Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR FUNGSI

DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN


Struktur dan Fungsi Buah

Oleh:
Kelompok 9 Pendidikan IPA 2013 A
1. Nur Aidatul Mala

(13030654001)

2. Selsa Fabiola Besari

(13030654018)

3. Lusi Maria Handayani

(13030654020)

4. Yosefin Margaretta

(13030654036)

S1 PRODI PENDIDIKAN IPA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2015

ABSTRAK
STUKTUR DAN FUNGSI BUAH
Telah kami lakukan praktium di Laboratorium IPA FMIPA Unesa pada hari
selasa tanggal 21 April 2015 yang berjudul Struktur dan Fungsi Buah yang
bertujuan untuk mengetahui bagian-bagian buah, dan tipe-tipe buah. Metode yang
kami gunakan yaitu melakukan pengamatan secara makroskopis pada buah petai
cina,buah manga, buah bunga pukul empat, buah apel, buah jeruk, buah nanas,
buah rambutan, buah tomat, buah mentimun, buah jarak (Ricinus Sp), buah
angsana, dan buah stroberi. Berdasarkan hasil praktikum, bagian-bagian buah
dapat dibedakan menjadi eksokarp, mesokarp, dan endocarp, serta terdapat biji
didalam buah. Tipe-tipe buah yaitu buah dapat dibedakan menjadi buah sejati dan
buah semu, selain itu dapat dibedakan lagi menjadi buah tunggal, ganda, dan
majemuk. Buah kering dan buah berdaging. Yang termasuk buah sejati tunggal
berdaging yaitu buah mangga, buah apel, buah jeruk, buah rambutan, buah tomat,
buah mentimun dan buah jarak. Sedangkan yang termasuk buah sejati tunggal
kering yaitu buah petai cina, buah bunga pukul empat, dan buah angsana. Yang
termasuk buah sejati majemuk berdaging yaitu buah nanas. Dan buah semu
majemuk berdaging yaitu buah stroberi.
Kata Kunci: buah, sejati, semu, tunggal, majemuk, berdaging, kering

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Akar, batang, daun, serta bagian-bagian tumbuhan lainnya merupakan
bagian-bagian yang berguna untuk mempertahankan kehidupan tumbuhan itu
sendiri selama masa pertumbuhannya. Oleh sebab itu, alat-alat tersebut
seringkali dinamakan pula alat-alat pertumbuhan atau alat-alat vegetatif.
Sebelum suatu tumbuhan mati, biasanya telah dihasilkan suatu alat yang
nanti akan dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Alat-alat demikian
dinamakan alat perkembangbiakan (organum reproductivum), yang dibedakan
dalam dua golongan diantaranya yang bersifat vegetatif dan yang bersifat
generatif. Proses perkembangbiakan ini terjadi melalui penyerbukan yang
terjadi di bunga.
Jika penyerbukan pada bunga telah terjadi, kemudian akan diikuti oleh
pembuahan, maka meyebabkan bakal buah akan menjadi buah, dan bakal biji
yang terdapat di dalam bakal buah akan tumbuh menjadi biji. Pada
pembentukan buah, ada kalanya bagian bunga selain bakal buah ikut tumbuh
dan merupakan suatu bagian buah.
Buah adalah suatu hasil dari proses akhir yang mulai dari penyerbukan
atau persarian. Pada hakikatnya buah hanya dibedakan kedalam 2 jenis, yang
pertama adalah buah semu dan yang kedua adalah buah sejati. Tak lepas dari penamaan
buah tersebut menjadi buah sejati dan buah semu dapat dilihat dari struktur
buahdan bagian-bagian buah yang ada pada buah. Dari adanya tipe-tipe buah
yang berbeda-beda. Maka untuk mengetahui tipe-tipe buah dari berbagai jenis
buah dilakukanlah praktikum ini.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan rumusah masalah diatas, maka rumusan masalah yang
diperoleh yaitu sebagai berikut:
1. Bagaimana struktur pada buah petai cina, buah manga, buah bunga pukul
empat, buah apel, buah jeruk, buah nanas, buah rambutan, buah tomat,
buah mentimun, buah jarak (Ricinus Sp), buah angsana, dan buah strobrry?
2. Bagaimanakah tipe-tipe pada buah petai cina, buah manga, buah bunga
pukul empat, buah apel, buah jeruk, buah nanas, buah rambutan, buah
tomat, buah mentimun, buah jarak (Ricinus Sp), buah angsana, dan buah
strobery?
C. Tujuan
1. Mengidentifikasi struktur buah pada buah petai cina, buah manga, buah
bunga pukul empat, buah apel, buah jeruk, buah nanas, buah rambutan,
buah tomat, buah mentimun, buah jarak (Ricinus Sp), buah angsana, dan
buah strobery
2. Menentukan tipe-tipe buah pada buah petai cina, buah manga, buah bunga
pukul empat, buah apel, buah jeruk, buah nanas, buah rambutan, buah
tomat, buah mentimun, buah jarak (Ricinus Sp), buah angsana, dan buah
strobery

BAB II
KAJIAN TEORI
A. Pengertian Buah
Buah adalah pertumbuhan sempurna dari bakal buah (ovarium). Setiap
bakal buah berisi satu atau lebih bakal biji (ovulum), yang masing-masing
mengandung sel telur. Bakal biji itu dibuahi melalui suatu proses yang
diawali oleh peristiwa penyerbukan, yakni berpindahnya serbuk sari dari
kepala sari ke kepala putik. Setelah serbuk sari melekat di kepala putik,
serbuk sari berkecambah dan isinya tumbuh menjadi buluh serbuk sari yang
berisi sperma. Buluh ini terus tumbuh menembus tangkai putik menuju bakal
biji, di mana terjadi persatuan antara sperma yang berasal dari serbuk sari
dengan sel telur yang berdiam dalam bakal biji, membentuk zigot yang
bersifat diploid. Pembuahan pada tumbuhan berbunga ini melibatkan baik
plasmogami, yakni persatuan protoplasma sel telur dan sperma, dan
kariogami, yakni persatuan inti sel keduanya (Sujana, 2007).
Setelah itu, zigot yang terbentuk mulai bertumbuh menjadi embrio
(lembaga), bakal biji tumbuh menjadi biji, dan dinding bakal buah, yang
disebut perikarp, tumbuh menjadi berdaging (pada buah batu atau drupa) atau
membentuk lapisan pelindung yang kering dan keras (pada buah geluk atau
nux). Sementara itu, kelopak bunga (sepal), mahkota (petal), benangsari
(stamen) dan putik (pistil) akan gugur atau bisa jadi bertahan sebagian hingga
buah menjadi. Pembentukan buah ini terus berlangsung hingga biji menjadi
masak. Pada sebagian buah berbiji banyak, pertumbuhan daging buahnya
umumnya sebanding dengan jumlah bakal biji yang terbuahi (Sujana, 2007)
Dinding buah, yang berasal dari perkembangan dinding bakal buah pada
bunga, dikenal sebagai perikarp (pericarpium). Perikarp ini sering
berkembang lebih jauh, sehingga dapat dibedakan atas dua lapisan atau lebih.
Yang di bagian luar disebut dinding luar, eksokarp (exocarpium), atau epikarp
(epicarpium); yang di dalam disebut dinding dalam atau endokarp
(endocarpium); serta lapisan tengah (bisa beberapa lapis) yang disebut
dinding tengah atau mesokarp (mesocarpium) (Resmisari, 2008)

Pada sebagian buah, khususnya buah tunggal yang berasal dari bakal buah
tenggelam, terkadang bagian-bagian bunga yang lain (umpamanya tabung
perhiasan bunga, kelopak, mahkota, atau benangsari) bersatu dengan bakal
buah dan turut berkembang membentuk buah. Jika bagian-bagian itu
merupakan bagian utama dari buah, maka buah itu lalu disebut buah semu.
Itulah sebabnya menjadi penting untuk mempelajari struktur bunga, dalam
kaitannya untuk memahami bagaimana suatu macam buah terbentuk
(Resmisari, 2008)
B. Tipe-Tipe Buah
Buah-buah itu sedemikian beragam, sehingga sukarlah rasanya untuk
menyusun suatu skema pengelompokan yang dapat mencakup semua macam
buah yang telah dikenal orang. Belum lagi adanya kekeliruan-kekeliruan yang
mempertukarkan pengertian biji dan buah (misal: 'biji' jagung, yang
sesungguhnya adalah buah secara botani). Baik buah sejati (yang merupakan
perkembangan dari bakal buah) maupun buah semu, dapat dibedakan atas tiga
tipe dasar buah, yakni (Ashari, 2004)
Buah tunggal, yakni buah yang terbentuk dari satu bunga dengan
satu bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih. Buah ganda, yakni jika buah
terbentuk dari satu bunga yang memiliki banyak bakal buah. Masing-masing
bakal buah tumbuh menjadi buah tersendiri, lepas-lepas, namun akhirnya
menjadi kumpulan buah yang nampak seperti satu buah. Contohnya adalah
sirsak (Annona). Buah majemuk yakni jika buah terbentuk dari bunga
majemuk. Dengan demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak
bakal buah), yang pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja.
Contohnya adalah nanas (Ananas), bunga matahari (Helianthus) (Ashari,
2004).
1. Buah Tunggal
Buah tunggal, atau tepatnya buah sejati tunggal, lebih jauh lagi
dapat dibedakan atas bentuk-bentuk buah kering (siccus), yakni yang
bagian luarnya keras dan mengayu atau seperti kulit yang kering; dan buah

berdaging

(carnosus),

yang

dinding

buahnya

tebal

berdaging

(Tjitrosoepomo, 2007).
Buah kering selanjutnya dibedakan atas buah yang tidak memecah
(indehiscens) dan yang memecah (dehiscens). Buah indehiscens berisi satu
biji, sehingga untuk memencarkan bijinya buah ini tidak perlu memecah.
Yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah buah tipe padi, tipe kurung,
dan tipe keras (Sujana, 2007).
2. Buah ganda
Buah berganda adalah buah yang terbentuk dari satu kuntum bunga
yang memiliki banyak bakal buah. Tiap-tiap bakal buah itu tumbuh
menjadi buah yang tersendiri, lepas-lepas, namun akhirnya menjadi
kumpulan buah yang nampak seperti satu buah. Sesuai dengan bentukbentuk buah penyusunnya, maka dikenal beberapa macam buah berganda.
Misalnya (Sujana, 2007):
a. Buah kurung berganda, misalnya pada buah mawar (Rosa).
b. Buah bumbung berganda, misalnya pada cempaka (Michelia).
c. Buah buni berganda, misalnya pada sirsak (Annona).
d. Buah batu berganda, misalnya pada murbei (Morus) (Sujana, 2007).
3. Buah majemuk
Buah majemuk adalah buah hasil perkembangan bunga majemuk.
Dengan demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal
buah), yang tumbuh sedemikian sehingga pada akhirnya seakan-akan
menjadi satu buah saja. Dikenal pula beberapa macam buah majemuk, di
antaranya (Ashari, 2008) :
a. Buah padi majemuk, misalnya jagung (Zea). Tongkol jagung
sebetulnya berisi deretan buah-buah jagung, bukan biji jagung.
b. Buah kurung majemuk, misalnya buah bunga matahari (Helianthus).
c. Buah buni majemuk, misalnya buah nanas (Ananas).
d. Buah batu majemuk, misalnya buah pandan (Pandanus), pace
(Morinda) (Ashari, 2008).

Sesuai dengan definisi, buah ganda dan buah majemuk sukar


disebut buah sejati. Karena pada buah-buah tersebut terdapat bagianbagian lain dari bunga selain bakal buah yang turut bertumbuh dan
berkembang menjadi buah, baik bagian-bagian itu menjadi bagian utama
buah ataupun bukan (Tjitrosoepomo, 2007).
C. Biji
Biji merupakan organ reproduksi pada tumbuhan berbiji (spermatophyta)
karena biji mengandung calon tumbuhan baru (lembaga). Biji duduk pada
tangkai yang keluar dari papan biji atau tembuni (placenta). Tangkai
pendukung biji disebut tali pusar (funiculus). Bagian biji tempat pelekatan tali
pusar dinamakan pusar biji (hilus). Adakalanya tali pusar ikut tumbuh, serubah
sifatnya menjadi salut atau selaput biji (arillus) (Resmisari, 2008).
Setelah terjadi penyerbukan yang diikuti oleh pembuahan, bakal buah akan
tumbuh menjadi buah dan bakal biji akan tumbuh menjadi biji. Bagi
pertumbuhan biji (Spermatophyta) biji ini merupakan alat perkembangbiakan
yang utama karean biji mengandung calon tumbuhan baru (lembaga). Dengan
dihasilkannya biji tumbuhan dapat mempertahankan jenisnya dan dapat pula
terpencar ke tempat lain.
Pada biji umumnya dapat dibedakan bagian-bagian berikut:
1. Kulit biji (spermodermis)
2. Tali pusar (fun culus)
3. Inti biji atau isi biji (nucleus seminis)

BAB III
METODE PERCOBAAN

A. Jenis Percobaan
Pengamatan morfologi bunga yang dilakukan termasuk jenis penelitian
observasi, karena dalam praktikum ini tidak menggunakan variabel dan data
yang diambil berdasarkan pengamatan di lapangan secara langsung.
B. Waktu dan Tempat
Praktikum struktur dan fungsi bunga ini dilaksanakan pada hari Selasa,
tanggal 21 April 2015 pukul 13.00 WIB di Laboratorium S-1 Prodi Pendidikan
IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri
Surabaya.
C. Alat dan Bahan
1. Buah petai cina

1 buah

2. Buah mangga

1 buah

3. Buah bunga pukul empat

1 buah

4. Buah apel

1 buah

5. Buah jeruk

1 buah

6. Buah nanas

1 buah

7. Buah rambutan

1 buah

8. Buah tomat

1 buah

9. Buah mentimun

1 buah

10. Buah jarak (Ricinus sp)

1 buah

11. Buah angsana

1 buah

12. Buah stroberi

1 buah

13. Silet

1 buah

D. Langkah Percobaan
1. Mengamati semua spesimen yang telah diperoleh.
2. Menentukan tipe buah tersebut, dan memberi keterangan bagian-bagian
yang menyusunnya.
3. Melakukan identifikasi serupa untuk semua specimen.
E. Alur Percobaan
Buah

Spesime
n
Diamati
Ditentukan tipe
buahnya
Diberi keterangan
bagian
Spesime
n penyusunnya
Digambar
Diidentifikasi
serupa untuk semua
Hasilspesimen

BAB IV
DATA DAN PEMBAHASAN
A. Data
GAMBAR

KETERANGAN
Buah Petai Cina
Tipe perbuahan:
Buah sejati tunggal kering

buah
biji

funikulus

eksocarp

endocarp

mesocarp

Buah Mangga
Tipe perbuahan:
Buah sejati tunggal
berdaging

Dinding
buah

Buah Bunga Pukul


Empat
Tipe Perbuahan:
Buah sejati tunggal kering

Biji

Eksocarp

Buah Apel
Tipe Perbuahan:
Buah sejati tunggal
berdaging

Mesocarp
Buah
Endocarp

Eksocarp

Buah Jeruk
Tipe Perbuahan:
Buah sejati tunggal
berdaging

Mesocarp

GAMBAR

KETERANGAN

Eksocarp

Buah Nanas
Tipe Perbuahan
Buah sejati majemuk
berdaging

Mesocarp
Endocarp

Eksocarp
Endocarp

Buah Rambutan
Tipe Perbuahan:
Buah sejati tunggal
berdaging

Arilus
Biji

Eksocarp

Mesocarp

Endocarp

Buah Tomat
Tipe Perbuahan:
Buah sejati tunggal
berdaging

Eksocarp
Mesocarp

Buah Mentimun
Tipe Perbuahan:
Buah sejati tunggal
berdaging

Endocarp
Biji
Funikulus
Plasenta

Eksocarp
Mesocarp

Buah Jarak
Tipe Perbuahan:
Buah sejati tunggal
berdaging

Endocarp
Embrio

Eksocarp

Mesocarp
Endocarp

Buah Angsana
Tipe Perbuahan:
Buah sejati tunggal kering

Buah Stroberi
Tipe Perbuahan:
Buah semu majemuk
berdaging

Endocarp

Mesocarp

Eksocarp

B. Analisis
Dari data yang kami peroleh, yang termasuk buah sejati tunggal berdaging
yaitu buah mangga, buah apel, buah jeruk, buah rambutan, buah tomat, buah
mentimun dan buah jarak. Sedangkan yang termasuk buah sejati tunggal
kering yaitu buah petai cina, buah bunga pukul empat, dan buah angsana.
Yang termasuk buah sejati majemuk berdaging yaitu buah nanas. Dan buah
semu majemuk berdaging yaitu buah stroberi.
1. Buah sejati tunggal berdaging
a. Buah Mangga
Buah mangga memiliki tiga lapisan dinding buah. Eksocarp umumnya
tipis menjangat (seperti kulit); mesocarp yang berdaging atau
berserabut; dan endocarp yang liat, tebal dan keras, bahkan dapat amat
keras seperti batu. Buah mangga ini termasuk kedalam tipe buah sejati
tunggal berdaging.

b. Buah Apel
Buah apel memiliki tiga lapisan yaitu eksocarp yang merupakan bagian
terluar dengan permukaan licin. Mesocarp merupakan bagian tengah
yang berdaging. Dan endocarp yang merupakan bagian dalam. Buah
apel ini termasuk kedalam tipe buah sejati tunggal berdaging.

c. Buah Jeruk
Buah jeruk memiliki 3 lapisan dinding buah. Lapisan luar yang liat dan
berisi kelenjar minyak disebut eksocarp; lapisan tengah yang serupa
jaringan bunga karang dan umumnya keputih-putihan disebut
mesocarp; serta lapisan dalam yang bersekat-sekat disebut endocarp,
dengan gelembung-gelembung berisi cairan di dalamnya. Biji-biji
tersebar di antara gelembung-gelembung itu. Buah jeruk ini termasuk
kedalam tipe buah sejati tunggal berdaging.
d. Buah Rambutan
Buah rambutan terbungkus oleh kulit buah yang tebal dan memiliki
rambut-rambut dibagian luarnya, bagian kulit buah itu disebut
eksokarp. Warna eksokarp tersebut yaitu hijau ketika masih muda, lalu
berangsur kuning hingga merah ketika masak. Dibagian dalam setelah
eksokarp terdapat endokarp yang berwarna putih dan menutupi daging
buah. Sedangkan bagian buah yang dimakan yang biasanya disebut
daging buah berwarna putih transparan sebenarnya adalah salut biji
atau arilus, yang bisa melekat kuat pada kulit terluar biji. setelah arilus
terdapat bagian yang disebut biji berbentuk elips dan dibagian luarnya
berwarna coklat. Buah rambutan ini termasuk kedalam tipe buah sejati
tunggal berdaging.
e. Buah Tomat
Bagian-bagian buah tomat meliputi eksokarp, mesocarp dan endocarp.
Eksocarp adalah lapisan terluar dari buah memiliki permukaan licin
dan sering mengandung zat warna buah. Mesocarp adalah lapisan
tengah berupa selaput. Dan endocarp adalah lapisan paling dalam
terdiri dari biji dan plasenta. Buah tomat ini termasuk kedalam tipe
buah sejati tunggal berdaging.
f. Buah Mentimun
Buah mentimun terdiri dari tiga lapisan dinding buah. Eksocarp lapisan
terluar dari buah memiliki permukaan licin. Kulit buah di bagian luar

lebih tebal dan kaku. Mesocarp adalah lapisan tengah. Dan endocarp
adalah lapisan paling dalam terdiri dari biji dan plasenta. Buah
mentimun ini termasuk kedalam tipe buah sejati tunggal berdaging.
g. Buah Jarak
Bagian-bagian buah tomat meliputi eksokarp, mesocarp dan endocarp.
Eksocarp adalah lapisan terluar dari buah memiliki permukaan licin
dan sering mengandung zat warna buah. Mesocarp adalah lapisan
tengah yang berdaging. Dan endocarp adalah lapisan paling dalam
terdiri dari biji. Buah jarak ini termasuk kedalam tipe buah sejati
tunggal berdaging.
2. Buah Sejati Tunggal Kering
a. Buah Petai Cina
Dari pengamatan, buah petai cina termasuk ke dalam buah sejati
tunggal kering. Bagian buah petai cina terdapat biji dan funikulus.
b. Buah Bunga Pukul Empat
Dari pengamatan, buah bunga pukul empat termasuk ke dalam buah
sejati tunggal kering. Bagian buah bunga pukul empat terdapat biji dan
dinding buah.
c. Buah Angsana
Buah angsana terdiri dari 3 bagian yaitu eksokarp, mesocarp dan
endocarp.
3. Buah Sejati Majemuk Berdaging
a. Buah Nanas
Bagian-bagian buah nanas meliputi eksokarp, mesocarp dan endocarp.
Eksocarp adalah lapisan terluar dari buah. Mesocarp adalah lapisan

tengah yang berdaging. Dan endocarp adalah lapisan paling dalam


terdiri dari biji.
4. Buah Semu Majemuk Berdaging
a. Buah Stroberi
Bagian-bagian buah stroberi meliputi eksokarp, mesocarp dan
endocarp. Eksocarp adalah lapisan terluar dari buah. Mesocarp adalah
lapisan tengah yang berdaging. Dan endocarp adalah lapisan paling
dalam terdiri dari biji.
B. Pembahasan
1. Buah Petai Cina
Lamtoro, petai cina, atau petai selong adalah sejenis perdu dari suku
Fabaceae (Leguminosae, polong-polongan), dari family Fabales, dengan
ordo Magnoliopsida dan divisi Magnoliophyta serta kingdom Plantae ini
yang sering digunakan dalam penghijauan lahan atau pencegahan erosi.
Buah polong bentuk pita lurus, pipih dan tipis, 14-26 cm 1.5-2 cm,
dengan sekat-sekat di antara biji, hijau dan akhirnya coklat kering jika
masak, memecah sendiri sepanjang kampuhnya. Berisi 15-30 biji yang
terletak melintang dalam polongan, bundar telur terbalik, coklat tua
mengkilap, 6-10 mm 3-4.5 mm.
Buah ini berkembang dari daun buah tunggal buah akan pecah
menjadi dua katup sepanjanng sulur atau kampuh yang mengelilingi buah.
Berupa monocarp atau syncarp. Biasanya eksokarp terdiri atas epidermis
saja mesokarp- dari parenkim yang relative tebal, endocarp dari sklerenkim
yang dibagian dalamnya biasanya ada epidermis yang berdinding tipis atau
beberapa lapisan parenkima dan epidermis. Berkas pembuluah terdapat
dalam parenkim mesokarpnya disertai dengan sklerenkim. Berasal dari satu
karpel. Karena berkembang dari daun buah tunggal maka buah tersebut
dapat digolongkan sebagai buah tunggal. Dinding buah kering. Kedua
katup dari polong tersebut yang sudah masak akan membelit dan merekah
hal ini disebabkan pengerutan anisotropic pada dinding tebal sel-sel

perikarp (Fahn, 1994). Tipe plasentasi biji dalam ruang buah, setiap biji
mempunyai ruang sendiri, jumlah biji dalam buah ada sekitar 5-6 biji.
Tidak ada struktur selain bakal buah masak yang menyusun buah sehingga
dapat di golongkan sebagai buah sejati atau di sebut juga Tipe buah sejati
tunggal kering.
2. Buah Mangga
Buah mangga termasuk dalam golongan buah sejati tunggal yang
berdaging karena mempunyai dinding buah yang menjadi tebal berdaging
dan termasuk tipe buah batu (drupa) (Tjitrosoepomo, 2005: 237). Pada
dinding buah (pericarpium) seringkali dengan jelas dapat dibedakan dalam
tiga lapisan yaitu kulit luar (eksokarpium) yang merupakan lapisan tipis
menjangat, biasanya licin. Kulit tengah (mesokarpium) yaitu bagian yang
biasanya tebal berdaging dan berserabut sehingga lapisan dinamakan
daging buah.Dan lapisan ketiga yaitu kulit dalam (endokarpium) yang
berbatasan dengan ruang yang mengandung biji dan seringkali cukup tebal
dan keras seperti batu sehingga disebut sebagai buah batu. Daging buahnya
berwarna kuning atau orange dan berserabut. Biji batu berdinding tebal.
Buah mangga ini mempunyia kulit buah yang terdiri atas 3 lapisan
kulit, yaitu
1. Kulit luar (exocarpium), merupakan lapisan tipis, tetapi seringkali kuat
atau kaku seperti kulit, yang permukaannya licin.
2. Kulit tengah (mesocarpium), biasanya tebal berdaging atau berserabut,
dan jika lapisan ini dapat dimakan, maka lapisan ini dapat dimakan
daging buah (sarcocarpium).
3. Kulit dalam (endocarpium), yang berbatasan denagn ruang yang
mengandung biji, seringkali cukup tebal, berkayu dan keras. Lapisan ini
amat kuat dan kadang - kadang amat keras seperti batu. Karena adanya
lapisan inilah buah ini disebut buah batu. Sel-sel yang membuat buah
ini keras adalah 2 sel yaitu sel sklerenkim dan sel kolenkim atau
jaringan penguat.

3. Buah Bunga Pukul Empat


Pada buah bunga pukul empat memiliki tipe buah yang di sebut buah
sejati tunggal kering karena memiliki dinding buah yang tipis,
berdempetan namun tidak berlekatan dengan kulit biji. Bunganya
berbentuk terompet, dengan banyak macam warna, antara lain: merah,
putih, jingga, kuning, kombinasi/belang- belang. Mekar di waktu sore hari
dan kuncup kembali pada pagi hari menjelang fajar. Buahnya keras, warna
hitam, berbentuk telur, dapat dibuat bedak. Kulit umbinya berwarna coklat
kehitaman, bentuk bulat memanjang, panjang 7 cm 9 cm dengan
diameter 2 cm 5 cm, isi umbi berwarna putih.
4. Buah Apel
Sebagian besar dari jaringannya berasal dari dasar bunga yang
mencekung sehingga apel termasuk dalam buah semu. Apel juga
dimasukkan ke dalam kategori buah yang disebut dengan Pome. Pome,
merupakan buah semu berdaging dengan bagian tengah yang memiliki
struktur menyerupai tulang rawan. Bagian-bagian buah apel yaitu biji yang
menempel di bagian tengah, endokarp, mesokarp atau yang sering disebut
daging buah, dan eksokarp atau kulit. Sebagian besar daging buah dari
buah apel tersusun atas jaringan parenkim. Perikarp tersusun dari eksokarp
parenkimatis berdaging, bercampur dengan parenkim luar bakal buah, dan
endokarp tersusun dari sklereida. Pada Bagian dalam, luar dinding buah,
atau keseluruhannya, bisa menjadi berdaging dengan adanya diferensiasi
menjadi parenkim lunak atau sukulen (tebal, berair). Epidermis luar
mengandung antosianin dan flobalen yang memberikan warna khas kulit
beberapa varietas apel.
5. Buah Nanas
Buah nanas memiliki tipe buah majemuk, yakni buah hasil
perkembangan bunga majemuk yang terbentuk dari gabungan 100-200
bunga. Buah majemuk umumnya membentuk sebuah gada besar, bulat
panjang atau bulat telur.Dengan demikian buah ini berasal dari banyak

bunga (dan banyak bakal buah), yang tumbuh sedemikian sehingga pada
akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja.
6. Buah Jeruk
Buah jaruk (Citrus sp) termasuk ke dalam tipe buah sederhana
(Simple fruits) dimana buah yang terdiri dari satu ovary dalam satu pistil.
Buah tipe ini mungkin mempunyai biji satu atau lebih, ovary superior atau
inferior. Kebanyakan angiosperm mempunyai buah sederhana. Buah jeruk
termasuk juga ke dalam kategori buah basah kategori berry, dimana
seluruh pericarp tetap basah sewaktu masak. Berry ini berasal dari superior
ovary. Pericarp pada berry ini merupakan lapisan lunak dan berair dan
dapat dimakan.
Dalam kategori buah basah ini, terdapat pada berry tipe
Hesperidium. Lapisan luar tebal dan mengandung zat warna, lapisan
tengahnya banyak mengandung ruang antar sel, dan lapisan dalamnya
terdiri dari jaringan dengan kantong-kantong jus.buah jeruk dimasukkan
ke dalam golongan ini karena mempunyai sel-sel yang mengandung
minyak di bawah kulit. Minyak akan keluar bila kulit mendapat tekanan
dan menimbulkan warna coklat pada kulit setelah kering. Hespiribium
merupakan jenis berry yang termodifikasi. Hespiridium mempunyai tiga
bagian, antara lain: (a) lapisan luar (flavedo) kaku, menjangat,
mengandung minyak atsiri (b) lapisan tengah (albedo) seperti spons, terdiri
dari

jaringan

bunga karang (c) lapisan

dalam

(hesperidium)

membentuk

ruangan yang berisi biji

dan

gelembung yang berisi

gelembung-

bersekat

air.
7. Rambutan
Buah rambutan termasuk kedalam tipe buah sejati tunggal berdaging
karena buah rambutan terbentuk dari satu bunga dengan satu bakal buah
saja. Buah sejati tunggal berdaging sendiri dapat dibedakan menjadi

beberapa jenis. Dan buah rambutan termasuk kedalam salah satu jenisnya
yaitu buah buni (bacca). Yang disebut buah buni ialah buah yang
dindingnya mempunyai dua lapisan, yaitu lapisan luar yang tipis agak
menjangat atau kaku seperti kulit (belulang) dan lapisan dalam yang tebal,
lunak, dan berair, seringkali dapat dimakan, contohnya yaitu buah pepaya.
Sedangnkan buah rambutan kulit buahnya tidak terlalu tebal, seringkali
mempunyai sifat yang agak kaku seperti kulit, tidak lunak dan tidak
berdaging, biji terdapat bebas didalamnya. Dari buah rambutan yang dapat
dimakan bukan kulit buah yang sebelah dalam, melainkan salut bijinya
(arillus).
8. Tomat
Tomat memiliki klasifikasi yaitu sebagai berikut:
Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Solanales
Famili: Solanaceae
Genus: Solanum
Spesies: Solanum lycopersicum L.
Buah tomat termasuk kedalam tipe buah sejati tunggal berdaging
karena terbentuk dari bunga dengan satu bakal buah saja. Buah tomat
termasuk buah buni, tergolong buah sungguh tunggal, berwarna hijau waktu
muda dan kuning atau merah waktu tua. Berbiji banyak, berbentuk bulat pipih,
putih atau krem, kulit biji berbulu. Perbanyakan dengan biji kadang-kadang
dengan setek batang cabang yang telah tua (Sudarnadi, 1996). Buah tomat
termasuk kedalam buha buni yang dindingnya mempunyai dua lapisan, yaitu

lapisan luar yang tipis agak menjangat atau kaku seperti kulit (belulang)
dan lapisan dalam yang tebal, lunak, dan berair, yang seringkali dapat
dimakan,
9. Mentimun
Klasifikasi Mentimun yaitu sebagi berikut:

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Violales
Famili: Cucurbitaceae
Genus: Cucumis
Spesies: Cucumis sativus L.
Struktur buah mentimun terdiri dari bagian eksocarp, mesocarp,
endocarp dan diadalamnya terdapat biji. Mentimun merupakan tipe buah
sejati tunggal berdaging. Karena buah ini telanjang. Buah mentimun bila
ditinjau dari sudut susunannya tidak jauh berbeda dengan buah buni.
Biasanya kulit buah yang di bagian luar lebih tebal dan lebih kaku,
ruangan buah selain berisi biji-biji dalam jumlah yang besar masih
mempunyai bagian yang kosong.
Buah mentimun terjadi dari tiga daun buah yang tepinya melipat ke
dalam dan merupakan sekat-sekat sejati, tetapi ujung daun-daun buah itu
melipat lagi ke arah dinding buah, sehingga ruang-ruang yang telah terjadi
dari tengah-tengah buah terbagi lagi oleh sekat-sekat yang tidak sempurna.
Hal ini menunjukkan bahwa buah mentimun pada mulanya mempunyai
tiga ruangan, yang masing-masing terbagi dua lagi oleh sekat yang tidak
sempurna. Jika buah telah masak, sekat-sekat lenyap, hingga buah hanya
mempunyai satu ruangan saja dengan rongga yang kosong ditengahnya.

10. Buah Buah Jarak


Tanaman jarak termasuk family Euphhorbiaceae, satu famili dengan
karet dan ubi kayu sehingga karakter biologinya tidak terlalu jauh berbeda.
Berikut adalah klasifikasi tanaman jarak pagar (Hambali dkk, 2006):
Divisi
Subdivisi
Kelas
Ordo
Famili

: Spermatophyta
: Angiospermae
: Dicotyledonae
: Euphorbiales
: Euphorbiaceae

Genus
: Jatropha
Spesies
: Jatropha curcas Linn.
Buah jarak berbentuk bulat telur serta berwarna hijau karena masih
muda dan kuning jika masak. Buah jarak terbagi menjadi tiga ruang. Biji
berbentuk bulat lonjong dengan warna coklat kehitaman. Buah jarak
termasuk buah sejati tunggal berdaging. Dikatakan buah sejati tunggal
karena terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah saja. Buah sejati
tunggal dapat dibedakan lagi dalam dua golongan yaitu buah sejati tunggal
kering dan buah sejati tunggal berdaging. Buah jarak termasuk ke dalam
buah sejati tunggal berdaging. Buah yang termasuk golongan ini pada
umumnya tidak pecah jika sudah masak.
11. Buah Angsana
Angsana atau Sonokembang (Pterocarpus indicus) termasuk dari
suku Fabaceae (=Leguminosae, polong-polongan). Buah angsana berupa
polong, berbentuk bulat dan berwarna coklat.

Polong tidak merekah

terbungkus sayap besar (samara). Buah angsana termasuk dalam buah


sejati tunggal kering. Dikatakan buah sejati tunggal karena terjadi dari satu
bunga dengan satu bakal buah saja. Buah sejati tunggal dapat dibedakan
lagi dalam dua golongan yaitu buah sejati tunggal kering dan buah sejati
tunggal berdaging. Buah angsana digolongkan menjadi buah sejati tunggal
kering. Dimana bagian luarnya mengayu seperti kulit yang kering. Buah
angsana merupakan contoh dari buah sejati tunggal kering yang termasuk
dalam golongan buah keras bersayap (samara), seperti buah keras, tetapi
pada kulit terdapat suatu alat tambahan berupa sayap.
12. Buah Stroberi (Fragaria spp)
Buah stroberi berwarna merah. Buah yang biasa dikenal adalah buah
semu yang sebenarnya merupakan receptacle yang membesar. Buah sejati
yang berasal dari ovul yang telah diserbuki berkembang menjadi buah
kering dengan biji keras. Struktur buah keras ini disebut achene. Buah
sejati ini berukuran kecil dan menempel pada receptacle yang membesar.

Buah stroberi termasuk buah


semu majemuk berdaging. Dikatakan
buah

semu

majemuk

berdaging

karena terjadi dari buah majemuk,


tetapi seluruhnya dari luar tampak
seperti satu buah saja yang terjadi
dari ibu tangkai bunga yang tebal
dan berdaging.
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa tipe buah dapat dibedakan
menjadi buah sejati dan buah semu, buah tunggal dan buah majemuk, buah
berdaging dan buah kering. Yang termasuk buah sejati tunggal berdaging yaitu
buah mangga, buah apel, buah jeruk, buah rambutan, buah tomat, buah
mentimun dan buah jarak. Sedangkan yang termasuk buah sejati tunggal
kering yaitu buah petai cina, buah bunga pukul empat, dan buah angsana.
Yang termasuk buah sejati majemuk berdaging yaitu buah nanas. Dan buah
semu majemuk berdaging yaitu buah stroberi.
B. Saran
Dilakukan pengamatan terhadap struktur buah dengan lebih teliti
sehingga hasil praktikum lebih baik. Dan sebelum praktikum, sebaiknya
praktikan membaca literature atau dasar teori tentang tipe-tipe buah sehingga
pada saat praktikum tidak ada kendala dan dengan mudah dalam
mengidentifikasi tipe-tipe buah dari berbagai jenih buah yang ada.
C.

DAFTAR PUSTAKA

De Vogel E.F. 1987. Manual of Herbarium Taxonomy: Theory and Practice.


United Nation Educational, Scientific dan Cultural Oragnization. Regional
Office for Science and Technology. Jakarta.
Esiti B. Hidayat. 1990. Morfologi Tumbuhan. Diktat Kuliah. Jurusan Biologi
FMIPA ITB. Bandung..1990. Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan.
Jurusan Biologi FMIPA. ITB. Bandung.
Gembong Tjitrosoepomo. 1988. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University
Press. Yogyakarta.

LAMPIRAN GAMBAR

Buah petai cina

Buah mangga

Buah apel

Buah jeruk

Buah rambutan

Buah jarak

Buah bunga pukul empat

Buah nanas

Buah tomat

Buah mentimun

Buah angsana

Buah strobery