dua permukaan yang saling bergerak relatif
disebut gaya gesekan kinetik. Jika fs menyatakan gaya gesekan statik maksimum, maka
s=

fs
N

Dengan s adalah koefisien gesekan statik dan N adalah gaya normal. Jika fk menyatakan
besar gaya gesekan kinetik, maka
k=

fk
N

Dengan k adalah koefisien gesekan kinetik. Bila kita menggunakan bidang miring maka
besarnya koefisien gesekan statik dapat dinyatakan dengan persamaan :
s = tg

1. GAYA GESEKAN
TOMMY RUMBA

, 2013

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA KOEFISIEN GESEKAN

Gaya Gesekan Yaitu gaya sentuh yang muncul jika permukaan dua zat padat bersentuhan
secara fisik, dimana arah gaya gesekan sejajar dengan permukaan bidang dan selalu
berlawanan dengan arah gerak relatif antara ke dua benda tersebut.
Ada dua jenis gaya gesekan yang bekerja pada benda, yaitu:
a. Gaya Gesekan Statis ( fs )
Gaya gesekan statis bekerja saat benda dalam keadaan diam dan nilainya mulai dari nol
sampai suatu harga maksimum. Jika gaya tarik/dorong yang bekerja pada suatu benda lebih
kecil dari gaya gesekan statis maksimum, maka benda masih dalam keadaan diam dan gaya
gesekan yang bekerja pada benda mempunyai besar yang sama dengan nilai gaya
tarik/dorong pada benda tersebut. Besarnya gaya gesekan statis maksimum adalah :

dimana s adalah koefisien gesekan statis dan N adalah gaya Normal.


Besarnya gaya normal ( N ) tergantung besarnya gaya tekan benda terhadap bidang secara
tegak lurus.
b. Gaya gesekan kinetis ( fk )
Gaya gesekan kinetis yaitu gaya gesekan yang bekerja pada benda ketika benda sudah
bergerak. Nilai gaya gesekan kinetis selalu tetap, dan dirumuskan dengan :

dimana k adalah koefisien gesekan kinetis benda


Antara koefisien gesekan statis dan kinetis mempunyai nilai yang berbeda, nilai koefisien
gesekan statis selalu lebih besar daripada nilai koefisien gesekan kinetis benda.
Untuk sebuah benda diam yang terletak diatas sebuah bidang datar kasar dan diberi gaya F,
maka :

TOMMY RUMBA

, 2013

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA KOEFISIEN GESEKAN

V, jalannya percobaan
1. Untuk pengukuran koefisien gesekan statis pada bidang datar
a. Atur papan luncur dengan posisi mendatar ( = 0o )
b. Letakkan balok kayu diatas bidang tersebut
c. Dengan perlahan-lahan sudut diperbesar sampai saat balok akan mulai bergerak. Catatlah
harga
d. Ulangi percoban diatas sebanyak 3 kali
e. Lakukan percobaan yang sama untuk permukaan balok yang berbeda.
2. Untuk penentuan koefisien gesekan statis pada bidang datar
a. Gantungkan beban dimana beban tersebut belum membuat balok bergerak
b. Tambahkan beban sedikit-sedikit sampai balok mulai akan bergerak. Catatlah massa beban
penyebab balok bergerak
c. Timbanglah massa balok
d. Diatas balok ditambahkan beban dan lakukan langkah 2c
e. Ulangi langkah 2a s/d 2b untuk permukaan balok yang berbeda.
3. Untuk penentuan koefisien gesekan kinetik pqada bidan miring
a. Aturlah balok dan gantungkan beban
b. Aturlah sudut (kemiringan bidang) sehingga tan = 0,25
c. Dengan beban yang dapat menggerakkan balok, lakukan pengukuran percepatan balok
pada jarak dan waktu tertentu (diukur s dan t)

VI. Hasil Pengamatan


PERCOBAAN 1
TOMMY RUMBA

, 2013

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA KOEFISIEN GESEKAN

Pengukuran
I
II
III

Permukaan A
h
28,2
31,6
33,2

Permukaan B
h
L
32,3
61,00
33,5
60,5
34,1
60,2

L
63,5
61,4
61,3

PERCOBAAN II
Pengukuran
I
II
III

m1

m2
Pengamatan A
31,7 gr
31,7 gr
31,7 gr

93,9 gr
93,7 gr
93,6 gr

Pengukuran
I
II
III

m + m1
27,4 gr + 93,6 gr
27,3 gr + 93,7 gr
27,3 gr + 93,6 gr

Pengamatan B
36,8 gr
37,1 gr
37,2 gr

m2
40 gr
39,9 gr
40 gr

PERCOBAAN III
Pengukuran
I
II
III

m2
60,9 gr
60,8 gr
61 gr

t
1,50
1,49
1,41

s
64,8
64,8
64,8

VII. Pengolahan Data

TOMMY RUMBA

, 2013

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA KOEFISIEN GESEKAN

TOMMY RUMBA

, 2013

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA KOEFISIEN GESEKAN

TOMMY RUMBA

, 2013

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA KOEFISIEN GESEKAN

VIII. PEMBAHASAN
Melalui percobaan ini dapat dilihat bahwa pada percobaan 1yaitu pada bidang A (licin),
apabila tinggi papan luncur membesar maka panjang papan tersebut mengecil. Sedangkan
pada bidangg B (kasar), apabila tinggi papan luncur mengecil maka panjang papan
membesar. Pada percoban II, apabila massa benda 1 ditambah masssa beban mengecil, maka
massaa benda 2 diambah massa beban membesarr. Pada percobaan III yang dilakukan 3 kali,
massa benda dan jarak memiliki ukuran yamgg tetap ( tidak berubah), namun waaktunya
berbeda.

iX. KESIMPULAN
Setelah melakukan percobaan mengenai penentuan koefisien gesek statis dankoefisien
gesek kinetis pada saat benda diam, benda tepat akan bergerak, danbenda bergerak lurus
beraturan dengan bantuan bidang miring, kami dapatmenyimpulkan bahwa: semakin besar
sudut yang terbentuk baik itu pada saat benda diam, tepat akan bergerak dan bergerak lurus
beraturan maka koefisien gesek statis dan koefisien gesek konetis yang dihasilkan semakin
besar. Maka,besarnya sudut yang dibentuk oleh bidang miring berbanding lurus
dengankoefisien gesek statis dan kinetis yang dihasilkan.

X. DAFTAR PUSTAKA
2013. PenuntunPraktium fisikaDasar, Tondano: UniversitasNegeri Manado.
http://gampangingat.wordpress.com/2010/03/06/contoh-laporan- fisika-mengenaikoefisien gesekan/

Dr. Ir. Bob Foster, M.M. 2004 Terpadu FISIKA SMA. Jakarta : Erlangga
Kanginan, Martehen. 1995. Fisika Jilid IA. Jakarta: Erlengga
Zaida. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. UNPAD : atinangor.
http://www.scribd.com/doc/38325752/koefisien-gesekan 1 oktober 2013, pukul
22:26 WIBhttp://www.gurumuda.com/2013/

TOMMY RUMBA