Anda di halaman 1dari 36

Chapter 1.

An Introduction to Accounting Theory


Accounting theory adalah dasar aturan, definisi, prinsip, dan
konsep yang mendasari penyusunan standar akuntansi dan
bagaimana mereka diperoleh.
Tujuan: meningkatkan akuntansi dan pelaporan keuangan.
Input utama proses penetapan standar: Teori Akuntansi, Faktor
Politik & Ekonomi.
Pengukuran: nominal, ordinal, interval, and ratio scale.
*Akuntansi memiliki potensi untuk berada dalam kategori skala
rasio. Perbandingan dapat dilakukan antara pengukuran akuntansi
yang sama untuk perusahaan yang berbeda. Namun, banyak yang
berpendapat

bahwa

pengukuran

dalam

akuntansi

hanya

perhitungan yang tidak dapat menunjukkan kesesuaian dengan


fenomena ekonomi riil.
Penilaian: historical costs, general price level, exit and entry-value
models of current value accounting, and discounted cash flows.
Chapter 2. Accounting Theory and Accounting Research
Accounting Research adalah Proses menginvestigasi fenomena,
yang mempengaruhi aturan, definisi, konsep dan prinsip-prinsip
akuntansi, yang terdiri dari metode formal dengan pendekatan
deduktif dan induktif.
Penalaran deduktif: penalaran

logis

yang

digunakan

untuk

memperoleh satu atau lebih kesimpulan dari sekumpulan premis


atau dasar pemikiran yang ada.
Penalaran induktif: menguji data, biasanya sampel dari suatu
populasi, untuk membuat kesimpulan tentang populasi.
Teori deskriptif: berupaya untuk menemukan hubungan yang
sebenarnya ada, teori akuntansi diamati teris-menerus dengan

tujuan untuk meniru prosedur dan prinsip-prinsip akuntansi.


(what is) induktif
Teori normatif: berusaha menjelaskan bagaimana seharusnya
akuntansi dipraktikkan. (what should be) deduktif
Ex! sebuah premis yang menyatakan bahwa laporan akuntansi
harus didasarkan pada pengukuran net relizable value atas aset.
Akuntansi Seni atau Sains?
Sains: Dipandang sebagai "seni praktis". Harus ada kesepakatan
di antara praktisi tentang fenomena yang diamati dan diukur
Seni: akuntansi sangat bergantung pada interpretasi pribadi
praktisi (cara akuntan mendefinisikan masalah).
Ex! Penyusutan. Banyak cara yang diperbolehkan ketika memilih
metode penyusutan serta memutuskan perkiraan jumlah masa
manfaat dan nilai sisa.
Directions in Accounting Research
The Decision-Model Approach
DMA meminta informasi apa yang dibutuhkan untuk membuat
keputusan.

Dari

sudut

pandang

ini,

laporan

keuangan

berdasarkan entry values, exit values, and discounted cash


flows mungkin akan bermanfaat.
Pendekatan ini berkonsentrasi
berguna

untuk

Teori

Akuntansi

pada
dan

informasi

apa

keputusan

yang

tertentu.

Orientasinya adalah normatif dan deduktif.


Dua keputusan besar yang dianut oleh pendekatan ini:
memungkinkan user memprediksikan cash flow di masa

depan dengan lebih baik


menganalisa
efesiensi
(stewardship)

Capital Market Research

dan

efektivitas

manajemen

Penelitian empirik/induktif terhadap pasar modal memperlihatkan


bahwa harga saham perusahaan publik bereaksi dengan cepat
dan dalam keadaan tidak bias terhadap informasi baru. Sehingga
harga pasar diasumsikan dapat merefleksikan secara utuh semua
informasi yang tersedia untuk publik.
Behavioral Research
Fokus pada informasi apa yang dibutuhkan pengguna laporan
keuangan dan bagaimana mereka membuat keputusan.
Menggunakan pendekatan deskriptif.
Behavioral research:
(1) Behavioral. Melibatkan penilaian secara individu dalam
single person setting;
(2) Experimental. Interaktif, melibatkan lebih dari satu orang
dan mempertimbangkan efek dari keputusan satu orang
(atau kelompok) pada keputusan orang lain (atau kelompok).
Agency Theory
Asumsi dasar: reaksi individu pada saat terjadi konflik antara
kepentingannya

dengan

kepentingan

perusahaan.

Bisa

induktif/deduktif.
Information Economics
Kesadaran terhadap cost & benefit dari produksi informasi
akuntansi mengarahkan pada pengetahuan baru dalam riset
akuntansi yaitu informasi ekonomi.
Penelitian informasi ekonomi biasanya analitis/deduktif.
Informasi ekonomi belakangan telah memasukan asumsi dan
situasi teori agensi dalam analisisnya. Hal ini disebabkan
karena pembagian risiko antara prinsipal dan agen sangat erat
kaitannya dengan informasi yang dimiliki kedua belah pihak
(ada asimetri informasi atau tidak).
Critical Accounting

Critical accounting merupakan cabang teori akuntansi yang


menunjukan bahwa akuntansi mempunyai peran utama dalam
menengahi konflik antara perusahaan dan konstitusi sosial
seperti tenaga kerja, konsumen dan masyarakat umum.
CA merupakan penggabungan akuntansi sektor publik dan
akuntansi sosial.

A Scientific Revolution in Accounting?


Accounting research merupakan bidang yang dapat berubah secara
terus menerus. Sebagian diprediksi sebagai revolusi ilmiah dalam
akuntansi karena ketidakpuasan dengan paradigma yang ada. Ex!
Paradigma historical costing.
Chapter 3. Development of The Institutional Structure of
Financial Accounting
Sebelum tahun 1930
Akuntansi tidak diatur secara menyeluruh, praktik dan prosedur
akuntansi dianggap rahasia sehingga tidak ada keseragaman
antar perusahaan.
Bank dan kreditor sebagai pengguna utama laporan keuangan
menyediakan arahan dalam praktik akuntansi dengan berfokus
pada pengungkapan kas dan sumber daya setara kas yang dapat
digunakan untuk membayar hutang.
1886 - dibentuk American Association of Public Accountants (AAPA).
1896 - AAPA & The Institute of Bookkeepers and Accountants
membentuk CPA.
1905 - Penerbitan Jurnal Akuntansi (hingga saat ini).
1915 - AAPA merumuskan daftar istilah dan definisi akuntansi.
1916 - Dibentuk The American Institute of Accountants (AIA) sebagai
kelanjutan dari AAPA (berubah jadi AICPA pada tahun 1957).
Meningkatkan keseragaman dan standarisasi atas kualifikasi dan
prasyarat keanggotaan.
1917 - AS ikut dalam Perang Dunia I. Isu spesifik yang melibatkan
akuntan publik adalah kontrak militer di pabrik-pabrik yang harus
diganti dengan dasar biaya tambahan.
1918 - AIA bekerja sama dengan Federal Trade Comission (FTC),
mempublikasikan

sebuah

pamflet

yang

berjudul

Approved

Methods for the Preparation of Balance Sheet Statements.


Dokumen

tersebut

dipublikasikan

di

Buletin

Federal

dan

dipertimbangkan dalam penyusunan standar minimum atas audit


neraca.1921 - dibentuk The American Society of Certified Public
Accountants (ASCPA)
1931 - Pengumuman Kongres tentang aturan pajak penghasilan.
1936 - Atas desakan New York State Society, ASCPA dan AIA
digabung menjadi AIA.
Faktor-faktor yang mendorong tingginya permintaan audit :
Great Depression (1929)
Terpilihnya Franklin D. Roosevelt sebagai Presiden (1932)
Diundangkannya New Deal Legislation
Formative Years (1930-1946)
Pada periode ini , praktik akuntansi di AS sangat dipengaruhi oleh
kejatuhan pasar modal AS tahun 1929
Pada tahun 1930, NYSE dan AICPA berkerjasama untuk membuat
prinsip-prinsip akuntansi yang seragam bagi setiap perusahaan
yang listing di bursa sebagai reaksi atas kejatuhan pasar modal
tahun 1929.
Awalnya AICPA menilai solusi terbaik untuk melakukannya ialah
1.

dengan 2 pendekatan, yaitu :


Mendidik pengguna laporan keuangan terkait keterbatasan

2.

laporan keuangan
Meningkatkan kualitas laporan agar lebih informatif bagi
pengguna laporan
Namun, akhirnya AICPA menyarankan solusi akhir kepada komite
di NYSE, yaitu :
1. Memberikan keleluasaan kepada perusahaan untuk memilih
metode akuntansinya sendiri dengan batasan yang sangat
sedikit
2. Mewajibkan pengungkapan metode akuntansi yang digunakan
dan menerapkannya secara konsisten setiap tahun.

Komite AICPA kemudian membuat draft "Five Broad Accounting


Principles" yang disetujui oleh NYSE pada 22 Sept 1932. Draft ini
menandai awal mula pengembangan GAAP. Dipublikasikan dalam
chapter 1 ARB.
SEC (Security Exchange Commission) dibentuk pada 1934 dengan
tujuan untuk melaksanakan Securities Act tahun 1933 dan
Security and Exchange Act tahun 1934 sebagai paket UU pertama
yang mengatur sekuritas di AS. UU ini memberikan kewenangan
kepada SEC untuk menetapkan informasi apa yang harus ada
dalam LK tiap perusahaan yang listing dan melaporkannya ke
SEC.
CAP (Committee on Accounting Procedure) dibentuk tahun 1936 atas
desakan SEC. Mulai 1939 mengeluarkan pernyataan standar
akuntansi sebagai perwujudan suatu authoritative body. Selama 2
tahun , CAP mengeluarkan 12 ARB (Accounting Research Bulletin).
Ketidakpuasan terhadap CAP - (1) SEC menganggap CAP tidak
produktif dalam menyelesaikan problem praktik akuntansi; (2)
Proses penetapan standar oleh CAP banyak dikritik (salah satunya
oleh AAA) karena tidak didukung oleh penelitian yang ekstensif
dan metode pengambilan kesimpulan yang baik.
Era formative years tidak menghasilkan set prinsip akuntansi yang
komprehensif, namun era ini memberikan 2 kontribusi penting yaitu:
1. peningkatan signifikan terkait keseragaman praktik akuntansi
2. sektor swasta menjadi sumber utama perancangan kebijakan
akuntansi di AS.
Post War Period (1846-1959)
Pada era ini pertumbuhan ekonomi AS mencapai puncaknya,
akuntansi menjadi topik yang semakin diperhatikan, ada 4 event
penting yang menandai era ini, yaitu :

1. ARB 32 and the SEC


Selama masa pasca

perang, CAP menghasilkan total 18 ARB

antara tahun 1946-1953. Walaupun dianggap sukses menjawab


berbagai problem spesifik dalam praktik akuntansi, namun CAP
dianggap gagal untuk membuat rekomendasi terkait prinsip
umum akuntansi.
Konflik SEC dan ARB terkait penerapan ARB 32 tentang konsep
current

operating

performance

yang

tidak

memasukkan

extraordinary gain/losses yang ditentang SEC dan sebagai


gantinya, mengadopsi konsep all inclusive income statement.
Akhirnya CAP dan SEC berkompromi dengan memasukkan
extraordinary items sebagai item terakhir dalam laporan laba
rugi.
2. The Price-Level Problem
Pada akhir 1953 profesi akuntansi concern terhadap tingkat
perubahan harga. Sehingga, sedikit kemajuan yang diperoleh
terkait pengembangan prinsip akuntansi selama 3 tahun.
Perdebatan terkait tingkat perubahan harga adalah biaya
depresiasi

dengan

historical

cost.

Tidak

dapat

mengukur

pengurangan nilai aset tetap terhadap daya beli sekarang secara


akurat sehingga laporan laba rugi overstated.
Perubahan standar untuk mengukur kekuatan

daya

beli

membingungkan pengguna laporan sehingga perdebatan ini


ditinggalkan,

kembali

fokus

pada

pengembangan

akuntansi.
3. Closing Years of the CAP
Tahun
1957-1959
merepresentasikan

periode

standar

transisi

pengembangan standar akuntansi di AS. Semakin banyak yang


mengkritik CAP terkait proses penyusunan standarnya (waktu
hearing
terhadap

yang
draft

tidak
ARB;

memadai
CAP

untuk

dianggap

menyampaikan
terlalu

lamban

opini
untuk

membahas

isu

akuntansi

penting

dan

menghindari

untuk

membahas topik yang kontroversial).


Tahun 1957, AAA mempublish statement of underlying concept
and definition yang menggunakan pendekatan deduktif, yang
mana

sejak

awal

ditolak

oleh

CAP

karena

dianggap

menghabiskan banyak waktu. Faktanya CAP mengalokasikan


waktunya untuk menyelesaikan problem spesifik dengan basis
piecemeal,

tanpa

mengembangkan

prinsip

akuntansi keuangan dan teori yang komprehensif.

fundamental

4. A New Approach
Pada tahun 1957

Alvin

Jennings

selaku

Presiden

AICPA,

mengusulkan reorganisasi AICPA untuk mengembangkan prinsip


akuntansi, dia menekankan pentingnya metode ilmiah sebagai
bagian dari proses penyusunan standar, dengan kata lain dia
mengusulkan

pendekatan

konseptual

untuk

menggantikan

pendekatan piecemeal yang telah diterapkan CAP selama 20


tahun.
AICPA membentuk Special Committee on Research program
yang kemudian mengeluarkan laporan yang isinya saran untuk
pembentukan APB (Accounting Principle Board) dan divisi riset
akuntansi.
Periode Modern (Tahun 1959 s/d sekarang)
Pada periode ini, perkembangan sejarah akuntansi dibagi menjadi 2
tahapan, yaitu :
1. Tahap Kontribusi Profesional (1959-1973)
a. Pada tahap ini organisasi profesional dan pemerintah secara
bersama - sama mengatur praktik akuntansi.
Divisi Riset pada AICPA mengadakan

riset,

hasilnya

dipublikasikan dalam Accounting Research Studies (ARS). Dua


publikasi
b.

yang

pertama

menghasilkan

dalil-dalil

dasar

akuntansi dan kumpulan prinsip akuntansi yang lebih baik.


Awal Tahun Pendirian APB (Accounting Principles Board)
Pada tahun 1959 didirikan APB yang bertugas menyusun
standar

atau

prinsip

akuntansi.

Statemen

penting

dikeluarkan oleh APB adalah :


Statement 1 : Mengenai ARSs 1 dan 3
Statement 2: Disclosure of supplementary

yang

financial

information by diversified companies


Statement 3: Financial Statement Restate for General Price
Level Change

Statement 4: Basic Concept and Accounting Principles


underlying Financial Statement Business Enterprises
APB gagal dalam tanggung jawabnya untuk menyusun
keempat postulat dan prinsip akuntansi yang lebih luas.
Terdapat 2 kritikan terhadap penyusunan standar yaitu:
Opini terlalu terbatas dan prosesnya terlalu lambat
Masalah penggabungan badan usaha terlalu lama akibat
banyaknya tekanan dari pihak yang kurang tepat
2. Tahap Politisasi (1973 Sekarang)
a. Pembentukan FASB
FASB berdiri 1 Juli 1973, merupakan badan

otoritatif

independen yang bertugas mengembangkan dan memajukan


akuntansi

keuangan

dan

menetapkan

standar-standar

pelaporan. Penerbitan oleh FASB berupa :


SFAS (Statement of Financial Accounting Standard)
SFAC (Statement of Financial Accounting Concept)
Interpretation
Technical bulletin
FASB menghasilkan 135 PSAK yang disebut Gerakan
Pembersihan Neraca dan menghasilkan neraca yang lebih
konservatif.
Antara tahun 1978 dan 1985 FASB mengeluarkan 6 Pernyataan
Konsep Akuntansi Keuangan (SFAC) yang disebut sebagai
statement of conceptual framework, yaitu menyajikan tujuan
yang akan dicapai dalam :
pelaporan keuangan
deskripsi kualitas informasi dalam pelaporan keuangan agar
informasi dapat berguna
penjelasan tentang definisi elemen dalam laporan keuangan
perusahaan bisnis
penjelasan tentang definisi elemen dalam laporan keuangan
perusahaan non bisnis

kriteria pengakuan dan pengukuran dan petunjuk tentang


informasi apa yang seharusnya masuk dalam informasi

b.

keuangan
deskripsi tentang definisi elemen dalam laporan keuangan
Usaha Mengikis Kekuatan FASB
Beberapa organisasi telah berusaha untuk melarang atau
membatasi kekuasaan penentuan standar FASB yaitu:
Accounting Standards Executive Committee (AcSEC)
Ketika tanggung jawab atas pengaturan standar dipindahkan
dari AICPA ke FASB pada tahun 1972, AICPA membentuk
AcSEC. AcSEC menerbitkan 2 jenis pernyataan: Statements
of Position (SOP) dan Industry Accounting Guides (Guides),
namun tidak seperti pernyataan FASB, keduanya tidak
dianggap sebagai standar akuntansi wajib.
Emerging Issues Task Forcce (EITF)
Berfokus pada masalah teknis khusus seperti instrumen
keuangan yang dapat mempengaruhi perusahaan di semua
industri.
Government Accounting Standards Board (GASB)
Dibentuk oleh FAF pada tahun 1984 untuk menangani
akuntansi daerah.

Chapter 4. The Economics of Financial Reporting Regulation


Pada awalnya pelaporan keuangan merupakan aktivitas yang diatur
dan mungkin akan terus seperti itu. Evaluasi argumen yang pro dan
kontra regulasi akan membantu kita untuk memahami sifat dasar
regulasi akuntansi dan konsekuensi yang muncul darinya.
Unregulated Markets Informasi Akuntansi
Argumen: berhubungan dengan insentif untuk perusahaan yang
melaporkan informasi tentang dirinya pada pemilik dan pasar modal
secara umum.

Agency Theory
Agency

Theory

persimpangan

memandang

hubungan

perusahaan

keagenan

dan

sebagai

mencoba

sebuah

memahami

perilaku organisasi dengan menguji bagaimana bagian-bagian pada


hubungan keagenan dalam perusahaan memaksimalkan manfaat
untuk

masing-masing.

manajemen

dan

Teori

pemilik

ini

memposisikan

dapat

diredakan

konflik

dengan

antara

pelaporan

keuangan.
Competitive Capital Market dan Signalling Incentives
Signaling

Theory,

menjelaskan

mengapa

perusahaan

memiliki

insentif untuk melaporkan (meskipun berita buruk) secara sukarela


pada pasar modal. Sehingga dapat mengurangi ketidakseimbangan
informasi antara perusahaan dan investor yang dapat menimbulkan
ketidakpastian

informasi.

Ketidakpastian

informasi

ini

akan

menyebabkan investor memproteksi diri dengan menawarkan harga


yang lebih rendah untuk perusahaan.
Private Contracting Opportunities
Argumen

ke-3

yang

mendukung

unregulated

markets

adalah

presumsi bahwa setiap orang yang dengan sungguh-sungguh


menginginkan informasi tentang sebuah perusahaan akan dapat
memperolehnya. Beberapa bagian dengan sendirinya akan membuat
kontrak untuk informasi dengan perusahaan, atau dengan pemilik
atau secara tidak langsung melalui perantara informasi, seperti
analis saham.
Regulated Markets
Regulasi pasar dapat dijustifikasi sehubungan dengan kepentingan
publik.

Dalam konteks ini, terdapat beberaoa argumen yang

digunakan untuk mempertahankan regulasi yaitu:

Kegagalan Pasar
Ada beberapa argumen yang mendukung regulasi karena kegagalan
pasar.
1.
2.

Perusahaan sebagai monopoli pemasok informasi


Situasi ini menciptakan peluang untuk membatasi produksi
informasi dan penentuan harga secara monopoli, jika pasar tidak
diregulasi. Dengan regulasi dapat mewajibkan pengungkapan
publik,

hal

ini

mengefektifkan

biaya(cost-effective

method),

karena jika semua orang membeli informasi yang sama tentang


perusahaan akan membuang sumber daya masyarakat .
Kegagalan Pelaporan Keuangan dan Audit
Regulasi akuntansi tidak akan mencegah terjadinya kecurangan dan
kelalaian, resiko inheren dalam suatu investasi. Peningkatan regulasi
pelaporan keuangan akan mengurangi kemungkinan kecurangan dan
kelalaian yang tidak terdeteksi, tetapi tidak akan pernah bisa
menghilangkannya.
Akuntansi sebagai Sebuah Barang Publik
Barang publik adalah komoditas -yang diproduksi sekali- bisa
dikonsumsi tanpa mengurangi kesempatan oleh yang lain untuk
mengkonsumsi.
Barang publik tidak diproduksi pada pasar bebas -yang memiliki
eksternalitas. (Eksternalitas terjadi jika seorang produsen tidak bisa
membebankan biaya produksi kepada semua pengguna barang.)
Karena karakteristik ini, informasi akuntansi memiliki kualitas sebuah
barang publik. Terdapat dua aspek regulasi pelaporan keuangan
yang meningkatkan nilai sosial (eksternalisasi), yaitu peningkatan
keterbandingan

akuntansi

antar

banyak

meningkatkan kepercayaan pasar sekuritas.

perusahaan,

dan

Tujuan Sosial
1.

mencegah akses secara tidak fair pada informasi pribadi dan

2.

mengambil keuntungan darinya.


keterbandingan, yang merujuk pada reliability laporan keuangan
ketika digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan
Justifikasi Kodifikasi Penyusunan Standar
Kodifikasi menyediakan sebuah gagasan yang baik dari apa yang
bisa diterima pada saat masyarakat yang demokratis mencoba untuk
mengatasi masalah distribusi.
Kodifikasi dipandang sebagai sebuah rasionalisasi yang diangkat dari
status quo, walaupun secara definisi, diasumsikan bahwa terdapat
perbaikan institusional melebihi waktu menguraikan masalah.
Membandingkan

Regulated

Markets

dan

Unregulated

Markets
Pro Regulated Markets
Perusahaan akan memonopoli informasi tentang dirinya, sehingga
akan

lebih

murah

bagi

masyarakat

untuk

memperoleh

pengungkapan informasi secara bebas daripada informasi yang


dimiliki individu/investor yang melakukan kontrak secara pribadi
untuk mendapatkan informasi yang sama dan membayar harga
monopoli.
Pro Unregulated Markets
Informasi yang tidak diungkapkan dengan sukarela oleh perusahaan
akan diperoleh melalui kontrak pribadi. Bagaimanapun kelangsungan
hidup

peluang

kontrak

pribadi

adalah

sesuatu

yang

harus

dipertanyakan sebab hal itu menciptakan ketidakjujuran pada pasar


modal. Informasi pribadi yang sedikit berarti sedikit kesejahteraan

yang ditransfer antara yang memiliki informasi dan yang tidak. Ini
sama secara prinsip dengan regulasi di balik insider trading.
Ketidaksempurnaan Regulasi Akuntansi
Regulasi pasar dan keputusan harga tidak menjawab secara optimal
masalah yang tidak terselesaikan oleh free market pricing system.
Ekonomi berargumen bahwa barang publik yang ditawarkan pada
pasar diregulasi akan overproduksi. Hal ini bertolak belakang dengan
under-produksi pada unregulated markets.
Konsekuensi Ekonomi Kebijakan Akuntansi
Penyusun standar harus netral di antara kelompok yang bersaing
dalam menyediakan informasi yang bermanfaat untuk memprediksi
arus kas dan untuk menilai kinerja manajemen. Selain itu juga harus
mempertimbangkan

konsekuensi

ekonomi

dari

kebijakan

yang

diusulkan dengan mendefinisikan sebagai dampak laporan akuntansi


pada bisnis, pemerintah, negara, investor, dan kreditur.
Chapter 5. Postulates, Principles, and Concepts
Postulat: asumsi

dasar

yang

tidak

bisa diverifikasi, pernyataan

yang tidak membutuhkan pembuktian (aksioma).


Prinsip: aturan-aturan yang dapat diuji secara empiris dan menjadi
hukum, dan

sebagai pendekatan umum yang digunakan dalam

pengakuan dan pengukuran peristiwa akuntansi.


Konsep: ide generik umum dari suatu hal tertentu dan bukan bagian
dari perumusan teori formal.
Accounting Research Studies (ARS) 1 dan 3
ARS 1 dan ARS 3 secara postulat (dalil) dan dasar tidak diterima,
namun studi ini merupakan titik awal percobaan untuk memberikan
dasar teoritis untuk akuntansi keuangan oleh APB.

Dalam ARS 1 postulat dibedakan menjadi dua, kategori pertama


kelompok A dan B, kategori kedua kelompok C (Kelompok A:
kelompok lingkungan ekonomi dan politik; Kelompok B: yang
termasuk

dalam

wilayah

akuntansi

itu

sendiri;

Kelompok

C:

kewajiban). Postulat yang dikembangkan ARS 1 menjadi bagian dari


ARS 3.
Ada delapan prinsip yang dikembangkan dalam ARS 3, setidaknya 3
diantaranya (A, B dan D) berhubungan dengan masalah perubahan
harga yang merupakan titik awal dari profesi.
Kegagalan

ARS 1

dan

ARS 3 disebabkan

oleh

kurang

ketegasan dalam pembuatan alasan, hanya memberikan sedikit


perhatian

pada

ketidakberhasilan

kebijakan

pembuatan

Moonitz-Sprouse

peraturan,

dalam

dan

menyelesaikan

juga
tugas

mereka.
Konsep yang Mendasari Historical Costing
Postulat:

going concern, kecuali ada bukti sebaliknya maka diasumsikan

bahwa perusahan akan beroperasi terus-menerus.


time period, menciptakan segmen-segmen periode

secara

artifisial dari proses operasi perusahaan yang berkelanjutan.


Untuk entitas bisnis periode waktunya adalah kalender atau tahun

bisnis.
entitas akuntasi, entitas bisnis terpisah dari pemiliknya, namun

1.

terdapat dua permasalahan penting, yaitu:


menentukan entitas dan akuntansi untuk setiap hubungan
yang terjadi, dalam artian apakah menggunakan metode

2.

penggabungan atau tidak.


apakah entitas akuntansi
perusahaan dan pemiliknya.

fokus

pada

hubungan

antara

satuan moneter, uang menjadi standar pokok nilai dan menjadi


subyek proses pengukuran.
Prinsip yang berorientasi input:
General Underlying Rules of Operation:

Recognition = kapan mengakui pendapatan dan beban


Matching, proses pengakuan timbulnya beban untuk depresiasi,
COGS, bunga dan biaya yang ditangguhkan.
Constraining Principles:

Konservatisme, cara untuk memilih satu dari beberapa metode


akuntansi yang akan menghasilkan: (1) revenue recognition
yang lebih lambat; (2) expense recognition secara lebih cepat;
(3) penilaian aset yang lebih rendah; (4) pengakuan liabilitas

yang lebih tinggi.


Pengungkapan, penyajian yang diperlukan untuk membuat
laporan

keuangan

tidak

menyesatkan.

Merujuk

pada

pengungkapan di dalam maupun di luar tubuh laporan.


Materialitas, menyangkut penting tidaknya suatu item bagi
pengguna dalam melakukan penilaian maupun pengambilan

keputusan.
Objektivitas, kualitas bukti transaksi yang dirangkum dan
diorganisir dalam bentuk laporan keuangan.

Prinsip yang berorientasi output


Berlaku untuk pengguna:

Comparability, dilihat dari sisi pengguna, merupakan tingkatan


reliability

yang

dicari

pada

laporan

keuangan

ketika

mengevaluasi keadaan keuangan ataupun hasil dari operasi


antar perusahaan, memprediksi income ataupun cash flows.
Berlaku untuk penyusun:

Consistency, merupakan penggunaan suatu metode selama

beberapa periode secara berturut-turut.


Uniformity, menyangkut beberapa hal antara lain:
seperangkat prinsip untuk semua perusahaan, dimana setiap

perusahaan boleh menginterpretasikannya.


perlakuan akuntansi yang sama untuk situasi yang secara
umum sama tanpa memperhatikan kemungkinan kondisi yang

mendasarinya (rigid uniformity).


perlakuan akuntansi yang memperhitungkan
keadaan

ekonomi

untuk

transaksi

yang

perbedaan

sama

(finite

uniformity.
EQUITY THEORIES
1.

Proprietary

Theory

Assets - Liabilities = Owners

Equities
Teori kepemilikan mengasumsikan bahwa pemilik dan perusahaan
yang

hampir

perusahaan,

identik.

Pada

kewajiban

teori

perusahaan

ini,

aset

juga

dimiliki

adalah

pemilik

kewajiban

pemilik, dan kepemilikan ekuitas terhutang kepada pemilik


2.

Entity Theory Assets = Equities (including liabilities)


Teori ini memandang perusahaan dan pemilik sebagai dua hal
yang terpisah. Akun ekuitas pemilik tidak mewakili kepentingan
mereka sebagai pemilik tetapi hanya klaim mereka sebagai
pemegang saham. Dalam mengukur laba, baik bunga dan dividen
merupakan distribusi pendapatan untuk penyedia modal. Maka,
keduanya diperlakukan sama dan tidak merupakan pengurang
penghasilan.

3.

Residual

Equity

Theory

Assets

Specific

Equity

(including liabilities and preferred stock) = Residual Equity

Merupakan variasi dari kedua teori proprietary dan entity.


Pemegang saham biasa adalah pengambil risiko utama dalam
perusahaan. Kepentingan mereka dalam perusahaan sebagai
penyangga atau pelindung bagi semua kelompok dengan klaim
sebelumnya

tentang

perusahaan,

seperti

pemegang

saham

preferen dan pemilik obligasi. Informasi penting dari teori ini


adalah

bahwa

informasi

sesuai

untuk

tujuan

pengambilan

keputusan, seperti yang membantu dalam memprediksi arus kas,


harus diberikan kepada pemegang saham sisa.
4.

Fund Theory Assets = Restrictions on Assets


Dana hanyalah sekelompok aktiva dan kewajiban yang terkait,
yang

ditujukan

untuk

tujuan

tertentu,

yang

mungkin

menghasilkan laba mungkin juga tidak. Teori ini sangat mungkin


diterapkan di pemerintahan dan perusahaan yang pure non-profit
dimana kelompok aset sering digunakan untuk tujuan spesifik dan
terpisah.
5.

Commander Theory
Louis Goldberg tidak nyaman dengan konsep artifisial seperti
funds dan entitas sehingga ia mengusulkan teori ini. Commander
merupakan sinonim dari manajemen. Goldberg sangat concern
terhadap fakta bahwa manajemen membutuhkan informasi untuk
dapat menjalankan fungsi perencanaan dan pengendalian atas
nama

pemilik.

diterapkan

pada

Commander
akuntansi

theory

dianggap

manajemen

lebih

daripada

cocok

akuntansi

keuangan, tetapi manajer dalam peran fiduciary-nya harus


menggunakan cara pandang manajemen kepada investor.

Chapter 6. The Search of Objectives


Perkembangan tujuan dan standar akuntansi didasarkan pada
beberapa hal.
Title
ASOBAT
APB Statement 4
Trueblood Committee Report
SATTA

Published
by
AAA
APB
AICPA
AAA

Year
1966
1970
1973
1977

ASOBAT A Statement of Basic Accounting Theory


Definisi

Akuntasi:

mengkomunikasikan

proses
informasi

mengidentifikasi,
ekonomi

untuk

mengukur,

dan

penilaian

dan

pengambilan keputusan oleh pengguna informasi. (didefinisikan dari


segi pengguna laporan)
Tujuan dari akuntansi
-

Membuat keputusan tentang sumber daya yang terbatas


Mengarahkan dan mengendalikan sumber daya secara efektif
Mempertahankan pemeliharaan dari sumber daya
Memfasilitasi fungsi sosial dan kontrol

Standar

yang

digunakan

untuk

mengevaluasi

informasi

akuntansi antara lain:


-

relevance adalah standar primer berdasarkan fakta bahwa


kelompok pengguna yang berbeda dengan latar belakang yang
berbeda membuat keputusan dalam konteks yang berbeda

(informasi apa yang relevan menjadi sangat penting)


verifiability dapat diverifikasi
freedom from bias bersifat melengkapi netralitas (mengacu
pada orientasi lembaga penyusun standar). Kebebasan dari bias
berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan. freedom from
bias is complementary to neutrality.

quantifiability perhatian utama akuntan adalah pengukuran


data dan data yang dapat dikuantifikasikan.

APB statement 4 Basic Concepts and Accounting Principles


underlying Financial Statements of Business Entreprises
Definisi akuntansi: kegiatan pelayanan; yang berfungsi untuk
memberikan informasi kuantitatif tentang entitas ekonomi yang
bermanfaat dalam proses pengambilan keputusan.
Tujuan laporan keuangan:
-

Tujuan

umum:

memberikan

informasi

mengenai

sumber

ekonomi, kewajiban, perubahan harta dan kewajiban, dan lain-

lain.
Tujuan khusus: menyajikan laporan posisi keuangan, hasil usaha,

perubahan posisi keuangan secara wajar sesuai GAAP.


Tujuan
kualitatif:
relevance,
verifiability,
neutrality,
understandability, timeliness, comparability, completeness

Trueblood Comitee Report Tujuan Laporan Keuangan:


1. memberikan informasi yang berguna untuk membuat keputusan
ekonomi
2. melayani

para

pengguna

kemampuan,

atau

mendapatkan

informasi

yang

sumber
serta

daya

mempunyai
yang

tergantung

kekuasaan,

terbatas
pada

untuk
laporan

keuangan sebagai sumber informasi utama mereka mengenai


aktivitas ekonomi perusahaan.
3. memberikan informasi yang berguna bagi investor dan kreditor
untuk memprediksi, membandingkan, dan mengevaluasi arus
kas yang potensial bagi mereka dalam hal jumlah, waktu, dan
ketidakpastiannya.
4. memberikan informasi kepada para pengguna untuk dapat
memprediksi,

membandingkan,

power perusahaan.

dan

mengevaluasi

earning

5. memberikan informasi yang berguna dalam menilai kemampuan


manajemen dalam menggunakan sumber daya perusahaan
secara efektif dalam mencapai tujuan perusahaan.
6. memberikan informasi aktual dan akurat mengenai transaksi dan
kejadian-kejadian lain yang berguna dalam rangka memprediksi,
membandingkan, dan mengevaluasi earning power perusahaan.
7. memberikan laporan posisi keuangan, yang berguna untuk
memprediksi,

membandingkan,

dan

mengevaluasi

earning

power perusahaan.
8. laporan pemasukan berkala yang berguna untuk memprediksi,
membandingkan dan mengevaluasi earning power perusahaan.
9. memberikan laporan aktivitas keuangan yang berguna untuk
memprediksi,

membandingkan,

dan

mengevaluasi

earning

power perusahaan.
10. memberikan informasi yang berguna untuk proses yang dapat
diprediksi. Prediksi keuangan harus diberikan ketika mereka akan
meningkatkan reliabilitas prediksi para pengguna.
11. Bagi organisasi pemerintah dan organisasi nirlaba,
memberikan

informasi

yang

berguna

untuk

untuk

mengevaluasi

keefektifan manajemen sumber daya dalam mencapai tujuan


perusahaan
12. melaporkan pada aktivitas perusahaan yang mempengaruhi
masyarakat yang dapat ditentukan dan digambarkan atau diukur
dan yang penting terhadap peran perusahaan dalam lingkugan
sosialnya.
SATTA

Statement

of

Accounting

Theory

and

Theory

Acceptance
SATTA

mengklasifikasikan

Akuntansi.

beberapa

pendekatan

untuk

Teori

classical approach - utamanya normatif, deduktif dan tidak

peduli terhadap variasi kebutuhan informasi pengguna.


decission-usefulness
approach
penelitian

tentang

pengguna laporan akuntansi, keputusan mereka, kebutuhan


informasi dan kemampuan pengolahan informasi.
decision-model orientation - normatif dan deduktif; relevansi

sangat penting
decision-maker
menemukan

orientation

informasi

apa

deskriptif
yang

diinginkan) dan induktif (empiris)


information economics approach

(mencoba

digunakan
-

informasi

atau

untuk
yang

akuntansi

dipandang sebagai barang ekonomi, lebih fokus pada cost and


benefit yang muncul dari produksi dan penggunaan informasi
akuntansi.
Tujuan pengguna
1.

Kemampuan prediktif, kegunaan data-data akuntansi untuk

2.

memprediksikan variable-variabel di masa yang akan datang.


Acountability, tanggung jawab manajemen terhadap laporan
dalam

mencapai

tujuan

untuk

pemanfatan

sumber

daya

perusahaan yang efisien dan efektif.


Tujuan sekunder
1.

Capital maintenance - informasi tentang jumlah dividen yang


dibayarkan tanpa mengembalikan modal kepada pemegang

2.

saham
Adaptability - mengukur jumlah likuiditas yang tersedia untuk
perusahaan

Keberagaman Pengguna Laporan Keuangan:


1.
2.
3.
4.

shareholders
management
creditors
employees

5. labor unions
6. supliers
7. customers

8. financial
advisors

analysts

and

9. auditors
10. governmental agencies

11.Chapter 7. The FASBs Conceptual


12. Kerangka

konseptual

diharapkan

Framework
mewujudkan

sistem yang koheren dari tujuan dan dasar yang


saling berkaitan yang dapat menghasilkan standar
yang konsisten, mengatur sifat, fungsi, dan batasbatas akuntansi keuangan dan laporan keuangan.
13.Statements
of
Financial
Accounting
Concepts (SFAC)
14.SFAC No. 1 Objectives of Financial Reporting
by Business Enterprises (1978)
-fokus pada tujuan dari laporan keuangan bisnis.
-karakteristik utama dari external users laporan keuangan adalah
ketertarikan

akan

prediksi

atas

jumlah,

waktu,

dan

ketidakpastian atas aliran kas masa depan.


-stewardship menilai kinerja manajemen kepada para pemilik dan
pihak-pihak yang berkepentingan.
-Pertimbangan-pertimbangan dalam laporan ini adalah
Informasi tidak disediakan dengan cuma-cuma, sehingga

manfaat dari penggunaan harus melebihi biaya produksi.


Laporan akuntansi bukan satu-satunya sumber informasi

tentang perusahaan.
Akuntansi berbasis akrual sangat berguna dalam menilai dan

memprediksi earning power dan arus kas suatu perusahaan.


Informasi yang dihasilkan seharusnya bermanfaat, namun
pengguna harus membuat prediksi dan penilaian mereka
sendiri.
15.SFAC No. 2 Qualitative Characteristics of
Accounting Information (1980)
16.Users of Accounting Information

17. Pembuat keputusan berdiri di puncak diagram


yang menunjukkan orientasi fungsi

akuntansi

keuangan untuk melayani kebutuhan pengguna


dalam proses pengambilan keputusan.
18.Benefit Greater than Cost
19. Benefit bagaimana manfaat dari informasi
akuntansi

relatif

untuk

memprediksi

mencapai tujuan akuntansi.


20. Cost direct cost dan indirect cost.
21. Direct cost: biaya yang dikeluarkan

dan

untuk

mendapatkan, menyiapkan, dan menyebarluaskan


informasi.
22. Indirect cost: biaya yang berkaitan:

pengungkapan

informasi

yang

mungkin

akan

kerugian kompetitif bagi perusahaan.


tingkat pemahaman atas informasi yang disediakan.

menghasilkan

23.Relevance
24. Def. (SFAC No.2): kemampuan untuk membuat
perbedaan

dalam

sebuah

membantu

pengguna

keputusan

dalam

bentuk

dengan
prediksi

terhadap hasil dari peristiwa masa lalu, sekarang,


maupun

kejadian

mengkonfirmasi

masa
atau

depan

atau

membenarkan

untuk
suatu

ekspektasi.
25. Relevan terdiri dari dua elemen utama dan satu
elemen tambahan, yaitu:
1. Predictive Value, tingkat kegunaan dari input (seperti cash flow)
untuk prediksi.
2. Feedback Value,
mengkonfirmasi

menekankan
atau

pada

memperbaiki

kemampuan
ekspektasi

awal

dalam
para

pengambil keputusan. Feedback value berkaitan dengan dua


a.

tujuan utama, yaitu:


Menilai bagaimana kinerja manajemen yang dinyatakan
sebagai konfirmasi atas kebenaran ekspektasi secara relatif

terhadap akuntabilitasnya, dan


b.
Proses pengambilan keputusan.
3. Timeliness, suatu informasi dikatakan relevan jika informasi
tersebut ada saat dibutuhkan dalam proses pengambilan
keputusan.
26.Reliability
1. Verifiability, derajat keterukuran suatu informasi.
2. Representational Faithfulness, suatu pengukuran

harus

menggambarkan keadaan yang sebenarnya.


27.

Representational

Faithfulness

vs

Economic

Consequences
a.

Penekanan utama pada Representational Faithfulness


28.
Ruland sangat menekankan pada Representational
Faithfulness sebagai sebuah keharusan bagi FASB dalam

b.

menyusun standar.
Peran yang saling melengkapi antara Representational
Faithfulness dan konsekuensi ekonomi.
29.
Terdapat
kesulitan
dalam

pemenuhan

Representational Faithfulness karena sangatlah sulit untuk


menemukan kebenaran objektif. Oleh karena itu, proses
penyusunan standar perlu menyertakan pertimbangan akan
konsekuensi
orang
c.

yang

ekonomi

mengenai

menyiapkan

bagaimana

laporan,

dan

pengguna,

pihak

lainnya

terpengaruh oleh standar akuntansi yang akan diterbitkan.


Keunggulan dari pandangan atas konsekuensi ekonomi
30.
Daley dan Tranter berpendapat bahwa konsekuensi
ekonomi merupakan bagian dari kerangka konseptual dalam

hal pervasive contrain of cost and benefit. Trade of antara


manfaat

dan

biaya

secara

jelas

berkaitan

dengan

konsekuensi ekonomi yang melibatkan adanya biaya untuk


menyiapkan informasi relatif terhadap manfaat yang akan
diterima oleh pengguna.
3. Neutrality
31.
Netralitas mengacu pada keyakinan bahwa proses
penyusunan kebijakan menempatkan relevansi dan realibitas
sebagai perhatian utama dibandingkan dengan efek dari
standar atau peraturan terhadap kelompok atau perusahaan
tertentu.
32.Conservatism
33. Konservatisme berkaitan dengan kebutuhan akan
prudent reporting yang memastikan pembaca
telah diinformasikan mengenai ketidakpastian dan
risiko.
34.Comparability and Consistency
35. *reread chapter 5
36.Materiality,
berkaitan
dengan

pertanyaan

apakah suatu item telah mempunyai nilai yang


cukup besar untuk mempengaruhi

keputusan

pengguna laporan.
37.SFAC No. 3 Elements of Financial Statements
of Business Enterprises (1980)
38. SFAC No.3 diamandemen dengan SFAC No. 6,
karena:
1.

Tidak

menyebutkan

keuangan
2.

tiga

pandangan

(revenue-expense,

tentang

assets-liability,

akuntansi
and

non

articulated).
Tidak menjelaskan tipe konsep capital maintenance yang
digunakan.

3.

Tidak

menunjukkan

tentang

pengakuan,

pengukuran

dan

penyajian dalam laporan keuangan.


39. SFAC No. 4 Objectives of Financial Reporting
by NonBusiness Organizations (1980)
40. Karakteristik organisasi nirlaba:
1.

Menerima sumber daya yang berasal dari penyumbang yang


tidak mengharap pembayaran kembali atau manfaat ekonomi

2.
3.

yang dihasilkan dari sumber daya tersebut.


Menghasilkan barang/jasa tanpa bertujuan mencari laba.
Tidak ada kepemilikan yang dapat dijual, dialihkan, ditebus, atau
yang mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas

pada saat likuidasi.


41.
SFAC No. 5 Recognition and Measurement in Financial
Statements of Business Enterprises (1985)
-Ruang Lingkup: konsep yang dibahas diterapkan secara tegas
menyatakan bahwa pengungkapan dan pengukuran informasi
dalam laporan keuangan yang mungkin disediakan dengan
catatan, informasi tambahan, atau dengan cara lain tidak
menggantikan pengakuan dalam laporan keuangan untuk item
yang memenuhi kriteria pengakuan.
-Earnings and Comprehensive Income

(pendapatan dan laba

komprehensif)
Format dan penyajian perubahan pada ekuitas pemilik yang
tidak berasal dari transaksi dengan pemilik. Hal ini mengacu

pada pentingnya pengungkapan.


Earnings menggantikan net income, dengan meniadakan
dampak kumulatif perubahan prinsip akuntansi pada tahun

sebelumnya (Ex! Perubahan metode depresiasi.


Statement of earnings akan disertai dengan statement of
comprehensive income. Statement of Comprehensive Income

mencakup semua perubahan ekuitas pemilik sepanjang


periode, selain transaksi dengan pemilik.
-Kriteria pengakuan: Definisi, Keterukuran, Relevan dan Kehandalan
-Atribut pengukuran: historical cost, current cost (replacement
cost), current market value (exit value), net realizable value
(selling cost less any cost to complete or dispose) dan present
(discounted) value of future cash flow.
42.
SFAC No. 6 Elements of Financial Statements (1986)
43. SFAC No 6 mendefinisikan 10 elemen dalam
laporan

keuangan

(Assets,

Liabilities,

Equity,

Investment by Owners, Distribution to Owners,


Comprehensive

Income,

Revenue,

Expenses,

Gains and Losses). Hal ini menimbulkan berbagai


permasalahan, antara lain:
1.

Definisi masih belum cukup lengkap untuk mengkategorikan

2.

suatu kejadian.
Definisi aset fokus pada masalah matching concepts dan bukan

3.

hak kepemilikan
Interpretasi dari transaksi masa lalu.

4.

SFAC No. 6 masih sedikit mengungkapkan transaksi yang


melibatkan ekuitas pemilik yang jarang terjadi.

44.

SFAC No.7 Using Cash Flow Information and Present

Value in Accounting Measurements (2000)


45.
Situasi dimana current market value tidak tersedia sehingga
harus menggunakan estimasi cash flow di masa yang akan datang.
Present Value Asset Measurement pengukuran aset. Discount
rate harus meliputi risiko dan ketidakpastian yang merefleksikan
pengukuran pasar terhadap nilai asset.
Present Value Liability Measurement pengukuran liabilitas.
Discount

rate harus

standing perusahaan.

diikutkan

dalam

perhitungan credit

46.

SFAC No. 8 Conceptual Framework for Financial

Reporting (2010)
SFAC No. 8 menggantikan SFAC No. 1 dan SFAC No. 2
Perbedaan pelaporan keuangan SFAC No 8 dan SFAC No 1:
1. Pelaporan keuangan lebih luas dari laporan keuangan
2. Laporan keuangan tetap merupakan laporan pokok pelaporan
keuangan.
3. Komponen lain pelaporan keuangan: (1) Supplementary
information. Contoh: Pengungkapan pengaruh perubahan
tingkat harga; (2) Other means of financial reporting, Contoh:
diskusi dan analisis manajemen.
Perbedaan karakteristik kualitatif SFAC No. 8 dengan SFAC No. 2:
47.

Uraian

50.
Primary
Qualities
51.
52.
53.
54.
55.

48.
1.

49.

Relevance
1.

Predictive value

Confirmatory
value

Materiality
56.
Faithful
Representation
2.

Complete

Neutrality

Free from error

2.

58.
Enhancin 1.
g Qualitative
Characteristics
2.
3.
4.
60.
Threshold
for recognition

SFAC 8

61.

Comparability
(including
consistency)
Verifiability
Timeliness
Understandability
-

SFAC 2

Relevance

Predictive
value

Feedback
value

Timeliness
57.
Reliability

Verifiability

Neutrality

Representation
Faithfulness

59.

Comparability

62.

Materiality

63. THE IASBS CONCEPTUAL FRAMEWORK


64. IASB memiliki konsep laporan hanya

satu,

rerangka atas penyusunan dan penyajian laporan

keuangan. Statement itu dikeluarkan oleh IASC,


organisasi pendahulu ke IASB, pada tahun 1989
dan kemudian diadopsi oleh IASB pada tahun
2001.
65. IASB menyatakan bahwa rerangka:
1. Menentukan tujuan laporan keuangan
2. Mengidentifikasi

karakteristik

kualitatif

yang

membuat

informasi dalam laporan keuangan berguna


3. Mendefinisikan elemen dasar laporan keuangan dan konsep
untuk pengakuan dan pengukuran mereka dalam laporan
keuangan.
66. IAS 8 mengatur bahwa dalam ketiadaan standar
IASB atau interpretasi yang secara khusus berlaku
untuk transaksi, atau bahkan dalam kondisi lain,
manajemen

harus

mempertimbangkan

penerapan

akuntansi

yang

dalam

menghasilkan

informasi yang relevan & reliable.


67.RISET

EMPIRIS

PADA

RERANGKA

KONSEPTUAL
68.Perkembangan

dari

rerangka

konseptual

dipengaruhi oleh dua isu seperti yang akan di


bahas berikut.
1. Pengaturan standar dengan pendekatan berbasis prinsip
(Principles-Based) dan berbasis aturan (Rule-Based)

a.
b.
c.

69. PrinciplesBased
a.
Standar
berdasar
prinsip
prinsip akuntansi
b.
Baku dan berlaku umum
Prinsip adalah keyakinan yang

71. Rule-Based
Standar
berdasar
aturan/
persyaratan rinci
Lingkupnya
hanya
untuk
kelompok
tertentu
dimana
akuntansi dilaksanakan

kuat dan tidak dapat diubah


c.
70. Dampaknya
harus d.
membuat estimasi
e.

f.

72. Ex! IFRS

Konsisten
Akurat
(siapapun
yang
mengukur
hasilnya
sama
sehingga informasinya netral)
Ada
adjusment
karena
lingkungan
para
stakeholdernya berbedabeda
Dipengaruhi politik (pihak yang
dominan seperti pada teori
Private Interest)
73. Ex! PSAK, US
GAAP

2. Informasi untuk pembuatan keputusan dan pendekatan


teori keputusan
74. Pendekatan teori

keputusan dalam akuntansi

berguna

dalam menguji akuntansi apakah telah mencapai targetnya.


Teori harus berperan sebagaimana standar dimana praktik
akuntansi akan diterapkan. Proses dari teori keputusan dapat di
gambarkan sebagai berikut:
75.
76.

77.MENILAI RERANGKA KONSEPTUAL


78. Banyak opini negatif tentang rerangka konseptual,
akan tetapi ada juga hal yang baik tentang SFAC
termasuk karakteristik kualitatif (SFAC No 2),

definisi

elemen

(SFAC

No

6),

memurnikan

pengukuran present value (SFAC 7).


79. Pendapat secara umum menyatakan bahwa SFAC
no 5, pengakuan dan pengukuran merupakan titik
lemah dari rerangka konseptual. Walaupun pada
pasar sekuritas, derivatives dan impaired asset

82.

80.
81.

FASB menggunakan beberapa aspek fair value.