Anda di halaman 1dari 8

Warta Thomas

Berita Gereja
Ekaristi harian dalam
minggu ini Senin s/d
Kamis Pukul 05.30 di
Gereja. Sabtu pukul
06.00 di Susteran.
Jumat, 23 Oktober :
Novena Tiga Salam Maria
pukul 18.30 di Gereja

Gereja Katolik
Paroki Santo Thomas
Kelapadua

halaman 1

Jalan Kompleks Ksatrian, Korps


Brimob, Kelapa Dua, Cimanggis
16951, Telepon (021) 8715526
Fax. (021) 87706362.
Email: sekreparoki@thomas.
keuskupanbogor.or.id
Website:
http://
thomas.keuskupanbogor.or.id

Warta Mingguan Paroki St. Thomas Kelapa Dua


Edisi : Minggu, 18 Oktober 2015 Hari Minggu Biasa ke XXIX
Nomor : 47 Th. XVIII

SURAT GEMBALA
HARI PANGAN SEDUNIA 2015
Merawat Bumi, Rahim Pangan Kita
Saudara-saudariku yang terkasih, Tanggal 16
Oktober merupakan peringatan HARI PANGAN
SEDUNIA (HPS). Peringatan ini dilatar-belakangi
ketika PBB melalui
Organisasi Pangan
Sedunia menetapkan
World Food Day atau
Hari Pangan Sedunia
melalui resolusi PBB
no. 1 tahun 1979 yang
merupakan tindak lanjut
dari kesepakatan tahun
sebelumnya di Roma
yang dihadiri oleh 147
negara, termasuk
Indonesia.
Gereja Katolik turut ambil bagian dalam
peringatan ini sebagai bentuk keprihatinan bersama terhadap persoalan pangan di dunia ini.
Maka, saya mengajak saudara-saudari sekalian
turut menyambut dan merayakan Hari Pangan
Sedunia sebagai salah satu perwujudan dari
keyakinan iman kita.
Hari Pangan Sedunia yang akan kita rayakan
menjadi saat yang tepat bagi kita untuk merefleksikan pesan Bapa Suci Fransiskus melalui ensiklik
Laudato Si (Terpujilah Engkau, Tuhanku) yang
mengarahkan pada perawatan rumah kita bersama
dan mengajak kita untuk mengingat bahwa Bumi
adalah rumah kita bersama. Bumi, seperti Ibu yang
jelita menyambut kita dengan tangan terbuka,
mengasuh, dan menopang kita, serta menumbuhkan berbagai buah-buahan, beserta bunga warnawarni, dan rerumputan. Dalam lingkup Gereja
Katolik Indonesia, kita diajak untuk mengingat dan
sadar bahwa Bumi adalah Rahim Pangan Kita.

Bumi - Ibu yang jelita - jika bisa mengungkapkan lewat teriakan, bisa
jadi tengah menjerit karena segala kerusakan yang muncul akibat ulah kita.
Sering kali tanpa tanggung jawab dan komitmen yang baik, kita telah
menggunakan dan menyalahgunakan kekayaan alam yang telah diletakkan
Allah di dalamnya.
Berbagai tempat di belahan dunia ini, bahkan di wilayah Keuskupan
Bogor, tanah dan segala yang ada di sekitarnya telah dianiaya dan
ditelantarkan sedemikian rupa. Kita seperti terlibat dalam rancangan untuk
memberikan sisa sengsara dan derita yang nantinya akan diterima oleh anak
cucu penerus kita. Contoh konkret dari wujud kita terlibat di dalamnya adalah:
persoalan sampah, pengembangan perumahan yang meminggirkan tanahtanah produktif, eksploitasi tambang yang merusak lingkungan, industriindustri yang membuang limbah sembarangan, dan lain sebagainya; yang
tanpa disadari melecehkan dan tidak menghargai bumi sebagai rumah
bersama makhluk ciptaan Allah.
Penghancuran lingkungan merupakan perkara sangat berat. Bukan
hanya karena Allah telah mempercayakan dunia kepada manusia, tetapi
karena hidup manusia itu sendiri merupakan hadiah yang harus dilindungi
dari berbagai bentuk tindakan demi kepentingan diri.
Kita perlu berkaca terhadap perlakuan yang tidak semestinya bagi bumi
sebagai rahim pangan. Terdapat berbagai fakta di wilayah Keuskupan Bogor
ini, dimana telah terjadi eksploitasi yang luar biasa dalam beberapa tahun
terakhir. Lahan-lahan produktif pertanian dan perkebunan berubah menjadi
kawasan industri atau perumahan. Perubahan yang telah meminggirkan
petani dari habitatnya dan terpaksa menjadi buruh di tanah sendiri.
Eksploitasi lahan yang tidak hanya mengubah tanah-tanah subur
menjadi pabrik atau perumahan, dan diperparah dengan kenyataan bahwa
hal tersebut telah menyumbang peningkatan angka kemiskinan.
Demikian juga air bersih yang merupakan kebutuhan dasar hidup
manusia, melimpah di wilayah kita. Namun karena kepentingan segelintir
orang yang mengatasnamakan kepentingan banyak orang, telah di
eksploitasi, dikuras sedemikian rupa menjadi komoditi yang laku dijual di
berbagai kota lain. Sedangkan penghuni di sekitarnya karena kemampuan
terbatas terasa sulit menikmatinya.
Hal lain yang menjadi persoalan klasik adalah sampah. Meskipun telah
banyak teknologi yang dikembangkan dalam tata kelola sampah, namun
aspek manusianya seperti kurang serius menampilkan diri yang peduli
Penanggungjawab: DPP Paroki St. Thomas - Komsos Penasihat: RD. Robertus Eeng
Gunawan Koordinator: K. Tatik Pelaksana: Sekretariat Paroki Sirkulasi/Iklan:
Pieter Fernandez - 0218715526 Email: warta@thomas.keuskupanbogor.or.id.
Tim Warta menerima sumbangan tulisan berita/non berita dengan maksimum panjang tulisan 2000 karakter
termasuk spasi dikirim via email paling lambat hari Rabu. Tim Warta berhak mengedit tulisan atau tidak
menerbitkan jika mengandung SARA atau bertentangan dengan Etika, Moral, Hukum dan HAM.

Warta Thomas

halaman 2

terhadap sampah. Kita seperti dicetak menjadi pribadi apatis terhadap dunia
sampah. Padahal, sampah merupakan produk perilaku manusia. Semakin
konsumtif, semakin banyak sampah. Sampah telah menyumbang kerusakan
lingkungan, maka perlu ditangani, ditindaklanjuti, dan digarap secara serius
dalam aksi yang nyata.
Saudara-saudara terkasih,
Sampai kapankah kita akan menampilkan diri sebagai pribadi yang
kurang peduli dan bertanggungjawab terhadap alam ciptaanNya? Sampai
kapankah kita hanya memikirkan diri sendiri dan sulit berbagi kebahagiaan
dan kelebihan yang kita punya bagi kehidupan bersama?. Bumi, bukan milik
pribadi, namun rumah bagi semua makhluk ciptaan Allah. Manusia adalah
citra Allah yang memiliki eksistensi berdasarkan tiga pilar relasi; yakni dengan
Allah, sesama Manusia, dan dengan Bumi. Tiga relasi ini telah rusak bukan
hanya secara lahiriah, melainkan juga dalam diri manusia masing-masing.
Apa yang dapat kita lakukan sebagai bentuk pertobatan?
Bapa Suci telah memberikan pesan yang amat jelas tentang pentingnya
rekonsiliasi dalam konteks tiga relasi tadi. Melepaskan diri dari sikap acuh tak
acuh dan serakah. Bersikap solider terhadap mereka yang lapar dan
terpinggirkan. Sikap tobat ini dapat diwujudkan secara sederhana mulai dari
keluarga. Pertama, kembali ke meja makan melalui makan bersama dan
menjadikannya sebagai sarana pendidikan dan persatuan keluarga;
menyajikan makanan sehat yang bersumber dari pangan lokal yang sangat
kaya di bumi kita dan diolah dengan penuh kasih. Kedua, mengembangkan
gerakan tata kelola sampah dengan pola 4 R (Repair-Reduce-Reuse-Recyle),
menekan seminimal mungkin produksi sampah terutama sampah plastik dan
stereofoam. Ketiga, menggerakkan komunitas untuk ambil bagian dalam
tata kelola lingkungan, penghijauan, dan menghemat air tanah, melokalisir
limbah dan sampah-sampah beracun lainnya agartidakl mencemari
lingkungan dan kelima: Membangun kepedulian bagi saudara-saudara yang
tidak dapat menikmati akses pangan sehat, berbagai jenis pangan, dan
berbagai pengetahuan pendukung.

halaman 3

Saudara-saudara terkasih;
Marilah kita gunakan Hari Pangan Sedunia di bulan Rosario Suci ini
untuk berdoa bersama Bunda Maria, Perawan Suci, Bunda Gereja. Supaya
kita dimampukan bertindak adil di rumah bersama ini; mencintai dan merawat
bumi; mengasihi Ibu Pertiwi nan Jelita yang menjadi rahim pangan kita
bersama, agar semakin melimpah hasilnya, agar setiap orang dikenyangkan
dan mengalami sukacita serta bahagia. Sehingga bolehlah kita bercita-cita
tidak ada lagi yang kelaparan di atas bumi ini, tidak ada lagi petani yang
menjerit kehilangan tanahnya dan semuanya hidup dalam harmoni kasih di
rumah besar Ibu Pertiwi.

Melalui gerakan Hari Pangan Sedunia ini, marilah kita peduli dengan
bumi kita: mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan, komunitas, dan
masyarakat yang lebih luas. Kita semua berharap gerakan ini terus berlanjut
dan menjadi habitus seluruh umat di Keuskupan Bogor yang kita cintai ini dan
menular hingga ke masyarakat di sekitar kita.
Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan
kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah! (Mrk. 12:17).
Bogor, 12 Oktober 2015
Salam dan Berkat ,
Mgr. Paskalis Bruno Syukur
Uskup Bogor

Ucapan Syukur
Terima kasih serta puji dan syukur bagi
Tuhan Yesus dan Bunda Maria atas terkabulnya permohonan kami melalui Doa Novena 3
Salam Maria, Novena Hati kudus Yesus & Doa
Rosario_ Fany & Syivan

Persaudaraan antar lingkungan

halaman 4

Berbekal motto, "pergi tak


kenal, pulang jadi saudara" maka
Lingkungan Theresia bergandeng
dengan Lingkungan Lucia, Markus,
Ursula, Ratu Rosari, Sicilia (MRSB),
Katarina, dan Stasi Maria, bersatu
dalam ziarah 2015 ke Gua Maria
Kerep Ambarawa dan berakhir di
Gua Maria Musuk Boyolali. Iman dan
harapan, kami usung sebagai devosi
dalam perjalanan yang panjang dan
melelahkan. Ada tawa, ada air mata,
ada kelegaan, ada kebahagiaan, ada kepuasaan dalam batin. Bersatu dalam perjalanan
yang tak saling kenal bukan halangan tapi menjadi tujuan baru dan bisa terkabul doanya
itu menjadi satu harapan.
Bravo buat semua peserta yang luar biasa! _Hertha

Hari/Tanggal

Tgl
19/10
20/10
21/10
22/10
23/10
24/10
25/10

Koor

Pemandu Umat

18.30
18.00
06.00
08.00
18.00

KEP
BARTOLOMEUS W6
CAROLUS W7
ALUMNI KEP
ANTONIUS W1

07.00

BUNDA GEREJA W10

KEP
MARKUS W7
B. REALINO W4
RATU MALAIKAT W9
KATARINA W8
YOH. PEMBAPTIS
W11

Tata Bunga

Petugas Liturgi

JUMAT, 23/10
SAB, 24/10
MGG, 25/10
MGG, 25/10
MGG, 25/10
MGG, 25/10STASI

Pkl.

Daftar Bacaan Harian


Rm. 4:20-25; MT Luk. 1:69-70,71-72,73-75; Luk. 12: 13-21.BcO Nah. 1:1-8; 3:1-7,12-15a
Rm. 5:12,15b,17-19,20b-21; Mzm. 40:7-8a,8b-9,10,17; Luk. 12:35-38.
BcO 2Taw. 35:20-36:12
Rm. 6:12-18; Mzm. 124:1-3,4-6,7-8; Luk. 12:39-48. BcO Hab. 1:1-2:4
Rm. 6:19-23; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 12:49-53. BcO Hab. 2:5-20
Rm. 7:8-25a; Mzm. 119:66,68,76,77,93.94; Luk. 12:54-59. BcO Yer. 22:10-30
Rm. 8:1-11; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 13:1-9. BcO Yer. 19:1-5,10-20:6
Yer. 31:7-9; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Ibr. 5:1-6; Mrk. 10:46-52 BcO Yer. 23:9-17,21-29

HPS 2015 DAN LAUNCHING GERAKAN OTA


PAROKI ST. THOMAS
Mari merawat bumi sebagai rahim pangan kita
Mewujudkan Hidup Sejahtera merupakan impian semua orang. Hidup sejahtera berarti
hidup dalam kebenaran, damai dan sukacita. Ketiga dimensi ini merupakan nilai fundamental Kerajaan Allah yang bukan hanya berkaitan dengan bidang spiritual, melainkan harus
diimplementasikan dalam kegiatan konkret, seperti kepedulian dan bela rasa bagi mereka
yang tidak beruntung (bdk. Lukas 4,18-19). Jangan lupa, manusia hanya dapat bertumbuh
dan mewujudkan panggilannya bersama dan dengan orang lain (bdk. Gaudium et Spes art.
12).
Dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS), Sie PSE dan OTA Paroki St Thomas
mengundang seluruh umat St Thomas diundang untuk mengikuti:
LOMBA TUMPENGAN antarwilayah se-Paroki St Thomas, Kelapadua.
Launching Gerakan Orangtua Asuh (OTA). Mari menjadi saluran kasih Tuhan bagi anakanak kurang mampu. Anak-anak adalah masa depan Gereja dan Bangsa.
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah
seorang dari saudara-Ku ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Matius 25:40.

halaman 5

Acara di adakan pada:


Hari/Tgl
: Minggu, 25 Oktober 2015
Tempat
: Aula Paroki St Thomas
Waktu
: 9.30 (sesudah Misa II).

Pengumuman Perkawinan
Joko dari Kubu Kalimantan Barat denagn Stephanie Claudia Akina Somali
dari Lingkungan Ratu Rosari
Frederic Yolanda dari Lingkungan St. Bernadino Realino denang Giacinta
Marescotti Jessica Analy dari Paroki Keluarga Kudus Cibinong

#1

Fransiskus Xaverius Herlimpad Tri Hutomo dari Lingkungan ST. Carolus


dengan Berthy Bernadetta dari Paroki Trinitas Cengkareng

#2

Tulus Satriyo dari Paroki Keluarga Kudus Cibinong dengan Cicilia Lisa
Sukmawati dari Lingkungan ST. Monika

#3

Bagi umat yang mengetahui adanya halangan atas rencana perkawinan tersebut;
WAJIB memberitahukan kepada Pastor Paroki.

Kasih Melampaui Rasa Suka


Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu
dan dengan segenap kekuatanmu (Ul. 6:5)

halaman 6

Sejak kecil kita didorong untuk menunjukkan kasih, untuk orangtua, binatang
kesayangan atau untuk para sahabat, dan terutama untuk Yesus. Tetapi apakah
kasih itu?
Kita menganggap kasih adalah suatu emosi, suatu perasaan lembut, dan suatu
tindakan yang positif. Maka, ketika Kitab Suci memerintahkan kita untuk
mengasihi Allah dan sesama, kita mungkin bingung dengan arti kasih tersebut
(Matius 22:37-40).
Perasaan memang bukan sesuatu yang dapat diperintah. Seorang Ibu dapat
memerintah anaknya untuk menyukai bayam, tetapi ia tidak dapat
memaksanya untuk memberikan reaksi yang positif ketika berhadapan dengan
sayuran berwarna hijau itu.
Jadi, kasih pasti lebih dari sekadar emosi. Sebuah terjemahan kuno dari perintah
Tuhan mungkin membantu kita untuk memahami kasih sebagai suatu tindakan
yang kita pilih, yaitu Kasihilah .
Mengasihi berarti memilih untuk sabar, murah hati, tidak memegahkan diri, dan
tidak sombong (1 Kor. 13:4,5). Kita dapat mengasihi orang lain walaupun kita
mungkin tidak menyukai mereka, karena mengasihi berkenaan dengan hal
membuat pilihan.
Ya, kita dapat merespons dengan penuh ketaatan untuk melakukan hal yang
diarahkan Juru Selamat kita. Namun, Dia tahu bahwa kita tidak dapat
melakukan hal ini sendiri. Oleh karena itu Dia memberikan Roh Kudus yang
memampukan kita untuk menjalani hidup yang penuh ketaatan. Dengan
pertolongan-Nya, kita dapat belajar mengasihi orang-orang yang tidak kita
sukai. Siapa tahu? Kita bahkan mungkin mulai menyukai mereka.
Mengasihi orang lain membutuhkan hati yang taat kepada Allah. Tuhan Yesus
memberkati. (sahabatdoa)

Apakah Anda Merasakan Yesus?


Di University of Chicago Divinity School, setiap tahun, mereka memiliki apa yang
disebut Hari Baptis. Pada hari ini, masing-masing siswa membawa makan siang untuk
dimakan di luar ruangan di area piknik berumput. Setiap Hari Baptis sekolah akan
mengundang salah satu pemikir terbesar untuk memberikan kuliah di pusat pendidikan
teologi.
Pada tahun itu mereka mengundang Dr. Paul Tillich. Dr. Tillich berbicara selama dua dan
satu setengah jam mencoba untuk membuktikan bahwa kebangkitan Yesus adalah palsu.
Ia mengutip tulisan para sarjana dan buku demi buku. Ia menyimpulkan bahwa karena
tidak ada hal seperti kebangkitan sejarah, tradisi keagamaan gereja itu beralasan,
emosional omong kosong, karena didasarkan pada hubungan dengan Yesus bangkit,
yang pada kenyataannya tidak pernah bangkit dari mati dalam arti harfiah. Ia kemudian
bertanya apakah ada pertanyaan.
Hening. 30 detik berlalu. Tiba-tiba seorang tua, berkulit gelap dengan rambut putih
pendek, berdiri di belakang auditorium. Docta Tillich, saya punya satu pertanyaan,
katanya saat semua mata berpaling ke arahnya.
Ia merogoh kantong makan siangnya, mengeluarkan sebuah apel, dan mulai memakannya. Docta Tillich.. mm kriuk.. mm Pertanyaan saya adalah pertanyaan
sederhana mm kriuk mm Saya tidak pernah membaca buku yang Anda baca
.mm kriuk.. mm.. dan Saya tidak bisa membaca Kitab Suci dalam bahasa aslinya
mmkriukmm Saya juga tidak tahu apa-apa soal pertarungan Niebuhr dan Heidegger
. Kriukmmm.
Setelah menyelesaikan makan apelnya, lanjutnya, Yang ingin saya tahu adalah, apel
yang saya makan ini, apakah asam atau manis?
Dr. Tillich berhenti sejenak dan menjawab dalam metode ilmiah, Saya tidak mungkin
menjawab pertanyaan itu, karena saya belum merasakan apel Anda.
Orang tua berambut putih itu menjatuhkan inti apel ke dalam kantong kertas kusut,
menatap Dr. Tillich dan berkata dengan tenang, Demikian juga, Anda tidak bisa merasakan Yesus saya.
Seribu lebih orang yang hadir tidak bisa menahan diri. Auditorium itu seolah pecah dengan tepuk tangan dan sorak-sorai.
Dr. Tillich lalu mengucapkan terima kasih dan segera meninggalkan panggungnya.
Apakah Anda bisa merasakan Yesus?
Rasa dan melihat bahwa Tuhan itu baik; diberkati orang yagn berlindung pada-Nya jika
kamu memiliki, bersukacita dengan harapan kebangkitan imanmu membawa kepadaNya (Mz. 34:8). (Tatik inspire)

[PDKY ST.THOMAS] Telah berpulang ke rumah Bapa di surga,


surga
halaman 7

Bapak Fransiskus Xaverius Daryanto, 10 Oktober dalam usia 59 Th, Lingkungan St.
Sisilia / IV
Semoga jiwanya diterima di pangkuan Bapa di surga dan keluarga yang
ditinggalkan diberi kekuatan, kesabaran, dan ketabahan iman.

KOMUNI PERTAMA

KATEKESE

Telah dibuka Pendaftaran Penerimaan Komuni Pertama.


Pengambilan formulir di Sekretariat Paroki Setiap jam
kerja dan dikumpulkan di Ketua lingkungan Masingmasing.
Pendaftaran akan ditutup akhir bulan November.

Kursus Persiapan Perkawinan


SEKSI
Kerasulan
Keluarga

akan dilaksanakan pada hari :


- Jumat, 30 Oktober pukul 19.30
- Sabtu, 31Oktober pukul 08.00-17.00
- Minggu, 1 November pukul 10.00 - 17.00
Pendaftaran di Sekretariat Paroki setiap jam kerja
Pembaharuan

Janji Perkawinan bagi pasutri yang


berulang tahun dibulan Oktober hari Sabtu, 24 Oktober
saat Perayaan Ekaristi pukul 18.00. Pendaftaran di
Sekretariat Paroki.

WKRI

WKRI bekerjasama dengan PSE dan OMK St.Thomas akan


mengadakan Seminar tentang
Kawin Campur dengan judul Kristusku VS Cintaku
Hari, Tanggal : Minggu, 18 Oktober 2015
Pukul
: 10.0015.00 WIB
Tempat
: Aula Paroki St. Thomas Kelapadua Depok
Pembicara : RD. Yohanes Driyanto dan RD. Ch. Tri Harsono
Pendaftaran di depan sekretariat paroki.

Pertemuan Prodiakon Paroki dan Stasi hari Sabtu, 24


PRODIAKON Oktober pukul 09.00 di Aula. Dengan Agenda Evaluasi
dan pemilihan pengurus baru.
Panitia KEP 7 Mengundang seluruh peserta KEP 7 dan
Alumni KEP untuk hadir pada Misa Inagurasi/ Misa
KEP 7
penurupan KEP 7, hari Kamis, 22 Oktober 2015 pukul
19.00 di Gereja dilanjutkan acara ramah tamah di Aula
paroki.

halaman 8

Telah terbit kembali Majalah Mekar milik Keuskupan


Bogor. Mohon partisipasi umat untuk membelinya seharga
Rp. 15.000,-